Transcript
5YEvVgm9_3Q • Ukhuwah Warisan Mulia Dari Rasulullah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2511_5YEvVgm9_3Q.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufiqihi wamtinanih asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman. Wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Dan pada kesempatan kali ini kita membahas suatu ibadah yang agung yaitu ukhuwah islamiah atau ukhuwah imaniah ya yang tadi judulnya indah yaitu ukhuwah merupakan warisan mulia dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Dan benar sebelum Rasulullah sahu alaii wasallam datang, para sahabat ketika masih di masa jahiliah mereka tidak mengenal adanya ukhuwah islamiah, persaudaraan seiman. Mereka tidak kenal hal tersebut. Mereka tidak kenal namanya persaudaraan karena Allah. Benar terjadi relasi persaudaraan tapi karena duniawi, karena nasab, karena satu kabilah, karena satu daerah. ya karena satu usaha sama-sama pedagang misalnya karena satu hobi ya itu sudah ada sejak dahulu tetapi ada suatu persaudaraan karena Allah Subhanahu wa taala itu baru ada setelah datangnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam lalu mengajarkan kepada mereka ada suatu persaudaraan yang luar biasa yang namanya al-ukhuwah al-islamiyah persaudaraan karena Allah subhanahu wa taala maka benar Dia adalah warisan mulia dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan bahasan ini sangat penting dari beberapa sisi. Di antaranya dalam kehidupan kita, kita sering berinteraksi dengan sama muslim dan kita bisa mendapatkan pahala yang banyak dari interaksi tersebut selama kita bisa menjaga ukhuwah, menunaikan hak-hak persaudaraan sama muslim. menjaga hak-hak saudara semua muslim sehingga interaksi kita dalam keseharian dengan kawan-kawan kita di masjid, dengan tetangga, dengan ee rekan kerja, selama kita menjaga tali ukhuwah maka kita akan dapat pahala. Kita akan dapat pahala. Dan kemudian kita juga punya teman-teman spesifik, teman-teman khusus yang mungkin tali ukhuwah sangat tinggi sampai kedekatan kita dengan mereka terkadang lebih daripada kedekatan dengan kerabat ya sedarah. Dan ini terjadi maka pembahasan tentang ukhuwah islamiah penting agar kita bisa senantiasa mendapatkan pahala dari sisi interaksi dengan sesama muslim atau sesama muslimah. Yang kedua, pembahasan ini juga penting. Kenapa? Karena kita tentu sedih melihat kondisi sebagian kita saat ini yang ukhuwah tercabek-cabek, terobek-robek karena hal-hal yang duniawi ya. Kita melihat sebagian saudara kita berkelai sama yang lain gara-gara politik, caci maki, saling merendahkan, menjatuhkan, terjadi ya hina-hinaan, kampret-kampretan, cebong-sebongan ya banyak. Semua karena duniawi, semua karena politik. Sesama muslim kita juga lihat sebagian saudara kita saling maki-maki, bahkan saling pukul-memukul cuma gara-gara bola. Sedih berkelai gara-gara bola. Berkelai tidak pada tempatnya. Kalau berkelai karena membela syariat okelah ini berkelai hina-hinaan. Bahkan sampai ada darah yang tertumpahkan, sampai ada yang meninggal hanya gara-gara bola. [Musik] Ya, kita sedih melihat sebagian orang-orang sampai menumpahkan darah sesama muslim gara-gara ras dan suku. Dan banyak hal-hal yang membuat kita sedih ya. Seharusnya sama muslim tidak sampai demikian. Sehingga nilai ukhuwah sudah tidak ada sama sekali di hati mereka. Kalau di hati mereka ada nilai ukhuwah ini mukmin, saya mukmin, dia mukmin, dia punya hak, dia tidak akan sampai demikian. Mungkin terjadi perselisihan, mungkin jadi pertikaan, tapi tidak sampai menumpahkan darah, tidak sampai melukai tubuh. Tapi yang terjadi seperti itu ya. Dan itu memilukan. Kita dapati juga sebagian saling jatuh-mjatuhkan gara-gara organisasi. Jadilah organisasi adalah standar ukhuwah. Bukan ukhuwah islamiah, tapi ukhuwah organisasiah. Kalau kamu dalam organisi saya, maka kawan, apapun kesalahanmu, apapun penyimpanganmu, kalau dia bukan dalam organisasi, maka dia adalah musuh apapun. Sebaik apapun agamanya, sebaik apapun kedekatannya kepada Allah subhanahu wa taala. dan terjadi ya sehingga batasan-batasan ukhuwah hilang. Kita perselisihan biasalah kalau kita ada perselisih, manusia dua sama persis hampir tidak ada ya. Bahkan dua orang kembar lahir dari ayah dan ibu yang sama itu pun berbeda kembar. Padahal gimana lagi kalau dari dua orang tua yang berbeda, dari suku yang berbeda dengan cara berpikir yang berbeda tentu ada perselisihan. Tetapi kalau kita tahu tentang hak-hak alukhuwah alislamiyah, maka kita punya batasan-batasan. Maka ini ya motivasi kita untuk lebih mengenal tentang apa sih ukhuah islamiyah itu? Apa hak-haknya? apa hal-hal yang tidak boleh dilanggar. Maka saya diminta oleh panitia untuk menyampaikan satu hadis sebagai landasan pembahasan yaitu hadis yang diriwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu anhu qala qala Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "La tahasadu wala tanajasu." Janganlah saling hasad, janganlah saling melakukan najas. W tabagu, janganlah saling membenci wala tadabaru. Dan janganlah saling balik belakang. Janganlah seorang sebagian kalian menjual di atas penjualan saudaranya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Akul muslim seorang muslim adalah saudara bagi yang lainnya. Dia tidak menzalimi sesama muslimu. Dia tidak meninggalkannya ketika dibutuhkan pertolongannya. Dia tidak berdusta atau menipunya dan dia tidak menghinakannya. Kemudian rasul wasallam mengatakan takwa di sini. Rasulullah tunjuk kepada dadanya sampai tiga kali. Attaqwa. Takw di sini takw di sini. Takwa di sini muslim. Cukuplah seorang dikatakan buruk ketika dia merendahkan, menghinakan saudaranya sama muslim. Muslim har sesungguhnya muslim yang satu haram bagi muslim yang lain dalam hal apa? Damuhu darahnya haram tidak boleh ditumpahkan. Waluhu hartanya haram tidak boleh diambil. Wauhu dan harga dirinya haram tidak boleh dijatuhkan. Hadis riwayat Muslim. Ini hadis agung yang menjelaskan tentang hak-hak persaudaraan, larangan-larangan yang harus dijauhi karena bisa merusak persaudaraan yang di mana Rasul sahu alaihi wasallam berkata dalam hadis tersebut, waunu ibadallahi ikhwana. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Ketahuilah ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, bersaudara karena Allah itu nikmat yang luar biasa. Nikmat yang luar biasa. Makanya Allah berfirman, "Biillahi jamian." "Hendaknya kalian bersama-sama berpegang teguh di atas tali Allah, di atas Alquran." Dan janganlah kalian bercerai-beraium ikhwana. Dan ingatlah nikmat yang Allah berikan kepada kalian. Kalian dahulu saling bermusuhan. Faallahika maka Allah pun gabungkan [Musik] kalian. Maka jadilah kalian dengan nikmat Allah, dengan karunia Allah kalian menjadi bosa. Jadi kita bersaudara, kita bisa senyum satu dengan yang itu nikmat dari Allah. Kalau Allah tidak bikin kita saling mencintai, kita enggak bakalan bisa bersaudara. Makanya Allah [Musik] mengatakan kata Allah, "Allahlah yang menjadikan mereka saling bersatu ya, saling menyayangi. Seandainya engkau Muhammad menginfakkan harta sepenuh bumi ini, kau tidak akan bisa menyatukan mereka. Tapi Allah yang menyatukan mereka. Sesungguhnya Allah maha kuasa dan maha bijaksana. Jadi kita dekat, nyaman, se ke masjid bisa ngobrol bareng, bisa berdampingan dengan teman kita satu saf, itu nikmat. Itu nikmat. Saking indahnya nikmat persaudaraan sampai Allah sebutkan di surga salah satu nikmat adalah nikmat persaudaraan. Makanya Allah berfirman tentang penghuni surga. Kata Allah Subhanahu wa taala, mauiman mutaqin. Maka kami cabut segala penyakit hati mereka di surga. Kami cabut. Jadilah mereka ikhwanan, saling bersaudara. Al sururin di atas dipan-dipan mutaqabilirin, saling berhadapan semangat untuk ngobrol di antara mereka. Kenapa? Tidak ada sakit hati, penyakit hati sama sekali. Tidak ada dongkol, tidak ada dengki, tidak ada hasad, tidak ada dendam, tidak ada sama sekali. Sehingga ketika ketika temu ketemu dengan temannya di surga dengan penuh semangat kata Allah, "Ala sururin mutaqabilin ikhwanan." Saling bersaudara duduk di atas dipan-dipan. Mutaqabilin saling berhadapan ngobrol dengan berenci kerama dengan indahnya. Itu salah satu kenikmatan surga. Allah juga berfirman, mereka saling bertemu, saling ngobrol di antara mereka di surga, saling bertanya, bagaimana kalian masuk surga? Maka ada yang ngobrol dengan berkata, "Kami dulu ketika di keluarga kami, kami takut dengan hari akhirat maka Allah beri karunia kepada kami sehingga kami diselamatkan dari azab neraka jahanam." Jadi ini nikmat ya yang harus kita jaga dan dalam di balik menjaga nikmat ini kita dapat dapat pahala bab ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala kita kembali kepada hadis ini. Hadis ini ya menjelaskan tentang hal-hal yang dilarang yang bisa merusak ukhuwah islamiah. Uhuah islamiah maknanya adalah kita mencintai seseorang karena Allah, karena agamanya ya. Bukan karena dunianya, tapi karena apa? Agamanya ya. Kenapa dia muslim? Saya muslim. Dia mengucap laillallah laillallah muhammadar rasulullah. Kita ber bersaudara. Ada perbedaan? Ada. Enggak mungkin sama semua. Tapi dia muslim. Saya muslim. Dia punya hak yang harus saya tunaikan. Saya punya hak yang harus dia dia tunaikan. Bukan saya cinta dia karena satu suku ya, bukan. Itu itu namanya persaudaraan lain yang sedang kita bahas. Persaudaraan karena Allah Subhanahu wa taala. Yang di balik ini banyak pahala ya. Banyak pahala. Makanya ketika Nabi sebutkan tentang tujuh golongan yang Allah naungi pada hari kiamat kelak Nabi sebutkan di antaranya rajulani tahab fillah. Dua orang saling mencintai karena Allah. Ijdama alaif alai. Saling bertemu karena Allah. Berpisah juga karena Allah subhanahu wa taala. Yang Allah banggakan pada hari kiamat kala Allah mengatakan ainal mutahabuna bijalali. Mana orang-orang saling mencintai karena Allah. Pada hari ini aku akan naungi mereka di pada naunganku yang tidak ada naungan kecuali naunganku. Itu Allah banggakan mereka pada hari kiamat kelak. Kemudian di antara manfaat saling mencintai karena Allah subhanahu wa taala, bersaudara karena Allah, bahwasanya orang-orang yang masuk surga kelak bisa memberi syafaat kepada saudara-saudaranya. Sebagaimana dalam disebut dalam hadis ya, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan sebagian mukminin sudah masuk surga kemudian mereka minta kepada Allah. Kata mereka, "Ya Rabbana, sesungguhnya kami punya kawan-kawan yang masih di neraka. Kanu yusuna maana." Dulu mereka salat bareng kami. Kami sekarang di surga, mereka masih di neraka. Dulu mereka juga puasa sama kami. Sama-sama buka bersama di masjid, tapi mereka di neraka. Bahkan dalam sebagian riwayat wahujuna maana dulu hajian sama kami sama-sama satu travel. Visanya resmi tapi tetapi di neraka. Ya, artinya ada orang-orang melakukan amal saleh tapi mungkin maksiat mendominasi sehingga masuk neraka. Maka mereka yang sudah masuk surga ini minta kepada Allah, "Ya Allah izinkan kami beri syafaat. Ya Allah, izinkan kami beri syafaat." Sampai Nabi berkata, "Tidaklah salah seorang dari kalian ketika menuntut haknya di dunia lebih menuntut daripada seorang mukmin yang meminta kepada Allah." Kita kalau di dunia kemudian misalnya mobil kita diambil sama orang, kita datang ke hakim, kita minta enggak? "Ini mobil saya, ini buktinya." Kita berusaha agar kita bisa mengambil lagi mobil kita. Kita semangat untuk menuntut hak kita. Kata Allah, "Semangatmu," kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "semangatmu masih kurang dengan semangat seorang mukmin yang masuk surga agar diizinkan beri syafaat kepada saudara-saudaranya yang masih di neraka jahanam." Ini manfaat ukhuwah imaniah, ukhuwah islamiah. Ukhuwah islamiah bukan cuma kenikmatan duniawi, kebahagiaan ketemu dengan hati yang lapang, senyum satu dengan yang lainnya, kebahagiaan. Tapi ada juga kenikmatan ukhrawi. Bahwasanya teman-teman yang karena Allah bisa memberi syafaat kepada teman-temannya yang yang [Musik] lain. Tib. Ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Bapak dan ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita masuk dalam bahasan kita dalam hadis ini. Sekali lagi saya katakan ini hadis bercerita tentang hal-hal yang dilarang yang bisa merusak ukhuwah islamiah, ukhuwah imaniah. Rasulullah buka hadisnya dengan bersabda, "La tahasadu." Jangan saling apa? Hasad. Hasad itu apa? Hasad adalah nikmah alal ghair. Tidak suka kalau ada orang dapat nikmat. Enggak suka aja. Lihat orang sukses kok jadi jengkel. Lihat orang lebih ganteng kok jengkel. Libat orang lebih cantik kok jengkel. Lihat orang baru beli tas kok jengkel. Kenapa saya harus jengkel? Yang beli tas dia. Itu namanya ha hasad. Ya lihat orang followernya banyak kok jengkel. Kenapa jengkel? Ini berarti namanya ha hasad. Lihat orang punya anak lebih pintar dari anak kita, kita jengkel. Ya, kenapa? Berarti ha hasad. Jadi sekedar benci tidak suka ada orang dapat nikmat itu namanya hasad. Ada orang hasad sama kita, kita gak boleh balas hasadnya. Makanya Rasulullah berkata, "La tahasadu." Kadang hasad itu muncul dari dua belah pihak. Ini hasad ini, ini hasad yang lain. La tahasadu. Yang satu hasad karena temannya lebih kaya, yang satu hasad karena teman istrinya lebih cantik. Hasad. Sat-sasatan gak boleh. Enggak boleh. Orang hasad itu akhirnya menimbulkan permusuhan. Kalau permusuhan, ukhuwah islamiah rusak. Iya. Tidak. Dan kebanyakan orang tidak berhenti pada hasad doang. Hasad itu biasanya mengantarkan kepada kezaliman. Tidak hanya hanya di hati. Kalau di hati aja masih okelah. Tapi tidak ada hasad atau jarang hasad yang hanya terpendam di hati. Biasanya ada aplikasinya diekspresikan kepada perkataan maupun perbuatan. Di situlah Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadis. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam satu riwayat meskipun sanadnya lemah tapi maknanya benar. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Iakum walada aladul hasanatarul." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Waspadalah dari penyakit hasad. Karena hasad itu akan memakan pahala-pahala sebagaimana kayu bakar dimakan oleh api. Jadi kalau kita ada kayu kita bakar dengan api, apalagi kayunya kering, apinya kuat, maka kayu tersebut cepat habis, cepat hangus. Jadi api itu membakar dengan cepat. Hasad pun demikian. Kalau sudah seorang ditimpa dengan penyakit hasad, dia mudah berbuat zalim. Dia berbuat zalim sehingga misalnya dia menjatuhkan orang yang dihasati tersebut. Ah, itu orang begini. Dia gibahin, dia gibahin ya. Dia jatuhkan harga dirinya ya. Bahkan terkadang dia berusaha untuk menjatuhkan orang tersebut. Kalau orang itu laris jualannya, dia pengin gimana caranya enggak laris. dia bikin isu supaya gimana enggak enggak laris ya akhirnya zalim. Makanya hasad itu bisa biasanya mengantarkan kepada tindak tanduk berikutnya dan akhirnya ketika dia berbuat zalim pahala-pahalanya pada menguap hilang karena hasadnya tersebut. Dan siapakah yang hasad? Lihat bukti nyata para hasidin, orang-orang hasad adalah orang-orang terburuk yang ada di alam semesta ini. Hasad itu warisannya orang-orang terburuk atau makhluk-makhluk terburuk. Siapa orang-orang hasad? Yang pertama iblis. Iblis hasad kepada Nabi Adam Alaih Salam. Nabi Adam Alaih Salam diciptakan oleh Allah langsung dimuliakan oleh Allah. Diajarkan ilmu oleh Allah Subhanahu wa taala. Iblis tidak bisa menerima ada pendatang baru yang ternyata lebih berilmu dari dia. Iblis tidak bisa terima. Iblis itu sebenarnya jin. Tadinya jin saleh dan dia saking salehnya. Jadi, oke jelas saya ulangi. Iblis. Jadi iblis dia adalah jin yang saleh dan dia awalnya disebutkan dalam buku-buku tafsir saking salehnya dia ada jin ibadah sehingga dia sering gaulnya sama para malaikat. Gaulnya sama para malaikat. Padahal malaikat makhluk tercipta dari cahaya, dia dari jin. Tapi karena dia salat, rajin ibadah, dia naik pangkat sederajat sampai dia sering gaul sama malaikat. Sampai ketika Allah menyuruh malaikat dan iblis sujud pada Adam, malaikat sujud kecuali iblis. Dia bilang, "Ana khairun minhu." Saya lebih baik daripada Adam. Ngapain saya sujud sama Adam? Dia tidak siap. Ada pendatang baru namanya Adam. Baru diciptakan belakangan ternyata diciptakan langsung dengan kedua tangan Allah. Kemudian Allah ajarkan ilmu-ilmu yang malaikat saja tidak tahu tentang ilmu-ilmu tersebut. Kemudian disuruh sujud iblis. Kata iblis, "Enggak, enggak. Meskipun harus masuk neraka, saya tidak mau sujud sama Adam." Dan akhirnya hasadnya tadi tidak membuat dia cuma berhenti di situ. Dia ingin melakukan kejahatan. Dia ingin menggoda Adam. Dia ingin menggoda anak keturunan Adam. Dan dia minta izin untuk bisa menggoda sampai hari kiamat. Lihat kalau hasad itu ngeri. Saya pernah ketemu orang datang kepada saya, "Ustaz, saya disihir, Ustaz." Siapa yang sihir? Saudaranya sendiri, kakaknya atau adiknya? Loh, nasihati itu kakak saya atau adik saya itu lulusan pondok loh. Dia tahu tahu tapi dia hasad. Maksudnya saking hasad meskipun dia sudah tahu ilmu saking hasad maka dia tetap melakukan sihir. Meskipun dia tahu itu apa? Haram. Jadi kalau sudah hasad tuh repot. Di antara yang hasad sehingga menjadikan mereka orang-orang tersebut terjerumus dalam maksiat. Di antaranya siapa? Yahudi. Yahudi hasadan mini anfusihim. Mereka hasad. Hasad kepada nabi Arab. Mereka enggak suka ada nabi dari Arab. Mereka sudah jauh-jauh berpindah dari Syam. Kemudian tinggal di Hijaz, di Madinah, kemudian di Khaibar untuk menanti kedatangan nabi terakhir. Ketika datang nabi terakhir yang mereka kenal betul, mereka tidak mau beriman. Kenapa? Nabi tersebut bukan Bani Israil. Nabi tersebut ternyata Arab. Disebutkan dalam riwayat ketika Nabi datang berhijrah dari Makkah ke Madinah, maka bapaknya Safiah yaitu Huy bin Akhtab pimpinan kabilah Bani Nadir dan pamannya Yasir. Kedua orang itu pagi-pagi sekali pagi-pagi buta sudah pergi ke areal Quba, daerah Quba untuk menunggu Nabi datang dan melihat ciri-cirinya. Ternyata mereka pergi di pagi hari, akhirnya ketemu dengan Nabi. Kemudian mereka pulang di sore hari dalam kondisi lemas, kata Sofiah. Akhirnya Sofiah radhiallahu anha mendengar bapaknya dan pamannya saling ngobrol. Apa kata pamannya? Ahu. Itukah nabi yang kita tunggu-tunggu? Kata bapaknya Sofiah, "Benar, itu yang kita tunggu-tunggu." Terus, "Fama mauifuka minhu." Terus bagaimana sikapmu terhadap nabi tersebut? Apa kata bapaknya Sofiah? Wallahi ya saya akan terus bermusuhan dengan dia sepanjang hayat. Padahal tahu itu nabi yang mereka nantikan. Kenapa hasad? Ternyata Allah tidak memberikan kenabian kepada Bani Israil. Bahkan nabi penutup ternyata dari bangsa Arab karena hasad dia tidak beriman kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. bukan cuma tidak beriman, bahkan memusuhi, bahkan ingin bunuh nabi tersebut, bapak, bahkan bapaknya Sofiah inilah yang telah memprovokasi orang-orang Arab sehingga Quraisy kabilah Gthofan kumpul 10.000 jumlahnya untuk menyerang Nabi dalam perang Khand. Bahkan dia juga memprovokasi kabilah Bani Quraizah untuk berkhianat. Subhanallah. Hasad terkadang tidak cukup cuma di hati. Kalau tidak dilampiaskan tidak puas. Enggak enak kalau enggak jatuhin dia, enggak enak kalau enggak cari-cari kesalahan dia. Kenapa? Hasad. Ini akhlaknya orang-orang Yahudi. Demikian juga Allah sebutkan tentang akhlaknya orang munafik. Siapa? Abdullah bin Ubay bin Salul. Abdullah bin Ubay bin Salul dia asalnya dari kabilah Alkhazraj. Dan di di Madinah ada dua kabilah besar, Al-Aus dan Alkhazraj. Tapi jumlah Al-Khazraj lebih banyak. Dan terjadi perang Buaz. Perang Buas itu kira-kira 5 tahun sebelum Nabi berhijrah dari Makkah Madinah. Perang besar-besaran. Dua kabilah ini disebut dengan Banu Qailah. Mereka bersaudara kembali kepada nenek yang sama namanya Qailah. Kemudian mereka bersetru berperang saudara sampai 120 tahun. Puncak perseteruan mereka itu kira-kira pada tahun ee umur Nabi 35 itu 5 tahun sebelum ee apa? Sebelum 5 tahun sebelum Nabi berhijrah ya. 5 tahun sebelum Nabi berhijrah terjadi perang besar-besaran. Ketika perang besar-besaran tersebut maka semua senior itu Nabi sekitar usia berapa? Ee Nabi berhijrah usia 53. Itu sekitar Nabi usia 48. Maka ketika perang tersebut seluruh senior pada tewas. Tinggal satu senior yang masih hidup namanya Abdullah bin Ubay bin Salul. Akhirnya suku Alaus, suku Alkhazraj sepakat, "Sudahlah kita damai aja. ini tinggal satu-satunya senior kita, kita angkat dia menjadi pemimpin kita di Kota Madinah. Jadi Abdullah bin Ubay bin Salul sudah semangat dia akan diangkat jadi pimpinan kabilah. Eh ternyata Nabi datang mereka pun masuk Islam dan mereka mengangkat Nabi sebagai pemimpin. Akhirnya Abdullah bin Ubay bin Salul hasad sehingga dia tidak mau masuk Islam. Kemudian setelah perang Badar dia ketakutan dia masuk Islam tapi jadi orang muna munafik. Maka dia selalu mencari gara-gara kepada Nabi dan dia yang provokator untuk menyebarkan isu bahwasanya Aisyah berzina. Kalau dia tidak bisa mengganggu Nabi secara fisik, dia mengganggu Nabi secara mental. Kenapa? Karena hasad. Bukankah anak Adam yang satu membunuh anak Adam yang lain? Kenapa? Karena hasad. Ngeri maksudnya kalau bicara hasad banyak. Bukankah kakak-kakak Nabi Yusuf menzalimi Nabi Yusuf sehingga dibuang, di sumur, dijual jadi budak? Kenapa? Karena hasad. Maka ini di antara hal yang membuat persaudaraan hancur gara-gara hasad. Dan hasad ini perkara duniawi. Rumah dia lebih gede daripada rumah saya. Hasad. Mobil dia lebih baru daripada mobil saya. Hasad. Istri dia lebih cantik daripada istri saya? Hasad. Padahal saya lebih ganteng dari dia. Kok bisa istrinya lebih cantik? Hasad. Nasib ya, akhi. Hasad. Hasad. Oleh karenanya kalau kita terjangkiti penyakit hasad, kita harus lawan. Hasad itu bagaimana cara kita lawan? Kita harus ingat tentang buruknya hasad. Pertama, hasad itu akhlaknya orang-orang terburuk, makhluk terburuk di alam semesta. Iblis, Yahudi, musyrikin, apa munafik. Akhlaknya mereka. Kenapa kita berakhlak dengan akhlak yang buruk seperti itu? Yang kedua, kalau seorang hasad berarti dia sedang menzalimi dirinya sendiri, bukan zalimi orang. Hasad itu musuh kebahagiaan. Kapan seorang hasad dia tidak bahagia? Artinya menyala-nyala. Hasad. Kalau dia qanaah, dia bahagia. Kalau dia qanaah, dia bahagia. Makanya dikatakan qanaah kanzun la yafna. Qanaah adalah aset yang tidak pernah sirna. Qanaah adalah aset yang terbaik. Kenapa? Kalau orang qanaah maka dia bahagia. Kalau dia hasad mana qanaah dia cemburu. Apa kata Imam Syafi'i rahimahullahu taala? Kalau kau punya hati yang qanaah, kau dan raja dunia sama saja. Raja dia bahagia, kau juga bahagia karena kau qanaah. Bahkan kau bisa jadi bahagia, raja tidak bahagia. Kenapa? Raja hasad sama orang. Bisa jadi siapa yang mencapai qanaah maka dia yang bahagia. Maka kalau ada orang hasad siapa yang dia zalimi? Pertama yang dia zalimi sebelum menzalimi orang dia hasadati dia zalimi dirinya sendiri. Berarti dia tidak pengin bahagia. Makanya dia panas dadanya. Mau tidur susah. Kalau lihat orang berhasil dia jengkel. Lihat berita orang tersebut dia jengkelah. Orang senang-senang dia dia yang sengsara. Ada orang beli mobil baru kok dia yang menderita. Ada orang bangun rumah baru kok ada yang dia menderita. Ada orang naik jabatan baru, kenapa dia yang menderita? Hasad membuat dia menderita. Jadi jangan hasad karena hasad mencelakakan diri sendiri. Yang ketiga, kalau hasad berarti protes sama Allah. Karena Allah yang kasih nikmat. Seakan-akan engkau berkata, "Enggak pas, ya Allah. Ngapain kasih dia, ya Allah? Kasih saya aja." Ini namanya protes sama Allah Subhanahu wa taala. [Musik] Ya. Yang berikutnya agar kita tidak hasad perlu perenungan. Kita yakin Allah Subhanahu wa taala ketika memberikan anugerah kepada kita, itu yang pas bagi kita. Kita renungan aja. Kalau kita punya rumah sebesar orang tersebut, belum tentu kita bisa menjawab hisabnya pada hari kiamat kelak. Belum tentu. Kalau kita punya mobil mewah, coba kita lihat orang punya mobil, ada orang beli mobil harganya R miliar, kita punya mobil Rp0 juta, hutang lagi bekas. Kalau oh mobil bagus sekali, jangan hasad masing-masing. Alhamdulillah. Kalau kita qanaah, mobil 80J itu nikmat kalau kita qanaah. Tapi kalau enggak susah supaya kita enggak aset. Ya Allah, kalau saya diberi mobil miliar tadi, kalau saya ditanya Allah, dua pertanyaan. Dari mana kau dapat uang? Ke mana kau habiskan? Belum tentu saya bisa jawab. Kalau saya punya mobil 3 miliar mungkin saya sombong. Petentang-petenteng mungkin saya angkuh. Belum tentu saya bisa bersyukur atas nikmat tersebut. Belum tentu. Kita lihat ada orang mungkin seorang akhwat lihat akhwat lebih cantik. Enggak usah hasad. Enggak enggak enggak gampang jadi orang cantik. Kita lihat laki-laki ada lebih ganteng daripada kita. Jangan nasad. Enggak gampang jadi orang ganteng. Enggak gampang. Buktinya bukankah Nabi Yusuf dipenjara gara-gara ganteng? Kita enggak pernah dipenjara gara-gara ganteng. Alhamdulillah. Nabi Yusuf dipenjara gara-gara ganteng. Karena ganteng di penjara. Coba. Coba kalau orang ganteng datangi cewek diajak berzina macam enggak tahu. Orang ganteng malah suka pamer. Suka narsis pengin pamer pakai baju pamer-pamer dirinya kepada perempuan. Akhirnya menimbulkan dia dihisab oleh Allah repot nanti hari kiamat kelak. Coba kalau buka pas-pasan tawadu. Iya enggak? Jadi kita renungkan aja kita sekarang mungkin bikin pengajian yang hadir cuma sedikit. Coba kalau yang hadir 100.000 orang gimana hati enggak wah bangga ujub. Udahlah jadi orang dapat nikmat kalau kita dikasih belum tentu kita bisa mensyukuri. Belum tentu hati ini kuat. Belum tentu hati ini kuat. Hati ini belum tentu kuat menerima kenikmatan yang besar. Saya sempat nasihati sebagian kawan, jangan anak kecil jangan dipublish terlalu berlebihan. Dia enggak kuat, hatinya enggak kuat. Hatinya enggak kuat. Ada kawan hafiz, anaknya hafiz juga tapi anaknya diorbitkan terlalu cepat. Jadi imam di masjid besar, akhirnya nakal merasa dirinya ini lihat orang merendahkan. Kenapa dia enggak kuat menerima kenikmatan tersebut? Tenar ketika masih apa? Masih kecil. Maksud saya kalau ada orang punya kenikmatan banyak ya sudah kita bilang alhamdulillah Allah tahu yang lebih pas buat saya. Seandainya saya diberi nikmat seperti itu, belum tentu saya bisa mensyukuri. Mungkin saya terjerumus dalam banyak kemaksiatan. Maka syukuri yang kamu miliki. Kamu yang miliki ini sudah bisa untuk berpotensi untuk bisa beribadah kepada Allah. Antum hasad sama pejabat. Ngapain hasad sama pejabat? Pusing jadi pejabat pusing enggak? Pusing apalagi ngikuti berita. Kita ikut beritanya pusing apalagi apalagi dianya. Benar. Antum enggak usah hasad jadi artis. Artis setengah mati. Kasihan. Masalah diliput selalu kegiatannya. Masalah rumah tangga di-upload, dipublish, inilah selingkuh, apalapal. Udahlah, udah gini-gini aja aman. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Istri antum aja anggap kamu kayak artis wajahnya. Masyaallah. Kalau lagi lampu mati, Tayib. Jadi jangan hasad. Enggak usah hasad. Kalau kita enggak hasad. Kapan kita hasad? Ukhuwah islamiah pasti kacau. Pasti. Karena kita akan berusaha menjatuhkan orang yang kita hasati dengan berbagai macam cara dan pasti melampaui batas. Yang kedua kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wala tanajasu. Dan janganlah kalian sering melakukan najas. Ini juga sebab pertikaan. Najas adalah diambil dari makna isarah, yaitu memprovokasi. Jadi kalau jualan dia panggil orang bohong. Misalnya saya jualan terus saya punya teman, saya sudah kerja sama, ada pembeli tiga orang. Datang teman saya, "Uh ini barang bagus ya. Berapa ini?" "Wih, barang bagus sekali. Aduh, uang saya enggak ada." Dikira ini barang bagus. Padahal barang biasa itu namanya najas. Nipu orang bernilai. Itu najas dulu. Kalau zaman sekarang najas testimoni palsu. Testimoni oh ini shampo bagus. Padahal sampo ini salon R5 juta. Shampo cuma Rp100.000. Rambut dia bagus bukan karena shamponya tapi karena ke salon. Namanya pembohongan publik. Ya, hati-hati testimoni-testimoni bohong-bohong ya. N itu termasuk najis. Memprovokasi orang untuk membeli sesuatu ternyata tidak benar. Nah, nanti kalau sudah demikian ternyata orang itu beli ternyata kok tidak benar dia marah sama tadi ini ternyata tidak benar. Ini menimbulkan pertikaian maka gak boleh najasy. Kemudian berikutnya wala tabagadu. Janganlah kalian saling mem membenci itu jangan kalian melakukan hal-hal sebab kebencian. Sebaliknya lakukanlah hal-hal yang merupakan sebab saling kasih sayang. Hal-hal yang mungkin bikin orang jengkel. Jangan lakukan. Jangan lakukan. Di antara sebab yang bikin orang jengkel, kita pamer. Mungkin kebahagiaan kita pamer. Orang jengkel enggak jengkel. Antum misalnya punya duit banyak, terus antum pergi ke Paris sama istri, naik bisnis kelas, antum videoin, terus antum foto di depan Menara Evel, terus antum publish dilihat sama teman [Musik] antum. Terus istri teman antum bilang, "Mas, kok bisa kayak gitu kah? Kita kok cuma ke Tegal sama ke Malang." Ah, bikin orang jengkel ini. Kenapa kayak gini-gini jengkel orang bikin ribut rumah tangga gara-gara kamu mublish kebahagiaanmu. Contoh bikin orang jengkel yang terkadang tidak kita sadari membuat orang apa? Jengkel dengan apa yang kita lakukan. Ya, tidak semua kebaikan harus kita kebahagiaan harus kita share. Tidak harus. Karena bisa membuat sedih sebagian orang. ya bisa membuat sedih sebagian sebagian orangnya hati-hati ikhwan ya semua hal yang ternyata bisa menimbulkan jengkelan jangan kita lakukan hati-hati tutur kata hati-hati buat status hati-hati berkomentar karena Rasulullah mengatakan wala tabagadu dan janganlah kalian saling membenci sebaliknya lakukanlah hal-hal yang menunjukkan ya saling mencintai Allah menyebutkan tentang ciri-ciri orang beriman. Kata Allah, adillatin alal mukminin. Yaitu mereka tawadu terhadap kaum mukminin yang lain, merahmati, sayang kepada kaum yang lain. Kalau bicara sama orang lain dengan penuh penghormatan, tidak meremehkan, tidak merendahkan tawadu di hadapan orang lain. Dia mukmin, saya mukmin. Maka saya harus tawadu di hadapan dia. Ya, kita kasih hadiah, kita bertutur kata yang lembut. wal kalimatu tha thyibatu seodqah. Kata-kata yang baik adalah sedekah. Kalau kita mau komentar dengan komentar yang baik, intinya jauhilah segala perkara-perkara yang bisa menimbulkan kebencian. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wadabaru, jangan saling belok belakang jangan saling memboikot." Kata Rasul wasam, tidak halal bagi seorang muslim memboikot saudaranya lebih dari 3 hari. Yalqiani, saling bertemu. Satu melengos, satu melengos. Satu ke utara, satu ke selatan. Tidak bisa ketemu. Ceklinging, ceklinging. Enggak bisa. Saling jengkel. Wiruhuma yabda balam. yang terbaik di antara keduanya yang mulai memberi salam. Ini namanya tadabur. Saling membelakangi. Saling membelakangi. Rasulullah menjelaskan bahwasanya kita ketika berinteraksi mungkin ada kejengkelan biasa. Tidak ada sahabat yang malaikat ya mungkin dia salah ucap kata-kata kita tersinggung apalagi kita sendiri yang baper. Ya mungkin saatnya kita butuh bantuan dia ternyata dia tidak siap. Tidak sesuai ekspektasi. Ada kan kawan gitu kita pikir sesuai ekspektasi. Ayo ikut ikut. Ternyata dia, "Aduh, mohon maaf saya enggak bisa banyak urusan." Wah, enggak sesuai ekspektasi. Kita jengkel, akhirnya kita marah atau dia salah sama kita, akhirnya kita boikat dia. Dia salam tidak kita jawab, dia WA tidak jawab, dia telepon kita matikan. Ketemu kita melengos, ini hanya boleh 3 hari. Aturan resmi dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Gak boleh boikot saudara lebih dari berapa? 3 hari. kecuali karena urusan agama. Misalnya dia murtad, saya boikot dia, terserah. Ternyata dia perusak, dia ternyata rentenir. Ngerusak ngajak orang rentenir. Saya boikot dia selama-lamanya sampai dia tobat. Boleh selama ada maslahat. Tapi kalau urusan duniawi, baperlah, salah inilah, salah ngomonglah, tersinggunglah. Ini hanya cuma boleh berapa hari? 3 hari. Hari pertama, hari kedua, hari ketiga dimaafkan. Lebih dari 72 jam dosa. Benar. 24 * 3 berapa? 72. Benar kan? 3 hari. Lebih dari 3 hari dosa. Kata Nabi, "Wahairuhuma alladzi yabda bisalam." Yang terbaik di antara keduanya adalah yang pertama kali mengucapkan salam. Jadi Rasulullah tidak bilang yang salah ngaku salah. Gak. Rasulullah tidak berbicara tentang siapa salah, siapa yang benar. Pasti ada yang salah, pasti yang benar. Tetapi Rasulullah bicara dari sisi lain. Yang terbaik adalah yang pertama kali menyelesaikan permusuhan tersebut dengan berani mengucapkan salam terlebih dahulu. Entah dia di posisi benar, entah dia di posisi salah. Apalagi sering berselisih sama-sama merasa benar. Itu masalahnya enggak tahu dia merasa benar, yang sana juga merasa benar. Sudahlah yang terbaik yang memberi salam terlebih dahulu. Sehingga kalau kita sudah salam jabat tangan, tidak mesti harus kembali lagi seperti dulu. Enggak harus. Tapi sudah hilang kebencian, hilang kebongkolan. Tapi kalau kita masih terus seperti itu, kita sendiri yang tersiksa. Jengkel sama dia, ingat dia terus, cari-cari kesalahan dia, ngomongin dia terus. Sampai kapan seperti itu? Sehingga kita berlebihan. Dia memang punya salah, tapi ingat dia seorang muslim. Dia punya hak untuk tidak kau boikot lebih dari 3 hari. Aturan dari mana? Aturan dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam yang sangat sayang kepada umatnya. Kamu mau ikut aturan nabi atau ikut hawa nafsu? Ustaz, saya enggak bisa lagi teman sama dia. Tidak harus teman sama dia, tapi salamin dia. Enggak harus teman lagi. Dia menyakiti saya berulang-ulang. Ya sudah, jangan temani lagi dia. Yang penting asalamualaikum ketemu. Tidak harus teman lagi. Dia bohongin saya berulang-ulang. Ya sudah, jangan dibohongin lagi. Jangan temanan sama dia. Yang penting salam salamin tidak harus. Siapa yang pertama kali mengucapkan salam maka dia yang terbaik. Kenapa dia mengalahkan egonya? demi menjalankan syariat Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Berkelah itu enggak enak. Kita dizalimi tapi sudahlah sabarlah. Sapa aja gak apa-apa. Tidak harus jadi teman dekat lagi. Tapi sapa. Asalamualaikum Pak, gimana kabarnya? I masyaallah semoga baik-baik. Sudah selesai tidur nyaman, tapi kalau enggak uh kenapa dia gituin? Dianya juga di sana begitu. Itu kenapa ini? Akhirnya mulai cari-cari kesalahan, mulai membela diri. Apalagi kalau kasus sudah tersebar di antara ikhwan akhwat, dia pasti memposisikan diri benar padahal dia salah. Akhirnya berkelai terus. Sampai kapan? Tahu-tahu mampus. Tahu-tahu tewas. Datangnya malaikat maut. Selesai dalam kondisi dongkol sama orang. Kalau bisa kita hidup tanpa dongkol sama orang, lakukanlah. Saya tanya sama antum sekarang. Antum lagi dongkol sama berapa orang? Coba cek hati antum masing-masing. Siapa yang paling antum dongkolin? Coba hitung berapa orang yang antum paling jengkel di hidup dalam dunia ini. Antum berharap dia segera mati tapi enggak mati-mati. Coba berapa orang? Enggak enak. Enggak [Musik] enak. Enggak enak bermusuhan tuh. Enggak enak. Setiap dengar nama dia, kita jengkel. Setiap lihat dia muncul di beranda, kita jengkel. Tapi kita ngelihatin terus dia. Orang tuh hidup nyaman. Kalau masalah sudah masalah ya sudahlah dia zalimi saya mungkin saya banyak dosa. Allah mengurangi dosa saya dengan cara dia zalimi saya. Ya sudah asalamualaikum. Sudah enggak mesti teman dekat lagi. Tapi berteman tetap tetap salam. Siapa tahu satu siapa tahu suatu saat kita bisa berteman lagi Allah yang lebih lebih tahu. Nah terutama ibu-ibu. Ibu-ibu ini kalau sudah dongkol-dongkolan waduh sampai mati donggol-donggolan. Sebagian ibu-ibu jadi teman dekat. Terlalu dekat kalau berkelai waduh selesai sampai mati berkelai. Makanya wala tadabaru boleh dongkol. Kenapa Ustaz boleh dongkol sehari dua hari, 3 hari? Karena syariat tahu manusia hatinya lemah. Dia tidak bisa langsung memaafkan. Dia harus dongkol sehari, 2 hari, 3 hari. Syariat membolehkan kau dongkol berapa hari? 3 hari. Hari keempat sudah enggak boleh. Harus lawan. Saatnya sekarang saya lawan setan, saya sudah diberi izin marah tiga 3 hari. Setelah ituah hidup nyaman, hidup tentram. Jangan jadikan orang musuh. Dia muslim, kita juga muslim. Dia muslimah, kita juga muslimah. Wala tadabaru. Jangan saling balik belakang. Saya katakan lagi, tidak harus berteman lagi seperti itu, enggak ada masalah. Tetapi tidak harus bertengkar. Tidak semua apa yang kita harapkan sesuai dengan yang kita harapkan. Berteman ternyata tidak su ekspektasi. Buat komunitas ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. Ya sudah keluar aja ada marah sampaikan tapi tidak usah boikot-boikotan tidak usah hidup tentang hidup tentram hidup nyaman dapat pahala dari Allah Subhanahu wa taala. Yang berikutnya wabi baukum ba mohon maaf sampai jam berapa saya begini. Jangan sebagian kalian menjual sebagian yang lain. Ini adab dalam jual beli. Kalau si A sudah jual barang sama si B, misalnya si A jual HP, HP misalnya berapa? Rp15 juta si B sudah beli. Ini namanya jualan sudah beli dan masih masa khiar 3 hari saya lihat dulu ya. Oke. Tahu-tahu datang si C. Eh kau beli berapa? 15 sama saja 12. Yaah. Ini namanya cari masalah. Akhirnya dibatalin. Kenapa? Ada di sana R juta. Akhirnya dibikin masalah. Lihat. Akhirnya si Bci kemas si A karena kamu untung terlalu banyak. Bayangkan ya. Ternyata R juta, Saudara. Kamu jual 15, ternyata tempat lain R juta. Jadi jengkelah si B. Si Atau si C bikin masalah, dia jengkel sama si si C. Dia juga jengkel sama si B. Sudah beli kok enggak jadi. Repot-repot. Yang tidak boleh kalau goben. Gob kalau ditipu ini HP harga normalnya Rp15 juta dia jual 20. Namanya dibohongin. Tapi kalau HP ini normalnya 14 15 ternyata yang 12 ini terlalu murah. Dia tidak goben. Ini dia tidak bohong. Memang harganya normal segitu. Memang orang jualan cari rugi? Orang jualan cari untunglah. Selama untungnya masih normal tidak boleh dikembalikan. Ahah. Ini cari masalah. Ini menjual di atas penjualan yang yang [Musik] lain. Membeli di atas pembelian orang lain sama. Ada orang beli saya jual HP si A beli kepada saya berapa, Ustaz? 15. Oke 15. Ya, insyaallah besok saya bayar ya. T datang ustaz berapa? Saya aja ustaz 20. Wah dia beli di atas pembelian orang orang lain. Ini bikin jengkel ini marah sama ini. Kamu saya sudah tawar sudah cocok kemudian sudah oke tinggal bayar. Tahu-tahu kau potong di tengah jalan. Enggak boleh seperti ini. Enggak boleh enggak boleh. Karena saya pernah mengalami itu sendiri. Saya sampaikan hal ini. Saya pernah mengalami itu sendiri waktu ada rumah saya pengin beli di Jogja. Bukan saya beli, ada waktu itu Kakak ipar pengin belikan pengin beli sekian sekian ratus juta. Saya enggak ada uang masih jadi mahasiswa. Terus ngomong sama penjual, "Penjual sudah oke, tinggal bayar." Tahu-tahu ada teman yang masuk tawar lebih tinggi. Allah. Sampai saya datang teman tersebut saya bilang, "Antum kan saya sudah tawar-tawaran. Kenapa antum masuk?" Dia bilang, "Saya kan ini butuh buat kakak sayalah, buat inilah, buat anulah, buat inilah, macam-macam." Akhirnya saya enggak jadi beli. Akhirnya istri waktu itu nangis. Saya bilang, "Jangan nangis, itu rumah kecil." Allah mau kasih rumah lebih besar. Akhirnya dapat rumah yang lebih besar di Jakarta lagi. Intinya, "Mas saya itu menyakitkan karena sudah sepakat." Kecuali enggak sepakat, "Enggak, saya enggak terlalu murah." Ah, itu boleh kau masuk. Kau sudah sepakat de besok kita bayar. Kom namanya memberi pembilian orang orang lain. Sudah deal kok sama tidak boleh melamar di atas lamaran orangor lain. Ada akhwat dilamar sama ikhwan sudah deal, sudah bicara kapannya, kapan ini ee kapan acaranya sudah cocok. Tahu-tahu datang ikhwan masuk saya sama saya aja, Pak. Itu orang maharnya berapa? Cuma R juta. Saya R miliar. Ya namanya zaman sekarang pasti mertua goyang miliar. Benar miliar? Waduh. Ini mukadimah emas 100 kilo. Wah, goyanglah. Sekarang tidak ada cinta buta. Sekarang orang bisa bedakan mana motor, mana mobil tidak buta lagi. Ya sudah rusak dan itu terjadi. Orang musuh-musuhan gara-gara lamaran di atas lamaran yang yang lain. Ini semua merusak persaudaraan. Lihatlah dalam dunia bisnis banyak orang tidak sehat bisnisnya. Ngerebut pelangganlah, menjatuhkan kawanlah. banyak terjadi gak gak sehat. Bahkan sebagian orang sudah ngaji masih begitu caranya licik yang mungkin tidak dilakukan oleh orang-orang yang tidak ngaji. Ngeri ya. Dan ini merusak persaudaraan. Merusak persaudaraan. Dia punya pelanggan kemudian dia bikin perusahaan kecil keluar dia ambil pelanggan-pelanggan tersebut kejam. Ya ini gak gak boleh seperti itu ya. Tib. Kemudian Rasulullah berkata, "Wau ibadallahi ikhwana." "Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Yang semua tadi itu merusak persaudaraan. Yang semua tadi itu menghilangkan keberkahan. Yang semua tadi itu menjadikan pertikaian di dunia. yang semua tadi itu menjadikan kita akan bersidang di akhirat kelak di hadapan Rabbul Alamin. Kemudian Rasul Sallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan kenapa almuslim akul muslim seorang muslim adalah muslim saudara bagi yang yang lainnya saudara. Kalau begitu konsekuensinya saudara bagi yang lain la yadlimuhu. Jangan dia zalimi saudaranya. Jangan zalimi. Jangan zalimi. Jangan jatuhkan harga dirinya. Jangan ambil hartanya. Jangan tumpahkan darahnya. Karena kezaliman kembali pada tiga. Darah, harta, harga diri. Kapan kita pukul dia, kita zalimi. Kapan kita tumpahkan darah, kita zalimi. Harta kapan kita ambil harta dia tanpa hak, kita zalimi dia. Kapan kita jatuhkan harga dirinya tanpa hak, maka kita telah zalimi dia. Wulu, jangan ditinggalkan. Kalau dia butuh keperluan, dia butuh pertolongan, dan kita mampu menolongnya, maka tidak boleh ditinggalkan. Kenapa? dia saudaramu. Lain halnya kalau kita tidak mampu di luar kemampuan kita atau mudarat lebih besar lain cerita. Selama kita mampu tidak boleh kita tinggalkan. Namanya khuzlan. Kemudian wala yzibuhu. Jangan bohong sama dia. Muslim. Apakah pantas orang membohongi saudaranya? Yang terakhir kata Nabi, wala yahkiruhu. Jangan menghinakan dia, jangan merendahkannya. Rasulullah kemudian berkata, "Attuna." Takwa tempatnya di sini. Rasulullah isyaratkan tiga kali. Artinya apa? Rasulullah ingin sampaikan kau menghina dia itu karena takwamu bermasalah. Kau menghina dia itu karena takwamu bermasalah. Sampai Rasulullah tiga kali attqwa di sini, takwa di sini, takwa di sini akan. Kemudian Rasulullah tekankan lagi, muslim, cukuplah seorang dikatakan buruk ketika dia menghinakan atau merendahkan saudaranya sesama muslim. Jangan rendahkan ya. Jangan rendahkan, jangan hindarkan dia ya. Nasihati, nasihati ya. Tapi jangan kau menganggap dirimu lebih baik daripada dia. Kita tidak tahu hak di sisi Allah Subhanahu mana yang lebih baik, saya atau dia, kita enggak ada yang tahu. Yang kita nilai sekarang cuma zahirnya. Tiib saya ke masjid, dia enggak ke masjid. Secara zahir memang saya lebih baik daripada dia. Tapi secara hakikat batin kita enggak tahu. Bisa jadi memang dia tidak ke masjid, dia salat di rumah, tapi ternyata berbakti sama orang tua. Ternyata dia tawadu, ternyata dia suka silaturahmi, ternyata ternyata. Ternyata dan ternyata benar. Dari satu sisi kita lebih baik, tapi di set totalitas belum tentu. Saya sering sampaikan, saya punya pembantu masyaallah kerja. Setiap dapat gaji kirim ke orang tua. Setiap dapat gaji kirim ke orang tua. Ya, salat lima waktu biasa aja. Mungkin ilmu gak ada atau kurang. Tapi setiap dapat gaji kirim orang tua 100%. Yang tidak kita lakukan kita emang kita kalau dapat g% kirim orang tua enggak kan. Ini dia bisa bertahun-tahun bisa seperti itu. Hebat atau tidak hebat? Terus kita merasa lebih baik daripada dia. Mana lebih baik dar dia? Dia kerja keras untuk keluarganya. Dia bersusah payah ngurusin banting tulang untuk untuk keluarganya. Terus kita santai-santai. Nah, perjuangan sama keluarga juga enggak. Paling kalau kasih kerabat cuma sedikit-sedikit. Kebanyakan kita senang-senang sendiri. Terus kita bilang lebih baik daripada dia. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, sabaq dinarq dirhamun miata dirham. 1 dirham keping dirham mengungguli 100.000 dirham. Kok bisa ya Rasulullah? Kata Rasulullah, ini orang dia punya harta cuma 2 dirham, dua keping dirham. Kemudian dia akhtar ahsanahuma. Dia ambil keping yang terbaik. Dio keping dulu bentuk keping punya pengaruh karena terbuat benar-benar dari fitrah dari perak. Dia punya dua keping alhamd ini yang lebih bagus dia bersedekah sehingga dia bersedekah setengah hartanya. Ya enggak? Bahkan lebih karena keping dirham terbaik. Yang satu punya 100.000 dirham tapi dia punya mungkin jutaan dirham. Kalau dia 100 dirham dia ambilnya sedekah dapat pahala. Tapi masih kalah dengan ini. Kenapa? Kualitas pengorbanannya luar biasa. Antum kalau sudah bikin bangunan masjid belum tentu antum lebih baik daripada yang sedekah sedikit. Belum tentu antum apa yang kita lakukan tidak. Jangan merasa membuat kita hebat. Jangan. Jangan merasa buat merasa kita diri kita apa? Hebat. Kita enggak tahu bagaimana hakikat apa seseorang. Betapa banyak orang yang kelihatan depan kita biasa-biasa ternyata sangat mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena itu, jangan rendahkan dia. Jangan rendahkan seorang muslim pun. Kau tidak tahu. Kalau kau kritik, silakan kritik tanpa harus merendahkan. Silakan kau sebutkan kesalahannya gak apa-apa. Tapi jangan kau merasa kau lebih baik dia. Jangan merasa lebih baik. Kalau kritik-kritik enggak ada masalah. Sebagai bentuk persaudaraan kita mengkritik saudara kita. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Almukmin miratun liakhihi." Mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Karena kita tidak bisa melihat apa di wajah kita kecuali dengan cermin. Banyak kesalahan kita, kita enggak bisa lihat sendiri. Manusia itu sering husnudan sama dirinya, suudan sama orang. Manusia banyaknya begitu. Sama dirinya husnudan, sama orang suudan. Seharusnya sebaliknya sama orang lain husnudan, sama diri sendiri apa? Suuzan. Yang bisa lihat kesalahan kita orang lain. Ya kalau lihat sudah kita nasihati tapi tanpa harus me merendahkan. Tanpa harus me merendahkan. Maka merendahkan orang lain menunjukkan buruknya seseorang. Kenapa bisa demikian ikhwan? Kata para ulama, "Tidaklah orang menendahkan orang lain kecuali dia punya penyakit sombong, kiber. Dan orang punya sombong dalam hatinya tidak akan masuk surga." Tidak masuk surga orang dalam hatinya ada kesombongan meskipun seringan zarah. Jadi jangan pernah merasa diri kita lebih hebat ya. Jangan terpedaya dengan perkataan natizen. Masyaallah. Masyaallah. itu di matamu ya di belum tentu di sisi Allah belum tentu. Oleh karenanya jangan pernah merendahkan orang orang lain. Kemudian di akhirnya kata Nabi sallallahu alaihi wasallam kullul muslim alal muslim haram. Setiap muslim haram bagi muslim yang lain. Apanya? Damuhu wuh waard. Saya sebutkan tadi itu darahnya, hartanya, dan harga dirinya. Jangan sekali-sekali kita lukai dia. Jangan sekali-sekali kita pukul dia. Jangan repot nanti hari kiamat kelak. Kata Rasulullah, nanti di hari kiamat sebelum penghuni surga masuk surga, dicek dulu adakah hak penghuni neraka yang belum dia tunaikan. Kalau dia pernah tempeleng seorang penghuni neraka, dicek dulu meskipun itu penghuni neraka. Sampaikan haknya. Baru masuk surga atau tidak, lihat belakangan. Tidak ada seorang penghuni surga pun masuk surga kecuali dicek dulu dia punya kezaliman enggak sama penghuni apa? Neraka. Hatta Latmah meskipun satu tamparan gimana kita pukul orang, gimana kita tendang orang secara langsung maupun secara provokasi. Ngeri jangan [Musik] ngeri. Jangan sampai kita menzalimi orang lain. Jangan-jangan sampai kita memprovokasi orang lain sampai terjadi pertumpahan darah gara-gara kita provokasi. Jangan ikut-ikutan. Sudah tersampai ribut, sudah kita menjauh. Jadi ada seorang ustaz rahimahullah sudah meninggal dunia pada tahun 2000 dia sempat emosi. Kemudian dia pegang kawan saya kerah bajunya diginiin mau dipukul. Kawan saya juga pandai bela diri cuma dia enggak melawan. Dipegang ini mau dipukul ditarik. Tapi tahun sekitar tahun 2000 tidak terjadi perkelahian. Saya waktu itu hadir juga. Subhanallah. Berjalan waktu, berjalan waktu, berjalan waktu sampai tahun 2000 ee mungkin tahun 2019 atauun 2020 pas Covid, zaman COVID. Covid menjelang Covid sudah Covid. Tiba-tiba dia datang minta maaf sama teman saya. Dia bilang, "Ya, akhi, masih ingat tahun sekian saya pernah gini." Oh, masih ingat. Bukan dia bilang, "Saya lupa, enggak. Saya masih ingat." Dia saya minta maaf dimaafin terus meninggal. Masyaallah Allah kasih dia ilham untuk minta maaf sebelum dia mening meninggal. Coba kalau dia tidak minta maaf ini emang begini tuh masalah di akhirat. Bisa jadi kau ginikan orang, maka dosa kok dia akan apa namanya transfer dosanya begitu banyak atau pahalamu akan dia sedut sama dia gara-gara kau ginikan dia. Padahal dia orang mulia tidak berhak kau gitukan dia. Dia ini mulia, dia muslim, dia salat, dia puasa, Allah kirim Rasulullah untuk mendakwahi dia. Ya, Allah turunkan Al-Qur'an agar dia beriman kepada Allah, terus kau hinakan dia. Seperti itu. [Musik] Jadi ada kalau ada ribut-ribut jangan ikut-ikutan. Jangan ikut-ikutan. Jangan provokasi. Termasuk di antaranya provokasi antara semua muslim. Orang demo kita provokasi. Jihad jihad. Jihad. Yang mau dijihai pihak yang berwajib. Yang ber pihak berwajib muslim atau bukan muslim. Terus nanti yang demo demonstran juga muslim. Jangan provokasi pihak demonstran dan jangan provokasi pihak yang berwajib. Seakan-akan ini musuh yang harus dibunuh. Ngeri. Terus pertumbuhan darah ini juga punya anak, dia juga punya istri, dia juga punya mam, dia juga punya bapak, dia punya kakak, punya adik. Ini juga sama. Kemudian dari pertumpahan gara-gara kau bilang jihad, jihad. Jihad tidak pada teman. Jihad apa? Jihad muslim lawan muslim. Jangan. Jangan sampai punya satu kata yang membuat orang lain darahnya tertumpah. Karena kita akan ditanya juga oleh Allah subhanahu wa taala. Kalau keributan ya kita berusa damaikan ya atau proseduralah. Jangan sampai bunuh-bunuhan. prosedural silakan ini ikut provokasi provokasi kemudian pertumpahan darah ngeri hisabnya panjang di akhirat enggak gampang dan kata Nabi sallallahu alaihi wasallam fidma yang pertama kali Allah sidang pada hari kiamat kelak adalah masalah darah jangan zalimi orang paling berat masalah darah ya yang kedua adalah masalah fulus jangan ambil fulus orang jangan tipu orang ya. Sampai kata para ulama, kau kalau mau pakai sendal punya orang minta izin jangan asal pakai. Saya punya sendal di masjid misalnya saya taruh di masjid, taruh di masjid sendal. Sendal saya sendal kulit. Terus ada orang bawa sendal, dia taruh sandalnya, dia pakai sendal saya buat wudu. Mentang-mentang sandal saya lebih mudah daripada sandal dia. Terus saya pakai basa-basah. Terganggu enggak? Terganggu. Dia pakai sendal saya tanpa izin, kecuali sendal tulis wakaf. Kalau wakaf biasanya sendal jepit ini tahu sendal ini dipakai enggak boleh itu. Kau menggunakan harta orang tanpa izin, kau akan dihisab pada hari kiamat. Kalau kau zalimi dia menggunakan hartanya tanpa izin. Ini baru pinjam sendal aja. Gimana kita rampas harta orang, nipu orang. Banyak pintu-pintu kezaliman. Banyak sekali. Banyak sekali. Banyak sekali. Nyaplok tanah orang. Rasulullah [Musik] berkata, "Siapa yang rampas tanah orang lain cuma satu jengkal, dia akan dipikulkan tujuh lapis bumi pada hari kiamat." Kel ngeri cuma satu jengkal ini. Kapal ngambil tanah orang 1 hektar 1000 m. Waduh ngeri. Waktu saya pernah ke salah satu kota kemudian ada teman-teman dari Angkasapura pengin beli tanah. Katanya, "Ustaz, sini tanah harus susah karena satu tanah sertifikatnya tiga, empat." Kami kumpulkan pemilik sertifikat tersebut. Kami bilang, "Kok bisa satu tanah sertifikat empat?" Kata mereka, "Biasalah, Pak, tanah tujuh lapis. Masing-masing lapis ada sertifikatnya. Ini baru empat, kurang tiga lagi." Subhanallah. Ngeri itu. Satu jenggal aja kau akan pikul hari kiamat. Orang dibangkitkan jalan tenang-tenang kau nyeret-nyeret sakit ngeri. Jangan pernah zalimi orang ngambil harta orang lain. Jangan pernah Rp1 rupiah pun jangan pernah. Jangan pernah. Kalau antum jual jasa, hati-hati. Jasa yang benar harus sesuai dengan kriteria yang sebutkan. Jangan sampai meleset. Hati-hati. Jual barang yang benar. Kalau ciri-cirinya benar. Kalau enggak ente zalim. Ini barang begini begini begini begini begini gini ternyata belanja tidak sesuai. Ngeri dia mau kembalikan enggak bisa lagi. Macam-macam alasan ngeri. Antum untung kenyang tapi di akhirat musibah. Musibah. Dan jangan punya akal bulus untuk ngambil harta orang lain. Zaman sekarang orang tidak peduli yang penting dapat apa? Duit. Saya sering sampaikan gimana orang-orang yang jual travel, yang travel kemudian jual jasa. Bintang lima, bintang lima ternyata bintang tujuh. Subhanallah. Sekamar berdua, ternyata berkamar berempat. Gimana? Ngeri ngeri ngeri ngeri. Untung nanti habis itu kalau ada masalah qadarullah qadarullah qadarullah. Kau yang qadarullah rugi. Kenapa kerugian diberikan kepada jemaah? Ngeri ngeri hidup cuma sekali nanti kau akan binasa di kemudian hari cepat atau lambat. Kalau enggak binasa di dunia, binasa di mana? Di akhirat. Hati-hati. [Musik] Hati-hati. Kemudian yang terakhir, zalim terkait dengan harga diri. Jangan dijatuhkan harga diri orang lain kecuali dengan hak. Orang ini pantas diperingatkan. Beri peringatan. Kalau tidak pantas jangan. Kalau dia punya kesalahan cukup kesalahan tersebut jangan diungkap kesalahan yang lain. Enggak boleh. Dia punya kesalahan sat itu yang di yang lain daripada itu enggak boleh. Enggak boleh tajasus, enggak boleh tahasus. Jangan merendahkan orang orang lain. Sekarang ini semua harga diri dicabik-cabik gara-gara dunia, gara-gara politik, gara-gara kekuasaan, gara-gara jabatan yang cuma sementara. dicabik-cabik tidak ada nilainya. Seakan-akan orang di depan kita ini iblis harus kita habisi dia, kita kuliti dia seakan-akan dia iblis. Dia muslim tib dia punya kesalahan tapi dia muslim ada batasannya. Tidak boleh berlebihan. Yang salah kita ungkapkan lebih dari itu tidak boleh bab. Demikian saja ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala karena sudah mau masuk asar. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan kita bersaudara karena Allah subhanahu wa taala ya saling mencintai karena Allah subhanahu wa taala dan Allah pertemukan kita di surganya kelak. Amin ya rabbal alamin. Wallahu taala alam bisawab.