Transcript
Xfj1ak8g2m4 • Syarah Rinci Rukun Iman #53: Pertengkaran Penghuni Neraka - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2496_Xfj1ak8g2m4.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa
ala alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin hadirat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa taala. Insyaallah
pada kesempatan kali ini kita akan bahas
tentang pertemuan terakhir dari aliman
bil yaumil akhir tentang masih tentang
neraka. Insyaallah pertemuan berikutnya
baru kita mau masuk tentang rukun iman
yang terakhir, aliman bilqadar.
Dan pada pertemuan lalu kita telah bahas
tentang ee siksaan batin penghuni
neraka. Dan di antara siksaan batin saya
khususkan bahasan tersendiri judulnya
adalah pertengkaran ya di antara
penghuni neraka.
Pertenggaran di antara penghuni neraka
yang Allah sebutkan
ee dalam surat Sad. Kata Allah,
"Innazalika haqqun takasumu ahl
ahlinar."
Inna inna dalalika
lahaqun takasum ahlinar.
Sungguh yang demikian itu akan benar
terjadi. Pertengkaran mereka itu.
Mereka itu benar akan terjadi,
benar-benar
akan terjadi,
yaitu pertengkaran di antara penghuni
neraka. Takhasum,
pertengkaran
di antara penghuni neraka.
Ini disebutkan oleh Allah dalam surah
Sad ayat 64 ya
Quran surah Sad 38 ayat 64.
Tib tentunya kita tahu di antara
sebab kesengsaraan adalah jarusu aljaru
yaitu tetangga yang buruk. Kalau kita di
dunia kita punya tetangga buruk tentunya
merupakan penderitaan bagi kita. Maka
bagaimana lagi kalau di akhirat
bertetangga dengan sesama penghuni
neraka dan saling gontok-gontokan,
saling menjatuhkan, saling melaknat,
bertengkar melulu, ya tentu ini adalah
siksaan tersendiri. Saling menyalahkan,
saling menuduh. Ya. Jadi mereka saling
bertengkar antara pengikut yang diikuti,
antara anak dua dengan pimpinan ya,
antara manusia dengan iblis ya, saling
menyalahkan, saling melemparkan
kesalahan, saling berharap bahwasanya
siksaannya diperbesar. Diperbesar. Ini
adalah siksaan tersendiri ya. Jadi
mereka bertengkar itu di antara
bentuknya ya ee
saling menyalahkan.
Nanti akan kita sebutkan ayat-ayatnya.
Saling melaknat,
saling ee apa namanya? Minta diazab.
Azab di diper minta
azab ditambah
ya. Ya, saling menghina ya.
Bayangkan punya tetangga dalam neraka
seperti ini. Ini adalah tentu
ee
tentu adalah siksaan tersendiri ya.
Jadi inah siksaan batin yang Allah
sebutkan yang semua ini hanyalah
menambah penyesalan mereka ya. Hanyalah
menambah penyesalan.
Menambah penyesalan. Yaumal hasrah.
Penyesalan yang tiada guna.
Ya. Kata Allah anzirhum yaumal hasrah.
Berilah peringatan kepada mereka tentang
hari penyesalan. Karena pada hari
tersebut banyak sekali
penyesalan-penyesalan. Ya. Tib. Kita
akan sebutkan beberapa model
pertengkaran mereka yang Allah sebutkan
dalam Al-Qur'an. Nanti bisa diikuti
dengan membuka ayat-ayat tersebut. Dalam
buku gak ada ya. Dalam buku gak ada.
dalam enggak ada. Nanti cetakan baru
baru ada
Tib-model
pertengkaran mereka dalam Al-Qur'an.
Penghuni neraka
di dalam Al-Qur'an.
Tap, Ibu-ibu, yang pertama adalah ee
mereka saling berlepas diri, ya. Saling
berlepas diri.
Jadi tidak mau tidak mau diikuti, tidak
mau diikuti, gak mau ketemu, saling
berlepas diri. Karena kalau tidak
berlepas diri, takut azab semakin
bertambah. Saya kan ikut kamu, enggak,
kau bukan pengikutku. Saya teman kamu,
enggak, kau bukan temanku. Jadi saling
berpas diri. Kenapa saling berlepas
diri? Takut azab semakin ditambah
karena akan dimintai pertanggungjawaban.
Lihat dalam Quran surah Albaqarah ayat
166. Coba Ibu-ibu baca silakan atau
silakan dibuka ya. Saya bacakan
Albaqarah 166.
Tabar alladzina tubiu minalladina tabau.
Ketika orang-orang diikuti
berlepas diri dari yang mengikuti. Yaitu
pemimpin berlepas diri para pengikut.
Bos-bos berlepas diri para pengikut.
Warulaba dan mereka melihat azab siksaan
depan mereka. Watqat bihimul asbab. Maka
segala hubungan mereka putuskan.
Ya, di antara mereka relasi mereka tidak
mau ada relasi. ketika itu jadi saling
berlepas diri, tidak mau ketemuan, takut
ee apa namanya? Tambah
pertanggungjawaban. Kalau tambah
pertanggung jawaban semakin besar azab.
Ya. Waqalalladzina tabau. Maka
berkatalah orang-orang yang mengikuti.
Ketika mereka tahu orang-orang diikuti
berlepas diri
maka mereka yang mengikuti para pengikut
menyesal. Mereka berkata waqina berkata
para pengikutana
fana
minna. Kalau kami punya kesempatan untuk
kembali ke dunia lagi tentu kami akan
berlepas diri dari mereka di dunia
sebagaimana sekarang mereka para para
pemimpin berlepas diri pada kami para
pengikut.
Kadalika yurihimullahu a'alahum
hasaratin alaihim. Demikianlah Allah
memperlihatkan amal perbuatan mereka
sebagai bentuk penyesalan bagi mereka. W
humorijina minanar. Dan sesungguhnya
mereka tidak bakalan keluar dari api
neraka. Jadi mereka dikumpulkan ya
ketika para pengikut datang kepada yang
diikuti para pemimpin maka para pemimpin
segera berlepas diri. Gak gak gak gak
mau ketemu. Kenapa? Takut tanggung jawab
semakin besar. Karena mereka yang
menyesatkan kalau pemimpin bisa jadi
menanggung dosa-dosa para pengikut. Jadi
mereka berlepas diri enggak mau.
Sementara para para pengikut ingin
curhat sama pemimpin. Siapa tahu siapa
tahu dosa mereka bisa ditanggung oleh
para pemimpin. Ternyata para pemimpin
berlepas diri. Kata Allah watq watqat
bihimul asbab. Maka relasi terputus
ketika itu. Dan ini yang Allah sebutkan
dalam surat azzukhraf 67. Alakill
yaumidin bauminunal
muttaqin. Seluruh eh sahabat, teman
akrab pada hari itu akan menjadi musuh
satu dengan yang lainnya. Kecuali orang
bertakwa. Orang bertakwa bersahabat di
dunia maka di akhirat semakin lagi
bersahabat. Adapun orang-orang kafir
para pendosa, persahabatan menjadi
permusuhan. Saling berlepas berlepas
diri.
Inilah adalah suatu ee apa namanya?
Siksaan batin tersendiri. Sampai
akhirnya, sampai akhirnya para pengikut
berkata, waqalladzina tabau laana
fanatabar minhum kama tabaru minna.
Seandainya kami bisa kembali ke dunia,
kami nyesal ikut mereka. Kami akan
berpas diri dari mereka. Sekarang mereka
ternyata tidak mau tanggung jawab.
Ya, tidak mau tanggung jawab. Betapa
banyak di dunia ini orang-orang berkata,
"Ikut saya. Saya yang tanggung jawab."
Padahal hari kiamat dia kabur.
Di neraka dia kabur. Dia tidak mau
bertanggung jawab karena takut.
siksa yang semakin bertambah-tambah.
Ini saling berlepas diri ya,
takut ya. Jadi ini para para pemimpin
ya takut azab semakin ditambah.
Adapun para pengikut
minta pertanggungjawaban pemimpin.
Jawaban para pemimpin. Tapi ternyata
mereka tidak
bisa karena para pemimpin berlepas diri.
At ini dalam surat Albaqarah ayat 166
ya.
Yang jadi masalah Allah mengatakan di
akhir ayat, wah humorijina minanar.
Mereka tidak bakalan keluar dari neraka.
Jadi mereka saling berlepas diri dalam
neraka dan mereka tidak bakalan keluar
dari neraka. Ya, tidak bakalan keluar
dari neraka ya. Dan mereka percuma
bersabar. Sebagaimana sudah kita pernah
kita sampaikan, kesabaran mereka tidak
ada guna kalau sabar di dunia.
Kalau sabar di dunia, maka ada saatnya
musibah akan hilang. Seb dikatakan badai
pasti berlalu. Kalau di dunia namanya
musibah, kita bilang badai pasti
berlalu. Tapi kalau di akhirat, di
neraka badai pasti berlalu-lalang
bolak-balik
gak hilang-hilang. Ya. Maka kata Allah,
"Isbiru a labiru sawaun alaikum." Mau
sabar enggak sabar enggak ada bedanya.
Mau sabar juga tetap siksaannya enggak
berubah. Bersabar juga tidak ada
faedahnya.
Mereka berkata, "Sawaun alaina ajazna
amarna maana mim mahis." Kata penghuni
neraka, "Sama saja kita mau sabar enggak
sabar tidak ada jalan keluar." Makin di
antara siksaan batin mereka saling
bertengkar di antara mereka.
Tib di antaranya model pertengkaran
mereka adalah saling melaknat.
ini Allah sebutkan
dalam Qur'an surah Al-A'raf,
surat Ala'raf ayat 38 sampai 39.
Saya bacakan ayatnya. Silakan Ibu-ibu
kalau mau lihat di dalam Al-Qur'an surah
Ala'raf 38 39. Qulu fi umaminq khatikum
minal jin wal insiar. Allah berfirman,
"Masuklah kalian wahai penghuni neraka.
Masuklah kalian ke dalam neraka bersama
jin dan manusia yang dulu duluan masuk
sebelum kalian." Jadi masuk ayo masuk
sana. Sudah ada anggota kok sebelumnya
sekarang nyusul.
Jadi sudah penghuni neraka masuk di luar
terus ada penghuni neraka yang nyusul
yang mungkin mungkin apa namanya
maksiatnya lebih kurang atau kekufurnya
lebih kurang. Karena yang yang semakin
parah masuk di luar. Ternyata ada yang
masuk belakangan.
Ini di antara keadilan Allah Subhanahu
wa taala ya.
Masuklah sudah ada jin dan manusia dalam
neraka. Kalian tinggal nyusul. Kata
Allah, "Kullama dakhalat ummatun laanat
ukhtaha."
Setiap kali ada gerombongan baru yang
masuk maka mereka akan melaknat yang di
luar. Jadi di luar ini belakangan kalian
terlaknat-laknat kalian gara-gara
kalian. Jadi menyalahkan yang apa
namanya? Yang datang.
ee di luar yang masuk di luar. Maka kata
Allah Subhanahu wa taala, "Kullama
dakolat ummatunat ukhtaha." Setiap masuk
maka akan melaknat yang sudah masuk di
luar.
Hatta qu fiha jamian. Akhirnya setelah
mereka berkumpul yang anggota lama sama
anggota baru sudah kumpul di neraka.
Qat ukhrohum liulahum. Setelah berkumpul
tadi ketika masuk saling melaknat.
melaknat gara-gara kalian. Laknat Allah
kepada kalian. Celaka kalian. Begitu
sudah ketemu semua satu tempat tinggal,
mulailah
yang masuk belakangan cari uzur supaya
dikasih uzur oleh Allah.
Kata mereka menyuruh kepada Allah, qolat
ukhrohum liulahum. Berkatalah yang masuk
belakangan ditujukan kepada yang sudah
masuk lebih dahulu di neraka. Mereka
berkata, "Rabbana haulai
faatian
minanar." Kata mereka, "Ya Allah, ini
yang masuk di luaranlah yang telah
menyesatkan kami. Kami hanya
ikut-ikutan. Tambahkanlah azab kepada
mereka." Ini sebenarnya ada mereka masih
berharap secerca harapan dari Allah.
Semoga Allah tahu bahwasanya sebab
mereka salah itu gara-gara yang masuk di
luar.
Jadi tambah azab pada mereka, kurangi
azab kami seakan-akan mereka ingin Allah
mengasihani mereka. Kata mereka, "Ya
Allah, tambahlah azab bagi yang mereka
ini. Karena mereka ini yang menyesatkan
kami. Kami datang belakangan."
Apa kata Allah? Qulullinfu wakillamun.
Allah maha adil. Kata Allah, "Gak
sama-sama ada azab masing-masing ya ada
azabnya.
Dan masing-masing akan mendapat azab
lipat ganda sesuai dengan kadarnya
masing-masing. Jadi Allah tidak tidak
memberi uzur kepada para pengikut ya
atau kepada yang belakangan.
Waqalat ulahum liukhrohum. Akhirnya yang
masuk di luar membantah yang masuk
belakangan. Famaana lakum ala min fadol.
Kalian tidak punya kelebihan apa-apa
dibanding kami. Kita sama-sama masuk
neraka. Emang bilang saya masuk di luar
kau lebih baik daripada saya. Sama-sama
masuk neraka. Tidak ada keutamaan.
Sama-sama di neraka. Kalian juga saya
ajak ikut juga. Goblok juga kan
sama-sama goblok ya. Ya memang kalau kau
pintar kan kau enggak ikut. Boleh
ikutnya kenapa nyalahin saya? Ya enggak
ada kelebihan di antara kita. Fzuqulabi
ma kuntum taksibun. Silakan kalian
mencicipi dampak perbuatan kalian. Allah
menyatakan cicipi. Ya zuk. Allah
sebutkan zuk itu neraka. Padahal bukan
dicicip neraka dibakar. Tapi cicip itu
kan menggunakan lidah. Kalau kita makan,
kita benar-benar merasuk. Jadi karena
azabnya terlalu sadis, terlalu
apa? Merenggut tubuh secara keseluruhan,
maka Allah sebut dengan lafal cicipi.
Karena kita tahu bahwasanya api neraka
ketika membakar langsung luar dalam.
Allati tali al afidah. Api neraka kalau
bakar bukan dari luar dulu baru dalam,
tapi langsung luar. Dalam dalam waktu
satu waktu maka Allah menggunakan kata
fadzuqul adzaba bima kuntum taksibun.
Rasakanlah azab akibat perbuatan kalian.
Jadi dendam ya gara-gara kalian sih
inilah ee seakan-akan kami tidak salah,
mereka yang salah tapi Allah tidak bisa
dikibulin. Ya kalau sama hakim di dunia
masih bisa dikibulin. Pandai menyusun
kata-kata. Panggil lawyer ya yang
membela kejahatan ya datangkan saksi
palsu. Lama-lama hakimnya bisa ditipu.
Iba soiba kami enggak salah cuma
ikut-ikutan. Kami begini kamu begini.
Mereka yang tanggung dosa kami gak ada.
Kata Allah likullinfun. Masing-masing
akan dilipat gandakan siksaannya.
Walakill taam. Masing-masing ada
kadarnya. Allah maha mengetahui.
Tib berikutnya
yang Allah sebutkan juga
pertengkaran
antara
setan
dan manusia
berlepas diri yaitu iblis berlepas diri.
setan
atau iblis
berlepas diri.
Sebagian mengatakan ini dimulai dari
pertengkaran antara
antara penghuni neraka terlebih dahulu
ya.
Baru kemudian mereka melapor kepada
iblis. Allah sebutkan
dalam surah Ibrahim 21 sampai 22 ya
Quran surah Ibrahim 21 sampai 22 saya
bacakan mulai dari pertengkaran di
antara mereka kata Allah wabarazu
lillahi jamian maka semuanya dikumpulkan
di padang mahsyar untuk dihukum akhirnya
mereka masuk neraka faqfal illa
lilladinaakbaru maka berkatalah
orang-orang lemah kepada orang-orang
sombong yaitu pengikut kepada pemimpin.
Inna kunna lakum tabaan. Kami dulu
pengikut kalian. Fahal antum mugnuna
anna minabillah. Bisakah kalian ya
menyelamatkan kami dari azab Allah
Subhanahu wa taala minyai? Meskipun
sedikit. Bisa enggak kurangi sedikit?
Saya kita enggak bisa minta seluruhnya,
tapi bisa enggak kurangi sedikit? Kan
kita hanya pengikut
ya. Ini sebenarnya ada yang mengatakan
ejekan. Memang bisa kalian kurangi?
Enggak bisalah sedikit pun enggak bisa
mereka kalau mereka kalau bisa
menanggung akan ditanggung tapi mereka
juga tidak bisa menanggung masing-masing
ada azabnya.
Qolu dan apa namanya? Orang kalau sudah
diazab pikirannya sudah buntu saking
panasnya ya sebagaimana kita pernah
sebutkan neraka itu sangat panas ya.
Sehingga mereka mengatakan fahal antum
mugnuna minabillahi bisa kalian
mengurangi azab kami meskipun sedikit.
Apa kata para pembesar, orang-orang
kaya, para pemimpin? Qolu lau
hadanallahu lahadainakum.
Seandainya Allah beri petunjuk kepada
kami, kami akan beri petunjuk kepada
kalian. Sawaun alaina ajazna amarna
maana mim. Tidak ada faedahnya. Kita mau
sabar di neraka dan tidak sabar tetap
tidak ada faedahnya. Sama saja. Seperti
kita kalau di dunia namanya badai pasti
berlalu cepat atau lambat. Kalau di
neraka berlalu lalang, gak akan selesai.
Ya. Jadi seakan-akan mereka
qalladinau
e qafa lilladinaqbar berkata orang-orang
lemah kepada orang sombong, "Kalian dulu
menjamin akan begini, akan begini.
Sekarang bisa enggak ngurangi dosa kami
sedikit? Bisa enggak ngurangi azab kami
sedikit?" Mereka berlepas berlepas diri.
Disebutkan ketika mereka debat, tidak
ada keputusan saling berlepas diri, maka
mereka lapor mengadu kepada setan,
iblis. Maka ayat selanjutnya Allah
berbicara tentang setan. Kata Allah,
waqal setanu lamma qodal amr. Maka
ketika perkara sudah diputuskan
masuk neraka masuk surga maka setan
berkata di hadapan mereka. Kata Hasan
Albashri, in mimbar minar. Setan
mengambil membuat mimbar dari api
neraka. Kemudian dia berkhotbah di atas
mimbar dari api neraka dengan khotbah
yang benar-benar merasuk dalam seluruh
hati penghuni neraka jahanam. Khotbah
yang benar-benar menggetarkan jiwa.
Khotbah yang benar-benar berpengaruh
kepada hati mereka. Khotbah yang
benar-benar membuat mereka sangat
menyesal bertobat tapi tidak ada
faedahnya. Seandainya khotbah ini
disampaikan tatkala khotbah Jumat di
dunia,
semua orang sadar. Tapi khotbahnya di
neraka enggak ada faedahnya. Apa kata
setan? Innallaha waadakum waal haq.
Setan juga berlepas diri. Sesungguhnya
Allah telah menjanjikan kepada kalian
dengan janji yang benar. Waatukum. Saya
juga janji janji kalian. Kalian kalau
begini bakalan begini kalau begini
begini. Faaklaftukum. Tapi saya nipu.
Saya nyelisihi janji saya.
Saya tidak punya kekuatan untuk
mempengaruhi kalian, menggoda kalian.
Saya tidak pernah dorong kalian. Saya
tidak pernah tarik kalian. Saya kan cuma
ngomong aja cuma bisik-bisik. Memang
pernah saya pakai mikrofon ceramahin
kalian? Enggak pernah. Setan enggak
pernah pakai mikrofon. Setan enggak
pernah berdiri langsung ayoak cuma
bisik-bisik dalam hati. Makanya setan
mengatakan, "Wana liikum minin." Saya
tidak punya kekuatan kepada kalian. Saya
tidak pernah narik kalian. Saya tidak
pernah traktir kalian. Saya tidak pernah
nyogok kalian. Saya tidak pernah ngomong
pakai mikrofon. Saya tidak pernah
ngomong langsung. Illa anda autukum.
Saya cuma bisik-bisik aja. Saya seru
kalian. Fastajabtum lian nurut. Yang
salah kalian. talumuni maka jangan
kalian cela aku. Walumu anfusakum.
Celalah diri kalian sendiri. Ma ana
bimusrikum w antum bimushi. Aku tidak
bisa sekali-sekali menolong kalian dan
kalian tidak bisa menolong aku. Sudah.
Inni kafartu bima asumuni minqbl. Aku
berlepas diri dari perbuatan kalian
mensekutukan aku dengan Allah. Saya
enggak ikut-ikutan sekarang. Inimina
lahumabun alim. Sesungguhnya orang-orang
zalim para pelaku kesyirikan, bagi
mereka azab yang pedih.
Jadi pertengkaran ini diangkat sampai ke
setan,
iblis tetap berlepas diri. Ya.
Dan mereka tersiksa menyesakkan dada
mereka. Yang pertama ketika yang lemah
bertemu dengan yang kuat saling
bertengkar namun tidak merubah kondisi
mereka.
Yang kedua, ketika yang lemah dan yang
kuat bergabung untuk mengadu, menggugat
iblis, tetap juga tidak ada faedah. Jadi
yang lemah gugat yang kuat, yang
orang-orang sombong. Kemudian mereka
sama-sama menggugat iblis, iblis
berlepas berlepas diri. Ini salah satu
pertengkaran yang Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an.
Tiib. Di antaranya saling menuduh. Allah
pertengkaran berikutnya adalah saling
menuduh.
Bayangkan ini bertetangga dalam neraka
seperti ini selama-lamanya. Tetangganya
dengki, hasad, saling nuduh, saling
menyalahkan, maki-maki, ya
saling menuduh.
Ini Allah sebutkan
ee dalam surat Saba
ayat 313.
Saya bacakan.
Waqadzina kafaru lan bial Quran.
Berkatalah orang kafir, kita tidak
bakalan beriman dengan Al-Qur'an ini.
Enggak bakalan beriman. Willadzi ba
yadai dan kami tidak akan beriman pula
dengan kitab-kitab yang sebelumnya. Tib
kata Allah mereka ngomong begitu
sekarang tidak akan beriman. Tapi apa
yang akan mereka rasakan pada hari
kiamat kelak akibat mereka berani
mengatakan kami tidak akaniman dengan
Alquran. Kata Allah, "Walau taroimuna
maqufunbihim."
Dan ketika kau lihat orang-orang zalim,
para musyrikin diberdirikan di hadapan
Allah sehingga mereka saling debat di
antara mereka untuk menyalahkan lainnya
di hadapan Allah dengan harapan siksaan
mereka bisa dikurangi. Kata Allah,
idolimuna maukufuna. Ketika orang-orang
musyrikin diberdirikan di hadapan Rabb
mereka, yarji ba'dum ila ba'din qul.
Maka mereka saling menghadapkan, saling
bantah-bantahan di antara mereka di
hadapan Allah. Apa apa bantahan-bantahan
mereka? Allah sebutkan
yaquadinuadinaakbaru
laula antum lakunna mukminin. Berkata
orang-orang lemah kepada orang-orang
sombong. Kalau bukan gara-gara kalian,
tentu kita sudah beriman. Kalian
sebabnya ini mereka ungkapkan hujah
argumentasi sekuat mungkin di hadapan
Allah. Allah berhentikan mereka. Ayo
ngomong saling debat situ. Gara-gara
kalian kalau enggak ada kalian kami
sudah masuk surga. Kami sudah beriman.
Qalladzinaastakbaru. Di sini Allah tidak
mengatakan waqala. Sebagian Allah
mengatakan karena mereka baru hujah
ngomong gitu langsung dipatah,
langsung dipotong oleh orang-orang yang
sombong.
Allah tidak mengatakan waq tapi
mengatakan
mujrimin apakah kami pernah menghalangi
kalian dari dari petunjuk? Enggak
pernah. Setelah petunjuk datang kepada
kalian, kami pernah halangan kalian dari
Muhammad dari petunjuk. Bal kuntu
mujrimin. Kalian memang pendosa. Bukan
kami. Kalian asalnya memang pendosa.
Kami gak pernah halang-halangi.
Ini bohong ya. Mereka suka menghalangi.
Coba bagaimana? Jadi kita ini ee
berdebat kalau di dunia bolehlah kita
bohongin hakim dan hakim bisa dibohongin
dan hakim terkadang senang dibohongin
kalau disogok ya. Tapi kalau di hadapan
Allah gimana? Gak bisa.
Gak gak bisa. Kita enggak bisa membela
kebatilan. Kita enggak bisa
menyembunyikan hakikat. Maka orang-orang
pemimpin, orang-orang yang kuat ini maka
dia berbohong. Kemudian mengatakan, "Ya
eh anahnu shodadanakum anil huda bada id
jaakum." Apakah kami pernah menghalangi
kalian dari petunjuk setelah petunjuk
datang kepada kalian? Kami gak pernah
begitu. Bal kuntum mujrimin. Justru
kalian itu sejak awal pendosa. Kalian
pendosa dari awal bukan gara-gara kami.
Bayangkan dia lepas diri. Baluntum
mujriminin. Kalian sebelum kami datang,
kalian sudah pendosa.
Waqadinau. Maka yang yang yang lemah
membela diri lagi sama-sama masuk
neraka.
Waqbaru
berkata yang lemah kepada yang sombong
anak buah kepada pemimpin
gimana kalian gak pernah menghalangi
kami. Kalian tiap siang pagi siang,
siang malam selalu bikin makar. Kalian
suruh kami untuk kafir kepada Allah dan
menjadikan bagi Allah
tandingan-tandingan, sembahan-sembahan,
sekutu-sekutu bagi Allah. Ya, kalian
enggak pernah menghalangi, tapi tiap
pagi tiap malam ngomong, tiap pagi tiap
malam dakwah. Ini Islam begini, Islam
begini, Islam begini, Islam begini, yang
benar begini begini.
Akhirnya mereka debat di hadapan Allah.
Allah tahu semua yang terjadi. Kata
Allah, waarrun
lammaab. Semuanya menyesal, baik
pengikut maupun yang diikuti tatkala
melihat azab. Percuma
cuma Allah kasih lihat noh debat
berkelai sendiri berkelai berkelai
berkelai ujungnya masuk apa neraka
wajaal aglala fianaqilladzina kafaru
lalu kami belenggu mereka dengan
besi-besi panas di leher-leher mereka
hal yujizzauna illa mau yammalun
tidaklah mereka dibalas kecuali dengan
akibat amal perbuatan mereka
maka di sini ee mereka debat orang-orang
yang lemah berharap ya menuduh
orang-orang yang kuat para pemimpin.
Kalianlah gara-gara kalian kami kafir.
Kalau bukan karena kalian, kami tentu
beriman dengan harapan mereka dikasihani
oleh Allah tapi tidak ada kata kasihan.
Sudah selesai pintu tobat sudah tidak
ada. Dan akhirnya para orang-orang
sombong terikat berdusta. Kami kan
enggak pernah halangi kalian. Dibantah
lagi. Gimana enggak halangi tiap hari
pagi siang sore malam dakwahi kami agar
kami kufur kepada Allah subhanahu wa
taala.
Intinya mereka saling menuduh.
melemparkan kesalahan dan ujung-ujungnya
mereka pun masuk neraka. Kata Allah, wa
asarun nadamata. Maka mereka sembunyikan
penyesalan yang luar biasa dalam hati
mereka.
Tib.
Ini yang keempat.
Yang berikutnya
saling ar adu argumentasi saling
adu argumentasi
ini terjadi di neraka ini debat penghuni
neraka sudah diazab masih debat aja Ya,
di padang mahsyar debat, dalam neraka
debat. Allah sebutkan
dalam surat Assfat
dalam Asah Safat 22
sampai 33. Cukup panjang
saya bacakan. Allah berfirman,
"Uhsyurulladzinaamu wa azwajihum w kanu
ya'budun.
min dunillahi fahduhum ila suratil
jahim. Kata Allah, "Kumpulkanlah mereka
orang-orang zalim bersama teman sejawat
mereka. Azwaju maksudnya semisal
mereka." Ya, ada yang mengatakan
orang-orang zalim dikumpulkan dengan
sejenis
musyrikin misalnya musyrikin Yahudi
Yahudi, musyrikin Nasra-nasara,
musyrikin
agama-agama lain juga masing-masing
sejenis maksiat juga begitu. Koruptor
dengan koruptor ya, bezina dengan pezina
ya.
ee homoseks dengan homoseks semua
dikumpulkan sejenis ya. Tukang mabuk
tukang tukang mabuk ya tukang judi
dengan tukang judi
ya. Jadi dikumpulkaninaamu
wa azwajahum kumpulkanlah orang zalim
beserta teman sejawat mereka yang
sejenis
w kanu yaudun dan juga yang sembahan
mereka dikumpulkan minunillah yang
mereka sembah selain Allah. Fahduhumil
jahim. Maka berilah hidayah mereka ke
jalan sirat bukan siratal mustaqim
siratil jahim menuju jalan neraka.
Subhanallah. Mereka para pelaku maksiat
dikumpulkan sejenis k dipermalukan.
Kemudian Allah mengatakan silakan ikuti
petunjuk.
Petunjuknya bukan ke surga. Petunjuknya
ke mana? Siratil jahim. Bukan siratul
mustaqim. Sirat apa? Siratul jahim.
Jalan menuju neraka. Ini seakan-akan ada
hinaan kepada mereka. Kalian di dunia
dulu sering disuruh,
"Ikutilah petunjuk kepada surga.
Ikutilah petunjuk." Kalian tidak mau.
Sekarang Allah bilang, "Ikuti petunjuk."
Tapi bukan petunjuki surga. Petunjuk
kepada neraka dan kalian tidak bisa
menghindar. Harus ikut. Harus ikut.
Setelah itu Allah berfirman, "Waqifuhum
innahum masulun." Tahanlah mereka.
penghuni neraka ini setelah mereka
dikelompokkan klasifikasi sesuai dengan
jenis kekufuran sesuai jenis kemaksiatan
selalu maka Allah berhentikan mereka
Allah katakan waqifuhum innahum masulun
tahan mereka suungguhnya mereka akan
ditanya dimintai pertanggungjawaban kata
Allah maakum la tanasarun kenapa kalian
tidak saling tolong-menolong sekarang
dulu kalian saling tolong-menolong
tolong-menolong dalam zina saling
kontak-kontakan
punya kontak cewek-cewek Saling
tolongmenolong ya. Kemudian korupsi juga
saling tolong-menolong ya.
Serah-menyarahkan uang diam-diam tanpa
difoto. Ya sudah diatur semuanya ya. Ya
syirik juga saling tolong-menolong,
saling bahu-membahu. Kalian saling
tolong-menolong. Kenapa sekarang tidak
saling tolong-menolong
dalam neraka jahanam? Percuma apa?
Tolong-menolong di neraka.
Bal humul yauma mustaslimun. Semua
pasrah ketika hari itu. Ya, bukankah
mereka satu golongan? Kenapa tidak
saling tolong-menolong? Bahu-membahu
koruptor saling tolong-menolong di
antara mereka.
Sampai kalau sudah ketangkap pun tang
tolongmenolong. Biar satu jadi korban
yang lain tidak ketahuan.
Ketika di neraka enggak ada
tolong-menolong.
Maka setelah mereka dikumpulkan, Allah
bilang, "Kenapa tidak
tolongmen-menolong?" Bukan
tolong-menolong sekarang. Sekarang
sampai hantam-hantaman.
Maka mereka saling berhadapan. Waqbal
baum al baatasalun.
Maka saling berhadapan satu dengan yang
lain. Saling berdebat di depan Allah
Subhanahu wa taala. Apa kata mereka? Q
inakum kuntumanail yamin. Berkata anak
buah kepada para pemimpin, "Kalian dulu
datangi kami dari sisi kanan ngajak kami
ya ngajak kami untuk maksiat, untuk
kufur. Kalian dulu yang datangi kami,
ngajak-ngajak kami." Apa kata pemimpin?
Qual lam takunu mukminin. Enggak. Kalian
memang dari dulu tidak beriman. Kalian
kafir memang asalnya
kami tidak datangi kalian beriman jadi
kafir. Kalian sejak awal sudah tidak
beriman.
Kami tidak punya kemampuan untuk
menyesatkan kalian. Namun kalian memang
melampaui batas dari sananya.
Maka kalau begitu ya telah tetap
keputusan Rabb kita, kita semua akan
merasakan azab neraka. Kalian maupun
kami, pemimpin maupun yang dipimpin.
Faagwainakum. Kami dulu menyesatkan
kalian. Innak gawiin. Dan kami memang
orang yang sesat.
Ya. Jadi Allah biarkan mereka saling
bertanya. Yang yang yang anak buah
menyalahkan pemimpin mimpin berlepas
diri ya.
Dan akhirnya
para pemimpin mengatakan kami tidak
punya kekuatan untuk menyesatkan kalian.
Kalian dari sananya sudah sesat.
Akhirnya Allah berfirman,
"Fainnahum yaumaidin fil adzabi
musyarikun." Sesungguhnya mereka pada
hari itu semuanya sama-sama dalam azab
pemimpin maupun yang dipimpin.
Dan kebersamaan mereka dalam azab tidak
mengurangi azab mereka. Kita kalau di
dunia kalau sama-sama kita lihat orang
menderita yang lain akan mengurangi
penderitaan kita. Sama-sama susah,
sama-sama enggak makan. Ada temannya
apagi lihat yang lebih susah. Wah dia
lebih lapar daripada saya. Jadi
terhibur. Tapi kalau di neraka fainnahum
yaumaidin filabi musyarikun.
Sesungguhnya mereka sama-sama disiksa
tidak mengurangi sama sekali stan
tersebut.
Sama-sama merasakan penderitaan tidak
mengurangi. Kalau di dunia mengurangi ya
pertangkatan mereka tidak merubah
kondisi mereka sama sekali. Tib. Ini
yang kelima. Yang keenam
saling menghina.
Ini Allah sebutkan dalam surah Sad
55 sampai 64.
Allah berfirman surat Sad 55 64. Setelah
Allah menyebutkan
tentang nikmat surga, kata Allah, "Hadza
itulah nikmat surga." Kita lihat sisi
yang lain. Pengin neraka.
Sesungguhnya orang-orang yang durhaka
yang melampaui batas mereka akan
mendapatkan tempat kembali yang buruk.
Jahanal
mihad. Mereka akan masuk dalam neraka
jahanam. Jahanam itu maksudnya neraka
yang sangat dalam penuh dengan api.
Yaslaunaha yang akan membakar mereka.
Ya,
itu neraka akan membakar mereka. Fabial
mihad dan seburuk-buruk tempat tidur.
Almihad itu tempat tidur.
Seburuk-buruk tempat istirahat.
Ini ejek Allah ngejek. Allah ngejek
mereka ya. Dan tadi sudah sebutkan pada
pertemuan lalu banyak ejekan-ejekan ya
kepada mereka ya. Dan seburuk-buruk
tempat istirahat.
Hadza falyadzuquuhu. Demikianlah
silakanlah rasakanlah.
Yaitu hamimun wossaq. Hamim itu air yang
sangat panas. Gossak itu nanah. ya
kotoran apa cairan-cairan dari keluar
dari penghuni neraka jahanam ini
dirasakan silakan minumnya berupa air
yang sangat panas sudah kita sebut pada
pertemuan sebelumnya mereka mau minum
saja sebelum masukkan ke mulut sudah
wajah mereka sudah meleleh gara-gara
saking panasnya kalau sudah masuk dalam
perut maka akan dilumet ya usus-usnya ya
kemudian apa azabnya cuma Itu aja cuma
minum air panas sama minum air nanah.
Kata Allah enggak. Wa akharu min
syakqlihi azwaj. Ada siksaan yang lain
juga.
Bermodel-model kata Allah Subhanahu wa
taala yang semisal itu sakitnya
banyak siksaan. Sudah kita sebutkan di
neraka siksaan ada yang di macam-macam
siksaan. Dibakar, disiksa dipotong,
diinjak berbagai macam dilempar dalam
tempat and disuruh naik gunung yang
panas,
nikam-nikam diri sendiri.
minum yang mengerikan seluruhnya dihajar
kepalanya di berbagai macam apa siksaan
ha waak mini azwaj ya ada siksaan lain
yang semisal dengan itu bermodel-model
set itu Allah berfirman hza faujun
muqtahimun maakum kata Allah wahai
penghuni nerak bentar lagi ada rombongan
berikutnya masuk kepada kalian memenuhi
kalian oh ada tetangga baru
Allah maha Allah maha maha adil yang
lebih sadis masuk di luar yang lebih
kufur masuk di luar yang yang kurang
kufur belakangan bukan yang lebih baik
yang kurang kufur kata Allah hadza
faujun muktahimun maakum ini kelompok
baru masuk akan nyusul kalian bersama
kalian tinggal di sini kata mereka la
marhaban bihim innahum shunar tidak ada
selamat datang bagi mereka enggak ada
masuk neraka bukan ahlan was sahlan
ahlan was sahlan enggak ada la marhaban
bihim gak ada selamat datang Bagi
mereka, innahum sholunar. Mereka bakal
masuk neraka. Dibakar dalam neraka
jahanam.
Tidak ada ucapan selamat datang kepada
mereka.
Qual ketika mereka datang gak ada
selamat datang. Kata penghuni lama.
Penghuni baru berkata, "Bal antum la
marhaban bikum." Antum yang tidak ada
selamat datang. Jadi debat situ
ente-ente yang kurang ajar ya. Jadi
saling menghina. Enggak ada masuk neraka
mau bilang selamat-selamat. Enggak ada
selamat-selamat.
Ya, kalian juga tidak selamat. Antum la
marhaban bik. Kalian yang tidak ada
marhaban buat kalian. Antum
qaddamtumuhuana fabalqar. Kalian yang
telah menunjukkan neraka kepada kami.
Ya,
kalian telah menjerumuskan kami kepada
neraka. Fabial qaror. Dan neraka adalah
seburuk-buruk tempat untuk ditinggali.
Subhanallah.
Kita dunia ini darul ubur. Hanya tumpang
lewat. Akhirat darul qarar seperti
perkataan mukmin ahli Firaun.
Ya. Ya innama hadil hayatud dunya mata
wa innal akhirata hiya darul qaror.
Wahai kaumku, sesungguhnya dunia
hanyalah mata. Mata itu adalah
kesenangan yang expired yang akan
selesai. Mau rumah, mau mobil, mau
kesehatan, mau kecantikan, mau
ketampanan, kesehatan, apapun semuanya
akan apa s selesai. Ada expire-nya.
karena bukan tempat tinggal abadi.
Yai inama hadil hayat dunya mata wa inal
akhirata hiya darul qarar. Adapun
akhirat adalah tempat tinggal
selama-lamanya.
Makanya rasul sahu alaihi wasallam
menyebutkan adunya kulluha mata. Dunia
semuanya mata. Mata itu kalau bahasa
kita apa? Kenikmatan yang bisa expire.
Apa bahasa bahasa Indonesianya?
Kenikmatan kada yang ada kada luar
sanya. Maksudnya kenikmatan tidak akan
selama-lamanya. Semua kenikmatan yang
dipakai kemudian ada kad luarsanya itu
namanya mata. Dan semua dunia isinya
apa? Mata.
Kemudian kata kata Nabi, "Whairu mataid
dunya almalatus shihah." Sebaik-baik
kesenangan yang expired adalah istri
yang salehah. Istri salehah ada
expired-nya enggak? Enggak ada. adalah
mati selesai expire ya.
Tapi itu kesenangan yang paling disenang
disenangi daripada seluruh kenikmatan
yang ada daripada mobil daripada rumah
daripada emas daripada harta daripada
jabatan istri salehah adalah kesenangan
yang paling indah tapi expire juga.
Maka kata mereka, "Tidak ada selamat
bagi kalian karena kalian yang telah
menjerumuskan kami dalam neraka." Fabial
qarar dan dia seburuk-buruk tempat
tinggal yang abadi. Q.
Kemudian mereka mau cari uzur di depan
Allah supaya mereka dikasihani. Qubana
manqdamaana faziduaban finar. Ya Rabb
kami, mereka ini siapa yang telah
menjerumuskan kami dalam neraka?
Tambahin azabnya ya Allah.
tambahin azabnya. Tapi sudah kita sebut
dalam surat Ala'raf, mereka minta agar
yang pemimpin mereka ditambah azab. Kata
Allah, Qulfun
wakillamun. Masing-masing sudah dilipat
gandakan, sudah ada kadarnya
masing-masing. Pemimpin sekian, pengikut
sekian.
Dan mereka tidak bisa berhujah
bahwasanya kami pemimpin, kami cuma
diajak-ajak. Pasti mereka juga punya
hawa nafsu. Kenapa mereka mau ikut?
Bukankah banyak orang diajak tidak mau
ikut? Banyak enggak banyak. Berarti
ketika mereka mau ngikut mereka memang
sudah jelek sejak awalnya. Mereka memang
punya hawa nafsu. Jadi tidak ada alasan
kami cuma diajak mereka yang dirumuskan
kami. Itu enggak ada dalam di akhirat
gak ada. Semakin membuat mereka
menderita karena mereka bertengkar di
situ. Tinggal barang bertengkar terus
dendam kusumat enggak ada hentinya
jengkel dongkol.
Di antaranya mereka juga menyesal kata
mereka. Waq maana naro rijalan kunna
naud minal asr. Mana orang-orang yang
dulu kita hina-hina kok enggak di sini
sama kita?
Yang dulu maksudnya orang beriman dulu
kita bilang mereka rendahan, goblok
apalah
[Musik]
hina-hina. Ya kok enggak kelihatan sama
kita.
Attakkaknahum sikhrian amqat anhumul
absar.
Ya, dahulu kami menjadikan mereka bahan
olok-olok. Orang beriman dilihat,
diolok-olok
ya.
Atau kita enggak ngelihat ada tapi
enggak kelihatan bukan enggak enggak ada
di sini. Mereka di mana? Di surga.
Ini yang menjadikan mereka semakin
sedih. Ternyata orang yang mereka
olok-olok ternyata di surga. Yang mereka
hina-hina, yang mereka rendah-rendahkan,
yang mereka aniaya ternyata di surga.
Allah berfirman, "Selah itu,
innazalika lahaqun." Sungguh yang hal
ini yang saya ceritakan pasti terjadi.
Akan ada pertengkaran penghuni di
neraka. Takasumu ahlinar. Inilah
perdebatan, pertekaian, persengketaan di
antara penghuni neraka jahanam. Dan ini
siksaan batin tersendiri di antara
mereka. Saya sudah bilang tadi kalau di
antara ee kemudaratan adalah punya
tetangga yang buruk.
tetangga yang buruk, suka menghina, suka
menjatuhkan, suka ganggu. Apalagi kalau
ternyata tetangga itu di neraka jahanam.
Kalau tetangga kita masih bisa pergi
ninggalin rumah, aman. Kalau di neraka
bulat di situ aja. Apa bahasa Jawa
bulat? Kalau bahasa Indonesia apa bulat
itu? Hah? Ngubeng-ngubeng situ aja,
muter situ aja.
[Musik]
Kalau kita di dunia tetangga buruk,
tinggal kita tinggal pergi kan selesai
di di tinggal kita safar selesai rubah
suasana di neraka enggak ada mulet situ
aja muter-muter.
Sama Allah juga sebutkan mereka saling
ee argumentasi juga ya
dalam
surah Ghafir ya. 47 sampai 50 ya
saya bacakan kata Allah Subhanahu wa
taala waatahajuna finar ketika mereka
saling bantah-bantahan jadi Allah
menyebutkan takhasum Allah sebutkan dia
muhajah saling bantah-bantahan
tahaj yaitu mereka saling
bantah-bantahan
di mana di neraka percuma
bantah-bantahan hanya melampiaskan
kemarahan tidak ada faedahnya. Bagaimana
banta-bantahan mereka?
Fakulfailladinaqbaru.
Berkata yang lemah kepada orang-orang
yang sombong, yaitu pengikut kepada yang
diikuti.
Inna kunna lakum tabaan. Bukankah kami
dulu wahai para pemimpin?
Bukankah kami dahulu adalah pengikut
kalian? Fal antumuna minar. Bisakah
kalian sebagai pemimpin ngurangi azab
kami sedikit saja? Bisa enggak? Ini ada
yang mengata itu ngejek. Kalian dulu
sok-sok ikuti saya aja. Saya yang
tanggung jawab. Saya yang tanggung
jawab. Begitu masuk neraka enggak ada
tanggung jawab sama sekali. Mana katanya
mau nanggung jawab? Ah sekarang kurangi
di kurangi aja sedikit ambil dikit
kalian tanggung. Qalladinabaru.
Berkata orang-orang para pemin sombong.
Inna kullun fiha. Sesungguhnya kita
semua di neraka. Udahlah. Innallahaq
hakama bainal ibad. Sesungguhnya Allah
telah menghukum di antara para hamba.
sudah enggak bisa, sudah selesai, mau
ribuat apa tap aja sama-sama disiksa.
Akhirnya mereka karena tidak bisa
berharap dari pemimpin, mereka ngomong
langsung ke ke malaikat. Waqina finati
jahanam. Berkata penghuni neraka kepada
malaikat penjaga neraka.
Seruhlah atau berdoalah kepada rab
kalian wahai para malaikat agar
mengurangi azab kami meskipun sehari
aja.
Tapi bagaimana malaikat penghuni neraka?
Apakah malaikat penghuni neraka
baik-baik, sopan-sopan? Enggak ada.
Alaiha malaikatun
giladun syid. Kata Allah, di atas di di
neraka itu ada malaikat-malaikat yang
keras dan kasar. Kasar dari perbuatan,
keras dari ucapan. Jadi enggak ada
mereka
main-main sama penghuni neraka. Q maka
malah dibentak dijatuhkan argumentasi
mereka.
Awalamikum rusulukum bilinat. Kalian
minta-minta dikurangi bukankah para
rasul telah datang kepada kalian dengan
bukti-bukti yang nyata? Benar enggak?
Bala mereka enggak mungkin bilang enggak
enggak tahu. Enggak mungkin. Mereka tahu
mereka bohong tambah parah. Mereka
jujur. Benar. Benar. Qolu bala. Benar.
Qolu fadu.
Kata para malaikat. Ya sudah kalau tahu
doa saja langsung sana. Doa langsung
sama Allah.
W duul kafir illa silakan berdoa
sendiri. Kita enggak mau minta-mintain
buat Allah. Kalian kan sudah tegak
hujah. Sudah kalian doa-doa sendiri aja.
Doa sendiri. Wil kafirul kafir namun
doanya orang-orang kafir, permohonan
mereka di neraka hanya sia-sia, tidak
ada faedahnya.
Ini semua menunjukkan bahwasanya
pertengkaran mereka, perdebatan mereka
hanyalah menambah kesengsaraan mereka.
dan tidak mendatangkan solusi sama
sekali. Hanya semakin buat mereka
terpuruk dan semakin mereka menderita
dalam neraka jahanam. Penutup para
ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Telah kita lewati
pembahasan tentang sadisnya azab neraka
jahanam. Maka jangan spekulasi dalam
hidup ini. Kalau kita
salah segera istigfar. Jangan spekulasi
besok baru saya tobat. Bisa jadi kau
mati hari ini. Ya, bisa kau pengin salah
dosa pagi ini, jangan tunda sore. Bisa
jadi kau mati pagi ini tidak sempat
bertobat.
Betapa banyak orang bermaksiat di malam
hari kemudian dia berniat, "Besok pagi
saya mau tobat." Dia tidur enggak bangun
lagi. Waliyadzubillah ya.
Waliyadzubillah.
Oleh karena jangan pernah spekulasi.
Maksiat juga jangan spekulasi. Ngeri.
Ketika Imam Ahmad ditanya, "Imam Ahmad,
menurut Anda bagaimana?
Di zaman sekarang para pemuda apakah
menikah? Kata Ahmad menikah meskipun
berhutang. Jangan sampai dia amalannya
gugur gara-gara satu pandangan haram.
Subhanallah. Imam Ahmad begitu takut
menikah-menikah ngutang-ngutang aja yang
jomblo utang
daripada dia melihat yang haram.
amalnya gugur.
Ya,
kita enggak tahu ya maksiat apa yang
bisa membuat seorang akhirnya terjerum
masuk dalam neraka. Maka jangan pernah
memandang remeh apa? Maksiat. Kata qul
inni akua inbiyaba yauminim. Katakanlah
wahai Muhammad sesungguhnya aku takut
kepada azab Rabb kalau aku bermaksiat
azab Allah di hari yang dahsyat. Aku
takut. Allah suruh Nabi ngomong
demikian.
Kalau kita renungkan tentang Nabi Adam
Alaih Salam, Nabi Adam apa kesalahannya
sih? Dia masuk di di surga semua makanan
haram bagi dia. Cuma satu dia larang.
Itu pun digoda oleh iblis. Itu pun dia
bukan merebut makanan orang. Enggak. Itu
pun dia cuma makan sekali. J makan se
cuma makan buah. Ya, bukan bukan bukan
bukan berzina, bukan membunuh, bukan
kriminal. Bukan. Dosanya cuma makan buah
yang dilarang oleh Allah.
ternyata membuat dia mengalami
kesengsaraan sampai meninggal diturunkan
di bumi kemudian fatasyqo kau akan
sengsara dan dia pun sengsara bersama
istrinya.
Oleh karenanya
orang-orang saleh itu khawatir dengan
dosa yang mereka lakukan.
Maka jangan pernah menganggap dosa,
jangan pernah spekulasi. Kalau ada
sesuatu yang kita ragu, haram,
tinggalkan. Jangan coba-coba
melakukannya. Kalau kita tidak tahu ini
halal atau tidak, ya gak usah spekulasi.
Dan kalau orang sudah masuk neraka ya,
maka bisa jadi sangat lama. Jangan
seperti orang-orang Yahudi mengatakan,
"Lan tamassananaru illa ayyama
ma'dudat." Kami tidak akan diazab oleh
neraka kalaupun masuk neraka kecuali
hanya beberapa hari. Ya, sehingga mereka
menggambangkan maksiat. Karena mereka
anggap masuk neraka enggak ada masalah.
Bunuh Nabi pun enggak ada masalah. Cuma
masuk beberapa hari saja. Setelah itu
selesai. Jadi membuat mereka semakin
berani untuk bermaksiat karena mereka
merasa sudah dijamin. Kalaupun masuk
neraka cuma sebentar
sehingga mereka nekad mati ya sudah
tinggal sebentar ya.
Kalau kita enggak tahu maksiat yang kita
lakukan. Ya, saya sering sampaikan
tentang ee ketika ada seorang menasihati
teman-teman yang pergi ke luar negeri,
hati-hati kamu kalau zina bisa enggak
orang zina yang sebentar mungkin zina
taruhlah 15 menit tarulah setengah jam.
dia zina, bisakah dia masuk neraka
gara-gara zina tersebut? Jawabannya
mungkin dimaafkan, tapi ada mungkin juga
masuk ner neraka. Tiib kalau dia masuk
neraka, mungkinkah dia masuk neraka
karena zinanya yang sebentar itu 10
tahun? Mungkin, 100 tahun mungkin. 1000
tahun mungkin. Karena di akhirat abadi
1000 tahun sedikit. Gara-gara nikmat
sebentar dia bisa saja mengalami siksaan
sampai ribuan tahun. Siapa yang kuat
disiksa seperti itu?
Ibu-ibu jangan spekulasi hidup ini.
Rasulullah telah berkata, "Ya masyarisa
tasqna fainakuna aksar jahannam." Wahai
para wanita, bersedekahlah. Sesungguhnya
kalian banyak penghuni neraka jahanam.
Lima ya Rasulullah. Kenapa? Lian
takfunal asir. Karena kalian suka ingkar
dengan kebaikan suami.
Suka ngomelin suami. Ya, lupa kebaikan
suami. Kalau orang ingat kebaikan orang
kan nunduk atau tidak tunduk? Tunduklah.
K ada bos baik sama kita. Bos, kamu tuh
gimana sih? Bosnya dibentak-bentak. Itu
kan enggak benar, Bos. Iya, Bos. Enggak
ada. Bosnya baik. Suami sudah berjuang
banting tulang, dibanting orang
sampai rumah diomel-omelin.
Lupa dengan kebaikan apa? Suami. Belikan
ini, belikan anu, tidak dihargai. Lihat
yang lebih mewah itu lebih mewah. Ini
apa mas? Cuma begini aja. Tidak
bersyukur sama suami. J sebab masuk
neraka.
kalian suka mengeluh di antaranya
mengeluh tentang kehidupan. Kenapa kita
begini ngeluh ngeluh ngeluh atau
ngeluhkan suami kepada suami orang
ini sebab masuk neraka dan ini bukan
main-main. Rasulullah mengat kebajikan k
masuk neraka. Sebab yang menyelamatkan
dari neraka banyak ber bersedekah.
Oleh karenanya
semua harus waspada. Siapapun dia, dia
dai pun juga terancam ya. Kita semua
sama-sama bertakwa kepada Allah, saling
menasihati.
Sungguh indah dalam rumah tangga. Suami
menasihati istri, istri pun menasihati
apa? Suami. Ya, kerja sama. Tapi
demikian saja ibu dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Ini kajian terakhir
kita tentang aliman bil yaumil akhir.
Insyaallah pertemuan berikutnya kita
akan bahas tentang aliman bilqadar. Iman
kepada takdir Allah Subhanahu wa taala.
bab. Demikian saja Ibu-ibu kajian kita.
Wabillahfikah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.