Kitab As-Syamail Al-Muhammadiah #7: Bagaimana Nabi Dalam Bermajelis
7Sa-95Ifkk0 • 2025-06-20
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufikiani. Asadu alla ilahaillallah wdahu la syarikalahuimani wa asadu anna muhammadan abduhu waasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan masih tentang akhlak Nabi dan juga fisik Nabi sallallahu alaihi wasallam. Perkataan Alhusin eh radhiallahu eh taala anhu dia berkata, "Saaltu abi anbihi wasallam fi julasaihi." Aku bertanya kepada ayahku itu Ali bin Abi Thalib tentang bagaimana sirah Nabi, yaitu bagaimana ee perihal tentang Nabi sallallahu alaihi wasallam fi julasaihi terkait dengan orang-orang yang duduk bersama beliau, yaitu bagaimana majelis Nabi. Kalau lagi Nabi sama orang-orang lagi kumpul dengan beliau ya, apa yang dilakukan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam? Maka Ali bin Abi Thalib pun menjawab, "Kana Rasul sahu alaihi wasallam daimal bisyir." Rasulullah sahu alaihi wasallam senantiasa tersenyum. Sahlal khuluqi ya. Bahwasanya ee akhlaknya mudah. Rasulullah orangnya mudahan tidak tidak sulit ya. Layin layinal janib yaitu memiliki sisi yang lembut yaitu mudah. Ee ini perkataanul jadil maksudnya orang lembut, muda, tidak tidak sulit, tidak orang yang kaku, keras, kasar, enggak. Dan mudah tersenyum ya. Orang kalau seperti ini mudah tersenyum, orang ketemu dia juga mudah ee tidak tidak mempersulit perkara tidak perkara tidak dipersulit. Ya, ada orang segalanya sulit. Kalau begini harus begini, harus begini, harus begini. Sehingga ee Nabi tidak demikian. Nabi perkaranya segala dia mudahkan. Ya, artinya kalau seperti kita zaman sekarang ya, oh enggak ada begini ya sudah gak apa-apa begini aja. Oh, enggak bisa, ya sudah begini aja ya. Jadi mudah tidak mempersulit lain janib yaitu mudah dengan ketemu dengan orang. Orang kalau duduk di samping dia tidak merasa berat, tidak merasa ee apa namanya ee di tidak merasa kaku ya. Dan sebagaimana pernah kita jelaskan Rasul sahu wasallam daimul bisyar beliau senang sering tersenyum selalu tersenyum. Bukan berarti ee ee bukan berarti Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam tidak mengalami kesedihan ya. Rasulullah manusia biasa. Beliau sedih, beliau gembira, beliau tertawa, beliau juga menangis ya. Beliau juga rida dan beliau juga kadang marah ya dan beliau juga terpengaruh dengan kondisi-kondisi sekitar beliau. Tetapi karena akhlak beliau yang mulia, beliau selalu berusaha untuk tersenyum. Berusaha untuk selalu tersenyum. apapun yang bergejolak dalam hati beliau, beliau berusaha untuk selalu ee tersenyum kepada julasaihi, kepada orang-orang yang duduk bersama beliau. Kemudian eh Ali bin Abi Thalib berkata, "Laisa bifadin walaidin wala sakhabin wala fahasyin wala ayyabin wala musyahid." ya. Ee beliau bukanlah orang yang kasar ya. Beliau bukanlah orang yang yang kasar secara lafal bukan orang yang kasar. Kemudian wala gadir bukan juga hatinya keras. Jadi kalau berbicara tidak ada ee kata-kata yang kasar, kata-kata yang ee keras ya. Kemudian juga hati beliau lembut. Whabin bukan suka orang suka teriak-teriak kalau bicara tidak tidak teriak sana teriak sini. Wala fahas bukan juga kalau berbicara kata-kata yang geji. Milih kata-kata yang keji yang nyelekit yang menyakitkan, gak juga pernah. Wala ayyabin bukan juga orang suka mencela, suka nyinyir. Beliau bukan orang suka mencela dan suka nyinyir. Ee dan beliau juga wala musyahin yaitu bukan orang yang kalau menyampaikan suatu maksa maksa maksa. Enggak ya. Ee kalau menyampaikan sesuatu ya sudah gitu aja ya. Tidak ada orang ada orang yang menyampaikan maksa, maksa maksa atau ada yang mengatakan itu Rasul sahu alaihi wasallam tidaklah pelit. Ya, dalam hal ini kata dari kata syuh yaitu ee pelit. Ini di antara sifat-sifat ee Nabi sallallahu alaihi wasallam bersama orang-orang yang duduk bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, tidak pernah kata-kata kasar, tidak pernah terlihat hati yang kaku, yang keras, tidak pernah teriak-teriak, tidak pernah menjadi kata-kata yang keji, dan tidak juga pernah nyinyir. Orang nyaman kalau teman duduknya seperti itu. Tapi ee seorang tidak nyaman kalau ternyata dia kasar lafalnya, kalau bicara kasar kemudian keras hatinya. Ya, makanya Allah mengatakan tentang Nabi sallallahu alaihi wasallam, wadqbi minik. Seandainya engkau kata-katamu kasar dan hatimu keras, tentu mereka akan berpaling meninggalkan engkau. Maka Nabi diberi anugerah oleh Allah tidak fad, tidak lafalnya keras, kasar, dan juga tidak hatinya keras. Sehingga para sahabat betah bersama Nabi, senang duduk bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tidak ada yang dinyinyir, tidak ada yang direndahkan. Demikian juga dalam sebagian riwayat walaaddahin. Rasulullah bukan orang yang suka muji, suka muji cari muka gak. Beliau bukan orang yang suka cari muka sama orang lain. Namun terkadang beliau memuji kalau memang konsekuensi atau kondisi mengharuskan memuji. Seperti Rasulull sahu alaih wasallam memuji sebagian sahabat. Seperti kata Nabi sallallahu alaihi wasallam inna fika khlataini. Eh Rasulullah berkata kepada Asyas Abdul Qais inna khini yuhibbuhumallah alah. Sesungguhnya pada dirimu ada dua perangai yang dicintai oleh Allah. Itu sikap bijak dan sikap tidak tergesa-gesa. Ya, Nabi juga kadang memuji Abu Bakar Assiddiq radhiallahu anhu, kadang Nabi memuji Umar. Ya, tapi bukan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam suka memuji. Tib di antaranya ee yataghofalu amma la yastahi. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu tagful. Tagful itu pura-pura enggak tahu atau tidak ada perhatian. Tidak ada perhatian pada perkara yang bukan urusannya. Yang dia tidak ada urusan dia tidak begitu perhatian sama yang bukan urusannya. Ya. Dan ini sudah yang merupakan nasihat Nabi sallallahu alaihi wasallam husi islamil marqu yakni di antara keelokan Islam seorang meninggalkan yang bukan urusannya. Rasul sahu alaih wasallam demikian. Beliau ee seperti tidak tahu atau tidak urusin perkara yang bukan urusan beliau. Kalau memang ada kepentingan, ada manfaat, maka beliau akan ngurusin. Ya, jangan sampai sebalik terbalik. Yang bukan urusan diperhatikan baik-baik, yang urusannya malah dilalaikan. Sebagian orang seperti itu. Urusan privasi dia, dia lalai, tertunda-tunda, terbengkali. Urusan yang bukan privasi dia, maka serius dibaca berulang-ulang, dihat berulang-ulang. Ini adalah salah, terbalik. Kemudian di antara sifat beliau terhadap orang-orang yang duduk di sekitar beliau w yu minhu rojihi eh wala yukhayabu fihi. Orang yang datang kepada Nabi, berharap sesuatu dari Nabi ya ee maka Nabi tidak pernah membuat dia putus asa. Ya itu Nabi kalau bisa Nabi membantu, Nabi akan bantu. Itu kebiasaan Nabi sallallahu alaihi wasallam. bukan dicuekin. Kalau bisa dia bantu, beliau akan bantu sallallahu alaihi wasallam. Kalaupun tidak bisa bantu, maka beliau akan menyampaikan dengan kata-kata yang indah, kata-kata yang menyenangkan. Wala yukhayabu fihi ya. Ee yaitu jangan buat dia apa namanya? Ee pulang dengan tangan kosong. Yaitu Rasulullah berusaha memberikan sesuatu sebisa mungkin. Kalau bisa diberi pada saat itu, maka Rasul sahu alaihi wasallam akan kasih saat itu. Kalau tidak bisa saat itu, maka Rasul sahu alaihi wasallam akan janjikan nanti satu saat seb kita perjelaskan hal ini dalam syarah mufrad. Rasulullah kebiasaannya sallallahu alaihi wasallam kalau ada yang minta Rasulullah kasih. La tarudu sailan Rasulullah alaihi wasallam pasti kasih. Kalau tidak bisa ee kasih saat itu Rasulullah akan janjikan. Kalau salat tidak bisa juga maka rasul wasam mungkin suruh sahabat isfa jaru. Siapa yang bisa bantu bantu. Kalau tidak ada juga ya maka rasul sahu alaihi wasallam berkata-kata fabikalimatin thayibah dengan kata-kata yang menyenangkan yang buat ee ee seorang tidak putus asa di di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Subhanallah. Akhlak yang begitu mulia ya. Kemudian Ali bin Abi Thalib berkata, "Bagaimana sikap Nabi terhadap orang-orang duduk bersama Nabi di majelis-majelis beliau?" Qarak nafsahu min Rasul sahu alaih wasallam eh tidak melakukan tiga perkara. Rasulullah tidak melakukan tiga perkara. Apa tiga perkara tersebut yang beliau tinggalkan? Almira yaitu suka debat ya. Yang kedua aliksar selalu pengin banyak pada suatu perkara berlebih-lebihan. Yang ketiga, wama la yakni yaitu perkara yang tidak ada manfaatnya. Yang tidak ada manfaatnya. Ee ini di antara tiga perkara yang ditinggalkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahkan Nabi menjauhinya. Yang pertama adalah perdebatan. Rasul sahu alaihi wasallam memotivasi kita untuk tidak berdebat. Ya, bahkan kalaupun harus berdebat dengan ahlul ahlul batil, ahlul kitab atau ahlul bidah, maka dengan cara yang baik. Wajadilhum billatihi asan. Berjedalah dengan mereka dengan cara yang baik, yang terbaik. Wala tujadilu ahlul kitabi illa batihi ahsan. Berdebatlah dengan ahlul kitab dengan cara yang terbaik. Kalau enggak ada kaitannya dengan agama, maka buat apa kita berdebat? Ya, hanya membuat hati keras ya, saling menjatuhkan. Maka Rasul sahu alaihi wasallam meninggalkan namanya perdebatan. Bahkan Rasul wasallam berkataimunin jannah. Aku menjamin istana di pinggiran surga. Ee meskipun orang yang meninggalkan aku menjamin istana di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan meskipun dia di atas kebenaran. Dia tahu dia di atas benar dia. Kalau debat dia mungkin menang dia mungkin bisa mengalahkan lawan debatnya tapi dia tinggalkan. Jadi tidak ada kaitannya dengan pembelaan terhadap agama. Ngapain debat-debat seperti itu? Maka orang seperti ini dijamin oleh Nabi akan mendapatkan istana di pinggiran surga. Dan ini adalah keutamaan meninggalkan debat meskipun kita tahu kita yang benar. Nabi tidak suka debat, tidak suka ee debat ee debat kusir apalagi angkat suara enggak. Kemudian ee al-ikthsar. Rasulullah juga tidak suka al-ikthsar itu dalam banyak hal ini. Banyak mengulang-ulangi perkataan misalnya berlebihan. Mengulang-ulang perkataan berlebihan. Kemudian ada perkara diulang-ulang ya ee atau perbuatan yang diulang-ulang ya yang tidak ada manfaatnya. Rasul sahu alaihi wasallam tidak tidak suka demikian ya secukupnya. Wama la yakni yaitu demikian juga Rasulullah meninggalkan perkara yang bukan urusannya yang bukan urusannya. Maka segala yang bukan urusan hendaknya kita tinggalkan. Kita berusaha mencontohi Nabi Sallam hidup di zaman yang banyak perkara bukan urusan. Kita kita pengin tahu bahkan kita pengin tahu secara detail. Ini masalah ya. Sementara yang kita privasi kita, yang urusan kita, kerjaan kita, urusan istri kita, anak kita, kita enggak detail. Bahkan kita kadang-kadang melalaikan. Sebagian kita tentunya tidak semua melalaikan, lalai, tidak, tidak serius, tidak perhatian. malah urusan yang lain yang tidak ada manfaatnya kita seriusin, kita ikuti. Ini adalah ee kesalahan ya. Kemudian Ali bin Abi Thalib berkata, "Watarakasa minat." Dan Rasul sahu alaihi wasallam juga tidak melakukan tiga perkara ini pada orang lain. Itu Rasulullah tidak melakukan. Kalau tadi pada dirinya sendiri ya, dia tidak mau debat, dia tidak memperbanyak sesuatu dan dia juga tidak meninggalkan perkara yang bukan urusannya. Terkait dengan orang lain, ada tiga perkara dia yang yang dia tinggalkan. Itu pertama di antaranya ahadan. Beliau tidak pernah mencela seorang pun. Dia tidak meninggalkan sikap mencela orang lain. Wuhu. Dan beliau tidak pernah menyinyir atau mencela menyebutkan aib orang lain. Dan tidak pernah mencari-cari kesalahan orang lain. Dan beliau tidak berbicara terhadap dengan orang lain kecuali perkara yang beliau harapkan ada pahalanya. kecuali perkara yang beliau harapkan ada pahalanya. Ya, ini ee di antara sifat Nabi terkait dengan orang-orang yang duduk bersama beliau, beliau tidak pernah mencela seorang pun. Bahkan tidak pernah yauhu ya itu tidak pernah menyebutkan aib orang tersebut. Dalam riwayat yang lain, wala yayiruhu tidak pernah mengejek, menyinyir. Gak pernah. Rasul sahu alai wasallam nyinyir. Orang kalau suka nyinyir orang enggak nyaman. Duduk sama dia ketemu. Oh, dinyinyir lagi, dinyinyir lagi, diejek lagi, dibully lagi. Orang tidak nyaman. Rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah demikian. Ini yang pertama. Yang kedua, wlubu auratahu. Rasulullah tidak pernah mencari-cari kesalahan orang. Ini siapa ini? Rasulullah cek-cek enggak pernah. Maka rasul wasam dalam riwayat mengatakan eh lahuni ahadun eh ahadin minhabi uhibbu akikum nabi sallahu wasam mengatakan jangan seorang pun menyampaikan kepadaku tentang orang lain. Aku ingin terkait dengan sahabatku aku ingin keluar bertemu kalian dalam kondisi hatiku bersih. Orang nyaman ya tidak cari-cari kesalahan orang. Kalau sudah cari kesalahan orang lain, kita aduh pertama dosa ya. Kedua nanti kita juga mungkin mengalami hal yang sama. Orang-orang cari kesalahan kita ya. Maka seorang berusaha ee tidak mencari kesalahan orang lain. Kalau terlihat depan mata itu disikapi dengan cara yang baik. Yang tidak terlihat depan mata enggak usah dicari-cari. Ini yang kedua. Yang ketiga, wakam. Rasul sahu al wasam tidak berbicara kecuali pada perkara yang beliau berharap dapat pahala. Ini merupakan sifat yang sangat mulia yaitu bagaimana mengontrol orang seorang, mengontrol pembicaraannya. Dan lisan ini luar biasa. Dia bisa jadi sumber pahala luar biasa karena mengucapkan lailahah dengan lisan, berzikir dengan lisan, baca Quran dengan lisan, amar mar nahi mungkar dengan lisan. Banyak sekali lisan ini sumber faedah, sumber pahala. Tapi sebaliknya lisan juga merupakan sumber malapetaka. Gibah dengan lisan, namimah dengan lisan, mengadu domba dengan lisan, mengejek dengan lisan. ee bahaya ya. Baik. Maka Rasul Sallahu Alaih Wasallam ketika berbicara dia tidak berbicara kecuali yang ada pahalanya. Kita berusaha seperti itu. Tidaklah kita berbicara kecuali kita berharap dapat pahala di balik pembicaraan tersebut. Ya. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ma yalfidun minin illaqibun atid." Tidak suatu lafal pun yang dibicarakan oleh seorang kecuali ada malaikat raqib atid yang selalu hadir dan mengawasi dan mencatat. Maka seorang merenungkan, "Gimana agar saya tidak berbicara yang tidak ada pahalanya?" Ini agak sulit ya. Kalau dia begini, dia pasti tidak banyak bicara. Makanya wasam bersabda akhir, "Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka hendaknya dia berbicara yang baik atau dia diam." Ya, ini dia tidak berbicara kecuali mengharapkan pahala di balik pembicaraan tersebut. Ini mengkonsekuensikan seorang berpikir merenung sebelum berbicara. Bukan bicara dulu, Bu, nanti merenung. Enggak ya? Karena inilah sifat Nabi. Beliau tidak berbicara kecuali ada pahalanya. Kalau kita praktikkan ini saja luar biasa bisa jadi orang saleh. Mau bicara tunggu dulu ada pahalanya enggak? Enggak ada enggak jadi. Mau ngobrol ada pahalanya enggak? Enggak ada enggak jadi. Subhanallah. Betapa banyak di antara kita yang berbicara seenaknya, selepasnya, sebebasnya. komentar sebebasnya gak tahu bahwasanya bisa jadi satu perkataan menjerumuskan seorang dalam neraka jahanam sejauh 70 tahun bahkan rasul sahu alaih wasallam berkata kepada muad waquas finari al wujuhim ala manati bukankah yang menjadikan manusia digeret di atas wajahnya atau digeret di atas hidungnya di neraka kecuali akibat ee hasil dari lisannya hasil dari tulisannya, hasil dari komentarnya, hasil dari ketikannya. Lisan sekarang mencakup lisan ee baik secara lisan maupun secara tulisan. Inilah ee inilah sifat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Makanya kalau kita dapati perkataan para salaf, mereka tidak banyak berbicara. Perkataan para salaf itu sedikit, tapi faedahnya banyak. Ya, makanya Ibnu Rajab pernah menulis buku yang maknanya fadlu ilmi salaf ala ilmil khalaf atau maknanya seperti itu ya. Keutamaan ilmunya para salaf dibandingkan ilmu orang belakangan. Kita ini banyak bicara tapi ternyata berkahnya sedikit sehingga faedahnya sedikit. Para salaf dulu bicara sedikit tapi faedahnya luar biasa. Karena mereka tidak menjalani hari-hari dengan sembarang ngomong asal ngomong enggak. sehingga omongan-omongan mereka luar biasa, pepatah-pepatah, kemudian nasihat-nasihat ya, petuah-petuah luar biasa. N adapun kita sulit karena kita terlalu banyak banyak omong ti Rasulullah melanjutkan Ali bin Abi Thalib melanjutkan wa kalau rasam sudah ngomong maka orang-orang yang hadir menundukkan kepala mereka menundukkan kepala mereka seakan-akan di atas kepala mereka ada burung yaitu benar-benar mereka perhatian ini majelis Nabi sallallahu alaihi wasallam bukan majelis joget-joget majelis DJ ya majelis dangdutan majelis ee ngejek-ngejek orang enggak. Tapi kalau sudah berbicara para sahabat seakan-akan di kepala mereka ada burung. Kalau banyak gerak burungnya terbang. Kata kata Ali bin Abi Thalib, "Fa sakallamu." Kalau Nabi diam baru mereka berbicara. Kalau Nabi lagi bicara mereka tidak berani berbicara bersamaan dengan pembicaraan Nabi karena bentuk penghormatan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau diam baru mereka berbicara tidak ada orang lagi debat di situ ribut di sisi Nabi wasamak mereka hormat sama Nabiahu Maka kalau ada yang berbicara di sisi Nabi sallallahu alaihi wasallam maka yang lain semua diam simak. Kalau Nabi mengizinkan seorang berbicara, satu orang bicara sama Nabi, yang lain semua dengar gak kemudian ribut potong tengah jalan, salat tengah jalan enggak. Sampai yang pertama kali bicara, selesai pembicaraan baru kemudian orang kedua. Ini di antara sifat adab Nabi kepada para julasaihi orang yang duduk bersama adab para sahabat terhadap Nabi. Mereka tidak pernah ribut di depan Nabi. Ribut ah ribut sana sini. Mereka tidak pernah juga motong bicaraan orang lain. Kalau ada yang bicara semua dengerin sampai selesai baru mungkin orang berikutnya. Ini di antara akhlak Nabi dan juga akhlak para sahabat di sekeliling Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tiib. Kemudian kata Ali bin Abi Thalib, "Yataku mimma yathakuna minhu." Nabi manusia beliau juga tertawa jika para sahabat tertawa. Kalau ada hal yang membuat tertawa, Rasulullah tertawa. Ada yang membuat Rasulullah menangis, Rasulullah menangis. mimmajab rasul sahu alaihi wasallam juga kagum dengan apa yang dikagumi oleh para sahabat ya Rasul sahu alaihi wasallam beradaptasi dengan para sahabat yang duduk bersama dia ya kalau mereka tertawa Rasulullah ikut tertawa kalau mereka lagi takjub Rasulullah juga ikut takjub sehingga pergaulan itu hidup ya meskipun Rasul sahu alaihi wasallam kedudukannya tidak bisa dibandingi para sahabat tapi antara guru dan murid hidup ada ada kedekatan hati karena Rasul sahu alaihi wasallam juga kalau mereka tahu Rasulullah juga tertawa Ya, ada hal yang menyebabkan mereka tahu. Rasul sahu wasam juga tertawa. Kemudian kata Ali bin Abi Thalib Radhiallahu anhu, "Waasbiru lil gorib alal jafwah fiqihi wa masalatihi hatta inana ashabu yastajlubahum." Rasul sahu al wasallam bersabar terhadap orang asing alal jafah. Meskipun orang asing tersebut mungkin kasar. Kalau datang dari jauh datang kota Madinah terkadang kasar tidak punya adab. Rasulullah sabar. Kalau mereka ngomong Rasulullah dengarin. Kalau mereka ada pertanyaan Rasulullah dengarin. Dan Ras Rasulullah kasih uzur karena mereka adalah orang yang asing yang bukan penduduk kota Madinah. Ya meskipun mereka kasar kaku karena orang-orang Arab Badui tapi Rasul sahu alaihi wasallam ee sabar karena ini orang asing punya uzur khusus. Adapun para sahabat sudah ngerti siapa Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sampai para sahabat senang kalau ada orang-orang seperti ini datang menemui Nabi ya. Para sahabat senang kalau ada orang Badui datang yang adabnya kurang. Kenapa? Kalau Arab Arab Badui datang menemui Nabi, Arab Badui ini pasti nanya-nanya dan kalau sudah nanya-nanya Nabi akan jawab dan kalau Nabi sudah jawab berarti ada pahalanya, ada ilmunya. Ya. Maka ee bahkan disebutkan sebagai riwayat para sahabat mi beri hadiah kepada orang Arab Badui kalau datang sama Nabi, tanya sama Nabi. Karena para sahabat malu segan nanya sama Nabi. Padahal Nabi begitu baiknya merasul. Tapi mereka segan karena karismatik Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tap orang Badui tidak kenal Nabi, dia asal datang as tanya, "Ya Rasulullah, kapan hari kiamat?" Langsung tanya aja. Tanya aja. Mereka cuek bebek tanya kepada Nabi karena mereka dari Badui dan Nabi Rasulullah sahu alaihi wasallam memberi uzur kepada mereka karena mereka ada Badwi. Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam berkata, idza roitum tholib hajatin yatlubuha farfiduhu. Nabi pernah berkata, "Jika kalian melihat ada seorang yang punya hajat, punya keperluan dan yatrubuhu dan dia mencari keperluan tersebut maka bantulah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, maka bantulah. Karena di antara orang-orang duduk majelis mungkin ada yang susah maka pengertian bantu dalam riwayat faarsyiduhu. Maka arahkan maka arahkan. Ini di antara ee kebaikan Nabi. Nabi menyuruh para sahabat yang hadir untuk bantu orang yang punya kebutuhan. Dan Rasulullah pernah berkata, "Isfau isfa fala tujaru." Hendaknya kalian beri syafaat. Kalau kalian tidak bisa membantu secara langsung, kasih syafaat rekomendasi. Siapa tahu bisa dibantu oleh orang lain faljaru dan kalian akan diberi pahala oleh Allah Subhanahu wa taala. Jadi ini wasiat Nabi kepada para sahabatnya. Kalau melihat ada orang punya keperluan maka bantu. Jangan dibiarkan saja. Jangan berlepas diri. Berusaha bantu. Itu ladang pahala. Ada orang susah kita bantu. Itu ladang ladang pahala. Tib di sini. Kemudian ee wala yaqbalana min mukafi. Rasul sahu alaih wasallam tidak menerima pujian kecuali dari orang yang ee memberi setimpal. Ya, sini ada beberapa tafsiran. Ada yang mengatakan bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam tidak suka orang muji-muji beliau dengan pujian yang berlebihan. Maksudnya demikian ya. Rasulullah hanya mau kalau dipuji pujian yang benar bukan pujian yang berlebihan. Ya. Karena Rasul sahu alaihi wasallam pernah ee ketika ada yang mengatakan eh anta sayiduna anta sayiduna maka rasul alaihi wasallam tegur. Kata Rasul wasam sayidullah sayid adalah Allah subhanahu wa taala. Ucapkanlah sebagian perkataan kalian atau ee dengan perkataan yang biasa kalian ucapkan. Jangan tambah-tambah lagi dengan muji-muji berlebih-lebihan. Kenapa? Kata Nabi, "Wastajannakum." Jangan sampai setan menjerumuskan kalian gara-gara cinta kepada Nabi. Akhirnya muji dengan pujian-pujian yang berlebihan. Bahkan rasul wasam berkata, "Kalau khat suka muji-muji, cari muka, lemparkan pasir di tanah di wajahnya." Rasulullah mengatakan ketika ada orang muji-muji, maka rasul mengatakan, "Wailaka hati-hati kau puji dia. Sesungguhnya kau telah memenggal memenggal leher kawanmu terus. Orang kalau sudah dipuji nanti ujub. Sudah ujub nanti sombong. Kalau dia sombong bahaya dia binasa terpapar untuk bisa masuk neraka. Punya potensi besar untuk masuk neraka. Maka Rasulullah pun orang yang paling berhak untuk dipuji dan dia pun tidak pengin dipuji berlebih-lebihan. Ini di antara makna mukafi tib. Eh, di antara sifat Nabi wq ahadin hadahu hatta yajuzaq binahinamin. Rasulullah tidak pernah memotong pembicaraan seorang ya sampai orang tersebut selesai berbicara maka rasul sahu alam potong pembicaraan timpali atau rasul sahu alaihi wasallam berhentikan pembicaranya dengan Rasulullah melarang sudah cukup ah itu terkadang Rasulullah gitu atau qiam Rasulull sahu alaihi wasallam berdiri meninggalkan majelis berarti pembicaraan sudah selesai ya jadi kalau ada orang bicara rasul sahu alaihi wasallam tidak pernah memutuskan kecuali Rasulullah mengatakan sudah cukup maka orang itu tidak boleh bicara lagi atau Rasul sahu alaih wasallam berdiri meninggalkan lokasi berarti Rasul Sallahu Alaih Wasallam sudah tidak mau dengar maka hendaknya dia menghentikan pembicaraannya. Ya, ini di antara adab-adab Nabi sallallahu alaihi wasallam ya terhadap orang-orang yang ada di ee sekitarnya. Dan tentunya mereka akan merasa nyaman bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah lainil janib, mudah bergaul, sahlul ee khuluk, akhlaknya mudah, tidak suka menyir orang lain, tidak suka mencela orang lain, tidak suka mencari-cari kesalahan orang lain. Orang duk sama Nabi semuanya nyaman. Semuanya nyaman. Bab kita lanjutkan beberapa hadis ikhwan yang dirahmati Allah subhanahu wa taala terkait masih sifat fisik ya kita berusaha habiskan pada pertemuan kali ini. Dari Jabir bin Samrair radhiallahu anhu yaakul kana rasul sahu alaihi wasallam alfam. Kata Jabir Rasul sahu alaihi wasallam adalah mulutnya eh lebar ya alfam yaitu besar mulutnya. Wallahuam. Ini maksudnya kalau disifati rasul sahu alaihi wasallam tulangnya besar mulutnya besar itu semuanya pujian. Cuma kita mungkin enggak bisa membayangkan bagaimana. Tapi intinya mulutnya bukan sempit seperti ini. Bukan juga lebar sekali, tapi sedang. Sedang mulutnya sedang sehingga ketika berbicara bisa fasih. Ada orang mulutnya kecil, ada ya gak. Rasulullah tidak demikian ya. Ee kemudian askalal ain. Askalal ain yaitu ee panjang ininya. Belahan Rasulullah matanya bulat besar bukan sipit bukan. Tapi ininya panjang. Jadi bulat dan melebar ya. Bulat dan melebar ya. Kemudian manhusal aqib ya, yaitu sedikit daging di tumitnya. Sedikit daging tumitnya. Ini di antara sifat-sifat Nabi secara fisik. Sybah berkata, "Kulu simak." Aku bertanya kepada sang perawi simak madulam. Apa yang disebut dengan bibir yang besar? Qa adimul fam. Yaitu mulutnya agung. Di sini ee eh dia menafsirkan e dengan apa namanya? Mulutnya besar lebar ya. Ma asal ain apa asal ain? Yaitu thwilu siqil ain. Yaitu matanya itu panjang ininya belahannya itu panjang. Panjang bukan kecil matanya bukan juga sipit tapi lebar. Lebar dan panjang ini keindahan ya. Dia bulat tapi dia melebar e belahan matanya. Eh qulu mahamusul aqib. Manusul aqib qolah aqib. Yaitu tumit. Ini kalau kaki ada tumitnya. Tumit Nabi ternyata ee sedikit dagingnya. Ya, menunjuk Rasulullah sering bergerak bukan bukan yang berat kemudian gemuk enggak. Rasul sallallahu alaihi wasallam tumitnya dagingnya sedikit di situ. Ini di antara ee fisik Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ee dan ketika dibilang Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam maksudnya tumitnya tipis menunjukkan beliau bukan orang yang besar gemuk gak ya? Karena kalau besar gemuk biasanya yang lain juga ikut pada gemuk. Hadis berikutnya dari Jabir radhiallahu anhu. Beliau berkata, "Roaitu Rasulullah wasallam fiilin aku melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam di malam bulan purnama waaiatun ham dia pakai dua gaun terwarna merahi waalqar." Lalu aku bandingkan antara Rasulullah dengan rembulan. Falahu indi ahsanu minalqar. Menurutku Rasulullahi wasallam lebih indah daripada bulan rembulan. Ini kebiasaan orang Arab ketika mereka akan memuji seorang, ketampanan, kecantikan mereka menyamakan dengan rembulan. Wajahmu seperti rembulan ya, indahmu seperti rembulan. Menunjukkan mereka sedang muji fisik disama dengan rembulan. Tapi kata ee Jabir, "Justru saya melihat rembulan saya bandingkan dengan Nabi. Nabi lebih afdal daripada rembulan." Ya. Falua ind ahsan minalqamar. Menurutku Rasulullah wajahnya itu lebih indah daripada rembulan. Ini menunjukkan pujian yang luar luar biasa ya. Karena biasanya orang kalau mengungkapkan kecantikan dengan wajahmu seperti rembulan ini lebih afdal daripada rembulan itu sendiri. Berarti Nabi sallallahu alaihi wasallam sangat tampan. Tib kita lanjutkan eh hadis berikutnya. an abi ishaqala rajulun al bin azib akana waj rasam q laal mlal qarbu ishak beliau berkata seorang lelaki bertanya kepada albara bin azib akana wajah rasul sahu al wasamib apakah wajah nabi seperti pedang itu tajam lancip mungkin ya atau bercahaya qala kata eh albara bin azib sekali-sekali tidak wajahnya bukan seperti lincip bal mlal qamar tapi bahkan dia seperti rem rembulan itu agak bulat bercahaya indah sehingga orang senang memandangnya dan ini di antara ee jawaban singkat dari sahabat Albara bin Azib ketika ditanya bagaimana Nabi dua singkat dia ee apa namanya ee tidak seperti ee pedang tapi dia seperti rembulan dan perkataan rembulan perkataan yang sudah menunjukkan keindahan wajah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahwasanya kalau pedang dia berkilau tapi kilaunya nyelekit mata. Satu. Yang kedua dia tidak berkilau konstan dia kadang berubah-berubah. Kalau terbanyak kilatan juga menjadikan mata enggak memandang. Rembulan beda rembulan kita lihat sampai bos sampai lama-lama tidak membosankan. Begitu kira-kira wajah Nabi kalau dia lihat tidak membosankan karena indah seperti rembulan. Namun banyak sahabat tidak mau melihat wajah Nabi lama-lama karena karismatik Nabi yang luar biasa mereka tidak bisa ee bertahan untuk melihat wajah Nabi terus terusan. Tib kita lanjut hadis ke eh 10 ya. Was adalah rasul was warna kulit warna kulitnyaalah putih seakan dibuat daripada perakil. Adapun rambutnya tidak terlalu ikal, tidak terlalu keriting, tidak juga ee lurus melambai, enggak menjulur, enggak. Tapi Rasul sahu alaihi wasallam agak ombak ya dikatakan rojilas syair yaitu rambutnya agak agak lombak. Rambutnya agak lompat. Ini sifat fisik Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita pernah juga menyinggung hal ini ya. Hadis ke-11 dari Jabir bin Abdillah an Rasulull sahu alaihi wasallam q ya urid alaiya al anbiya. Nabi mengatakan, "Diperlihatkan kepadaku para nabi." Ya, di dalam riwayat yang lain hal itu terjadi ketika malam Isra Mikraj di mana kita ketahui Rasulull sahu alaihi wasallam dikumpulkan bersama para nabi dan Rasulull sahu alaihi wasallam kemudian ee salat menjadi imam bagi mereka diitul di Baitul Maqdis. Dan Rasul sahu alaihi wasallam ketika naik ke langit juga bertemu dengan beberapa nabi. Kata Nabi, "Urid alil anbiya." Para nabi-nabi diperlihatkan kepadaku. Entah bagaimana caranya Allah apakah Allah hidupkan lagi? Apakah apa? Apakah visualnya yang penting Nabi melihat para nabi-nabi yang lain. Faid Musa dorbun minar rijal. Tiba-tiba Rasul sahu alaihi wasallam melihat Musa. Musa itu ternyata orang yang tidak gemuk tapi dagingnya ringan. Ya kaahu min rijali sanuah. Seakan-akan dia berasal dari kabilah ee Syanuah itu kabilah yang agung di negeri Yaman ya. yang di mana anggota kabilah-kabilah tersebut orangnya tenang, tengah, seimbang, tidak ee apa namanya ee orangnya baik-baik ya secara secara tool tinggi sifat fisiknya, sifat fisiknya sedang, tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek ya. Kemudian badan juga tidak terlalu gemuk dan juga tidak terlalu kurus maka sikap fisiknya tengah-tengah. Nah, Nabi menyamakan Nabi Musa dengan orang ee apa namanya? Tinggal di Syanuah. Makanya dia mengatakan dbun minar rijal yaitu Nabi Musa alaihi salam badannya tidak terlalu gemuk. Kaahu min rijali Suah. Seakan-akan dia berasal dari orang-orang yang dari kabilah Suauah. Itu kabilah di Yaman tadi. Kabilah tersebut anggota kabilahnya rata-rata tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek, tidak terlalu gemung, tidak kurus, sedang. Nah, Nabi Musa kira-kira seperti itu ya. Mungkin warna kulitnya agak coklat ya. Orang Yaman banyak kulitnya agak coklat. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Roaitu waritu Isa Maryam faza akrabu man roitu bihi syabahan Urwat Ibnu Mas'ud." Aku melihat Nabi Isa alaihi salam Isa bin Maryam. Tiba-tiba orang yang paling mirip dengan Nabi Isa adalah Urwah bin Mas'udqafi. Urwah bin Mas'udqafi dia masuk Islam belakangan. Ya, bahkan ketika Rasulullah sampai di Hudaibiyah yang menjadi wakil Quraisy untuk berunding dengan Nabi, urusan perjanjian Hudaibiyah adalah eh Urwah bin Mas'ud ataqafi. Dan dia diakui oleh orang-orang kafir. Bahkan, bahkan orang kafir pernah berkata, "Waq lauzal quranul minalqim." Seandainya Quran ini tidak turun sama Muhammad, tapi diturunkan kepada seorang yang agung yang ada di kota Makkah dan Thaf. Maksudnya Urwah bin Masud Asqafi ini top. Dia dia adalah seorang ee yang suka ke mana-mana. orang diplomat diplomasi ke sana kemari sehingga dia pernah melihat orang-orang hebat kaisar Kisraja-raja. Namun dia tidak pernah melihat bagaimana pengagungan para sahabat Nabi kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini Urwah bin Mas'ud Assqafi dan akhirnya awalnya dia membela Quraisy akhirnya lama-lama dia masuk masuk Islam. Urwa bin Masudqafi ini adalah orang yang paling mirip dengan Nabi ee Musa eh Nabi Isa alaihi salam. Kemudian kata Nabi Sallallahu Wasam, "Waritu Ibrahim dan aku melihat Ibrahimiaukum yakni nafsahu." Aku melihat Ibrahim dan aku lihat ternyata orang yang paling mirip dengan Ibrahim adalah kawan kalian ini. Maksudnya Rasulullah mengatakan saya yang paling mirip dengan ayahku. Rasul wasam mirip dengan Nabi Ibrahim Alaih Salam. Dan di antara yang mirip dengan Nabi selain Ibrahim Alaih Salam adalah Al-Han. Alhan bin Ali. Al-Han bin Ali mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Anas pernah berkata asbahum birasulillah. Orang yang paling mirip dengan Nabi adalah Alhan bukan Alhusain. Dan juga Abu Bakar pernah menggendong Alhan. Abu Bakar berkata, "Syabihun bin Nabi laabihun bi Ali." Sesungguhnya putramu ini Hasan lebih mirip kepada Nabi dan tidak mirip kepada Ali. Padahal dia anaknya Ali bin Abi Thalib. Ini orang mirip dengan Nabi. Di antara orang yang mirip dengan Nabi adalah Jafar bin Abi Thalib. Rasulullah pernah berkata kepada Jafar, "Asbahta khqi wa khuluqi?" Wahai Jafar radhiallahu anhu. Ya, wahai Jafar. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Engkau sudah mirip perangaimu, akhlakmu, dan juga fisikmu." Mirip denganku. Ini dalil bahwasanya Jaafar mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi hadis ini maksudnya Rasulullah yang menjelaskan bahwasanya beliau mirip dengan Ibrahim atau Ibrahim eh wajahnya mirip dengan Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian kata Rasul sahu alaih wasallam, "Roaitu Jibril faid akrabu man rohi syaban dihya." Aku melihat Jibril. Tiba-tiba orang yang paling mirip dengan Jibril adalah Dihya Alkalbi. Wahua Dihya bin Khalifah Alkalbi radhiallahu anhu. Beliau adalah seorang yang tampan ya. Ee kemudian akhlaknya ee baik ya. Kalau Jibril Alaihi Salam datang menemui Nabi dalam bentuk manusia, dia selalu menyerupakan dirinya mirip dengan Dihya Alkalbi. Ya, intinya dalam hadis ini ee Rasulullah mengatakan secara fisik beliau mirip dengan Ibrahim Alaih Salam atau sebaliknya. Tapi kita lanjutkan masih ada dua hadis lagi ya. Hadis ke-12. An Said Al Jaririir abil radhiallahu anhu nabi wasamqardahuli malihan muq. Kata Abu Thufail dan dia adalah sahabat terakhir yang hidup, yang melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam, yang masih melihat Nabi dan masih hidup dia terakhir. Dia pernah berkata, "Aku melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika aku melihat Nabi di mana tidak seorang pun yang pernah lihat Nabi masih hidup kecuali tinggal saya sendiri." Maka mengatakan dia adalah sahabat terakhir yang meninggal. Dia bilang, "Aku lihat Nabi di mana semua orang yang sekarang ini yang sudah pernah lihat Nabi sudah pada meninggal. Cuma saya sendiri yang belum meninggal." Maka aku berkata Said Alhari, sifi. Berilah sifat Rasulullah kepadaku. Bagaimana sifat-sifat fisik Nabi sallallahu alaihi wasallam? Maka Abu Thfail radhiallahu anhu berkata, "Kana abad malihan muqasada." Rasulullah adalah orang putih dan tampan, tapi tampannya ee tidak berlebihan. Maksudnya tampannya itu seimbang ya. Seimbang ya. Ee dari segala sisi wajahnya tampan. Bukan tidak seimbang, mungkin udungnya terlalu mancung atau enggak. Rasul sahu alaihi wasallam putih dan tampan dengan tampan yang ee seimbang. Ya, ini di antara sifat fisik yang disampaikan oleh Abu Thufail kepada ee Said Aljari. Ini kesimpulan Rasulullah apa namanya? Putih tampan. Tampannya tidak e seimbang. Tampannya seimbang. tidak berlebihan pada satu sisi. Hadis yang terakhir pada kesempatan kali ini ee dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma. Kana Rasul sahu alaihi wasallam aflaj eh tsaniyataini. Rasul sahu alaih wasallam adalah giginya ini tsanih di namanya tsaniah gigi seri depan. Orang Arab dulu senang kalau ada lubang di tengahnya. Biasanya kalau mereka masih muda lubangnya kalau sudah tua biasanya pada numpuk. Makanya Rasul wasam pernah melaknat wanita yang almutqallah. Rasulullah melaknat wanita yang mengkikir giginya. supaya ada celahnya. Celah ini dibuat indah. Orang Arab suka seperti itu. Dan kalau sudah ada tumpuk-tumpuk tua dicela jadi seakan mudah kembali. Rasul bilang wanita sebenarnya terlaknat. Yang minta untuk dikir giginya supaya kelihatan celahnya terlaknat dan yang mengikirnya juga terlaknat. Adapun Rasul sahu alaihi wasallam ada dengan sendirinya kana aflajaniataini beliau giginya kebuka dikit. Kalau rasul wasam berbicara seakan-akan dari cahaya yang menyinari dari celah-celah giginya. Yakuju min bainiahu keluar dari celah-celah giginya. Ini e sifat yang disampaikan oleh Ibnu Abbas tentang Nabi sallallahu alaihi wasallam. Nabi sallallahu alaihi wasallam wajahnya berseri-seri indah bercahaya. Kalau berbicara enak dipandang giginya juga begitu indah terlihat ya. Eh, makanya eh Ibnu Abbas berkata, "Takalama ruur." Kalau Rasulullah berbicara terlihat seakan ada cahaya yakinahu, ada cahaya yang keluar dari dua gigi eh serinya. Inilah ee kira-kira tentang sifat-sifat fisik Nabi sallallahu alaihi wasallam dan juga sebagian akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya cukuplah Anas bin Malik ketika menceritakan menyimpulkan dengan perkataannya dalam Sahih Bukhari kanan Nabi sallallahu alaihi wasallam ahsananas. Rasulullah adalah manusia terbaik dari sisi akhlak, dari sisi pengorbanan, dari segala apa saja. Rasul wasam adalah kana Nabi sallallahu alaihi wasallam ahsananas. Demikianlah ee ikhwan dan akhwati. Insyaallah pada pertemuan berikutnya kita akan bahas tentang khatamun nubuwah, tanda kenabian ya. Insyaallah pada pertemuan berikutnya. Selanjutnya saya kembalikan kepada Mas Dodi dan Bang Andre. Wallahu taalaam bawab.
Resume
Requeue
Categories