File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Transcript
8TT5NKquT-8 • Syarah Kitab Ar-Riqaq #30: Sifat Surga dan Neraka (Bag-4) - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2475_8TT5NKquT-8.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu
ala taufikihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuiman lya wa ashadu
anna muhammadan abduhu rasuluh daila
ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwani. Hadirin dan hadirat
yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa
taala.
Ee sebelumnya saya mohon maaf karena
tadi macet ya qadarullah seperti biasa
ya.
Tapi hari ini lebih macet daripada
biasanya ya. Jadi saya tadi agak telat
ya.
Ee
kita lanjutkan masih dalam bab sifatil
jannah wanar tentang sifat surga dan
neraka.
Hadis berikutnya
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda,
"Waqala guadatun fiabilillah
a rauhatun
khairun minad dunya wa fiha.
yaitu seorang pergi berangkat
menuju jihad fisabilillah dan balik dari
jihad fisabilillah
lebih baik daripada dunia dan seisinya.
Walaqobu qusi ahadikum maudiu qodamin
minal jannati khairun minad dunya whaus.
Kaus adalah busur ya. Adapun qaba adalah
jarak antara tengah busur dengan tengah
tali. Tali apa? Tali panah ya. Apa
namanya itu? Tali panah ya. Ya. Jadi
kalau kalau busur kan bentuknya begini
kan ya. Jadi, jarak antara tengah busur
dengan itu namanya qaba. Qoba. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Bahwasanya
jarak yang dimiliki atau sesuatu yang
dimiliki oleh seorang penghuni surga, ya
misalnya di surganya cuma jarak segitu
aja ya atau tempat letak kakinya di
surga dia menginjakkan sesuatu letak
kaki ya paling seberapa ukurannya ya itu
lebih baik daripada dunia
bab kita lanjutkan ya.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Ya, walau anroatan min nisai ahlil
jannah ilal ardhi laat ma bainahuma."
Seandainya ada seorang wanita penghuni
surga ya
ee
ardhi muncul di bumi laat ma bainahuma,
maka akan memberi penerangan antara
langit dan bumi. Walaat ma bainahum
riha. Maka antara langit dan bumi akan
penuh dengan ee aroma yang wangi.
Wasifuha yakniil khimar. Sungguh
kerudung yang ada dipakai oleh sang
bidadari wanita wanita surga tersebut
khairun minad dunya wha baik kepada
dunia dan seisinya.
Tib di sini tentang ee
bagaimana indahnya surga.
Bahwasanya
amal saleh yang dilakukan oleh seorang
ketika berjihad fisabilillah dia keluar
atau dia balik dari jihad ya maka itu
lebih baik daripada dunia dan seisinya.
Kita tahu dunia dan seisinya ini kalau
dinilai berapa triliun?
sudah dikorupsi sekian triliun aja masih
belum habis.
Kalau mau dinilai
harta dunia ini sangat banyak ya, tidak
habis-habis ya.
Harta di daratan, harta di lautan ya
sungguh sangat sangat banyak ya.
Ternyata kalau seorang berjalan berjihad
fisabilillah,
dia pergi atau dia balik ya, maka
ganjaran yang didapatkan lebih baik
daripada dunia dan seisinya.
Lihat orang bergontok-gontokan
ya, berseteru sampai bunuh-bunuhan hanya
untuk mendapatkan dunia yang sedikit.
dia cari ya dan itu pun yang dia
kumpulkan sedikit dibandingkan dengan
seluruh isi dunia. Dia dapat berapa sih?
Dia mau curi misalnya 5T, 10T, 20 T, 20
triliun sedikit. Dunia ini banyak. Kalau
kita mau nominalkan entah berapa juta
teh ya banyak tidak banyak ya.
Ya, setelah dia kumpulkan begitu banyak,
yang dia pakai cuma sedikit.
Dia tarulah dia curi uang 5 triliun.
Yang dia pakai untuk hidup berapa?
Enggak sampai 1 T, enggak sampai 20 T.
Sedikit mungkin buat makan. Emang makan
apa yang mahal? Tiap hari makan lobster
enggak juga kan. Kolesterol cepat mati.
Ping makan tahu tempe. Ya. Ya. Makan
sedikit. Tidur juga paling ya. Kasur
emang beli kasur harga berapa?
mobil juga harga berapa mau jalan-jalan
naik bisnis kelas terus gak akan habis
uang tersebut
dia pakai cuma sedikit ketika dia mati
dia tinggalkan itu semuanya setelah itu
dia akan dihisab atas semua yang dia
pernah ambil
jadi umurnya habis untuk mengambil uang
dengan cara yang haram yang dia pakai
juga tidak semuanya ketika dia mati
semua yang dia lakukan akan dihisab oleh
Allah subhanahu wa taala Itu pun cuma
sangat sedikit.
Di sini kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam tang gambarnya indahnya surga.
Bagaimana dahsyatnya surga.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan seorang pergi dengan beramal
saleh berangkat berjihad atau balik dari
jihad lebih baik daripada dunia dan
seisinya.
Kemudian bagaimana di surganya
seorang punya walaqabu qausin qausi
ahadikum.
Seukuran ya. Ber berapa? Berapa ini
kira-kira antara
apa namanya busur dengan talinya berapa
kira berapa meter? Ada 1 m
ya kurang dari 1 m sebelum ditarik ya.
Sebelum ditarik cuma 12 meter mungkin 12
meter enggak sampai ya. atau maudiu
qodamin minal jann atau tempat letak
kaki. Ya, kita tahu penghuni surga
tubuhnya diperbesar
sehingga tingginya seperti tinggi Nabi
Adam yaitu 60 hasta tarah 30 m. Sekarang
kita tingginya berapa? 2 m kurang
kurang sedikit kurang banyak ya. Kurang
kurang. Tapi kita 2 m kurang ya 2 m
kurang gaya kita berapa ini? Berapa
ukurannya ini kira-kira? luasnya sedikit
ya. Kalau kita diperbes, kalau seorang
masuk surga diperbesar sampai tinggi 30
m, berarti diperbesar sekitar 15 kali.
Kaki jadi 15 kali. Taruhlah 1 m juga 1/2
m
kalau seorang masuk surga. Artinya kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bukan kakinya tempat meletakkan kaki di
surga. Tempat meletakkan kaki itu lebih
baik dunia dan seisinya. Wun surga
begitu indah.
Artinya bahan untuk membuat surga itu
berupa tanahnya, berupa tempat letak
kaki itu sungguh luar biasa. Lebih baik
dar dunia dan seisinya.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam tentang
ee wanita surga. Walau anatan min nisai
ahlil jannah. Seandainya seorang wanita
dari penghuni surga nongol di atas muka
bumi, ya wanita surga ini bisa jadi
bidadari atau wanita dunia yang masuk
surga. Tentunya semua akan dirubah.
Semua penghuni surga, penghuni dunia
kalau masuk surga akan dirubah.
Laki-laki menjadi sangat tampan, wanita
menjadi sangat apa? Cantik. Cantik
jelita. Ya, tidak seperti ibu-ibu
sekarang ya.
[Musik]
Nanti akan menjadi apa
sekarang ya seadanya ya. Nanti
dibandingkan wanita surga enggak ada
apa-apanya ya. Ya. Akan berubah menjadi
sangat sangat sangat sangat cantik
jelita di luar dari nalar seorang
manusia.
Maka Nabi berkata, "Seandainya ada
wanita penghuni surga nongol di atas
muka bumi, ya laat ma bainahuma akan
memberi penerangan antara langit dan
bumi."
Bahkan dalam sebagian riwayat dari
Albazar kata kata Ibnu Hajar, "Tusrifu
alal ardhi lhabadamsi walqamar."
Seandainya ada
bidadari surga nongol, maka akan
mengalahkan cahaya matahari dan
rembulan. Itu saking apa? Saking
bercahayanya.
Seandainya Jakarta lagi lampu lampu mati
kemudian muncul bidadari cring terang
benderang semua.
Sebagian wanita seperti itu maksudnya
tidak. Maksudnya kalau kita lihat
bercahaya
terutama kalau tidak suka ngomel.
Tapi kalau suka ngomel gelap rumah
rasanya.
Kalau wanita salehah senyumannya
bercahaya. Bercahaya atau tidak
bercahaya?
Datang gembira menyambut suami. Suami
capek-capek pulang dari kerja disambut.
Disambut Abi ditunggu kedatangannya,
dibukakan bajunya, dibukakan semuanya.
Masyaallah disiapkan makanannya.
Sehingga kita ketika datang sangat
bahagia.
Tapi kalau istri ngomel-ngomel mulu,
gelap rasanya di rumah ya. Mesk lampu
meskipun lampu sudah bayar listrik, tapi
jadi ini di sini ya kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Laat ma bainahuma."
Seandainya kita bilang Jakarta gelap,
lampu mati, listrik mati, tahu-tahu dia
muncul terang benenderang. Subhanallah
bercahaya.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Ya watma bainahumha maka akan
selain selain memberi penerangan akan
menjadikan
aroma yang wangi.
Tapi kita lanjut
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
maka akan
ee terpenuhi dengan semerbak wangi
antara langit dan bumi."
Dalam riwayat yang lain, lamala alard ri
maka akan
ee dipenuhi dengan semerbak minyak
kesturi ya. Minyak minyak kesturi minyak
yang paling wangi ya. Minyak kesuli
sebagaimana pernah saya jelaskan adalah
minyak yang diambil dari darah
menggumpal dari seekor rusa ya. Ketika
dia ada darah yang berkumpul kemudian
menjadi lama-lama menjadi menggumpal
akhirnya dia jadi sebuah kantong di
tubuhnya ya. Lama-lama dia garu-garu,
gatal-gatal, lepaslah kantong tersebut.
Asalnya darah yang berkumpul. Kemudian
diambil, kemudian diolah jadilah minyak
wangi. Ya, itu minyak kesturi yang asli
seperti itu ya. Dan itu mahal
makanya harus dicari rusa-rusa yang bisa
membuat minyak tersebut, minyak kesturi
tersebut.
Ini ibarat dari wangi yang sangat luar
biasa. Dan dalam riwayat yang lain ya,
wa inna adna luatin alaiha ludi bainal
mas wal magrib. Dan sesungguhnya
ee mutiara yang dipakai oleh sang wanita
tersebut yang paling kecil ya itu
cahayanya bisa menerangi antara langit
antara timur dan barat. Antara timur dan
barat. Kemudian kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Wasifuha al rosiha dan
khimarnya kerudung yang dia pakai
ya khairum minad dunya whaik dunia dan
seisinya." Ya,
dalam riwayat ada yang menafsirkan
an-nasif. Ada yang menafsirkan nasif
adalah khimar. Khimar itu adalah semacam
kerudung jilbab yang dipakai diturunkan.
Ada yang menafsirkan dengan almijar ya.
Almikjar yaitu kain yang kalau perempuan
lilit gini dilit apa memutar ke
kepalanya. Kalau laki-laki kan apa
imamah begini sorban. Kalau ini
perempuan dia lilit begini. Itu namanya
nasif mikar ya. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
nasi atau ee
kerudung atau jilbab yang dia pakai ya
itu lebih baik pada dunia dan seisinya.
Tapi ini hal gaib. Gak ada yang pernah
lihat bidadari tersebut.
Seandainya ada bidadari tersebut
muncul di tengah jalan misalnya,
semua laki-laki melihat sudah semuanya
ke masjid melulu.
Semuanya salat malam. Kamu kalau masuk
surga dapat perempuan seperti ini.
Kira-kira ada yang berani maksiat?
Enggak ada yang berani maksiat ya. Tapi
enggak ada yang bisa, enggak ada yang
bisa. Ini hal yang gaib, enggak ada yang
bisa lihat. Ya,
sampai pernah ada yang iseng waktu
zamannya Blackberry ya ke ana, dia chat,
"Ustadz bisa enggak gambarin bidadari
kayak apa?" Gimana mau gambar
kayak begini di luar daripada nalar
saking cantiknya, saking indahnya,
jangankan bidadarinya, bahkan
kerudungnya saja lebih baik kepada dunia
dan seisinya. Bagaimana dengan wajahnya?
Bagaimana dengan pipinya? Bagaimana
dengan ee keindahan
dirinya? Ya, oleh karenanya
ini semua memotivasi kita ya laki-laki
maupun para wanita untuk bertakwa kepada
Allah dan tidak terpedaya dengan dunia
ini. Ya, dunia yang kita kejar-kejar ini
sangatlah sedikit dan akan kita
tinggalkan.
Kata Allah, wq wala wqtumuna furada kama
khalaqnakum awala marah watarum ma
khawalnakum waraduhurikum.
Sungguh kalian akan datang kepada kami
dalam kondisi sendiri-sendiri
sebagaimana kami ciptakan pertama kali.
Watakumnakum
warurikum. Dan kalian akan meninggalkan
seluruh yang kami pernah anugerahkan di
dunia, di belakang kalian. Tidak ada
yang kita bawa. Kalau kita dibangkitkan
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
buhman. Dalam kondisi
uratan hufatan, gurlan bohman. tidak
berpakaian, tidak memakai alas kaki,
belum disunat dan tidak ada harta yang
dia bawa.
Jangankan harta mau bawa bangkit bawa
emas, sendal aja kita enggak punya kalau
kita dibangkitkan. Semua harta yang
telah dikumpulkan
ya maka
akan ditinggalkan.
Ketika kita meninggal, kita akan
meninggalkan hal tersebut. Ketika
dibangkitkan tidak ada yang kita bawa.
Maka ketika kita dengar hadis-hadis
seperti ini, maka seorang hendaknya
sadar diri bahwasanya anugerah yang
Allah berikan kepadanya itu hendaknya
dia gunakan untuk akhiratnya. Seperti
nasihat kepada Qarun. Wabtagima
ataqallahudaral akhirah w tansa nasibaka
minad dunya. Gunakanlah seluruh potensi
yang Allah berikan kepadamu wahai Qarun
untuk mencari akhirat, untuk mencari
surga. Itu yang harus kita lakukan.
apapun yang kita miliki, gunakan sebagai
sarana untuk meraih surga. Bukan
semata-mata kesenangan duniawi.
Apapun yang kita miliki dari dunia ini
yang Allah berikan, gunakan untuk
mencari akhirat. Kar dunia ini sangat
sangat rendah dibandingkan dengan apa
yang Allah siapkan di surga kelak.
Ya. Ya. Bayangkan ya
tempat kaki aja lebih baik daripada
dunia dan seisinya.
Makanya Rasulullah bersabda, "Adunya
mal'unatun wal'un ma fiha illa zikrullah
wa mawalah wa alimun wa mutaalimun."
Dunia ini seluruhnya terlaknat. Kenapa
dikatakan terlaknat? Karena membuat
orang lalai. Membuat orang lalai dari
akhirat, lupa.
Wamalunun ma fiha. Dan seluruh yang
dalam dunia juga terlaknat kecuali apa?
Illa zikrullah. Kecuali ingat Allah
walah dan apa yang Allah cintai. Semua
kalau dunia kita jadikan yang menjadikan
apa yang Allah cintai maka tidak
terlaknat. Dunia ini kalau kita potensi
ini kita gunakan untuk mendatangkan
kecintaan Allah atau melakukan yang
Allah cintai maka tidak terlaknat. Tapi
kalau tidak tidak kita gunakan untuk
perkara yang Allah cintai maka terlaknat
hanya menjauhkan kita dari akhirat. Illa
zikrullah wa mawalah
wa alimun mutaalimun. dan orang yang bel
dan orang alim dan orang yang belajar
dan ini keutamaan menuntut ilmu. Orang
yang alim berilmu dan orang yang belajar
terhindar dari laknat tersebut ya. Maka
nasihat buat saya pribadi
ini kepada para hadirin hadirat ya
kalau kita punya dunia ya berusaha kita
potensikan potensikan untuk akhirat kita
punya apapun kemampuan ya punya harta
punya kesehatan, punya kecerdasan,
pandai berbicara,
pandai apapun kalau bisa kita gunakan
untuk akhirat, niatkan untuk akhirat,
maka itu yang seharusnya. Karena dunia
ini tidak ada nilainya dibandingkan
dengan akhirat. Ya, jangan sampai
berlebihan sehingga kita lupa dengan
akhirat.
Tayib.
Kita lanjutkan hadis berikutnya.
Al Imam Bukhari berkata, "Qa hadasana
Abul Yaman q akbar Syuaib hadana Abu
Zinad anil an Abi Hurairah q nabi
wasallam laadulu ahadunil jann illa
uriya maqadahu minanar tidak seorang pun
masuk surga kecuali diperlihatkan
kaplingnya di neraka itu tempat duduknya
tempat tinggalnya di neraka
asa seandainya dia dulu di dunia
bermaksiat harusnya tempatnya di situ.
Dia punya kapling di neraka
syukran agar dia semakin bersyukur.
Ahadun dan tidak seorang pun masuk
neraka.
Tidak ada seorang pun masuk neraka
kecuali diperlihatkan tuh istanamu di
surga.
Lau ahsana. Seandainya kau dulu di dunia
berbuat baik, seandainya dia dulu
berbuat kebaikan dia saleh, dia dapat
istana di surga. liyakuna alaihi hasrah
agar dia semakin menyesal. Semakin
menyesal.
Ini hadis
menjelaskan bahwasanya setiap orang
dipersiapkan baginya satu kapling di
surga, satu kaing di neraka. Baik
penghuni surga maupun penghuni neraka.
Setiap orang dapat dua kaling. Satu
kaing di surga, satu kaing di neraka.
Dan jika seorang masuk surga maka
diperlihatkan kepada kepada dia.
Sesungguhnya telah disiapkan juga bagimu
kapeling di neraka.
Seandainya kau dulu di dunia bermaksiat
bermaksiat kau tidak ke surga tapi kau
ke neraka. Sehingga ketika dia melihat
tersebut hal tersebut maka dia semakin
bersyukur. Alhamdulillah saya bebas dari
neraka. Alhamdulillah saya tidak
menempati kapling tersebut ya. Sehingga
dia semakin bersyukur kepada Allah
Subhanahu taala. ini menambah
kenikmatan. Menambah apa? Kenikmatan.
Oleh karenanya
setiap orang pasti melewati sirat. Wa
minkum illa wariduha. Tidak seorang pun
dari kalian kecuali akan melewati
neraka. Melewati neraka dengan melewati
apa? Sirat. Jangankan kita, bahkan para
nabi pun melewati sirat. Nanti akan kita
bahas pada bab berikutnya. Setiap nabi
bahkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam pasti melewati neraka. Itu
melewati di atas apa? Jembatan namanya
sirat. Sehingga bisa terlihat bagaimana
orang berjatuhan masuk dalam api neraka.
melihat di depan di depan bagaimana
orang dicabik-cabik oleh ee besi-besi
yang tajam sehingga tersungkur dalam
neraka jahanam. Meskipun dia selamat,
dia lihat bagaimana dahsyatnya neraka
jahanam tersebut. Buat apa harus lewat
itu? Supaya dia semakin bersyukur.
Supaya dia makin bersyukur. Dan orang
seperti ini ketika melihat kesusahan dan
dia tidak alami, dia semakin bersyukur.
Enggak bersyukur? Kita di dunia saja,
Nabi mengatakan, "Ya unz asfala minkum."
supaya kau mau bersyukur, lihat kepada
yang di bawah. Supaya kau ber bersyukur.
Lihat ternyata banyak orang susah,
banyak orang menderita.
Ya, sementara kita nyaman.
Saya ketemu dengan kawan dari
Palestina sudah kebetulan dia lagi main
di tanah air,
sudah dua kali ke rumah ya. Dia ngobrol,
dia bilang, dia ngobrol, dia bilang,
"Kali Indonesia ini dalam kondisi sangat
nikmat yang luar biasa. Nikmat istikrar,
aman, stabilitas
yang banyak negeri-negeri Islam
kehilangan kenikmatan tersebut, terutama
negeri-negeri Arab. Ya, ini tidak
diketahui kecuali orang yang mengalami
kesulitan." Ya, gitu. Oleh karenanya
kalau kita pengin tahu tentang nikmat
keamanan, lihat bagaimana kondisi
saudara-saudara kita di negara lain yang
tidak ada keamanan. Terjadi peperangan
banyak peperangan antar kabilah di
antara mereka peperangan antara rakyat
dengan penguasa, peperangan antara
negara dengan negara. Mengerikan ya.
Yang kalau sudah tidak ada keamanan,
tidak ada kestabilan, stabilitas enggak
ada. kita hidup tidak nyaman, ngaji pun
enggak nyaman, ibadah pun susah, ya
dakwah pun susah.
Oleh karenanya ketika kita melihat suatu
yang penderitaan, maka akan menambah
syukur kepada Allah Subhanahu wa taala.
Makanya semua orang ditakdirkan harus
melewati apa? Sirat supaya lihat neraka.
Dan dia akan juga melihat bagaimana
orang tersungkur, terjatuh dalam neraka
sehingga dia makin ber bersyukur. Nah,
di antaranya Allah Nabi mengatakan tidak
seorang pun masuk surga kecuali
diperlihatkan itu kaplingmu. Dilihat
kaplingnya di neraka dengan azabnya,
dengan api nerakanya yang membakar luar
biasa. Seandainya kau dulu di dunia
tukang maksiat,
kau tinggal di situ, maka ini membuat
dia semakin bersyukur. Jadi, ada
kenikmatan, disebut kenikmatan secara
fisik dengan berbagai macam nikmat dan
juga kenikmatan batin karena dia selamat
dari suatu keburukan. Itu menambah
kenikmatan.
Makanya Nabi mengatakan lias dada
syukron dan dia semakin bersyukur.
Sebaliknya
kata Nabi wala yadunar ahadun illa uri
maqadahu minal jannah. Tidak seorang pun
masuk neraka kecuali diperlihatkan
kaplingnya di surga. Maka dia lihat
bagaimana kenyamanan di surga.
Seandainya dia dulu lau ahsana.
Seandainya dulu di dunia bertakwa kepada
Allah, dia akan lihat istananya kayak
apa, bidadarinya ada di situ,
kenyamanan, makanan, minuman, semuanya.
Buat apa? Liyakuna alaihi hasrah. Maka
dia semakin tersiksa, semakin menyesal.
Maka penghuni neraka bukan cuma disiksa
secara fisik, disiksa juga secara batin.
Di antara membuat dia semakin tersiksa
melihat kenikmatan luput darinya.
Semakin dia menyesal, "Coba dulu saya
bertakwa. Coba dulu saya enggak ikuti
hawa nafsu saya. Coba dulu saya enggak
ikut-ikutan sama si fulan
ya.
Coba dulu saya begini, coba dulu saya
begitu. Tentu saya sudah meraih istana
tersebut sehingga semakin dia menyesal.
Ini namanya siksaan siksaan batin.
Siksaan batin.
Tayib.
Tayib. Jadi ee ternyata setiap orang
mendapat dua kapling. Timbul pertanyaan,
kalau penghuni neraka punya kapling juga
di surga, terus akhirnya dia tidak jadi
masuk surga karena tukang maksiat. Terus
kaplingnya ke mana? Itu
kaplingannya ke mana? Hah? Istana
tersebut dikemanakan?
Diambil oleh siapa?
diambil oleh penghuni surga. Enggak
mungkin kosong. Kasihan bidadarinya
nongkrong situ,
istananya nongkrong. Enggak mungkin
kosong. Siapa yang ambil penghuni surga.
Makanya dalam Al-Qur'an banyak sekali
Allah mengatakan, "Tilkal jannatu
uristumuha." Itulah surga yang kami
wariskan kepada kalian.
Ya,
nuruha min ibadina kanaqiya. Ya,
kami wariskan ya. Ulaika humul waritun.
Mereka itulah para pewaris surga
firdaus. Jadi dalam Al-Qur'an banyak
Allah sebutkan
orang-orang yang masuk surga disebut
dengan pewaris.
Di antara tafsirannya adalah tadi
pewaris kaplingan surga milik penghuni
nera neraka. Ini di antara tafsir.
Tentu ada tafsiran yang lain dikatakan
tilkal jannatu uristumuha ya ya
eh nuruha min ib min ibadina manana
taqiya ulaika humul waritun. Mereka
adalah para pewaris
ya alladinaunal
firdausa yang mereka mewarisi surga
firdaus. Ya Allah menamakan para
penghuni surga dengan pewaris ada
beberapa tafsiran atau beberapa makna.
Pertama disebut warisan surga itu adalah
warisan bagi penghuni surga
sebagai isyarat
bahwasanya itu adalah murni hadiah dari
Allah Subhanahu wa taala sebagaimana
seorang anak menerima warisan dari orang
tuanya. Paham?
Kenapa? Karena amal saleh yang kita
lakukan tidak bisa membayar surga. Nabi
berkata, "Lan yadkhula ahadukum
aljannata biamalihi." Tidak seorang pun
dari kalian bisa masuk surga dengan
amalnya. Itu amal surga tidak bisa untuk
amal saleh tidak bisa beli, tidak bisa
untuk beli apa? Sur surga. Kita aja
kerja keras di dunia ini. Kerja
semati-matinya, semampus-mampusnya.
Kalau bisa sehari kerja 25 jam cuma
enggak bisa ya.
yang kita beli apa yang kita dapatkan
untuk untuk ngelamar seorang wanita,
istri, untuk beli rumah, untuk beli
kasur, untuk beli macam-macam. Itu pun
kenikmatannya sedikit. Iya. Enggak mau
kerja 24 jam sehari lembur-lembur
sekalian.
Ternyata kita beli rumah, rumah pun
tidak sem sempurna. Hanya kenikmatan
mata semuanya akan sirna. Rumah ternyata
kurang sempurna, gak ada yang sempurna.
Kasur ternyata harus diganti. Mobil
ternyata sudah beli mahal-mahal.
ya, ratusan juta ternyata harus ditukar
dengan yang baru. Istri sudah bayar
mahal, maintenance-nya mahal, ternyata
juga masih ngomel aja. Maksudnya
habis umur untuk dunia,
dunia pun tidak sempurna.
Ya, itu pun kita sudah total-totalitas
kerja mati-matian yang kita dapatkan
kenikmatan. Mak terus bagaimana kita mau
bayar surga? Mau amal saleh apa bisa
bayar surga? Memang mau salat semalam
berapa jam? mau bayar surga. Jadi amal
kita di dunia ini gak bisa untuk bayar
surga.
Kita aja kerja di dunia untuk dunia
saja, dunia pun segitu. Itu pun sudah to
totalitas habis-habisan. Terus amal
saleh kita enggak bisa untuk bayar
surga. Rasulullah mengatakan tidak
seorang pun masuk surga dengan amalnya.
Wala anta ya Rasulullah kau juga ya
Rasulullah. Kata Rasulullah iya saya
juga. Illa anyataqadaniallahu birahmati.
Hanya saja Allah meliputi saya dengan
rahmatnya sehingga saya masuk surga.
Makanya dikatakan masuk surga dengan
rahmat Allah Subhanahu wa taala. Makanya
Allah mengatakan bahwasanya penghuni
surga itu pewaris. Supaya dia tahu
bahwasanya amal dia itu enggak bisa
untuk bayar sur surga. Maka Allah kasih
warisan. Gampangannya demikian.
Yang kedua, kenapa disebut warisan juga?
Karena warisan adalah hak kepemilikan
yang tidak bisa diganggu gugat. Berbeda
dengan hadiah atau sedekah. Kalau
hadiah, orang bisa batalin hadiahnya.
Kalau sedekah orang bisa tarik lagi apa
sedekahnya. Kalau warisan enggak bisa.
Orang tua mati
kemudian bisa hidup lagi enggak jadi
warisan. Mati selesai warisan. Warisan
sehingga itu hak kepemilikan yang sangat
tinggi itu wari warisan. Yang ketiga
disebut warisan di antaranya karena ini
dia mewarisi kaplingannya orang kafir.
Kaplingannya orang orang kafir. Karena
orang kafir tersebut
atau orang penghuni neraka tersebut
harusnya punya kapling di surga cuma
tidak bisa dia ambil karena dia berlaku
melakukan kema kemaksiatan. Nah,
kapelingan tersebut tidak kosong
diberikan kepada penghuni surga. Paham?
Dan ini menunjukkan bahwasanya penghuni
neraka disiksa secara fisik maupun
secara batin. Dan saya ada pembahasan
khusus tentang bagaimana siksaan-siksaan
batin yang dimiliki yang dirasakan oleh
penghuni neraka jahanam. Di antaranya
ini diperlihatkan seandainya kau dulu
bertakwa, kau akan dapat istana di surga
yang begitu indah dengan berbagai macam
kenikmatan dalamnya dengan isi-isinya,
dengan perabot-perabotnya.
Tapi karena kau maksiat dapatnya neraka.
Ini siksaan batin buat buat dia.
Dan banyak di antara siksaan batin
penghuni neraka. Allah membuat mereka
bisa melihat bagaimana penghuni surga
sedang bernikmat-nikmat. Lagi
makan-makan, lagi happy-happy di surga.
Mereka lihat sementara mereka tersiksa
sehingga mereka minta dibagikan makanan.
Wada ashabunari ashabal jannati an afidu
ilaina alaina minal ma mimma
roqakumullah.
Wahai penghuni neraka berkata, "Wahai
penghuni surga, bagi dong makanan. bagi
dong minuman.
Karena mereka lihat penghuni surga
sedang berlezat-lezat. Ini adalah
siksaan tersendiri. Dan banyak siksaan
batin. Bukan cuma siksaan fisik,
termasuk juga siksaan batin. Di antara
siksaan batin yang mengerikan, seorang
ya disiksa dengan apa yang dia cintai.
Dengan apa yang dia cintai. Seperti
Allah mengatakanina
yaknihabillahirin
alim yaha
jahanamqwa biha jibahumunum
humumfusikum
taknizun. Allah mengatakan, "Orang-orang
yang ngumpulin emas perak terus di tidak
ditunaikan zakatnya, tidak bersedekah,
kumpulin duit tiap hari lihat apa
namanya? Lihat berangkas, wah isinya
emas, bahagia. Tutup lagi. Besok lagi
tambah lagi. Wah, berangkasnya kurang
gede. Bikin lagi, kurang gede." Tapi dia
enggak pernah sedekah. Sama tiap hari
buka apa namanya? Saldo. Wah, bertambah.
Alhamdulillah.
Tapi enggak sedekah. Semua yang dia
cintai tadi tidak digunakan di jalan
Allah akan dijadikan bahan untuk
menyiksanya. Kata Allah yauma yuhma
alaiha finari jahanam. Pada hari kiamat
kelak maka itu emas dan perak akan
dipanasin oleh Allah jadi setrika untuk
setrika dia. Maksudnya ini siksaan
batin. Dia akan dibakar dibakar. Tapi
yang buat dia semakin menderita ketika
yang dia cintai tadi jadikan alat untuk
menyik menyiksanya. Semakin tersiksa
enggak? Tersiksa.
siksaan batin penghuni neraka jahanam.
Di antaranya seperti Allah ceritakan
antara Abu Lahab dengan Ummu Jamil
istrinya
yang ikut
mencela Nabi sallallahu alaihi wasallam
dikatakan mudammam. Mudzammam. Dia tidak
panggil Nabi Muhammad, dia panggil
mudammam. Muhammad itu orang yang
terpuji. Mudzammam maksudnya orang
tercela. Muhammad itu orang tercela yang
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an ya.
Wamraatuhu hammalatal hatab kata tabbat
tiada Abi Lahab. Celaka kedua tangan Abu
Lahab.
tabbat yada abi lahabi w celaka. Jadi
dia masuk neraka. Tangannya masuk neraka
dia juga masuk apa? Neraka. Karena dia
mencela-cela Rasulullah kau ya.
Kemudian bukan cuma dia cela yang masuk
neraka aja istrinya yang dia cintai
yang dulu ikut bantu dia mencela Nabi.
Kata Allah wamroatuhu hammalatal hat.
Istrinya akan bawa kayu bakar. Di antara
tafsirannya ikut membakar Abu Lahab di
neraka.
Jadi istrinya ikut bakar siapa? Abu
Lahab. Ini siksaan batin bagi Abu Lahab.
Ternyata wanita, istrinya, tempat
tidurnya yang membantu dia dulu untuk
melawan dakwah Nabi yang sangat dia
cintai ternyata ikut menyik menyiksanya.
Ini siksaan batin, enggak? Siksaan
batin. Gimana yang kita cintai, yang
kita harapkan pertolongannya malah
semakin menyiksa ikut membantu kita.
Untuk membantu seorang disiksa
mengerikan. Waliyadzubillah.
Nah, di antara siksaan batin, siksaan
batin banyak. Jadi, penghunian terakhir
siksa fisik, siksa batin. Di antara
siksaan batin adalah diperlihatkan
kaplingnya di surga. Seandainya kau dulu
bertakwa, harusnya kau dapat kapling
ini. Cuma kau tidak bertakwa, maka
kau disiksa.
Tib. Hadis berikutnya.
Al Imam Bukhari berkata, Qana Qutaibah
bin Said, qad Ismail bin Jafar an Amr an
Said bin Abi Said Almaqburi an Abi Hura
radhiallahu anhu annahu qlu ya
Rasulullah kata Abu Hurairah aku berkata
wahai Rasulullah man asadunasi
byafaatika yaumalqiamah siapa orang yang
paling bahagia mendapatkan syafaatmu
pada hari kiamat
qala Rasulullah berkata faqala
Rasulullah berkata laqantu ya aba
Hurairah all yasalani hadal hadisi
ahadun aalu Belum miningka. Saya sudah
menduga ya Rasulullah
bahwasanya tidak ada yang bertanya
tentang hal ini sebelum engkau. Artinya
Rasulullah tahu ya. Abu Hurairah sangat
semangat. Lima roitu minsika alal hadis.
Karena saya lihat kau begitu semangat
mencari hadis. Saya sudah duga yang
paling bertanya pertama kali pertanyaan
ini adalah engkau.
Karena Rasulullah tahu Abu Hurairah
sangat semangat cari apa hadis. Dia
bukan cuma semangat aja. Dan dia juga
bertanya karena ilmu didapatkan dengan
apa? Lisanun saul. lisan yang suka
bertanya,
bertanya yang bermanfaat, bukan bertanya
kepo ya yang tidak ada manfaatnya ya
bertanya bermanfaat.
Maka Rasulullah berkata asadunasi
bisyafaati yaumalqiamah. Orang yang
paling bahagia mendapatkan syafaatku
pada hari kiamat kelak. Manqalah ilallah
khalisan min nafsihi minqibali nafsihi.
Yaitu orang yang mengucapkan
lailahaillallah
khalisan murni min qibali nafsihi dari
dirinya. yaitu benar-benar tulus kepada
Allah Subhanahu wa taala.
Tib.
Hadis ini menjelaskan pertama tentang
keutamaan Abu Hurairah. Abu Hurairah
radhiallahu anhu orang paling semangat
meriwayatkan hadis. Dia bersahabat
dengan Nabi tidak lama. Kalau tidak
salah dia masuk Islam atau datang ke
Madinah sekitar di tahun 7aj 7 Hijriah.
Tahun berapa? 7 Hijriah. Rasulullah
wafat tahun 11 Hijriah. Jadi beliau
bersahabat dengan Nabi sekitar berapa
tahun? 3 sampai 4 tahun ya. 3 tahun
lebih ya. Tetapi beliau benar-benar
melazimi Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam sehingga beliau makan seadanya.
Sementara sebagian sahabat ya mungkin
mereka kerja ya. Abu Hurairah beliau
hanya mengharapkan apa yang sampai
kepada beliau karena beliau mau fokus
apa? Nuntut ilmu.
Ya. Sampai beliau didoakan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam sehingga apa
yang beliau dengar tidak beliau lupakan.
Dan kemudian ini yang pertama. Yang
kedua, selain beliau sangat semangat
yang kedua beliau juga mencari hadis
dari sahabat-sahabat yang lain. Setelah
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam meninggal
beliau juga bertanya kepada
sahabat-sahabat yang laishingga
berkumpullah hadis pada beliau sangat
banyak.
Yang ketiga, beliau mengkhususkan untuk
mengajar di Masjid Nabawi atau
mengajarkan hadis sehingga murid beliau
banyak. Oleh karenanya sahabat yang
paling banyak meriwayatkan hadis adalah
Abu Hurairah.
Bukan berarti dia paling banyak hafal
hadis. Enggak. Karena paling banyak
hafal hadis mungkin selain Abu Hurairah
yang hidup lama bersama Nabi. Seperti
siapa? Abu Bakar, Umar. Abu Bakar hidup
bersama Nabi berapa tahun sejak awal
Islam menemani Nabi? 23 tahun bersama
Nabi. Tentu ilmu Abu Bakar sangat apa?
Banyak. Radhiallahu anhu. Hanya saja Abu
Bakar tidak mengkhususkan dirinya untuk
menyampaikan hadis. Karena setelah
Rasulullah meninggal, beliau jadi
khalifah. Cuma berapa tahun? 2 tahun.
Sibuk dengan peperangan-peperangan
karena banyak stabilitas yang tidak
aman. Ada nabi-nabi baru, ada orang
tidak mau bayar zakat sehingga sibuk
pemerintahan kemudian meninggal dunia.
Tidak sempat mengajarkan semua yang
beliau ha hafal.
Ya, lain dengan Abu Hurairah setelah
Nabi meninggal, beliau punya kesempatan
umur panjang untuk menyampaikan hadis.
Oleh karenanya yang benar Abu Hurairah
aksarus sahabati tahditan. Abu Hurairah
adalah sahabat yang paling banyak
meriwayatkan hadis kepada umat. Bukan
sahabat yang paling banyak hafal hadis.
Paham? Karena bisa jadi ada sahabat yang
lebih banyak hafal hadis seperti Abu
Bakar pasti lebih banyak ngerti hadis
daripada siapa? Abu Hurairah. Hanya saja
tidak berkesempatan untuk mengajarkan.
Paham?
Ya,
sementara Abu Hurairah selain sebab dia
paling banyak meriwayatkan hadis di
antaranya karena semangatnya
menghafal hadis dari Nabi. Makanya
Rasulullah memuji dia. Kata Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam, "Laqantu ya
abir allahad."
Aku sudah menduga tidak ada seorang pun
sebelum engkau yang akan bertanya
tentang masalah ini. Karena aku lihat
engkau begitu semangat untuk
meriwayatkan atau belajar hadis.
Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
beri jawaban. E kemudian pertanyaan Abu
Hurairah luar biasa. Beliau bertanya,
"Man as'adunasi bisyafaatika
yaumalqiamah?" Siapa orang yang paling
bahagia
mendapatkan syafaatmu pada hari kiamat
kelak?
Abu Hurairah menggunakan lafal isim
tafdil yang maknanya as'adu yang paling
bahagia. Ada kalimat yang paling
bahagia. Abu Hurairah tidak berkata,
"Siapa yang bahagia mendapatkan
syafaatmu?"
Bukan cuma siapa yang bahagia, tapi Abu
Hurairah berkata, "Siapa yang paling
apa?" Bahagia. Kata Ibnu Hajar dalam
Fadhul Bari ya,
As'ad
isyaratan ilfi maratibihim fabqi.
Bahwasanya kalimat yang paling bahagia
menunjukkan bahwasanya yang mendapatkan
syafaat Nabi itu berderajat-derajat. Ya,
berderajat tidak tidak sama tidak tidak
sama rata ya. menunjukkan semakin dia
ikhlas kepada Allah, dia akan
mendapatkan bagian syafaat semakin
tinggi.
Man asadas asadasyafatika yaumalamah.
Siapa orang paling bahagia mendapatkan
syafaatmu wahai Nabi pada hari kiamat?
Nabi mengatakan,
"Man qala lailahaillallah khalison min
qibali nafsihi."
Siapa yang mengucapkan lailahaillallah
dari jiwanya. Ya, dalam riwayat khalisan
minqolbihi yaitu ikhlas dari hatinya.
Ikhlas dari hatinya.
Ini dalil bahwasanya semakin seorang
ikhlas dalam mengucapkan lailaha,
semakin dia mengamalkan lailahallah
dengan benar, semakin dia tidak
bergantung kepada makhluk, semakin dia
tidak mengharapkan pujian dari makhluk,
semakin hatinya tergantung kepada Allah
subhanahu wa taala, semakin tidak
bersandar kepada makhluk, semakin murni
lailahaillallah, semakin banyak bagian
syafaat yang dia dapatkan.
Dan syafaat Nabi banyak ya. Syafaat Nabi
banyak ya. Ada syafaat yang umum untuk
semuanya yaitu syafaat ketika Nabi
memberi syafaat di Padang Mahsyar dengan
syafaatul uzma. Syafaatul uzma yaitu
syafaat agar Allah segera datang untuk
memulai persidangan. Ini syafaat khusus
milik Nabi ya. Ketika sebagaimana
pertemuan lalu telah kita bahas, manusia
menunggu di Padang Mahsyar ada yang
sekitar lama sekali sementara matahari
dalam jarak 1 mil. Allah belum
datang-datang untuk mulai persidangan.
Sementara menunggu kedatangan Allah itu
berat. Matahari jarak satu 1 mil.
Sehingga mereka datang ke Nabi Adam,
datang kepada Nabi Nuh, datang kepada
Nabi Ibrahim, kepada Nabi Musa, Nabi
Isa, semuanya menolak memberi syafaat.
Sebagaimana pertemuan lalu kita jelaskan
akhirnya datang kepada Nabi. Nabi beri
syafaat. Syafaat apa? Agar Allah segera
datang untuk mulai persi persidangan.
Kemudian datanglah Allah waja'a rabbuka
wal malaku safansofan. Allah pun datang
diiringi dengan para malaikat
bersaf-saf. Mulailah persidangan. Itu
namanya syafatul uzma. Ini semua orang
dapat. Tidak ada bedanya muslim sama
kafir semuanya dapat.
Tetapi syafaat yang lain ada
tingkatannya. Seperti syafaat bagi orang
yang pertama kali mau surga tanpa azab
dan tanpa hisab. Semakin dia ikhlas,
semakin diluan masuk surga tanpa azab
dan tanpa hisab. Di antaranya syafaat
Nabi misalnya agar seorang yang ee di
surga semakin tinggi tingkatannya.
sudah masuk surga tapi diberi syafaat
oleh Nabi semakin tinggi. Nah, semakin
ikhlas semakin levelnya naik semakin
banyak.
Semakin ikhlas levelnya naik semakin
semakin banyak. Demikian juga syafaat
misalnya kata Nabi, "Syafaati liumati
min ahlil kabair. Syafaatku bagi pelaku
dosa besar dari umatku."
Ada di antara pelaku dosa besosa besar
tapi dia memurnikan tauhidnya, maka dia
lebih mudah mendapatkan syafaat dulu
sehingga lebih cepat dikeluarkan dari
neraka atau tidak jadi masuk apa?
neraka. Intinya syafaat itu yang
Rasulullah berikan bertingkat-tingkat,
berlevel-level. Kalau ingin mendapatkan
bagian yang paling banyak atau level
yang paling tinggi, maka ikhlaskan niat.
Sejak sekarang kita harus latihan untuk
memurnikan tauhid lailahaillallah.
Jangan suka berharap pujian manusia.
Kalau supaya tidak sering mengharapkan
pujian manusia, maka jangan suka tampil
untuk dinilai.
publish amal saleh supaya dinilai.
Kalau kita tampil agar dinilai, ya itu
akhirnya kita tergantung dengan
penilaian manusia.
Akhirnya kebahagiaan kita tergantung
komentar netizen.
Dan kemudian juga latih diri kita untuk
tidak bergantung kecuali kepada Allah.
Kita masih sering bergantung kepada
makhluk.
Keberhasilan kita bukan di tangan
makhluk, tapi di tangan Allah. kita
disuruh untuk ikhtiar, berusaha,
bekerja, ya. Tapi rezeki kita bukan di
tangan bos. Rezeki di tangan siapa? Al
Allah. Jadi latih diri kita seperti itu
sehingga lailahaillallah kita semakin
tulus. Nah, kalau seorang
lailahaillallah semakin tulus, maka dia
akan mendapatkan bagian syafaat yang
lebih banyak. Bab kita lanjutkan hadis
berikutnya.
Al Imam Bukhari berkata, Q hadana Utsman
bin Abi Syaibah q hadana Jarir an Mansur
an Ibrahim an Abidah an Abdillah
radhiallahu anhu qa Nabi sallallahu
alaihi wasallam inilamu akir ahlinari
khurujan minha wa ahlil jannati
dukhulan. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Sungguh aku benar-benar
mengetahui orang yang paling terakhir
keluar dari neraka dan orang yang paling
terakhir masuk surga." Ini seakan-akan
suatu yang otomatis ya. Dia paling
terakhir keluar dari neraka, berarti dia
paling terakhir masuk apa? surga. Ini
berarti ahli tauhid yang paling parah.
Dia tidak kekal. Kalau orang kafir kan
kekal. Berarti dia ahli tauhid. Enggak
tauhid. Dia bertauhid makanya dia tidak
kekal. Tetapi ahli tauhid yang paling
tukang maksiat
sehingga dia yang paling terakhir keluar
dari apa? Neraka. Semua teman-temannya
sudah keluar, sudah jadi alumni neraka.
semua dia belakangan waliadubillah ya
tapi ternyata dia masuk surga ya wa
akhiru ahlil jannati dukhulan dan dia
yang paling terakhir masuk surga rojulun
yakruju minanari kabwan seorang yang
keluar dari neraka kabuan kabuan tuh
apa merangka apa namanya berjalan dengan
perutnya apa bahasa Indonesianya
merayap ya saking parahnya susah
bisa jadi merayap ya dengan karena
susahnya dia keluar keluar dari neraka.
Fayaqulullahu idhab fadkulil jannah.
Setelah dia keluar dari neraka,
keluar dengan merayap dengan susahnya,
terseok-seok.
Maka Allah berkata kepadanya, "Pergilah
engkau, masuklah surga."
Fayatiha. Maka dia pun berjalan menuju
surga. Fayukhayu ilaihi anaha. Maka
dikhayalkan kepada dia bahwasanya surga
sudah penuh. Padahal belum penuh. Surga
itu luas.
Neraka juga luas. Surga sangat luas.
Tapi dikhayalkan kepadanya surga sudah
penuh. Mungkin baru digerbang, aduh
sudah full.
Fayarjiu. Maka dia balik. Fayakl dia
berkata kepada Allah, "Ya Rabbi
wajadtu'a." Ya Allah, aku dapati surga
sudah penuh. Fayakul Allah berkata,
"Idhab belum penuh. Pergi masuklah
surga." Fadkulil jannah. Pergilah masuk
surga masuk. Fayatiha. Dia datang kedua
kali.
Maka dikhayalkan kepada dia juga sudah
penuh. Dia balik lagi. Dia balik kepada
Allah. Fak dia berkata, "Ya waj ya rabku
aku dapati surga sudah full."
Allah berkata lagi yang ketiga kali.
Fayaqul idhab fadkulil jannah. Masuklah
engkau ke dalam surga. Fainna laka mlad
dunya wa asratu amsaliha. Sesungguhnya
bagimu
di surga itu seperti dunia dan 10 kali
lipatnya berarti 11 kali lipat dunia
ini.
A inna laka mla asrati amsalid dunya
atau engkau mendapati 10 kali lipat
kenikmatan dunia.
Maka kita tahu dunia nikmatnya kayak
apa. 10 kali lipat kira-kira kayak apa?
Siapa yang pernah jadi raja dunia?
Enggak ada. Adakah seorang raja nguasai
dunia ini? Enggak ada. Raja-raja
sekarang, tokoh-tokoh negara,
presiden-presiden sekarang, mereka hanya
menguasai
kecil dari dunia.
Itu pun mereka tidak menguasai dengan
sempurna.
Raja-raja masih khawatir. Mungkin ada
yang memberontak, ada yang merebut
kekuasaannya.
Tarulah seorang menguasai dunia, luar
biasa kenikmatan yang dia miliki. Ketika
dia menguasai apa? Dunia. Nah, bagaimana
kalau yang daerah kekuasaannya 10 kali
lipat dunia ini? Maka ini tentu sangat
suatu yang sangat banyak. Maka dia
berkata, "Taskru minni ahaqu minni wa
antal malik." Orang ini berkata, "Ya
Allah, engkau ngejek aku, Ya Allah,
sementara engkau adalah engkau nertawain
aku, ya Allah, sementara engkau adalah
maha raja."
Kata Ibnu Mas'ud, "Falaqad roitu Rasul
sahu alaihi wasallam dahahik." Ketika
Rasulullah meriwayatkan hadis ini, kata
Ibnu Mas'ud, "Aku melihat Nabi pun
tertawa mendengar perkataan orang ini,
"Ya Allah, engkau ngejek aku." Maksudnya
aku ini tukang maksiat dapat 10 kali
dunia. Yang benar aja katanya
gampangannya gitulah.
Maka kata kata kata Abdullah bin Masud
perawi hadis ini radhiallahu anhu falaq
rasul wasamik hatta badat nawajuhu aku
lihat Nabi tertawa sampai terlihat
gerahamnya
wana yuqal maka dan itu dikatakanika
adna ahlil jannati manzilatan itulah
penghuni surga yang paling rendah
ini dalil tentang bahwasanya
ada ahli tauhid yang masuk neraka dulu
baru masuk surga. Dan sudah kita
singgung pada sebelumnya, pertemuan
sebelumnya mereka dikenal dengan
jahanamiyun, yaitu orang-orang alumni
apa? neraka.
Makanya Ibnu Taimiyah mengatakan telah
datang riwayat mutawatir sangat banyak
menunjukkan ada ahli tauhid yang masuk
neraka
ya. Ada orang yang puasa masuk neraka,
ada orang yang salat masuk neraka,
bahkan ada orang yang haji masuk neraka.
Kapan? ketika ternyata maksiat yang
dilakukan lebih banyak sehingga
mengalahkan pahala-pahala yang diraih
dengan ibadah-ibadah tersebut. Mungkin
dia salat tapi maksiatnya luar biasa.
Mungkin dia haji tapi ternyata setelah
haji dia maksiat luar biasa. Ya, bahkan
ketika haji mungkin dia menzalimi sana
sini ya. Ya, mungkin dia sedekah tapi
ternyata maksiat luar biasa. Sehingga
tidak sebanding antara
pahala yang didapatkan dengan limpahan
dosa yang dia miliki sehingga membuat
dia masuk neraka.
Tapi karena dia ahli tauhid, maka dia
tidak kekal. Dia akan keluar suatu saat.
Nah, orang yang paling terakhir keluar
orang ini.
Ini orang ahli tauhid yang paling parah.
Ini yang paling parah aja tapi dapat 10
kali lipat apa? Dunia. Saya tanya sama
antum, mau enggak jadi orang ini?
Mau enggak masuk surga ini? Mau enggak?
Enggak mau ya. Enggak mau. Terakhir
lagi. Enggak mau. Meskipun dapat 10 kali
dun dunia. Tapi saya mau masuk neraka
dulu. Enggak mau.
Enggak usah masuk neraka. Mau enggak
masuk surga dapat 10 kali lipat dunia?
Mau enggak? Enggak mau juga.
Jadi ternyata dia masuk surga.
Selama surga ternyata Allah bilang, "Kau
akan mendapatkan kenikmatan 10 kali
pat." Ini dalil bahwasanya raja surga
yang paling kecil karena semua penghuni
surga raja kata Allah. Waidza roita
tsamma roaita naiman wa mulkan kabira.
Kalau kau lihat di surga kau akan
melihat berbagai macam kenikmatan dan
kau akan melihat kerajaan yang besar.
Maka setiap penghuni surga dia adalah
raja.
Tapi raja yang paling rendah ini raja
ini. Berapa kekuasaannya? 10 kali lipat
apa? Dun dunia.
Ini berarti kenikmatan surga yang paling
rendah. Karena di akhir hadis kata Rasul
sahu alaihi wasallam, "Dalika adna ahlil
jannati manzilatan." Dia adalah penghuni
surga yang paling rendah kedudukannya.
Itu saja sudah luar luar biasa seperti
ini. Tayib
perkataan dia ketika Allah mengatakan
kau akan dapat 10 kali lipat dunia maka
dia mengatakan taskharu minni. Ya Allah,
Engkau ngejek aku. Dalam riwayat yang
lain, tasar min anta rbul alamin. Ya
Allah, Engkau ngejek aku sementara kau
penguasa alam semesta. Apa tafsirannya?
Beberapa tafsiran ya.
Kenapa dia mengucapkan perkataan
demikian ya?
ada yang mengatakan ya,
yaitu saking dia ee gembiranya dia
ngomong gitu saking gembira
sehingga dia dikasih tahu karena dia
baru aja lolos dari apa? Neraka. Dia
tahu dahsyatnya neraka seperti apa.
Terus dibilang masuk surga luar biasa
ya. Bahkan dalam riwayat yang lain
ketika dia keluar masih kena
hantaman-hantaman neraka. Kemudian dia
berkata, "Ya
lamma laqad aonallahu
saian mau ahadan minal awalin wal
akhirin." Ketika dia selamat dari neraka
dia mengatakan sungguh laqad najallahu
najaniallahu sungguh Allah telah
menyelamatkan aku dari engkau wahai
neraka. Kemudian dia berkata,
"Laqallahuan
ahad minal aalin wal akirin." Allah
telah memberikan aku nikmat yang tidak
pernah Allah berikan kepada seluruh
manusia dari awal sampai akhir. Padahal
nikmatnya cuma apa? Selamat dari neraka.
Tapi dia merasa nikmat yang sangat luar
biasa. Selamat dia tidak dibakar lagi
pada hari itu, pada saat itu menunjukkan
dia sangat bahagia. Sehingga dia bilang
ini nikmat terbesar yang tidak pernah
Allah berikan kepada orang seluruh
manusia dari awal dari nik Adam sampai
hari kiamat. Enggak ada akal dia saking
lupa karena saking bahagia dia. Karena
saking bahagianya maka dia berkata, "Ya
Allah, ini serius enggak, Ya Allah?"
Gitu maksudnya
ya. Sampai enggak bisa pikir dengan
tenang. "Ya Allah, kok kasih begini ya?
Serius enggak?" Gitu. Ini pendapat
pertama.
Pendapat kedua bahwasanya dia takut
jangan-jangan ini enggak benar.
Karena bilang, "Ya Allah, maksudnya
bukan enggak benar takut. Jangan-jangan
apa pantas?" Maksud saya, maksud saya
dia merasa dia takut. Apa saya pantas,
"Ya Allah, Engkau seriusk, Ya Allah,
sementara saya baru saja keluar dari
apa? Neraka. Apakah saya pantas
mendapatkan kenikmatan 10 kali lipat
dunia? Kau ngejek aku ya Allah?"
Enggak. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Walakini alama asya qadir." Saya tidak
ngejek, tapi saya mau kasih apa yang
saya maui. Saya mampu memberikan apa
yang saya kehendaki.
Itu makanya dia mengatakan, "Apakah kau
mengejekku, ya Allah? Ya, sementara
engkau adalah Tuhan."
Atau pendapat ketiga
yaitu dia tahu bahwasanya Allah maha
baik. Sehingga dia bilang,
"Benar nih ya Allah." Gampangannya
demikian. "Benar nih saya dapat segini
ya Allah." Tapi dia ungkapkan dengan
apakah kau ngejek aku ya Allah? Ya,
intinya ternyata orang ini orang yang
paling terakhir masuk surga ternyata
mendapatkan kenikmatan yang luar luar
biasa ya.
Dan Nabi sallallahu alaihi wasallam
setelah meriwayatkan ini Rasulullah
tertawa.
Ibnu Mas'ud setelah meriwayatkan hadis
ini juga tertawa mengikuti
ya tawanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya.
Dalam riwayat yang lain, Rasulullah sahu
alaihi wasallam
ee setelah setelah meriwayatkan hadis
ini kan dalam riwayat tadi laki-laki
tadi berkata, "Attatqu minni wa antal
malik." Ya Allah, kau nertawain saya
sementara engkau adalah
raja maharaja. Maka Rasulullah setelah
meriwayatkan hadis, Rasulullah tertawa.
Ya. Dan Ibnu Mas'ud setelah meriwayatkan
hadis ini, Ibnu Mas'ud juga tertawa.
Kemudian ketika Ibnu Mas'ud tertawa,
faqalu mimq. Orang-orang bertanya,
"Wahai Ibnu Mas'ud, kenapa engkau
tertawa?" Ketika meriwayatkan hadis ini
radhiallahu anhu, Ibnu Masud ditanya,
"Faqala hak faala Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam." Rasulullah ketika
mereka kata si beliau juga tertawa
dan beliau tertawa kenapa?
minikbilamin
hinaqastahziu
atastaziu minni.
Kenapa? Karena Allah tertawa. Ketika
Allah kabarkan kepada lelaki tadi,
"Engkau akan mendapatkan kenikmatan 10
kali lipat dunia." Maka orang ini
berkata, "Kau ngejek aku, ya Allah."
Maka Allah tertawa. Allah berkata, "La
astahziu minka. Saya tidak mengejekmu.
Wakinni al ma asyau qadir. Tetapi aku
maha kuasa, maha mampu atas apa yang aku
kehendaki.
Di sini Ibnu Mas'ud tertawa,
Nabi tertawa, Allah juga tertawa.
Tetapi tertawanya Allah tidak sama
dengan tertawanya manu manusia.
Sebagaimana zat Allah tidak sama dengan
zat manusia. Sebagaimana wajah Allah
tidak sama dengan wajah manu manusia.
Yang jelas Allah tertawa.
Sampai dalam hadis ada yang bertanya,
"Aytaquuna
ya Allah apakah Tuhan kita tertawa?"
Kata Nabi. Ya. Maka sahabat berkata,
"Lanimal khair lanima alhair minbin
yathaq." Kita tidak akan kehilangan
kebaikan kalau Tuhan kita masih ter bisa
tertawa. Ya, artinya Tuhan maha baik
kalau begitu ya. Bukan Tuhan yang selalu
marah ya, tapi dia juga rida, dia juga
sampai pada derajat tertawa. Tapi
bagaimananya kita ndak ndak tahu ya.
Tib kita sampai pada hadis yang terakhir
pada bab ini.
Al Imam Bukhari berkata, "Qala hadasana
Musaddad qa hadana Abu Awanah an Abdil
Malik an Abdillah bin Harit bin Naufal
Abbas radhiallahu anhu
paman Nabi Al Abbas bin Abdul Muthalib
annahu qala lin Nabi sallallahu alaihi
wasallam dia berkata kepada Nabi, "Hal
nafa'tta aba thibin bisyaiin?" Ya,
apakah kau beri manfaat kepada pamanmu
Abu Thalib wahai Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam? Ya, kita tahu
bahwasanya
ee
Al-Abbas adalah saudaranya Abu Thalib.
Karena Nabi punya paman banyak ya. Di
antara paman-paman Nabi adalah yang
masuk Islam Hamzah dan Al-Abbas. Ketika
Nabi menjadi seorang Nabi ketika di usia
40, paman Nabi tinggal empat orang. Abu
Lahab, Abu Thalib, Hamzah, Alabbas.
Abu Lahab mati kafir memusuhi dakwah
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan
empatempat paman ini macam-macam
modelnya. Abu Lahab memusuhi dakwah Nabi
sampai akhirnya mati dalam kondisi
kafir. Abu Thalib membela dakwah Nabi
tapi mati kafir.
Hamzah masuk Islam di awal dan meninggal
dalam perang Uhud pada tahun 3 Hijriah.
Al-Abbas bin Abdul Muthalib masuk Islam
belakangan. Dia kalau enggak salah masuk
Islam tahun 7, tahun 8 Hijriah.
Belakangan baru masuk Islam. Dan ketika
Nabi meninggal dia masih hidup. Ketika
Nabi meninggal dia masih hidup. Alabbas
bin Abdul Muthalib. Makanya ketika musim
kemarau di zaman Umar, Umar minta
Alabbas untuk berdoa. Kata Umar, "Kunwal
Allahumma kunwal binabika fatusina." Ya
Allah, kami dulu waktu Nabi masih hidup,
kami bertawasul dengan doa nabi kami dan
kau turunkan hujan.
Nabi sekarang kami bertawasul dengan
paman nabimu yaitu Alabbas bin Abdul
Muthalib. Maka berdoa kemudian turunlah
apa? Hu hujan. Alabbas dari Ahlul Bait.
Ee
dan ketika
Abu Thalib meninggal dunia, lebas kenal
siapa Abu Thalib karena saudaranya.
Saudara sebapak tapi lain ibu. Ya, sama
bapaknya siapa? Abdul Muthalib. Alabbas,
Hamzah, Abu Thalib, Abu Lahab, Alabbas,
Hamzah. Semua bapak mereka namanya Abdul
Muthalib, kakek Nabi. Tapi ibu mereka
beda-beda. Ibu mereka beda-beda. Maka
sebagai saudara, Alabbas bertanya,
"Wahai Rasulullah, gimana pamanmu
satunya itu Abu Thalib? Bagaimana
saudaraku Abu Thalib? Apakah ada manfaat
yang kau berikan kepadanya?"
Ya, dalam riwayat yang lain,
Alabbas berkata, "Kana yahutuka fainnahu
kana yahutuka.
pamanmu dulu membelamu dan marah dalam
rangka membelamu. Ya, dan memang Abu
Thalib ya ee
mengatakan tidak ada seorang pun yang
bisa melukaimu. Hatta
hatta udfana fiata
wasada fit turabi dafina sampai aku
mati. Kalau aku belum mati, aku akan
bela engkau wahai Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Nah, ada manfaatnya
enggak? Dia dulu marah bela engkau. Maka
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
mengatakan dalam riwayat yang lain, naam
ada manfaatnya. Hua fi dahhdahin minar.
Dia berada di percikan api neraka.
Dahdah itu adalah saya sering sampaikan
yaitu sungai yang surut sehingga airnya
tinggal sedikit. Kalau kita berjalan di
sungai tersebut, maka air cuma mengenai
kaki atau telapak kaki. Tidak sampai
melewati mata mata kaki. Nabi mengatakan
api yang mengenai Abu Thalib cuma
sekitar kakinya, cuma di bawah.
Itu manfaat yang aku berikan kepadanya.
Laula ana lana firil asfal minanar.
Kalau bukan karena aku, dia sudah di
neraka yang paling yang paling bawah.
Ini eh
kata Nabi. Ya, ini menunjukkan
bahwasanya Abu Thalib disiksa dengan
siksaan yang paling ringan. Jadi itu
sudah cukup menyiksanya
meskipun api cuma kena kakinya tapi
otaknya mendidih. Saya saya sudah
sampaikan kata Nabi, "Kalau bukan karena
aku, dia sudah di neraka yang paling
dasar." Kenapa Abu Thalib berhak
mendapatkan azab yang sangat pedih?
Kenapa? Karena dia sudah tahu kebenaran
Nabi dan dia tahu dia melihat mukjizat
Nabi dan Nabi adalah ponakannya dan dia
tahu kebenaran. 100% dia tahu kebenaran
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tapi
dia tetap membangkang. Maka orang ini
sudah ditegakkan hujah luar biasa.
Seandainya Nabi tidak kasih syafaat, dia
di neraka yang paling apa? Bawah. Beda
dengan orang yang mungkin
sedikit-sedikit tahu, masih samar-samar.
Enggak. Kalau Abu Thalib, dia ngerti
betul bahwasanya Muhammad itu dalam di
atas kebenaran. Cuma dia mendahulukan
egonya, tidak mau dihina oleh kaumnya.
Dia mengatakan
Muhammadina.
Sungguh aku telah mengetahui agamanya
Muhammad agama yang terbaik. Kalau bukan
takut cercaan dan celaan, engkau akan
dapati aku terang-terangan masuk Islam.
Jadi dia tahu kebenaran. Orang seperti
ini siksanya lebih parah seperti Yahudi.
Yahudi kan tahu kebenaran enggak
maksudnya parah. Munafik tahu enggak
kebenaran? Tahu. Sini paling parah. Beda
dengan orang yang mungkin tahu-tahu
sedikit. Tapi Nabi bilang, "Seandainya
bukan karena aku, dia di neraka yang
paling bawah Abu Thalib ini. Bukan
seperti kafir-kafir lainnya, tetapi
karena aku kasih syafaat." Dan ini
syafaat khusus
asalnya orang kafir tidak dikurangi
siksaannya.
W yukhafau anhu minzabiha. Kata Allah,
"Tidak dikurangi siksaan orang kafir
sama sekali. Enggak ada." Kecuali siapa?
Abu Abu Thalib. Karena dia jasanya besar
kepada Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Sehingga nerakanya paling
ringan. Api hanya mengenai kakinya. Itu
sudah membuat otaknya men mendidih.
Intinya jangan coba-coba masuk neraka
ya. Jangan bilang cuma sebentar. Seperti
perkata orang Yahudi, waqu lan
tamassananaru illa ayyaman ma'dudat.
Kami tidak akan masuk neraka kecuali
cuma beberapa hari. Itu keyakinan sampai
sekarang. Saya punya kawan di Melbourne.
Dia kerja sama bosnya orang Yahudi dan
dia ngobrol sama bosnya. Bosnya bilang,
"Ya, kita pun kalau masih neraka cuma
beberapa hari."
Beberapa hari sama dalam Al-Qur'an. Jadi
mereka mengatakan, "Kami tidak akan
kalaupun kami nakal senakal-nakalnya,
kami bunuh Nabi, bunuh ini, bunuh ini,
bunuh orang, bunuh orang Palestina
semuanya paling cuma beberapa hari. Mau
zina, mau ngerampok, mau apa, mau kurang
ajar. Sekurang-kurang ajar. Jadi iblis
di dunia cuma beberapa hari di neraka.
Kebohongan yang mereka yakini." Tayb.
Kalaupun masuk beberapa hari itu tidak
gampang ya, akhi.
Baru tersentuh sedikit otak mendidih
siapa yang kuat?
Otak mendidih sementara kok tidak mati.
Kalau mati masih mending enggak mati.
Saya baru tahu ada apa namanya ee ada
kawan kena asam urat kemudian nyerinya
tuh ternyata nyeri itu
bertingkat-tingkat. Iya. Enggak. Kalau
dalam medis tuh kenyerian tingkat
sekian, tingkat sekian. Itu kalau tubuh
sudah saking nyeri enggak kuat pingsan.
saking nyerinya enggak kuat sampai
gemeter pingsan. Ada kalau nyeri sudah
tingkatan misalnya 50, 100. Kalau
nyeri-nyeri biasa mungkin baru tingkatan
5, 7, 8. Ada tingkatan di medis. Kalau
sudah saking nyeri tubuh enggak kuat
pingsan. Nah, bagaimana kalau tidak
dibuat pingsan? Nyeri tetap kerasa. Wah,
luar biasa sakitnya. Di neraka tidak
dibikin mati. Senyeri-nyerinya,
sesakit-sakitnya tidak mati-mati. Ya,
ini siksaan luar luar biasa. Maka jangan
coba-coba masuk neraka jahanam. Demikian
wabillahi taufik wal hiha.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.