Transcript
t6KGjAYci7g • Tafsir As-Saffat #5 Ayat 83-101 | Kisah Nabi Ibrahim Alaihissalam
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2685_t6KGjAYci7g.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarika lahu lnih wa ashadu
anna muhammadan abduhu wa rasuluh daila
ridwan allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala.
Di
kesempatan kali ini kita akan bahas
lanjutan dari kisah-kisah para nabi yang
sebelumnya sudah kita sampaikan tentang
kisah Nabi Nuh di
surat Assfat. Karena dalam surat Assfat
ya ada beberapa berita tentang para
nabi. Maka pada kesempatan kali ini kita
membahas tentang Nabi Ibrahim Alaih
Salam. Allah berfirman pada surat
Assafat ayat 83.
Wa inna min syi'atihi la Ibrahim. Dan
sesungguhnya di antara golongannya Nabi
Nuh adalah Ibrahim Alaih Salam. Karena
ayat sebelumnya Allah berbicara tentang
perjuangan Nabi Nuh, berdakwah kepada
tauhid. Maka setelah itu Allah susulkan
dengan penyebutan Nabi Ibrahim. Bahudnya
di antara golongan Nuh adalah Ibrahim.
Dan makna dari ee Syiah yaitu maksudnya
pengikut atau penolong. Dalam bahasa
Arab artinya pengikut atau penolong.
Kenapa Allah mengatakan min di sini min
tabidiyah? Yaitu di antara golongan Nabi
Nuh adalah Ibrahim. Karena sebelum Nabi
Ibrahim ada nabi-nabi yang lain yang
diutus oleh Allah setelah Nabi Nuh.
Karena setelah Nabi Nabi Nuh ada alaihi
salam ada Nabi Hud. Setelah itu ada Nabi
Saleh. Ya. Baru kemudian berikutnya ee
baru nanti ada Nabi Ibrahim Alaih Salam.
Maka di antara golongan penolong Nabi
Nuh atau kelompok yang semisal Nabi Nuh
adalah Nabi Ibrahim. Di sini ada pujian
terhadap Nabi Nuh. Karena kita tahu di
antara nabi yang terbaik setelah Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
adalah Nabi Ibrahim. Karena yang nabi
terbaik yaitu nabi dan rasul secara
tingkatan. Pertama para nabi. Kemudian
setelah para nabi adalah para rasul. Ya,
karena para rasul juga sekaligus nabi.
Tapi dalam himpunan yang lebih kecil
adalah para nabi, para rasul. Jadi, para
nabi lebih luas. Kemudian di antara para
nabi ada yang sekaligus para rasul. Dan
di antara para rasul ada yang sekaligus
ulul azmi minar rasul. Lima orang yaitu
Nabi Nuh, Nabi ee Ibrahim, Nabi Musa,
Nabi Isa, Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian di antara
azminar rasul ada lagi yang lebih mulia
lagi yaitu dua orang Khalilurrahman
yaitu Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam dan Nabi Ibra Ibrahim. Kemudian
yang paling termulia shahibul maqamil
Mahmud adalah Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Jadi secara urutan nabi
terbaik setelah Nabi Muhammad adalah
Nabi Ibrahim. Ketika Allah mengatakan
Ibrahim termasuk golongan Nuh berarti
ini pujian kepada Nabi Nuh. Pujian Nabi
Nuh. Karena secara kedudukan Nabi
Ibrahim lebih mulia daripada Nabi Nuh.
Tetapi ternyata Ibrahim termasuk
pengikut Nabi Nabi Nuh. Ini pujian
kepada Nabi Nuh. Kemudian juga untuk
menjelaskan bahwasanya agama para rasul
semuanya sama, yaitu menyeru kepada
tauhid. Bahkan sebagian ahli tafsir
mengatakan Nabi Nuh ketika berdakwah
belum ada syariat macam-macam. Syariat
dia cuma tauhid. Syariatnya cuma apa?
Tauhid. Ya, karena umatnya membangkang
sehingga Nabi Nuh terus mendakwahkan
tauhid sampai mereka dibinasakan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Tetapi ketika
Allah mengatakan Ibrahim sama dengan Nuh
berarti sama dari sisi apa? Dari sisi
dakwah tauhid. Makanya Rasulullah
menjelaskan tentang para nabi. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Nahnu
masyaral anbiya abnaun liallat." Kami
seluruh para nabi adalah seperti
saudara-saudara sebapak lain ibu. Ya,
seperti saudara-saudara bapak selain
sebapak tapi lain ibu. Maksudnya
sama-sama menyuruh kepada tauhid
meskipun syariatnya berbeda-beda.
Meskipun syariatnya ber berbeda-beda.
Maka dari satu sisi Ibrahim disebutkan
Ibrahim golongan Nuh adalah pujian
kepada Nuh Alaih Salam. Dari satu sisi
juga untuk menunjukkan bahwasanya
Ibrahim sejalan dengan Nabi Nuh
sama-sama menyeru kepada tauhid.
Setelah itu Allah berfirman, "Id
jaaabbahu biqolbin salim." Ya, ketika
Ibrahim
mendatangi Tuhannya dengan hati yang
bersih. Salim maknanya salim yaitu
selamat. Ya, fa'il maknanya fa'il
maksudnya selamat itu bersih. Bersih
dari berbagai macam kesyirikan,
penyakit-penyakit hati
terkait dengan Allah Subhanahu wa taala
yaitu tidak syirik, tidak suudon kepada
Allah ya. Tidak berburuk sangka kepada
Allah subhanahu wa taala, tidak
bersandar kepada selain Allah, hanya
bertawakal kepada Allah. Seluruh
penyakit terkait hubungan
Ibrahim dengan Allah, semua penyakit
tidak ada.
Demikian juga salim yaitu bersih dari
penyakit terkait sesama manusia yaitu
tidak sombong merendahkan orang lain,
tidak hasad kepada orang lain, tidak
suuduzon kepada orang lain, tidak dendam
kepada orang lain. Nabi Ibrahim hatinya
bersih. Makanya Allah mensifati inna
Ibrahima
laimun awahu munib. Sesungguhnya Ibrahim
adalah halim, yaitu sangat mudah
memaafkan. sangat mudah memaafkan
sehingga hatinya sangat bersih. Bahkan
kalau ada orang mencela Nabi Ibrahim,
Ibrahim mengatakan hadakallah semoga
Allah beri hidayah kepadamu. Bahkan
ketika dia diusir dari kaumnya, dia
tidak berdoa, "Ya Allah, binasakan
mereka seluruhnya." Enggak. Beliau ee
hatinya bersih. Dan di antara doa yang
diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Allahumma in asaluka
lisanan shodiqan waqban salima. Antum
menghafal doa ini. Allahumma inni
as'aluka lisanan shodiqan waqolban
salima. Ya Allah aku mohon kepada Engkau
lisan yang jujur dan hati yang bersih.
Ya, demikian juga di antara doa agar
hati bersih. Waslul sakimataqbi. Ya
Allah cabutlah penyakit-penyakit hatiku.
Karena siapa yang hatinya bersih itu
yang buat dia bahagia di dunia dan
bahagia di akhirat. Makanya Nabi Ibrahim
dalam ayat yang lain dia berkata, "Yauma
la yanfaun wala banun illa man atallah
biqbin salim." Hari di mana yaitu hari
kiamat tidak bermanfaat harta dan
anak-anak kecuali man atallah kecuali
yang datang bertemu kepada Allah
biqolbin salim dengan hati yang bersih
maka dialah yang akan bahagia di
akhirat. Maka di antara perjuangan yang
harus kita lakukan setiap hari adalah
membersihkan hati kita dari
ketergantungan kepada selain Allah dan
dari penyakit kepada sem manusia. Kalau
kita merasa diri kita sombong, segera
kita perbaiki. Kalau kita merasa diri
kita hasad, segera kita lawan. Kalau
kita merasa diri kita merendahkan orang
lain, maka kita segera perbaiki terus
berjalan terus. Kalau kapan-kapan kita
suudon sama Allah, kita lawan agar kita
membersihkan hati kita. Karena hati ini
selalu didatangi penyakit-penyakit.
Selalu datangi penyakit-penyakit. Maka
Allah memuji Ibrahim dengan mengatakan
id jaab rabbahu biqolbin salim. Ketika
dia datang kepada Rabbnya dengan hati
yang selamat dari segala model penyakit.
Kemudian Allah menyebutkan tentang ee
bagaimana dakwahnya kepada kaumnya.
Idziabihi waumihi ma ta'budun. ketika
dia berkata kepada ayahnya yaitu Azar
dan kaumnya dan Ibrahim ini dari Irak
dari Babilonia. Dari Babilonia ya. Dan
kemudian
e menikah dengan Hajar dari Mesir.
Hajar dari Qibti itu Egypt ya. Kemudian
dari Ibrahim dan Hajar punya anak siapa?
Is Ismail. Tapi secara suku Ibrahim
sesuku Babilonia. Anaknya pun Ismail
juga sesuku suku apa? Babilonia. Karena
nasab kembali kepada ayah.
Karena itu setelah itu karena Ismail
bukan orang Arab, Ismail menikah dengan
wanita dari kabilah Jurhum, yaitu dari
Arab Al-Aribah. Arab al-Aribah itu Arab
asli dari Yaman, suku Jurhum. Maka
kemudian keturunan
dari pernikahan Ismail dengan wanita
jurhumiyah disebut al-Arab almusta'ribah
atau al-Arab almusta'rabah. Yaitu arab
blesteran tapi dianggap Arab. Dianggap
apa? Arab. Dari mereka itu
muncullah Adnan. Dari Adnan muncullah
Quraisy. Dari Quraisy muncullah Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Tapi secara asal muuasal Ibrahim bukan
Arab. Disebutkan dalam sebagian riwayat
Nabi Arab tuh ada empat. Siapa saja nabi
Arab? Hud, Saleh, Syuaib, Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Selain itu
bukan Arab. Selain itu bukan bukan Arab.
Tayib. Maka Ibrahim berkata kepada
ayahnya dan kepada kaumnya di Babilonia
di Irak, "Madza ta'budun? Apa yang
kalian sembah?" Maka dia berdakwah. Dan
ini sangat muda ketika itu.
Aifkan alihatan dunallahi turidun.
Apakah kalian menghendaki sesembahan
selain Allah dengan cara berbohong?
Aifkan. Aifkan di sini ada yang
mengatakan maksudnya sembahan-sembahan
itu hanyalah kedustaan, hanyalah
karangan-karangan kalian. Mana
tuhan-tuhan selain Allah?
Jadi ee Ifan ada yang mengatakan
ee maksudnya adalah tuhan-tuhan itulah
yang merupakan kedustaan
karena tidak ada Tuhan selain Allah
Subhanahu wa taala. Ada yang mengatakan
kalian yang berbuat dusta dengan
mengarang-ngarang adanya Tuhan selain
Allah. Aifkan alihatan dunallahi
turidun.
Apakah kalian menghendaki
sembahan-sembahan selain Allah dengan
cara berbohong? Famadonukum birabbil
alamin. Lantas apa tanggapan kalian
terhadap Tuhan semesta alam? Yaitu Nabi
Ibrahim menyatakan, "Kenapa kalian berak
berburuk sangka kepada Allah pencipta
alam semesta? Kenapa bukan dia saja yang
disembah? Kenapa harus disembah
berhala-berhala Tuhan-tuhan yang kalian
kalian ee pahat, yang kalian ee sembah?
Harusnya yang disembah hanyalah pencipta
alam semesta. Maka di sini Ibrahim
menyebutkan bahwasanya Allah adalah
Rabbul alamin, yaitu pencipta dan
penguasa alam semesta. Maknanya arrab
yaitu maknanya adalah dari tarbiah. Rabb
rububiyah sama tarbiyah sama ya
maksudnya maknanya sederhana.
Kalau seperti seorang ibu mentarbiah
anaknya itu ngurusin anaknya. Jadi kalau
kita bilang apa makna arrab? Arrab
secara makna secara sederhana itu yang
mengurusi, yang menciptakan,
yang mengatur, yang mentakdirkan baginya
berbagai macam takdir yang memberi
rezeki. Itu namanya rububiyah. Namanya
apa? Rububiyah. Di antaranya pencipta
dan pengatur. Ya, birabbil alamin. Terus
bagaimana kalian persangkaan kalian
terhadap Rabb alam semesta yang
menciptakan, yang mengatur, yang
mengurusi.
Terus kenapa disembah selain dia?
Allah berfirman, fadar nadratan fin
nujum. Maka Ibrahim pun sekali memandang
sekali fanadar nadratan fin nujum kepada
bintang-bintang.
Ayat ini disebutkan oleh para ahli
tafsir. Maksudnya suatu hari
kaum Nabi Ibrahim mengadakan perayaan,
perayaan kesyirikan. Maka mereka kalau
melakukan perayaan mereka keluar kota.
Maka mereka ngajak Ibrahim, "Ayo Ibrahim
ikut perayaan." Kalau bahasa kita im im
ayo
bahasa gaul ya. Ayo Ibrahim ikut
perayaan. Ibrahim susah karena seluruh
masyarakat
ingin melakukan perayaan. Mereka
melakukan kesyirikan. Maka Ibrahim Alaih
Salam melakukan tauriah. Fadar nadratan
fin nujum. Maka dia lihat ke bintang
sebentar.
Kemudian dia turun lagi. Dia berkata di
sini fi seb mengatakan fi maknanya ilah.
Fad nratan fin nujum. Maknanya fadar
nadratan nujum. Maka dia pun melihat ke
bintang. Layaknya orang sedang berpikir.
Orang dulu kalau berpikir liihat ke
atas. Mm gitu kira-kira lagi. Hm.
Enggak, saya lagi sakit. Saya apa sakit
jadi enggak bisa ikut. Faqala inni
sakim. Maka dia berkata, "Aku sakit."
Aku sakit. Saqib yaitu fa'il sifah
mubalagah bismil fa'il. Sama seperti
salim maknanya salim. Sakim maknanya
sakim itu sakit.
Dan di sini Ibrahim melakukan tauriah.
Ini salah satu kedustaan yang dilakukan
oleh Ibrahim. Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Lam yakhim illa
salata kadibat fidatillahq nabi
sallallahu alaihi wasallam." Ibrahim
tidak pernah berdusta seumur hidupnya
kecuali cuma tiga kali. Dan dusta
tiganya itu semua karena Allah subhanahu
wa taala. Salah satunya ini. Apa saja?
Apa saja tiga kedusaan Ibrahim? Yang
pertama adalah ini. Ketika dia diajak
untuk ikut acara perayaan kaum
musyrikin, maka dia mengatakan, "Inni
saqim." Sesungguhnya aku sakit. Kalau
kita ngerti bahasa Arab isim fa'il itu
misalnya saya katakan aina antahib ana
dzahibun ilas. Yaitu aku sedang pergi
menuju pasar. Zahib. Beda kalau saya
saya katakan zahabtu ila sok yaitu aku
telah pergi ke pasar. Tapi kalau saya
menggunakan kata ana yaitu aku bakalan
ke pasar atau sedang ke ke pasar. Yaitu
aku akan ke pasar. bisa diartikan aku
akan ke pasar kalau menggunakan isim
fa'il. Ini bahasa Arab ya. Nah, di sini
Ibrahim menggunakan sighah sighah
mubalagah atau sifah musyabbahah bismil
fa'il. Inni saqim yaitu aku ini sedang
sakit atau aku akan sakit. Kalau bahasa
Arab isim fa'il bisa dimaknakan sedang
atau a akan.
Maka di sini melakukan kedustaan
dia jujur secara lafal tapi
disalahpahami oleh pendengar. Itu
namanya tauriah. Tauriyah itu kita
mengucapkan perkataan yang jujur, yang
benar secara zatnya, tetapi kita
bermaksud agar mereka salah paham. Itu
namanya tauriah. Seperti ketika Abu
Bakar Assiddiq dengan Nabi sallallahu
alaihi wasallam sedang berhijrah menuju
ke kota Madinah. Banyak orang kenal Abu
Bakar karena Abu Bakar adalah pedagang.
Dia suka ke mana-mana sehingga dia
dikenal. Tapi mereka tidak kenal
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Maka mereka tanya sama Abu Bakar, "Siapa
orang depanmu?" Kata Abu Bakar, "Hadin
il thq." Ini penunjuk jalan. Apa yang
dipahami oleh para penanya? Mereka
menyangka Muhammad adalah penunjuk jalan
menuju Madinah. Padahal maksudnya
penunjuk jalan menuju sur surga. Jadi
secara
lafalnya benar tapi memang diucapkan
supaya yang pendengar salah pa salah
paham. Itu namanya tauriah. Tauriah.
Jadi Ibrahim maksudnya apa? Mengucapkan
gini, "Saya sakit." Supaya disangka dia
benar-benar sakit secara fisik sehingga
dia beruzur tidak bisa ikut mereka untuk
apa? Untuk ikut perayaan kesyirikan.
Tetapi dia maksudnya ada dua tafsiran.
Dia mengatakan, "Saya sakit." Maksudnya
saya sakit hati lihat kalian syirik.
Sakit hati. Sakit hati kalau ikut atau
saya bakalan sakit. sakim maksudnya saya
bakalan sakit karena semua manusia pasti
bakalan sa sakit. Dan Ibrahim pernah
berkata dalam perkataannya waid maritu
fahua yasfin. Kalau saya sakit maka
Allah yang menyembuhkanku. Jadi ini
kedustaan pertama. Kedustaan kedua yang
Ibrahim lakukan demi karena Allah
subhanahu ini bukan karena kepentingan
pribadi
tapi dia dusta. Itu kenapa? Supaya
mereka pergi kemudian dia hancurkan
patung-patung.
Ya,
aku akan hancurkan patung-patung ba'dama
ba'da tuallu mudbirin. Ya, setelah
kalian apa? Pergi. Ya. Maka
kedustaan kedua ketika Ibrahim Alaih
Salam
setelah menghancurkan patung-patung
dalam surat Al-Anbiya Allah ceritakan
maka mereka datang. Man fa'ala
bialihatina. Siapa yang melakukan
hal ini? Menghancurkan patung-patung.
Innahu laminimin. Sungguh dia adalah
orang yang zalim. Qatanuhum
yuqahu Ibrahim. Kata mereka, "Kami
dengar ada seorang pemuda yang suka
maki-maki tuhan-tuhan kita. Namanya si
Ibrahim.
Quti fubi alyunas lahum yashadun."
Panggil dia di hadapan orang-orang agar
orang semua lihat bagaimana akan kita
lakukan sama orang zalim ini. Ibrahim
pun hadir. Maka mereka tanya, "Anta
faalta bialihatina?" Ya Ibrahim, apakah
engkau yang telah menghancurkan
patung-patung ini? Ibrahim mengatakan,
"Bal fa'alahu kabiruhum hadza fas'aluhum
in kanu yantiquun." Justru yang hancurin
adalah patung yang paling gede. Kalau
enggak percaya tanya sama patung-patung
kecil, tanya siapa yang hancurin kalian?
Pasti jawabannya mereka pasti jawab apa?
Patung gede. Ini ini juga dusta.
Tapi dusta bersyarat.
syaratnya maksudnya kalau memang mereka
bisa bicara tentunya mereka akan bilang
yang ngancurin kami patung be besar tapi
karena mereka tidak bisa bicara
berarti yang hancurin bukan patung
besar. Ini dusta keduailakukan oleh
Ibrahim dan dia ini semua bukan dusta
sarih yang tegas tapi dusta namanya
tauriah dan ini semua karena Allah. Yang
ketiga, ketika Ibrahim pergi ke Mesir,
maka dia melewati
ee negeri Mesir situ ada raja yang
terkenal
suka dengan perempuan dan dia punya
mata-mata untuk melihat wanita cantik
untuk dilaporkan kepada raja. Ketika
Ibrahim lewat, Ibrahim bilang sama
istrinya, Sarah, "Wahai Sarah, tidak ada
orang beriman di negeri ini kecuali aku
dan engkau." Yaitu di Mesir, benua Mesir
itu tidak ada yang beriman kecuali Aku
dan Engkau. Jika mereka tanya kepadaku,
"Siapa engkau?" Aku akan berjawab, aku
akan menjawab, "Innaki ukhti." Kau
adalah saudariku. Yaitu saudari sesama
muslim. Fala tukadzibini. Jangan bilang,
"Enggak, enggak saya istrinya." Jangan
bilang, "Iya aja, iya aja." Kenapa?
Karena kalau aku bilang engkau adalah
istriku, kau aku mungkin dibunuh, kau
diambil. Tapi kalau aku bilang kau
adalah adikku atau kakakku, maka aku
tidak akan diapa-apain. Mungkin malah
dimuliakan.
Dan benar akhirnya ketika Sarah seorang
wanita yang terkenal cantik jelita lewat
maka akhirnya
para mata-mata lapor sama rajanya. Wahai
raja sungguh ada wanita sangat cantik
jilita yang tidak pantas kecuali buat
engkau. Subhanallah
ambil katanya.
Intinya di situ Ibrahim ala kulihal
akhirnya Sarah ingin diperkosa. Enggak
jadi, enggak jadi, enggak bisa. Akhirnya
Sarah dibebaskan dan faakdamaha Hajar.
Akhirnya raja ini memberi hadiah kepada
Sarah budak wanita namanya apa? Hajar.
Maka dijadikan pembantu oleh
Ibrahim dan Saharah. Maka Hajar pun
akhirnya tinggal bersama Ibrahim. Tetapi
ini dusta
yang ketiga. Ibrahim berkata, "Hadi
ukhti." Ini adalah saudariku. Ini
sebenarnya bukan dusta asli tapi dia
tauriah. Dan ini pun ternyata yang yang
sebenarnya ini kalau kita boleh katakan
dusta ya dusta tapi karena Allah tapi
dia bukan dusta secara saleh. Itu pun
menghalangi Ibrahim untuk memberi
syafaat pada hari kiamat kelak. Ketika
orang-orang datang kepada Ibrahim agar
Ibrahim memberi syafaat kepada mereka
ketika matahari jarak 1 mil sementara
kondisi sangat panas dan mereka menanti
kedatangan Allah untuk memulai
persidangan.
Mereka berkata, "Ya Ibrahim, anta khila
kekasih Allah."
Kemudian
tidak khat bagaimana kondisi kami? Amar
gobina tidaklah kepayahan yang kami
rasakan. Isfanaik.
Berilah syafaat bagi kami di sisi
Rabbmu. Ibrahim berkata, "Aku pernah
berdusta tiga kali." Gak bisa.
Saya tidak layak karena saya pernah
dusta tiga tiga kali. Itu pun dusta ini
dia selalu ingat.
Dia tidak menggambarkan dusta. Padahal
ini semua dusta karena siapa? Karena
Allah Subhanahu wa taala. Tapi
menghalangi dia untuk memberi syafaat
pada hari kiamat. Maka Ibrahim berkata,
"Faqala inni saqim." Aku sakit. Ya.
Maka fatawallau anhum dibirin. Maka
mereka pun pergi membelakanginya menuju
tempat perayaan. Dalam surat Al-Anbiya
ketika mereka sudah pergi, Ibrahim
berkata, "Watallahi
asnamakum bawall mudbirin." Demi Allah,
aku akan bikin tipu daya terhadap
berhala-berhala kalian ya setelah kalian
pergi.
Maka setelah mereka pergi kota kosong
karena semuanya semangat ikut perayaan
kesyirikan mulai Ibrahim melaksanakan
rencananya. Farag ila alihatihim faqala
ala takulun. Maka Ibrahim pun segera
diam-diam pergi menuju berhala-berhala
tersebut.
Kemudian dia dapati banyak makanan di
hadapan berhala-berhala tersebut. Maka
dia berkata, "Ala takulun." Kenapa
enggak makan? Makan itu. Makan. Ternyata
sajan itu bukan dari zaman sekarang.
Sudah sejak zaman dahulu. Sejak zaman
Ibrahim berhala-berhala sudah dikasih
apa? Sajen.
Sampai sekarang berhala dikasih sajen.
Ibrahim bilang, "Makan. Makan." Ya,
enggak bisalah.
Batu gimana mau makan ya? Ya, Ibrahim
bilang lagi, "Malakum tantiquun." Kenapa
tidak ngomong? Kenapa tidak ngomong?
Far alaihim dorban bil yamin. Maka
Ibrahim pun segera memukul patung-patung
tersebut dengan tangannya yang kuat. Dia
pukul dengan keras, maka hancurlah
patung-patung tersebut.
Dalam ayat yang lain Allah berfirman,
"Fajaalahum judan illa kabir lahum
lahumaiarjiun." Ibrahim menghancurkan
patung-patung yang semuanya kecuali yang
besar. Kallahum yarjiun. Dia sengaja.
Dia bilang supaya mereka balik dan
mereka lihat apa yang aku lakukan. Jadi
memang dia sengaja bikin masalah Ibrahim
memang dia lagi bikin pengin bikin kasus
ya. Maka dihancurkan patung-patung
kecuali yang besar.
Kemudian dia letakkan
kapaknya di patung yang gede.
Seakan-akan patung yang gede itu yang
tertuduh karena kapak di patung yang
yang gede. Ibrahim ingin mengatakan
patung gede aja tidak rida. Ada
patung-patung kecil.
Ada patung-patung kecil. Akhirnya
mereka pun dengar heboh patung-patung
mereka hancur. Faqbalu ilaihi
yaazziifun. Maka mereka segera bergegas
menuju Ibrahim. Mereka segera bergegas.
Akhirnya mereka bergegas menuju
patung-patung mereka. Dan akhirnya
mereka tadi siapa yang bikin ni? Siapa
yang bikin nih? Ada pemuda suka
maki-maki Tuhan kita. Satu negeri kota
ini cuma satu orang suka maki-maki Tuhan
kita. Anak muda siapa namanya? Ibrahim.
Ayo hadirkan dia sini. Ayo hadirkan kita
habisi dia di hadapan masyarakat. Ala
a'yuninnas. Hadirkan. Jangan
sembunyi-sembunyi kita. apa namanya?
Persekusi dia di hadapan seluruh
masyarakat. Bukan diam-diam, enggak. Di
depan orang banyak. Laahum yashhadun.
Agar mereka bisa menyaksikan akibat
mengganggu tuhan-tuhan kita.
Akhirnya ketika Ibrahim
dihadirkan baru terjadi dialog tadi.
Kata Ibrahim, "Yang yang hancurin patung
gede, coba tanya patung-patung kecil."
Akhirnya mereka kalah berdialog. Di
antara dialog yang terjadi, Ibrahim
berkata,udanitun.
Ibrahim mengajak mereka untuk berpikir.
Apakah kalian beribadah kepada
patung-patung yang kalian pahat? Nahat
itu dipahat. Apakah yang mereka sembah
adalah patung dari dari kayu yang mereka
pahat ataukah dari batu yang mereka
pahat? Karena pahat bisa kepada kayu,
bisa juga kepada batu. Atta'budun ma
tanhitun. Apakah kalian menyembah,
beribadah kepada yang kalian pahat?
Wallahuqualun.
Sementara yang menciptakan kalian adalah
Allah dan patung itu juga makhluk yang
ciptakan juga siapa? Allah. Bagaimana
makhluk menyembah? Makhluk apalagi
makhluk yang disembah lebih hina
daripada yang menyembah. Buktinya apa?
Makhluk yang kalian sembah kalian yang
pahat.
Maka Ibrahim kasih logika. Ata'buduna ma
tanhitun wallah khalaqakum ma tammalun.
Apa kalian menyembah patung yang kalian
pahat? Padahal kalian dan sebahan kalian
semua ciptaan Al Allah. Batu yang
ciptakan Allah.
Nah, bagaimana makhluk menyembah makhluk
apalagi yang disembah makhluk yang lebih
rendah. Tapi demikianlah
setan menghiasi
kesyirikan sehingga
manusia terbawa dan akhirnya menyembah
makhluk bahkan yang lebih rendah. Kita
dapati ada orang menyembah hewan, ada
orang menyembah sapi, ya, ada orang
bertabaruk dengan beol sapik.
Ada orang menunggu sapi kapan pipis
kemudian dia wudu ee apa dia usap
mukanya dengan pipis sapi tersebut. Ya
nanti kok bisa sembah sapi? Ada
filosofinya. Sapi kenapa disembah?
Karena jasanya banyak. Selalu begitu.
Karena jasanya apa? Banyak. Dan sapi
lebih ikhlas daripada ibu kita sendiri.
Karena ibu kita kalau nyusui masih
mengharapkan pamrih. Adapun sapi ikhlas.
Kalau kasih susu tidak mengharap balas
budi. Itu bukan ikhlas tapi bahlul. Ya,
begitu setan menghiasi sehingga akhirnya
orang nyembah apa? Sapi. Sama seperti
orang nyembah matahari. Matahari kenapa?
Sumber kehidupan dan penyembahan
terhadir banyak di zamannya Ratu Bilqis
ya. Wajadtuha waha yasbijun lisyamsi min
dunillahyana lahumitanu a'alahum. Kata
kata burung hutud, "Aku mendapati Balqis
atau Ratu Saba dan juga rakyatnya
semuanya sujud kepada matahari dan setan
menghiasi mereka." Maka itu menghiasi
bahwasanya material sumber kehidupan dan
macam-macamnya sehingga mereka nyembah
kepada matahari.
Sampai kalau kita bicara tentang
filosofi piramid Firaun bahwasanya
Firaun itu juga nyembah matahari
sehingga dibuatlah kuburannya dengan
bentuk piramid agar menuju kepada
matahari.
Dan dikatakan Firaun yang
yang mengaku sebagai Tuhan namanya
Ramses. Dan Ramses itu maknanya adalah
anak dewa matahari. Karena dalam bahasa
ee helogrip atau bahasa Mesir kuno ee
ses artinya anak, ra artinya dewa mata
matahari. Seperti mereka mengatakan Musa
itu dari bahasa Mesir kuno.
Mu artinya sungai, sungai Nil. Sa
artinya anak. Musa artinya anak sungai
karena ditemukan ketika ee di sungai.
Ramses artinya anak dewa matahari.
Sehingga penyembahan terhadap matahari
sudah sejak dahulu. Setan menghias
matahari adalah bukti ini, lambang ini,
lambang ini, akhirnya disembah matahari.
Sampai saya ke Mesir, saya juga dapat
kuil orang menyembah dewa buaya. Enggak
tahu manfaat buaya apa.
Ada yang mengatakan kalau ada buaya
berarti lambang kesuburan.
Berarti apa namanya? Sungai lagi ini
buaya banyak berarti atau bisa jadi
disembah karena ketakutan. Bisa semembah
karena ketakutan.
Jadi setan menghiasi ya bagaimana
makhluk menyembah makhluk yang lebih
lebih rendah. Bagaimana kau menyembah
Tuhan yang kau pahat sendiri?
Kalau Tuhan kan yang menciptakan rupamu
ini kau yang menciptakan rupa tu Tuhan.
Allah mengatakan eh fi ayat masyaakabak
dalam bentuk apa Allah susun kalian
wasarakum faahsana suarakum Allah yang
telah memberi rupa kepada kalian ini
Tuhan yang membeli. Gimana kau yang
bikin rupa Tuhan terus kau yang nyembah
Tuhan gimana ya? Ini yang yang atur
Tuhan apa kamu yang ngatur Tuhan? Mak
namun demikianlah kalau setan sudah
menghiasi maka semua yang buruk akan
menjadi indah. Akhirnya mereka kalah
debat
karena mereka tidak bisa bantah. Mereka
tidak bisa bantah.
Akhirnya main otot biasa ya. Mereka
berkata, kata Allah, "Quu lahu bunyanan
faalquhu fil jahim." Ya sudah, enggak
usah banyak omong. Tangkap dia.
Bangunkan bangunan yang tinggi.
Lemparkanlah di dalam api yang
menyala-nyala.
Apa yang dimaksud dengan bunyanan?
Ibnu ubnu lahu bunyanan. Buatlah
bangunan. Ada beberapa pendapat yang
mengatakan bunyanan yang dimaksud yaitu
bangunan adalah tanur. Yaitu tanur apa
namanya? Apa bahasa Indonesia? Tanur
tungku ya. Tanur itu ibarat kalau orang
bikin roti dibuat kayak ada bolongnya
kemudian rotinya ditempel-tempel atau
rotinya di tungku. Tungku terbuat dari
bangunan. Tungku ini buat apa? Untuk
bakar Ibrahim. Ini pendapat Tanur. Ada
yang mengatakan maksudnya dibuat
bangunan tinggi kemudian disusun bara
api, bara api, bara api sehingga api
benar-benar panas karena dia berputar
pada suatu tempat yang tinggi. Kemudian
Ibrahim akan dilempar.
Ada yang mengatakan bangunan yang tinggi
maksudnya adalah bangunan untuk memasang
ketapel manjanik untuk ketapelin Ibrahim
karena apinya terlalu gede. Kalau dia di
dekat-dekat khawatir Ibrahim kabur. Jadi
harus bikin ketapel yang tinggi agar
disaksikan oleh banyak orang. Kemudian
Ibrahim akan dilempar, dilihat oleh
semua orang kemudian masuk di tengah
lautan lautan api. Ini pendapat juga.
Intinya akhirnya mereka nyalakan api
yang sangat besar. Bahkan diskun tidak
ada api paling besar di zaman itu
kecuali apinya yang digunakan untuk
membakar Ibrahim.
Faaru bihi kaidan fa'alnahumul asfalin.
Maka mereka hendak melakukan tipu
muslihat kepada Ibrahim. Namun kami
menjadikan mereka orang-orang yang
rendah. Maka sebenarnya dalam hadis
Ibrahim ketika dilempar ya maka
Ibrahim berkata, "Ya hasbun hasbiallah
wanikmal wakil. Hasbiallah wikmal wakil.
Cukuplah ya Allah penolongku. Cukuplah
Allah tempat aku bersandar. Maka
akhirnya Allah memerintahkan api. Qulna
ya naru kununi bardan wasalaman ala
Ibrahim. Wahai api jadilah kau dingin
dan selamat bagi Ibrahim. Akhirnya
Ibrahim
dalam api penuh keselamatan. Bahagia
dalam api. Kemudian dia keluar dari api
aman.
Orang semua kaget ya. Subhanallah.
Keluar aman. Asalamualaikum.
Mungkin ya Allah. Intinya dia keluar
aman. Mereka heran. Luar biasa gimana
Ibrahim. Api begitu besar panas sampai
ditumpuk api-apinya. Ternyata dikeluar
dengan nyaman.
Mereka ingin buat makar kepada Ibrahim.
Kata Allah, "Faja'alnahumul asfalin."
Maka kami jadikan mereka asfalin. Dalam
sebagian ayat yang lain, "Faja'alnah
humul aksarin." Kami jadikan mereka
merugi. Dalam ayat ini, kami jadikan
mereka rendah. Yaitu mereka kalah.
Mereka kalah dengan Ibrahim. Sudah
kumpul ramai-ramai satu kota seluruhnya
untuk menghabisi Ibrahim. Ternyata
mereka kalah dalam pertarungan tersebut.
Satu, al-Aqsari maksudnya mereka merugi.
Namanya khasir yaitu adalah orang yang
punya tujuan ternyata gagal dalam
tujuannya dan mereka akhirnya gagal
dalam tujuan mereka. Kemudian Ibrahim
berkata, "Waqala inni dahibun ilahdin."
Sesungguhnya aku akan pergi menuju
Rabbku. Sayahdin dia akan beri petunjuk
kepadaku. Ada yang mengatakan Ibrahim
mengucapkan di hadapan mereka, "Ya
sudahlah aku pergi aja." Begini caranya
enggak bisa Ibrahim. Sudahlah. Ini
disebutkan
orang pertama hijrah meninggalkan
negerinya karena Allah subhanahu wa
taala. Dialah Ibrahim Alaih Salam. Ini
hijrah pertama.
Kenapa? Karena kondisi sudah tidak
memungkinkan bagaimana seluruh penduduk
kota berkomplot untuk membunuh Ibrahim.
Apalagi yang mau diharapkan?
Maka ketika dia melihat semua tidak bisa
bermanfaat dan mereka akan terus
menyerang dia, maka dia umumkan saya
akan pergi supaya selesai sudah. Dan
mereka sudah senang. Sudah ya pergi
sana. Selesai bikin kacau aja di negeri
kami. Udah Ibrahim inni dzahibun ila
rabbi. Aku akan pergi menuju Rabbku.
Sayahdin. Dia akan beri petunjuk
kepadaku.
Setelah itu Ibrahim Alaih Salam berdoa,
"Rabbi habli minas shihin."
Maka dia berdoa, "Ya Allah
anugerahkanlah kepadaku anak yang
saleh." Di sini khilaf di kalangan para
ulama. Apakah Ibrahim menikah dengan
Sarah di
Babilonia sehingga Sarah adalah juga
orang Babil? Ataukah Ibrahim setelah itu
pergi sendirian kemudian dia menuju
Haran. Haran itu daerah antara di Syam
itu antara Turki dengan Syam. Ya. Maka
kemudian dia menikah dengan wanita
Syamiah di sana yaitu namanya Sarah yang
kita tahu wanita-wanita Syamiyah
terkenal cantik jilita. Baru kemudian
dia hidup bersama Sarah menikahnya di
Haran. Di antara yang mengatakan
bahwasanya Ibrahim sudah menikah sebelum
keluar dari Babil karena dia berdoa,
"Rabbi habli minasaliihin." Itu dia tahu
istrinya
istrinya ee mandul, maka dia minta punya
anak. Tapi ini semua tidak tegas ya.
Tidak tegas. Karena bisa jadi ketika dia
keluar dia sendirian,
maka dia ingin punya keturunan yang
saleh. Karena dia tahu namanya
bersendirian itu tidak menyenangkan.
Keluar sendiri, jalan sendiri, enggak
ada kerabat, enggak ada keluarga, tentu
tidak menyenangkan. Apalagi pergi
meninggalkan kampung halaman. Betapa
kesedihan yang dialami oleh Ibrahim.
Tapi dia harus pergi menuju Allah
Subhanahu wa taala. Ketika itu dia minta
agar punya keluarga. Maka dia meminta
berdoa kepada Allah. Bisa jadi dia
berdoa ketika masih bujang. Mungkin atau
tidak mungkin atau mungkin dia sudah
punya istri tapi istrinya mandul. Dia
ingin punya punya anak. Ada dua
kemungkinan. Bagi yang mengatakan
Ibrahim nikah sama Sarah di Haran, maka
Ibrahim berdoa ketika masih bujang.
Jadi boleh enggak masih bujang berdoa
punya anak saleh? Coba yang bujang
angkat tangan.
Yang miskin-miskin coba angkat tangan.
Boleh-boleh aja kalau boleh. Selain
berdua punya pengin punya istri salehah
juga. pengin punya anak yang saleh. Maka
dia tahu bagaimana sedihnya kesendirian.
Maka dia berdoa, "Rabbi habli minas." Ya
Allah, anugerahkanlah kepadaku anak yang
saleh. Karena di antara anugerah yang
sangat indah adalah anak. Apalagi anak
tersebut anak yang saleh. Dan dia tahu
bahwasanya anak adalah anugerah. Maka
dia menggunakan habli ya. Karena Allah
adalah alwahab maha pemberi anugerah.
Rbi habli minihin. Ya Allah
anugerahkanlah kepadaku anak yang saleh.
Fabasyarnahu bighulamin halim. Maka kami
pun beri kabar gembira kepadanya tentang
anak yang amat sabar. Ini anak pertama
Ibrahim.
Apakah
Allah langsung kabarkan kepada Ibrahim,
"Akan datang anakmu suatu saat yang amat
sabar atau maksudnya fabasyarnahu."
Maksudnya nanti ketika sudah ada
tanda-tanda dia bakalan punya anak, baru
Allah kasih kabar gembira. Ya, ini
seperti dalam bahasa Arab. Fatazawajaha
fawulida lahu misalnya dia pun menikahi
unit tersebut. Fa maka kemudian dia
punya anak di unit tersebut maka tidak
harus langsung waktu berurutan. Tapi
maksudnya ketika menikah kemudian dia
gauli kemudian dia hamil baru kemudian
dilahirkan. Tapi terkadang langsung
disingkat fatazwajaha fawulida lahu
misalnya. Sama seperti ini ini bahasa
Arab ya. Maka ketika saat tibanya
Ibrahim pun diberi kabar gembira bakalan
punya anak yang sangat sabar. Anak ini
adalah siapa? Ismail alaihi salam. Tib.
Kapan Ibrahim punya anak Ismail?
Puluhan tahun kemudian
Ibrahim Alaih Salam ketika berdakwah
sudah tua atau masih muda? Masih muda.
Dalam surat Alanbiya mereka berkata,
"Samina fatan yadkurum yuqahu Ibrahim."
Kami mendengar ada anak muda yang sering
maki-maki Tuhan kita namanya Ibrahim.
Dia Fatan, masih pemuda. Terus ketika
dia keluar dari kota Babil diusir, dia
berdua punya anak saleh. Kapan dia punya
anak? Ketika usia entah 80 entah 90 baru
punya anak. 80 tahun baru punya anak.
Siapa? Is Ismail. Ibrahim. Ibrahim sudah
tua. Setelah itu 13 tahun kemudian baru
punya anak Ishak.
Baru punya anak Ishak. Jadi, Ibrahim
berdoa pengin punya anak masih muda
tarungkin
20, mungkin 40. Namanya pemuda sampai
umur 40. Kapan baru dikabulkan? 40 tahun
kemudian atau 50 tahun kemudian atau 60
tahun kemudian?
Jadi, kalau kita berdoa, kita harus
nuzan sama Allah Subhanahu wa taala.
Kalau Allah tunda pasti ada sebabnya.
Karena Allah hakim yang menunda
dikabulkan doamu adalah yang maha bijak.
Yang menunda dikabulkan doamu adalah
yang maha arrahim, yang maha sayang sama
kamu. Yang menunda pengkabulan doamu
adalah al-wadud yang maha mencintai.
Yang menunda pengkabulan doamu adalah
albar yang maha baik, alkarim yang maha
dermawan.
Ketika apa susahnya Allah kasih
apa yang kau minta kepadamu? Tidak ada
susahnya bagi Allah. Tidak mengurangi
aset Allah sedikit pun. Tapi ketika
Allah tidak kabulkan ya sudah berarti
ada sesuatu. Berarti ada sesuatu. Ada
hikmah di balik itu. Allah hakim. Allah
maha maha bijak. Pasti ada pasti ada
hikmahnya.
Ya, makanya di antara hikmahnya
disebutkan itu Ibrahim akhirnya menikah
dengan Sarah. Ternyata Sarah juga enggak
punya enggak punya anak. Terus terus
terus. Allah tidak kasih anak. Allah
tidak kasih anak sampai akhirnya ada
hajar sama
sudah.
Oh. Sampai sini aja insyaallah habis
salat Isya kita
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah.
Walatu wasalamu ala rasulillah wa ba'ad.
Tadi kita sebutkan bahwasanya Nabi
Ibrahim Alaih Salam berdoa ketika keluar
dari Babil dan dia baru dikabulkan
doanya setelah sekian puluh tahun. Ya,
sesungguhnya dalam penundaan doa pasti
ada hikmah, ada kebaikan yang Allah
inginkan. Allah ingin kondisi yang lebih
pas, yang lebih tepat, yang mungkin jika
dikabulkan sekarang kurang tepat.
Hal ini semisal apa yang dialami oleh
Nabi Yakub Alaih Salam ketika dia
terpisah dari Yusuf Alaih Salam kemudian
terpisah lagi dari putranya Benyamin
sekian puluh tahun. Ada yang bilang 15
tahun, A bilang 40 tahun. Ada yang
bahkan mengatakan 80 tahun. Baru setelah
itu Allah pertemukan kembali dan ketika
di puncak-puncak perpisahan dan
kesedihan dia mengatakan fasobrun jamil
asallahu ayati bihim jamian. Innahu
huwal alimul hakim.
Semoga Allah mengembalikan mereka semua
kepadaku meskipun belum kembali sampai
sekarang, meskipun sudah belasan tahun
atau puluhan tahun. Innahu huwal alimul
hakim. Sesungguhnya dialah Allah yang
maha mengetahui kondisiku dan kondisi
Yusuf, kondisi Benyamin, kondisi
semuanya. Dan dialah al-Hakim dan Dialah
Maj Maha Bijak. Yaitu penudaan doa tidak
dikabulkan. Pada saat itu semuanya
dibangun di atas hikmah dari Allah
Subhanahu wa taala. Bahkan setelah itu
dia menyuruh agar anak-anaknya tidak
putus asa. Maka dia berkata, "Ya bani
fatahasusu waillah."
Wahai anak-anakku, pergilah kalian cari
kabar tentang Yusuf dan Benyamin. Jangan
pernah putus asa dari rahmat Allah.
Innahu lauillahialul
kafirun. Sesungguhnya yang tidak yang
putus asa hanyalah orang-orang kafir.
Bayangkan selama puluhan tahun tetap
menanti tanpa ada putus asa. Selama
puluhan tahun tidak suudan kepada Allah
subhanahu wa taala. Tetap mengatakan
innahu huwal alimul hakim. Sesungguhnya
Allah maha mengetahui lagi maha bijak.
Dan ternyata benar kalau seandainya dia
berdoa ketika berpisah Yusuf kembali
maka tidak terjadi apa-apa. Yusuf tidak
bakalan menjadi bangsawan yang besar
dan mereka tidak akan pindah ke Mesir
dan tidak akan muncul Nabi Musa di
Mesir. Semua itu ada hikmahnya Allah
kabulkan pada waktunya ya. Meskipun
setelah puluhan tahun. Makanya setelah
bertemu dengan Nabi Yusuf yang Nabi
Yusuf juga menekankan hal yang sama. Dia
mengatakan inna rabbi latifun lima yasya
innahu hual alimul hakim. Sesungguhnya
Rabbku itu sangat lembut atas apa yang
dikehendaki. Yaitu dia menggiringku
kepada kejayaan dengan cara yang sangat
halus yang tidak mungkin disadari.
Begitu halusnya dia giring kepada
kejayaan.
Inna rabbi latifu lima yasya. Kemudian
dia berkata, "Innahu huwal alimul
hakim." Sesungguhnya Allah adalah maha
mengetahui dan maha bijak bijaksana. Itu
dalam penundaan.
Dalam ujian pasti ada hikmah di balik
itu semua. Sama halnya dengan Ibrahim
Alaih Salam ketika dia minta anak tidak
langsung dikabulkan karena Allah
berencana dia akan punya anak dari Hajar
yang anak tersebut namanya Ismail akan
tinggal di Makkah dan dari Ismail akan
keluarlah Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam dan benar akhirnya
berdoa punya anak tidak dikasih anaknya
karena sudah lama tinggal sama Sarah
enggak punya anak akhirnya Sarah izinkan
Ibrahim untuk nikah dengan Hajar.
Baru ketika dengan nikah dengan Hajar
baru punya punya anak. Yang kemudian
akhirnya Allah mentakdirkan Sarah
cemburu. Akhirnya Hajar dibawa ke Makkah
dan akhirnya ditinggal di sana dengan
putranya Ismail. Akhirnya beranak-pinak
dan akhirnya muncullah Quraisy. Dari
Quraisy muncullah Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam. Seandainya
Nabi Ibrahim berdoa langsung dikabulkan
punya anak dari Sarah, maka tidak ada
ceritanya Hajar, tidak ada namanya
Ismail. Tidak ada namanya Quraisy, tidak
ada namanya Muhammad, tidak ada namanya
Zamzam Tower.
Paham? Semua itu hikmah penundaan ada
hikmahnya. Kira-kira kalau Ibrahim punya
anak langsung dari Sarah, apakah Sarah
mengizinkan Ibrahim poligami? Coba saya
tanya ibu-ibu
mungkin enggak. Tapi kenapa dia suruh
nikah dengan Hajar? Karena dia tahu
suaminya pengin punya punya anak dan dia
kasihan sama suaminya punya biar punya
anak. Subhanallah. Setelah itu akhirnya
Sarah juga punya anak dan menakjubkan
bagaimana Ibrahim sabar, Sarah juga
sabar. Sampai akhirnya Allah menjadikan
Ibrahim sudah sangat tua. Ada yang matan
sudah 100 tahun dan Sarah sudah mandul
tua lagi. Ketika di saat segala sebab
sudah hilang, maka datanglah malaikat
memberi kabar bahwasanya mereka bakalan
punya anak. Ya Allah sebut dalam surat
Al-Hijr, Nabbi ibadi anni analfurah
rahim.
Ibrahimir
walit.
Datanglah para malaikat setelah lahir
Ismail 13 tahun kemudian di saat
sebab-sebab kelahiran semua sudah
hilang. Ibrahim sudah tua, Sarah mandul
sudah tua pula. Ajuzun akim sudah tua,
mandul pula. Apalagi bisa melahirkan.
Maka malaikat bilang, "Wahai Ibrahim,
kau bakalan punya anak." Ibrahim tanya,
"Abasyumuni?" Kalian beri kabar gembira
kepadaku bakalan punya anak? Ya,
sementara aku sudah sangat tua. Fabima
tubasyirun. Bagaimana aku bisa punya
anak? Dia pengin tahu. Malaikat berkata,
"Ya,
apa namanya? Jangan kau putus asa dari
rahmat Allah."
Kata Ibrahim,
"Wamyaqnatu rahmatbihi."
Aku tidak pernah putus asa. Karena siapa
yang putus asa dari rahmat Allah
tidaklah kecuali orang-orang seat. Ya.
Qartumuni
bilhaq w minalin. Kami sampaikan kau
kebenaran. Jangan kau putus asa. Ibrahim
menimpali. Saya tidak pernah putus asa.
Tidak ada yang putus asa kecuali orang
yang sesat. Berarti selama menikah
dengan Sarah dia tidak pernah putus asa
sedetik pun bahwasanya mungkin punya
anak. tidak pernah putus asa. Sampai
ketika malaikat bilang, "Jangan untuk
saya bilang, saya tidak pernah putus
asa." Maksud saya, bagaimana Ibrahim
bisa menjaga husnudan kepada Allah
puluhan-puluhan tahun?
Jadi, ikhwan kita berdoa
kalau Allah memandang baik untuk
dikabulkan segera Allah kabulkan.
Kalau Allah memandang akan dikabulkan
puluhan tahun kemudian, ya sudah sabar.
Allah lebih tahu.
Kalau ternyata Allah memandang tidak
dikabulkan tapi dihilangkan keburukan
yang semisalnya, ya terserah Allah.
Kalau Allah pandang tidak perlu
dikabulkan karena mudarat, Allah ganti
di akhirat, enakkan mana? Dikabulkan
dunia atau di akhirat?
Seharusnya di akhirat, tapi kita
penginnya di mana? Di dunia. CB. Apa
yang lebih menyenangkan? Kenikmatan
dunia atau kenikmatan akhirat? Akhirat.
Jelas.
tidaklah kesenangan dunia dibanding
akhirat kecuali kecil sedikit. Tetapi
kita penginnya dikabulkan di mana? Di di
dunia. Tapi terkadang Allah tidak
kabulkan. Karena orang yang berdoa pasti
dikabulkan dengan empat cara. Datang
dalam sebagian hadis tiga cara. Datang
cara keempat dalam hadis yang lain.
"Tidaklah mam min muslim yadu,
tidaklah seorang muslim berdoa dengan
suatu doa laisa fiha itmun wala qatiah
di situ tidak mengandung dosa dan tidak
dalam rangka memutuskan silaturahmi
kecuali akan dikabulkan dengan salah
satu dari tiga kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam."
Dikabulkan di dunia ini yang pertama
atau Allah tunda di akhirat ini yang
kedua atau palingkan dari keburukan
semisal yang dia inginkan. Dalam riwayat
dalam hadis yang lain
atau diampuni dosanya atau diampuni
dosanya. Oleh karenanya kita berdoa
tidak ada ruginya. Seandainya tidak
dikabulkan di dunia ya sudah berarti
masih ada tiga kemungkinan. Dosa kita
diampuni atau dipalingkan dari kita
keburukan yang semisal yang kita minta
atau dikabulkan di mana? Di akhirat.
Semuanya indah. Kalau gitu tinggal
berdoa. Tinggal berdoa kepada Allah
Subhanahu wa taala dan jangan pernah
seuzon kepada antum. Sudah doa
nangis-nangis kau tidak dikabulkan.
Jangan seuzon. Nabi Yakub matanya sampai
buta tapi tidak seuzudon. Dalam
kebutaannya dia tidak seuzon. Dia
sebagai manusia tidak bisa mengikat
hatinya untuk tidak sedih. Maka sifat
manusiawinya muncul dia sedih. Wabiyad
aina sampai matanya buta. Karena saking
sedihnya bukan bukan Yusuf aja yang
hilang, Benyamin juga hilang. dua anak
yang sangat dia sayangi. Tetapi dalam
kebutaannya dia tetap tidak putus asa.
Dia sakit-sakit tapi tidak putus asa.
Tetap husnudan, tetap tahu bahwasanya
yakin bahwasanya Allah yang pilihkan
yang terbaik. Tapi saya sering sampaikan
sebik sebagian pernyataan Ibnu Qayyim,
husnudan itu tidak mudah. Orang yang
bisa husnudan adalah orang yang
prosedural. Kalau dia sudah ikut aturan
Allah, dia berdoa, dia bertakwa, dia
bisa husnudan. Tapi kalau dia enggak
bertakwa, suka bermaksiat, dia suuzan
mulu. Kayaknya memang memang kayaknya
kayaknya memang ini kayaknya. Ya sudah,
Tiib. Sebenarnya masih panjang
qadarullah. Saya ada agenda berikutnya
saya harus pergi sekarang ya. Jadi masih
kisah tentang penyembelihan Nabi Ismail.
Insyaallah pada pertemuan berikutnya
saya ti demikian. Wabillahi taufik wal
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.