Kitab Al-Fushul Fis Shiratir Rasul #15: Kewajiban Jihad & Pasukan Pertama Kaum Muslimin
YcbScF5iUFw • 2025-07-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihiani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwih allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita
lanjutkan pembahasan kita dari alfusul
fi siratur rasul ee fasal fasal
berikutnya tentang fardul jihad, tentang
kewajiban berjihad.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata
Rasulullah wasam madin
ketika Rasul sahu al wasallam sudah
tinggal stabil di Madinah di
tengah-tengah kaum Ansha dan kaum Anshar
telah menjamin berjanji untuk menolong
Nabi dan membela Nabi sallallahu alaihi
wasallam dari seluruh orang yang
menyerang Nabi baik yang berkulit hitam
maupun berkulit putih. Maka ketika itu
seluruh Arab seluruhnya
dengan satu senjata menyerang
ya mereka ya dan mereka berusaha
memberikan kemudaratan kepada kaum
muslimin dari segala sisinya.
Wallahu subhanahu qadina lil muslimin
fil jihad fi siratil haj wahya makiyah.
Dan Allah telah mewajibkan, Allah telah
mengizinkan bagi kaum muslimin untuk
berjihad.
Dalam surah Al-Haj dan itu adalah surat
Makiyah fihi Taala yaitu dalam firman
Allah, udina lilladina yuqataluna
biahumulimu wa innallaha ala nasrihim
laqadir. Diizinkan bagi orang-orang yang
diperangi ya untuk
menyerang. Kenapa? Karena mereka telah
dizalimi dan sesungguhnya Allah maha
kuasa untuk menolong mereka.
madinatiun
waun kataballahu alaihim jihad.
Kemudian setelah mereka para sahabat
tinggal di Madinah dan mereka memiliki
kekuatan maka Allah wajibkan jihad. K q
Allahu taala sebagaimana Allah berfirman
dalam surat Albaqarah kutiba alikumul
kitab wahuaakum diwajibkan atas kalian
berjihad dan itu adalah dibenci bagi
kalian
bisa jadi kalian membenci sesuatu
wahuairakum dan itu baik bagi kalian
asaan wahuaakum dan bisa jadi kalian
mencintai sesuatu padahal itu buruk bagi
kalian wallahu yaamu wa antum la tamun
Allah yang lebih tahu dan kalian tidak
mengetahu ini ada mukadimah tentang ee
gazwah peperangan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Ada istilah gazwah, ada
istilah sariah, ada istilah albaat.
Al-Ghazwah jamaknya adalah alghazawat.
Itu adalah perang yang Nabi ikut serta.
Nabi ikut serta Sariah jamaknya adalah
saroya, yaitu Nabi tidak ikut serta.
Nabi hanya mengirim pasukan dan Nabi
tidak ikut serta. Kemudian albaat.
Albaat adalah pecahan dari syariah atau
kiriman yang sedikit ya. Terkadang yang
dikirim cuma satu orang. Itu kelompok
lebih kecil lagi. Kelompok lebih kecil
lagi. Ini istilah-istilah yang disebut
oleh para ulama. Ada algwah, ada
assariyah, ada albaat.
Jadi kalau gazwah Nabi ikut, syariah
Nabi tidak ikut. Albaat kata Ibnu Hajar,
maftar minal asariyah yaitu yang lebih
kecil daripada syariah lagi ya. Utusan
lebih kecil terkadang cuma satu orang
ditugaskan.
Adapun gazwah yang Nabi ikut serta maka
ada khilaf di kalangan para ulama. Ada
yang mengatakan gazwah yang Nabi ikut
serta dalam peperangan tersebut 19 kali.
Ada yang mengatakan 21 kali. Ada yang
mengatakan 26 kali. Ada yang mengatakan
27 kali. Ada khilaf.
Dan gazwah yang pertama nanti akan kita
singgung namanya gazwah al-abwa atau
gazwah waddan. Dua tempat yang saling
berdekatan. Ini ghazwah yang pertama
kali yang Nabi ikut serta. Dan gazwah
yang terakhir pada tahun 9 Hijriah
namanya perang Tabuk. Gazwah Tabuk ya.
Gazwah Tabuk ini yang paling terakhir.
Tib.
Gazwah yang 27 kali tersebut
terjadi peperangan hanya kali, terjadi
pertempuran hanya 9 kali. Yang sisanya
tidak terjadi pertempuran. Terjadi
penyerangan tapi tidak terjadi
pertempuran. Akan tetapi tujuan tercapai
tanpa pertempuran. Di antaranya adalah
perang Tabuk. Perang Tabuk. Rasul sahu
alaihi wasallam berjalan dengan sahabat
30.000 orang menuju Tabuk 700 kilo
sampai sana enggak ada perang tetapi
tujuan telah tercapai. memberikan rasa
gentar kepada orang-orang Romawi ketika
itu.
Adapun gazwah yang terjadi peperangan,
maka ada sembilan, ada sembilan terjadi
perang fisik. Yang pertama gazwat Badr.
Yang kedua ghazwat Uhud yang ketiga
gazwatul Khandaq, perang Khandazwah
Bani Quraidah, perang Bani Quraidah.
Yang kelima, Gazwat Banil Musthaliq,
yaitu perang Bani Mustaliq.
Yang keenam, Gazwat Khaibar, perang
Khaibar. Yang ketujuh, Gazwat Fathi
Makkah. Terjadi Fathu Makkah. Ini ada
perang kecil-kecilan, ya. Kemudian yang
kedelapan, Gazwat Hunain. Perang Hunain.
Dan yang terakhir Gazwat Thaif, perang
Thaif. Ini yang terjadi peperangan ee
fisik antara kaum muslimin dengan kaum
musyrikin. Adapun sisanya selain
sembilan ini maka tidak terjadi perang
fisik.
Tapi tetap dikatakan gazwah karena Nabi
keluar berperang bersama pasukan
tersebut. Ya, TB. Ini namanya gazwah.
Disebut juga alghazawat ya.
Tib. Yang kedua, Asari Nabi tidak ikut
serta. Yang lebih kecil lagi namanya
albaath. Jamnya albut utusan.
Maka ini jumlahnya ada berapa? Ada
khilaf. Ada yang mengatakan 48 kali
pasukan yang Nabi kirim untuk berperang
tanpa Nabi ikut. Dan ada yang mengatakan
kurang lebih 70 kali semuanya
diisyaratkan oleh Ibnu Hajar
rahimahullahu taala. Ini namanya syariah
atau albaath. Hanya ada satu syariah
yang dikenal dengan gazwah yaitu gazwah
Muktah. Gazwah Muktah. Perang Muktah
yang terjadi pada tahun 8 Hijriah yang
disebut juga disebut juga dengan Jaisyul
Umara. Karena Nabi ketika itu menunjuk
tiga umara, tiga amir langsung, yaitu
Zaid bin Harithah, kemudian Jafar bin
Abi Thalib, kemudian Abdullah bin
Arrawahah. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Zaid bin Haritah jadi
pemimpin. In qutila Zaid. Kalau Zaid ibn
Haritah radhiallahu anhu meninggal,
fa'afar, maka Jafar yang menjadi
pemimpin perang. Wain qutila Jafar.
Kalau Jafar meninggal maka digantikan
oleh Abdullah bin Arrawahah. Rasulullah
tidak menunjukkan, tidak menunjuk amir
yang keempat. Akhirnya ketiga-tiganya
meninggal dan akhirnya
para para sahabat yang ikut berperang
ketika itu sepakat untuk mengangkat
Khalid ibnul Walid. Di situlah nampak
kehebatan Khalid ibn Walid. Tentu
ceritanya panjang. Nanti akan kita bahas
suatu saat insyaallahu taala. Nah,
perang Muktah Rasulullah tidak ikut.
Rasulullah tidak ikut. Tapi Rasulullah
mengirim pasukan dan jumlah pasukan
sekitar 3.000 dan musuh ketika itu di
luar dugaan ternyata 200.000.
Jadi 1 banding sekitar 1 banding 70
perlawanan. Sehingga akhirnya Khalid bin
Walid melakukan strategi akhirnya mundur
dengan terhormat.
Akan tetapi dikenal dengan gazwah.
dikenal dengan gazwah
karena jumlah yang banyak, jumlah yang
perang banyak 3.000 orang banyak
mengalahkan jumlah peserta perang Badar,
mengalahkan jumlah peserta perang Uhud
mengalahkan jumlah peserta perang apa?
Khandak perang Khand paling 1500, paling
2.000 ini sampai 3.000 jumlah yang
banyak maka pasukan yang besar sehingga
disebut dengan gasuha. Yang kedua,
perhatian Nabi tentang perang ini.
Terhadap perang ini. Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam perhatian
sampai Rasulull sahu alaihi wasallam
ketika di Madinah di hadapan para
sahabat, Rasulullah cerita perang
terjadi kemudian dipegang oleh Zaid bin
Harithah. Kemudian Zaid meninggal dunia.
Rasulullah cerita. Rasulullah tidak
hadir tapi Rasulullah cerita kepada para
sahabat.
Kemudian kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Kut zaidun syahidan
istagfiruakikum." Zaid meninggal dunia
mati syahid. Mohonlah ampunan buatnya.
Kemudian terjadi peperangan lagi.
Kemudian Rasulullah sampaikan lagi,
qutila Jafar. Jafar meninggal mati
syahid. Mohonkanlah ampunan buatnya.
Kemudian Rasulullah mengat meninggallah
Abdullah bin Rawaha mati syahid maka
mohon ampunlah buatnya. Jadi Rasul sahu
alaihi wasallam memperhatikan
ee perang tersebut dengan saksama. Dan
Rasulullah ceritakan kepada para sahabat
yang tidak hadir, tidak ikut serta dalam
peperangan tersebut. Syariah pertama
adalah syariah Hamzah.
Rasul utama sariah terakhir adalah
syariah Usamah bin Zaid. Ketika Rasulull
sahu alaihi wasallam sakit, Rasul sahu
alaihi wasallam kirim Usama bin Zaid.
Kemudian akhirnya mereka berjalan untuk
pergi ke negeri Syam. Dan Usam bin Zaid
itu masih masih sangat sangat muda ya.
Kemudian akhirnya Rasul sahu alaihi
wasallam sakit dan sebelum syariah
tersebut berjalan jauh ya akhirnya Rasul
sahu alaihi wasallam meninggal meninggal
dunia ya ketika Rasul sahu alaihi
wasallam meninggal dunia maka syariah
tersebut dilanjutkan oleh Abu Bakar
Assiddiq. Abu Bakar Assiddiq suruh
syariah Usam bin Zaid tetap berjalan
sebagaimana perintah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Sudah ketika itu banyak
sebagian sahabat protes. Sudah Madinah
lagi tidak stabil. Biarkan pasukan
Usamah mundur lagi kembali lagi ke
Madinah. Abu Bakar mengatakan, "Tidak.
Saya tidak akan membatalkan pasukan yang
dikirim oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam itu pada tahun 11 Hijriah." Ini
terakhir syariah Usamah bin Zaid.
Kesimpulannya, Ikhwan, jadi peperangan
itu ada namanya Gazwah, ada namanya
Sariyah, ada namanya apa? Albaat.
Ghazwah Nabi ikut serta. Assariyah Nabi
tidak ikut serta alba sama dengan
syariah. Dia pecahan dari syariah itu
lebih kecil lagi. Kalau kita
hitung-hitung ya kurang lebih 100 kali
selama 10 tahun karena ini terjadi sejak
tahun kedua Hijriah ya
sampai tahun 10 Hijriah atau tahun
pertama sampai tahun 11 Hijriah.
Jadi sekitar 10 tahun lebih dari 100
kali ada penyerangan. Banyak sekali. Ini
menunjukkan bagaimana kesibukan kaum
muslimin ketika itu ya. Bahwasanya
mereka tidak berleha-leha tapi mereka
senantiasa dalam perjuangan baik dalam
gazwah maupun dalam syariah maupun dalam
albaat ya. Sampai dalam 10 tahun sampai
hampir 100 kali kurang lebih 100 kali
ya.
Tib. Ini istilah-istilah mungkin yang
perlu ee kita ketahui.
Kita lanjutkan.
Paham? Insyaallah
paham.
Yang berikutnya
ada hal-hal terkait perang atau jihad ya
atau
ee ya
hukum asal adalah damai ya. Hukum asal
adalah damai dan Islam sendiri
asal katanya sama dengan assalam. Asalam
perdamaian. Akar katanya sama.
Menunjukkan Islam perhatian sama.
perdamaian. Kemudian juga Islam mengakui
adanya bulan-bulan haram yang perang
dilarang. Ya, tidak boleh ada perang
kalau perang selain bulan-bulan haram.
Kemudian juga ayat Al-Qur'an menunjukkan
bahwa perang adalah cenderung dibenci
oleh manusia. Allah berfirman, "Wah
qurhul lakum." Wahua qurhul lakum. Dan
jihad itu dibenci oleh kalian. Dan ada
ayat Quran juga menunjukkan bahwa damai
asulh adalah kemenangan yang nyata.
Ternyata dalam perdamaian terkadang
menimbulkan
kemenangan. Seperti Allah mengatakan,
"Inna fatahna laka fathan mubina."
Sesungguhnya kami telah memberikan
kepada engkau kemenangan yang nyata itu
sulhul Hudaibiyah. Jadi asalnya
perdamaian. Benar. Tetapi ada tujuan
utama dakwah. Meskipun asal kehidupan
adalah perdamaian, tapi
Islam punya tujuan utama tujuan dakwah
menyebarkan tauhid. Yaitu apa? Ikas min
ibadatil ibad ibadil ibad. Mengeluarkan
manusia dari peribadatan kepada makhluk,
kepada para hamba menuju peribadatan
kepada pencipta makhluk. Yaitu yang
berhak disembah adalah pencipta alam
semesta. Itu tujuan Islam ya. Karena
penyembahan terhadap makhluk di alam
semesta banyak.
Sebelum Nabi diutus, ada yang menyembah
berhala, ada yang menyembah malaikat,
ada yang menyembah jin, ada yang
menyembah batu, ada yang menyembah
pohon, ada yang menyembah hewan, ada
yang menyembah orang saleh, ada yang
menyembah nabi. Semua adalah makhluk.
Semua adalah makhluk disembah. Maka
datang Islam untuk mengembalikan tujuan
manusia diciptakan
agar mereka menyembah kepada sang
pencipta, sang maha pencipta. W
khalaqtul jinna wal insa illa liyaudun.
Tidak ada kuci ciptakan jin dan manusia
kecuali untuk beribadah kepadaku. Inilah
tujuan mulia mengeluarkan manusia dari
peribadatan kepada dari peribadatan
kepada makhluk menuju ibadah kepada
pencipta makhluk yaitu tauhid. Maksudnya
adalah tauhid.
Hanya Allah yang disembah. Hanya Allah
yang disembah. Yaitu
mengh apa namanya? Meniadakan kesyirikan
menuju kepada tauhid. Dari sini ada
tujuan jihad. Tujuan jihad.
Tujuan yang disyariatkan
menghilangkan kezaliman. Jelas
menghilangkan kezaliman. dipraktikkan
oleh para sahabat bahwasanya di antara
jihad adalah menghilangkan kezaliman.
Seperti Amr bin Ash radhiallahu anhu
ketika menaklukkan Mesir. Mesir ketika
itu penuh dengan kezaliman. Betapa
banyak suku Kibt atau Aqbad, suku asli
Mesir dizalimi oleh orang-orang Romawi
yang berkuasa ketika itu. Maka Amr bin
Ash kemudian berjihad
dan akhirnya banyak di antara mereka
yang masuk Islam meskipun sebagian
mereka tetap
ee di atas nasra. Kemudian menjaga
kebebasan dakwah. Asalnya Islam harusnya
dibebaskan untuk berdakwah. Ketika ada
halangan ya, maka perlu perlawanan.
Karena dakwah terhalangi, dakwah tauhid
terhalangi. Maka di antara fungsi jihad
adalah untuk menghalangi
untuk menghilangkan
penghalang-penghalang dakwah. Itu di
antara fungsi jihad. Sama. Yang
berikutnya menghilangkan hambatan yang
menghalangi jalan Islam. Yang berikutnya
melindungi orang-orang lemah.
Orang-orang lemah maka perlu dilindungi
makan dengan jihad fisabilillah.
Kemudian juga menghukum para pelanggar
perjanjian. Ini seperti yang dilakukan
oleh Nabi dalam Fathu Makkah. Karena
orang-orang Quraisy melanggar perjanjian
damai
atau untuk melindungi negara. Ketika ada
yang menyerang maka disyariatkan jihad
untuk melindungi negara atau
memerdekakan orang-orang yang lemah. Ada
orang-orang yang di dizalimi,
maka ee dibela dengan jihad.
Ini di antara tujuan-tujuan mulia jihad.
Bukan tujuan yang dimaksud
menghapus kekufuran. Harus menghapus
kufuran dari muka bumi. Enggak. Karena
terkadang pilihan tidak harus perang,
terkadang boleh bayar apa? Jiz jizah.
Ya, itu terjadi sejak zaman Nabi, zaman
para sahabat. Ya. Maka terkadang kaum
ee kuffar tinggal di negara Islam tapi
mereka bayar jiziah sebagai bentuk
ketundukan.
Sebagai bentuk ketundukan. Dan ini bukan
kezaliman. Karena orang Islam pun
disuruh bayar zakat. Orang Islam pun
disuruh bayar zakat. Terkadang zakatnya
lebih banyak daripada jiziah yang
diwajibkan kepada nonmuslim. Ya. Jadi
bisa jadi kekufuran ada tetapi tetap di
bawah naungan Islam.
Bukan juga memaksa orang masuk Islam ya.
Karena tadi bisa dikasih pilihan untuk
bayar apa? Jiz jizah kalau tidak masuk
Islam. Apalagi tujuannya untuk menjajah
maka ini bukan tujuan jihad. Bukan
tujuan jihad. Oleh karena nanti kita
akan bahas. Jihad yang disyaratkan oleh
kaum muslimin adalah jihad yang beradab.
jihad yang beradab dengan aturan-aturan
yang ketat ya. Karena tujuannya adalah
untuk menghilangkan kezaliman bukan
malah berbuat zalim.
Tidak sebagaimana kita lihat bagi
dilakukan oleh orang-orang nonmuslim,
orang-orang kafir yang di mana mereka
menjajah, menjajah, membantai, membasmi
apalagi sempat mereka menggunakan
ee teori Darwin ya yang mengatakan
bahwasanya
ee
manusia mengalami evolusi
kemudian mengalami juga
ee apa namanya nya tantangan-tantangan
zaman yang bisa hidup maka mengalami
berlanjut mengalami perubahan yang tidak
bisa hidup maka akan sirna ya akan sirna
sehingga banyak hewan-hewan yang tidak
mampu untuk
berubah akhirnya sirna tidak mampu
menghadapi zaman sehingga di antara
mereka ada yang berkata manusia yang
sempurna adalah manusia berkulit putih
sementara wanita manusia yang berkulit
hitam itu tidak sempurna sehingga
akhirnya mereka membolehkan membunuh
orang-orang berkulit hitam dan itu
mereka lakukan mereka membantai
orang-orang berkulit hitam di berbagai
wilayah ya mereka bunuh dengan mudahnya.
Di antaranya mereka berdalil dengan
teori Darwin. Dianggap orang berkul
hitam itu tidak sempurna maka di
dibantai. Antum bisa baca di
literasi-literasi yang ada ya.
Dan sebagaimana kita tahu penjajahan
yang terjadi yang dilakukan oleh
orang-orang kafir dengan penuh
kezaliman. harta diambil,
ee tanah dirampas,
semua kekayaan alam di
dirampas dan itu bukan jihad Islam,
bukan perang Islam. Dan kalau kita
bicara perang, di mana-mana juga perang.
Dari dulu sampai sekarang juga perang.
Semua cerita pasti ada peperangan.
Mau peperangan raja-raja, mau raja-raja
Eropa, mau raja-raja di tanah air, mau
di mana pun, namanya peperangan selalu
ada. Tetapi Islam bedanya ada, tujuannya
mulia. Sebagaimana tadi kita sebutkan
bukan asal perang ya, bukan asal perang,
tapi ada tujuan-tujuan mulia di balik
peperangan tersebut. Karena bagi umat
Islam, jihad adalah ibadah yang agung
kepada Allah subhanahu wa taala. Bukan
asal melampiaskan kemarahan, bukan asal
membunuh, tetapi dibangun di atas
adab-adab yang yang mulia.
Tib.
Kita lanjutkan
di antara adab-adab perang.
Ada pada perang banyak ya. Saya sempat
saya belum sempat baca ada buku judulnya
akhlak al-akhlaq
ee fil Jihad. Ada buku judulnya Akhlak
dalam Jihad yaitu
Adab-adab dalam Perang ya. di antaranya
ya,
di antaranya tidak boleh
membunuh
apa?
Orang tua.
Tidak boleh membunuh
membunuh wanita dan anak-anak.
Kemudian tidak boleh menghancurkan
tempat ibadah.
Kemudian tidak boleh mutilasi ya. Apa
itu mutilasi ya? Tidak boleh
dalam perang tidak boleh mutilasi.
Kemudian tidak boleh membunuh orang yang
sedang beribadah di
tempat ibadahnya.
orang yang sedang beribadah
di tempat ibadahnya.
Kemudian di antaranya
anak-anak tidak boleh ikut perang.
Anak-anak
belum dewasa
tidak ikut perang.
Demikian juga wanita tidak ikut perang
hanya bantu-bantu medis ataupun
menyediakan makanan. Hanya bantu-bantu
terkait medis
dan semisalnya, tapi tidak boleh angkat
senjata. Ya.
Kemudian di antaranya adalah
tidak langsung perang,
tapi ditawarkan Islam terlebih dahulu
atau jizah.
Jadi kalau masuk Islam sudah
karena memang tujuan mereka bukan untuk
menguasai
atau menghabisi kekayaan alam tempat
tersebut. Tidak masuk Islam. Selesai.
Kita saudara silakan ya nikmati kekayaan
kalian kalau kalian memang apa? Mus
muslim salah saya.
Jadi demikian bahkan dalam disebutkan
ketika perang Thaif, perang Hunain Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam mendapatkan
banyak sekali ghanimah.
Ketika Rasul sahu alaihi wasallam kejar
mereka di Thaif ternyata mereka
tidak berhasil ditaklukkan oleh Nabi.
Maka Nabi pun pergi ke Janah semua
ganonimat dikumpul. Rasul sahu alaihi
wasallam tidak langsung bagi. Rasul sahu
alaihi wasallam tunggu dulu siapa tahu
mereka masuk Islam. Karena kalau mereka
masuk Islam Rasul sahu alaihi wasallam
ingin kembalikan semuanya. Karena bukan
itu tujuan Nabi. Nabi hidup dengan penuh
kesederhanaan. Bukan mencari kekayaan
untuk berfoya-foya sama sekali tidak.
Nabi sampai tunggu berhari-hari mereka
tidak mau baru Nabi bagi. Ketika Nabi
setelah bagi mereka baru masuk Islam
terlambat.
Tapi maksudnya bukan itu tujuan Nabi ya
sallallahu alaihi wasallam. Makanya
banyak adab-adab dalam Islam. Sehingga
ee
dari sini di
hasil hasil perang Nabi
selama 10 tahun
yaitu kurang lebih 100 kali peperangan,
maka korban
ya
total korban
kurang lebih
1.000 1300
kurang lebih 1284
atau mungkin ada yang tulis secara
lengkap 1284
jiwa
Muslim
sama dengan 262
[Musik]
kafir
sama dengan 1000 102 ya.
Adapun anak-anak dan lansia tidak
seorang pun anak terbunuh dalam perang.
Ya,
tidak ada anak yang terbunuh.
Anak yang terbunuh
gak ada. Rasulullah tidak pernah buunuh
anak-anak.
Kemudian juga lansia pun tidak ada.
Hanya satu lansia terbunuh. Hanya satu
orang tua terbunuh.
Dibunuh karena dia ada otak dari
peperangan. ee perang Hunain. Dia
terlibat langsung dalam perang Hunain
sehingga dia dibunuh ya satu orang aja.
Nanti mungkin akan kita bahas pada
ketika Perang Hunain dan perang Thaf ya.
Kemudian tidak ada
kasus
perkosaan. Gak ada. Gak ada dalam
kemudian ee memperkosa terjadi
perzinahan ya. Tidak ada pengkhianatan
perjanjian.
Tidak ada
pengkhianatan
perjanjian.
Yang ada musuh-musuh yang mengkhianati
janji seperti Yahudi berkhianat,
kemudian Quraisy juga melanggar janji.
Adapun kaum muslimin tidak pernah sama
sama sekali.
Tib ini di antara maksud saya hasil dari
peperangan yang yang ada bukan memuaskan
asal perang asal memuaskan maka rasul
sahu alaih wasallam fatu makar rasulah
memerdekakan
banyak orang-orang Quraisy kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam idhabu
faantum mutalaqo mereka sudah dikuasai
kalau Nabi ingin bunuh maka bunuh kata
Nabi, "Tidak." "Idhabu faantum tholaq."
Pergilah kalian bebaslah kalian
sesungguhnya kalian merdeka. Mereka
masih kafir. Rasulullah bebaskan,
ternyata mereka masuk masuk Islam. Ya,
karena tujuan perang bukan duniawi.
Ini kita ambil kesimpulan bahwasanya
tujuan perang dalam Islam bukan du
duniawi, tapi ukhrawi. Ukrawi ya. Tayib.
Jadi bukan seperti kita dengar cerita
dengan penuh keganasan ya, mengerikan,
membabi buta, membunuh sana sini ya,
mutilasi, membasmi itu gak ada dalam
Islam. Gak dalam Islam. Islam itu jihad
adalah ibadah. maka dilakukan dengan ee
aturan
Tib. Kita lanjutkan
ini sudah
ee sejarah jihad atau perang. Sejarah
jihad atau perang.
bahwasanya jihad dimulai dengan beberapa
atau
menempuh beberapa marhalah, beberapa
tingkatan. Yang pertama di Madinah.
Ketika di Madinah dalam kondisi lemah
yang ada jihad dengan hati dan lisan.
Jihad dengan hati dan lisan mengingkari
kemungkaran, mengingkari kesyirikan.
Ketika di ee bukan di Mekah, di Madinah,
di kebalik, di Makkah. di Makkah
ini di di Madinah
ketika di Makkah dalam kondisi lemah.
Sementara kesyirikan tersebar ketika itu
ya bahkan di sekitar Ka'bah ada 360
berhala di sekitar Ka'bah. Kesyirikan
terjadi di hadapan mata. Berbagai macam
kezaliman. Tetapi yang ada cuma
mengingkari dengan hati. yang ada ketika
itulah jihad dengan lisan. Allah
turunkan ayatnya dalam surah Alfurqan
ayat 52. Falail kafirina wajahidhum bihi
jihadan kabir. Kata Allah, "Jangan kau
ikuti orang-orang kafir, tetapi jihadlah
mereka dengan Al-Qur'an bihi." Maksudnya
dengan Al-Qur'an dengan jihad yang
besar. Dengan jihad yang besar. Jadi
Allah menamakan Rasulullah berdakwah,
menyampaikan al-haq, membantah syubhat,
menyeru kepada kebenaran.
Membacakan ayat-ayat Al-Qur'an itu
disebut dengan jihad yang besar, jihadan
kabira.
Akan tetapi tidak ada mengangkat
senjata. Ini karena kondisi lemah.
Bahkan dilarang perang dengan pedang.
Dilarang gak boleh. Gak boleh perang
dengan pedang.
Turun ayat-ayat untuk bersabar. Maka
ketika itu tidak boleh berperang
karena kondisi kaum muslimin dalam
kondisi lemah. Dan Islam adalah agama
yang realistis. Kalau berperang bisa
jadi habis Islam ketika itu. Maka
dimulai dengan jihad dengan hati, jihad
dengan lisan, jihad dengan Al-Qur'an.
Kemudian yang kedua
di Madinah. ketika sudah di Madinah
ketika di Madinah, maka kaum muslimin
dalam kondisi punya negara dan punya
kekuatan. Maka di situ ada tiga marhalah
jihad, tiga tingkatan jihad. Yang
pertama diizinkan perang.
diizinkan perang. Dan ini turun ayat
dalam surat Al-Haj ayat 39 ya. Surah
Al-Haj adalah surah Makkiyah. Surah
Makiyah
apa itu surat Makiyah? Maksudnya surah
yang turun di Makkah. Tetapi dalam surat
Al-Haj ada beberapa ayat yang merupakan
ayat-ayat madaniyah. Di antara ayat-ayat
madaniyah tersebut adalah ayat tentang
jihad. Ini diizinkan jihad. Ini
dijelaskan oleh Ibnu Qayyim
rahimahullahu taala. Jadi ayat ini turun
bukan di Makkah meskipun surah Al-Haj.
Karena dalam sebagian surat seperti itu.
Ini surat apa? Surah Makkiyah. Tapi
ternyata di antaranya ada ayat
madaniyah.
Ya seperti itu. Seperti dalam surat
Al-Haj ayatnya banyak. Di antaranya ada
ayat-ayat yang madaniah turun di
Madinah. Di antaranya ayat ini. Udina
lilladina yuqataluahumulimu
wa innallah alas laqadir. Telah
diizinkan oleh orang-orang yang
diperangi
ketika mereka di Madinah. untuk
membalas.
Ini baru diizinkan, tidak diwajibkan.
Diizinkan ya belum wajib. Jadi masih ada
pilihan. Mau balas silakan tapi tidak
wajib.
Kalau membalas silakan Allah akan
menolong karena kalian telah dizalimi.
Belum marhala kewajiban.
Ya. Maka ee ini marhala yang pertama.
Diizinkan untuk jihad tapi belum wajib.
Marhala yang kedua,
memerangi musuh yang memerangi. Adapun
yang tidak memerangi maka tidak boleh
diperangi. Yaitu membalas. Yang disebut
dengan marhalatud difa yaitu membela
diri. Diserang maka menyerang. Yang
tidak menyerang jangan diserang.
Turun beberapa ayat di antaranya
waqatilu fibilillahilladzina
yuqatilunakum wala tadu.
Perangilah di jalan Allah orang-orang
yang memerangi kalian. Perangilah di
jalan Allah orang-orang yang memerangi
kalian. Ini oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Nabi memerangi Quraisy, Nabi
memerangi Yahudi karena mereka yang
diluan
ya. Nabi memerangi Romawi karena mereka
juga yang berkhianat di awal. Ya,
Nabi merangi kabilah-kabilah Arab karena
mereka bersekongkol pernah menyerang.
Jadi dibalas oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Adapun yang tidak memerangi
maka jangan diperangi. Demikian juga
dalam ayat yang lain kata Allah,
"Fainazalukum falam yuqotilukum
waqikumusalama
fama ja'alallahu lakum alaihim sabila."
Jika mereka orang-orang kafir menjauhi
kalian dan tidak memerangi kalian dan
menawarkan perdamaian, maka Allah tidak
menjadikan bagi kalian jalan untuk
menyerang mereka. Itu gak boleh. Kalau
orang kafir tidak menyerang, ngajak
damai, maka jangan jangan perang.
Jadi marhalah kedua adalah memerangi
yang memerangi. Yang tidak memerangi
maka tidak boleh diperangi. Ini namanya
marhalatud difa.
Nah, muncul marhala yang ketiga. Marhala
yang ketiga
dan ini adalah kesepakatan para ulama
ya, bahwasanya
perang ada marhalah yang ketiga,
yaitu memerangi seluruh kaum musyrikin.
Memerangi seluruh kaum musyrikin
meskipun mereka tidak memerangi.
Meskipun mereka tidak memerangi. Di
antara dalilnya adalah surat at-Taubah
ayat 29.
Karena tujuan Islam adalah agar tauhid
menyedari alam semesta. Agar orang-orang
diingatkan kembali untuk beribadah
kepada pencipta alam semesta dan tidak
menyembah makhluk. Maka Allah berfirman
dalam surat atubah ayat 29. Qatiladina
la yminuna billahi w bil yaumil akhir
wala yuhrimuna ma haramallahuasuluhu w
yadin
minalladina utul kitabta jizadi
wahumirun. Kata Allah, "Perangilah
orang-orang yang tidak beriman kepada
Allah dan tidak beriman kepada hari
akhirat dan tidak mengharamkan apa yang
Allah haramkan dan tidak beragama dengan
agama yang benar yaitu agama Islam.
Di antara orang-orang yang diberi
Alkitab, perangilah mereka, yaitu
Yahudi, Nasra, perangi mereka sampai
kapan? Hatta yutul jiziah. Sampai mereka
masuk Islam atau mereka bayar apa? Jiz
jiziah. Wahumirun yadin wahum shirun
dengan patuh. Sedang mereka dalam
kondisi tunduk. Ini ayat dijadikan oleh
ulama
sepakat para fuqaha bahwasanya ada
marhala yang ketiga namanya jihadut
tholak.
namanya apa? Jihadut thab
ini menyerang.
Kalau ini tadi apa? Membela
membela diri
jihad talab. Demikian juga dalam surah
Al-Anfal ayat 39
ya kata Allahumtauna
fitnatunakunudinuillah.
Perangilah mereka sampai tidak ada lagi
syirik. Dan agama semua milik Allah
Subhanahu wa taala. Agama semua milik
Allah Subhanahu wa. Tentunya ini jihad
baru bisa dilakukan jika kaum muslimin
benar-benar dalam kondisi kuat bukan
dalam kondisi lemah.
Di sini, Ikhwan, ini adalah kesepakatan
para ulama. Jihad ada dua. Ada jihad
difa, ada jihad atolab. Jihad menyerang,
ada jihad bertahan. Sebagian ulama
kontemporer hanya membatasi jihad pada
marhala yang kedua. Seakan-akan tidak
ada jihad menyerang. Ya, mereka yang
mengatakan hanya boleh jihad bertahan,
tidak boleh jihad menyerang. Ya, kita
bilang tidak. Syariat menunjukkan
bahwasanya ada jihad apa? Menyerang.
Setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam
meninggal, bagaimana para sahabat mereka
berjihad. Saya mereka ke mana-mana,
mereka berjuang ke mana-mana untuk
menegakkan syiar tauhid. Ya, semampu
mereka. Semampu mereka. Yang benar
syariat jihad berlaku sampai hari
kiamat, tetapi harus memenuhi
persyaratan. Dari sini kita tahu
ternyata
ada marhala-marhala jid. Ada marhala
pertama, ada marhala kedua, ada marhala
ketiga, ada marhala keempat.
Maka tidak setiap kondisi kita terapkan
marhala tersebut. Ya, kalau dalam
kondisi lemah kaum muslimin lemah, maka
tidak boleh kemudian
kemudian menyuarakan jihad sementara
tidak mampu. Sementara tidak tidak
mampu. Ya, mampu dalam kondisi iman,
mampu dan dalam kondisi fisik juga mam
mampu. Ya, makanya sampai dalam fikih
disebutkan
ee kalau ternyata musuh tiga kali lipat
maka boleh kabur oleh meninggalkan
peperangan.
Sekarang diberi keringanan dulu 1
banding 20 1 banding 10 harus bertahan
ya tetapi Allah melihat kalian lemah
waimna fikum dan Allah tahu kalian lemah
sekarang tidak seperti dahulu maka Maka
kalau 100 sabar bisa mengalahkan 200.
Kalau 1000 sabar bisa mengalahkan dua
2.000. Sehingga kalau musuh ternyata
secara hitungan pasukan
lebih dari dua kali lipat, maka tidak
wajib perang. Berarti menunjukkan
kondisi dalam kondisi le lemah. Itu pun
kalau 1 banding du maka tapi harus
berperang dengan syarat harus sabar.
Sabar dan ini butuh pasukan yang hebat.
Sabar, beriman maka wajib. Tapi kalau
lebih daripada dua kali lipat tidak
wajib. Ini menunjukkan Islam realistis.
Islam realistis.
Maka jangan sampai kita juga terlalu
berlebihan sehingga menyuarakan
jihad-jihad jihad. Sementara kaum
muslimin tidak mampu. Tidak mampu. Ya,
kalau mampu oke, belum sudah tidak
mampu. Kemudian bertengkar sendiri
kemudian tidak sabar, banyak melakukan
maksiat, maka ada PR yang lain yang
harus lebih kita perhatikan. Tapi kita
tidak menafikan ada namanya jihad
thalab, menyerang.
Suatu saat kalau kaum muslimin mampu
maka tebarkan tauhid.
Ada yang menghalangi maka dilawan.
Ketika ada yang menghalangi penebaran
tauhid. Ya, ini kita bicara tentang
hukum apa? Jihad. Karena sebagian orang
terkadang
menyurukan jihad. Jihad. Jihad apa?
Jihad melawan tentara lah. Ini gimana
tentaranya orang Islam juga mau jihad
gimana? Jihad melawan polisi. Jihad
polisi ngebom di masjid. Subhanallah.
Sampai ada tulisan di masjid tidak ada
bidadari di sini. Karena makirnya bom di
masjid mati langsung dapat bida
bidadari.
Seperti sempat demo jihad jihad. Jihad
lawan siapa? Yang didemo orang-orang
Islam juga. Emang polisi dan tentara
bukan orang Islam. Jihad jihad. Jihad
yang dilawan orang Islam. Ini gimana si?
Ini namanya jihad apa ini? ini
kepentingan ditunggangi oleh kepentingan
ter tertentu sehingga orang asal bicara
tentang apa? Jihad. Ya tentu
para ulama yang ahlilah yang pantas
untuk berbicara
dan dia tentu ada syarat-syaratnya ya
karena terkait dengan suatu negara
tentang kekuatan,
tentang kesatuan dengan banyak
pertimbangan tidak semudah yang kita
bayangkan. Intinya jihad ada jihad difa,
ada jihad thalab. Kapan kondisi
mengharuskan jihad thalab? Maka kita
menunjukkan bahwasanya jihad tersebut
ditegakkan. Jika tidak mampu untuk jihad
thalab bisa jadi seorang jihad difa
mempertahankan diri. Tidak mampu jihad
difa terkadang harus ber bersabar.
Wallahuam bisawab. Bab kita kembali
kepada
penjelasan Ibnu Katsir rahimahullahu
taala ya.
Kemudian Ibnu Katsir rahimahullah
berkata, "Faslun." Setelah beliau
menjelaskan tentang tahapan jihad,
beliau berkata, "Faslun fakanat awala
gazatin gozaha Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam ghazwatul abwa dan jihad
yang pertama kali yang Nabi ikut serta
di dalamnya adalah gazwat alabwa." ini
alwa atau waddan
watfar minatin
minal hijrah. Jadi jihad dimulai pada
tahun 2 hijriah bulan Safar tahun 2
Hijriah. Jadi jihad dari tahun 2 sampai
tahun 11 berarti ada berapa tahun? 10. 2
3 4 5 6 7 8 9 10 11 10 tahun yaitu jihad
dan gazwah dan syariah.
Maka yang pertama terjadi namanya gazwat
alabua. Jadi jangan disangka perang
pertama perang Badar. Enggak. Sebelum
perang Badar ada beberapa ada perang ada
syariah. Sebelum perang Badar ada perang
dan juga ada syariah. Kharaja binafsihi
hatta balag waddan. Maka Rasulullah
keluar dengan para sahabat sampai di
waddan. Fawada banirah bin Abdi Manad
bin Kinanah ma sayidihim Majdi bin Amr.
Maka Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam akhirnya berdamai dengan Bani
Damrah bin Bakr bin Abdi Manad bin
Kinanah bersama pemimpin mereka namanya
Majdi bin Amrjian
ilal Madinah walam yalqo harban.
Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam
kembali kota Madinah dan tidak terjadi
peperangan yang ada perdamaian. Waklafa
alaiha Sa Ubadah. Ketika Nabi keluar
menuju Waddan, yang menjadi pengganti
Nabi di Kota Madinah mewakili Nabi
adalah Saad bin Ubadah, yaitu pemimpin
suku Alkhazraj. Kita ingatkan kaum
Anshar terdiri atas dua suku, Al-Aus dan
Alk Khazraj. Dua-dua pimpinannya namanya
Saad.
yang Alkrat namanya Saad bin Ubadah dan
jumlah mereka lebih banyak dan Al-Aus
pemimpin mereka namanya Saad bin Muad
dan mereka jumlahnya lebih sedikit.
Abdullah bin Ubay bin Salul dari
Alkhazraj. Pemimpin orang munafik
Abdullah bin Ubay bin Salul berasal dari
apa? Suku Alkhazraj.
Berapa menit lagi azan?
[Musik]
Sudah masuk. Ya sudahlah kalau gitu.
Bab, insyaallah nanti ee nanti kita
lanjutkan insyaallahu taala pada
pertemuan berikutnya. Kalau ada yang
bertanya saya persilakan setelah azan
kita jawab. Tap demikian saja. Wabillahi
taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:15:59 UTC
Categories
Manage