Transcript
G2auoYLzezE • Rezeki Sudah Diatur Allah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2506_G2auoYLzezE.txt
Kind: captions
Language: id
Inalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
wa nastagfiruhu watubu ilaih wa naud
nauzubillahi min syururi anfusina
a'alina. May yahdihillahu fala
mudhillalah wam yudlil fala hadiyaalah.
Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalah wa ashadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah. Ya
ayyuhalladina amanqulahaqqati
wun waum muslimun
kitabullahir
muhammadinallahu alaihi wasallamqalqu
[Musik]
sesungguhnya Allah subhanahu wa taala di
antara bukti rububiyahnya
ia adalah arrazzaq yaitu itu sang maha
pemberi rezeki. Allah berkata,
"Innallaha huar razzaqu dul quwatil
matin." Dialah Allah sang maha pemberi
rezeki zul quwah yang memiliki kekuatan.
Para ulama mengatakan di sini Allah
menggambungkan sifatnya maha pemberi
rezeki dengan sifat kekuatannya. Kenapa
Allah memiliki kekuatan dalam memberi
rezeki? Di antara bukti kuatnya dalam
beri rezeki, kita tahu bahwasanya
makhluk yang ditanggung rezekinya oleh
Allah mungkin triliunan dari kalangan
manusia dengan jumlah yang begitu banyak
dari hewan-hewan, hewan darat, hewan
laut, maupun hewan yang di udara.
Demikian juga jin yang jumlahnya begitu
banyak ya semuanya ditanggung oleh Allah
subhanahu wa taala.
Tidak ada satu hewan melata pun kecuali
Allah yang tanggung rezekinya. Allah
tahu mustaqha. Ada yang mengatakan Allah
mengetahui di mana sarangnya mustaha dan
Allah tahu di mana dia mencari rezeki.
Jadi Allah tahu dia berjalan kapan
keluarnya dari sarangnya menuju tempat
cari rezekinya. Allah sudah siapkan
untuk dia. Sementara kita tahu hewan
tidak memiliki kecerdasan seperti
manusia. Kata Allah Subhanahu wa taala,
minbatin lahmiliz
Allahu yarzuquha waakum. Betapa banyak
hewan melata tidak mampu mengatur
rezekinya. Allahuha. Allah yang atur
rezekinya. Waakum. Demikian juga kalian.
Oleh karenanya Allah kuat karena terlalu
banyak makhluk yang dijamin rezekinya
oleh Allah subhanahu wa taala. Di antara
kekuatan Allah dalam beri rezeki. Allah
memberi rezeki kepada mereka duf'ah
wahidah dalam satu waktu. Tidak
bertahap. Seluruhnya diberi rezeki dalam
satu waktu. Ini menunjukkan kekuatan
Allah dalam memberi rezeki. Dan di
antara kekuatan Allah dalam memberi
rezeki, Allah memberi rezeki secara
berkesinambungan tiada henti-hentinya.
Apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam? Yadullahi aa. Sesungguhnya
tangan Allah penuh dengan rezeki, penuh
dengan aset kekayaan.
Laid nafaqah. Apa yang Allah berikan
kepada hamba-hambanya tidak mengurangi
aset kekayaannya.
Sahaulili nahar
selalu dermawan siang dan malam.
Coba kalian renungkan apa yang telah
Allah keluarkan, Allah rezekikan buat
makhluk-makhluknya sejak Allah
menciptakan langit dan bumi. Sudah
berapa juta tahun? Sudah berapa lama?
Sungguhnya apa yang dia keluarkan sejak
saat itu sampai sekarang tidak
mengurangi kekayaannya sama sekali
karena dia adalah maha kaya.
Maasyiral muslimin. Allah maha kaya.
Asetnya tidak terbatas. Kenapa? inuakun.
Kalau Allah ingin suatu, Allah tinggal
mengatakan jadi, maka jadilah. Maka aset
tanpa batas. Apa yang Allah inginkan
segera terjadi. Beda dengan manusia yang
asetnya terbatas. Allah berfirman,
"Yaum,
wahai hamba-hambaku, kalau kalian
berkumpul seluruhnya dari awal sampai
akhir, jin dan manusia berkumpul di
suatu dataran, kemudian kalian
seluruhnya memohon kepadaku, lalu aku
kabulkan seluruh permohonan kalian, maka
tidak mengurangi kayaanku sedikit pun."
tidak mengurangi kain Allah Subhanahu wa
taala karena dia asetnya tidak terbatas.
Lantas kenapa Allah menyempitkan rezeki
sebagian orang dan melapangkan rezeki
sebagian orang? Tentu ada hikmahnya.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
seandainya Allah betangkan rezeki kepada
seluruh hamb maka mereka akan labag,
akan semena-mena, akan melampaui batas,
akan sombong, akan angkuh.
Walaki yunazilu biqarim yasya. Tapi
Allah turunkan kepada mereka
masing-masing sesuai dengan kadar yang
Allah kehendaki. Innahu biibadihi
khabirun bashir. Allah maha tahu, maha
ngerti secara detail tentang
hamba-hambanya. Demikian manusia kalau
diberi kekayaan, sering angkuh, sering
sombong, melampaui batas. Kalla innal
insana argna. Ketahuilah manusia itu
akan
melampaui batas berbuat zalim. Arusta
tatkala dia merasa dia sudah kaya.
Karenanya Allah tidak memberikan semua
harta kepada manusia karena bisa jadi
mereka menjadi angkuk dan sombong.
Demikian juga di antara hikmah Allah
menjadikan rezeki bertingkat-tingkat
agar rotasi kehidupan bisa berjalan,
ekosistem bisa berjalan ada yang ada
yang miskin sehingga bisa terjadi rotasi
kehidupan. Kata Allah subhanahu wa
taala,
maatumun
nahnuun.
Kata Allah, "Apakah mereka yang mau
bagi-bagi rahmat kami, bagi-bagi rezeki
kami, kamilah yang mengatur rezeki
kehidupan mereka di antara mereka dalam
kehidupan dunia. Kami jadikan sebagian
lebih kaya daripada yang lainnya." nya
buat apa?
Agar sebagian bisa menggunakan sebagian
yang lain. Ini di antara kesempurnaan
takdir Allah Subhanahu wa taala. Allah
menjadikan ekosistem dunia bisa
berjalan. Maka manusia tidak semuanya
kaya. Kalau semuanya kaya, tidak ada
yang diperintah. Kalau semuanya miskin,
lantas siapa yang memerintahkan? Maka
Allah jadikan ada yang ada yang miskin
dan masing-masing dengan
tugasnya dan ujiannya masing-masing.
Oleh karena jika seorang diberi rezeki
oleh Allah Subhanahu wa taala setelah
dia berusaha yakinlah bahwasanya itu
yang terbaik baginya dia jika dia
mensyukuri rezeki tersebut.
astagfirullah wakumliahtagfiruhu
innahuurahim.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqih wainanih. Ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
lisya wa ashadu anna muhammadan abduhu
wa rasuluh da ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Maasyiral muslimin.
Sesungguhnya rezeki tidak seperti yang
disangka oleh sebagian orang hanya
berupa materi. Rezeki adalah semua yang
bermanfaat bagi manusia. Oleh karenanya
para ulama membagi rezeki menjadi dua.
Rezeki materi dan rezeki non materi.
Rezeki materi jelas tempat tinggal,
kendaraan, harta, emas, dan yang lainnya
ya. Rezeki non materi banyak tidak kalah
penting. Kesehatan, kenyamanan,
keamanan, ketentraman, memiliki
kehidupan rumah tangga,
keimanan, apalagi rezeki terkait dengan
agama, keyakinan,
ketenang, ketenangan hati.
Ketika seorang hanya memandang rezeki
dari sisi materi, terkadang dia tidak
bersyukur kepada Allah Subhanahu wa
taala. Tahukah kita bahwasanya di sana
ada orang kaya yang memiliki rezeki
materi banyak tapi tidak tapi rezeki non
materinya kurang. Bahkan di antara
mereka ada yang tidak tenang. Di antara
mereka ada yang bunuh diri. Di antara
mereka ada yang tersiksa dengan
hartanya. Kata Allah Subhanahu wa taala
fala tujib amwaluhum w auladuhum
innamaidullahum
bihayat dunya. Janganlah kau takjub
dengan harta mereka dan anak-anak
mereka. Sesungguhnya Allah ingin
menyiksa mereka dengan harta mereka
tersebut. Adakah orang tersiksa dengan
hartanya? Ada. Dia sibuk cari harta
setengah mati. Dia takut hartanya
berkurang. Dia takut ada saingan
bisnisnya. Dia takut dikejar-kejar orang
sehingga dia harus keluar bawa
bodyguard. Dan selalu hidupnya seperti
itu. Sebagian orang diberi jabatan yang
tinggi. Ada seorang pejawab telah
berkata kepada saya,
"Banyak orang jam .00 malam sudah tidur.
Adapun saya terkadang jam .00 malam baru
mulai rapat.
Ada rezeki materi diberikan, tapi belum
tentu dia mendapatkan rezeki non materi.
Maka seorang jika memandang rezeki dari
dua sisi, dia banyak-banyak bersyukur
kepada Allah Subhanahu wa taala. Ada
orang memiliki tempat tidur yang mewah
namun dia susah tidur. Sementara si
fulan mungkin rezekinya biasa-biasa
saja. Dia mudah sekali tidur meletakkan
kepalanya langsung mudah tertidur dengan
pulas. Demikian juga perlu kita
perhatikan. Ternyata rezeki yang ada di
dunia cuma sedikit.
Tidak ada nilainya dibandingkan dengan
rezeki yang Allah siapkan di alam
barzakh. Terlebih lagi rezeki yang Allah
siapkan di akhirat kelak. Maka jangan
terpedaya. Sibuk mencari rezeki yang
sedikit ini sehingga lalai dengan jatah
rezeki di alam barzakh terlebih lagi di
akhirat kelak. Kata Allah subhanahu wa
taala tentang para syuhada. W
tahsabannadina qutilu fiilillahi
amwataal ahyaunbihimzaquun.
Janganlah engkau menyangka bahwasanya
orang-orang yang meninggal di medan
pertempuran yang syahid adalah
mayat-mayat. Justru mereka sedang hidup
yaitu di alam barzakh. Di sisi Allah
yurzaquun. Mereka dapat rezeki. Ternyata
di alam sana ada rezeki yang lebih hebat
daripada rezeki dunia. Rezeki di alam
barzakh. Terlebih lagi rezeki di
akhirat. Allah berfirman, "Rqu minha
minar rizq
minqi mutasyabiha." Ketika penghuni
surga diberi rezeki berupa buah-buah di
surga, mereka mengatakan, "Sungguh ini
pernah diberikan rezeki kepada kami
dunia." Di sini Allah sebutkan dua
rezeki. Rezeki di surga. Dan ketika
mereka memakan buah-buahan di surga,
kata mereka ini seperti yang pernah
direzekikan kepada kita di dunia itu
warnanya sama tapi hakikat rasanya ber
berbeda. Allah menamakan di surga dengan
rezeki sebagaimana Allah namakan di
dunia dengan apa? rezeki. Ketika Nabi
disuruh oleh Allah untuk menasihati
istri-istrinya agar tidak mencari dunia,
kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya
ayyuhanjika
inun."
Wahai istri-istriku,
kalau kalian, wahai Nabi, katakanlah
kepada istri-istrimu, "Wahai
istri-istriku, jika kalian ingin
kehidupan dunia dan perhiasannya, maka
kemarilah aku akan kasih. Tapi aku akan
menceraikan kalian dengan cara yang
baik, yaitu para para istri Nabi kalau
tidak zuhud tidak pantas menjadi
istri-istri Nabi. Kata Nabi, "Silakan
saya kasih harta tapi setelah itu kita
cerai.
Akallahak."
Kalau kalian ingin mencari akhirat,
Allah dan akhirat, maka Allah akan
siapkan ganjaran yang besar. Setelah itu
Allah berfirman, "Ya nisa nabi mayqnut
minkunna lillahi waasulhial shihah ntiha
ajraha marratain waadna laha rizq
karima." Wahai istri-istri nabi, siapa
di antara kalian yang taat beribadah dan
beramal saleh karena Allah dan
rasul-Nya, maka kami akan berikan dia
ganjaran dua kali lipat. Waadna laha
rizq karima. Dan kami akan siapkan
rezeki yang mulia di surga kelak yang
tidak ada bandingannya dengan rezeki
dunia. Kata Allah Subhanahu wa taala
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam,
tamudan
mazwajum
dunya
linaftinahum
warbika
waqo. Wahai Muhammad, janganlah kau
panjangkan pandanganmu kepada sekelompok
orang yang kami berikan rezeki kepada
mereka. harta dunia zahratal hayati
dunia hanya kesenangan dunia yang akan
cepat sirna kemudian kata Allah
warizqubika khairu wa abq dan rezeki
dari rabmu maksudnya di akhirat kelak
lebih baik dan lebih kekal maka
wahai kaum muslimin yang mungkin
rezekinya disempitkan oleh Allah ketika
di dunia bersabarlah sungguhnya rezeki
dunia tidak ada apa-apanya rezeki di
akhirat jauh lebih baik seorang berusaha
mencari rezeki dunia tapi kalau Allah
kasih dia sesuai dengan yang dia
dapatkan ketelu yang terbaik baginya.
Allah siapkan rezeki yang jauh lebih
baik di akhirat kelak. Maka jangan
seorang semangat mencari rezeki di dunia
dengan segala cara. Akhirnya dia tidak
dapat jatah rezeki di alam barzakh yang
hidupnya bakalan lama di sana. Kemudian
dia ternyata tidak dapat rezeki di
akhirat kelak. Waliyadzubillah.
Oleh karenanya ketika mencari rezeki
carilah dengan cara yang halal. Rezeki
dunia sudah ditetapkan ditempuh dengan
halal atau dengan cara haram. Sama saja
hasilnya tidak berubah. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam inus.
Sesungguhnya Jibril menyampaikan wahyu
kepadaku bahwasanya tidak satu jiwa pun
yang meninggal sampai dia sempurnakan
rezekinya sesuai dengan jatahnya.
Faajmilu fab. Kalau begitu carilah
rezeki dengan cara yang baik. Faajmilu.
Ada dua tafsir. Ada yang mengatakan
faajmilu, yaitu cari cara dengan cara
yang baik. Ada yang mengatakan faajmilu,
yaitu jangan terlalu ngoyo. Harus ada
waktu beribadah. Jangan kau cari rezeki
sehingga kau lupa sang P maha pemberi
rezeki. Jangan kau cari rezeki di dunia
sehingga kau gadaikan atau kau tumbalkan
di atas rezekimu di akhirat. Kemudian
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Khuzu mahalla wada mah harum." Ambillah
yang halal dan tinggalkan yang haram.
Karena kau berusaha semaksimal pun kau
tempuh cara haram, tetap saja jatahmu
sama saja untuk rezeki di dunia. Semoga
Allah Subhanahu wa taala memberikan
kepada rezeki kepada kita rezeki dunia
dan rezeki di surga kelak. Amin ya
rabbal alamin. Inallah malaikatahu
yusuna alan nabi.