Harta Simpanan Terbaik - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
UVgfpxmXAuo • 2025-07-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihianih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluhila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita akan bahas
suatu hadis yang diriwayatkan dari
Tsuban
radhiallahu anhu. Beliau berkata,
"Lamma nazala fil fidoti wadzahabi ma
nazal." Ketika turun firman Allah
terkait dengan
alfidah yaitu perak dan azzahab yaitu
emas.
Q. Maka para sahabat berkata faayyul
mali natakhit.
Maka
harta apa yang kita ambil ya Rasulullah?
Atau harta apa yang kita ambil? Para
sahabat berdiskusi. Qala Umar. Umar
berkata, "Ana a'lamu dalalika lakum."
Aku akan mengetahui jawabannya untuk
kalian.
Qala fa ala ba'irin
faadrakahu. Maka Umar pun memacu
untanya.
Maka dia pun menyusuli Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Wa ana firih. Dan aku menyusulnya, kata
Tsuban, menyusul Umar bin Khattab
radhiallahu taala anhu.
Yaitu Tsuban ingin mendengar apa yang
akan dijawab oleh Nabi kepada Umar.
Karena Umar mengatakan, "Aku akan tahu
jawabannya. Harta apa yang hendaknya
kita simpan."
Maka Umar berkata, "Ya Rasulullah, ayyul
mali natakit." Ya Rasulullah, harta apa
yang kita simpan, ya Rasulullah, atau
yang kita miliki?
Qala kata Rasul sahu al wasallam,
"Liyattakid ahadukum qolban syakiron."
Hendaknya salah seorang dari kalian
menyimpan
qolban syakiran hati yang senantiasa
bersyukur. Walisan zakiran lisan yang
senantiasa berzikir. Wujatan tuinuhu ala
amril akhirah. Dan istri yang
membantunya untuk urusan akhirat. Hadis
riwayat al Imam Ahmad dan Ibnu Majah.
Dan inilah hadis yang sahih.
Hadis ini juga datang dikuatkan dengan
hadis-hadis yang lain dengan ya meskipun
sanadnya lemah tapi saling menguatkan.
Seperti hadis riwayat Ibnu Abbas
radhiallahu taala anhuma. Beliau berkata
anna rasul sahu alaihi wasallam q Rasul
sahu alaihi wasallam bersabda
arbaun manahunna faqya khair dunia wal
akhirah. Empat perkara. Siapa yang telah
dianugerahi kepadanya empat perkara ini,
maka dia telah dianugerahi kebaikan
dunia dan akhirat, yaitu dunia dan
akhirat yang terbaik. Apa empat perak
tersebut? Qban syakiran, hati yang
senantiasa bersyukur. Walisanan
zakakiran, lisan senantiasa berzikir.
Wabadanan wabadanan alal balai shobiran.
Yaitu tubuh yang sabar ketika terkena
musibah.
Wa zaujatan la tabagihian
fi nafsiha wala
malihi. Yaitu wanita yang tidak
berkhianat terkait dengan dirinya maupun
terkait dengan hartanya.
Ee demikian juga ee yang semakna dengan
hadis ini, hadis yang masyhur kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, adunya mata
wakhairu mata dunya almaratus shihah.
Bahwasanya dunia adalah mata yaitu
kesenangan yang akan expire dengan mata
itu adalah kesenangan yang akan selesai.
Wakhairu mata dunya dan sebaik-baik
kesenangan dunia adalah wanita salehah.
Kita kembali menjelaskan hadis. Jadi
hadis ini ya meskipun dalam sebagian
sanadnya lemah namun saling menguatkan.
Apalagi ada syahid
yang menguatkan makna hadis yang sedang
kita bahas.
Kita baca kembali yaitu dari Tsuban
radhiallahu anhu. Beliau mengatakan,
"Lamma nazala fil fiddoti
wadzahabi ma nazal." Ketika turun ayat
terkait
emas dan perak, yaitu dalam surat
at-Taubah ayat 34.
yang di mana Allah berfirman, "Walladina
yaknihaba fid wfiqu fibillahirin
alim yaha
jahanamqwa biha jibahum
w junubuhum wuhuruhum h maaztum
lianfusikum fzuqu ma kuntum taknizun
kata Allah subhanahu wa taala dan
orang-orang yang yaknizun itu menyimpan
menyimpan emas dan perak kemudian tidak
menginfakkan emas dan perak tersebut,
maka berilah kabar gembira kepada mereka
tentang azab yang akan menimpa mereka
dengan azab yang pedih. Yaitu fabasyir
itu merupakan ejekan yaitu ya bahwasanya
kalian akan mendapatkan kabar bahwasanya
kalian akan mendapat azab yang pedih.
Apa azab pedih tersebut? Ternyata Allah
menggunakan emas perak yang dan perak
yang mereka simpan untuk sebagai alat
menyiksa mereka. Kata Allah, "Yauma
yuhma alaiha finari jahanam.
Maka di hari kiamat kelak emas dan perak
tersebut yang mereka simpan dipanaskan.
Dipanaskan sampai menjadi panas seperti
menjadi alat setrika. Fatuqwa biha
jibahum. Kemudian disetrikakan ke
jidat-jidat mereka.
Wa junubuhum. Kemudian lambung-lambung
mereka. Wuhuruhum dan juga
punggung-punggung mereka. Setelah itu
dikatakan dengan kehinaan kepada mereka,
"H ma kanaztum lianfusikum."
Inilah yang kalian simpan-simpan dulu
nih. Ternyata digunakan sebagai alat
untuk menyiksa kalian.
Rasakanlah ya, ciciplah, cicipilah ya.
Cicipilah
akibat apa yang kalian simpan-simpan
dahulu. Dan para ulama mengatakan
ee ini adalah salah satu bentuk siksaan
batin kepada penghuni neraka ketika
mereka disiksa dengan apa yang mereka
cintai. Dengan apa yang mereka cintai
ya. Ketika suatu yang dicintai kemudian
tidak dikelola sesuai dengan syariat
maka bisa menjadi bahan untuk menyiksa
orang tersebut. Ya, seperti orang-orang
mencintai emas dan perak kemudian
disimpan-simpan ternyata tidak
dikeluarkan zakatnya, ternyata tidak
diinfakkan,
ternyata apa yang mereka cintai tersebut
dijadikan bahan untuk menyiksa mereka.
Jadi ini sama seperti saya sering
sampaikan juga ee sebagian ahli tafsir
menyebutkan tentang Ummu Jamil ya bintu
Harb istrinya Abu Lahab yang di mana dia
sangat sangat dicintai oleh Abu Lahab.
Apalagi Ummu Jamil membantu Abu Lahab
dalam memusuhi dakwah Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Allah berfirman tentang eh Abu Lahab
tabbat yada Abi Lahab. Bahwasanya kedua
tangan Abu Lahab celaka. Kemudian
sayasla naronata lahab. Dia akan masuk
dalam neraka yang menyala-nyala. Setelah
itu Allah sebutkan tentang istrinya
wamroatuhu hammalatal khat. Istrinya
yang membawa kayu bakar. Sebagian para
ahli tafsir mengatakan maksudnya
istrinya di neraka kelak akan membantu
membakar Abu Lahab. Sehingga suatu hal
yang menyakitkan ketika Abu Lahab
disiksa oleh orang yang dia cintai
sendiri, yaitu istrinya. Ya, disiksa.
Maka ternyata ee
seorang kalau mencintai sesuatu ternyata
tidak di urus yang dicintai tersebut
sesuai dengan syariat yang benar, maka
bisa jadi menjadi bahan untuk
membakarnya. Sebagaimana dalam hadis
juga tentang orang-orang yang tidak
bayar zakat hewan ya. Mereka
mereka ee
tidak bayar zakat hewan kambing,
hewan ee sapi, unta. Maka pada hari
kiamat disebutkan dalam hadis yang
sahih, di Padang Mahsyar mereka disiksa.
Mereka ditanduk-tanduk oleh hewan
kambing tersebut, diinjak-injak oleh
unta tersebut. Kenapa mereka tidak
membayar zakat? Karena mereka begitu
sayang kepada hewan-hewan tersebut. Ya.
Oleh kan suatu yang dicintai di dunia
ini kalau tidak diarahkan syariat akan
beri mudarat. Mudarat di dunia dan
terlebih lagi mudarat di akhirat kecuali
yang dicintai karena Allah subhanahu wa
taala.
Maka ini bentuk siksaan.
Dan ayat ini pulalah yang dijadikan
dalil oleh Abu Dzar al-Ghifari
rahimahullah radhiallahu anhu bahwasanya
seorang tidak boleh menyimpan harta
lebih daripada keperluannya. Kalau lebih
dia harus kembalikan ke baitul mal. Ini
mazhabnya
Abu Dzar al-Ghifari ya. sehingga dia
menganggap seorang hanya cukup
seperlunya, tidak boleh dia simpan
berdasarkan ayat ini. Kemudian sisanya
harus dikembalikan ke Baitul Mal untuk
kepentingan kaum muslimin. Namun yang
benar bahwasanya siapa yang sudah bayar
zakat maka dia bebas daripada ancaman
siksaan terkait dengan emas dan perak.
Ya, terkait dengan emas dan dan perak.
Jika sudah dibayar zakat maka sudah
selesai.
Ee
oleh karenanya
diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau
berkata, "Kullu main addita zakatahu
falaisa bikanz." Semua harta yang telah
kau bayarkan zakatnya, maka dia bukan
kanz simpanan yang dimaksud dalam ayat
tersebut.
Ya, kalau emas perak sudah bayar
zakatnya selesai, uang sudah dibayarkan
zakatnya
ee maka tidak akan jadi bahan menyiksa
pemilik uang tersebut. Hewan-hewan yang
sudah dibayar zakatnya juga tidak akan
menjadi bahan menyiksa orang tersebut.
Demikian juga barang dagangan yang sudah
dibayarkan zakatnya, maka tidak akan
dijadikan bahan untuk menyiksa orang
pemilik orang pemilik barang-barang
tersebut.
meskipun para sahabat
ee
mengerti bahwasanya kalau sudah dibayar
zakat sudah selesai, maka tidak perlu
dikhawatirkan. Tapi mereka tetap
khawatir ya. Ya. Sehingga mereka
bertanya kepada Nabi, "Sebenarnya harta
apa yang selamat untuk kita untuk kita
jaga, untuk kita simpan? Harta seperti
apa?"
Maka ketika turun ayat ini, ketika turun
ayat ini, maka para sahabat sering
diskusi.
Saling diskusi. Mereka berbicara di
antara mereka, mereka berkata, "Faayyul
mali natakit." Harta apa yang kita
ambil, yang kita simpan? Sementara Allah
telah mengancam orang-orang yang
menyimpan emas dan perak, ya. Kalau
tidak dikeluarkan zakatnya akan disiksa
dengan emas dan perak tersebut. Maka
Umar yang semangat ya, dia bilang saya
kasih tahu jawabannya.
Maka dia segera memacu untanya. Aa
maksudnya dia asroa ya. Dia menyegerakan
untanya untuk menuju
ee Nabi. Setelah sampai ketika dia
menunjab Tuban juga semangat. Dia pun
nyusul Umar karena dia tahu Umar akan
bertanya dan Nabi akan kasih jawaban dan
dia pengin dengar juga segera jawaban
tersebut. Dia tidak mau nunggu. Dia
nyusul Umar. Padahal Umar bilang tunggu
saya ke Nabi. Saya akan kasih tahu. Tapi
Tsuban radhiallahu anhu menyusul Umar.
Kemudian Umar bertanya, "Wahai
Rasulullah, ya
ayyul maliattakit, harta apa yang kita
simpan
agar kita selamat?"
Ternyata Rasul sahu alaihi wasallam beri
jawaban dengan jawaban yang luar dugaan.
Rasul sahu alaihi wasallam tidak
menyebutkan harta berupa harta materi
tetapi harta maknawi.
Rasul sahu alaihi wasallam berkata,
"Liatt ahadukum qolban syakiran."
hendaknya seorang mengambil yaitu
menyimpan
qolban syakiran hati yang senantiasa
bersyukur. Kalau punya hati bersyukur
dijaga dijaga jangan jaga emas perak
jaga hati yang bersyukur dijaga
walisanan dzakiran yang kedua lisan yang
senantiasa berzikir.
Yang ketiga, wazaujatan tuinuhu ala
amril akhirah. Istri yang membantunya
untuk urusan akhirat. Ternyata ini yang
disuruh oleh Rasul sahu alaihi wasallam
untuk sebaik-baik simpanan yang dijaga
oleh seorang muslim bermanfaat baginya
di dunia dan juga di akhirat. Dan tadi
sudah kita sebutkan dalam riwayat yang
lain Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan arbaun manya faqat utiya
khair dunia wal akhirah.
Ya, empat perkara. Siapa yang diberikan
seorang mendapatkan empat perakara
tersebut, maka dia telah diberikan
kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
Dunia yang terbaik dan akhirat yang
terbaik. Maksud saya ee harta ini yang
harta maknawi ini, harta abstrak ini
bukan hanya bermanfaat di akhirat saja,
tapi dunia juga. Di dunia juga
bermanfaat. Makanya Rasulullah
mengatakan, "Arbaun manahunna faqya
khair dunia wal akhirah." Empat perkara
siapa yang diberikan kepadanya empat
perkara ini dia telah mendapatkan dunia
yang terbaik dan akhirat yang terbaik.
Yaitu qolban syakiran hati yang
senantiasa bersyukur, lisan senantiasa
berzikir, ee wanita yang tidak
berkhianat. Salah satu tambahan yaitu
badanan
alal balai shbiran. yaitu orang sabar
ketika ditimpa dengan ee musibah atau
ujian.
Tib
kita bahas tentang isi hadis ini ya.
Rasulullah
memberikan yni komparasi bahwasanya
kebanyakan orang semangat mengumpulkan
emas dan perak. Siapa sih yang tidak
semangat mengumpulkan emas dan perak?
Bahkan orang-orang kaya sekarang sudah
malas dengan duit karena duit mengalami
inflasi maka mereka sibuk mengumpulkan
emas. Mereka sekarang simpan bukan
simpan mata uang lagi karena mengalami
inflasi. Banyak di antara mereka
mengumpulkan nyimpan emas batangan ya.
Emas batangan. Emas kalau kita mungkin
emas lidian ya, emas kecil-kecil ya.
Kalau mereka emas batangan ya. Kenapa?
Karena harga emas terus naik. Jadi semua
orang suka dengan emas. Laki-laki,
perempuan suka dengan emas. Perempuan
suka dipakai, laki-laki suka dikumpulkan
emas tersebut. Betapa
semangat seorang bekerja siang malam
demi untuk mengumpulkan
batangan-batangan emas atau yang
mewakili emas yaitu uang. Siapa sih yang
tidak senang dengan punya uang? Kumpul
uang. Kita aja kalau punya uang kita
enggak lihat. Cuma lihat di mana? Di
ATM. Lihat nominalnya. Bahagia kalau
banyak. Lihat. Oh, alhamdulillah banyak.
Padahal duitnya enggak kelihatan. Cuma
lihat nominalnya ya. Karena manusia
memang suka dengan harta itu sudah
merupakan ee kodrat manusia ya. Wa
innahu liubbil khairi syadid.
Sesungguhnya manusia itu lihubbil khair,
cinta kepada harta. Alkhairis itu
maksudnya almal la syadid. Kecintaannya
sangat sangat keras. Wathibbunal mala
hubban jamma. dan kalian mencintai harta
dengan ee kecintaan yang dalam. Dan
tidaklah manusia
berbunuh-bunuhan, bersengketa, tidak
lain kecuali karena harta. Sampai
terkadang saudara pun dihabisi, kawan
dekat dikhianati, semuanya karena harta.
Nah, ketika manusia berlomba-lomba untuk
mengumpulkan emas dan perak, hendaknya
kalian mengumpulkan
sisi yang lain, yaitu harta yang
sesungguhnya yang merupakan sebab
kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu
harta maknawi. Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menyebutkan harta maknawi.
Kalau harta dunia ya
benar merupakan sebab kebahagiaan dunia,
tapi belum tentu mendatangkan
kebahagiaan akhirat dan belum tentu
mendatangkan kebahagiaan dunia. Betapa
banyak orang yang memiliki harta yang
banyak, mereka tidak bahagia. Kenapa?
Karena mereka terlalu tersibukkan
memikirkan harta tersebut. Tidak
sebanding dengan penggunaan harta
tersebut untuk dinikmati.
Pikiran keras untuk memikirkan usaha
mereka. Ya, siang malam memikirkan harta
mereka. Kekhawatiran ada saingan yang
menyaingi perusahaan mereka.
Kekhawatiran ada yang menjebol atau
mencuri harta mereka. kekhawatiran
dikejar-kejar oleh maling ya dan
macam-macam ya belum tentu membuat
mereka bahagia. Terkadang mereka kerja
sampai untuk libur meliburkan diri
sendiri tidak tidak mudah ya terikat
dengan berbagai macam kontrak, terikat
dengan berbagai macam kegiatan sehingga
waktu terkadang buat anak istri pun
sedikit.
Oleh karenanya tidak mesti, tidak mesti
orang punya harta pasti bahagia. Ini
sudah jelas ya buktinya banyak orang
yang punya harta banyak ternyata bunuh
bunuh diri. Meskipun kita tahu harta
sebab kebahagiaan, tapi tidak mesti bisa
digunakan untuk mendatangkan
kebahagiaan. Tapi kalau tiga perkara
ini, harta maknawi ini, pasti
menyebabkan kebahagiaan di dunia
terlebih lagi di akhirat. Yang pertama
adalah hati yang senantiasa bersyukur.
Orang senantiasa bersyukur pasti
bahagia. Yang kedua, lisanan zakiran.
Lisan yang senantiasa berzikir pasti
bahagia.
Dan kalau punya istri yang bantu urusan
akhirat pasti bahagia. Siapa yang bisa
mengumpulkan tiga harta maknawi ini,
maka dia akan mendapatkan dunia yang
terbaik dan juga dia akan mendapatkan
akhirat yang terbaik. Yang pertama, Ibu
yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala
yaitu qolban syakiran. hati yang
senantiasa bersyukur. Di sini ee kita
tahu namanya syukur bukan terbatas pada
hati. Bersyukur tuh dengan hati, dengan
lisan, dan juga dengan anggota tubuh.
Ya, makanya Allah berkata, "I'malu ala
dawuda syukran." Wahai keluarga Daud
yaitu Sulaiman Alaih Salam. Beramallah
sebagai bentuk syukur kepada Allah
Subhanahu wa taala. Jadi syukur dengan
hati, dengan lisan, dengan anggota
tubuh. Tetapi yang paling utama,
penggerak yang pertama seorang bersyukur
yang membuat lisannya bersyukur dan
tubuhnya bersyukur adalah dengan
hatinya. Kalau hatinya bersyukur maka
lisannya akan tergerak kemudian anggota
tubuh yang juga akan bergerak. Oleh
karena rasuah alaihi wasallam
menyebutkan poros utama itu hati qolban
syakiran
hati yang bersyukur. Di sini Rasul sahu
alaihi wasallam kemudian juga ee
mendatangkan dengan isim fa'il qolban
syakiran dan sebag lam mengatakan isim
fa'il lebih kuat daripada fi'il mudhori.
Lebih kuat daripada fi'il mudharik.
Benar fi'il mudhar Rasulullah tidak
mengatakan qolban yasykur tapi
Rasulullah mengatakan qolban syakiran.
Seb ulama seperti Thari bin Asyur dalam
tafsirnya mengatakan isim fa'il lebih
kuat daripada fi'il mudhari'. Benar.
Fi'il mudhar menunjukkan ee tajaddudul
fi'il berulang-ulangnya perbuatan.
Ya. Tapi kalau isim fa'il seakan-akan
sudah menjadi
perangai, sudah menjadi suatu sifat. Ya,
makanya ketika Allah mengatakan tentang
orang-orang yang bertakwa, surga kata
Allah, "Waiddat lil muttaqin." Segeralah
menuju surga yang seluas langit dan bumi
yang Allah siapkan bagi orang yang
bertakwa. Siapa orang yang bertakwa?
Kata Allah, "Alladzina yunfiquuna far."
Orang-orang yang berinfak dalam kondisi
lapang maupun dalam kondisi susah. Ini
Allah menggunakan fi'il mudhar fi'il
mudhar karena infak tidak bisa setiap
saat. Ya. Ya. Wal minal gid walinas.
Tapi ketika Allah berbicara tentang
senantiasa meredam amarah dan senantiasa
maafkan untuk menunjukkan bahwa itu
sudah jadi sifat mereka. Mereka orang
yang senantiasa meredam amarah. Kapan
timbul sebab amarah mereka bisa redam
dan kapan dia dizalimi maka dia sangat
mudah untuk maafkan. Dan isim fa'il
lebih kuat menunjukkan kontinue
kesinambungan.
Kalau mudhar menunjukkan tajaddud
berulang-ulang. Kalau isim fail
menunjukkan kontinue, berkesinambungan
dan kesinambungan lebih kuat daripada
pengulangan. Tib di sini qolban syakir
itu hati yang senantiasa bersyukur. Nah,
apa yang dimaksud dengan hati yang
senantiasa bersyukur? Hati yang senang
bersyukur memenuhi beberapa sifat. Yang
pertama dijelaskan oleh Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala, "Tidaklah seorang
bisa bersyukur kecuali memenuhi beberapa
perkara. Yang pertama, dia harus bisa
mengenali nikmat-nikmat Allah.
Kalau dia tidak mengenali nikmat-nikmat
Allah, maka dia tidak akan mensyukuri.
Maka perlu bagi seorang hamba duduk,
sebenarnya apa sih nikmat yang saya
rasakan? Dia harus mengenali
nikmat-nikmat sehingga dia bisa
bersyukur. Kalau dia tidak mengenali
nikmat, dia tidak bersyukur. Ya, seperti
kalau kita apa nikmat yang kita rasakan?
Banyak kita nikmat iman, nikmat Islam,
nikmat kesehatan, nikmat keamanan,
nikmat ketenangan, nikmat keluarga,
nikmat anak, nikmat istri, nikmat rumah.
punya tempat kediaman,
nikmat bisa belajar, nikmat bisa ibadah,
ya nikmat bisa bercengkerama dengan
kawan-kawan itu nikmat. Nikmat tidak
bermusuhan sama orang lain, ya. Nikmat
bisa nyaman dengan tetangga ya.
Nikmat dapat anak yang berbakti ya,
istri yang salehah ya, apalagi cantik
jelita. Masyaallah nik nikmat. Jadi
nikmat banyak sekali. Jadi tahap pertama
agar kita hati kita bisa bersyukur,
kenali nikmat tersebut. Alhamdulillah
saya punya suami. Banyak orang enggak
punya suami.
Meskipun suami saya dibelah dua. Eh, kok
dibelah dua? Ternyata poligami. Tapi
banyak orang yang tidak tidak punya
suami.
Alhamdulillah suami saya mungkin
biasa-biasa tapi dia setia. Banyak orang
suaminya selingkuh. Pal kita bicara
nikmat banyak sekali.
Anak saya mungkin agak nakal-nakal
dikit, tapi banyak orang nangis enggak
punya enggak punya anak. Jadi kenali
nikmat nikmat keamanan dia. Nikmat
amanan luar biasa. ketika tidak bisa
kita bicara tentang nikmat keamanan
kecuali kepada orang-orang yang tinggal
di daerah konflik. Saya ngobrol sama
orang Palestina, dia bilang, "Indonesia
tuh luar biasa, stabil, stabil. Dia ini
nikmat luar biasa. Dia kalau ngomong
serius. Kalau kita aman-aman,
biasa-biasa aja. Karena kita tidak
tinggal di era konflik. Orang tinggal di
era konflik ketika hidup di tanah air
kita benar-benar merasa aman, merasa
bahagia. Karena namanya ketakutan itu
luar biasa bikin gelisah orang.
Jadi kenali nikmat-nikmat baik nikmat
terkait dengan agama maupun nikmat
terkait dengan dunia. Nikmat banyak
sekali.
Makanya Rasulullah sahu alaihi wasallam
mengajarkan kita untuk salat dhha supaya
kita ingat nikmat. Salah satu nikmat
duniawi adalah nikmat sendi-sendi yang
nyaman. Ala kulli sulama minanasi
ya shodqah
ya. setiap pagi. Maka wajib bagi seorang
mukmin mensedekahkan nikmat atas segala
sendi yang dia rasakan. Ya, kita ada 360
sendi dan kalau kita bangun tidur sendi
enak semua. Ini adalah nikmat kata kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di
antaranya yajizuika
fidha. Jadi dia syukuri dengan bertasbih
dengan beramal saleh di antaranya dengan
salat dua rakaat di waktu duha. maka dia
mensyukuri ee nikmat sendi-sendinya yang
nyaman.
Jadi ee
kita harus renungkan nikmat-nikmat
tersebut. Saya pernah cerita ada seorang
dia sedih berkeluh kesah. Maka gurunya
datang kepada dia disuruh bawa dua
kertas. Coba kau tulis kesengsaraan yang
kau rasakan. Satu kertas yang satu
kertas tulis kenikmatan yang kau
rasakan. Maka dia berusaha menulis
kesengsaraan dia rasakan. Satu ini, dua
ini, tiga, mungkin 10 taruhlah. Tapi
ketika dia mulai mengisi kertas tentang
kenikmatan yang dia rasakan, tidak akan
selesai. Terlalu banyak.
Dalam tubuh aja nikmat bisa melihat,
bisa mendengar, bisa ini, bisa ini, bisa
bernapas. Kita gak bisa merasakan nikmat
bernapas kecuali ketika COVID ternyata
saturasi oksigen turun tuh menyiksa.
Kita selama ini mencium terkadang
mencium tidak enak, kita marah-marah
padahal itu nikmat.
Ketika COVID enggak bisa mencium baru
tahu ternyata mencium itu apa? Adalah
anugerah. Ada orang kehilangan apa?
Penciuman.
Subhanallah. Ini nikmat banyak. Cuma
kita enggak rasain ya. Setiap hari Allah
kasih oksigen gratis. Mudah sekali kita
kalau waktu musim COVID cari oksigen
mahal. Rebut-rebutan orang oksigen
ya. Ya. Jadi kita kenali nikmat tersebut
ya. Nikmat banyak sekali. Kita mudah
tidur. Mau tidur tinggal taruh kepala
tidur.
Ada pejabat jam .00 malam masih diskusi,
jam 3 malam baru ambil keputusan. Jam
.00 keputusannya dibatalin.
Ribut enggak? Gampang. Nikmat luar
biasa. Jadi kenali nikmat-nikmat
tersebut. Ini langkah pertama agar hati
kita bisa bersyukur. Kenali nikmat dan
tidak akan pernah selesai. Dan Allah
telah mengatakan demikian.
Kalau kalian hitung-hitung nikmat Allah,
kalian tidak akan bisa hitung.
Innal insana ladumun kafar. Namun
manusia suka zalim
ya, tidak mensyukuri. Kafar,
mengingkari. Mengingkari. Ini nikmat
yang kita rasakan. Belum nikmat di masa
kecil kita. Banyak nikmat yang Allah
berikan yang tidak kita ingat, yang kita
telah lupakan.
Ya, oleh karenanya ini tahap pertama
agar kita bersyukur mengenal
nikmat-nikmat tersebut. Yang kedua, di
antara bentuk bersyukur yaitu mengakui
seluruh nikmat tersebut dari Allah
Subhanahu wa taala. Bahwasanya nikmat
tersebut datang memang saya melakukan
usaha tapi yang menentukan keputusan
saya dapat nikmat tersebut Allah
Subhanahu wa taala. Wama bikum min
nikmatin faminallah. Nikmat apa saja
yang kalian rasakan dari Allah, Allah
bisa cabut sewaktu-waktu. Meskipun tidak
kau tidak melakukan sebab, tiba-tiba
Allah cabut bisa. Ya, nikmat-nikmat
tersebut murni dari Allah Subhanahu wa
taala. W bikum min nikmatin faminallah.
Nikmat apa saja? Dapat hidayah, nikmat
bisa ngaji, nikmat bisa makan enak. Ya,
banyak orang sudah tidak bisa makan. Ada
disebutkan ada orang cari uang, kerja
keras, banting tulang, begadang. Kata
dia, "Saya kaya nanti saya mau makan
enak." Begitu dia kaya, dia kena
penyakit gak bisa makan enak. Akhirnya
makan ini enggak boleh, makan itu enggak
boleh. Padahal habis waktunya untuk cari
uang supaya makan enak. Ketika sudah
kaya kena penyakit karena kurang tidur,
karena kurang ini, kurang anu.
Jadi semua nikmat dari Allah kita
renungkan sekarang. Nikmat apa ya? Saya
bisa ngaji Allah yang kasih hidayah.
Saya bisa bangun pagi Allah yang kasih
hidayah. Banyak orang tidur enggak bisa
bangun lagi. Ya saya bisa melangkahkan
sini. Siapa yang gerakkan hatiku? Allah
Subhanahu wa taala.
Bahkan kalau pengajian saya tidur pun
nikmat dari Allah Subhanahu wa taala.
Ada orang enggak bisa tidur.
Nikmat ya semua dari Allah Subhanahu wa
taala. Gak ada nikmat dari kita sendiri.
Enggak ada. Kita ini siapa sih? Kita ini
siapa?
Ya. Kapan kita merasa nikmat karena
usaha kita, itulah ujub. Itulah namanya
apa? Ujub. merasa berpartner dengan
Allah dalam menghasilkan suatu
keberhasilan. Itu namanya ujub. Ujub itu
makanya ujub dikatakan syirik dari sisi
syirktianah.
Sementara kita setiap salat kita
mengatakan waaka nastain. Hanya kepada
Engkaulah kami mohon pertolongan. Yaitu
hanya dengan engkaulah kami bisa
berhasil. Adapun ketika seorang merasa
karena saya bisa berhasil dia telah
berbuat syirik. J dia merasa
keberhasilan tersebut adalah kerja sama
antara Allah dengan dengan Dia.
Maka ini berbahaya ya.
Oleh karenanya kita harus tahu semua
nikmat dari Allah.
Di antaranya kita mengucapkan
alhamdulillah atas segala kenikmatan.
Ini yang kedua.
Yang ketiga, Ibu-ibu dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Ketika kita dapat
nikmat, kita enggak boleh merasa saya
memang berhak dan pantas. Itu enggak
boleh.
Kapan kita merasa kita berhak dan
pantas, kita enggak bersyukur. Karena
bilang, "Ya, seakan-akan
saya kerja ya Allah harus kasih gaji.
Gampangannya demikian. Memang benar
Allah menjanjikan pahala dunia dan
akhirat. Tapi tidak boleh seorang merasa
pantas. Apa kepantasanmu? Apa yang kau
sudah lakukan? Allah tidak butuh engkau.
In ahsantum ahsantum lifus. Berbuat
untuk dirimu.
Mantaptada fainnama yahtadi linafsih.
Waman fainnama yadillu alaiha. Siapa
yang dapat hidayah untuk dia bukan untuk
Allah subhanahu wa taala.
In taskuru fainnallah ghaniun ankum. Ya
in syakartum ya apa namanya? Eh siapa
yang bersyukur untuk dia sendirian.
Faman yaskur fainnama yaskur nafsih.
Siapa yang bersyukur dia untuk dirinya
sendiri.
Jadi jangan pernah merasa bahwasanya
saya karena ibadah saya kayak saya
pantas gak ada gak ada. Apa yang apa
yang buat masuk ibadah kayak gitu juga.
Salat masih pikiran ke mana-mana ya
tidak khusyuk. Puasa katanya jaga
pandangan ternyata masih nonton medsos.
Apa
yang mau ibadah mau kita
mau kita andalkan? Baca Quran juga
pikiran ke mana-mana tidak fokus artinya
enggak ngerti apalagi tafsirnya. Terus
apa yang mau kita andalkan?
Sedekah saja masih mau cerita-ceritain
sedekah kita.
Dakwah saja terkadang merasa bangga
dengan dakwahnya.
Masih apa yang mau kita banggakan? Jadi
kapan kita merasa saya memang pantas
dapat nikmat tersebut? Yaah ini
mengurangi kesyukuran.
Syukur itu kita merasa nikmat murni dari
Allah. Saya sebenarnya tidak pantas tapi
Allah maha baik Allah berikan kepada
saya.
Kalau kita hanya pantas karena saya
pintar, karena saya rajin. Orang lebih
pintar banyak daripada kita.
sekarang. Subhanallah. Dengar cerita
kemarin teman saya ini cerita aja teman
saya dia buka cari supir
di Depok. Dia orang Depok buka
apa namanya? Ee lamaran. Yang ngelamar
apa? Ada yang S2, ada yang S3.
Subhanallah.
Cuma gaji berapa? Gaji R juta paling.
Jadi orang pintar-pintar belum tentu ya
membuat dia menjadi kaya raya. Belum
tentu banyak pengalaman juga belum tentu
menjadikan kaya raja. Ada orang
pengalamannya banyak, pengalaman jadi
anak buah terus tidak pernah jadi
pengalaman jadi bos. Jadi kapan kita
merasa saya pantas? Ah itu itu berarti
kita kurang syukur.
Ya kadang orang membagi, "Oh, ini memang
saya tidak pantas." "Oh, ini kalau
memang saya pantas." Ah, itu sudah itu
dia sudah mengurangi syukurnya. Dia
harus merasa dalam segala nikmat yang
dia dapatkan, dia tidak pantas murni
kebaikan Allah Subhanahu wa taala. baru
hatinya menjadi hati yang bersyukur.
Yang ketiga.
Yang keempat supaya pandai bersyukur.
Sering lihat ke bawah hati agar
bersyukur. Itu yang Rasulullah
mengatakan,
"La tanuru ila man fauqakum walakinuru
ila man asfala minkum fainnahu ajdaru
alla tasdaru nikmatallahi alaikum."
Jangan lihat ke atas, sering lihat ke
bawah. Dia lihat mobil mewah, rumah
mewah, lihat ke bawah banyak orang gak
punya tempat tinggal, banyak orang
lebih sakit, banyak orang lebih susah.
Kita kalau jalan di rumah-rumah petak
kasihan rumah kecil. Jadi saya lewat di
di daerah Jakarta sekitar Jakarta ada
rumah. Rumah ini kos-kosan mahasiswa
dulu. Mereka masih mahasiswa kecil.
Kata kawan saya, "Ustaz, ini sekarang
jadi rumah keluarga."
Jadi kecil karena enggak dia nikah situ
anaknya akhirnya satu kamar itu buat
istrinya, anaknya dulunya dibuat dia
sendiri. Subhanallah tinggal seperti
itu.
Kasihan ya. Artinya banyak orang yang
susah itu masih dia bisa masih ngekos.
Banyak orang tidak bisa ngekos. Numpang
di keluarga sini, numpang keluarga sana.
Mau lihat ke bawah bya susah. Ini musim
hujan saya lewat naik mobil lihat orang
jual gorengan ngelamun
hujan keras enggak ada yang beli.
Maksudnya lihatlah dibangun banyak orang
susah. Dengan gitu kita jadi bersyukur.
Makanya
kalau istri susah bersyukur ajak ke
orang-orang susah ya. Jangan bawa ke
rumah orang kaya nanti dia apa namanya
lupa diri bahwasannya suaminya miskin.
dia lupa di bawa kalau orang miskin
sehingga dia tahu diri.
Anak-anak juga demikian bawa anak-anak
kecil yang kerja-kerja, anak kecil yang
susah, yang ngais-ngais makanan di
sampah-sampah
dan itu masih ada, masih kelihatan.
Lihat ke bawah agar hati ini pandai
bersyukur. Jika empat perkara ini kita
lakukan, maka hendaknya kita ber
bersyukur.
Dan yang terbaik adalah sebagaimana
contoh para nabi, mereka mensyukuri
segala hal. Seperti Allah berfirman
tentang Nabi Ibrahim Alaih Salam,
"Syakiron lianumih." Senantiasa
bersyukur atas segala nikmat-nikmat yang
Allah berikan kepadanya. Kata Asyaukani,
anum, anum adalah wazan af'ul untuk
jam'ul qillah, yaitu untuk jamak yang
sedikit yang kurang dari 10. Isyarat
bahwasanya Ibrahim Alaih Salam tidak
hanya mensyukuri nikmat-nikmat yang
besar, bahkan nikmat-nikmat kecil pun
dia syukuri.
Demikian Nabi Nuh Alaih Salam Allah
mengatakan, "Innahu kana abadan
syakura." Sesungguhnya adalah hamba yang
pandai bersyukur, selalu bersyukur.
Syakur sifat mubalagah. Sigah mubalagah
lismil fa'il
abdan syakurah hamba yang senantiasa
bersyukur disebut dalam ahli tafsir di
dalam tafsir bahwasanya Nuh alaih salam
kalau pakai sendal dia mengatakan segala
puji bagi Allah seandainya Allah tidak
memberikan saya sendal saya tidak bisa
berjalan pakai sendal kalau dia pakai
baju dia muji Allah alhamdulillah yang
telah memberikan saya baju kalau Allah
tidak berkehendak kalau berkehendak saya
tidak bisa pakai baju alhamdulillah saya
makan kalau kalau tidak berkehendak
kalau Allah berkehendak mungkin saya
tidak bisa tidak bisa makan kan.
Sehingga mereka para nabi mensyukuri
nikmat-nikmat yang kecil-kecil.
Ya, datang sebagai riwayat tentang sifat
Nabi sallallahu alaihi wasallam juga
melihatnya lemah dalam Syamail
Muhammadiyah. Rasul sahu alaihi wasallam
tidak melihat kepada nikmah tapi kepada
almun'im kepada sang pemberi nikmat
tersebut. Ini dari Allah Subhanahu wa
taala.
Oleh karenanya
kalau ingin bahagia
ya meraih bahagia dunia, jadilah orang
yang pandai bersyukur. Dan sudah kita
tahu bahwasanya siapa yang yang bahagia.
Orang bahagia itu orang qanaah. Orang
qanaah itu orang yang bersyukur.
Kapan kita mencapai derajat qanaah
berarti kita bersyukur. Makanya saya
nukil dalam buku saya yang baru ee
insyaallah sebentar lagi terbit ee apa
namanya? tentang syarah bait-bait
Khairin Nisa ya, kajian yang ditranskrip
di antaranya
tentang cerita sejarah ee Syekh Muhammad
Alamin Shinqiti rahimahullahu taala yang
dia datang dari Mauretania, negara yang
miskin. Kemudian dia tinggal di Arab
Saudi dan dia punya modal, ditanya modal
Anda apa? Ya, saya kata qanaah.
Punya modal apa? Qanaah.
sehingga beliau orang yang saling sangat
zuhud. Semua apa yang dia kalau ada
diberikan oleh pemerintah Arab Saudi dia
bagi-bagikan kepada murid-muridnya.
Ya, bahkan ketika dia cetak buku ada
hasilnya dia bagikan kepada
murid-muridnya.
Dia tidak pernah mikirin dunia. Kenapa
dia punya modal? Ketika dia datang dari
Maania dari Shinqit sampai ke Arab Saudi
satu qanaah yang dibilang kanzun la
yafna. Yaitu harta yang tidak pernah
sirna. yaitu qanaah.
Bagaimana orang bisa qanaah? Ketika dia
bersyukur kepada Allah Subhanahu wa
taala.
Makanya di antara hamba yang terbaik
waqonallahu bima a. Allah menjadikan dia
qanaah dengan apa yang Allah berikan
kepadanya.
Maka inilah sebab kebahagiaan
dunia apalagi terlebih di akhirat ya.
Karena kita qonah ituak bukan bukan
berarti kita enggak dapat apa-apa dari
Allah. Dapat di akhirat.
Kita qanaah ngelihat ke bawah, kita
bersyukur mensyukuri nikmat Allah ya
kita dapat pahala di akhirat dan pahala
bersyukur pahalanya besar.
Oleh karenanya
latih diri kita untuk bersyukur dengan
hati. Ini yang paling utama bersyukur
dengan hati. Jangan ngomong dengan lisan
saya bersyukur bersyukur tapi hati ini
enggak enggak bersyukur, enggak qanaah
ya.
Yang pertama qolban syakran. Yang kedua
lisanan zakiran. Lisanan zakiran itu
lisan yang suka berzikir. Dan ini karena
pertanyaan para sahabat ya. Ayyu natak.
Ya Rasulullah harta apa yang kami ambil
kami simpan. Maka ini harus dijaga. Hati
yang pandai bersyukurnya harus dijaga.
Jangan dirusak.
Di antara yang merusak hati ini sehingga
tidak jadi bersyukur terlalu lihat ke
atas salah pergaulan. Lihat ke sana ke
mari.
Ya, terlalu melihat banyak kemewahan,
terlalu melihat banyak kesenangan
sehingga tidak menjadi hati yang
bersyukur. Tadinya bersyukur jadi
berubah. Jadi berubah ya.
Salah berteman temannya selalu
pamer-pamer kesenangannya
ya. Salah berteman selalu update status.
Jalan-jalan ke luar negeri sama suami
update status dia lihat, "Aduh, saya
kapan ke luar negeri?"
Ya,
cuma ke paling banter cuma ke Jakarta,
ke Bandung, ke Tegal.
Kapan saya pergi ke Paris?
Ya,
cuma Paris Jalan Parang Tritis.
Jadi pikiran sudah mana-mana
ya
salah pergaulan dengan orang yang suka
update status. temannya baru beli mobil
baru di-update status, lalu beli tas
baru update status, dia ngelihat terus
itu teman seperti itu blokir aja
karena merubah merusak kenyamanan hati.
Kita sudah bahagia jadi enggak nyaman
jadi enggak bahagia. Benar. Ini paling
mudah merusak
karena kita melihat yang tidak-tid.
Nabi saja kata Allah w tamika
bihi azwaj minhumun
kata Allah wahai Rasulullah janganlah
kau panjangkan matamu untuk melihat
sekelompok orang yang kami berikan
nikmat-nikmat
zahratal hayati dunya keindahan
kehidupan dunia linaftinahum fi itu
sebagai fitnah warizbika khairu abq dan
rezeki rabmu lebih baik dan lebih kekal
yaitu amal saleh, bersyukur.
Ya, kita ini harus masalahnya kalau
sudah melihat ke sana kemari ketemu
teman ngomongnya duniawi terus akhirnya
kita kebawa. Saya pernah umrah sama
seorang
saya ngobrol sama dia, bilang, "Ustaz,
aduh istri saya kemarin main di
tetangga. Tetangga baru beli kulkas
baru. Pulang-pulang dia bilang, "Bi,
beli kulkas baru dong."
Kenapa? tetangganya baru. Padahal
kulkasnya masih bagus, cuma karena
tetangganya beli kulkas baru, dia
kepengin lagi punya kulkas baru.
Untung lihat kulkas enggak seberapa.
Cobaat teman beli mobil baru, Bi. Ganti
dong mobilnya.
Teman tetangga beli mobil apa? Baru.
Apalagi mau diganti
nanti teman beli bikin rumah baru, rumah
baru lagi. Ganti dong, Bi. Rumah
istri juga diganti ya.
istri baru.
Jadi, jadi ketika kita mengambil harta
ini, kita jaga jaga kita simpan
baik-baik. Jangan kita rusak kenyamanan
hati kita yang pandai bersyukur. Jangan
kita rusak. Kapan kita hati kita mulai
tidak-tidak mulai pengin ini pengin itu,
kita patahin. Ingat akhirat, ingat
kematian, ingat sebentar lagi kita mati,
mikir-mikir dunia terus.
Sementara modal ketemu Allah masih
sangat minim.
Apakah kita rida kalau kita mati
sekarang ketemu Allah? Tentu kita belum
rida. Amal saleh kita masih kurang.
Banyak proyek akhirat kita belum
selesai.
Banyak maksiat yang belum kita bertobat
darinya.
Maka kalau sudah mikir pengin ini pengin
anu, pengin ini pengin sudah ya ingat
ingat kematian
agar hati kita jadi pandai bersyukur.
Yang kedua lisanan zakiran yaitu lisan
yang senantiasa berzikir dan itu
mendatangkan kebahagiaan
karena Allah berfirman, "Ala
bidikrillahi tatmainul qulub alladina
amanutmainulubikrillah."
Orang-orang yang beriman dan tenang hati
mereka dengan mengingat Allah. Ala
bidikrillahi tatmainnul qulub.
Ketahuilah dengan mengingat Allah hati
menjadi tentram.
Dan zikrullah.
Zikrullah
zikir yang makruf yang seperti kita
sering baca subhanallah walhamdulillah
walailahallahu akbar. Dan juga di antara
zikrullah ada tafaqu fiddin.
Belajar agama berzikir tentang
hukum-hukum Allah. Yaitu mengingat
hukum-hukum Allah.
Di antaranya melihat tentang
ayatullah alkauniyah tentang alam. Kita
pikir bagaimana luarnya biasanya Allah
Subhanahu wa taala hebatnya menciptakan
ini. Semua ini termasuk zikrullah ya. Di
antaranya zikir yang biasa kita baca ya.
Dan Ibnu Taimiyah menyebutkan jika
seorang melakukan zikir-zikir yang
rutinitas
maka niscaya dia termasuk dari dzakirin
Allah katsir orang-orang yang banyak
mengingat Allah wadzakirat dan wanita
yang banyak mengingat Allah itu zikir
apa dia sehabis salat zikir setelah
salat jangan tinggalkan pagi-pagi zikir
pagi sore zikir apa petang zikir
keseharian yaitu masuk rumah keluar
rumah doanya jangan lupa ee bersafar
pulang dari safar naik kendaraan
Masuk WC, keluar WC, masuk masjid,
keluar masjid, ya. Maka dia jangan
lupakan zikir-zikir tersebut. Siapa yang
ee apa namanya? Senantiasa menjaga
zikir-zikir kesehariannya,
ya, maka dia termasuk orang yang banyak
mengingat Allah Subhanahu wa taala.
Setelah itu dia tambah misalnya
rutinitas baca Quran setiap hari sekian,
ya.
Apalagi kalau dia tambah salat malam,
maka senantiasa lisan berzikir.
Kita ini kenapa kurang berzikir? Terlalu
banyak kita ngomongin dunia ya.
Ngomongin dunia, ngomongin berita
medsos, ngomongngomong lagi, ngomong
lagi, ngomong lagi, ngomong lagi. Kapan
kita baca subhanallah, walhamdulillah,
walailahaillallah, wallahu akbar?
Jarang. Karena kita sibuk zikir dunia.
Zikir dunia. Makanya dikatakan oleh
sebagian salaf zikru Allah dawa wikrun
nasda. Mengingat Allah adalah obat dan
mengingat manusia adalah penyakit.
Semakin sering kita ingat manusia
semakin banyak penyakit hati kita ini.
Ngomongin si fulan, si fulan, si fulan.
Ya terkadang kita harus ngomong tapi ada
batasannya. Ada batasannya. Jika tidak
semua yang berlebihan akan menimbulkan
penyakit. Maka ibu-ibu dirahmati Allah
Subhanahu wa taala
harus memaksakan diri punya jadwal
harian. Harus. Saya tahu ibu sibuk. Saya
tahu ibu sibuk. Ya boleh kalau punya
anak-anak kecil pasti sibuk ngurus anak.
Satu baru dinetn sudah menangis. Satu
digendong satunya nangis lagi. Ya repot
ya. Apalagi anaknya banyak ya. Anaknya
banyak ya.
Saya kemarin ketemu kawan Subhanallah
anaknya 11. Yang paling besar baru umur
10 tahun.
Kumpul satu ribut sana sana. Ini lapor
sini lapor sana berantem sana berantem
sini. Wah ini
berat ya.
Tapi dia bisa jalani kehidupannya.
Maksud saya
meskipun ibu sibuk maka jangan lupa
untuk berzikir kepada Allah Subhanahu wa
taala. Sisihkan waktu ada jadwal untuk
baca Quran. Harus ada. Kalau enggak kita
jadwalkan, kita akan terbawa waktu kita
habis. Jadi, 24 jam itu seakan-akan
kurang. Padahal sebenarnya ada. Kalau
kita sengajakan kita akan bisa dan yang
lain akan menyesuaikan. Yang lain akan
menyesuaikan. Kita sesibuk apapun kalau
kita punya jadwal ngaji seperti ini,
kita punya jadwal baca Quran, kita punya
jadwal zikir pagi petang, insyaallah
yang lain menyesuaikan. Tapi kalau kita
mulai melupakan-melupakan, akhirnya
seakan-akan kita enggak punya waktu.
Padahal kita punya waktu, tapi kalau
kita sengajakan untuk Allah, nanti yang
lain menyesuaikan. Yang lain
menyesuaikan. Pokoknya harus kita
jadwalin. Saya punya waktu untuk baca
Quran, untuk zikir, untuk ngaji, untuk
baca tafsir, itu semua bentuk zikir.
Makanya Allah menamakan tentang ilmu
agama dengan zikrullah. Seperti firman
Allah Subhanahu wa taala eh nudi lati
yaumil jumati fasikrillahi wulai. Jika
telah dikumandangkan azan azan kedua
hari Jumat yaitu azan yang mau salat
fasikrillah maka bersegeralah menuju
zikrullah. Zikrullah maksudnya khotbah
untuk mendengar khotbah dan khotbah
isinya materi. Allah menamakan khotbah
aljumah dengan zikrullah.
Demikian juga firman Allah Subhanahu wa
taala, "Fasalu ahlikri inumun."
Bertanyalah kepada ahl kalian tidak
mengetahui. Ahlul zikir sini maksudnya
ahlul ilm. Jadi kalau kita belajar
ilmu agama, tafsir kek, fikih kek, apa
kita mengingat Allah subhanahu wa taala.
Itu di antara zikir yang penting juga.
Sangat penting. Makanya Rasulullah
bersabda, "Adunya mal'unatun wa mal'unun
ma fiha
illa zikrullah wa mawalah wa alimun wa
mutaalimun." Sesungguhnya dunia ini
terlaknat dan semua di atas dunia semua
juga terlaknat kecuali zikir kepada
Allah mengingat Allah. Wama wala dan apa
yang dicintai oleh Allah. Wa alimun
orang yang berilmu wa mutaalimun orang
yang belajar. Maka seorang jangan keluar
dari dua ini. Alimun muta'alimun.
Belajar mengajar atau bela belajar.
Karena belajar dan mengajar termasuk
dari zikrullah. Zikrullah. Jadi semua
bentuk zikir kepada Allah kita ingat.
Alhamdulillah hati kita kalau mikir
akhirat itu namanya ingat Allah
subhanahu wa taala. Orientasi kita
akhirat itu namanya ingat Allah. Apapun
kegiatan ingat Allah. Ini ada manfaatnya
di akhirat enggak. Itu namanya
zikrullah. Karena mengingat akhirat
adalah bentuk dari mengingat pertemuan
kita dengan Allah Subhanahu wa taala.
Sering hati kita fokus untuk ingat
akhirat.
Yang berikutnya
yang paling penting buat ibu-ibu
yaitu wamroatan zaujatan shihatan
tuinuhu ala amril akhirah.
Yaitu zaujatan istri yang harus dijaga
istri yang membantunya dalam urusan
akhirat. Istri yang membantu dalam
urusan akhirat. Tadi dalam riwayat yang
lain wujatan laghian
nafsiha wali yaitu wanita yang tidak
berkhianat terkait dengan dirinya dan
juga hartanya itu amanah. Wanita yang
amanah. Ini kalau punya istri seperti
ini, jaga baik-baik. Jaga baik-baik ya.
Syukuri ya punya istri seperti ini
membantu kita untuk ingat akhirat. Bukan
istri yang mikirin buat kita mikir dunia
mulu. Ini istri kurang ajar seperti ini.
Bikin suami mikir dunia mulu loh sampai
suami enggak sempat ibadah karena dia
banyak tuntutan sehingga suaminya harus
begini, harus begini, harus begitu,
harus begini. Terus enggak sempat ingat
akhirat. Istri yang indah adalah istri
yang bangunkan suaminya untuk salat
malam. Itu istri luar biasa. Kalau punya
istri seperti ini, bersyukur sangat
bersyukur kepada Allah. Jam 0.30 dia
bangunkan suaminya. Mas, jangan lupa
salat malam.
Enak enggak seperti itu, Ibu-ibu? Ada
yang begitu enggak?
Insyaallah besok mulai. Besok insyaallah
bangunkan.
Mas, hari ini kita belum baca Quran,
Mas. Masyaallah, enak nikmat, Mas. Kamu
kok lihat medsos terus? Apa enggak takut
sama Allah lihat akhwat terbuka aurat?
Kan Mas nonton apa sih, Mas? Nonton.
Saya aja, Mas. Jangan nonton itu, Mas.
Kan bisa. Masyaallah nikmat.
Mas ingat mata tundukan, Mas. Jangan
jelalatan, Mas. Meripat-meripat.
Nikmat punya istri apa ingat ini. Bukan,
Mas. Kita ke mall, Mas. Ini ada ini
baru, ini baru, ada produk baru lagi.
Diskon, Mas. Diskon. Masyaallah.
Apa yang apa sing diskon? Opone rumah
diskon. Rumah diskon. diskon
mahal tahu enggak ya?
Jadi mikirin dunia mulu. Masyaallah ya.
Makanya ketika Nabi entah apa yang
terjadi, Nabi menceraikan Hafsah
maka Jibril datang negur Nabi. Innaha
zaujatuka fid dunya wal akhirah. Innaha
qawamah.
Jangan dilepas wanita seperti ini. Dia
istrimu di akhirat dan dia wanita yang
senantiasa puasa sunah dan senantiasa
salat salat malam. Rasulullah kembali.
Ini wanita seperti dijaga tidak dilepas.
Yang ngingatkan suaminya untuk akhirat.
Membantu suaminya untuk apa? Akhirat.
Bantu suaminya. Mas, kau belum kasih
uang sama ibu, Mas. Kau belum kasih
bantu kakak adik kalau punya duit.
Ini luar biasa. Tetangga, Mas. Kasihan,
Mas. Ini ada gin kesempatan bersedekah
ya, Mas. Kok belum salat sunah, Mas?
Masyaallah senang
ya kita senang ditegur oleh is istri.
Kemarin istri bilang,
"Abi, boleh enggak saya kasih masukan?"
Subhanallah. Apalagi masukan ini?
J kita enggak ada masalah. Maksudnya di
ingin istri kita menasihati kita,
mengingatkan kita. Ya. Ya. Meskipun
terkadang menyampaikannya mungkin tidak
enak didengar, tapi kalau kita kontennya
baik, kita terima. Ya, tentu istri yang
salehah menyampaikan dengan baik-baik,
dengan penuh penghormatan,
ee dengan penuh apa penghormatan kepada
suami, maka dia utarakan dengan cara
yang yang baik.
Karenanya ketika suami istri bekerja
sama dalam ketaatan, maka ini yang
diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala.
Sebagaimana hadis yang masyur sering
kita bacakan rahimullah q minallail
fasalla wa aq ahlahu fasallat fain abat
nadha fi wajhal ma. Semoga Allah
merahmati seorang laki yang dia bangun
malam kemudian dia salat malam kemudian
dia bangunkan istrinya kemudian istrinya
salat malam. Kalau istrinya enggan maka
dia percikan air di wajah istrinya.
Warahimallahumatan
qat minalili fasallat. Semoga merahmati
seorang wanita yang dia bangun malam
kemudian dia salat malam. Waqat
zaujaha kemudian dia bangunkan suaminya.
Fain aba. Kalau suaminya enggak mau
bangun fi wajhi alma maka dia percikan
air di wajah suaminya. Dalam sebuah
riwayat kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam sh jamaniba
minadakirinallahirakirat.
Kalau keduanya salat malam bareng, maka
keduanya dicatat sebagai lelaki yang
banyak mengingat Allah dan wanita yang
banyak mengingat Allah subhanahu wa
taala. Wanita yang salehah, wanita yang
mengurangi beban dunia untuk suaminya,
tapi dia membantu suaminya untuk
akhirat. Jangan terlalu banyak
permintaan sama suami. Suami kalau
dibebani dengan keinginan ini, keinginan
anu, keinginan ini, keinginan anu,
suaminya jadi pikir dunia terus. Ya,
Mas. Ini lagi kapan kita jalan-jalan ke
sana, Mas? Mas, kapan kita ke luar kota,
Mas? Mas, ada mall baru buka. Kapan kita
ke mall baru, Mas? Mas, teman-teman
semua sudah ke sana. Kapan kita ke sana?
Yang dia pikir dunia, dunia, dunia,
dunia.
Sehingga suaminya pun tadinya mikir
akhirat jadi mikir apa? Dunia.
Istri yang salehah membantu suami ingat
akhirat. Sudahlah, Mas. Enggak usah beli
macam-macam. Kita ini aja hisabnya sudah
susah, Mas. Masyaallah. Kapan ada istri
bilang begitu,
Mas? Enggak usah beli mobil baru, Mas.
Hisapnya ini sudah susah, Mas. Sudah ini
aja mobilnya. Ah, luar biasa kalau
begitu. Beneran ini?
Beneran? Masyaallah.
Senang kalau punya istri seperti itu.
Gaklah. Selalu membantu suami dalam
urusan apa? Akhirat. Suaminya mau
dakwah, mau bantu dakwah, dia sponsori,
semangatin. Maka jika seorang suami
mendapat is salehah, maka dia telah
mendapatkan kenikmatan dunia yang
terbaik. Dan benar kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, adunya mata. Dunia
adalah mata. Mata adalah barang yang
dipakai kemudian selesai. Yaitu
kenikmatan yang expired. Kalau bahasa
kita, semua kenikmatan dunia mata.
Kenapa? Karena akan expired. Yang tidak
mata cuma kenikmatan akhirat. Karena
tidak akan tidak ada expired-nya, abadi.
Maka Rasulullah mengatakan, "Adunya
mataha." Seluruh kenikmatan dunia itu
ada expire-nya.
Mau mobil, mau rumah, mau perempuan,
mau apapun akan ada expired-nya. Dan
sebaik-baik kenikmatan yang expired
adalah istri salehah. Itu punang akan
expired. Dia akan meninggal atau kita
akan meninggal terlebih dahulu. Kata
sebagian ulama berarti kebalikannya
seburuk-buruk
kenikmatan dunia adalah istri yang
kurang ajar.
Jadi kalau punya istri salehah
seakan-akan ada surga di rumah. Tapi
kalau istri yang kurang ajar seakan-akan
ada pintu neraka di rumah. Itu pintu
neraka kita bawa ke kamar. Tiap kali
ngomel, enggak bersyukur, ngingatin
dunia, banyak tuntutan hidup ini. Maunya
ke salon mahal, maunya jalan-jalan aja
ngabisin duit, tidak pernah berterima
kasih kepada suami, tidak menghormati
keluarga suami, enggak ngurus anak-anak
yang diurusin teman-temannya. Lihat HP
melulu, punya akun sampai 10. Instagram
akunnya tiga, Facebook dua, YouTube ada
dua. Akunnya banyak, akun palsunya
banyak. langganan akun Instagram tas
baru, langganan kosmetik, langganan
macam-macam grupnya grup ini, grup anu,
grup ini. Otaknya dunia semua otaknya
dunia.
Ini adalah neraka. Neraka dunia. Kalau
seorang suami punya istri seperti ini,
aduh kasihan suami tersebut. Dia akan
kebawa P. Kalau dia cinta sama istrinya
berlebihan, sudah dia akan kebawa.
Kasihan. Jadilah istri yang bukan
membantu suaminya untuk akhirat, tapi
istri yang membantu suaminya untuk ke
neraka jahanam.
Sibuk mikirin dunia, akan dia tinggalkan
dunia tersebut.
Tapi harta yang terbaik yang harus kita
jaga adalah istri yang mengingatkan
kepada akhirat. Semoga ibu-ibu sekalian
bisa menjadi wanita yang selalu ingat
akhirat. Amin. Mengingatkan suami kepada
akhirat. Qanaah dengan apa yang Allah
berikan. Ya, meringankan beban kehidupan
suami. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, aksarunisai barokatan
aisaruhunah.
Wanita yang paling banyak keberkahannya,
yang paling ringan biayanya. Meskipun
hadis ini terkait dengan mahar, tapi seb
ulama mengumumkan sebagaimana mahar dia
tidak merepotkan suaminya. Dalam
kehidupan keseharian pun dia tidak
mendapatkan suaminya. Maintenance-nya
sedikit.
Sebagian wanita mau nikah dengan saya
harus R0 juta per bulan.
Ada yang begitu? Ada. Teman saya enggak
jadi maju tuh. Maju. Berapa? Dia minta
40 juta per bulan. Ada yang R juta, R
juta. Salah pergaulan kalau begini ya.
Yang yang wanita salehah itu yang tidak
membani apa? Suaminya. Karena orientasi
apa? Akhirat. Segala keputusannya
dibangun di atas orientasi akhirat.
Demikian saja ibu-ibu yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala yang saya
sampaikan. Semoga ee kita semua bisa
memiliki harta yang indah ini. QBAN
syakiran, hati yang senantiasa
bersyukur. Lisanan zakiran, lisan yang
pandai bersyukur. Dan kalau wanita,
suami yang selalu ingatkan akhirat.
Kalau lelaki, istri yang selalu ingatkan
apa? Akhirat. Wallahu taala alam bawab.
Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:18:48 UTC
Categories
Manage