Transcript
u5naT2HaW8Q • Syarah Kitab Arbain #4: Amalan Tergantung Penghujungnya
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2687_u5naT2HaW8Q.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasuluh da
ridwan
allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwani para umahat para
akhwat dan juga para ikhwan
kita lanjutkan bahasan kita dari kitab
al-arbain annawawiyah Ya,
kita sampai pada hadis keempat
yaitu
amalan tergantung penghujungnya. Maka
pada hadis keempat ini Al Imam Nawawi
membawakan hadis yang masyhur, hadis
Abdullah bin Mas'ud. Saya bacakan
an Abdillah bin Mas'udin radhiallahu
anhu. Dari sahabat yang mulia Abdullah
bin Mas'ud radhiallahu anhu qala beliau
berkata, "Haddasana Rasulullah sahu
alaihi wasallam wahua shodiqul masduq."
Telah menyampaikan kepada kami
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dan dia adalah yang benar dan
dibenarkan.
Sahabat yang namanya Abdullah ada banyak
ya. Di antaranya Abdullah bin Mas'ud, di
antaranya Abdullah bin Abbas, di
antaranya Abdullah bin Amr ibn Ash. Ya,
mereka semua dikenal dengan Abdullah. Di
antaranya Abdullah bin Umar. Di antara
yang terkenal meriwayatkan hadis empat
orang ini, yaitu Abdullah bin Mas'ud.
Abdullah bin Mas'ud senior. Ada
musisanya adalah junior Abdullah bin
Umar, Abdullah bin Abbas, dan Abdullah
bin Amr ya ibn Ash.
Ee dan kali ini yang menyampaikan adalah
Abdullah bin Mas'ud
radhiallahu anhu. Beliau berkata dan dia
senior termasuk sahabat yang awal-awal
masuk Islam di Makkah. Bahkan ada yang
mengatakan, "Awalu man jaharo bil
Quran."
Yang pertama kali membaca Quran
terang-terangan sehingga dipukulin di
dekat Ka'bah adalah Ibnu Mas'ud. Ketika
dia terang-terangan dengan keras membaca
surah Ar-Rahman.
Kemudian beliau dihantam atau dihajar
oleh orang-orang Quraisy.
Beliau berkata, Rasul sahu alaihi
wasallam telah menyampaikan kepada kami
wahua shodiql masduq. Dan dia adalah
asodq almastuq yang benar dan
dibenarkan. Kenapa beliau
membuka hadisnya dengan lafal shoddiq
almasduq? benar dan dibenarkan. Karena
apa yang akan beliau bawakan dari hadis
Nabi ini terkait dengan perkara gaib.
Sehingga ini sekedar mengingatkan
Rasulullah adalah sodq, jujur dan
konsekuensi dari dia jujur, dia juga
harus dibenarkan.
Dan ada dua perkara gaib yang akan
disampaikan dalam hadis berikut. Yang
pertama terkait dengan
kondisi perubahan kondisi janin dalam ee
rahim seorang wanita. Dan ini perkara
gaib ya.
Dan yang kedua tentang takdir bahwasanya
setiap janin akan didatangi malaikat
yang bertugas mencatat takdir janin
tersebut. Bab kita bacakan.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Inna ahadakum yujm khquu fi
ummi yauman." Setiap orang dari kalian
telah dikumpulkan penciptaannya
di perut ibunya selama 40 hari.
Setelah itu menjadi alaqah
ee seperti itu pula ya. Alaqatnya
segumpal darah ya.
Di sini diterjemahkan dengan sigot ya
segumpal darah.
Tma yakunu mudgatan mladalik. Kemudian
menjadi mudghah. Mutghah segumpal daging
ya.
Seperti itu pula.
Setelah itu tma yursalul malaquuh.
Setelah itu diutuslah malaikat. Lalu
malaikat meniupkan
dalam janin tersebut roh. Tadi fisiknya
dia kemudian dikasih dikasih roh.
Waru biarbai kalimat. Kemudian malaikat
tersebut disuruh untuk menulis empat
perkara,
yaitu masalah takdir.
Apa saja empat perkara tersebut? Bikatbi
rezkihi. Malaikat suruh catat tentang
rezeki. Jatah rezeki, kadar rezeki.
Berapa takdirnya? Berapa kadarnya buat
orang ini, buat janin ini. Wa ajalihi
dan juga ajalnya, kadarnya sampai kapan,
takdirnya sampai kapan. wa amalihi dan
juga amalnya apa aja yang dia lakukan
selama hidupnya nanti. Wasun dan dia
masuk neraka atau masuk surga.
Apakah dia sengsara atau dia bahagia
masuk surgaalladzi
la ilaha ghairuhu. Kemudian setelah itu
Nabi bersumpah
untuk penekanan demi zat yang tidak ada
sembahan kecuali Allah. Inna ahadakum
lamalu biamali ahlil jannah. Sungguh
salah seorang dari kalian benar-benar
melakukan amalan penghuni surga. Hatta
ma yakunu bainahu. Hatta ma yakunu
bainahu wa bainaha illa. Sehingga
tidaklah
ee jarak antara dia dengan surga kecuali
hanya satu hasta.
Fayasbiqu alaihil kitab. Namun sudah
kedahuluan kitab itu takdir yang
dicatat. Fayalu biamali ahlinar. Maka di
akhir hayat dia melakukan pekerjaan
penghuni neraka. Fayaduluha kemudian dia
masuk neraka.
Dan sebaliknya wa inna ahadakumalu
biamali ahlinar. Sungguh salah seorang
dari kalian melakukan amalan penghuni
neraka itu bermaksiat. Hatta ma yakunu
bainahu wainaha sehingga jarak dia
dengan neraka tinggal satu hasta.
Sebentar lagi masuk neraka.
Fasbiqu alaihil kitab. Namun sudah
kedahuluan takdir
fayalu biamal ahl jannah. Ternyata di
penghujung hayatnya dia beramal dengan
amalan penghuni surga. Fayadkhulu
artinya dia masuk surga.
Ini hadis ee riwayat Bukhari dan Muslim
yang menjelaskan tentang
ee dua hal terkait masalah gaib. Makanya
tadi saya katakan di awal hadis Ibnu
Mas'ud mengingatkan tentang sifat Nabi
itu assodq. Dan makanya kalau Rasulullah
adalah soddiq, maka dia harus masduk di
dibenarkan. Tib ada dua perkara gaib ya,
dua perkara gaib
yang dibahas dalam hadis ini. Yang
pertama adalah tentang kondisi janin.
Kondisi janin di rahim
wanita.
Adapun masalah gaib yang kedua adalah
masalah
takdir ya.
Takdir
atau catatan takdir ya. Catatan takdir
bahwasanya apa yang terjadi sesuai
dengan takdir yang telah ditentukan.
Kita tahu bahwasanya zaman dahulu tentu
tidak ada alat ee canggih seperti
sekarang sehingga seorang mustahil
mengetahui
ee
kondisi janin dalam perut ee seorang
seorang ibu. Ya, oleh karenanya kita
dapati ini di antara salah satu ee
disebut dengan mukjizat Al-Qur'an di
mana Al-Qur'an menjelaskan tentang
janin, tentang penciptaan manusia luar
biasa ya. Di antaranya dalam Al-Qur'an
ada
dua atau dua surat. Yang pertama surah
Almukminun ya
Qurat surah Almukminun ayat 12.
sampai 14 ya 12 sampai 14.
Kemudian juga yang serupa adalah Quran
surah ee Al-Haj ayat 5.
Quran surah Al-Haj ayat ayat 5.
Dan Allah contoh dalam Al-Qur'an Allah
mengatakan, "Hal ata alal insani
minadari lam yakun inqnal insana minatin
amsajin.
Sungguh kami telah menciptakan manusia
dari nutfah. Nutfah ee air mani.
Kemudian Allah mengatakan amsya jin yang
tercampur. Ya, sehingga banyak ulama
menafsirkan tercampur maksudnya
tercampur dengan sel telur, dengan air
dari wanita.
Dan ee
bahwasanya dulu orang-orang Arab mengira
bahwasanya manusia terbuat dari sperma
saja. Begitu masuk kemudian
dirawat dalam rahim kemudian jadi manu
manusia. Ternyata Allah mengatakan
dengan lafal amsyaj bahwasanya bukan
sperma saja untuk terbentuknya manusia.
Ternyata sperma tersebut bercampur
bercampur dengan apa? Bercampur dengan
sel ovum wanita. Baru kemudian
terjadi manusia.
Tib. Eh, kita bacakan di sini. Allah
berfirman dalam surah Almukminun ayat 12
sampai seterusnya. Walaq khalaqnal
insana min sulalatin mintin. Ya, di sini
Allah sebutkan tahapan-tahapan.
Kita ambil kesimpulan
dari dua surat ini ada beberapa tahapan
ya.
Yang pertama adalah eh min sulalatin min
dari saripati. tanah. Manusia dari
saripati tanah
ini bagi Adam ini terkhususkan buat
siapa? Adam alaihi salam. Ini penciptaan
Adam.
Kalau Adam Alaih Salam
tentu ee
tidak melalui proses seperti yang yang
kita alami, tetapi langsung dari tanah
langsung dibentuk dalam bentuk seperti
tembikar ditiupkan kemudian jadi
manusia. Bergerak hidup subhanallah dari
benda mati ee dari tanah Allah ciptakan
Adam dari min adimil ard. Adim itu
maksudnya dataran muka bumi. Dalam
riwayat disebutkan Allah mengumpulkan
berbagai macam model tanah. Ada tanah
warna-warni, warna merah, warna hitam,
warna coklat. Diambil semua. Ada yang
keras, ada tanah yang lembut, ada yang
tanah macam-macam model dari tekstur
maupun warna. Setelah itu Allah ciptakan
Adam. Maka jadilah Adam Alaih Salam
manusia pertama yang sempurna dengan
tinggi 60
hasta. Kemudian dengan wajah yang
tampan, dengan kesempurnaan.
Setelah itu anak-anaknya mulai
bermacam-macam modelnya karena
penciptaan Adam dari tanah yang beraneka
ragam.
Tapi Adam tidak melalui proses ee sperma
kemudian dan seterusnya. Adapun kita
manusia, maka
ee
Allah menciptakan kita dari tumma
ja'alnahu nutfat nutfatan. Nutfah.
Nutfah di sini ingat Allah sebutkan
dalam ayat yang dengan nama amsyaj.
Amsyaj. Amsyaj. Dan amsyaj tadi artinya
campuran. Maksudnya adalah campuran
sperma
plus ovum. Sel ovum yaitu sel telur
wanita.
fi qarorin makin. Yaitu Allah letakkan
nutfah ini di mana? Di qarorin makin
tempat yang kokoh.
Qarin
tempat yang kokoh. Maksudnya adalah
rahim. Itu maksudnya adalah rahim.
Kemudian kata Allah, "Tumma ja'alna
nutfatafma
khalaq nutfata alaqah." Setelah itu kami
rubah nutfah menjadi alaqah.
halaqah segumpal darah ya segumpal darah
atau zigot ya segumpal darah
atau zigot ya kemudianqnalq
setelah itu kami kata Allah ciptakan
sebuah ini semua yang bikin semua Allah
yang rubah dari sini menjadi ini menjadi
ini menjadi berikutnya ya
ee kemudian alaqah menjadi mudghah
Mudghah maksudnya segumpal daging.
Daging kecil ya.
Seperti orang bilang mudgah itu daging
kecil yang bisa dikuny oleh seorang.
Maksudnya kecil sedikit ya, kurang tidak
besar. Maksudnya prosesnya seperti itu.
Kemudian fakalaqnal mudg idaman. Setelah
kami ciptakan mudghah, kami jadikan
mudgah jadi idam. Idam itu adalah tulang
ya.
Fakasaunal idama lahma. Kemudian yang
keenam,
kami jadikan
ee bungkus tulang dengan daging.
I
lahma ya.
yaitu membungkus tulang dengan daging.
Tulang dibungkus daging.
Setelah itu, tumma any khalqon akhr.
Pada proses yang ketujuh kami jadikan
khalqon akhar.
Khalqon akhar yaitu ee cip apa namanya?
Proses yang lain ya. makhluk atau bentuk
yang lain. Bentuk yang lain
yaitu kata isyarat para ulama. Maka
bentuk ini prosesnya cepat. Pada proses
yang ketujuh kata Allah setelah itu,
fatabarakallahu ahsanul khaliqin. Maka
sungguh
maha suci Allah sebaik-baik pencipta.
Inilah urutan ciptaan manusia. Dalam
ayat yang lain dalam surat
alhaj ayat 5 Allah berfirman, "Ya
ayuhanasu inumib minal ba." Wahai
manusia sekalian, kalau kalian ragu
tentang kebangkitan, maksudnya Allah
jadikan tahapan proses manusia ini dari
nutfah dari air mani kemudian proses
sampai jadi manusia. Itu dalil untuk
adanya hari kebangkitan. Kenapa kalian
heran wahai kaum Quraisy, wahai
orang-orang Arab, musyrikin Arab
bahwasanya akan terjadi kebangkitan?"
Kata mereka, "Man yuhma wahiyaim." Siapa
yang bisa ciptakan
manusia setelah menjadi tulang-belulang
yang hancur lebur? Ya, maka Allah
sebutkan banyak dalil bahwasanya tulang
yang sudah hancur lebur, yang sudah
menjadi tanah, bisa Allah ciptakan lagi
menjadi manusia. Sangat mudah bagi
Allah. Dalilnya sangat banyak. Dalil
tentang proses bisa adanya hari
kebangkitan. Di antara dalil tersebut,
dari sekian banyak dalil tersebut adalah
dalil bahwasanya kalian manusia tahu
manusia itu tercipta dari
tahapan-tahapan.
Ya, yang semua tahapan itu Allah yang
atur dari air mani kemudian menjadi
alaqah. dari alaqah menjadi mudgah. Dari
mudgah menjadi idam, dari idam menjadi
lahm. Kemudian khalqan akhar.
Siapa yang bisa bikin urutan seperti ini
maka dia bisa membangkitkan manusia.
Sangat mudah. Makanya Allah kaitkan
tentang proses perubahan manusia dari
nutfah sampai jadi manusia
sebagai dalil akan mungkinnya hari
kiamat. Makanya Allah mengatakan, "Ya
ayyuhanasu in kuntum fi rbi minal ba."
Wahai manusia sekalian, jika kalian ragu
tentang kebangkitan, renungkanlah bag
bagaimana terjadi manusia. Bagaimana air
mani nutfah tiba-tiba menjadi sosok yang
bertulang, yang berfisik, kemudian bisa
berpikir, kemudian bisa bergerak dengan
lincah. asalnya hanyalah amsyaj air
mani. Nah, kalau manusia sudah mati,
tulangnya sudah menjadi tanah, Allah
bisa rubah kembali untuk menjadi manusia
lagi. Dan ini salah satu dalil tentang
mungkinnya hari kebangkitan.
Maka Allah kaitkan hari kebangkitan
dengan proses terjadinya manusia. Kata
Allah, "Ya ayyuhannasu inuntum fi rbi
minal ba." Kalau kalian ragu tentang
hari kebangkitan, fainna khalaqnakum min
turab. Sesungguhnya K menciptakan dari
tanah tadi. Dari tanah itu Adam ya
khusus Adam. Tumma min nutfah. Tumma
minutfah. Kemudian dari nutfah. Tma min
alaqah. Kemudian dari alaqah. Tma min
mudgah mukhallatan wahair mukhalaqatin.
Dan dari mudghah ada mudghah yang
terbentuk dan ada mudghah yang tidak
terbentuk. Kata para ulama mudgah dalam
surah al-Haj ini segumpal daging. Ada
yang berbentuk
ada yang tidak berbentuk.
tidak berbentuk maksudnya dia cacat atau
dia keguguran ya sehingga gugur ya tidak
jadi ya linubayina lakum yaitu Allah
yang berkehendak menjadikan janin ini
berhasil tidak terbentuk maksudnya gugur
keguguran
apakah nutfah ini akan selesai sampai
proses ujungnya atau di tengah dia
terhenti semua yang ngatur Allah
subhanahu wa taala manusia gak bisa
apa-apa tidak bisa ikut campur cuma-cuma
makan minum kemudian sang ibu menanti
Nanti apakah anak ini berhasil menjadi
anak atau tidak, itu urusan Allah
Subhanahu wa taala. Kata
agar kami menjelaskan kepada kalian
arhamya
dan kami memantapkan di rahim apa yang
kami kehendaki. Ajal musamma sampai
waktu yang ditentukan yaitu 9 bulan atau
terlambat atau cepat.
Setelah itu kami keluarkan kalian
menjadi anak kecil asudakum. Setelah itu
kalian sampai setelah kecil asyud yaitu
masa muda yang kuat. Setelah itu apakah
berhenti sampai muda? Kata Allah,
"Waminkum man yutawaffa." Di antara
kalian ada yang meninggal cepat sebelum
tua. Waminkum man yuraduil umur. Di
antara kalian ada yang tua sampai pada
umur yang paling rendah, yaitu pikun,
lemah, susah hidup. Umur sudah 100 tahun
lebih tapi hidupnya susah.
Lika yama min ba'di ilmin sa wataral ard
hamidatan.
ee dan seterusnya ya kata Allah
Subhanahu wa taala. Kita lanjutkan. Jadi
inilah proses ee jadi tadi
ilmiah setelah tadinya dia berilmu,
setelah dia pikun aril umur dia lupa.
Setelah itu Allah sebutkan lagi dalil
kedua tentang hari kebangkitan. Kalau
kita lanjutkan ayat ini. Watar hamidatan
bumi yang sudah mati diam. Ketika kami
turunkan air hujan tiba-tiba tumbuh.
Maksudnya Allah mengatakan bangkitkan
manusia itu sangat mudah. Lihatlah
proses bagaimana perubahan manusia dari
air mani kemudian semakin semakin
semakin kemudian jadi manusia. Kemudian
dari lemah menjadi kuat jadi kuat
menjadi lemah lagi. Kemudian mati mau
dirubah lagi oleh Allah untuk kembali.
Prosesnya sangat mudah.
Nah, oleh karenanya ayat yang atau hadis
yang disampaikan oleh Ibnu Mas'ud
tentang proses janin ini ternyata sudah
disebutkan juga atau sebagai penjelas
dari dalam Al-Qur'an. Hanya saja di
Al-Qur'an tidak disebutkan kapan Allah
ee kasih wahyu dan berapa lama
prosesnya. Berapa lama prosesnya. Nah,
di sini hadis Nabi sallallahu alaihi
wasallam menjelaskan tentang
perubahan-perubahan. Di sini ada
dua model hadis ya. Di antaranya pertama
hadis Ibnu Mas'ud. Habib Ibnu Mas'ud
zahirnya seakan-akan menyatakan ada 40
hari tiga kali. Ya, jadi saya ee kita
jelaskan di sini hadis ada dua model.
Dua model hadis
tentang yang tidak jelaskan Al-Qur'an
adalah tentang masa
atau lamanya
ee apa namanya? tahapan tersebut tahapan
janin
janin.
Kemudian demikian juga tahapan janin dan
kapan
dan kapan ditiupkan roh.
Tiupkan roh.
Baik. Sini ada dua hadis. Hadis pertama
ada dua hadis
yang seakan-akan bertentangan. Hadis
pertama hadis Ibnu Mas'ud.
Kalau kita yang sedang kita bahas ini
zahirnya Rasulullah mengatakan
ee dalam hadis ini Rasulullah mengatakan
eh yujm khquu fi ummi arba yauman
nutfah. Jadi pertama 40 hari pertama
nutfah
nutfah.
Kemudian tumma yakuna alaqan mlalik.
Kemudian 40 kedua alaqah.
Kemudian yang 4 ketig tumma yakunu
mudgatan mladalik. Kemudian mudgah
mudghah. Jadi nutfah 40 hari, alaqah 40
hari yaitu segumpal 40 hari, mudghah
segumpal dengan 40 hari. Sehingga
totalnya 40 dan 40 sama dengan 120 hari
atau sama dengan 4 bulan.
Baru setelah itu, tahapan berikutnya,
setelah itu baru ditiup roh. Setelah itu
baru tiup ruh, lalu ditiup
roh dan dicatat takdir.
Ini dalam hadis Ibnu Mas'ud. Sementara
dalam hadis lain, ini hadis yang sahih,
sahih Bukhari dan sahih Muslim.
Demikian juga dalam hadis yang lain ya
ee hadis Hudzaifah bin Asid alghifari
ini juga hadis yang sahih dan dia adalah
hadis riwayat Muslim ya. Saya bacakan.
Mar bin nutfah wa arbauna lailah. Hadis
Hudzaifah bin Asid alghifari.
Hudzaifah alghifari.
Saya bacakan. Rasulullah bersabda, ini
hadis juga sahih. Jika Nutfah sudah
berusia 42 tahun eh 42 hari, 42 hari,
baatallahu ilaiha malakan. Maka Allah
kirim malaikat. Jadi dalam hadis ini,
proses peniupan roh itu setelah usia 42
hari. Bukan 120 hari, bukan 120 hari,
tapi 40. Di sini perbedaan 42 hari, di
sini 4 bulan 120 hari.
Maka ditiup roh.
Kata kata Nabi. Maka Allah pun kirim
malaikat fasaha waqaha.
Maka kemudian dibentuklah diberikan
pendengarannya, penglihatannya. W
jildaha walahmaha. Kemudian kulitnya
kemudian dagingnya waidamaha dan
kemudian ee tulangnya.
Qala yazakarun aum unsa. Maka malaikat
bertanya, "Ya rabku, ini saya mau catat
apa ini? Laki atau perempuan fayqdibuka
maayaa waktubulak. Maka terserah Allah
mau jadikan laki mau perempuan terserah
Allah. Waktuul malak. Maka malaikat
mencatat tma yaakl ya rabbi ajaluhu.
Ajalnya berapa ya Allah? Fakbuka syaa
Allah terserah bilang berapa ajalnya.
Waktubul malak. Malaikat catat lagi dia
malaikat bertanya lagi ya Allah rizuh
rezekinya berapa?
Maka Allah menentukan yang Allah
kehendaki rezekinya berapa terserah.
Maka malaikat keluar dengan catatan apa
yang telah dicatat sesuai dengan
perintah Allah tidak ditambah tidak
dikurangi. Tib di sini seakan-akan ada
ee sedikit kontradiktif. Ibnu Mas'ud
menyebutkan zahirnya 120 hari baru
ditiup ruh. Adapun hadis Hudzaifah
al-Ghifari 42 hari ditiup ruh. Bagaimana
mengkompromikannya?
Maka ada beberapa cara pengpromian.
Cuma saya lebih cenderung ee bahwasanya
hadis Ibnu Mas'ud dibawakan kepada makna
hadis Hudzaifah. Jadi sabda Nabi, "Inna
ahadakumjui
umuman
yakunuika."
Ya, datang dalam redaksi yang lain.
Jadi kalau kita ada dua redaksi ya.
Redaksi yang awal yang kita baca ya.
Saya ulangi ibu-ibu. Ibu-ibu masih ikut
apa sudah tidur nih?
Ini terkait ibu-ibu ini urusan janin ya.
Urusan janin ya. Saya bacakan ya redaksi
yang sedang kita baca yang lafalnya
dibawakan oleh Imam Nawawi dalam Arbain
Nawawiyah. Inadukum khqu um yauman.
Sesungguhnya salah seorang di antara
kalian dikumpulkan
penciptaannya. di perut ibunya 40 hari.
Jadi nutfah. Kemudian setelah itu
seperti itu juga dalam bentuk alaqah.
Kemudian seperti itu pula dalam bentuk
mudgah. Seperti itu, seperti itu dia
ditafsiri oleh seb ulama. Maksudnya 40
hari lagi, 40 hari lagi yakunu alaqatan
mlalik. Setelah nutfah 40 hari kemudian
menjadi alaqah seperti itu. Kemudian
jadi mudgah seperti itu. Seperti itu
mlialik itu diafirkan dengan 40 hari. 40
hari jadi 120 hari. Ternyata datang
dalam lafal yang lain. Ibu-ibu bisa
lihat di buku Arbain Nawawiyah di
aplikasi pada halaman 68.
Dalam riwayat yang lain redaksinya inna
ahadakum yujmaqu umi arba yauman.
Sesungguhnya penciptaan manusia di dalam
perut ibunya 40 hari.
Kemudian dalam 40 hari tersebut alaqah
jadi alaqahik.
Kemudian di 40 hari tersebut juga
terjadi mudghah. Jadi tafsiran kedua
yang dilafal Ibnu Mas'ud menguatkan
maksudnya 40 hari tadi terjadi semuanya
nutfah, alaqah, mutqah dalam 40 hari
tersebut. Bukan 40 nutfah, 40 alaqah, 40
mghah. Tetapi dalam 42 hari tadi atau 40
hari terjadi tiga-tiganya. Makanya
diartikan mladalik yaitu eh yakunu yaitu
dalam 40 hari tersebut terjadi proses
juga. nutfah sekaligus alaqah terjadi
perubahan kemudian mutghah. Ini tafsiran
wallahu alam bawab lebih
ee lebih kuat ya dan sesuai dengan ilmu
kedokteran zaman sekarang ya.
Oleh karenanya berarti kita bisa
simpulkan bahwasanya fase air mani
segumpal darah dan segumpal daging
semuanya adah 40 hari bukan
masing-masing setiap fase 40 hari. Ya,
manakan yang menyurut para dokter
setelah 40 hari pertama janin sudah
mulai terjadi pembentukanahuq
itu setelah itu. Jadi Allah mengatakan
wqqalahinqanah.
Setelah proses jadi nutfah air mani
alaqah segumpal darah segumpal daging
baru Allah ciptakan mulai ada tulang
kemudian daging tma khalqon akh kemudian
proses yang sangat cepat dan ini sesuai
dengan yang ilmu kedokteran modern
bahwasanya proses pembentukan sudah 40
hari masuk 40 hari kedua sudah mulai
proses pembentukan
bukan hanya sekedar segumpal darah atau
daging jadi proses membentuk janin
setelah 40 hari kedua sudah mulai ada.
Maka Allah bawab ee kita tafsirkan hadis
Ibnu Mas'ud kepada hadis Hudzaifah
atau dari Ibnu Mas'ud dalam lafal yang
lain ya. Jadi mendukung hadis Hudzaifah.
Jadi yang pendapat yang lebih kuat
wallahuam bawab bukan 40 hari nutfah, 40
hari alaq, 40 hari mudghah. Tetapi dalam
40 hari atau 42 hari tersebut sudah
terjadi tiga-tiganya. nutfah kemudian
alaqah kemudian mutghah. Setelah itu 40
hari kedua bagi umur janin sudah mulai
terjadi pembentukan. Wallahuam bisawab
tayib.
ini ee terkait dengan janin.
Setelah itu ee
pembahasan berikutnya terkait dengan
hukum-hukum terkait janin. Ya,
hukum-hukum terkait janin.
Ibu-ibu ada yang dokter anak
ada enggak?
Coba dicek lagi hukum-hukum terkait
janin.
Baik. Pertama,
menggugurkan janin hukumnya haram ya.
menggugurkan janin
adalah haram ya meskipun belum terbentuk
meski ya belum terbentuk misalnya
diketahui di tes ternyata garis merahnya
dua eh apa berarti apa ha hamil kalau
sudah hamil tidak boleh digugurkan
ya
kalau QQ apa? Euqiruhu
fil armiasya. Kami kokohkan janin apa
air mani tersebut. Fil arham ya.
Walaq khalaqnal insana min sulalati
mintin tumma jaalnahu nutfatan fi qor
makin. Kemudian kami jadikan manusia
berupa nutfah fi qarorin makin. Yaitu di
rahim. Allah menamakan rahim dengan
qarar makin. Dan Allah mengatakan kami
telah meletakkan. Maka kalau
sperma sudah sampai ke rahim, berarti
sudah terjadi proses sperma dengan
sel ovum, sudah terjadi pembentukan.
Meskipun belum jadi apa-apa, tapi sudah
terjadi. Kalau sudah terjadi, wanita
sudah tahu dirinya hamil, meskipun belum
4 bulan, meskipun belum 2 bulan,
meskipun baru 40 hari, maka hukumnya
haram tidak boleh digugurkan.
Kenapa tidak boleh digugurkan? Karena
sudah terjadi proses pembentukan. ya,
karena sudah terjadi kehamilan.
Jadi ee haram meskipun belum terbentuk
manusia ya, tetapi tetap haram karena
sudah berproses
ya di rahim. Dan Allah sudah menyatakan
kami telah meletakkannya pada tempat
yang kokoh. Maka siapa yang melakukan
aborsi maka hukumnya haram. Hukumnya
haram.
Kemudian jika ya
jika telah lewat
42 hari. Nah, ini repot ini 42 hari tadi
kita sudah sebut khilaf 42 hari. Apakah
setelah 42 hari roh ditiup ataukah 20
hari? Tadi khilaf
di kalangan ulama ya.
Pendapat pertama roh ditiupkan
setelah
42 hari.
Pendapat yang lain mengatakan roh
ditiupkan
setelah 120 hari.
Tapi kita ambil pendapat yang jumhur
mayoritas, maka kalau bayi sudah 120
hari, maka dia sudah hidup. Dia sudah
hidup sebagai manusia karena sudah ada
rohnya. Maka siapa yang menggugurkan
bayi? Jika digugurkan,
digugurkan
hukumnya seperti membunuh. Hukumnya
seperti membunuh.
Saya ingatkan, adapun pendapat sebagian
ulama yang mengatakan kalau masih belum
jadi bentuk baru 2 minggu, baru
kehamilan 2 minggu digugurkan tidak
mengapa. Karena seperti hukum azal. Azal
sperma dikeluarkan dari rahim apa tidak
dimasukkan rahim kan enggak. Mengapa?
Kalau gitu menggugurkan
sperma yang masih dalam rahim sudah
kehamilan, masih umur 2 minggu, 3 minggu
tidak jadi masalah. Ini tidak benar ya.
Karena azal belum ada proses. Dia belum
bertemu dengan sel ovum.
Jadi beda, jangan dijadikan bolehnya
azal untuk bolehnya menggugurkan. Karena
beda azal air mani di luar daripada
rahim. Adapun kalau sudah hamil, air
mani sudah masuk dan sudah berproses,
sudah bereaksi dengan sel ovum, maka
siapa yang menggugurkannya maka dia
telah berdosa. Dia merusak ee tatanan
apa yang telah Allah tetapkan. Tetapi
lebih parah kalau sudah berbentuk maka
dia bisa jadi seperti membunuh ya.
Karena apalagi sudah ada roh. Makanya
para ulama sepakat kalau sudah lebih
dari 120 hari apalagi sudah ada bentuk
bayi tersebut sudah terbentuk maka kalau
belum berbentuk mereka bilang tidak usah
di tidak usah di misalnya disalatkan,
dimandikan. Tapi kalau sudah berbentuk
maka seperti manusia yang lain. Intinya
kalau sudah lewat 120 hari digugurkan
maka seperti hukumnya membunuh. Bahkan
para ulama mengatakan jika bayi tersebut
dikhawatirkan kalau dibiarkan akan
mengancam kesehatan ibunya sementara dia
sudah besar, sudah 4 bulan, ya,
maka tidak boleh digugurkan demi
menyelamatkan ibunya. Tidak boleh.
Karena dua-duanya sudah bernyawa.
Tidak boleh kita bilang, "Kalahkan bayi,
ibunya aja yang mati." Gak boleh. Atau
ibunya a yang mati, biar bayinya yang
hidup. sudah jalanin aja nanti lihat
terjadi ke depan. Karena nyawa ibu tidak
lebih penting daripada nyawa ba bayi.
Makanya bayinya gugurin ibunya selamat
ya. Karena kematian ibu pun perkara yang
masih maskuk, masih belum jelas. Maka
tidak boleh menggugurkan kalau bayi
sudah berusia 120 hari 4 bulan. Karena
sepakat ulama telah ditiupkan roh
kepadanya.
Wallahuam bisawab. Ini masalah pertama
terkait dengan gaib. Makanya
Ibnu Mas'ud ketika menyimkan hadis, dia
mengatakan wahua shoddiqul masduq.
Bahwasanya Rasulullah jujur dan di harus
dibenarkan. Karena dalam hadis yang
disampaikan Ibnu Mas'ud terkara
menyampaikan dua perkara gaib. Perkara
gaib pertama adalah terkait perjalanan
janin dan kapan ditiupkan rohnya dan
kapan datang malaikat. Semua gaib,
enggak ada yang tahu.
Yang kedua terkait dengan takdir ya,
masalah takdir. Jadi yang masalah kedua
masalah catatan takdir. Tayib.
Ee setelah itu, setelah
terbentuk maka datanglah fayursalu
ilaihil malak. Maka malaikat pun datang
kemudian faymaru biar arba kalimat. Maka
malaikat diperintahkan untuk mencatat
empat catatan
yaitu bikat rizkihi wa ajalihi.
Rezekinya ajalnya wa amalihi amalnya
syaqiun am saidun. Sengsara masuk neraka
atau bahagia masuk surga. Maka
sebagaimana kita telah sering belajar
tentang masalah iman bilqadar, yaitu
iman kepada takdir,
ya. Bahwasanya takdir semuanya pasti
terjadi ee sesuai dengan apa yang Allah
catat. Dan kita tahu di antara fase-fase
iman kepada takdir ada empat, yaitu ilmu
Allah, kemudian pencatatan,
kemudian al-masyiah kehendak. Ini
sederhana aja. Kemudian apa? Alkalq atau
penciptaan atau eksekusi. Saya sering
sampaikan hal ini logika sederhana.
Makanya Allah adalah ee apa namanya? Ee
sangat maha kuasa. Maka Imam Ahmad
mengatakan, "Alqudrah al alqadar
qudratullah." Kata Imam Ahmad, "Alqadar
qudratullah."
Al-qadar qudratullah.
Takdir itu kekuasaan Allah. Kenapa? Di
antara bentuk kekuasaan Allah, sebelum
Allah menciptakan, Allah sudah
mentakdirkan seluruhnya. Saya sering
sampaikan logika. seperti seorang
misalnya yang ingin bikin rumah, maka
dia memplanning sebelum membikin rumah,
maka dia tahu saya mau bikin rumah
misalnya bikin villa, maka dia punya
ilmu dia sudah bayangin. Setelah itu
kemudian dia catat perencanaannya,
catat berapa biayanya ARB, dia catat
anggaran belanjanya, kemudian kapan
selesai, berapa butuh pekerja, kemudian
semua yang dia tetapkan itu sesuai
dengan kehendak dia. tidak ada yang
intervensi. Maka dia
setelah dia catat kemudian dia eksekusi
dia jalankan. Itu kalau manusia seperti
itu. Manusia kalau ingin bang rumah
prosesnya apa? Prosesnya dia ide dia apa
yang dia ingin dia bikin kemudian dia
tuangkan keinginan tersebut agar tidak
salah dalam catatan. Kemudian dia
semuanya sesuai dengan kehendak tanpa
paksaan. Kemudian dia proses proses.
Nah, namun kalau manusia sering salah
karena keterbatasan ilmu ternyata
terjadi sering terjadi perubahan
sebagaimana kontraktor-kontraktor,
developer-developer sering mengalami
perubahan. Ternyata harga barang naik
misalnya atau ternyata ada pandemi,
ternyata ada first major. Macam-macam
hal yang menjadikan akhirnya berubah
gambarnya, berubah biayanya berubah yang
harusnya dikerjakan 1 tahun jadi 2
tahun. Dan itulah manusia insinyurnya
penuh dengan keterbatasan. Keterbatasan
ilmu dan keterbatasan kemampuan.
Kudrahnya terbatas, ilmunya terbatas.
Nah, berbeda dengan masalah takdir.
Kalau Allah Subhanahu wa taala, Allah
maha berilmu dan kudrahnya tanpa batas.
Sehingga ketika Allah ingin menciptakan
sesuatu tidak mungkin meleset. Tidak
mungkin meleset. Kenapa? Karena ilmu
Allah mencakupi masa depan. Enggak
mungkin salah. Allah tahu apa yang
terjadi dan Allah tahu apa yang ingin
dia kerjakan. Maka
fase dalam takdir pertama adalah ilmu.
Yaitu Allah tahu apa yang akan dia
kerjakan, apa yang akan terjadi.
Allah tahu tidak mungkin meleset.
Kenapa tidak mungkin meleset? Tidak
mungkin meleset ilmu Allah karena dia
Tuhan. Ya. Setelah itu Allah catat.
Dicatat rencana tersebut. Jadi ini kita
katakan planning ya, planning Allah atau
rencana apa namanya planning itulah
takdir ya. Rencana rencana rencana
tersebut dicatat dicatat
dicatat di Lauhil mahfud.
Jadi yang di lauhil mahfud itu tidak
semua ilmu Allah dicatat. Ilmu Allah
luas, tidak ada awalnya, tidak ada
ujungnya. Yang dicatat tauhil mahfud
adalah terkait apa yang Allah ingin
ciptakan.
Apa yang Allah ciptakan. Maka ketika
proses pencatatan Allah ciptakan qalam.
Awalu ma khalaqallah alqalam. Allah
ciptakan pena. Kemudian Allah mengatakan
uktub. Kata pena aktub apa yang aku
tulis. Kata Allah uktub ila ma huainun
yaumilqiamah. Kata Allah catat yang
semua akan terjadi sampai hari kiamat.
Jadi yang dicatat lauhil mahfuz yaitu
sejak
diciptakan kolam,
diciptakan pena
hingga hari kiamat.
Inilah ranah
yang dicatat di lauhil mahfuz. Ya. Tib.
Kita sebutkan misalnya ini ranah ilmu,
ranah ilmu Allah segeranya. Ranah ilmu
Allah.
Ilmu Allah
di belakang ini tanpa batas azali.
Kemudian ada titik di sini pena
diciptakan.
Pena diciptakan.
Pena diciptakan. Kapan pena diciptakan
dan kapan mulai mencatat? Yaitu 50.000
tahun
sebelum penciptaan langit dan bumi.
Sebelum
langit dan bumi.
Dan makanya kalau ditanya kapan pena
diciptakan, kapan pena mulai mencatat?
Yaitu 50.000 tahun sebelum diciptakan
apa, Ibu-ibu? Langit dan bumi. Baik.
Setelah itu, ranah berikutnya ya kita
jalan terus sampai titik hari kiamat.
Ini hari kiamat.
Hari kiamat.
Setelah hari kiamat masih berlanjut masa
ini dan seterusnya. Ini abadi.
Abadi. Jadi
Allah Subhanahu wa taala azali dan abadi
dan ilmu Allah juga azali dan abadi. Ya.
Oleh karenanya tidak semua ilmu Allah
tuangkan dalam lauhil mahfuz. Tetapi
ranah ilmu Allah yang Allah tuangkan
dalam lauhil mahfud yaitu perkara
tentang makhluk yang akan diciptakan
sejak pena ada sampai hari kiamat. Jadi
semua yang akan terjadi sejak pena
diciptakan sampai hari kiamat terkait
makhluk semua dicatat. Apa yang mau
terjadi terjadi semua Allah catat.
Makanya baina berkata, "Wamza aktu apa
yang aku catat?" Kata Allah, "Uktub ma
hua kainun ila yaumilqiamah."
Tulislah semua yang akan terjadi sampai
hari kiamat. Karena setelah hari kiamat
tidak dicatat lagi oleh lauhil mahfud.
Kenapa? Setelah hari kiamat kehidupan
abadi. Kalau lauhil mahfud pena harus
nyatat sampai abadi, ya enggak akan
berhenti catat. Karena namanya abadi
tidak ada yang berhenti. Maka pencatatan
catatannya pena itu ada batasannya. Dia
mulai catat terus dia berhenti. Setelah
dia berhenti catat kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Rufiatil aklamati
suhuf."
Maka setelah mencatat
apa yang jadi? Lembaran kering. Pena
diangkat lembaran kering.
Pena diangkat tidak mencatat lagi
lembaran kering.
Ini apa maksudnya? Maksudnya tidak akan
perubahan. Tidak akan berubah.
Tidak akan berubah. Yang diluh mafhuz
tidak bakalan beru berubah. Kenapa tidak
akan berubah? Kalau berubah ternyata
Allah rubah, berarti Allah ilmunya
kurang. Berarti ada masa depan yang
Allah tidak tahu. Makanya kalau ada
perubahan dalam takdir berarti Allah
bukan qadir. Karena Allah adalah qadir
maka takdirnya tidak mungkin meleset.
Ilmu Allah pasti benar dan Allah pasti
bisa mengeksekusi apa yang dia
rencanakan. Beda dengan makhluk. Makhluk
ilmunya enggak benar. Sering salah
persangkaan, sering salah duga. Kemudian
kekuasaannya terbatas. nyuruh orang
kerja, orangnya enggak mau kerja. Ya
repot, enggak jadi proyek. Tapi kalau
Allah gak mungkin gagal karena ilmunya
tidak mungkin meleset, kalau Allah tahu
depan akan jadi begini dan kalau Allah
eksekusi pasti terjadi karena dia ala
kulliin qadir. Makanya Imam Ahmad
mengatakan alqadar qudratullah. Takdir
itu maha kuasa Allah. Siapa yang
meragukan takdir berarti dia maha dia
ragu tentang kuasa Allah. Tib. Kenapa
disebut tahap yang ketiga adalah
kehendak?
Kasih ketiga. Maksudnya semua yang
terjadi,
yang tercipta atau terjadi
tidak ada yang keluar dari kehendak
Allah. Semua kehendak Allah, semua atas
kehendak Allah. Karena Allah qadir.
Kalau ada yang terjadi di luar kehendak
Allah, berarti Allah bukan qadir. Berar
Tuhan ini kalah dong. Dia pengin begini,
ternyata yang dia pengin lain. Nah,
berarti Allah kalah dong.
Maka semua yang terjadi baik baik
ataupun buruk, iblis Allah yang
kehendaki. Firaun Allah yang kehendaki,
Donald Trump Allah yang kehendaki.
Minetahu siapa yang Allah siapa yang
kehendaki? Allah. Tentu dengan hikmahnya
semua yang terjadi kita suka, kita
enggak suka. Semua yang Allah kehendaki.
Iblis menggoda Adam, siapa yang
kehendaki? Allah. Sampai Adam tergoda
juga sudah tercatat. Semua tidak ada
yang keluar dari kehendak Allah. Tapi
tentunya ini pembahasan berikutnya.
Kenapa Allah menghendaki perkara-perkara
yang zahirnya buruk? Karena ada hikmah
di balik itu. Semua terjadi kehendak
Allah. Wama tasyauna illa yasyaallah
rabbul alamin. Tidak kalian berkehendak
kecuali atas kehendak Allah. Setelah itu
baru Allah penciptaan itu eksekusi.
Kalau bahasa kita apa? Eseekusi.
Eksekusi. Rencana tersebut. rencana atau
planning atau takdir dieksekusi
pasti terjadi
tidak akak tidak akan gagal
tidak akan apa ga gagal kenapa tidak
akan gagal ibu-ibu karena Allah kenapa
karena Allah kenapa ibu-ibu ala kulli
saiin
qadir ya karena Allah alqadir ala kulli
saaiin qadir tidak akan gagal jadi
inilah proses takdir secara sederhana
yang saya ingin sampaikan pada poin
bahwasanya semua yang dicatat di lauhil
mahfuz tidak akan beru berubah. Paham
ibu? Tib.
Nah, sekarang yang dicatatan malaikat
bisa berubah atau tidak?
Ini seles. Paham?
Paham ibu-ibu?
Paham. Wallahuam.
Allah yang lebih tahu yang tercatat di
lauhil mahfuz.
Tib
catatan takdir
ada
ee
dua model.
Yang pertama tidak bisa tidak bisa
berubah.
Yang kedua mungkin berubah.
Sekarang kita begini. Yang satu lauhil
mahfuz. Ini kita bandingkan sekarang
lauhil mahfuz.
Yang satu catatan apa? Mala malaikat.
Apa perbedaannya? Banyak perbedaannya
ya. Perbedaannya. Lauhil mahfud kapan
dicatat?
50.000 rib tahun sebelum
langit dan bumi. Langit dan bumi.
Tib catatan malaikat tentang janin.
Tatkala janin. Tatkala apa? Janin usia
berapa tadi? 42 hari. Jadi beda. Jadi
lauhil mahfud di luar. Di luar. Yang
kedua yang di lauhil mahfud mencakup
seluruh
seluruh makhluk. Jadi totalitas seluruh
makhluk.
Adapun yang dijanin hanya terkait sang
ja janin. Paham ibu-ibu?
Paham enggak? Ya. Jadi beda ya. Beda.
Yang ketiga, lauhil mahfud yang catat
pena.
Kalau di janin yang catat siapa? Yang
catat siapa? Ibu-ibu malaikat.
Baik. Bedanya lagi yang mafuz yang tahu
hanya Allah
ya pena ya tahu karena Allah yang suruh
tapi maksudnya yang tahu hanya siapa
Allah. Yang dicatat malaikat. Malaikat
tahu enggak? Malaikat juga tahu.
Malaikat juga tahu. Saya tanya sama ibu.
Malaikat tahu enggak ini lauhil mahfud?
Tahu enggak? Ibu-ibu malaikat tahu
enggak? Lauhil mahfud tahu atau enggak?
Tahu atau enggak?
Tidak. Kalau dia tahu, ngapain dia
tanya. ini saya mau catat apa ya Allah?
Berarti dia enggak tahu. Enggak dia
enggak tahu. Makanya dia tanya. Makanya
nanya dulu. Ya
paham ibu-ibu? Tib. Yang berikutnya yang
di lauhil mahfud ya tidak mungkin
berubah.
Yang dicatat malaikat mungkin apa?
Berubah.
Namun ingat perubahan tersebut sudah
tercatat di lauhil mahfuz,
sudah
tercatat di lauhil mahfuz.
Jadi misalnya, misalnya malaikat catat
bahwasanya seorang janin tersebut
usianya 50 tahun meninggal, ternyata dia
berbuat kebaikan. Allah bilang rubah dia
menyambung silaturahmi jadikan umurnya
70. Maka malaikat tipex malaikat rubah
lagi catatan tadi yang sudah dia bawa.
Dia rubah anak ini 50 tahun jadi berapa,
Ibu-ibu? 70 tahun. Perubahan 50 jadi 70
karena orang ini silaturahmi. Sudah
tercatat enggak di lauhil mahfud?
Sudah. Sudah lahil mahfuz. Cuma malaikat
tidak tidak tahu. Kenapa ada perubahan?
Terserah. Allah berfirman, "Yamullahu
yasyait waahu umul kitab." Dalam surat
Arraad
jadikan nomor ayatnya.
Surat Ar-Raad ayat 39. Ya, lihat surah
Ar-Raad 13 ayat 39.
Yamhullahu ma yasya. Allah menghapus
yang Allah kehendaki. Perintahkan
malaikat hapus. Wudusbit. Allah
menetapkan apa yang Allah kehendaki.
Waahu umul kitab. Dan di sisi Allah ada
lauhil mafud yang tidak bakalan berubah.
rufiatil aqlam wis pena sudah diangkat
lembaran sudah kering lembaran lauhil
mahfuz
tib
sekarang kita tafsirkan firman Allah ee
surat ar ini sampai sini paham ibu-ibu
sekarang ada ada tafsiran salaf tentang
firman Allah
yamhullahu
ma yasya
wa yusbit
waahu ummul
Kitab Tib surat Arraad surah 13 ayat 39.
Kata Allah, Allah menghapus yang Allah
kehendaki. Allah
menghapus
yang Allah kehendaki.
Kemudian Allah menetapkan
menetapkan
yang Allah kehendaki.
Dan di sisinya ada lauhil mahfuz. di
sisinya
ada lauhil mahfuz yang tidak akan
berubah.
Tib. Apa maknanya menghapus dan
menghendaki? Ini maknanya apa?
Ada dua dua tafsiran.
Yang pertama yang dicatat yang dicatat
malaikat suruh ganti.
Disuruh ganti, disuruh tipex dan ganti.
Disuruh ganti oleh Allah. Yang kedua,
malaikat mencatat beberapa kemungkinan.
Malaikat
mencatat misalnya tiga kemungkinan.
Catat misal tiga kemungkinan.
ini datang dalam sebagian salaf.
Misalnya, misalnya jika
bersedekah
umur
jadi
70. Kemudian yang kemungkinan kedua,
jika
sedekah
dan silaturahmi
umur
80.
Kemudian jika pelit,
jika pelit umur 40 misalnya. Ini dicatat
tiga model begini. Kemudian Allah
bilang, "Malaikat gak tahu apa yang
terjadi." Kata Allah, "Hapus nomor dua
dan nomor tig. Tetapkan nomor satu. Itu
ada penafsiran seperti itu. Hapus nomor
dua. Kata Allah, hapus nomor dua dan
nomor tiga. Dan tetapkan nomor satu di
kemudian hari. Kata Allah, Allah
menghapus yang Allah kehendaki. Allah
tetapkan yang ingin Allah kehendaki. Ini
salah satu tafsiran yamhullahu ma yasya
wisbit. Ada yang tafsiran pertama
malaikat sudah cat suruh ganti. Intinya
di lauhil mahfuz tidak bakalan beru
berubah. Tib. Ibu yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. nya sekedar tambahan
ee ilmu. Kemudian terakhir Ibnu Mas'ud
menyampaikan hadis Nabi. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam setelah Nabi
jelaskan tentang masalah takdir kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Walladzi nafsi biyadihi inna ahadakumzi
walladzi la ilahailladzi
nafsi biyadihi in ahadakumalu biamali
ahmal jannah." Sungguh salah seorang
dari kalian benar-benar melaksanakan
kegiatan penghuni surga, yaitu beramal
saleh, beramal saleh bersallah. Namun
sudah kedahuluan takdir, maka di
penghujung hayatnya dia beramal maksiat.
Maka dia mati, dia masuk neraka. Dan
sungguh sebaliknya di antara kalian ada
yang beramal maksiat terus, tapi di
ujungnya dia beramal saleh. Karena sudah
ditakdirkan dia masuk surga, maka di
ujungnya beramal saleh. Kemudian dia
mati, dia masuk surga. Maka ini dalil
bahwasanya yang menjadi patokan adalah
bagaimana akhir seseorang bukan di awal.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan innamal a'alu bil khawatim.
Sesungguhnya amalan tergantung dari ee
terakhirnya. Makanya sebagian ulama
menafsirkan firman Allah sabda Nabi
sallallahu alaihi wasallam manqatal asar
faqad habit amaluh. Siapa yang
meninggalkan salat asar maka gugur
amalannya. Karena malaikat siif yang
pertama sif siang akan naik ke langit di
waktu asar. Kalau ternyata di waktu asar
orang tidak salat asar, rusak semua amal
dia hari itu. Karena amalan tergantung
daripada akhirnya.
Dan ini menunjukkan masalah takdir
masalah yang gaib. Tidak ada yang tahu
agar kita tidak terlalu PD dengan apa
yang kita
yang kita rasakan sekarang. Kalau orang
sudah beriman jangan sombong, jangan
ujub. Dia enggak tahu bagaimana
penghujungnya. Dia enggak tahu. Demikian
juga sebaliknya liihat ada orang
misalnya nakal, jangan, jangan putus
asa. Kita enggak tahu bagaimana
pengunjung orang ini. Siapa tahu dia
sadar di kemudian kalau lihat anak kita
nakal jangan put usah. Siapa tahu di
pengunjungnya berbeda. Kelihatan ada
suatu masalah kayaknya rumit rumut tidak
akan ada solusi. Jangan putus asa. Kita
enggak tahu bagaimana ujung dari kisah
ini. Kita hanya berdoa Allahumma ahsin
aqibatana fil umuri kulliha wairna minid
dunyaabil akhirah. Ya Allah jadikanlah
kesudahan kita semuanya happy ending.
Kita hadapi. Enggak tahu ujungnya
bagaimana. Jangan putus asa karena tidak
ada yang tahu takdir. Takdir hanya kita
tahu kalau sudah terjadi. Ya, sudah
terjadi baru bertakdir. Selama belum ada
ujungnya, kita enggak tahu ujung dari
kejadian tersebut. Maka ini di antara
hikmah daripada takdir agar seorang
tidak sombong dengan apa yang dia
dapatkan. Ya, karena dia tidak tahu
bagaimana ujungnya dan juga dia tidak
terlalu bersedih dengan apa yang dia
alami. Karena dia tahu semuanya yang
menetapkan adalah Allah yang maha
berilmu, yang maha qudrah. Tentu ada
hikmahnya.
Perhatikan ini dalam surat Alhad
tidak ada musibah yang menimpa ardi di
atas muka bumi di daratan, lautanum
dan juga di yang menimpa kalian menimpa
diri kalian sakit harta anak-anak illa
fi kitab kecuali sudah tertulis di
lauhil mahfud minqobli anabroaha sebelum
Kami mengeksekusinya sebelum kami
menciptakannya. Sebelum eksekusi sudah
tercatat. Kata Allah, "Innalika alallahi
yasir." Semua itu mudah. Masalah takdir
ini mudah. Tinggal planning Allah
berkehendak, Allah catat, Allah berkend
Allah eksekusi semuanya mudah. Yasir.
Apa fungsi dari takdir?
Agar kau tidak putus asa atas apa yang
luput darimu, atas musibah yang
menimpamu. W tafrahu bima atakum. Dan
kau tidak sombong dengan apa yang Allah
berikan kepadamu karena semuanya sudah
ditakdirkan.
Maka inilah yang menggelisahkan para
salaf. Mereka selalu gelisah karena
mereka tidak tahu bagaimana ujung
ujungnya. Enggak tahu. Makanya apa kata
Ibnu Mas'ud? Manana minkum mustannan
falyastanna bimanq matalya
alaihil fitnah. Siapa yang ingin
mencontohi maka cintai contohilah
orang-orang yang sudah meninggal. Ulaika
ashabu Muhammad maksudnya siapa itu?
Para sahabat yang sudah jelas meninggal
diridai oleh Allah. Adapun yang masih
hidup tidak usah ikut-ikut. Kenapa?
Fainnal hayya la tman alaihil fitnah.
Karena orang masih hidup bisa jadi
terfitnah di ujung hidupnya. Enggak ada
yang jamin ustaz bisa berubah, penjahat
bisa jadi ustaz. Meskipun kata Ibnu
Daqiqil Aid rahimahullahu taala,
kenyataan membuktikan lebih banyak bekas
bajingan daripada bekas ustaz.
Lebih banyak apa? Bajingan daripada
bekas ustaz. J lebih banyak orang
berhijrah kepada kebaikan daripada
tadinya baik jadi orang bu buruk.
Sehingga kita senantiasa husnudan kepada
Allah Subhanahu wa taala. Dan kalau kita
merasa dapat hidayah, kita minta agar
ditambah dan agar bisa istikamah di atas
hidayah tersebut. Wallahu taala alam
bisawab. Insyaallah kita lanjutkan
kesempatan yang lain. Wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.