Transcript
LO8Tv_JbdWI • Berbaik Sangka Kepada Allah - Hadist-Hadist Perbaikan Hati #4 - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2500_LO8Tv_JbdWI.txt
Kind: captions
Language: id
Jazakumullah khairan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrul lahu
ala taufqih wainanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
lani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul dail ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Ibu-ibu yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Pada
kesempatan kali ini kita akan membahas
tentang
eh husnudan billah, berprasangka baik
kepada Allah. Bab yang ke-34 dari kitab
Islahul Qulub, Hadis Islah Qulub karya
Syekh Abdur Razzaq hafidahullahu taala.
Dan ini berdasarkan hadis yang sangat
agung. Ada beberapa riwayat saya
gabungkan. Yaakulullah. Allah berfirman,
yaitu hadis qudsi,
yaitu kata Allah subhanahu wa taala,
"Ana inda donni abdi bi." Aku sesuai
persangkaan hambaku.
Sesuai
perskaan hambaku.
Hambaku kepadaku.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
eh falyadunna bima sya'a
falyadunna biasaa.
[Tepuk tangan]
Silakan hambaku berprasangka kepadaku
yang dia suka.
Hambaku
berprasangka kepadaku
dengan yang dia suka.
Inna khairan falahu. Inonna bihairan
falahu. Inonna syaron falahu.
Inonna biharir
falahu.
Wain donna
syarron falahu.
Kalau dia berprasangka baik kepadaku
maka bagi dia kebaikan.
Kalau dia
prasangka baik
kepadaku,
maka baginya kebaikan.
Dan sebaliknya,
jika berprasangka buruk
baginya keburukan.
Hadis ini hadis yang agung yang
menjelaskan tentang indahnya
berprasangka.
Oleh karenanya prasangka baik adalah
ibadah yang sangat agung. Ya, ada
perkataan indah dari Ibnu Mas'ud
radhiallahu taala anhu. Saya bacakan
kata Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu,
walladzi la ilaha giriruhu tidak. Dan
demiat yang tidak ada sembahan selainnya
abdun mminun minus billahi taala.
tidaklah seorang mukmin, seorang hamba
yang beriman diberikan
anugerah yang lebih baik daripada
berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa
taala. Kemudian beliau berkata lagi,
walladzi la ilaha ghairuhu la yuhsinu
abdun billahi donna illa aahullahu azza
waallaahu. Demi zat yang tidak ada
berhak disembah kecuali Allah. Tidaklah
seorang hamba berbaik sangka kepada
Allah kecuali Allah akan memberikan
persangkaannya.
Dalika bianal khair fi yadihi. Karena
segala kebaikan di tangan Allah. Rawahu
Ibnu Abid dunya. Riwayat Ibnu Abid
dunya. Ini dalil bahwasanya Ibnu Masud
memandang bahwasanya anugerah terbaik
seorang hamba jika dia bisa berbaik
sangka kepada Allah. Namun ini adalah
amalan hati ya. Berbaik sangka kepada
Allah.
Kepada Allah ini ibadah yang ibadah yang
agung. amalan hati
yang sangat agung.
Sebaliknya, berburuk sangka adalah
amalan hati yang buruk kepada Allah.
Karena Allah seharusnya tidak diburuk
sangkai. Seharusnya Allah yang maha
baik, yang maha rahmat. Harusnya kita
berbaik sangka. Ya, ibarat kita kenal
seorang ee misalnya
kawan kita deh baik dia, dia baik, suka
traktir, murah senyum ya ya kita pasti
berbaik sangka sama dia ini. Padahal
hanya seorang manusia yang penuh dengan
kekurangan. Bagaimana dengan Allah yang
memiliki sifat-sifat yang luar biasa?
yang maha penyayang, yang maha
pengampun, yang maha rahmat ya yang maha
baik, albar rahim ya yang maha dermawan,
ya yang maha pemaaf,
yang maha mengurus ya tentunya
seharusnya kita berbaik sangka kepada
Allah maka tidak pantas seorang untuk
berburuk sangka kepada Allah subhanahu
wa taala. Namun kenyataannya
terkadang seorang sulit untuk
berbaik sangka. Ibnu Qayyim rahimahullah
menjelaskan dalam kitabnya Aljawabul
Kahfi, di antara sebab seorang sulit
berbaik sangka kepada Allah adalah jika
dia sering melakukan kemaksiatan,
hatinya dipenuhi dengan noda-noda hitam
sehingga dia sulit untuk
berbaik sangka kepada Allah Subhanahu wa
taala yang ada berburuk sangka. Dan ini
sangat berbahaya ketika dia akan
meninggal dunia. Betapa banyak orang
dalam kondisi-kondisi genting yang
seharusnya dia berbaik sangka, dia malah
tidak bisa berbaik sangka. Dia
terdominasi oleh hatinya yang kotor
sehingga dia berburuk sangka di
saat-saat yang genting. Padahal di
saat-saat genting itulah justru ee Allah
menyuruh kita atau Nabi menyuruh kita
untuk berbaik sangka kepada Allah
Subhanahu wa taala. Tib. ee
kita akan sebutkan
bagaimana
buruk sangka Allah cela dalam Al-Qur'an
ya.
ee
buruk sangka tercela ya
sangka tercela dalam Al-Qur'an
[Musik]
ee merupakan sifat ya merupakan sifat
orang-orang munafik dan orang kafir ya
merupakan
sikap
orang-orang munafik
[Musik]
ya. Di antaranya kita lihat misalnya ee
Allah subhanahu wa taala
sebutkan ya
dalam Al-Qur'an ya
surah
al-Fath ayat 6 ya
Quran surah al-Fath ayat 6
Allah subhanahu wa taala berfirman,
wuibal wadibal munafi
Dan Allah akan mengazab dan supaya Allah
mengazab orang-orang munafik dan
orang-orang munafik para lelaki dan
munafik wanita wal musyrikin wal
musyrikat kaum lelaki musyrik dan kaum
wanita musyrikah.
Billahi yang mereka berprasangka kepada
Allah
ya dengan persangkaan yang buruk kata
Allah alaihim dairatus mereka akan
mendapatkan giliran yang burukballahu
alaihim Allah memurkai merekaahum dan
Allah laknat mereka waahum jahanam dan
Allah siapkan neraka jahanam wasat
masiro dan tempat neraka adalah tempat
kembali mereka yang sangat buruk di sini
Allah sebutkan Ya Allah laknat mereka.
Kenapa bersangka buruk? Kemudian Allah
murka kepada mereka.
Kemudian Allah siapkan neraka bagi
mereka.
Ini contoh dalam Al-Qur'an Allah
sebutkan persangkaan buruk. Di antaranya
lagi ya
ee contoh Allah sebutkan dalam ayat yang
lain
dalam surah al-fusilat musyrikin ya
musyrikin
yang menyangka
Allah tidak Allah tidak tahu sebagian
perbuatan mereka
perbuatan mereka. Ini salah satu ee
mereka Allah sebutkan dalam Quran surah
Fussilat
ayat 2324 saya bacakan ya. Kata Allah
subhanahu wa taala,
donukumantumbikumakumasbahtum
minal khirin.
Ya wuntum tastatiruna yashada alaikum
samukum waukum w julukum wakinum
wakinantum anallaha la yamu mimma
tamalun. Kata Allah, "Akan tapi kalian
menyangka ya ayat sebelumnya ayat 22 ya.
Akan tetapi kalian menyangka bahwasanya
Allah mengetahui
Allah laamu mimalun. Menurut kalian
kalian menyangka ada sebagian atau
banyak perbuatan kalian yang Allah tidak
tahu. Lihat. Jadi mereka berprasangka
buruk. Mereka menyangka ada sebagian
perbuatan yang Allah luput. Allah tidak
tahu. Persangkaan ini apa akibatnya?
Walikumukumantumikum.
Ternyata persangkaan ini terhadap Rabb
kalian ardakum menjadikan kalian binasa.
minalirin. Jadilah kalian termasuk
orang-orang yang merugi.
Kalau mereka bersabar maka neraka tetap
tempat mereka.
Kalau mereka mencari alasan maka alasan
mereka tidak diterima. Lihat. Jadi
mereka berprasangka ada sebagian
perbuatan yang Allah luput tidak tahu
dari apa yang mereka lakukan.
Demikian juga Allah sebutkan tentang
persangkaan Arab Badui ya.
Persangkaan
buruk Arab Badui
terhadap Nabi.
Nabi dan para sahabat.
Ya, sama dalam surah al-Fath
Allah ee menyebutkan
dalam surat al-Fath ayat ee
ayat 12 ya.
Quran surah al-Fath.
Ini kita sebutkan contoh-contoh
persangkaan yang buruk. Ketika
orang-orang Arab Badwi tidak mau diajak
untuk berperang, maka mereka
mengutarakan alasan. Alasan mereka sibuk
dengan keluarga, sibuk dengan harta.
Tapi Allah bongkar isi hati mereka. Kata
Allah,
ahli abadanum.
Akan tetapi kalian berprasangka
bahwasanya rasul dan kaum mukminin tidak
akan kembali lagi. Kalau sudah pergi
tidak akan balik lagi. Artinya akan mati
dikalahkan oleh orang Quraisy. Dan
persangkaan tersebut dihiasi oleh setan
dalam hati kalian dan kalian telah
berprasangka dengan prasangka buruk.
Wauntum kaum burura. Dan kalian adalah
kaum yang binasa. Kalian adalah kaum
yang rusak. Di sini mereka berpasangka
buruk. Mereka menyangka Tuhan Allah
Subhanahu wa taala tidak akan
menyelamatkan Rasulullah manusia yang
paling dia cintai. Rasulullah dibiarkan
akan berperang kemudian mati dalam
peperangan tersebut. Mereka berprasangka
demikian. Maka Allah sebutkan itu adalah
prasangka prasangka buruk. Yeah.
[Musik]
Demikian juga
Allah sebutkan tentang orang munafik
yang keempat ya kita tambah lagi tentang
persangan-persangkaan yang buruk dalam
Al-Qur'an surah Al Imran ya
perskaan munafikin
yang Allah sebutkan dalam Quran surah Al
Imran ayat 154. empat saya bacakan
ee
yaakuluna lau kaana lana minal amri
syaiun ma qutilnaha huna ya
kata Allah subhanahu wa taalaatun qod
ahamathum anfusum yadununa billahi
giriral haqqial jahiliyah
dan segolongan lagi telah dicemaskan
oleh diri mereka sendiri dan mereka
menyangka yang tidak benar terhadap
Allah seperti sangkaan jahiliah. Allah
sebut dengan donul donal jahiliyah
yaitu mereka berprasangka buruk. Ya,
seakan-akan Allah tidak bisa mengatur
kondisi. Ya, mereka mengatakan
seandainya kami bisa ikut campur tentu
kami tidak akan kalah di sini. Ya, jadi
mereka berprasangka buruk bahwasanya
Allah tidak bisa mengatur urusan
bahwasanya gagal adalah karena ee tidak
benar. Seandainya kami ikut campur tentu
tidak akan gagal. Ini berprasangka buruk
kepada Allah Subhanahu wa taala. Ini
contoh-contoh
prasangka ya yang disebut dalam
Al-Qur'anul Karim tentunya ee mungkin
masih ada dalil yang lain tapi ini
sekedar yang kita sampaikan pada
kesempatan kali ini. Semua inilah bentuk
tercela ya. Mungkin satu lagi saya
tambahkan
ee
dalam surah Sad ya. Ini saya tambahkan
satu lagi terakhir nomor lima.
persangkaan
Allah
tidak akan ee
tidak akan membangkitkan tidak akan
membangkitkan
manusia.
Ini Quran surah Sad
ayat 27.
Surah 38 ayat 27 saya bacakan. Wqnama
walinahumaina
[Musik]
kafaru fawailina kafaru minar. Ya,
tidaklah kami menciptakan langit dan
bumi dan apa yang di antara keduanya
sia-sia. Itu hanya persangkaan
orang-orang kafir dan celaka orang-orang
kafir terkena api neraka. Mereka
menyangka ini Allah ciptakan hanya
main-main, tidak ada tujuan. Ya. Ya.
Padahal Allah ada tujuan. Allah
menciptakan ini semua. Apa yang di
antara keduanya adalah untuk menguji
manusia dan untuk membangkitkan mereka
dan untuk minta pertanggungjawaban
mereka.
Apahasibuttum annama khalaqakum ab?
Apakah kalian menyangka bahwasanya kami
mencipta kalian hanya main-main? Tidak
ada pertanggungjawaban? Ada. Siapa yang
menyangka bahwasanya Allah biarkan
kejadian alam semesta manusia saling ada
yang menzalimi, ada yang dizalimi. Ada
yang membunuh, ada yang dibunuh. Ada
yang mencuri, ada yang dicuri. Dibiarkan
begitu saja mati kemudian selesai. Tidak
ada hari pertanggungjawaban, tidak
dibangkitkan. Itu adalah persangkaan
yang buruk kepada Allah. Ibarat kita
kalau ada direktur kemudian punya anak
buah, anak buahnya
ngawur, menzalimi yang lain, dia
dibiarin aja dia. Berarti dia direktur
yang tidak becus. Nah, Allah pencipta
alam semesta ini. Gak mungkin Allah
membiarkan semuanya terjadi
tanpa ada pertanggungjawaban. Ya,
oleh karenanya ee ini salah satu bentuk
prasangka buruk berprasangka bahwasanya
tidak ada hari pertanggungjawaban ya.
Dan prasangka buruk banyak ya.
Seperti mungkin saya katakan juga
prasangka buruk ya kita tambahkan lagi
mungkin yang keenam
menyangka
Allah tidak memperhatikan,
tidak tidak mendengar permintaan
sehingga perlu perantara
Ini subhanallah ya.
Ini salah satu prasangka buruk yang saya
pernah ditanya oleh orang awam, "Ustaz,
katanya kalau kita berdoa sama Allah
langsung Allah tidak kenal kita."
Ya, ibarat kalau kita mau ngobrol bicara
langsung sama raja, raja tidak kenal
kita. Harus lewat perantara.
Subhanallah. Suuzon kepada Allah. Ya.
Padahal Allah mengatakan, "Waidza
saalaka ibadi fainni qoribun ujibu
daan." Jika hamba-hambaku bertanya
kepada engkau wahai Muhammad tentang
aku, aku ini ya ujibu dakwat, aku
mengabulkan doa orang yang memohon ya
kepadaku. Ya, jadi Allah maha mendengar
doa setiap hamba. Maka bagaimana
kemudian dia suuzon bahwasanya Allah
tidak kenal kita, Allah tidak dengar
kita, Allah tidak tahu kita harus lewat
perantara. Begitu sulitkah untuk ber
memohon kepada Allah yang Maha Baik?
Harus lewat perantara?
Timbul pertanyaan lagi, emang perantara
ini kenal kita juga? Pertanyaan
berikutnya, emang kalau kita lihat
perantara kemudian kita minta kepada
sang perantara langsung kita dikenal
sama sang perantara. Betapa banyak orang
minta perantara Abdul Qadir Jailani.
Memang kita dikenal sama Abdul Qadir
Jailani. Butuh lagi perantara berikutnya
sebelum Abdul Qadir Jailani. Begitu tuh
silsilah.
Jadi suuzun kepada Allah. Padahal
jangankan manusia daun yang gugur saja
Allah tahu. W wkutu warqatin illa
yamuha. Tidak ada daun yang jatuh
kecuali Allah tahu tentang ilmunya.
Bagaimana dengan dengan kita?
Ini prasangka-prasangka buruk yang ini
merupakan sifat-sifat orang munafik.
Sifat Arab Badui yang imannya kurang,
sifat orang musyrikin, sifat orang
kafir, sifat orang-orang yang
berprasangka buruk kepada Allah
subhanahu wa taala. Nah, kita dianjurkan
untuk berprasangka baik kepada Allah.
Kapan kita ditekankan untuk berprasangka
baik kepada Allah? Berikut ee
kondisi-kondisi
yang kita ditekankan
berprasangka baik.
selalu hendaknya maksudnya secara umum
ini kondisi khususnya saya katakan
secara umum
[Musik]
kita
berusaha selalu berprasangka baik
tapi ada kondisi-kondisi khusus tapi ada
kondisi-kondisi khusus yang ditekankan
kan
khusus yang ditekankan ya. Ini yang kita
bahas.
Apa saja kondisi-kondisi tersebut? Yang
pertama
[Musik]
ee yang pertama adalah ketika berdoa.
Ketika berdoa ya. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Uduha wa antum
muqinuna bil ijabah." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Berdoalah
kepada Allah
dengan yakin kalian akan dikabulkan."
Akan dikabulkan.
Ini pengaruh. Allah akan kabulkan. Akan
pengaruh bahwasanya doa kita dikabulkan.
Kita berdoa kepada Allah dengan
menangis. Allah maha sayang. Allah
mendengar permohonan hamba-Nya. Kita
bangun malam cari muka sama Allah. Kita
menangis, kita memuji Allah. ya
terisak-isak kita susnutan Allah akan
kabulkan dan Nabi yang suruh ketika
berdoa.
Makanya ee
di antara perkataan
Umar bin Khattab radhiallahu anhu ya dia
berkata, "Inni la ahmilu hammal ijabah
wakinni walakin ahmilu hammadua faid
ulhimtud dua fainal ijabata maahu kata
dia, aku tidak ya pusing untuk
memikirkan tentang pengkabulan doaku.
Tapi yang aku pikirkan adalah kapan aku
berdoa? Kapan aku bisa berdoa? Karena
jika aku diilhamkan oleh Allah untuk
berdoa, waid ulhimtudua
fainnal ijabata maahu, maka pasti
dikabulkan.
Ya, jadi tinggal tunggu berdoa. Jadi
kapan kita berdoa segera ilham untuk
berdoa, kita segera berdoa karena akan
dikabulkan. Ini sangat penting. Husnudan
ketika berdoa. Ya Allah, apa susahnya
bagi Allah untuk kabulkan doa kita? Apa
Allah kun fayakun? Memang kalau kabulkan
doa kita kalau itu baik bagi kita apa
susahnya? Bagi Allah tidak mengurangi
hasat Allah sama sekali.
Husnudzan minta yang terbaik dari Allah.
Ketika berdoa kepada Allah maka husnuzan
kepada Allah. Di antaranya kata para
ulama ketika bertobat.
ketika bertobat.
Nah, maka jangan suan. Jangan suuzan
bahwasanya Allah menolak tobat. Jangan
suuzan.
Dalam riwayat jaal Fudhail ila Sufyan
atauri. Suf Fudhail bin Iyad datang
kepada Sufyanuri ketika hari Arafah.
Kita tahu hari Arafah hari pengampunan.
Allah turun ke langit dunia dan
mengampuni hamba-hambanya. Allah
membanggakan para jemaahnya di hadapan
para malaikatnya. Maka di hari Arafah
ketika mereka sedang berhaji, Fudhail
datang kepada Sufyan Asauri sama-sama
orang alim. Kemudian Fudhail berkata,
"Man asunasi
yaum?" Siapakah orang yang paling buruk
kondisinya di hari ini? Wahai Sufyan?
Qala. Apa kata Sufyan? Manna anallaha la
yagfir lahum. Anallaha la yagfir lahum.
Siapa yang menyangka berprasangka buruk
bahwasanya Allah tidak akan mengampuni
para jemaah haji? Ya, ini berarti
berprasangka buruk kepada Allah. Ini
orang paling buruk kata kata Sufyan
Asauri, orang yang berprasangka Allah
tidak mengampuni jemah haji ini orang
yang paling buruk. Kenapa? Karena Allah
lagi baik-baiknya lagi turun ke langit
dunia, lagi membanggakan jemaah haji dan
jemaah haji tersebut terlalu banyak
perjuangan sampai ke tanah Arafah.
Kemudian dia masih berprasangka Allah
tidak ampuni dia. Maka ini orang yang
paling buruk menurut Sufyan atauri
tayb. Di antara
kondisi kita berprasangka baik yaitu
ketika dalam kondisi sulit,
dalam kondisi genting. Ini sangat
penting.
Contohnya seperti kisah Nabi Musa. Kisah
Nabi Musa
dalam surat Asyuara.
Saya carikan ayatnya.
Surat Asyuara ayat 6162.
Ayat 61 sampai 62. Saya bacakan. Falamma
tar jamani qala ashabu Musa inna
lamudrakun. Ketika dua pasukan sudah
saling melihat. Itu kisah ketika Nabi
Musa keluar di malam hari, keluar dari
kota Mesir. Kemudian di pagi hari,
Firaun dan belantaranya sadar bahwasanya
Bani Israel sudah kosong dari Mesir.
Maka mereka pun kejar. Mereka kejar.
Akhirnya Nabi Musa terjebak di laut. Ada
yang mengatakan laut merah sehingga dia
tidak bisa kabur bersama dengan
pengikutnya. Mau ke depan laut, mau ke
belakang pasukan Firaun dan sudah saling
melihat. Di saat itu maka pengikut Nabi
Musa ada yang suudon.
Kata Allah, "Qala ashabu Musa inudraun."
Berkatalah
para pengikut Musa, "Kita bakalan
ketangkap. Kita bakalan ketangkap." Di
situlah Nabi Musa husnudan dalam kondisi
genting. Kata kata kata Nabi Musa, "Qala
kalla inna maaybi sayahin."
Sekali-sekali tidak. Kita enggak bakalan
ketangkap. Sesungguhnya Allah bersamaku
dan dia akan beri petunjuk kepadaku.
Subhanallah. dalam kondisi genting. Ini
contoh pertama ya. Padahal semua
jalan sudah tertutup depan laut, di
belakang ada pasukan Firaun. Mau ke mana
lagi? Tapi dengan begitu yakin ee maka
Nabi Musa berkata, "Sekali-sekali tidak
kita tidak bakalan ketangkap. Innama
rabbi sayidin." Ada Allah bersamaku dan
dia akan beri petunjuk kepadaku. Contoh
lagi kisah
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
dan Abu Bakar
di Goa
di Goa Tsur
yang Allah abadikan dalam Al-Qur'an.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Taniini
idhuma fil gar surat at-Taubah
9 ayat.
Eh 40
illa tansuruhu kata Allah faqarahullah
kalau kalian tidak menolong Muhammad
faqarah Allah akan tolong dia akahina
kafaru ketika dia diusir oleh
orang-orang kafir dia harus berhijrah
maka dia pun bersembunyi di goa Tsur
bersama Abu Bakar kata Allahnaini dia
adalah dua dari dua orang kedua dari dua
oranguma fil gar ketika mereka berdua
sedang dalam goa thur yaitu Abu Bakar
dan Nabi sallallahu alaihi wasam
[Musik]
Tatkala Muhammad berkata kepada
sahabatnya itu Abu Bakar, tahzan
inallaha maana. Jangan kau sedih
sungguhnya Allah bersama kita. Kapan
Nabi mengatakan demikian? Ketika
ternyata musuh sudah sampai di mulut goa
dan sementara mulut goa terbuka sampai
Abu Bakar ketakutan. Abu Bakar
mengatakan, "Lau anna ahadahum
tahtiqamai absinya
mereka di mulut gua sempat lihat ke
bawah karena mulut gua itu ke bawah.
Kalau mereka nengok ke bawah sudah kita
ketahuan sementara mereka ingin bunuh
kita. Situlah Rasulullah berkata, "La
tahzan innallah maana." Jangan kau
sedih. Allah bersama kita. Kalau bersama
kita, Allah akan tolong kita. Enggak
usah khawatir. Dalam hadis Rasulullah
berkata kepada Abu Bakar, "Ya Aba Bakrin
mauka bitnaini Allahuuma." Wahai Abu
Bakar, bagaimana menurutmu tentang
dua orang yang Allah ketiganya, yaitu
Allah pasti menolong. Allah pasti
menolong.
Ya, innallahabirin. Sesungguhnya Allah
bersabar. Lihatlah kondisi-kondisi
genting yang dilewati oleh Nabi Musa
oleh oleh Nabi oleh Nabi Yusuf. Oleh
Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf diuji dengan berbagai macam
ujian.
Kita tahu ee
dia diuji dari dia dimusuhi oleh
kakak-kakaknya kemudian dipisahkan dari
kedua orang tuanya. Ujian kedua yang
paling dia cintai. Dimasukkan dalam
sumur tidak pakai baju. Dijual jadi
budak ya kemudian ee dituduk dikerja
sebagai budak tanpa gaji setelah dijual
jadi kerja. Kemudian di tuduh berzina,
kemudian dimasukkan dalam penjara.
Subhanallah. Ini kondisi-kondisi
genting. Tapi apa kata Nabi Yusuf?
Innahu yattaqi waasbir fainnallaha la
yudiu ajral muhsinin. Surat Yusuf ayat
90.
Kata Nabi Yusuf, "Sungguhnya siapa yang
mayattaqi waasbir, siapa yang bertakwa
dan bersabar, sungguhnya Allah tidak
akan menyia-nyiakan ganjaran orang yang
berbuat baik." Selama itu diuji Nabi
Yusuf selalu baik dan dia yakin kalau
dia bersabar pasti ada happy ending.
Allah tidak akan menyia-nyiakan
kebaikannya. Gak mungkin. Dan ini
husnuzan kepada Allah dalam
kondisi-kondisi genting,
dalam kondisi-kondisi genting. Ya,
subhanallah. Jadi di antara kondisi yang
ee
perlu kita semakin husnudan adalah
ketika dalam kondisi genting. Lihat lagi
contoh lagi. Misalnya Nabi Yaakub,
Nabi Yakub alaihi salam ketika Yusuf
hilang, Benyamin tertahan, dia bukannya
berburuk sangka, dia malah semakin
husnudan.
dia malah
ee semakin husnudan
dalam surat Yusuf ya.
ketika semakin parah. Jadi Yusuf hilang,
Benyamin juga hilang dan dia diejek oleh
anak-anaknya. Dia mengatakan ya
tallahi mereka berkata kepada ayah
mereka, tallahi taftauru yusufta
minalikin. Wahai ayahanda, kau ni
ngingat-ingat Yusuf terus sampai mau
mati, sampai sakit parah, sampai buta.
Apa kata Nabi Yaakub Alaih Salam? Inama
aku hanya mengadukan kesidianku hanya
kepada Allah.
Aku tahu tentang Allah yang kalian tidak
tahu yaitu aku husn. Maka dia berkata
setelah itu
wahai anak-anakku carilah
eh Yusuf dan Benyamin. Jangan-jangan
kalian putus as rahmat Allah.
Innahuasillahul
kafirun. Tidak ada yang putus asa rahmat
Allah kecuali orang kafir. Di saat
genting tersebut, Nabi Yusuf malah Nabi
Yakub malah husnudzan kepada Allah.
12 surat Yusuf
ee mulai ayat 85 sampai 87.
Ya, maksud saya banyak contoh-contoh
bahwasanya mereka dalam kondisi genting
justru ingat kepada Allah. Lihat juga
misalnya
misalnya siapa? Misalnya Nabi Ayub
kata Allah, "Wa ayyuba idada rabbahu
anniin
anta arhamur rahimin."
Surah al-Anbiya ayat 83.
Allah berfirman, "Dan Ayub ketika dia
terkena penyakit kemudian dia berdoa
dengan husnudan luar biasa." Kata dia,
"Ya Rabb anani, aku ditimpa dengan
kemudaratan. Wa anta arhamur rahimin."
Dan engkau adalah zat yang paling
penyayang di antara yang menyayangi.
Saya sering sampaikan ayat ini.
Ibaratnya yang menyayangi kita banyak.
Ayah kita sayang kita, ibu kita sayang
kita, istri kita sayang sama kita, anak
kita sayang sama kita, kakak kita
sayang, adik kita sayang sama kita,
kawan kita. Tapi tidak ada yang
mengalahkan kasih sayang Allah itu dia
minta, "Ya Allah, Engkau maha kasih
sayang sembuhkanlah aku." Maka Allah
sembuhkan. Kata Allah, "Fastajabanalah."
Maka kami pun sembuhkan dia. Kami
kabulkan permohonannya. Fakasyafna ma
bihi minr. Kami hilangkan
penderitaannya. Ini contoh-contoh dalam
Al-Qur'an
tentang bahwasanya di antara
ee saat kita ber bersentuan di saat saat
genting di antaranya
ketika
mau meninggal, ketika
mau wafat disebut dengan al-ihtidar.
Al-ihtidar yaitu nyawa mau dikeluarkan.
Dikeluarkan. Apa
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? La
yamutanna ahadukum illa wahua
yuhsinudonna billahi azza waalla. Jangan
sekali-sekali salah seorang dari kalian
meninggal dunia kecuali di berbaik
sangka kepada Allah. Hati-hati mau
meninggal. Ini ujian sangat berat.
Kondisi super genting. Seorang akan
meninggalkan bumi ini, meninggalkan
dunia ini, masuk kepada alam yang lain.
Maka jangan sekali-sekali seuzon kepada
Allah. Situlah saatnya berbaik sangka.
Allah maha baik, Allah maha rahmat,
Allah maha sayang, dan Allah maha maha
yang lainnya. Maka seorang ketika
ditimpa dengan
akan meninggal dunia, maka hendaknya dia
berbaik sangka kepada Allah subhanahu wa
taala.
Tib ibu yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala. Bagaimana cara kita berbaik
sangka? Bisa berbaik sangka kepada
Allah?
agar berbaik sangka.
[Musik]
Saya rasa paling cara paling terbaik,
berbaik sangka adalah merenungkan
nama-nama Allah.
merenungkan
atau ini satu ya mungkin dua ya apa
namanya atau tiga ya pertama merenungkan
kandungan
kandungan nama-nama Allah
yang kedua mengingat kebaikan Allah masa
lalu.
sebelum-sebelumnya.
Yang ketiga,
menjauhi maksiat.
[Musik]
Baik. Adapun merenungkan kandungan
nama-nama Allah banyak kita renungkan
misalnya Allah alghfur
maha pengampun Allah attawwab
ya Allah adalah arrab
yang mengatur
Allah adalah arhamur rahimin
yang maha penyayang. Ya, ini buat kita
husnudan ya. Kita husnudan Allah yang
ngurusin kita ya.
Ya kata Allah, "Afaman hua qoimun ala
kulli nafsin bima kasabat
wajillahi andada ya
eh waj lillahi
andada kata Allah subhanahu wa taala
saya carikan ayatnyaillahiaka
dalam surah arraad ayat 33 perhatikan
Quran surah Surah 13 ayat 33. Afaman hua
qoimun ala kulli nafsin baka
qul sammuhum. Dan apakah sama
sembahan-sembahan yang yang
disekutukan kepada Allah? Apakah sama
dengan Allah yang mengurusi seluruh
manusia secara detail? Ya, di sini Allah
mengurusi
manusia secara detail,
person demi person.
Kalau begini kita jadi husnudan ya.
Allah ngurusin kita satu persatu. Allah
ngurusin kita dan dia arrahim. Nabi
berkata Allahu arhamu biibadi min had
biwaladi. Allah lebih sayang kepada
hambanya daripada seorang ibu kepada ee
anaknya. Ini yang selalu kita masukkan
dalam hati kita. Tidak ada yang lebih
sayang kepada kita daripada Allah
Subhanahu wa taala. Bagaimana tidak?
Allah yang menciptakan kita. Allah yang
mengcreate kita.
Allah yang mencipta kita dari janin.
Allah yang menentukan bentuk kita. Fi ay
suratin masyaabak. Allah yang menentukan
bentuk kita, rupa kita. Allah yang
tentukan rezeki kita. Allah yang
tentukan ajal kita.
Husnudan aja Allah Subhanahu wa taala
yang ngurusin kita. Ya.
Maka seorang ketika tahu Allah maha
pengampun, maha penyayang. Huwal barur
rahim. Innahu hual barur rahim. Albar
maksudnya Tuhan yang maha baik. Arrahim
yang maha penyayang. Ketika digabungkan
innahu huwal barur rahim. Dialah Allah
yang maha alar yang maha baik, arrahim
yang maha penyayang. Maka ngapain kita
suudan kepada Allah? Gak pantas.
Gak pantas. Tib. Yang berikutnya kita
mengingat kebaikan-kebaikan Allah
sebelumnya.
Selama ini Allah baik sama kita. Selama
ini banyak masalah kita hadapi dan
ternyata kita berhasil menghadapinya.
banyak musibah kemudian Allah angkat
musibah tersebut. Kenapa kita seuzon?
Bukankah kebaikan-kebaikan Allah
sebelumnya
bisa Allah hadirkan sekarang lagi? Allah
lanjutkan kebaikan-kebaikannya. Apa
susahnya? Selama ini Allah baik bagi
kita. Ya, makanya ketika Allah mengajari
Nabi Musa ketika Nabi Musa berdoa dalam
surat ee
dalam surah Thaha
doa yang masyhur. Rabbisrohli sodri
waassirli amri wahlul uqdatan m lisani
yafqahu qi waj wazir min ahli harun akhi
bri waiku amri
bir qaka ya Musa. Nabi Musa berdoa
ketika Allah suruh ngirim, suruh
berdakwah ke Firaun. Dia berdoa, "Ya
Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah
urusanku, hilangkan kekakuan dari
lisanku agar mereka paham perkataanku.
Jadikanlah Harun sebagai partnerku,
Harun akhi. Jadikanlah aku kuat
dengannya. Wasriku fi amri." Jadikanlah
dia rasul bersamaku agar kami banyak
bertasbih kepadamu dan agar kami banyak
berzikir kepada engkau. Kata Allah qalaq
qod utitas laka ya Musa. Sungguh engkau
telah dikabulkan permohonanmu. Kemudian
Allah bilang apa? Walaq amananna alaika
maratan ukh. Ketahuilah sebelum ini kami
telah beri nikmat kepada engkau wahai
Musa. Dulu waktu kau kecil kau tidak
minta saja aku kabulkan.
Kau tidak minta? Maka Allah sebutkan
[Musik]
dan seterusnya. Allah sebutkan kau dulu
waktu kecil mau dibunuh sama Firaun,
tapi kami wahyukan kepada ibumu agar
menyusuimu. Langsas meletakkanmu di atas
keranjang. Kemudian lepaskanlah di tabut
dalam keranjang. Kemudian kau diawasi
oleh kakakmu terus ini kenikmatan. Waq
alika mahabbatan minni. Aku menjadikan
orang k lihat kau sayang kepada kamu.
Ini Nabi Musa diberikan banyak nikmat
oleh Allah. Dia masih kecil dia tidak
pernah berdoa kepada Allah. Apalagi
sekarang kau minta wahai Musa. Jadi
Allah ngajarkan kepada Musa husnudan.
Kau dulu aja tidak bisa apa-apa, tidak
bisa minta aku sudah selamatkan engkau.
Aku berikan kebaikan kepadamu. Apalagi
sekarang kau minta. Ibaratnya kenapa
kita susun sama? Kita dulu kecil enggak
bisa apa-apa. Allah rawat kita. Allah
datangkan ayah ibu kita ngurusin kita
dengan penuh hati, dengan penuh kasih
sayang. Di janin pun Allah sudah kasih
kita rezeki. Ketika keluar Allah kasih
sekarang kita besar kita suuzon, Allah
tidak kasih kita rezeki. Ini suudan
kepada Allah.
Seperti suuzan orang-orang kafir. Ya
wala taqutul auladakum khyata imlak.
Jangan bunuh anak-anak kalian karena
takut miskin. Nahnu narzukum waakum.
Kami yang tanggung rezeki mereka dan
rezeki kalian. Ini suultan Allah tidak
kasih di sama anak-anak sehingga dibunuh
anak-anaknya. Gak dar seorang tidak mau
punya anak takut tidak bisa kasih makan
yang tanggung makan bukan engkau.
Yangang makannya adalah Allah subhanahu
wa taala. Jangan engkau hewan aja Allah
tanggung. Ya suuzan kepada Allah. Jadi
caranya kita mengingat kebaikan-kebaikan
Allah sebelumnya. Sekarang kita dihadapi
dengan masalah berat. Ya Allah dulu saya
juga menghadapi banyak masalah. A b c d
semuanya lewat. Buktinya jalan keluar.
Meskipun agak lambat, meskipun lama,
tapi ternyata Allah kasih solusi. Kenapa
kita sekarang suudan? Kenapa ketika
sekarang solusi tidak kunjung datang
kita suudon kepada Allah? Mungkin Allah
tunda nanti solusinya. Tugas semuanya
berdoa, berharap dan sudah ada pelajaran
sebelumnya. Begitu banyak masalah kau
lewati. Sekarang kenapa tidak dilewati?
Bisa juga dilewati. Sabar aja. Jangan
suudan sama Allah Subhanahu wa taala.
Husnudan Allah pasti berikan yang
terbaik. Yang penting sabar.
Siapa yang bertakwa bersabar maka Allah
tidak akan menyanyiakan
ganjaran kepadanya. Tib
yang terakhir mungkin agar kita bisa
husnudan. Jauhi maksiat setiap karena
setiap maksiat menghitamkan hati. Ketika
menghitamkan hati membuat dia terhijab
antara dia dengan Allah. Ketika dia
terhijab dia semakin sulit husnudan
kepada Allah karena dia tidak
prosedural. Orang jika prosedural
mudah husnudan.
Contoh misalnya pagi ini dia malam ini
dia salat malam, pagi dia salat ke
masjid, dia salat subuh, di zikir pagi
petang, kemudian dia baca Quran kemudian
dia pergi. Ada bapak dia mudah husnud.
Saya sudah prosedural hari ini. Saya
sudah. Kapan dia susah husnudan? Ketika
pagi dia bermaksiat, malam nonton film
Korea, kemudian pagi-pagi sudah
dengar-dengar musik, kemudian mungkin
caci maki orang, kemudian terkena
musibah, dia suuzun bawaannya.
Tapi kalau dia sudah ikut prosedur,
mudah dia husnudan.
Maka di antara cara seorang untuk bisa
mudah husnudan kata Ibnu Qayyim adalah
menjauhi maksiat. Orang yang melakukan
maksiat susah dia untuk husnudan. Dan
semakin hitam jiwanya, semakin hitam
hatinya dia semakin sulit husnudan.
Dan paling parah ketika dia akan
meninggal dunia, dia mau diajak
husnudan, susah hatinya. Hatinya
berkhianat,
susah mau husnudan. Sehingga dia
berburuk sangka pada Allah di saat-saat
yang sangat genting ketika dia akan
meninggal meninggal dunia. Bab ini aja
mungkin ibu yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala kajian kita pada
kesempatan kali ini. Semoga Allah
menganugerahkan kepada kita husnudan
kepada Allah. Jangan sekali-sekali
suuzon sama Allah. Apapun yang kita
alami, apapun yang kita hadapi, betapa
berat yang kita hadapi tetap husnudan.
Allah maha baik. Ya, Allah maha baik ya.
E apa yang kita lakukan kesalahan Allah
maha mengampuni.
Kalau ibu kita saja sayang sama kita,
bagaimana dengan Allah Subhanahu wa
taala? Lebih sayang tapi Allah tahu yang
terbaik bagi kita. Kita tidak tahu.
Allah yang lebih tahu yang terbaik bagi
kita. Maka tetap khususan kepada Allah.
Tapi demikian saja ibu yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Demikianakum
wabillahi taufik walhidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.