Tingkatan Penghuni Surga - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
JRVClbrEIyg • 2025-12-12
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Ya,
bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasukrhu ala
taufqihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan allahumma shli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwan. Alhamdulillah
pada kesempatan kali ini Allah
pertemukan kita dalam rangka untuk
menambah iman, menambah takwa,
istiqamah, dan saling mengingatkan.
Karena orang beriman itu saling
mengingatkan,
siap mengingatkan dan siap juga
diingatkan. Karena Allah mengatakan,
"Wal asri innal insana lafi khusr
illalladzina amanu waamilus shihat wat
tawaso bilhaq wataw bisabar."
Sesungguhnya manusia itu hukum asalnya
merugi. Lafi khususrin. Dia masuk dalam
kerugian dari segala sisi. Siapa yang
selamat? Alladzina amanu. Kecuali orang
yang beriman. Yang pertama. Yang kedua,
amilus shihat, beramal saleh. Yang
ketiga, watawasu bilhaq, saling
menasehati dalam kebenaran. Yang
keempat,
watwih asabar. Saling menasihati dalam
kesabaran. Sini kata Allah, kata Allah
saling berarti menunjukkan siap
menasehati dan siap juga dihati.
Siap mengingatkan dan siap juga
diingatkan. Nah, pada kesempatan kali
ini saya qadarullah bertugas sebagai
pengingat dan saya ingin mengingatkan
ibu-ibu semua akan hari akhirat.
Pembahasan kita pada siang hari ini
tentang tingkatan penghuni surga. Ya,
bahwasanya penghuni surga itu tidak satu
level tapi mereka berlevel-level.
Sekarang kita akan sebagai mukadimah
saya akan menjelaskan tentang
ee
kondisi kita, posisi kita ya. Jadi
perjalanan hidup ya perjalanan hidup
kita melewati banyak destinasi ya.
Yang pertama adalah masa janin.
Yang kedua adalah di dunia.
Yang ketiga adalah alam barzakh,
alam kubur.
Yang keempat adalah padang mahsyar.
Kemudian yang seterusnya sampai ada
sirat.
Kemudian keenam terakhir surga atau
neraka.
Surga atau neraka.
Tib masa janin berapa lama, Ibu? Kurang
lebih 9 bulan.
Ini sudah down, selesai. Sudah selesai.
Di dunia kurang lebih 60 sampai 70
tahun. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Umati bain
umur umatku antara 60 sampai 70 tahun."
Waq waq yajuzik. Yang lewat 70 tidak
banyak.
Yang lewat 30 70 tidak banyak tapi tidak
banyak. Saya tanya ibu-ibu yang di atas
70 coba angkat tangan.
Paling nenek ya. Di atas 70 1 2 3
4 5. Masyaallah. Semoga ditambah takwa.
ditambah amal ibadah. Tapi kalau sudah
70 sudah harus siap-siap.
Siap-siap. Karena umur manusia biasanya
60 sampai apa? 70 tahun. Baik. Alam
kubur
sejak meninggal
hingga
hari kiamat, hari kebangkitan
ini sangat panjang.
Maka alam kubur ini bisa ratusan, bisa
ribuan tahun ya. Ratusan
atau ribuan tahun.
Sudah ada orang-orang yang sudah di alam
barzakh sejak ribuan tahun. Sudah ada
ya, sudah ada yang ratusan tahun ya.
Kemudian padang mahsyar
50.000 tahun.
Di sini banyak proses yang akan di
dilewati.
Di Padang Mahsyar ini ada banyak
peristiwa. Di antaranya misalnya
disidang
oleh Allah subhanahu wa taala kemudian
diserahkan catatan amal
kemudian ada namanya dihisab
kemudian ada namanya juga di
timbang.
Ya, ini di antara ada kejadian-kejadian
banyak, tapi dia karena 50.000 tahun
banyak destinasi yang akan kita lewati
di sini
dan kita semua akan melewatinya
di sirat. Sirat adalah jembatan yang
diletakkan di atas alamatni jahanam, di
atas neraka jahanam. Dan kata Allah, wa
minkum illa wariduha. Setiap kalian
pasti melewati neraka, yaitu melewati si
sirat. Tidak ada yang tidak lewat,
semuanya lewat. Yang berhasil lewat
masuk surga, yang tidak berhasil masuk
apa? Neraka.
Tayib. Sekarang kita di mana? Kita
sekarang di sini.
Kita sekarang di di sini. Ini posisi
kita sekarang.
Umur yang sudah kita lewati sudah
kita sama-sama tahu. Saya kemarin sudah
kemarin benar ya kemarin 46 sekarang
sudah 46 sehari
satu leting ya. Nah, kita enggak tahu
tinggal berapa ya. Di antara ibu-ibu ada
sudah 50, sudah ada 60, ada yang 70 ke
atas, ada yang mungkin 80 ke atas ya
berarti menunjukkan fase ini tidak lama
lagi akan kita tinggalkan.
Tib. Setelah itu kita akan masuk dalam
alam barzakh yang ternyata jauh lebih
lama daripada masa kita hidup di dunia.
Setelah itu kita masuk di padang mahsyar
yang ternyata jauh lebih lama lagi bisa
50.000 tahun. Setelah itu kita akan
masuk surga dan neraka. Dan ini abadi.
Abadi maksudnya ibu-ibu bukan 1 miliar
tahun, bukan 1 triliun tahun
selama-lamanya. selama.
Nah, kalau kita perhatikan ternyata ya 9
bulan sudah lewat kita, kita sering di
sini. Ternyata usia kita di dunia
sedikit dibandingkan dengan destinasi
berikutnya.
Ternyata 60, 70 tahun, 80, 90, 100. kita
hidup dunia semakin kalau kita sudah
usia 90, 100 sudah tidak nyaman lagi
hidup
yang disebut dalam hadis arzalul umur
yaitu usia yang paling merendahkan.
Karena seorang sering lupa ya, dia
sendiri tidak bisa ngurus dirinya,
terkadang harus diurus oleh orang lain.
Kalaupun seorang maksudnya dipanjangkan
umur, dia hidup sudah tidak senyaman
ketika dia masih muda.
Belum selalu teringat-ingat mungkin
besok saya meninggal, mungkin besok saya
meninggal, seperti itu.
Oleh karenanya umur kita ternyata di
dunia cuma 60 sampai 70 tahun. Ini belum
lagi dipotong, Ibu-ibu, ya. dipotong
dikurangi
dikurangi pertama
masa kecil sampai sebelum balik ya masa
kecil
sama dengan 15 tahun.
15 tahun. Terus waktu tidur
kita tidur sehari berapa jam, Ibu-ibu?
Delan itu yang rajin. Yang malas bisa 10
jam ya. 8 jam itu 1/3 hari. 1/3 hari. 1
hari 24 jam. 1/8 tuh 8 jam itu sepertiga
3 hari. Seandainya umur kita wafat umur
60, tarulah kita umur 60 tahun kita
wafat, kita sudah tidur 20
tahun ya. 20 tahun.
Kalau kita wafat di usia 60,
sebenarnya waktu efek waktu umur efektif
kita
umur efektif kita
sama dengan 60 kurang berapa?
Kurang 15 ya. 60 - 15 kurang berapa?
20 jadinya berapa itu?
Iya sudah. 60 - 15 45 - 20 =5
kuranglah 60 - 20 40 - 11 25 ya
25 tahun.
Jadi sebenarnya umur kita yang efektif
cuma 25 tahun. Ini kalau kita wafat usia
60. Kalau kita wafat usia 70 berarti
lebih lagi ya. 25 tahun ini coba kita
renungkan
yang untuk persiapan akhirat sudah
berapa tahun?
Buat baca Quran berapa lama? Buat
jalan-jalan berapa lama buat ngobrol
ibu-ibu ngerumpi berapa lama? Buat
nonton berita berapa lama berita ijazah
enggak habis-habis.
Cerita baca-baca dengar-dengar enggak
pernah selesai. Ya, sehingga sebenarnya
waktu kita untuk beramal saleh semakin
apa? semakin sedikit.
Sementara
semua yang kita lakukan di usia efektif
ini penentu nasib kita di alam barzakh,
di padang mahsyar dan di surga atau
neraka. Saya ingin menyampaikan ini
supaya kita sadar bahwasanya umur kita
ternyata tinggal sedikit. Setiap detik
yang kita lewati akan mempengaruhi nasib
kita di destinasi berikutnya.
Setiap detik. Saya tidak saya tidak
berlebih-lebihan dan saya tidak
hiperbola. Setiap detik yang kita lewati
punya pengaruh akan kebahagiaan kita,
status kita pada destinasi berikutnya.
Seandainya kita satu detik kita
mengucapkan subhanallah walhamdulillah
punya pengaruh nanti. Punya pengaruh di
alam barzakh. Ya, makanya Allah
berfirman, "Man kafaro faalaihi kufruh
waman amila shihan falianfusihim
yamhadun." Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Siapa yang berbuat kufur bagi
dia kekufuran tersebut, siapa yang
beramal saleh, maka dia mempersiapkan
tempat tidurnya di alam barzakh.
Kita bercapek-capek agar kita begitu
meninggal, kita pindah ke destinasi
berikutnya yang nyaman. Nah, ini yang
mau sekarang kita bahas. Ibu-ibu sudah
paham?
Paham ini? Jadi, sekarang sisa umur
ibu-ibu berapa tahun? Enggak ada yang
tahu. Tetapi sebenarnya tinggal sedi
sedikit.
Maka saya berharap Ibu-ibu setelah ini
jangan buang-buang waktu lagi. Yang
tidak ada manfaat tinggalkan. Jangan
sampai ngerumpi. Jangan terlalu banyak
nonton berita-berita
artis. Enggak ada faedahnya ya. Mulai
baca Quran, mulai salat malam, mulai
sambung silaturahmi, mulai fokus urus
anak-anak, fokus urus suami. Kalau yang
punya cucu urus cucu, ya. Jangan lupa
zikir pagi petang, jangan lupa salat
duha, jangan lupa salat malam, bikin
program umur saya tinggal sedikit, saya
harus berpacu supaya saya mendapatkan
keindahan pada destinasi berikutnya.
Oke, ini sudah paham. Saya mau hapus.
Oke. Oke, silakan.
sudah ya. Oke.
Ee Allah Subhanahu wa taala dalam
Al-Qur'an membuat perbandingan
antara status di dunia dengan status di
akhirat. Ya, silakan buka surah
Al-Isra.
Surah Al-Isra ayat
sampai 21. Surah 17.
Quran surah 17 ayat 20 sampai 21. Ini
surah 17 namanya surah Al-Isra
Al
surah 17 ayat 201.
Di sini ada
komparasi ya
antara
status di dunia
dan di akhirat.
Di dunia dan di akhirat. Kata Allah
Subhanahu wa taala dalam ayat 20,
silakan buka.
Sudah buka semua?
Setiap kelompok kami kasihkan harta
rezeki. Yang kafir kami kasih, yang
beriman juga kami kasih. Semuanya karena
Allah Tuhan semuanya Allah kasih. Mau
kafir, mau penjahat, mau orang adil,
orang saleh, orang kurang ajar, semuanya
Allah kasih rezeki. Kemudian kata Allah
subhanahu wa taala, wana ahahbika
mahdur. Dan pemberian Allah tidak ada
yang bisa melarangnya. Kemudian kata
Allah, "Unzur kaifaadolna baahum ala
ba." Kata Allah, "Lihatlah." Kata Allah,
"Lihatlah
bagaimana
kami
menjadikan mereka bertingkat-tingkat."
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
walal akhiratu akbar darujatin akbaru
tafdila. Di akhirat
lebih
banyak lagi tingkatan.
Lebih banyak lagi, lebih besar lagi
tingkatan-tingkatan.
Saya kalau mau jadi ternyata di dunia
Allah jadikan status ekonomi harta Allah
tidak ratakan semua tapi Allah
mengatakan kami menjadikan status di
dunia ber tingkat-tingkat. Kita lihat di
dunia kalau kita buat level
ekonomi
di dunia mungkin
kita bisa kasih tingkatan yang pertama
apa? Super kaya. Iya Bu. Super. Super
kaya.
Terus apaagi?
Bilang aja apa?
Orang kaya. Orang kaya.
Yang ketiga sok kaya.
Sok kaya.
OKB. Orang baru. Orang kaya baru.
Pura-pura kaya.
Iya. pura-pura kaya
nanti lama-lama
miskin ya sudah ini berbagai macam nanti
apa miskin
sangat miskin sampai super miskin
sampai Allah mengatakan
miskinan dza matrabah dalam Al-Qur'an
bantulah orang miskin dza matrabah yang
orang miskin tersebut tidak punya
apa-apa kecuali tanah dia rumah rumah
enggak punya, harta enggak punya, dia
cuma punya tanah. Ada orang miskin
seperti itu kata Allah, "Bantulah."
Berarti orang miskin juga
bertingkat-tingkat sampai ada yang
sangat miskin, super miskin.
Ini kalau kita mau levelkan ya mungkin
ada puluhan level
ya. Ini semua kalau kita mau levelkan ya
bisa puluhan level.
Kalau kita detailkan
kata Allah Subhanahu wa taala, "Walal
akhiratu akbar." Di akhirat levelnya
lebih tinggi lagi, lebih banyak lagi.
Waaru tafdil dan pembedaannya lebih
banyak lagi. Ternyata di akhirat
levelnya lebih banyak di surga maupun di
neraka. Di surga
levelnya banyak,
demikian juga di neraka.
Sebagaimana di surga tidak satu tingkat,
di neraka juga tidak satu tingkat.
Contoh di neraka. Contoh di neraka Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan
tentang penghuni neraka yang paling
rendah. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Inna ahwana ahlinari adzaban
yaumalqiamah
Abu Thalib wahua yantailu bina minanar
yagli bihima dimaguhu." Sesungguhnya
orang yang paling rendah azabnya di
neraka kelak adalah Abu Thalib, paman
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia
hanya memakai sendal dari api, otaknya
men mendidih. Itu level neraka yang
paling ren rendah itu yang paling atas.
Semakin parah semakin di bawah. Semakin
parah semakin di bawah.
Coba kita lihat ya. Neraka paling
rendah.
Neraka
paling rendah tadi siapa, Ibu-ibu?
Abu Thalib. Apa siksaannya?
Abu Thalib pakai sendal api, otaknya
mendidih.
Otak mendidih.
Yang paling ini ini bukan paling gak ini
maksudnya
paling terbaiklah ya. Paling baik.
Paling baik. Yang paling ringan mohon
maaf salah. Paling ringan.
Paling ringan.
Kemudian yang berikutnya yang paling
parah,
paling parah adalah orang-orang munafik.
Kata Allah subhanahu wa taala, innal
munafikina fidil asfali minanar. Orang
munafik
di neraka paling bawah.
Saya jadikan ayatnya.
Annisa 145 ya. Annisa 145.
145.
Kenapa orang munafik neraka paling
bawah? Karena mereka kafir
secara batin tapi KTP-nya Islam.
Sehingga mereka sudah kafir dan menipu.
Dosanya dobel. Kafir tapi meni menipu.
Makanya dikatakan innal munafikina
fidqil asfali minanar. Dan mereka lebih
rendah daripada nerakanya Yahudi. Mereka
lebih rendah daripada nerakanya Nasra.
Mereka lebih rendah daripada orang-orang
musyrik yang lain. Karena orang musyrik
yang lain mereka nyata-nyata musyrik.
Orang munafik
dalam hatinya kafir tapi KTP-nya apa?
Islam. Sehingga neraka mereka paling
bawah. Ini neraka paling ringan, neraka
paling parah. Di antaranya banyak
berderajat-derajat. Kata Allah,
"Walikullin darajatun mimma amilu."
Masing-masing derajatnya, levelnya
sesuai dengan amal perbuatan.
Babi, Ibu-ibu, ini di neraka.
Sekarang kita bahas bagaimana
level-level di surga. Ini yang mau kita
bahas ya.
Ya, berapa level apa level-level di
surga.
Ibu-ibu kalau sudah saya mau hapus ya.
Baik. Kalau sudah saya lanjutkan ya.
Mungkin ibu-ibu bertanya, "Kenapa saya
bahas level-level di surga?
Apa sebab kita bahas pembahasan ini,
Ibu-ibu?" Saya pengin kasih tahu
bahwasanya kalau di dunia kita semua
sudah tahu status kita. Saya sudah tahu.
Saya dibandingkan dia saya lebih kaya.
Saya dibandingkan dia saya lebih miskin.
Saya tahu pembu saya lebih miskin dari
saya tahu. Saya tahu bos saya lebih kaya
daripada saya. Kita bisa memetakan
status kita di dunia dan kita sudah
tahu. Tetapi bagaimana status kita pada
desa itu yang masih gaib.
Sehingga sebenarnya kita harusnya
berlomba pada status berikutnya bukan
status sekarang.
Kemudian menjadi masalah terkadang
status berubah signifikan 180 derajat.
Yang di dunia
mewah, hidup mewah, di destinasi
berikutnya belum tentu.
Benar atau tidak? Belum. Jadi kita
belajar ini agar kita fokus pada status
berikutnya. Apa yang Allah berikan pada
kita potensi di dunia harusnya kita
maksimalkan untuk mengejar status kita
di akhirat. Bukan status kita di dunia.
Dunia kita punya status mewah, kita cuma
hidup 60, 70 kemudian selesai.
Tapi jangan sampai kita lali pada status
berikutnya.
Banyak orang terpedaya hanya fokus pada
status dia di dunia yang akan dia
tinggalkan.
Makanya Allah berfirman, perhatikan
status
status di dunia
bisa saja berubah
berbalik.
Ketika di akhirat
Allah berfirman waqatil waqiah
laisawaqatiha kadibahidiahat
rujtil ard
ya
surah al-waqiah surah 56 ayat 3
apa Allah berfirman, idza waqotatil
waqia'ah jika terjadi hari kiamat. Laisa
liwaqoatiha kadibah tidak ada yang bisa
menolak adanya hari kiamat pasti
terjadi. Kemudian kata Allah khofidatur
rofia'ah.
Rofiah.
Khofah artinya merendahkan.
Rofi artinya mengangkat.
Ini merendahkan, ini mengangkat. Kenapa?
Pada hari kiamat kelak, hari kiamat bisa
menyingkap. Bisa jadi ada orang yang
disangka rendah, ternyata dia naik. Nih
disangka rendah
Rafiah.
Di dunia dianggap rendah,
di akhirat.
tinggi
ini. Sebaliknya di akhirat
eh di dunia tinggi benar dunia tinggi di
akhirat ren rendah
di akhirat rendah.
Ada yang semakin tinggi
di dunia dia statusnya baik, kaya raya,
dermawan, luar biasa. Di akhirat semakin
apa? Tinggi. Ada yang semakin hina di
dunia dia sudah miskin, ternyata dia
nakal, dia mencuri, dia semakin hina.
Tetapi status bisa berubah.
Saya sering contohkan, saya contohkan
begini saja sederhana. Saya punya
pembantu ya, dia kerja mungkin
berbulan-bulan mungkin sampai setahun.
Setiap dia gajian dia kirim ke orang
tuanya 100%. Semua gajinya dia kirim ke
orang tua.
Dan itu dia lakukan berbulan-bulan
mungkin bisa bertahun-tahun.
Kira-kira dia berbakti sama orang tua
enggak?
Pahalanya besar enggak
besar? Kita mungkin enggak seperti itu.
Kita mungkin enggak bisa ngasihkan 100%
uang kita buat apa? Orang tua. Apakah
kita masih menganggap pembantu kita
bakalan lebih rendah daripada kita
ketika di akhirat? Belum tentu kan?
Belum tentu. Belum tentu. Bisa jadi
sekarang jelas dia rendah. saya gaji dia
kok. Tapi begitu mati status bisa
berubah.
Status bisa bisa berubah.
Maka maksudnya jangan sampai
status kita di akhirat parah. Itu yang
saya tidak ingin. Kita pengin dunia kita
bahagia, di akhirat lebih bahagia lagi.
Maka taala untuk mencari level terbaik
ketika di akhirat. N di sini kita harus
berlomba-lomba. Tib. Sekarang saya akan
sebutkan dalil-dalil
bahwa
di surga bertingkat-tingkat
dari Al-Qur'an
maupun hadis.
Tib ibu-ibu pegang Al-Qur'an kan? Kita
satu-satu kita buka ya.
Contoh
surah Ar-Rahman, Ibu.
Surah Ar-Rahman
ayat 46. Contoh satu
surah Ar-Rahman
46 dan
ayat 62.
Perhatikan
Allah sebutkan di surat Arrahman ayat
46. Kata Allah, "Waliman khaofa
maqombbihi jannatan."
Bagi orang yang takut kepada Allah
mendapatkan dua surga. K Allah sebutkan
tentang sifat-sifat surga tersebut.
Fabiayikuma tukadziban
yawanianikumzibanrian.
Allah sebutkan sifat-sifat surga
tersebut. Ini orang takut kepada Allah.
Kemudian setelah itu pada ayat 62 Allah
mengatakan wam dunihima jannatan. di
bawah dua surga itu ada dua surga yang
yang lain, tapi statusnya di di bawah.
Jadi, surga bertingkat-tingkat.
Ini satu dalil.
Contoh lagi
dalam surah Al-Hadid ayat 10. Contoh
lagi Quran surah 57
ayat 10 ya. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "La yastawi minkum manfaq minql
waqalina.
Coba ibu-ibu ada yang bacaak
coba. I coba kasih m kasih m biar
dengar.
Oke, Bu. Kasih, Bu.
Kasih, Bu. Sedang baca. Heeh.
Tadi baca terjemahannya
ayat 10. Surah Al-Hadid ayat 10.
Bismillahirrahmanirrahim.
Mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu
di jalan Allah? Padahal milik Allah
semua pusaka langit dan bumi.
Perhatikan sini. Setelah itu Allah
berfirman, "Tidak sama."
Terus lanjut.
Tidak sama orang yang menimpakkan
hartanya di jalan Allah di antara kamu
dan berperang sebelum penampuan Makkah.
Mereka lebih tinggi derajatnya daripada
orang-orang yang mengimpakkan hartanya
dan berperang. Setelah itu Allah
menjanjikan balasan yang baik kepada
mereka masing-masing.
Oke. Jazakiran. Perhatikan. Allah
tidak sama orang yang berinfak dan
berjihad sebelum Fathum Makah tahun
berapa? 8 Hijriah. Ibu harus belajar
sejarah. Fatu Makkah tahun berapa? 8
Hijriah. Ketika setelah Fatu Makkah
banyak orang masuk Islam karena Islam
sudah jaya.
Allah membedakan yang berinfak di masa
sulit sebelum tahun 8 Hijriah. Berinfak
di masa sulit, berjuang di masa sulit
tidak sama dengan yang berinfak setelah
masa ringan. Dua-duanya dijamin surga
tapi surganya ber
berbeda.
Di sini ada perhatian ternyata di masa
sulit pahalanya be besar. Berbeda dengan
di masa mudah.
Contoh lagi ya.
Surah Al-Mutofifin. Perhatikan, Ibu.
Surah ke-83
ayat 22
sampai 28.
Quran surah 83 ayat 22
sampai 208.
Saya bacakan aja. Kata Allah, perhatikan
innal abr lafi naim. Di sini Allah
membagi penghuni surga ada dua. Ada
namanya almuqarabun,
ada namanya al-abrar.
Alabrar.
Almuqarabun artinya yang didekatkan.
Alabrar artinya orang-orang baik.
Allah berfirman, "Inal abr lafi naim."
Sesungguhnya orang-orang baik dalam
kenikmatan
mereka di atas dipan-dipan sambil
memandang kenikmatan surga.
Kau melihat wajah mereka penuh dengan
kebahagiaan.
Mereka diberi minum dari rahiq. Ya,
mereka diberi minum dari apa?
Khamar rahiq. Ya, dari ini minumannya.
Minumannya khamar rahiq.
Iya. Khamar rahib,
khamar murni.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala
khitamuhus eh
wizajuhu min tasnim kata Allah
wamizajuhu min tasnim. Campurannya
dengan tasnim.
Tasnim.
Apa itu tasnim? Kata Allah,
muqarun. Ternyata taslim itu minuman
khusus, minuman muqarabun.
Perhatikan di sini, Allah ingin
menjelaskan bahwasanya ketika level
surga berbeda,
jangankan kenikmatan tempat tinggal,
rumah, bahkan minuman Allah bedakan.
Orang yang abrar minumannya khamar
dicampur tas tasnim. Ibaratnya ada
minuman dicampur tasnim. Yang muqarabun
murni tasnim
bukan campuran, tapi murni apa tasnim.
Ibaratnya kalau kita yang bagian bawah
dikasih air campur madu, yang bagian
atas murni ma madu. Jadi Allah
membedakan antara minuman level yang
satu dengan level yang lain.
Paham, Ibu-ibu?
Tayib. Lihat juga terakhir mungkin
searnya dalilnya banyak cuma waktunya
terbatas. Kita lanjutkan qurat surat
Fatir.
Iya. khawatir
32. Surah 35
ayat 32. Perhatikan Allah berfirman 32
sampai
33 ya. 32 sampai 33.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
Allah penghuni surga ada tiga model.
Pertama,
yang pertama adalah zalim nafsi
yang berdosa.
Berdosa campur dengan ketaatan.
Yang kedua, muktasid.
Muktasid
yaitu yang tengah.
Dia tidak pendosa tapi dia amalnya
tengah-tengah. Yang ketiga paling hebat
sabiquun bil khairat. Sabiqat
itu yang paling depan.
Kata Allah jannatu adnin yadkulaunaha.
surga yang semuanya mereka masuki.
Ternyata penghuni surga ada tiga model.
Ada yang dosa tapi dia campur dengan
kebaikan. Surganya lebih rendah. Ada
yang tengah-tengah, dia tidak suka
berdosa, tapi amalnya sedang-sedang
saja. Ada yang lebih tinggi maka dia
amalnya apa-apa dia paling cepat.
Sedekah paling cepat, salat paling
cepat, puasa paling cepat, berbuat baik
paling cepat, maka dia pahalanya ti
tinggi. Dalam surat Al-Waqiah mungkin
tambah satu lagi terakhir ya,
Al-Waqiah Allah juga berfirman
penghuni surga ada ashabul yamin
kemudian Almuqarabun.
Sebentar bentar.
kata Allah Subhanahu wa taala
ee
ayat 8, ayat 8 dan
ayat 10.
Coba Ibu-ibu baca ayat surah Al-Waqi'ah
yaitu surah 56.
Surah 56 ini terakhir ayat 8 dan ayat
10.
Coba baca
Alwaqiah surat 56
ayat 8 dan ayat 10. Coba ayat 8.
Auzubillahiminasyaitanirrajim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan nama Allah yang maha pengasih
lagi maha penyayang.
Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya
golongan kanan itu.
Nah, ini yang ada golongan ka kanan
sebut ashabul yamin yang 10 coba.
Dan golongan kiri. Alangkah tentaranya
golongan kiri.
Ini ayat yang kees9. Ayat yang ke-10.
Lanjutkan.
Dan orang-orang yang paling dahulu
beriman,
merekalah yang paling dahulu masuk
surga.
Lanjutkan.
Mereka itulah orang yang dekat kepada
Allah.
Ah, perhatikan. Jadi, ternyata Allah
bagi penghuni surga ada dua. Ada Ashabul
Maimanah,
kemudian satunya almuqar almuqarabun.
Kata Allah, "Ahabul maimanati ma ashabul
maimanah." Wa ashabul masamati ma
ashabul masamah. Kemudian
wasabiquunabiquun
ulaikal muqarun. Ternyata penghuni surga
ada dua, ashabul Maimanah sama
Assabiqun, almuqarabun.
Mereka lebih tinggi derajatnya daripada
yang ashabul Maimanah.
Paham?
Tib dalam hadis ini, ayatnya masih
banyak tapi saya cukupkan ini ya. Hadis
Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan
inna fil jannah ya. Bahwasanya Allah
subhanahu wa taala
aadda lil mujahidin innail jannah miata
darajatin aaddahullahu lil mujahidin.
Sesungguhnya Allah siapkan
derajat 100 level surga
ya bagi para mujahidin.
Kata Allah ma bainad darajata iniini
kama bain sama wal ard.
Jarak satu yang jarak satu yang satu
dengan yang lain
seperti langit dan bumi. Seperti langit
dan bumi
ini dalam hadis sahih Bukhari kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika Rasul
Allah membahas atau Rasulullah membahas
tentang satu amal saleh. Amal saleh kan
banyak iya ibu-ibu. ada berbakti sama
orang tua, ada sedekah ya, ada apa lagi?
Salat malam ya, ada berbakti sama suami.
Benar atau tidak ada? Ya. Kemudian
apalagi ada pua puasa di antaranya jihad
fisabilillah. Ternyata ketika Allah
memberi pahala level surga bagi
orang-orang yang berjihad, ternyata
bukan satu level. Sampai Allah bagi 100
le. Berarti Allah detail ketika memberi
balasan. Allah detail. Dan itu adalah
konsekuensi Allah maha adil. Ketika
mujahidin tidak satu rombongan, surganya
satu. Enggak. Allah jadikan berapa? Ser
100. Mungkin ada yang berjihad hanya
dengan uangnya, ada yang berjihad dengan
uang dan raganya. Ada yang berjihad
dengan penuh keikhlasan yang sangat
tinggi. Ada yang berjihad di ada yang
berjihad dikenal sama sekali berbagai
macam level. Sampai Allah urutkan jadi
berapa? 100 level.
Tidak sama. Sama kita bicara berbakti
sama orang tua. Apakah semua orang
berbakti sama orang tua levelnya sama?
Tidak. Ada yang berkorban habis-habisan,
ada yang berjuang, ada yang sekedarnya,
ada yang penting tidak berdosa.
Macam-macam.
Dari sini menunjukkan bahwasanya ketika
kita bicara level surga sangat sangat
detail. Maka ini yang Allah suruh kita
berlomba-lomba. Sudah, Ibu-ibu saya mau
hapus.
Sudah ya. Sudah.
Tib saya pos. Ah, ini pembahasan
terakhir kita adalah bagaimana supaya
kita bisa levelnya tinggi ya.
cara
agal
level di surga tinggi.
Ini yang mau kita bahas. Karena Allah
mengatakan, "Wafidzalika falyatanafasil
mutanafisun." Urusan kata Allah, urusan
nikmat surga bersainglah.
Urusan nikmat surga bersainglah.
Maka bersainglah.
Quran surah Almuafifin tadi ayat berapa?
surah
surah 83 ayat 26.
Jadi Allah suruh bersaing. Allah tidak
pernah menyuruh kita saingan dunia. Ya,
dunia yang Allah suruh saingan apa? Sur
surga. Allah juga berfirman, walimli h
falyamalil amilun.
Surat Assafat ayat 61.
Ini
surat 83 ayat 26.
Kemudian juga Quran surah 37
ayat 61.
Kata Allah, "Untuk surga itulah harusnya
beraktivitas bukan untuk yang lainnya."
Bukan untuk yang lainnya. Kata Hasan
Albashri, "Kalau kau lihat orang punya
harta banyak,
jangan saingi dia urusan harta.
Saingilah dia urusan a akhirat."
Ada orang beli mobil baru, kita beli
mobil baru lagi. Ada orang bangun rumah
baru, kita bangun rumah baru. Enggak
akan pernah selesai. Dan itu akan kita
tinggalkan.
Kita hidup di dunia 60 70 tahun, setelah
itu kita pindah destinasi. Yang penting
adalah bagaimana kamu membangun istana
di akhirat. Itulah saatnya bersaing.
Itulah saingan yang sungguhnya. Harusnya
kita cemburu. Ada orang rajin baca
Quran, kok saya tidak rajin.
Kok ada orang rajin bersedekah kok saya
tidak rajin? Nah, itu harusnya kita
cemburu. Kok ada
seorang wanita yang salehah, tidak suka
gibah, tidak suka namimah. Kok saya suka
gibah dan namimah? Harusnya kita, wah
saya pengin bisa seperti dia. Ya kok ada
wanita kok taat sama suami saya kok
tidak. Wah, harusnya saya bisa seperti
dia. Ah, kita harusnya bersaing dalam
amal saleh.
Masalahnya di zaman sekarang ini banyak
wanita yang perhatian dengan penampilan
zahir. Maka mereka bersaing tentang
brandednya tas. Mereka bersaing tentang
brandednya baju muslim. Mereka baju
muslimah harus siapa yang paling
branded. Mereka bersaing
jalan-jalan ke luar negeri mana? Kau
sudah ke Eropa belum? Sudah ke mana
belum. Yang itu yang mereka jadi bahan
bicaraan.
Bukan bersaing masalah akhirat, bersaing
masalah dun dunia yang akan mereka
tinggalkan.
Sampai ada orang sudah tua masih cari
branditan.
Sebentar lagi sudahud
sudah sudah top apa tua, ompong peot.
Sudah masih bicara brandit-bandit sampai
kapan bicara brandit-brenditan? Sampai
kapan? Bentar lagi sudah mati. Kalau
kita cium-cium dekat sudah bawa tanah
terus masih bicara dunia, dunia sampai
kapan?
Emang Allah suruh bersaing urusan dunia?
Allah mengatakan.
Ketahuilah dunia itu hanyalah apa?
Tempat bermain-main, bersenda guru,
berbangga-banggaan,
berbanyak-banyakan. bangga-banggaan,
pamer-pameran. Seperti apa? Seperti air
hujan yang turun. Bumi tadinya tandus,
tumbuhkan rumput yang hijau.
Menyenangkan dilihat, tahu-tahu jadi
kuning. Kemudian ditiup angin. Dunia
cuma sebentar.
Jadi tidak dilarang kita mempunyai baju
yang indah. Enggak dilarang. Tapi bukan
untuk saing-saingan.
Tidak dilarang kita punya rumah yang
mewah, yang bagus, yang kita senang
untuk tempati. Tapi bukan untuk bangga
bangga-banggaan.
Yang kita disuruh perjuangan adalah amal
saleh. Ini ibu-ibu. Nah, ingat cara agar
level di surga tinggi cuma satu cara.
Hanya satu cara.
Apa, Ibu-ibu? banyak beramal beramal sa
beramal saleh.
Allah menilai dengan amal saleh.
Masuk surga dengan rahmat Allah tetapi
level sesuai dengan amal amal saleh.
Jadi kalau ada orang bilang levelmu
tinggi
gara-gara kamu dekat dengan saya bohong.
Kamu bakalan masuk surga yang penting
kamu jabat tangan dengan saya. Bohong.
Ada yang bilang, "Siapa yang foto sama
kiai masuk surga?" Pembohong besar.
Kiainya aja belum tentu masuk surga.
Allah tidak pernah bilang, "Siapa yang
punya nasab begini pasti masuk surga."
Tidak ada. Itu bohong.
Iya. Amal ibadah. Jadi kalau ada,
perhatikan nih, kalau ada orang ngajak
surga selain dengan amal ibadah itu
sesat. Perhatikan ini. Ini kaidah ada
yang bilang masuk surga dengan cara
selain amal saleh itu orang se sesat.
Oh, yang penting kamu dekat dengan saya
masuk surga sesat. Gak ada. Surga amal
saleh. Masing-masing sendiri-sendiri
nanti. Emang kalau suami saya istri saya
orang saleh, wanita saleh atau suami
saya orang saleh, saya pasti mau surga.
Enggak. Istri Nabi Luth, istri Nabi Nuh
di mana? Di neraka.
Kondisi suami mereka nabi tidak punya
pengaruh.
Bahkan kata Allah, "Masuklah kalian
berdua wahai istri Nabi Luth dan istri
Nabi Saleh bersamaan dengan yang
lainnya." Sebagian ahli tafsir
mengatakan kondisi mereka berdua sebagai
istri Nabi tidak menunda mereka masuk
neraka. Masur masuk neraka bareng-bareng
sama yang lain. Padahal mereka istri
apa? Istri Nabi. Jadi J bilang, "Yang
penting suama saya saleh, saya tugasnya
ke mall." Enggak ada. Masing-masing.
Masing-masing
ya. Masing-masing. Gak ada. Jadi enggak
ada cerita masuk surga tanpa amal saleh.
Ngomong kosong. J bilang tenang sama
saya. Saya keturunan ini. Saya keturunan
ini. Nanti saya ke syafaat pendusta.
Bohong. Jangan dengar. Dia saja belum
tentu masuk surga. Gimana mau jamin
orang masuk surga? Dia saja belum tentu
masuk surga.
Jadi ibu-ibu mal saleh nanti ibu-ibu
jangan bilang tenang nanti saya diajak
teman diajak ibu sendiri baca Quran, ibu
sendiri salat malam. Enggak perlu ada
yang tahu.
Itulah ibu naik level.
Jadi
amal saleh
jangan lupa
harus ikhlas.
Ikhlas. Jangan pengin cari pujian.
Jangan cari pujian.
Ibu bangun masjid 20 miliar.
Habis itu ibu-ibu kasih nama masjid
saya. Misalnya ibu namanya Juminten.
Masjid Juminton. Hah. Supaya satu dunia
tahu enggak ada pahalanya. Rugi.
Rugi kasih nama dengan nama saya supaya
orang tahu saya yang bangun. Rugi.
Berarti kita pengin dipuji enggak?
Pengin dipuji. Pengin dipuji.
Saya pernah hajian sama di travel.
Travelnya travel plus orang-orang kaya.
Kita mampir di rumah singgah. Kalau
pulang salat dari masjid ada orang Arab
suka bagi-bagi albaik. Rebut-rebutan.
Orang kaya tapi rebutan. Mumpung gratis.
Rebutan. Nanti kadang bagi sarung.
Ada yang tanya, "Ustadz itu orang Arab
bagi-bagi kok enggak ada dokumentasinya?
Enggak ada fotonya?" Orang Arab enggak
begitu bagi selesai.
Sebagian kita baru bagi Rp2.000 sudah
publish.
Pengin satu dunia tahu
gimana muamal saleh boleh diterima kalau
kita beramal saleh untuk mencari pujian
apa? Manusia.
Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan di antara orang yang selamat
ketika di Padang Mahsyar matahari
jaraknya 1 mil sangat dekat. Kata Nabi,
"Rajulunqo biyamini faakfaha." Seorang
berinfak dengan tangan kanan
disembunyikan sampai tangan kirinya
tidak tidak tahu. Artinya dia diam.
Bukannya enggak boleh cerita, boleh tapi
niatnya untuk motivasi. Tapi hati-hati
kita sedikit-sedikit hobi kita adalah
pamer amal saleh.
Ya, kadang-kadang
bikin status misalnya lagi iktikaf, lagi
iktikaf jangan ganggu ya. Masyaallah.
Masyaallah
ya. Atau lagi di Masjid Nabawi musim
panas. Meskipun musim panas Allah masih
menguatkan langkah kakiku ke menuju
Masjid Nabawi. Ngapain tulis gitu?
Ini namanya ingin di ingin dipuji.
Percuma ibu-ibu capek buang duit, umrah,
haji, sedekah. Kalau pengin dipuji nol.
Maka
pada hari kiamat kelak terpedaya.
Allah akan hadirkan seseorang yang
ketika di dunia dia beramal saleh tapi
ripuji. Allah lihatkan pahalanya terus
Allah jadikan seperti debu berterbangan.
Kasihan.
Maka mulai saat ini ibu-ibu latih diri
untuk ikhlas.
Kalau ada setan datang garuk-garuk,
gatal, pengin cerita, jangan cerita.
Sedikit-sedikit cerita. Sekarang kita
tanyakan pada diri kita masing-masing.
Ibu-ibu saya yang ajak ibu-ibu untuk
bermuhasabah.
Coba ingat ada enggak amal saleh ibu-ibu
yang hanya ibu yang tahu, orang lain
enggak tahu? Coba pikir, ada enggak?
Hampir-hampir tidak ada.
Hampir-hampir semua amal saleh kita kita
cerita sama orang lain.
Bukannya tidak boleh cerita, boleh
tetapi rawan untuk mencari pujian. Kapan
kita cari pujian, amal saleh kita hi
hilang. Paham, Ibu-ibu?
Ini yang pertama.
Yang kedua,
harus sesuai sunah.
Harus sesuai contoh Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Jangan bikin-bikin ibadah sendiri.
Jangan zikir sambil loncat-loncat ya.
Jangan zikir sambil nari-nari. Gak ada
contohnya seperti itu.
Kata Nabi, "Man amila amalan laisa
alaihi amruna fahua." Siapa yang bikin
amal ibadah tidak ada contoh dari kami
tertolak.
Nabi sudah bikin contoh, ngapain bikin
contoh sendiri? Saya tanya sama ibu-ibu,
kalau ada orang tawaf dia rasa tujuh
kurang, dia tambah tawaf 8 putaran bagus
atau tidak?
Bagus atau tidak? Gak bagus. Ada orang
setelah kita tawaf ada enggak dua dua
rakaat setelah tawaf? Ada. Setelah sai
ada enggak? Enggak ada. Setelah sai
enggak ada dua rakaat setelah sai. Kalau
ada orang setelah sai pengin dua rakaat
setelah sai, bagus atau tidak? Tidak
bagus. Seakan-akan dia menuduh ibadah
Nabi kurang ba.
Makanya Rasulullah mengatakan wakhairul
huda huda Muhammad. Sebaik-baik petunjuk
petunjuk siapa? Nabi. Jangan kita
capek-capek, letih-letih, enggak ada
pahalanya. Hati-hati
amal saleh yang jelas. Amal saleh banyak
sekali. Jangan bikin yang aneh-aneh.
Sebagian orang zikir loncat-loncat.
Sebagian orang zikir sambil joget-joget.
Itu dari mana? Mana contohnya? Gak
capek joget-joget. Enggak ada. pahalanya
beribadah yang benar.
Ya,
ada orang zikir hu hu
dari mana zikir itu ada maknanya.
Alhamdulillah,
subhanallah, walhamdulillah,
lailahaillallah, Allahu akbar, la haula
wala quwata illa billah. Semuanya ada
maknanya.
Hu hu hu hu hu hu enggak ada maknanya.
Jadi ibadah yang jelas-jelas.
Tib.
Yang ketiga,
ibadah
rutin
meski sedikit.
Rutinkan zikir pagi petang. rutinkan.
Baca Quran setiap hari setengah juz.
Rutinkan atau 1 juz atau 1/4at juz yang
penting rutin rutinkan.
Zikir keseharian zikir masuk rumah
jangan lupa. Zikir keluar rumah jangan
lupa. Zikir naik kendaraan jangan lupa.
Zikir mau safar jangan lupa. Zikir masuk
pasar jangan lupa zikir masuk masjid
zikir keluar masjid zikir masuk WC.
Zikir keluar WC. Ini rutinan keseharian.
Zikir masuk kota. Jangan lupa safar
memendarat baca doa apa ketika masuk
kota. Zikir ketika safar, zikir ketika
balik dari safar. Ini zikir keseharian
jangan tinggalkan.
Allah suka orang yang banyak ber zikir.
Jadi meskipun sedikit tapi apa? Koninue
ya.
Untuk wanita
paling terbaik, amal terbaik adalah taat
kepada suami.
Jangan protes, Ibu-ibu, ya.
Perhatikan
Rasulullah bersabda,
dengar ibu-ibu ini berarti banyak yang
enggak taat ini. Dibilang gini protes
harusnya kan bahagia. Iya, saya taat
sama suami. Kalau saya bilang taat sama
suami, banyak yang ribut. Berarti banyak
yang tidak taat.
Dengar apa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Shatil maratu khamsaha. Kalau seorang
wanita salat lima waktu, wasamat
syahroha. Kemudian dia puasa di bulan
rama Ramadan.
Wa hafidat farjaha. Dia jaga kemaluan
kemaluannya. Wahaat ba'alaha dan dia
taat kepada suaminya. Dikatakan
kepadanya, "Masuk surga dari pintu mana
saja yang dia mau mau."
Perhatikan, Ibu. Salat lima waktu.
Enggak usah salat sunah, enggak apa-apa.
Gak usah qobliah, ba'diah, yang penting
salat lima waktu. Puasa Ramadan saja
enggak usah puasa Syawal, enggak usah
puasa Senin Kamis, enggak puasa
sunah-sunah, enggak perlu. Yang penting
puasa Ramadan yang wajib dikerjakan.
Jaga kemaluan. Jangan selingkuh. Tapi
yang terakhir, yang keempat, taat sama
suami.
Maka dia masuk surga dari pintu mana
saja. Kalau ibu-ibu hanya rajin salat,
tolong ibu salat lima waktu, salat
qbliah ba'diyah, salat salat duha, salat
lail, salat macam-macam, ibu masuk surga
dari pintu salat saja.
Kalau ibu puasa banyak-banyak, ibu masuk
pintu pua puasa. Tapi kalau ibu taat
sama suami, semua pintu boleh masuk.
Bagaimana?
Hah?
Sudah saya saya
sampaikan
cara ibu masuk surga mudah taat sama
suami. Ada yang protes suami seperti apa
dulu, Ustaz? Waduh.
Saya cerita nih cerita saya ketemu
seorang, dengar ibu-ibu, saya ketemu
seorang
istrinya mau meninggal dunia
di tempat tidur sudah mau meninggal
dunia. Dia bilang, "Abang, tolong saya
minta sepatu abang." Buat apa sebelum
saya meninggal saya pengin semir sepatu
Abang? Karena kebiasaan dia ketika dia
sehat, dia selalu semir sepatu suaminya.
Bayangkan sampai mau meninggal masih
bahagia ketika melayani apa? Suami. Taat
sama suami itu tidak membangkang. Kasih
ide boleh, tapi jangan bangkang. Selama
suami tidak menyuruh pada maksiat harus
taat. Taat sama suami itu melayani
suami.
Melayani suami. Tapi ada sebagian
ibu-ibu enggak. Semuanya bibinya. B
siapkan ini. Bi siapkan ini. Bi siapkan
ini. Bibi salehah bukan istri salehah.
Jadi ibu-ibu taat kepada suami itu
karena Allah ya. Karena apa? Allah. Apa
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Seorang wanita kalau ingin puasa tidak
halal bagi seorang wanita puasa sunah.
Waujauha hadir. Sementara suaminya tidak
safar, dia enggak boleh puasa sunah illa
biidnihi kecuali dengan izin sua
suaminya. Dia mau puasa Senin Kamis nih,
Mas. Boleh enggak puasa Senin Kamis?
Enggak boleh. Dia harus taat.
Tapi kalau dia puasa Senin Kamis nekad
dosa. Bayangkan
puasa itu kan berat kita dahan makan
dari pagi sampai ma malam. Ternyata
lebih afdal taat kepada suami.
Taat suami itu pahalanya besar.
Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
mengatakan di antara ciri penghuni surga
almuwatiah yaitu istri yang berusaha
menyesuaikan diri dengan keinginan
suami. Kalau suaminya ajak ke mana-mana
dia bilang iye
enjeh ya enggeh. Terserah papi. Terserah
Abi. Umi terserah papi. Umi terserah
Abi. Saya Mih. Saya mah terserah apa. Aa
ya ini enggak. Pokoknya Umi yang utus.
Pokoknya teteh yang menentukan. Pokoknya
pokoknya pokoknya wah ini mudah sekali
cemplung ke neraka
yang membangkang, yang membentak suami.
Maka saya bilang, "Ibu, percuma kita
ngaji, ngaji, ngaji terus. Ternyata di
rumah, wuh sangar sama suami.
Sampai suami ketakutan kalau angkat
telepon." Dari istri saya ketakutan.
Ada loh suami kayak gitu kasihan.
Berarti suaminya telah merongrong
kehidupannya, istrinya merongrong apa?
Kehidupannya. Jadi, Ibu-ibu ini saya
cuma nasihat karena Allah subhanahu wa
taala. Usia kita yang tinggal sedikit
ini kita enggak tahu kapan kita
dipanggil oleh Allah. Manfaatkan
sebaik-baiknya. Yang telah lalu salah
tinggal diperbaiki. Kata Rasul sahu
alaih wasallam, "Man ahsana f baqi gufir
lahu maq." Siapa yang berbaik di sisa
umurnya akan diampuni masa lalunya. Wa
in asaa fima baqi. Tapi kalau sisa
umurnya masih berbuat buruk, ukhidza
fima baqi wafima mad, maka dia akan
dihukum gara-gara masa depannya dan masa
lalunya. Tidak ada kata terlambat.
Sekarang kita harus berubah, harus
progres. Masa kita ngaji lama
begini-begini saja gak ada perubahan.
Tetap saja pembicaraannya duniawi.
Pembicaraan jalan ke sana, jalan kemari.
Pembicaraan tentang tas. Mau sampai
kapan bicarain tas? Mau sampai kapan?
Sampai gigi ombong semua baru berhenti.
Sampai kapan? Ibu-ibu, saatnya kita
bertakwa kepada Allah. Bukannya tidak
boleh dunia? Boleh, tapi secukupnya.
Semua kita juga butuh sama dunia, tapi
secu secukupnya. Karena ibu-ibu saya
lihat ini pada tua-tua semua ini.
Coba yang di bawah 50 angkat tangan
coba. Saya pengin tahu
sedikit rata-rata di atas li 50. Berarti
kan sudah nenek-nenek. Rata-rata
nenek-nenek masih bicara brandit-brandit
ngapain? Sudah mau meninggal sebentar
lagi. Sekarang saatnya bicara hari
akhirat. Bicara beli kain kafan di mana?
Jangan beli bicara beli tas branded.
Sudah waktunya
dunia sudah kita rasakan. Tinggal kita
pengin destinasi berikutnya status kita
tinggi, level kita tinggi. Maka
bersainglah dalam urusan akhirat, jangan
urusan dunia. Demikian saja Ibu yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Ini
mukadimah kita pertemuan pertama. Semoga
bermanfaat. Wallahu taala alam bisawab.
Kalau ada yang bertanya saya persilakan.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:20:12 UTC
Categories
Manage