Ukhuwah Warisan Mulia Dari Rasulullah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
5YEvVgm9_3Q • 2025-08-01
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani
wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinanih
asadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman.
Wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Dan pada
kesempatan kali ini kita
membahas suatu ibadah yang agung yaitu
ukhuwah islamiah atau ukhuwah imaniah
ya yang tadi judulnya indah yaitu
ukhuwah merupakan warisan mulia dari
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Dan
benar sebelum Rasulullah sahu alaii
wasallam
datang, para sahabat ketika masih di
masa jahiliah mereka tidak mengenal
adanya ukhuwah islamiah, persaudaraan
seiman. Mereka tidak kenal hal tersebut.
Mereka tidak kenal namanya persaudaraan
karena Allah. Benar terjadi relasi
persaudaraan tapi karena duniawi, karena
nasab, karena satu kabilah, karena satu
daerah.
ya
karena satu usaha sama-sama pedagang
misalnya karena satu hobi ya itu sudah
ada sejak
dahulu tetapi ada suatu persaudaraan
karena Allah Subhanahu wa taala itu baru
ada setelah datangnya Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam lalu
mengajarkan kepada mereka ada suatu
persaudaraan yang luar biasa yang
namanya al-ukhuwah al-islamiyah
persaudaraan karena Allah subhanahu wa
taala maka benar Dia adalah warisan
mulia dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan bahasan ini sangat
penting dari beberapa sisi. Di
antaranya dalam kehidupan kita, kita
sering berinteraksi dengan sama
muslim dan kita bisa mendapatkan pahala
yang banyak dari interaksi tersebut
selama kita bisa menjaga ukhuwah,
menunaikan hak-hak persaudaraan sama
muslim. menjaga hak-hak saudara semua
muslim sehingga interaksi kita dalam
keseharian dengan kawan-kawan kita di
masjid, dengan
tetangga, dengan ee rekan kerja, selama
kita menjaga tali ukhuwah maka kita akan
dapat pahala. Kita akan dapat pahala.
Dan kemudian kita juga punya teman-teman
spesifik, teman-teman khusus yang
mungkin tali ukhuwah sangat tinggi
sampai kedekatan kita
dengan mereka terkadang lebih daripada
kedekatan dengan kerabat ya sedarah.
Dan ini
terjadi maka pembahasan tentang ukhuwah
islamiah penting agar kita bisa
senantiasa mendapatkan pahala dari sisi
interaksi dengan sesama muslim atau
sesama
muslimah. Yang kedua, pembahasan ini
juga
penting. Kenapa? Karena kita tentu sedih
melihat
kondisi sebagian kita saat ini yang
ukhuwah
tercabek-cabek,
terobek-robek karena hal-hal yang
duniawi ya. Kita melihat sebagian
saudara kita berkelai sama yang lain
gara-gara politik, caci maki, saling
merendahkan,
menjatuhkan, terjadi ya
hina-hinaan, kampret-kampretan,
cebong-sebongan ya banyak. Semua
karena
duniawi, semua karena
politik. Sesama muslim kita juga lihat
sebagian saudara kita saling maki-maki,
bahkan saling pukul-memukul cuma
gara-gara
bola. Sedih berkelai gara-gara bola.
Berkelai tidak pada tempatnya. Kalau
berkelai karena
membela syariat okelah ini berkelai
hina-hinaan.
Bahkan sampai ada darah yang
tertumpahkan, sampai ada yang meninggal
hanya
gara-gara bola.
[Musik]
Ya, kita sedih melihat
sebagian orang-orang sampai menumpahkan
darah sesama muslim gara-gara ras dan
suku. Dan banyak hal-hal yang membuat
kita sedih ya. Seharusnya sama muslim
tidak sampai demikian. Sehingga nilai
ukhuwah sudah tidak ada sama sekali di
hati mereka. Kalau di hati mereka ada
nilai ukhuwah ini mukmin, saya mukmin,
dia mukmin, dia punya hak, dia tidak
akan sampai
demikian. Mungkin terjadi perselisihan,
mungkin jadi pertikaan, tapi tidak
sampai menumpahkan darah, tidak sampai
melukai
tubuh. Tapi yang terjadi seperti itu
ya. Dan itu memilukan. Kita dapati juga
sebagian saling jatuh-mjatuhkan
gara-gara organisasi.
Jadilah organisasi adalah standar
ukhuwah. Bukan ukhuwah islamiah, tapi
ukhuwah
organisasiah. Kalau kamu dalam organisi
saya, maka kawan, apapun kesalahanmu,
apapun
penyimpanganmu, kalau dia bukan dalam
organisasi, maka dia adalah musuh
apapun. Sebaik apapun agamanya, sebaik
apapun kedekatannya kepada Allah
subhanahu wa taala.
dan
terjadi ya sehingga
batasan-batasan ukhuwah hilang. Kita
perselisihan
biasalah kalau kita ada perselisih,
manusia dua sama persis hampir tidak ada
ya. Bahkan dua orang kembar lahir dari
ayah dan ibu yang sama itu pun berbeda
kembar. Padahal gimana lagi
kalau dari dua orang tua yang berbeda,
dari suku yang berbeda
dengan cara berpikir yang berbeda tentu
ada
perselisihan. Tetapi kalau kita tahu
tentang
hak-hak alukhuwah alislamiyah, maka kita
punya
batasan-batasan. Maka
ini ya motivasi kita untuk lebih
mengenal tentang apa sih ukhuah
islamiyah itu? Apa hak-haknya? apa
hal-hal yang tidak boleh dilanggar. Maka
saya diminta oleh panitia untuk
menyampaikan satu hadis sebagai landasan
pembahasan yaitu hadis yang diriwayat
Imam Muslim dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu qala qala Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu
alaihi wasallam bersabda, "La tahasadu
wala tanajasu." Janganlah saling hasad,
janganlah saling melakukan najas. W
tabagu, janganlah saling membenci wala
tadabaru. Dan janganlah saling balik
belakang.
Janganlah seorang sebagian kalian
menjual di atas penjualan
saudaranya. Jadilah kalian hamba-hamba
Allah yang saling
bersaudara. Akul muslim seorang muslim
adalah saudara bagi yang
lainnya. Dia tidak menzalimi sesama
muslimu. Dia tidak meninggalkannya
ketika dibutuhkan pertolongannya.
Dia tidak berdusta atau
menipunya dan dia tidak
menghinakannya. Kemudian rasul wasallam
mengatakan takwa di sini. Rasulullah
tunjuk kepada dadanya sampai tiga kali.
Attaqwa. Takw di sini takw di sini.
Takwa di
sini muslim. Cukuplah seorang dikatakan
buruk ketika dia merendahkan,
menghinakan saudaranya sama muslim.
Muslim har sesungguhnya muslim yang satu
haram bagi muslim yang lain dalam hal
apa? Damuhu darahnya haram tidak boleh
ditumpahkan.
Waluhu hartanya haram tidak boleh
diambil. Wauhu dan harga dirinya haram
tidak boleh dijatuhkan. Hadis riwayat
Muslim.
Ini hadis agung yang menjelaskan tentang
hak-hak
persaudaraan, larangan-larangan yang
harus dijauhi karena bisa merusak
persaudaraan yang di mana Rasul sahu
alaihi wasallam berkata dalam hadis
tersebut, waunu ibadallahi ikhwana.
Jadilah
kalian hamba-hamba Allah yang saling
bersaudara. Ketahuilah ikhwan dan akhwat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala,
bersaudara karena Allah itu nikmat yang
luar biasa.
Nikmat yang luar biasa.
Makanya Allah
berfirman, "Biillahi jamian." "Hendaknya
kalian bersama-sama berpegang teguh di
atas tali Allah, di atas
Alquran." Dan janganlah kalian
bercerai-beraium ikhwana. Dan ingatlah
nikmat yang Allah berikan kepada kalian.
Kalian dahulu saling
bermusuhan. Faallahika maka Allah
pun gabungkan
[Musik]
kalian. Maka jadilah kalian dengan
nikmat Allah, dengan karunia Allah
kalian menjadi bosa. Jadi kita
bersaudara, kita bisa senyum satu dengan
yang itu nikmat dari
Allah. Kalau Allah tidak bikin kita
saling mencintai, kita enggak bakalan
bisa bersaudara. Makanya Allah
[Musik]
mengatakan kata Allah, "Allahlah yang
menjadikan mereka saling bersatu ya,
saling menyayangi. Seandainya engkau
Muhammad menginfakkan harta sepenuh bumi
ini, kau tidak akan bisa menyatukan
mereka. Tapi Allah yang menyatukan
mereka. Sesungguhnya Allah maha kuasa
dan maha bijaksana. Jadi kita dekat,
nyaman, se ke masjid bisa ngobrol
bareng, bisa berdampingan dengan teman
kita satu saf, itu nikmat. Itu
nikmat. Saking indahnya nikmat
persaudaraan sampai Allah sebutkan di
surga salah satu nikmat adalah nikmat
persaudaraan. Makanya Allah berfirman
tentang penghuni surga. Kata Allah
Subhanahu wa taala,
mauiman
mutaqin. Maka kami cabut segala penyakit
hati mereka di surga. Kami cabut.
Jadilah mereka ikhwanan, saling
bersaudara. Al sururin di atas
dipan-dipan mutaqabilirin, saling
berhadapan semangat untuk ngobrol di
antara mereka. Kenapa? Tidak ada sakit
hati, penyakit hati sama sekali. Tidak
ada dongkol, tidak ada dengki, tidak ada
hasad, tidak ada dendam, tidak ada sama
sekali. Sehingga ketika ketika temu
ketemu dengan temannya di surga dengan
penuh semangat kata Allah, "Ala sururin
mutaqabilin ikhwanan." Saling bersaudara
duduk di atas dipan-dipan. Mutaqabilin
saling berhadapan ngobrol dengan berenci
kerama dengan indahnya. Itu salah satu
kenikmatan surga.
Allah juga
berfirman, mereka saling bertemu, saling
ngobrol di antara mereka di surga,
saling
bertanya, bagaimana kalian masuk surga?
Maka ada yang ngobrol dengan berkata,
"Kami dulu ketika di keluarga kami, kami
takut dengan hari akhirat maka Allah
beri karunia kepada kami sehingga kami
diselamatkan dari azab neraka jahanam."
Jadi ini nikmat ya yang harus kita jaga
dan dalam di balik menjaga nikmat ini
kita dapat dapat pahala bab ikhwan dan
akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
taala kita kembali kepada hadis ini.
Hadis ini ya menjelaskan tentang hal-hal
yang dilarang yang bisa merusak ukhuwah
islamiah. Uhuah
islamiah maknanya adalah
kita mencintai seseorang karena Allah,
karena agamanya ya. Bukan karena
dunianya, tapi karena apa? Agamanya ya.
Kenapa dia muslim? Saya muslim. Dia
mengucap laillallah laillallah
muhammadar rasulullah. Kita ber
bersaudara. Ada perbedaan? Ada. Enggak
mungkin sama semua. Tapi dia muslim.
Saya muslim. Dia punya hak yang harus
saya tunaikan. Saya punya hak yang harus
dia dia tunaikan.
Bukan
saya cinta dia karena satu suku ya,
bukan. Itu itu namanya persaudaraan lain
yang sedang kita bahas. Persaudaraan
karena Allah Subhanahu wa
taala. Yang di balik ini banyak pahala
ya. Banyak pahala. Makanya ketika Nabi
sebutkan tentang tujuh golongan yang
Allah naungi pada hari kiamat kelak Nabi
sebutkan di antaranya rajulani tahab
fillah. Dua orang saling mencintai
karena Allah. Ijdama alaif alai. Saling
bertemu karena Allah. Berpisah juga
karena Allah subhanahu wa taala. Yang
Allah banggakan pada hari kiamat kala
Allah mengatakan ainal mutahabuna
bijalali. Mana orang-orang saling
mencintai karena Allah. Pada hari ini
aku akan naungi
mereka di pada naunganku yang tidak ada
naungan kecuali naunganku. Itu Allah
banggakan mereka pada hari kiamat kelak.
Kemudian di antara
manfaat saling mencintai karena Allah
subhanahu wa taala, bersaudara karena
Allah, bahwasanya
orang-orang yang masuk surga kelak bisa
memberi syafaat kepada
saudara-saudaranya. Sebagaimana dalam
disebut dalam hadis ya, Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam menyebutkan sebagian
mukminin sudah masuk surga kemudian
mereka minta kepada Allah. Kata mereka,
"Ya Rabbana, sesungguhnya kami punya
kawan-kawan yang masih di neraka. Kanu
yusuna maana." Dulu mereka salat bareng
kami. Kami sekarang di surga, mereka
masih di
neraka. Dulu mereka juga puasa sama
kami. Sama-sama buka bersama di masjid,
tapi mereka di neraka. Bahkan dalam
sebagian riwayat wahujuna maana dulu
hajian sama kami sama-sama satu
travel. Visanya resmi tapi
tetapi di neraka. Ya, artinya ada
orang-orang melakukan amal saleh tapi
mungkin maksiat mendominasi sehingga
masuk neraka. Maka mereka yang sudah
masuk surga ini minta kepada Allah, "Ya
Allah izinkan kami beri syafaat. Ya
Allah, izinkan kami beri syafaat."
Sampai Nabi berkata, "Tidaklah salah
seorang dari kalian ketika menuntut
haknya di dunia lebih menuntut daripada
seorang mukmin yang meminta kepada
Allah." Kita kalau di
dunia kemudian misalnya mobil kita
diambil sama orang, kita datang ke
hakim, kita minta enggak? "Ini mobil
saya, ini buktinya." Kita berusaha agar
kita bisa mengambil lagi mobil kita.
Kita semangat untuk menuntut hak kita.
Kata Allah, "Semangatmu," kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "semangatmu
masih kurang dengan semangat seorang
mukmin yang masuk surga agar diizinkan
beri syafaat kepada saudara-saudaranya
yang masih di neraka jahanam."
Ini manfaat ukhuwah imaniah, ukhuwah
islamiah. Ukhuwah
islamiah bukan cuma kenikmatan duniawi,
kebahagiaan ketemu dengan hati yang
lapang, senyum satu dengan yang lainnya,
kebahagiaan. Tapi ada juga kenikmatan
ukhrawi. Bahwasanya teman-teman yang
karena Allah bisa memberi syafaat kepada
teman-temannya yang yang
[Musik]
lain. Tib. Ee ikhwan dan akhwat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Bapak dan ibu yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala,
kita masuk dalam bahasan kita dalam
hadis ini. Sekali lagi saya katakan ini
hadis bercerita tentang hal-hal yang
dilarang yang bisa merusak ukhuwah
islamiah, ukhuwah imaniah. Rasulullah
buka hadisnya dengan bersabda, "La
tahasadu." Jangan saling apa?
Hasad. Hasad itu apa? Hasad
adalah nikmah alal ghair. Tidak suka
kalau ada orang dapat nikmat. Enggak
suka aja. Lihat orang sukses kok jadi
jengkel. Lihat orang lebih ganteng kok
jengkel. Libat orang lebih cantik kok
jengkel. Lihat orang baru beli tas kok
jengkel. Kenapa saya harus jengkel? Yang
beli tas dia. Itu namanya ha
hasad.
Ya lihat orang followernya banyak kok
jengkel. Kenapa jengkel? Ini berarti
namanya ha
hasad. Lihat orang punya anak lebih
pintar dari anak kita, kita jengkel. Ya,
kenapa? Berarti ha hasad. Jadi sekedar
benci tidak suka ada orang dapat nikmat
itu namanya
hasad. Ada orang hasad sama kita, kita
gak boleh balas hasadnya. Makanya
Rasulullah berkata, "La tahasadu."
Kadang hasad itu muncul dari dua belah
pihak. Ini hasad ini, ini hasad yang
lain. La
tahasadu. Yang satu hasad
karena temannya lebih kaya, yang satu
hasad karena teman istrinya lebih
cantik. Hasad. Sat-sasatan gak boleh.
Enggak boleh. Orang hasad
itu akhirnya menimbulkan
permusuhan. Kalau
permusuhan, ukhuwah islamiah rusak. Iya.
Tidak. Dan kebanyakan orang tidak
berhenti pada hasad doang. Hasad itu
biasanya mengantarkan kepada kezaliman.
Tidak hanya hanya di hati. Kalau di hati
aja masih okelah. Tapi tidak ada hasad
atau jarang hasad yang hanya terpendam
di hati. Biasanya ada aplikasinya
diekspresikan kepada perkataan maupun
perbuatan. Di situlah Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda dalam hadis.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
satu riwayat meskipun sanadnya lemah
tapi maknanya benar. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Iakum
walada aladul
hasanatarul." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Waspadalah dari
penyakit hasad. Karena hasad itu akan
memakan
pahala-pahala sebagaimana kayu bakar
dimakan oleh
api. Jadi kalau kita ada kayu kita bakar
dengan api, apalagi kayunya kering,
apinya kuat, maka kayu tersebut cepat
habis, cepat hangus. Jadi api itu
membakar dengan cepat. Hasad pun
demikian. Kalau sudah seorang ditimpa
dengan penyakit hasad, dia mudah berbuat
zalim. Dia berbuat zalim sehingga
misalnya dia
menjatuhkan orang yang dihasati
tersebut. Ah, itu orang begini. Dia
gibahin, dia gibahin ya. Dia jatuhkan
harga dirinya ya. Bahkan terkadang dia
berusaha untuk menjatuhkan orang
tersebut. Kalau orang itu laris
jualannya, dia pengin gimana caranya
enggak laris. dia bikin isu supaya
gimana enggak enggak laris ya akhirnya
zalim. Makanya hasad itu bisa biasanya
mengantarkan kepada tindak tanduk
berikutnya dan akhirnya ketika dia
berbuat zalim pahala-pahalanya pada
menguap hilang karena hasadnya
tersebut. Dan siapakah yang hasad? Lihat
bukti
nyata para hasidin, orang-orang hasad
adalah orang-orang terburuk yang ada di
alam semesta ini. Hasad itu warisannya
orang-orang terburuk atau
makhluk-makhluk terburuk. Siapa
orang-orang hasad? Yang pertama iblis.
Iblis hasad kepada Nabi Adam Alaih
Salam. Nabi Adam Alaih Salam diciptakan
oleh Allah langsung dimuliakan oleh
Allah. Diajarkan ilmu oleh Allah
Subhanahu wa taala. Iblis tidak bisa
menerima ada pendatang baru yang
ternyata lebih berilmu dari dia. Iblis
tidak bisa terima. Iblis itu sebenarnya
jin. Tadinya jin saleh dan dia saking
salehnya. Jadi, oke jelas saya ulangi.
Iblis. Jadi iblis dia adalah jin yang
saleh dan dia awalnya disebutkan dalam
buku-buku tafsir saking salehnya dia ada
jin ibadah sehingga dia sering gaulnya
sama para malaikat. Gaulnya sama para
malaikat. Padahal malaikat makhluk
tercipta dari cahaya, dia dari jin. Tapi
karena dia salat, rajin ibadah, dia naik
pangkat sederajat sampai dia sering gaul
sama malaikat. Sampai ketika Allah
menyuruh malaikat dan iblis sujud pada
Adam, malaikat sujud kecuali iblis. Dia
bilang, "Ana khairun minhu." Saya lebih
baik daripada Adam. Ngapain saya sujud
sama Adam? Dia tidak siap. Ada pendatang
baru namanya Adam. Baru diciptakan
belakangan ternyata diciptakan langsung
dengan kedua tangan Allah. Kemudian
Allah ajarkan ilmu-ilmu yang malaikat
saja tidak tahu tentang ilmu-ilmu
tersebut. Kemudian disuruh sujud iblis.
Kata iblis,
"Enggak, enggak. Meskipun harus masuk
neraka, saya tidak mau sujud sama Adam."
Dan akhirnya hasadnya tadi tidak membuat
dia cuma berhenti di situ. Dia ingin
melakukan kejahatan. Dia ingin menggoda
Adam. Dia ingin menggoda anak keturunan
Adam. Dan dia minta izin untuk bisa
menggoda sampai hari kiamat. Lihat kalau
hasad itu ngeri. Saya pernah ketemu
orang datang kepada saya, "Ustaz, saya
disihir,
Ustaz." Siapa yang sihir? Saudaranya
sendiri, kakaknya atau adiknya? Loh,
nasihati itu kakak saya atau adik saya
itu lulusan pondok loh. Dia tahu tahu
tapi dia hasad. Maksudnya saking hasad
meskipun dia sudah tahu ilmu saking
hasad maka dia tetap melakukan sihir.
Meskipun dia tahu itu apa? Haram. Jadi
kalau sudah hasad tuh repot. Di antara
yang hasad sehingga menjadikan mereka
orang-orang tersebut terjerumus dalam
maksiat. Di antaranya siapa? Yahudi.
Yahudi hasadan mini anfusihim. Mereka
hasad. Hasad kepada nabi Arab. Mereka
enggak suka ada nabi dari Arab. Mereka
sudah jauh-jauh berpindah dari Syam.
Kemudian tinggal di Hijaz, di Madinah,
kemudian di Khaibar untuk menanti
kedatangan nabi terakhir. Ketika datang
nabi terakhir yang mereka kenal betul,
mereka tidak mau beriman. Kenapa? Nabi
tersebut bukan Bani Israil. Nabi
tersebut ternyata Arab. Disebutkan dalam
riwayat ketika Nabi datang berhijrah
dari Makkah ke Madinah, maka bapaknya
Safiah yaitu Huy bin Akhtab pimpinan
kabilah Bani Nadir dan pamannya Yasir.
Kedua orang itu pagi-pagi sekali
pagi-pagi buta sudah pergi ke areal
Quba, daerah Quba untuk menunggu Nabi
datang dan melihat ciri-cirinya.
Ternyata mereka pergi di pagi hari,
akhirnya ketemu dengan Nabi. Kemudian
mereka pulang di sore hari dalam kondisi
lemas, kata Sofiah. Akhirnya Sofiah
radhiallahu anha mendengar bapaknya dan
pamannya saling ngobrol. Apa kata
pamannya? Ahu. Itukah nabi yang kita
tunggu-tunggu? Kata bapaknya Sofiah,
"Benar, itu yang kita
tunggu-tunggu." Terus, "Fama mauifuka
minhu." Terus bagaimana sikapmu terhadap
nabi tersebut? Apa kata bapaknya Sofiah?
Wallahi
ya saya akan terus bermusuhan dengan dia
sepanjang
hayat. Padahal tahu itu nabi yang mereka
nantikan. Kenapa hasad? Ternyata Allah
tidak memberikan kenabian kepada Bani
Israil. Bahkan nabi penutup ternyata
dari bangsa Arab karena hasad dia tidak
beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. bukan cuma tidak
beriman, bahkan memusuhi, bahkan ingin
bunuh nabi tersebut, bapak, bahkan
bapaknya Sofiah inilah yang telah
memprovokasi orang-orang Arab sehingga
Quraisy kabilah Gthofan kumpul 10.000
jumlahnya untuk menyerang Nabi dalam
perang Khand. Bahkan dia juga
memprovokasi kabilah Bani Quraizah untuk
berkhianat.
Subhanallah. Hasad terkadang tidak cukup
cuma di hati. Kalau tidak
dilampiaskan tidak puas.
Enggak enak kalau enggak jatuhin dia,
enggak enak kalau enggak cari-cari
kesalahan dia. Kenapa? Hasad. Ini
akhlaknya orang-orang
Yahudi. Demikian juga Allah sebutkan
tentang
akhlaknya orang munafik. Siapa? Abdullah
bin Ubay bin Salul. Abdullah bin Ubay
bin Salul dia asalnya dari kabilah
Alkhazraj. Dan di di Madinah ada dua
kabilah besar, Al-Aus dan Alkhazraj.
Tapi jumlah Al-Khazraj lebih banyak.
Dan terjadi perang Buaz. Perang Buas itu
kira-kira 5 tahun sebelum Nabi berhijrah
dari Makkah Madinah. Perang
besar-besaran. Dua kabilah ini disebut
dengan Banu Qailah. Mereka bersaudara
kembali kepada nenek yang sama namanya
Qailah. Kemudian mereka bersetru
berperang saudara sampai 120 tahun.
Puncak perseteruan mereka itu kira-kira
pada
tahun ee umur Nabi 35 itu 5 tahun
sebelum ee apa? Sebelum 5 tahun sebelum
Nabi berhijrah ya. 5 tahun sebelum Nabi
berhijrah terjadi perang besar-besaran.
Ketika perang besar-besaran tersebut
maka semua senior itu Nabi sekitar
usia berapa? Ee Nabi berhijrah usia 53.
Itu sekitar Nabi usia 48. Maka ketika
perang tersebut seluruh senior pada
tewas. Tinggal satu senior yang masih
hidup namanya Abdullah bin Ubay bin
Salul. Akhirnya suku Alaus, suku
Alkhazraj sepakat, "Sudahlah kita damai
aja.
ini tinggal satu-satunya senior kita,
kita angkat dia menjadi pemimpin kita di
Kota Madinah. Jadi Abdullah bin Ubay bin
Salul sudah semangat dia akan diangkat
jadi pimpinan kabilah. Eh ternyata Nabi
datang mereka pun masuk Islam dan mereka
mengangkat Nabi sebagai pemimpin.
Akhirnya Abdullah bin Ubay bin Salul
hasad sehingga dia tidak mau masuk
Islam. Kemudian setelah perang Badar dia
ketakutan dia masuk Islam tapi jadi
orang muna munafik. Maka dia selalu
mencari gara-gara kepada Nabi dan dia
yang provokator untuk menyebarkan isu
bahwasanya Aisyah berzina. Kalau dia
tidak bisa mengganggu Nabi secara fisik,
dia mengganggu Nabi secara mental.
Kenapa? Karena
hasad.
Bukankah anak Adam yang satu membunuh
anak Adam yang lain? Kenapa? Karena
hasad. Ngeri maksudnya kalau bicara
hasad banyak. Bukankah kakak-kakak Nabi
Yusuf menzalimi Nabi Yusuf sehingga
dibuang, di sumur, dijual
jadi budak? Kenapa? Karena
hasad. Maka ini di antara hal yang
membuat persaudaraan hancur gara-gara
hasad. Dan hasad ini perkara duniawi.
Rumah dia lebih gede daripada rumah
saya.
Hasad. Mobil dia lebih baru daripada
mobil saya. Hasad. Istri dia lebih
cantik daripada istri saya? Hasad.
Padahal saya lebih ganteng dari dia. Kok
bisa istrinya lebih cantik? Hasad. Nasib
ya, akhi.
Hasad.
Hasad. Oleh karenanya kalau kita
terjangkiti penyakit hasad, kita harus
lawan. Hasad itu bagaimana cara kita
lawan? Kita harus ingat tentang buruknya
hasad. Pertama, hasad itu akhlaknya
orang-orang terburuk, makhluk terburuk
di alam semesta. Iblis, Yahudi,
musyrikin, apa munafik. Akhlaknya
mereka. Kenapa kita berakhlak dengan
akhlak yang buruk seperti itu? Yang
kedua, kalau seorang hasad berarti dia
sedang menzalimi dirinya sendiri, bukan
zalimi orang. Hasad itu musuh
kebahagiaan. Kapan seorang hasad dia
tidak bahagia? Artinya
menyala-nyala.
Hasad. Kalau dia qanaah, dia bahagia.
Kalau dia qanaah, dia bahagia. Makanya
dikatakan qanaah kanzun la yafna. Qanaah
adalah aset yang tidak pernah sirna.
Qanaah adalah aset yang terbaik. Kenapa?
Kalau orang qanaah maka dia
bahagia. Kalau dia hasad mana qanaah dia
cemburu. Apa kata Imam Syafi'i
rahimahullahu
taala? Kalau kau punya hati yang qanaah,
kau dan raja dunia sama saja. Raja dia
bahagia, kau juga bahagia karena kau
qanaah. Bahkan kau bisa jadi bahagia,
raja tidak bahagia. Kenapa? Raja hasad
sama orang. Bisa jadi siapa yang
mencapai qanaah maka dia yang
bahagia. Maka kalau ada orang hasad
siapa yang dia zalimi? Pertama yang dia
zalimi sebelum menzalimi orang dia
hasadati dia zalimi dirinya sendiri.
Berarti dia tidak pengin bahagia.
Makanya dia panas dadanya. Mau tidur
susah. Kalau lihat orang berhasil dia
jengkel. Lihat berita orang tersebut dia
jengkelah. Orang senang-senang dia dia
yang sengsara. Ada orang beli mobil baru
kok dia yang menderita. Ada orang bangun
rumah baru kok ada yang dia menderita.
Ada orang naik jabatan baru, kenapa dia
yang menderita? Hasad membuat dia
menderita. Jadi jangan hasad karena
hasad mencelakakan diri sendiri. Yang
ketiga, kalau hasad berarti protes sama
Allah. Karena Allah yang kasih nikmat.
Seakan-akan engkau berkata, "Enggak pas,
ya Allah. Ngapain kasih dia, ya Allah?
Kasih saya aja." Ini namanya protes sama
Allah Subhanahu wa taala.
[Musik]
Ya. Yang berikutnya agar kita tidak
hasad perlu perenungan.
Kita yakin Allah Subhanahu wa taala
ketika memberikan anugerah kepada kita,
itu yang pas bagi
kita. Kita renungan aja. Kalau kita
punya rumah sebesar orang tersebut,
belum tentu kita
bisa menjawab hisabnya pada hari kiamat
kelak. Belum
tentu. Kalau kita punya mobil mewah,
coba kita lihat orang punya mobil, ada
orang beli mobil harganya R miliar, kita
punya mobil Rp0 juta, hutang lagi
bekas. Kalau oh mobil bagus sekali,
jangan hasad masing-masing.
Alhamdulillah. Kalau kita qanaah, mobil
80J itu nikmat kalau kita qanaah. Tapi
kalau enggak susah supaya kita enggak
aset. Ya Allah, kalau saya diberi mobil
miliar tadi, kalau saya ditanya Allah,
dua pertanyaan. Dari mana kau dapat
uang? Ke mana kau habiskan? Belum tentu
saya bisa jawab. Kalau saya punya mobil
3 miliar mungkin saya sombong.
Petentang-petenteng mungkin saya angkuh.
Belum tentu saya bisa bersyukur atas
nikmat tersebut. Belum
tentu. Kita lihat ada orang mungkin
seorang akhwat lihat akhwat lebih
cantik. Enggak usah hasad. Enggak enggak
enggak gampang jadi orang cantik. Kita
lihat laki-laki ada lebih ganteng
daripada kita. Jangan nasad. Enggak
gampang jadi orang ganteng. Enggak
gampang. Buktinya bukankah Nabi Yusuf
dipenjara gara-gara ganteng? Kita enggak
pernah dipenjara gara-gara ganteng.
Alhamdulillah. Nabi Yusuf dipenjara
gara-gara ganteng. Karena ganteng di
penjara. Coba. Coba kalau orang ganteng
datangi cewek diajak berzina macam
enggak tahu. Orang ganteng malah suka
pamer. Suka narsis pengin pamer pakai
baju pamer-pamer dirinya kepada
perempuan. Akhirnya menimbulkan dia
dihisab oleh Allah repot nanti hari
kiamat kelak. Coba kalau buka pas-pasan
tawadu. Iya enggak?
Jadi kita renungkan aja kita sekarang
mungkin bikin pengajian yang hadir cuma
sedikit. Coba kalau yang hadir 100.000
orang gimana hati enggak wah bangga
ujub.
Udahlah jadi orang dapat nikmat kalau
kita dikasih belum tentu kita bisa
mensyukuri. Belum tentu hati ini kuat.
Belum tentu hati ini
kuat. Hati ini belum tentu kuat menerima
kenikmatan yang besar.
Saya sempat nasihati sebagian kawan,
jangan anak kecil jangan dipublish
terlalu berlebihan. Dia enggak kuat,
hatinya enggak
kuat. Hatinya enggak kuat. Ada
kawan hafiz, anaknya hafiz juga tapi
anaknya diorbitkan terlalu
cepat. Jadi imam di masjid besar,
akhirnya
nakal merasa dirinya ini lihat orang
merendahkan. Kenapa dia enggak kuat
menerima kenikmatan tersebut? Tenar
ketika masih apa? Masih kecil.
Maksud saya kalau ada orang punya
kenikmatan banyak ya sudah kita bilang
alhamdulillah Allah tahu yang lebih pas
buat
saya. Seandainya saya diberi nikmat
seperti itu, belum tentu saya bisa
mensyukuri. Mungkin saya terjerumus
dalam banyak
kemaksiatan. Maka syukuri yang kamu
miliki. Kamu yang miliki ini sudah bisa
untuk berpotensi untuk bisa beribadah
kepada Allah.
Antum hasad sama pejabat. Ngapain hasad
sama pejabat? Pusing jadi pejabat pusing
enggak? Pusing apalagi ngikuti berita.
Kita ikut beritanya pusing
apalagi apalagi
dianya.
Benar. Antum enggak usah hasad jadi
artis. Artis setengah mati. Kasihan.
Masalah diliput selalu kegiatannya.
Masalah rumah tangga di-upload,
dipublish, inilah selingkuh, apalapal.
Udahlah, udah gini-gini aja aman.
Alhamdulillah. Alhamdulillah. Istri
antum aja anggap kamu kayak artis
wajahnya.
Masyaallah. Kalau lagi lampu
mati, Tayib. Jadi jangan hasad. Enggak
usah hasad. Kalau kita enggak hasad.
Kapan kita hasad? Ukhuwah islamiah pasti
kacau. Pasti. Karena kita akan berusaha
menjatuhkan orang yang kita hasati
dengan berbagai macam cara dan pasti
melampaui batas.
Yang kedua kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, wala tanajasu. Dan janganlah
kalian sering melakukan najas. Ini juga
sebab pertikaan. Najas adalah diambil
dari makna isarah, yaitu
memprovokasi. Jadi kalau jualan dia
panggil orang bohong. Misalnya saya
jualan terus saya punya teman, saya
sudah kerja sama, ada pembeli tiga
orang. Datang teman saya, "Uh ini barang
bagus ya. Berapa ini?" "Wih, barang
bagus sekali. Aduh, uang saya enggak
ada." Dikira ini barang bagus. Padahal
barang biasa itu namanya najas. Nipu
orang bernilai. Itu najas dulu. Kalau
zaman sekarang najas testimoni
palsu. Testimoni oh ini shampo
bagus. Padahal sampo ini salon R5 juta.
Shampo cuma Rp100.000. Rambut dia bagus
bukan karena shamponya tapi karena ke
salon. Namanya pembohongan publik. Ya,
hati-hati testimoni-testimoni
bohong-bohong ya. N itu termasuk najis.
Memprovokasi orang untuk membeli sesuatu
ternyata tidak benar. Nah, nanti kalau
sudah demikian ternyata orang itu beli
ternyata kok tidak benar dia marah sama
tadi ini ternyata tidak benar. Ini
menimbulkan pertikaian maka gak boleh
najasy. Kemudian berikutnya wala
tabagadu. Janganlah kalian saling mem
membenci itu jangan kalian melakukan
hal-hal sebab kebencian. Sebaliknya
lakukanlah hal-hal yang merupakan sebab
saling kasih sayang. Hal-hal yang
mungkin bikin orang jengkel. Jangan
lakukan. Jangan lakukan. Di antara sebab
yang bikin orang jengkel,
kita pamer. Mungkin kebahagiaan kita
pamer. Orang jengkel enggak jengkel.
Antum misalnya punya duit banyak, terus
antum pergi ke Paris sama istri, naik
bisnis kelas, antum
videoin, terus antum foto di depan
Menara Evel, terus antum publish dilihat
sama teman
[Musik]
antum. Terus istri teman antum bilang,
"Mas, kok bisa kayak gitu
kah? Kita kok cuma ke Tegal sama ke
Malang."
Ah, bikin orang jengkel ini. Kenapa
kayak gini-gini jengkel orang bikin
ribut rumah tangga gara-gara kamu
mublish
kebahagiaanmu. Contoh bikin orang
jengkel yang terkadang tidak kita sadari
membuat orang apa? Jengkel dengan apa
yang kita lakukan. Ya, tidak semua
kebaikan harus kita kebahagiaan harus
kita share. Tidak harus. Karena bisa
membuat sedih sebagian orang.
ya bisa membuat sedih sebagian sebagian
orangnya hati-hati ikhwan ya semua hal
yang ternyata bisa menimbulkan jengkelan
jangan kita lakukan hati-hati tutur kata
hati-hati buat status hati-hati
berkomentar karena Rasulullah mengatakan
wala tabagadu dan janganlah kalian
saling membenci sebaliknya lakukanlah
hal-hal yang menunjukkan ya saling
mencintai Allah menyebutkan tentang
ciri-ciri orang beriman. Kata Allah,
adillatin alal mukminin. Yaitu mereka
tawadu terhadap kaum mukminin yang lain,
merahmati, sayang kepada kaum yang lain.
Kalau bicara sama orang lain dengan
penuh penghormatan, tidak meremehkan,
tidak merendahkan tawadu di hadapan
orang lain. Dia mukmin, saya mukmin.
Maka saya harus tawadu di hadapan dia.
Ya, kita kasih hadiah, kita bertutur
kata yang lembut. wal kalimatu tha
thyibatu seodqah. Kata-kata yang baik
adalah sedekah. Kalau kita mau komentar
dengan komentar yang baik, intinya
jauhilah segala perkara-perkara yang
bisa
menimbulkan
kebencian. Kemudian kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Wadabaru, jangan
saling belok
belakang jangan saling memboikot." Kata
Rasul
wasam, tidak halal bagi seorang muslim
memboikot saudaranya lebih dari 3 hari.
Yalqiani, saling
bertemu. Satu melengos, satu melengos.
Satu ke utara, satu ke selatan. Tidak
bisa ketemu.
Ceklinging, ceklinging. Enggak bisa.
Saling
jengkel. Wiruhuma yabda balam. yang
terbaik di antara keduanya yang mulai
memberi salam. Ini namanya tadabur.
Saling membelakangi. Saling
membelakangi. Rasulullah menjelaskan
bahwasanya kita ketika berinteraksi
mungkin ada kejengkelan biasa. Tidak ada
sahabat yang malaikat ya mungkin dia
salah ucap kata-kata kita tersinggung
apalagi kita sendiri yang baper. Ya
mungkin saatnya kita butuh bantuan dia
ternyata dia tidak siap. Tidak sesuai
ekspektasi. Ada kan kawan gitu kita
pikir sesuai ekspektasi. Ayo ikut ikut.
Ternyata dia, "Aduh, mohon maaf saya
enggak bisa banyak urusan." Wah, enggak
sesuai ekspektasi. Kita
jengkel, akhirnya kita marah atau dia
salah sama kita, akhirnya kita boikat
dia. Dia salam tidak kita jawab, dia WA
tidak jawab, dia telepon kita matikan.
Ketemu kita melengos, ini hanya boleh 3
hari. Aturan resmi dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Gak boleh boikot
saudara lebih dari berapa? 3 hari.
kecuali karena urusan agama. Misalnya
dia murtad, saya boikot dia, terserah.
Ternyata dia perusak, dia ternyata
rentenir. Ngerusak ngajak orang
rentenir. Saya boikot dia selama-lamanya
sampai dia tobat. Boleh selama ada
maslahat. Tapi kalau urusan duniawi,
baperlah, salah inilah, salah
ngomonglah, tersinggunglah. Ini hanya
cuma boleh berapa hari? 3
hari. Hari pertama, hari kedua, hari
ketiga dimaafkan. Lebih dari 72 jam
dosa. Benar. 24 * 3 berapa? 72. Benar
kan? 3 hari. Lebih dari 3 hari dosa.
Kata Nabi,
"Wahairuhuma alladzi yabda bisalam."
Yang terbaik di antara keduanya adalah
yang pertama kali mengucapkan salam.
Jadi Rasulullah tidak bilang yang salah
ngaku salah. Gak. Rasulullah tidak
berbicara tentang siapa salah, siapa
yang benar. Pasti ada yang salah, pasti
yang benar. Tetapi Rasulullah bicara
dari sisi lain. Yang terbaik adalah yang
pertama kali menyelesaikan permusuhan
tersebut dengan berani mengucapkan salam
terlebih dahulu. Entah dia di posisi
benar, entah dia di posisi salah.
Apalagi sering berselisih sama-sama
merasa benar. Itu
masalahnya enggak tahu dia merasa benar,
yang sana juga merasa benar. Sudahlah
yang terbaik yang memberi salam terlebih
dahulu. Sehingga kalau kita sudah salam
jabat tangan, tidak mesti harus kembali
lagi seperti dulu. Enggak harus. Tapi
sudah hilang
kebencian, hilang kebongkolan. Tapi
kalau kita masih terus seperti itu, kita
sendiri yang tersiksa. Jengkel sama dia,
ingat dia terus, cari-cari kesalahan
dia, ngomongin dia terus. Sampai kapan
seperti
itu? Sehingga kita berlebihan. Dia
memang punya salah, tapi ingat dia
seorang muslim. Dia punya hak untuk
tidak kau boikot lebih dari 3 hari.
Aturan dari mana? Aturan dari Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam yang sangat
sayang kepada umatnya. Kamu mau ikut
aturan nabi atau ikut hawa
nafsu? Ustaz, saya enggak bisa lagi
teman sama dia. Tidak harus teman sama
dia, tapi salamin dia. Enggak harus
teman lagi. Dia menyakiti saya
berulang-ulang. Ya sudah, jangan temani
lagi dia. Yang penting asalamualaikum
ketemu. Tidak harus teman lagi. Dia
bohongin saya berulang-ulang. Ya sudah,
jangan dibohongin lagi. Jangan temanan
sama dia. Yang penting salam salamin
tidak
harus. Siapa yang pertama kali
mengucapkan salam maka dia yang terbaik.
Kenapa dia mengalahkan egonya? demi
menjalankan syariat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Berkelah itu
enggak
enak. Kita dizalimi tapi sudahlah
sabarlah. Sapa aja gak apa-apa. Tidak
harus jadi teman dekat lagi. Tapi sapa.
Asalamualaikum Pak, gimana kabarnya? I
masyaallah semoga baik-baik. Sudah
selesai tidur nyaman, tapi kalau enggak
uh kenapa dia gituin? Dianya juga di
sana begitu. Itu kenapa ini? Akhirnya
mulai cari-cari kesalahan, mulai membela
diri. Apalagi kalau kasus sudah tersebar
di antara ikhwan akhwat, dia pasti
memposisikan diri benar padahal dia
salah. Akhirnya berkelai terus. Sampai
kapan? Tahu-tahu
mampus. Tahu-tahu tewas. Datangnya
malaikat maut. Selesai dalam kondisi
dongkol sama orang. Kalau bisa kita
hidup tanpa dongkol sama orang,
lakukanlah. Saya tanya sama antum
sekarang. Antum lagi dongkol sama berapa
orang? Coba cek hati antum
masing-masing. Siapa yang paling antum
dongkolin? Coba hitung berapa orang yang
antum paling jengkel di hidup dalam
dunia ini. Antum berharap dia segera
mati tapi enggak mati-mati. Coba berapa
orang? Enggak enak. Enggak
[Musik]
enak. Enggak enak bermusuhan tuh. Enggak
enak. Setiap dengar nama dia, kita
jengkel. Setiap lihat dia muncul di
beranda, kita jengkel. Tapi kita
ngelihatin terus
dia. Orang tuh hidup nyaman. Kalau
masalah sudah masalah ya sudahlah dia
zalimi saya mungkin saya banyak dosa.
Allah mengurangi dosa saya dengan cara
dia zalimi saya. Ya sudah
asalamualaikum. Sudah enggak mesti teman
dekat lagi. Tapi berteman tetap tetap
salam. Siapa tahu satu siapa tahu suatu
saat kita bisa berteman lagi Allah yang
lebih lebih tahu. Nah terutama ibu-ibu.
Ibu-ibu ini kalau sudah
dongkol-dongkolan waduh sampai mati
donggol-donggolan. Sebagian ibu-ibu jadi
teman dekat. Terlalu dekat kalau
berkelai waduh selesai sampai mati
berkelai.
Makanya wala tadabaru boleh dongkol.
Kenapa Ustaz boleh dongkol sehari dua
hari, 3 hari? Karena syariat tahu
manusia hatinya lemah. Dia tidak bisa
langsung memaafkan. Dia harus dongkol
sehari, 2 hari, 3 hari. Syariat
membolehkan kau dongkol berapa hari? 3
hari. Hari keempat sudah enggak boleh.
Harus lawan. Saatnya sekarang saya lawan
setan, saya sudah diberi izin marah tiga
3 hari. Setelah ituah hidup nyaman,
hidup tentram.
Jangan jadikan orang musuh. Dia muslim,
kita juga muslim. Dia muslimah, kita
juga muslimah. Wala
tadabaru. Jangan saling balik
belakang. Saya katakan lagi, tidak harus
berteman lagi seperti itu, enggak ada
masalah. Tetapi tidak harus
bertengkar. Tidak semua apa yang kita
harapkan sesuai dengan yang kita
harapkan. Berteman ternyata tidak su
ekspektasi. Buat komunitas ternyata
tidak sesuai dengan ekspektasi. Ya sudah
keluar aja ada marah sampaikan tapi
tidak
usah boikot-boikotan tidak usah hidup
tentang hidup tentram hidup nyaman dapat
pahala dari Allah Subhanahu wa taala.
Yang berikutnya wabi baukum ba mohon
maaf sampai jam berapa saya
begini. Jangan sebagian kalian menjual
sebagian yang lain. Ini adab dalam jual
beli. Kalau si A sudah jual barang sama
si B, misalnya si A jual HP, HP misalnya
berapa? Rp15 juta si B sudah beli. Ini
namanya jualan sudah beli dan masih masa
khiar 3 hari saya lihat dulu ya. Oke.
Tahu-tahu datang si C. Eh kau beli
berapa? 15 sama saja 12. Yaah. Ini
namanya cari
masalah. Akhirnya dibatalin. Kenapa? Ada
di sana R juta. Akhirnya dibikin
masalah. Lihat. Akhirnya si Bci kemas si
A karena kamu untung terlalu banyak.
Bayangkan ya.
Ternyata R juta, Saudara. Kamu jual 15,
ternyata tempat lain R juta. Jadi
jengkelah si B. Si Atau si C bikin
masalah, dia jengkel sama si si C. Dia
juga jengkel sama si B. Sudah beli kok
enggak jadi.
Repot-repot. Yang tidak boleh kalau
goben. Gob kalau ditipu ini HP harga
normalnya Rp15 juta dia jual 20. Namanya
dibohongin. Tapi kalau HP ini normalnya
14 15 ternyata yang 12 ini terlalu
murah. Dia tidak goben. Ini dia tidak
bohong. Memang harganya normal segitu.
Memang orang jualan cari rugi? Orang
jualan cari untunglah. Selama untungnya
masih normal tidak boleh
dikembalikan. Ahah. Ini cari masalah.
Ini menjual di atas penjualan yang yang
[Musik]
lain. Membeli di atas pembelian orang
lain
sama. Ada orang beli saya jual HP si A
beli kepada saya berapa,
Ustaz? 15. Oke 15. Ya, insyaallah besok
saya bayar ya.
T datang ustaz berapa? Saya aja ustaz
20. Wah dia beli di atas pembelian orang
orang lain. Ini bikin jengkel ini marah
sama ini. Kamu saya sudah tawar sudah
cocok kemudian sudah oke tinggal bayar.
Tahu-tahu kau potong di tengah jalan.
Enggak boleh seperti ini. Enggak
boleh enggak boleh. Karena saya pernah
mengalami itu sendiri. Saya sampaikan
hal ini. Saya pernah mengalami itu
sendiri waktu ada rumah saya pengin beli
di Jogja. Bukan saya beli, ada waktu itu
Kakak ipar pengin belikan pengin beli
sekian sekian ratus juta. Saya enggak
ada uang masih jadi mahasiswa. Terus
ngomong sama penjual, "Penjual sudah
oke, tinggal bayar." Tahu-tahu ada teman
yang masuk tawar lebih tinggi. Allah.
Sampai saya datang teman tersebut saya
bilang, "Antum kan saya sudah
tawar-tawaran. Kenapa antum masuk?"
Dia bilang, "Saya kan ini butuh buat
kakak sayalah, buat inilah, buat anulah,
buat inilah, macam-macam." Akhirnya saya
enggak jadi
beli. Akhirnya istri waktu itu nangis.
Saya bilang, "Jangan nangis, itu rumah
kecil." Allah mau kasih rumah lebih
besar. Akhirnya dapat rumah yang lebih
besar di Jakarta
lagi. Intinya, "Mas saya itu menyakitkan
karena sudah sepakat." Kecuali enggak
sepakat, "Enggak, saya enggak terlalu
murah." Ah, itu boleh kau masuk. Kau
sudah sepakat de besok kita bayar. Kom
namanya memberi pembilian orang orang
lain. Sudah deal kok sama tidak boleh
melamar di atas lamaran orangor lain.
Ada akhwat dilamar sama ikhwan sudah
deal, sudah bicara kapannya, kapan ini
ee kapan acaranya sudah
cocok. Tahu-tahu datang ikhwan
masuk saya sama saya aja, Pak. Itu orang
maharnya berapa? Cuma R juta. Saya R
miliar. Ya namanya zaman sekarang pasti
mertua
goyang miliar. Benar miliar? Waduh. Ini
mukadimah emas 100 kilo. Wah,
goyanglah. Sekarang tidak ada cinta
buta. Sekarang orang bisa bedakan mana
motor, mana mobil tidak buta lagi. Ya
sudah rusak dan itu terjadi. Orang
musuh-musuhan gara-gara lamaran di atas
lamaran yang yang lain. Ini semua
merusak persaudaraan. Lihatlah dalam
dunia bisnis banyak orang tidak sehat
bisnisnya. Ngerebut pelangganlah,
menjatuhkan kawanlah.
banyak
terjadi gak gak sehat. Bahkan sebagian
orang sudah ngaji masih begitu caranya
licik yang mungkin tidak dilakukan oleh
orang-orang yang tidak
ngaji. Ngeri
ya. Dan ini merusak persaudaraan.
Merusak persaudaraan. Dia punya
pelanggan kemudian dia bikin perusahaan
kecil keluar dia ambil
pelanggan-pelanggan tersebut kejam. Ya
ini gak gak boleh seperti itu ya. Tib.
Kemudian Rasulullah berkata, "Wau
ibadallahi ikhwana." "Jadilah kalian
hamba-hamba Allah yang saling
bersaudara. Yang semua tadi itu merusak
persaudaraan. Yang semua tadi itu
menghilangkan
keberkahan. Yang semua tadi itu
menjadikan pertikaian di dunia. yang
semua tadi itu menjadikan kita akan
bersidang di akhirat kelak di hadapan
Rabbul
Alamin. Kemudian Rasul Sallallahu Alaihi
Wasallam mengingatkan kenapa almuslim
akul muslim seorang muslim adalah muslim
saudara bagi yang yang lainnya saudara.
Kalau begitu konsekuensinya saudara bagi
yang lain la yadlimuhu. Jangan dia
zalimi saudaranya. Jangan zalimi. Jangan
zalimi. Jangan jatuhkan harga dirinya.
Jangan ambil hartanya. Jangan tumpahkan
darahnya. Karena kezaliman kembali pada
tiga. Darah, harta, harga diri. Kapan
kita pukul dia, kita zalimi. Kapan kita
tumpahkan darah, kita zalimi. Harta
kapan kita ambil harta dia tanpa hak,
kita zalimi dia. Kapan kita jatuhkan
harga dirinya tanpa hak, maka kita telah
zalimi dia. Wulu, jangan ditinggalkan.
Kalau dia butuh
keperluan, dia butuh pertolongan, dan
kita mampu menolongnya, maka tidak boleh
ditinggalkan. Kenapa? dia saudaramu.
Lain halnya kalau kita tidak mampu di
luar kemampuan kita atau mudarat lebih
besar lain cerita. Selama kita mampu
tidak boleh kita tinggalkan. Namanya
khuzlan. Kemudian wala yzibuhu. Jangan
bohong sama dia. Muslim. Apakah pantas
orang membohongi saudaranya? Yang
terakhir kata Nabi, wala yahkiruhu.
Jangan menghinakan dia, jangan
merendahkannya. Rasulullah kemudian
berkata, "Attuna." Takwa tempatnya di
sini. Rasulullah isyaratkan tiga kali.
Artinya apa? Rasulullah ingin sampaikan
kau menghina dia itu karena takwamu
bermasalah. Kau menghina dia itu karena
takwamu bermasalah. Sampai Rasulullah
tiga kali attqwa di sini, takwa di sini,
takwa di sini akan. Kemudian Rasulullah
tekankan
lagi, muslim, cukuplah seorang dikatakan
buruk ketika dia menghinakan atau
merendahkan saudaranya sesama
muslim. Jangan rendahkan ya.
Jangan rendahkan, jangan hindarkan dia
ya. Nasihati, nasihati ya. Tapi jangan
kau menganggap dirimu lebih baik
daripada dia. Kita tidak tahu hak di
sisi Allah Subhanahu mana yang lebih
baik, saya atau dia, kita enggak ada
yang tahu. Yang kita nilai sekarang cuma
zahirnya. Tiib saya ke masjid, dia
enggak ke masjid. Secara zahir memang
saya lebih baik daripada dia. Tapi
secara hakikat batin kita enggak
tahu. Bisa jadi memang dia tidak ke
masjid, dia salat di rumah, tapi
ternyata berbakti sama orang tua.
Ternyata dia tawadu, ternyata dia suka
silaturahmi, ternyata ternyata. Ternyata
dan ternyata benar. Dari satu sisi kita
lebih baik, tapi di set totalitas belum
tentu. Saya sering sampaikan, saya punya
pembantu masyaallah kerja. Setiap dapat
gaji kirim ke orang tua. Setiap dapat
gaji kirim ke orang tua. Ya, salat lima
waktu biasa aja. Mungkin ilmu gak ada
atau kurang. Tapi setiap dapat gaji
kirim orang tua 100%. Yang tidak kita
lakukan kita emang kita kalau dapat g%
kirim orang tua enggak kan. Ini dia bisa
bertahun-tahun bisa seperti itu. Hebat
atau tidak hebat? Terus kita merasa
lebih baik daripada dia. Mana lebih baik
dar dia? Dia kerja keras untuk
keluarganya. Dia bersusah payah ngurusin
banting tulang untuk untuk keluarganya.
Terus kita santai-santai. Nah,
perjuangan sama keluarga juga enggak.
Paling kalau kasih kerabat cuma
sedikit-sedikit. Kebanyakan kita
senang-senang sendiri. Terus kita bilang
lebih baik daripada dia. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
sabaq
dinarq dirhamun miata dirham. 1 dirham
keping dirham mengungguli 100.000
dirham. Kok bisa ya Rasulullah? Kata
Rasulullah, ini orang dia punya harta
cuma 2 dirham, dua keping dirham.
Kemudian dia akhtar ahsanahuma. Dia
ambil keping yang terbaik. Dio keping
dulu bentuk keping punya pengaruh karena
terbuat benar-benar dari fitrah dari
perak. Dia punya dua keping alhamd ini
yang lebih bagus dia bersedekah sehingga
dia bersedekah setengah hartanya. Ya
enggak? Bahkan lebih karena keping
dirham terbaik. Yang satu punya 100.000
dirham tapi dia punya mungkin jutaan
dirham. Kalau dia 100 dirham dia
ambilnya sedekah dapat pahala. Tapi
masih kalah dengan ini. Kenapa?
Kualitas pengorbanannya luar biasa.
Antum kalau sudah bikin bangunan masjid
belum tentu antum lebih baik daripada
yang sedekah sedikit. Belum
tentu antum apa yang kita lakukan tidak.
Jangan merasa membuat kita hebat.
Jangan. Jangan merasa buat merasa kita
diri kita apa? Hebat. Kita enggak tahu
bagaimana hakikat apa seseorang. Betapa
banyak orang yang kelihatan depan kita
biasa-biasa ternyata sangat mulia di
sisi Allah Subhanahu wa taala. Oleh
karena itu, jangan rendahkan
dia. Jangan rendahkan seorang muslim
pun. Kau tidak tahu. Kalau kau kritik,
silakan kritik tanpa harus merendahkan.
Silakan kau sebutkan kesalahannya gak
apa-apa. Tapi jangan kau merasa kau
lebih baik
dia. Jangan merasa lebih baik. Kalau
kritik-kritik enggak ada masalah.
Sebagai bentuk persaudaraan kita
mengkritik saudara kita. Rasul sahu
alaihi wasallam bersabda, "Almukmin
miratun liakhihi." Mukmin adalah cermin
bagi
saudaranya. Karena kita tidak bisa
melihat apa di wajah kita kecuali dengan
cermin. Banyak kesalahan kita, kita
enggak bisa lihat sendiri. Manusia itu
sering husnudan sama dirinya, suudan
sama orang. Manusia banyaknya begitu.
Sama dirinya husnudan, sama orang
suudan. Seharusnya sebaliknya sama orang
lain husnudan, sama diri sendiri apa?
Suuzan. Yang bisa lihat kesalahan kita
orang lain. Ya kalau lihat sudah kita
nasihati tapi tanpa harus me
merendahkan. Tanpa harus me
merendahkan. Maka merendahkan orang lain
menunjukkan buruknya seseorang. Kenapa
bisa demikian ikhwan? Kata para ulama,
"Tidaklah orang menendahkan orang lain
kecuali dia punya penyakit sombong,
kiber. Dan orang punya sombong dalam
hatinya tidak akan masuk
surga." Tidak masuk surga orang dalam
hatinya ada kesombongan meskipun
seringan zarah. Jadi jangan pernah
merasa diri kita lebih
hebat ya. Jangan terpedaya dengan
perkataan natizen. Masyaallah.
Masyaallah. itu di matamu ya di belum
tentu di sisi Allah belum
tentu. Oleh karenanya jangan pernah
merendahkan orang orang
lain. Kemudian di akhirnya kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam kullul muslim
alal muslim haram. Setiap muslim haram
bagi muslim yang lain. Apanya? Damuhu
wuh waard. Saya sebutkan tadi itu
darahnya, hartanya, dan harga dirinya.
Jangan sekali-sekali
kita lukai dia. Jangan sekali-sekali
kita pukul dia. Jangan repot nanti hari
kiamat kelak. Kata Rasulullah, nanti di
hari kiamat sebelum penghuni surga masuk
surga, dicek dulu adakah hak penghuni
neraka yang belum dia tunaikan. Kalau
dia pernah tempeleng seorang penghuni
neraka, dicek dulu meskipun itu penghuni
neraka. Sampaikan haknya. Baru masuk
surga atau tidak, lihat belakangan.
Tidak ada seorang penghuni surga pun
masuk surga kecuali dicek dulu dia punya
kezaliman enggak sama penghuni apa?
Neraka. Hatta Latmah meskipun satu
tamparan gimana kita pukul orang, gimana
kita tendang orang secara langsung
maupun secara provokasi. Ngeri
jangan
[Musik]
ngeri. Jangan sampai kita menzalimi
orang lain. Jangan-jangan sampai kita
memprovokasi orang lain sampai terjadi
pertumpahan darah gara-gara kita
provokasi. Jangan ikut-ikutan. Sudah
tersampai ribut, sudah kita menjauh.
Jadi ada seorang
ustaz rahimahullah sudah meninggal dunia
pada tahun
2000 dia sempat
emosi. Kemudian dia pegang kawan saya
kerah bajunya
diginiin mau dipukul. Kawan saya juga
pandai bela diri cuma dia enggak
melawan. Dipegang ini mau dipukul
ditarik. Tapi tahun sekitar tahun
2000 tidak terjadi perkelahian.
Saya waktu itu hadir juga. Subhanallah.
Berjalan waktu, berjalan waktu, berjalan
waktu sampai tahun
2000 ee mungkin tahun 2019 atauun 2020
pas Covid, zaman COVID. Covid menjelang
Covid sudah Covid. Tiba-tiba dia datang
minta maaf sama teman
saya. Dia bilang, "Ya, akhi, masih ingat
tahun sekian saya pernah gini." Oh,
masih
ingat. Bukan dia bilang, "Saya lupa,
enggak. Saya masih ingat." Dia saya
minta maaf dimaafin terus meninggal.
Masyaallah Allah kasih dia ilham untuk
minta maaf sebelum dia mening meninggal.
Coba kalau dia tidak minta maaf ini
emang begini tuh masalah di akhirat.
Bisa jadi kau ginikan orang, maka dosa
kok dia akan apa namanya transfer
dosanya begitu banyak atau pahalamu akan
dia sedut sama dia gara-gara kau ginikan
dia. Padahal dia orang mulia tidak
berhak kau gitukan dia. Dia ini mulia,
dia muslim, dia salat, dia puasa, Allah
kirim Rasulullah untuk mendakwahi dia.
Ya, Allah turunkan Al-Qur'an agar dia
beriman kepada Allah, terus kau hinakan
dia. Seperti itu.
[Musik]
Jadi ada kalau ada ribut-ribut jangan
ikut-ikutan. Jangan ikut-ikutan. Jangan
provokasi. Termasuk di antaranya
provokasi antara semua muslim. Orang
demo kita provokasi. Jihad jihad. Jihad.
Yang mau dijihai pihak yang berwajib.
Yang ber pihak berwajib muslim atau
bukan muslim. Terus
nanti yang demo demonstran juga muslim.
Jangan provokasi pihak demonstran dan
jangan provokasi pihak yang berwajib.
Seakan-akan ini musuh yang harus
dibunuh. Ngeri. Terus pertumbuhan darah
ini juga punya anak, dia juga punya
istri, dia juga punya mam, dia juga
punya bapak, dia punya kakak, punya
adik. Ini juga sama. Kemudian dari
pertumpahan gara-gara kau bilang jihad,
jihad. Jihad tidak pada teman. Jihad
apa? Jihad muslim lawan
muslim. Jangan. Jangan sampai punya satu
kata yang membuat orang lain darahnya
tertumpah. Karena kita akan ditanya juga
oleh Allah subhanahu wa taala. Kalau
keributan ya kita berusa damaikan ya
atau proseduralah. Jangan sampai
bunuh-bunuhan. prosedural silakan ini
ikut provokasi provokasi kemudian
pertumpahan darah ngeri hisabnya panjang
di akhirat enggak gampang dan kata Nabi
sallallahu alaihi
wasallam fidma yang pertama kali
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:17:46 UTC
Categories
Manage