Transcript
xyyoEDxsmx4 • Tafsir Surat As-Saffat #4 Ayat 62-82- Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2645_xyyoEDxsmx4.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihiani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman.
Wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul da ridwan. Allahumma sholli alaihi
waa alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Hadirin hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
pembacaan ayat-ayat dari surat Assofat.
Kita sampai pada ayat 62. Allah
Subhanahu wa taala berfirman, "Azalika
khairun nuzulan amjaratuz zaqqum."
Apakah makanan surga itu
adalah hidangan lebih baik? ataukah
pohon zakqu. Ya, ayat ini Allah sebutkan
setelah sebelumnya Allah sebutkan
tentang kenikmatan surga, tentang
bidadarinya, tentang minumannya, tentang
hidangan di surga
dan di antara metode Al-Qur'an, metode
Allah Subhanahu wa taala menyebutkan
lawannya. Kalau Allah menyebut penghuni
neraka, biasanya Allah menyebut penghuni
surga. Ya, kalau Allah sudah sebut azab
neraka, biasanya Allah sebut tentang
kenikmatan surga. Ya, ini sebelumnya
Allah sudah sebutkan kenikmatan surga,
maka Allah menyebutkan tentang azab
neraka jahanam sehingga gambaran menjadi
jelas ya. Jalan kebenaran jelas, jalan
keburukan jelas, dampak dari menjalani
kebenaran nikmat juga jelas, dampak dari
mengikuti keburukan juga azab yang
jelas.
Maka Allah berfirman, "Adzalika, apakah
yang itu?" Dan di sini kata para ulama
ee
ismul isyarah lil isyarah lil baid ya
dalalika itu kalau bahasa bahasa kita
itukah? Dan itu menunjukkan ketinggian
ya
seperti firman Allah dalalikal kitabu
laba fih. Itulah alkitab yaitu Al-Qur'an
yang tidak ada keraguan di dalamnya. Di
antara metode orang Arab kalau
menunjukkan ketiga yang satu dia
menggunakan kata isyarat penunjukan
jauh.
Ya,
bahwasanya kenikmatan yang Allah berikan
di surga adalah nikmat yang tinggi.
Kemudian kata Allah, "Apakah kenikmatan
hidangan di surga lebih baik ataukah
hidangan di neraka jahanam berupa pohon
zakum?"
Nuzul secara bahasa ada yang mengatakan
yaitu makanan yang dihindarkan untuk dif
untuk tamu. Kalau ada tamu datang
dikasih makan namanya hidangan pembuka.
Hidangan apa? Pembuka disebut dengan
nuzul. Ada yang mengatakan nuzul
maksudnya kembali kepada annazil. Orang
yang menetap dikasih hidangan yang cukup
selama dia menetap. Itu bekal dia. Bekal
dia selama dia menetap dikasih namanya
hidangan. Dalam bahasa Arab disebut
dengan nuzul ya.
Intinya bahwasanya
di sini Allah menamakan nikmat surga
dengan nuzul itu hidangan yang Allah
siapkan bagi penghuni surga. Setelah
Allah, setelah itu Allah berkata
amsajaratuz zaquum ataukah
hidangan penghuni neraka yang lebih
baik? Ya
tentu ini adalah hinaan ya karena
sajadatul zakum bukan hidangan tapi apa?
Sik siksaan. Allah menggunakan kata
khairun. mana lebih baik? Padahal
syjaratuz zakum enggak ada kebaikan sama
sekali.
Dan isim tafdil kalau dibilang khair
misalnya
saya lebih baik daripada dia. Itu
maksudnya kita sama-sama baik cuma level
kebaikan saya lebih tinggi. Ya, misalnya
saya mengatakan ee fulan a'lamu min
fulan. Misalnya saya mengatakan khalid
a'lamu min Muhammad. Khalid lebih
berilmu daripada Muhammad. Berarti
dua-duanya berilmu enggak? berilmu. Tapi
Khalid lebih berilmu.
Ini hukum asal isim tafdil.
Tetapi dalam ayat ini Allah mengatakan,
"Apakah hidangan khamar bidadari yang
begitu indah lebih baik ataukah pohon
zakum? Apakah pohon zakum ada
kebaikannya? Enggak ada sama sekali."
Enggak ada sama sekali. Bukan berarti
Allah mengatakan bidadari lebih baik
daripada pohon zakum. Berarti pohon
zakum juga ada kebaikannya. Hanya saja
level kebaikan di surga lebih tinggi.
Enggak. Semua yang di neraka gak ada
kebaikannya sama sama sekali. Cuma Allah
mengatakan lafal khairun adalah untuk
tahakum. Kalau istilah para ulama untuk
mengejek. Untuk apa? Mengejek. Dan ini
banyak di antara cara Allah untuk
memberi hukuman kepada penghuni neraka
jahanam. Biasanya Allah dengan
ejekan-ejekan. Ejekanjekan ya.
Jadi di sini khair bukan berarti pohon
zakum ada kebaikannya, enggak. Tapi
sekedar untuk ejekan.
Kemudian Allah berfirman, "Inna
ja'alnaha fitnatalimin." Kami menjadikan
pohon zakum itu adalah fitnah bagi
orang-orang zalim. Zakum. Kalau kita
baca buku-buku tafsir, ada dua pendapat
yang saya dapati di kalangan para ahli
tafsir.
Pendapat pertama, zakum adalah nama dari
sebuah tumbuhan di negeri Arab yang
tumbuhan tersebut pahit ya, baunya busuk
ya, tidak enak. Bahkan kata Al-Alusi
rahimahullah, kalau mengenai kulit
seseorang maka buat bengkak. Mengenai
kulit seorang bikin bikin bengkak.
Kemudian Allah menamakan dengan nama
zakum seperti jenis ee nama tumbuhan
tersebut. Tetapi tentu di akhirat
berbeda ya. Tentu di akhirat berbeda ya.
Seperti sebagaimana ketika Allah
menyebutkan nikmat surga, Allah
menyebutkan ada anggur di surga beda
dengan anggur di dunia. Sama namanya
tapi hakikatnya berbeda. Demikian juga
nama-nama yang ada di neraka.
Ya, seperti dari juga adalah ee nama
tumbuhan yang ada di dunia ya, Dari. Di
akhirat juga di neraka ada namanya dari
zakum juga ada tumbuhan di dunia. Di
neraka juga namanya zak zaum tapi
hakikatnya ber berbeda ya.
Ya, hakikatnya berbeda ya.
Tetapi zakum sebagian ulama mengatakan
dia asalnya adalah tumbuhan yang ee
tumbuhan kecil, baunya busuk, pahit
rasanya dan kalau daunnya mengenai
seseorang bikin bingin bengkak. Ini
pendapat pertama. Pendapat kedua ada
yang mengatakan zakum maknanya adalah
dikatakan bata fulanun tazakuman yaitu
dia makan kebanyakan dan dia maksa terus
sehingga dia menjadi tersisa karena
makan terlalu terlalu banyak. Karena
makan terlalu banyak.
Kenapa? Karena penghuni neraka ketika
makan zakum dia makan kebanyakan sampai
perutnya penuh. Nasib pemat akan kita
jelaskan. Meskipun makanan tersebut
penuh dengan penderitaan, menyiksa
perut, tapi mereka makan, makan, makan,
makan sampai memenuhi perut perut
mereka.
Seakan-akan dipaksa makan. Tadinya
makan, akhirnya dipaksa dipaksa perut
mereka penuh sebagai bentuk siksaan
kepada mereka. Siksaan kepada mereka.
Ini makna zakum. Adapun makna pertama
bahwasanya zakum dari pohon yang pahit
datang dalam hadis yang mirip dengan
makna ini. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Lau
lau qotarat qatun minzaquum
ala ahl dunya lafsadat alaihim maahum
fakaifa man yakunu thaamahu kama Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Kata
Rasulull sallahu alaihi wasallam,
"Seandainya ada buah zakum menetes
getahnya
ditaruh di dunia, getahnya ada tetes di
dunia, maka akan merusak kehidupan
penduduk dunia. Mereka tidak akan bisa
hidup dengan tenang." Bagaimana pula
jika makanan tersebut jadi makanan
seseorang?
Ibaratnya saya sering sampaikan, ibarat
kalau kita tinggal di rumah mewah, penuh
dengan kemewahan, tahu-tahu ada bangkai
tikus, kita enggak bisa nyaman di rumah
tersebut. Mau makan enggak enak, mau
tidur enggak enak, ada bau yang tidak
enak. Bau yang tidak enak. Nah, kalau
ada getah zakum jatuh ke dunia akan
merusak kehidupan penghuni dunia. Karena
saking baunya, saking busuknya, saking
mengganggunya.
Saya sering sampaikan ibarat kalau kita
di rumah mewah ada bangkai, tentu kita
enggak nyaman. Meskipun dalam kemewahan,
meskipun makanan luar biasa, kita enggak
bakalan nyaman karena ada bau yang tidak
enak, sangat busuk. Kata Nabi,
"Bagaimana lagi dengan yang bukan cuma
getahnya jatuh, dia makan makanan
tersebut." Itu gambaran tentang pohon
zakum. Dan zakum disebutkan dalam
Al-Qur'an dalam banyak ayat.
Di antaranya dalam surat Al-Isra kata
Allah Subhanahu wa taala, "Wama ja'aln
ryallati araka
illa fitnah." Kami tidak menjadikan
ee
apa yang kau lihat ya.
Fitnatan linnas. Maksudnya apa yang
Rasulullah lihat ketika Isra Mikraj.
Ketika Rasul sahu alaihi wasallam Isra
Mikraj, Rasulullah melihat hal-hal yang
menakjubkan. Di antaranya Rasulull sahu
alaihi wasallam bertemu dengan Allah.
Rasulullah juga melihat Masjidil Aqsa.
Sehingga ketika Rasul sahu alaihi
wasallam pulang jadi fitnah. Orang kafir
semakin kafir. Bahkan ada orang yang
murtad gara-gara tidak membenarkan Nabi.
Kemudian kata Allah wasyajaratal
malunata fil Quran.
dan juga pohon yang terlaknat dalam
Al-Qur'an. Ahli tafsir mengatakan yang
dimaksud dengan pohon terlaknat yang
Allah sebutkan dalam surah Al-Isra ayat
ee 60 maksudnya adalah pohon terlaknat
tersebut pohon zakum. Allah jadikan
fitnah. Allah jadikan fitnah. Kata Allah
ja
walit.
Kami tidak tidak jadikan apa yang kau
lihat kecuali sebagai fitnah bagi
manusia ketika Isra Mikraj. Dan kami
jika tidak menjadikan pohon terlaknat
dalam Al-Qur'an, yaitu pohon zakum
kecuali sebagai fitnah bagi manusia. Ini
ayat berbicara tentang zakum.
Di antara ayat bicara tentang zakum
adalah ayat ini ya,
amsyajaratuz zaqu. Sini Allah sebutkan
dalam surat Assfat.
Demikian juga Allah sebutkan dalam surah
Al-Waqi'ah
ee dalam surah Ad-Dukhan. Kata Allah,
"Inna syajaratazqum." Sesungguhnya pohon
zakumamulim
yaitu makanan bagi orang pendosa itu di
neraka jahanam. Kal muhli yagli butun.
Seperti minyak yang panas ketika dimakan
maka akan mendidih dalam perut kagalyil
hamim seperti air yang sangat panas.
Jadi dia sudah bau tidak mengenakkan
kalau di dan sangat panas kalau dimakan
dimasukkan dalam mulut maka mendidih di
perut. Ini namanya Allah sebutkan
tentang zakum.
Kemudian juga Allah sebutkan dalam surat
Al-Waqi'ah kata Allah, "Tumma innakum
ayyuhadunal
mukadzibun." Kemudian, "Wahai kalian
orang-orang sesat yang telah
mendustakan. Laakiluna min syajar min
zaqu." Sungguh kalian benar-benar akan
makan di neraka dari pohon zaqu.
Famaliuna minhal butun. Dan kalian
benar-benar akan memenuhi perut kalian
dengan pohon zakum tersebut. Kalian
makan sampai kekenyangan, sampai
berlebihan. Ya. Kemudian fasyaribuna
alaihi minal hamim. Setelah kalian makan
pohon zakum, kalian akan minum air yang
sangat panas. Fasyaribunal himim. Kalian
minum dengan air yang sangat panas
seperti unta yang terkena penyakit
kehausan sehingga minum tiada
henti-hentinya. H nuzulum yaumaddin.
Inilah hidangan mereka pada hari kiamat
kelak. Ini jadi Allah berbicara tentang
zakum dalam beberapa surat. Surah
Al-Isra, surah Al-Waqi'ah, surah
Addukhan. Di antaranya surah Assffat.
Empat surat tentang zakum.
Menunjuk ini pohon istimewa di neraka
sampai disebut berulang-ulang.
Tib.
Allah berfirman di sini, "Inna ja'alnaha
fitnatan lzalimin." Kami jadikan pohon
zakum yang Allah sebutkan dalam
Al-Qur'an sebagai fitnah bagi
orang-orang zalim. Apa makna fitnah?
Maka ada beberapa pendapat. Pendapat
pertama, fitnah sebagai ujian. Sebagai
ujian seperti dalam surat Al-Isra ya. W
jaal ryati araka illa fitnat linasi
Quran. Kami jadikan pohon terlanda dalam
Alquran sebagai fitnah bagi manusia.
fitnah. Ada yang semakin beriman, ada
yang semakin kafir. Allah gandengkan
penyebutan pohon zakum dengan kisah Isra
Mikraj Nabi. Sebagaimana kita tahu
ketika Rasul sahu alaihi wasallam
setelah Isra Mikraj, Rasul sahu alaihi
wasallam balik sebelum subuh pergi malam
hari, balik sebelum subuh dari Masjidil
Haram ke Masjidil Aqsa naik Sidratul
Muntaha pulang. Ketika Rasul sahu alaihi
wasallam pulang sebelum subuh ketemu
dengan sebagian Quraisy. Mereka tanya
Muhammad dari mana? Rasulullah cerita,
"Saya dari sini, sini, sini.
Kau sudah balik sebelum subuh?" "Sudah."
"Benar, benar." Kata orang Quraisy ini,
"Tunggu saya mau kumpulin orang-orang.
Jangan kau rubah cerita ya." Dia pengin
permalukan siapa? Rasulullah. akhirnya
kumpulin orang-orang kata dia,
"Muhammad, coba cerita lagi. Iya, saya
diperjalankan oleh Allah dari Masjidil
Haram ke Masjidil Aqsa, naik Masjidul
Muntaha, balik lagi." Dan itu suatu yang
mustahil ketika itu. Bayangkan dari
Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa
berapa kilo? 1000 kilo lebih.
Makkah Madinah saja 500 kilo. Madinah ke
Syam mungkin 1000 kilo. 1500 kilo lebih.
sekitar 500 kilo. Bagaimana bisa
ditempuh di zaman itu 1500 tahun yang
lalu? Ya, bisa ditempuh
pulang balik sebelum matahari
sebelum fajar terbit apalagi naik ke
langit ke Sidratul Munta balik lagi.
Maka ini hal yang mustahil. Maka dia
kumpulkan orang-orang Rasulullah suruh
cerita. Maka mereka ada yang tepuk
tangan, ada yang bingung ya, ada yang
intinya mereka mengejek Rasulullah
sampai akhirnya ada yang ingin
menjatuhkan Nabi. Dia mengatakan, "Wahai
Muhammad, kalau memang kau benar
Isra Mikraj, coba sebutkan tentang
Masjidil Aqsa. Pintunya bagaimana ininya
di mana, ininya di mana?" Ya, Rasulullah
memang ke Masjid Aqsa kan buat salat,
bukan untuk selfie-selfie.
Rasulullah tidak tahu jumlah-jumlah.
Jadi penting sana ketemu para nabi jadi
imam salat. Tidak ada urusan jumlah apa
jumlah pintu, jumlah ee apa jendela.
Rasulullah enggak ada urusan. Tapi
ketika Rasulullah ditanya, "Kalau benar
kau Masjid Aqsa, coba sebutkan tentang
ciri-ciri Masjidil Aqsa." Tiba-tiba
Allah perlihatkan depan Nabi, Masjidil
Aqsa. Rasulullah sebutin ciri-cirinya
begini begini begini begini. Akhirnya
orang kafir tadi mengatakan, "Kalau ini
benar, yang lain semua enggak benar.
Kalau ini benar ah. Ketika
Allah jadikan walitaka
tidaklah kami jadikan apa yang kau lihat
di malam Isra Mikraj kecuali fitnat
linas. Kecuali sebagai fitnah bagi manu
manusia. Maka ada yang semakin beriman
seperti Abu Bakar Assiddiq dan ada yang
menjadi murtad. Yang imannya lemah jadi
murtad dan orang kafir semakin kafir
semakin mengejek. Nah, di antara jadi
bahan fitnah adalah kisah tentang
syajaratuz zaqqum.
Allah nakut-nakuti kaum musyrikin dengan
ada syajaratuz zaquum. Hati-hati.
Makanya Allah sebutkan setelah itu pada
ayat 64. Innaha syajaratun takruju fi
aslil jahim. Dia adalah pohon yang
keluar dari dasar neraka. Ketika ayat
ini sampai ke Abu Jahal CS, mereka
ngejek. Apa itu zakum? Muhammad
nakut-nakutin zakum. Menurut saya zakum
itu tam bizzubut.
yaitu kurma kurma ajwa campur yogurt itu
itu apa itu zakum
kalau kalau kita dikasih zakum
lana tazaqamanna kata kami kalau eh
kalau dikasih zakum kita akan makan
zakum sebanyak-banyaknya kata Abu Jahal
kalau kita dihidangkan zakum kita akan
makan sebanyak banyaknya benar enggak
pernyataan Abu Jahal benar dia bakal
makan apa zakum tapi dia ngejek apa
nakut nakutin kita dengan kurma ajwa
cuma kurma dengan apa? Dengan yogurt.
Enak itu hidangan buka puasa kalau bulan
Ramadan. Kalau itu hidangan neraka
menyenangkan. Ejekan siapa? Abu Jahal
CS.
Di antaranya ejekan kedua kata mereka
gimana ada pohon keluar dari api. Apa
Muhammad enggak tahu pohon itu kalau
kena api kebakar? Di mana ada pohon
keluar dari apa? Dari neraka. Dia ngejek
ya ngejek.
Sehingga sebagian mereka semakin apa?
Semakin kafir. Dan itu kebiasaan orang
kafir. Seperti ketika Allah sebutkan
tentang neraka jahanam. Kata Allah,
"Alaihaata
asar." Neraka jahanam ada 11 19 penjaga.
Kata Abu Jahal atau yang lainnya cuma
19.
10 saya yang lawan kalian bagi-bagi
cuma 19. Kenapa susah lawan 19? M neraka
kita masuk neraka. Penjaganya kita lawan
cuma berapa? 19.
Makanya mereka ngjek
w ja'alna ashabanari illa malaikah w
jaalna idatahum illa fitnatan lilladina
kafaru. Kami tidak jadikan jumlah mereka
19 kecuali sebagai fitnah bagi orang
kafir. Mereka semakin sombong, semakin
apa? Semakin angkuh. Ya, mereka kira
malaikat seperti bajingan di
apa? Orang biasa enggak. Malaikat tidak
sama dengan manusia ya. Tib sama dengan
Sjaratuz zaqum maka ini fitnah sehingga
sebagian mereka semakin semakin kafir
ya. Tayib. Ini pendapat pertama.
Tentunya
kita bilang Allah lebih tahu tentang
pohon tersebut. Ya
Allah namakan pohon syajaratuz zaquum.
Syajarat zaqu ini apakah maknanya di
banyak pohon tersebut di neraka jahanam?
atau dia satu pohon yang keluar dari
dasat neraka kemudian cabangnya ke
mana-mana sehingga semua penghuni neraka
akan ke bagian cabang dari pohon apa?
Zakum. Ada waktunya mereka santap pohon
zakum. Seperti tuba kata Ibnu Katsir
seperti tuba. Tuba yaitu sepohon di
surga. Apakah dia banyak pohon tuba atau
satu pohon tuba yang tumbuh di surga
kemudian cabangnya ke mana? Ke
mana-mana.
Adapun bagaimana dia bisa bertahan dalam
neraka? Allah maha maha berkuasa. Contoh
seperti dalam neraka ada malaikat
zabaniah, tapi malaikatnya enggak
kebakar. Iya enggak? Malaikatnya enggak
kebakar. Sama seperti ketika sebagian
orang beriman minta kepada Allah agar
memberi syafaat kepada
saudara-saudaranya. Kata Allah,
"Keluarkan dari neraka yang kalian
kenal." Maka mereka masuk neraka
keluarin orang-orang mereka tidak
kebakar di neraka. Terserah Allah. Ya,
biasa aja. Ini hal gaib. Kita enggak
tahu.
Ada malaikat di neraka yang enggak
kebakar. Ada yang datang kemudian
berikan syafaat kepada
penghuni neraka juga tidak kebakar. Ya,
demikian juga kalau Allah tumbuhkan
pohon pohonnya kan belum tentu seperti
pohon di dunia, seperti pohon di surga.
Kata Allah subhanahu wa taala, ma min,
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, ma
min syajaratin fil jannah illa wasaquha
minzahab. Tidak ada pohon di surga
kecuali batangnya dari emas. Ini pohon
di surga berbeda dengan pohon yang kita
bayangkan. Kalau kita pohon dari kayu ya
enggak? Ternyata pohon di surga dari
apa? Emas.
Nah, pohon di nerakanya mungkin beda.
Yang jelas Allah sebutkan ada pohon
tumbuh dari dasar kerak neraka jahanam
kemudian tumbuh keluar dan dia bisa
hidup di dalam neraka jahanam. dan
buahnya akan menjadi makanan bagi
penghuni neraka jahanam. Bagaimana tidak
terbakar urusan Allah Subhanahu wa
taala?
Tib. Ini di antara tafsiran inna
ja'alnaha fitnatal lzalimin. Kami
jadikan pohon zakum sebagai fitnah. Ya,
sebagai fitnah yang membuat mereka
semakin semakin kafir. Ya, ada yang
mengatakan di antara makna fitnah yaitu
untuk membakar mereka. Karena fitnah
dalam bahasa Arab bisa artinya bakar.
Seperti kata Allah, fitnatakum. Rasakan
bagaimana kalian dibakar. Fitnatakum
yaitu pembakaran kalian.
Seperti juga firman Allah Subhanahu wa
taala, innamulatamubuabu
jahanam. Sesungguhnya orang-orang kafir
yang fatanu, yang memfitnah kaum
mukminin, maksudnya yang membakari kaum
mukminin di parit-parit yang mereka
buat. Tentang kisah Ashabul Ukhdud.
Allah menyatakan membakar dengan bahasa
Arab maknanya innalladzina fatanu.
Sesungguhnya orang-orang yang membakar.
Dan disebut fitnah ya fatantu dahahab
binar. Yaitu aku bakar emas di api untuk
mengetahui mana emas asli, mana emas
palsu. Jadi ada yang mengatakan fitnah
di sini maknanya adalah
membakar. Karena mereka ketika makan
buah zakum, perut mereka mendidih. Perut
mereka mendidih seakan-akan terbakar
kata Allah kagolil hamim. Ya, seperti
air yang bergejolak mendidih dalam dalam
perut.
Ini makna fitnah yang kedua. Makna
fitnah yang ketiga ada yang mengatakan
mereka dipaksa makan terus. Sudah makan,
makan terus, makan terus sampai
famaliuna minal butun. Sampai perut
mereka penuh dengan
dengan zakum. sampai perut mereka penuh
dengan zakum.
Ini makna fitnah yang yang ketiga yaitu
dipaksa
untuk memakanmakan zakum tersebut. Tib
lanjut setelah itu kata Allah Subhanahu
wa taala setelah menjelaskan innaha
syajaratun takuju fi asil jahim
sesungguhnya adalah pohon yang keluar
dari akar atau dasar neraka jahanam.
Apakah banyak pohonnya atau satu tapi
cabangnya ke mana-mana tholu kaahu
ruusatin.
Bahwasanya
tol itu moyangnya atau kelopaknya. Ada
yang menafsirkan dengan moyang atau
kelopak, ada yang menafsirkan dengan
buahnya. Yaitu kemunculannya itu buahnya
seakan-akan seperti kepala-kepala setan.
Allah mengatakan buahnya atau moyangnya
atau kelopaknya seperti kepala setan.
yaitu penampilan dari buah zakum sangat
mengerikan. Orang yang melihatnya
seperti melihat kepala setan. Tayib.
Antum pernah lihat kepala setan?
Gak pernah. Jadi kita enggak bisa
bayangkan. Pokoknya mengerikan.
Pokoknya mengerikan. Meskipun kita
enggak pernah lihat kepala setan, tapi
kita sudah terbayang namanya setan pasti
menge mengerikan.
Sama seperti ketika wanita-wanita
di zaman Nabi Yusuf alaihi salam melihat
Nabi Yusuf, mereka terpesona
sampaiqotna aidiahunna sampai mereka
potong-potong tangan mereka. Wa
hasillahi maza basar. Kata mereka Yusuf
ini bukan manusia. In illa malakun
karim. Ini adalah malaikat yang mulia.
Apakah mereka pernah lihat malaikat? Gak
juga. Tapi sudah terbenak, sudah
terpatri dalam bereka. Namanya malaikat
pasti in indah. Maka mereka mengatakan,
"Ini bukan manusia, ini malaikat
gantengnya seperti ini." Nah, meskipun
kita enggak pernah lihat setan, tapi
ketika Allah mengatakan penampilan pohon
tersebut seperti setan, kita tidak tahu
pasti ini buruk. Pasti ini bu buruk.
Jadi, terkumpul pada zakum kengerian
yang banyak. Pertama, baunya sangat apa?
Busuk. Rasanya sangat pa pahit.
Kita disuruh makan bangkai tikus enggak
kuat ya. Apalagi zakum tetes aja satu
tetes jatuh di dunia. Semua penghuni
dunia rusak kehidupan mereka. Enggak
bisa hidup dengan aroma yang sangat
busuk dari satu tetes dari buah zakum.
Bagaimana kalau dimakan
kemudian dia sangat panas? Ya. Kal
muhli. Muhli itu adalah muhl artinya
logam yang dicairkan. Berapa ribu
derajat logam bisa cair. Kemudian
dimakan
yagli butun kagolil hamim. menyala di
dalam dalam perut. Tetapi penghuni
neraka jahanam
mereka kelaparan.
Mereka harus makan. Mereka harus makan
dan mereka harus minum.
Dan mereka dalam ayat yang lain mereka
melihat penghuni surga sedang
senang-senang makan dan minum. Di antara
siksaan batin yang Allah berikan kepada
penghuni neraka jahanam, mereka melihat
penghuni surga sedang makan-makan dan
sedang minum-minum. Makanya Allah sebut
dalam surat Alaf kata Allah wada
ashabunari asabal jannahid
al minal maqumullah.
Maka berteriaklah penghuni neraka kepada
penghuni surga. Mereka saling melihat
entah gimana caranya pakai video call
atau pakai apa. Wallahuam. Intinya itu
hari hari akhirat di luar nalar kita.
Tapi mereka berbicara kepada penghuni
surga. Mereka lihat kata mereka afidu al
minal ma. Berikanlah air kepada kami. A
mimma roqakumullah.
Atau dari rezeki yang kalian Allah
berikan kepada bagi makanan. Tidak ada
makanan.
Karena mereka saking lapar mereka butuh
makanan. Ketika mereka butuh makanan
Allah kasih apa? Zak zakum.
Dan zakum ini memang sangat tidak enak.
Tapi karena mereka lapar mereka harus
makan. Saya sering ibaratkan seperti
orang kecanduan. Dia tahu ini bahaya
tapi karena dia sudah kecanduan, dia
harus lakukan.
dia harus lakukan karena kalau tidak dia
merasa menderita, dia harus lakukan
misalnya harus motong-motong apa kayak
dia hisap darahnya kayak yang penting
dia sudah kecanduan, sudah apa sakau ya
apa namanya dia harus dia harus
mengkonsumsi itu meskipun bahaya tidak
enak tapi dia harus mengkonsumsi maka
akhirnya mereka makan zakum ketika
mereka makan zakum terus enggak
berhenti-berhenti dipaksa lagi makan
kata Allah subhanahu wa taala fainnahum
Sungguhnya mereka benar-benar akan makan
dari pohon tersebut yang yang mereka
ejek-ejek akan mereka makan. Yang kata
Abu Jahal, "Tenang, kalau ada zakum
nanti kita makan banyak-banyak." Benar
dia akan makan paling banyak. Yaakiluna
minha bahwasanya mereka akan benar makan
dari pohon zakum. Famaliuna minal butun
dan akhirnya memenuhi perut mereka. Ya,
akhirnya memenuhi perut perut mereka.
Setelah perut mereka penuh, mereka
kehausan.
Allah sebutkan ayat berikutnya, tumma
inna lahum alaiha luban min hamim.
Kemudian sesudah makan buah pohon zakum
itu pasti mereka mendapatkan minuman
yang bercampur dengan air yang sangat
panas. Di sini Allah menggunakan kata
tsumma. Kemudian ada khilaf di kalangan
para ulama tentang apa makna tsumma di
sini. Jadi maknanya mereka makan setelah
makan zakum. Kemudian mereka minum.
Kemudian mereka minum. Makan kemudian
minum. Tib. Kemudian itu dalam bahasa
Arab menunjukkan ada jeda.
Kata gandeng dalam bahasa Arab sering
sampaikan ini ada tiga. Ada wa, ada fa,
ada tum tumma. Kalau wa sekedar
menggandengkan tanpa memperhatikan
tertib. Seperti saya mengatakan datang
Muhammad wa Khalid. Telah datang
Muhammad dan Khalid. Apa Khalid di
luaran, Muhammad di luar. Enggak urusan.
Pokoknya dua-dua sudah datang. Maka saya
gunakan kata wa. Tapi kalau saya bilang
fa berarti ada tertib tapi tanpa jedah.
Saya mengatakan jaa Muhammadun
fahalidun. Datang Muhammad lalu Khalid.
Ada jeda enggak? Enggak ada. Habis
Muhammad datang langsung Khalid datang.
Tapi kalau saya pakai tumma ada jeda ya.
Jaa Muhammadun tumma khalidun. Datang
Muhammad kemudian Khalid. Berarti antara
kedatangan Muhammad dengan Khalid ada je
jeda. Maka saya menggunakan tumma. Di
sinilah timbul khilaf di kalangan para
ulama. Karena setelah Allah menyebutkan
tentang makan zakum, kata Allah, "Tumma
inna lahum alaihauban
min hamim." Setelah itu, setelah mereka
makan zakum, kemudian mereka minum air
yang panas. Apa makna suma? Ini pendapat
pertama mengatakan
bahwasanya mereka dibiarkan lama. Jadi
mereka sudah makan zakum kemudian
mendidih mereka kehausan luar biasa.
makan suatu yang pahit, suatu yang
busuk. Mereka-mereka merasakan kehausan
yang luar biasa. Dibiarkan sama Allah
tidak dikasih minum. Akhirnya mereka
minta minum. Dalam surat Alkahfi
waastagitu yugin kal muhli yaswil wujub.
Ketika mereka kehausan mereka minta
tolong ya Allah minta minum. Minta
minum. Kata Allah, "You bimin." Maka
didatangkan bagi mereka air kal muhli
seperti
logam yang mendidih yang cair.
Kemudian membakar wajah sebelum diminum
wajah mereka sudah terbakar.
Ya.
Tib. Jadi mereka dibiarkan kehausan.
Akhirnya mereka dikasih air air minum.
Ini makna tumma menurut pendapat
sebagian ulama. Jadi dibiarkan dulu
kasih jeda lama sampai keusan baru
dikasih air minum. Ada yang mengatakan
tumma di sini maksudnya
azab lebih pedih. Makan zakum adalah
penderitaan.
Setelah itu diakhiri dengan air yang
sangat panas lebih menderita lagi.
Kata Allah dalam Alquran, "Wasuk maan
hamiman
faqahum."
Maka mereka diberi minuman air yang
sangat panas dan mencabik-cabik usus
mereka. Usus mereka robek-robek, hancur
gara-gara minum air yang sangat panas.
Waagu yaksil wujuh. Ya, kalau mereka ya
minta
minum maka Allah kasih minum. Ya,
dalam surat Al-Kahfi
yaitu ee
ayat 29 ya. Kata Allah, "Wa yastagitsu
yug bimain kal muhli yaswil wujuh."
Yaswil wujuh. Jadi syawa artinya
membakar. Saking panasnya air tersebut
mereka kehausan diminta minum dikasih
air begitu mereka mau minum sudah
membakar wajah mereka dulu.
Yaswil wujuh. Setelah itu mereka
masukkan tentu di dalam lebih hancur
hancur lagi. Ini kata sebagian ulama itu
makna tsumma maksudnya makan zakum
adalah penderitaan. Setelah itu dikasih
air minum lebih menderita lagi. Lebih
menderita lagi. Waliyadzubillah.
Yaubillah.
Dan ini dalam ayat yang lain
surah Al-Waqi'ah.
Saking hausnya mereka minum banyak tidak
berhenti-berhenti.
Kata Allah, "Tumma innakum ayyuhadunal
mukadzibun laakiluna minajar minakumuna
minal butun." Kalian benar-benar akan
makan pohon zakum, buah zakum dan
memenuhi perut kalian. Kemudian kata
Allah, "Fasyaribuna alaihi minal hamim."
Setelah kalian makan zakum, kalian minum
air yang sangat panas.
Kemudian kalian minum seperti unta yang
sedang kehausan, nyedotnya banyak,
enggak berhenti-berhenti, sakit.
Dan minuman mereka apakah menghilangkan
dahaga?
Enggak ada. Makanan zakum apakah
menghilangkan rasa lapar? Enggak.
Tapi mereka harus makan dan harus mereka
minum. Tetapi semua makanan, minuman
hanyalah semakin menyiksa mereka. Namun
karena mereka harus makan, mereka minum
tidak ada pilihan pilihan lain. Set
Allah berfirman,
"Tumma inna marjihum lailal jahim."
Kemudian setelah itu mereka dikembalikan
ke neraka jahanam. Bab mereka sedang
diazab di neraka jahanam. Dia di mana?
Di luar atau di neraka?
Mereka sedang dikasih makan zakum, minum
air panas di neraka atau di luar neraka?
Di neraka. Tapi setelah itu Allah
mengatakan setelah itu dikembalikan ke
neraka.
Maksudnya bagaimana? Di neraka
dikembalikan ke neraka. Maka para ulama
mengatakan maknanya, maksudnya mereka
dipindah-pindahkan, neraka luas.
Ada waktu tempat untuk makan zakum.
Setelah makan zakum pindah ke azab yang
yang lain.
Yatufuna bainaha wa baina hamimin an.
Dalam surat Arrahman kata Allah, mereka
berkeliling di neraka jahanam. Jadi
tidak satu tempat aja
siksa model begini, pindah siksa model
begini pindah siksa model begini. Jadi
tidak membosankan.
Waliyadubillah.
Makanya setelah mereka disiksa ke dengan
makan zakum dan minum air panas, kata
Allah,
"Tumma inna marjiahum lailal jahim."
Kemudian tempat kembali mereka ke neraka
jahim menunjukkan mereka siksa dengan
berpindah berpindah-pindah.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahatu wasalam ala rasulillah.
W baad. Setelah itu Allah berfirman
ayat 69, innahum alfau abaahumin.
Karena sesungguhnya mereka mendapati
bahwa mereka dalam keadaan sesat. Yaitu
Allah jelaskan sebab kenapa mereka masuk
neraka. Kemudian mereka makan pohon
zakum. Setelah itu minum air yang sangat
mendidih sehingga
ee mencac mencabik-cabik ee usus-us.
Ternyata mereka taklid dengan nenek
moyang mereka. Kata Allah, "Sesungguhnya
sebabnya mereka mendapati nenek moyang
mereka, bapak-bapak mereka atau
kakek-kakek mereka, nenek moyang mereka
sesat, yaitu penyembah berhala,
musyrikin. Fahum alaarihim yuhraun."
Namun mereka sangat tergesa-gesa untuk
mengikuti jejak orang tua mereka
tersebut. yuhraun itu tergesa-gesa cepat
yusriun sehingga mereka takqlid tanpa
mikir-mikir pokoknya ini nenek moyang
ikut ini bapak moyang bikin kita
kerjakan dan inilah di antara sebab
ee utama terjadinya
kesesatan karena taklid kepada nenek
nenek moyang nenek moyang kami begini ya
sudah dari dulu tradisi kami seperti ini
sehingga susah ya susah dan salah satu
sebab Sebab penghalang hidayah adalah
taklid kepada nenek moyang. Samp saya
bilang ada suatu daerah di tempat kita
ya
di situ banyak ulama tetapi tidak bisa
merubah tradisi.
Bahwasanya warisan yang pegang perempuan
gak bisa dirubah sampai sekarang warisan
enggak bisa di tradisi enggak bisa di
dirubah. Padahal banyak ulama di situ.
Banyak orang keluar ulama dari mereka.
Kenapa? Kalau sudah tradisi
susah untuk di dirubah.
Ee
dan Allah Subhanahu wa taala menyebutkan
dalam ayat yang lain mereka berkata,
"Inna wajna abana ala umah innaari
muqtadun." Kami mendapati nenek moyang
kami sudah di jalan suatu ritual, suatu
agama. Kami tinggal ngikutin ngapain
kita rubah-rubah.
Jadi berpegang teguh dengan tradisi
nenek moyang. Maka di sini seb
mengatakan, "Sebab mereka disuruh minum
pohon zakum dan minum air yang makan
buah zakum dan air yang sangat panas,
mereka tidak punya pilihan. Sudah itu
yang tidak tidak ada pilihan makanan
lain. Makan itu, minum itu. Enggak ada
makanan lain, enggak ada pilihan lain."
Karena mereka ketika diberi peringatan
oleh para nabi, mereka tidak punya
pilihan lain. Mereka otomatis ikut nenek
moyang tanpa pikir-pikir panjang.
Maka hukumannya di akhirat juga disuruh
makan, zakum, minum air panas tanpa ada
pilihan lain. Sebagaimana waktu di dunia
mereka ikut kesesatan tanpa mikir-mikir
terlebih dahulu. Seandainya mereka mikir
sebentar aja kembali kepada fitrah
mereka, mereka tahu bahwasanya yang
berhak disembah hanyalah Allah yang maha
esa. Enggak pantas nabi disembah, enggak
pantas sapi disembah, enggak pantas
bintang disembah, bulan disembah, enggak
pantas mayat disembah. Enggak ada. Jin
disembah, malaikat disembah. Yang pantas
disembah hanyalah pencipta alam semesta.
Namun karena ini tradisi nenek moyang,
ya sudah itu yang diikuti bahkan segera.
Fahum ala atarihim yuhraun. Dan mereka
sangat tergesa-gesa mengikuti jejak
orang tua mereka. Setelah itu Allah
berfirman, "Walaqad qoblahum aksarul
awalin." Sungguh telah sesat sebelum
mereka, sebelum Quraisy,
sebagian besar dari orang-orang
terdahulu. ini ee apa namanya
ee
hiburan bagi Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya. Ketika itu Quraisy
sebagian besar tidak beriman kepada
Nabi. Padahal Nabi dari suku Quraisy.
Harusnya mereka bangga punya Nabi dari
suku mereka ini malah terbalik. Mereka
justru memusuhi Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
sangat sedih karena yang memusuhi dia
adalah sukunya sendiri. bukan dari
suku-suku lain, suku Quraisy. Dan
mayoritas mereka memusuhi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka Allah
menyebutkan bukan cuma Quraisy, sebelum
mereka kebanyakan orang juga musyrik.
Mayoritas manusia sesat. Sebagaimana
Allah Subhanahu wa taala berfirman
tentang iblis. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Walaqad minkum jibillan katonan
afalam takunu taqilun." Sungguh setan
telah menyesatkan banyak dari kalian.
Apa kalian tidak berpikir? Ya, jadi
kebanyakan orang sesat. Allah
mengatakan, "Waqilum ibadakur." Hanya
sedikit dari hamba-hambaku yang
bersyukur. Setan sudah bersumpah di
hadapan Allah Subhanahu wa taala. Tumma
laatnahum min baini aidihim khfihim
aimanamailim w tajidu akarahum syakirin.
Aku akan goda mereka dari dari depan,
dari belakang, dari kanan, dari kiri ya
Allah. Dan engkau akan dapati kebanyakan
bani Adam tidak bersyukur. Dan setan
telah membuktikan
ya iblis donahu ya
iblis telah membuktikan
janjinya dan persangkaannya. Kebanyakan
orang tidak
di atas kebenaran. Sekarang saya tanya
sama antum. Yang Islam berapa persen di
penghuni bumi ini? Lebih banyak muslim
atau musyrik? Musyrik.
lebih banyak musyrikin. Islam juga yang
macam-macam juga banyak. Tapi maksudnya
Islam aja mau model apapun masih lebih
sedikit daripada kaum kaum musyrikin.
Sekarang secara logika gimana orang bisa
nyembah Nabi tapi ternyata yang
menyembah Nabi miliaran.
Gimana orang bisa nyembah sapi? Ternyata
yang nyembah sapi juga miliaran.
Hidayah di tangan Allah Subhanahu wa
taala.
Maka jangan terpedaya dengan jumlah yang
banyak ya.
Kalau kau ikuti kebanyakan orang semuka
bumi maka mereka akan menyesatkan kau
dari jalan Allah Subhanahu wa taala.
Mengatakan di sini
kebanyakan orang terdahulu yang sesat
lebih banyak daripada yang dapat
hidayah. Allah mengatakan wq arsalna
fimzirin.
Padahal kami telah utus kepada mereka
para rasul pemberi peringatan.
kaifa aqibatul munzarin. Lihatlah
bagaimana kesudahan orang-orang diberi
peringatan namun tidak mengambil
petunjuk. Kaum-kaum terdahulu
dibinasakan oleh Allah, diberi
diturunkan kepada mereka memberi
peringatan kepada rasul. Namun mereka
tidak mengambil pelajaran dari para
rasul tersebut. Maka kata Allah, "Fanzur
kaifaana aqibatul munzarin." Lihatlah
bagaimana kesudahan orang-orang yang
diberi peringatan tersebut. Ya, banyak
di antara mereka yang binasa. Ya. Apa?
Apa kata para salaf? Alaika bhoriqil
huda w tastauhis bqillikin waaka
w takar bikilikin. Hendaknya kau
mengikuti jalan petunjuk. Jangan kau
merasa sedih meskipun yang menjalaninya
cuma sedikit. Dan hati-hati ya
waspadalah dengan jalan-jalan kekesatan
dan jangan kau terpedaya dengan jumlah
banyaknya pe pengikut.
Makanya Ibnu maksud Ibnu Abbas
mengatakan, "Antal jamaah wain kunta
wahdak." Kau adalah jamaah meskipun kau
sendiri. Meskipun kau sendiri. Ya, kalau
kau di atas kebenaran, sungguhnya sudah
lewat orang-orang sebelummu di atas
kebenaran. Kau tidak sendirian, kau
berjamaah. Orang banyak sesat jangan
terpedaya dengan jumlah yang yang
banyak. Karena orang tuh terkadang tidak
berpikir dengan jernih, tidak
menggunakan logikanya dengan jernih
karena melihat jumlah yang banyak. Kamu
banyak begini masa salah? Ya mungkin.
Dulu Nabi Isa alaihi salam ketika diutus
pungkutnya 12 orang Yahudi semua sesat
ketika itu. Nabi Isa berapa orang? Cuma
12 orang.
Nabi Nuh diutus dakwah 900 tahun. 950
tahun. Yang pengikut cuma 80 orang.
Jadi bukan berarti
di sini mengingatkan pada kita, jangan
terpedaya dengan jumlah yang yang
banyak. Ukuran kebenaran bukan jumlah.
Ukuran kebenaran dalil. Mau banyak mau
sedikit enggak urusan. Yang penting
dalilnya ada.
Kalau di atas kebenaran meskipun
sendirian, itulah al-Haq, itulah
kebenaran. Wain kunta wahdak meskipun
kau sendirian.
Makanya Allah ketika muji Ibrahim, Allah
mengatakan, "Inna Ibrahima ummah.
Ibrahim adalah umat padahal dia sendiri.
Sebagian ahli tafsir mengatakan umat
karena Ibrahim bukan sendirian. Meskipun
dia sendiri ketika itu berdakwah
sudah banyak orang-orang di atas tauhid
sebelum dia. Dan akan datang orang
bertauhid setelah setelah dia. Meskipun
dia sendiri Allah sebut sebagai apa? Um
umat dia sendirian. Dia satu negeri
nyerang dia.
Makanya maksud saya tauhid ini penting
ikhwan ya. Ma-minta ke kuburan jangan
ikut.
Jangan minta-minta kekuburan. Ma orang
pakai jimat jangan ikut ya. Orang
percaya dukun jangan jangan ikut. Orang
membenarkan liberal jangan ikut.
Meskipun banyak
meskipun banyak ukuran kebenaran bukan
dengan jumlah yang yang banyak.
Tib kita lanjutkan.
Kata Allah, "Illla ibadallahil
mukhlasin." Yang selamat hanyalah
hamba-hamba Allah yang
dibersihkan. Dua dua qiraat. Qiraat
pertama, illa ibadallahil mukhlasin.
Yaitu kecuali orang-orang yang
dibersihkan oleh Allah. Qiraat yang
kedua illa ibadallahil mukhlisin.
Kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas.
Mereka itulah orang-orang yang selamat.
Dan ada kelaziman antara mukhlis dengan
mukhlas.
Mukhlis. Orang yang mukhlis akan
dimukhlas. Yang mukhlis akan
diselamatkan oleh Allah. Kalau tidak
ikhlas tidak diselamatkan oleh Allah
subhanahu wa taala. Dua qiraat itu
benar. Boleh dibaca mukhlisin, boleh
dibaca mukhlasin. Dan ini isyarat
tentang pentingnya ikhlas dalam ibadah.
Siapa yang ikhlas kepada Allah subhanahu
wa taala, dia akan diselamatkan oleh
Allah subhanahu wa taala. Ya,
makanya ketika Nabi Yusuf diselamatkan
oleh Allah, kata Allah, "Innahu min
ibadinal mukhlasin." Yusuf selamat.
Kenapa? Karena dia adalah hamba-hamba
kami yang kami selamatkan. Dalam qiraat
yang lain, innahu min ibadinal
mukhlisin. Kenapa Yusuf alaihi salam
selamat dari godaan Zulaikha? Karena dia
ada termasuk hamba-hambaku yang ikhlas.
Setelah itu Allah cerita tentang para
nabi. Nabi Nuh, kemudian Nabi Ibrahim,
Nabi Musa, nanti juga Nabi disebut juga
Harun, ada Nabi Ilyas, Nabi Yunus,
nabi-nabi Allah ceritakan
agar sebagai pelipur lara bagi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Karena ini
Nabi masih di Makkah, dimusuhi oleh
kaumnya. Ya Allah bilang, "Jangan sedih.
Banyak orang sesat. Zaman dulu juga
banyak orang se sesaat. Kau diganggu,
nabi-nabi sebelum engkau juga di
diganggu. Lihatlah bagaimana kesudahan
umat mereka ketika mereka menyakiti
nabi-nabi mereka. Maka mulai Allah
cerita.
Pertama Allah cerita Nabi Nuh Alaih
Salam.
Malam ini insyaallah kita cerita Nabi
Nabi Nuh. Sebenarnya kisahnya panjang
karena Nabi Nuh 950 tahun.
Cuma Allah ringkas ya.
Allah berfirman, "Walaqad nadana nuhun
falan mujibun."
Sungguh Nuh alaih salam telah berdoa
kepada kami ya
dan kami kabulkan sebaik dan kami
sebaik-baik yang memperkenankan doanya
itu. Kami sebaik-baik yang mengabulkan
doanya. Kata Allahu ahlahu minalbilim.
Dan kami selamatkan dia dan keluarganya
dari bencana yang besar, penderitaan
yang besar. Baik. Nuh alaihi salam
rasul yang pertama. Anta awalu rasulin
ila ahlil ard. Rasul yang pertama.
Pertama Nabi Adam. Nabi Adam bukan
rasul.
Setelah Nabi Adam diutus 10 kurun tidak
ada kesyirikan.
Kapan terjadi kesyirikan? Di zaman Nabi
Nabi Nuh. Baina Adam wa Nuh asrat qurun.
Kata Ibnu Abbas, antara Nuh Adam Alaih
Salam dengan Nuh 10 kurun. Ada
kemaksiatan, ada pembunuhan Qabil bunuh
Habil, ada kemaksiatan, tetapi belum ada
kesyirikan. Kesyirikan terjadi di zaman
Nabi Nuh ketika orang-orang saleh
dikultuskan berlebihan sehingga akhirnya
di disembah.
Maka Allah kirim rasul pertama Nabi Nuh.
Makanya ketika di hari kiamat ketika
manusia minta syafaat, mereka datang
kepada Adam. Adam mereka puji Adam. Kata
mereka, "Adam, engkau adalah nenek
moyang manusia. Allah ciptakan engkau
dengan tangannya Allah. Allah suruh
malaikat sujud kepadamu ke manusia
pertama. Berilah syafaat bagi kami. Kata
Adam, "Saya enggak bisa. Saya pernah
salah. Pergilah kepada Nuh." Orang-orang
pergi ke Nuh. Ketika mereka ke Nuh,
mereka memuji Nabi Nuh. Mereka
mengatakan, "Ya Nuh, anta awal rasuli
ahlil ard." Engkau adalah rasul yang
pertama yang Allah kirim kepada penghuni
bumi.
Wasammakallahu abdan syakur. Dan Allah
menamakan kau sebagai hamba yang pandai
bersyukur. Tapi intinya Nuh adalah rasul
yang yang pertama dan dia yang pantas
disebutkan pertama kali dalam rangka
untuk menjadi pelipur lara. Kisah
pelipur lara bagi Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Kata Allah, "Wairul
dan seluruh nabi atau nabi-nabi kami
ceritakan kisahnya kepada engkau w
Muhammad yang bisa mengkokkan hatimu."
Rasulullah pun perlu dikokohkan oleh
Allah. Di antara cara Allah, metode
Allah, menjadikan Nabi tegar dengan
menceritakan kisah-kisah nabi-nabi
terdahulu. Dan nabi yang pertama Allah
sering ceritakan nabi siapa? Nuh.
Nuh alaih salam dikatakan sebagian ulama
adalah rasul yang pertama yang diganggu
oleh umatnya. Karena dia rasul pertama
yang dihina oleh umatnya dan dia sabar
dengan luar biasa sampai 950 tahun dan
dia mencontohkan kesabaran. Sehingga
kata para ulama, seluruh orang-orang
yang sabar gara-gara medan dakwah
diganggu oleh umatnya,
mereka dapat pahala dan pahalanya semua
mengalir kepada Nabi Nabi Nuh. Karena
dia yang pertama kali mencontohkan
kesabaran dalam da dakwah.
Yang pertama kali mencontohkan kesabaran
dalam dalam dakwah. Nabi Nuh alaihi
salam berdakwah berapa tahun? 950 tahun
dakwah. 950 tahun. Kata Allah, "Fama
amana maahu illa qolil." Tetapi yang
beriman cuma sedikit. Ada yang
mengatakan cuma 80 orang. Dia bersabar.
Namun akhirnya dia berdoa agar umatnya
dihancurkan.
Ya, kata Allah, kata ee apa namanya? Eh,
anni maglubun fantasir. Kata dia, "Ya
Allah, tolonglah aku." Ya, dia doa agar
umatnya dihancurkan. Bukannya dia tidak
bersabar. Kenapa Nabi Nuh mendoakan agar
umatnya dihancurkan oleh Allah? Setelah
Allah sebutkan mereka tidak akan beriman
lagi. Kata Allah, "Wa uhiya ila nuhin
annahu laina minika illa manq aman
fala tabta bim kanu yafalun." Wahai Nuh,
diwahyukan kepada Nuh, tidak akan
beriman lagi kepada engkau kecuali yang
sudah beriman.
Setelah ini enggak adakan lagi yang
beriman. Nabi Nuh, oh sudah enggak akan
percuma dakwah kalau sudah Allah bilang
tidak bakalan beriman.
Terus yang kedua lebih parah lagi Nuh
ketika bikin kapal orang datang mampir
mar alaihi
sakirumin. Setiap Nabi ada ada yang
lewat ngejek Nuh. Nuh ngapain Nuh bikin
kapal musim kemarau? Nuh sudah enggak
dakwah lagi jadi tukang kayu. Nuh
sinting apa gila Nuh ngapain bikin kapal
enggak ada air? Diejek-ejek.
Bukan cuma bapaknya. Nanti anaknya
dibawa eh maki si Nuh itu maki maki
bukan anaknya, cucunya juga dibawa.
Mungkin buyutnya juga dibawa.
Jadi kakek, bapak, cicit, buyut, bebet
semuanya apa? Maki. Nabi Nuh.
Nabi Nuh lihat ini gimana? Sudah
dibilang enggak bakalan beriman.
Ternyata mereka kurang ajar. Makanya
Nabi Nuh mengatakan, "Wala yalidu illa
fajiran kafar." Mereka tidak melahirkan
kecuali fajir kafir. Fajir kafir. Saat
itulah maka Nabi Nuh berdoa karena
mereka mengacam Nabi Nuh. Baru Nabi Nuh
berdoa setelah 950 tahun berdakwah.
Seandainya Allah tidak mengatakan mereka
tidak bakalan beriman, mungkin Nuh masih
terus berdakwah. Tapi Allah sudah
bilang, "Lan yummina minumika illa manod
aman." tidak akan beriman kecuali yang
telah beriman. Sudah enggak akan tambah
lagi satu ekor pun enggak ada. Ya sudah
ngapain lagi ditunggu-tunggu tambah
semakin parah, semakin menyebarkan
kesesatan. Dan Nabi Nuh sedih kalau ada
kesyirikan.
Ya punya anak, punya cucu tambah syirik
lagi. Ya sudah mending mati aja. Maka
saat itu dia berdoa agar membinasakan
mereka. Setelah berdakwah berapa tahun?
950 tahun. Dan dia berdakwah, "Ini dutu
kaumi lailan wahar." Aku dakwah dakwahi
kaumku siang dan malam. Siang malam.
Siang malam berdakwah si bukan sebulan
sekali ke Bandung. Enggak siang. Nabi
Nuh alaihi salam ujian luar biasa.
Anaknya kafir, istrinya kafir. Luar
biasa. Kalau ibaratnya ustaz, istrinya
kafir. Ustaz, ente ceramah-ceramah istri
kafir gimana, Ustaz?
Ceramah-ceramah anak kurang ajar gimana,
Ustaz? Ngapain ceramah anak saja enggak
bisa dikasih petunjuk? Hidayah di tangan
siapa? Allah Subhanahu wa taala. Nuh
alaihi salam. susah berat
maka dia pun berdoa. Maka Allah
mengatakan falan mujibun. Kami
sebaik-baik
pengkabul doanya.
Dia berdoa Allah kabulkan. Makanya
mengatakan fafatahna
abwabama bimain munhamir wafajarnal ard
uyunan faltaq ma amrin qudir. Maka Allah
turunkan air hujan yang lebat dari
langit. Kemudian bumi semua jadi mata
air.
Kami jadikan seluruh bumi mata air.
Semua bumi jadi mata mata air. Air
faltaqal mau. Maka bertemurlah air laut,
air langit dengan air air bu bumi. Maka
jadi banjir luar luar biasa. Baru mereka
binasa. Kata Allah, "Wajainahu wa
ahlahu." Kami selamatkan dia dan
keluarganya. Ahu. Di sini ada yang
mengatakan keluarga Nabi Nuh kecuali
anaknya.
Ada yang mengatakan yam, ada yang
mengatakan Kan'an, anaknya yang kafir
ya.
Ada yang mengatakan ahlahu maksudnya
umatnya ya sedikit yang 80 orang
tersebut. Ada yang mengatakan maksudnya
keluarganya karena memang cuma sedikit
sisanya orang-orang luar tapi ee
keluarga Nuh cuma sedikit yang selamat.
Wajainahu kami selamatkan dia. Kata kami
selamatkan itu setelah dia hampir binasa
atau dalam kondisi kesulitan. Makanya
Allah mengatakan minal karbilzim dari
penderitaan yang besar yaitu banjir yang
luar biasa.
Makanya Allah gambarkan bagaimana kapal
Nabi Nuh yang sederhana. Wahamalnahu
alti alwahin wa dusur. Kami angkat dia
angkut Nabi Nuh di atas kapal yang
sederhana terbuat dari papan dan paku.
Kapal sederhana. Kapal sederhana. Wahiya
tajri bihim fi maujin kal jibal.
Sementara kapal tersebut membawa mereka
di ombak yang setinggi gunung. Jadi
banjir bukan banjir biasa. Banjir
disertai ombak. Ombaknya setinggi apa?
Tinggi gunung. Luar biasa.
Jadi kapal kecil
tapi kapal tersebut selamat. Karena
kapal tersebut berlabuh dengan
bismillah. Bismillahi majreha wa
mursaha. Selamat dengan bismillah
selamat. Secara perhitungan tidak
bakalan selamat. Kapal sederhana, ada
ombak setinggi gunung langsung
tenggelam. Tapi karena berjalan
bi'yunina dengan pengawasan Allah maka
kapal tersebut selamat. Di sini Allah
mengatakan wajinahu wa ahlahu minal
karbilim. Kami selamatkan dia dan
keluarganya dari penderitaan yang besar.
Dua tafsiran di kalangan para ulama. Apa
yang dimaksud dengan penderitaan besar?
Tafsiran mengatakan penderitaan
penderitaan besar yang pertama adalah
banjir besar. Allah selamatkan dia.
Tafsiran kedua yang dimaksud dengan
penderitaan besar yaitu caci makian
kaumnya kepada Nuh selama 950 tahun itu
penderitaan besar. Dan Nabi Nuh sabarnya
luar luar biasa.
Makanya Allah mengatakan Nabi Nuh
berdakwah dia mengatakan ja'alu
asobiahum fianihim wastagsyauabahum.
Setiap aku dakwahi mereka masukkan jari
mereka ke telinga mereka. Enggak mau
dengar. Kalau Nuh mau ceramah, mau
ceramah Nuh tafadol silakan.
Sampai dikatakan jadi mereka kalau perlu
jari mereka semua masuk bukan satu aja
kalau perlu.
Wastaqsia bahwa mereka tutup muka mereka
dengan kain gak mau lihat Nuh. Nuh
ceramah mereka tutup. Tutup telinga,
tutup muka gak mau lihat Nuh. Wah itu
menderita seperti itu ceramah
innalhamdalillah nahmaduhu.
Menjengkelkan dan itu bukan si tahun 2
tahun 950 tahun.
Walam yaziduhum dua illa firar. Tidaklah
aku berdakwah kecuali mereka semakin
jauh. Didakwahi semakin ngajal dakwahi
semakin kufur didakwahi semakin
menjengkelkan. Itu kaumnya Nabi Nuh 950
tahun. Maka itu penderitaan yang besar.
Diganggu orang tuh diomongin orang tuh
enggak enak.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
aja dikata-katain Allah dalam banyak
ayat mengatakan, "Fasbir ala ma
yaakulun." Sabarlah atas omongan mereka.
Rasulullah manusia diomong-omongin jelek
dia pun terganggu.
Apalagi Nuh 950 tahun. Makanya tadi saya
bilang ada ulama mengatakan manusia
pertama yang sabar diganggu dalam dakwah
adalah siapa? Nuh alaihi salam. Maka dia
sanna sunatan hasanah. Dia memberi
contoh terbaik, contoh teladan pertama.
Maka semua orang yang melakukan
kesabaran karena dakwah pahalanya semua
mengalir kepada siapa? Nuh alaihi salam.
Ini contoh pertama.
Set itu Allah berfirman, "Wa'alnaahu
humul baqin." Kami jadikan keturunannya
itulah yang tersisa.
Ini pendapat mayoritas ulama bahwasanya
ketika terjadi
banjir besar zaman Nabi Nuh, maka banjir
tersebut meliputi seluruh bumi. Seluruh
manusia mati kecuali Nuh dan pengikutnya
sekitar 80 orang.
Ada yang mengatakan gak ada bukti
bahwasanya pernah terjadi banjir satu
dun dunia. Tayib. Kalau banjir pun tidak
satu dunia, manusia pun k itu masih
sedikit ya. Ya. Nuh dan pengikutnya itu
manusia yang ada.
Ya gak tahu di mana ya
mungkin di Indonesia belum ada, di
Bandung belum ada. Tapi ketika itu kan
dari Adam sampai Nuh baru 10 generasi.
Adam sama Hawa punya anak berapa
berkembang sampai 10 generasi ya tidak
begitu banyak cuma 10 generasi dan
mereka mungkin masih berfokus satu
daerah. Sehingga meskipun Banjar tidak
mengenai seluruh permukaan bumi, cukup
yang mengenai Nabi Nuh itu sudah cukup
manusia habis ketika itu. Tersisa cuma
Nuh dan pengikutnya. Nuh dan pengikutnya
yang selamat di kapal punya keturunan.
Tapi keturunan mereka tidak ada yang
sambung seterusnya kecuali keturunan
Nabi Nuh. Nabi Nuh selamat dengan
anak-anaknya. Anaknya yang selamat sama
Nabi Nuh ada Sam, Ham, Yafit.
Sam, Ham, Yafit. Adapun Yam yang
meninggal, ada pendapat mengatakan Yam
punya anak cucunya Nuh juga selamat.
Intinya ada empat orang anak Nabi Nuh
atau dari empat keturunan. Sam, Ham,
Yafit, Yam. Yam ini ada yang bilang
meninggal, ada yang mengatakan dia
meninggal karena dia kafir, tenggelam
tapi dia punya anak. Anak ini keturun.
Intinya seluruh manusia di muka bumi ini
kembali kepada anak-anak Nuh. Dari
situlah Nabi Nuh diberi gelar dengan
Abul Basyar anani nenek moyang yang
kedua. Kita semua ini keturunan Nuh dan
kita semua keturunan Nabi Adam. Jadi
kita semua ini keturunan Nabi Adam Alaih
Salam. Sekaligus kita semua keturunan
siapa? Nuh alaihi alaihissalam.
Adapun ada yang bilang Eropa keturunan
Sam, nanti Asia keturunan Yafit,
wallahuam. Itu enggak tahu ya. Yang
jelas semuanya kembali kepada
anak-anaknya Nuh alaihi salam
mengatakan, "Waja durriyatahu humul
baqin." Kami jadikan keturunannya yang
tersisa. Watakna alaihi akhirin. Dan
kami abadikan dia kepada orang-orang
setelahnya itu kami memuji Nuh dengan
pujian yang indah. Semua orang memuji
Nabi Nuh.
Kalau cerita Nabi Nuh, semua sayang sama
Nabi Nuh, cinta dengan Nabi Nuh,
sabarnya, kesabarannya diuji anaknya
kafir, istrinya kafir, umatnya yang
berengsek 950 tahun semuanya memuji Nabi
Nuh. Dan ini anugerah Allah setelah Nuh
meninggal dunia tetap dipuji sampai
seterusnya fil akhirin, orang-orang
belakangan. Salamun ala Nuhin fil
alamin. Kesejahteraan dilimpahkan atas
Nuh bagi seluruh alam. Semua memuji Nabi
Nuh. inika najizil muhsin dan
demikianlah kami memberi balasan kepada
orang berbuat baik innahu min ibadinal
mukminin. Sesungguhnya dia termasuk dari
hamba-hamba kami yang berimanma
akin. Kemudian kami tenggelamkan yang
lainnya. Jadi yang selamat cuma Nuh dan
pengikutnya. Di sini Allah mengatakan
inna kadalika najizil muhsinin.
Demikianlah kami memberi balasan kepada
orang-orang yang berbuat ihsan. Apa itu
ihsan? Ihsanudla
ihsan kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Engkau beribadah kepada Allah
seakan-akan engkau melihat Allah. Jika
kau tidak mampu, yakinlah Allah
melihatmu." Sebagi Allah mengatakan apa
ihsannya Nabi Nuh? Ihsan Nabi Nuh gak
mungkin dia bisa sabar berdakwah 1950
tahun kecuali dia merasa selalu dilihat
oleh Allah Subhanahu wa taala. Enggak
mungkin dia bisa sabar selama itu.
Dia selalu merasa, dia merasa melihat
Allah atau selalu merasa dilihat oleh
Allah. Dengan ihsannya itu maka dia bisa
bersabar selama 150 tahun. Itulah
ihsannya Nabi Nuh. Kemudian Allah
mengatakan, "Innahum min ibadinal
mukminin." Kenapa dia bisa ihsan? Karena
imannya sangat tinggi. Karena imannya
sangat tinggi maka dia berbuat ihsan
sehingga dia bisa bersabar. Akhirnya
Allah selamatkan dia. Kemudian Allah
binasakan
yang lainnya. Demikian saja ikhwan dan
akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
taala. Insyaallah pertemuan berikutnya
kita mulai masuk tentang kisah-kisah
para nabi dan semua kisahnya indah. Nabi
Ibrahim, Nabi Musa, Nabi ee Yunus, Nabi
Ilyas. Ya, insyaallah pada pertemuan
berikutnya tentang kisah-kisah para
nabi. Wallahuam bisawab. Demikian yang
bisa sampaikan. Wabillahi taufidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.