Hadits Perbaikan Hati #7: Khusyuk
J0_qwt-33Es • 2026-02-11
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Jazakillah khairan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Alhamdulillahi alaniyukrulahu ala taufihin asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridum sh alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Para ibu-ibu hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Pada semakin ini kita akan bahas materi yang penting bagi kita semua yaitu terkait dengan khusyuk terutama terkait dengan khusyuk dalam salat ya. Maka ee saya menyampaikan pertama adalah mukadimah ya. Mukadimah pertama tentang urgensinya ya. Urgensinya. Urgensinya kita katakan bahwasanya khusyuk adalah ruh daripada salat ya. Alkusyuk ruhus salat. Khusyuk ruhnya salat. Yang dimaksud dengan ruh salat di sini dia maksudnya ee pahala sesuai dengan kekhususan seorang ya. Pahala itu pahala salat berbanding lurus dengan ee berbanding lurus dengan ee khusyuk. Meskipun dia ruhnya salat, tapi di antara rahmat Allah Subhanahu wa taala khusyuk ini dia bukan ee bukan syarat salat, dia bukan rukun salat. Bahkan dia tidak sampai pada derajat wajib salat ya. Karena kalau dibilang khusyuk adalah rukun salat, orang tidak khusyuk salatnya tidak sah. Kalau dibilang khusyuk adalah ee syarat salat, maka kalau orang salat tidak khusyuk, salatnya tidak sah. Ya, lagi pula derajat khusyuk bertingkat-tingkat. Makanya kalau masalah sah terkait dengan tumakninah, terkait dengan gerakan fisik. Tapi para ulama mengatakan khusyuk adalah rohnya salat. sehingga pahala sesuai dengan kadar kekhususan seorang. Makanya dalam hadis Rasul sahu alaihi wasallam menyampaikan dalam hadis inajula lansorifu min shathi ada seorang selesai salat eh wama kutibalahu ya illa nisfuha pahalanya cuma seorang salat pahalanya cuma nisfuha setengah atau sepertiga ya seperdua atau ee sepertiga atau 1/4at ya dan seterusnya seperlima ya sampai ee usyruha sampai 1/10 ya. Kata para ulama tentunya ee kurangnya pahala ini harusnya harus tidak dapat sempurna tapi cuma setengah 1/3 1/4 sampai 1/10 ada beberapa faktor. Di antara faktor utama adalah karena khusyuknya minim. Semakin dia semakin sedikit maka khusyuknya minim10. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa taala memuji tentang ee orang-orang yang khusyuk dalam salat. Maka urgensinya khusyuk adalah ruh salat. Ini yang pertama. Yang kedua, kita tahu salat ee berulang-ulang dalam kehidupan ini. Salat kegiatan berulang-ulang, kegiatan paling banyak ya, ibadah paling banyak. ya paling banyak dan ee apa namanya kita salat lima waktu minimal ya lima waktu belum salat-salat sunah sementara salat adalah ibadah yang paling dicintai oleh Allah ya ibadah yang paling dicintai oleh Allah makanya dialah rukun Islam setelah syahadatain ibadah yang paling dicintai saking dicintainya sampai ketika Rasul Alai wasallam pertama Isra Mikraj Rasul Sallahu Alaihi Wasallam diperintahkan untuk salat sebanyak 50 waktu kemudian Rasulullah minta keringan sampai akhirnya lima. Nah, ibadah yang paling dicintai ini makanya seorang berusaha mengerjakannya dengan sesempurna mungkin. Dikerjakan sesempurna mungkin. Optimal harusnya secara apa? Optimal hendaknya dikerjakan maksimal. Maka Allah memuji orang-orang yang bisa memaksimal salatnya dengan khusyuknya. Allah mengatakan, "Qahal mukminun alladina hum fi shatim khun q aflahal mukminun. Sungguh beruntung orang-orang beriman." Kemudian Allah menyebutkan sifat-sifatnya apa saja? Apa saja sifat-sifatnya orang beriman tersebut? Sifat yang pertama kata Allah subhanahu wa taala, "Alladzina hum fi shatin khosiun. khasyiun yaitu orang-orang yang khusyuk dalam salat. Ini ciri pertama. Ciri pertama orang-orang yang beriman. Ciri utama karena ini kegiatan connecting dengan Allah keseharian. Maka ketika kita bicara tentang khusyuk ini sangat urgen karena kita selalu melakukan atau sering bukan selalu tapi sering melakukan ibadah salat. Ini salah satu bukti utama seorang connecting dengan Allah adalah dengan salat. J kalau tidak khusyuk connectingnya bermasalah. Kalau tidak khusyuk, maka konektinya bermasalah. Maka di sini pentingnya kita untuk menjadikan ibadah kita ee sempurna semaksimal mungkin. Kemudian saya bilang lagi, urgensinya yang berikutnya mungkin saya tambahkan urgensinya berikutnya adalah ketika kita misalnya ee ketika sedang ibadah, ibadah misalnya di Makkah atau Madinah. Kita tahu salat dilipat gandakan dilipat gandakan sampai di Makkah 100.000 1000 kali lipat ya 100.000 di Madinah 1.000 kali lipat lebih dari 1.000 ya. Nah, ketika kita ibadah dengan khusyuk kita berharap pahala kita ketika dilipat gandakan pahalanya yang maksimal yang dilipat gandakan. Bukan salat seadanya yang dilipat gandakan jadi 100 1000 kali lipat atau 100.000, tapi ibadah salat maksimal yang dilipat gandakan. Maka seorang berusaha ketika sedang di Makkah Madinah dia untuk meningkatkan kualitas ibadah salatnya. Karena ibadah salatnya dilipat gandakan oleh Allah di Makkah 100.000 kali lipat, di Madinah 1000 kali lipat. Dan di antara cara utama untuk mengoptimalkan ee apa namanya? Salatnya dengan khusyuk. urgjensinya apalagi khusyuk saya tambahkan lagi disebutkan oleh Syekh Abdul Razak di sini adalah ee dengan ee salat yang menghapuskan dosa-dosa syaratnya harus khusyuk. khusyuk bab kita bacakan hadis pertama ee sini khusyuk dari Ishaq bin Said bin Amr bin Said bin Al-As dia berkata, "Bapakku telah bercerita kepadaku dari bapaknya." Dia berkata, "Kami bersama Utsman." Utsman bin Affan. Dia meminta untuk diambilkan air untuk berwudu. Utsman salah satu dari sahabat yang meriwayatkan hadis tentang wudu. Ada beberapa sahabat Utsman bin Affan. Maka aku berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah alaihi wasallam bersabda." Maka Utsman berkata, "Aku mendengar Rasul wasallam bersabda, ma rim muslimin tahduruhu shatun maktubatun." "Tidaklah seorang muslim telah hadir salat fardu fayuhsinu wuduaha kemudian dia perbaiki, dia indahkan wudunya, sempurnakan." W khususyuaha dan dia sempurnakan khusyuknya. Warukuaha dan dia sempurnakan rukuknya. at kaaratan lima qblaha minunub maka salatnya akan menjadi penggugur dosa-dosa sebelumnyaam selama dia tidak mengerjakan dosa besarah dan ini berlaku setiap zaman, setiap hari sepanjang zaman, sepanjang waktu. Di sini perhatikan ee Utsman menyatakan ee syaratnya atau Rasulullah Utsman menukil dari Rasulullah syarat agar dosa diampuni adalah harus khusyuk. Dia perbagus wudunya dan perbagus khusyuknya, perbagus rukuknya. Jadi seakan-akan hati oke, ee wudu oke, khusyuk terkait dengan hati, rukuk terkait dengan ee zahir. Jadi batin zahir oke agar salat tersebut menjadi kafarah. menjadi kafarah. Jika tidak terpenuhi syaratnya, tidak menjadi kafarah. Datang juga dalam ee hadis yang lain, Utsman pernah berwudu kemudian dia berkata, "Man tawad dia mengatakan, roit Nabi sallallahu alaihi wasallam yatawad nahwui h pernah melihat Nabi berwudu seperti wuduku ini wudu yang sempurna." Waqala. Kemudian rasuah alaih wasallam setelah berwudu rasulah bersabda manawah wudui hmm sh rataini la yuhadditu fihima nafsahu ya la yuhadditsu fihima nafsahu gufiro lahu ma taqaddama min dambik gufir lahu ma taqaddama min dzambik kata kata nabi siapa yang salat dua rakaat dalam hadis yang lain tidak harus salat fardu dalam hadis Hadis yang kita bacakan dalam buku Syekh Abdur Razzaq hafidahullah terkait salat fardu. Ternyata datang dalam hadis lebih umum. Rasulullah pernah berwudu kemudian berkata, "Man tawad, siapa yang wudu sepertiku ini?" itu ada yang mengatakan maksudnya salat sunah wudu atau salat sunah apapun dua rakaat. Tumma yusoli rakatain. Setelah dia berwudu dia salat dua rakaat. Kemudian la yuhadditsu fihim nafsahu. Dia tidak mengajak jiwanya bercerita. Ini la yuhadis ituu tidak mengajak mengajak jiwanya bercerita. Yaitu maksudnya dia khusyuk. Ini maksudnya apa? Maksudnya khusyuk. Maksudnya kalau seorang salat kadang-kadang kan dia ngajak jiwanya cerita pergi ke mana? Pergi ke pasar. Dia mikir sesuatu dia apa namanya? Merencanakan sesuatu dalam hatinya. Ini namanya dia mengajak jiwanya untuk bercerita. Maka kalau dia salat dua rakaat wudunya sempurna meskipun salat sunah kemudian dia tidak dia khusyuk hatinya khusyuk batinnya khusyuk kata Nabi sallallahu alaihi wasallam gufir lahu ma taqdama min dambi akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Maka ini pentingnya khusyuk. Kita pengin setiap kita salat diambil dosa-dosa. Dan kaidah mengatakan kaidah jika ada amal ibadah yang dijanjikan diampuni dosa-dosa. Ternyata seorang itu tidak punya dosa. Mungkin dia salat sekarang sudah diampuni. Kemudian dia salat lagi. Apa yang mau diampuni? Dosanya enggak ada. Kalau dosanya enggak ada, maka derajatnya dinaikkan. Ibarat kalau orang umrah, dia umrah bulan lalu sudah diampuni dosa masalah. Ternyata dia umrah lagi e dua pekan dia umrah lagi, dia dosa-dosanya sudah kurang atau sedikit. Maka seandainya dosa-dosanya sedikit, sementara pahalanya pahala umrahnya besar, maka derajatnya yang dinaikkan. Ini kaidah berlaku. Jadi kalau ada ee ibadah-ibadah yang menjanjikan diampuni dosa, tapi ternyata orang yang melakukan ibadah dosanya sedikit atau tidak ada atau sedikit, maka derajatnya akan di dinaikkan. Maka ini ee pentingnya khusyuk. Namun para ulama memberi keringanan kalau dia salat kemudian dia mengajak berbicara dirinya tergantung. Kalau dia berbicara tentang akhirat yang terkait dengan kandungan bacaan misalnya dia baca lagi salat dia baca waqbuka all tabudu illa iyah wabil walidaini ihsana imblakalibar ahadumin ketika dia salat dia baca tentang ayat berbakti kepada kedua orang tua kemudian dia pikirannya melayang berpikir tentang kedua orang tua atau dia mendengar imam sedang berbicara tentang ayat tentang hari kiamat lalu pikirannya melayang tentang hari akhirat maka ini masih ditoleransi karena yang diajak bicara jiwanya tentang akhirat, bukan tentang dunia. Tapi yang tidak ditoleransi oleh para ulama yaitu mencoreng kekhusyukan ketika sedang dia salat kemudian pikirannya mikir dunia. Ini mencoreng kekhusyukan salat ya. Oleh karenanya ini saya bilang ini pembahasan penting karena kita semua butuh salat. Kita khusyuk kita pengin diam dosa-dosa. Tap hadis berikutnya Rasul sahu alaihi wasallam bersabda tentang pentingnya khusyuk. Haluna kiblati huna yakukumukum. Rasulullah berkata, "Tidaklah kalian lihat kiblatku di sini. Demi Allah, meskipun aku menghadap kiblat, tapi aku bisa melihat dari belakang kekhusyukan kalian dan rukuk kalian." Laum min warahri. Sungguh aku melihat kalian dari belakangku. itu Rasulullah memuji para sahabat bahwasanya para sahabat ketika mereka salat mereka khusyuk ya karena Nabi juga melihat mereka. Ini mukadimah pertama, mukadimah kedua kita bahas tentang definisi khusyuk ya. Yang pertama urgensi khusyuk urgensi tayib. Yang kedua ee definisi khusyuk secara bahasa dia maknanya adalah ee apa namanya? Ketundukan zul ya. Ketundukan yaitu ketundukan. Ketundukan itu ketenangan. Dalilnya banyak. Bahwasanya khusyuk maknanya adalah ketundukan, ketenangan. Seperti di sini ee Syekh Abdur Razq menukil firman Allah dalam surah at- Thaaha. 108 ya dalilnya Qurat surah 20 ayat 108 kata Allah Subhanahu wa taala aswatuahman fala tasma illa hamsa kau kau mendengar seluruh suara merendah khya suara khusyuk tenang tidak kau dengar kecuali bisik-bisik itu pada hari kiamat kelak orang enggak ada yang berani bicara seperti sekarang semua berbicara mengungkapkan di dunia ketika di hari akhirat mereka enggak berani ngomong khasyaatil aswad maka suara Mereka menjadi pelan, hanya desahan, hanya sedikit-sedikit suara. Itu namanya khusyuk secara bahasa. Di sini Allah menggunakan lafal wahasyaatil aswad, maka ee suara merendah. Jadi ee khusyuk secara basarnya ketundukan, ketenangan, kerendahan. Kemudian juga misal dalam surat Fusilat 39, Fusilat tentang bumi bisa lihat di PDF kata Allah Subhanahu wa taala, wam ayatihi ard khatanzalna. Dan di antara tanda-tanda Allah, kekuasaan Allah, engkau melihat bumi dalam kondisi khuk maksudnya kering, tidak ada kehidupan, tenang, khusyuk. Anzalna alaihal ma. Ketika kami turunkan air hujan ihtazat warabat. Maka kemudian bergerak dan subur tumbuh ada gerakan sudah tidak khusyuk lagi. Tapi Allah menamakan ee bumi yang tidak ada kehidupan, yang tidak tidak ada tumbuhan, tidak ada angin yang menghembus pohon, disebut dengan bumi yang khusyuk. Yang ini menunjukkan makna khusyuk ee adalah ee ketenangan. Adalah ketenangan. TB. Ini secara definisi. Secara definisi TIB. Terus yang dimaksud khusyuk ya sudah Ibu-ibu ini ya. Baik. Yang berikutnya yang terkait khusyuk terkait khusyuk. Khusuk asal tempatnya adalah di hati. Ya, perhatikan asal tempatnya di hati. Asal tempatnya di hati, yaitu ketundukan di hati. Ketundukan di hati. Makanya ini pembahasan kita tentang amalul qulub, islah qulub, perbaikan hati. Rasulullah bersabda sebagaimana disebutkan oleh Syekh attaqwa hauna yusirat. Rasulullah ketika eh menjelaskan tentang takwa ya Rasulullah mengatakan eh attaqwa hauna takwa tempatnya di hati ya takwa di hati sambil Rasulullah alaihi wasallam isyarat kepada dadanya tiga kali attqwa hah huna, attaqwa ya. Maka khusyuk hukum asalnya adalah di hati. Demikian juga disebutkan ada seorang yang melihat orang lain tentang khusyuk dalam badannya. Maka orang itu pun menegur dia mengatakan, "Wahai fulan, al khusyuk di sini. Khusyuk itu di sini sambil menunjukkan ke hatinya, bukan ke bahunya. Bukan kau khusyuk di sini." Karena ada orang yang kelihatannya khusyuk secara fisik, ternyata hatinya tidak khusyuk. Karena memang khusyuk asalnya tempatnya di hati. Makanya Hudzaifah pernah berkata, "Hati-hatilah kalian dengan khusyuknya orang-orang munafik." Ya, orang munafik tuh secara fisik mereka khusyuk, tapi hati mereka ke mana-mana. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wala yazkurunallaha illa qolila." Mereka tidak ingat Allah kecuali hanya sedikit. Ya, apa dimaksud khusyuknya orang munafik? Engkau melihat jasanya tanpa khusyuk, namun hatinya tidak khusyuk. Maka di sini hati-hati, waspada dengan khusyuk munafik. Apa itu khusyuk munafik? Tidak sinkron antara hati dengan tidak sinkron antara hati dengan tubuh. Tidak sinkron antara hati dengan zahir. Yaitu apa? Yang khusyuk zahirnya ini yang khusyuk. Zahirnya khusyuk, hatinya tidak khusyuk. Kita tidak pengin seperti ini. Orang lihat kelihatannya keren, khusyuk, ternyata tidak tidak khusyuk. Tib meskipun ee ee khusyuk tempatnya di hati hukum asal, tetapi ketika khusyuk di hati berdampak berdampak pada fisik, berdampak pada zahir. Maka Allah menyuruh kita untuk khusyuk batin dan fisik. Allah menyuruh ketika salat khusyuk batin dan fisik. Allah mengatakan dalam Al-Qur'an, waquumu lillahi qonitin. Hendaknya ketika salat berdirilah dengan qonit. Berdirilah dalam salat dengan qunut. Qunut itu apa? Makna qunut adalah khusyuk di antaranya. Yaitu khusyuk. Makanya orang ketika salat jangan sambil lihat kanan kiri banyak gerak. Enggak. seorang berusaha salat dengan khusyuk batin dan zahirnya. Jangan sampai khusyuknya orang munafik ya, tetapi ee ternyata hatinya tidak khusyuk. Makanya ee Umar bin Khattab pernah melihat seorang menyulurkan lehernya dalam salat. Maka Umar menegur, "Wahai orang memiliki leher." Ya, mengangkat leher. Bukan berarti kalau khusyuk itu harus begini. Khusyuk ya dalam hati ya. Khusyuk biasa-biasa aja. Jangan seakan-akan khusyuk, ternyata hati tidak khusyuk. Aisyah juga pernah melihat pemuda yang berjalan sempoyongan, hampir jatuh, hampir mati. Maka dia berkata kepada para sahabatnya, "Siapa mereka itu?" Dikatakan yang jalan dengan sempoyongan adalah ahli ibadah. Maka Aisyah mengingatkan, "Umar dulu berjalan dengan tegak dan cepat." Ya, kalau Umar ngomong, Umar bin Khattab jelas. Jika memukul auja menyakitkan. Jika makan beliau kenyang. Dan beliau adalah ahli ibadah sejati. Maksudnya ahli ibadah tuh bukan berarti lemas ya. Yang khusyuknya itu di hati takut kepada Allah. Bukan di fisik doang. Itu namanya khusyuk orang munafik ya. Karenanya Fudhalil bin Yad berkata, "Termasuk hal yang dibenci adalah seorang menampakkan khusyuk dengan suatu yang lebih dari apa dalam hatinya." Para ulama dulu membahas ketidaksinkronan antara hati dengan fisik itu namanya kemunafikan. Makanya Fudil mengatakan termasuk perkara yang dibenci seorang menampilkan secara fisik seakan-akan khusyuk ternyata hatinya jauh dari kekhusyukan, jauh dari tunduk kepada Allah. Hatinya gelisah, tidak khusyuk, tidak tunduk kepada Allah Subhanahu wa taala. Karenanya Ibnu Taimiyah, lihat halaman 94. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, "Khusyuk mengandung dua makna. Pertama, tawadu dan hati. kedua diam tenang. Inilah tadi. Jadi ini dua ee dua khusyuk. Jadi ketundukan hati adalah bagian khusyuk dan berdampak zahir. Jadi hati tawadu rendah diri. Adapun yang e di zahir tenang. Maka orang kalau salat dengan khusyuk maka dia fisik zahirnya juga akan tenang. Ya. Adapun kalau dia gelisah-gelisah berarti dia banyak pikiran sehingga berarti dia tidak khusyuk hatinya. Maka ini harus kita ingat ya. Agar kita tahu bahwasanya khusyuk memang asalnya di hati. Makanya kita bahas tentang amalan hati, tetapi dia punya dampak dan dia punya ee ekspresinya dalam zahir bahwasanya zahirnya seorang ee juga khusyuk ketika sedang salat tidak banyak gerak. Maka inilah sifat utama orang beriman. Allah berfirman, "Qlahhal mukminun allina hum khun." Sungguh beruntung orang beriman yang mereka khusyuk dalam salatnya. Bab kalau begitu sekarang kita bahas tentang bagaimana apa yang bisa membantu kita untuk khusyuk ya. Cara agar kita bisa khusyuk ya. Jadi intinya ee ee apa namanya? Khusyuk ada dua. Pertama, khusyuk munafik. Khusyuk mukmin. Kalau khusyuk munafik, munafik yang khusyuk zahirnya. Yang khusyuk zahirnya. hatinya tidak. Hatinya tidak. Ini yang pertama. Tadi Fudil bin Iyadsyat lagi. Dia mengatakan ee zahirnya lebih daripada khusyuk hatinya. Khusyuk zahirnya lebih dari khusyuk batinnya. Ini pun sudah dianggap munafik. Orang beriman khusyuknya adalah sinkron ya, sinkron antara hati dan zahir, batin dan zahir. Wallahuam bisawab. Sekarang kita akan bahas ibu-ibu yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala tentang bagaimana cara seorang untuk khusyuk dalam salat. sudah cara atau kiat-kiat khusyuk dalam salat. Di sini Syekh Abdul Razak mengatakan, "Ya, perkara yang bisa membantu seorang untuk mewujudkan khusyuk dalam salatnya adalah hatinya memahami segala makna. pertama ee jadi dari sisi ya ee tentu yang pertama sebelum itu dia harus sadar dia berhadapan di hadapan Allah sedang sadar sedang berdiri di hadapan Allah. Makanya Ibnu Qayyim dalam satu kalimatnya mengatakan bahwasanya seorang hamba dia punya dua maqaman. Dia berdiri di depan Allah dua dua model berdiri. Jadi setiap hamba punya setiap hamba setiap hamba kata Ibnu Qayyim ada dua makam yaitu dua berdiri di hadapan Allah. di hadapan Allah. Apa dua berdiri tersebut? Pertama, berdiri ketika salat itu di dunia. Dan yang kedua berdiri ketika hari kiamat. Berdiri di hadapan Allah. Dua-duanya sekarang di hadapan Allah. Berdiri kita salat di hadapan Allah di dunia, berdiri di hadapan Allah di akhirat. Ibnu Qayyim mengatakan siapa ini? Ini melazimkan ke sini berdampak. Siapa yang di dunia ketika berdirinya baik, dia akan beri di akhirat dengan baik pula. Siapa yang di dunia berdirinya enggak baik maka dia akan kurang baik juga di akhirat. Dan itu benar. Maka dalam hadis kata Rasul sahu al wasallam, awalu ma yabu aldu min amalat. Yang pertama kali Allah hisab seorang hamba salatnya. Fain shirul amal. Kalau salatnya baik maka yang lain juga baik. Fasudat fasudirul amal. Kalau buruk salatnya salat yang lain juga buruk. Maka seorang ketika dia supaya khusyuk dia menghadirkan saya ini sedang Allah. Kalau saya berdirinya bagus sekarang saya akan mudah berdiri di hadapan Allah ketika di padang mahsyar. Ketika dihisab, ketika di mizan, saya akan terus berdiri di hadapan Allah. Dan kita tahu di antara nama hari kiamat adalah yaumulqiamah. Yaumul kiamah hari berdiri. Hari berdiri. Karong tidak ada duduk tidur di hari kiamat. Enggak. Semua berdiri. Maka ini kita hadirkan. Ya Allah, saya bisa berdiri dengan baik sekarang. Mudah-mudahan Allah membuat saya berdiri dengan indah pada hari kiamat ketika di hadapan Allah langsung. Sekarang kita berdiri di hadapan Allah tapi di dunia ini satu. Nah, jadi kita harus tahu siapa kita beri. Kita sedang beri dengan siapa. Kalau seorang beri di hadapan raja, di hadapan gurunya, tentu dia penuh dengan penghormatan, apalagi di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Yang kedua kata Syekh Abdul Razak tadi ya ee di antara yang membantu mewujudkan khusyuk adalah memahami makna Al-Qur'an dan nama-nama sifat-sifat Allah ya. Memahami kandungan makna. Baik. Kandungan makna tersebut apa yang dipahami? Ada pertama terkait nama-nama Allah. Berusaha seorang memahaminya sifat-sifat Allah. Terus konten yaitu kandungan makna ayat. Kemudian kandungan bacaan salat, zikir-zikir atau bacaan-bacaan salat. Maksud saya, Ibu-ibu dirahmati Allah Subhan, kalau seorang memahami makna-mana ini sangat membantu dia untuk apa? Bembantu dia untuk bisa khusyuk. Ya, Ibnu Qayyim mengatakan sini contoh kita bacakan di sini. Kata Ibnu Qayyim rahimahullah, "Sesungguhnya jika berdiri di hadapan Rabbnya maka dia mempersikan dengan hatinya akan maha kuasanya Allah." Dia mengat Allahu Akbar. Dia memahami bacaan salat. Allahu Akbar. Dan akbar dia makna. Makna akbar itu Allah Maha Besar dari segalanya. Makhluk begitu kecil. Wal ardu jamian qdatu yaumalqiamah. Bahwasanya bumi dalam genggaman Allah pada hari kiamat. Wasamawat matwiatum biyamini. bahwasanya pada hari kiamat langit dilipat dengan tangan kanan Allah subhanahu wa taala Allahu Akbar dia paham tentang B dia sedang berhadapan dengan Allah makanya dia mengatakan orang Allahu Akbar seakan-akan dia melepaskan dunia seluruhnya untuk fokus kepada Allah ada yang mengatakan Allahu Akbar maksudnya dia pasrah tunduk di hadapan Allah subhanahu wa taala makanya dia angkat tangan seperti orang pasrah. Kemudian kata Ibnu Qayyim, setelah itu dia baca doa istiftah. Subhanakallahumma wabihamdika tabarakmua wa taala jadduk wala ilaha ghairuk. Maha suci Engkau ya Allah. Dia berusaha maknanya. Mahami. Wabihamdika. Maha suci Engkau. Engkau maha suci dari segala kekurangan. Maha suci dari ee dari kesyirikan. Zatmu maha esa. Ee engkau tidak ada kekurangan sama sekali. Tidak baik tidak boleh disekutukan. Yang maha suci. bihamdika memuji engkau sambil memujimu karena engkau memiliki sifat-sifat yang terindah ya yang seluruh sifatmu adalah sempurna. Tabarokasmuk itu yang maha berkah wa taala jadduk dan tinggi kedudukanmu. W ilaha ghairuk dan tidak tuan selainmu. Maksudnya Ibnu mengajak kita ketika baca gak usah buru-buru ya. Subhanakallahumma wabihamdika ya. Kemudian kita baca tabarokmuk wa taala jadduk wah ghairuk. Subhanakallahumma wabihamdika tabarokmuk wa taala jaduk. Jadi itu istiah yang paling cepat. Tabarakasmuk maksudnya Allah maha berkah. Sehingga tidak ada disebut nama Allah dalam segala sesuatu kecuali akan kebaikannya bertambah. Karena makna berkah yaitu menambah kebaikan. Tidak ada musibah kita ingat Allah kecuali musibah tersebut akan berkurang. Ya, tidak ada setan yang menggoda ketika mengut nama Allah kecuali setan itu kabur. Nama Allah berkah. Itu maknanya tabarakasmu. Maha suci, maha berkah namamu. Ya, tidak ada yang sedikit kecuali menjadi terasa banyak keberkahan nama Allah. Wa taala jadduk yang Allah maha tinggi besar. Maha tinggi, kedudukannya tinggi. Tidak ada kedudukan yang lebih tinggi daripada Allah. Dialah yang maha maha tinggi. Allah maha tinggi. Kita ini bukan siapa-siapa. Setelah itu, setelah membaca doa istiftah, kita beristiadah. Lihat halaman ee 97. Kemudian kata Ibnu Kim, jika seorang mengucapkan azubillahim minasyaitanirrajim, ini nambah kekhusyukan. Sub setan kadang datang kita sedang salat. Kalau setan datang, kita boleh mengatakan azubillah sambil kita ludah sebelah kiri agar dia tidak menggoda. Terkadang dia datang membawa pikiran yang macam-macam, kekhawatiran macam-macam. Setan menggoda ingin merusak salat kita. Bahkan namanya setan khanzab yang kalau dia dengar azan dia kabur. Kalau setelah azan selesai dia datang mulai menggoda. Dia mengatakan uzkur kad uzkur kad. Jadi ada setan spesialis menggoda orang salat. Dia buat suruh ingat suruh ingat sehingga kitaanya pikiran ingat macam-macam sampai barang hilang ingat ketika sedang salat. Solusi hilang ingat ketika sedang salat. setan sehingga kita lupa untuk bahwasanya kita sedang connecting dengan Rabbul Alamin. Maka perlu bagi kita agar kita bisa khusyuk kita auzubillahiminasyaitanirrajim. Setelah itu kita baca alfatihah. Alhamdulillahi rabbil alamin arrahmanirrahim maliki yaumiddin. Perhatikan Alfatihah Ibnu Qayyim mengajak kita untuk merenung. Kata Ibnu Qayyim, "Jika mengucapkan ahlbul alamin maka berhentilah sejenak sambil menunggu jawaban Allah." Karena dalam hadis hadis qudsi Allah mengatakan, "Qala abdi alhamdulillahi rabbil alamin." Jika hambaku berkata alamin aku mengomentari kata Allah aku berkata hamidani abdi. Hambaku telah memujiku. Wa qala abdi arrahmanirrahim. Hambaku mengucapkan Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Allah mengomentari berkata asna alai abdi sungguhnya hambaku telah menyanjungku. Waqala abdi. Jika hambaku berkata maliki yaumiddin yang menguasai pembalasan, maka Allah mengomentari berkata majadani abdi. Sesungguhnya hambaku telah mengagungkan aku. Maka Ibnu Qayim menyuruh kita untuk kita apa namanya? Ee ee kita ee apa namanya? menghidupkan dalam hati kita ya. Bahwasanya kita tahu Allah respon kita. Maka jangan baca cepat-cepat. Alhamdulillahrahmanirrahim. Maliki yaumidin. Baca pelan-pelan satu-satu sebagaimana sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Alhamdulillahiabbil alamin arrahmanirrahim maliki yaumiddin. Ya, setiap kita bilang Allah kita hadirkan dalam diri kita, Allah menjawab. Allah menjawab. Kita sedang bermunajat. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Fainnahu abda fati fainnahu yunajibahu." Sesungguhnya seorang hamba ketika sedang salat, dia sedang berbicara-bicara, berbincang-bincang. Munajat itu artinya perbincangan dua dua pihak. pelan-pelan bisik-bisik. Kemudian Ibnu Qayim mengajak kita untuk merenungkan makna nama-nama Allah. Di antara yang perlu kita renungkan selain ee kandungan bacaan salat, nama-nama Allah. Nama-nama Allah Rabbul Alamin. Apa makna Rabb? Arrab yaitu yang pengatur, yang ngurus. Kita semuanya ngurus semua. Alam semesta Allah yang tarbiah. Allah yang ngurus. Rabb dari tarbiyah. Seperti seorang ibu yang mentarbiah anak. Dia yang ngurus, dia yang ini, dia yang ini, dia demikian pula alam semesta Allah mengurus seluruhnya. Makanya Allah menyebut tentang langit dan bumi. Kata Allah, "Wa yaudu hifzuhuma." Tidak susah bagi Allah untuk menjaga langit dan bumi. Kalau Allah tidak jaga bumi dan langit hancur. Kita nih semua diurus oleh Allah. Dia Rabbul Alamin, pengurus seluruh alam semesta. Dari awal dia ciptakan, dari kemudian dia kasih rezeki sampai dia matikan, sampai dia bangkitkan semuanya Allah subhanahu wa taala. Rabb ini makna yang sangat agung. Rabbul alamin ya. Pengurus, pentarbiah seluruh alam. Yang memberi rezeki, yang memberi kadar ini, takdir semuanya Allah subhanahu wa taala. Arrahmanirrahim. Ketika kita baca arrahman arrahmanirrahim ya alhamdulillahi rabbil alamin arrahmanirrahim maka kita ingat Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Kita hadirkan betapa sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Lebih sayang kepada ee daripada kasih sayang seorang ibu kepada anaknya kita hadirkan. Betapa banyak kita masalah kemudian kita curhat kepada Allah, maka Allah beri solusi. Tidak ada yang mendengar kecuali Allah Subhanahu wa taala. Ketika semua orang meninggal kita, maka Allah tidak pernah meninggalkan kita. Ketika kita menyampaikan kepada orang, hati kita semakin sempit. Kita sampaikan kepada Allah, hati kita semakin lapang. Banyak ya. Allah maha pengasih, Allah maha penyayang. Apalagi ketika kita baca Maliki yaumiddin. Maliki yaumiddin. Maliki yaumiddin yaitu penguasa alam semesta. Raja dalam sebagian qiraah Maliki yaumiddin. Raja di hari kebangkitan. Hari kebangkitan tidak ada yang ngatur kecuali Allah. Semuanya tunduk. Kalau di dunia sekarang raja-raja sombong, angku, mau e unjuk gigi, mau tampilkan hidung. Di hari kiamat semuanya ketakutan. Wasyaatil aswad. Semua suara merendah. Tapi Allah mengatakan, "Anal malik anad dayyan." Aku adalah raja. Aku adalah sang maha pemberi pembalasan. Aina mulukl ard? Mana raja-raja dunia? Enggak ada yang bisa nampakkan. Maksudnya menampakkan dirinya. Semuanya ketakutan. Hari kiamat semuanya ngurus Allah yang membangkitkan, yang menghancurkan alam semesta. Samaun fatarat ketika langit terbelah. Ya samaqat ketika langit semakin dirobek oleh Allah subhanahu wa taala ya kusitat ya sama kusitat ketika langit dilepaskan dari bingkainya oleh Allah subhanahu semuanya Allah yang atur ketika lautan kemudian dirubah jadi lautan api ketika lautan meluap ketika gunung-gunung siapa yang siapa yang bisa bikin semua Allah subhanahu wa taala hari kiamat raja hari kiamat siapa yang bangkitkan manusia siapa yang mumpul dalam kondisi kelan panjang di bawah trik matahari. Siapa yang turun matahari? Siapa yang memukulan mereka? Siapa yang menyidang mereka? Siapa yang menghisab mereka? Allah semata. Dia benar-benar Maliki Yaumiddin. Raja hari kebangkitan. Siapa yang menyidang mereka memutuskan perkara-perkara di antara manusia yang tidak selesai di dunia akan selesai di akhirat? Semua bukti ada pada Allah. Semuanya Allah sendirian. Siapa yang menghisab semuanya? Manusia Allah sendirian. Wahua sariul hisab. dan hisabnya sangat cepat. Siapa yang menyuruh mereka untuk melewati sirat? Allah Subhanahu wa taala. Siapa yang mengatur kalalib? Besi-besi yang mencabik-cabik di pinggir sirat Allah subhanahu wa taala. Siapa yang menyelamatkan Allah? Siapa yang menjatuhkan dalam neraka Allah? Siapa yang masukkan surga? Allah. Siapa yang masukkan neraka Allah subhanahu wa taala. Maka dia Maliki hari yang sangat dahsyat. Hari yang di mana kita sangat membutuhkan kasih sayangnya. Arrahmanirrahim. Kasih sayang Allah kita sangat butuhkan pada hari kiamat kelak. Hari yang sangat dahsyat. Makanya dalam hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Man eh man nafasa eh akhibatan dunya nafasallahu qurban minumilqiamah." Siapa yang meringankan beban saudaranya di dunia, Allah akan ringankan bebannya di akhirat. Allah tidak, Nabi tidak bilang Allah ringankan bebannya di dunia pula. Kenapa? Karena beban dunia enggak ada apa-apanya dibandingkan beban akhirat. Penderitaan dunia masih bisa kita hadapi. Penderitaan akhirat sangat dahsyat. Tadi turun satu milik sudah sangat dahsyat. Oleh karenanya seseorang ketika baca Maliki yaumiddin maka dia menghayati. Setelah dia memuji Allah Subhanahu wa taala ya kemudian dia apa namanya? Baru berdoa iyaka na'bud wa iyaka nastain. Itu dia menunjukkan pengakuan. Menunjukkan pengakuan. tadi ee sebelum kita lanjutkan ya iyaka na'budu wa iyaka nastain contohnya ee kemudian iyaka na'bud yaitu dia bertawasul dengan amalnya hanya kepada Engkaulah kami beribadah kami tidak syirik kami tidak cari pujian kami tidak cari sanjungan manusia wa iyaka nastain kami hanya berhasil dengan pertolongan engkau ya Allah setelah bertahus amal salehnya baru dia mengajukan permohonan ihdinasiratal mustaqim ya Allah tunjukkan aku jalan yang lurus amanah tunjukkan jalan yang lurus ya Allah tunjukkan aku Masih banyak kebaikan yang belum aku ketahui. Tunjukkanlah aku. Ya Allah, kalau kau sudah tunjukkan aku pada kebaikan, istikamahkanlah aku. Kalau kau sudah tunjukkan aku dalam kebaikan, jadikanlah aku bisa menjalankan kebaikan tersebut dengan hidayahmu supaya sempurna menjalankannya. Karena banyak kebaikan tidak bisa kita kerjakan dengan baik. Allah sudah tunjukkan kita bisa kerjakan seadanya. Kita pengin petunjuk dari Allah agar bisa menjalankan kebaikan dengan sebaik mungkin. Kalau sudah bisa yang baik, istiqamah sampai hari sampai kita meninggal meninggal dunia. Ini namanya ihdinasiratal mustaqim. Sehingga kita senantiasa butuh hidayah setiap saat. Butuh hidayah agar selamat dari kemaksiatan. Butuh hidayah agar dibuka cakrawala baru tentang kebaikan. Butuh hidayah agar tertarik melakukan kebaikan tersebut. Butuh hidayah agar bisa menjalan kebaikan tersebut dengan sempurna. Butuh hidayah agar kita bisa istikamah dalam menjalankan kebaikan. Tidak mudah. Maka ini adalah doa yang paling agung. Ihdinasiratal mustaqim. Alimadin. Amin. Yaitu jalannya orang-orang yang telah Kau beri nikmat, jalannya Nabi, para syuhada, para salihin. Bukan jalannya orang Yahudi yang punya ilmu tapi dikerjakan. Jangan sampai aku begitu ya Allah. Jangan sampai aku seperti Yahudi punya ilmu aku enggak ngerjain. Walin. Dan jangan sampai aku seperti Nasra semangat beribadah tapi enggak punya ilmu. Jangan. Kita pengin tengah-tengah beribadah dengan ilmu. Ini maksudnya kandungan al-Fatihah saja. Kalau orang merenungkan dia akan khusyuk dalam salat. Siapa di antara kita yang mau merenungkannya? Bab demikian juga di antara misal tadi tadi kan ee Ibnu Qayim bahas tentang doa istiftah. Ibnu Qayyim rahimahullah membaca tentang daifnya tadi ya. Subhanakallah wabihamdik wa tabarakasmuk wa taala jaduk wa ghairuk. Tadi sudah kita bahas maknanya secara sederhana. Ibnu Qayyim juga bahas misalnya doa istiftah yang sebenarnya ini adalah lautan untuk kita renungkan. Maknanya luar biasa ya. Dilihat di halaman 45 halaman 100 saya bacakan dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu rasul sahu alaihi wasallam annahu qati qala adalah Rasul sahu alaih wasallam kalau salat beliau baca doa istiftah. Doa isif yang kita kadang cuma hafal awalnya. Aku menghadapkan wajahku kepada yang telah menciptakan langit itu. Aku fokus. Aku tidak menghadapkan wajah. Tapi kepada yang mencipta langit dan bumi. Bukan hanya menciptaku saja mencipta langit dan bumi dan semua isinya. Hanifah dalam kondisi condong bertauhid. Wama ana minal musyrikin. Dan aku bukan orang syirik. Aku tidak sedang mencari perhatian orang. Aku tidak sedang beribadah kepada orang lain. Tapi aku sedang beribadah kepada engkau ya Rabb. Kemudian kemudian berikrar inatiusuki. Sesungguhnya salatku dan sembelihanku w mati hidupku seluruhnya memati kematianku hanya untuk engkau lillahi rabbil alamin. Aku hidup kegiatanku semuanya untuk engkau ya Allah dan aku mati juga menuju Engkau ya Allah. La syarikalah tidak ada sekutu bagimu. Wabidalika umirtu. Dan itulah aku diperintahkan wa ana minal muslimin. Aku termasuk orang yang pasrah tunduk kepadamu. Bab ini doa istitah panjang. Masih ada lanjutannya. Baru kemudian berdoa, "Allahumma antal maliku la ilahailla anta." Ya Allah, sesungguhnya Engkau sang raja. Tidak ada yang seraja selain Engkau. Tidak ada Tuhan selain engkau. Antabi, engkau adalah Tuhanku. Wa ana abduk. Dan aku adalah hambamu. Kemudian pengakuan. Dolamtu nafsi. Aku telah menzalimi diriku. Banyak maksiat aku lakukan. Maksiat pandangan, maksiat pendengaran, maksiat lisan, maksiat hati. Wataru bidambi. Dan aku mengakui dosa-dosaku. Fagfirli dunubi jamian. Maka kalau aku mengakui dosa-dosaku ya Allah dan aku mengakui ampunilah dosa-dosaku seluruhnya. Innahu la yagfirudun illa an. Tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali engkau. Tidak ada yang bisa mendosa kecuali engkau. Kemudian minta agar diberi petunjuk. Wahdini lianil akhlak. Ya Allah tunjukkan aku kepada akhlak yang terbaik. Aku gak bakalan bisa beradab. Aku enggak bakalan bisa berakhlak. Aku enggak bakalan bisa ikhlas. Aku enggak bisa bakalan sabar. Aku enggak bakalan bisa tawadu kecuali engkau yang tunjukkan. Tidak ada yang bisa beri menunjuk petunjuk kepada akhlak terbaik kecuali engkau. Dan jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk dari kesombongan, keangkuhan, ujub, merendahkan orang lain, emosional, temperamental, suka pamer kekayaan, suka pamer kesenangan. Ini semua akhlak yang buruk. La yasrifu. Tidak ada yang bisa memalingkan aku buruk kecuali engkau. Labbaik wasik. Aku pun panggilanmu ya Allah. Wal khairu kulluhu fi yadaik. Dan segala kebaikan di tangan Engkau ya Allah. Bukan di tangan siapa-siapa. Kebahagiaanku bukan di tangan istriku. Kebahagiaanku bukan di tangan suamiku. Kebahagiaanku bukan di tangan bosku. Kebahagiaanku bukan di tangan kawanku. Kebahagiaanku bukan di tangan penguasa. Bukan. Kebahagiaanku di tangan engkau. Segala kebaikan di tanganmu. Wasyaru laisa ilaik. Dan tidak ada keburukan disandarkan kepada engkau. Anabika wa ilaik. Nabika maksudnya aku bersandar kepada engkau wa ilaik dan aku menyerahkan urusanku kepadamu. Tabarakta wa taala. Engkau maha suci, engkau maha tinggi. Astagfiruka wa atubi ilaik. Aku mohon ampun kepadaku bertobat kepadamu. Ini istiftah tapi luar biasa maknanya. Dan seluruh doa-doa kalau kita memahami maknanya membantu kita untuk khusyuk. Ya, seperti istiftah Allah baid baini wain khaya. Maknanya semua indah. Kemudian ketika rukuk, ada doa rukuk kita tak hafal misalnya subhana rabbiyal adzim ya subhanakallahumma rabbana wabihamdika Allahumagfirli. Alhamdulillah kita ini doa-doa ini semuanya maknanya agung. E makanya ada kadang kita rukuk kita tidak mengaungkan Allah. Betapa banyak orang rukuk kepada orang lain. Jangankan rukuk dia hanyukkan kepala dia dengan penuh pengagungan. Gurunya lewat penuh pengagungan. Apalagi penguasa lewat penuh pengagungan. yang perasaan tersebut tidak dia hadirkan ketika dia sedang rukuk di hadapan Rabbul Alamin, raja diraja sambil mengucapkan subhana rabbiyal adzim maha suci Engkau yang maha agung. Terkadang kita tidak menghendikan. Maka terkadang kita harus merenungkan apa yang sedang kita baca. Kita baca doa rukuk subhana rabbiyalazim. Lihat orang-orang mengagungkan makhluk luar biasa. Dua duduk gini a sudah mengung luar biasa takut luar biasa. makhluk sama ketika dia rukuk perasaan itu hilang tidak ada pengabungan kepada Allah. Kemudian di antara doa rukuk misalnya subuh qudusu rabbul malaikati waruh ya ya subhanail malaquuti wal jabaruti wal kibriai walamah. Ini di antara doa rukuk. Di antara doa ruku Ibnu Qayyim sebutkan sini. Allahumma laka rak wabika amantu wak aslamtu khya alaka sami wuki wami wa. Ini ini di antara makna ketika ada makna khosyaalaka sami. Kita ketika rukuk kita boleh baca Allahummaak rakatu. Ya Allah aku rukuk karena engkau bukan karena apa-apa. Wabika amantu dan aku beriman kepadamu. Walaka aslamtu dan aku tunduk kepadamu. Kemudian beraka pendengaranku menjadi khusyuk kepadamu. Was penglihatanku juga khusyuk kepadamu. Whi dan otakku atau sumsumku. Waomi tulangku wa asobi dan ototku semua tunduk kepadamu. Doa ini indah. Sehingga orang kalau baca doa seperti ini dia mau tidak mau dia akan khusyuk. Ya Allahumak wika amantu aslam wa maknanya indah. Hafalah berusaha untuk hafal agar kita variasi ketika sedang rukuk. Kalau kita samiallah liman hamidah rbana lakal hamdu. Ya Allah kepada Engkaulah seluruh pujian milamawati wal ard. Pujian yang saya sampaikan kepadamu adalah pujian sepenuh langit dan bumi. Yang memenuhi antara langit dan bumi. Bahkan lebih daripada itu yang kau kehendaki. Itu pujian tanpa batas. Kita baca gitu supaya kita muji Allah. Makanya ee apa namanya? Orang akan khusyuk. Kalau sujud jangan lupa selain subhana rabbiyal a'la banyak doa-doa sujud. Di antaranya Allahumma laka sajadtu. Ya Allah karena Engkaulah aku sujud. Wabika amantu wak aslamtu. Aku beriman kepada engkau. Aku Islam kepadamu. Sajada wajhilladzi khalaqahu wasarahu waqo samahu wa basarahu. Wajahku telah sujud kepada engkau yang telah menciptakan wajah ini. Yang telah memberi rupa wajah ini dengan berbagai macam bentuknya. Wasyaqasama yang membuka pendengaran buat kepalaku ini. W basar yang buat mataku bisa melihat. Tabarakallah asrul khqin. Maha suci Allah sebaik-baik pencip pencipta. Dia berdoa ini orang kan khusyuk. Dan ketika sebelum akhir tasyahud tasyahud kemudian jangan lupa baca doa. Allahumfirli ma qaddamtu w akartu w asart wantu w an minni w as w antal muqad antal muakiru. La ilahaill anta. Di antara doa tasyahud sebelum doa setelah tasyahud sebelum salam ini. Allahumfirli ma qadamtu. Ya Allah ampun dosa yang telah aku lakukan. W aktu yang akan aku lakukan. Wantu yang aku lakukan dengan terang-terangan. W as yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi. W as aku berlebihan dalam melakukannya. W an dan dosa yang kau lebih tahu yang aku tidak tahu atau aku lupakan. Aku tidak tahu. Antal muqadim antal muhair. Yang anda engkaulah yang menentukan, yang memajukan mundurkan, ya Allah. Antal muqadim, antal muakhir lailahaillallah anta. Tidak ada sembahan kecuali engkau. Maka orang ketika itu akan salat dengan khusyuk. Tib. Ini intinya kalau ingin khusyuk nama-nama Allah harus direnungkan, sifat-sifat Allah, kandungan makna-makna ayat. Kalau kita sedang dengar ayat, kandungan bacaan salat sangat penting. Kemudian mungkin di antaranya kita lupa variasi dalam kandungan bacaan, dalam bacaan salat. Karena ini ee apa namanya? Membuat kita tidak boring dan tidak satu. Kalau kita baca saja terkadang kita langsung otomatis ngomong kita tidak pahami maknanya. Tapi kalau kita variasi ini membuat kita semakin khusyuk. Kemudian di antaranya tadi ee ee meyakini Allah sedang menilai, sedang menilai kita. Makanya Allah berfirman, tawakal alal alal azizir rahim. Kata Allah, "Bertawakallah kepada zat yang maha perkasa dan maha penyayang. yang melihat engkau ketika kau sedang berdiri salat dan Allah melihat kau bagaimana gerakan bersama orang sujudim. Sesungguhnya Allah mendengar lagi jadi Allah melihat kita. Allah sedang menilai kita sehingga kita lebih khusyuk karena kita sedang dinilai oleh Allah. Artinya kalau seorang lagi salat ada CCTV semua orang lihat dia khusyuk-ngkusyuk terpaksa semua orang nilai tapi kita tahu Allah sedang menilai salat kita. Mungkin ini ibuibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala bisa sampaikan semoga Allah menganugerahkan khusyuk dalam salat. Jangan lupa kita berdoa, "Ya Allah marzuqna al khusyua fishat." Ya Allah anugerahkanlah kepada kami khusyuk dalam salat. Siapa yang khusyuk dalam salat, dia akan nikmat. Kalau dia sudah nikmat dalam salat, khusyuk dalam salat, dia akan hobi salat. Tapi kalau dia merasa salat berat, hatinya berat, susah dia salatnya enggak semangat. Tapi kalau dia sudah khusyuk, sudah tenang, dia akan hobi salat. Seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Jilat fat." Allah menjadikan kebahagiaanku dengan salat. Rasulullah berkata, "Ya Bilal, arihna salat." "Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan salat." Kapan dia bisa nikmat dalam salat? Ketika dia meraih kekhusyukan dalam salat. Wallahu taala alam bib. Demikian saja ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Insyaallah kita lanjutkan kesempatan yang lain. Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories