Transcript
2bZX37RnRBk • Serba-Serbi Sholat #5: Tata Cara Sholat: Niat dan Berdiri
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2693_2bZX37RnRBk.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi
ilahaillallah wahdahu la syarikalahu
anna muhammadan abduhu
allahumma shi alaihi waa alihi wahi wa
ikhwan. Hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Pada kali ini
kita akan membahas tentang tata cara
salat ya. Tentang tata cara salat ya.
Dan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ee bersabda, "Solu kama
roitumuni usoli." Salatlah sebagaimana
kalian melihat aku salat. Ya, bahkan
Rasul sahu alaihi wasallam pernah salat
di atas mimbar agar terlihat oleh banyak
orang. Kemudian ketika sujud, beliau
turun dari mimbar. Kemudian beliau naik
lagi di atas mimbar hingga orang-orang
ee melihat beliau salat dan beliau
mengatakan supaya kalian bisa mengikuti
tata caraku salat. Ini sebagaimana
ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam
berhaji. Rasul sahu alaihi wasallam
sengaja berhaji naik unta sehingga
menjadi pusat perhatian. Dan Rasul
wasallam mengatakan, "Kudu manasikakum."
Ambillah dariku tata cara manasik haji
kalian. Maka seorang berusaha salat
sebagaimana diajarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Dan kita
akan masuk dalam masalah fikih.
Sebagaimana kita ketahui masalah fikih
adalah masalah yang
permasalahan-permasalahan banyak
permasalahan silafiah, permasalahan
perselisihan di kalangan para ulama.
kita perlu mengenal ya agar ee kita bisa
apa namanya memahami kalau ada pendapat
yang lain ya. Terutama kalau kita ke
Masjid Nabawi atau Masjid Haram kita
lihat orang salat beraneka ragam ya.
Beraneka ragam karena memang ada di situ
sebagian permasalahan yang
diperselisihkan. Ada yang memandang ini
lebih baik, ada yang memandang itu lebih
baik. Dan banyak permasalahan khilaf
tersebut bukan karena hawa nafsu, tetapi
karena ee
perbedaan sudut pandang dalam menyikapi
sebagian dalil. Ya, dalil ini dipahami
demikian, dalil itu dipahami demikian
sehingga terjadi perbedaan sudut pandang
sehingga terjadi perbedaan ee pendapat
dalam permasalahan-permasalahan fikih.
Bab ee kita mulai dari tata cara salat.
Yang pertama adalah masalah niat.
Masalah niat.
Niat dalam salat. Niat untuk salat.
Babalah niat ada beberapa permasalahan.
Yang pertama permasalahan apakah niat
rukun atau syarat. Niat itu
rukun
ataukah syarat salat.
Sudah kita jelaskan ya. ee kalau rukun
dia bagian daripada ibadah itu sendiri.
Dari mahiyah mahiyatus itu bagian dari
ibadah itu sendiri. Adapun syarat di
luar seperti kita sudah bahas pada
pertemuan sebelumnya ee syarat-syarat
biasanya terkait dengan persiapan
menghadap kiblat masuk waktu. Tapi dia
bukan hakikat salat itu sendiri. Dia
hanyalah persiapan sebelum ee salat
berupa menghadap kiblat, bersuci,
kemudian ee apa namanya? Waktu salat
sudah masuk itu disebut dengan apa? s
syarat. Adapun kalau berdiri rukuk sudah
jelas itu rukun. Nah, sekarang niat ini
bagaimana? Niat ini ada dua pendapat.
Ada yang mengatakan dia adalah syarat ya
khilaf ya. Ada yang mengatakan syarat.
Ada yang mengatakan apa? Ru rukun.
Dianggap syarat karena dikatakan niat
itu bukan dari hakikat salat, tapi dia
adalah niat untuk melakukan salat
sehingga dia di luar daripada hakikat
salat. Ini sekedar istilah saja. Ada
yang mengatakan syarat ditinjau dia di
luar hakikat apa? Salat. Dikatakan rukun
karena ada yang menganggap niat itu
harus dalam salat. Bahkan niat itu,
sebagaimana pendapat mazhab Syafi'iyah
harus dihadirkan ketika takbiratul ihram
sehingga dia masuk dalam hakikat salat.
Ya paham ini? Insyaallah enggak masuk
ujian karena susah ya.
Bab ala kulihal. Apakah kita berpendapat
dia syarat atau rukun? Semua sepakat
ulama bahwasanya niat harus ada. Harus
niat salat. Salat tanpa niat tidak sah.
Salat tanpa niat tidak tidak sah. Ya,
intinya sepakat
salat harus dengan niat.
Karena ada orang mungkin
bergerakan-gerakan dia cuma sekedar
tidak niat salat yang sekedar latihan
salat misalnya ya. Latihan salat dia
tidak sedang niat untuk apa? Salat. Dan
kalaupun salat salat apa? Salat banyak.
Ada salat fardu, ada salat sunah. Salat
fardu juga banyak. Zuhur sama Asar
modelnya sama ya. Oleh karenanya perlu
ada namanya niat. Niat ee untuk salat
apa ya? Dan sebenarnya niat ya. Jadi
niat ada dua sisi. Ada dua sisi.
Yang pertama adalah
ikhlas kepada Allah. Ikhlas kepada
Allah. Jadi kalau orang salat atau
ibadah apapun dia harus ikhlas. Dia
bukan riya, bukan cari pujian. Karena
mungkinkah seorang salat karena ri
mungkin. Ee kata Allah tentang
orang-orang munafik eh waqati
quusala yurunan wkurallah illa qila.
Orang-orang munafik kalau mereka salat
mereka malas-malasan. Kenapa mereka
malas-malasan? Yurunanas. Mereka riya
ingin dipuji oleh manusia. Makanya
dikatakan shawat alal munafikin. Salat
yang paling berat bagi orang munafik
adalah salat al-Iya dan salat alfajar.
Kenapa? Karena kalau zuhur, asar, magrib
mereka semangat karena ada yang lihat.
Karena kelihatan. Tapi kalau isya enggak
kelihatan. Mereka enggak hadir pun
enggak kelihatan. Subuh mereka enggak
hadir pun enggak kelihatan. Karena
dahulu gak ada lampu penerangan seperti
zaman sekarang. Sehingga mereka mau ke
sana ngapain juga enggak ada yang lihat.
Jadi mereka berat sekali untuk salat
Isya dan salat apa? subuh. Tapi kalau
zuhur, asar, magrib mereka hadir salat
bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Jadi ee perembahasan tentang niat yang
pertama harus ikhlas kepada Allah itu
tidak boleh ria. Tidak boleh ria. Riya
artinya tholabul manzilah fi qulubinas.
Tholabul manzilah
fi qulubinas. Yaitu mencari kedudukan di
hati manusia,
mencari pengakuan
atau kedudukan.
kedudukan di hati manusia
ini harus ee
diperhatikan ya. Seperti seorang
misalnya dia jadi imam kemudian suaranya
indah. Ketika dia jadi imam dia salat
niatnya dia baca dengan indah niatnya
agar salatnya diterima oleh Allah atau
karena ingin dipuji oleh makmum. Karena
ingin dipuji oleh makmum. Misalnya dia
salat biasanya dia salat magrib baca
rakaat pertama qul huallahu ahad, rakaat
kedua qul azubirabbinnas, ternyata ada
bupati yang salat di belakang maka dia
rubah rakaat pertama Albaqarah ya
misalnya. Ini berarti dia ee salat tidak
ikhlas tapi agar dipuji oleh Pak Bupati.
Ini menjadikan salatnya tidak bernilai.
Nah, yang kita pembahasan tentang tadi
niat ini rukun atau syarat adalah pada
poin kedua yaitu tentang ee niat mau
salat apa,
mau salat apa ya. Ini ini tentu
Rasulullah bersabda, "Innamal a'malu bin
niat." Amalan tergantung apa? Niatnya
ya. Wa inama nawa ya. Dan masing-masing
tergantung apa yang dia tujukan. Maka
kita ingin salat zuhur, gak boleh kita
niat salat asar. Kita pengin salat Asar,
enggak boleh niat salat zuhur. Kita
pengin salat fardu, jangan niat salat
sunah. Kita pengin salat sunah, jangan
niat salat fardu.
Maka masuk-masuk.
Maka ee pembahasan niat sangat penting.
Bab ini ee pembahasan terkait niat. Yang
berikutnya perkara ketiga,
ulama sepakat niat tempatnya di hati.
Ya, ulama sepakat
bahwa
niat tempatnya di hati
dan yang jadi patokan adalah yang di
hati. Dan yang jadi patokan
adalah jihad.
Baik, semua sepakat.
Namun mereka khilaf tentang melafalkan
niat. Ya, perhatikan di sini. Ee adapun
melafalkan niat
seperti mengatakan
usolli fardu zuhri, usolli fardul asri
arba rakaatin dan seterusnya. melakukan
niat atau ee usoli apa e salat tarawih.
Niat salat tarawih atau salat jamak. Ya.
Adapun melakukan niat maka perlu
diperhatikan.
Ingat
ulama juga sepakat sepakat ulama
jika
lafal menyelisihi
hati
maka yang jadi patokan apa? Yang jadi
patokan hati.
Yang jadi patokan yang di
yang di hati. Misalnya seorang ingin
salat asar, dia sudah tapi dia selalu
ngomong usoli fard zuhri arbar Allahu
akbar. Eh, saya kok tadi ngomong enggak
enggak dianggap yang dianggap yang di
mana? Di di hati. Atau sebaliknya dia
niatnya dia bilang usoli fardal fardul
asri. Ternyata niatnya zuhur yang jadi
patokan di mana? Di hati. Ini sepakat.
Bahkan mereka yang mengatakan ee
melafalkan niat adalah
sunah. Mereka pun mengatakan sepakat
jika menyelisihi
niat dan lafal maka yang jadi patokan
adalah niat yang di hati. Ini yang
pertama. Yang kedua, mereka juga sepakat
bahwasanya
melafalkan niat tidak wajib. Semua
sepakat
tidak wajib.
Mazhab Syafi'i pun yang menyatakan
dianjurkan melafalkan niat. Seandainya
ada orang salat tanpa mengatakan usoli,
mereka juga sepakat salatnya apa? Sah.
Dan ada sebagian ulama dari mereka yang
mengatakan wajib melafalkan niat.
Dibantah oleh ulama Syafi'iyah itu ulama
yang mengatakan wajib melafalkan niat.
Salah paham dengan perkataan al Imam
Syafi'i. Imam Syafi'i mengatakan beda
dengan salat. Kalau salat la tujzi illa
bin nutqi. Kata Imam Syafi'i, salat
tidak sah kecuali dengan ucapan. Yang
maksud Imam Syafi'i tidak sah dengan
ucapan maksudnya tabiratul ihram. Tetapi
dipahami oleh sebag ulama Syafiiah
maksudnya adalah dengan mengucapkan usal
usal. Maka dibantah oleh ulama Syafi'i
yang lain tidak benar. Jadi yang benar
kalau mau salat yang wajib adalah Allahu
Akbar. Adapun melafalkan niat maka
sepakat tidak wajib.
Tidak wajib. Tayib. Nah, bagaimana
dengan hukum melafalkan niat itu
sendiri? Maka khilaf di kalangan para
ulama ini sudah
hukum melafalkan niat
fardul zuhri, usal fardul asrali fardul
subhi dan seterusnya. Maka khilaf di
kalangan para ulama ada beberapa
pendapat. Yang pertama
mengatakan dianjurkan. Mustahab
dianjurkan. ini ee sebagian ulama
Syafi'iah ini yang muktamad ulama
Syafiiah dan juga sebagian ulama
Hanabilah dan sebagian ulama Hanafiyah
ya mereka mengatakan dianjurkan untuk
melafalkan niat ya tujuannya
tujuannya
membantu kekokohan hati membantu
kekokohan di hati
Pakati.
Jadi saya mau salat zuhur nih. Saya ada
sudah ada niat supaya lebih kokoh. Saya
bilang lagi usoli fard untuk memantapkan
apa? Atau memantapkan untuk memantapkan
kata mereka.
Ya. Kemudian mereka mengatakan juga
bahwasanya ee sinkronnya antara lafal
dengan had itu lebih baik.
sinkron antara
antara lafal
lafal lisan dengan hati itu lebih itu
lebih baik
dan bahkan lebih diwajibkan bagi orang
yang mengalami was-was. Bingung selalu
ini salat apa salat wasnya. Kalau dia
melalami was-was maka hendaknya dia
melafalkan niat. Maka ini pendapat
pertama yang mengatakan melafalkan niat.
Dan inilah yang di dilakukan oleh
kebanyakan
ee saudara-saudara kita di tanah air ini
apa? Mazhab mazhab muktamad.
Pendapat muktamad menurut mazhab
Syafi'i. Ya, mazhab Syafi'i.
Dan mereka dalam segala ibadah mereka
melafalkan niat seperti wudu nawaitul
wudua. Ya, mau mandi aku berniat mandi.
Mau salat usolli aku berniat apa? Salat.
Semua semua ibadah melafalkan niat
dianjurkan. Ini pendapat pertama ya.
Pendapat kedua, ada yang mengatakan ee
bahwasanya makruh ya.
Makruh kenapa? karena tidak dicontohkan
nabi,
nabi dan para sahabat.
Dan pendapat yang ketiga ya
adalah bidah. Ini pendapat yang lebih ya
yang lebih kencing lagi ya.
Adapun makruh pendapat sebagian
Hanafiyah dan Hanabilah. Ya.
Ya. Ee
pendapat yang berikutnya adalah bidah.
Dan ini pendapat sebagian ulama
Hanabillah seperti Ibnu Jauzi,
kemudian Ibnu Taimiyah,
kemudian di antaranya dari Assuyuti dari
mazhab Syafi'i
dalam kitabnya Alamru ittiba ya Asuyuti
ya. Beliau mengatakan atau mereka semua
ini mengatakan bahwasanya melafalkan
niat adalah bidah. Kenapa? Karena Nabi
tidak pernah melakukannya. Nabi salat
ribuan salat
dengan aneka ragam salat
sekalipun tidak pernah melafalkan niat.
Tidak pernah melafalkan.
Bahkan hadis dif enggak ada. Jangankan
hadis sahih, hadis difak. Jedang hadis
palsu pun tidak ada.
Dan tentunya salat yang terbaik salatnya
Nabi. Rasulullah mengatakan ee wakhairul
huda huda Muhammad. Sebaik-baik
petunjuk-petunjuk Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Tidak ada yang ragu
bahwasanya salat terbaik adalah salatnya
siapa? Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Nabi tidak pernah melafalkan niat. Yang
kedua, demikian juga para sahabat.
Demikian juga
tidak diriwayatkan.
dari
sahabat. Padahal sahabat jumlahnya
ribuan. Padahal sahabat jumlahnya apa?
Ri ribuan.
Jadi, sehingga mereka mengatakan ini
adalah ee bidah. Kemudian bisa
menimbulkan was-was.
Menimbulkan apa? Was-was.
Sehingga sebagian orang ketika salat dia
was usolli. diulangi lagi, usoli,
diulangi lagi sehingga menimbulkan apa?
was-was.
Kemudian yang
masuk Islam juga banyak orang Arab
Badui, kemudian orang Ajam, orang
Persia, orang Romawi masuk Islam di
zaman sahabat juga mereka tidak
mengatakan apa? Usali. Ini pendapat
ketiga mengatakan bidah. Bidah artinya
tidak boleh dilakukan. Kalau bidah
berarti tidak boleh dilakukan.
Pendapat yang keempat bahwasanya
melafalkan hukumnya boleh meski
ditinggalkan lebih baik.
Lebih baik. Ini saya sebutkan cuma dalam
kitab saya ee bekal salat. Intinya
ikhwan, ini masalah khilafiah. Maka kita
berlapang dada. Ya, saya sendiri
cenderung pada pendapat ini adalah bidah
ya. Karena
bagaimana kita mengatakan ini dianjurkan
sementara Nabi tidak pernah
melakukannya, para sahabat juga tidak
melakukannya. Sebagian ulama Syafiiah
mengatakan beda. Zaman Nabi para sahabat
mereka kokoh, mantap apa iman mereka.
Adapun kita belakangan kita butuh
pengkokohan dan pemantapan. Kita bilang
di zaman Nabi juga banyak orang-orang
baru masuk Islam. Arab Badui,
orang-orang ajam, Romawi, Persia baru
masuk Islam. Dan Rasulullah tidak pernah
suruh mereka untuk apa? melafalkan niat
usolli usoli dan asalnya ibadah adalah
mudah. Makanya Rasul sahu alaihi
wasallam kalau salat selalu mulai dengan
apa? Allahu Akbar. Allahu Akbar.
Wallahuam bawab. Intinya kita
menyampaikan ini agar kita mengetahui
ada permasalahan khilafiah. Kita silakan
memahami pendapat saudara-saudara kita.
Ini masalah khilaf yang muktabar. Tetapi
kita boleh memilih. Kita boleh memilih
pendapat yang menurut kita lebih lebih
kuat ya. Menurut saya yang lebih kuat
wallahuam bawab adalah pendapat yang
mengatakan bahwasanya melafalkan niat
adalah apa? Bid bidah. Kenapa? Karena ee
dianggap syari padahal tidak disyari
tidak disyariatkan. Tidak disyariatkan.
Tiib. Sampai sini paham? Tib. Kita
lanjut. Ini poin ke berapa tadi?
Ini poin
ee ketiga ya. Ketiga. Sekarang kita
lanjut poin keempat.
Saya akan lanjutkan keempat.
Tib kalau mau difoto silakan biar
ujiannya benar semua.
Benar.
Baik, selanjutnya
ee perkara yang keempat.
Kapan pasang niat?
Kapan pasang niat? Yaitu saya mau salat
zuhur. Kapan kita mau pasang niat ini?
Ya, pasang niat. Maka ada khilaf.
Ada yang mengatakan boleh
sebelum takbiratul ihram
ihram. Sebagaimana layaknya puasa.
Sebagaimana puasa. Puasa niat sebelum
fajar. Rasulullah mengatakan, "Malamah
qbl fajr famaahu." Siapa yang tidak
pasang niat sebelum terbit fajar, maka
tidak ada puasa baginya. Justru namanya
puasa itu niatnya sebelum terbit fajar.
Tiib. Puasa itu startnya kapan? Sebelum
terbit atau pas terbit fajar? Pas terbit
fajar baru kita menahan diri tidak
makan. Tapi niatnya kapan? sebelumnya
ya. Kata mereka sama dengan puasa. Dan
orang kalau sudah berwudu menuju masjid,
dia sudah niat salat zuhur kecuali
niatnya dipalingkan. Ternyata dia pengin
ke mana, pengin ke mana, maka mungkin
dia perlu ee memperbarui niatnya. Tapi
kalau niatnya tidak dipalingkan, maka
hukum asalnya niatnya berada terus dalam
apa? Hatinya. Ya. Bukankah niat bisa
bertahan? Bisa. Saya pergi kantor cari
uang. Niat itu ada terus enggak ada
pergi kantor cari uang. Meskipun saya
sudah jalan 1 jam, saya tetap ada niat
mau cari apa? cari uang kecuali niat
berpaling
ini ee yang sebagian mengatakan harus
pada rukun yang pertama
yaitu takbiratul ihram.
Nah, mazhab Syafi'iyah mengatakan semua
niat harus pada rukun yang pertama
seperti ketika wudu. Wudu menurut mazhab
Syafi'i kumur-kumur ni sunah ya. dia
belum, dia tidak kumur-kumur, masukkan
air, keluarkan air hidung semuanya
sunah-sunah. Wajib pertama dalam wudu
adalah membasuh ma wa wajah. Wajib
pertama dalam wudu membasuh waj. Jadi
niat itu ketika pertama kali membasuh
wajah harus niat dalam hati ya. Harus
niat dalam hati. Jadi ini terkait kapan
pasang niat di hati.
Ini mazhab Syafi'i harus bersama dengan
takbiratul ihram. Ini mazhab apa?
Syafi'i. Perhatikan. Ini perlu kita
pahami ya. Adapun melafalkan niat,
melafalkan niat
itu hanya
persiapan.
Persiapan untuk yang di hati.
Jadi kalau mazhab Syafi'i usoli fardu
zuhur itu bukan bukan niat yang
dimaksud. Yang dimaksud di mana? Di di
hati. Maka mereka mengucapkan untuk
persiapan saja. usoli fardu zuhri.
Niatnya kapan? Tatkala Allah. Ah, itu
harus bareng dalam hati. Harus bareng
baru pasang ni niat. Ini mazhab Syafi'i
ya. Nah, kalau ternyata sebagian mereka
kemudian menggulirkan niat dalam hatinya
ketika dalam hati aku berniat salat
zuhur albarakat. Ah itu untuk
menggandingkannya dengan takbiratul
ihram agak berat. Sambil dua-duanya
sambil berniat usolli fardu zuhri arba
rakaatin mustbaliblatian
makmuman lillahi taala sambil Allahu
Akbar. membayangkan apa? Memahami makna
Allah Maha Besar dibarengkan itu
terkadang sulit. Beda kalau sekedar saya
pengin salat zuhur, Allahu Akbar bisa.
Tapi kalau di dalam hatinya digulirkan
aku ingin salat zuhur empat rakaat
sebagai makmum menghadap kiblat.
Salatnya ada bukan qada sambil Allahu
Akbar itu agak berat. Oleh karenanya
sebagian mereka ngulangi lagi ketika
Allah aduh enggak pas
Allah enggak pas. Tapi kalau dibuat
gampang ah yang penting saya salat zuhur
selesai. sehingga ee
tidak mengapa seorang menghadirkan niat
tapi tidak perlu kemudian saya berniat
salat zuhur empat rakaat
panjang-panjang. Saya pengin salat zuhur
selesai yang jelas saya sudah hadap
kiblat saya jadi makmum sudah selesai
sudah sama-sama tahu. Tidak perlu kita
mentakyin begini begini begini begini
dalam hati karena kalau kita ma
barengkan dengan Allahu Akbar sambil
menghayati keagungan Allah itu berat.
Alhamdulillah intinya boleh kita berniat
sebelum apa?
Takbiratul apa? Ihram. Dan ibadah tidak
sesulit yang dibayangkan. Insyaallah
mudah. Dan di zaman Nabi Rasulullah
tidak bikin aturan harus begini dalam
hati harus begini. Salat zuhur selesai
sama-sama tahu. Kita mau salat zuhur,
kita salat asar. Ya, saya misalnya saya
mau pergi makan di warung tersebut, saya
sudah niat saya mau makan di warung
tersebut nanti makan siangnya tuna
bakar. Kemudian minumannya kelapa, es
kelapa pakai gula aren. Setelah itu saya
makan sate. Setelah itu saya bisa
langsung dalam hati sekali. Tidak perlu
setelah ini setelah ini sudah bisa
digabungkan niatnya. Enggak bisa. Saya
bisa bayangkan sekali. Tidak perlu
digilirkan. Maksudnya di direntetkan ya.
Kalau rentetkan agak susah. Kalau
direntetkan kemudian Allahu Akbar agak
sulit. Intinya ikhwan
bahwasanya pendapat yang lebih kuat
wallahu alam baab adalah niat tempatnya
di mana? Di di hati. Dan boleh seorang
ee berniat ketika dia menuju masjid,
ketika dia berwudu, dia sudah niat untuk
salat salat tertentu ee meskipun dia
tidak melafalkannya. Dan itu yang
terbaik. Kenapa yang terbaik? Karena
salat yang terbaik adalah salatnya
siapa? Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Kita enggak mungkin mengatakan lebih
bagus salat saya ya. Saya bilang terbaik
salat Nabi dan Nabi tidak pernah
mencontohkan untuk melafalkan niat.
Tib.
Ini terkait dengan ee dengan niat.
Berikutnya kita bahas tentang yang
berikut adalah tentang masalah
takbiratul ihram. Ada yang bertanya
tentang masalah niat?
Silakan.
Insyaallah nanti ada pembahasan tentang
apa pas kita bahas tentang salat apa?
Salat witir. Insyaallah nanti kita bahas
pada waktu. Ada yang bertanya lagi ya?
Silakan.
Jangan gak usah juga ngapain. Jadi
enggak usah bilang usoli, enggak usah
bilang bismillah, enggak usah baca qul
azubirabbinnas malikinnas ilahinnas ya
qul
min hamazatiinubikaabbi
ayyahdurun. Ada sebagian orang gitu
apa min hamaz. Aku berlindung dari
gangguan setan. Gak perlu. Karena kita
nanti bertakbir setelah itu kita takbir
kita ada taawud juga dalam apa? Salat.
Jadi mukadimah-mukadimah itu enggak
perlu. Kenapa? Karena Nabi tidak
mencontohkannya.
Ya, kami tidak mencontohkan dan
sebaik-baik salat. Salatnya siapa? Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Terakhir ada yang bertanya.
Asalamualaikum.
Ya. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Apakah ee bisa dip misalnya pas salat
sunah itu berubah menjadi dua gitu?
Itu intinya intinya tidak boleh tapi
nanti kita bahas ada waktunya ketika
kita bahas nanti masalah salat sunah
atau masalah salat ee jemah nanti ada
pembahasan tapi ininya tidak boleh di
dirubah sunah menjadi wajib tidak boleh
kita lanjut pembahasan berikutnya adalah
tentang takbiratul ihram. Sekali lagi
apa yang kita sampaikan ini agar kita
terbuka cakrawala,
pendapat banyak kita boleh memilih dan
kita menghargai ee saudara-saudara kita
yang memiliki pendapat yang lain. Semua
ini bukan karena hawa nafsu, tapi karena
mereka punya pendapat yang menurut
mereka lebih baik ya karena beda sudut
pandang dalam memandang suatu dalil.
Tapi berikutnya adalah
terkang takbiratul ihram.
Takbiratul ihram. Apa makna takbiratul
ihram? Takbir maknanya attakbir
maksudnya apa? Allahu akbar. Allahu
akbar. Ini namanya takbir.
Bab ihram artinya adalah pengharaman.
Pengharaman. Ihram. Ahrama yuhrimu
ihrama. Pengharaman maksudnya apa?
Setelah kita mengatakan Allahu Akbar,
banyak perkara yang tadinya halal jadi
haram. Ada perkara-perkara
yang tadinya
halal jadi apa? Jadi haram.
Contohnya sebelum salat kita masih boleh
makan,
masih boleh ngobrol ya. Tapi setelah
Allahu Akbar sudah enggak boleh lagi ya.
Ya. Jadi kita misalnya kita bilang ini
sebelum
sesudah
sebelum takbir tahiran boleh apa? Boleh
makan. Boleh makan enggak sebelum salat
boleh ngobrol? Boleh ngobrol sama teman
boleh. Tidak menghadap kiblat juga
boleh.
Ini contoh boleh. Ini semuanya boleh.
Setelah takbiratul ihram ini semua
menjadi apa? Menjadi haram. Ini disebut
dengan takbiratul ihram. Kapan halal
lagi? Setelah salam. Halal lagi setelah
salam. Kembali halal setelah salam.
Setelah salam.
Ya,
makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
bersabda, "Miftahus salat tuhur."
Bahwasanya kunci pembuka salat adalah
bersuci. Tahrimuha takbir.
Pengharamannya adalah dengan apa?
Takbir. Maka disebut takbiratul ihram.
Watahliluha taslim dan tahalulnya dengan
salam. Kalau sudah salam boleh lagi
kembali halal. Eh, kembali kembali boleh
setelah salam.
Ini sama seperti kalau kita ihram.
Kenapa disebut ihram? Kalau bilang
labbaik allahumma umrah. Maka kita sudah
berihram maka banyak perkara yang jadi
haram lagi. Jadi haram. Sebelumnya kita
boleh bercumbu dengan istri atau kita
boleh pakai minyak wangi, kita boleh
pakai baju biasa. Kita ketika kita
bilang labbaik allahumma umrah atau
labbaik allahumma hajjanjan, maka semua
itu jadi ha haram. Kapan jadi halal
lagi? Kalau kita bertahalul. Ini
maksudnya logikanya sama. Kenapa disebut
ihram? Kenapa disebut dengan tahal
tahalul? Salat tahrimuha takbir.
Ihramnya dengan apa? Takbir.
Tahlilha dan tahalulnya dengan apa?
Salam. Dengan salam. Ini makna dari
takbiratul ihram. Ini makna
maknanya
takbiratul ihram.
Ee berikutnya sudah nih
ee hukumnya
hukumnya adalah dia rukun salat.
Tidak sah salat kecuali dengan
takbiratul ihram. Takbiratul ihram ya.
Dan jumhur ulama berpendapat harus
dengan lafal Allahu Akbar atau Allah
Akbar ya. Tapi yang benar Allahu Akbar.
Adapun mazhab Abu Hanifah boleh dengan
terjemahan.
Yang benar harus dengan Allahu akbar.
Bab ini ee makna dan hukumnya.
Kaifiat takbiratul ihram. Takbiratul
ihram.
Kaifiat
tata cara.
Ingat ya. Pertama, takbiratul ihram itu
adalah lafalnya, bukan gerakan tangan.
Perhatikan yang namanya takbiratul ihram
adalah lafal-lafalnya
bukan gerakan tangan.
Allahu Akbar. Takbirnya yang mana? Yang
ini apa? Yang mulutnya yang suaranya
yang suaranya Allahu Akbar. Ini sunah.
Seandainya ada orang salat tidak angkat
tangan Allahu Akbar sah atau tidak sah.
Saya ini orang salat Allahu Akbar
langsung begini aja Allahu Akbar
salatnya sah. Tapi dia menyelisihi
sunah. Sunahnya takbiratul ihram
digandingkan dengan angkat angkat
tangan. Tapi yang dimaksud takbiratul
ihram bukan gerakan tangan, tetapi
adalah takbir. Takbirnya.
Bab. Ini yang pertama.
Yang kedua tadi ee menurut mazhab
Syafi'i tadi mengatakan apa? Niat
takbirat ihram harus dibarengi dengan
apa? Ni niat menurut mazhab Syafi'i.
Kalau menurut mazhab yang lain tidak
harus. Menurut Syafi'iah
takbiratul ihram
harus
dibarengi niat.
Jadi ketika menurut mazhab Syafi'i jadi
harus dihadirkan kembali. Jadi niat
harus dihadirkan kem kembali. Allah
maksudnya dalam hati saya pengin salat
zuhur. Allahu Akbar. Digandengkan.
Ini menurut mazhab Syafi'i. Tapi yang
benar tidak harus karena niat kita sudah
a ada. kita sudah berwudu, kita sudah
niat salat tertentu. Ya.
Yang ketiga, harus diucapkan dalam
kondisi berdiri.
Harus diucapkan
dalam kondisi berdiri.
Dalam hadis Abu Humaid Assaidi karena
Rasul wasallam
adalah Rasul wasallam kalau hendak salat
beliau berdiri dengan tegak. Warq Allahu
Akbar. Rasulullah angkat tangan.
Rasulullah mengatakan Allahu Akbar. Yang
intinya
yaitu Rasul Sallahu Alaih Wasallam
ketika mau ee mau takbir maka beliau
dengan berdiri. Nah, dari sini merupakan
kesalahan ketika ada makmum masbuk.
Ketika ada makmum masbuk kemudian dia
mendapati imam sudah rukuk, dia langsung
rukuk. Allahu Akbar. Ini tidak sah.
Karena takbiratul ihram harus dikerjakan
dalam kondisi apa? Berdiri. Jadi kalau
kita sudah kita masbuk, imam dalam
kondisi rukuk, kita berdiri dulu Allahu
Akbar baru kita ru rukuk. Adapun
langsung Allahu Akbar tidak sah menurut
para ulama. Kenapa? Karena takbiratul
ihram disyaratkan harus dalam kondisi
apa? Berdiri. Ya. Jadi ingat tidak boleh
perhatikan
tidak boleh dalam kondisi apa, ru rukuk.
Gak boleh.
Atau membungkuk. Tidak boleh juga
membungkuk seperti meruk. ini semua
tidak diperbolehkan ya.
Adapun bacaannya tadi apa? Allahu Akbar.
Menurut jumhur ulama Allahu Akbar. Ada
yang mengatakan Allahu Akbar juga boleh.
Ada alif lamnya. Adapun mazhab Hanafiyah
membolehkan dengan terjemahan. Kecuali
orang tersebut tidak tahu bahasa Arab.
Dia bilang Allahu Akbar susah. Maka dia
boleh dengan terjemahan. Kalau ada orang
susah ngomong bahasa Arab sur bilang
Allahu Akbar, dia enggak bisa.
Huruf-huruf dia enggak ada bisa bilang
Allahu Akbar. Mungkin terjadi zaman
dulu. Sekarang alhamdulillah mudah.
Semua orang bisa mengucapkan lafal Arab.
Tapi zaman dulu mungkin saja ada orang
ajam non Arab masuk Islam baru awal
Islam mau bilang Allahu Akbar susah.
Ya, tetap aja salat semampu kamu.
Semampu kamu boleh dengan terjemahan.
Adapun yang bisa bahasa Arab maka atau
bisa mengucapkan lafal Arab maka harus
mengucapkan apa? Allahu Akbar.
Bab ada yang bertanya?
Saya tambah lagi. Yang keempat
disunahkan sambil mengangkat tangan ya.
dengan angkat kedua tangan
ya. Baik, ada yang bertanya kita poin
ini ya. Silakan nanti.
Oh, nanti
Iya.
Berdiri. Iya, berdiri ya.
Iya. Masalah angkat tangan, masalah
sedekap, ini pembahasan lain. Dia bukan
bukan rukun salat ya. Dia bukan rukun
salat. Seandainya ada orang salat Allahu
Akbar tidak angkat tangan salatnya sah.
Salatnya sah. Salatnya sah.
Kita masih berdiri ya. Allahu Akbar.
Jadi kita Allahu Akbar gak boleh. Gak
boleh Allahu Akbar gak. Jadi dalam
kondisi Allahu Akbar dalam kondisi
sedang berdiri. Ini disebutkan oleh para
ulama. Karena Nabi ketika ee bertakbir
takbiratul ihram dalam kondisi berdiri.
Ada lagi yang bertanya
ya? Silakan.
Iya iya jangan dua kali. Oh maksudnya
takbirnya? Ya takbir Allahu Akbar. Iya
langsung rukuk juga boleh. Langsung
rukuk boleh. Sebagian dia takbir lagi.
Allahu Akbar. Enggak ada masalah. Enggak
ada masalah. Karena dia ingin mengejar
tapi dia masuknya harus dalam kondisi
apa? Berdiri. Harus takut
itu nanti. Nanti kalau kalau lagi
terbaring enggak bisa bangun. Kalau lagi
mati enggak usah salat
disalatin. Ini lagi normal. Lagi normal.
Nanti kalau lagi sakit lain urusan
insyaallah.
Pembahasan berikutnya tentang rukun
berikutnya adalah ee berdiri.
ini sudah ya. Baik, sekarang masalah
berdiri
ya atau iya berdiri ya takbiram sambil
berdiri ya.
Baik.
Berdiri
ee
untuk salat fardu
adalah rukun. Ya, ini apa? Rukun salat.
Adapun untuk salat sunah hukumnya sun
sun. Untuk salat sunah
hukumnya adalah sun sunah, tidak wajib.
Makanya Rasulull sahu alaihi wasallam ee
salat dalam salat-salat sunah terkadang
du terkadang duduk. Misal salat malam
Rasulullah duduk ya boleh ya. Adapun
didukung lagi. Jadi Rasulullah dalam
kondisi tidak naik kendaraan pun salat
sunah dalam kondisi du duduk.
Tetapi orang yang salat sunah ya kalau
kalau salat sunah ya perhatikan jika
tidak beruzur
tapi salatnya duduk
maka pahala setengah. Pahala setengah.
tengah dari kalau berdiri. Tengah kalau
berdiri dari berdiri. Namun jika ada
uzur, jika beruzur karena sakit sudah
tua karena dia salat bakalan lama. Kalau
salat sunah kan lama. Jika beruzur
karena tua atau karena badan sudah berat
maka pahala sempurna.
Artinya misalnya ada anak muda umur 20
segar bugar ah pengin salat sunah duduk
boleh enggak? Boleh. Tapi pahalanya apa?
Setengah.
Kenapa tidak wajib? Karena Nabi Karena
Nabi
pernah salat atau sering salat sunah
duduk
sambil duduk
dan duduknya itu bersila yaitu ber
bersila.
Kemudian juga didukung Rasulull Sallahu
Alaihi Wasallam salat salat sunah
di kendaraan. Di kendaraan yang tentunya
tidak berdiri
dalam kondisi duduk.
Adapun ketika salat fardu dia turun dari
kendaraan. Adapun salat fardu, adapun
ketika salat fardu, ketika salat fardu,
Nabi turun dari kenda kendaraan.
Nabi sallallahu alaihi wasallam turun
dari kendaraan.
Ini menguatkan bahwasanya salat sunah
tidak wajib untuk berdiri. Tib yang kita
bahas sekarang yang rukun adalah ketika
salat fardu. Ya Allah berfirman,
hafidu al shawati
wau lillahiin.
Berdirilah kata Allah waquulillah.
Berdirilah karena Allah dalam kondisi
qunut yaitu dalam kondisi khusyuk. Ini
perintah ketika Allah menyuruh untuk
salat Allah suruh dalam kondisi berdiri.
Ya. Demikian juga Rasulull sahu alaihi
wasallam ketika membicarakan tentang
salat kata Nabi, "Idza kumta ilat." Jika
kau berdiri untuk salat, jika kau
berdiri untuk salat. Rasul sahu alaih
wasallam juga bersabda, "Solli qoiman."
Salatlah kau dalam kondisi berdiri.
Hukum asal faillam tastati faqidan.
Kalau kau tidak mampu salat berdiri,
maka dalam kondisi du duduk lagi sakit
ada halangan, ada uzur. Faillam tastati
fa jam. Kalau gak bisa duduk, maka salat
dalam kondisi berbaring. Menunjukkan
hukum asal seorang salat harus dalam
kondisi berdiri.
Adapun menunjukkan salat sunah tidak
wajib berdiri banyak dalam hadis Ibnu
Umar Nabi wasamf
rasul wasam salat ketika bersafar di
atas kendaraan sambil
diisyaratkanisyaratkan
rasam e duduk bukan dalam kondisi
berdiri
Demikian juga hadis Aisyah ini yang
jelas Rasulullah tidak sedang bersafar.
Aisyah radhiallahu anha berkata, "Kana
lailan qoiman." Rasul sahu alaihi
wasallam salat malam berdiri salat
panjang. Wailan thwilan qoidan terkadang
Rasul sahu alaih wasallam salat malam
panjang duduk.
Jadi Rasulullah tidak sedang bersafar
pun salat duduk.
Wakana qa qoiman raka qiman. Kalau Rasul
Sallahu Alaih Wasallam baca Quran
berdiri, maka dia pun rukuk dalam
kondisi berdiri. Waq qidan rak qidan.
Kalaupun beliau salatnya dalam kondisi
bersila, maka rukuknya pun dalam kondisi
ber bersila. Maka ini menunjukkan
bahwasanya untuk salat sunah tidak wajib
untuk berdiri. Tapi tadi pahalanya cuma
setengah jika tidak beruzur. Adapun
kalau beruzur pahalanya tetap sempurna.
Karena yang Allah nilai adalah kebiasaan
seseorang. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Kalau seorang sedang sakit atau
bersafar, maka tetap dia dicatat
pahalanya sebagaimana ketika dia sehat
dan ketika tidak bersafar. Jikala orang
misalnya dia salat malam dulu waktu
masih muda mau salat 1 jam dia bisa
berdiri tapi ketika dia sudah tua capek,
sakit kakinya. Maka dia mungkin berdiri
setengahsengahnya dia duduk tetap dapat
pahala sempurna. Karena yang Allah nilai
adalah kebiasaannya ketika dia tidak ada
uzur, ketika dia masih muda, maka
dicatat sempurna pahaman.
Baik, sekarang kita bahas tentang
batasan berdiri ya.
Berdasar batasan berdiri adalah
menegakkan badan.
menegakkan Boleh
apa menunduk sedikit
jika tidak menyerupai rukuk.
Jadi yang pertama menegakkan badan. Jadi
berdiri ya berdiri
agak sedikit masih sah. Seorang berdiri
namanya berdiri ya. Seandainya dia
berdirinya begini masih berdiri enggak?
Misalnya kita di pesawat ternyata
ketinggian. Tapi kalau sudah seperti ini
sudah seperti apa? Rukuk. Jadi kalau
berdirinya masih nilainya berdiri tidak
seperti rukuk maka masih dikatakan ber
ber
ini satu.
Yang kedua,
tidak bersandar.
itu ada khilaf. Tapi ini pendapat yang
lebih hati-hati, tidak bersandar
yang jika
sandarannya diambil akan jatuh
kecuali beruzur.
Misalnya seorang salat sambil bersandar
di tembok, misalnya dia salat.
Kira-kira temboknya diambil jatuh
enggak? Kecuali dia ternyata ahli
kungfu.
Artinya kalau dia sandar gini
ini tidak sah menurut sebagian ulama.
Kenapa? Karena tembok ini tidak berdiri.
Buktinya buktinya dia sedang bersandar.
Seandainya temboknya diambil dia bakalan
ja jatuh. Paham seperti itu?
Sama ketika dia pegang tongkat. Kalau
tongnya dia jatuh kecuali beruzur. Orang
tua pegang tongkat enggak apa-apa.
Tapi kalau tidak ada uzur kemudian dia
bersandar dengan tongkat atau
bertelekan. Seandainya sandarannya
diambil dia jatuh, maka salatnya tidak
sah.
Kemudian iya menopang dengan satu kaki
masih bisa berdiri enggak? Masih. Tetap
sah ya. berusaha
berusaha
berdiri dengan
berdiri dengan seimbang
ini berusaha meskipun tidak wajib. Jadi
kalau orang salat berdiri kemudian
salatnya begini sah atau tidak sah tapi
kurang sempurna. Sempurnanya dia dengan
dua ka k ka bertopak kecuali kalau gatal
ya
i atau capek. Kadang capek kita capek
karena imam terlalu lama kita sandaran
kaki kiri. Nanti besok kita standar lagi
kita sandaran kaki kanan. Imamnya enggak
rukuk-rukuk sudah kita dia enggak
rukuk-rukukah.
Ini tetap sah. Tapi seorang kalau dalam
kondisi normal berusaha di atas dua dua
kali. Berusaha berdiri dengan tegak.
Karena secara secara umum sunah Nabi
kalau salat dengan semangat. Secara umum
Rasulull sallahu alaihi wasallam kalau
salat dengan apa? Semangat. Rasulullah
tidak kepalanya miring dikit gini atau
kaki enggak. Jadi Rasulullah salat tegak
simetris. Kalau bahasa kita lurus,
tenang, tegak, kelihatan semangat, bukan
malas-malas.
Baik. Sampai sini paham? Kita lanjutkan.
Ee ini termasuk sunah ya. Jadi beri ee
kemudian ke mana arah pandangan mata.
Yang kedua, arah pandangan mata.
Atau kita lanjut di halaman berikutnya.
Ada yang bertanya tentang ini. Berdiri
enggak? Ada. kita
arah pandangan mata. Maka secara umum
ada ee khilaf ya khilaf ulama dua
pendapat. pertama ini jumhur ulama,
jumhur mayoritas
tiga mazhab yaitu mazhab Syafi'i, mazhab
Hambali, mazhab Hanafi. Bahwasannya
jumhur maksudnya mayoritas. Jumhur itu
bahasa artinya mayoritas.
Bahwasannya disunahkan melihat ke arah
sujud.
Ke arah su sujud. Jadi kalau orang
berdiri
salat ke arah mana dia su sujud. Ini
sunahnya demikian. Dan ini pendapat Imam
Ahmad mengatakan bahwasanya ee
di antara kekhusyukan adalah
memandang ke arah
tempat sujud.
ke arah sujud. Yang kedua
adalah pendapat Malikiyah,
pendapat mazhab Maliki. Malikiyah.
Maka mereka berpendapat sunahnya adalah
melihat ke arah imam,
ke arah depan
ya, ke arah imam.
Apakah ada hadis tentang Mas? Ada
hadisnya, tapi hadisnya dif. Hadisnya
dif
hadisnya lemah. Dalam hadis Abu Hurairah
anna Rasul sahu alaihi wasallam kana id
shafa'a
basar ilasama fanazalat. Rasul sahu
alaihi wasallam
ee melihat ke atas. Kemudian turunlah
firman Allah menegur ya alladzina hum fi
shatin khyiun hendaknya khusyuk ketika
salat fa rahu maka Rasulullah tundukkan
kepalanya ya tapi hadis ini ee diif ya
demikian juga dalam hadis yang lain ee
ya anas ija bashar haitsu tasjud wahai
Anas arahkan pandanganmu ke arah tempat
sujud hadisnya pun dif ya oleh karenanya
hadis Ada hadis tapi hadisnya dif. Ini
ada hadis
tapi apa? Dif, lemah.
Namun secara umum kalau kita melihat ke
bawah kita lebih khusyuk karena tidak
terganggu dengan pandangan-pandangan
yang yang lain. Adapun yang mengatakan
bahwasanya disunahkan adalah memandang
ke depan mereka beril dengan fawalli
fawalli wajhak masjidil haram. Ketika
Allah menyuruh salat, kata Allah,
"Arahkanlah
ee arahkanlah wajahmu ke arah Masjidil
Haram, yaitu ke arah Ka'bah." Berarti
salat menghadap ke ka'bah, berarti
menghadap ke depan. Namun ayat ini
terlalu umum. Ayat ini terkait dengan
kiblat, bukan terkait dengan masalah
pandangan, tapi mengalik. Jadi ayat ini
tidak pas dijadikan dalil untuk masalah
arah pandangan. Mereka juga berdalil dan
ini juga pendapat apa isyarat dari Imam
albukhari bahwasanya kalau salat melihat
ke depan. Mereka beril juga dalam
hadis-hadis bahwasanya sahabat
mengetahui Nabi membaca Quran ketika
salat. Ditanya, "Dari mana engkau tahu
Nabi baca Quran?" Melafalkan Quran? Dari
gerakan jenggot Nabi. Menunjukkan ketika
mereka salat, mereka lihat ke depan
menunjukkan jenggot Nabi besar sehingga
lebat. Sehingga kalau Nabi baca bergerak
apa? Jenggotnya. Dan para sahabat lihat
dari belakang. Demikian dalam hadis para
sahabat mengatakan, "Kami tidak kami
tidak turun sujud sampai Nabi sujud."
Berarti mereka lihat Nabi tunggu su
sujud baru mereka turun untuk sujud.
Berarti mereka melihat ke depan.
Demikian juga ketika Nabi salat gerhana,
Nabi maju. Nabi mundur, sahabat lihat.
Maka sahabat tanya tadi, "Engkau maju
ngapain? Engkau mundur ngapain?" Berarti
mereka salat sambil lihat siapa? Nabi ke
depan. Kemudian juga dalam hadis Rasul
sahu alaihi wasallam sebutkan, "Ketika
saya sedang salat, tiba-tiba Allah
perlihatkan di arah kiblat, surga, dan
neraka." Jadi Rasulullah lihat ke arah
kiblat. Ini semua dijadikan diri oleh
Malikiyah bahwasanya sunah kita kalau
salat lihatnya ke depan.
Sunahnya bukan begini. Tapi apa sunah?
Kalau jumhur ulama suruh lihat ke mana?
Ke bawah.
Ee intinya perkaranya ringan. Artinya
mau begini begini enggak apa-apa. Yang
penting yang mana lebih khusyuk. Adapun
dalil-dalil tadi yang disebutkan mereka
melihat Nabi, mereka melihat Nabi maka
ini pun tidak tegas. Kenapa? Karena bisa
jadi yang bercerita yang saf pertama
yang melihat langsung apa?
Nabi yang belakang tentu tidak lihat ya.
Kalau saf ke depan ya, imam depan ya
pasti kelihatan. Tetapi mereka juga
lihat ke ke arah jenggot Nabi. Berarti
mereka lihat ke arah de depan. Ya,
intinya seorang berusaha salat untuk
khusyuk.
Kalau dia lagi salat di depan Ka'bah,
lihat Ka'bah enggak ada masalah. Makanya
kita sering lihat Imam Haram salatnya
lihat ke mana? Ke depan. Ke depan.
Mereka salat menghadap langsung ke
Ka'bah. Ya, ini pendapat enggak ada
masalah. Kalau antum sini lihat aja ke
bawah, lihat ke depan nanti malah kanan
kiri nihatnya. Tapi intinya mana yang
lebih khusyuk tidak jadi masalah.
Artinya ini sekedar sunah. Ini bukan
bicara wajib. Ini bicara sunah. Apakah
sunah lihat ke bawah atau ke depan? Maka
ada dua pendapat di kalangan para ulama.
Mana yang lebih baik bagi kita? Lebih
khu khusyuk. Kalau menurut sebagaimana
pendapat jumhur saya rasa yang lebih
khusyuk kita lihat ke mana? Ke bawah.
Lihat ke bawah. Lihat ke bawah.
Wallahuam bisawab. Ya, tentu dua
pendapatnya sama-sama kuat. Ya,
itu semua tentang kedaifan hadis
tersebut saya sudah singgung dalam kitab
bekal bekal salat dengan gambar-gambar
ee sanadnya. dengan gambar-gembar
sanadnya. Ee tidak boleh perhatikan
tidak boleh memandang ke atas
ke atas ya sebagai bentuk ketundukan
kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya,
kalau kita berdoa gak apa-apa lihat ke
atas tapi kalau dalam salat maka tidak
lihat ke mana ke atas. Maka di antara
kesalahan ketika orang sedang salat,
imamnya sedang qunut, kemudian dia, "Ya
Allah, enggak boleh. Enggak boleh. Dia
harus berdoa tetap ke bawah. Kalau di
luar salat bebas. Tapi kalau dalam salat
dia tunduk ke bawah sebagai bentuk
ketundukan kepada Allah Subhanahu wa
taala." Ya,
bab.
Terakhir kita bahas tentang mengangkat
kedua tangan.
ini sudah
ya silakan.
Kalau apa merem ee tidak sunah. Jadi
tidak sunah merem
tidak boleh ini tidak boleh memandang ke
atas kemudian
tidak disunahkan merem.
tahu ya tutup mata
kecuali ada gangguan
disebut oleh Ibnu Qayyim ada gangguan
kita lagi sini anak kecil sini loncat
toot
tutup iya kucing lewat mengganggu tutup
mata gak apa-apa tutup mata tapi jangan
dikatakan sunah tutup tutup mata justru
salat itu buka mata ya saya enggak bisa
khusyuk kecuali tutup mata enggak latih
dirimu.
agar kau khusyuk sesuai dengan sunah
Nabi. Sunah Nabi salat sambil melihat ke
depan atau ke bawah mana yang lebih
mudah bagimu. Tapi kalau ada gangguan
kau boleh tutup mata. Misalnya ada
ganggu-ganggu larisan lari sini kemudian
ya sudah kita tutup mata supaya kita
tidak terganggu oleh gangguan-gangguan
depan depan mata ini.
Tib. Terakhir masalah tentang mengangkat
kedua tangan ini sudah ya
berikutnya.
Ini adalah sunah ketika takbiratul apa?
Ih ihram. Perhatikan sunah
ketika
takbiratul ihram.
Baik. Sepakat. Pertama pembahasan
kapan disyariatkan?
Kapan disyariatkan? Angkat tangan.
atau ada ada pembahasan sini ada tiga
pembahasan
ee
pembahasan pertama kapan
disyariatkan angkat tangan
angkat angkat kedua tangan.
Yang kedua ee bagaimana cara angkat
kedua tangan?
Bagaimana kaifiat tata cara
angkat kedua tangan?
Yang ketiga,
kaifiat iringan
beriring
dengan takbir.
Baik. Pembahasan pertama, kapan diat
tangan ada khilaf di kalangan para
ulama? Khilaf ada tiga pendapat.
Yang pertama
hanya takbiratul ihram.
Dan ini pendapat Hanafiyah. Jadi mereka
mengatakan takbiratul ihram angkat
tangan cuma sekali aja. Allahu Akbar.
Setelah itu enggak ada angkat tangan
lagi. Rukuk tinggal rukuk, iktidal
tinggal begini rukuk sujud tinggal sujud
gak ada angkat tangan. Angkat tangan
cuma pertama kali.
Dalilnya apa? Mereka ada riwayat dari
Ibnu Mas'ud. Ibnu Mas'ud ketika salat
cuma angkat tangan pertama kali. Angkat
pertama kali. Adapun hadis dari Nabi
semuanya dif. Tapi ada riwayat dari Ibn
Mas'ud. Ibnu Mas'ud ketika salat cuma
angkat tangan seka sekali. Pendapat
kedua, jumhur.
Jumhur ulama yaitu empat tempat. Empat
kali. Empat kali tersebut yang pertama
takbiratul ihram. Angkat tangan.
Ini yang pertama. Yang kedua ketika
rukuk. Ketika mau apa? Ru rukuk.
Yang ketiga, bangkit dari tasyahud awal.
Iya. Ini keempat
ketika iktidal ya. Ketika apa? Iktidal.
Yang keempat apa tadi? Bangkit dari
tasyahud awal.
Pendapat ketiga,
setiap
setiap gerakan setiap gerakan kulli
rofin wafdin setiap turun angkat selalu
angkat tangan Allahu Akbar mau sujud
Allahu Akbar bagi bangkit sujud Allahu
Akbar pendapat yang lebih kuat wallahuam
bis pendapat jumhur. Ya, ada hadis
tentang tapi hadisnya DIHF. Saya
jelaskan dalam kitab bekal salat. Dan
Ibnu Umar menafikan Rasulullah tidak
angkat ketika sujud. Jadi kaidah dalam
masalah angkat tangan ketika mau sujud
dan bangkit dari sujud tidak ada angkat
angkat tangan. Makanya kalau kita mau
sujud angkat tangan atau tidak? Tidak.
Bangkit dari sujud angkat tangan atau
tidak? Tidak. Sahwi juga gak perlu
angkat tangan. Bangkit apa? E sujud
tilawah juga enggak perlu angkat tangan.
Bangkit sujud tilawah juga enggak perlu
angkat angkat tangan. angkat tangan cuma
empat. Ini inilah disunahkan. Jadi
takbirulam pertama mau rukuk Allahu
Akbar. Iktidal samiallahu liman apa
hamidah. Ketika tasyahud bangkit rakaat
ketiga angkat kedua tangan Allahu Akbar.
Hanya empat ini. Adapun yang lain tidak
disunahkan.
Baik. Bagaimana kaifiat angkat tangan?
Datang dalam tiga riwayat. Ada tiga
riwayat
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Yang pertama sejajar
sejajar bahu pundak. Yang kedua sejajar
ee
apa ini namanya? Apa ini?
Daun telinga.
Ini daun telinga. Kalau ini
sejajar
bagian bawah telinga.
Dalam riwayat yang lain yang ketiga,
furua uzunaihi. Yaitu sampai di ujung
apa? Ujung atas.
sejajar
ujung atas telinga.
Ini tiga riwayat dalam riwayat
Rasulullah sejajar pundak ini maksudnya
ininya. Allahu Akbar. Sejajar dengan
apa? Pun pundak. Allahu Akbar.
Yang kedua, dalam riwayat Rasulullah
sejajar dengan telinga. Allahu Akbar
agak naik dikit.
Yang ketiga lebih tinggi lagi. Allahu
Akbar. Jadi sejajar dengan apa?
ee ujung sering Allahu Akbar. Jadi ada
dua eh tiga. Allahu Akbar. Allahu Akbar.
Allahu Akbar.
Tib. Bagaimana? Ada yang mengatakan, ada
yang mengkompromikan yang benar boleh
semuanya. Boleh semuanya. Bahkan dalam
riwayat Imam Ahmad, Imam Ahmad dalam
riwayat yang sahih, beliau takbiratul
ihram yang seperti itu. Jadi sejajar
dada. Ketika takbir berikutnya beliau
sejajar dada bukan lagi pundak. Imam
Ahmad. Allahu Akbar. Agak ketika dia
rukuk dia agak di bawah dari dada bahkan
ke eh di bawah dari pundak bahkan ke
arah da dada. Tapi intinya kalau datang
dalam riwayat yang sahih ada tiga.
Sejajar pundak, sejajar telinga, sejajar
bagian atas apa? Telinga.
Intinya tetapi tidak boleh berlebihan.
Allahu Akbar. Ah ini ketinggian.
Melebihi melebihi. Jadi melebihi se
orang gitu. Allahu
Akbar.
Terlalu tinggi. Terlalu tinggi ya.
Paling tinggi seginilah ya. Yang sejajar
apa?
Paham? Tib.
Kemudian yang ada keempat juga ee
keempat posisi jari.
Baik.
Posisi jari.
Maka
sebagian ulama berpendapat kedua
telepatan harus menghadap kiblat. Tapi
ini tidak ada dalilnya. Dibantah oleh
sebagian ulama yang lain. Jadi kalau
kita mau kan Allahu Akbar. Sampai ada
kawan yang salat gitu Allahu Akbar. Jadi
dia menghadap kiblat. Allahu Akbar. Jadi
karena dia menghami menghadap kiblat
padahal tidak ada dalilnya maka kita
salat biasa aja. Jadi ya begini. Kalau
kita normal gini angkatnya biasa begini.
Jadi tidak harus begini maksud saya.
Tidak harus menghadap apa? Kiblat. Ya
begini sudah cukup menghadap kiblat tapi
tidak harus tangan kita dipaksakan untuk
menghadap apa? Kiblat. Biasa aja.
Kemudian jari-jari tidak digenggam,
tidak dilebarkan. Jadi bukan Allahu
Akbar, bukan juga Allahu Akbar. Biasa
terbuka renggang sedikit. Biasa normal.
Allahu Akbar. Jangan. Allahu Akbar.
Jangan. Allahu Akbar.
Jadi sedang. Jadi sedang aja. Biasa aja
ya. ini terkait dengan besi jari. Jadi
tidak menghadap tidak tidak harus
menghadap apa? Kiblat.
Menghadap
kiblat itu apa? Telapak tangan.
Telapak
yang kedua tidak di tidak apa di apa
namanya?
Dirapat
dan tidak direnggang.
Biasa aja.
itu jadi biasa aja Allah normal aja bab
bagaimana kaifiat beriringan dengan
takbir maka Imam Nawawi menyebutkan ada
banyak pendapat ada lima pendapat ya
sebutin
Biar tahu aja ya. Tapi intinya
perkaranya mudah. Maka insyaallah orang
kalau salat yang penting niat salat
tidak salah. Karena mau begini ada
pendapat, begitu ada pendapat insyaallah
tidak tidak salah. Artinya Rasulullah
memberikan contoh yang luwes dan apa
namanya ee ringan.
Coba ini disebutkan oleh Nawawi
rahimahullahu taala ini dalam mazhab
Syafi'i saja dalam kitab alminhaj syarah
Sahih Muslim Nawai menyebutkan ada lima
cara kata beliau ini sebenarnya dalam
ini satu mazhab mazhab Syafi'i lima cara
boleh menunjukkan keluasan yang pertama
ngangkat tangan dulu baru takbir jadi
Allahu Akbar ngangkat tangan dulu baru
ber takbir ngangkat tangan selesai baru
Tak takbirangkat
tangan dua tangan sudah mulai takbir
sedangkan dua tangan sudah mulai
dilepas. Jadi gini
Allahu Akbar angkat dulu baru ber
takbir.
Allahu Akbar. Ini cara pertama. Jadi
bagaimana sinkronnya dengan takbir?
Kedua,
Allahu Akbar.
Bedanya pertama dan kedua apa? Yang
kedua lafalnya sambil tu turun. Jadi
pertama
Allahu Akbar, yang kedua Allahu Akbar.
nya diam. Allahu Akbar. Baru
yang ketiga Allahu Akbar baru turun.
Jadi pas ngangkat Allahu Akbar baru
turun.
Yang keempat,
Allahu
Akbar.
Yang kelima, enggak peduli mau akhirnya
gimana, yang penting takbirnya bersamaan
dengan angkat tangan. Allahu Akbar. Mau
terserah. J saya ulangi yang pertama
perhatikan.
Allahu Akbar. Cara pertama takbirnya
mulai ketika tangan sudah di atas dan
berhenti sambil turun. Allahu Akbar.
Yang kedua, takbirnya ditahan, tangannya
ditahan. Allahu Akbar.
Paham?
Yang ketiga tadi bagaimana?
Saya juga lupa.
Yang ketiga, Allahu Akbar.
Ketiga, Allahu Akbar. Turunnya diam.
Yang keempat, dari awal sampai akhir.
Allahu Akbar. Yang kelima, yang ditinjau
cuma awal saja. Allahu Akbar.
Terakhirnya terserah mau barang ini atau
lafalnya habis baru turun tangan
terserah. Intinya yang penting salat.
Insyaallah enggak salah. Allahu Akbar.
Allahu Akbar. Allahu Akbar. Baru begini
semuanya aman ya. Insyaallah enggak ada
enggak ada masalah. Yang penting apa?
Salat.
Tib. Apa hikmahnya mengangkat tangan?
Disebutkan oleh Alqadiyat ada beberapa
hikmah. Di antaranya tentu Rasulullah
tidak jelaskan. Ini sekedar para ulama
mencari apa hikmahnya kita salat angkat
tangan. Ada yang mengatakan untuk
mengagungkan salat. Allah orang
mengungkan dengan angkat tangan.
Mengungkan salat. Jadi, Allahu Akbar
mengumkan salat bahwasanya kita sedang
masuk dalam ritual yang sangat agung itu
salat. Kita langsung connecting dengan
pencipta alam semesta yang menciptakan
kita. Makanya Rasulullah mengatakan
kunta fati eh apa? Fainnaka tunajib. Ya.
E sesungguhnya kalau kau sedang salat
maka kau sedang bermunajat dengan Allah
Subhanahu wa taala. Kita sedang
bermunajat. Maka dia ini koneksi kita.
Alhamdulillah umat Islam ingin
berkoneksi dengan Tuhannya langsung
dengan salat muda. Ada yang mengatakan
Allahu Akbar itu sebagai pertanda. Ada
orang tahu kita salat dengan gerakan
tangan Allahu Akbar.
Ada yang mengatakan Allahu Akbar itu
angkat tangan untuk kepasrahan. Seperti
orang di tangkap Allahu Akbar pasrah
saya. Pasrah kepada Allah bahwasanya
saya salat ini pasrah kepada Allah. Ada
yang mengat isyarat untuk membuang dunia
untuk masuk akhirat. Semua dunia kita
buang baru kita menuju kepada ini semua
hikmah tidak ada dalilnya hanya sekedar
para ulama mencari-cari hikmahnya apa,
kenapa angkat tangan wallahuam bisawab.
Demikian saja yang bisa sampaikan ya.
Kita
ee ingatkan tadi bahwasanya kita bahas
tadi masalah apa ni? Niat ya. Niat.
Kemudian tadi apa? Berdiri ya. Kemudian
apa? Angkat angkat tangan. Pandangan
mata juga sudah kita bahas. Insyaallah
sampai sini saja. Ya, kalau ada yang
bertanya saya persilakan. Wallahu taala
alam bawab. Ya, jangan lupa ujian ya.
Ujiannya banyak sepertinya. Bab
demikian. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.