Transcript
UVgfpxmXAuo • Harta Simpanan Terbaik - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2504_UVgfpxmXAuo.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufiqihianih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala. Pada kesempatan kali ini kita akan bahas suatu hadis yang diriwayatkan dari Tsuban radhiallahu anhu. Beliau berkata, "Lamma nazala fil fidoti wadzahabi ma nazal." Ketika turun firman Allah terkait dengan alfidah yaitu perak dan azzahab yaitu emas. Q. Maka para sahabat berkata faayyul mali natakhit. Maka harta apa yang kita ambil ya Rasulullah? Atau harta apa yang kita ambil? Para sahabat berdiskusi. Qala Umar. Umar berkata, "Ana a'lamu dalalika lakum." Aku akan mengetahui jawabannya untuk kalian. Qala fa ala ba'irin faadrakahu. Maka Umar pun memacu untanya. Maka dia pun menyusuli Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wa ana firih. Dan aku menyusulnya, kata Tsuban, menyusul Umar bin Khattab radhiallahu taala anhu. Yaitu Tsuban ingin mendengar apa yang akan dijawab oleh Nabi kepada Umar. Karena Umar mengatakan, "Aku akan tahu jawabannya. Harta apa yang hendaknya kita simpan." Maka Umar berkata, "Ya Rasulullah, ayyul mali natakit." Ya Rasulullah, harta apa yang kita simpan, ya Rasulullah, atau yang kita miliki? Qala kata Rasul sahu al wasallam, "Liyattakid ahadukum qolban syakiron." Hendaknya salah seorang dari kalian menyimpan qolban syakiran hati yang senantiasa bersyukur. Walisan zakiran lisan yang senantiasa berzikir. Wujatan tuinuhu ala amril akhirah. Dan istri yang membantunya untuk urusan akhirat. Hadis riwayat al Imam Ahmad dan Ibnu Majah. Dan inilah hadis yang sahih. Hadis ini juga datang dikuatkan dengan hadis-hadis yang lain dengan ya meskipun sanadnya lemah tapi saling menguatkan. Seperti hadis riwayat Ibnu Abbas radhiallahu taala anhuma. Beliau berkata anna rasul sahu alaihi wasallam q Rasul sahu alaihi wasallam bersabda arbaun manahunna faqya khair dunia wal akhirah. Empat perkara. Siapa yang telah dianugerahi kepadanya empat perkara ini, maka dia telah dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu dunia dan akhirat yang terbaik. Apa empat perak tersebut? Qban syakiran, hati yang senantiasa bersyukur. Walisanan zakakiran, lisan senantiasa berzikir. Wabadanan wabadanan alal balai shobiran. Yaitu tubuh yang sabar ketika terkena musibah. Wa zaujatan la tabagihian fi nafsiha wala malihi. Yaitu wanita yang tidak berkhianat terkait dengan dirinya maupun terkait dengan hartanya. Ee demikian juga ee yang semakna dengan hadis ini, hadis yang masyhur kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, adunya mata wakhairu mata dunya almaratus shihah. Bahwasanya dunia adalah mata yaitu kesenangan yang akan expire dengan mata itu adalah kesenangan yang akan selesai. Wakhairu mata dunya dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita salehah. Kita kembali menjelaskan hadis. Jadi hadis ini ya meskipun dalam sebagian sanadnya lemah namun saling menguatkan. Apalagi ada syahid yang menguatkan makna hadis yang sedang kita bahas. Kita baca kembali yaitu dari Tsuban radhiallahu anhu. Beliau mengatakan, "Lamma nazala fil fiddoti wadzahabi ma nazal." Ketika turun ayat terkait emas dan perak, yaitu dalam surat at-Taubah ayat 34. yang di mana Allah berfirman, "Walladina yaknihaba fid wfiqu fibillahirin alim yaha jahanamqwa biha jibahum w junubuhum wuhuruhum h maaztum lianfusikum fzuqu ma kuntum taknizun kata Allah subhanahu wa taala dan orang-orang yang yaknizun itu menyimpan menyimpan emas dan perak kemudian tidak menginfakkan emas dan perak tersebut, maka berilah kabar gembira kepada mereka tentang azab yang akan menimpa mereka dengan azab yang pedih. Yaitu fabasyir itu merupakan ejekan yaitu ya bahwasanya kalian akan mendapatkan kabar bahwasanya kalian akan mendapat azab yang pedih. Apa azab pedih tersebut? Ternyata Allah menggunakan emas perak yang dan perak yang mereka simpan untuk sebagai alat menyiksa mereka. Kata Allah, "Yauma yuhma alaiha finari jahanam. Maka di hari kiamat kelak emas dan perak tersebut yang mereka simpan dipanaskan. Dipanaskan sampai menjadi panas seperti menjadi alat setrika. Fatuqwa biha jibahum. Kemudian disetrikakan ke jidat-jidat mereka. Wa junubuhum. Kemudian lambung-lambung mereka. Wuhuruhum dan juga punggung-punggung mereka. Setelah itu dikatakan dengan kehinaan kepada mereka, "H ma kanaztum lianfusikum." Inilah yang kalian simpan-simpan dulu nih. Ternyata digunakan sebagai alat untuk menyiksa kalian. Rasakanlah ya, ciciplah, cicipilah ya. Cicipilah akibat apa yang kalian simpan-simpan dahulu. Dan para ulama mengatakan ee ini adalah salah satu bentuk siksaan batin kepada penghuni neraka ketika mereka disiksa dengan apa yang mereka cintai. Dengan apa yang mereka cintai ya. Ketika suatu yang dicintai kemudian tidak dikelola sesuai dengan syariat maka bisa menjadi bahan untuk menyiksa orang tersebut. Ya, seperti orang-orang mencintai emas dan perak kemudian disimpan-simpan ternyata tidak dikeluarkan zakatnya, ternyata tidak diinfakkan, ternyata apa yang mereka cintai tersebut dijadikan bahan untuk menyiksa mereka. Jadi ini sama seperti saya sering sampaikan juga ee sebagian ahli tafsir menyebutkan tentang Ummu Jamil ya bintu Harb istrinya Abu Lahab yang di mana dia sangat sangat dicintai oleh Abu Lahab. Apalagi Ummu Jamil membantu Abu Lahab dalam memusuhi dakwah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman tentang eh Abu Lahab tabbat yada Abi Lahab. Bahwasanya kedua tangan Abu Lahab celaka. Kemudian sayasla naronata lahab. Dia akan masuk dalam neraka yang menyala-nyala. Setelah itu Allah sebutkan tentang istrinya wamroatuhu hammalatal khat. Istrinya yang membawa kayu bakar. Sebagian para ahli tafsir mengatakan maksudnya istrinya di neraka kelak akan membantu membakar Abu Lahab. Sehingga suatu hal yang menyakitkan ketika Abu Lahab disiksa oleh orang yang dia cintai sendiri, yaitu istrinya. Ya, disiksa. Maka ternyata ee seorang kalau mencintai sesuatu ternyata tidak di urus yang dicintai tersebut sesuai dengan syariat yang benar, maka bisa jadi menjadi bahan untuk membakarnya. Sebagaimana dalam hadis juga tentang orang-orang yang tidak bayar zakat hewan ya. Mereka mereka ee tidak bayar zakat hewan kambing, hewan ee sapi, unta. Maka pada hari kiamat disebutkan dalam hadis yang sahih, di Padang Mahsyar mereka disiksa. Mereka ditanduk-tanduk oleh hewan kambing tersebut, diinjak-injak oleh unta tersebut. Kenapa mereka tidak membayar zakat? Karena mereka begitu sayang kepada hewan-hewan tersebut. Ya. Oleh kan suatu yang dicintai di dunia ini kalau tidak diarahkan syariat akan beri mudarat. Mudarat di dunia dan terlebih lagi mudarat di akhirat kecuali yang dicintai karena Allah subhanahu wa taala. Maka ini bentuk siksaan. Dan ayat ini pulalah yang dijadikan dalil oleh Abu Dzar al-Ghifari rahimahullah radhiallahu anhu bahwasanya seorang tidak boleh menyimpan harta lebih daripada keperluannya. Kalau lebih dia harus kembalikan ke baitul mal. Ini mazhabnya Abu Dzar al-Ghifari ya. sehingga dia menganggap seorang hanya cukup seperlunya, tidak boleh dia simpan berdasarkan ayat ini. Kemudian sisanya harus dikembalikan ke Baitul Mal untuk kepentingan kaum muslimin. Namun yang benar bahwasanya siapa yang sudah bayar zakat maka dia bebas daripada ancaman siksaan terkait dengan emas dan perak. Ya, terkait dengan emas dan dan perak. Jika sudah dibayar zakat maka sudah selesai. Ee oleh karenanya diriwayatkan dari Ibnu Umar, beliau berkata, "Kullu main addita zakatahu falaisa bikanz." Semua harta yang telah kau bayarkan zakatnya, maka dia bukan kanz simpanan yang dimaksud dalam ayat tersebut. Ya, kalau emas perak sudah bayar zakatnya selesai, uang sudah dibayarkan zakatnya ee maka tidak akan jadi bahan menyiksa pemilik uang tersebut. Hewan-hewan yang sudah dibayar zakatnya juga tidak akan menjadi bahan menyiksa orang tersebut. Demikian juga barang dagangan yang sudah dibayarkan zakatnya, maka tidak akan dijadikan bahan untuk menyiksa orang pemilik orang pemilik barang-barang tersebut. meskipun para sahabat ee mengerti bahwasanya kalau sudah dibayar zakat sudah selesai, maka tidak perlu dikhawatirkan. Tapi mereka tetap khawatir ya. Ya. Sehingga mereka bertanya kepada Nabi, "Sebenarnya harta apa yang selamat untuk kita untuk kita jaga, untuk kita simpan? Harta seperti apa?" Maka ketika turun ayat ini, ketika turun ayat ini, maka para sahabat sering diskusi. Saling diskusi. Mereka berbicara di antara mereka, mereka berkata, "Faayyul mali natakit." Harta apa yang kita ambil, yang kita simpan? Sementara Allah telah mengancam orang-orang yang menyimpan emas dan perak, ya. Kalau tidak dikeluarkan zakatnya akan disiksa dengan emas dan perak tersebut. Maka Umar yang semangat ya, dia bilang saya kasih tahu jawabannya. Maka dia segera memacu untanya. Aa maksudnya dia asroa ya. Dia menyegerakan untanya untuk menuju ee Nabi. Setelah sampai ketika dia menunjab Tuban juga semangat. Dia pun nyusul Umar karena dia tahu Umar akan bertanya dan Nabi akan kasih jawaban dan dia pengin dengar juga segera jawaban tersebut. Dia tidak mau nunggu. Dia nyusul Umar. Padahal Umar bilang tunggu saya ke Nabi. Saya akan kasih tahu. Tapi Tsuban radhiallahu anhu menyusul Umar. Kemudian Umar bertanya, "Wahai Rasulullah, ya ayyul maliattakit, harta apa yang kita simpan agar kita selamat?" Ternyata Rasul sahu alaihi wasallam beri jawaban dengan jawaban yang luar dugaan. Rasul sahu alaihi wasallam tidak menyebutkan harta berupa harta materi tetapi harta maknawi. Rasul sahu alaihi wasallam berkata, "Liatt ahadukum qolban syakiran." hendaknya seorang mengambil yaitu menyimpan qolban syakiran hati yang senantiasa bersyukur. Kalau punya hati bersyukur dijaga dijaga jangan jaga emas perak jaga hati yang bersyukur dijaga walisanan dzakiran yang kedua lisan yang senantiasa berzikir. Yang ketiga, wazaujatan tuinuhu ala amril akhirah. Istri yang membantunya untuk urusan akhirat. Ternyata ini yang disuruh oleh Rasul sahu alaihi wasallam untuk sebaik-baik simpanan yang dijaga oleh seorang muslim bermanfaat baginya di dunia dan juga di akhirat. Dan tadi sudah kita sebutkan dalam riwayat yang lain Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan arbaun manya faqat utiya khair dunia wal akhirah. Ya, empat perkara. Siapa yang diberikan seorang mendapatkan empat perakara tersebut, maka dia telah diberikan kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Dunia yang terbaik dan akhirat yang terbaik. Maksud saya ee harta ini yang harta maknawi ini, harta abstrak ini bukan hanya bermanfaat di akhirat saja, tapi dunia juga. Di dunia juga bermanfaat. Makanya Rasulullah mengatakan, "Arbaun manahunna faqya khair dunia wal akhirah." Empat perkara siapa yang diberikan kepadanya empat perkara ini dia telah mendapatkan dunia yang terbaik dan akhirat yang terbaik. Yaitu qolban syakiran hati yang senantiasa bersyukur, lisan senantiasa berzikir, ee wanita yang tidak berkhianat. Salah satu tambahan yaitu badanan alal balai shbiran. yaitu orang sabar ketika ditimpa dengan ee musibah atau ujian. Tib kita bahas tentang isi hadis ini ya. Rasulullah memberikan yni komparasi bahwasanya kebanyakan orang semangat mengumpulkan emas dan perak. Siapa sih yang tidak semangat mengumpulkan emas dan perak? Bahkan orang-orang kaya sekarang sudah malas dengan duit karena duit mengalami inflasi maka mereka sibuk mengumpulkan emas. Mereka sekarang simpan bukan simpan mata uang lagi karena mengalami inflasi. Banyak di antara mereka mengumpulkan nyimpan emas batangan ya. Emas batangan. Emas kalau kita mungkin emas lidian ya, emas kecil-kecil ya. Kalau mereka emas batangan ya. Kenapa? Karena harga emas terus naik. Jadi semua orang suka dengan emas. Laki-laki, perempuan suka dengan emas. Perempuan suka dipakai, laki-laki suka dikumpulkan emas tersebut. Betapa semangat seorang bekerja siang malam demi untuk mengumpulkan batangan-batangan emas atau yang mewakili emas yaitu uang. Siapa sih yang tidak senang dengan punya uang? Kumpul uang. Kita aja kalau punya uang kita enggak lihat. Cuma lihat di mana? Di ATM. Lihat nominalnya. Bahagia kalau banyak. Lihat. Oh, alhamdulillah banyak. Padahal duitnya enggak kelihatan. Cuma lihat nominalnya ya. Karena manusia memang suka dengan harta itu sudah merupakan ee kodrat manusia ya. Wa innahu liubbil khairi syadid. Sesungguhnya manusia itu lihubbil khair, cinta kepada harta. Alkhairis itu maksudnya almal la syadid. Kecintaannya sangat sangat keras. Wathibbunal mala hubban jamma. dan kalian mencintai harta dengan ee kecintaan yang dalam. Dan tidaklah manusia berbunuh-bunuhan, bersengketa, tidak lain kecuali karena harta. Sampai terkadang saudara pun dihabisi, kawan dekat dikhianati, semuanya karena harta. Nah, ketika manusia berlomba-lomba untuk mengumpulkan emas dan perak, hendaknya kalian mengumpulkan sisi yang lain, yaitu harta yang sesungguhnya yang merupakan sebab kebahagiaan dunia dan akhirat, yaitu harta maknawi. Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyebutkan harta maknawi. Kalau harta dunia ya benar merupakan sebab kebahagiaan dunia, tapi belum tentu mendatangkan kebahagiaan akhirat dan belum tentu mendatangkan kebahagiaan dunia. Betapa banyak orang yang memiliki harta yang banyak, mereka tidak bahagia. Kenapa? Karena mereka terlalu tersibukkan memikirkan harta tersebut. Tidak sebanding dengan penggunaan harta tersebut untuk dinikmati. Pikiran keras untuk memikirkan usaha mereka. Ya, siang malam memikirkan harta mereka. Kekhawatiran ada saingan yang menyaingi perusahaan mereka. Kekhawatiran ada yang menjebol atau mencuri harta mereka. kekhawatiran dikejar-kejar oleh maling ya dan macam-macam ya belum tentu membuat mereka bahagia. Terkadang mereka kerja sampai untuk libur meliburkan diri sendiri tidak tidak mudah ya terikat dengan berbagai macam kontrak, terikat dengan berbagai macam kegiatan sehingga waktu terkadang buat anak istri pun sedikit. Oleh karenanya tidak mesti, tidak mesti orang punya harta pasti bahagia. Ini sudah jelas ya buktinya banyak orang yang punya harta banyak ternyata bunuh bunuh diri. Meskipun kita tahu harta sebab kebahagiaan, tapi tidak mesti bisa digunakan untuk mendatangkan kebahagiaan. Tapi kalau tiga perkara ini, harta maknawi ini, pasti menyebabkan kebahagiaan di dunia terlebih lagi di akhirat. Yang pertama adalah hati yang senantiasa bersyukur. Orang senantiasa bersyukur pasti bahagia. Yang kedua, lisanan zakiran. Lisan yang senantiasa berzikir pasti bahagia. Dan kalau punya istri yang bantu urusan akhirat pasti bahagia. Siapa yang bisa mengumpulkan tiga harta maknawi ini, maka dia akan mendapatkan dunia yang terbaik dan juga dia akan mendapatkan akhirat yang terbaik. Yang pertama, Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala yaitu qolban syakiran. hati yang senantiasa bersyukur. Di sini ee kita tahu namanya syukur bukan terbatas pada hati. Bersyukur tuh dengan hati, dengan lisan, dan juga dengan anggota tubuh. Ya, makanya Allah berkata, "I'malu ala dawuda syukran." Wahai keluarga Daud yaitu Sulaiman Alaih Salam. Beramallah sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi syukur dengan hati, dengan lisan, dengan anggota tubuh. Tetapi yang paling utama, penggerak yang pertama seorang bersyukur yang membuat lisannya bersyukur dan tubuhnya bersyukur adalah dengan hatinya. Kalau hatinya bersyukur maka lisannya akan tergerak kemudian anggota tubuh yang juga akan bergerak. Oleh karena rasuah alaihi wasallam menyebutkan poros utama itu hati qolban syakiran hati yang bersyukur. Di sini Rasul sahu alaihi wasallam kemudian juga ee mendatangkan dengan isim fa'il qolban syakiran dan sebag lam mengatakan isim fa'il lebih kuat daripada fi'il mudhori. Lebih kuat daripada fi'il mudharik. Benar fi'il mudhar Rasulullah tidak mengatakan qolban yasykur tapi Rasulullah mengatakan qolban syakiran. Seb ulama seperti Thari bin Asyur dalam tafsirnya mengatakan isim fa'il lebih kuat daripada fi'il mudhari'. Benar. Fi'il mudhar menunjukkan ee tajaddudul fi'il berulang-ulangnya perbuatan. Ya. Tapi kalau isim fa'il seakan-akan sudah menjadi perangai, sudah menjadi suatu sifat. Ya, makanya ketika Allah mengatakan tentang orang-orang yang bertakwa, surga kata Allah, "Waiddat lil muttaqin." Segeralah menuju surga yang seluas langit dan bumi yang Allah siapkan bagi orang yang bertakwa. Siapa orang yang bertakwa? Kata Allah, "Alladzina yunfiquuna far." Orang-orang yang berinfak dalam kondisi lapang maupun dalam kondisi susah. Ini Allah menggunakan fi'il mudhar fi'il mudhar karena infak tidak bisa setiap saat. Ya. Ya. Wal minal gid walinas. Tapi ketika Allah berbicara tentang senantiasa meredam amarah dan senantiasa maafkan untuk menunjukkan bahwa itu sudah jadi sifat mereka. Mereka orang yang senantiasa meredam amarah. Kapan timbul sebab amarah mereka bisa redam dan kapan dia dizalimi maka dia sangat mudah untuk maafkan. Dan isim fa'il lebih kuat menunjukkan kontinue kesinambungan. Kalau mudhar menunjukkan tajaddud berulang-ulang. Kalau isim fail menunjukkan kontinue, berkesinambungan dan kesinambungan lebih kuat daripada pengulangan. Tib di sini qolban syakir itu hati yang senantiasa bersyukur. Nah, apa yang dimaksud dengan hati yang senantiasa bersyukur? Hati yang senang bersyukur memenuhi beberapa sifat. Yang pertama dijelaskan oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu taala, "Tidaklah seorang bisa bersyukur kecuali memenuhi beberapa perkara. Yang pertama, dia harus bisa mengenali nikmat-nikmat Allah. Kalau dia tidak mengenali nikmat-nikmat Allah, maka dia tidak akan mensyukuri. Maka perlu bagi seorang hamba duduk, sebenarnya apa sih nikmat yang saya rasakan? Dia harus mengenali nikmat-nikmat sehingga dia bisa bersyukur. Kalau dia tidak mengenali nikmat, dia tidak bersyukur. Ya, seperti kalau kita apa nikmat yang kita rasakan? Banyak kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan, nikmat keamanan, nikmat ketenangan, nikmat keluarga, nikmat anak, nikmat istri, nikmat rumah. punya tempat kediaman, nikmat bisa belajar, nikmat bisa ibadah, ya nikmat bisa bercengkerama dengan kawan-kawan itu nikmat. Nikmat tidak bermusuhan sama orang lain, ya. Nikmat bisa nyaman dengan tetangga ya. Nikmat dapat anak yang berbakti ya, istri yang salehah ya, apalagi cantik jelita. Masyaallah nik nikmat. Jadi nikmat banyak sekali. Jadi tahap pertama agar kita hati kita bisa bersyukur, kenali nikmat tersebut. Alhamdulillah saya punya suami. Banyak orang enggak punya suami. Meskipun suami saya dibelah dua. Eh, kok dibelah dua? Ternyata poligami. Tapi banyak orang yang tidak tidak punya suami. Alhamdulillah suami saya mungkin biasa-biasa tapi dia setia. Banyak orang suaminya selingkuh. Pal kita bicara nikmat banyak sekali. Anak saya mungkin agak nakal-nakal dikit, tapi banyak orang nangis enggak punya enggak punya anak. Jadi kenali nikmat nikmat keamanan dia. Nikmat amanan luar biasa. ketika tidak bisa kita bicara tentang nikmat keamanan kecuali kepada orang-orang yang tinggal di daerah konflik. Saya ngobrol sama orang Palestina, dia bilang, "Indonesia tuh luar biasa, stabil, stabil. Dia ini nikmat luar biasa. Dia kalau ngomong serius. Kalau kita aman-aman, biasa-biasa aja. Karena kita tidak tinggal di era konflik. Orang tinggal di era konflik ketika hidup di tanah air kita benar-benar merasa aman, merasa bahagia. Karena namanya ketakutan itu luar biasa bikin gelisah orang. Jadi kenali nikmat-nikmat baik nikmat terkait dengan agama maupun nikmat terkait dengan dunia. Nikmat banyak sekali. Makanya Rasulullah sahu alaihi wasallam mengajarkan kita untuk salat dhha supaya kita ingat nikmat. Salah satu nikmat duniawi adalah nikmat sendi-sendi yang nyaman. Ala kulli sulama minanasi ya shodqah ya. setiap pagi. Maka wajib bagi seorang mukmin mensedekahkan nikmat atas segala sendi yang dia rasakan. Ya, kita ada 360 sendi dan kalau kita bangun tidur sendi enak semua. Ini adalah nikmat kata kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Di antaranya yajizuika fidha. Jadi dia syukuri dengan bertasbih dengan beramal saleh di antaranya dengan salat dua rakaat di waktu duha. maka dia mensyukuri ee nikmat sendi-sendinya yang nyaman. Jadi ee kita harus renungkan nikmat-nikmat tersebut. Saya pernah cerita ada seorang dia sedih berkeluh kesah. Maka gurunya datang kepada dia disuruh bawa dua kertas. Coba kau tulis kesengsaraan yang kau rasakan. Satu kertas yang satu kertas tulis kenikmatan yang kau rasakan. Maka dia berusaha menulis kesengsaraan dia rasakan. Satu ini, dua ini, tiga, mungkin 10 taruhlah. Tapi ketika dia mulai mengisi kertas tentang kenikmatan yang dia rasakan, tidak akan selesai. Terlalu banyak. Dalam tubuh aja nikmat bisa melihat, bisa mendengar, bisa ini, bisa ini, bisa bernapas. Kita gak bisa merasakan nikmat bernapas kecuali ketika COVID ternyata saturasi oksigen turun tuh menyiksa. Kita selama ini mencium terkadang mencium tidak enak, kita marah-marah padahal itu nikmat. Ketika COVID enggak bisa mencium baru tahu ternyata mencium itu apa? Adalah anugerah. Ada orang kehilangan apa? Penciuman. Subhanallah. Ini nikmat banyak. Cuma kita enggak rasain ya. Setiap hari Allah kasih oksigen gratis. Mudah sekali kita kalau waktu musim COVID cari oksigen mahal. Rebut-rebutan orang oksigen ya. Ya. Jadi kita kenali nikmat tersebut ya. Nikmat banyak sekali. Kita mudah tidur. Mau tidur tinggal taruh kepala tidur. Ada pejabat jam .00 malam masih diskusi, jam 3 malam baru ambil keputusan. Jam .00 keputusannya dibatalin. Ribut enggak? Gampang. Nikmat luar biasa. Jadi kenali nikmat-nikmat tersebut. Ini langkah pertama agar hati kita bisa bersyukur. Kenali nikmat dan tidak akan pernah selesai. Dan Allah telah mengatakan demikian. Kalau kalian hitung-hitung nikmat Allah, kalian tidak akan bisa hitung. Innal insana ladumun kafar. Namun manusia suka zalim ya, tidak mensyukuri. Kafar, mengingkari. Mengingkari. Ini nikmat yang kita rasakan. Belum nikmat di masa kecil kita. Banyak nikmat yang Allah berikan yang tidak kita ingat, yang kita telah lupakan. Ya, oleh karenanya ini tahap pertama agar kita bersyukur mengenal nikmat-nikmat tersebut. Yang kedua, di antara bentuk bersyukur yaitu mengakui seluruh nikmat tersebut dari Allah Subhanahu wa taala. Bahwasanya nikmat tersebut datang memang saya melakukan usaha tapi yang menentukan keputusan saya dapat nikmat tersebut Allah Subhanahu wa taala. Wama bikum min nikmatin faminallah. Nikmat apa saja yang kalian rasakan dari Allah, Allah bisa cabut sewaktu-waktu. Meskipun tidak kau tidak melakukan sebab, tiba-tiba Allah cabut bisa. Ya, nikmat-nikmat tersebut murni dari Allah Subhanahu wa taala. W bikum min nikmatin faminallah. Nikmat apa saja? Dapat hidayah, nikmat bisa ngaji, nikmat bisa makan enak. Ya, banyak orang sudah tidak bisa makan. Ada disebutkan ada orang cari uang, kerja keras, banting tulang, begadang. Kata dia, "Saya kaya nanti saya mau makan enak." Begitu dia kaya, dia kena penyakit gak bisa makan enak. Akhirnya makan ini enggak boleh, makan itu enggak boleh. Padahal habis waktunya untuk cari uang supaya makan enak. Ketika sudah kaya kena penyakit karena kurang tidur, karena kurang ini, kurang anu. Jadi semua nikmat dari Allah kita renungkan sekarang. Nikmat apa ya? Saya bisa ngaji Allah yang kasih hidayah. Saya bisa bangun pagi Allah yang kasih hidayah. Banyak orang tidur enggak bisa bangun lagi. Ya saya bisa melangkahkan sini. Siapa yang gerakkan hatiku? Allah Subhanahu wa taala. Bahkan kalau pengajian saya tidur pun nikmat dari Allah Subhanahu wa taala. Ada orang enggak bisa tidur. Nikmat ya semua dari Allah Subhanahu wa taala. Gak ada nikmat dari kita sendiri. Enggak ada. Kita ini siapa sih? Kita ini siapa? Ya. Kapan kita merasa nikmat karena usaha kita, itulah ujub. Itulah namanya apa? Ujub. merasa berpartner dengan Allah dalam menghasilkan suatu keberhasilan. Itu namanya ujub. Ujub itu makanya ujub dikatakan syirik dari sisi syirktianah. Sementara kita setiap salat kita mengatakan waaka nastain. Hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Yaitu hanya dengan engkaulah kami bisa berhasil. Adapun ketika seorang merasa karena saya bisa berhasil dia telah berbuat syirik. J dia merasa keberhasilan tersebut adalah kerja sama antara Allah dengan dengan Dia. Maka ini berbahaya ya. Oleh karenanya kita harus tahu semua nikmat dari Allah. Di antaranya kita mengucapkan alhamdulillah atas segala kenikmatan. Ini yang kedua. Yang ketiga, Ibu-ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Ketika kita dapat nikmat, kita enggak boleh merasa saya memang berhak dan pantas. Itu enggak boleh. Kapan kita merasa kita berhak dan pantas, kita enggak bersyukur. Karena bilang, "Ya, seakan-akan saya kerja ya Allah harus kasih gaji. Gampangannya demikian. Memang benar Allah menjanjikan pahala dunia dan akhirat. Tapi tidak boleh seorang merasa pantas. Apa kepantasanmu? Apa yang kau sudah lakukan? Allah tidak butuh engkau. In ahsantum ahsantum lifus. Berbuat untuk dirimu. Mantaptada fainnama yahtadi linafsih. Waman fainnama yadillu alaiha. Siapa yang dapat hidayah untuk dia bukan untuk Allah subhanahu wa taala. In taskuru fainnallah ghaniun ankum. Ya in syakartum ya apa namanya? Eh siapa yang bersyukur untuk dia sendirian. Faman yaskur fainnama yaskur nafsih. Siapa yang bersyukur dia untuk dirinya sendiri. Jadi jangan pernah merasa bahwasanya saya karena ibadah saya kayak saya pantas gak ada gak ada. Apa yang apa yang buat masuk ibadah kayak gitu juga. Salat masih pikiran ke mana-mana ya tidak khusyuk. Puasa katanya jaga pandangan ternyata masih nonton medsos. Apa yang mau ibadah mau kita mau kita andalkan? Baca Quran juga pikiran ke mana-mana tidak fokus artinya enggak ngerti apalagi tafsirnya. Terus apa yang mau kita andalkan? Sedekah saja masih mau cerita-ceritain sedekah kita. Dakwah saja terkadang merasa bangga dengan dakwahnya. Masih apa yang mau kita banggakan? Jadi kapan kita merasa saya memang pantas dapat nikmat tersebut? Yaah ini mengurangi kesyukuran. Syukur itu kita merasa nikmat murni dari Allah. Saya sebenarnya tidak pantas tapi Allah maha baik Allah berikan kepada saya. Kalau kita hanya pantas karena saya pintar, karena saya rajin. Orang lebih pintar banyak daripada kita. sekarang. Subhanallah. Dengar cerita kemarin teman saya ini cerita aja teman saya dia buka cari supir di Depok. Dia orang Depok buka apa namanya? Ee lamaran. Yang ngelamar apa? Ada yang S2, ada yang S3. Subhanallah. Cuma gaji berapa? Gaji R juta paling. Jadi orang pintar-pintar belum tentu ya membuat dia menjadi kaya raya. Belum tentu banyak pengalaman juga belum tentu menjadikan kaya raja. Ada orang pengalamannya banyak, pengalaman jadi anak buah terus tidak pernah jadi pengalaman jadi bos. Jadi kapan kita merasa saya pantas? Ah itu itu berarti kita kurang syukur. Ya kadang orang membagi, "Oh, ini memang saya tidak pantas." "Oh, ini kalau memang saya pantas." Ah, itu sudah itu dia sudah mengurangi syukurnya. Dia harus merasa dalam segala nikmat yang dia dapatkan, dia tidak pantas murni kebaikan Allah Subhanahu wa taala. baru hatinya menjadi hati yang bersyukur. Yang ketiga. Yang keempat supaya pandai bersyukur. Sering lihat ke bawah hati agar bersyukur. Itu yang Rasulullah mengatakan, "La tanuru ila man fauqakum walakinuru ila man asfala minkum fainnahu ajdaru alla tasdaru nikmatallahi alaikum." Jangan lihat ke atas, sering lihat ke bawah. Dia lihat mobil mewah, rumah mewah, lihat ke bawah banyak orang gak punya tempat tinggal, banyak orang lebih sakit, banyak orang lebih susah. Kita kalau jalan di rumah-rumah petak kasihan rumah kecil. Jadi saya lewat di di daerah Jakarta sekitar Jakarta ada rumah. Rumah ini kos-kosan mahasiswa dulu. Mereka masih mahasiswa kecil. Kata kawan saya, "Ustaz, ini sekarang jadi rumah keluarga." Jadi kecil karena enggak dia nikah situ anaknya akhirnya satu kamar itu buat istrinya, anaknya dulunya dibuat dia sendiri. Subhanallah tinggal seperti itu. Kasihan ya. Artinya banyak orang yang susah itu masih dia bisa masih ngekos. Banyak orang tidak bisa ngekos. Numpang di keluarga sini, numpang keluarga sana. Mau lihat ke bawah bya susah. Ini musim hujan saya lewat naik mobil lihat orang jual gorengan ngelamun hujan keras enggak ada yang beli. Maksudnya lihatlah dibangun banyak orang susah. Dengan gitu kita jadi bersyukur. Makanya kalau istri susah bersyukur ajak ke orang-orang susah ya. Jangan bawa ke rumah orang kaya nanti dia apa namanya lupa diri bahwasannya suaminya miskin. dia lupa di bawa kalau orang miskin sehingga dia tahu diri. Anak-anak juga demikian bawa anak-anak kecil yang kerja-kerja, anak kecil yang susah, yang ngais-ngais makanan di sampah-sampah dan itu masih ada, masih kelihatan. Lihat ke bawah agar hati ini pandai bersyukur. Jika empat perkara ini kita lakukan, maka hendaknya kita ber bersyukur. Dan yang terbaik adalah sebagaimana contoh para nabi, mereka mensyukuri segala hal. Seperti Allah berfirman tentang Nabi Ibrahim Alaih Salam, "Syakiron lianumih." Senantiasa bersyukur atas segala nikmat-nikmat yang Allah berikan kepadanya. Kata Asyaukani, anum, anum adalah wazan af'ul untuk jam'ul qillah, yaitu untuk jamak yang sedikit yang kurang dari 10. Isyarat bahwasanya Ibrahim Alaih Salam tidak hanya mensyukuri nikmat-nikmat yang besar, bahkan nikmat-nikmat kecil pun dia syukuri. Demikian Nabi Nuh Alaih Salam Allah mengatakan, "Innahu kana abadan syakura." Sesungguhnya adalah hamba yang pandai bersyukur, selalu bersyukur. Syakur sifat mubalagah. Sigah mubalagah lismil fa'il abdan syakurah hamba yang senantiasa bersyukur disebut dalam ahli tafsir di dalam tafsir bahwasanya Nuh alaih salam kalau pakai sendal dia mengatakan segala puji bagi Allah seandainya Allah tidak memberikan saya sendal saya tidak bisa berjalan pakai sendal kalau dia pakai baju dia muji Allah alhamdulillah yang telah memberikan saya baju kalau Allah tidak berkehendak kalau berkehendak saya tidak bisa pakai baju alhamdulillah saya makan kalau kalau tidak berkehendak kalau Allah berkehendak mungkin saya tidak bisa tidak bisa makan kan. Sehingga mereka para nabi mensyukuri nikmat-nikmat yang kecil-kecil. Ya, datang sebagai riwayat tentang sifat Nabi sallallahu alaihi wasallam juga melihatnya lemah dalam Syamail Muhammadiyah. Rasul sahu alaihi wasallam tidak melihat kepada nikmah tapi kepada almun'im kepada sang pemberi nikmat tersebut. Ini dari Allah Subhanahu wa taala. Oleh karenanya kalau ingin bahagia ya meraih bahagia dunia, jadilah orang yang pandai bersyukur. Dan sudah kita tahu bahwasanya siapa yang yang bahagia. Orang bahagia itu orang qanaah. Orang qanaah itu orang yang bersyukur. Kapan kita mencapai derajat qanaah berarti kita bersyukur. Makanya saya nukil dalam buku saya yang baru ee insyaallah sebentar lagi terbit ee apa namanya? tentang syarah bait-bait Khairin Nisa ya, kajian yang ditranskrip di antaranya tentang cerita sejarah ee Syekh Muhammad Alamin Shinqiti rahimahullahu taala yang dia datang dari Mauretania, negara yang miskin. Kemudian dia tinggal di Arab Saudi dan dia punya modal, ditanya modal Anda apa? Ya, saya kata qanaah. Punya modal apa? Qanaah. sehingga beliau orang yang saling sangat zuhud. Semua apa yang dia kalau ada diberikan oleh pemerintah Arab Saudi dia bagi-bagikan kepada murid-muridnya. Ya, bahkan ketika dia cetak buku ada hasilnya dia bagikan kepada murid-muridnya. Dia tidak pernah mikirin dunia. Kenapa dia punya modal? Ketika dia datang dari Maania dari Shinqit sampai ke Arab Saudi satu qanaah yang dibilang kanzun la yafna. Yaitu harta yang tidak pernah sirna. yaitu qanaah. Bagaimana orang bisa qanaah? Ketika dia bersyukur kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya di antara hamba yang terbaik waqonallahu bima a. Allah menjadikan dia qanaah dengan apa yang Allah berikan kepadanya. Maka inilah sebab kebahagiaan dunia apalagi terlebih di akhirat ya. Karena kita qonah ituak bukan bukan berarti kita enggak dapat apa-apa dari Allah. Dapat di akhirat. Kita qanaah ngelihat ke bawah, kita bersyukur mensyukuri nikmat Allah ya kita dapat pahala di akhirat dan pahala bersyukur pahalanya besar. Oleh karenanya latih diri kita untuk bersyukur dengan hati. Ini yang paling utama bersyukur dengan hati. Jangan ngomong dengan lisan saya bersyukur bersyukur tapi hati ini enggak enggak bersyukur, enggak qanaah ya. Yang pertama qolban syakran. Yang kedua lisanan zakiran. Lisanan zakiran itu lisan yang suka berzikir. Dan ini karena pertanyaan para sahabat ya. Ayyu natak. Ya Rasulullah harta apa yang kami ambil kami simpan. Maka ini harus dijaga. Hati yang pandai bersyukurnya harus dijaga. Jangan dirusak. Di antara yang merusak hati ini sehingga tidak jadi bersyukur terlalu lihat ke atas salah pergaulan. Lihat ke sana ke mari. Ya, terlalu melihat banyak kemewahan, terlalu melihat banyak kesenangan sehingga tidak menjadi hati yang bersyukur. Tadinya bersyukur jadi berubah. Jadi berubah ya. Salah berteman temannya selalu pamer-pamer kesenangannya ya. Salah berteman selalu update status. Jalan-jalan ke luar negeri sama suami update status dia lihat, "Aduh, saya kapan ke luar negeri?" Ya, cuma ke paling banter cuma ke Jakarta, ke Bandung, ke Tegal. Kapan saya pergi ke Paris? Ya, cuma Paris Jalan Parang Tritis. Jadi pikiran sudah mana-mana ya salah pergaulan dengan orang yang suka update status. temannya baru beli mobil baru di-update status, lalu beli tas baru update status, dia ngelihat terus itu teman seperti itu blokir aja karena merubah merusak kenyamanan hati. Kita sudah bahagia jadi enggak nyaman jadi enggak bahagia. Benar. Ini paling mudah merusak karena kita melihat yang tidak-tid. Nabi saja kata Allah w tamika bihi azwaj minhumun kata Allah wahai Rasulullah janganlah kau panjangkan matamu untuk melihat sekelompok orang yang kami berikan nikmat-nikmat zahratal hayati dunya keindahan kehidupan dunia linaftinahum fi itu sebagai fitnah warizbika khairu abq dan rezeki rabmu lebih baik dan lebih kekal yaitu amal saleh, bersyukur. Ya, kita ini harus masalahnya kalau sudah melihat ke sana kemari ketemu teman ngomongnya duniawi terus akhirnya kita kebawa. Saya pernah umrah sama seorang saya ngobrol sama dia, bilang, "Ustaz, aduh istri saya kemarin main di tetangga. Tetangga baru beli kulkas baru. Pulang-pulang dia bilang, "Bi, beli kulkas baru dong." Kenapa? tetangganya baru. Padahal kulkasnya masih bagus, cuma karena tetangganya beli kulkas baru, dia kepengin lagi punya kulkas baru. Untung lihat kulkas enggak seberapa. Cobaat teman beli mobil baru, Bi. Ganti dong mobilnya. Teman tetangga beli mobil apa? Baru. Apalagi mau diganti nanti teman beli bikin rumah baru, rumah baru lagi. Ganti dong, Bi. Rumah istri juga diganti ya. istri baru. Jadi, jadi ketika kita mengambil harta ini, kita jaga jaga kita simpan baik-baik. Jangan kita rusak kenyamanan hati kita yang pandai bersyukur. Jangan kita rusak. Kapan kita hati kita mulai tidak-tidak mulai pengin ini pengin itu, kita patahin. Ingat akhirat, ingat kematian, ingat sebentar lagi kita mati, mikir-mikir dunia terus. Sementara modal ketemu Allah masih sangat minim. Apakah kita rida kalau kita mati sekarang ketemu Allah? Tentu kita belum rida. Amal saleh kita masih kurang. Banyak proyek akhirat kita belum selesai. Banyak maksiat yang belum kita bertobat darinya. Maka kalau sudah mikir pengin ini pengin anu, pengin ini pengin sudah ya ingat ingat kematian agar hati kita jadi pandai bersyukur. Yang kedua lisanan zakiran yaitu lisan yang senantiasa berzikir dan itu mendatangkan kebahagiaan karena Allah berfirman, "Ala bidikrillahi tatmainul qulub alladina amanutmainulubikrillah." Orang-orang yang beriman dan tenang hati mereka dengan mengingat Allah. Ala bidikrillahi tatmainnul qulub. Ketahuilah dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. Dan zikrullah. Zikrullah zikir yang makruf yang seperti kita sering baca subhanallah walhamdulillah walailahallahu akbar. Dan juga di antara zikrullah ada tafaqu fiddin. Belajar agama berzikir tentang hukum-hukum Allah. Yaitu mengingat hukum-hukum Allah. Di antaranya melihat tentang ayatullah alkauniyah tentang alam. Kita pikir bagaimana luarnya biasanya Allah Subhanahu wa taala hebatnya menciptakan ini. Semua ini termasuk zikrullah ya. Di antaranya zikir yang biasa kita baca ya. Dan Ibnu Taimiyah menyebutkan jika seorang melakukan zikir-zikir yang rutinitas maka niscaya dia termasuk dari dzakirin Allah katsir orang-orang yang banyak mengingat Allah wadzakirat dan wanita yang banyak mengingat Allah itu zikir apa dia sehabis salat zikir setelah salat jangan tinggalkan pagi-pagi zikir pagi sore zikir apa petang zikir keseharian yaitu masuk rumah keluar rumah doanya jangan lupa ee bersafar pulang dari safar naik kendaraan Masuk WC, keluar WC, masuk masjid, keluar masjid, ya. Maka dia jangan lupakan zikir-zikir tersebut. Siapa yang ee apa namanya? Senantiasa menjaga zikir-zikir kesehariannya, ya, maka dia termasuk orang yang banyak mengingat Allah Subhanahu wa taala. Setelah itu dia tambah misalnya rutinitas baca Quran setiap hari sekian, ya. Apalagi kalau dia tambah salat malam, maka senantiasa lisan berzikir. Kita ini kenapa kurang berzikir? Terlalu banyak kita ngomongin dunia ya. Ngomongin dunia, ngomongin berita medsos, ngomongngomong lagi, ngomong lagi, ngomong lagi, ngomong lagi. Kapan kita baca subhanallah, walhamdulillah, walailahaillallah, wallahu akbar? Jarang. Karena kita sibuk zikir dunia. Zikir dunia. Makanya dikatakan oleh sebagian salaf zikru Allah dawa wikrun nasda. Mengingat Allah adalah obat dan mengingat manusia adalah penyakit. Semakin sering kita ingat manusia semakin banyak penyakit hati kita ini. Ngomongin si fulan, si fulan, si fulan. Ya terkadang kita harus ngomong tapi ada batasannya. Ada batasannya. Jika tidak semua yang berlebihan akan menimbulkan penyakit. Maka ibu-ibu dirahmati Allah Subhanahu wa taala harus memaksakan diri punya jadwal harian. Harus. Saya tahu ibu sibuk. Saya tahu ibu sibuk. Ya boleh kalau punya anak-anak kecil pasti sibuk ngurus anak. Satu baru dinetn sudah menangis. Satu digendong satunya nangis lagi. Ya repot ya. Apalagi anaknya banyak ya. Anaknya banyak ya. Saya kemarin ketemu kawan Subhanallah anaknya 11. Yang paling besar baru umur 10 tahun. Kumpul satu ribut sana sana. Ini lapor sini lapor sana berantem sana berantem sini. Wah ini berat ya. Tapi dia bisa jalani kehidupannya. Maksud saya meskipun ibu sibuk maka jangan lupa untuk berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala. Sisihkan waktu ada jadwal untuk baca Quran. Harus ada. Kalau enggak kita jadwalkan, kita akan terbawa waktu kita habis. Jadi, 24 jam itu seakan-akan kurang. Padahal sebenarnya ada. Kalau kita sengajakan kita akan bisa dan yang lain akan menyesuaikan. Yang lain akan menyesuaikan. Kita sesibuk apapun kalau kita punya jadwal ngaji seperti ini, kita punya jadwal baca Quran, kita punya jadwal zikir pagi petang, insyaallah yang lain menyesuaikan. Tapi kalau kita mulai melupakan-melupakan, akhirnya seakan-akan kita enggak punya waktu. Padahal kita punya waktu, tapi kalau kita sengajakan untuk Allah, nanti yang lain menyesuaikan. Yang lain menyesuaikan. Pokoknya harus kita jadwalin. Saya punya waktu untuk baca Quran, untuk zikir, untuk ngaji, untuk baca tafsir, itu semua bentuk zikir. Makanya Allah menamakan tentang ilmu agama dengan zikrullah. Seperti firman Allah Subhanahu wa taala eh nudi lati yaumil jumati fasikrillahi wulai. Jika telah dikumandangkan azan azan kedua hari Jumat yaitu azan yang mau salat fasikrillah maka bersegeralah menuju zikrullah. Zikrullah maksudnya khotbah untuk mendengar khotbah dan khotbah isinya materi. Allah menamakan khotbah aljumah dengan zikrullah. Demikian juga firman Allah Subhanahu wa taala, "Fasalu ahlikri inumun." Bertanyalah kepada ahl kalian tidak mengetahui. Ahlul zikir sini maksudnya ahlul ilm. Jadi kalau kita belajar ilmu agama, tafsir kek, fikih kek, apa kita mengingat Allah subhanahu wa taala. Itu di antara zikir yang penting juga. Sangat penting. Makanya Rasulullah bersabda, "Adunya mal'unatun wa mal'unun ma fiha illa zikrullah wa mawalah wa alimun wa mutaalimun." Sesungguhnya dunia ini terlaknat dan semua di atas dunia semua juga terlaknat kecuali zikir kepada Allah mengingat Allah. Wama wala dan apa yang dicintai oleh Allah. Wa alimun orang yang berilmu wa mutaalimun orang yang belajar. Maka seorang jangan keluar dari dua ini. Alimun muta'alimun. Belajar mengajar atau bela belajar. Karena belajar dan mengajar termasuk dari zikrullah. Zikrullah. Jadi semua bentuk zikir kepada Allah kita ingat. Alhamdulillah hati kita kalau mikir akhirat itu namanya ingat Allah subhanahu wa taala. Orientasi kita akhirat itu namanya ingat Allah. Apapun kegiatan ingat Allah. Ini ada manfaatnya di akhirat enggak. Itu namanya zikrullah. Karena mengingat akhirat adalah bentuk dari mengingat pertemuan kita dengan Allah Subhanahu wa taala. Sering hati kita fokus untuk ingat akhirat. Yang berikutnya yang paling penting buat ibu-ibu yaitu wamroatan zaujatan shihatan tuinuhu ala amril akhirah. Yaitu zaujatan istri yang harus dijaga istri yang membantunya dalam urusan akhirat. Istri yang membantu dalam urusan akhirat. Tadi dalam riwayat yang lain wujatan laghian nafsiha wali yaitu wanita yang tidak berkhianat terkait dengan dirinya dan juga hartanya itu amanah. Wanita yang amanah. Ini kalau punya istri seperti ini, jaga baik-baik. Jaga baik-baik ya. Syukuri ya punya istri seperti ini membantu kita untuk ingat akhirat. Bukan istri yang mikirin buat kita mikir dunia mulu. Ini istri kurang ajar seperti ini. Bikin suami mikir dunia mulu loh sampai suami enggak sempat ibadah karena dia banyak tuntutan sehingga suaminya harus begini, harus begini, harus begitu, harus begini. Terus enggak sempat ingat akhirat. Istri yang indah adalah istri yang bangunkan suaminya untuk salat malam. Itu istri luar biasa. Kalau punya istri seperti ini, bersyukur sangat bersyukur kepada Allah. Jam 0.30 dia bangunkan suaminya. Mas, jangan lupa salat malam. Enak enggak seperti itu, Ibu-ibu? Ada yang begitu enggak? Insyaallah besok mulai. Besok insyaallah bangunkan. Mas, hari ini kita belum baca Quran, Mas. Masyaallah, enak nikmat, Mas. Kamu kok lihat medsos terus? Apa enggak takut sama Allah lihat akhwat terbuka aurat? Kan Mas nonton apa sih, Mas? Nonton. Saya aja, Mas. Jangan nonton itu, Mas. Kan bisa. Masyaallah nikmat. Mas ingat mata tundukan, Mas. Jangan jelalatan, Mas. Meripat-meripat. Nikmat punya istri apa ingat ini. Bukan, Mas. Kita ke mall, Mas. Ini ada ini baru, ini baru, ada produk baru lagi. Diskon, Mas. Diskon. Masyaallah. Apa yang apa sing diskon? Opone rumah diskon. Rumah diskon. diskon mahal tahu enggak ya? Jadi mikirin dunia mulu. Masyaallah ya. Makanya ketika Nabi entah apa yang terjadi, Nabi menceraikan Hafsah maka Jibril datang negur Nabi. Innaha zaujatuka fid dunya wal akhirah. Innaha qawamah. Jangan dilepas wanita seperti ini. Dia istrimu di akhirat dan dia wanita yang senantiasa puasa sunah dan senantiasa salat salat malam. Rasulullah kembali. Ini wanita seperti dijaga tidak dilepas. Yang ngingatkan suaminya untuk akhirat. Membantu suaminya untuk apa? Akhirat. Bantu suaminya. Mas, kau belum kasih uang sama ibu, Mas. Kau belum kasih bantu kakak adik kalau punya duit. Ini luar biasa. Tetangga, Mas. Kasihan, Mas. Ini ada gin kesempatan bersedekah ya, Mas. Kok belum salat sunah, Mas? Masyaallah senang ya kita senang ditegur oleh is istri. Kemarin istri bilang, "Abi, boleh enggak saya kasih masukan?" Subhanallah. Apalagi masukan ini? J kita enggak ada masalah. Maksudnya di ingin istri kita menasihati kita, mengingatkan kita. Ya. Ya. Meskipun terkadang menyampaikannya mungkin tidak enak didengar, tapi kalau kita kontennya baik, kita terima. Ya, tentu istri yang salehah menyampaikan dengan baik-baik, dengan penuh penghormatan, ee dengan penuh apa penghormatan kepada suami, maka dia utarakan dengan cara yang yang baik. Karenanya ketika suami istri bekerja sama dalam ketaatan, maka ini yang diberkahi oleh Allah subhanahu wa taala. Sebagaimana hadis yang masyur sering kita bacakan rahimullah q minallail fasalla wa aq ahlahu fasallat fain abat nadha fi wajhal ma. Semoga Allah merahmati seorang laki yang dia bangun malam kemudian dia salat malam kemudian dia bangunkan istrinya kemudian istrinya salat malam. Kalau istrinya enggan maka dia percikan air di wajah istrinya. Warahimallahumatan qat minalili fasallat. Semoga merahmati seorang wanita yang dia bangun malam kemudian dia salat malam. Waqat zaujaha kemudian dia bangunkan suaminya. Fain aba. Kalau suaminya enggak mau bangun fi wajhi alma maka dia percikan air di wajah suaminya. Dalam sebuah riwayat kata Nabi sallallahu alaihi wasallam sh jamaniba minadakirinallahirakirat. Kalau keduanya salat malam bareng, maka keduanya dicatat sebagai lelaki yang banyak mengingat Allah dan wanita yang banyak mengingat Allah subhanahu wa taala. Wanita yang salehah, wanita yang mengurangi beban dunia untuk suaminya, tapi dia membantu suaminya untuk akhirat. Jangan terlalu banyak permintaan sama suami. Suami kalau dibebani dengan keinginan ini, keinginan anu, keinginan ini, keinginan anu, suaminya jadi pikir dunia terus. Ya, Mas. Ini lagi kapan kita jalan-jalan ke sana, Mas? Mas, kapan kita ke luar kota, Mas? Mas, ada mall baru buka. Kapan kita ke mall baru, Mas? Mas, teman-teman semua sudah ke sana. Kapan kita ke sana? Yang dia pikir dunia, dunia, dunia, dunia. Sehingga suaminya pun tadinya mikir akhirat jadi mikir apa? Dunia. Istri yang salehah membantu suami ingat akhirat. Sudahlah, Mas. Enggak usah beli macam-macam. Kita ini aja hisabnya sudah susah, Mas. Masyaallah. Kapan ada istri bilang begitu, Mas? Enggak usah beli mobil baru, Mas. Hisapnya ini sudah susah, Mas. Sudah ini aja mobilnya. Ah, luar biasa kalau begitu. Beneran ini? Beneran? Masyaallah. Senang kalau punya istri seperti itu. Gaklah. Selalu membantu suami dalam urusan apa? Akhirat. Suaminya mau dakwah, mau bantu dakwah, dia sponsori, semangatin. Maka jika seorang suami mendapat is salehah, maka dia telah mendapatkan kenikmatan dunia yang terbaik. Dan benar kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, adunya mata. Dunia adalah mata. Mata adalah barang yang dipakai kemudian selesai. Yaitu kenikmatan yang expired. Kalau bahasa kita, semua kenikmatan dunia mata. Kenapa? Karena akan expired. Yang tidak mata cuma kenikmatan akhirat. Karena tidak akan tidak ada expired-nya, abadi. Maka Rasulullah mengatakan, "Adunya mataha." Seluruh kenikmatan dunia itu ada expire-nya. Mau mobil, mau rumah, mau perempuan, mau apapun akan ada expired-nya. Dan sebaik-baik kenikmatan yang expired adalah istri salehah. Itu punang akan expired. Dia akan meninggal atau kita akan meninggal terlebih dahulu. Kata sebagian ulama berarti kebalikannya seburuk-buruk kenikmatan dunia adalah istri yang kurang ajar. Jadi kalau punya istri salehah seakan-akan ada surga di rumah. Tapi kalau istri yang kurang ajar seakan-akan ada pintu neraka di rumah. Itu pintu neraka kita bawa ke kamar. Tiap kali ngomel, enggak bersyukur, ngingatin dunia, banyak tuntutan hidup ini. Maunya ke salon mahal, maunya jalan-jalan aja ngabisin duit, tidak pernah berterima kasih kepada suami, tidak menghormati keluarga suami, enggak ngurus anak-anak yang diurusin teman-temannya. Lihat HP melulu, punya akun sampai 10. Instagram akunnya tiga, Facebook dua, YouTube ada dua. Akunnya banyak, akun palsunya banyak. langganan akun Instagram tas baru, langganan kosmetik, langganan macam-macam grupnya grup ini, grup anu, grup ini. Otaknya dunia semua otaknya dunia. Ini adalah neraka. Neraka dunia. Kalau seorang suami punya istri seperti ini, aduh kasihan suami tersebut. Dia akan kebawa P. Kalau dia cinta sama istrinya berlebihan, sudah dia akan kebawa. Kasihan. Jadilah istri yang bukan membantu suaminya untuk akhirat, tapi istri yang membantu suaminya untuk ke neraka jahanam. Sibuk mikirin dunia, akan dia tinggalkan dunia tersebut. Tapi harta yang terbaik yang harus kita jaga adalah istri yang mengingatkan kepada akhirat. Semoga ibu-ibu sekalian bisa menjadi wanita yang selalu ingat akhirat. Amin. Mengingatkan suami kepada akhirat. Qanaah dengan apa yang Allah berikan. Ya, meringankan beban kehidupan suami. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, aksarunisai barokatan aisaruhunah. Wanita yang paling banyak keberkahannya, yang paling ringan biayanya. Meskipun hadis ini terkait dengan mahar, tapi seb ulama mengumumkan sebagaimana mahar dia tidak merepotkan suaminya. Dalam kehidupan keseharian pun dia tidak mendapatkan suaminya. Maintenance-nya sedikit. Sebagian wanita mau nikah dengan saya harus R0 juta per bulan. Ada yang begitu? Ada. Teman saya enggak jadi maju tuh. Maju. Berapa? Dia minta 40 juta per bulan. Ada yang R juta, R juta. Salah pergaulan kalau begini ya. Yang yang wanita salehah itu yang tidak membani apa? Suaminya. Karena orientasi apa? Akhirat. Segala keputusannya dibangun di atas orientasi akhirat. Demikian saja ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala yang saya sampaikan. Semoga ee kita semua bisa memiliki harta yang indah ini. QBAN syakiran, hati yang senantiasa bersyukur. Lisanan zakiran, lisan yang pandai bersyukur. Dan kalau wanita, suami yang selalu ingatkan akhirat. Kalau lelaki, istri yang selalu ingatkan apa? Akhirat. Wallahu taala alam bawab. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.