Tafsir As-Saffat #5 Ayat 83-101 | Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam
t6KGjAYci7g • 2026-02-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila ridwan allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Di kesempatan kali ini kita akan bahas lanjutan dari kisah-kisah para nabi yang sebelumnya sudah kita sampaikan tentang kisah Nabi Nuh di surat Assfat. Karena dalam surat Assfat ya ada beberapa berita tentang para nabi. Maka pada kesempatan kali ini kita membahas tentang Nabi Ibrahim Alaih Salam. Allah berfirman pada surat Assafat ayat 83. Wa inna min syi'atihi la Ibrahim. Dan sesungguhnya di antara golongannya Nabi Nuh adalah Ibrahim Alaih Salam. Karena ayat sebelumnya Allah berbicara tentang perjuangan Nabi Nuh, berdakwah kepada tauhid. Maka setelah itu Allah susulkan dengan penyebutan Nabi Ibrahim. Bahudnya di antara golongan Nuh adalah Ibrahim. Dan makna dari ee Syiah yaitu maksudnya pengikut atau penolong. Dalam bahasa Arab artinya pengikut atau penolong. Kenapa Allah mengatakan min di sini min tabidiyah? Yaitu di antara golongan Nabi Nuh adalah Ibrahim. Karena sebelum Nabi Ibrahim ada nabi-nabi yang lain yang diutus oleh Allah setelah Nabi Nuh. Karena setelah Nabi Nabi Nuh ada alaihi salam ada Nabi Hud. Setelah itu ada Nabi Saleh. Ya. Baru kemudian berikutnya ee baru nanti ada Nabi Ibrahim Alaih Salam. Maka di antara golongan penolong Nabi Nuh atau kelompok yang semisal Nabi Nuh adalah Nabi Ibrahim. Di sini ada pujian terhadap Nabi Nuh. Karena kita tahu di antara nabi yang terbaik setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam adalah Nabi Ibrahim. Karena yang nabi terbaik yaitu nabi dan rasul secara tingkatan. Pertama para nabi. Kemudian setelah para nabi adalah para rasul. Ya, karena para rasul juga sekaligus nabi. Tapi dalam himpunan yang lebih kecil adalah para nabi, para rasul. Jadi, para nabi lebih luas. Kemudian di antara para nabi ada yang sekaligus para rasul. Dan di antara para rasul ada yang sekaligus ulul azmi minar rasul. Lima orang yaitu Nabi Nuh, Nabi ee Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Kemudian di antara azminar rasul ada lagi yang lebih mulia lagi yaitu dua orang Khalilurrahman yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan Nabi Ibra Ibrahim. Kemudian yang paling termulia shahibul maqamil Mahmud adalah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Jadi secara urutan nabi terbaik setelah Nabi Muhammad adalah Nabi Ibrahim. Ketika Allah mengatakan Ibrahim termasuk golongan Nuh berarti ini pujian kepada Nabi Nuh. Pujian Nabi Nuh. Karena secara kedudukan Nabi Ibrahim lebih mulia daripada Nabi Nuh. Tetapi ternyata Ibrahim termasuk pengikut Nabi Nabi Nuh. Ini pujian kepada Nabi Nuh. Kemudian juga untuk menjelaskan bahwasanya agama para rasul semuanya sama, yaitu menyeru kepada tauhid. Bahkan sebagian ahli tafsir mengatakan Nabi Nuh ketika berdakwah belum ada syariat macam-macam. Syariat dia cuma tauhid. Syariatnya cuma apa? Tauhid. Ya, karena umatnya membangkang sehingga Nabi Nuh terus mendakwahkan tauhid sampai mereka dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Tetapi ketika Allah mengatakan Ibrahim sama dengan Nuh berarti sama dari sisi apa? Dari sisi dakwah tauhid. Makanya Rasulullah menjelaskan tentang para nabi. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Nahnu masyaral anbiya abnaun liallat." Kami seluruh para nabi adalah seperti saudara-saudara sebapak lain ibu. Ya, seperti saudara-saudara bapak selain sebapak tapi lain ibu. Maksudnya sama-sama menyuruh kepada tauhid meskipun syariatnya berbeda-beda. Meskipun syariatnya ber berbeda-beda. Maka dari satu sisi Ibrahim disebutkan Ibrahim golongan Nuh adalah pujian kepada Nuh Alaih Salam. Dari satu sisi juga untuk menunjukkan bahwasanya Ibrahim sejalan dengan Nabi Nuh sama-sama menyeru kepada tauhid. Setelah itu Allah berfirman, "Id jaaabbahu biqolbin salim." Ya, ketika Ibrahim mendatangi Tuhannya dengan hati yang bersih. Salim maknanya salim yaitu selamat. Ya, fa'il maknanya fa'il maksudnya selamat itu bersih. Bersih dari berbagai macam kesyirikan, penyakit-penyakit hati terkait dengan Allah Subhanahu wa taala yaitu tidak syirik, tidak suudon kepada Allah ya. Tidak berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa taala, tidak bersandar kepada selain Allah, hanya bertawakal kepada Allah. Seluruh penyakit terkait hubungan Ibrahim dengan Allah, semua penyakit tidak ada. Demikian juga salim yaitu bersih dari penyakit terkait sesama manusia yaitu tidak sombong merendahkan orang lain, tidak hasad kepada orang lain, tidak suuduzon kepada orang lain, tidak dendam kepada orang lain. Nabi Ibrahim hatinya bersih. Makanya Allah mensifati inna Ibrahima laimun awahu munib. Sesungguhnya Ibrahim adalah halim, yaitu sangat mudah memaafkan. sangat mudah memaafkan sehingga hatinya sangat bersih. Bahkan kalau ada orang mencela Nabi Ibrahim, Ibrahim mengatakan hadakallah semoga Allah beri hidayah kepadamu. Bahkan ketika dia diusir dari kaumnya, dia tidak berdoa, "Ya Allah, binasakan mereka seluruhnya." Enggak. Beliau ee hatinya bersih. Dan di antara doa yang diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam, Allahumma in asaluka lisanan shodiqan waqban salima. Antum menghafal doa ini. Allahumma inni as'aluka lisanan shodiqan waqolban salima. Ya Allah aku mohon kepada Engkau lisan yang jujur dan hati yang bersih. Ya, demikian juga di antara doa agar hati bersih. Waslul sakimataqbi. Ya Allah cabutlah penyakit-penyakit hatiku. Karena siapa yang hatinya bersih itu yang buat dia bahagia di dunia dan bahagia di akhirat. Makanya Nabi Ibrahim dalam ayat yang lain dia berkata, "Yauma la yanfaun wala banun illa man atallah biqbin salim." Hari di mana yaitu hari kiamat tidak bermanfaat harta dan anak-anak kecuali man atallah kecuali yang datang bertemu kepada Allah biqolbin salim dengan hati yang bersih maka dialah yang akan bahagia di akhirat. Maka di antara perjuangan yang harus kita lakukan setiap hari adalah membersihkan hati kita dari ketergantungan kepada selain Allah dan dari penyakit kepada sem manusia. Kalau kita merasa diri kita sombong, segera kita perbaiki. Kalau kita merasa diri kita hasad, segera kita lawan. Kalau kita merasa diri kita merendahkan orang lain, maka kita segera perbaiki terus berjalan terus. Kalau kapan-kapan kita suudon sama Allah, kita lawan agar kita membersihkan hati kita. Karena hati ini selalu didatangi penyakit-penyakit. Selalu datangi penyakit-penyakit. Maka Allah memuji Ibrahim dengan mengatakan id jaab rabbahu biqolbin salim. Ketika dia datang kepada Rabbnya dengan hati yang selamat dari segala model penyakit. Kemudian Allah menyebutkan tentang ee bagaimana dakwahnya kepada kaumnya. Idziabihi waumihi ma ta'budun. ketika dia berkata kepada ayahnya yaitu Azar dan kaumnya dan Ibrahim ini dari Irak dari Babilonia. Dari Babilonia ya. Dan kemudian e menikah dengan Hajar dari Mesir. Hajar dari Qibti itu Egypt ya. Kemudian dari Ibrahim dan Hajar punya anak siapa? Is Ismail. Tapi secara suku Ibrahim sesuku Babilonia. Anaknya pun Ismail juga sesuku suku apa? Babilonia. Karena nasab kembali kepada ayah. Karena itu setelah itu karena Ismail bukan orang Arab, Ismail menikah dengan wanita dari kabilah Jurhum, yaitu dari Arab Al-Aribah. Arab al-Aribah itu Arab asli dari Yaman, suku Jurhum. Maka kemudian keturunan dari pernikahan Ismail dengan wanita jurhumiyah disebut al-Arab almusta'ribah atau al-Arab almusta'rabah. Yaitu arab blesteran tapi dianggap Arab. Dianggap apa? Arab. Dari mereka itu muncullah Adnan. Dari Adnan muncullah Quraisy. Dari Quraisy muncullah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Tapi secara asal muuasal Ibrahim bukan Arab. Disebutkan dalam sebagian riwayat Nabi Arab tuh ada empat. Siapa saja nabi Arab? Hud, Saleh, Syuaib, Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Selain itu bukan Arab. Selain itu bukan bukan Arab. Tayib. Maka Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kepada kaumnya di Babilonia di Irak, "Madza ta'budun? Apa yang kalian sembah?" Maka dia berdakwah. Dan ini sangat muda ketika itu. Aifkan alihatan dunallahi turidun. Apakah kalian menghendaki sesembahan selain Allah dengan cara berbohong? Aifkan. Aifkan di sini ada yang mengatakan maksudnya sembahan-sembahan itu hanyalah kedustaan, hanyalah karangan-karangan kalian. Mana tuhan-tuhan selain Allah? Jadi ee Ifan ada yang mengatakan ee maksudnya adalah tuhan-tuhan itulah yang merupakan kedustaan karena tidak ada Tuhan selain Allah Subhanahu wa taala. Ada yang mengatakan kalian yang berbuat dusta dengan mengarang-ngarang adanya Tuhan selain Allah. Aifkan alihatan dunallahi turidun. Apakah kalian menghendaki sembahan-sembahan selain Allah dengan cara berbohong? Famadonukum birabbil alamin. Lantas apa tanggapan kalian terhadap Tuhan semesta alam? Yaitu Nabi Ibrahim menyatakan, "Kenapa kalian berak berburuk sangka kepada Allah pencipta alam semesta? Kenapa bukan dia saja yang disembah? Kenapa harus disembah berhala-berhala Tuhan-tuhan yang kalian kalian ee pahat, yang kalian ee sembah? Harusnya yang disembah hanyalah pencipta alam semesta. Maka di sini Ibrahim menyebutkan bahwasanya Allah adalah Rabbul alamin, yaitu pencipta dan penguasa alam semesta. Maknanya arrab yaitu maknanya adalah dari tarbiah. Rabb rububiyah sama tarbiyah sama ya maksudnya maknanya sederhana. Kalau seperti seorang ibu mentarbiah anaknya itu ngurusin anaknya. Jadi kalau kita bilang apa makna arrab? Arrab secara makna secara sederhana itu yang mengurusi, yang menciptakan, yang mengatur, yang mentakdirkan baginya berbagai macam takdir yang memberi rezeki. Itu namanya rububiyah. Namanya apa? Rububiyah. Di antaranya pencipta dan pengatur. Ya, birabbil alamin. Terus bagaimana kalian persangkaan kalian terhadap Rabb alam semesta yang menciptakan, yang mengatur, yang mengurusi. Terus kenapa disembah selain dia? Allah berfirman, fadar nadratan fin nujum. Maka Ibrahim pun sekali memandang sekali fanadar nadratan fin nujum kepada bintang-bintang. Ayat ini disebutkan oleh para ahli tafsir. Maksudnya suatu hari kaum Nabi Ibrahim mengadakan perayaan, perayaan kesyirikan. Maka mereka kalau melakukan perayaan mereka keluar kota. Maka mereka ngajak Ibrahim, "Ayo Ibrahim ikut perayaan." Kalau bahasa kita im im ayo bahasa gaul ya. Ayo Ibrahim ikut perayaan. Ibrahim susah karena seluruh masyarakat ingin melakukan perayaan. Mereka melakukan kesyirikan. Maka Ibrahim Alaih Salam melakukan tauriah. Fadar nadratan fin nujum. Maka dia lihat ke bintang sebentar. Kemudian dia turun lagi. Dia berkata di sini fi seb mengatakan fi maknanya ilah. Fad nratan fin nujum. Maknanya fadar nadratan nujum. Maka dia pun melihat ke bintang. Layaknya orang sedang berpikir. Orang dulu kalau berpikir liihat ke atas. Mm gitu kira-kira lagi. Hm. Enggak, saya lagi sakit. Saya apa sakit jadi enggak bisa ikut. Faqala inni sakim. Maka dia berkata, "Aku sakit." Aku sakit. Saqib yaitu fa'il sifah mubalagah bismil fa'il. Sama seperti salim maknanya salim. Sakim maknanya sakim itu sakit. Dan di sini Ibrahim melakukan tauriah. Ini salah satu kedustaan yang dilakukan oleh Ibrahim. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Lam yakhim illa salata kadibat fidatillahq nabi sallallahu alaihi wasallam." Ibrahim tidak pernah berdusta seumur hidupnya kecuali cuma tiga kali. Dan dusta tiganya itu semua karena Allah subhanahu wa taala. Salah satunya ini. Apa saja? Apa saja tiga kedusaan Ibrahim? Yang pertama adalah ini. Ketika dia diajak untuk ikut acara perayaan kaum musyrikin, maka dia mengatakan, "Inni saqim." Sesungguhnya aku sakit. Kalau kita ngerti bahasa Arab isim fa'il itu misalnya saya katakan aina antahib ana dzahibun ilas. Yaitu aku sedang pergi menuju pasar. Zahib. Beda kalau saya saya katakan zahabtu ila sok yaitu aku telah pergi ke pasar. Tapi kalau saya menggunakan kata ana yaitu aku bakalan ke pasar atau sedang ke ke pasar. Yaitu aku akan ke pasar. bisa diartikan aku akan ke pasar kalau menggunakan isim fa'il. Ini bahasa Arab ya. Nah, di sini Ibrahim menggunakan sighah sighah mubalagah atau sifah musyabbahah bismil fa'il. Inni saqim yaitu aku ini sedang sakit atau aku akan sakit. Kalau bahasa Arab isim fa'il bisa dimaknakan sedang atau a akan. Maka di sini melakukan kedustaan dia jujur secara lafal tapi disalahpahami oleh pendengar. Itu namanya tauriah. Tauriyah itu kita mengucapkan perkataan yang jujur, yang benar secara zatnya, tetapi kita bermaksud agar mereka salah paham. Itu namanya tauriah. Seperti ketika Abu Bakar Assiddiq dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam sedang berhijrah menuju ke kota Madinah. Banyak orang kenal Abu Bakar karena Abu Bakar adalah pedagang. Dia suka ke mana-mana sehingga dia dikenal. Tapi mereka tidak kenal Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Maka mereka tanya sama Abu Bakar, "Siapa orang depanmu?" Kata Abu Bakar, "Hadin il thq." Ini penunjuk jalan. Apa yang dipahami oleh para penanya? Mereka menyangka Muhammad adalah penunjuk jalan menuju Madinah. Padahal maksudnya penunjuk jalan menuju sur surga. Jadi secara lafalnya benar tapi memang diucapkan supaya yang pendengar salah pa salah paham. Itu namanya tauriah. Tauriah. Jadi Ibrahim maksudnya apa? Mengucapkan gini, "Saya sakit." Supaya disangka dia benar-benar sakit secara fisik sehingga dia beruzur tidak bisa ikut mereka untuk apa? Untuk ikut perayaan kesyirikan. Tetapi dia maksudnya ada dua tafsiran. Dia mengatakan, "Saya sakit." Maksudnya saya sakit hati lihat kalian syirik. Sakit hati. Sakit hati kalau ikut atau saya bakalan sakit. sakim maksudnya saya bakalan sakit karena semua manusia pasti bakalan sa sakit. Dan Ibrahim pernah berkata dalam perkataannya waid maritu fahua yasfin. Kalau saya sakit maka Allah yang menyembuhkanku. Jadi ini kedustaan pertama. Kedustaan kedua yang Ibrahim lakukan demi karena Allah subhanahu ini bukan karena kepentingan pribadi tapi dia dusta. Itu kenapa? Supaya mereka pergi kemudian dia hancurkan patung-patung. Ya, aku akan hancurkan patung-patung ba'dama ba'da tuallu mudbirin. Ya, setelah kalian apa? Pergi. Ya. Maka kedustaan kedua ketika Ibrahim Alaih Salam setelah menghancurkan patung-patung dalam surat Al-Anbiya Allah ceritakan maka mereka datang. Man fa'ala bialihatina. Siapa yang melakukan hal ini? Menghancurkan patung-patung. Innahu laminimin. Sungguh dia adalah orang yang zalim. Qatanuhum yuqahu Ibrahim. Kata mereka, "Kami dengar ada seorang pemuda yang suka maki-maki tuhan-tuhan kita. Namanya si Ibrahim. Quti fubi alyunas lahum yashadun." Panggil dia di hadapan orang-orang agar orang semua lihat bagaimana akan kita lakukan sama orang zalim ini. Ibrahim pun hadir. Maka mereka tanya, "Anta faalta bialihatina?" Ya Ibrahim, apakah engkau yang telah menghancurkan patung-patung ini? Ibrahim mengatakan, "Bal fa'alahu kabiruhum hadza fas'aluhum in kanu yantiquun." Justru yang hancurin adalah patung yang paling gede. Kalau enggak percaya tanya sama patung-patung kecil, tanya siapa yang hancurin kalian? Pasti jawabannya mereka pasti jawab apa? Patung gede. Ini ini juga dusta. Tapi dusta bersyarat. syaratnya maksudnya kalau memang mereka bisa bicara tentunya mereka akan bilang yang ngancurin kami patung be besar tapi karena mereka tidak bisa bicara berarti yang hancurin bukan patung besar. Ini dusta keduailakukan oleh Ibrahim dan dia ini semua bukan dusta sarih yang tegas tapi dusta namanya tauriah dan ini semua karena Allah. Yang ketiga, ketika Ibrahim pergi ke Mesir, maka dia melewati ee negeri Mesir situ ada raja yang terkenal suka dengan perempuan dan dia punya mata-mata untuk melihat wanita cantik untuk dilaporkan kepada raja. Ketika Ibrahim lewat, Ibrahim bilang sama istrinya, Sarah, "Wahai Sarah, tidak ada orang beriman di negeri ini kecuali aku dan engkau." Yaitu di Mesir, benua Mesir itu tidak ada yang beriman kecuali Aku dan Engkau. Jika mereka tanya kepadaku, "Siapa engkau?" Aku akan berjawab, aku akan menjawab, "Innaki ukhti." Kau adalah saudariku. Yaitu saudari sesama muslim. Fala tukadzibini. Jangan bilang, "Enggak, enggak saya istrinya." Jangan bilang, "Iya aja, iya aja." Kenapa? Karena kalau aku bilang engkau adalah istriku, kau aku mungkin dibunuh, kau diambil. Tapi kalau aku bilang kau adalah adikku atau kakakku, maka aku tidak akan diapa-apain. Mungkin malah dimuliakan. Dan benar akhirnya ketika Sarah seorang wanita yang terkenal cantik jelita lewat maka akhirnya para mata-mata lapor sama rajanya. Wahai raja sungguh ada wanita sangat cantik jilita yang tidak pantas kecuali buat engkau. Subhanallah ambil katanya. Intinya di situ Ibrahim ala kulihal akhirnya Sarah ingin diperkosa. Enggak jadi, enggak jadi, enggak bisa. Akhirnya Sarah dibebaskan dan faakdamaha Hajar. Akhirnya raja ini memberi hadiah kepada Sarah budak wanita namanya apa? Hajar. Maka dijadikan pembantu oleh Ibrahim dan Saharah. Maka Hajar pun akhirnya tinggal bersama Ibrahim. Tetapi ini dusta yang ketiga. Ibrahim berkata, "Hadi ukhti." Ini adalah saudariku. Ini sebenarnya bukan dusta asli tapi dia tauriah. Dan ini pun ternyata yang yang sebenarnya ini kalau kita boleh katakan dusta ya dusta tapi karena Allah tapi dia bukan dusta secara saleh. Itu pun menghalangi Ibrahim untuk memberi syafaat pada hari kiamat kelak. Ketika orang-orang datang kepada Ibrahim agar Ibrahim memberi syafaat kepada mereka ketika matahari jarak 1 mil sementara kondisi sangat panas dan mereka menanti kedatangan Allah untuk memulai persidangan. Mereka berkata, "Ya Ibrahim, anta khila kekasih Allah." Kemudian tidak khat bagaimana kondisi kami? Amar gobina tidaklah kepayahan yang kami rasakan. Isfanaik. Berilah syafaat bagi kami di sisi Rabbmu. Ibrahim berkata, "Aku pernah berdusta tiga kali." Gak bisa. Saya tidak layak karena saya pernah dusta tiga tiga kali. Itu pun dusta ini dia selalu ingat. Dia tidak menggambarkan dusta. Padahal ini semua dusta karena siapa? Karena Allah Subhanahu wa taala. Tapi menghalangi dia untuk memberi syafaat pada hari kiamat. Maka Ibrahim berkata, "Faqala inni saqim." Aku sakit. Ya. Maka fatawallau anhum dibirin. Maka mereka pun pergi membelakanginya menuju tempat perayaan. Dalam surat Al-Anbiya ketika mereka sudah pergi, Ibrahim berkata, "Watallahi asnamakum bawall mudbirin." Demi Allah, aku akan bikin tipu daya terhadap berhala-berhala kalian ya setelah kalian pergi. Maka setelah mereka pergi kota kosong karena semuanya semangat ikut perayaan kesyirikan mulai Ibrahim melaksanakan rencananya. Farag ila alihatihim faqala ala takulun. Maka Ibrahim pun segera diam-diam pergi menuju berhala-berhala tersebut. Kemudian dia dapati banyak makanan di hadapan berhala-berhala tersebut. Maka dia berkata, "Ala takulun." Kenapa enggak makan? Makan itu. Makan. Ternyata sajan itu bukan dari zaman sekarang. Sudah sejak zaman dahulu. Sejak zaman Ibrahim berhala-berhala sudah dikasih apa? Sajen. Sampai sekarang berhala dikasih sajen. Ibrahim bilang, "Makan. Makan." Ya, enggak bisalah. Batu gimana mau makan ya? Ya, Ibrahim bilang lagi, "Malakum tantiquun." Kenapa tidak ngomong? Kenapa tidak ngomong? Far alaihim dorban bil yamin. Maka Ibrahim pun segera memukul patung-patung tersebut dengan tangannya yang kuat. Dia pukul dengan keras, maka hancurlah patung-patung tersebut. Dalam ayat yang lain Allah berfirman, "Fajaalahum judan illa kabir lahum lahumaiarjiun." Ibrahim menghancurkan patung-patung yang semuanya kecuali yang besar. Kallahum yarjiun. Dia sengaja. Dia bilang supaya mereka balik dan mereka lihat apa yang aku lakukan. Jadi memang dia sengaja bikin masalah Ibrahim memang dia lagi bikin pengin bikin kasus ya. Maka dihancurkan patung-patung kecuali yang besar. Kemudian dia letakkan kapaknya di patung yang gede. Seakan-akan patung yang gede itu yang tertuduh karena kapak di patung yang yang gede. Ibrahim ingin mengatakan patung gede aja tidak rida. Ada patung-patung kecil. Ada patung-patung kecil. Akhirnya mereka pun dengar heboh patung-patung mereka hancur. Faqbalu ilaihi yaazziifun. Maka mereka segera bergegas menuju Ibrahim. Mereka segera bergegas. Akhirnya mereka bergegas menuju patung-patung mereka. Dan akhirnya mereka tadi siapa yang bikin ni? Siapa yang bikin nih? Ada pemuda suka maki-maki Tuhan kita. Satu negeri kota ini cuma satu orang suka maki-maki Tuhan kita. Anak muda siapa namanya? Ibrahim. Ayo hadirkan dia sini. Ayo hadirkan kita habisi dia di hadapan masyarakat. Ala a'yuninnas. Hadirkan. Jangan sembunyi-sembunyi kita. apa namanya? Persekusi dia di hadapan seluruh masyarakat. Bukan diam-diam, enggak. Di depan orang banyak. Laahum yashhadun. Agar mereka bisa menyaksikan akibat mengganggu tuhan-tuhan kita. Akhirnya ketika Ibrahim dihadirkan baru terjadi dialog tadi. Kata Ibrahim, "Yang yang hancurin patung gede, coba tanya patung-patung kecil." Akhirnya mereka kalah berdialog. Di antara dialog yang terjadi, Ibrahim berkata,udanitun. Ibrahim mengajak mereka untuk berpikir. Apakah kalian beribadah kepada patung-patung yang kalian pahat? Nahat itu dipahat. Apakah yang mereka sembah adalah patung dari dari kayu yang mereka pahat ataukah dari batu yang mereka pahat? Karena pahat bisa kepada kayu, bisa juga kepada batu. Atta'budun ma tanhitun. Apakah kalian menyembah, beribadah kepada yang kalian pahat? Wallahuqualun. Sementara yang menciptakan kalian adalah Allah dan patung itu juga makhluk yang ciptakan juga siapa? Allah. Bagaimana makhluk menyembah? Makhluk apalagi makhluk yang disembah lebih hina daripada yang menyembah. Buktinya apa? Makhluk yang kalian sembah kalian yang pahat. Maka Ibrahim kasih logika. Ata'buduna ma tanhitun wallah khalaqakum ma tammalun. Apa kalian menyembah patung yang kalian pahat? Padahal kalian dan sebahan kalian semua ciptaan Al Allah. Batu yang ciptakan Allah. Nah, bagaimana makhluk menyembah makhluk apalagi yang disembah makhluk yang lebih rendah. Tapi demikianlah setan menghiasi kesyirikan sehingga manusia terbawa dan akhirnya menyembah makhluk bahkan yang lebih rendah. Kita dapati ada orang menyembah hewan, ada orang menyembah sapi, ya, ada orang bertabaruk dengan beol sapik. Ada orang menunggu sapi kapan pipis kemudian dia wudu ee apa dia usap mukanya dengan pipis sapi tersebut. Ya nanti kok bisa sembah sapi? Ada filosofinya. Sapi kenapa disembah? Karena jasanya banyak. Selalu begitu. Karena jasanya apa? Banyak. Dan sapi lebih ikhlas daripada ibu kita sendiri. Karena ibu kita kalau nyusui masih mengharapkan pamrih. Adapun sapi ikhlas. Kalau kasih susu tidak mengharap balas budi. Itu bukan ikhlas tapi bahlul. Ya, begitu setan menghiasi sehingga akhirnya orang nyembah apa? Sapi. Sama seperti orang nyembah matahari. Matahari kenapa? Sumber kehidupan dan penyembahan terhadir banyak di zamannya Ratu Bilqis ya. Wajadtuha waha yasbijun lisyamsi min dunillahyana lahumitanu a'alahum. Kata kata burung hutud, "Aku mendapati Balqis atau Ratu Saba dan juga rakyatnya semuanya sujud kepada matahari dan setan menghiasi mereka." Maka itu menghiasi bahwasanya material sumber kehidupan dan macam-macamnya sehingga mereka nyembah kepada matahari. Sampai kalau kita bicara tentang filosofi piramid Firaun bahwasanya Firaun itu juga nyembah matahari sehingga dibuatlah kuburannya dengan bentuk piramid agar menuju kepada matahari. Dan dikatakan Firaun yang yang mengaku sebagai Tuhan namanya Ramses. Dan Ramses itu maknanya adalah anak dewa matahari. Karena dalam bahasa ee helogrip atau bahasa Mesir kuno ee ses artinya anak, ra artinya dewa mata matahari. Seperti mereka mengatakan Musa itu dari bahasa Mesir kuno. Mu artinya sungai, sungai Nil. Sa artinya anak. Musa artinya anak sungai karena ditemukan ketika ee di sungai. Ramses artinya anak dewa matahari. Sehingga penyembahan terhadap matahari sudah sejak dahulu. Setan menghias matahari adalah bukti ini, lambang ini, lambang ini, akhirnya disembah matahari. Sampai saya ke Mesir, saya juga dapat kuil orang menyembah dewa buaya. Enggak tahu manfaat buaya apa. Ada yang mengatakan kalau ada buaya berarti lambang kesuburan. Berarti apa namanya? Sungai lagi ini buaya banyak berarti atau bisa jadi disembah karena ketakutan. Bisa semembah karena ketakutan. Jadi setan menghiasi ya bagaimana makhluk menyembah makhluk yang lebih lebih rendah. Bagaimana kau menyembah Tuhan yang kau pahat sendiri? Kalau Tuhan kan yang menciptakan rupamu ini kau yang menciptakan rupa tu Tuhan. Allah mengatakan eh fi ayat masyaakabak dalam bentuk apa Allah susun kalian wasarakum faahsana suarakum Allah yang telah memberi rupa kepada kalian ini Tuhan yang membeli. Gimana kau yang bikin rupa Tuhan terus kau yang nyembah Tuhan gimana ya? Ini yang yang atur Tuhan apa kamu yang ngatur Tuhan? Mak namun demikianlah kalau setan sudah menghiasi maka semua yang buruk akan menjadi indah. Akhirnya mereka kalah debat karena mereka tidak bisa bantah. Mereka tidak bisa bantah. Akhirnya main otot biasa ya. Mereka berkata, kata Allah, "Quu lahu bunyanan faalquhu fil jahim." Ya sudah, enggak usah banyak omong. Tangkap dia. Bangunkan bangunan yang tinggi. Lemparkanlah di dalam api yang menyala-nyala. Apa yang dimaksud dengan bunyanan? Ibnu ubnu lahu bunyanan. Buatlah bangunan. Ada beberapa pendapat yang mengatakan bunyanan yang dimaksud yaitu bangunan adalah tanur. Yaitu tanur apa namanya? Apa bahasa Indonesia? Tanur tungku ya. Tanur itu ibarat kalau orang bikin roti dibuat kayak ada bolongnya kemudian rotinya ditempel-tempel atau rotinya di tungku. Tungku terbuat dari bangunan. Tungku ini buat apa? Untuk bakar Ibrahim. Ini pendapat Tanur. Ada yang mengatakan maksudnya dibuat bangunan tinggi kemudian disusun bara api, bara api, bara api sehingga api benar-benar panas karena dia berputar pada suatu tempat yang tinggi. Kemudian Ibrahim akan dilempar. Ada yang mengatakan bangunan yang tinggi maksudnya adalah bangunan untuk memasang ketapel manjanik untuk ketapelin Ibrahim karena apinya terlalu gede. Kalau dia di dekat-dekat khawatir Ibrahim kabur. Jadi harus bikin ketapel yang tinggi agar disaksikan oleh banyak orang. Kemudian Ibrahim akan dilempar, dilihat oleh semua orang kemudian masuk di tengah lautan lautan api. Ini pendapat juga. Intinya akhirnya mereka nyalakan api yang sangat besar. Bahkan diskun tidak ada api paling besar di zaman itu kecuali apinya yang digunakan untuk membakar Ibrahim. Faaru bihi kaidan fa'alnahumul asfalin. Maka mereka hendak melakukan tipu muslihat kepada Ibrahim. Namun kami menjadikan mereka orang-orang yang rendah. Maka sebenarnya dalam hadis Ibrahim ketika dilempar ya maka Ibrahim berkata, "Ya hasbun hasbiallah wanikmal wakil. Hasbiallah wikmal wakil. Cukuplah ya Allah penolongku. Cukuplah Allah tempat aku bersandar. Maka akhirnya Allah memerintahkan api. Qulna ya naru kununi bardan wasalaman ala Ibrahim. Wahai api jadilah kau dingin dan selamat bagi Ibrahim. Akhirnya Ibrahim dalam api penuh keselamatan. Bahagia dalam api. Kemudian dia keluar dari api aman. Orang semua kaget ya. Subhanallah. Keluar aman. Asalamualaikum. Mungkin ya Allah. Intinya dia keluar aman. Mereka heran. Luar biasa gimana Ibrahim. Api begitu besar panas sampai ditumpuk api-apinya. Ternyata dikeluar dengan nyaman. Mereka ingin buat makar kepada Ibrahim. Kata Allah, "Faja'alnahumul asfalin." Maka kami jadikan mereka asfalin. Dalam sebagian ayat yang lain, "Faja'alnah humul aksarin." Kami jadikan mereka merugi. Dalam ayat ini, kami jadikan mereka rendah. Yaitu mereka kalah. Mereka kalah dengan Ibrahim. Sudah kumpul ramai-ramai satu kota seluruhnya untuk menghabisi Ibrahim. Ternyata mereka kalah dalam pertarungan tersebut. Satu, al-Aqsari maksudnya mereka merugi. Namanya khasir yaitu adalah orang yang punya tujuan ternyata gagal dalam tujuannya dan mereka akhirnya gagal dalam tujuan mereka. Kemudian Ibrahim berkata, "Waqala inni dahibun ilahdin." Sesungguhnya aku akan pergi menuju Rabbku. Sayahdin dia akan beri petunjuk kepadaku. Ada yang mengatakan Ibrahim mengucapkan di hadapan mereka, "Ya sudahlah aku pergi aja." Begini caranya enggak bisa Ibrahim. Sudahlah. Ini disebutkan orang pertama hijrah meninggalkan negerinya karena Allah subhanahu wa taala. Dialah Ibrahim Alaih Salam. Ini hijrah pertama. Kenapa? Karena kondisi sudah tidak memungkinkan bagaimana seluruh penduduk kota berkomplot untuk membunuh Ibrahim. Apalagi yang mau diharapkan? Maka ketika dia melihat semua tidak bisa bermanfaat dan mereka akan terus menyerang dia, maka dia umumkan saya akan pergi supaya selesai sudah. Dan mereka sudah senang. Sudah ya pergi sana. Selesai bikin kacau aja di negeri kami. Udah Ibrahim inni dzahibun ila rabbi. Aku akan pergi menuju Rabbku. Sayahdin. Dia akan beri petunjuk kepadaku. Setelah itu Ibrahim Alaih Salam berdoa, "Rabbi habli minas shihin." Maka dia berdoa, "Ya Allah anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh." Di sini khilaf di kalangan para ulama. Apakah Ibrahim menikah dengan Sarah di Babilonia sehingga Sarah adalah juga orang Babil? Ataukah Ibrahim setelah itu pergi sendirian kemudian dia menuju Haran. Haran itu daerah antara di Syam itu antara Turki dengan Syam. Ya. Maka kemudian dia menikah dengan wanita Syamiah di sana yaitu namanya Sarah yang kita tahu wanita-wanita Syamiyah terkenal cantik jilita. Baru kemudian dia hidup bersama Sarah menikahnya di Haran. Di antara yang mengatakan bahwasanya Ibrahim sudah menikah sebelum keluar dari Babil karena dia berdoa, "Rabbi habli minasaliihin." Itu dia tahu istrinya istrinya ee mandul, maka dia minta punya anak. Tapi ini semua tidak tegas ya. Tidak tegas. Karena bisa jadi ketika dia keluar dia sendirian, maka dia ingin punya keturunan yang saleh. Karena dia tahu namanya bersendirian itu tidak menyenangkan. Keluar sendiri, jalan sendiri, enggak ada kerabat, enggak ada keluarga, tentu tidak menyenangkan. Apalagi pergi meninggalkan kampung halaman. Betapa kesedihan yang dialami oleh Ibrahim. Tapi dia harus pergi menuju Allah Subhanahu wa taala. Ketika itu dia minta agar punya keluarga. Maka dia meminta berdoa kepada Allah. Bisa jadi dia berdoa ketika masih bujang. Mungkin atau tidak mungkin atau mungkin dia sudah punya istri tapi istrinya mandul. Dia ingin punya punya anak. Ada dua kemungkinan. Bagi yang mengatakan Ibrahim nikah sama Sarah di Haran, maka Ibrahim berdoa ketika masih bujang. Jadi boleh enggak masih bujang berdoa punya anak saleh? Coba yang bujang angkat tangan. Yang miskin-miskin coba angkat tangan. Boleh-boleh aja kalau boleh. Selain berdua punya pengin punya istri salehah juga. pengin punya anak yang saleh. Maka dia tahu bagaimana sedihnya kesendirian. Maka dia berdoa, "Rabbi habli minas." Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh. Karena di antara anugerah yang sangat indah adalah anak. Apalagi anak tersebut anak yang saleh. Dan dia tahu bahwasanya anak adalah anugerah. Maka dia menggunakan habli ya. Karena Allah adalah alwahab maha pemberi anugerah. Rbi habli minihin. Ya Allah anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh. Fabasyarnahu bighulamin halim. Maka kami pun beri kabar gembira kepadanya tentang anak yang amat sabar. Ini anak pertama Ibrahim. Apakah Allah langsung kabarkan kepada Ibrahim, "Akan datang anakmu suatu saat yang amat sabar atau maksudnya fabasyarnahu." Maksudnya nanti ketika sudah ada tanda-tanda dia bakalan punya anak, baru Allah kasih kabar gembira. Ya, ini seperti dalam bahasa Arab. Fatazawajaha fawulida lahu misalnya dia pun menikahi unit tersebut. Fa maka kemudian dia punya anak di unit tersebut maka tidak harus langsung waktu berurutan. Tapi maksudnya ketika menikah kemudian dia gauli kemudian dia hamil baru kemudian dilahirkan. Tapi terkadang langsung disingkat fatazwajaha fawulida lahu misalnya. Sama seperti ini ini bahasa Arab ya. Maka ketika saat tibanya Ibrahim pun diberi kabar gembira bakalan punya anak yang sangat sabar. Anak ini adalah siapa? Ismail alaihi salam. Tib. Kapan Ibrahim punya anak Ismail? Puluhan tahun kemudian Ibrahim Alaih Salam ketika berdakwah sudah tua atau masih muda? Masih muda. Dalam surat Alanbiya mereka berkata, "Samina fatan yadkurum yuqahu Ibrahim." Kami mendengar ada anak muda yang sering maki-maki Tuhan kita namanya Ibrahim. Dia Fatan, masih pemuda. Terus ketika dia keluar dari kota Babil diusir, dia berdua punya anak saleh. Kapan dia punya anak? Ketika usia entah 80 entah 90 baru punya anak. 80 tahun baru punya anak. Siapa? Is Ismail. Ibrahim. Ibrahim sudah tua. Setelah itu 13 tahun kemudian baru punya anak Ishak. Baru punya anak Ishak. Jadi, Ibrahim berdoa pengin punya anak masih muda tarungkin 20, mungkin 40. Namanya pemuda sampai umur 40. Kapan baru dikabulkan? 40 tahun kemudian atau 50 tahun kemudian atau 60 tahun kemudian? Jadi, kalau kita berdoa, kita harus nuzan sama Allah Subhanahu wa taala. Kalau Allah tunda pasti ada sebabnya. Karena Allah hakim yang menunda dikabulkan doamu adalah yang maha bijak. Yang menunda dikabulkan doamu adalah yang maha arrahim, yang maha sayang sama kamu. Yang menunda pengkabulan doamu adalah al-wadud yang maha mencintai. Yang menunda pengkabulan doamu adalah albar yang maha baik, alkarim yang maha dermawan. Ketika apa susahnya Allah kasih apa yang kau minta kepadamu? Tidak ada susahnya bagi Allah. Tidak mengurangi aset Allah sedikit pun. Tapi ketika Allah tidak kabulkan ya sudah berarti ada sesuatu. Berarti ada sesuatu. Ada hikmah di balik itu. Allah hakim. Allah maha maha bijak. Pasti ada pasti ada hikmahnya. Ya, makanya di antara hikmahnya disebutkan itu Ibrahim akhirnya menikah dengan Sarah. Ternyata Sarah juga enggak punya enggak punya anak. Terus terus terus. Allah tidak kasih anak. Allah tidak kasih anak sampai akhirnya ada hajar sama sudah. Oh. Sampai sini aja insyaallah habis salat Isya kita Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah. Walatu wasalamu ala rasulillah wa ba'ad. Tadi kita sebutkan bahwasanya Nabi Ibrahim Alaih Salam berdoa ketika keluar dari Babil dan dia baru dikabulkan doanya setelah sekian puluh tahun. Ya, sesungguhnya dalam penundaan doa pasti ada hikmah, ada kebaikan yang Allah inginkan. Allah ingin kondisi yang lebih pas, yang lebih tepat, yang mungkin jika dikabulkan sekarang kurang tepat. Hal ini semisal apa yang dialami oleh Nabi Yakub Alaih Salam ketika dia terpisah dari Yusuf Alaih Salam kemudian terpisah lagi dari putranya Benyamin sekian puluh tahun. Ada yang bilang 15 tahun, A bilang 40 tahun. Ada yang bahkan mengatakan 80 tahun. Baru setelah itu Allah pertemukan kembali dan ketika di puncak-puncak perpisahan dan kesedihan dia mengatakan fasobrun jamil asallahu ayati bihim jamian. Innahu huwal alimul hakim. Semoga Allah mengembalikan mereka semua kepadaku meskipun belum kembali sampai sekarang, meskipun sudah belasan tahun atau puluhan tahun. Innahu huwal alimul hakim. Sesungguhnya dialah Allah yang maha mengetahui kondisiku dan kondisi Yusuf, kondisi Benyamin, kondisi semuanya. Dan dialah al-Hakim dan Dialah Maj Maha Bijak. Yaitu penudaan doa tidak dikabulkan. Pada saat itu semuanya dibangun di atas hikmah dari Allah Subhanahu wa taala. Bahkan setelah itu dia menyuruh agar anak-anaknya tidak putus asa. Maka dia berkata, "Ya bani fatahasusu waillah." Wahai anak-anakku, pergilah kalian cari kabar tentang Yusuf dan Benyamin. Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Innahu lauillahialul kafirun. Sesungguhnya yang tidak yang putus asa hanyalah orang-orang kafir. Bayangkan selama puluhan tahun tetap menanti tanpa ada putus asa. Selama puluhan tahun tidak suudan kepada Allah subhanahu wa taala. Tetap mengatakan innahu huwal alimul hakim. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha bijak. Dan ternyata benar kalau seandainya dia berdoa ketika berpisah Yusuf kembali maka tidak terjadi apa-apa. Yusuf tidak bakalan menjadi bangsawan yang besar dan mereka tidak akan pindah ke Mesir dan tidak akan muncul Nabi Musa di Mesir. Semua itu ada hikmahnya Allah kabulkan pada waktunya ya. Meskipun setelah puluhan tahun. Makanya setelah bertemu dengan Nabi Yusuf yang Nabi Yusuf juga menekankan hal yang sama. Dia mengatakan inna rabbi latifun lima yasya innahu hual alimul hakim. Sesungguhnya Rabbku itu sangat lembut atas apa yang dikehendaki. Yaitu dia menggiringku kepada kejayaan dengan cara yang sangat halus yang tidak mungkin disadari. Begitu halusnya dia giring kepada kejayaan. Inna rabbi latifu lima yasya. Kemudian dia berkata, "Innahu huwal alimul hakim." Sesungguhnya Allah adalah maha mengetahui dan maha bijak bijaksana. Itu dalam penundaan. Dalam ujian pasti ada hikmah di balik itu semua. Sama halnya dengan Ibrahim Alaih Salam ketika dia minta anak tidak langsung dikabulkan karena Allah berencana dia akan punya anak dari Hajar yang anak tersebut namanya Ismail akan tinggal di Makkah dan dari Ismail akan keluarlah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam dan benar akhirnya berdoa punya anak tidak dikasih anaknya karena sudah lama tinggal sama Sarah enggak punya anak akhirnya Sarah izinkan Ibrahim untuk nikah dengan Hajar. Baru ketika dengan nikah dengan Hajar baru punya punya anak. Yang kemudian akhirnya Allah mentakdirkan Sarah cemburu. Akhirnya Hajar dibawa ke Makkah dan akhirnya ditinggal di sana dengan putranya Ismail. Akhirnya beranak-pinak dan akhirnya muncullah Quraisy. Dari Quraisy muncullah Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Seandainya Nabi Ibrahim berdoa langsung dikabulkan punya anak dari Sarah, maka tidak ada ceritanya Hajar, tidak ada namanya Ismail. Tidak ada namanya Quraisy, tidak ada namanya Muhammad, tidak ada namanya Zamzam Tower. Paham? Semua itu hikmah penundaan ada hikmahnya. Kira-kira kalau Ibrahim punya anak langsung dari Sarah, apakah Sarah mengizinkan Ibrahim poligami? Coba saya tanya ibu-ibu mungkin enggak. Tapi kenapa dia suruh nikah dengan Hajar? Karena dia tahu suaminya pengin punya punya anak dan dia kasihan sama suaminya punya biar punya anak. Subhanallah. Setelah itu akhirnya Sarah juga punya anak dan menakjubkan bagaimana Ibrahim sabar, Sarah juga sabar. Sampai akhirnya Allah menjadikan Ibrahim sudah sangat tua. Ada yang matan sudah 100 tahun dan Sarah sudah mandul tua lagi. Ketika di saat segala sebab sudah hilang, maka datanglah malaikat memberi kabar bahwasanya mereka bakalan punya anak. Ya Allah sebut dalam surat Al-Hijr, Nabbi ibadi anni analfurah rahim. Ibrahimir walit. Datanglah para malaikat setelah lahir Ismail 13 tahun kemudian di saat sebab-sebab kelahiran semua sudah hilang. Ibrahim sudah tua, Sarah mandul sudah tua pula. Ajuzun akim sudah tua, mandul pula. Apalagi bisa melahirkan. Maka malaikat bilang, "Wahai Ibrahim, kau bakalan punya anak." Ibrahim tanya, "Abasyumuni?" Kalian beri kabar gembira kepadaku bakalan punya anak? Ya, sementara aku sudah sangat tua. Fabima tubasyirun. Bagaimana aku bisa punya anak? Dia pengin tahu. Malaikat berkata, "Ya, apa namanya? Jangan kau putus asa dari rahmat Allah." Kata Ibrahim, "Wamyaqnatu rahmatbihi." Aku tidak pernah putus asa. Karena siapa yang putus asa dari rahmat Allah tidaklah kecuali orang-orang seat. Ya. Qartumuni bilhaq w minalin. Kami sampaikan kau kebenaran. Jangan kau putus asa. Ibrahim menimpali. Saya tidak pernah putus asa. Tidak ada yang putus asa kecuali orang yang sesat. Berarti selama menikah dengan Sarah dia tidak pernah putus asa sedetik pun bahwasanya mungkin punya anak. tidak pernah putus asa. Sampai ketika malaikat bilang, "Jangan untuk saya bilang, saya tidak pernah putus asa." Maksud saya, bagaimana Ibrahim bisa menjaga husnudan kepada Allah puluhan-puluhan tahun? Jadi, ikhwan kita berdoa kalau Allah memandang baik untuk dikabulkan segera Allah kabulkan. Kalau Allah memandang akan dikabulkan puluhan tahun kemudian, ya sudah sabar. Allah lebih tahu. Kalau ternyata Allah memandang tidak dikabulkan tapi dihilangkan keburukan yang semisalnya, ya terserah Allah. Kalau Allah pandang tidak perlu dikabulkan karena mudarat, Allah ganti di akhirat, enakkan mana? Dikabulkan dunia atau di akhirat? Seharusnya di akhirat, tapi kita penginnya di mana? Di dunia. CB. Apa yang lebih menyenangkan? Kenikmatan dunia atau kenikmatan akhirat? Akhirat. Jelas. tidaklah kesenangan dunia dibanding akhirat kecuali kecil sedikit. Tetapi kita penginnya dikabulkan di mana? Di di dunia. Tapi terkadang Allah tidak kabulkan. Karena orang yang berdoa pasti dikabulkan dengan empat cara. Datang dalam sebagian hadis tiga cara. Datang cara keempat dalam hadis yang lain. "Tidaklah mam min muslim yadu, tidaklah seorang muslim berdoa dengan suatu doa laisa fiha itmun wala qatiah di situ tidak mengandung dosa dan tidak dalam rangka memutuskan silaturahmi kecuali akan dikabulkan dengan salah satu dari tiga kata Nabi sallallahu alaihi wasallam." Dikabulkan di dunia ini yang pertama atau Allah tunda di akhirat ini yang kedua atau palingkan dari keburukan semisal yang dia inginkan. Dalam riwayat dalam hadis yang lain atau diampuni dosanya atau diampuni dosanya. Oleh karenanya kita berdoa tidak ada ruginya. Seandainya tidak dikabulkan di dunia ya sudah berarti masih ada tiga kemungkinan. Dosa kita diampuni atau dipalingkan dari kita keburukan yang semisal yang kita minta atau dikabulkan di mana? Di akhirat. Semuanya indah. Kalau gitu tinggal berdoa. Tinggal berdoa kepada Allah Subhanahu wa taala dan jangan pernah seuzon kepada antum. Sudah doa nangis-nangis kau tidak dikabulkan. Jangan seuzon. Nabi Yakub matanya sampai buta tapi tidak seuzudon. Dalam kebutaannya dia tidak seuzon. Dia sebagai manusia tidak bisa mengikat hatinya untuk tidak sedih. Maka sifat manusiawinya muncul dia sedih. Wabiyad aina sampai matanya buta. Karena saking sedihnya bukan bukan Yusuf aja yang hilang, Benyamin juga hilang. dua anak yang sangat dia sayangi. Tetapi dalam kebutaannya dia tetap tidak putus asa. Dia sakit-sakit tapi tidak putus asa. Tetap husnudan, tetap tahu bahwasanya yakin bahwasanya Allah yang pilihkan yang terbaik. Tapi saya sering sampaikan sebik sebagian pernyataan Ibnu Qayyim, husnudan itu tidak mudah. Orang yang bisa husnudan adalah orang yang prosedural. Kalau dia sudah ikut aturan Allah, dia berdoa, dia bertakwa, dia bisa husnudan. Tapi kalau dia enggak bertakwa, suka bermaksiat, dia suuzan mulu. Kayaknya memang memang kayaknya kayaknya memang ini kayaknya. Ya sudah, Tiib. Sebenarnya masih panjang qadarullah. Saya ada agenda berikutnya saya harus pergi sekarang ya. Jadi masih kisah tentang penyembelihan Nabi Ismail. Insyaallah pada pertemuan berikutnya saya ti demikian. Wabillahi taufik wal hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Categories