Al-Kabair #46: Sikap Pemimpin Yang Tidak Berbuat terbaik Kepada Rakyatnya
pq9o9vCbXCQ • 2026-02-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasyukrhu ala
taufikinani asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahu
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwani hadirin hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
kita masih melanjutkan
ee dosa-dosa yang dilakukan oleh para
penguasa ya ee yang merupakan bentuk
tidak amanah Ya. Ee bab berikutnya bab
maja'a fi ghisyir rah. Ya, bab tentang
sikap penguasa yang
tidak
nasihat kepada rakyat. Ya, gis itu lawan
dari dan kita tahu Rasulullah bersabda,
"Adinun nasihah." Agama adalah nasihat.
Yang dimaksud dengan nasihat sini
maksudnya seorang berbuat yang terbaik
buat yang di hadapannya. Maka kemudian
sahabat bertanya, "Liman ya Rasulullah?"
Nasihat buat siapa? Rasulullah menjawab,
"Lillahi waliasulihi
wali kitabihi waliasulih wal immil
muslimin wa ammatihim." Nasihat bagi
Allah, bagi Al-Qur'an, bagi rasul-Nya,
bagi para imam, para penguasa, dan bagi
kaum muslimin secara umum. Apa maksudnya
nasihat kepada Allah? Maksudnya berbuat
yang terbaik di hadapan Allah itu
menjalankan perintahnya,
menjulerangannya. Apa maksudnya? nasihat
kepada Al-Qur'an. Bukan kita kasih
nasihat kepada Al-Qur'an, tapi maksudnya
menjalankan Al-Qur'an ee dengan baik.
Niat kepada Rasulullah maksudnya kita
melakukan yang terbaik sesuai yang
diinginkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam itu menjalankan sunahnya,
menjauhi larangannya. nasihat kepada
para penguasa yaitu kita ingin yang
terbaik bagi mereka, kita datangi, kita
kasih masukan, dan nasihat juga kepada
kaum mukminin. Jadi nasihat bahasa Arab
maknanya adalah melakukan yang terbaik
bagi orang di hadapannya. diambil dari
kata Annush ada yang mengatakan ee
nasihat maksudnya ee menjalin ya
kain-kain yang ee robek dinasah yaitu
dijahit sehingga yang bolong-bolong jadi
diperbaiki. Ada yang mengatakan annush
maksudnya membersihkan. Kalau ada madu
yang kotor maka dinusah maksudnya
diambil kotorannya. Maksud saya saya
ingin menyampaikan makna nasihat itu
bukan artinya sekedar yang kita pahami
memberi nasihat. Kalau bahasa Indonesia
itu memberi nasihat. Kalau bahasa Arab
annash itu umum. Bukan cuma memberi
nasihat, tapi ingin yang terbaik bagi
orang di hadapannya. Seperti kata para
nabi, "Inni lakum nasihun amin." Aku
adalah pemberi nasihat yang terpercaya.
Maksudnya aku ingin yang terbaik bagi
kaliank kalian. Nah, lawan dari nasihat
adalah ghis. Yaitu melakukan yang tidak
baik bagi rakyat. Itu namanya ghis.
Kadang kalau bahasa Indonesia diartikan
curang, padahal dia tidak terbatas pada
curang. Nasehat umum ingin yang terbaik
bagi kalau dikatakan ini orang tua nasih
kepada anaknya. Maksudnya dia selalu
ingin yang terbaik bagi anaknya. Ya. Ya.
Bukan nasihat terus enggak. Tapi dia
dalam perbuatannya menunjukkan ingin
terbaik bagi anaknya. Tapi kalau orang
tua tersebut tidak peduli anaknya, tidak
perhatian sama disebut ghisy. Yaitu
lawan daripada nasih, yaitu tidak
melakukan yang terbaik bagi dalam hal
ini tidak melakukan yang tidak terbaik,
tidak melakukan yang terbaik bagi
rakyatnya.
Maka ini sangat berbahaya bagi penguasa.
Oleh karenanya penguasa bukan sekedar
jadi penguasa, tapi beban di pundaknya
sangat besar. Dia harus melakukan yang
terbaik bagi rakyatnya karena dia
memegang kekuasaan. Adapun jika tidak
melakukannya maka berbahaya baginya. Dia
terjerumus dalam dosa besar. An Maqil
bin Yasar radhiallahu anhu marfuan. Dari
Maqil bin Yasar radhiallahu anhu secara
marfu. Ma min abdin yastariillahu
riyatan. Tidak ada seorang hamba yang
Allah menjadikan dia memimpin suatu
rakyat yamutu yauma yamutu ketika dia
meninggal dalam kondisi wahua gosyun
liraati ternyata dia gis yaitu tidak
melakukan yang terbaik bagi rakyatnya
illa haramallahu alaihil jannah kecuali
Allah akan mengharamkan surga baginya
riwayatin dan dalam riwayat yang lain
falam yuh binasihatihi
dia sangat
Sang penguasa tersebut tidak meliputi
rakyatnya dengan nasihat itu tidak
melakukan yang terbaik bagi rakyatnya.
Illa lam yajid rohatal jannah. Kalau dia
tidak melakukan yang terbaik bagi
rakyatnya maka dia tidak akan mencium
aroma surga.
Ini dalil bahwasanya
ee wajib bagi penguasa berpikir keras
untuk melakukan yang terbaik bagi
rakyat. Jika dia tidak melakukannya, dia
berhukum asal-asalan
ya tidak tidak memperhitungkan, tidak
menimbang yang terbaik bagi rakyatnya,
maka dia berdosa. Apalagi kalau ternyata
dia ingin mencelakkan apa? rakyatnya
untuk kepentingan pribadinya. Dia
sekedar berhukum tidak asal hukum, asal
kasih keputusan tidak mikir panjang,
tidak mikir apa sih yang terbaik buat
rakyat itu sudah berdosa. Berarti dia
gis karena wajib bagi dia untuk
melakukan yang terbaik bagi rakyat. Ya,
ini beratnya jadi penguasa. Maka dia
haram masuk surga. Bahkan dalam riwayat
tidak akan mencium aroma surga. Dan
sabda Nabi, tidak akan mencium aroma
surga lebih dahsyat daripada tidak masuk
surga. Kenapa? Karena aroma surga
tercium dari jarak sekian-sekian tahun
perjalanan. Ya, jangankan masuk, cium
dari jauh aja enggak bisa, berarti dia
sangat jauh dari surga. Ini dosa besar.
Alhamdulillah antum bukan penguasa.
Alhamdulillah rakyat jelata.
Penguasa repot ya. Penguasa repot.
Ngerti? Jadi penguasa.
Di sini Rasulullah ingatkan ma min
abdin. Tidak seorang hamba agar dia tahu
bahwasanya dia juga adalah hamba.
Sebagaimana rakyat adalah hamba. Jangan
dia sangka kalau jadi penguasa dia tidak
akan dihisab. Dia adalah hamba Allah.
Rakyat pun hamba Allah. Semuanya akan
dihisab. Meskipun dia penguasa, dia juga
akan dihisab. Kemudian yastari.
Dia harus tahu bahwasanya yang membuat
membuat dia berkesempatan menjadi
penguasa juga Allah Subhanahu wa taala.
Dan itu amanah. Dan Allah akan tanya
amanah tersebut pada hari kiamat kelak.
Ketika dia mati ternyata dia gas, dia
tidak melakukan terbaik bagi rakyatnya
maka ciloko. Maka apa? Ciloko. Dia tidak
akan masuk surga bahkan tidak akan
mencium aroma surga. Maka seorang
penguasa dalam setiap keputusannya,
dalam setiap penjelasnya, selalu dia
mikir apa yang terbaik bagi rakyat, apa
yang terbagi bagi. Itu harus dia
pikirkan. Kalau dia sudah berusaha
ternyata dia salah, itu yang cerita.
Tapi kalau sejak awal dia tidak
memikirkan rakyat, tapi dia pikir
gimana? Ini seperti perusahaan. Kapan
saya bisa ambil untung
sebanyak-banyaknya? Binasa
ciloko. Ngeri. Alhamdulillah antum
rakyat jelata. Saya juga raya jelata.
Alhamdulillah memang enak jadi penguasa.
Ada saya ketemu bekas pejabat
umrah sama saya bilang, "Ustaz,
alhamdulillah antum mungkin jam 09. .30
sudah tidur." Kita kadang jam 2.00 malam
baru mulai rapat. Allahu Akbar. jam .
malam baruai rapat. Ya maksudnya
syukurilah jadi rakyat jelata bersyukur
karena berat ya. Memegang jabatan juga
memang terlihat ada kesenangan,
kenyamanan ya. Tapi di balik itu
tanggung jawab juga besar ya. Orang
sedang istirahat dia tidak istirahat.
Orang sedang dipuji-puji dia
dicela-cela. Ya. Terus ini baru di dunia
belum di akhirat kelak.
Bab berikutnya bab asyafaqati alariah.
Bab bersikap sayang ee mengasihi.
Syafaqah itu mengasihi sayang kepada
rakyat. Ini harus ada dalam diri
penguasa. Dia harus menyaingi rakyat,
mengasihi rakyat, lembut sama rakyat.
Harus demikian. Bukan dia jadi penguasa
untuk mentang-mentang, untuk mendes
rakyat, untuk arogan. Bukan itu. Bukan
itu. Kau jadi penguasa bukan untuk
arogan. Bukan untuk kau hebat untuk
kemudian ngamuk-ngamuk depan orang.
Bukan untuk bentak-bentak seenaknya
merendahkan orang. Enggak. Bukan itu.
Penguasa itu harusnya rahmat, sayang,
mengasihi rakyat. Rakyat jelata, gak
punya kemampuan, gak punya otoritas,
enggak punya ya enggak bisa apa-apa ya.
Waqulullahi taala. Kemudian beliau
membawakan Syekh Muham Abdul Wahab
rahimahullah membawakan dalil. Pertama,
firman Allah Subhanahu wa taala, "Wakfit
janahaka lil mukminin." Rendahkanlah
sayapmu bagi kaum. Maksudnya
rendahkanlah dirimu bagi kaum mukminin.
Karena itu orang mukmin rendahkanlah
dirimu. Jangan mentang-mentang jangan
arogan. Jangan arogan. Sesungguhnya apa
kata Allah? Waj'alna ba'dakokum liba'din
fitnatan atasbirun. Kami jadikan
sebagian kalian adalah ujian bagi
sebagian yang lain. Kata para ahli
tafsir yaitu orang kaya diuji dengan
orang miskin. Diuji gimana kok diuji
dengan orang miskin? Jangan sombong,
jangan angku, jangan merendahkan. Orang
miskin diuji dengan orang kaya. Itu
maksudnya apa? Jangan hasad, jangan
dengki, jangan.
Rakyat diuji dengan penguasa untuk taat,
untuk apa yang diperintahkan. Jika baik
harus ditaati, tidak boleh memberontak,
bersabar dengan penguasa yang mungkin
tidak sesuai ekspektasi. Dan penguasa
diuji dengan rakyat untuk mengatur
rakyat, mengurus rakyat, memberi
keputusan yang terbaik bagi rakyat.
Jangan sombong sama mereka, jangan
angguh sama mereka. Sebaliknya hendaknya
sayang kepada mereka.
Ya. Kemudian dalil yang kedua, waqulu
taala fabima rahmat minallahi
lintalahum.
Dengan sebab rahmat dari Allah maka kau
pun lembut kepada mereka. Ini ayat
tentang Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kalau seandainya engkau kasar,
kata-katamu kasar, hatimu keras, tentu
para sahabat akan kabur dari imu.
Ayat ini menjelaskan tentang
bahwasanya jika seorang lemah lembut itu
karunia dari Allah. Ayat ini yang
belajar nahwu asalnya fabirahmatin
minallah. Fabirahmatin ma di situ adalah
secara secara ikrab adalah ma zaidah.
Seandainya dihapus rabnya tidak berubah.
Fabirahmatin ditambah ma itu zaidah
secara rab. Tapi secara makna adalah
untuk penekanan. Kalau kita artikan
secara bahasa dan benar-benar dan
sungguh-sungguh dengan karunia karunia
dari Allah maka kau jadi lembut terhadap
mereka. Maka seorang yang lemut-lembut
kepada orang lain maka itu dia dapat
karunia dari Allah subhanahu wa taala.
Makanya di antara doa Nabi sallallahu
alaihi wasallam, Allahum asaluka hubbak
wub yuhibbuk wubli amal hubbik Allah
munkaratubal masakin. Ya Allah aku mohon
kepada engkau untuk bisa mencintai
orang-orang miskin.
Oleh karenanya di antara keajaiban
akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam
disebutkan oleh Arrazi dalam sebagian
kitabnya dia mengatakan kana Nabi
sallallahu alaihi wasallam fiat tawadu
yaal fuqara Rasul sahu alaih wasallam di
puncak-puncak tawadu jika berhadapan
dengan orang-orang miskin sebaliknya
fiat amamal agniya tapi di depan orang
kaya rasul sahu alaihi wasallam seperti
sama sekali tidak perlu dengan mereka
itu tidak ada melas-melas berharap dari
mereka sama sekali enggak ada tapi depan
orang miskin justru Rasulullah sangat
merendah ya karena Rasulullah memang
berdoa agar mencintai orang-orang miskin
ya sehingga kita dapat dalam hadis ada
orang miskin ada seorang wanita yang
pikirnya terganggu ngobrol sama Nabi.
Ada budak yang bawa tangan Nabi
sallallahu alaihi wasallam maka Allah
menjelaskan engkau lembut kepada para
sahabat secara umum adalah karunia dari
Allah. Maka seorang kalau dapat hatinya
lembut kepada siapa saja dia bersyukur
kepada Allah. Hatinya tidak keras, tidak
kasar. tidak arogan. Karena orang kasar
biasanya ada kesombongan dia. Ada ada
backingan di belakang makanya dia
arogan.
Kalau dia enggak ada backingan biasanya
dia enggal
ya. Tapi kalau dia di belakang dia ada
backingan, biasanya dia bisa arogan,
kasar. Maka ketika kita lembut sama
orang, apalagi terhadap orang miskin,
orang di bawah kita, anak buah kita, ya
kita kasihan sama dia, itu karunia.
Allah berfirman, "Fabima rahmatin
minallah." Sungguh benar-benar dengan
rahmat Allah engkau jadi lembut sama
mereka. Wau kunta fadid. Kalau engkau
wahai Rasulullah kasar bicaranya, hatimu
keras, lam fadu min haulik, mereka akan
kabur darimu. Maka dibawakan dalil ini
oleh Syekh Muhammad Abdul Wahab
rahimahullah karena Nabi adalah
penguasa, pemimpin negara ketika itu.
Nabi lembut. Lembut bukan berarti enggak
tegas ya. Lembut ada wibawa. Bukan
wibawa dengan arogan. wibawa dengan
lembut, dengan ilmu, dengan tegas. Bukan
wibawa dengan marah-marah,
menakut-nakuti. Gak. Bukan begitu wibawa
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Rasulullah orang segan tapi orang semua
sayang sama beliau sallallahu alaihi
wasallam. Maka seakan-akan Syekh
mengatakan, "Tirulah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Jadilah penguasa yang
sayang sama rakyat, yang kasihan sama
rakyat, yang perhatian sama rakyat.
Bukan mentang-mentang arogan, angkuh,
merendahkan, menghina, mengejek. Kamu
rakyat jelata tidak tahu apa-apa. Ini
ngeri seperti ini.
Wali Muslimin an Aisyah radhiallahu
taala anha marfuan. Dan Imam Muslim
meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu
taala anha secara marfu. Rasul sahu
alaih wasallam bersabda, "Allahumma man
waliya min amri umatian fasyaqo alaihim
fasquq alaihi." Ya Allah, siapa saja
yang mengurusi urusan umatku, urusan
apapun, kata Nabi, siapa saja yang
diberi kewenangan untuk mengurusi urusan
umatku, urusan apapun, fasyaqqo alaihim,
kemudian dia mempersulit umatku.
Faskuquq alaihi, persulitkanlah dia.
Waman waliya min amri umatian farofaqo
bihim farfuq bihi. Dan siapa saja diberi
kewenangan untuk mengurusi urusan
umatku, urusan apapun lantas dia
berlemah lembut kepada umatku, maka
lembutlah kepadanya. Ini aljaza min
jinsil amal balasan dengan perbuatan.
Siapa yang buat merepotkan umat Muhammad
cepat atau lambat dunia atau di akhirat
dia akan direpotkan oleh Allah subhanahu
wa taala. Siapa yang ketika mengurusi
umat Muhammad dia tahu ini umat Muhammad
maka dia berusaha ee ngurusi umat
Muhammad dengan baik. ya sallallahu
alaihi wasallam dia berusa dengan baik.
Maka kata Nabi, "Ya Allah, lembutlah
kepada kepada kepadanya di dunia maupun
di akhirat." Maka ee seorang ya berusaha
ketika diberi wenangan dan ini umum
bukan hanya penguasa bahkan diberi
kewenangan untuk urusan apapun seperti
misalnya ngurus surat izin ya berusaha
lembut kalau memang tidak sesuai dengan
aturan. Enggak bisa enggak bisa kasih
tahu. Kalau sesuai di di dipermudah ya
seperti itu. Kalau ngurus SIM jangan
dipersulit ya. Sim ya. Kalau memang bisa
diluluskan, kalau enggak bisa jangan
diluluskan ya. Ya seperti itu ya. Jangan
persulit ya. Apa urusan jangan
dipersulit. Ini sekarang dipersulit.
Dipersulit supaya ada main bela
belakang. Enggak bisa. Enggak bisa.
Enggak bisa. Enggak bisa. Enggak bisa
dari belakang. Oh bisa.
Ada kawan ngurus ngurus ee
izin. Ngurus izin kasih izin katanya
kurang ini dilengkapi lagi. Besok lagi
sudah tunggu waktu ketemu lagi. Kurang
ini dilengkapi lagi. Enggak bilang dari
awal langsung kurang ini, ini, ini, ini,
ini. Satu-satu kurang ini. Oke. Urus
lagi. Besoknya ada kurang lagi ngurus
lagi. Besok lagi kurang lagi ngurus lagi
sampai semua dipenuhi.
Setelah apalagi kurang Pak, kurang
lampiran katanya.
Kurang lampiran
amplop maksudnya. Subhanallah. Ini
kenapa enggak bilang dari awal? Kalau
ada lampiran semuanya enggak perlu.
Ini gimana hari kiamat dia makan berapa
sih? Dia buat senang-senang, buat
jalan-jalan sama keluarganya, buat
foya-foya. Setelah itu
bencana yang akan menimpanya dunia
sebelum akhirat. Orang kalau makan uang
panas dia akan menderita. Itu uang
panas. Kalau dia uang panas ke bawaannya
pengin yang panas-panas. Ya. Ya. Pengin
maksiat, pengin ini, pengin anu, pengin
foya-foya, ingin sombong-sombongan,
ingin coba ini, coba anu, ingin zina,
ingat uang panas. Uang panas. Ngeri. Di
dunia dia tidak bahagia, apalagi di
akhirat.
Makanya dulu sekarang alhamdulillah
sudah mulai berkurang. Dulu ada istilah
kalau bisa dipersulit ngapain
dipermudah?
Dulu seperti itu dulu. Subhanallah.
Makanya ini tidak terkait dengan
penguasa. Bahkan yang memegang memenang
sedikit pun ngurusin sesuatu, ngurusin
urusan umat Muhammad ternyata dia
persulit. Padahal tidak harusnya
dipersulit. Beda kalau memang ini ketat
kan ada kemaslahatan, silakan perketat
karena ini kemaslahatan. Tentu penguasa
lebih tahu ini tidak bisa digampangkan.
Kalau digampangkan mudarat harus
diperkatat. Oke. Tapi kalau hukum
asalnya memang mudah, dia persulit demi
untuk mendapatkan uang belakang, maka
ini ngeri ya. Ini didoain oleh Nabi
kecelakaan. Fasykuk alaihi. Ya Allah
persulitlah dia. Nanti dia di dunia
hidupnya sulit. Apa-apa sulit apalagi
kalau dia sudah pensiun. Urusan ini
sulit, urusan itu sulit. Dapat hidayah
pun sulit, matinya pun sulit, di alam
barzakh pun sulit. Ngeri.
Dibangkitkan pun su sulit. Siapa yang
doain? Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dan doa Nabi dikabulkan.
Sebaliknya siapa yang membantu kaum
muslimin akan diringankan. Makanya rasul
sahu alaihi wasallam man nafas mukmin
qurbatan min qabid dunya nafasallahu
anhu qurbatan min qabi yaumilqiamah.
Siapa yang menghilangkan kesulitan
seorang mukmin di dunia Allah akan
meringankan atau menghilangkan
penderitaannya di akhirat. Sampai kata
para ulama Nabi tidak mengatakan siapa
yang menghilangkan penderitaannya di
dunia Allah hilangkan. Siapa yang
menghilangkan penderitaan saudaranya di
dunia hilangkan penderitaannya di dunia.
Allah Nabi tidak bilang dunia. Nabi
langsung bilang Allah menghilangkan
penderitaannya di akhirat. Karena
penderitaan dunia enggak ada apa-apanya
dibandingkan penderitaan apa? Akhirat.
Ini siapa yang merepotkan? Umat.
Merepotkan urusan dipersuliti.
Kalau bodoh dibodoh-bodohin. Aduh
alhamdulillah sekarang sudah mulai
mudah. Dulu berat ya riswah di mana-mana
ya. Nyogok di mana-mana ya sudah
tradisi. Uang kerahimanlah, uang apalah.
Enggak ada uang penyesalan,
uang pengertian, uang kerahiman, uang
nama-namanya macam-macam. Padahal
namanya rwah.
Sekarang istilahnya apa? Grati
gratifikasi,
riswah.
Ini semua ngeri. Maka do Nabi mendoakan,
"Repotkanlah dia ya Allah." Dia mungkin
sekarang senang-senang nanti dia repot
lihat matinya kayak apa, di alam barzakh
bagaimana di akhirat bagaimana. Allah
mustaan.
Baik. Bab berikutnya
bal ihtijab dunar ryah. Bab yaitu
berhijab yaitu menghindar. Tidak mau
ketemu dengan rakyat. Dunar riyah tidak
mau ketemu dengan rakyat. Ya, sebagian
penguasa tidak mau ketemu dengan rakyat.
Kalau tidak mau ketemu dengan rakyat,
bagaimana rakyat bisa menyampaikan
aspirasinya, menyampaikan kekeluhannya?
Nama namanya penguasa dia adalah apalagi
namanya wakil ra rakyat, apalagi namanya
pengurus rakyat ya. Dia pekerja rakyat,
pekerja negara ya. Dan dia mengambil
harta dari harta rakyat ya.
dia mengambil dari uang pajak misalnya
ya, dia digaji oleh rakyat, kemudian dia
ngambil gajinya sebanyak-banyaknya
kemudian dia korupsi uang rakyat
kemudian dia sembunyi dari rakyat. Nah,
ini binasa sudah ini ngumpulin dosa
sebanyak-banyaknya. Dosa penguasa. Dosa
penguasa.
An Abi Maryam al-Azdi radhiallahu anhu
annahu qala li Muawiyah. Dari Abu Maryam
alasdi, dia berkata kepada Muawiyah
radhiallahu anhu, samiu Rasulullah sahu
alaihi wasallam yaakul. Aku mendengar
Rasulullah alaihi wasallam bersabda,
"Man wallahullahu saian min umuril
muslimin." Siapa yang Allah kasih
wewenang untuk mengurusi suatu urusan
kaum muslimin fahtajaba duna hajatih,
maka dia menghindar, dia bersembunyi
sehingga tidak mendengar keperluan
mereka. Watihim, keperluan mereka,
waakrihim, dan kemiskinan mereka,
kebutuhan mereka.
Ihtajaballahuuna hajatihi wati
waqalqiamah. Maka pada hari kiamat kelak
Allah akan menghindar darinya, tidak
mengurusi kebutuhannya, keperluannya,
kemiskinannya pada hari kiamat.
Tadi ini saya bilang menguatkan kalau
dikasih repot di dunia masih mending
yang masalah kalau repot di akhirat. Dan
ini semua kaidah aljaza menyisil amal
balasan sesuai dengan perbuatan.
Muawiyah dinasihati dan hukum asal
demikian. Seorang kalau ingin menasihati
penguasa langsung langsung ketemu muka
empat mata langsung datang ketemu atau
bisa ketemu langsung kirim surat
langsung ya dan itu lebih mengena kepada
penguasa lebih menunjukkan keikhlasan
ketulusan bagi yang memberi nasihat ya
dan kemungkinan diterima juga lebih
besar. Adapun kalau berkeluar-keluar di
belakang biasanya penguasa dengki
jengkel ya dan kemudian tujuan
menasihati terkadang tidak ter tercapai.
Kemudian juga yang menasihati bisa saja
terkena ri terkena ujub. Beda kalau
datang langsung ketemu jika memungkinkan
kalau tidak menulis surat. Kalau enggak
lewat orang yang dipercayai.
Maka siapa yang
menutup diri tidak mempedulikan
kebutuhan
rakyat maka Allah akan
berpaling darinya, tidak mengurusinya
pada hari kiamat kelak. Faja'ala
Muawiyatu rajulan ala hawaijinas.
Maka akhirnya Muawiyah mengangkat
seorang khusus untuk mengurusi, menerima
kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Rawahu
Abu Daud wa Tirmidzi. Hadis riwayat Abu
Daud, Tirmidzi. Walitzi an Amr bin
Murrah aljuhani nahwuhu wasahahu
alhakim. Dan Imam Tirmidzi juga
meriwayatkan makna yang sama dari Amr
bin Murra Aljuhani dan disahihkan oleh
Al-Hakim.
Maka yang di antara yang wajib bagi
seorang penguasa
adalah untuk menerima keluhan-keluhan
rakyat secara langsung.
Ya, jika tidak mampu maka lewat
wakilnya. Ya, saya pengalaman saya
pernah di Madinah ada urusan
saya harus ketemu dengan amir amir
Madinah. Baru pertama saya urusan dan
saya harus dan saya daftar dapat
antrian. Saya nunggu antrian tapi
ngantri. Begitu saya datang ternyata
orang ngantri banyak urusan di antara
yang ngantri saya terus ngantri pas hari
saya dapat jadwal. Jad disebut jadwal
ketemu langsung amir. Ini saya saya
alami sendiri maksudnya saya ketemu
langsung amir. Jadi saya ngantri sama
orang-orang Arab Saudi. Mungkin yang
hidung pas-pasan cuma saya sendiri. Yang
lain semua orang mancung. saya sendiri.
Tapi saya berhasil duduk di situ ya situ
saya ngantri ngantri ngantri sampai
akhirnya saya masuk saya sampaikan
mengutarakan sesuatu urusan bukan urusan
saya tapi saya ada ngurusin orang ya
tapi intinya saya berhasil ketemu dengan
apa amir ya ya bukan lewat perantara
langsung ketemu apa amir mau saya kalau
bisa seperti itu bagus kalau enggak gak
harus karena orang terlalu banyak
kemudian kalau suruh kasih ee
permasalahan bisa cerita setengah jam
sendiri amir bisa tidur.
Tapi ada prosedurnya. Ketika mau
sampaikan, sampaikan apa? Ada
prosedurnya. Tulis dulu pembahasan apa,
apa yang mau diajukan. Nah, baru
dipelajari oleh apa? Wakilnya atau anak
buahnya baru nanti dikasih jadwal. Ya,
jadi begitu lebih gampang. Jadi, Amir
sudah mengetahui apa yang mau di bahas
pembahasan mungkin atau tidak
memungkinkan. Kalau mungkin salah pintu
harus pintu yang lain. Jadi, ada
prosedur ketika itu. Intinya saya
berhasil ketemu dengan apa? Amir.
Padahal tukang pijitnya orang Indonesia.
Tapi saya tidak lewat tukang pijit itu
enggak.
Tapi intinya ee intinya kalau penguasa
berusaha untuk mendengar apa keluhan
rakyat. Jangan cuma mendengar dari anak
buah cukang cari apa? Penjilat cari
muka. Urusan gimana? Aman. Aman. Aman.
Aman bagaimana? Ya di mana-mana banjir
aman
ya. benar-benar benar-benar lapor yang
ingin kebaikan buat rakyat, bukan hanya
memberi kabar gembira buat penguasa
sehingga seakan-akan tidak ada masalah.
Dia harus cari wakil-wakil yang aman
yang bisa menyampaikan benar sehingga
dia bisa cari solusi yang mungkin dia
lakukan. Kalau tidak bisa dilakukan, dia
punya uzur di hadapan Allah Subhanahu wa
taala. Tapi menutup diri tidak mau
ketemu dengan siapapun, maka ini Allah
akan menutup darinya pintu pertolongan
pada hari kiamat kelak. Maka wajib bagi
penguasa untuk menerima ee
permohonan-permohonan rakyat,
keluhan-keluhan mereka sebagaimana Nabi
melakukannya sallallahu alaihi wasallam.
Ee demikiannya khulafa para khulafa
rasyidin ya mereka dahulu tidak mencegah
orang-orang untuk ketemu dengan mereka.
Tapi kalau ada penghalang gak bisa mau
ketemu amir enggak bisa. Enggak ada
jalan ya. Mau sampaikan orang enggak
bisa. Amir sibuk. ya hamir sibuk ya mau
ngurus rakyat ada banyak enggak bisa ah
seperti itu tidak membuka pintu sama
sekali ya tidak dipelajari permohonannya
maka ee seperti ini Allah akan menutup
pertolongan darinya akhirnya sekarang
rakyat kalau ingin diketahui dia bikin
suatu yang viral supaya diper
diperhatikan
repot ya.
Maka ketika Muawiyah disampaikan, maka
Muawiyah pun menjalankan nasihat
tersebut. Dan demikian, para salaf
dahulu memberi nasihat secara langsung.
Aisyah radhiallahu anha pernah diminta
nasihat dari Muawiyah. Maka Muawiyah
dikirimi surat oleh Aisyah radhiallahu
taala anha dengan membawakan hadis Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu
alaihi wasallam bersabda, "Maniltamas
ridallah bisakatinas radhiallahu anhu
ard anhunas."
Siapa yang mencari keridaan Allah dengan
kemurkaan manusia, maka Allah akan rida
kepadanya dan Allah menjadikan orang
rida kepadanya. Waman btillah. Siapa
yang ingin disenangi oleh manusia dengan
kemurkaan Allah sakitallahu alaihi maka
Allah murka kepadanya. Wa alaihinas dan
Allah akan buat manusia murka kepadanya.
Tib berikutnya termasuk kesalahan
penguasa. Ini dosa-dosa penguasa. Kita
dari kemarin sudah berapa pertemuan
semua tentang dosa-dosa penguasa. Aduh,
semakin
menekankan kita takut jadi penguasa.
Emang juga siapa yang mengangkat kita
jadi penguasa?
Cuma agar ini nasihat ya untuk kita
bersyukur jadi rakyat jadi penguasa.
Kita doain mereka supaya bisa
menjalankan tugas mereka. Sesungguhnya
yang mereka pegang itu beban amanat yang
luar biasa. Fainnahu yaumalqiamati
khizyun wadam. Sesungguhnya itu hanyalah
penyesalan dan kehinaan pada hari kiamat
kelak jika tidak ditunaikan dengan baik.
Bab almuhabbat fil wilayah. Bab tidak
enak pekeewuh dalam urusan wilayah.
Muhabbat itu pekeewuh. Maksudnya enggak
enak. Udah enggak enaklah. Ya udahlah
kamu jadilah enggak enak. Kenapa ini
saudara? Nanti kalau saya tidak jadikan
dia penguasa. Umiku marah-marah gimana
adikku? Saya kata kalau enggak tante
saya ngomel-ngomel. Kamu enggak aduh
enggak enak ini dari kabilah saya enggak
enak sama kepala suku. Ini namanya ini
enggak boleh. Tugas penguasa ketika dia
mengangkat pejabat, dia harus memilih
sesuai dengan kafaah, kemampuannya,
kapasitasnya
untuk rakyat. Karena kalau dia tidak
memilih yang benar berarti dia gish.
Paham? Kalau dia tidak mengangkat
penguasa yang tepat berarti dia gish.
Enggak enak. Dia sudah bantu-bantu saya.
Waktu saya kampanye kemarin dia yang
bantu-bantu saya. Ya sudah, kamu ah ini
enggak bisa seperti ini. Ini ciloko
seperti ini. Engak bisa. dia harus milih
mana yang terbaik. Itu kewajiban bukan
sunah. Wajib bagi dia memilih
pegawai-pejabat yang terbaik untuk
rakyat. Dan tidak boleh ada
pekew-pekewuh enggak enak-ngaken enakan
dalam urusan ini. Kok enggak enak-enak
sama orang terus kok enak-enakan sama
Allah.
Enggak enak sama manusia terus
enak-enakan sama Allah. Ingin disenangi
oleh manusia dimurkai oleh Allah
subhanahu wa taala. Ya enggak boleh.
Akhroja Ahmad wal Hakim wasahahu an
Yazid bin Abi Sufyan.
Ahmad dan alhakim dan disahkan alhakim
meriwayatkan Yazid bin Abi Sufyan
radhiallahu anhu. Anna Yazid maksudnya
bin Abu Sufyan saudaranya Muawiyah bin
Abi Sufyan. Anna Abu Bakrin radhiallahu
anhu q lahu. Abu Bakar menasihati Yazid
ya Y yazid inna laka qorabatan.
Wahai Yazid sesungguhnya kau punya
kerabat. Fahal asitaum
bil imarah.
Jangan sampai kalau kau sudah jadi
penguasa, kau mendahulukan mereka
kerabatmu untuk jadi pejabat.
Wika aksaru ma aku. Alik. Ini yang
paling saya khawatirkan kepadamu, yaitu
jangan sampai kau pilih Bani Umayyah
untuk menjadi penguasa. Ya baqala Rasul
sahu al wasallam saya yang khawatir ini
menimpamu nanti kau memilih pejabat dari
kerabatmu, dari sukumu, dari kabilahmu.
Setelah Rasul sahu al wasallam bersabda
man waliya min amril musliminaian
faammaro ahadan muhabatan.
Siapa yang menjadi mengurusi urusan kaum
muslimin kemudian dia mengangkat seorang
menjadi pejabat karena pekeewuh karena
enggak enak. Fa alaii laknatullahi wal
malaikati ajmain. Maka atas dia laknat
Allah dan malaikat dan seluruh manusia.
Laqbalahu minhu wlan. Allah tidak akan
menerima amalannya yang wajib maupun
yang sunah. Hatta yudilahu jahanam.
Sampai Allah masukkan dalam neraka
jahanam.
Ini ngeri ya. Ngeri ya. Kenapa? Ketika
dia mengangkat pejabat karena enggak
enak karena Peku yang dia rugikan
rakyat.
Maka pantas dia dilaknat karena dia yang
diduikan rakyat. Ini ada orang bahlul
tapi ini adik saya, ini kakek saya, ini
tante saya, ini tetangga saya, ini teman
sekolah saya.
Enggak ada. Harus yang sesuai, yang
benar-benar terbaik untuk rakyat. Tapi
kalau dia enggak enak, enggak enak,
enggak enak, enggak enak, akhirnya
ya tidak diterima ee amalan wajib maupun
sunahnya sampai Allah masukkan dalam
neraka jahanam. Ini hukuman yang
mengerikan ya. Dan dia berhak mendapat
laknat karena dia merugikan rakyat
gara-gara membela pekeewohnya tersebut,
enggak enaknya tersebut. Enggak boleh
ada basa-basi dalam hal ini dalam urusan
mengangkat pejabat. Ya, ini misalnya dia
jadi gubernur, terus adiknya daftar,
ada temannya daftar, ada orang lain yang
dia enggak kenal. Bukan suku dia, bukan
apa-apa, tapi orang yang satunya hebat,
kualifikasinya bagus, kemudian
kapasitasnya oke, cerdas. Waduh, enggak
enak sama adik nih, enggak enak sama
tante. Kalau saya enggak angkat adik,
nanti tante marah-marah. Lebih enak
dimarahin orang daripada dimarahin
tante. Waduh.
Nanti kalau saya enggak angkat ini, ini
ipar, istri saya marah-marah. Lebih baik
saya dimusuhin satu dunia daripada
dimusuhin istri. Akhirnya
ini semua enggak benar seperti
dia mencari keridaan manusia demi untuk
ee kemudian dengan kemurkaan Allah
Subhanahu wa taala. Walil Hakim wasah an
Ibn Abbas dari Alhakim dan juga
disahihkan oleh beliau alhakim dari Ibnu
Abbas secara marfu.
Siapa yang mengangkat seorang menjadi
jadi pemimpin di atas suatu isabah.
Isabah itu kelompok kecil.
Padahal di antara kelompok tersebut,
kelompok kecil ada orang yang lebih
diridai oleh Allah daripada yang dia
pilih. Dia tahu ada yang lebih berhak,
lebih pintar, lebih jago, lebih pas.
Tapi karena dia enggak enak diangkat
salah satunya ini. Faqadallaha wa
rasulahu wal mukminin. Maka dia telah
berkhianat kepada Allah dan rasulnya dan
kaum mukminin.
Ini Nabi bilang isabah hanya kelompok
kecil. Isabah itu kelompok kecil
misalnya 20, 30 orang, 50 orang, 100
orang kecil. Terus dia misalnya enggak
usah kita misalnya RT diangkat oleh
seorang yang angangkat RT siapa?
Hah? Rakyat kah? Oh, rakyat ya. Siapa?
Warga. Oh, bukan bukan bukan RW bukan.
Ya, intinya kalau dia punya punya
kekuasaan untuk mengangkat seorang, dia
ngangkat seorang cuma memimpin 50 orang
padahal ada yang lebih afdal daripada
orang dan dia tahu ada yang lebih afdal
maka hukumannya dia telah berkhianat
kepada Allah dan rasulnya. Karena wajib
bagi penguasa untuk memilih yang terbaik
untuk rakyat. Dia harus berpikir keras
bagaimana
yang terbaik buat rakyat. Kalau dia
tidak mampu, enggak usah, enggak usah
jadi penguasa. Jangan dianggap kekuasaan
ini hanyalah mata pencaharian untuk
mendapatkan uang sebanyak-banyaknya.
Mumpung jadi penguasa bisa buka proyek
sana, proyek sana, proyek sana, bisa
dapat saham-saham gratisan.
Masuk sini masuk sana karena dia
penguasa. Saya tanda tangan, izinkan
tapi saya dapat saham ya. Kalau enggak
saya lewat adik saya, lewat om saya,
lewat kakak saya.
Makanya
ee ngeri jadi apa menguasai. Sekali lagi
alhamdulillah antum rakyat jelata dan
banyak kita doain penguasa kita semoga
mereka bisa menjalankan tugas dengan
dengan baik. Sungguh-sungguh berat ya
sungguh berat ujian mereka sangat sangat
berat.
Babul jaur wadzulm wa khataril wilayah.
Bab tentang kezaliman, ketidakadilan dan
kezaliman dan bahayanya kekuasaan. Dan
bahayanya kekuasaan.
Akrajal hakim wasahahu. Al Imam Alhakim
meriwayatkan dan dia sahihkan. Ma min
ahadin yakunu alaiin min umur hadil umah
falam yail fihim illa kabahullahu finar.
Tidak seorang pun
mengurusi urusan kaum muslimin, urusan
umat ini, urusan apapun. Kemudian dia
tidak adil terhadap umat ini kecuali
Allah akan apa? Jerumuskan dia atau
membuat dia tersungkur di atas wajahnya
di neraka jahanam. Allah akan buat dia
tersungkur di atas wajahnya digeret di
neraka jahanam.
Ngeri. B ini dalil bahwasanya penguasa
harus a adil. Adil dia tidak boleh
zalim. Dia harus menghadapi semua rakyat
sebagai satu sejajar. Dia enggak boleh
pilih kasih. Dia harus adil. Kalau dia
tidak adil, maka Allah akan membuat dia
tersungkur digeret di atas wajahnya di
neraka menuju neraka jahanam. Dilempar
neraka jahanam.
Maka ini bahayanya. Makanya Syekh Abdul
Lahab membat membuat bab khatharil
wilayah, ngerinya
jabatan.
Maka kalau orang tidak mampu untuk
berbuat adil,
gak usah jadi pejabat. Ngeri dia jadi
pejabat bukan untuk adil, tapi untuk
membela.
Membela temannya, membela ininya,
membela sanak saudaranya, membela
kelompoknya bukan untuk keadilan. Maka
siap tersungkur wajahnya di neraka
jahanam. Walahuma an muad radhiallahu
anhu marfuan. Dan Imam Bukhari, Imam
Muslim meriwayatkan dari Muad bin Jabal
secara marfu. Ittaqi dakwatal madlum
fainnahu laisa bainahu wainallahi hijab.
Hati-hatilah, takutlah dengan doanya
orang yang dizalimi. Sesungguhnya antara
doa tersebut dengan Allah tidak ada
penghalang. Hadis ini hadis yang masyhur
ketika Rasul sahu alaihi wasallam
mengutus Muadz bin Jabal
ke negeri Yaman,
Rasulullah mengatakan, "Innaka tatian
ahla kitabin." Wahai Muad, kau akan
berdakwah menuju ahlul kitab. Mungkin
Yahudi, mungkin Nasra. Falyakun aahad.
Jadikanlah dakwahmu pertama kali tentang
tauhid tauhidillah. Dalam riwayatullah
agar mereka mentauhidkan Allah karena
mereka musyrikin ahlul kitab.
Kalau ternyata mereka taat dan memasuk
Islam,
maka kabarkan kepada mereka, ajarkan
mereka wajib salat l waktu.
Kalau mereka ternyata taat kepadamu
untuk salat l waktu
kabarkan Allah wajibkan bagi mereka
zakat diambil dari orang kaya
dikembalikan kepada orang miskin.
Waumuka kalau mereka taat untuk bayar
zakat waaka
amwali. Hati-hati ketika kau ngambil
zakat jangan ambil hewan atau barang
yang paling mulia. Misalnya zakat
kambing. Jangan pilih. Oh, zakat kambing
40 satu ekor kambing. Ini ini kambing.
Cari kambing yang gemuk. Enggak boleh
yang sedang. Jangan juga yang kurus.
Karena ini untuk harta sedekah untuk
untuk rakyat, untuk orang miskin. Jangan
ambil yang paling gemuk. Jangan juga
ambil yang paling ku kurus. Tapi ambil
yang sedang sedang-sedang. Kata
Rasulullah, hati-hati. Jangan ambil
barang yang paling bagus. Kenapa? Kalau
kau ambil barang yang paling bagus
meskipun untuk bayar zakat, maka mereka
akan marah dan mereka terzalimi. Kalau
gitu wa iyaka ee wattaqi dakwatal
mazlum. Hati-hati dengan doa orang yang
dizalimi. Karena doa orang zalimi tidak
ada penghalang antara dia dengan Allah
subhanahu wa taala. Akan dikabulkan oleh
Allah dalam seban riwayat kata Nabi.
Walau ba'da hin meskipun tidak langsung
ada saatnya doa tersebut dikabulkan.
Kita zalimi orang dia berdoa mungkin
enggak sekarang. Kalau orang balas
sekarang gak nanti 5 tahun, 6 tahun, 7
tahun berikutnya. Kemudian tiba-tiba
seorang terkena musibah hancur
berantakan kehidupannya. Ternyata akibat
dakwah orang yang dia rendahkan, dia
hinakan, yang tidak dia anggap mungkin 7
tahun lalu, 10 tahun lalu kita kalau
zalimi orang dia tidak tapi dia bisa
angkat tangan enggak? Dia bisa angkat
tangan ya. Dia bisa angkat tangan di
malam hari menangis apalagi dia orang
saleh bertakwa kepada Allah.
Ya, maka hati-hati
ini adalah petugas penguasa pengambil
zakat dan dia memang boleh ambil zakat.
Harta tersebut harta zakat yang harus
disetorkan. Cuma jangan pilih barang
yang ba bagus. Itu aja bahaya. Padahal
memang rakyat tersebut wajib untuk bayar
zakat. Tapi kalau ketika ngambil zakat,
jangan ambil yang paling bagus, yang
sedang-sedang. Apalagi ngambil uang
rakyat tanpa ada hak. Ngeri banget. Ini
aja ngambil kambing ada hak atau tidak?
Hak penguasa ada. Karena ini uang zakat.
Tapi ketika kau ngambil kambing, jangan
ngambil yang paling bagus. Jangan juga
yang kurus tapi yang sedang
sedang-sedang. Ini saja kalau kau ambil.
Padahal memang mereka harus bayar
kambing. Kau pilih ini aja. Ini kambing
tiga yang yang paling gemuklah. Dia
pasti marah kenapa paling gemuk. Padahal
dia memang harus bayar sama-sama satu
ekor. Apalagi ngambil harta rakyat tanpa
ada hak. Caplok sana, caplok sini. Aduh,
ngeri deh. Ngeri. Ngambil harta rakyat.
Mau begini setoran itu kan ngambil harta
rakyat. Setoran dari belakang. Ngambil
harta rakyat atau tidak harta rakyat.
Ngeri. Kalau enggak enggak bisa jalan.
Kalau enggak dapat, enggak dapat izin.
Ya
ngeri. Sebagian penguasa arogan ya.
Sebagian masyaallah baik membantu,
mengurus, sebagian arogan ya.
Sampai ada yang telepon kawan, "Eh, kamu
kan cari nafkah di kotaku." Subhanallah.
"Jijak kapan kota jadi milikmu?" Katanya
ini kau, kau pegawai rakyat tahu enggak?
Ambil gaji dari rakyat, dari pajak
rakyat, dari keringat rakyat. Kau
pekerja rakyat, bukan kau jadi pemilik
penguasa ko kota. Terus suruh setoran
ngeri. Anggil kambing saja memang harus
distorkan tapi kambingnya ternyata
diambil yang bagus mengerikan. Apalagi
gak ada apa-apa terus kemudian ambil
ngambil uang. Maka jangan menyepelekan
orang miskin yang tidak punya apa-apa.
Kalau dia orang saleh diangkat tangan
maka
doanya bisa saja dikabulkan meskipun
walau b'da hin meskipun di waktu yang
lain. Wali muslimin an umaah marfuan
radhiallahu anhu. Manistmalnahu ala
amalin. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Siapa yang kami
kerjakan? Yaitu kami angkat dia beri
jabatan untuk suatu pekerjaan. Fakat
minhuitan fauqahu gululan bihi
yaumalqiamah. Kemudian ternyata dia
nyembunyikan makhit. Makhit itu apa
namanya? Jarum. Dia sembunyikan jarum.
Ini artinya harta distoran distorkan ke
baitul mal. Ini harta negara. Kemudian
dia cuma cuma tidak stor batang jarum.
Maka itu gulul. Gulul itu dosa besar.
Harta panas. Maka dia akan datang pada
hari kiamat membawa jarum tersebut
sebagai bahan untuk menyiksanya. Seb
untuk menik ini baru satu batang jarum.
Gimana lagi dengan harta-harta lain? Ya,
yang harusnya harta negara diambil.
diambil.
Bahkan kalau misalnya ada penguasa
menyita karena orang ini rakyat
melanggar disita. Kemudian ketika disita
sudahlah kamu enggak usah sita semua
sebagian sama ini ini ngeri
intinya kapan seorang
mengambil harta negara
yang bukan hak dia, maka itu gulul. Maka
itu gula,
itu gulul. Termasuk gratifikasi adalah
gul. Termasuk gratifikasi adalah gulul.
Ya. Kata Rasulull Sallahu Alaihi
Wasallam, "Hadaayal ummal gul.
Gratifikasi memberi hadiah kepada
pegawai negeri, pegawai negara adalah
gulul." Kata Nabi. Gulul itu apa
sekarang istilahnya? Apa? Gratifikasi.
Kalau gratifikasi mungkin sopan bilang
gulul.
Gulul itu harta yang membawa ke neraka
jahanam. ngeri
di antara gulul menyogok
negara untuk mengambil yang bukan apa
haknya. Ada pegawai kasih hadiah ya
gratifikasi bukan gratifikasi
jangan dianggap sepele.
Kita bayar bukan hak kita. Kita bayar
uangnya masuk kantong.
Kemudian kita dapat sesuatu yang yang
bukan hak kita. Maka ini gulul,
ini rishywah. Maka rasi wal murtasi
finar yang memberi sogokan dan yang
menerima sogokan di neraka jahanam.
Wali Ahmad an Abi radhiallahu anhu
marfuan. Al Imam Ahmad meriwayatkan dari
Abu Hurairah secara marfu. Wailun lil
umara, wailun lil urafa wailul umana.
Celaka bagi para amir-amir. Celaka bagi
urafa yaitu kepala-kepala kabilah. Ya,
atau orang-orang terpandang di kabilah.
Wailun lil umana. Celaka bagi
orang-orang dipercayai untuk ngurusi
urusan negara.
Laatnayanna aqwamun yaumalqiamah
anwaahumat
muallaqatan burayya. Sungguh pada hari
kiamat ada sekelompok kaum yang mereka
berangan-angan ketika di dunia
rambut mereka, kepangan mereka, rambut
mereka tergantung di surayah, di bintang
sana. Yatadabdabuna bainama wal ard.
Kemudian mereka digoyang dari langit dan
bumi. Walam yakunu amilu ala lebih baik
daripada mereka harus bekerja memegang
jabatan ketika di dunia. Ini maksudnya
Rasulullah sebutkan penyesalan.
Celaka, celaka, celaka bagi orang diberi
jabatan tidak bisa mengerjakannya.
Kenapa? Nanti hari kiamat banyak yang
memisal, coba dulu ketika saya ditawar
jadi pejabat, saya tergantung di di
mana? Di bintang sehingga saya tidak
jadi pejabat. Menyesal ngurusi urusan
umat. Tentunya kita sering katakan siapa
yang ngurusi urusan umat ternyata dia
adil sebab utama dia masuk surga.
Kenapakah dia menyebarkan keadilan
kepada rakyat banyak? Dan Rasulullah
bersabda, "Kirukum anfaukum linas.
Sebaik-baik kalian yang paling
bermanfaat bagi rakyat, bagi manusia.
Seorang pemimpin yang adil, maka
manfaatnya akan tersebar." Bahkan Rasul
sahu alaihi wasallam mengatakan, "Imamun
adil min afdolil mujahidina fiamanihi."
Orang imam yang adil termasuk mujahid
terbaik di zamannya. Tapi kalau dia
tidak adil, dia penjahat terburuk di
zamannya. Ngeri.
Banyak penyesalan. Ini menguatkan hadis.
Sesungguhnya jabatan itu khizun wadam
yaumalqiamah hanyalah kehinaan dan
penyesalan pada hari kiamat kelak.
Tib mungkin ini bab yang terakhir ya
tentang penguasa.
Masih ada waktu ya. Bab wilayatu man la
yuhsinul adal. Bab jabatan yang dipegang
oleh orang yang tidak bisa adil. Tidak
bisa ngurusin. Tidak bisa ngurusin.
An Abi Dzar radhiallahu anhu dari Abu
Dzar secara marfu Rasulullah bersabda,
"Ya Abu Dzar inni araka diifan." Wahai
Abu Dzar, aku lihat engkau lemah. Wa
inni uhibbu laka ma uhibbu linafsi dan
aku ingin kebaikan bagimu apa yang baik
untukku. La taaranaini.
Jangan sekali-sekali kau menjadi
penguasa mengatur dua orang. W
tawalayanna ma yatim. Dan jangan
sekali-sekali kau ngurusin harta anak
yatim. Hadis riwayat Muslim sudah pernah
kita sampaikan bahwasanya namanya jadi
penguasa pejabat bukan cuma butuh takwa.
Abu Dzar tidak ada yang ragu
ketakwaannya, tidak ada yang ragu
tentang zuhudnya. Dia termasuk sahabat
yang sangat zuhud. Tetapi Rasulullah
khawatirkan kapasitasnya, keahliannya.
Karena jadi penguasa bukan cuma takwa,
harus butuh apa? Profesional. Harus
butuh apa? Keahlian. Dan di antara
bencana idal amru ila giri ahlihi. Jika
jabatan diberikan kepada yang bukan
ahlinya. Abu Dzar takwa, saleh, zuhud,
tidak cari dunia kalau jadi penguasa
sama sekali cari dunia. Tapi kata Nabi,
"Jangan." Karena kau tidak punya, kau
lemah dalam urusan kepimpinan. Ada orang
lemah, dia tidak berani marah, dia
enggak enak negor. Ini lemah, enggak
bisa jadi penguasa. Ya, enggak bisa.
Oleh karenanya Abu Dzar dinilai oleh
Nabi tidak tidak berhak jadi, jadi
penguasa. Ngurus dua orang aja enggak
boleh. Apalagi ngurus 5 juta orang,
apalagi ngurus 100 juta orang. Wali Abu
Daud an Buraidah. Abu Daud meriwayatkan
Buraidah secara marfu. Rasul sahu al
wasallam bersabda, "Alqudatun."
Hakim ada tiga. Hakim ada tiga. Wahidun
fil jannah. Qadi yang satu di surga.
Wasnani finar. Adapun yang dua di
neraka. Jadi hakim ada tiga model. Satu
di surga, dua di neraka. Faamadzi fil
jannati. Adapun hakim yang di surga
surga
farajulun aral haq faq bihi ya
kebenaran. Kemudian dia berhukum dengan
kebenaran. Memang dia punya kapasitas
ya. Dia punya kapasitas. Hakim yang
seperti ini yang punya kapasitas dia
berhukum dengan kebenaran. Kalau dia
benar dapat dua pahala. Kalau salah
tetap dapat pahala. Kenapa? Dia punya
kapasitas untuk berhukum. Dia punya ilmu
dan dia sudah berijtihad. Kalau dia
benar dapat berapa pahala? Dua pahala.
Syahadal hakim faasaba falahu ajran.
Jika seorang mujtahid
berijtihad benar dapat dua pahala. Wain
ak. Kalau dia salah falahu ajrun wahid.
maka dapat satu pahala karena dia sudah
berusaha. Yang masalah kalau tidak punya
kapasitas untuk menilai, memilih, ini
yang masalah. Adapun dua orang hakim
yang masuk neraka kata Nabi, warajulun
arofal haqaro fil hukmi fahua finar.
Yang satu tahu kebenaran tapi sengaja
berhukum dengan kezaliman, maka ini
jelas di neraka. Dia tahu kebenaran, dia
pilih kebatilan, jelas di neraka. Yang
ketiga ini dikhawatirkan warajulun qod
linas ala jahlin fahua finar. Orang
bodoh kemudian mencoba-coba mengeluarkan
hukum. Maka ini di neraka Rasulullah
tidak mengatakan benar atau salah. Tapi
Rasulullah ingatkan dia ini tidak pantas
untuk jadi qadi. Maka ketika dia
berhukum di atas kebodohan dia di neraka
jahanam.
Seperti ini juga walahu ee dalam Sunan
Abi Daud an Abi Hurairah radhiallahu
anhu marfuan. Dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu marfuan. Man afta
bigirimin kanaalika aladzi aftahu. Siapa
yang berfatwa dengan sebuah fatwa tanpa
ilmu, maka dosanya bagi orang yang
memfatwakannya. Dosanya bagi orang yang
fatwakannya. Maka ini peringatan.
Kalau orang tidak pantas ngurus satu
jabatan, jangan cari-cari jabatan.
Ya, kalau tidak pantas untuk menilai,
menghukum, mengeluarkan, enggak usah
ngapain cari masalah di akhirat. Karena
kebodohanmu akan merugikan masyarakat.
Semakin banyak masyarakat, rakyat yang
kau bawahi, semakin banyak dosamu pada
hari kiamat kelak. Kalau tidak mampu
mundur, ya ini dalam jabatan apapun,
maka seorang jangan nekad untuk menjadi
penguasa. Sementara dia tidak punya
kapasitas karena dia seperti hakim yang
berhukum dengan kebodohan, maka dia
dimasukkan dalam neraka jahanam.
Kemudian juga dalam fatwa. Kalau fatwa
juga se harus hati-hati. Kalau dia punya
kapasitas untuk berfatwa, silakan
berfatwa. Kalau dia sudah berusaha
ternyata salah dapat pahala. Tapi kalau
dia tidak punya kapasitas dalam fatwa,
dia menjawab se seenaknya tanpa
berpikir, tanpa dipelajari.
Dan sekarang banyak ee orang hobi respon
dalam segala masalah. Ada masalah kasih
fatwa, ada masalah kasih fatwa pengin
tampil segera. Seandainya permasalahan
tersebut ditanyakan kepada lajnah daimah
di Arab Saudi, mereka pasti rapat. Rapat
besar, diskusi mungkin berhari-hari.
Sementara sebagian kita ditanya langsung
jawab. Ditanya langsung jawab. Urusan
terkadang urusan darah, terkadang urusan
darah kaum kaum muslimin. Maka seorang
waspada ketika dia ingin menjawab
terkadang dia kepancing. Dia mikir,
"Bagaimana orang ini kalau saya tidak
jawab?" Tapi kata para ulama, sebelum
kau mikir apa? Kasihan sama dia. Kasihan
sama dirimu dulu. Sama dirimu dulu. Kau
bisa enggak jawabanmu di? Kalau tidak
bisa, maka jangan kasihani orang
sementara kau tidak mengasihi apa?
Dirimu sendiri. Kalau tidak bisa cukup
juga apa? Wallahu alam. Ya
tayib. Maka ini peringatan bagi ee kita
semua dalam segala hal. Kalau kita tidak
punya kapasitas, maka jangan kita nekad
untuk menerima jabatan apapun. Karena
setiap jabatan adalah amanah dan setiap
amanah akan diminta pertanggungjawaban
oleh Allah Subhanahu wa taala. Kalau
kita tidak mampu, alhamdulillah kita
serahkan sama orangor lain yang kita
rasa lebih mampu, lebih berkapasitas dan
kita lebih selamat. Allah tidak membani
sesuatu di luar kemampuan seseorang.
Kalau tidak mampu serahkan sama yang
yang lain. Tidak mampu bilang wallahuam.
Tidak mampu mau menilai gak usah
menilai. serahkan kepada yang
berkapasitas. Ee demikian saja yang bisa
saya sampaikan.
Insyaallah
bab selanjutnya sudah tidak ada penguasa
lagi.
Bab selanjutnya insyaallah
masalah-masalah yang yang lain tidak
usah. Wallahu taalaam bab. Demikian
wabillah taufikah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Read
file updated 2026-02-16 11:30:13 UTC
Categories
Manage