Transcript
YcbScF5iUFw • Kitab Al-Fushul Fis Shiratir Rasul #15: Kewajiban Jihad & Pasukan Pertama Kaum Muslimin
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2491_YcbScF5iUFw.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrulahu ala taufiqihiani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul ridwih allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Kita lanjutkan pembahasan kita dari alfusul fi siratur rasul ee fasal fasal berikutnya tentang fardul jihad, tentang kewajiban berjihad. Ibnu Katsir rahimahullah berkata Rasulullah wasam madin ketika Rasul sahu al wasallam sudah tinggal stabil di Madinah di tengah-tengah kaum Ansha dan kaum Anshar telah menjamin berjanji untuk menolong Nabi dan membela Nabi sallallahu alaihi wasallam dari seluruh orang yang menyerang Nabi baik yang berkulit hitam maupun berkulit putih. Maka ketika itu seluruh Arab seluruhnya dengan satu senjata menyerang ya mereka ya dan mereka berusaha memberikan kemudaratan kepada kaum muslimin dari segala sisinya. Wallahu subhanahu qadina lil muslimin fil jihad fi siratil haj wahya makiyah. Dan Allah telah mewajibkan, Allah telah mengizinkan bagi kaum muslimin untuk berjihad. Dalam surah Al-Haj dan itu adalah surat Makiyah fihi Taala yaitu dalam firman Allah, udina lilladina yuqataluna biahumulimu wa innallaha ala nasrihim laqadir. Diizinkan bagi orang-orang yang diperangi ya untuk menyerang. Kenapa? Karena mereka telah dizalimi dan sesungguhnya Allah maha kuasa untuk menolong mereka. madinatiun waun kataballahu alaihim jihad. Kemudian setelah mereka para sahabat tinggal di Madinah dan mereka memiliki kekuatan maka Allah wajibkan jihad. K q Allahu taala sebagaimana Allah berfirman dalam surat Albaqarah kutiba alikumul kitab wahuaakum diwajibkan atas kalian berjihad dan itu adalah dibenci bagi kalian bisa jadi kalian membenci sesuatu wahuairakum dan itu baik bagi kalian asaan wahuaakum dan bisa jadi kalian mencintai sesuatu padahal itu buruk bagi kalian wallahu yaamu wa antum la tamun Allah yang lebih tahu dan kalian tidak mengetahu ini ada mukadimah tentang ee gazwah peperangan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ada istilah gazwah, ada istilah sariah, ada istilah albaat. Al-Ghazwah jamaknya adalah alghazawat. Itu adalah perang yang Nabi ikut serta. Nabi ikut serta Sariah jamaknya adalah saroya, yaitu Nabi tidak ikut serta. Nabi hanya mengirim pasukan dan Nabi tidak ikut serta. Kemudian albaat. Albaat adalah pecahan dari syariah atau kiriman yang sedikit ya. Terkadang yang dikirim cuma satu orang. Itu kelompok lebih kecil lagi. Kelompok lebih kecil lagi. Ini istilah-istilah yang disebut oleh para ulama. Ada algwah, ada assariyah, ada albaat. Jadi kalau gazwah Nabi ikut, syariah Nabi tidak ikut. Albaat kata Ibnu Hajar, maftar minal asariyah yaitu yang lebih kecil daripada syariah lagi ya. Utusan lebih kecil terkadang cuma satu orang ditugaskan. Adapun gazwah yang Nabi ikut serta maka ada khilaf di kalangan para ulama. Ada yang mengatakan gazwah yang Nabi ikut serta dalam peperangan tersebut 19 kali. Ada yang mengatakan 21 kali. Ada yang mengatakan 26 kali. Ada yang mengatakan 27 kali. Ada khilaf. Dan gazwah yang pertama nanti akan kita singgung namanya gazwah al-abwa atau gazwah waddan. Dua tempat yang saling berdekatan. Ini ghazwah yang pertama kali yang Nabi ikut serta. Dan gazwah yang terakhir pada tahun 9 Hijriah namanya perang Tabuk. Gazwah Tabuk ya. Gazwah Tabuk ini yang paling terakhir. Tib. Gazwah yang 27 kali tersebut terjadi peperangan hanya kali, terjadi pertempuran hanya 9 kali. Yang sisanya tidak terjadi pertempuran. Terjadi penyerangan tapi tidak terjadi pertempuran. Akan tetapi tujuan tercapai tanpa pertempuran. Di antaranya adalah perang Tabuk. Perang Tabuk. Rasul sahu alaihi wasallam berjalan dengan sahabat 30.000 orang menuju Tabuk 700 kilo sampai sana enggak ada perang tetapi tujuan telah tercapai. memberikan rasa gentar kepada orang-orang Romawi ketika itu. Adapun gazwah yang terjadi peperangan, maka ada sembilan, ada sembilan terjadi perang fisik. Yang pertama gazwat Badr. Yang kedua ghazwat Uhud yang ketiga gazwatul Khandaq, perang Khandazwah Bani Quraidah, perang Bani Quraidah. Yang kelima, Gazwat Banil Musthaliq, yaitu perang Bani Mustaliq. Yang keenam, Gazwat Khaibar, perang Khaibar. Yang ketujuh, Gazwat Fathi Makkah. Terjadi Fathu Makkah. Ini ada perang kecil-kecilan, ya. Kemudian yang kedelapan, Gazwat Hunain. Perang Hunain. Dan yang terakhir Gazwat Thaif, perang Thaif. Ini yang terjadi peperangan ee fisik antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin. Adapun sisanya selain sembilan ini maka tidak terjadi perang fisik. Tapi tetap dikatakan gazwah karena Nabi keluar berperang bersama pasukan tersebut. Ya, TB. Ini namanya gazwah. Disebut juga alghazawat ya. Tib. Yang kedua, Asari Nabi tidak ikut serta. Yang lebih kecil lagi namanya albaath. Jamnya albut utusan. Maka ini jumlahnya ada berapa? Ada khilaf. Ada yang mengatakan 48 kali pasukan yang Nabi kirim untuk berperang tanpa Nabi ikut. Dan ada yang mengatakan kurang lebih 70 kali semuanya diisyaratkan oleh Ibnu Hajar rahimahullahu taala. Ini namanya syariah atau albaath. Hanya ada satu syariah yang dikenal dengan gazwah yaitu gazwah Muktah. Gazwah Muktah. Perang Muktah yang terjadi pada tahun 8 Hijriah yang disebut juga disebut juga dengan Jaisyul Umara. Karena Nabi ketika itu menunjuk tiga umara, tiga amir langsung, yaitu Zaid bin Harithah, kemudian Jafar bin Abi Thalib, kemudian Abdullah bin Arrawahah. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, Zaid bin Haritah jadi pemimpin. In qutila Zaid. Kalau Zaid ibn Haritah radhiallahu anhu meninggal, fa'afar, maka Jafar yang menjadi pemimpin perang. Wain qutila Jafar. Kalau Jafar meninggal maka digantikan oleh Abdullah bin Arrawahah. Rasulullah tidak menunjukkan, tidak menunjuk amir yang keempat. Akhirnya ketiga-tiganya meninggal dan akhirnya para para sahabat yang ikut berperang ketika itu sepakat untuk mengangkat Khalid ibnul Walid. Di situlah nampak kehebatan Khalid ibn Walid. Tentu ceritanya panjang. Nanti akan kita bahas suatu saat insyaallahu taala. Nah, perang Muktah Rasulullah tidak ikut. Rasulullah tidak ikut. Tapi Rasulullah mengirim pasukan dan jumlah pasukan sekitar 3.000 dan musuh ketika itu di luar dugaan ternyata 200.000. Jadi 1 banding sekitar 1 banding 70 perlawanan. Sehingga akhirnya Khalid bin Walid melakukan strategi akhirnya mundur dengan terhormat. Akan tetapi dikenal dengan gazwah. dikenal dengan gazwah karena jumlah yang banyak, jumlah yang perang banyak 3.000 orang banyak mengalahkan jumlah peserta perang Badar, mengalahkan jumlah peserta perang Uhud mengalahkan jumlah peserta perang apa? Khandak perang Khand paling 1500, paling 2.000 ini sampai 3.000 jumlah yang banyak maka pasukan yang besar sehingga disebut dengan gasuha. Yang kedua, perhatian Nabi tentang perang ini. Terhadap perang ini. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam perhatian sampai Rasulull sahu alaihi wasallam ketika di Madinah di hadapan para sahabat, Rasulullah cerita perang terjadi kemudian dipegang oleh Zaid bin Harithah. Kemudian Zaid meninggal dunia. Rasulullah cerita. Rasulullah tidak hadir tapi Rasulullah cerita kepada para sahabat. Kemudian kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Kut zaidun syahidan istagfiruakikum." Zaid meninggal dunia mati syahid. Mohonlah ampunan buatnya. Kemudian terjadi peperangan lagi. Kemudian Rasulullah sampaikan lagi, qutila Jafar. Jafar meninggal mati syahid. Mohonkanlah ampunan buatnya. Kemudian Rasulullah mengat meninggallah Abdullah bin Rawaha mati syahid maka mohon ampunlah buatnya. Jadi Rasul sahu alaihi wasallam memperhatikan ee perang tersebut dengan saksama. Dan Rasulullah ceritakan kepada para sahabat yang tidak hadir, tidak ikut serta dalam peperangan tersebut. Syariah pertama adalah syariah Hamzah. Rasul utama sariah terakhir adalah syariah Usamah bin Zaid. Ketika Rasulull sahu alaihi wasallam sakit, Rasul sahu alaihi wasallam kirim Usama bin Zaid. Kemudian akhirnya mereka berjalan untuk pergi ke negeri Syam. Dan Usam bin Zaid itu masih masih sangat sangat muda ya. Kemudian akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam sakit dan sebelum syariah tersebut berjalan jauh ya akhirnya Rasul sahu alaihi wasallam meninggal meninggal dunia ya ketika Rasul sahu alaihi wasallam meninggal dunia maka syariah tersebut dilanjutkan oleh Abu Bakar Assiddiq. Abu Bakar Assiddiq suruh syariah Usam bin Zaid tetap berjalan sebagaimana perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sudah ketika itu banyak sebagian sahabat protes. Sudah Madinah lagi tidak stabil. Biarkan pasukan Usamah mundur lagi kembali lagi ke Madinah. Abu Bakar mengatakan, "Tidak. Saya tidak akan membatalkan pasukan yang dikirim oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam itu pada tahun 11 Hijriah." Ini terakhir syariah Usamah bin Zaid. Kesimpulannya, Ikhwan, jadi peperangan itu ada namanya Gazwah, ada namanya Sariyah, ada namanya apa? Albaat. Ghazwah Nabi ikut serta. Assariyah Nabi tidak ikut serta alba sama dengan syariah. Dia pecahan dari syariah itu lebih kecil lagi. Kalau kita hitung-hitung ya kurang lebih 100 kali selama 10 tahun karena ini terjadi sejak tahun kedua Hijriah ya sampai tahun 10 Hijriah atau tahun pertama sampai tahun 11 Hijriah. Jadi sekitar 10 tahun lebih dari 100 kali ada penyerangan. Banyak sekali. Ini menunjukkan bagaimana kesibukan kaum muslimin ketika itu ya. Bahwasanya mereka tidak berleha-leha tapi mereka senantiasa dalam perjuangan baik dalam gazwah maupun dalam syariah maupun dalam albaat ya. Sampai dalam 10 tahun sampai hampir 100 kali kurang lebih 100 kali ya. Tib. Ini istilah-istilah mungkin yang perlu ee kita ketahui. Kita lanjutkan. Paham? Insyaallah paham. Yang berikutnya ada hal-hal terkait perang atau jihad ya atau ee ya hukum asal adalah damai ya. Hukum asal adalah damai dan Islam sendiri asal katanya sama dengan assalam. Asalam perdamaian. Akar katanya sama. Menunjukkan Islam perhatian sama. perdamaian. Kemudian juga Islam mengakui adanya bulan-bulan haram yang perang dilarang. Ya, tidak boleh ada perang kalau perang selain bulan-bulan haram. Kemudian juga ayat Al-Qur'an menunjukkan bahwa perang adalah cenderung dibenci oleh manusia. Allah berfirman, "Wah qurhul lakum." Wahua qurhul lakum. Dan jihad itu dibenci oleh kalian. Dan ada ayat Quran juga menunjukkan bahwa damai asulh adalah kemenangan yang nyata. Ternyata dalam perdamaian terkadang menimbulkan kemenangan. Seperti Allah mengatakan, "Inna fatahna laka fathan mubina." Sesungguhnya kami telah memberikan kepada engkau kemenangan yang nyata itu sulhul Hudaibiyah. Jadi asalnya perdamaian. Benar. Tetapi ada tujuan utama dakwah. Meskipun asal kehidupan adalah perdamaian, tapi Islam punya tujuan utama tujuan dakwah menyebarkan tauhid. Yaitu apa? Ikas min ibadatil ibad ibadil ibad. Mengeluarkan manusia dari peribadatan kepada makhluk, kepada para hamba menuju peribadatan kepada pencipta makhluk. Yaitu yang berhak disembah adalah pencipta alam semesta. Itu tujuan Islam ya. Karena penyembahan terhadap makhluk di alam semesta banyak. Sebelum Nabi diutus, ada yang menyembah berhala, ada yang menyembah malaikat, ada yang menyembah jin, ada yang menyembah batu, ada yang menyembah pohon, ada yang menyembah hewan, ada yang menyembah orang saleh, ada yang menyembah nabi. Semua adalah makhluk. Semua adalah makhluk disembah. Maka datang Islam untuk mengembalikan tujuan manusia diciptakan agar mereka menyembah kepada sang pencipta, sang maha pencipta. W khalaqtul jinna wal insa illa liyaudun. Tidak ada kuci ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku. Inilah tujuan mulia mengeluarkan manusia dari peribadatan kepada dari peribadatan kepada makhluk menuju ibadah kepada pencipta makhluk yaitu tauhid. Maksudnya adalah tauhid. Hanya Allah yang disembah. Hanya Allah yang disembah. Yaitu mengh apa namanya? Meniadakan kesyirikan menuju kepada tauhid. Dari sini ada tujuan jihad. Tujuan jihad. Tujuan yang disyariatkan menghilangkan kezaliman. Jelas menghilangkan kezaliman. dipraktikkan oleh para sahabat bahwasanya di antara jihad adalah menghilangkan kezaliman. Seperti Amr bin Ash radhiallahu anhu ketika menaklukkan Mesir. Mesir ketika itu penuh dengan kezaliman. Betapa banyak suku Kibt atau Aqbad, suku asli Mesir dizalimi oleh orang-orang Romawi yang berkuasa ketika itu. Maka Amr bin Ash kemudian berjihad dan akhirnya banyak di antara mereka yang masuk Islam meskipun sebagian mereka tetap ee di atas nasra. Kemudian menjaga kebebasan dakwah. Asalnya Islam harusnya dibebaskan untuk berdakwah. Ketika ada halangan ya, maka perlu perlawanan. Karena dakwah terhalangi, dakwah tauhid terhalangi. Maka di antara fungsi jihad adalah untuk menghalangi untuk menghilangkan penghalang-penghalang dakwah. Itu di antara fungsi jihad. Sama. Yang berikutnya menghilangkan hambatan yang menghalangi jalan Islam. Yang berikutnya melindungi orang-orang lemah. Orang-orang lemah maka perlu dilindungi makan dengan jihad fisabilillah. Kemudian juga menghukum para pelanggar perjanjian. Ini seperti yang dilakukan oleh Nabi dalam Fathu Makkah. Karena orang-orang Quraisy melanggar perjanjian damai atau untuk melindungi negara. Ketika ada yang menyerang maka disyariatkan jihad untuk melindungi negara atau memerdekakan orang-orang yang lemah. Ada orang-orang yang di dizalimi, maka ee dibela dengan jihad. Ini di antara tujuan-tujuan mulia jihad. Bukan tujuan yang dimaksud menghapus kekufuran. Harus menghapus kufuran dari muka bumi. Enggak. Karena terkadang pilihan tidak harus perang, terkadang boleh bayar apa? Jiz jizah. Ya, itu terjadi sejak zaman Nabi, zaman para sahabat. Ya. Maka terkadang kaum ee kuffar tinggal di negara Islam tapi mereka bayar jiziah sebagai bentuk ketundukan. Sebagai bentuk ketundukan. Dan ini bukan kezaliman. Karena orang Islam pun disuruh bayar zakat. Orang Islam pun disuruh bayar zakat. Terkadang zakatnya lebih banyak daripada jiziah yang diwajibkan kepada nonmuslim. Ya. Jadi bisa jadi kekufuran ada tetapi tetap di bawah naungan Islam. Bukan juga memaksa orang masuk Islam ya. Karena tadi bisa dikasih pilihan untuk bayar apa? Jiz jizah kalau tidak masuk Islam. Apalagi tujuannya untuk menjajah maka ini bukan tujuan jihad. Bukan tujuan jihad. Oleh karena nanti kita akan bahas. Jihad yang disyaratkan oleh kaum muslimin adalah jihad yang beradab. jihad yang beradab dengan aturan-aturan yang ketat ya. Karena tujuannya adalah untuk menghilangkan kezaliman bukan malah berbuat zalim. Tidak sebagaimana kita lihat bagi dilakukan oleh orang-orang nonmuslim, orang-orang kafir yang di mana mereka menjajah, menjajah, membantai, membasmi apalagi sempat mereka menggunakan ee teori Darwin ya yang mengatakan bahwasanya ee manusia mengalami evolusi kemudian mengalami juga ee apa namanya nya tantangan-tantangan zaman yang bisa hidup maka mengalami berlanjut mengalami perubahan yang tidak bisa hidup maka akan sirna ya akan sirna sehingga banyak hewan-hewan yang tidak mampu untuk berubah akhirnya sirna tidak mampu menghadapi zaman sehingga di antara mereka ada yang berkata manusia yang sempurna adalah manusia berkulit putih sementara wanita manusia yang berkulit hitam itu tidak sempurna sehingga akhirnya mereka membolehkan membunuh orang-orang berkulit hitam dan itu mereka lakukan mereka membantai orang-orang berkulit hitam di berbagai wilayah ya mereka bunuh dengan mudahnya. Di antaranya mereka berdalil dengan teori Darwin. Dianggap orang berkul hitam itu tidak sempurna maka di dibantai. Antum bisa baca di literasi-literasi yang ada ya. Dan sebagaimana kita tahu penjajahan yang terjadi yang dilakukan oleh orang-orang kafir dengan penuh kezaliman. harta diambil, ee tanah dirampas, semua kekayaan alam di dirampas dan itu bukan jihad Islam, bukan perang Islam. Dan kalau kita bicara perang, di mana-mana juga perang. Dari dulu sampai sekarang juga perang. Semua cerita pasti ada peperangan. Mau peperangan raja-raja, mau raja-raja Eropa, mau raja-raja di tanah air, mau di mana pun, namanya peperangan selalu ada. Tetapi Islam bedanya ada, tujuannya mulia. Sebagaimana tadi kita sebutkan bukan asal perang ya, bukan asal perang, tapi ada tujuan-tujuan mulia di balik peperangan tersebut. Karena bagi umat Islam, jihad adalah ibadah yang agung kepada Allah subhanahu wa taala. Bukan asal melampiaskan kemarahan, bukan asal membunuh, tetapi dibangun di atas adab-adab yang yang mulia. Tib. Kita lanjutkan di antara adab-adab perang. Ada pada perang banyak ya. Saya sempat saya belum sempat baca ada buku judulnya akhlak al-akhlaq ee fil Jihad. Ada buku judulnya Akhlak dalam Jihad yaitu Adab-adab dalam Perang ya. di antaranya ya, di antaranya tidak boleh membunuh apa? Orang tua. Tidak boleh membunuh membunuh wanita dan anak-anak. Kemudian tidak boleh menghancurkan tempat ibadah. Kemudian tidak boleh mutilasi ya. Apa itu mutilasi ya? Tidak boleh dalam perang tidak boleh mutilasi. Kemudian tidak boleh membunuh orang yang sedang beribadah di tempat ibadahnya. orang yang sedang beribadah di tempat ibadahnya. Kemudian di antaranya anak-anak tidak boleh ikut perang. Anak-anak belum dewasa tidak ikut perang. Demikian juga wanita tidak ikut perang hanya bantu-bantu medis ataupun menyediakan makanan. Hanya bantu-bantu terkait medis dan semisalnya, tapi tidak boleh angkat senjata. Ya. Kemudian di antaranya adalah tidak langsung perang, tapi ditawarkan Islam terlebih dahulu atau jizah. Jadi kalau masuk Islam sudah karena memang tujuan mereka bukan untuk menguasai atau menghabisi kekayaan alam tempat tersebut. Tidak masuk Islam. Selesai. Kita saudara silakan ya nikmati kekayaan kalian kalau kalian memang apa? Mus muslim salah saya. Jadi demikian bahkan dalam disebutkan ketika perang Thaif, perang Hunain Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mendapatkan banyak sekali ghanimah. Ketika Rasul sahu alaihi wasallam kejar mereka di Thaif ternyata mereka tidak berhasil ditaklukkan oleh Nabi. Maka Nabi pun pergi ke Janah semua ganonimat dikumpul. Rasul sahu alaihi wasallam tidak langsung bagi. Rasul sahu alaihi wasallam tunggu dulu siapa tahu mereka masuk Islam. Karena kalau mereka masuk Islam Rasul sahu alaihi wasallam ingin kembalikan semuanya. Karena bukan itu tujuan Nabi. Nabi hidup dengan penuh kesederhanaan. Bukan mencari kekayaan untuk berfoya-foya sama sekali tidak. Nabi sampai tunggu berhari-hari mereka tidak mau baru Nabi bagi. Ketika Nabi setelah bagi mereka baru masuk Islam terlambat. Tapi maksudnya bukan itu tujuan Nabi ya sallallahu alaihi wasallam. Makanya banyak adab-adab dalam Islam. Sehingga ee dari sini di hasil hasil perang Nabi selama 10 tahun yaitu kurang lebih 100 kali peperangan, maka korban ya total korban kurang lebih 1.000 1300 kurang lebih 1284 atau mungkin ada yang tulis secara lengkap 1284 jiwa Muslim sama dengan 262 [Musik] kafir sama dengan 1000 102 ya. Adapun anak-anak dan lansia tidak seorang pun anak terbunuh dalam perang. Ya, tidak ada anak yang terbunuh. Anak yang terbunuh gak ada. Rasulullah tidak pernah buunuh anak-anak. Kemudian juga lansia pun tidak ada. Hanya satu lansia terbunuh. Hanya satu orang tua terbunuh. Dibunuh karena dia ada otak dari peperangan. ee perang Hunain. Dia terlibat langsung dalam perang Hunain sehingga dia dibunuh ya satu orang aja. Nanti mungkin akan kita bahas pada ketika Perang Hunain dan perang Thaf ya. Kemudian tidak ada kasus perkosaan. Gak ada. Gak ada dalam kemudian ee memperkosa terjadi perzinahan ya. Tidak ada pengkhianatan perjanjian. Tidak ada pengkhianatan perjanjian. Yang ada musuh-musuh yang mengkhianati janji seperti Yahudi berkhianat, kemudian Quraisy juga melanggar janji. Adapun kaum muslimin tidak pernah sama sama sekali. Tib ini di antara maksud saya hasil dari peperangan yang yang ada bukan memuaskan asal perang asal memuaskan maka rasul sahu alaih wasallam fatu makar rasulah memerdekakan banyak orang-orang Quraisy kata Nabi sallallahu alaihi wasallam idhabu faantum mutalaqo mereka sudah dikuasai kalau Nabi ingin bunuh maka bunuh kata Nabi, "Tidak." "Idhabu faantum tholaq." Pergilah kalian bebaslah kalian sesungguhnya kalian merdeka. Mereka masih kafir. Rasulullah bebaskan, ternyata mereka masuk masuk Islam. Ya, karena tujuan perang bukan duniawi. Ini kita ambil kesimpulan bahwasanya tujuan perang dalam Islam bukan du duniawi, tapi ukhrawi. Ukrawi ya. Tayib. Jadi bukan seperti kita dengar cerita dengan penuh keganasan ya, mengerikan, membabi buta, membunuh sana sini ya, mutilasi, membasmi itu gak ada dalam Islam. Gak dalam Islam. Islam itu jihad adalah ibadah. maka dilakukan dengan ee aturan Tib. Kita lanjutkan ini sudah ee sejarah jihad atau perang. Sejarah jihad atau perang. bahwasanya jihad dimulai dengan beberapa atau menempuh beberapa marhalah, beberapa tingkatan. Yang pertama di Madinah. Ketika di Madinah dalam kondisi lemah yang ada jihad dengan hati dan lisan. Jihad dengan hati dan lisan mengingkari kemungkaran, mengingkari kesyirikan. Ketika di ee bukan di Mekah, di Madinah, di kebalik, di Makkah. di Makkah ini di di Madinah ketika di Makkah dalam kondisi lemah. Sementara kesyirikan tersebar ketika itu ya bahkan di sekitar Ka'bah ada 360 berhala di sekitar Ka'bah. Kesyirikan terjadi di hadapan mata. Berbagai macam kezaliman. Tetapi yang ada cuma mengingkari dengan hati. yang ada ketika itulah jihad dengan lisan. Allah turunkan ayatnya dalam surah Alfurqan ayat 52. Falail kafirina wajahidhum bihi jihadan kabir. Kata Allah, "Jangan kau ikuti orang-orang kafir, tetapi jihadlah mereka dengan Al-Qur'an bihi." Maksudnya dengan Al-Qur'an dengan jihad yang besar. Dengan jihad yang besar. Jadi Allah menamakan Rasulullah berdakwah, menyampaikan al-haq, membantah syubhat, menyeru kepada kebenaran. Membacakan ayat-ayat Al-Qur'an itu disebut dengan jihad yang besar, jihadan kabira. Akan tetapi tidak ada mengangkat senjata. Ini karena kondisi lemah. Bahkan dilarang perang dengan pedang. Dilarang gak boleh. Gak boleh perang dengan pedang. Turun ayat-ayat untuk bersabar. Maka ketika itu tidak boleh berperang karena kondisi kaum muslimin dalam kondisi lemah. Dan Islam adalah agama yang realistis. Kalau berperang bisa jadi habis Islam ketika itu. Maka dimulai dengan jihad dengan hati, jihad dengan lisan, jihad dengan Al-Qur'an. Kemudian yang kedua di Madinah. ketika sudah di Madinah ketika di Madinah, maka kaum muslimin dalam kondisi punya negara dan punya kekuatan. Maka di situ ada tiga marhalah jihad, tiga tingkatan jihad. Yang pertama diizinkan perang. diizinkan perang. Dan ini turun ayat dalam surat Al-Haj ayat 39 ya. Surah Al-Haj adalah surah Makkiyah. Surah Makiyah apa itu surat Makiyah? Maksudnya surah yang turun di Makkah. Tetapi dalam surat Al-Haj ada beberapa ayat yang merupakan ayat-ayat madaniyah. Di antara ayat-ayat madaniyah tersebut adalah ayat tentang jihad. Ini diizinkan jihad. Ini dijelaskan oleh Ibnu Qayyim rahimahullahu taala. Jadi ayat ini turun bukan di Makkah meskipun surah Al-Haj. Karena dalam sebagian surat seperti itu. Ini surat apa? Surah Makkiyah. Tapi ternyata di antaranya ada ayat madaniyah. Ya seperti itu. Seperti dalam surat Al-Haj ayatnya banyak. Di antaranya ada ayat-ayat yang madaniah turun di Madinah. Di antaranya ayat ini. Udina lilladina yuqataluahumulimu wa innallah alas laqadir. Telah diizinkan oleh orang-orang yang diperangi ketika mereka di Madinah. untuk membalas. Ini baru diizinkan, tidak diwajibkan. Diizinkan ya belum wajib. Jadi masih ada pilihan. Mau balas silakan tapi tidak wajib. Kalau membalas silakan Allah akan menolong karena kalian telah dizalimi. Belum marhala kewajiban. Ya. Maka ee ini marhala yang pertama. Diizinkan untuk jihad tapi belum wajib. Marhala yang kedua, memerangi musuh yang memerangi. Adapun yang tidak memerangi maka tidak boleh diperangi. Yaitu membalas. Yang disebut dengan marhalatud difa yaitu membela diri. Diserang maka menyerang. Yang tidak menyerang jangan diserang. Turun beberapa ayat di antaranya waqatilu fibilillahilladzina yuqatilunakum wala tadu. Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kalian. Ini oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi memerangi Quraisy, Nabi memerangi Yahudi karena mereka yang diluan ya. Nabi memerangi Romawi karena mereka juga yang berkhianat di awal. Ya, Nabi merangi kabilah-kabilah Arab karena mereka bersekongkol pernah menyerang. Jadi dibalas oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Adapun yang tidak memerangi maka jangan diperangi. Demikian juga dalam ayat yang lain kata Allah, "Fainazalukum falam yuqotilukum waqikumusalama fama ja'alallahu lakum alaihim sabila." Jika mereka orang-orang kafir menjauhi kalian dan tidak memerangi kalian dan menawarkan perdamaian, maka Allah tidak menjadikan bagi kalian jalan untuk menyerang mereka. Itu gak boleh. Kalau orang kafir tidak menyerang, ngajak damai, maka jangan jangan perang. Jadi marhalah kedua adalah memerangi yang memerangi. Yang tidak memerangi maka tidak boleh diperangi. Ini namanya marhalatud difa. Nah, muncul marhala yang ketiga. Marhala yang ketiga dan ini adalah kesepakatan para ulama ya, bahwasanya perang ada marhalah yang ketiga, yaitu memerangi seluruh kaum musyrikin. Memerangi seluruh kaum musyrikin meskipun mereka tidak memerangi. Meskipun mereka tidak memerangi. Di antara dalilnya adalah surat at-Taubah ayat 29. Karena tujuan Islam adalah agar tauhid menyedari alam semesta. Agar orang-orang diingatkan kembali untuk beribadah kepada pencipta alam semesta dan tidak menyembah makhluk. Maka Allah berfirman dalam surat atubah ayat 29. Qatiladina la yminuna billahi w bil yaumil akhir wala yuhrimuna ma haramallahuasuluhu w yadin minalladina utul kitabta jizadi wahumirun. Kata Allah, "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada hari akhirat dan tidak mengharamkan apa yang Allah haramkan dan tidak beragama dengan agama yang benar yaitu agama Islam. Di antara orang-orang yang diberi Alkitab, perangilah mereka, yaitu Yahudi, Nasra, perangi mereka sampai kapan? Hatta yutul jiziah. Sampai mereka masuk Islam atau mereka bayar apa? Jiz jiziah. Wahumirun yadin wahum shirun dengan patuh. Sedang mereka dalam kondisi tunduk. Ini ayat dijadikan oleh ulama sepakat para fuqaha bahwasanya ada marhala yang ketiga namanya jihadut tholak. namanya apa? Jihadut thab ini menyerang. Kalau ini tadi apa? Membela membela diri jihad talab. Demikian juga dalam surah Al-Anfal ayat 39 ya kata Allahumtauna fitnatunakunudinuillah. Perangilah mereka sampai tidak ada lagi syirik. Dan agama semua milik Allah Subhanahu wa taala. Agama semua milik Allah Subhanahu wa. Tentunya ini jihad baru bisa dilakukan jika kaum muslimin benar-benar dalam kondisi kuat bukan dalam kondisi lemah. Di sini, Ikhwan, ini adalah kesepakatan para ulama. Jihad ada dua. Ada jihad difa, ada jihad atolab. Jihad menyerang, ada jihad bertahan. Sebagian ulama kontemporer hanya membatasi jihad pada marhala yang kedua. Seakan-akan tidak ada jihad menyerang. Ya, mereka yang mengatakan hanya boleh jihad bertahan, tidak boleh jihad menyerang. Ya, kita bilang tidak. Syariat menunjukkan bahwasanya ada jihad apa? Menyerang. Setelah Nabi sallallahu alaihi wasallam meninggal, bagaimana para sahabat mereka berjihad. Saya mereka ke mana-mana, mereka berjuang ke mana-mana untuk menegakkan syiar tauhid. Ya, semampu mereka. Semampu mereka. Yang benar syariat jihad berlaku sampai hari kiamat, tetapi harus memenuhi persyaratan. Dari sini kita tahu ternyata ada marhala-marhala jid. Ada marhala pertama, ada marhala kedua, ada marhala ketiga, ada marhala keempat. Maka tidak setiap kondisi kita terapkan marhala tersebut. Ya, kalau dalam kondisi lemah kaum muslimin lemah, maka tidak boleh kemudian kemudian menyuarakan jihad sementara tidak mampu. Sementara tidak tidak mampu. Ya, mampu dalam kondisi iman, mampu dan dalam kondisi fisik juga mam mampu. Ya, makanya sampai dalam fikih disebutkan ee kalau ternyata musuh tiga kali lipat maka boleh kabur oleh meninggalkan peperangan. Sekarang diberi keringanan dulu 1 banding 20 1 banding 10 harus bertahan ya tetapi Allah melihat kalian lemah waimna fikum dan Allah tahu kalian lemah sekarang tidak seperti dahulu maka Maka kalau 100 sabar bisa mengalahkan 200. Kalau 1000 sabar bisa mengalahkan dua 2.000. Sehingga kalau musuh ternyata secara hitungan pasukan lebih dari dua kali lipat, maka tidak wajib perang. Berarti menunjukkan kondisi dalam kondisi le lemah. Itu pun kalau 1 banding du maka tapi harus berperang dengan syarat harus sabar. Sabar dan ini butuh pasukan yang hebat. Sabar, beriman maka wajib. Tapi kalau lebih daripada dua kali lipat tidak wajib. Ini menunjukkan Islam realistis. Islam realistis. Maka jangan sampai kita juga terlalu berlebihan sehingga menyuarakan jihad-jihad jihad. Sementara kaum muslimin tidak mampu. Tidak mampu. Ya, kalau mampu oke, belum sudah tidak mampu. Kemudian bertengkar sendiri kemudian tidak sabar, banyak melakukan maksiat, maka ada PR yang lain yang harus lebih kita perhatikan. Tapi kita tidak menafikan ada namanya jihad thalab, menyerang. Suatu saat kalau kaum muslimin mampu maka tebarkan tauhid. Ada yang menghalangi maka dilawan. Ketika ada yang menghalangi penebaran tauhid. Ya, ini kita bicara tentang hukum apa? Jihad. Karena sebagian orang terkadang menyurukan jihad. Jihad. Jihad apa? Jihad melawan tentara lah. Ini gimana tentaranya orang Islam juga mau jihad gimana? Jihad melawan polisi. Jihad polisi ngebom di masjid. Subhanallah. Sampai ada tulisan di masjid tidak ada bidadari di sini. Karena makirnya bom di masjid mati langsung dapat bida bidadari. Seperti sempat demo jihad jihad. Jihad lawan siapa? Yang didemo orang-orang Islam juga. Emang polisi dan tentara bukan orang Islam. Jihad jihad. Jihad yang dilawan orang Islam. Ini gimana si? Ini namanya jihad apa ini? ini kepentingan ditunggangi oleh kepentingan ter tertentu sehingga orang asal bicara tentang apa? Jihad. Ya tentu para ulama yang ahlilah yang pantas untuk berbicara dan dia tentu ada syarat-syaratnya ya karena terkait dengan suatu negara tentang kekuatan, tentang kesatuan dengan banyak pertimbangan tidak semudah yang kita bayangkan. Intinya jihad ada jihad difa, ada jihad thalab. Kapan kondisi mengharuskan jihad thalab? Maka kita menunjukkan bahwasanya jihad tersebut ditegakkan. Jika tidak mampu untuk jihad thalab bisa jadi seorang jihad difa mempertahankan diri. Tidak mampu jihad difa terkadang harus ber bersabar. Wallahuam bisawab. Bab kita kembali kepada penjelasan Ibnu Katsir rahimahullahu taala ya. Kemudian Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Faslun." Setelah beliau menjelaskan tentang tahapan jihad, beliau berkata, "Faslun fakanat awala gazatin gozaha Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ghazwatul abwa dan jihad yang pertama kali yang Nabi ikut serta di dalamnya adalah gazwat alabwa." ini alwa atau waddan watfar minatin minal hijrah. Jadi jihad dimulai pada tahun 2 hijriah bulan Safar tahun 2 Hijriah. Jadi jihad dari tahun 2 sampai tahun 11 berarti ada berapa tahun? 10. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 10 tahun yaitu jihad dan gazwah dan syariah. Maka yang pertama terjadi namanya gazwat alabua. Jadi jangan disangka perang pertama perang Badar. Enggak. Sebelum perang Badar ada beberapa ada perang ada syariah. Sebelum perang Badar ada perang dan juga ada syariah. Kharaja binafsihi hatta balag waddan. Maka Rasulullah keluar dengan para sahabat sampai di waddan. Fawada banirah bin Abdi Manad bin Kinanah ma sayidihim Majdi bin Amr. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wasallam akhirnya berdamai dengan Bani Damrah bin Bakr bin Abdi Manad bin Kinanah bersama pemimpin mereka namanya Majdi bin Amrjian ilal Madinah walam yalqo harban. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam kembali kota Madinah dan tidak terjadi peperangan yang ada perdamaian. Waklafa alaiha Sa Ubadah. Ketika Nabi keluar menuju Waddan, yang menjadi pengganti Nabi di Kota Madinah mewakili Nabi adalah Saad bin Ubadah, yaitu pemimpin suku Alkhazraj. Kita ingatkan kaum Anshar terdiri atas dua suku, Al-Aus dan Alk Khazraj. Dua-dua pimpinannya namanya Saad. yang Alkrat namanya Saad bin Ubadah dan jumlah mereka lebih banyak dan Al-Aus pemimpin mereka namanya Saad bin Muad dan mereka jumlahnya lebih sedikit. Abdullah bin Ubay bin Salul dari Alkhazraj. Pemimpin orang munafik Abdullah bin Ubay bin Salul berasal dari apa? Suku Alkhazraj. Berapa menit lagi azan? [Musik] Sudah masuk. Ya sudahlah kalau gitu. Bab, insyaallah nanti ee nanti kita lanjutkan insyaallahu taala pada pertemuan berikutnya. Kalau ada yang bertanya saya persilakan setelah azan kita jawab. Tap demikian saja. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.