Transcript
iSb6t4rfevo • Kitab Al-Kabair #30: Hukum Orang Yang Mengatakan Orang-Orang Telah Binasa
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2477_iSb6t4rfevo.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasukrulahu ala
taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarika lahu
wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasul
ridwolli alaihi wa ala alihi wa ashabihi
wa ikhwani.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
pembahasan kita dari kitab Al-Kabair.
Ee kita akan masuk dalam bab al-fakhr.
tentang membanggakan
ee nasab dan yang semisalnya. Tetapi
sebelum masih ada satu hadis ya, babun
qulu halakan bab tentang perkataan
seorang
orang-orang telah binasa itu ada orang
berkata orang-orang telah binasa.
Bagaimana hukumnya?
an Abi Huraih radhiallahu anhu marfuan
secara marfu Rasul sahu al wasallam
bersabda qajuluqas jika ada yang berkata
orang-orang semua sudah binasa fahua
ahlaquhum maka dia yang paling binasa di
antara mereka hadis riwayat Muslim
hadis ini ee tentang seorang yang
mungkin dia menghadapi kondisi zaman
yang sudah di mana penghuninya sudah
banyak kemaksiat sudah banyak kerusakan
akhirnya dia berkata, "Halakan
orang-orang sudah ee binasa ya. Maka
ee Rasulullah melarang ucapan seperti
ini ya. Karena bisa jadi orang ada yang
mengatakan demikian. Halakanas
ya orang-orang sudah binasa itu ucapan
timbul karena ee ujub yang ada pada
dirinya. Ketika orang semua dia
mengatakan semua ada binasa seakan-akan
dia sendiri yang selamat. Maka Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam berkata, "Fahua
ahlakhum." Maka dia yang paling binasa
di antara semuanya.
Maka dia yang paling binasa di antara
semuanya.
Maka tidak boleh seorang ujub kemudian
menganggap semua orang sudah binasa.
Alkhair maujud. Kebaikan tetap ada.
Tetap ada orang-orang yang baik. Di
antara orang-orang yang mungkin
terjerumus dalam kerusakan, kesesatan.
Pasti ada sekelompok yang baik. Apalagi
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
senantiasa akan ada sekelompok dari
umatku yang berada di atas kebenaran dan
ditolong oleh Allah subhanahu wa taala.
Dan dalam sebagian riwayat dibaca dengan
mansub. Kalau yang tadi kita baca fahua
ahlaqu kafnya dengan dammah fahua
ahlaquhum yaitu isim tafdil. Kalau dia
bilang semua orang binasa, maka dia yang
paling binasa karena dia ujub.
Eh, maka datang dalam sebang riwayat
dibaca fahua ahlakahum dengan mansub
dengan fathah fahua ahlakahum. Maka dia
telah memvonis orang-orang binasa
padahal tidak demikian. Padahal tidak
demikian. Dan ini perkataan yang kurang
baik karena menjadikan orang-orang putus
asa. Seharusnya seorang tetap berusaha
untuk memberi motivasi, tetap optimis,
jangan sampai ee pesimis ya. menjadikan
orang-orang kayaknya sudahlah semua
sudah bunas, sudah rusak sehingga ketika
dia rusak pun gak ada masalah. Orang
semua sudah rusak, orang semua sudah
rusak. Maka jangan ucapkan demikian.
Jangan ucapkan demikian. Ya, ini ee satu
bab yang kemarin sempat belum kita ee
sampaikan.
Tib. Babun
alfakhar. Ya, ini yang kita bahas pada
kesat kali ini bab tentang ee
kesombongan ya. Kesombongan ya.
yaitu al-fakhr, yaitu seorang merasa
lebih tinggi daripada yang lainnya.
Sehingga terkadang dia semena-mena ya ee
dia ujub terhadap dirinya,
dia merasa dirinya hebat sehingga dia
merendahkan orang lain. Ya. Maka siapa
yang seperti ini sesungguhnya dia telah
meniru iblis. Karena Allah telah
berfirman tentang iblis, waquullahi
taala q ana khairun minhu.
Iblis berkata, "Aku lebih baik daripada
Adam." Ketika Allah menyeruh
malaikat sujud kepada Adam, fasajadu.
Para malaikat semuanya sujud illa iblis.
Kecuali iblis. Ya. Kenapa? Ketika Allah
tanya, "Kenapa kau tidak sujud kepada
Adam?" Kata Iblis, "Ana khairun minhu
khalaqtani minar waqtahu minin." Aku
lebih baik daripada Adam. Kau ciptakan
aku dari api, sedangkan kau ciptakan
Adam dari tanah. Jadi, iblis merasa
tinggi dan dia merasa karena saya dari
api, saya lebih utama daripada Adam.
Bagaimana engkau menyuruh aku sujud
kepada Adam yang terbuat dari tanah?
Tentunya ini adalah ee hujah iblis dan
hujahnya
telah dibantah oleh anak keturunan Adam.
Banyak ulama yang membela nenek moyang
mereka, Adam, membantah iblis. Ya, dari
banyak sisi. Pertama, bahwasanya
siapa yang bilang wahai iblis bahwasanya
api lebih baik daripada tanah? Ya, api
gerakannya ee apa namanya? Khiffah.
Yaitu ringan ke sana ke mari dan
membakar sana ke mari, merusak ke sana
ke mari. Adapun tanah tenang ya.
Kemudian di situlah manusia hidup di
atas tanah, hewan-hewan di atas tanah,
tumbuhan-tumbuh di atas apa? tanah,
berbagai macam manfaat tanah. di bawah
tanah juga berbagai macam ee kekayaan
ya. Sehingga tidak benar bahwasanya api
lebih baik daripada tanah ya. Yang kedua
bahwasanya kalaupun benar secara unsur
bahwasanya
ee api lebih baik daripada
tanah, maka belum tentu unsur yang baik.
Kemudian
cabangnya juga baik. Ya, cabangnya juga
baik. Betapa banyak orang yang baik,
ternyata keturunannya tidak baik. Ya.
Dan dan sebaliknya, betapa banyak orang
yang mungkin tidak baik ternyata
keturunannya baik. Ya, meskipun unsurnya
baik bisa jadi dia tidak baik. Ya. Yang
berikutnya seandainya pun engkau lebih
baik daripada Adam, baik secara unsur
dan dari segala perilaku, dari segala
sisi kau lebih baik daripada Adam, toh
kau telah diperintahkan oleh Tuhan yang
menciptakanmu untuk sujud kepada Adam.
Ya. Maka harusnya kau tunduk kepada sang
pencipta. Kemudian ada yang lebih baik
secara unsur daripada api itu cahaya.
Mana lebih indah cahaya atau api?
Cahaya. Dan malaikat saja yang dari
cahaya sujud kepada a Adam.
Oleh karenanya kalau siapa yang merasa
tinggi, merasa hebat, maka dia telah
meniru ee iblis ya yang berkata, "Ana
khairun minhu."
Ini namanya fakhar.
Bab. Kemudian al Imam Muhammad bin Abdul
Wahab rahimahullahu taala membawakan
hadis-hadis di antaranya waan Iyad bin
Himar radhiallahu anhu marfuan. Dari
sahabat Iad bin Himar radhiallahu anhu
secara marfu Rasul wasallam bersabda
inallaha taala
anw sungguhnya Allah telah mewahyukan
kepadaku untuk memerintahkan kalian an
tawad hendaknya kalian tawadu merendah
jangan sombong jangan angkuh dengan
kelebihan yang kalian milik jangan ujub
jangan gurur terpedaya ya hatta kenapa
kalau tawadu apa dampaknya kalau tawadu
hatta la yafar ahadun ala ahad sehingga
tidak ada seorang pun yang merasa merasa
fakr, merasa tinggi di atas yang
lainnya. W yab ahadun ala ahad. Dan
tidak seorang melakukan bagu di atas
yang lain. Ya, fakhar subah membedakan
antara fakhr dan bagyu. Kalau fakhr itu
ee sombong. Sombong meskipun itu benar
adanya. Maksudnya secara nasab-nasab dia
lebih tinggi daripada orang itu. Secara
ilmu-ilmunya lebih tinggi daripada ee
orang tersebut ya. e secara harta
mungkin lebih banyak sehingga dia saya
lebih banyak, saya lebih kaya, saya
lebih pintar, saya lebih dan itu nyata
benar tapi itu tidak boleh. Itu tidak
boleh. Ada yang mengatakan bagu kalau
tidak benar saya lebih pintar daripada
dia padahal lebih bahlul misalnya saya
lebih kaya daripada dia. Padahal enggak
lebih kaya dia. Cuma dia enggak
pamer-pamer.
Saya lebih kaya ternyata kayak kayak
utang ya. Ya, ini namanya bagiun.
Ini ada yang membedakan antara fakhr dan
bagiu. Fakhr itu nyata benar, tapi tetap
tidak boleh seorang merasa sombong.
Apalagi kalau tidak tidak benar. Bagu ya
zalim ya. Ada yang mengatakan bagi itu
zalim. Kalau seorang kalau orang tidak
tawadu bawaannya menzalimi orang lain.
Bawaannya menzalimi orangor lain. Kalau
orang sudah tahu backingannya
belakangnya tinggi, di belakang dia ada
jenderal bintang tujuh, biasanya dia
angkuh. Kemudian bawaannya ingin
menzalimi orang lain karena
mentang-mentang arogan. Apa? Arogan.
Karena backingannya hebat sehingga dia
arogan. Ya, kalau kita bahasan kita
hendaknya kalian tawadu agar tidak
merasa tinggi di atas yang lain dan agar
tidak arogan dan menzalimi orang lain.
Kuncinya apa? Tawadu. Ketika ada orang
zalim semena-mena
biasanya kenapa? Karena
di belakang dia ada backingan sehingga
dia arogan. Ya. Maka di antara ee ibadah
yang agung adalah tawadu. Ya Allah
mengatakan adillatan adillatin alal
mukminin aizzatin al kafirin. Adillah
yaitu rendah diri di hadapan kaum
mukminin. Ya.
Ya. Wagfid janahaka lil mukminin.
Rendahkanlah sayapmu di bagi orang-orang
beriman. Kalau tahu dia orang beriman,
jangan sombong depan dia.
Ya sudah beriman sudah sama beriman
sama-sama ke masjid. Meskipun kita punya
rumah mewah, meskipun kita punya mobil
mewah, meskipun kita punya harta
berlimpah ruah, saya mukmin, dia mukmin.
Sudah enggak usah ya. Sama dengan kita
merendah di hadapannya itu berbuat baik,
tidak sombong di hadapan dia. Karena
Allah Subhanahu wa itu namanya tawadu.
Makanya ciri utama penghuni surga yang
Allah sebutkan
ketika menyebutkan ibadurrahman.
Ibadurrahman di antaranya tawadu. Wa
ibadurahmanilladina yamsyuna alal ard
hauna.
Allah ketika menyebutkan tentang
ibadurman orang-orang spesial ya Allah
sebutkan
mereka itu orang yang masuk surga sifat
pertama yang Allah sebutkan adalah
tawadu wa ibadahmanilladina
yamsyuna alal ardhi hauna yaitu
ibadurrahman kalau berjalan segala bumi
mereka berjalan dengan tawaduk
Maka seorang berusaha tawadu
karena Allah ya tidak sombong meskipun
dia punya kehebatan, dia punya kemampuan
tidak usah dia pamer-pamerkan. Kalau dia
pamer-pamerkan membawa dia kepada merasa
tinggi. Membawa dia merasa tinggi
akhirnya dia arogan merendahkan yang
yang lain. Ya,
kalau orang suka pamer misalnya punya
kemewahan nanti lihat ah cuma begitu
aja. akhirnya terbawa dengan sendirinya.
Ya, kita ingat dia muslim, saya muslim,
dia mukmin, saya mukmin. Maka kita
tawadu
terhadapnya.
Hadis berikutnya. Walahu an Abi Malik
al-Asy'ari radhiallahu anhu qala qasulah
sallallahu alaihi wasallam alaihi
wasallam bersabda arbaun fi umati min
amril jahiliyah yatrukunahunna. Ada
empat perkara dari perkara jahiliah.
Empat perangai dari perkara jahiliah
yang tidak ditinggalkan oleh umatku. Ya,
tidak ditinggalkan oleh umatku.
Apa saja empat perkara tersebut sampai
umatku tidak meninggalkannya? Padahal
itu perkara jahiliah. Yang dimaksud umat
di sini umatul ijabah. Umat kalau
disebutkan
umati atau umatku ada dua kemungkinan.
Namanya umatul dakwah yaitu umat yang
ada di zaman Nabi yang Nabi dakwahi
mereka. Kaum muslimin, Yahudi, Nasra
yang majusi semua yang di zaman Nabi
namanya umatnya Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Maksudnya umatul dakwah. Tapi
terkadang maksudnya ummatul ijabah.
Maksudnya umat yang memenuhi seruan nabi
itu yang masuk is Islam. Ya, yang
dimaksud dengan umatti di sini adalah
umat al-ijabah. Yaitu
ada empat perkara perangai dari kaum
jahiliah yang sampai di zaman Nabi
sallallahu alaihi wasallam, umat Nabi
sallallahu alaihi wasallam belum
meninggalkannya. Ya, itu masih
dilakukan.
Yang pertama, alfakhru bil ahsab. Yaitu
bangga dengan al-ahsab. Al-ahsab itu
manzilah, kedudukan. Apakah karena
nasabnya dia bangga, dia merasa tinggi,
ataukah karena jabatannya dia merasa
tinggi atau karena backingannya dia
merasa tinggi. Ya, intinya
dia merasa hebat ya, merasa tinggi ya
dengan manzilahnya al-ahsab ini yang
pertama. Watu fil ansab. Yang kedua yang
juga tidak ditinggalkan suka mencela
nasab.
Suka mencela nasab ya.
Yang ketiga, wal istisqa bin nujum. Yang
ketiga adalah menyandarkan
e hujan kepada bintang ini, bintang anu.
Kemudian yang keempat, wiahatu alal
mayit, yaitu meratapi mayat. Waqala.
Nabi juga bersabda, anhatuam
qbla mautiha. Dan wanita yang meratapi
mayat jika dia
belum bertobat sebelum meninggal tuqamu
yaumalqiamah maka dia akan diberdirikan
pada hari kiamat kelak. Wa alaiha
sirbalun min qtiran. Maka dia memakai
pakaian dari qiran. Ada yang qatiran
maksudnya adalah cairan tembaga yang
dipanaskan. Ada yang mengatakan ter atau
aspal yang panas dijadikan pakaian oleh
Allah subhanahu wa taala
dan Allah mampu membuat pakaian dari
aspal.
minar. Ya, dalam ayat Allah mengatakan,
"Adapun orang kafir,
minar, Allah menjadikan bagi mereka baju
dari api." Maha suci Allah yang bisa
membuat di neraka jahanam baju dari apa?
Api. Jadi, nempel di badan mereka terus
bukan kain, tapi apa? api. Di sini ada
yang dibuat baju, tapi dari aspal yang
panas. Ada yang mengatakan dari cairan
tembaga yang panas. Wadirun min jarab.
dan juga dijadikan penyakit ee
gatal-gatal atau apa namanya ee apa ee
dibuat dari mantel yang terbuat mantel
dari yang membuat gatal. Jarab itu
penyakit ee kudis ya. Ya, penyakit
kudis.
Tib di sini empat perkara
yang yang menjadi poin kita. Yang
pertama adalah ee alfakhru bil ahsab.
Ini yang dilarang. merasa sombong,
merasa bangga dengan nenek moyang. Kakek
saya dulu begini, mbah saya dulu begini,
ya. Bapak saya dulu begini ya,
mau yang saya dulu begini, mau yang kami
begini. Bangga-banggaan ya. Saya
keturunan darah biru, kamu masih merah
ya. Saya sudah biru ya.
Ee bangga dengan jabatan ya. Bangga
dengan kedudukan ya. bangga karena kenal
dengan pejabat, bangga karena jadi
tetangga pejabat sehingga akhirnya apa?
Sehingga akhirnya merasa rendah yang
lain itu namanya alfakhru. Alfakhru.
Adapun kalau seorang di dapat kenikmatan
kemudian dia tidak bangga-banggaan
enggak ada masalah. Min bab tahad bin
nikmat. Ini menceritakan nikmat ya.
Alhamdulillah ee saya misalnya saya
belajar di Madinah. Alhamdulillah
bukannya sombong saya alhamdulillah
belajar di Madinah. Allah kasih
kesempatan. Alhamdulillah saya sudah
haji. Alhamdulillah ee alhamdulillah
saya sudah umrah. Misalnya seorang
mengucapkan bukan karena sombong, enggak
ada masalah. Bukan untuk merendahkan
orang lain, tapi menceritakan nikmat
yang Allah berikan kepadanya. Seperti
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Ana sayidu walidi Adam yaumalqiamati
wala fakhar." Aku adalah pemimpin
seluruh anak Adam pada hari kiamat. Pada
hari kiamat. Dan aku tidak sombong.
Semua nabi di bawah ya kepemimpinanku
pada hari kiamat kalian. Aku tidak
sombong. Rasulullah menjelaskan tentang
kemuliaan beliau. Jadi kalau seorang
diberi nikmat, kebetulan jadi pejabat,
kebetulan darahnya biru kata orang ya,
kebetulan nasabnya kembali kepada Nabi
misalnya, kebetulan Allah berikan dia
anugerah berupa banyak kenikmatan. Qadar
Allah mentakdirkan dia punya harta yang
banyak, punya anyak banyak, punya istri
banyak, punya maka tidak perlu dia
angkuh, merasa hebat, merasa sombong,
enggak.
Tapi kalau dia ditanya, dia sebutkan
hanya sekedar sebagai tahad bin nikmah,
yaitu untuk menceritakan untuk bersyukur
atas nikmat yang Allah berikan kepada
dia. Bukan untuk merendahkan orang lain,
memandang orang lain rendah. Ya, karena
dia tahu bahwasanya semakin banyak
nikmat maka semakin banyak hisab.
Semakin banyak nikmat semakin banyak
hisab, semakin banyak
pertanggungjawaban. Namun ini kata Nabi
sebenarnya ini ke tradisi jahiliah
tetapi masih ada di zaman ini di zaman
umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Yang kedua watu fil ansab. Tunu fil
ansab ini bisa dua maknanya itu mencela
nasab orang lain. Bisa artinya meragukan
orang sudah benar dia adalah ee
keturunan si fulan, tapi dia ah kau anak
zin lah, kau apalah dia dia mencela
nasab seorang. Padahal sudah benar tuh
nasab orang. Ini enggak boleh. atau
maksudnya fil ansab maksudnya
merendahkan nasab ee dasar suku ini,
dasar keluarga ini. Ya, ini ini enggak
boleh. Enggak boleh
ya. Tidak boleh. Ketika Allah Subhanahu
wa taala menciptakan manusia
berkabilah-kabilah, bersuku-suku,
berbangsa-bangsa bukan untuk saling
merendahkan tapi untuk saling mengenal.
Ya ayyuhanasu inna khaqakum minakari wa
unsa walnakum waqilu
in akakum. Wahai manusia, kami ciptakan
kalian dari laki dan wanita. Kemudian
kami jadikan kalian bersuku-suku,
berbangsa-bangsa. Buat apa? Lita'ofu.
Untuk saling mengenal.
Untuk saling mengenal dari jauh, dari
suku mana. Saling mengenal maksudnya
untuk saling dekat, saling menyayangi.
Ya, saling menyayangi ya. Ternyata
subhanallah menciptakan alwan berbagai
macam warna tubuh manusia, berbagai
macam perangai manusia, berbagai macam
bahasa untuk apa? Saling mengenal,
saling menyayangi, bukan saling
merendahkan, saling menjatuhkan.
Ya, inna akramakum indallahi atqokum.
Sesungguhnya
orang yang paling mulia di antara kalian
adalah yang paling bertakwa ya. Bukan
yang paling biru darahnya, bukan yang
paling ya tinggi jabatannya ya, bukan
yang paling
mancung hidungnya ya, bukan. Bukan yang
paling putih kulitnya, bukan yang paling
mulia, yang paling bertakwa. Makanya
rasul sahu alaih wasallam mengatakan,
"Kullukum min adam wa adam min turab."
Kalian semua dari Adam dan Adam dari
tanah. Ya la fadla li arabiyin ala
a'jami illa bittaqwa. Tidak ada
keutamaan orang Arab dibanding orang
ajam kecuali dengan takwa. Ada orang
Arab, ada orang non Arab. Mana yang
lebih bertakwa? Kalau bertakwa non Arab,
dia yang lebih mulia daripada orang
Arab.
Tidak ada keutamaan orang berkulit putih
di atas orang berkulit hitam atau
sebaliknya kecuali dengan takwa.
Maka dalam Islam tidak berkenal, tidak
mengenal rasis. Gak ada namanya rasisme
itu enggak ada.
Merasa paling hebat, merasa paling
sukunya paling top. Ya,
sesombong-sombongnya suku yang ada di
dunia ini masih kalah dengan sombongnya
suku Yahudi. Orang paling rasisme rasis
dunia itu siapa? Ya, Yahudi
bangga saya orang suku ini. Kau sombong
masih lebih sombong daripada kau ya.
Dari mana kau? Saya suku ini. Hah? Suku
ini. Kita orang suku ini begini.
Itu sombong masih sedikit. Masih ada
yang lebih sombong dari kau. Bilang
saya misalnya suku bangsa ini. Oh, kau
cuma dalam negeri. Saya luar negeri. Itu
luar negeri. Masih lebih sombong. Puncak
paling sombong Yahu Yahudi.
Puncak paling sombong Yahudi.
Maka gak boleh kita mencela ee suku.
Enggak boleh ya. Karena
tidak ada semuanya dari Adam ya. Yang
paling mulia, yang paling bertakwa. Dan
ini masih terjadi ya mencela misalnya di
antara kabilah-kabilah
sesama misalnya sesama ee sesama suku
Jawa juga. Jawa apa? Jawa ini ya
kadang-kadang mungkin mungkin ya ini
seandainya sesama Arab. Arab mana kamu
sesama Arab? Kabilah mana? Ah coba
misalnya gitu ada a seperti itu ya. Maka
harus dihindari
karena yang paling mulia yang paling
bertakwa. Kemudian di antara perkara
jahiliah yang masih ada ketika zaman
Nabi Nabi menyampaikan hal ini,
alistisqa bin nujum. yaitu menyampaikan
bahwasanya hujan ini terjadi hujan
karena bintang ini. Ya.
Dan ini tidak benar. Yang benar seorang
beriman berkata mutirna bifadlillah.
Kita dianugerahi Tuhan, dianugerahi
hujan karena karunia siapa? Alah
subhanahu wa tairna bifadlillah
warahmati. Kita dapat hujan
karena karunia Allah dan rahmat Allah
subhanahu wa taala. Karena kasih sayang
Allah subhanahu wa taala. Jangan
disandarkan kepada sebab ya. Apalagi
bukan sebab ya. Bintang bukan sebab.
Kalau dia sebab, kita pun tidak
menyandarkan nikmat kepada sebab.
Apalagi bintang itu bukanlah sebab. Dia
hanya tanda saja pas kebetulan hujan itu
menyamai adanya terbitnya bintang
tersebut. Ya, yaitu musim biasanya musim
hujan ketika muncul bintang ini. Bukan
bintang itu sebab hujan.
Tetapi biasanya hujan muncul ketika
musim bintang ini muncul. Maka
sandarkanlah kenikmatan hujan kepada
Allah subhanahu wa taala.
Bukan kepada sebab apalagi yang bukan
sebab. Yang keempat, wiahatu alal mayit.
Yaitu meratapi mayat. Meratapi mayat
yaitu maksudnya
ee
tangisan yang menunjukkan protesan
kepada Allah. Ngangkat suara. Niah itu
maksudnya angkat suara. Angkat suara di
antaranya protes. Ya Allah, kenapa kau
ambil dia? Kenapa kau ini? atau
menyebutkan kebaikan-kebaikannya. Anak
ini baik sekali, anak ini. Itu seperti
tidak tidak terima. Jadi niah bukan cuma
sekedar protes diambil, terkadang
menyebut-nyebut kebaikan
berlebihan kepada orang yang sudah
meninggal sehingga seakan-akan
kenapa diambil? Misalnya seorang wanita
anaknya meninggal dia bilang, "Anakku
ini baik sekali. Anak sangat berbakti,
ya Allah anak ini begini." Terus ini
juga enggak boleh ya. Karena seakan-akan
dia tidak rida ketika anak tersebut
diambil oleh Allah Subhanahu wa taala.
Dan banyak yang melakukannya adalah para
wanita. Islam mengajarkan seorang
bersabar.
Dalam agama yang lain, meratapi mayit
suatu kebanggaan. Bahkan saya pernah
melewati suatu kompleks-kompleks agama
lain. Mereka teman-teman di sini
kadang-kadang wanita dibayar untuk
meratap. Untuk apa? Meratapi. Dibayar
supaya meratapi. Nah, seakan-akan ini
orang hebat. Kita tidak rida dengan
kepergiannya. Kita sangat berdukaita,
sangat sedih. Itu suatu kebanggaan.
Ketika orang ini pergi banyak yang
sedih, banyak yang meratapi, banyak yang
menangis satu kebang orang sangat mulia.
Jadi kemuliaannya ditunjukin dengan
ratapan banyak orang. Dalam Islam
enggak. Dalam Islam justru kalau terkena
musibah maka rida dengan keputusan
Allah. Tidak boleh meratap. Adapun
menangis sebagai tanda kasih sayang
boleh. Rasul sahu alaihi wasallam ketika
seranya Ibrahim meninggalnya Rasulullah
menangis. Kata Rasul wasam inal aadma wa
innalba yahzan wulu illa bima yardibana.
Ibrahimahzunun. Sesungguhnya mata ini
bersedih bukan karena protes atas
keputusan Allah, tapi karena kasih
sayang. Dan sayang kepada anak itu
ibadah. Tangisan bukan tangisan apa. Ya
Allah, kenapa kau ambil anakku enggak
tapi karena rahmat kasih sayang. Hati
sedih, ya. Nah, ini ujian hidup.
Meninggal meninggal anak yang dicintai.
W naquulu illa bima yurdibana. Akan
tetapi kami tidak mengucapkan kecuali
yang mendatangkan keridaan Rabb kami. Wa
inna bifiraqika ya Ibrahim lamahzunun.
Sungguh kami sedih dengan kepergian
engkau wahai Ibrahim.
Nah, wanita yang seperti ini
meratap kalau seandainya dia meninggal
belum sempat bertobat maka dia akan
disiksa pada hari kiamat kelak.
Diberdirikan pada hari kiamat kelak dan
dia memakai pertama pakaian yang terbuat
dari tembaga yang dipanaskan. Yang
kedua, dia pakai mantel yang terbuat
dari kudis sehingga dia sudah kepanasan
dan gatal-gatal. Panas dan gatal-gatal
sebagai siksaan karena dia tidak
bersabar ketika diuji oleh Allah
subhanahu wa taala. Dan di sini
Rasulullah mengatakan anaiha wanita
karena kebanyakan yang meratapi adalah
wani wanita.
Kemudian hadis berikutnya war Tirmidzi
wahanahu.
Hadis riwayat Tirmidzi yang dihasankan
oleh Tirmidzi. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Lantahiyanna aqwamun
yaftakiruna biihim alladina matu innahum
fahmun fahmu jahanam." Hendaknya
sebagian kaum berhenti dari
membangga-banggakan nenek moyang mereka,
membangga-banggakan bapak-bapak mereka
yang telah meninggal. Wa innamahum fahmu
jahanam. Sesungguhnya bapak-bapak mereka
itu adalah bahan bakar arang di neraka
jahanam.
Ini di zaman Nabi ada sebagian orang
bangga-bangga dengan bapak kami dulu
begini, kakek kami dulu begini. Padahal
yang mereka bangga-banggakan ini
orang-orang musyrikin. Bapak-bapak
mereka dulu musyrikin yang meninggal di
zaman jahiliah. Kata Nabi, "Ngapain
bangga-banggakan bapak-bapak nenek
moyang? Sesungguhnya mereka adalah fahmu
jahanam. Mereka adalah barang apa? Arang
atau bahan bakar di neraka jahan
jahanam. Mereka dibakar di neraka
jahanam.
akunun ahwana minal atau mereka kalau
tidak berhenti mereka akan lebih hina di
sisi Allah daripada aljilan.
Aljlan
maksudnya adalah kumbang disebut kumbang
kotoran. Kumbang kotoran Alji'lan ini
kumbang yang dia suka pergi ke kotoran
manusia kemudian dia jadikan bola-bola
bulat. Pernah lihat enggak? Pernah. Ya,
Subhanallah. Saya enggak pernah lihat.
Saya cuma baca
ada benar ada di di TV ada. E saya
enggak pernah lihat. Saya enggak pernah
lihat langsung ya. Cuma tadi lihat-lihat
di apa di Google ada gambarnya.
Tapi enggak pernah lihat langsung.
Hah? Dian sapi ada ya. Jadi dia gimana?
Dia datang terus dia ambil dia bikin
bola-bola. Iya. Buat makanan.
Enggak pernah ditanya.
Jadi ini namanya kumbang kotoran. Jadi
dia pergi kotoran sapi, kotoran manusia
dia ambil dia bikin bola sebagai kalau
saya baca tadi dia sebagai ee tempat apa
namanya ee pasokan apa makanan ya buat
makanan simpan makanan yang disimpan
kapan perlu dimakan ya disebut dalam
bahasa Arab namanya aljiklan ya bahkan
dikatakan dia paling tidak kuat kalau
ada bau wangi bisa mati kalau cium
parfum
jadi kalau dia minum yang wangi dia bisa
jadi apa namanya ee ee metabolismenya
terganggu. Terganggu karena dia tidak
biasa minum yang cium yang wangi. Kita
manusia sebaliknya kalau mungkin kita
cium bau yang tidak enak kan bisa jadi
pusing, bisa anu ya hewan ini
kebalikannya. Kalau dia mencium bau
kotoran dia enjoy ya. Masyaallah
nikmat ya. J kalaucium parfum wah enggak
ya. Begitu Allah ciptakan berbagai macam
manusia, berbagai macam makhluk. Lalat
juga senang yang bau-bau. Kalau yang
harum-harum mungkin tidak semua harum
dia suka ya. Nah, ini Jan ini begitu.
Dia suka yang bau-bau busuk. Maka kata
Nabi, "Kalau kalian tidak berhenti
bangga-banggain bapak-bapak, nenek
moyang, bapakku, mbahku mbahku, buyutku
buyutku
yang padahal mereka semua penghuni
neraka jahanam. Mbah-mbah kalian kan
musyrikin dulu, penyembah berhala." Itu
di zaman Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Nabi tegur mereka karena
mbah-mbah mereka dulu di zaman jahiliah
penyembah penyembah berhala. Kalau
kalian tidak berhenti bangga-banggakan
nenek moyang, maka bisa jadi kalian
lebih hina daripada aljian kumbang
kotoran tadi ya di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Kemudian Nabi ingatkan
perbuatan bangga-banggain nenek moyang
ini bisa menimbulkan apa namanya
permusuhan. Karena kalau sudah sebut
nenek moyang apa nenek moyangmu? Wah,
itu sudah nenek moyangku nenek moyangmu
pelaut dulu enggak tahu ya. Jadi
kadang-kadang kalau sudah bicara suku
itu kadang-kadang agama hilang ud karena
merasa tersinggung darahnya itu sudah
apa ya sudah begitu kodrat manusia.
Kalau disinggung bapaknya, disinggung
dia pasti. Makanya ketika ada
bangga-banggaan terhadap ini itu bisa
menimbulkan perendahan kepada yang lain
dan bisa menimbulkan perpecahan. Maka
Rasulullah berkata, "Innallahakumal
jahiliyati
aba. Sesungguhnya Allah telah
menghilangkan dari kalian
bangga-banggaan,
sikap bangga-banggaan jahiliah dan sikap
bangga-banggaan dengan nenek moyang."
Innama hua mukminunqi fajirun syaqi.
Orang cuma dua, beriman bertakwa atau
pelaku maksiat sengsara.
Mau mau nasabnya tinggi, tapi kalau
tukang maksiat percuma. Mau nasabnya
rendah tapi kalau beriman bertakwa maka
luar biasa. Mau nenek moyang dulu
pahlawan jagoan
ternyata dia kurang ajar. Percuma
taruhlah nenek moyangnya dulu penjahat
tapi dia ternyata bertakwa bermanfaat.
Jangan seperti sebagian orang
mengatakan, "Kami ini keturunan ya darah
biru. Kami di mana pun tetap mulia.
Ibarat emas, logam emas mau ditaruh di
comberan tetap saja emas." Sebagian
orang begitu. Sehingga mereka mau
maksiat, mau apa mereka santai aja.
Kenapa? Karena kami ini emas. Ibarat
emas ditaruh di comberan apa berubah
emasnya?
Gak. Nah, kami seperti itu bahlul ya.
Mana kok seperti emas langsung comberan.
Berubah enggak mukamu? berubah mukamu
kalau masukin comberan ya. Maka jangan
kias yang ngawur. Apa kias yang yang
ngawur?
Kadang-kadang seperti itu. Jadi merasa
kalau sudah nasabnya tinggi dia pasti
selamat. Itu yang enggak benar ya. Kata
Nabi, manusia cuma dua, beriman
bertakwa. Mau nasabnya kayak apapun
kalau beriman bertakwa dia mulia. Karena
yang jadi patokan si Allah adalah yang
paling bertakwa.
Ya. Kalau nasabnya tinggi tapi karena
fajirun syaqi fajir tukang masjid tidak
ada nilainya. Apa kata Nabi? Kata
penyairq
Islam Salman Alfarisi
kufruasi abahabin. Sungguh Islam telah
mengangkat derajat Salman alfarisi dan
dia bukan Arab. Dia Persia tapi
ditinggikan oleh Islam karena dia
bertakwa. Sebaliknya Abu Lahab yang
nasabnya tinggi dari Ahlul Bait, dari
Bani Hasyim, pamannya Nabi jadi hina
karena kekufuran.
Karena kekufuran.
Ya, Bilal yang berkulit hitam tapi
mulia. Habasyi. Nabi mendengar suara
terompahnya di surga. Bilal Habasyi.
Seorang wanita berkulit hitam. Kata kata
Ibnu Abbas kepada At, alulamin min ahlil
jannah. Mau kau tunjukkan kepada engkau
seorang wanita penghuni surga. Hadil
maratus sauda. Inilah wanita berkulit
hitam. Atatin nabi. Dia datang kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
berkata, "Ya Rasulullah, saya sakit dan
saya kalau sakit kejang-kejang terungkap
sebagian aurat saya. Doakan agar Allah
sembuhkan saya." Kata Nabi, "Kalau kau
mau, saya doakan kau sembuh. Kalau kau
mau kau sabar masuk surga." Kata dia,
"Saya pilih sabar. Gak usah sembuh gak
apa-apa." Kata kata Ibnu Abbas, "Inilah
wanita penghuni surga dari si kulit
berkulit hitam."
Nasab apa? Nasab, nasab bukan nasab ee
nasab tinggi, gak. Kemudian kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Anasu min
adam wa adam khuliq min turab.
Manusia semua dari Adam dan Adam
tercipta dari tanah. Apa yang mau
dibangga-banggakan dengan tanah? Tanah
diinjak-injak. Apa mau
dibangga-banggakan?
Makanya di antara hikmah kata para ulama
kalau ada orang tukang muji-muji, muji
kita, "Kau gini, kau gini, kau gini.
Agar kita enggak ujip, ambil tanah
lempar ke dia." Apa muji-muji saya? Kita
semua dari tanah.
Seming tanah dari tanah unsur asalnya
tercipta dari air mani mim maim mahin
dari air yang hina mimmain dafiq yang
terpancar terpancar dari mana dari
kemaluan
yang masuk ke mana masuk kemaluan juga
yang keluar dari mana dari kemaluan juga
apa yang mau dibanggakan
jadi ini menunjukkan bahwasanya
bangga-bangga itu dosa besar ya
bangga-bangga dosa dosa ya. Karena
Rasulullah sebut dengan perangai jahi
jahiliah. Perangai jahi jahiliah. Dan
Rasulullah mengatakan kalau tidak
berhenti maka akan jadi lebih hina
daripada aljiklan yaitu kumbang kotoran.
Babnya masih terkait dengan ansab. Babun
atu fil ansab. Bab mencela nasab. Tadi
saya sebutkan mencela nasab ada dua
kemungkinan. Pertama meragukan nasab
seorang yang sudah benar. Ya. Yang kedua
merendahkan nasab ya suku seorang itu
merendahkan nasabnya.
An Abi Hirat radhiallahu anhu marfuan.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu
secara marfu.
Kufrun. Dua perkara yang ada pada
manusia ya yang merupakan kekufuran pada
mereka. Dua perkara ini disebut
kekufuran. maksudnya kufur asghar. Jadi,
tapi ketika meskipun kufur asghar tapi
ketika disebut dengan kufur berarti dosa
besar. Dosa besar ya. Apa dua kekufuran?
Dua dua hal tersebut. Atu fil
ansabyahatu alal mayit.
Yaitu mencela nasab. Yang kedua adalah e
meratapi mayat. Ya, yang jadi perhatian
kita di sini Rasulullah menamakan dua
perkara ini adalah keku kekufuran. Kufur
ada dua sebagaimana kemunafikan ada dua
sebagaimana kefasikan ada dua
sebagaimana kesyirikan ada du du dua
syirik ada syirik akbar ada syirik as
asghar. Ya. Bedanya apa? Kalau syirik
akbar mengeluarkan dari Islam kalau
syirik asghar tidak mengeluarkan dari
Islam. Kefasikan pun demikian.
Tapi semuanya dosa besar. Dikatakan
syirik kecil bukan berarti dia dosa
kecil. Cuma untuk membedakan bahwasanya
yang namanya syirik kecil tidak
mengeluarkan dari Islam. Tapi dia dosa
besar atau dosa kecil? Dosa besar.
Sama kefasikan itu tidaklah disebut
kefasikan kecuali kepada dosa besar
tetapi disebut fasik kecil, fasik besar
untuk membedakan kalau fasik besar
maksudnya mengeluarkan daripada is
Islam.
Ya. Sama dengan kufur ada dua kufur
kecil, kufur besar.
Kufur kecil tidak mengeluarkan dari
Islam. Kufur besar mengeluarkan dari
Islam. Tetapi meskipun ke, meskipun ee
kecil tetap dinamakan kufur. Berarti
inilah dosa be besar. Dinamakan kecil
besar hanya untuk membedakan ini yang
mengeluarkan dari Islam ini tidak.
Makanya ketika ditanya apakah mencela
nasab orang membuat orang keluar dari
Islam? Tidak. Tapi tetap dia kufur,
kufur kecil. Apakah meratapi mayat
merupakan keluar membuat orang keluar
Islam? Jawabannya tidak. Karena bukan
kufur akbar tapi dia kufur ke kecil.
Tetapi ketika dinamakan kufur berarti
dia usaha be besar. Oleh karena sebagian
syarahul hadis ketika membahas para
pencara pensyarah hadis ketika membahas
membahas hadis ee tentang wanita yang
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam eh
wahai para wanita tasadaqna hendaknya
kalian banyak bersedekah fainakunna akar
jahanam karena kalian banyak penghuni
neraka jahanam di antaranya liannakunna
takfurnal asir karena kalian kufur
kepada suaminya
seb mengatakan meskipun pun ee itu ee
kufur kecil atau kufur nikmah. Tetapi
ketika dinamakan kufur maka dia
merupakan dosa dosa besar. Buktinya
terancam masuk neraka.
Lupa dengan kebaikan apa? Suami. Tetapi
dia merupakan dosa besar karena Nabi
menamakan dengan kufur. Dengan kalimat
apa? Kufur. Maka dua dosa ini adalah
dosa besar. Pertama mencela nasab,
merendahkan misalnya ya. Sehingga yang
kedua adalah me meratapi mayat. Sudah
kita bahas tadi
ti bab berikutnya babun maniddaan
nasaban laisa lahu. Bab kalau tadi
mencela nasab ini ngaku-ngaku punya
nasab
ternyata dia tidak bernasab dengan
demikian. Saya keturunan suku ini. Saya
keturunan raja ini. Saya darah biru. Ya,
saya ini. Padahal gak padahal enggak ya.
Saya ada keturunan kiai ini. Padahal
enggak.
Saya keturunan siapa sih? Padahal enggak
dia tahu padahal enggak. Maka ini juga
dosa besar.
Saat radhiallahu anhu rasul wasam
bersabda
abi wahuamahu
abi jannatu alaihi haram. Siapa yang
ngaku-ngaku kepada selain bapaknya
padahal dia tahu itu bukan bapaknya itu
bukan garis nasabnya. Dia bilang saya di
situ. Saya keturunan fulan. Kakek saya
adalah kiai fulan, ternyata bukan. Kakek
saya adalah Gus fulan, ternyata bukan.
Kakek saya adalah wali fulan, ternyata
bukan. Kakek saya adalah keturunan ee
Ahlul Bait, ternyata bukan. Ya,
saya keturunan orang bule padahal bule
potan.
Ya, pokoknya dia ngaku saya
keturunan-keturunan turun padahal tidak
benar. Ya,
dia tahu padahal bukan. Cuma
ngaku-ngaku. Fal jannatu alaihi haram.
Maka surga haram baginya.
Surga haram baginya. Kita kalau suku
bilang aja suka suku ini suku. Enggak
usah enggak usah belokan kamu. Suku
mana? E suku anu. Padahal bukan
namanya suku. Suku bapak atau suku ibu?
Sayaating sama antum? Suku ikut bapak
atau ibu? Bapak. Kamu sukunya mana? Suku
ibu. Malu bilang suku bapak. Kenapa
malu? Kenapa malu? Ya, akhi yang yang
Allah nilai bukan masalah suku-sukunya.
Yang Allah nilai adalah apa? Tak takwa.
Nasab tinggi percuma. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Man bat
bihi amaluhu lam yusri bihi nasabuh."
Siapa yang amalnya lambat maka tidak
bisa dipercepat dengan nasabnya.
Maksudnya kalau kamu tukang maksiat,
nasabmu tinggi, tidak ada faedahnya.
Tidak ada faedahnya.
Yang berikutnya, walahuma an abi
radhiallahu anhu marfuan. Demikian dari
dari Abu Hurairah radhiallahu anhuma.
Laqobu abikum. Janganlah kalian benci
dengan nenek moyang kalian. Tidak suka
keturunan bapak seperti itu. Tidak yaak.
Gak boleh ya. Ya.
Bahkan Ikrimah bapaknya Abu Jahal tetap
Ikrimah bin Abi Jahal bapaknya Abu Jahal
gak mungkin diganti bapaknya. Bapaknya
meskipun bapaknya Abu Jahal anaknya
sahabat.
Umayyah kafir yang menyiksa Bilal masuk
neraka. Anaknya Sufan bin Umayyah masuk
Islam. Tetap aja Safan bin Umayyah.
Al-Walid ibn Mughirah neraka jahanam.
anaknya Khalid ibnul Walid yang enggak
mungkin dirubah Khalid bin siapa tetap
Khalid ibn Al-Walid meskipun bapaknya
penghuni neraka jahanam enggak boleh
nasab enggak boleh dirubah
meskipun kau benci dengan bapakm tidak
boleh dirubah
tidak boleh di dirubah tetap binnya
tetap nasabnya harus benar maka kata
Nabia abaikum jangan kalian akhirnya
tidak suka dengan ya
nenek moyangnya sehingga tidak mau
bernasab kepada nenek moyangnya nya
abhi fahua kufrun atau fahua kafar.
Siapa yang tidak suka dengan bapaknya,
tidak mau bernasab dengan bapaknya, maka
dia telah kufur. Maksudnya kufur kufur
asghar. Maksudnya kufur apa? As asgar.
Walahuma an Ali radhiallahu anhu
marfuan. Dari Ali bin Abi Thalib dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Beliau
bersabda, "Manidda ghairi abihi."
Siapa yang berafiliasi kepada selain
bapaknya, dia nisbahkan kepada bukan
bapaknya atau kepada bapaknya
dipelesetin akhirnya lari ke
kakek yang lain padahal bukan keturunan
kakek tersebut. Pokoknya nasabnya dia
rubah-rubah.
Aama giri mawalihi atau dia berafiliasi
kepada selain mawalinya.
Mulis mis maksudnya ada budak misalnya
budak dimerdekakan
oleh suatu kabilah
maka budak ini setelah merdeka
dinisbahkan kepada kabilah tersebut. Si
fulan
maulahum yaitu e si fulan misalnya aljfi
maulahum. Si fulan misalnya ee misalnya
alqurasyi maulahum. Si fulan dari
Quraisy, tapi bukan asli nasab Quraisy,
tetapi maulanya yaitu dia adalah budak
yang pernah dimerdekakan oleh orang
Quraisy.
Cara penyebutannya adalah dari Quraisy
maulahum, yaitu dia adalah budak yang
pernah dimerdekakan oleh kabilah Quraisy
misalnya. Maka siapa yang sudah
dimerakan oleh kabilah tertentu kemudian
dia menisbahkan berafiliasi kepada
kabilah lain seakan-akan dia
dimerdekakan oleh kabilah lain maka ini
orang yang tidak beres. Tidak mensyukuri
bahwasanya dia pernah dimerdekakan oleh
satu kabilah. Harusnya dia berisbah
kepada kabilah tersebut. Mungkin kabilah
tersebut secara nasab rendah, tapi dia
enggak boleh mengingkari.
Karena kabilah ini yang telah berbuat
baik kepadanya, memerdekakan dia. Sama
seorang tidak bernasab kepada bapaknya,
padahal dia ada di atas muka bumi ini
karena bapaknya. Kemudian tidak suka dia
mau putar ke bapak yang lain. Enggak
boleh.
Kata Allah, kata Nabi, "Siapa yang
seperti ini? Faalaihi laknatullah wal
malaikati wasasi ajmain." Maka atas dia
laknat Allah, laknat para malaikat dan
laknat seluruh manusia. La yaqbalullahu
minhu yaumalqiamfan w adlan. Allah tidak
akan terima darinya pada hari kiamat
kelak amalan wajibnya maupun amalan
sunahnya.
Makin dalil bahwasanya berintima
berafiliasi bernisbah kepada selain
sukunya, selain bapaknya ini dosa dosa
besar.
Dosa-dosa besar
sama al-wala tadi seorang budak
dimerdekakan dia harus berintima
berafiliasi kepada ee kabilah yang
memerdekakannya. Dalam satu hadis Rasul
sahu alaih wasallam bersabda, "Alwalau
luhmatun kaluhmatin nasab laba wala
tuhab." Namanya alwala yaitu ee
memerdekakan budak, maka tetap seperti
nasab. Maka orang yang dimerdekakan
harus bernasab kepada kabilah yang
merdekakannya. Tidak boleh diperjual
belikan sebagaimana nasab tidak
diperjualbikan dan tidak dihadiahkan.
Enggak boleh.
Saya misalnya ada saya nasab ya, saya
ini keturunan Raden misalnya Raden
ee Raden ya udah kamu kamu baik sudah
kamu Raden aja saya pasang Raden enggak
boleh karena nasab tidak bisa di perjual
belikan dan tidak bisa dihadiahkan.
Nasab itu kan menjelaskan tentang
keturunan bagaimana udah kamu jadi radin
aja. Enggak boleh. Misalnya saya
misalnya ada seorang keturunan Nabi.
Kamu mau jadi keturunan Nabi sudah saya
bikinkan keturunan. Enggak boleh. Enggak
boleh. Keturunan Nabi Nabi Adam gak
enggak apa-apa. Kalau enggak boleh bikin
nabi ini, nabi ini. Enggak boleh. Enggak
boleh ya.
Enggak boleh. Karena itu nasab itu
keturunan. Gak boleh ya. Ya.
Misalnya, misalnya di Aceh misalnya
keturunan raja disebut dengan teiku
misalnya. Taiko. Enggak boleh. Kalau ada
orang bukan teku dipasang apa? Teku.
Karena teku itu nasab. dia dari
keturunan misalnya bangsawan tertentu
sama seperti di Jawa ada Raden misalnya
di nam tu bagus ya enggak tu bagus ya
enggak boleh kalau orang bukan tu bagus
enggak boleh dipasang gelar tu bagus
karena ini adalah menjelaskan tentang
nasab ya yang penting jangan
sombong-sombong itu aja
jangan sombong ya tapi intinya tidak
boleh dipasangkan, dihadiahkan apalagi
suruh bayar mau jadi raden sini bayar
enggak boleh gak boleh ya ini haram
tidak
Dan dosa dosa besar
tib berikutnya babun man tabar min
nasabihi ya sama mirip juga yaitu
seorang yang berlepas diri pada nasabnya
an Amr bin Syuaib an abhi an jaddihi
marfuan rasul sahu wasam bersabda
kafarabq
kufur yaitu kufur kecil seorang berlepas
diri dari nasabnya meskipun waq meskipun
tipis. maksudnya ee
sebagian ulama menafsirkan maksudnya
ditetapkan dengan nasab dia dalam nasab
ini mungkin dalilnya tidak begitu kuat
tapi menunjukkan dia dari keluarga ini.
Meskipun dalilnya tidak begitu kuat
bahwasanya dia menunjuk dia adalah dari
nasab ini. Kalau dia tidak ada dalil
yang lain menunjukkan dari nasab yang
lain, maka jangan berlepas diri sampai
ada dalil yang menunjukkan dia bukan
dari nasab ini.
Waaqah. Maksudnya meskipun jalan
penetapan validasinya tidak begitu kuat
tapi yang jelas dia keturunan dari nasab
tersebut maka dia tidak boleh berlepas
diri. Aidan nasaban la yf atau dia bikin
nasab yang tidak diketuai bikin sendiri.
Saya adalah ee Abdullah bin ee
Kiai Fulan bin Kiai Fulan bin Kiai Fulan
bin Kiai Fulan sampai ee bin Husein bin
Ali bin Abi Thalib misalnya.
Ini kiai enggak ada yang tahu nih. Kiai
ini kiai ini orang wah bapakmu kia-ki
mbah saya kiai. Orang enggak ngerti
karena enggak ada biografi tentang
kiai-kiai. Dia bikin nasab sendiri terus
dia bikin pohon nasab dibikin sendiri.
Ini enggak boleh seperti ini. Mau
dilarikan ke Ahlul Bait, mau dilarikan
ke Raden siapa, mau larikan ke raja
siapa, enggak boleh bikin-bikin sini.
Enggak boleh. Ini dosa-dosa besar.
Bahkan Rasulullah mengatakan kufur ya
maksudnya dosa besar.
Wali Abi Daud wali Tabbraniu min had Abi
Bakar Siddiq radhiallahu anhu. Wali Abi
Daud wabni Hibban an Abi Hurairat
radhiallahu taala anhu. Dan juga al Imam
Abu Daud dan Ibnu Hibban dan dari Abu
Hurairah meriwayatkan marfuan dari Nabi
secara marfu.
Wanita mana saja, perhatikan bahayanya.
Wanita mana saja memasukkan seorang anak
pada suatu nasab, suatu kaum padahal dia
bukan dari kaum tersebut, maka Allah
tidak akan masukkan dia dalam surganya.
Ya, misalnya, misalnya
ini bukan anak suaminya, dia
anak haram. Kemudian dia masukkan binnya
ke bin kabilahnya. Enggak boleh. Gak
boleh. Padahal anak ini bukan dari
kabilah. Kabilah tersebut. Wanita
seperti ini tidak akan masuk surga. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Wanita seperti ini tidak akan masuk
surga karena dia telah memasukkan
memasukkan ee anak ke dalam satu kabilah
yang bukan dari kabilah tersebut.
Maka gak boleh kita angkat anak angkat
terus kita bilang bin fulan enggak
boleh. Bin kita enggak boleh.
Uduhum liabaiim aqallah. Nabi
mengatakan, "Sebutkanlah mereka dengan
nama-nama bapak mereka." Dulu Rasulullah
mengangkat anak. Dulu di zaman dulu ada
namanya Taban itu ngangkat anak.
Rasulullah angkat seorang anak namanya
Zaid ibn Harithah dan sempat disebut
Zaid bin Muhammad. Maka Allah larang.
Setelah itu Allah rubah aturan. Allah
mengatakan udu liabaiim. Sebutkan sesuai
dengan bapak nama bapak mereka. Akhirnya
dirubah menjadi Zaid ibnul Haritah.
Karena bapaknya namanya siapa? Alitah.
Hati-hati sebagian orang ambil bayi dari
misalnya dari rumah sakit atau ada bayi
yang dibuang dia ambil dia. Maksudnya
baik tolong tapi jangan disebut bin dia.
Enggak boleh.
Tulis saja si fulan bin Abdullah karena
bapaknya pasti hamba Allah.
Tapi jangan bilang binti. Enggak boleh.
Enggak boleh ini. Karena dia masukkan
dalam suku. Enggak boleh.
Ya.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Waalidin jahada wadahu wahua
ilaihijaballahu
yaumamah." Bapak mana saja yang
mengingkari anaknya
dan dia lihat anaknya itu anak saya itu
anak saya benar tapi dia ingkari ya maka
Allah akan terhijab darinya pada hari
kiamat.
Dan Allah mempermalukan dia pada hari
kiamat kelak. Minalin akirin. Akan
dipermalukan di seluruh khalayak manusia
dari awal sampai akhir. Dia enggak suka
anaknya. Ah, bukan anak saya nih. Mirip
loh hidungnya. Bukan. Bukan anak saya.
Mau tes DNA? Enggaklah. Janganlah.
Ngapain tes DNA? Bukan anak saya. Ini
enggak boleh.
Kalau anakmu yang ngaku saja anak
anakmu. Meskipun kamu mancung dia pesek
gak apa-apa. Ini anak saya kok pesek.
Iya, ibunya pesek memang. Wah.
Ada kisah saya pernah dengar kisah dari
seorang syekh
kisah kisah nyata. Ada seorang
seorang lelaki menikah dengan seorang
wanita. Kemudian laki ini suka bersafar.
Ketika dia pergi istrinya mengandung.
Kemudian dia pergi.
Istrinya dia pergi. Ketika balik ee
suaminya belum balik. Istrinya
melahirkan. Ternyata melahirkan, anaknya
hitam.
Kata kakak-kakaknya, "Bunuh nanti istri
suamimu kira kau berzina karena suaminya
putih."
Akhirnya dia bunuh. Subhanallah.
Entah akhirnya melahirkan lagi. Pas dia
ada mereka ketakut anehnya hitam lagi.
Waduh, mana ini hitam lagi.
Maka ketika bapaknya, suaminya lihat
anaknya, suaminya senang sekali. Ini
persis kakek saya. Jadi kakeknya
diberapa? Hitam.
Kadang lewat darah kakek yang muncul.
Enggak
boleh nolak anak. Ya, ada kawan juga
cerita dia punya teman
juga temannya
sekarang mungkin istrinya ada empat dan
dia suka kawin. Kawin kemudian cerai,
ngawin cerai. Sekarang pun istrinya
banyak ya. Suatu hari dia pergi ke luar
negeri. Ke luar negeri duduk
ngobrolngobrolng ngobrol. Tahu-tahu ada
anak mungkin umuran sekitar 2 bulan
remaja datang.
Bapak Fulan. Iya. Saya anakmu, Pak.
Anakmu. Anak saya. Ibumu yang mana?
Jadi temanteman saya itu hadir. Teman
saya cerita dia hadir lagi sama temannya
lagi safar. T-tahu ada anak remaja ngaku
sebagai anak temannya itu. Jadi teman
saya cerita ke saya tapi dia tenang. Dia
kata, "Kak, Pak, saya anak Bapak."
Ibu mau yang mana? Ibu saya ini. Oh, iya
benar. Sini, sini. Masyaallah.
dari kecil sampai besar enggak pernah
ketemu. Tapi dia tidak mengingkari
langsung dia peluk langsung dia muliakan
dia orang kaya. I kasih kasih dulu.
Enggak boleh kita mikir itu anak kita.
Anak kita harus kita akui ya. Wallahu
taala. Demikian saja. Wabillahi
taufikah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.