Transcript
JRVClbrEIyg • Tingkatan Penghuni Surga - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2646_JRVClbrEIyg.txt
Kind: captions Language: id Ya, bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasukrhu ala taufqihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini Allah pertemukan kita dalam rangka untuk menambah iman, menambah takwa, istiqamah, dan saling mengingatkan. Karena orang beriman itu saling mengingatkan, siap mengingatkan dan siap juga diingatkan. Karena Allah mengatakan, "Wal asri innal insana lafi khusr illalladzina amanu waamilus shihat wat tawaso bilhaq wataw bisabar." Sesungguhnya manusia itu hukum asalnya merugi. Lafi khususrin. Dia masuk dalam kerugian dari segala sisi. Siapa yang selamat? Alladzina amanu. Kecuali orang yang beriman. Yang pertama. Yang kedua, amilus shihat, beramal saleh. Yang ketiga, watawasu bilhaq, saling menasehati dalam kebenaran. Yang keempat, watwih asabar. Saling menasihati dalam kesabaran. Sini kata Allah, kata Allah saling berarti menunjukkan siap menasehati dan siap juga dihati. Siap mengingatkan dan siap juga diingatkan. Nah, pada kesempatan kali ini saya qadarullah bertugas sebagai pengingat dan saya ingin mengingatkan ibu-ibu semua akan hari akhirat. Pembahasan kita pada siang hari ini tentang tingkatan penghuni surga. Ya, bahwasanya penghuni surga itu tidak satu level tapi mereka berlevel-level. Sekarang kita akan sebagai mukadimah saya akan menjelaskan tentang ee kondisi kita, posisi kita ya. Jadi perjalanan hidup ya perjalanan hidup kita melewati banyak destinasi ya. Yang pertama adalah masa janin. Yang kedua adalah di dunia. Yang ketiga adalah alam barzakh, alam kubur. Yang keempat adalah padang mahsyar. Kemudian yang seterusnya sampai ada sirat. Kemudian keenam terakhir surga atau neraka. Surga atau neraka. Tib masa janin berapa lama, Ibu? Kurang lebih 9 bulan. Ini sudah down, selesai. Sudah selesai. Di dunia kurang lebih 60 sampai 70 tahun. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Umati bain umur umatku antara 60 sampai 70 tahun." Waq waq yajuzik. Yang lewat 70 tidak banyak. Yang lewat 30 70 tidak banyak tapi tidak banyak. Saya tanya ibu-ibu yang di atas 70 coba angkat tangan. Paling nenek ya. Di atas 70 1 2 3 4 5. Masyaallah. Semoga ditambah takwa. ditambah amal ibadah. Tapi kalau sudah 70 sudah harus siap-siap. Siap-siap. Karena umur manusia biasanya 60 sampai apa? 70 tahun. Baik. Alam kubur sejak meninggal hingga hari kiamat, hari kebangkitan ini sangat panjang. Maka alam kubur ini bisa ratusan, bisa ribuan tahun ya. Ratusan atau ribuan tahun. Sudah ada orang-orang yang sudah di alam barzakh sejak ribuan tahun. Sudah ada ya, sudah ada yang ratusan tahun ya. Kemudian padang mahsyar 50.000 tahun. Di sini banyak proses yang akan di dilewati. Di Padang Mahsyar ini ada banyak peristiwa. Di antaranya misalnya disidang oleh Allah subhanahu wa taala kemudian diserahkan catatan amal kemudian ada namanya dihisab kemudian ada namanya juga di timbang. Ya, ini di antara ada kejadian-kejadian banyak, tapi dia karena 50.000 tahun banyak destinasi yang akan kita lewati di sini dan kita semua akan melewatinya di sirat. Sirat adalah jembatan yang diletakkan di atas alamatni jahanam, di atas neraka jahanam. Dan kata Allah, wa minkum illa wariduha. Setiap kalian pasti melewati neraka, yaitu melewati si sirat. Tidak ada yang tidak lewat, semuanya lewat. Yang berhasil lewat masuk surga, yang tidak berhasil masuk apa? Neraka. Tayib. Sekarang kita di mana? Kita sekarang di sini. Kita sekarang di di sini. Ini posisi kita sekarang. Umur yang sudah kita lewati sudah kita sama-sama tahu. Saya kemarin sudah kemarin benar ya kemarin 46 sekarang sudah 46 sehari satu leting ya. Nah, kita enggak tahu tinggal berapa ya. Di antara ibu-ibu ada sudah 50, sudah ada 60, ada yang 70 ke atas, ada yang mungkin 80 ke atas ya berarti menunjukkan fase ini tidak lama lagi akan kita tinggalkan. Tib. Setelah itu kita akan masuk dalam alam barzakh yang ternyata jauh lebih lama daripada masa kita hidup di dunia. Setelah itu kita masuk di padang mahsyar yang ternyata jauh lebih lama lagi bisa 50.000 tahun. Setelah itu kita akan masuk surga dan neraka. Dan ini abadi. Abadi maksudnya ibu-ibu bukan 1 miliar tahun, bukan 1 triliun tahun selama-lamanya. selama. Nah, kalau kita perhatikan ternyata ya 9 bulan sudah lewat kita, kita sering di sini. Ternyata usia kita di dunia sedikit dibandingkan dengan destinasi berikutnya. Ternyata 60, 70 tahun, 80, 90, 100. kita hidup dunia semakin kalau kita sudah usia 90, 100 sudah tidak nyaman lagi hidup yang disebut dalam hadis arzalul umur yaitu usia yang paling merendahkan. Karena seorang sering lupa ya, dia sendiri tidak bisa ngurus dirinya, terkadang harus diurus oleh orang lain. Kalaupun seorang maksudnya dipanjangkan umur, dia hidup sudah tidak senyaman ketika dia masih muda. Belum selalu teringat-ingat mungkin besok saya meninggal, mungkin besok saya meninggal, seperti itu. Oleh karenanya umur kita ternyata di dunia cuma 60 sampai 70 tahun. Ini belum lagi dipotong, Ibu-ibu, ya. dipotong dikurangi dikurangi pertama masa kecil sampai sebelum balik ya masa kecil sama dengan 15 tahun. 15 tahun. Terus waktu tidur kita tidur sehari berapa jam, Ibu-ibu? Delan itu yang rajin. Yang malas bisa 10 jam ya. 8 jam itu 1/3 hari. 1/3 hari. 1 hari 24 jam. 1/8 tuh 8 jam itu sepertiga 3 hari. Seandainya umur kita wafat umur 60, tarulah kita umur 60 tahun kita wafat, kita sudah tidur 20 tahun ya. 20 tahun. Kalau kita wafat di usia 60, sebenarnya waktu efek waktu umur efektif kita umur efektif kita sama dengan 60 kurang berapa? Kurang 15 ya. 60 - 15 kurang berapa? 20 jadinya berapa itu? Iya sudah. 60 - 15 45 - 20 =5 kuranglah 60 - 20 40 - 11 25 ya 25 tahun. Jadi sebenarnya umur kita yang efektif cuma 25 tahun. Ini kalau kita wafat usia 60. Kalau kita wafat usia 70 berarti lebih lagi ya. 25 tahun ini coba kita renungkan yang untuk persiapan akhirat sudah berapa tahun? Buat baca Quran berapa lama? Buat jalan-jalan berapa lama buat ngobrol ibu-ibu ngerumpi berapa lama? Buat nonton berita berapa lama berita ijazah enggak habis-habis. Cerita baca-baca dengar-dengar enggak pernah selesai. Ya, sehingga sebenarnya waktu kita untuk beramal saleh semakin apa? semakin sedikit. Sementara semua yang kita lakukan di usia efektif ini penentu nasib kita di alam barzakh, di padang mahsyar dan di surga atau neraka. Saya ingin menyampaikan ini supaya kita sadar bahwasanya umur kita ternyata tinggal sedikit. Setiap detik yang kita lewati akan mempengaruhi nasib kita di destinasi berikutnya. Setiap detik. Saya tidak saya tidak berlebih-lebihan dan saya tidak hiperbola. Setiap detik yang kita lewati punya pengaruh akan kebahagiaan kita, status kita pada destinasi berikutnya. Seandainya kita satu detik kita mengucapkan subhanallah walhamdulillah punya pengaruh nanti. Punya pengaruh di alam barzakh. Ya, makanya Allah berfirman, "Man kafaro faalaihi kufruh waman amila shihan falianfusihim yamhadun." Kata Allah Subhanahu wa taala, "Siapa yang berbuat kufur bagi dia kekufuran tersebut, siapa yang beramal saleh, maka dia mempersiapkan tempat tidurnya di alam barzakh. Kita bercapek-capek agar kita begitu meninggal, kita pindah ke destinasi berikutnya yang nyaman. Nah, ini yang mau sekarang kita bahas. Ibu-ibu sudah paham? Paham ini? Jadi, sekarang sisa umur ibu-ibu berapa tahun? Enggak ada yang tahu. Tetapi sebenarnya tinggal sedi sedikit. Maka saya berharap Ibu-ibu setelah ini jangan buang-buang waktu lagi. Yang tidak ada manfaat tinggalkan. Jangan sampai ngerumpi. Jangan terlalu banyak nonton berita-berita artis. Enggak ada faedahnya ya. Mulai baca Quran, mulai salat malam, mulai sambung silaturahmi, mulai fokus urus anak-anak, fokus urus suami. Kalau yang punya cucu urus cucu, ya. Jangan lupa zikir pagi petang, jangan lupa salat duha, jangan lupa salat malam, bikin program umur saya tinggal sedikit, saya harus berpacu supaya saya mendapatkan keindahan pada destinasi berikutnya. Oke, ini sudah paham. Saya mau hapus. Oke. Oke, silakan. sudah ya. Oke. Ee Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an membuat perbandingan antara status di dunia dengan status di akhirat. Ya, silakan buka surah Al-Isra. Surah Al-Isra ayat sampai 21. Surah 17. Quran surah 17 ayat 20 sampai 21. Ini surah 17 namanya surah Al-Isra Al surah 17 ayat 201. Di sini ada komparasi ya antara status di dunia dan di akhirat. Di dunia dan di akhirat. Kata Allah Subhanahu wa taala dalam ayat 20, silakan buka. Sudah buka semua? Setiap kelompok kami kasihkan harta rezeki. Yang kafir kami kasih, yang beriman juga kami kasih. Semuanya karena Allah Tuhan semuanya Allah kasih. Mau kafir, mau penjahat, mau orang adil, orang saleh, orang kurang ajar, semuanya Allah kasih rezeki. Kemudian kata Allah subhanahu wa taala, wana ahahbika mahdur. Dan pemberian Allah tidak ada yang bisa melarangnya. Kemudian kata Allah, "Unzur kaifaadolna baahum ala ba." Kata Allah, "Lihatlah." Kata Allah, "Lihatlah bagaimana kami menjadikan mereka bertingkat-tingkat." Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, walal akhiratu akbar darujatin akbaru tafdila. Di akhirat lebih banyak lagi tingkatan. Lebih banyak lagi, lebih besar lagi tingkatan-tingkatan. Saya kalau mau jadi ternyata di dunia Allah jadikan status ekonomi harta Allah tidak ratakan semua tapi Allah mengatakan kami menjadikan status di dunia ber tingkat-tingkat. Kita lihat di dunia kalau kita buat level ekonomi di dunia mungkin kita bisa kasih tingkatan yang pertama apa? Super kaya. Iya Bu. Super. Super kaya. Terus apaagi? Bilang aja apa? Orang kaya. Orang kaya. Yang ketiga sok kaya. Sok kaya. OKB. Orang baru. Orang kaya baru. Pura-pura kaya. Iya. pura-pura kaya nanti lama-lama miskin ya sudah ini berbagai macam nanti apa miskin sangat miskin sampai super miskin sampai Allah mengatakan miskinan dza matrabah dalam Al-Qur'an bantulah orang miskin dza matrabah yang orang miskin tersebut tidak punya apa-apa kecuali tanah dia rumah rumah enggak punya, harta enggak punya, dia cuma punya tanah. Ada orang miskin seperti itu kata Allah, "Bantulah." Berarti orang miskin juga bertingkat-tingkat sampai ada yang sangat miskin, super miskin. Ini kalau kita mau levelkan ya mungkin ada puluhan level ya. Ini semua kalau kita mau levelkan ya bisa puluhan level. Kalau kita detailkan kata Allah Subhanahu wa taala, "Walal akhiratu akbar." Di akhirat levelnya lebih tinggi lagi, lebih banyak lagi. Waaru tafdil dan pembedaannya lebih banyak lagi. Ternyata di akhirat levelnya lebih banyak di surga maupun di neraka. Di surga levelnya banyak, demikian juga di neraka. Sebagaimana di surga tidak satu tingkat, di neraka juga tidak satu tingkat. Contoh di neraka. Contoh di neraka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan tentang penghuni neraka yang paling rendah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inna ahwana ahlinari adzaban yaumalqiamah Abu Thalib wahua yantailu bina minanar yagli bihima dimaguhu." Sesungguhnya orang yang paling rendah azabnya di neraka kelak adalah Abu Thalib, paman Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia hanya memakai sendal dari api, otaknya men mendidih. Itu level neraka yang paling ren rendah itu yang paling atas. Semakin parah semakin di bawah. Semakin parah semakin di bawah. Coba kita lihat ya. Neraka paling rendah. Neraka paling rendah tadi siapa, Ibu-ibu? Abu Thalib. Apa siksaannya? Abu Thalib pakai sendal api, otaknya mendidih. Otak mendidih. Yang paling ini ini bukan paling gak ini maksudnya paling terbaiklah ya. Paling baik. Paling baik. Yang paling ringan mohon maaf salah. Paling ringan. Paling ringan. Kemudian yang berikutnya yang paling parah, paling parah adalah orang-orang munafik. Kata Allah subhanahu wa taala, innal munafikina fidil asfali minanar. Orang munafik di neraka paling bawah. Saya jadikan ayatnya. Annisa 145 ya. Annisa 145. 145. Kenapa orang munafik neraka paling bawah? Karena mereka kafir secara batin tapi KTP-nya Islam. Sehingga mereka sudah kafir dan menipu. Dosanya dobel. Kafir tapi meni menipu. Makanya dikatakan innal munafikina fidqil asfali minanar. Dan mereka lebih rendah daripada nerakanya Yahudi. Mereka lebih rendah daripada nerakanya Nasra. Mereka lebih rendah daripada orang-orang musyrik yang lain. Karena orang musyrik yang lain mereka nyata-nyata musyrik. Orang munafik dalam hatinya kafir tapi KTP-nya apa? Islam. Sehingga neraka mereka paling bawah. Ini neraka paling ringan, neraka paling parah. Di antaranya banyak berderajat-derajat. Kata Allah, "Walikullin darajatun mimma amilu." Masing-masing derajatnya, levelnya sesuai dengan amal perbuatan. Babi, Ibu-ibu, ini di neraka. Sekarang kita bahas bagaimana level-level di surga. Ini yang mau kita bahas ya. Ya, berapa level apa level-level di surga. Ibu-ibu kalau sudah saya mau hapus ya. Baik. Kalau sudah saya lanjutkan ya. Mungkin ibu-ibu bertanya, "Kenapa saya bahas level-level di surga? Apa sebab kita bahas pembahasan ini, Ibu-ibu?" Saya pengin kasih tahu bahwasanya kalau di dunia kita semua sudah tahu status kita. Saya sudah tahu. Saya dibandingkan dia saya lebih kaya. Saya dibandingkan dia saya lebih miskin. Saya tahu pembu saya lebih miskin dari saya tahu. Saya tahu bos saya lebih kaya daripada saya. Kita bisa memetakan status kita di dunia dan kita sudah tahu. Tetapi bagaimana status kita pada desa itu yang masih gaib. Sehingga sebenarnya kita harusnya berlomba pada status berikutnya bukan status sekarang. Kemudian menjadi masalah terkadang status berubah signifikan 180 derajat. Yang di dunia mewah, hidup mewah, di destinasi berikutnya belum tentu. Benar atau tidak? Belum. Jadi kita belajar ini agar kita fokus pada status berikutnya. Apa yang Allah berikan pada kita potensi di dunia harusnya kita maksimalkan untuk mengejar status kita di akhirat. Bukan status kita di dunia. Dunia kita punya status mewah, kita cuma hidup 60, 70 kemudian selesai. Tapi jangan sampai kita lali pada status berikutnya. Banyak orang terpedaya hanya fokus pada status dia di dunia yang akan dia tinggalkan. Makanya Allah berfirman, perhatikan status status di dunia bisa saja berubah berbalik. Ketika di akhirat Allah berfirman waqatil waqiah laisawaqatiha kadibahidiahat rujtil ard ya surah al-waqiah surah 56 ayat 3 apa Allah berfirman, idza waqotatil waqia'ah jika terjadi hari kiamat. Laisa liwaqoatiha kadibah tidak ada yang bisa menolak adanya hari kiamat pasti terjadi. Kemudian kata Allah khofidatur rofia'ah. Rofiah. Khofah artinya merendahkan. Rofi artinya mengangkat. Ini merendahkan, ini mengangkat. Kenapa? Pada hari kiamat kelak, hari kiamat bisa menyingkap. Bisa jadi ada orang yang disangka rendah, ternyata dia naik. Nih disangka rendah Rafiah. Di dunia dianggap rendah, di akhirat. tinggi ini. Sebaliknya di akhirat eh di dunia tinggi benar dunia tinggi di akhirat ren rendah di akhirat rendah. Ada yang semakin tinggi di dunia dia statusnya baik, kaya raya, dermawan, luar biasa. Di akhirat semakin apa? Tinggi. Ada yang semakin hina di dunia dia sudah miskin, ternyata dia nakal, dia mencuri, dia semakin hina. Tetapi status bisa berubah. Saya sering contohkan, saya contohkan begini saja sederhana. Saya punya pembantu ya, dia kerja mungkin berbulan-bulan mungkin sampai setahun. Setiap dia gajian dia kirim ke orang tuanya 100%. Semua gajinya dia kirim ke orang tua. Dan itu dia lakukan berbulan-bulan mungkin bisa bertahun-tahun. Kira-kira dia berbakti sama orang tua enggak? Pahalanya besar enggak besar? Kita mungkin enggak seperti itu. Kita mungkin enggak bisa ngasihkan 100% uang kita buat apa? Orang tua. Apakah kita masih menganggap pembantu kita bakalan lebih rendah daripada kita ketika di akhirat? Belum tentu kan? Belum tentu. Belum tentu. Bisa jadi sekarang jelas dia rendah. saya gaji dia kok. Tapi begitu mati status bisa berubah. Status bisa bisa berubah. Maka maksudnya jangan sampai status kita di akhirat parah. Itu yang saya tidak ingin. Kita pengin dunia kita bahagia, di akhirat lebih bahagia lagi. Maka taala untuk mencari level terbaik ketika di akhirat. N di sini kita harus berlomba-lomba. Tib. Sekarang saya akan sebutkan dalil-dalil bahwa di surga bertingkat-tingkat dari Al-Qur'an maupun hadis. Tib ibu-ibu pegang Al-Qur'an kan? Kita satu-satu kita buka ya. Contoh surah Ar-Rahman, Ibu. Surah Ar-Rahman ayat 46. Contoh satu surah Ar-Rahman 46 dan ayat 62. Perhatikan Allah sebutkan di surat Arrahman ayat 46. Kata Allah, "Waliman khaofa maqombbihi jannatan." Bagi orang yang takut kepada Allah mendapatkan dua surga. K Allah sebutkan tentang sifat-sifat surga tersebut. Fabiayikuma tukadziban yawanianikumzibanrian. Allah sebutkan sifat-sifat surga tersebut. Ini orang takut kepada Allah. Kemudian setelah itu pada ayat 62 Allah mengatakan wam dunihima jannatan. di bawah dua surga itu ada dua surga yang yang lain, tapi statusnya di di bawah. Jadi, surga bertingkat-tingkat. Ini satu dalil. Contoh lagi dalam surah Al-Hadid ayat 10. Contoh lagi Quran surah 57 ayat 10 ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "La yastawi minkum manfaq minql waqalina. Coba ibu-ibu ada yang bacaak coba. I coba kasih m kasih m biar dengar. Oke, Bu. Kasih, Bu. Kasih, Bu. Sedang baca. Heeh. Tadi baca terjemahannya ayat 10. Surah Al-Hadid ayat 10. Bismillahirrahmanirrahim. Mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah? Padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi. Perhatikan sini. Setelah itu Allah berfirman, "Tidak sama." Terus lanjut. Tidak sama orang yang menimpakkan hartanya di jalan Allah di antara kamu dan berperang sebelum penampuan Makkah. Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang mengimpakkan hartanya dan berperang. Setelah itu Allah menjanjikan balasan yang baik kepada mereka masing-masing. Oke. Jazakiran. Perhatikan. Allah tidak sama orang yang berinfak dan berjihad sebelum Fathum Makah tahun berapa? 8 Hijriah. Ibu harus belajar sejarah. Fatu Makkah tahun berapa? 8 Hijriah. Ketika setelah Fatu Makkah banyak orang masuk Islam karena Islam sudah jaya. Allah membedakan yang berinfak di masa sulit sebelum tahun 8 Hijriah. Berinfak di masa sulit, berjuang di masa sulit tidak sama dengan yang berinfak setelah masa ringan. Dua-duanya dijamin surga tapi surganya ber berbeda. Di sini ada perhatian ternyata di masa sulit pahalanya be besar. Berbeda dengan di masa mudah. Contoh lagi ya. Surah Al-Mutofifin. Perhatikan, Ibu. Surah ke-83 ayat 22 sampai 28. Quran surah 83 ayat 22 sampai 208. Saya bacakan aja. Kata Allah, perhatikan innal abr lafi naim. Di sini Allah membagi penghuni surga ada dua. Ada namanya almuqarabun, ada namanya al-abrar. Alabrar. Almuqarabun artinya yang didekatkan. Alabrar artinya orang-orang baik. Allah berfirman, "Inal abr lafi naim." Sesungguhnya orang-orang baik dalam kenikmatan mereka di atas dipan-dipan sambil memandang kenikmatan surga. Kau melihat wajah mereka penuh dengan kebahagiaan. Mereka diberi minum dari rahiq. Ya, mereka diberi minum dari apa? Khamar rahiq. Ya, dari ini minumannya. Minumannya khamar rahiq. Iya. Khamar rahib, khamar murni. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala khitamuhus eh wizajuhu min tasnim kata Allah wamizajuhu min tasnim. Campurannya dengan tasnim. Tasnim. Apa itu tasnim? Kata Allah, muqarun. Ternyata taslim itu minuman khusus, minuman muqarabun. Perhatikan di sini, Allah ingin menjelaskan bahwasanya ketika level surga berbeda, jangankan kenikmatan tempat tinggal, rumah, bahkan minuman Allah bedakan. Orang yang abrar minumannya khamar dicampur tas tasnim. Ibaratnya ada minuman dicampur tasnim. Yang muqarabun murni tasnim bukan campuran, tapi murni apa tasnim. Ibaratnya kalau kita yang bagian bawah dikasih air campur madu, yang bagian atas murni ma madu. Jadi Allah membedakan antara minuman level yang satu dengan level yang lain. Paham, Ibu-ibu? Tayib. Lihat juga terakhir mungkin searnya dalilnya banyak cuma waktunya terbatas. Kita lanjutkan qurat surat Fatir. Iya. khawatir 32. Surah 35 ayat 32. Perhatikan Allah berfirman 32 sampai 33 ya. 32 sampai 33. Kata Allah Subhanahu wa taala, Allah penghuni surga ada tiga model. Pertama, yang pertama adalah zalim nafsi yang berdosa. Berdosa campur dengan ketaatan. Yang kedua, muktasid. Muktasid yaitu yang tengah. Dia tidak pendosa tapi dia amalnya tengah-tengah. Yang ketiga paling hebat sabiquun bil khairat. Sabiqat itu yang paling depan. Kata Allah jannatu adnin yadkulaunaha. surga yang semuanya mereka masuki. Ternyata penghuni surga ada tiga model. Ada yang dosa tapi dia campur dengan kebaikan. Surganya lebih rendah. Ada yang tengah-tengah, dia tidak suka berdosa, tapi amalnya sedang-sedang saja. Ada yang lebih tinggi maka dia amalnya apa-apa dia paling cepat. Sedekah paling cepat, salat paling cepat, puasa paling cepat, berbuat baik paling cepat, maka dia pahalanya ti tinggi. Dalam surat Al-Waqiah mungkin tambah satu lagi terakhir ya, Al-Waqiah Allah juga berfirman penghuni surga ada ashabul yamin kemudian Almuqarabun. Sebentar bentar. kata Allah Subhanahu wa taala ee ayat 8, ayat 8 dan ayat 10. Coba Ibu-ibu baca ayat surah Al-Waqi'ah yaitu surah 56. Surah 56 ini terakhir ayat 8 dan ayat 10. Coba baca Alwaqiah surat 56 ayat 8 dan ayat 10. Coba ayat 8. Auzubillahiminasyaitanirrajim. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu. Nah, ini yang ada golongan ka kanan sebut ashabul yamin yang 10 coba. Dan golongan kiri. Alangkah tentaranya golongan kiri. Ini ayat yang kees9. Ayat yang ke-10. Lanjutkan. Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dahulu masuk surga. Lanjutkan. Mereka itulah orang yang dekat kepada Allah. Ah, perhatikan. Jadi, ternyata Allah bagi penghuni surga ada dua. Ada Ashabul Maimanah, kemudian satunya almuqar almuqarabun. Kata Allah, "Ahabul maimanati ma ashabul maimanah." Wa ashabul masamati ma ashabul masamah. Kemudian wasabiquunabiquun ulaikal muqarun. Ternyata penghuni surga ada dua, ashabul Maimanah sama Assabiqun, almuqarabun. Mereka lebih tinggi derajatnya daripada yang ashabul Maimanah. Paham? Tib dalam hadis ini, ayatnya masih banyak tapi saya cukupkan ini ya. Hadis Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan inna fil jannah ya. Bahwasanya Allah subhanahu wa taala aadda lil mujahidin innail jannah miata darajatin aaddahullahu lil mujahidin. Sesungguhnya Allah siapkan derajat 100 level surga ya bagi para mujahidin. Kata Allah ma bainad darajata iniini kama bain sama wal ard. Jarak satu yang jarak satu yang satu dengan yang lain seperti langit dan bumi. Seperti langit dan bumi ini dalam hadis sahih Bukhari kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika Rasul Allah membahas atau Rasulullah membahas tentang satu amal saleh. Amal saleh kan banyak iya ibu-ibu. ada berbakti sama orang tua, ada sedekah ya, ada apa lagi? Salat malam ya, ada berbakti sama suami. Benar atau tidak ada? Ya. Kemudian apalagi ada pua puasa di antaranya jihad fisabilillah. Ternyata ketika Allah memberi pahala level surga bagi orang-orang yang berjihad, ternyata bukan satu level. Sampai Allah bagi 100 le. Berarti Allah detail ketika memberi balasan. Allah detail. Dan itu adalah konsekuensi Allah maha adil. Ketika mujahidin tidak satu rombongan, surganya satu. Enggak. Allah jadikan berapa? Ser 100. Mungkin ada yang berjihad hanya dengan uangnya, ada yang berjihad dengan uang dan raganya. Ada yang berjihad dengan penuh keikhlasan yang sangat tinggi. Ada yang berjihad di ada yang berjihad dikenal sama sekali berbagai macam level. Sampai Allah urutkan jadi berapa? 100 level. Tidak sama. Sama kita bicara berbakti sama orang tua. Apakah semua orang berbakti sama orang tua levelnya sama? Tidak. Ada yang berkorban habis-habisan, ada yang berjuang, ada yang sekedarnya, ada yang penting tidak berdosa. Macam-macam. Dari sini menunjukkan bahwasanya ketika kita bicara level surga sangat sangat detail. Maka ini yang Allah suruh kita berlomba-lomba. Sudah, Ibu-ibu saya mau hapus. Sudah ya. Sudah. Tib saya pos. Ah, ini pembahasan terakhir kita adalah bagaimana supaya kita bisa levelnya tinggi ya. cara agal level di surga tinggi. Ini yang mau kita bahas. Karena Allah mengatakan, "Wafidzalika falyatanafasil mutanafisun." Urusan kata Allah, urusan nikmat surga bersainglah. Urusan nikmat surga bersainglah. Maka bersainglah. Quran surah Almuafifin tadi ayat berapa? surah surah 83 ayat 26. Jadi Allah suruh bersaing. Allah tidak pernah menyuruh kita saingan dunia. Ya, dunia yang Allah suruh saingan apa? Sur surga. Allah juga berfirman, walimli h falyamalil amilun. Surat Assafat ayat 61. Ini surat 83 ayat 26. Kemudian juga Quran surah 37 ayat 61. Kata Allah, "Untuk surga itulah harusnya beraktivitas bukan untuk yang lainnya." Bukan untuk yang lainnya. Kata Hasan Albashri, "Kalau kau lihat orang punya harta banyak, jangan saingi dia urusan harta. Saingilah dia urusan a akhirat." Ada orang beli mobil baru, kita beli mobil baru lagi. Ada orang bangun rumah baru, kita bangun rumah baru. Enggak akan pernah selesai. Dan itu akan kita tinggalkan. Kita hidup di dunia 60 70 tahun, setelah itu kita pindah destinasi. Yang penting adalah bagaimana kamu membangun istana di akhirat. Itulah saatnya bersaing. Itulah saingan yang sungguhnya. Harusnya kita cemburu. Ada orang rajin baca Quran, kok saya tidak rajin. Kok ada orang rajin bersedekah kok saya tidak rajin? Nah, itu harusnya kita cemburu. Kok ada seorang wanita yang salehah, tidak suka gibah, tidak suka namimah. Kok saya suka gibah dan namimah? Harusnya kita, wah saya pengin bisa seperti dia. Ya kok ada wanita kok taat sama suami saya kok tidak. Wah, harusnya saya bisa seperti dia. Ah, kita harusnya bersaing dalam amal saleh. Masalahnya di zaman sekarang ini banyak wanita yang perhatian dengan penampilan zahir. Maka mereka bersaing tentang brandednya tas. Mereka bersaing tentang brandednya baju muslim. Mereka baju muslimah harus siapa yang paling branded. Mereka bersaing jalan-jalan ke luar negeri mana? Kau sudah ke Eropa belum? Sudah ke mana belum. Yang itu yang mereka jadi bahan bicaraan. Bukan bersaing masalah akhirat, bersaing masalah dun dunia yang akan mereka tinggalkan. Sampai ada orang sudah tua masih cari branditan. Sebentar lagi sudahud sudah sudah top apa tua, ompong peot. Sudah masih bicara brandit-bandit sampai kapan bicara brandit-brenditan? Sampai kapan? Bentar lagi sudah mati. Kalau kita cium-cium dekat sudah bawa tanah terus masih bicara dunia, dunia sampai kapan? Emang Allah suruh bersaing urusan dunia? Allah mengatakan. Ketahuilah dunia itu hanyalah apa? Tempat bermain-main, bersenda guru, berbangga-banggaan, berbanyak-banyakan. bangga-banggaan, pamer-pameran. Seperti apa? Seperti air hujan yang turun. Bumi tadinya tandus, tumbuhkan rumput yang hijau. Menyenangkan dilihat, tahu-tahu jadi kuning. Kemudian ditiup angin. Dunia cuma sebentar. Jadi tidak dilarang kita mempunyai baju yang indah. Enggak dilarang. Tapi bukan untuk saing-saingan. Tidak dilarang kita punya rumah yang mewah, yang bagus, yang kita senang untuk tempati. Tapi bukan untuk bangga bangga-banggaan. Yang kita disuruh perjuangan adalah amal saleh. Ini ibu-ibu. Nah, ingat cara agar level di surga tinggi cuma satu cara. Hanya satu cara. Apa, Ibu-ibu? banyak beramal beramal sa beramal saleh. Allah menilai dengan amal saleh. Masuk surga dengan rahmat Allah tetapi level sesuai dengan amal amal saleh. Jadi kalau ada orang bilang levelmu tinggi gara-gara kamu dekat dengan saya bohong. Kamu bakalan masuk surga yang penting kamu jabat tangan dengan saya. Bohong. Ada yang bilang, "Siapa yang foto sama kiai masuk surga?" Pembohong besar. Kiainya aja belum tentu masuk surga. Allah tidak pernah bilang, "Siapa yang punya nasab begini pasti masuk surga." Tidak ada. Itu bohong. Iya. Amal ibadah. Jadi kalau ada, perhatikan nih, kalau ada orang ngajak surga selain dengan amal ibadah itu sesat. Perhatikan ini. Ini kaidah ada yang bilang masuk surga dengan cara selain amal saleh itu orang se sesat. Oh, yang penting kamu dekat dengan saya masuk surga sesat. Gak ada. Surga amal saleh. Masing-masing sendiri-sendiri nanti. Emang kalau suami saya istri saya orang saleh, wanita saleh atau suami saya orang saleh, saya pasti mau surga. Enggak. Istri Nabi Luth, istri Nabi Nuh di mana? Di neraka. Kondisi suami mereka nabi tidak punya pengaruh. Bahkan kata Allah, "Masuklah kalian berdua wahai istri Nabi Luth dan istri Nabi Saleh bersamaan dengan yang lainnya." Sebagian ahli tafsir mengatakan kondisi mereka berdua sebagai istri Nabi tidak menunda mereka masuk neraka. Masur masuk neraka bareng-bareng sama yang lain. Padahal mereka istri apa? Istri Nabi. Jadi J bilang, "Yang penting suama saya saleh, saya tugasnya ke mall." Enggak ada. Masing-masing. Masing-masing ya. Masing-masing. Gak ada. Jadi enggak ada cerita masuk surga tanpa amal saleh. Ngomong kosong. J bilang tenang sama saya. Saya keturunan ini. Saya keturunan ini. Nanti saya ke syafaat pendusta. Bohong. Jangan dengar. Dia saja belum tentu masuk surga. Gimana mau jamin orang masuk surga? Dia saja belum tentu masuk surga. Jadi ibu-ibu mal saleh nanti ibu-ibu jangan bilang tenang nanti saya diajak teman diajak ibu sendiri baca Quran, ibu sendiri salat malam. Enggak perlu ada yang tahu. Itulah ibu naik level. Jadi amal saleh jangan lupa harus ikhlas. Ikhlas. Jangan pengin cari pujian. Jangan cari pujian. Ibu bangun masjid 20 miliar. Habis itu ibu-ibu kasih nama masjid saya. Misalnya ibu namanya Juminten. Masjid Juminton. Hah. Supaya satu dunia tahu enggak ada pahalanya. Rugi. Rugi kasih nama dengan nama saya supaya orang tahu saya yang bangun. Rugi. Berarti kita pengin dipuji enggak? Pengin dipuji. Pengin dipuji. Saya pernah hajian sama di travel. Travelnya travel plus orang-orang kaya. Kita mampir di rumah singgah. Kalau pulang salat dari masjid ada orang Arab suka bagi-bagi albaik. Rebut-rebutan. Orang kaya tapi rebutan. Mumpung gratis. Rebutan. Nanti kadang bagi sarung. Ada yang tanya, "Ustadz itu orang Arab bagi-bagi kok enggak ada dokumentasinya? Enggak ada fotonya?" Orang Arab enggak begitu bagi selesai. Sebagian kita baru bagi Rp2.000 sudah publish. Pengin satu dunia tahu gimana muamal saleh boleh diterima kalau kita beramal saleh untuk mencari pujian apa? Manusia. Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan di antara orang yang selamat ketika di Padang Mahsyar matahari jaraknya 1 mil sangat dekat. Kata Nabi, "Rajulunqo biyamini faakfaha." Seorang berinfak dengan tangan kanan disembunyikan sampai tangan kirinya tidak tidak tahu. Artinya dia diam. Bukannya enggak boleh cerita, boleh tapi niatnya untuk motivasi. Tapi hati-hati kita sedikit-sedikit hobi kita adalah pamer amal saleh. Ya, kadang-kadang bikin status misalnya lagi iktikaf, lagi iktikaf jangan ganggu ya. Masyaallah. Masyaallah ya. Atau lagi di Masjid Nabawi musim panas. Meskipun musim panas Allah masih menguatkan langkah kakiku ke menuju Masjid Nabawi. Ngapain tulis gitu? Ini namanya ingin di ingin dipuji. Percuma ibu-ibu capek buang duit, umrah, haji, sedekah. Kalau pengin dipuji nol. Maka pada hari kiamat kelak terpedaya. Allah akan hadirkan seseorang yang ketika di dunia dia beramal saleh tapi ripuji. Allah lihatkan pahalanya terus Allah jadikan seperti debu berterbangan. Kasihan. Maka mulai saat ini ibu-ibu latih diri untuk ikhlas. Kalau ada setan datang garuk-garuk, gatal, pengin cerita, jangan cerita. Sedikit-sedikit cerita. Sekarang kita tanyakan pada diri kita masing-masing. Ibu-ibu saya yang ajak ibu-ibu untuk bermuhasabah. Coba ingat ada enggak amal saleh ibu-ibu yang hanya ibu yang tahu, orang lain enggak tahu? Coba pikir, ada enggak? Hampir-hampir tidak ada. Hampir-hampir semua amal saleh kita kita cerita sama orang lain. Bukannya tidak boleh cerita, boleh tetapi rawan untuk mencari pujian. Kapan kita cari pujian, amal saleh kita hi hilang. Paham, Ibu-ibu? Ini yang pertama. Yang kedua, harus sesuai sunah. Harus sesuai contoh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jangan bikin-bikin ibadah sendiri. Jangan zikir sambil loncat-loncat ya. Jangan zikir sambil nari-nari. Gak ada contohnya seperti itu. Kata Nabi, "Man amila amalan laisa alaihi amruna fahua." Siapa yang bikin amal ibadah tidak ada contoh dari kami tertolak. Nabi sudah bikin contoh, ngapain bikin contoh sendiri? Saya tanya sama ibu-ibu, kalau ada orang tawaf dia rasa tujuh kurang, dia tambah tawaf 8 putaran bagus atau tidak? Bagus atau tidak? Gak bagus. Ada orang setelah kita tawaf ada enggak dua dua rakaat setelah tawaf? Ada. Setelah sai ada enggak? Enggak ada. Setelah sai enggak ada dua rakaat setelah sai. Kalau ada orang setelah sai pengin dua rakaat setelah sai, bagus atau tidak? Tidak bagus. Seakan-akan dia menuduh ibadah Nabi kurang ba. Makanya Rasulullah mengatakan wakhairul huda huda Muhammad. Sebaik-baik petunjuk petunjuk siapa? Nabi. Jangan kita capek-capek, letih-letih, enggak ada pahalanya. Hati-hati amal saleh yang jelas. Amal saleh banyak sekali. Jangan bikin yang aneh-aneh. Sebagian orang zikir loncat-loncat. Sebagian orang zikir sambil joget-joget. Itu dari mana? Mana contohnya? Gak capek joget-joget. Enggak ada. pahalanya beribadah yang benar. Ya, ada orang zikir hu hu dari mana zikir itu ada maknanya. Alhamdulillah, subhanallah, walhamdulillah, lailahaillallah, Allahu akbar, la haula wala quwata illa billah. Semuanya ada maknanya. Hu hu hu hu hu hu enggak ada maknanya. Jadi ibadah yang jelas-jelas. Tib. Yang ketiga, ibadah rutin meski sedikit. Rutinkan zikir pagi petang. rutinkan. Baca Quran setiap hari setengah juz. Rutinkan atau 1 juz atau 1/4at juz yang penting rutin rutinkan. Zikir keseharian zikir masuk rumah jangan lupa. Zikir keluar rumah jangan lupa. Zikir naik kendaraan jangan lupa. Zikir mau safar jangan lupa. Zikir masuk pasar jangan lupa zikir masuk masjid zikir keluar masjid zikir masuk WC. Zikir keluar WC. Ini rutinan keseharian. Zikir masuk kota. Jangan lupa safar memendarat baca doa apa ketika masuk kota. Zikir ketika safar, zikir ketika balik dari safar. Ini zikir keseharian jangan tinggalkan. Allah suka orang yang banyak ber zikir. Jadi meskipun sedikit tapi apa? Koninue ya. Untuk wanita paling terbaik, amal terbaik adalah taat kepada suami. Jangan protes, Ibu-ibu, ya. Perhatikan Rasulullah bersabda, dengar ibu-ibu ini berarti banyak yang enggak taat ini. Dibilang gini protes harusnya kan bahagia. Iya, saya taat sama suami. Kalau saya bilang taat sama suami, banyak yang ribut. Berarti banyak yang tidak taat. Dengar apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Shatil maratu khamsaha. Kalau seorang wanita salat lima waktu, wasamat syahroha. Kemudian dia puasa di bulan rama Ramadan. Wa hafidat farjaha. Dia jaga kemaluan kemaluannya. Wahaat ba'alaha dan dia taat kepada suaminya. Dikatakan kepadanya, "Masuk surga dari pintu mana saja yang dia mau mau." Perhatikan, Ibu. Salat lima waktu. Enggak usah salat sunah, enggak apa-apa. Gak usah qobliah, ba'diah, yang penting salat lima waktu. Puasa Ramadan saja enggak usah puasa Syawal, enggak usah puasa Senin Kamis, enggak puasa sunah-sunah, enggak perlu. Yang penting puasa Ramadan yang wajib dikerjakan. Jaga kemaluan. Jangan selingkuh. Tapi yang terakhir, yang keempat, taat sama suami. Maka dia masuk surga dari pintu mana saja. Kalau ibu-ibu hanya rajin salat, tolong ibu salat lima waktu, salat qbliah ba'diyah, salat salat duha, salat lail, salat macam-macam, ibu masuk surga dari pintu salat saja. Kalau ibu puasa banyak-banyak, ibu masuk pintu pua puasa. Tapi kalau ibu taat sama suami, semua pintu boleh masuk. Bagaimana? Hah? Sudah saya saya sampaikan cara ibu masuk surga mudah taat sama suami. Ada yang protes suami seperti apa dulu, Ustaz? Waduh. Saya cerita nih cerita saya ketemu seorang, dengar ibu-ibu, saya ketemu seorang istrinya mau meninggal dunia di tempat tidur sudah mau meninggal dunia. Dia bilang, "Abang, tolong saya minta sepatu abang." Buat apa sebelum saya meninggal saya pengin semir sepatu Abang? Karena kebiasaan dia ketika dia sehat, dia selalu semir sepatu suaminya. Bayangkan sampai mau meninggal masih bahagia ketika melayani apa? Suami. Taat sama suami itu tidak membangkang. Kasih ide boleh, tapi jangan bangkang. Selama suami tidak menyuruh pada maksiat harus taat. Taat sama suami itu melayani suami. Melayani suami. Tapi ada sebagian ibu-ibu enggak. Semuanya bibinya. B siapkan ini. Bi siapkan ini. Bi siapkan ini. Bibi salehah bukan istri salehah. Jadi ibu-ibu taat kepada suami itu karena Allah ya. Karena apa? Allah. Apa kata Nabi sallallahu alaihi wasallam? Seorang wanita kalau ingin puasa tidak halal bagi seorang wanita puasa sunah. Waujauha hadir. Sementara suaminya tidak safar, dia enggak boleh puasa sunah illa biidnihi kecuali dengan izin sua suaminya. Dia mau puasa Senin Kamis nih, Mas. Boleh enggak puasa Senin Kamis? Enggak boleh. Dia harus taat. Tapi kalau dia puasa Senin Kamis nekad dosa. Bayangkan puasa itu kan berat kita dahan makan dari pagi sampai ma malam. Ternyata lebih afdal taat kepada suami. Taat suami itu pahalanya besar. Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mengatakan di antara ciri penghuni surga almuwatiah yaitu istri yang berusaha menyesuaikan diri dengan keinginan suami. Kalau suaminya ajak ke mana-mana dia bilang iye enjeh ya enggeh. Terserah papi. Terserah Abi. Umi terserah papi. Umi terserah Abi. Saya Mih. Saya mah terserah apa. Aa ya ini enggak. Pokoknya Umi yang utus. Pokoknya teteh yang menentukan. Pokoknya pokoknya pokoknya wah ini mudah sekali cemplung ke neraka yang membangkang, yang membentak suami. Maka saya bilang, "Ibu, percuma kita ngaji, ngaji, ngaji terus. Ternyata di rumah, wuh sangar sama suami. Sampai suami ketakutan kalau angkat telepon." Dari istri saya ketakutan. Ada loh suami kayak gitu kasihan. Berarti suaminya telah merongrong kehidupannya, istrinya merongrong apa? Kehidupannya. Jadi, Ibu-ibu ini saya cuma nasihat karena Allah subhanahu wa taala. Usia kita yang tinggal sedikit ini kita enggak tahu kapan kita dipanggil oleh Allah. Manfaatkan sebaik-baiknya. Yang telah lalu salah tinggal diperbaiki. Kata Rasul sahu alaih wasallam, "Man ahsana f baqi gufir lahu maq." Siapa yang berbaik di sisa umurnya akan diampuni masa lalunya. Wa in asaa fima baqi. Tapi kalau sisa umurnya masih berbuat buruk, ukhidza fima baqi wafima mad, maka dia akan dihukum gara-gara masa depannya dan masa lalunya. Tidak ada kata terlambat. Sekarang kita harus berubah, harus progres. Masa kita ngaji lama begini-begini saja gak ada perubahan. Tetap saja pembicaraannya duniawi. Pembicaraan jalan ke sana, jalan kemari. Pembicaraan tentang tas. Mau sampai kapan bicarain tas? Mau sampai kapan? Sampai gigi ombong semua baru berhenti. Sampai kapan? Ibu-ibu, saatnya kita bertakwa kepada Allah. Bukannya tidak boleh dunia? Boleh, tapi secukupnya. Semua kita juga butuh sama dunia, tapi secu secukupnya. Karena ibu-ibu saya lihat ini pada tua-tua semua ini. Coba yang di bawah 50 angkat tangan coba. Saya pengin tahu sedikit rata-rata di atas li 50. Berarti kan sudah nenek-nenek. Rata-rata nenek-nenek masih bicara brandit-brandit ngapain? Sudah mau meninggal sebentar lagi. Sekarang saatnya bicara hari akhirat. Bicara beli kain kafan di mana? Jangan beli bicara beli tas branded. Sudah waktunya dunia sudah kita rasakan. Tinggal kita pengin destinasi berikutnya status kita tinggi, level kita tinggi. Maka bersainglah dalam urusan akhirat, jangan urusan dunia. Demikian saja Ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Ini mukadimah kita pertemuan pertama. Semoga bermanfaat. Wallahu taala alam bisawab. Kalau ada yang bertanya saya persilakan.