Transcript
mA65a4FDo5Y • Penyakit-Penyakit Hati - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2466_mA65a4FDo5Y.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukr lahu
ala taufiqihi
wamtinanih ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la
syarikalahu takiman
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwanumma sholli alaihi
wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwanih hadirin
hadirat yang dirahmati oleh Allah
subhanahu wa taala pada kesempatan kali
ini kita akan bahas tentang
penyakit-penyakit hati
Dan saya juga merasa perlu
untuk belajar dan untuk mengingatkan
diri sendiri ya. Karena banyak penyakit
hati yang secara teori kita
paham tetapi tetap
kita tertimpa dengan penyakit
tersebut. Kenapa? Karena hati ini sulit
untuk kita mengkontrolnya.
Kalau tidak karena karunia dari
Allah dan dengan sebab keinginan yang
kuat,
keseriusan, maka kita akan sulit
terhindar dari penyakit-penyakit hati
tersebut. Terlebih lagi
penyakit-penyakit hati selalu
mengotori. Makanya ketika Nabi
sallallahu alaihi wasallam ditanya,
"Ayunasi afdal?" "Wahai Rasulullah,
manusia mana yang paling afdal?"
Maka rasul sahu al wasallam
menjawab,
lisanmumilqb. Setiap orang yang lisannya
selalu jujur dan
selalu disapu hatinya. Sahabat berkata,
"Shoduqul lisan narifuhu fama makhmumul
qalb." Ya Rasulullah, lisan yang jujur
kami tahu apa yang dimaksud dengan
makhmum. Kalau makhlum itu maksudnya
yang disapu. Apa yang dimaksud
dengan hati yang selalu
disapu? Maka Rasul alaihi wasallam
berkata, "Kullu qolbin qolbi qolbin
taqiyin naqi alqalbu taqin naqi. La itma
fihi wala hasad walal ghil." Ya, kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Itu
setiap hati yang bersih, yang bertakwa,
yang tidak ada dosa padanya, tidak ada
hasad, tidak ada dengki, tidak ada
dongkal." Ya, yang ingin saya sampaikan
pada hadis ini Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam menyebutkan bahwasanya
manusia yang paling afdal, manusia yang
terbaik yang selalu menyapu hatinya.
Ibarat rumah selalu ada kotoran yang
masuk, debu, kotoran atau ada
hewan-hewan yang masuk sehingga tiap
hari harus dibersihkan. Kalau tidak
dibersihkan, maka rumah itu lama-lama
kotor. Ini menunjukkan bahwasanya hati
selalu datang alwaridat, hal-hal yang
selalu
datang. Sementara kita berinteraksi
setiap hari, ya kita melihat apa yang
kita lihat, kita dengar apa yang kita
dengar, maka banyak hal-hal yang masuk
dan bisa mengotori hati. Maka perlu kita
konsentrasi untuk senantiasa
membersihkan
hati. Dan kita tahu bahwasanya yang
menjadi patokan utama Allah Subhanahu wa
taala adalah hati kita. Bukan casing
kita, bukan penampilan kita, bukan rupa
kita, bukan harta kita, bukan banyaknya
pujian, bukan banyaknya followers, bukan
banyaknya pengikut, bukan. Tapi hati
kita bagaimana di sisi Allah Subhanahu
wa taala. Ya, makanya rasul sahu al
wasallam berkata, "Innallaha
lauru ila suarikum w ajsamikum wakin
yurubikum waalikum." Allah tidak
memandang kepada rupa kalian, kepada
paras kalian, kepada fisik kalian,
tetapi Allah melihat kepada hati kalian
dan amalan
kalian. Allah juga berfirman, "Layan
yanallaha luhumuha wala dimauha waki
yanaluhut taqwa minkum." Sesungguhnya
harta yang kalian ee sembelihan yang
kalian sembelih, unta atau sapi atau
kambing, darahnya tidak akan sampai
kepada Allah. Demikian juga dagingnya
tidak akan sampai kepada Allah. Walakin
yanal taqwa minkum. Tapi yang sampai
adalah ketakwaan kalian ketika kalian
menyembelih. Itu yang sampai kepada
Allah. Yaitu benar seorang ketika
menyembelih dia perhatikan secara
casing, secara fisik. Cari kambing yang
gemuk lebih afdal cari sapi yang gemuk,
cari unta yang gemuk. Apalagi kalau dia
sapi sendirian, unta sendirian, itu
benar. Tapi Allah ingatkan itu darah,
itu kambing tidak sampai kepada Allah.
Yang sampai adalah apa? Ketak ketakwaan.
Yaitu kau memilih sapi yang gemuk karena
takwamu. Kau memilih kambing yang gede
karena takwamu. Bukan untuk pamer, bukan
untuk gagah-gagahan,
bukan. Karena itu semua tidak sampai.
Yang sampai adalah ket
ketakwaan. Lanjut, lanjut, Ustaz.
Lanjut.
Oleh karenanya ee perhatian terhadap
hati
harus lebih besar daripada perhatian
terhadap penampilan luar. Ya, amal batin
harus lebih diperhatikan daripada amal
zahir. Nah, kita
sekarang banyak penyakit-penyakit hati
yang menerpa
kita. Banyak. Saya akan sebutkan
penyakit-penyakit hati.
Kemudian kita akan bahas sedikit demi
sedikit secara ringkas tentunya ya.
Karena kalau kita mau detail satu
penyakit hati butuh satu pengajian ya.
Tetapi mengenali secara global ini
penting. Makanya di antara doa Nabi
sallallahu alaihi wasallam, waslul
sakimata qolbi. Ya Allah cabutlah
penyakit-penyakit hatiku.
Dan Allah mengatakan
ya yauma yanfaun wanun illa man atallah
biqbin
salim. Hari yang di mana anak-anak dan
harta tidak bermanfaat kecuali yang
bertemu dengan Allah dengan hati yang
selamat, hati yang
bersih. Allah mensifati Nabi Ibrahim wa
inna min syiatihi la Ibrahim id jaab
rabbahu biqolbin salim. Di antara
pengikut Nabi Nuh adalah Ibrahim Alaih
Salam ketika dia bertemu dengan Allah
dengan membawa hati yang
selamat. Ini perkara bukan sepele
ya. Hati ini masalah penting. Lihatlah
Uwais
al-Qarani siapa? Bukan orang
terkenal. Tapi dia miliki hati yang luar
biasa. Miliki hati yang luar biasa.
Rasulullah bersabda, "Khairut tabiin
Uwais al-Qarani." Sebaik-baik tabiin
adalah Uwais al-Qarani. Dia tidak
terkenal. Kalau bukan Nabi yang membuat
dia
terkenal dan dia terkenal setelah Nabi
wafat, Nabi kasih tahu kepada Umar,
"Wahai Umar, akan datang ada pasukan
tambahan dari Yaman, amdad min ahlil
Yaman. Pasukan tambahan perang dari
negeri Yaman. Maka carilah seorang
bernama Uwais Al-Qarani, kalau kau
ketemu, mintalah agar dia yastagfir lak.
Agar dia mohon ampunan kepada Allah
untuk engkau." Umar disuruh minta agar
Uwais beristigfar untuknya. Maka Umar
selalu cari, "Ada enggak orang namanya
Uwais? namanya orang namanya Uwais tidak
ada yang kenal dia. Bukan orang
terkenal. Bahkan di kampungnya dia
dituduh yang tidak-tidak. Tetapi
ternyata dia punya amalan-amalan yang
luar biasa. Dia punya ibu yang dia
berbakti kepadanya. Ya, dia punya
keikhlasan ya. Sementara tabiin yang
lain terkenal. San Al Basri terkenal,
Sayid ibn Musayyib terkenal,
ya. Ibnu Sirin terkenal. Banyak
tabiin-tabiin yang terkenal. Tetapi Nabi
berkata khairut tabiin. Sebaik-baik
tabiin adalah siapa? Uwais Al-Qurani.
Kenapa? Karena hatinya luar biasa. Dia
punya ibu dia berbakti
kepadanya. Kana laha walidatun hua
bihabar. Dia punya ibu, dia berbakti
kepadanya. Dan dia dulu punya penyakit
baros sekujur tubuhnya. Dan dia berdoa
agar disembuhkan kecuali maud qadra maud
dirham. Kecuali seukuran sekeping
dirham. Kalau enggak salah di pusarnya.
agar tidak disembuhkan sehingga dia
selalu bersyukur kepada Allah Subhanahu
wa taala. Ingat bahwasanya dia dulu
pernah berpenyakitan. Dia tidak pengin
hilang semuanya. Karena hilang semuanya
nanti dia lupa. Maka dia ingin disisakan
akhirnya kalau lihat saya dulu pernah
punya
penyakit. Gak ada yang kenal dia. Tapi
Allah mengenalnya ya.
Karena kita ini hidup di zaman yang
sibuk dengan validasi dari masyarakat
sehingga dari netizen, dari kawan-kawan
sehingga kita banyak terkena penyakit
penyakit hati. Kurang berkhalwat,
beribadah, bersendirian dengan Allah
Subhanahu wa taala sehingga kita sering
terkena penyakitpenyakit
hati. Apalagi ibu-ibu lebih potensi
terkena penyakit apa? Hati. Bapak-bapak
juga, tapi Ibu lebih berpotensi karena
hati mereka yang lemah. Hati mereka yang
lemah
ya. Mudah terkena syubhat, mudah terkena
syahwat ya. Mudah di ya di di ditipu dan
yang
lainnya. Bab saya akan sebutkan penyakit
hati secara umum terbagi menjadi
dua. Yang pertama adalah terkait dengan
syubhat. Yang kedua terkait dengan
syahwat.
Syubhat dengan berbagai macam modelnya,
syahwat dengan berbagai macam
modelnya. Syubhat yaitu lemahnya dalam
ilmu sehingga terkena berbagai macam
syubhat. Itu kerancuan berpikir yang
akhirnya menimbulkan penyakit
hati. Di antara penyakit-penyakit yang
terkait dengan syubhat misalnya
kekufuran. kufur terkena syubhat. Dia
ragu dengan Islam dia ragu dengan
hadis-hadis Nabi. Jadi dia ingkar sunah
yang mengingkari sunah-sunah Nabi. Hanya
percaya kepada Al-Qur'an misalnya, maka
dia terjerumus dalam
kekufuran. Terkena syubhat, dia tidak
menerima tafsir yang ada dari para
ulama. Maka dia pengin punya tafsir
sendiri, tafsir bebas. Dia tidak mau
tafsir tekstual. Maunya tafsir kon
tekstual dengan syubhat yang terstruktur
dipelajari. sehingga dia mengatakan kita
tidak usah terpaku dengan tafsir yang
ada. Kita boleh tafsir sendiri yang
relevan dengan kebutuhan kita. Jadilah
timbul namanya tafsir hermeneutika yang
produknya adalah homoseksual
halal produknya. Saya enggak usah bicara
prosesnya nanti
kepanjangan produknya. Homoseksual halal
semua agama masuk
surga. Kenapa? Kita tafsir kontekstual
ini
syubhat. Dengan syubhat karena lemahnya
lemahnya ilmu tidak mendapat petunjuk
dari Allah Subhanahu wa taala maka
timbullah keraguan dengan syariat.
Keraguan dengan syariat. Masa begini
sih? Masa begini sih? Sementara Nabi
Allah berfirman, "Falaika la yminuna
hatta
yuhaimuka bainahum tumma la yajidu fi
anfusim haj mimma qitaimu taslima."
tidaklah mereka
beriman ya sampai mereka demi Rabbmu
kata Allah demi Rabbmu Allah bersumpah
sesungguhnya mereka tidak beriman sampai
mereka menjadikan engkau sebagai hakim
yaitu hakim dalam keputusan segala
perkara pada perkara-perkara yang mereka
perselisihkanma la yajidu fi anfusim
hara mimqit kemudian mereka tidak
mendapati dalam diri mereka grundel
ketidaksukaan atas apa yang kau
putuskanusallimu taslima dan Mereka
pasrah
menerima apa yang kau putuskan. Itu baru
beriman. Allah berfirman, walamu anna
fikum rasulullah. Ketahuilah di antara
kalian ada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kalau Nabi mengikuti keinginan
kalian dalam segala urusan, kalian yang
akan repot.
Ikuti saja nanti Allah akan berikan
hiaskan iman dalam hati
kalian. Allah jadikan kalian cinta
dengan iman. Allah hiasi iman
tersebut. Dan Allah yang menjadikan
kalian benci kepada kufuran,
kemaksiatan,
kefasikan. Tapi ketika orang tidak punya
ilmu, dia bisa ragu. Kenapa Nabi begitu?
Kenapa Nabi begini? Kenapa harus haram?
Kenapa tidak boleh begini? Ibu-ibu
kadang-kadang begitu. Kenapa enggak
boleh sih? Kenapa enggak boleh sih? Ada
keraguan ini semua kembali kepada
syubhat. Obatnya nuntut ilmu yang benar.
Berdoa kepada Allah subhanahu wa taala
agar bisa terlepas dari syubhat-syubhat
tersebut sehingga terbebaskan dari
kekufuran, dari kemunafikan, dari
keraguan. Di antaranya jadi waswas.
Penyakit hati juga was-was. Was-was
ragu. Ini benar atau tidak? Was-was.
Was-was tentang akidah, was-was tentang
ibadah, was-was tentang thaharah. Ini
semua penyakitpenyakit hati. Sekedar
saya sebutin secara ringkas. Tib.
Penyakit hati yang terkait dengan
syahwat juga banyak. Yang terkait dengan
syahwat itu tidak sesuai dengan hawa
nafsu kita. Kita maunya begini, ternyata
begini. Contohnya
hasad. Ini penyakit hati syahwat. Maunya
kita yang nomor satu, maunya dia di
bawah kita. Ternyata Allah mentakdirkan
dia sama dengan kita sederajat atau
lebih, maka timbul namanya apa? Hasad.
Tidak terima dengan takdir Allah
Subhanahu wa taala. Protes. Ya.
Kenapa dia ganteng? Kenapa saya
pas-pasan? Kenapa istrinya lebih cantik?
Istri saya kurang cantik. Padahal saya
lebih ganteng dari dia. Ya, kamu duitnya
enggak ada masalahnya.
Jadi
hasad syahwat di antara penyakit terkait
dengan hasad. Apa riya pengin
dipuji publish supaya
dipuji publish amal saleh memperlihatkan
amal saleh. Sedikit-sedikit posting.
Sedik-sedikit apa?
Posting. Kemudian di
antaranya sumah bercerita. Kalau tadi
dengan penglihatan, sekarang cerita.
Saya dulu begini, saya dulu begini, saya
dulu begini. Supaya dipuji oleh orang.
Ini penyakit hati. Ingin validasi dari
masyarakat. Bahkan validasi yang
berlebihan. Ingin dipuji dengan apa yang
tidak dia lakukan. Di antara orang
munafik ciri-cirinya kata Allah
Subhanahu wa taala, "Wau yuhibbuna an
yuhmadu bima lam yaf'alu." Senang dipuji
dengan apa yang tidak dia lakukan. Dia
tidak lakukan seakan-akan dilakukan. Dia
tidak perfect tapi seakan-akan perfect.
Sehingga yang ditampilkan selalu kalau
orang lihat bayangan orang luar biasa
padahal biasa-biasa. Kenapa? Dia senang
dipuji atau disangka oleh orang dia
hebat daripada yang seharusnya. Ini juga
penyakit-penyakitnya orang
munafik. Di antara penyakit hati adalah
pengin selalu jadi sorotan, narsis,
pengin jadi pusat perhatian. Dia senang
kalau dijadikan buah bibir oleh
masyarakat. ya. Sehingga kecanduan untuk
bikin konten selalu bikin konten, bikin
konten, bikin konten supaya jadi pusat
perhatian. Entah karena hatinya pengin
tampil atau karena ada dunia di balik
itu. Ini penyakit kena banyak
orang. Bahkan mengenai sebagian dai
penginnya tampil mulu.
Ya, ini penyakit hati.
Contoh yang mungkin menimpa sebagian
dari kita. Contoh juga penyakit hati
adalah dendam yang tidak hilang-hilang.
Selalu dendam, dongkol, marah, tidak
pernah dia kontrol, tidak bisa dia
hentikan. Dendam
terus. Penyakit
hati ini penyakit hati yang boleh saya
katakan banyak
menimpa kaum muslimin. Menimpa sebagian
kita. Tentu tidak semua tapi sebagian
kita. Di antara penyakit hati, irodat
dunia biamalil akhirah. Ingin dunia
dengan amalan akhirat. Dia beramal
saleh, tapi di balik itu dia ingin apa?
Ingin dunia, ingin dapat duit.
Dia
menjadikan agama sebagai industri untuk
menghasilkan apa? Menghasilkan duit.
Tujuan dia adalah
duniawi. Ini juga bahaya. Ini juga
bahaya. Dan banyak orang sudah
berguguran.
Ini penyakit hati yang mungkin kita
bilang sepele ternyata juga menimpa
banyak
orang. Di antara penyakit hati adalah
suka dengan maksiat. Menimpa banyak di
antara kita. Penginnya kok dengar musik.
Pengin rindu. Nostalgia
maksiat. Sudah dapat hidayah, sudah
hijrah, tapi rindu pengin apa? Pengin
nostalgia maksiat.
Baik yang maksiat berupa lagu,
nyanyi-nyanyian, musik-musikan atau
tonton-tontonan. Rindu. Rindu. Berarti
hati kita sedang berpenyakit. Orang yang
sakit hatinya benar, dia benci dengan
maksiat. Iya enggak? Ini bukan benci,
dia rindu pengin maksiat. Dia harus
lawan. Berarti hatinya sedang apa?
Sakit. Buktinya dia
kepingin. Hati saya sedang sakit. Dia
sadar bahwasanya hatinya sedang sedang
sakit. Tolong catat nanti saya lupa juga
ya.
Berikutnya suka suudon. Ini penyakit
apa? Hati. Melampiaskan syahwatnya.
Suuzon. Prasangka buruk. Prasangka
buruk. Berikutnya penyakit hati.
Merendahkan orang
lain. Merasa dirinya hebat. Merendahkan
orang lain. Ini juga sebabnya banyak.
Akhirnya pada kesom
kesombongan. Di antara penyakit hati
adalah ujub. Yaitu merasa dia sukses
karena dirinya bukan karena Allah
subhanahu wa taala.
hilang bahwasanya ini semua dari Allah
hilang dari benaknya. Dia merasa dia
berhasil karena dia pintar, karena dia
pandai berorasi, karena dia cerdas,
karena dia tim yang hebat, karena ini,
karena ini. Dia lupa bahwasanya semua
itu semata-mata dari siapa? Allah
Subhanahu wa itu penyakit penyakit
ujub. Di antara penyakit hati
adalah
ee susah untuk khusyuk, hati hati keras.
amrillah minal. Bukankah tiba saatnya
hati menjadi
khusyuk dengan ayat Allah, dengan
mengingat
Allah? Jangan seperti orang-orang ahlul
kitab. Setelah berlamanya waktu,
akhirnya hati mereka menjadi qaswah,
jadi keras. Susah mau khusyuk ketika
salat. sudah paksa-paksa susah susah
baca Quran meng khusyuk jadi makmum
imamnya lama banget lama banget padahal
imamnya sudah enak imam Madinah imam
Makkah dia masih merasa lama hati tidak
khusyuk berarti hati sedang apa
berpenyakit bukan imamnya yang salah
tapi hati anda yang salah kalau Anda
bercermin jelek bukan cerminnya yang
salah tapi sisirnya yang
keliru. Jadi ini penyakit kita alami.
Maksudnya kita harus sadar kita ini
banyak penyakit. Makanya disuruh sapu
tiap tiap hari, tiap saat suruh sapu
seperti rumah yang harus disapu setiap
hari. Jangan merasa kita hebat, kita
hati bersih. Ya, bersih sebagian dari
penyakit tapi kotor dengan sebagian apa?
Penyakit. Di antaranya putus asa. Putus
asa kayaknya sudahlah enggak bisa.
Enggak mungkin Allah selamatkan kita
lagi. Putus
asa. Putus asa rahmat Allah Subhanahu wa
taala.
putus asa dari kasih sayang Allah
Subhanahu wa
taala. Tib ini secara
global. Coba diulang ada yang catat
enggak yang terkait dengan syubah tadi?
Apa
aja? Satu-satu. Ayo. Hah? Kufur. Terus
apa? Ragu.
Waswas. Terus apa lagi?
Kemunafikan. Terus.
I kemunafikan ya seputar itu yang
terkait syahwat apa aja?
Hasad ri riya sumah terus narsis narsis
apaagi
dendam
terus
dan lain-lain dan lain-lain.
Bab sekarang kita mau bahas satu-satu.
Antum siap duduk sampai asar? Siap. Saya
enggak
siap.
Tib. Penyakit hati yang kena syubhat ini
bukan perkara
sepele. Dan
setan iblis ingin kita terkena syubhat.
Makanya dalam hadis disebutkan
bagaimana
iblis menggoda manusia melemparkan
syubhat dalam hati mereka sehingga
mereka ragu dengan Allah. Karena syarat
iman harus yakin. Namanya iman harus
apa? Yakin. Akidah itu suatu ikatan
simpul yang kuat. Kalau tidak yakin maka
imannya lemah. Bahkan bisa dikatakan
imannya tidak sah.
Ya. Innamal mukminadzina amanu billahi
wa rasulihi tumma lam yartabu.
Sesungguhnya orang berimanah yang
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Kemudian tidak tidak ragu. Tidak ragu.
Kalau ragu berarti imannya
bermasalah. Dalam
hadis ada sahabat berkata, "Ya
Rasulullah, innahu yajidu ahaduna ma
yakir minama ahabbu ilaihi minantiq
bihi."
Ya Rasulullah, sesungguhnya salah
seorang dari kami mendapat dalam dirinya
ada suatu
perkara kalau dia ucapkan sangat buruk.
Lebih baik dia jatuh dari langit, jatuh
ke bumi lebih baik daripada dia ucapkan
perkataan tersebut. Itu ada keraguan,
ada was-was. Setan datang
menggoda. Maka Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan, "Zaka shihul iman."
Itu menunjukkan engkau beriman. Buktinya
digoda oleh apa? Setan. Tinggal tugas
kau melawan. Ya, tinggal tugas kau kau
melawan. Kalau ada was-was jangan kau
bilang berarti saya tidak beriman gak.
Saya lawan. Saya lawan berarti saya
sedang di digoda. Seperti dikatakan
kepada Ibnu Abbas, "Wahai Ibnu Abbas,
orang-orang Yahudi merasa kalau mereka
salat
khusyuk." Kata Ibnu Abbas, "Ngapain
setan datang goda orang
Yahudi?" Kaifa yati setan
ila e qolbin kharib. Ngapain setan
datang kepada hati yang sudah hancur?
Yang digoda itu yang hatinya masih sehat
digoda dibuat syubhat dibuat saya. Kalau
sudah mati ya sudah saya merasa khusyuk
setan enggak perlu ganggu engkau karena
sudah khusyuk dalam
kekufuran. Dalam kekufuran. Tapi kalau
ada bersihan nah itu berarti ada godaan.
Tapi bagaimana caranya kita
menghadapinya? Perlu tahu. Ini berarti
setan sedang memberikan penyakit dalam
hati kita. Harus kita lawan. Datang
dalam hadis juga Rasul wasallam
bersabda, "Laalunas
yatasaaluna yaak
ahaduhum
khalaqallah." Senantiasa orang-orang
saling bertanya di antara
mereka.
Ikuti keingin apa namanya? Keponya
sampai kepo pada hal yang di luar dari
nalarnya. Akhirnya mereka berkata,
"Iblis membisikkan ini Allah menciptakan
segala sesuatu."
an khalaqallah kalau gitu yang ciptakan
Allah siapa kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam fa
ahadukumikaalyaqul kalau salah seorang
dari kalian mendapati ada bisikan
seperti itu, dibisikkan sampai hal-hal
yang aneh-aneh maka ucapkanlah falyaqul
amantu billahi waasulih walid billahi
waliyantahi dia hendaknya dia berkata,
"Aku beriman kepada Allah dan rasulnya
dan hendaknya dia berlindung kepada
Allah mengatakanillahirrajim
Kemudian dia berhenti, jangan
lanjutkan. Dan itu terkadang setan
datang padahal di luar ranah kita
seperti berpikir tentang zat Allah.
Ngapain dipikirin? Otakmu enggak enggak
sampai. Suruh mikirin bidadari aja
enggak bisa. Gimana mikir Allah
Subhanahu wa taala?
Ya. Tahu-tahu setan datang suruh
berpikir tentang takdir. Kenapa begini
Allah? Kenapa begini? Kenapa iblis
kafir? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa
Adam harus turun ke bumi? Kenapa? supaya
kamu lahir. Jadi banyak
pertanyaan-pertanyaan
macam-macam.
Auzubillahiminasyaitanir rajim. Karena
setan akan membawa kalau kita ngikutin
dia akan bawa terus. Ini kalau enggak
punya ilmu
bahaya. Akhirnya was-was tentang akidah.
Was-was tentang
akidah.
Bahaya. Kalau enggak punya ilmu.
Akhirnya
kebawa kebawa perasaan. Akhirnya menolak
syariat.
Contoh seorang ini banyak kena syubhat
ribelal. Dia pergi ke luar negeri, lihat
ada orang kafir baik. Terus dia bilang,
"Masa orang kafir begini masuk baik
kayak gini masa masuk masuk neraka."
Enggaklah. Enggak mungkin Allah sejahat
itu. Mulai dia pakai
perasaan. Sementara jelas Abu Thalib
yang super baik masuk neraka. Abu Thalib
yang super
baik. Tidak ada orang kafir lebih baik
daripada Abu Thalib. Tidak ada orang
kafir yang punya jasa terbesar se kepada
Nabi seperti Abu Thalib. Tapi dia karena
punya kurang
ilmu apa namanya
ee perasaannya bermain sehingga dia
mendahulukan perasaan daripada
dalil. Akhirnya dia
berkata,
"Semoga Allah
memasukkan sang pastor di surga."
Akhirnya
begitu engak pakai perasa perasaan pakai
perasaan dan ini disebutkan orang
liberal kalau enggak punya ilmu kena
syubhat tersebut. Karena syubhat
tersebut.
Sama seperti keraguan. Seorang ragu
tentang sunah-sunah Nabi sallallahu
alaihi wasallam ya. Maka timbullah
golongan namanya al-quraniyun. Tidak mau
dengar hadis atau dikenal ingkarus
sunah. Tidak punya
ilmu. Sehingga menolak seluruh sunah.
Atau ada yang menolak hadis-hadis sahih
Bukhari dan sahih Muslim.
Nolak karena dia baca syubhat. dia tidak
punya ilmu tentang ilmu yang benar kena
syubhat. Artinya dia ragu tentang
hadis-hadis yang datang dalam sahih
Bukhari dan sahih
Muslim. Ini berbahaya dan in adalah
spekulasi tingkat tinggi. Maka seorang
ya jangan coba-coba dengar syubhat,
belajar yang baik. Dia sudah beriman,
sudah bertakwa. Kalau syubhat datang
mengenainya tempat dia ingini, maka dia
bertanya kepada orang yang berilmu. Tapi
kalau dia buka-buka syubhat pengin
dengar, pengin dengar, pengin dengar,
apa sih kata orang-orang ateis? Orang
ateis penuh dengan
syubhat. Kalau kita enggak punya ilmu,
kita coba-coba dengar terus Allah cabut
taufik, sudah kita
ikut-ikutan ragu Tuhan ada atau tidak.
Sudah selesai. Tidak perlu kau bilang
kau murtad, gak perlu. Tidak perlu kau
bilang kau ateis. Kau ragu Tuhan ada
atau tidak, itu sudah kafir dalam
Islam. Ada istilah agnostik. Saya saya
tidak bilang Tuhan tidak
ada, tapi saya belum temukan dalil
kepastian Tuhan itu ada. Ya, sama
saja. Sama
saja. Itu dalam Islam namanya
kafir. Karena namanya akidah harus iman
yang kuat, bukan
ragu-ragu. Sekarang syubah tersebar di
mana-mana. Syibah tersebar di mana-mana.
Maka seorang menjaga hatinya hidup
tentram, pergi ke masjid, ibadah,
jalankan kegiatan kesehariannya, cari
nafkah, ngaji, sudah, enggak usah
sok-sok pintar dengar-dengar apa?
Syubhat. Hati ini lemah. Kata para
salaf. Asyubhatu khath syubhat
menyambar-nyambar walubu diifah dan hati
lemah. Semua itu syubhat sudah ada
bantahannya. Cuma antum mana waktu mau
baca itu semua? Dengar syubhat cuma 1
menit untuk membersihkannya. Butuh baca
mungkin 1 jam, 2 jam, 1 hari, 2 hari, 1
bulan. Jadi ngapain kita dengar
cari-cari
penyakit? Bukan berarti saya bilang
begini berarti tidak ada jawabannya.
Semua ada jawabannya. Para ulama sudah
bahas. Cuma kapan antum mau jawab? Kapan
antum mau baca jawabannya?
Apalagi kalau ternyata syubhat tersebut
sesuai dengan hawa nafsu. Sudah cocok
ini cocok kalau saya ini
cocok sehingga akhirnya tidak mau cari
jawaban yang benar. Karenanya hati-hati
hindari
semua syubhat. Syubhat menyamar-nyamar
sementara hati ini sangat lemah.
Berikutnya waswas. Was-was ini juga tadi
terkait dengan akidah, kemudian terkait
juga dengan taharah. Sebagian orang
was-was karena tidak punya
ilmu. Baru masuk ke rumah, waduh
jangan-jangan ada kotoran di ini.
Jangan-jangan. Sehingga sebagian orang
pasang keran di depan rumahnya. Setiap
masuk rumah dia cuci dulu keran apa. Ya.
Sampai ada kawan saya bilang, "Kita dulu
was-was, Ustaz. Kalau ada anak main di
luar, masukin jeding keluar. Khawatir
ada najis di sini, ada najis di sini.
Was-was enggak punya ilmu. Sementara
Nabi begitu sederhana. Nabi ajarkan
kalau kalian mau ke masjid falyanzur,
lihatlah kepada khufnya. Kalau ada najis
digosokkan di tanah baru masuk
selesai. Karena najis bisa dihilangkan
dengan air bisa juga dihilangkan dengan
apa? Ta tanah. Para sahabiyah dulu
roknya
panjang-panjang sampai minta izin kepada
Nabi ya Rasulullah. Yurkhina ziraan.
Ya Rasulullah, bagaimana kalau roh kami
panjangkan sepanjang sehasta, yaitu
sekitar 40 centti di bawah mata kaki?
Tujuannya apa? Supaya laasifu aqdamuhun
agar kaki-kaki kita tidak terlihat. Kata
Rasul sahu al wasallam, "Yurina syibron
w yazidna alalik." Enggak boleh
panjang-panjang, cuma cukup sejengkal.
Jadi para sahabat dulu semangat
memanjangkan roknya supaya kakinya tidak
terlihat.
bukan malah publish di foto profile
ya. Dan ketika mereka jalan, mereka
bilang, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau
kena najis?" Kata Rasulullah,
"Dibersihkan dengan tanah selanjutnya."
Ya, itu
dimaafkan. Ini anak masuk masukin ke
jeding
lagi. Seperti ada kelompok yang
sesat, yang sedikit-sedikit najis.
Sedikit najis. Orang masuk di pel di
pel.
Sampai ada kawan sengaja bapaknya dia
cerita bapak saya masuk ke masjid dia
kain bapaknya pegang-pegang situ pegang
dinding akhir itu mereka kerja
bakti
bodoh was-was dalam apa ibadah was dalam
thahara dan kadang saya tandang karena
kebodohan gak punya ilmu. Saya pernah
kemarin ditanya juga ada anaknya was-was
sudah ngaji tapi kena was-was. Sudah di
pendidikan ilmu agama dia merasa kalau
sudah wudu seakan-akan belum
wudu sehingga wudu lagi. Sehingga wudu
kasihan capek. Habis wudu mau salat aduh
kayaknya belum wudu lagi. Salat kayaknya
masih tiga rakaat. Empat kayaknya masih
tiga. Terus kasihan. Ini was-was. Ini
penyakit. Ada penyakit hatinya yang
membuat dia senantiasa ragu. Semakin dia
ikuti setan semakin membawanya.
semakin bawahnya maka sembuhnya dengan
ilmu. Ada kaidah ya kaidah harus
dipelajari di antaranya saya bilang
ketahuilah was-was jangan diikuti.
Sampai Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan ketika syukiya ilaihi annahu
yajiduaian fi shati ada
seorang mengeluh kepada Nabi seakan-akan
dia mendapati sesuatu dalam
salatnya seakan-akan dia buang angin.
Dalam hadis Rasulullah mengatakan,
"Datang setan, setan mengganggu dengan
meniup angin di duburnya sehingga
seakan-akan keluar apa? Angin." Setan
kurang kerjaan tapi begitu kerjaan
setan sehingga uh angin ada keluar setan
atau digerakkan sesuatu rambutnya. Dalam
hadis disebutkan kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "La yansorif jangan putuskan
salat. Lanjut aja meskipun ada perasaan,
cuekin aja." Karena ada kaidah alyakin
la yazulu bisyak. Kaidah dalam syariat,
keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan
keraguan. Kamu yakin kau sudah bersuci
tadi, sementara kentut enggak masih
ragu? Itu kentut apa? Ragu itu buang
aja. Kata Nabi, "Kecuali keyakinanmu
dibatalkan dengan keyakinan yang lain."
Bagaimana timbul keyakinan yang lain
kalau kau kedengar tut? Ah, berarti
benar. Bukan tiupan setan. Itu tiupan
dari dalam tubuh.
Atau tidak ada suara tapi kau cium. Hah?
Benar ya? Berarti keyakinan dibatalkan
dengan ke keyakinan. Selama belum yakin
cuekin aja. Taruhlah ternyata memang kau
buang angin salatmu tetap sah karena kau
ikut aturan. Paham? Ragu kentut enggak
ya? Aduh kentut enggak ya? Kayaknya
kentut tapi pasti kentut. Saya enggak
bisa memastikan dalam hati. Berarti
kalau belum bisa memastikan lanjut apa?
Salat. Seandainya kau pun buang angin,
tetap salatmu
sah. Paham itu lawannya
begitu, "Ustaz, saya merasa tadi sudah
wudu. Kalau kau sudah wudu, jangan ulang
lagi. Kayaknya belum, cuekin aja.
Meskipun ternyata kau belum cuci
tanganmu, tetap salat musah. Karena
obatnya kau harus lawan itu. Itu namanya
uzur
syar'i. Seperti seorang yang mengalami
salasilu arih, senantiasa buang angin,
buang angin. Bagaimana? Ya sudah dia
wudu, dia salat meskipun buang angin
dimaafkan." Kenapa? Karena itu penyakit
baginya. Salasilul bol orang bersalat
kemudian keluar setetes 5 menit setes
lagi. Bagaimana caranya? Azan dia wudu
salat meskipun menetes terus enggak ada
masalah. Karena ada tujuan syariat
engkau harus salat sementara ini uzur
uzur syari bagi kamu. Kalau kau
ragu-ragu kayaknya saya belum cuci
tangan
tadi. Itu kenapa basah? Enggak tahu juga
kenapa basah. Kenapa kayaknya saya belum
ini sampai wudu berulang-ulang kasihan.
Dan itu ada orang seperti itu. Caranya
kau cuekin, jangan kau ikuti. Kalaupun
ternyata kau belum berwudu, tetap
salatmu apa? Sah. Jangan
diikuti. Maksudnya ini terkadang
penyakit-penyakit hati harus dilawan
dengan apa? Dengan dengan
ilmu. Ada orang datang, "Ustaz, telepon
saya. Ustaz, saya kok merasa setiap hari
saya merasa mau mati. Jadi saya terus
kalau kau mati kenapa?" Saya bilang,
"Kalau mati kenapa? Yang penting kau kan
beribadah salat. Kalau mati ya sudah
setiap kita juga mati. Buktinya kan kau
enggak
mati-mati. Jadi harus dimarahin supaya
dia. Karena kalau dia sudah merasa mati
terus mau ngurusin anak susah ngurusin
karena takut mati melulu. Iniat penyakit
hati. Penyakit was-was was mau mau mati
ya sudah mati terus. Kenapa? Kalau kau
bertakwa mati ya sudah berarti cepat
masuk surga kan?
Tayib
ini insyaallah mudah mudah
menghindarinya. Yang penting jangan
dengar
syubhat. Ada kajian yang ragu enggak
usah didengar. Jangan sok pintar, sok
kepos, sok
menghakimi, sok ingin tahu. Kau belum
tentu siap untuk mempelajari jawaban
yang terkadang harus panjang. Ya,
seperti buku akidah. Buku akidah kalau
kita baca akidahnya Imam Bukhari tipis.
Akidahnya Alauzai tipis. Rasulullah
kasih akidah sudah sederhana. Kenapa
sekarang buat akidah tebal-tebal? Dalam
rangka membantahta
syubhat. Jadi harus bikin kaidah kaidah
kaidah kaidah. Kalau syubhat datang
begini, bantahnya begini, jadi panjang,
jadi
rumit. Seharusnya dulu akidah ahlusunah
mudah. Rasulullah sampaikan orang Arab
Badui ngerti, orang baru masuk Islam
juga ngerti. Ya, tapi karena banyak
syubhat yang beredar, akhirnya para
ulama nulis buku akidah menjadi apa?
Tebal. Ya, kalau kita dengar syubhat,
kita betul kuat untuk mempelajari
landasan untuk membantaas syubhat
tersebut, maka kuncinya jangan dengar
apa?
Syubhat. Jangan dengar
syubhat. Tiib. Yang berikutnya,
penyakit-penyakit hati terkait
dengan
syahwat. Di antara syahwat manusia
adalah ingin
dipuji. Yaitu syahwat yang disebut oleh
Ibnu Taimiyah syahwatun kfiyah. syahwat
yang tersembunyi ingin diakui. Ingin
diakui. Dan cara untuk diakui di
antaranya adalah dengan mempublish amal
saleh, maka itu namanya riya. Atau
menceritakan amal saleh namanya
sumah'ah. Kata Alghazali, Imam Alghazali
rahimahullah namanya sum atau riya
adalah tholabul manzilah fi qulubinas.
Dia mempublish amal salehnya. Dia
cerita, dia apa namanya? Share tholabul
manzila fi qulubbinas dalam rangka untuk
mencari kedudukan di hati manusia.
Kenapa saya cerita kebaikan saya kepada
engkau? Supaya engkau bilang, "Oh,
masyaallah ternyata ya." Masyaah, itu
maksudnya masyaallah. Wih, saya tidak
duga ternyata. Nah, itu itu yang saya
tunggu-tunggu kalimat itu. Paham? Saya
tidak duga ternyata ya. Ternyata kau
riak. Jadi ini ini syahwat. Ini syahwat
sampai seorang mengorbankan yang paling
dia yang paling dia sayang itu
nyawanya hanya untuk terkenal.
Sebagaimana Rasulullah sebutkan tentang
seorang yang mati syahid tapi masuk
neraka. Rajulun ustusyahid. Seorang mati
syahid mati dalam medan pertempuran.
Fautiya bihi dihadirkan. Faahu
niamahufaha. Allah ingatkan
nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada
mujahid
ini. Keberanian, kehebatan mainkan
pedang dan lain-lainnya. Allah berkata,
"Wama amilta f lakukan dengan
nikmat-nikmat ini kata dia, qotaltu fika
tusit." Aku berperang di jalanmu sampai
aku mati syahid. Kata Allah, "Kadzabta,
kau dusta. Walakin liuqol annaka jari."
Tapi kau berperang supaya kau dikatakan
sang pemberani. Bayangkan untuk mendapat
gelar pemberani dia rela
mati. Siapa kita ini? Paling kita sukai
apa? Nyawa kita. Makanya kalau sakit
sedikit kita ke rumah sakit. Kalau
enggak pikirin nyawa kan enggak usah ke
rumah sakit. Mati ya gak apa-apa kan?
Enggak ada kita begitu. Kalau sakit ke
mana? Ke rumah sakit. Sudah kepala
pusing cek kolesterol. Berarti kita kan
sayang sama ini. Dia rela mengorbankan
nyawanya demi untuk mendapatkan
pengakuan. Berarti syahwat atau bukan
syahwat? Syahwat.
sampai capek-capek bikin konten supaya
pencitraan syahwat atau bukan syahwat
supaya dipuji,
disanjung. Ini hati-hati, ini penyakit
bisa menimpa siapa
saja bahkan bisa menimpa ustaz. Bukankah
orang kedua yang Allah hadirkan pada
hari kiamat untuk disiksa? Seorang
ustaz.
ilma waamahu seorang nuntut ilmu dan
mengajarkannya. Waq alquran belajar ilmu
Al-Qur'an dan mengajarkannya. Pakar
sanad-sanad
Al-Qur'an, pakar qiraat Al-Qur'an. Maka
Allah hadirkan, Allah ingatkan tentang
kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.
Allah bertanya, f lakukan dengan itu
semua kata dia, qikal Quran. Aku baca
Quran ngajarin karena engkau. Kata
Allah, kadabta, kau dusta. anaka q
supaya orang kenal kau sebagai ahli baca
Quran. Liuql anaka alim supaya dikatakan
engkau orang yang paling apa? Alim orang
akui. Ya, akhi. Orang butuh pengakuan
sampai sebagian
orang ya ee saya ngeri sekali ada orang
paksa masang dirinya doktor. Saya tidak
bicara politik ya. Ini tidak keluar dari
politik ya. Ada orang saya tahu sengaja
pasang dirinya dokter padahal dia bukan
dokter. Butuh validasi masyarakat.
penipuan
publik
ngeri berarti bukan
doktor. Sampai ada yang nekad mau dapat
profesor mungkin dari universitas
abal-abal
nekad buat apa? Untuk
validasi. Kenapa itu syahwat? Syahwat
untuk diagungkan oleh masyarakat
syahwat jangan disepelek karena ini
syahwat bahaya.
Kalau tidak kita patahkan dari awal
akan tumbuh dalam diri kita sedikit demi
sedikit. Semakin semakin semakin
disanjung semakin ah semakin pengin
melayang
terbang. Lihat ustaz ini masuk neraka.
Kenapa dia ngajarin Quran? Supaya
dikatakan dia ahli baca
Quran. Kal maksud saya bukan berarti ini
bukan penyakit biasa. sampai yang
terjatuh di dalamnya adalah juga para
dai, para
ustaz.
Makanya saya agak
maksudnya ya itu mungkin ijtihad
masing-masing. Tapi sebagian dai
manajemennya benar-benar manajemen
artis.
Jadi semua aktivitasnya diketahui.
Karena namanya orang kan pengin tahu
artis lagi
ngapain, lagi ngapain, lagi perbaiki
ini, lagi ini, lagi ini lagi ini, lagi
ini, lagi ini. Yang saya tidak tahu itu
semua dari guru-guru saya gak pernah
melakukan demikian dan saya tidak pernah
baca buku dalam salafus saleh seperti
itu. Dia bilang, "Ustaz, kan boleh-boleh
saja. Iya, tapi hati
berat." Sehingga bukan cuma ilmu yang
ditampilkan tapi kepribinan ustaz.
sehingga dia menjadi tokoh yang wau.
Apalagi didukung oleh tim-timnya yang
kemudian menjadikan dia
wow. Saya hanya sekedar menyampaikan
suara hati saya. Semoga kita tidak
demikian karena itu
penyakit. Sampai kalau dia berjalan lima
orang shoting. Subhanallah.
yang saya saya cuma khawatir menular
kepada audiens. Itu yang saya
khawatir sehingga audiens juga hobinya
begitu. Maka saya harus sampaikan hal
ini. Ini
penyakit memang ramai me menyenangkan
memang janganlah
janganlah kalau artis ya memang mereka
begitu. Kita kan dakwah harusnya tidak
demikian. Harus tidak demikian dakwah
harus elegan. ada
marwahnya. Oh, hukum asalnya boleh. Iya,
boleh. Kalau bicara boleh-boleh saya
enggak bisa mengharamkan. Boleh-boleh
aja. Tapi apakah begitu cara para
salafus saleh sementara kau mengatakan
di atas mandat salaf, apakah begitu
diajarkan oleh guru-gurumu dahulu
seperti itu? Adakah ustaz-ustaz kita
dahulu seperti itu? Ya, kita jaga jaga
ya. Jangan cuma terpedaya dengan jumlah
audiens, jumlah followers. Enggak. Kita
pengin yang berkualitas. Kita ingin
berjalan diridai oleh Allah Subhanahu wa
taala.
Saya pernah umrah, istri saya umrah.
Tahu-tahu saya keluar dari hotel,
tahu-tahu ada sekelompok orang berbaju
hitam pakai sorban ramai-ramai. Ini
siapa ini? Sampai saya, "Ih,
jangan-jangan ini kelompok sesat yang ee
puasa lihat laut itu kan mereka baju
hitam kan. Kalau laut sudah pasang
puasa, kalau Ramadan lebaran juga lihat
apa laut. Eh, ternyata ustaz sunah." La
haula wala quata ill ngajarin semua
timnya untuk jalan dengan gagahnya ramai
jadi pusat perhatian narsis.
Saya hati aja sakit, cuma saya enggak
bisa apa-apa. Ini saya baru ngomong
sekarang. Ya, ikhwan mau
saya jangan
bilang semua orang bisa kena ini. Ustaz
tadi masuk neraka gara-gara apa?
Gara-gara ingin dibilang
apa? Dibilang ahli baca
Quran. Kita tidak masuk dalam hati
manusia, tetapi waspada. Hal-hal yang
bisa mengarahkan ke sana kita kita
putuskan.
Sumah
cerita sampai ada sebagian orang yang
mobilnya
kemudian macet mogok, dia ganti ban
kemudian disooting. Ini lagi ganti
ngapain? Maksudnya ngapain?
untuk menunjukkan bahwasanya kau hebat.
Kita enggak tahu tapi enggak ngapain
yang kalau kita dakwah itu ilmu yang
penting. Bukan saya keren, bukan saya
ganteng, bukan saya bikin fitnah nanti
yang
lainnya. Apakah saya mau tampil saya
harus pakai leven misalnya atau pakai
bedak? Saya tujuannya ilmu atau supaya
ganteng di hadapan
ibu-ibu? Saya tidak perlu validasi
ibu-ibu. Yang penting validasi dari
istri saya.
Ilmu yang penting
ilmu. Saya dulu pernah mengisi di salah
satu stasiun TV beneran. Ustaz pakai
enggak enggak ustaz pakai mungkin dia
bilang supaya pencahayaan gak saya sudah
ganteng. Saya enggak cantik. Saya
ganteng. Nanti kalau digitu tambah jadi
cantik bukan ganteng lagi. Kan laki-laki
ganteng. Engak ada laki-laki cantiknya.
Ma saya ya kita bukan
artis. Rasulullah bersabda, "Albadatu
minal iman." Kesederhanaan biasa.
Rasulullah terkadang jalan tidak pakai
sendal. Bukan pencitraan untuk
menunjukkan agar kita tidak terpesona
dengan dunia. Kita ini sedang berdakwah
mengingatkan orang kepada akhirat bukan
untuk membuat mereka fokus pada
dunia.
Bukan. Bukan dengan motor mewah, mobil
mewah. Kalau kau naik mobil mewah
sendiri aja, enggak usah
pamer-pamer. Bukan untuk skincare macam
itu. Urusan dunia kita bicara bicara
agama. Makanya dakwah mulai
bergeser. Coba tanya guru-guru kita,
masyaikh kita di Madinah atau di Yaman
atau di mana, apa mereka begitu?
Maka ikhwan maksud saya tidak
menganjurkan antum ikut dukungan gak gak
usah mendukung ya silakan saya khawatir
dakwahnya jadi seperti itu. Jadi
pusatnya lagi bukan ilmiahnya lagi tapi
keren-kerenan
penampilan dan lain-lainnya ya yang di
luar daripada esensi dakwah sunah yang
kalau di nanti ujung-ujungnya masalah
niat
bahaya. Niat bahaya.
Saya sempat tegur seorang
kawan. Dia duduk kemudian dikurungi
ibu-ibu pada ketawa-ketawa, pada
foto-foto. Saya malu saya bilang malu.
Kita ini bukan artis yang dilihat oleh
ibu-ibu foto-foto
kemudian malu. Ngapain mejeng di depan
ibu-ibu? Eh, ibu-ibu ngapain? Ya, mejeng
depan antuna sekalian. Apa manfaatnya?
Ngapain
ngaj? Tidak semua yang kita lakukan ikut
selera audiens. Kita ini tugasnya
mendidik mereka, bukan mereka mengatur
kita supaya sesuai dengan keinginan
mereka. Cari keridaan Allah. Bukan kita
bukan cari kereda
audiens. Tentu dengan elegan, dengan
ilmu. Saya takut dakwah
bergeser. Tib. Di antara penyakit hati
apa lagagi?
Ujub. Ujub itu merasa sukses karena diri
sendiri. J itulah perkataan Qarun.
Innama utitu ala ilmin indi. Saya ini
kaya karena saya punya ilmu sehingga
saya bisa kaya. Dilupa bahwasanya semua
kekayaan dari siapa? Allah Subhanahu wa
taala. Maka ini penyakit berbahaya dalam
bidang apapun. Jangan kita merasa karena
saya hebat, karena saya pandai
beroporasi maka saya berhasil. Enggak
boleh dalam bidang apapun, dalam dakwah,
tim-tim juga enggak boleh gitu. Karena
kita tim solid, mak gak kita bilang
karena Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian Allah mudahkan kita untuk
salid, maka kita alhamdulillah berhasil.
Alhamdulillah. Jangan sampai ketika kita
menceritakan sesuatu, kita ingin
mengangkat diri kita, Allah tahu kita
cara cerita sama orang. Saya begini loh,
itu ada di situ enggak disertakan
Allah atau ketika kau cerita kau
menunjukkan kau hebat? Allah maha
tahu. Nabi Sulaiman Alaihi Salam ketika
berhasil mendatangkan singgahsana Ratu
Bilqis dalam waktu sekejap sebelum
mengedipkan
mata. Apa kata Nabi Sulaiman? Hadza min
fadli rabbi. Ini semua karunia dari
siapa? Allah. Li buuani askuru
untuk
mengujiku apa aku bersyukur atau aku
kufur
akfur maka seorang jangan uj kapan
terbet dalam dirinya dia hebat dia
bilang semuanya karena siapa Allah h min
fadlib jangan pernah ujub karena ujub
kalau dibiarkan nanti
sombong ketika merasa hebat ujub ketika
kehebatan tadi membuat kita merendahkan
orang itu sombong. Jadi timbul
pertanyaan, apakah ujub sama dengan
sombong? Gak. Ujub tidak sama dengan
sombong, tapi ujub selangkah menuju se
sombong. Sombong itu kalau kita
merendahkan orang. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam,
"Alkibr batarul haqamtunas." Kiber
adalah menolak kebenaran dan merendahkan
orang. Ujub tidak mesti merendahkan
orang. Dia merasa dirinya hebat tapi dia
tidak merendahkan orang. Itu namanya
ujub. Saya begini karena saya pintar
memang IQ saya sudah periksa IQ saya
240. IQ paling tinggi berapa sih?
Berapa? Berapa? 200 berapa? 210. Saya
gak pernah periksa IQ. Maksudnya orang
IQ sekian yang buat dia ujub. Yang kasih
kok IQ bagus juga Allah Subhanahu wa
taala. Saya hebat karena saya punya
pengalaman banyak. Yang bikin kau punya
pengalaman juga siapa? Allah. Engkau
berkesempatan, berpengalaman dengan si
fulan, si fulan yang siapkan semuanya
mengkondisikan juga siapa? Allah
Subhanahu wa
taala. Maka seorang jangan ujub dalam
perkara duniawi apalagi dalam perkara
agama. Ya, orang yang ujub khawatir dia
akan terjungkal suatu hari karena ujub
dengan ilmunya, ujub dengan orasinya,
ujub dengan ketakwaannya.
Maka Allah
akan cabut hidayah darinya. Ya, cabut
hidayah
darinya. Makanya Rasulullah bersabda,
"Siapa yang berkata, "Halakanas fahua
ahlaquum." Siapa yang mengatakan semua
sudah rusak, maka dia yang paling rusak.
Kata para ulama, jika dia mengucapkannya
dalam kondisi
ujub, semua binasa saya yang selamat,
enggak. Tapi kalau dia diucapkan untuk
menceritakan
kejadian untuk menasihati, maka
enggak
hati-hati. Ujub. Selanjutnya ujub adalah
apa? Som sombong. Sombong juga penyakit
hati dan sebab sombong sangatlah banyak.
Orang bisa sombong karena harta, bisa
sombong
karena apa? Cantik, karena
ganteng. Sombong karena apa lagi? Karena
tas branded. Karena tasnya indah,
padahal dia enggak indah.
Sombong karena mobil bagus, sombong
karena jabatan, sombong karena OKB,
orang kaya baru. Ya, sombong banyak.
Sombong sebabnya banyak. Ciri sederhana
sombong merendahkan orang
apa dia bisa apa itu sombong. Punya ilmu
misalnya ngajar apa? Cuma bisa ngajar
TPA, enggak bisa ngajar faraid, gak bisa
ngajar ilmu akidah, ngejar apa itu
sombong. Akhi, ente ngajar ilmu-ilmu
susah, dia ngajar ilmu tajwid, ngajar
anak TK Al-Fatihah. Emang yang masuk
surga siapa? Belum tentu kamu. Yang
pahalanya lebih besar siapa? Belum tentu
kamu. Yang imannya lebih baik siapa?
Belum tentu kamu. Allah mengatakan,
"Inna akramakumallahi atqakum." Yang
paling mulia, yang paling bertakwa di
antara
kalian. Hati-hati jangan sampai kalau
ada penyakit merendahkan sudah itu kita
sedang ujub atau sedang apa sombong.
Maka kita bilang azubillah.
Audzubillahi minal kibr. Ya Allah, aku
berlindung kepada aidubika minal kibr
daripada sifat
sombong
tib.
Yang penyakit berikutnya,
Pak dicatat apa? Penyakit berikutnya di
catatan apagi?
Hah? Susah. Susah
khusyuk. Susah khusyuk.
Sebab utamanya adalah banyak
maksiat. Banyak maksiat. Susah terenyu
baca Quran sebab utamanya banyak
maksiat. Khusyuk kalau nonton film itu
sebabnya maksiat. Nonton film Korea
betah khusyuk. Dengar gibah khusyuk.
Baca Quran baru sedikit sudah
pening. Baca Quran sedikit sudah
ngantuk. Masyaallah turun ketenangan
langsung ngantuk
tidur. Ini penyakit menimpa siapa saja
di antara kita.
Maksiat yang pertama kali diserang
adalah hati. Rasul wasallam mengatakan
abdunani jika seorang hamba melakukan
maksiat maka hatinya tercoreng dengan
noda
hitam. Jadi diserang bukan fisik dulu,
hati dulu. Jang kalau saya maksiat nanti
kemudian anak saya celaka, saya kena
penyakit fisik, mungkin kecelakaan,
ekonomi saya jatuh, itu belakangan.
Belum tentu. Bisa jadi orang semakin
ekonominya banyak, tapi hatinya semakin
hancur. Semakin terkenal hatinya semakin
apa? Hancur. Yang pertama disenang oleh
setan dosa dampaknya adalah hati. Kalau
sudah hitam mulai susah khusyuk, mulai
malas untuk beribadah, bangun malam
susah banget. Kenapa? Orientasi akhirat
kurang. Kenapa orientasi akhirat kurang?
karena terlalu banyak dunia dalam
hatinya.
Maksiat. Kalau sudah sering nonton,
lihat perempuan terbuka auratnya, sering
nonton film Korea, udah gimana khusyuk
susah. Sering nonton film office,
perempuan terbuka
auratnya susah.
sama perempuan suka nonton film Korea
susah mau khusyuk ngomel mulu sama
suaminya susah oleh karenanya di antara
cara kita untuk khusyuk hindarkan diri
dari maksiat jaga
pandangan kita susah tapi kita kalau
lewat astagfirullah atau kita scroll
jangan kita serius apalagi di zoom
jangan lewat-lewat aja bisa menghindar
astagfirullah istriku lebih cantik
astagfirullah ngapain saya lihat lte ini
ngapain
sini
scroll. Tentunya sebab-sebab khusyuk
banyak tapi di antara sebab utama adalah
karena terlalu goflah. Fa alaihimul
amadu faqatub. Terlalu lama waktu tidak
ingat Allah maka hati menjadi keras.
Oleh karenanya alhamdulillah Allah bikin
syariat salat lima waktu sehingga hati
kita tidak terlalu lama goflah ter
banyak lamai. Kalau lamai lama akhirnya
terlalu lama lalai akhirnya jadi keras.
Ya inal iman
yaklaqulubikum kama yaklaqu.
Sesungguhnya iman itu bisa usang dalam
hati kalian sebagaimana baju bisa usang.
Fasalullah yujadida imanakum. Maka
mintalah kepada Allah agar memperbaharu
iman kita kembali. disrika kembali,
dicuci kembali, jadi segar kembali. Jika
tidak maka bisa bisa usang. Maka ini
salah satu penyakit. Padahal Allah
memuji orang beriman. Q aflahal mukminun
alladina fi shatihim khyiun. Sungguh
beruntung orang beriman yang mereka
khusyuk dalam salat mereka. Ti
berikutnya apa? Penyakit
hati narsis. Ya, narsis. Ini pengin
tampil. Tadi saya sudah
disinggung. Pengin tampil. syariat
menganjurkan kita untuk menjadi orang
yang tidak suka tampil. Tampil kalau
perlu aja, kalau enggak perlu, enggak
usah
tampil. Karena dengan tidak suka tampil,
dia bisa fokus kepada privasinya. Dia
bisa punya banyak waktu untuk ngurus
anak dan istrinya. Ya, tapi kalau sering
tampil dia akhirnya sibuk ngurusin
netizen dan sibuk dengan komentar
nasiidan. Memperbaiki diri sesuai dengan
yang disukai oleh netizen. Hidup dengan
kepura-puraan.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Innallaha yuhibbul abdqial gani khfi."
"Sungguhnya Allah mencintai seorang
hamba yang bertakwa yang alghani yang
cukup tidak minta-minta sama orang lain
merasa cukup
qanaah." Alkfi yang tidak suka
tampil. Kalau saya bisa tidak tampil,
saya pengin tidak tampil. Tapi saya
harus
tampil. Tampil itu repot. J pusat
perhatian
ya. Akhirnya harus selalu bersandiwara,
drama supaya tampil
memukau. Jalan sama istri senang-senang
dioting lagi mesra sama istrinya.
Istrinya di ngomel tidak
dipublish. Istrinya ya omelin tidak
dipublish. Jadi selalu tampil supaya
perfect. Pengin tampil.
Ini narsis. Di antaranya syariat
melarang kita untuk melakukan memakai
pakaian yang syuhrah. Syuh tampil beda
sehingga pusat perhatian. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Man labisa
siaba syuhrah fid dunya albasahullah
libasal madamma yaumalqiamah." Siapa di
dunia pakai pakaian
ketenaran, maka Allah akan buat dia
pakaian kehinaan pada hari kiamat kelak.
Pengin tampil beda. Kata para ulama, apa
itu pakaian syuhra? Terlalu indah.
atau terlalu jelek, baju robek-robek
dipakai supaya jadi orang-orang lihat.
Atau baju terlalu indah, terlalu indah.
Baju mahal sekali. Ibu-ibu pakai jilbab,
masyaallah di sini mutiara-mutiara. Di
sini ada bunga mawar, di sini ada warna
merah, kuning, hijau. Di langit yang
biru ada pelangi di tubuhnya.
Masyaallah. Semua orang lihat.
Rasulullah ketika menceritakan tentang
wanita yang masuk neraka, Rasulullah
mengatakan,
"Rusunahun mailah." Kepala mereka
seperti ada punduk unta. Kenapa menarik
perhatian? Salah satu contoh menarik
perhatian
maksudnya kita hidup jangan narsis. Ada
orang jalan mundur
supaya ada yang naik kemarin saya lihat
naik sepeda mundur. Masyaallah belum ada
yang naik motor mundur. Ada belum?
Sepeda mundur ada kan susah pakai
cermin. Susah supaya gak? Jadi orang
jangan
begitu. Jangan suka cari perhatian.
Oleh karenanya hal-hal yang membuat kita
tampil bej pat perhatian kita hindari
bisa kena ain cepat atau lambat ya lagi
pula jadi pusat jadi omongan orang ya
dan itu dilarang dilarang ya saya pernah
ketemu seorang dai kemudian dias oleh
Syekh Abdur Razak dia pakaian dia saya
tidak sebul tapi ini pakaian dia tidak
biasa kata Syekh ee mohon maaf saya
pakaian antum kenal Kalau begitu lah ini
ngapa ini adat orang sini ya kata syekh
saya tidak apa-apa saya cuma khawatir
aja khawatir pakaian tampil beda. Enggak
saya enggak gak apa-apa terserah kalau
tapi saya khawatir ini cuma saya nasihat
khawatir aja kalau kau merasa itu gak
apa-apa silakan maksudnya terkadang kita
ingin menik perhatian supaya jadi batu
perhatian supaya akhirnya apa namanya ee
pandangan pertama jatuh hati ya lihat
terus dengan cara tampil
beda. Yang penting pertama good looking.
Setelah setelah itu orang jatuh cinta.
Akhirnya jadi tontonan terus. Tapi itu
cara yang tidak tidak
benar. Karena Rasulullah
melarang. Kalau kita ingin berkah,
ikutilah cara para dakwah salafus
salafus saleh. Kalau tidak maka kita
akan nyenempet-nyempet dan yang lainnya.
Khawatir. Sehingga narsis sibuk bikin
konten melulu. Kalau tidak bikin konten
kayaknya ada suatu yang kurang. Kalau
kontennya perlu-perlu ilmu saja oke.
Tapi ini bukan bukan ilmu terkadang.
Tib yang
berikutnya apa? Ini yang paling berat
buat kita semua ya yang bergerak dalam
bidang agama, dalam bidang dakwah.
Iradatud dunia biamalil akhirah. Cari
dunia dengan amalan apa?
Akhirat. Menjadikan dakwah
sebagai sumber mencari apa? Dunia.
Ini
peringatan kita melihat dakwah para nabi
ya. Dakwah para nabi ini saya bukan
omong kosong. Saya
pernah ngisi suatu
instansi kemudian ditanya, "Ustadz minta
berapa?" Yang ditanya bukan saya, tapi
asisten. Kenapa, Mbak tanya begitu?
Kemarin ada Ustaz fulan pasang tarif
Rp15 juta. Saya bilang kok sedikit.
Bayangkan 15 juta cuma kajian 1 jam itu
Ustaz sunah ngaku
sunah saya ternyata ada. Jadi ini kita
bicara bukan mengkhayal
ya. Saya pernah ngisi juga di satu
instansi mereka ngundang bukan ustaz
sunah. Ternyata duit mereka kurang
enggak cukup. Akhirnya ya sudah undang
Ustaz Firanda aja lebih murah
kali. Ternyata pasang tarif mahal
sekali. Kalau Ustaz non sunah okelah ya.
Kalau ustaz sunah pasang tarif itu ada
ternyata. Sekarang saya bacakan dakwah
para
nabi ya. Saya ini menegur saya diri saya
sendiri ya. Menegur diri saya
sendiri. Apa kata Nabi Nuh alaihi salam?
Nabi Nuh yai la asalukum alaihiala in
ajri illa alallah. Wahai kaumku, aku
tidak pernah minta harta dari kalian.
Pahalaku dari Allah Subhanahu wa
taala. Nabi Hud berkata, "Ya asalukum
alaihi
ajr in ajri
illaani. Wahai kaumku, aku tidak minta
dari kalian upah. Sesungguhnya upahku di
sisi Allah Subhanahu wa taala.
W asalukum alaihi min ajrin injli illa
albil alamin. Ini perkataan yang sama
diucapkan oleh Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi
Saleh, Nabi
Syuaib. Ya kaumku, aku tidak minta upah
dari kalian. Sesungguhnya upahku di sisi
Allah Subhanahu wa
taala. Fama asal ma asalukum min ajrin
fahua lakum. Katakanlah, qul ma
as'alukum min ajrin fahua lakum.
Katakanlah wahai Muhammad dalam surat
Saba kalau tidak salah. Kalau aku minta
harta dari kalian, saya kembalikan
kepada kalian. Aku tidak pernah minta
dari kalian. Sampaikan kepada mereka
terang-terangan. Kalau aku pernah minta,
aku kembalikan kepada
kalian. Enggak pernah
minta. Rasulullah dikasih hadiah, tapi
Rasulullah tidak pernah apa
minta. Apa kata dalam surat
Yasin? Yaul mursalin. Wahai kaumku,
ikutilah para rasul.
Mintalah kepada ikutlah kepada para
rasul yang tidak pernah minta upah
kepada kalian dan mereka mendapat
hidayah. Jadi kita sebagai panitia juga
menjaga marwah ini agar kita berjalan di
atas jalan para rasul. Jangan kemudian
dakwah ini seperti
industri. Jangan, Ikhwan. Benar. Di
balik itu ada orang-orang IO-iwo yang
mencari duit.
yang mungkin juga diarahkan oleh
sebagian
ustaznya. Kalau ada saudara kita, ustaz
kita yang salah, kita tegur. Jangan kita
malah mendukung. Jangan kita mendukung.
Jangan terpesona dengan oh ramai, oh ini
mewah. Enggak. Kita cari rida Allah
Subhanahu wa
taala. K ustaz saya sampai ditanya
kemarin di sekolah, "Ustaz, ini kemarin
undang ustaz, saya mau tanya ustaz ini
kemarin kita undang ustaz." Dia kasih
tarik. Saya bilang, "Jangan undang
lagi. Jangan undang lagi." Suka minta
tarif di
mana-mana. La haula wala quwata illa
billah. Saya terlalu banyak bicara ya.
Cuma ya bagaimana lagi ya? Saya menegur
dirinya sendiri supaya saya juga tidak
terbawa
ya, Ikhwan.
Jadi kalau para sahabat saja pernah
terjatuh, para
sahabat ketika mereka berjihad dalam
perang
Uhud kemudian mereka menang di awal
peperangan. Akhirnya banyak gonima di
bawa. Padahal Rasul sudah bilang,
"Jangan turun. Akhirnya mereka turun."
Kenapa? Mereka ingin ambil apa?
Goniman. Kenapa? Karena cari dunia. Yang
bilang begitu bukan saya. Allah
Subhanahu wa taala. Kata Allah subhanahu
wa taala. Jadi sebelum turun ayat ini,
apa kata Ibnu Mas'ud?
Ma kun ana ahad min asin nabi sallahu
alaihi wasallam yid dunya hatta nazala
mazala. Aku tidak pernah menduga ada
seorang sahabat pun dari dari sahabat
Nabi yang ingin dunia sampai turun ayat
tentang kami bahwasanya di antara kami
ada yang ingin dunia. Kapan? Ketika
perang Uhud ketika mereka melanggar.
Allah berfirman, wqquakumullahu
waahuusunahumidnih fasiltum watanaum
amri ya wa asitum min ba'di ma arakum
tuhibbun minkum yuridud dunya winkumil
akhirah kata Allah kalian bermaksiat
setelah Allah menampakkan apa yang
kalian sukai itu kemenangan di antara
kalian ada yang suka dunia mencari dunia
di antara kalian ada yang mencari apa
akhirat sahabat aja ada yang mencari apa
dunia tapi kata Allah walaq
Allah telah mengampuni kalian. Tapi bagi
kita, kita harus hati-hati ya. Para
sahabat sudah
diampuni. Mereka diberi uzur,
diampuni. Jangan bilang saya akhirat,
saya ikhlas.
Jangan kita merekomendasi diri kita
semua perlu hati-hati. Dan ini banyak
seperti misalnya bikin
yayasan ternyata untuk cari duit
kemudian menerima sumbangan akhirnya
jadi milik pribadi. Ini namanya dunia.
Orang kasih wakaf untuk milik umat
ternyata jadi milik apa? Pribadi. Bahkan
jadi warisan. Terjadi atau tidak
terjadi?
Maka saya ingatkan pada IO
IO sampai ada kawan saya ini kawan ada
kawan kawan dekat
baik bilang ustaz ee saya dia diskusi
sama saya saya bilang gimana saya bikin
kajian
berbayar ini saya bicara pribadi
berbayar kata di ustaz bisa enggak
enggak berbayar ya agak sulit karena
harus tempat yang ini,
ini. Ee bisa kalau enggak berbar kita
pasang
sponsor. Latihlah para sponsor itu untuk
ikhlas. Duit sumbang tapi jangan pasang
nama. Saya usahakan. Saya bilang
gitu sponsors-sponsor aja. Kasih duit
gak usah pasang apa
merek. Akhirnya jadi dakwah jadi saran
untuk apa?
Berdagang. Dakwah-dakwah. Kamu cari uang
sebanyak-banyaknya uang yang buat
dakwah. Jangan kamu manfaatkan dakwah
untuk apa? Untuk dagang. Ini nasihat
buat saya pribadi ya. Akhirnya saya
pernah kajian sekali bayar. Saya di sama
panitia bilang tidak boleh ambil untung
ya gak ustaz gak ada. Iya saya gak ambil
untung. Kamu tidak saya tidak perlu Rp1
rupiah pun tidak ada yang sama-sama
ngambil untung. Pokoknya ini buat
kepentingan ini semua. Oke. Sekali itu
saja saya pernah lakukan itu karena
istri yang suruh dan saya kadang taat
sama istri.
Setelah itu saya mulai berubah. Saya
bilang, "Janganlah coba saya buat
panitia-panitia. Kita kan banyak donatur
ya. Mereka juga duit ngapain disimpan
banyak-banyak." Sudah kalau ada semua
ini bikin aja. Enggak. Kalau enggak bisa
di tempat eksklusif di masjid juga luar
biasa ya. Kalau mau ada tempat ada yang
bayarin gak apa-apa. Alhamdulillah.
Ternyata bisa
berjalan. Saya sudah di empat kota
gratis semua di tempat yang eksklusif
ada yang mau mereka senang tidak ada
sponsor sedikit pun. sponsor keluar duit
gak ada pasang label. Kita ajarin
audiens kita untuk
ikhlas. Ajarin mereka untuk apa? Ikhlas.
Jangan kita ngajarin mereka semakin jauh
daripada keikhlasan. Jadi kena penyakit
hati. Contoh misalnya ada audiens kita
yang
mungkin ee punya amal saleh yang luar
biasa. Gak usah kita bikin konten. Lihat
si fulan bangun ini untuk janda anak
yatim. Kasihan dia kan. Kasihan enggak?
Kasihan dia. Hatinya belum tentu kuat.
Kita aja sudah ustaz belum tentu ikhlas
masih pengin dipuji ini apalagi baru
hijrah. Kasihan dia. Jangan jadikan dia
korban. Ternyata kita juga numpang tenar
dengan konten dia.
Repot. Maksudnya dakwah harus kita
perhatikan ya. Kalau ada hal-hal yang
meragukan yang bisa tidak pas, bisa
merusak hati kita, menghadi kita,
mending kita kita jauhi. Kita susah ikut
salafus salat, tapi kita berusaha. Dulu
para
salaf kalau dia beli barang terus
ketahuan sama orangnya, "Kamu si fulan,
saya kasih korting." Dia enggak jadi
beli. Bukan kalau sebagian kita harga
ustaz ya.
dulu dikasih kting dia tidak
mau sampai sebagian mengatakan kita
dakwah ya ke mana-mana aja bayar
masa mau donasi terus sementara dia pun
bisa berhasil karena
donasi dia aja bisa sukses karena donasi
dahulu sekarang dia bilang anti
donasi ya kalau donasi baik terarah yang
penting amanah daripada minta-minta uang
sama
audiens
jualan. Ustaz jadi
jualan. Saya pernah diundang juga ya.
Saya terlalu banyak bicara ya. Mohon
maaf
ya. Jadi intinya saya ingin sampaikan
kita ini hidup cuma sebentar hati-hati.
Hal-hal yang bisa merusak hati kita,
kita introspeksi diri, kita evaluasi.
Jangan ikut dengan tren-tren yang ada.
Hati-hati ya.
Jangan dukung tren-tren yang ada yang
bisa mengganggu ketulusan hati, yang
membuat kita cinta dunia, yang buat kita
ya
pikirnya ketenaran aja. Jangan ya. Kita
berusaha untuk dekat dengan Allah,
membersihkan hati kita ini masih banyak
dosa, masih banyak maksiat ya. Ya, ini
yang saya sampaikan hanya sekedar
nasihat ya. Bukan saya merasa lebih baik
daripada yang lain. Tidak. Saya juga
penuh dengan kekurangan. Tapi sekedar
beban di hati ingin saya sampaikan
karena tren-tren seperti itu akhirnya
jadi ditiru oleh yang lain ya. Akhirnya
bisa menggeser dakwah yang biasanya
sudah kita kenal dari para ulama yang
marwahnya dijaga jauh daripada hal-hal
yang bisa mengganggu hati seseorang. Ya.
Wabillahi taufik wal hiidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.