Transcript
6OB1A2xw3TQ • ASN Mengaji Seri 3 | 2026 - Fiqih Munakahat Eps. 04: Siapa Sajakah Mahram Kita?
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0293_6OB1A2xw3TQ.txt
Kind: captions
Language: id
wabihi nastain umur win
wasatu wasalamu ala asrofil iya wal
mursalin
sayyidina wa maulana muhammadin
wa ala alihi wasohbihi ajmain amma ba'du
hadratul kiram almuktaramin
yang kami hormati
ustaz kiai haul faid alfaizin
dan yang kami muliakan
Para jamiyah Masjid Al-Huda yang
dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
Alhamdulillah.
Pertama-tama marilah kita selalu
senantiasa memanjatkan puji syukur ke
hadirat Allah Subhanahu wa taala atas
karunia-Nya kita semua masih diberi
kesehatan,
diberi kenikmatan,
diberi kesempatan
sehingga kita bisa melaksanakan jemah
salat zuhur sekaligus mengikuti kajian
ASN mengaji.
Mudah-mudahan amal ibadah panjenengan
sedoyo dicatat kalian oleh Allah dan
dijadikan Allah sebagai amalan ingkang
saleh maslakah fid wadunya wal akhirah.
Yang kedua kalinya selawat dan salam
tetap kita sanjungkan kepada Nabi Agung
Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang
telah memberikan bimbingan kepada kita
semua yaitu berupa addinil Islam.
Para jamiyah Masjid Al-Huda yang
dirahmati oleh Allah.
untuk kajian ASN pada siang hari ini,
fikih munakahat dengan tema mahram yang
mana akan disampaikan oleh Ustaz K. H.
Abdul Faid Alfaizin. Kepada beliaunya
kami persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
wasalamu ala sayyidil mursalin sayyidina
Muhammadin
wa ala alihi wasohbihi wabarik wasallim
ajmain. Qolu subhanaka la ilma lana illa
maamtana innaka antal alimul hakim.
Allahumma alaina futuhal arifin waja'al
a'malana kholisatan liwajhikal karim.
birahmatika ya arhamarahimin.
Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul
uqdatan min lisani yafqahohu qoli. Amma
ba'du. Para jemaah ASN Mengaji Masjid
Al-Huda. Alhamdulillah kita oleh Allah
masih diberikan nikmat sehat walafiat
sehingga kita bisa berkumpul di majelis
yang insyaallah penuh barokah ini.
Semoga setiap langkah kita menuju
majelis ini menjadi penggugur dosa-dosa
kita. menjadi peningkat derajat kita.
Dan semoga Allah Subhanahu wa taala
selalu memudahkan setiap langkah kita
menuju surganya Allah Subhanahu wa
taala. Amin ya rabbal alamin. Para
jemaah, kita hari ini akan membahas tema
yang sangat penting terkait tentang
masalah mahram. Ini banyak yang salah
kaprah di antara kita. Nanti insyaallah
akan kita bahas satu persatu.
Nah, yang benar mahram atau muhrim?
Bukan muhrim atau bukan mahram?
[tertawa]
Yang sering kita dengar itu bukan bukan
muhrim. Itu yang salah kapra.
Muhrim itu artinya orang yang ihram.
Jenengan kalau umrah, kalau bapak-bapak
ke umrah pakai pakaian yang dua lapis
itu, pakai pakaian putih yang dua itu,
itu namanya
muhrim. karena sedang berihram.
Jadi muhrim itu artinya adalah
orang yang sedang melaksanakan ihram.
Tapi kalau orang yang bukan saudara itu
namanya apa?
Mahram. Jadi yang benar mulai sekarang
bukan mahram. Jangan ngomong bukan
urib. Satu paham nggih? Di sini pakai
apa? Muhrim. Mahram
muhim.
Ya, benar. Ada ada benarnya, Pak.
Tenang, saya bela. Jadi kalau jenengan
ngomong bukan muhrim, ada benarnya.
Kenapa kok ada benarnya? Karena kan
jenengan di Indonesia kan gak sedang
ihram. Makanya kalau dikatakan bukan
muhrim ono benere gak?
Benar. Artinya orang yang belum ihram.
Tapi kalau yang dimaksud orang yang
haram dinikah itu keliru. Satu. Nomor
dua, istri itu mahram atau bukan?
Istri mahram atau bukan?
Istri mahram. Mahram.
Weh, saya tanya mahram itu artinya apa?
Perempuan yang haramik
dinikah.
Pertanyaan saya, istri jenengan haram
atau gak?
Buktinya enggak haram?
Ya, sekarang jadi istri jenengan kan.
Berarti istri itu mahram atau bukan?
Bukan mahram.
Paham? Nggih.
Saya ulang lagi. Istri bukan
bukan mahram.
Nanti di mazhab Syafi'i
menyentuh perempuan yang bukan mahram
membatalkan wudu.
Karena itu kalau dalam mazhab Syafi'i
nyentuh istri itu membatalkan wudu.
Makanya ibu-ibu kalau dalam mazhab
Syafi'i gak usah terlalu shah kat masjid
sungkemise loh itu batal kalau Syafi'i.
Kenapa? Karena istri bukan bukan mahram.
Bersentuhan perempuan yang bukan mahram.
Kalau mazhab Syafi'i wudunya batal.
Paham nggih? Ada dua yang perlu saya
luruskan. Satu, mahram bukan muhrim.
Nomor dua, istri itu jangan sekali-kali
ngomong mahram karena istri kita bukan
mahram. Buktinya bukan mahram sekarang
jadi istri kita. Paham nggih?
Mahram itu berasal dari kata haram.
Kenapa kok berasal dari kata haram?
Karena mahram itu adalah orang yang
haram dinikah. Jadi perempuan yang haram
dinikah itu namanya mahram. Nah,
perempuan mahram dinikah itu ada banyak
nanti. Ada yang haram selamanya, ada
yang haram karena ee dikumpul, ada yang
haram karena kerabat atau karena rada
atau lain sebagainya. Nanti akan kita
bahas satu persatu pun satu, apa saja
hal-hal yang terkait dengan mahram?
Satu, haram nikah.
Menikahi mahram itu haram, tapi kalau
selain mahram itu boleh. Nanti ada
beberapa yang ingin saya sampaikan nanti
banyak hal. Yang kedua, salaman.
Salaman dengan mahram boleh. Tapi kalau
selain mahram gak boleh. Jenengan
salaman sama ibu,
sama istri,
sama istri boleh. Karena istri itu
wanita halal.
Paham nggih? Orang lain tapi sudah
halal. Salaman sama anak
asalkan bukan anak tetangga.
[tertawa]
Salaman sama anak kandung boleh karena
mahram. Tapi kalau jenengan salaman
bukan dengan mahram gak boleh. Paham
nggih? Khalwat berduaan.
Jenengan naik mobil berduaan bareng sama
istri boleh. Satu kamar bareng sama anak
boleh karena mahram. Sama istri karena
halal sama anak karena mahram sama ibu
boleh. Tapi kalau berduaan sama teman
kantor
gak boleh karena bukan mahram. Kecuali
teman kantornya adalah anaknya sendiri.
Paham? Ng boleh. Tapi kalau teman
kantornya bukan anaknya sendiri kok tek
kantor
paham nggih berdua gak boleh pun ini mah
jadi kholwat berduaan makanya ngapunten
ngapunten kalau ibu-ibu naik grab mobil
itu kalau naik Grab mobil usahakan yang
kacanya terbuka
kacanya terbuka itu artinya kan ada kaca
itu yang gelap Pak
nggih Bu nggih ada yang gelap ya kaca
yang ee transparan lah. Satu. Nomor dua,
kalau saya kalau istri saya itu kalau
enggak pepaksa, saya seingat saya enggak
pernah istri saya kalau naik Gojek atau
Grab itu pasti mobil bukan sepeda motor.
Saya pernah di mana itu saya lupa itu
mau gak mau harus naik Grab. Akhirnya
saya pesan dua. Saya pesan dua. Saya
bilang sama orangnya, "Pak, sampeyan
gonceng koncone sampean. Aku tak gonceng
bojoku dewe. [tertawa] Aku gak gelem
bojoku digonceng sampean." Loh, karena
kan bukan mahram. Saya kalau terpaksa
itu gitu. Saya kalau terpaksa gojek
sepeda motor kan enggak ada enggak
jalurnya kan mobil gak bisa masuk. Nah,
bisanya pakai motor. Ya sudah, saya
akhirnya nyewa dua. Saya bilang sama
ininya suruh goncengan sama teman istri
saya tak gonceng sendiri. Karena bukan
mahram paham nggih. Pun.
Nah, nomor dua, batasan aurat. Kalau
mahram auratnya enggak terlalu ketat.
Jenengan ketemu anak kaosku tangan tok
gak apa-apa. Tapi kalau anak tetangga
gak boleh. Boleh.
Gak boleh, Pak. Jangankan itu, gak pakai
kerudung gak boleh. Paham nggih? Nomor
dua, teman safar. Jadi kalau kita
bepergian jauh itu kalau berduaan dengan
mahram boleh. Nah, nomor dua pembatal ee
selanjutnya pembatal wudu. Ini hal-hal
yang terkait tentang masalah yang
berkaitan dengan mahram pun satu. Kita
bahas satu persatu. Haram nikah. Nah,
haram nikah itu ada haram selamanya, ada
haram yang berbatas waktu. Haram
selamanya itu seperti nasab,
rada, menyusui, pernikahan. Nanti ada
beberapa yang selama-lamanya. Artinya
selama-lamanya gak bisa kumpul sama
sekali. Tapi ada yang haram berbatas
waktu. Contoh menikahi saudari boleh apa
gak? Ndak boleh kalau jadi satu. Tapi
kalau digelir boleh.
Awal nikah sama kakaknya, kakaknya
meninggal nikah sama adiknya. Boleh kan?
Boleh.
Atau awal nikah sama kakaknya, setelah
itu cerai nikah sama
adiknya. Tapi kalau gabung langsung
itu gak boleh. Itu namanya haram,
berbatas waktu. Artinya haram kalau
dikumpulkan, kalau dipisah boleh. Paham
nggih? Pun ada yang haram
selama-lamanya. Anak itu selama-lamanya
haram. Makanya ini yang sering saya
ngomong sama bapak-bapak.
Jenengan mek buka cabang minimal gawe
wasiat.
Tahu buka cabang? Jenengan sing rentan
iki bapak-bapak. Soalnya [tertawa]
loh yang dikhawatirkan begini. Yang
dikhawatirkan jenengan ASN kan sering
keluar kota kan nang Malang buka cabang,
engkok nang Probolinggo buka cabang,
nang Banyuwangi
buka cabang, maring ngono nang Jakarta
buka cabang. Ndak ono sing weruh.
Ah yang dikuhawatirkan begini,
yang di rumah yang resmi kan punya anak.
Nah, yang cabang-cabang 1 2 3 ini kan
gak ada yang tahu. Sama-sama punya anak
loh. Kok ketemune? Ketemu tek kampus.
Ketemu tek kampus seneng nikah. Sampeyan
wis mati ndak ono sing weruh.
Paham nggih? Wis duwe anak 10 kawit eruh
adikku dewe.
Loh kan seakan. Kenapa kok seakan?
Karena ini haram nikah selama-lamanya.
Kalau sudah ketemu wajib bisa gak bisa
kumpul lagi.
Loh kan seakan Pak kan katanya yang
menyakitkan itu adalah berpisah saat
senang-senangnya.
Bayangkan jenengan suami istri wis duwe
anak 10 wis nikah sekian puluh tahun
baru ketemu kalau dia punya punya cabang
dan ini adalah adiknya sendiri. Maka gak
mau gak mau harus pisah selama-lamanya
gak bisa kumpul lagi ini lah kan kasihan
seperti ini. Makanya ayo yang sudah
terlanjur buka cabang buat surat
pernyataan atau video klarifikasi.
Jenengan-jenengan harus klarifikasi nak
hati-hati tek Malang iki ono dulurmu
iki. Tek Proinggo ono dulurmu iki. Tek
Banyuwangi. Ono dulurmu iki. Itu minimal
anak asli harus tahu khawatir kejadian
kayak tadi. Paham nggih?
pun saya enggak perpanjang itu Pak koy
aurane lihat saya beda soalnya [tertawa]
pun lanjut
haram bersalaman Siti Aisyah mengatakan
wallahi ma ak rasulullah alisaq illa
bima amarah wat kau rasulillah kafamatin
q kata Siti Aisyah demi Allah tidak
pernah tangannya Rasulullah menyentuh
tangannya nya perempuan yang bukan
mahramnya. Kalaupun beliau baiat, beliau
baiat lewat lesan. Ada yang satu riwayat
Rasulullah itu pernah tapi pakai
penghalang. Tapi tidak pernah Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam salaman sama
orang lain. Perempuan selain mahram,
selain istri tidak pernah langsung
bertemu kulit. Inilah haramnya
bersalaman selain dengan mahram. Paham
nggih? Salaman sak koncoan boleh.
Teman kantor salaman.
Kadang-kadang boleh hukum aslinya ndak
boleh gitu aja, Pak. Mbok menowo
sampeyan yo salaman wis ngaku salah gitu
loh. Nggih. [tertawa] Paham nggih. Loh
saya termasuk saya pribadi ya. Monggo
kalau ada yang lain monggo. Saya
termasuk orang yang pegang ini. Jadi
saya meskipun sama santri kalau bukan
mahram kalau anaknya dewasa saya enggak
mau salaman. kecuali ya santri yang
masih kelas TK gitu, kelas SD yang masih
tidak layak untuk disenengilah.
Itu saya mau salaman. Saya kan di rumah
itu ada sekolah SMP, SMA itu saya kalau
ada anak-anak siswi-siswi yang mau
salaman, saya selalu begini, Pak.
Kenapa? Karena saya berpikir saya
termasuk orangnya masih normal, Pak. Se
ono nyetrumi.
Paham ngih? Makanya saya harus cari
diri. Makanya saya meskipun ke siswi
kalau sudah balek saya kalau diajak
salawan pasti begini. Istri saya juga
sama. Istri saya ngajar juga di SMP. Di
SMP itu juga sama. Kalau muridnya yang
laki-laki mau salaman pasti begini.
Karena sudah rata-rata sudah dewasa
semua. Pun di atas riwayat dia katakan
lautana fiulin bimikyat min hadidinirun
lahu min ayyamroatan
laillu lahu. Kata Rasulullah, lebih baik
ditusuk kepala dengan besi dibandingkan
seseorang. kemudian menyentuh orang lain
perempuan yang tidak halal baginya. Ini
dalil haramnya bersalaman kecuali kepada
mahram pun lanjut. Haram berkhalwat.
Khalwat itu artinya apa? Khalwat itu
berduaan ndak dilihat orang. Ya, kalau
jenengan di masjid sini, di situ ada
ibu-ibu, di sini ada laki-laki. Ini
enggak kholwat. Kenapa? Karena terbuka.
Paham nggih? karena terbuka. Tapi kalau
jenengan di kantor tertutup
kemudian kacanya gelap loh kok berduaan
sama teman kantor itu kholwat. Paham
ngih? Kecuali kacanya nih. Makanya saya
tadi ee ngomong kalaupun istri jenengan
terpaksa naik Grab, naik Gokar, usahakan
yang kacanya terlihat yang sekiranya
andaikan ada apa-apa dari luar itu
kelihatan. Apa fungsinya Rasulullah
memerintahkan tidak khalwat? Karena
kalau laki-laki perempuan kumpul dua,
yang ketiga itu setan. Jenenge
api ketemu bensin yo pasti nyetrung
nyekabong. Paham nggih? ee jenenge
kucing ketemu iwak
yo pasti yo ngo [tertawa]
makanya saya termasuk yang paling anti
di sekolah ada belajar kelompok di rumah
salah satu siswa saya paling ganti saya
kalau di sekolah saya ada seperti itu
saya marahi kecuali didampingi orang tua
loh bayangkan, Pak ngapunten nggih
jenengan belajar kelomplok tig empat
orang kumpul laki perempuan ketepatan
Jenengan keluar kota rumahnya sendirian
sepi. Wong papat lanang wedok. Alasan
kerja kelompok kumpul di kamar.
Siapa yang bisa memastikan ini kerja
kelompok atau kelompok kerja?
Paham nggih? Loh, makanya ini yang
penting kita pahami. Makanya saya paling
enggak setuju dengan yang namanya kerja
kelompok itu. Enggak enggak setuju saya
ya. Kenapa sih enggak di sekolah saja?
Kenapa? Kalaupun mau kerja kelompok ya
ada orang tua atau apa? Saya paling
enggak setuju karena banyak kasus, Pak.
Banyak kasus. Ibu-ibu juga sama. Kalau
dengan punya anak, hati-hati anak
jenengan kalau ada kerja kelompok saya
lebih baik nentang kebijakannya
dibandingkan anak saya yang dikorbankan.
Kemudian dia rusak gara-gara seperti itu
aja kelompok ini. Paham nggih? Pun.
Di hadis dikatakan Rasulullah Imam Ahmad
manana yminu billahi wal yaumil akhir
fala yaklu bimroatin laisa maaha mahrom.
Orang yang punya iman kepada Allah dan
hari akhir jangan pernah berkholwat
berduaan dengan perempuan yang tidak
mahram. Fainnaahuma
asyaitan. Karena pasti yang ketiga
adalah setan. Jenengan janjian dengan
rekan kerja di kafe mari ngono mari tek
kafe janjiane tek hotel loh iki pasti
sing ketelu ya setan paham ini yang
kemudian harusil nahitulwa
ijtimaun
maahatan
bikilafiatan
yang dimaksud khwah itu adalah kondisi
kumpulnya laki-laki perempuan yang
mengundang fitnah tidak tampak berduaan
berbeda kalau tidak ada ya seperti di
sini kelihatan semuanya itu kan aman
paham nggih pun lanjut
nah ini kholwat yang diperbolehkan
waminal mubah aidon alwah bimam firadi
rajulin bimroatin fi wujuhinas tidak
termasuk khalwat adalah ada laki-laki
perempuan kumpul jadi satu tapi bisa
disaksikan banyak orang ya kayak di tadi
Saya contohkan masjid jenengan di sini
ada yang salat duha di pojok, ada
perempuan yang salat duha di pojok kan
berduaan tapi kan terbuka semuanya bisa
lihat itu tidak khalwat. Jenengan naik
Grab, Grab-nya terbuka artinya
transparan kacanya semua orang bisa
melihat itu bukan khalwat dan jalurnya
dalam kota beda dengan di hutan gitu
nggih. Itu enggak boleh. Paham nggih?
Pun ini yang termasuk terkategori
kholwat yang diperbolehkan. Lanjut.
Aurat di depan mahram. Aurat di depan
mahram itu kalau Syafi'i gak ketat.
Syafi'i aurat di depan mahram itu antara
pusar sampai lutut. Jadi perempuan itu
kalau di depan mahram itu seperti itu.
Asalkan tidak menimbulkan fitnah. Jadi
seorang yang mahram gak kudungan, kausan
tok, dasteran. Kalau ke mahram boleh,
tapi kalau bukan mahram gak boleh. Paham
nggih? Pun. Ini terkait tentang masalah
mahram.
Nah, ini tadi saya katakan keturunan
mahram ee aurat di depan mahram. Kalau
Syafi'i antara pusat dan lutut meskipun
ada beberapa perbedaan pendapat, saya
gak akan bahas ini karena ini nanti akan
ada pembahasan lain ketika membahas
tentang masalah aurat pun saya fokusnya
ke mahram.
Nah, safar tanpa mahram Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam melarang
perempuan melakukan perjalanan jauh
sendiri kecuali dengan dengan mahram
atau dengan perempuan lain. Pun ayat
mahram itu di antaranya ada pada surah
An-Nisa ayat 22. Allah Subhanahu wa
taala berfirman, "Wala tankihu ma nakaha
abaukum
minanisai illa ma qod salaf."
Kemudian bisa dibaca di surah An-Nisa
23. Tidak perlu saya baca. Ini dalilnya
gak perlu saya baca. Kesimpulannya saja
saya baca. Jadi mahram itu ada tiga. Ada
yang karena kekerabatan, ada yang karena
persusuan.
Ada yang karena pernikahan. Ini yang
akan kita bahas satu persatu. Yang
karena kerabat itu ada tujuh. Satu, ibu
ke atas. Ibu, Mbah, Buyut, Cangga. Siapa
lagi? Dukune cangga. Udek-udek manten
udek-udek
sewur.
Gantung sewur
gantung sewur. Mantun niku
tahu [tertawa]
sampai dukur.
Umpama jenengan ketemu ibunda Hawa boleh
salaman gak?
Boleh.
Boleh. Karena ibunda Hawa itu ibu kita
lurus terus. Paham nggih? Ini yang
pertama. Yang kedua bintun putri ke
bawah
anak,
cucu, cicit, terus
cangga, terus ya sampai nisor itu mahram
semua. Pokok sampai ke bawah itu mahram
semua. Kemudian saudari, baik saudari
kandung.
Saudari kandung itu maksudnya bapak ibu
podo. Ada saudari sebu ibu podo bapak
bedo. Ada saudari seayah
ibu bedo bapak siji. Semuanya saudari
ini mahram. Kemudian alkhalah
bibik dari ibu. Berarti saudarinya
ibu itu mahram. Kemudian ammah. Kalau
bahasa Arab bibik itu ada dua. Ada bibik
ibu namanya khalah. Bibik dari ayah itu
namanya amma. Berarti bibik dari ayah
itu saudarinya ayah. Kemudian bintul
akhi putri saudara ponaan sampai
meningsor mahram. Kemudian bintul ukhti
ponaan dari saudari perempuan, ada
ponaan dari saudari laki
pun. Nah, ini yang penting yang ingin
saya sampaikan. Maka yang ingin saya
sampaikan bukan termasuk mahram adalah
satu anak zina.
Sik niki penting. Saya dulu pernah
jelaskan ngih sekilas nggih.
Anak hasil perzinaan itu tidak ada nasab
ke ayah, nasabnya ke ibu. Ini
naudubillah. Wis pokok hati-hati mandar
mugo anak putu kulo selamat dari ini.
Ada A
zina dengan B.
Nah, A zina dengan B hamil. A ini
laki-laki.
B ini perempuan hamil kan? Hamil artinya
ketika ini berhubungan intim belum
dinikah.
Ketika belum dinikah ini hamil. Hamil
punya anak C.
Maka
C ini statusnya adalah anaknya B, bukan
anaknya A.
Nasabnya tidak ke Bapak meskipun ayah
biologis,
nasabnya hanya ke ibu.
Paham nggih? Nah, Ustaz boleh gak
setelah kejadian, setelah jebol
dinikahkan?
Nikahkannya boleh. Jangankan dengan A, B
ini dinikahkan dengan orang lain, D. Itu
boleh meskipun hamil besar.
Jadi, orang yang hamil karena zina itu
tidak punya iddah. Karena enggak punya
iddah, dinikahkan dengan orang yang
menzinai boleh, jangankan dengan yang
menzinai, dinikahkan dengan orang lain
boleh meskipun hamil.
Paham nggih? Pun. Cuma karena ini
kejadiannya sebelum nikah, maka nasabnya
C ini cuma ke B. Jadi kalau dia nikah
dengan A, statusnya A itu adalah ayah
tiri, suaminya ibu. Sebagaimana B nikah
dengan D, D itu statusnya kan bukan ayah
nasab, tapi ayah tiri, suaminya ibu.
Maka A yang menzinai pun kalau nikah
dengan B itu statusnya adalah ayah tiri
suaminya ibu. Paham nggih? Pun. Maka
begini konsepnya. Kalau umpama ini kan
hamil, zina dengan ini hamil, nikah
dengan D, maka C ini salaman dengan A
boleh gak? Boleh. Haram. Kenapa? Karena
bukan mahram. Tapi kalau A nikah dengan
B nanti hukumnya mahram. Tapi mahramnya
bukan mahram bapak. Mahramnya adalah
statusnya ayah tiri.
Paham nggih? Yang pertama. Yang kedua,
kaitannya dengan mahram. Satu mahram.
Nomor dua kaitannya dengan waris.
Karena C ini nasabnya hanya ke B, maka
kalau A mati dia tidak berhak dapat
warisan dari A.
Paham nggih?
meskipun ana biologis l umpama ustaz wis
kadu kejadian y opo-yopo kan anakku dewe
dulu pernah saya jelaskan waktu bab
waris ya jangan nunggu mati dikasihkan
pakai jalur hiba karena enggak bisa
dapat waris paham nggih pun nomor tiga
dalam hal apa wali
ini kalau perempuan
maka nanti kalau dia nikah yang berhak
menikahkan cuma satu hakim kua
Selain KUA gak bisa.
A meskipun ayah biologis gak bisa karena
tidak nasabnya ke dia. Umpama A dan B
nikah punya anak lagi laki-laki gak
bisa. Kenapa? Karena wali itu adalah
dari jalur laki-laki. Dia enggak punya
bapak sudah. Maka satu-satunya walinya C
adalah hakim KUA. Kalau kejadian
bagaimana? Saya dulu sering ustaz y
kadung ustaz iki y nopo? Mbotenonton
sing weruh. Ya sudah saya kasih ngini.
Ya sudah pokoknya harus hakim. Terus
solusinya begini. Gini aja jenengan kan
nikah itu kan akadnya kan gak harus di
depan orang diak kan bisa. Ya sudah
kalau jenengan pengin ini aib sudah kita
tutup ya sudah nanti jenengan nikah di
KUA. Sampaikan di KUA dengan terus
terang Pak ini seperti ini Pak. Jadi
yang bisa jadi hakim, yang bisa jadi
wali cuma jenengan. Tolong jenengan
nikahkan
anak saya dengan laki-laki ini. Nanti
ketika resepsi ketika ditanya akadnya
sudah sudah di mana? Di KUA kan enggak
ada yang tanya siapa yang mengakad.
Paham nggih? Ini solusi kalau memang
jenengan pengin nutup ini. Ini yang yang
kait dengan wali pun. Ini yang pertama
putri zina bukan mahram. Yang kedua
sepupu.
Sepupu itu bukan mahram.
Meskipun kita ngomongi adik, tapi adik
sepupu. Karena adik sepupu bukan mahram,
kita nikah dengan adik sepupu. Boleh
gak?
Boleh.
Paham nggih? Nomor dua, salaman dengan
adik sepupu
gak boleh. Gonceng adik sepupuak boleh.
Gak boleh. Berduaan dengan adik sepupu
gak boleh.
Gak boleh. Karena bukan mahram. Sepupu
itu halal. Ini yang sering terjadi pun.
Lanjut. Istri paman itu bukan mahram.
Kita kan kalau ke istri paman ngomongnya
apa? Bibik.
Bibik itu ono bibik asli. Ono bebek
gawan.
Bebek asli itu dulure bapak, dulure ibu.
Itu kan bebek asli itu mahram. Ada bebek
gawan.
Karena saya punya paman, paman saya
nikah. Maka kan saya panggil ke istrinya
kaman apa?
Bebek. Tapi kan bukan bebek asli. Maka
saya dengan istrinya paman bukan mahram.
Gak boleh salaman.
Saya dulu ke istrinya paman saya gak
pernah salaman. Saya istrinya
paman-paman saya udah udah ngerti ya.
Jadi kalau sama saya ngomongnya bebek ya
karena istrinya paman saya panggil bebek
tapi kalau ketemu saya pasti gak
salaman. Paham nggih? Termasuk bebek
gawan apa? Bebeknya istri.
Saya punya istri. Ibu kan punya suami.
Suami jenengan punya paman. Jangan
manggilnya nopo? Paman kan kalau
perempuan. Kalau saya istri saya punya
bibik, adiknya ibu mertua. Saya
manggilnya apa? Bibik. Kan?
Pertanyaannya boleh gak saya salaman?
Gak boleh. Jadi saya salaman dengan
bibiknya istri itu gak boleh. Ibu-ibu
juga salaman sama pamannya suami juga
gak boleh karena bukan mahram.
Dan ini harus dari awal. Saya dulu awal
nikah, awal nikah itu saya tanya ke
istri saya, "Bibik yang saya tahu kan
cuma satu mertua, yang lainnya berarti
bukan mahram. Saya gitu aja." Jadi
ketika kemudian ketemu setelah akad
nikah, nggih kan ketemu keluarga itu
yang namanya saudarinya mertua itu
datang semua perempuan-perempuan.
Saya dari awal wis niat pokok aku gak
kti salaman gitu. [tertawa] Jadi pokok
gak salaman. Jadi ketika ketemu bebeknya
istri saya langsung begini. Awalnya
canggung Pak mantuara gak gelem salaman.
[tertawa]
Awalnya canggung tapi saya saya niati
akhirnya setelah itu saya jelaskan.
Istri saya juga ngerti kan dijelaskan.
Alhamdulillah sampai sekarang semua
bibitnya istri kalau ketemu saya begini
sudah enggak salaman. Sekarang saya dari
awal memang enggak mau salaman paham ya.
Jadi hati-hati istrinya paman bibik itu
yang haram. Yang mahram adalah bibik
asli. Bibik gawan bukan mahram. Bibik
gawan itu berarti istrinya paman,
suaminya bibik atau bibiknya istri,
pamannya suami. Itu bukan mahram. Pun
dua. Nomor empat, saudari ipar. Ini
hati-hati ipar itu maut sampai jadi
sampai jadi film kan. Jadi adik ipar,
kakak ipar itu wong lio.
Paham nggih? Jadi bukan berarti karena
jenengan nikah adiknya istri dianggap
adik sendiri. Gak bisa. Tetap mahram
orang lain. Salaman gak boleh, berduaan
dengan dia gak boleh dan semuanya gak
boleh. Paham nggih? Istri saya dulu
waktu saya ajak ke Pasuruan kan adik
saya banyak laki-laki. Meskipun di rumah
kalau adik saya laki-laki itu ada di
dalam rumah, istri saya keluar keluar
kamar. Jangankan keluar rumah, keluar
kamar langsung kudungan.
Mau ke kamar mandi kudungan. Kenapa?
Karena adik saya itu bukan mahramnya
dia. Paham nggih? Hati-hati. Makanya
memang bahaya ipar maut itu memang
benar, Pak. Dari dulu itu ipar maut itu
benar. Paham? Nggih. Hati-hati. Jadi
bukan dari ini. Pun anak angkat itu
bukan mahram kecuali disusoni.
Nah, ini penting para jemah yang saya
hormati. Jadi kalau jenengan ngangkat
anak pengin jenengan mahram, maka
syaratnya dua. Anak angkat itu, Pak.
Paling enak itu begini, Pak. Anak
angkat.
Anak angkat itu bukan anak kita. Saya
dulu pernah jelaskan anak angkat gak
dapat waris. Saya fokus ke mahramnya.
Kalau jenengan pengin anak angkat ini
jadi mahram, syaratnya satu
diadopsi kurang 2 tahun.
Eh, kurang 2 tahun ngih. Kurang dua 2
tahun. Adopsi kurang 2 tahun. Paling
enak kalau ngadopsi anak gini, Pak.
Kalau pengin aman nggih jenengan nggih
jenengan pengin ngadopsi anak. Jangan
lihat adopsi anak laki-laki atau
perempuan. Kalau perempuan berarti yang
masalah dengan suami. Karena kan kalau
perempuan dengan suami kan kalau enggak
mahram kan hati-hati. Kalau jangan
ngangkat anak laki-laki berarti nanti
masalahnya anak angkat dengan istri.
Paham nggih? Sing paling aman jenengan
cari anak angkat saudara sendiri bisa
ponakan anaknya saudara. Contoh, kalau
anak angkatnya laki-laki berarti kan
masalahnya sama istri. Ya sudah,
jenengan cari anak angkat, cari anak
laki-lakinya saudari istri.
Paham nggih? Maka kalau jenengan
ngangkat anak ini aman. Meskipun
diangkat anak usia 3 tahun gak masalah.
Karena dia secara fikih sudah mahram.
Statusnya adalah ponakan. Kalau jenengan
ngangkat anak perempuan, jenengan
ngangkat anak perempuan kalau pengin
mahram dari awal berarti kan masalahnya
dengan suami nanti. Maka cari anak
angkat yang perempuan. Cari anak
perempuan anaknya saudaranya
suami. Bisa saudaranya kakak, bisa
anaknya saudara kakak, bisa anaknya
adik, terserah. Pokok dari suami. Ini
aman. Diangkat anak umur 4 tahun, 5
tahun aman. Karena secara
fikih sudah mahram sendiri. Karena
statusnya kalau dia perempuan ngambil
dari anak perempuannya saudara berar
ponakan kan berarti mahram pun.
Masalahnya kalau ambil orang luar
ngadopsi di panti asuhan, ngadopsi dari
orang luar yang bukan mahram maka perlu
dihati-hati. Satu usahakan ngambilnya
kurang 2 tahun.
Nomor dua, pernah disusoni tiga kali
susuan.
Lima kali susonan.
Lima kali susuanan begini, Pak. Nyusu
sampai kenyang berhenti, nanti 1 jam
nyusu lagi. Itu sudah dua.
Paham nggih? Nyusu dapat dua, kenyang
berhenti kan. Nanti jam .00
nyusu lagi sudah empat, sudah tiga. Jadi
bukan harus 4 hari, yang penting lima
kali nyusoni yang terpisah sampai dia
kemudian nyusu. Nah, jenengan bisa nanti
kalau umpama suaminya eh istrinya ngosi
anak laki-laki dari orang luar ya jangan
konsultasi ke dokter ya. Opo sekirane
metu air asi meskipun gak banyak pokok
metu
sak sendok rong sendok pokok pernah metu
dan cuma lima lima kali.
maka akan menjadi anak suson. Kalau anak
suson berarti nanti anak angkat jenengan
dapat warisan karena bukan bukan anak
kandung. Nanti kalau pengin dikasih ya
lewat jalur hibah. Tapi enak kalau
kumpul dengan jenengan salaman yao oleh
kumpul te omah yo oleh jenengan kemudian
ndak kerudungan pakai kaos kutang tok yo
ndak poo karena sudah mahram.
Paham nggih?
Karena di hadis Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam mengatakan yahrumu minar
ma yahrumu minan nasab. Semua mahram
dari nasab itu juga mahram dari dari
rada pun. Ini penting. Nah, ini
ngapunten
ibu-ibu ini penting. Hati-hati kalau
jenengan hamil. Biasanya ada orang hamil
itu
ketika melahirkan air susunya itu
terlalu banyak Pak. anake ndak ngentekno
sering nggih akhirnya dipompa
dipompa setelah itu disimpan
pertanyaannya boleh gak dijual
boleh gak diberikan orang
boleh gak diminum suaminya sendiri
boleh
boleh dijual boleh
gak boleh
boleh
jual ASI itu boleh
ya dia cuma hati-hati gini
bisa dijual bisa diberikan.
Cuma kalau jenengan menjual, jenengan
ngasih ASI perlu hati-hati. Kenapa?
Karena nanti punya dampak. Apa
dampaknya? Yang minum ASI jenengan
ini akan menjadi anak susun jenengan.
Paham nggih? Makanya kalau mau jual ASI,
ngasih ASI, jenengan list sopoan sing
tuku.
Sing tuku sopo dilis anake sopo sing
ngombe iku sopo
apa pentingnya kita ndak pernah tahu Pak
ibu-ibu juga enggak pernah tahu setelah
jenengan ngasih ASI ternyata diminum
oleh seorang perempuan jenengan punya
anak laki-laki
ketemu tek kampus seneng
dinikahno diteliti-teliti. Loh kok anak
susonku?
Sama dengan tadi wajib pisah gak bisa
kumpul lagi kan seakan.
Paham nggih? Kalau pisah waktu
sayang-sayang kan seakan loh. Ini
penting. Benar. Niki penting. Di zaman
Rasulullah itu pernah terjadi sudah
nikah ada perempuan datang Rasul dia
anak susonku. Maka oleh Rasulullah
dipisah
kan seakan. Makanya kalau jangan mau
jual ASI istri jenengan ngih yang punya
ASI banyak itu biasanya dipompa. Kalau
diberikan belikan kalau bisa diberikan
jenengan catat sopoan sing ngombe asiku
jenengan catat alamate i anake sopo
jenenge sopo itu nanti kasih tahu ke
anak jenengan nak iki lho sing ngombe
asne ibu jenenge iki alamate iki.
Hati-hati mek engko dadi koncomu ojo
dipeliriki iki. Iki dulur susonmu ndak
bisa kumpul. Paham nggih? H ini yang
penting terkait tentang masalah suson.
Jadi suson itu jenengan boleh menjual
ASI, boleh membelikan ASI. Cuma yang
perlu dihati-hati punya konsekuensi anak
rodo pun ini kalau kita lihat
ee gambaran mahram ya. Ini kalau kita
lihat laki-laki, maka kalau laki-laki
ini yang jadi mahram adalah yang
warnanya
kuning. Ini mahram.
Nah, ini ibu mahram, saudari mahram. Ini
istrinya paman bukan mahram. Ini saya
katakan paham nggih. Anak bibik sepupu
juga mahram. Paham nggih? Ipar juga
bukan mahram. Ini yang kemudian perlu
dipahami. Kemudian kalau jenengan lihat
lagi ini hampir sama. Ini kalau dari
jalur ee laki-laki hampir sama. Tadi
sudah saya jelaskan tidak perlu saya
ulang lagi. Tun lanjut. Nah, sekarang
empat mahram karena pernikahan. empat
mahram karena pernikahan itu satu
ummuzza
ibu mertua ke atas.
Ibu mertua itu mahram meskipun sekarang
bukan mertua lagi.
Ibu mertua itu mahram hanya dengan akad.
Jadi begini, Pak.
Nah, ini sedikit tak jelaskan.
Ini ada Fatimah.
Fatimah ini punya anak Zainab.
Fatimah nikah dengan Ali.
Paham nggih? Setelah nikah, qobiltu
nikaha wa tazwijaha bil mahlil mazkur.
Sah.
Setelah sah berarti kan Fatimah ini
menjadi istri, ini menjadi anak. Ini
kasus pertama. Nah, kalau kasus pertama
maka Zainab ini mahramnya statusnya
adalah bintzaujah.
Bintuz zaujah. Kalau bintza zaujah, maka
bint zaujah itu adalah anaknya istri.
Bahasa kita apa, Pak? Putri tiri. Nggih.
Kalau putri tiri ini bisa mahram kalau
sudah berhubungan intim. Jadi umpama
begini, Fatimah nikah sama Ali. Fatimah
nikah sama Ali ketika nikah, qobiltu
nikaha wa tazwija bil mahlir mazkur. Sah
kan? Sah. Anake metu loh. Anake kok ayu.
Paham nggih? Kawan ibue. Kawin ibue.
Setelah nikah sama ibunya sah. Anake
kawit metu. Anake ket metu didelok-delok
kok ayuan anake. Akhirnya apa? Fatimah
dicerai ganti nikah sama anaknya. Boleh
apa gak? Boleh. Karena Fatimah sama Ali
meskipun sudah akad tapi belum
berhubungan intim.
Paham? L. Contoh kedua. Fatimah nak sama
Ali.
Alihakur
bojone cek gantengean
kenek stroke langsung mati
mari mati anake metu
jare Ali wis kadung gawe terop kan eman
wis ndak kena ibu kawin ambek anak boleh
apa ndak
boleh karena belum berhubungan intim
paham nggih
Hun tapi kalau pernah berhubungan intim
Fatimah sama Ali nikah anake gak metu
maring ngono berhubungan mantan apa
malam manten anyar kan berhubungan intim
men ketemu anak loh kok ayuan anake
sudah ndak bisa ndak ada peluang paham
nggih pun beda dengan begini sa tak
balik saiki tak balik ini fatimah
ini zainab
Zainab nikah sama Ali.
Ini kan anak kan gini kan, Ibu
anak kan.
Ali nikah sama Zainab.
Sudah qobiltu nikahaha wa tazwijaha bil
mahril markur. Sah kan ketok ibu kok
lebih
ayu, lebih jos malah kesensang ibue.
Kalau statusnya nikah sama anak, maka
ibu mertua dengan qobiltu nikaha sudah
mahram. Gak ada peluang. Paham? Meskipun
belum berhubungan intim.
Jadi umpama Ali sama Zainab nikah belum
berhubungan intim, Zainab wis mati ndak
boleh wis eman terope nikah ibu gak bisa
karena sudah akad. Ini bedanya kalau
nikah dengan ibu dengan nikah dengan
anak. Berarti na nikah dengan anak atau
ibu? Wah ibu [tertawa]
ya tergantung Pak Kay sampeyan ngicer
anake yo aduh paham ngih. Tapi beda itu
ya. Jadi nek nikah
jadi memang beda. Jadi kalau nikah sama
ibunya selagi belum berhubungan intim
anak masih status belum mahram. Tapi
kalau nikah dengan anak setelah sah akad
nikahnya ibu mertua langsung mahram.
Paham nggih? Pun. Lanjut.
Zaujatul
Ib. Ah, ini ada satu hal yang ingin saya
sampaikan, Pak.
Jadi, anak tiri itu mahram baik anak
tiri gawan asli atau anak tiri
setelahnya. Contoh begini ini penting.
Ali
nikah sama Fatimah,
punya anak Zainab
ng punya anak
Zainab. Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah
pun Ali nikah sama Fatimah punya anak
Zainab. Nah, Fatimah ini setelah nikah
sama Ali, Ali mati atau Ali meninggal?
Pokok Ali wis entek duduk bojone wis
kan. Akhirnya Fatimah nikah lagi sama
Umar.
Maka Zainab ini mahram dengan Umar. Gak
boleh nikah, boleh salaman.
Kasus pertama. Kasus kedua begini.
Ali nikah sama Fatimah
gak punya anak.
Karena gak punya anak, Ali sama Fatimah
cerai.
Paham nggih? Ali sama Fatimah cerai.
Fatimah nikah lagi sama Umar.
Nikah sama Umar punya anak Zainab.
Maka Zainab ini kan kalau bahasa kita
anaknya mantan istri.
Anaknya mantan istri itu mahram dengan
Ali. Artinya jenengan salaman dengan
anaknya mantan istri itu boleh.
Umpama ya ada orang nikah gak punya anak
kemudian atau punya anak tapi nanti
setelah pisah punya anak lagi. Maka anak
kedua dari istri mantan istri itu dengan
suami pertama itu mahram. Paham nggih?
Jadi bisa dua kasusnya bisa seperti ini.
Punya anak dulu baru nikah maka ini anak
tiri atau anak mantan istri itu juga
mahram. Paham nggih? Pun lanjut.
Zaujatul ib. Zaujatul ab. Zaujatul ab
itu adalah ibu tiri. Berarti istrinya
ayah. Kemudian zaujatul ibni, menantu
itu juga mahram. Nah, yang bukan mahram
saudari tiri tadi sudah. Nenek tiri
bukan mahram. Nenek tiri itu adalah
ibunya orang tua tiri. Itu bukan mahram
cucu tiri.
Jenengan duwe mantu. Jenengan duwe
mantune jenengan duwe anak. Berarti anak
gawane mantu. Jenengan ngomonge opo?
Cucu kan. Tapi cucu tiri. Anak gawani
mantu itu bukan mahram. Salaman dengan
jenengan gak boleh. Karena dia bukan
cucu kita tapi cucu gawan pun. Bibnya
istri tadi juga sama besan itu bukan
mahram. J salaman dengan besa gak boleh
karena bukan mahram. Mertua tiri. Ayah
tiri mahram tapi mertua tiri bukan
mahram tahu. Mertua tiri jenengan
gini mertuwa tiri begini tahu mertuwa
tiri nggih. Wis gini mertua tiri begini.
Istri kita punya ayah
ayahnya ini
bukan ibunya. Ah, ayahnya ini nikah
lagi. Nah, yang namanya istrinya ayah
yang kedua itu kan istri kita ngomongnya
apa? Ibu tiri. Kita sebagai menantu
ngomongnya apa? Mertua tiri. Mertua tiri
bukan mahram. Jadi salaman sama mertua
tiri itu gak boleh. Tapi kalau orang tua
tiri, ayah tiri, ibu tiri boleh. Itu
mahram. Paham bedanya? Nggih. Un. Ini
yang kemudian perlu dipahami bersama.
Nah, terakhir dari saya. Haram ketika
dikumpulkan perempuan dengan saudarinya.
Tadi kalau dengan saudari jadi satu
enggak boleh, tapi kalau digelir boleh.
Perempuan dengan bibnya jenengan nikah
ponakan ambek BBE dinikah kabeh gak
boleh. Tapi kalau digelir nikah ambek
BBE mari ngono nikah ambek ponakane itu
boleh. Ini namanya mahram kalau
dikumpulkan pun. Saya kira cukup. Kalau
ada yang mau ditanyakan saya persilakan.
Barangkali ada yang ditanyakan.
Paham ngih? Mak saya senang ngajar di S
ini. Senang cerdas-cerdas, Pak.
[tertawa]
Dijelaskan sekali itu langsung paham.
Alhamdulillah. Ada mau tanya nggih?
Monggo, monggo. Monggo.
Asalamualaikum, Pak Ustaz. Yang maksud
yang dimaksud dengan mahram digilir itu
apa? Menunggu meninggal dulu atau masih
hidup? Gak apa-apa.
Oh, nggih.
Mahram digelir itu begini, yang penting
gak dikumpulkan. Jadi, contoh
ini ada Fatimah.
Fatimah ini punya adik Zainab.
Nah, jenengan nikah sama Fatimah ini
dinikah Ali.
Ali nikah dengan Fatimah plus nikah
dengan Zainab. Ini gak boleh. Karena dia
menikahi saudari kandung satu waktu.
Beda dengan begini. Ali nikah dengan
Fatimah.
Setelah nikah dengan Fatimah satu ada
dua setelah nikah dengan Fatimah kok
kumpul-kumpul ambil adik ipare se ayuan
adik
ipare. Akhirnya kasus pertama Ali cerai
dengan Fatimah mentelak Fatimah sudah
bukan istrinya kan. Maka Ali boleh
menikahi Zainab.
Paham?
Atau kasus kedua Ali nikah sama Fatimah,
Fatimah meninggal
digantikan posisinya oleh adik ipar itu
boleh. Dan ini pernah terjadi di zaman
Rasulullah. Siapa?
Utsman bin Affan. Utsman bin Affan itu
pernah menikahi putrinya Rasulullah dua
kali. Makanya gelarnya Utsman bin Affan
itu dun nurain. Pemilik dua cahaya.
Karena Utsman bin Affan itu pernah
menikahi putrinya Rasulullah dua kali
tapi digilir menikah dengan putrinya
Rasulullah ketika perang Badar sakit
wafat. Setelah wafat dinikahkan lagi
dengan putrinya Rasulullah yang lain
dan wafat. Bahkan Rasulullah mengatakan
begini, "Andaikan saya masih punya putri
dan belum menikah akan aku nikahkan lagi
sama Utsman." Ini Utsman bin Affan salah
satunya yang pernah mengalami ini adalah
Utsman bin Affan. menikahi dua saudari
putrinya Rasulullah tapi bergilir. Jadi
bergilir itu ada dua. Bisa karena cerai
dulu kemudian nikah atau karena
meninggal. Paham nggih? H ada lagi
nggih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Ustaz. Terima kasih
atas waktunya.
Ee izin bertanya tadi ee terkait anak
angkat yang diadopsi di usia di bawah 3
tahun itu sama bapaknya mahram ya. Kalau
untuk sama kakak laki-lakinya bagaimana,
Ustaz? Itu aja. Terima kasih.
Diadopsi kurang 2 tahun nggih.
Kurang dari 2 tahun.
Disusoni
tidak?
Oh, nggih.
[tertawa]
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Nggih. Jadi kalau ada anak adopsi
tidak pernah disusoni atau disusoni tapi
jadi begini, Pak. Saudara Suson itu
berlaku kalau kurang dua tahun lebih 2
tahun tidak menjadi mahram. Makanya dulu
saya pernah ditanya, "Ustadz, saya
pernah minum asinya istri saya, apakah
saya jadi mahram?" Yo dak. Wong sampeyan
wis
wis buber kelima.
Paham ngih? Jadi menyusu air asi itu
bisa menjadikan mahram suson kalau di
bawah 2 tahun dan 5 kali suson. Nah,
kalau jenengan punya anak, anaknya yang
diadopsi laki-laki, maka nanti
pengaruhnya dengan jenengan yang
perempuan. Ibu angkatnya berarti a
yang diadopsi perempuan. Berarti nanti
kalau ini belum dijadikan anak suson,
kalau yang diadopsi ini bukan saudaranya
suami dengan suami bukan mahram.
Bukan mahram dengan saudaranya. Saudara
dengan saudaranya ngih. Jadi umpama
jenengan punya anak dengan anak jenengan
juga bukan mahram.
Tapi kalau dulu pernah disusoni,
dulu pernah disusoni maka dengan suami
jenengan mahram, dengan anak jenengan
mahram.
Paham nggih? Jadi ngapunten ngapunten
Anda kan ada kasus ngangkat anak adopsi
anak di bawah di atas 3 tahun tidak
pernah disusoni umpama su istrinya
meninggal ayah angkatnya nikah sama anak
angkatnya itu boleh
bukan mahram
paham nggih karena bukan mahram makanya
saya kadang-kadang kalau saya kemarin
ada ada tetangga saya ngadopsi anak saya
peseni. Saya peseni. Karena dia waktu
ngadopsinya masih bayi. Saya peseni gini
loh sampean biar nanti di ke depan hari
gak ada masalah karena ketepatan anak
yang diadopsi perempuan ini kan
masalahnya nanti dengan suaminya saya
bilang ayo jangan konsultasi ke dokter
atau solusinya ustaz kan biasanya begini
ada yang begini ustaz perempuan kalau
gak pernah hamil itu kan gak bisa keluar
ASI itu sebenarnya di kedokteran itu ada
caranya untuk mengeluarkan nasi ada cara
kedu
jenengan cari
jenengan kan ngadapsi Anak perempuan kan
berarti kan nanti yang jadi masalah
dengan
suami. Kalau istri jenengan gak bisa
nyusoni, carikan saudarinya suami yang
bisa nyusoni.
Istri jenengan gak bisa nyusoni. Kalau
istri jenengan bisa menyusoni kan ini
nanti jadi anak suson. Kalau nak bisa
solusi kedua suami jenengan coba cari
mungkin punya saudari kandung yang masih
nyusoni susonkan ke
saudari kandungnya maka nanti statusnya
ini adalah ponaan suson mahram.
Paham nggih? Nah kalau tidak ya bukan
mahram. Kalau bukan mahram ya
dihati-hati mulai sekarang.
Artinya di hati-hati jenengan ya
kalaupun mau salaman ya tetap tetap
anggap salah lah. Yang penting kalau
aurat gak boleh jenengan pakai dasteran
di depannya anak adopsi anak angkat gak
boleh gitu nggih. Itu yang harus
dihati-hati.
Wis kadung nggih. Wis kadung ya. Makanya
saya kadang-kadang saya kadang-kadang
kalau iya saya biasanya kalau ada anak
yang ada orang ngadopsi anak itu saya
langsung dari awal kalau tak lihat masih
bayi itu langsung tak kasih tahu Pak Bu
sampeyan hati-hati wis iki mek enak wis
sampeyan yo opo konsolasi dokter
sekirane iso metu asi ping lim wis mari
ngono ndak metu maneh ndak poo yang
penting kan cuma butuhnya cuma lima kali
susonan wis itu tok dan itu kan gak
harus 5 hari pokok lima kali susonan
sampai dia bayinya itu selesai
Minum
ya sampai kenyang nggih.
Lutotan bukan lima kalian Pak. Bukan Pak
lima kali susonan ya. Lima kali susonan
itu gak harus satu beda hari bisa sehari
gitu nggih. P ada lagi nggih monggo.
Waalaikumsalam.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi.
Terima kasih, Pak Ustaz. Mohon maaf ini
saya masih bingung ini untuk yang
masalah antara suami dan istri. Ee tadi
Pak Ustaz mengatakan bahwa istri itu
bukan mahram gitu ya. Nah, kalau istri
bukan mahram tetapi kok boleh digauli
terus pakai baju ee
pakai baju misalkan yang tidak menutup
aurat. Nah, saya bingungnya di situ, Pak
Ustaz. Kalau menurut saya kok istri itu
mahram ya karena boleh ya boleh digauli,
kemudian boleh pakai baju minim atau
boleh digonceng kata Pak Ustaz tadi
seperti itu. Bingung saya di situ Pak
Ustaz. Terima kasih.
Satu yang perlu dipahami
mahram itu artinya adalah perempuan yang
haram di nikah.
Pertanyaannya, Ustaz, kalau yang gak
haram dinikah apa boleh dilihat? Ya gak
boleh.
Nah, istri itu bukan mahram. Kalau
bahasa benarnya istri itu wanita halal.
Karena wanita halal, halal sekabehane
paham nggih? Istri itu sebenarnya bahasa
yang paling tepat adalah wanita halal,
bukan wanita mahram. Karena wanita halal
yo halal sak kabehane didelok yo halal,
dicekel yo halal, dikapakno yo
halal. J bahasa yang benar untuk istri
itu adalah wanita halal.
Mahram perempuan yang haram dinikah.
Pokok jangan eling-eling mahram itu
perempuan atau laki-laki. Kalau
laki-laki nggih yang haram dinikah.
Paham nggih? Nah, istri kita itu bukan
yang haram dinikah. Wong buktinya bukan
haram dinikah sekarang jadi istri. Maka
istilah yang paling tepat untuk istri
itu adalah wanita halal kita. Karena
wanita halal yo halal sak kabehane gitu
nggih. [tertawa]
Ngoten nggih.
Ada lagi? Cekap
cekap nggih. Semoga menjadi ilmu yang
manfaat barokah.
Semoga kita dijadikan orang yang
istikamah, diberikan umur panjang. bisa
menikmati indahnya bulan Ramadan. Amin
ya rabbal alamin.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahabbilamin. Allahumma shi
wasallim ala sayidina Muhammad waa ali
sayyidina Muhammad. Rabbanafirlana
waliwalidina
warhamhum kama rbauna. Allahummanfna
bimaamtana waimna ma yanfauna wazidna
ilma rabbana la tuzil qulubana ba'da
iddaitana. Wahablana minadunka rahma
innaka antal wahab. Rabbana hablana min
azwajina wurriyatina qurun w'alna lil
muttaqina imam. Rabbana atina fid dunya
hasanah wafil akhirati hasanah
waqinazabanar.
Wasall sayidina Muhammadin wa ala alihi
wasbihi wasallam. Subhana rabbika rabbil
izzati amma yasifun wasalamun alal
mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin.
Bibarakatil fatihah.
Ini yang bisa saya sampaikan. Kurang
lebihnya saya mohon maaf.
Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
ilaik. Wa akran. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Alhamdulillah apa yang disampaikan tadi
semoga bisa bermanfaat dan bisa menambah
keimanan kita. Akhirul kalam ihdinatal
mustaqim. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.