Transcript
pq9o9vCbXCQ • Al-Kabair #46: Sikap Pemimpin Yang Tidak Berbuat terbaik Kepada Rakyatnya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2689_pq9o9vCbXCQ.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasyukrhu ala taufikinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahu wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala kita masih melanjutkan ee dosa-dosa yang dilakukan oleh para penguasa ya ee yang merupakan bentuk tidak amanah Ya. Ee bab berikutnya bab maja'a fi ghisyir rah. Ya, bab tentang sikap penguasa yang tidak nasihat kepada rakyat. Ya, gis itu lawan dari dan kita tahu Rasulullah bersabda, "Adinun nasihah." Agama adalah nasihat. Yang dimaksud dengan nasihat sini maksudnya seorang berbuat yang terbaik buat yang di hadapannya. Maka kemudian sahabat bertanya, "Liman ya Rasulullah?" Nasihat buat siapa? Rasulullah menjawab, "Lillahi waliasulihi wali kitabihi waliasulih wal immil muslimin wa ammatihim." Nasihat bagi Allah, bagi Al-Qur'an, bagi rasul-Nya, bagi para imam, para penguasa, dan bagi kaum muslimin secara umum. Apa maksudnya nasihat kepada Allah? Maksudnya berbuat yang terbaik di hadapan Allah itu menjalankan perintahnya, menjulerangannya. Apa maksudnya? nasihat kepada Al-Qur'an. Bukan kita kasih nasihat kepada Al-Qur'an, tapi maksudnya menjalankan Al-Qur'an ee dengan baik. Niat kepada Rasulullah maksudnya kita melakukan yang terbaik sesuai yang diinginkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam itu menjalankan sunahnya, menjauhi larangannya. nasihat kepada para penguasa yaitu kita ingin yang terbaik bagi mereka, kita datangi, kita kasih masukan, dan nasihat juga kepada kaum mukminin. Jadi nasihat bahasa Arab maknanya adalah melakukan yang terbaik bagi orang di hadapannya. diambil dari kata Annush ada yang mengatakan ee nasihat maksudnya ee menjalin ya kain-kain yang ee robek dinasah yaitu dijahit sehingga yang bolong-bolong jadi diperbaiki. Ada yang mengatakan annush maksudnya membersihkan. Kalau ada madu yang kotor maka dinusah maksudnya diambil kotorannya. Maksud saya saya ingin menyampaikan makna nasihat itu bukan artinya sekedar yang kita pahami memberi nasihat. Kalau bahasa Indonesia itu memberi nasihat. Kalau bahasa Arab annash itu umum. Bukan cuma memberi nasihat, tapi ingin yang terbaik bagi orang di hadapannya. Seperti kata para nabi, "Inni lakum nasihun amin." Aku adalah pemberi nasihat yang terpercaya. Maksudnya aku ingin yang terbaik bagi kaliank kalian. Nah, lawan dari nasihat adalah ghis. Yaitu melakukan yang tidak baik bagi rakyat. Itu namanya ghis. Kadang kalau bahasa Indonesia diartikan curang, padahal dia tidak terbatas pada curang. Nasehat umum ingin yang terbaik bagi kalau dikatakan ini orang tua nasih kepada anaknya. Maksudnya dia selalu ingin yang terbaik bagi anaknya. Ya. Ya. Bukan nasihat terus enggak. Tapi dia dalam perbuatannya menunjukkan ingin terbaik bagi anaknya. Tapi kalau orang tua tersebut tidak peduli anaknya, tidak perhatian sama disebut ghisy. Yaitu lawan daripada nasih, yaitu tidak melakukan yang terbaik bagi dalam hal ini tidak melakukan yang tidak terbaik, tidak melakukan yang terbaik bagi rakyatnya. Maka ini sangat berbahaya bagi penguasa. Oleh karenanya penguasa bukan sekedar jadi penguasa, tapi beban di pundaknya sangat besar. Dia harus melakukan yang terbaik bagi rakyatnya karena dia memegang kekuasaan. Adapun jika tidak melakukannya maka berbahaya baginya. Dia terjerumus dalam dosa besar. An Maqil bin Yasar radhiallahu anhu marfuan. Dari Maqil bin Yasar radhiallahu anhu secara marfu. Ma min abdin yastariillahu riyatan. Tidak ada seorang hamba yang Allah menjadikan dia memimpin suatu rakyat yamutu yauma yamutu ketika dia meninggal dalam kondisi wahua gosyun liraati ternyata dia gis yaitu tidak melakukan yang terbaik bagi rakyatnya illa haramallahu alaihil jannah kecuali Allah akan mengharamkan surga baginya riwayatin dan dalam riwayat yang lain falam yuh binasihatihi dia sangat Sang penguasa tersebut tidak meliputi rakyatnya dengan nasihat itu tidak melakukan yang terbaik bagi rakyatnya. Illa lam yajid rohatal jannah. Kalau dia tidak melakukan yang terbaik bagi rakyatnya maka dia tidak akan mencium aroma surga. Ini dalil bahwasanya ee wajib bagi penguasa berpikir keras untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat. Jika dia tidak melakukannya, dia berhukum asal-asalan ya tidak tidak memperhitungkan, tidak menimbang yang terbaik bagi rakyatnya, maka dia berdosa. Apalagi kalau ternyata dia ingin mencelakkan apa? rakyatnya untuk kepentingan pribadinya. Dia sekedar berhukum tidak asal hukum, asal kasih keputusan tidak mikir panjang, tidak mikir apa sih yang terbaik buat rakyat itu sudah berdosa. Berarti dia gis karena wajib bagi dia untuk melakukan yang terbaik bagi rakyat. Ya, ini beratnya jadi penguasa. Maka dia haram masuk surga. Bahkan dalam riwayat tidak akan mencium aroma surga. Dan sabda Nabi, tidak akan mencium aroma surga lebih dahsyat daripada tidak masuk surga. Kenapa? Karena aroma surga tercium dari jarak sekian-sekian tahun perjalanan. Ya, jangankan masuk, cium dari jauh aja enggak bisa, berarti dia sangat jauh dari surga. Ini dosa besar. Alhamdulillah antum bukan penguasa. Alhamdulillah rakyat jelata. Penguasa repot ya. Penguasa repot. Ngerti? Jadi penguasa. Di sini Rasulullah ingatkan ma min abdin. Tidak seorang hamba agar dia tahu bahwasanya dia juga adalah hamba. Sebagaimana rakyat adalah hamba. Jangan dia sangka kalau jadi penguasa dia tidak akan dihisab. Dia adalah hamba Allah. Rakyat pun hamba Allah. Semuanya akan dihisab. Meskipun dia penguasa, dia juga akan dihisab. Kemudian yastari. Dia harus tahu bahwasanya yang membuat membuat dia berkesempatan menjadi penguasa juga Allah Subhanahu wa taala. Dan itu amanah. Dan Allah akan tanya amanah tersebut pada hari kiamat kelak. Ketika dia mati ternyata dia gas, dia tidak melakukan terbaik bagi rakyatnya maka ciloko. Maka apa? Ciloko. Dia tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mencium aroma surga. Maka seorang penguasa dalam setiap keputusannya, dalam setiap penjelasnya, selalu dia mikir apa yang terbaik bagi rakyat, apa yang terbagi bagi. Itu harus dia pikirkan. Kalau dia sudah berusaha ternyata dia salah, itu yang cerita. Tapi kalau sejak awal dia tidak memikirkan rakyat, tapi dia pikir gimana? Ini seperti perusahaan. Kapan saya bisa ambil untung sebanyak-banyaknya? Binasa ciloko. Ngeri. Alhamdulillah antum rakyat jelata. Saya juga raya jelata. Alhamdulillah memang enak jadi penguasa. Ada saya ketemu bekas pejabat umrah sama saya bilang, "Ustaz, alhamdulillah antum mungkin jam 09. .30 sudah tidur." Kita kadang jam 2.00 malam baru mulai rapat. Allahu Akbar. jam . malam baruai rapat. Ya maksudnya syukurilah jadi rakyat jelata bersyukur karena berat ya. Memegang jabatan juga memang terlihat ada kesenangan, kenyamanan ya. Tapi di balik itu tanggung jawab juga besar ya. Orang sedang istirahat dia tidak istirahat. Orang sedang dipuji-puji dia dicela-cela. Ya. Terus ini baru di dunia belum di akhirat kelak. Bab berikutnya bab asyafaqati alariah. Bab bersikap sayang ee mengasihi. Syafaqah itu mengasihi sayang kepada rakyat. Ini harus ada dalam diri penguasa. Dia harus menyaingi rakyat, mengasihi rakyat, lembut sama rakyat. Harus demikian. Bukan dia jadi penguasa untuk mentang-mentang, untuk mendes rakyat, untuk arogan. Bukan itu. Bukan itu. Kau jadi penguasa bukan untuk arogan. Bukan untuk kau hebat untuk kemudian ngamuk-ngamuk depan orang. Bukan untuk bentak-bentak seenaknya merendahkan orang. Enggak. Bukan itu. Penguasa itu harusnya rahmat, sayang, mengasihi rakyat. Rakyat jelata, gak punya kemampuan, gak punya otoritas, enggak punya ya enggak bisa apa-apa ya. Waqulullahi taala. Kemudian beliau membawakan Syekh Muham Abdul Wahab rahimahullah membawakan dalil. Pertama, firman Allah Subhanahu wa taala, "Wakfit janahaka lil mukminin." Rendahkanlah sayapmu bagi kaum. Maksudnya rendahkanlah dirimu bagi kaum mukminin. Karena itu orang mukmin rendahkanlah dirimu. Jangan mentang-mentang jangan arogan. Jangan arogan. Sesungguhnya apa kata Allah? Waj'alna ba'dakokum liba'din fitnatan atasbirun. Kami jadikan sebagian kalian adalah ujian bagi sebagian yang lain. Kata para ahli tafsir yaitu orang kaya diuji dengan orang miskin. Diuji gimana kok diuji dengan orang miskin? Jangan sombong, jangan angku, jangan merendahkan. Orang miskin diuji dengan orang kaya. Itu maksudnya apa? Jangan hasad, jangan dengki, jangan. Rakyat diuji dengan penguasa untuk taat, untuk apa yang diperintahkan. Jika baik harus ditaati, tidak boleh memberontak, bersabar dengan penguasa yang mungkin tidak sesuai ekspektasi. Dan penguasa diuji dengan rakyat untuk mengatur rakyat, mengurus rakyat, memberi keputusan yang terbaik bagi rakyat. Jangan sombong sama mereka, jangan angguh sama mereka. Sebaliknya hendaknya sayang kepada mereka. Ya. Kemudian dalil yang kedua, waqulu taala fabima rahmat minallahi lintalahum. Dengan sebab rahmat dari Allah maka kau pun lembut kepada mereka. Ini ayat tentang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau seandainya engkau kasar, kata-katamu kasar, hatimu keras, tentu para sahabat akan kabur dari imu. Ayat ini menjelaskan tentang bahwasanya jika seorang lemah lembut itu karunia dari Allah. Ayat ini yang belajar nahwu asalnya fabirahmatin minallah. Fabirahmatin ma di situ adalah secara secara ikrab adalah ma zaidah. Seandainya dihapus rabnya tidak berubah. Fabirahmatin ditambah ma itu zaidah secara rab. Tapi secara makna adalah untuk penekanan. Kalau kita artikan secara bahasa dan benar-benar dan sungguh-sungguh dengan karunia karunia dari Allah maka kau jadi lembut terhadap mereka. Maka seorang yang lemut-lembut kepada orang lain maka itu dia dapat karunia dari Allah subhanahu wa taala. Makanya di antara doa Nabi sallallahu alaihi wasallam, Allahum asaluka hubbak wub yuhibbuk wubli amal hubbik Allah munkaratubal masakin. Ya Allah aku mohon kepada engkau untuk bisa mencintai orang-orang miskin. Oleh karenanya di antara keajaiban akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam disebutkan oleh Arrazi dalam sebagian kitabnya dia mengatakan kana Nabi sallallahu alaihi wasallam fiat tawadu yaal fuqara Rasul sahu alaih wasallam di puncak-puncak tawadu jika berhadapan dengan orang-orang miskin sebaliknya fiat amamal agniya tapi di depan orang kaya rasul sahu alaihi wasallam seperti sama sekali tidak perlu dengan mereka itu tidak ada melas-melas berharap dari mereka sama sekali enggak ada tapi depan orang miskin justru Rasulullah sangat merendah ya karena Rasulullah memang berdoa agar mencintai orang-orang miskin ya sehingga kita dapat dalam hadis ada orang miskin ada seorang wanita yang pikirnya terganggu ngobrol sama Nabi. Ada budak yang bawa tangan Nabi sallallahu alaihi wasallam maka Allah menjelaskan engkau lembut kepada para sahabat secara umum adalah karunia dari Allah. Maka seorang kalau dapat hatinya lembut kepada siapa saja dia bersyukur kepada Allah. Hatinya tidak keras, tidak kasar. tidak arogan. Karena orang kasar biasanya ada kesombongan dia. Ada ada backingan di belakang makanya dia arogan. Kalau dia enggak ada backingan biasanya dia enggal ya. Tapi kalau dia di belakang dia ada backingan, biasanya dia bisa arogan, kasar. Maka ketika kita lembut sama orang, apalagi terhadap orang miskin, orang di bawah kita, anak buah kita, ya kita kasihan sama dia, itu karunia. Allah berfirman, "Fabima rahmatin minallah." Sungguh benar-benar dengan rahmat Allah engkau jadi lembut sama mereka. Wau kunta fadid. Kalau engkau wahai Rasulullah kasar bicaranya, hatimu keras, lam fadu min haulik, mereka akan kabur darimu. Maka dibawakan dalil ini oleh Syekh Muhammad Abdul Wahab rahimahullah karena Nabi adalah penguasa, pemimpin negara ketika itu. Nabi lembut. Lembut bukan berarti enggak tegas ya. Lembut ada wibawa. Bukan wibawa dengan arogan. wibawa dengan lembut, dengan ilmu, dengan tegas. Bukan wibawa dengan marah-marah, menakut-nakuti. Gak. Bukan begitu wibawa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasulullah orang segan tapi orang semua sayang sama beliau sallallahu alaihi wasallam. Maka seakan-akan Syekh mengatakan, "Tirulah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadilah penguasa yang sayang sama rakyat, yang kasihan sama rakyat, yang perhatian sama rakyat. Bukan mentang-mentang arogan, angkuh, merendahkan, menghina, mengejek. Kamu rakyat jelata tidak tahu apa-apa. Ini ngeri seperti ini. Wali Muslimin an Aisyah radhiallahu taala anha marfuan. Dan Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radhiallahu taala anha secara marfu. Rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Allahumma man waliya min amri umatian fasyaqo alaihim fasquq alaihi." Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan umatku, urusan apapun, kata Nabi, siapa saja yang diberi kewenangan untuk mengurusi urusan umatku, urusan apapun, fasyaqqo alaihim, kemudian dia mempersulit umatku. Faskuquq alaihi, persulitkanlah dia. Waman waliya min amri umatian farofaqo bihim farfuq bihi. Dan siapa saja diberi kewenangan untuk mengurusi urusan umatku, urusan apapun lantas dia berlemah lembut kepada umatku, maka lembutlah kepadanya. Ini aljaza min jinsil amal balasan dengan perbuatan. Siapa yang buat merepotkan umat Muhammad cepat atau lambat dunia atau di akhirat dia akan direpotkan oleh Allah subhanahu wa taala. Siapa yang ketika mengurusi umat Muhammad dia tahu ini umat Muhammad maka dia berusaha ee ngurusi umat Muhammad dengan baik. ya sallallahu alaihi wasallam dia berusa dengan baik. Maka kata Nabi, "Ya Allah, lembutlah kepada kepada kepadanya di dunia maupun di akhirat." Maka ee seorang ya berusaha ketika diberi wenangan dan ini umum bukan hanya penguasa bahkan diberi kewenangan untuk urusan apapun seperti misalnya ngurus surat izin ya berusaha lembut kalau memang tidak sesuai dengan aturan. Enggak bisa enggak bisa kasih tahu. Kalau sesuai di di dipermudah ya seperti itu. Kalau ngurus SIM jangan dipersulit ya. Sim ya. Kalau memang bisa diluluskan, kalau enggak bisa jangan diluluskan ya. Ya seperti itu ya. Jangan persulit ya. Apa urusan jangan dipersulit. Ini sekarang dipersulit. Dipersulit supaya ada main bela belakang. Enggak bisa. Enggak bisa. Enggak bisa. Enggak bisa. Enggak bisa dari belakang. Oh bisa. Ada kawan ngurus ngurus ee izin. Ngurus izin kasih izin katanya kurang ini dilengkapi lagi. Besok lagi sudah tunggu waktu ketemu lagi. Kurang ini dilengkapi lagi. Enggak bilang dari awal langsung kurang ini, ini, ini, ini, ini. Satu-satu kurang ini. Oke. Urus lagi. Besoknya ada kurang lagi ngurus lagi. Besok lagi kurang lagi ngurus lagi sampai semua dipenuhi. Setelah apalagi kurang Pak, kurang lampiran katanya. Kurang lampiran amplop maksudnya. Subhanallah. Ini kenapa enggak bilang dari awal? Kalau ada lampiran semuanya enggak perlu. Ini gimana hari kiamat dia makan berapa sih? Dia buat senang-senang, buat jalan-jalan sama keluarganya, buat foya-foya. Setelah itu bencana yang akan menimpanya dunia sebelum akhirat. Orang kalau makan uang panas dia akan menderita. Itu uang panas. Kalau dia uang panas ke bawaannya pengin yang panas-panas. Ya. Ya. Pengin maksiat, pengin ini, pengin anu, pengin foya-foya, ingin sombong-sombongan, ingin coba ini, coba anu, ingin zina, ingat uang panas. Uang panas. Ngeri. Di dunia dia tidak bahagia, apalagi di akhirat. Makanya dulu sekarang alhamdulillah sudah mulai berkurang. Dulu ada istilah kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah? Dulu seperti itu dulu. Subhanallah. Makanya ini tidak terkait dengan penguasa. Bahkan yang memegang memenang sedikit pun ngurusin sesuatu, ngurusin urusan umat Muhammad ternyata dia persulit. Padahal tidak harusnya dipersulit. Beda kalau memang ini ketat kan ada kemaslahatan, silakan perketat karena ini kemaslahatan. Tentu penguasa lebih tahu ini tidak bisa digampangkan. Kalau digampangkan mudarat harus diperkatat. Oke. Tapi kalau hukum asalnya memang mudah, dia persulit demi untuk mendapatkan uang belakang, maka ini ngeri ya. Ini didoain oleh Nabi kecelakaan. Fasykuk alaihi. Ya Allah persulitlah dia. Nanti dia di dunia hidupnya sulit. Apa-apa sulit apalagi kalau dia sudah pensiun. Urusan ini sulit, urusan itu sulit. Dapat hidayah pun sulit, matinya pun sulit, di alam barzakh pun sulit. Ngeri. Dibangkitkan pun su sulit. Siapa yang doain? Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan doa Nabi dikabulkan. Sebaliknya siapa yang membantu kaum muslimin akan diringankan. Makanya rasul sahu alaihi wasallam man nafas mukmin qurbatan min qabid dunya nafasallahu anhu qurbatan min qabi yaumilqiamah. Siapa yang menghilangkan kesulitan seorang mukmin di dunia Allah akan meringankan atau menghilangkan penderitaannya di akhirat. Sampai kata para ulama Nabi tidak mengatakan siapa yang menghilangkan penderitaannya di dunia Allah hilangkan. Siapa yang menghilangkan penderitaan saudaranya di dunia hilangkan penderitaannya di dunia. Allah Nabi tidak bilang dunia. Nabi langsung bilang Allah menghilangkan penderitaannya di akhirat. Karena penderitaan dunia enggak ada apa-apanya dibandingkan penderitaan apa? Akhirat. Ini siapa yang merepotkan? Umat. Merepotkan urusan dipersuliti. Kalau bodoh dibodoh-bodohin. Aduh alhamdulillah sekarang sudah mulai mudah. Dulu berat ya riswah di mana-mana ya. Nyogok di mana-mana ya sudah tradisi. Uang kerahimanlah, uang apalah. Enggak ada uang penyesalan, uang pengertian, uang kerahiman, uang nama-namanya macam-macam. Padahal namanya rwah. Sekarang istilahnya apa? Grati gratifikasi, riswah. Ini semua ngeri. Maka do Nabi mendoakan, "Repotkanlah dia ya Allah." Dia mungkin sekarang senang-senang nanti dia repot lihat matinya kayak apa, di alam barzakh bagaimana di akhirat bagaimana. Allah mustaan. Baik. Bab berikutnya bal ihtijab dunar ryah. Bab yaitu berhijab yaitu menghindar. Tidak mau ketemu dengan rakyat. Dunar riyah tidak mau ketemu dengan rakyat. Ya, sebagian penguasa tidak mau ketemu dengan rakyat. Kalau tidak mau ketemu dengan rakyat, bagaimana rakyat bisa menyampaikan aspirasinya, menyampaikan kekeluhannya? Nama namanya penguasa dia adalah apalagi namanya wakil ra rakyat, apalagi namanya pengurus rakyat ya. Dia pekerja rakyat, pekerja negara ya. Dan dia mengambil harta dari harta rakyat ya. dia mengambil dari uang pajak misalnya ya, dia digaji oleh rakyat, kemudian dia ngambil gajinya sebanyak-banyaknya kemudian dia korupsi uang rakyat kemudian dia sembunyi dari rakyat. Nah, ini binasa sudah ini ngumpulin dosa sebanyak-banyaknya. Dosa penguasa. Dosa penguasa. An Abi Maryam al-Azdi radhiallahu anhu annahu qala li Muawiyah. Dari Abu Maryam alasdi, dia berkata kepada Muawiyah radhiallahu anhu, samiu Rasulullah sahu alaihi wasallam yaakul. Aku mendengar Rasulullah alaihi wasallam bersabda, "Man wallahullahu saian min umuril muslimin." Siapa yang Allah kasih wewenang untuk mengurusi suatu urusan kaum muslimin fahtajaba duna hajatih, maka dia menghindar, dia bersembunyi sehingga tidak mendengar keperluan mereka. Watihim, keperluan mereka, waakrihim, dan kemiskinan mereka, kebutuhan mereka. Ihtajaballahuuna hajatihi wati waqalqiamah. Maka pada hari kiamat kelak Allah akan menghindar darinya, tidak mengurusi kebutuhannya, keperluannya, kemiskinannya pada hari kiamat. Tadi ini saya bilang menguatkan kalau dikasih repot di dunia masih mending yang masalah kalau repot di akhirat. Dan ini semua kaidah aljaza menyisil amal balasan sesuai dengan perbuatan. Muawiyah dinasihati dan hukum asal demikian. Seorang kalau ingin menasihati penguasa langsung langsung ketemu muka empat mata langsung datang ketemu atau bisa ketemu langsung kirim surat langsung ya dan itu lebih mengena kepada penguasa lebih menunjukkan keikhlasan ketulusan bagi yang memberi nasihat ya dan kemungkinan diterima juga lebih besar. Adapun kalau berkeluar-keluar di belakang biasanya penguasa dengki jengkel ya dan kemudian tujuan menasihati terkadang tidak ter tercapai. Kemudian juga yang menasihati bisa saja terkena ri terkena ujub. Beda kalau datang langsung ketemu jika memungkinkan kalau tidak menulis surat. Kalau enggak lewat orang yang dipercayai. Maka siapa yang menutup diri tidak mempedulikan kebutuhan rakyat maka Allah akan berpaling darinya, tidak mengurusinya pada hari kiamat kelak. Faja'ala Muawiyatu rajulan ala hawaijinas. Maka akhirnya Muawiyah mengangkat seorang khusus untuk mengurusi, menerima kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Rawahu Abu Daud wa Tirmidzi. Hadis riwayat Abu Daud, Tirmidzi. Walitzi an Amr bin Murrah aljuhani nahwuhu wasahahu alhakim. Dan Imam Tirmidzi juga meriwayatkan makna yang sama dari Amr bin Murra Aljuhani dan disahihkan oleh Al-Hakim. Maka yang di antara yang wajib bagi seorang penguasa adalah untuk menerima keluhan-keluhan rakyat secara langsung. Ya, jika tidak mampu maka lewat wakilnya. Ya, saya pengalaman saya pernah di Madinah ada urusan saya harus ketemu dengan amir amir Madinah. Baru pertama saya urusan dan saya harus dan saya daftar dapat antrian. Saya nunggu antrian tapi ngantri. Begitu saya datang ternyata orang ngantri banyak urusan di antara yang ngantri saya terus ngantri pas hari saya dapat jadwal. Jad disebut jadwal ketemu langsung amir. Ini saya saya alami sendiri maksudnya saya ketemu langsung amir. Jadi saya ngantri sama orang-orang Arab Saudi. Mungkin yang hidung pas-pasan cuma saya sendiri. Yang lain semua orang mancung. saya sendiri. Tapi saya berhasil duduk di situ ya situ saya ngantri ngantri ngantri sampai akhirnya saya masuk saya sampaikan mengutarakan sesuatu urusan bukan urusan saya tapi saya ada ngurusin orang ya tapi intinya saya berhasil ketemu dengan apa amir ya ya bukan lewat perantara langsung ketemu apa amir mau saya kalau bisa seperti itu bagus kalau enggak gak harus karena orang terlalu banyak kemudian kalau suruh kasih ee permasalahan bisa cerita setengah jam sendiri amir bisa tidur. Tapi ada prosedurnya. Ketika mau sampaikan, sampaikan apa? Ada prosedurnya. Tulis dulu pembahasan apa, apa yang mau diajukan. Nah, baru dipelajari oleh apa? Wakilnya atau anak buahnya baru nanti dikasih jadwal. Ya, jadi begitu lebih gampang. Jadi, Amir sudah mengetahui apa yang mau di bahas pembahasan mungkin atau tidak memungkinkan. Kalau mungkin salah pintu harus pintu yang lain. Jadi, ada prosedur ketika itu. Intinya saya berhasil ketemu dengan apa? Amir. Padahal tukang pijitnya orang Indonesia. Tapi saya tidak lewat tukang pijit itu enggak. Tapi intinya ee intinya kalau penguasa berusaha untuk mendengar apa keluhan rakyat. Jangan cuma mendengar dari anak buah cukang cari apa? Penjilat cari muka. Urusan gimana? Aman. Aman. Aman. Aman bagaimana? Ya di mana-mana banjir aman ya. benar-benar benar-benar lapor yang ingin kebaikan buat rakyat, bukan hanya memberi kabar gembira buat penguasa sehingga seakan-akan tidak ada masalah. Dia harus cari wakil-wakil yang aman yang bisa menyampaikan benar sehingga dia bisa cari solusi yang mungkin dia lakukan. Kalau tidak bisa dilakukan, dia punya uzur di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Tapi menutup diri tidak mau ketemu dengan siapapun, maka ini Allah akan menutup darinya pintu pertolongan pada hari kiamat kelak. Maka wajib bagi penguasa untuk menerima ee permohonan-permohonan rakyat, keluhan-keluhan mereka sebagaimana Nabi melakukannya sallallahu alaihi wasallam. Ee demikiannya khulafa para khulafa rasyidin ya mereka dahulu tidak mencegah orang-orang untuk ketemu dengan mereka. Tapi kalau ada penghalang gak bisa mau ketemu amir enggak bisa. Enggak ada jalan ya. Mau sampaikan orang enggak bisa. Amir sibuk. ya hamir sibuk ya mau ngurus rakyat ada banyak enggak bisa ah seperti itu tidak membuka pintu sama sekali ya tidak dipelajari permohonannya maka ee seperti ini Allah akan menutup pertolongan darinya akhirnya sekarang rakyat kalau ingin diketahui dia bikin suatu yang viral supaya diper diperhatikan repot ya. Maka ketika Muawiyah disampaikan, maka Muawiyah pun menjalankan nasihat tersebut. Dan demikian, para salaf dahulu memberi nasihat secara langsung. Aisyah radhiallahu anha pernah diminta nasihat dari Muawiyah. Maka Muawiyah dikirimi surat oleh Aisyah radhiallahu taala anha dengan membawakan hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Maniltamas ridallah bisakatinas radhiallahu anhu ard anhunas." Siapa yang mencari keridaan Allah dengan kemurkaan manusia, maka Allah akan rida kepadanya dan Allah menjadikan orang rida kepadanya. Waman btillah. Siapa yang ingin disenangi oleh manusia dengan kemurkaan Allah sakitallahu alaihi maka Allah murka kepadanya. Wa alaihinas dan Allah akan buat manusia murka kepadanya. Tib berikutnya termasuk kesalahan penguasa. Ini dosa-dosa penguasa. Kita dari kemarin sudah berapa pertemuan semua tentang dosa-dosa penguasa. Aduh, semakin menekankan kita takut jadi penguasa. Emang juga siapa yang mengangkat kita jadi penguasa? Cuma agar ini nasihat ya untuk kita bersyukur jadi rakyat jadi penguasa. Kita doain mereka supaya bisa menjalankan tugas mereka. Sesungguhnya yang mereka pegang itu beban amanat yang luar biasa. Fainnahu yaumalqiamati khizyun wadam. Sesungguhnya itu hanyalah penyesalan dan kehinaan pada hari kiamat kelak jika tidak ditunaikan dengan baik. Bab almuhabbat fil wilayah. Bab tidak enak pekeewuh dalam urusan wilayah. Muhabbat itu pekeewuh. Maksudnya enggak enak. Udah enggak enaklah. Ya udahlah kamu jadilah enggak enak. Kenapa ini saudara? Nanti kalau saya tidak jadikan dia penguasa. Umiku marah-marah gimana adikku? Saya kata kalau enggak tante saya ngomel-ngomel. Kamu enggak aduh enggak enak ini dari kabilah saya enggak enak sama kepala suku. Ini namanya ini enggak boleh. Tugas penguasa ketika dia mengangkat pejabat, dia harus memilih sesuai dengan kafaah, kemampuannya, kapasitasnya untuk rakyat. Karena kalau dia tidak memilih yang benar berarti dia gish. Paham? Kalau dia tidak mengangkat penguasa yang tepat berarti dia gish. Enggak enak. Dia sudah bantu-bantu saya. Waktu saya kampanye kemarin dia yang bantu-bantu saya. Ya sudah, kamu ah ini enggak bisa seperti ini. Ini ciloko seperti ini. Engak bisa. dia harus milih mana yang terbaik. Itu kewajiban bukan sunah. Wajib bagi dia memilih pegawai-pejabat yang terbaik untuk rakyat. Dan tidak boleh ada pekew-pekewuh enggak enak-ngaken enakan dalam urusan ini. Kok enggak enak-enak sama orang terus kok enak-enakan sama Allah. Enggak enak sama manusia terus enak-enakan sama Allah. Ingin disenangi oleh manusia dimurkai oleh Allah subhanahu wa taala. Ya enggak boleh. Akhroja Ahmad wal Hakim wasahahu an Yazid bin Abi Sufyan. Ahmad dan alhakim dan disahkan alhakim meriwayatkan Yazid bin Abi Sufyan radhiallahu anhu. Anna Yazid maksudnya bin Abu Sufyan saudaranya Muawiyah bin Abi Sufyan. Anna Abu Bakrin radhiallahu anhu q lahu. Abu Bakar menasihati Yazid ya Y yazid inna laka qorabatan. Wahai Yazid sesungguhnya kau punya kerabat. Fahal asitaum bil imarah. Jangan sampai kalau kau sudah jadi penguasa, kau mendahulukan mereka kerabatmu untuk jadi pejabat. Wika aksaru ma aku. Alik. Ini yang paling saya khawatirkan kepadamu, yaitu jangan sampai kau pilih Bani Umayyah untuk menjadi penguasa. Ya baqala Rasul sahu al wasallam saya yang khawatir ini menimpamu nanti kau memilih pejabat dari kerabatmu, dari sukumu, dari kabilahmu. Setelah Rasul sahu al wasallam bersabda man waliya min amril musliminaian faammaro ahadan muhabatan. Siapa yang menjadi mengurusi urusan kaum muslimin kemudian dia mengangkat seorang menjadi pejabat karena pekeewuh karena enggak enak. Fa alaii laknatullahi wal malaikati ajmain. Maka atas dia laknat Allah dan malaikat dan seluruh manusia. Laqbalahu minhu wlan. Allah tidak akan menerima amalannya yang wajib maupun yang sunah. Hatta yudilahu jahanam. Sampai Allah masukkan dalam neraka jahanam. Ini ngeri ya. Ngeri ya. Kenapa? Ketika dia mengangkat pejabat karena enggak enak karena Peku yang dia rugikan rakyat. Maka pantas dia dilaknat karena dia yang diduikan rakyat. Ini ada orang bahlul tapi ini adik saya, ini kakek saya, ini tante saya, ini tetangga saya, ini teman sekolah saya. Enggak ada. Harus yang sesuai, yang benar-benar terbaik untuk rakyat. Tapi kalau dia enggak enak, enggak enak, enggak enak, enggak enak, akhirnya ya tidak diterima ee amalan wajib maupun sunahnya sampai Allah masukkan dalam neraka jahanam. Ini hukuman yang mengerikan ya. Dan dia berhak mendapat laknat karena dia merugikan rakyat gara-gara membela pekeewohnya tersebut, enggak enaknya tersebut. Enggak boleh ada basa-basi dalam hal ini dalam urusan mengangkat pejabat. Ya, ini misalnya dia jadi gubernur, terus adiknya daftar, ada temannya daftar, ada orang lain yang dia enggak kenal. Bukan suku dia, bukan apa-apa, tapi orang yang satunya hebat, kualifikasinya bagus, kemudian kapasitasnya oke, cerdas. Waduh, enggak enak sama adik nih, enggak enak sama tante. Kalau saya enggak angkat adik, nanti tante marah-marah. Lebih enak dimarahin orang daripada dimarahin tante. Waduh. Nanti kalau saya enggak angkat ini, ini ipar, istri saya marah-marah. Lebih baik saya dimusuhin satu dunia daripada dimusuhin istri. Akhirnya ini semua enggak benar seperti dia mencari keridaan manusia demi untuk ee kemudian dengan kemurkaan Allah Subhanahu wa taala. Walil Hakim wasah an Ibn Abbas dari Alhakim dan juga disahihkan oleh beliau alhakim dari Ibnu Abbas secara marfu. Siapa yang mengangkat seorang menjadi jadi pemimpin di atas suatu isabah. Isabah itu kelompok kecil. Padahal di antara kelompok tersebut, kelompok kecil ada orang yang lebih diridai oleh Allah daripada yang dia pilih. Dia tahu ada yang lebih berhak, lebih pintar, lebih jago, lebih pas. Tapi karena dia enggak enak diangkat salah satunya ini. Faqadallaha wa rasulahu wal mukminin. Maka dia telah berkhianat kepada Allah dan rasulnya dan kaum mukminin. Ini Nabi bilang isabah hanya kelompok kecil. Isabah itu kelompok kecil misalnya 20, 30 orang, 50 orang, 100 orang kecil. Terus dia misalnya enggak usah kita misalnya RT diangkat oleh seorang yang angangkat RT siapa? Hah? Rakyat kah? Oh, rakyat ya. Siapa? Warga. Oh, bukan bukan bukan RW bukan. Ya, intinya kalau dia punya punya kekuasaan untuk mengangkat seorang, dia ngangkat seorang cuma memimpin 50 orang padahal ada yang lebih afdal daripada orang dan dia tahu ada yang lebih afdal maka hukumannya dia telah berkhianat kepada Allah dan rasulnya. Karena wajib bagi penguasa untuk memilih yang terbaik untuk rakyat. Dia harus berpikir keras bagaimana yang terbaik buat rakyat. Kalau dia tidak mampu, enggak usah, enggak usah jadi penguasa. Jangan dianggap kekuasaan ini hanyalah mata pencaharian untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Mumpung jadi penguasa bisa buka proyek sana, proyek sana, proyek sana, bisa dapat saham-saham gratisan. Masuk sini masuk sana karena dia penguasa. Saya tanda tangan, izinkan tapi saya dapat saham ya. Kalau enggak saya lewat adik saya, lewat om saya, lewat kakak saya. Makanya ee ngeri jadi apa menguasai. Sekali lagi alhamdulillah antum rakyat jelata dan banyak kita doain penguasa kita semoga mereka bisa menjalankan tugas dengan dengan baik. Sungguh-sungguh berat ya sungguh berat ujian mereka sangat sangat berat. Babul jaur wadzulm wa khataril wilayah. Bab tentang kezaliman, ketidakadilan dan kezaliman dan bahayanya kekuasaan. Dan bahayanya kekuasaan. Akrajal hakim wasahahu. Al Imam Alhakim meriwayatkan dan dia sahihkan. Ma min ahadin yakunu alaiin min umur hadil umah falam yail fihim illa kabahullahu finar. Tidak seorang pun mengurusi urusan kaum muslimin, urusan umat ini, urusan apapun. Kemudian dia tidak adil terhadap umat ini kecuali Allah akan apa? Jerumuskan dia atau membuat dia tersungkur di atas wajahnya di neraka jahanam. Allah akan buat dia tersungkur di atas wajahnya digeret di neraka jahanam. Ngeri. B ini dalil bahwasanya penguasa harus a adil. Adil dia tidak boleh zalim. Dia harus menghadapi semua rakyat sebagai satu sejajar. Dia enggak boleh pilih kasih. Dia harus adil. Kalau dia tidak adil, maka Allah akan membuat dia tersungkur digeret di atas wajahnya di neraka menuju neraka jahanam. Dilempar neraka jahanam. Maka ini bahayanya. Makanya Syekh Abdul Lahab membat membuat bab khatharil wilayah, ngerinya jabatan. Maka kalau orang tidak mampu untuk berbuat adil, gak usah jadi pejabat. Ngeri dia jadi pejabat bukan untuk adil, tapi untuk membela. Membela temannya, membela ininya, membela sanak saudaranya, membela kelompoknya bukan untuk keadilan. Maka siap tersungkur wajahnya di neraka jahanam. Walahuma an muad radhiallahu anhu marfuan. Dan Imam Bukhari, Imam Muslim meriwayatkan dari Muad bin Jabal secara marfu. Ittaqi dakwatal madlum fainnahu laisa bainahu wainallahi hijab. Hati-hatilah, takutlah dengan doanya orang yang dizalimi. Sesungguhnya antara doa tersebut dengan Allah tidak ada penghalang. Hadis ini hadis yang masyhur ketika Rasul sahu alaihi wasallam mengutus Muadz bin Jabal ke negeri Yaman, Rasulullah mengatakan, "Innaka tatian ahla kitabin." Wahai Muad, kau akan berdakwah menuju ahlul kitab. Mungkin Yahudi, mungkin Nasra. Falyakun aahad. Jadikanlah dakwahmu pertama kali tentang tauhid tauhidillah. Dalam riwayatullah agar mereka mentauhidkan Allah karena mereka musyrikin ahlul kitab. Kalau ternyata mereka taat dan memasuk Islam, maka kabarkan kepada mereka, ajarkan mereka wajib salat l waktu. Kalau mereka ternyata taat kepadamu untuk salat l waktu kabarkan Allah wajibkan bagi mereka zakat diambil dari orang kaya dikembalikan kepada orang miskin. Waumuka kalau mereka taat untuk bayar zakat waaka amwali. Hati-hati ketika kau ngambil zakat jangan ambil hewan atau barang yang paling mulia. Misalnya zakat kambing. Jangan pilih. Oh, zakat kambing 40 satu ekor kambing. Ini ini kambing. Cari kambing yang gemuk. Enggak boleh yang sedang. Jangan juga yang kurus. Karena ini untuk harta sedekah untuk untuk rakyat, untuk orang miskin. Jangan ambil yang paling gemuk. Jangan juga ambil yang paling ku kurus. Tapi ambil yang sedang sedang-sedang. Kata Rasulullah, hati-hati. Jangan ambil barang yang paling bagus. Kenapa? Kalau kau ambil barang yang paling bagus meskipun untuk bayar zakat, maka mereka akan marah dan mereka terzalimi. Kalau gitu wa iyaka ee wattaqi dakwatal mazlum. Hati-hati dengan doa orang yang dizalimi. Karena doa orang zalimi tidak ada penghalang antara dia dengan Allah subhanahu wa taala. Akan dikabulkan oleh Allah dalam seban riwayat kata Nabi. Walau ba'da hin meskipun tidak langsung ada saatnya doa tersebut dikabulkan. Kita zalimi orang dia berdoa mungkin enggak sekarang. Kalau orang balas sekarang gak nanti 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun berikutnya. Kemudian tiba-tiba seorang terkena musibah hancur berantakan kehidupannya. Ternyata akibat dakwah orang yang dia rendahkan, dia hinakan, yang tidak dia anggap mungkin 7 tahun lalu, 10 tahun lalu kita kalau zalimi orang dia tidak tapi dia bisa angkat tangan enggak? Dia bisa angkat tangan ya. Dia bisa angkat tangan di malam hari menangis apalagi dia orang saleh bertakwa kepada Allah. Ya, maka hati-hati ini adalah petugas penguasa pengambil zakat dan dia memang boleh ambil zakat. Harta tersebut harta zakat yang harus disetorkan. Cuma jangan pilih barang yang ba bagus. Itu aja bahaya. Padahal memang rakyat tersebut wajib untuk bayar zakat. Tapi kalau ketika ngambil zakat, jangan ambil yang paling bagus, yang sedang-sedang. Apalagi ngambil uang rakyat tanpa ada hak. Ngeri banget. Ini aja ngambil kambing ada hak atau tidak? Hak penguasa ada. Karena ini uang zakat. Tapi ketika kau ngambil kambing, jangan ngambil yang paling bagus. Jangan juga yang kurus tapi yang sedang sedang-sedang. Ini saja kalau kau ambil. Padahal memang mereka harus bayar kambing. Kau pilih ini aja. Ini kambing tiga yang yang paling gemuklah. Dia pasti marah kenapa paling gemuk. Padahal dia memang harus bayar sama-sama satu ekor. Apalagi ngambil harta rakyat tanpa ada hak. Caplok sana, caplok sini. Aduh, ngeri deh. Ngeri. Ngambil harta rakyat. Mau begini setoran itu kan ngambil harta rakyat. Setoran dari belakang. Ngambil harta rakyat atau tidak harta rakyat. Ngeri. Kalau enggak enggak bisa jalan. Kalau enggak dapat, enggak dapat izin. Ya ngeri. Sebagian penguasa arogan ya. Sebagian masyaallah baik membantu, mengurus, sebagian arogan ya. Sampai ada yang telepon kawan, "Eh, kamu kan cari nafkah di kotaku." Subhanallah. "Jijak kapan kota jadi milikmu?" Katanya ini kau, kau pegawai rakyat tahu enggak? Ambil gaji dari rakyat, dari pajak rakyat, dari keringat rakyat. Kau pekerja rakyat, bukan kau jadi pemilik penguasa ko kota. Terus suruh setoran ngeri. Anggil kambing saja memang harus distorkan tapi kambingnya ternyata diambil yang bagus mengerikan. Apalagi gak ada apa-apa terus kemudian ambil ngambil uang. Maka jangan menyepelekan orang miskin yang tidak punya apa-apa. Kalau dia orang saleh diangkat tangan maka doanya bisa saja dikabulkan meskipun walau b'da hin meskipun di waktu yang lain. Wali muslimin an umaah marfuan radhiallahu anhu. Manistmalnahu ala amalin. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam. Siapa yang kami kerjakan? Yaitu kami angkat dia beri jabatan untuk suatu pekerjaan. Fakat minhuitan fauqahu gululan bihi yaumalqiamah. Kemudian ternyata dia nyembunyikan makhit. Makhit itu apa namanya? Jarum. Dia sembunyikan jarum. Ini artinya harta distoran distorkan ke baitul mal. Ini harta negara. Kemudian dia cuma cuma tidak stor batang jarum. Maka itu gulul. Gulul itu dosa besar. Harta panas. Maka dia akan datang pada hari kiamat membawa jarum tersebut sebagai bahan untuk menyiksanya. Seb untuk menik ini baru satu batang jarum. Gimana lagi dengan harta-harta lain? Ya, yang harusnya harta negara diambil. diambil. Bahkan kalau misalnya ada penguasa menyita karena orang ini rakyat melanggar disita. Kemudian ketika disita sudahlah kamu enggak usah sita semua sebagian sama ini ini ngeri intinya kapan seorang mengambil harta negara yang bukan hak dia, maka itu gulul. Maka itu gula, itu gulul. Termasuk gratifikasi adalah gul. Termasuk gratifikasi adalah gulul. Ya. Kata Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam, "Hadaayal ummal gul. Gratifikasi memberi hadiah kepada pegawai negeri, pegawai negara adalah gulul." Kata Nabi. Gulul itu apa sekarang istilahnya? Apa? Gratifikasi. Kalau gratifikasi mungkin sopan bilang gulul. Gulul itu harta yang membawa ke neraka jahanam. ngeri di antara gulul menyogok negara untuk mengambil yang bukan apa haknya. Ada pegawai kasih hadiah ya gratifikasi bukan gratifikasi jangan dianggap sepele. Kita bayar bukan hak kita. Kita bayar uangnya masuk kantong. Kemudian kita dapat sesuatu yang yang bukan hak kita. Maka ini gulul, ini rishywah. Maka rasi wal murtasi finar yang memberi sogokan dan yang menerima sogokan di neraka jahanam. Wali Ahmad an Abi radhiallahu anhu marfuan. Al Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu. Wailun lil umara, wailun lil urafa wailul umana. Celaka bagi para amir-amir. Celaka bagi urafa yaitu kepala-kepala kabilah. Ya, atau orang-orang terpandang di kabilah. Wailun lil umana. Celaka bagi orang-orang dipercayai untuk ngurusi urusan negara. Laatnayanna aqwamun yaumalqiamah anwaahumat muallaqatan burayya. Sungguh pada hari kiamat ada sekelompok kaum yang mereka berangan-angan ketika di dunia rambut mereka, kepangan mereka, rambut mereka tergantung di surayah, di bintang sana. Yatadabdabuna bainama wal ard. Kemudian mereka digoyang dari langit dan bumi. Walam yakunu amilu ala lebih baik daripada mereka harus bekerja memegang jabatan ketika di dunia. Ini maksudnya Rasulullah sebutkan penyesalan. Celaka, celaka, celaka bagi orang diberi jabatan tidak bisa mengerjakannya. Kenapa? Nanti hari kiamat banyak yang memisal, coba dulu ketika saya ditawar jadi pejabat, saya tergantung di di mana? Di bintang sehingga saya tidak jadi pejabat. Menyesal ngurusi urusan umat. Tentunya kita sering katakan siapa yang ngurusi urusan umat ternyata dia adil sebab utama dia masuk surga. Kenapakah dia menyebarkan keadilan kepada rakyat banyak? Dan Rasulullah bersabda, "Kirukum anfaukum linas. Sebaik-baik kalian yang paling bermanfaat bagi rakyat, bagi manusia. Seorang pemimpin yang adil, maka manfaatnya akan tersebar." Bahkan Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan, "Imamun adil min afdolil mujahidina fiamanihi." Orang imam yang adil termasuk mujahid terbaik di zamannya. Tapi kalau dia tidak adil, dia penjahat terburuk di zamannya. Ngeri. Banyak penyesalan. Ini menguatkan hadis. Sesungguhnya jabatan itu khizun wadam yaumalqiamah hanyalah kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat kelak. Tib mungkin ini bab yang terakhir ya tentang penguasa. Masih ada waktu ya. Bab wilayatu man la yuhsinul adal. Bab jabatan yang dipegang oleh orang yang tidak bisa adil. Tidak bisa ngurusin. Tidak bisa ngurusin. An Abi Dzar radhiallahu anhu dari Abu Dzar secara marfu Rasulullah bersabda, "Ya Abu Dzar inni araka diifan." Wahai Abu Dzar, aku lihat engkau lemah. Wa inni uhibbu laka ma uhibbu linafsi dan aku ingin kebaikan bagimu apa yang baik untukku. La taaranaini. Jangan sekali-sekali kau menjadi penguasa mengatur dua orang. W tawalayanna ma yatim. Dan jangan sekali-sekali kau ngurusin harta anak yatim. Hadis riwayat Muslim sudah pernah kita sampaikan bahwasanya namanya jadi penguasa pejabat bukan cuma butuh takwa. Abu Dzar tidak ada yang ragu ketakwaannya, tidak ada yang ragu tentang zuhudnya. Dia termasuk sahabat yang sangat zuhud. Tetapi Rasulullah khawatirkan kapasitasnya, keahliannya. Karena jadi penguasa bukan cuma takwa, harus butuh apa? Profesional. Harus butuh apa? Keahlian. Dan di antara bencana idal amru ila giri ahlihi. Jika jabatan diberikan kepada yang bukan ahlinya. Abu Dzar takwa, saleh, zuhud, tidak cari dunia kalau jadi penguasa sama sekali cari dunia. Tapi kata Nabi, "Jangan." Karena kau tidak punya, kau lemah dalam urusan kepimpinan. Ada orang lemah, dia tidak berani marah, dia enggak enak negor. Ini lemah, enggak bisa jadi penguasa. Ya, enggak bisa. Oleh karenanya Abu Dzar dinilai oleh Nabi tidak tidak berhak jadi, jadi penguasa. Ngurus dua orang aja enggak boleh. Apalagi ngurus 5 juta orang, apalagi ngurus 100 juta orang. Wali Abu Daud an Buraidah. Abu Daud meriwayatkan Buraidah secara marfu. Rasul sahu al wasallam bersabda, "Alqudatun." Hakim ada tiga. Hakim ada tiga. Wahidun fil jannah. Qadi yang satu di surga. Wasnani finar. Adapun yang dua di neraka. Jadi hakim ada tiga model. Satu di surga, dua di neraka. Faamadzi fil jannati. Adapun hakim yang di surga surga farajulun aral haq faq bihi ya kebenaran. Kemudian dia berhukum dengan kebenaran. Memang dia punya kapasitas ya. Dia punya kapasitas. Hakim yang seperti ini yang punya kapasitas dia berhukum dengan kebenaran. Kalau dia benar dapat dua pahala. Kalau salah tetap dapat pahala. Kenapa? Dia punya kapasitas untuk berhukum. Dia punya ilmu dan dia sudah berijtihad. Kalau dia benar dapat berapa pahala? Dua pahala. Syahadal hakim faasaba falahu ajran. Jika seorang mujtahid berijtihad benar dapat dua pahala. Wain ak. Kalau dia salah falahu ajrun wahid. maka dapat satu pahala karena dia sudah berusaha. Yang masalah kalau tidak punya kapasitas untuk menilai, memilih, ini yang masalah. Adapun dua orang hakim yang masuk neraka kata Nabi, warajulun arofal haqaro fil hukmi fahua finar. Yang satu tahu kebenaran tapi sengaja berhukum dengan kezaliman, maka ini jelas di neraka. Dia tahu kebenaran, dia pilih kebatilan, jelas di neraka. Yang ketiga ini dikhawatirkan warajulun qod linas ala jahlin fahua finar. Orang bodoh kemudian mencoba-coba mengeluarkan hukum. Maka ini di neraka Rasulullah tidak mengatakan benar atau salah. Tapi Rasulullah ingatkan dia ini tidak pantas untuk jadi qadi. Maka ketika dia berhukum di atas kebodohan dia di neraka jahanam. Seperti ini juga walahu ee dalam Sunan Abi Daud an Abi Hurairah radhiallahu anhu marfuan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu marfuan. Man afta bigirimin kanaalika aladzi aftahu. Siapa yang berfatwa dengan sebuah fatwa tanpa ilmu, maka dosanya bagi orang yang memfatwakannya. Dosanya bagi orang yang fatwakannya. Maka ini peringatan. Kalau orang tidak pantas ngurus satu jabatan, jangan cari-cari jabatan. Ya, kalau tidak pantas untuk menilai, menghukum, mengeluarkan, enggak usah ngapain cari masalah di akhirat. Karena kebodohanmu akan merugikan masyarakat. Semakin banyak masyarakat, rakyat yang kau bawahi, semakin banyak dosamu pada hari kiamat kelak. Kalau tidak mampu mundur, ya ini dalam jabatan apapun, maka seorang jangan nekad untuk menjadi penguasa. Sementara dia tidak punya kapasitas karena dia seperti hakim yang berhukum dengan kebodohan, maka dia dimasukkan dalam neraka jahanam. Kemudian juga dalam fatwa. Kalau fatwa juga se harus hati-hati. Kalau dia punya kapasitas untuk berfatwa, silakan berfatwa. Kalau dia sudah berusaha ternyata salah dapat pahala. Tapi kalau dia tidak punya kapasitas dalam fatwa, dia menjawab se seenaknya tanpa berpikir, tanpa dipelajari. Dan sekarang banyak ee orang hobi respon dalam segala masalah. Ada masalah kasih fatwa, ada masalah kasih fatwa pengin tampil segera. Seandainya permasalahan tersebut ditanyakan kepada lajnah daimah di Arab Saudi, mereka pasti rapat. Rapat besar, diskusi mungkin berhari-hari. Sementara sebagian kita ditanya langsung jawab. Ditanya langsung jawab. Urusan terkadang urusan darah, terkadang urusan darah kaum kaum muslimin. Maka seorang waspada ketika dia ingin menjawab terkadang dia kepancing. Dia mikir, "Bagaimana orang ini kalau saya tidak jawab?" Tapi kata para ulama, sebelum kau mikir apa? Kasihan sama dia. Kasihan sama dirimu dulu. Sama dirimu dulu. Kau bisa enggak jawabanmu di? Kalau tidak bisa, maka jangan kasihani orang sementara kau tidak mengasihi apa? Dirimu sendiri. Kalau tidak bisa cukup juga apa? Wallahu alam. Ya tayib. Maka ini peringatan bagi ee kita semua dalam segala hal. Kalau kita tidak punya kapasitas, maka jangan kita nekad untuk menerima jabatan apapun. Karena setiap jabatan adalah amanah dan setiap amanah akan diminta pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa taala. Kalau kita tidak mampu, alhamdulillah kita serahkan sama orangor lain yang kita rasa lebih mampu, lebih berkapasitas dan kita lebih selamat. Allah tidak membani sesuatu di luar kemampuan seseorang. Kalau tidak mampu serahkan sama yang yang lain. Tidak mampu bilang wallahuam. Tidak mampu mau menilai gak usah menilai. serahkan kepada yang berkapasitas. Ee demikian saja yang bisa saya sampaikan. Insyaallah bab selanjutnya sudah tidak ada penguasa lagi. Bab selanjutnya insyaallah masalah-masalah yang yang lain tidak usah. Wallahu taalaam bab. Demikian wabillah taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.