File TXT tidak ditemukan.
File TXT tidak ditemukan.
Transcript
7Sa-95Ifkk0 • Kitab As-Syamail Al-Muhammadiah #7: Bagaimana Nabi Dalam Bermajelis
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2464_7Sa-95Ifkk0.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufikiani. Asadu alla ilahaillallah
wdahu la syarikalahuimani
wa asadu anna muhammadan abduhu waasul
ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Ee ikhwan
dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala, kita lanjutkan masih
tentang akhlak Nabi dan juga fisik Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Perkataan Alhusin
eh radhiallahu
eh taala anhu dia berkata, "Saaltu abi
anbihi wasallam fi julasaihi."
Aku bertanya kepada ayahku itu Ali bin
Abi Thalib tentang bagaimana sirah Nabi,
yaitu bagaimana ee perihal tentang Nabi
sallallahu alaihi wasallam fi julasaihi
terkait dengan orang-orang yang duduk
bersama beliau, yaitu bagaimana majelis
Nabi. Kalau lagi Nabi sama orang-orang
lagi kumpul
dengan beliau ya, apa yang dilakukan
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Maka Ali bin Abi Thalib pun menjawab,
"Kana Rasul sahu alaihi wasallam daimal
bisyir." Rasulullah sahu alaihi wasallam
senantiasa tersenyum.
Sahlal khuluqi ya. Bahwasanya
ee akhlaknya mudah. Rasulullah orangnya
mudahan tidak tidak sulit ya. Layin
layinal janib yaitu memiliki sisi yang
lembut yaitu mudah. Ee ini perkataanul
jadil maksudnya orang lembut, muda,
tidak tidak sulit, tidak orang yang
kaku, keras, kasar, enggak. Dan mudah
tersenyum ya. Orang kalau seperti ini
mudah tersenyum, orang ketemu dia juga
mudah ee tidak tidak mempersulit perkara
tidak perkara tidak dipersulit. Ya, ada
orang segalanya sulit. Kalau begini
harus begini, harus begini, harus
begini. Sehingga ee Nabi tidak demikian.
Nabi perkaranya segala dia mudahkan. Ya,
artinya kalau seperti kita zaman
sekarang ya, oh enggak ada begini ya
sudah gak apa-apa begini aja. Oh, enggak
bisa, ya sudah begini aja ya. Jadi mudah
tidak mempersulit lain janib yaitu mudah
dengan ketemu dengan orang. Orang kalau
duduk di samping dia tidak merasa berat,
tidak merasa ee apa namanya ee di tidak
merasa kaku ya.
Dan sebagaimana pernah kita jelaskan
Rasul sahu wasallam daimul bisyar beliau
senang sering tersenyum selalu
tersenyum.
Bukan berarti ee
ee bukan berarti Rasulull Sallahu Alaihi
Wasallam tidak mengalami kesedihan ya.
Rasulullah manusia biasa. Beliau sedih,
beliau gembira, beliau tertawa, beliau
juga menangis ya. Beliau juga rida dan
beliau juga kadang marah ya dan beliau
juga terpengaruh dengan kondisi-kondisi
sekitar beliau. Tetapi karena akhlak
beliau yang mulia, beliau selalu
berusaha untuk tersenyum.
Berusaha untuk selalu tersenyum. apapun
yang bergejolak dalam hati beliau,
beliau berusaha untuk selalu ee
tersenyum kepada julasaihi, kepada
orang-orang yang duduk bersama beliau.
Kemudian eh Ali bin Abi Thalib berkata,
"Laisa bifadin walaidin wala sakhabin
wala fahasyin wala ayyabin wala
musyahid."
ya.
Ee
beliau
bukanlah orang yang kasar ya.
Beliau bukanlah orang yang yang kasar
secara lafal bukan orang yang kasar.
Kemudian wala gadir bukan juga hatinya
keras. Jadi kalau berbicara tidak ada ee
kata-kata yang kasar, kata-kata yang ee
keras ya.
Kemudian juga hati beliau lembut. Whabin
bukan suka orang suka teriak-teriak
kalau bicara tidak tidak teriak sana
teriak sini. Wala fahas bukan juga kalau
berbicara kata-kata yang geji. Milih
kata-kata yang keji yang nyelekit yang
menyakitkan, gak juga pernah. Wala
ayyabin bukan juga orang suka mencela,
suka nyinyir. Beliau bukan orang suka
mencela dan suka nyinyir.
Ee dan beliau juga wala musyahin yaitu
bukan orang yang kalau
menyampaikan suatu maksa maksa maksa.
Enggak ya.
Ee kalau menyampaikan sesuatu ya sudah
gitu aja ya. Tidak ada orang ada orang
yang menyampaikan maksa, maksa maksa
atau ada yang mengatakan itu Rasul sahu
alaihi wasallam tidaklah pelit. Ya,
dalam hal ini kata dari kata syuh yaitu
ee pelit.
Ini di antara sifat-sifat ee Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersama
orang-orang yang duduk bersama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya, tidak
pernah kata-kata kasar, tidak pernah
terlihat hati yang kaku, yang keras,
tidak pernah teriak-teriak, tidak pernah
menjadi kata-kata yang keji, dan tidak
juga pernah nyinyir. Orang nyaman kalau
teman duduknya seperti itu. Tapi ee
seorang tidak nyaman kalau ternyata dia
kasar lafalnya, kalau bicara kasar
kemudian keras hatinya. Ya, makanya
Allah mengatakan tentang Nabi sallallahu
alaihi wasallam, wadqbi
minik. Seandainya engkau kata-katamu
kasar dan hatimu keras, tentu mereka
akan berpaling meninggalkan engkau. Maka
Nabi diberi anugerah oleh Allah tidak
fad, tidak lafalnya keras, kasar, dan
juga tidak hatinya keras. Sehingga para
sahabat betah bersama Nabi, senang duduk
bersama Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Tidak ada yang dinyinyir, tidak ada yang
direndahkan.
Demikian juga dalam sebagian riwayat
walaaddahin. Rasulullah bukan orang yang
suka muji, suka muji cari muka gak.
Beliau bukan orang yang suka cari muka
sama orang lain. Namun terkadang beliau
memuji kalau memang konsekuensi atau
kondisi mengharuskan memuji. Seperti
Rasulull sahu alaih wasallam memuji
sebagian sahabat. Seperti kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam inna fika
khlataini.
Eh Rasulullah berkata kepada Asyas Abdul
Qais inna khini yuhibbuhumallah alah.
Sesungguhnya pada dirimu ada dua
perangai yang dicintai oleh Allah. Itu
sikap bijak dan sikap tidak
tergesa-gesa. Ya, Nabi juga kadang
memuji Abu Bakar Assiddiq radhiallahu
anhu, kadang Nabi memuji Umar. Ya, tapi
bukan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi
wasallam suka memuji.
Tib di antaranya
ee yataghofalu amma la yastahi.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
itu tagful. Tagful itu pura-pura enggak
tahu atau tidak ada perhatian. Tidak ada
perhatian pada perkara yang bukan
urusannya. Yang dia tidak ada urusan dia
tidak begitu perhatian sama yang bukan
urusannya. Ya. Dan ini sudah yang
merupakan nasihat Nabi sallallahu alaihi
wasallam husi islamil marqu yakni di
antara keelokan Islam seorang
meninggalkan yang bukan urusannya. Rasul
sahu alaih wasallam demikian. Beliau ee
seperti tidak tahu atau tidak urusin
perkara yang bukan urusan beliau. Kalau
memang ada kepentingan, ada manfaat,
maka beliau akan ngurusin.
Ya, jangan sampai sebalik terbalik. Yang
bukan urusan diperhatikan baik-baik,
yang urusannya malah dilalaikan.
Sebagian orang seperti itu. Urusan
privasi dia, dia lalai, tertunda-tunda,
terbengkali. Urusan yang bukan privasi
dia, maka serius dibaca berulang-ulang,
dihat berulang-ulang. Ini adalah salah,
terbalik.
Kemudian di antara sifat beliau terhadap
orang-orang yang duduk di sekitar beliau
w yu minhu rojihi
eh
wala yukhayabu fihi. Orang yang datang
kepada Nabi, berharap sesuatu dari Nabi
ya ee maka Nabi tidak pernah membuat dia
putus asa. Ya itu Nabi kalau bisa Nabi
membantu, Nabi akan bantu. Itu kebiasaan
Nabi sallallahu alaihi wasallam. bukan
dicuekin. Kalau bisa dia bantu, beliau
akan bantu sallallahu alaihi wasallam.
Kalaupun tidak bisa bantu, maka beliau
akan menyampaikan dengan kata-kata yang
indah, kata-kata yang menyenangkan. Wala
yukhayabu fihi ya. Ee yaitu jangan buat
dia apa namanya? Ee
pulang dengan tangan kosong. Yaitu
Rasulullah berusaha memberikan sesuatu
sebisa mungkin. Kalau bisa diberi pada
saat itu, maka Rasul sahu alaihi
wasallam akan kasih saat itu. Kalau
tidak bisa saat itu, maka Rasul sahu
alaihi wasallam akan janjikan nanti satu
saat seb kita perjelaskan hal ini dalam
syarah mufrad. Rasulullah kebiasaannya
sallallahu alaihi wasallam kalau ada
yang minta Rasulullah kasih. La tarudu
sailan Rasulullah alaihi wasallam pasti
kasih. Kalau tidak bisa ee kasih saat
itu Rasulullah akan janjikan. Kalau
salat tidak bisa juga maka rasul wasam
mungkin suruh sahabat isfa jaru. Siapa
yang bisa bantu bantu. Kalau tidak ada
juga ya maka rasul sahu alaihi wasallam
berkata-kata fabikalimatin thayibah
dengan kata-kata yang menyenangkan yang
buat ee
ee seorang tidak putus asa di di sisi
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Subhanallah. Akhlak yang begitu mulia
ya.
Kemudian Ali bin Abi Thalib berkata,
"Bagaimana sikap Nabi terhadap
orang-orang duduk bersama Nabi di
majelis-majelis beliau?" Qarak nafsahu
min Rasul sahu alaih wasallam eh tidak
melakukan tiga perkara.
Rasulullah tidak melakukan tiga perkara.
Apa tiga perkara tersebut yang beliau
tinggalkan? Almira yaitu
suka debat ya. Yang kedua aliksar selalu
pengin banyak pada suatu perkara
berlebih-lebihan.
Yang ketiga, wama la yakni yaitu perkara
yang tidak ada manfaatnya. Yang tidak
ada manfaatnya.
Ee ini di antara tiga perkara yang
ditinggalkan oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Bahkan Nabi menjauhinya. Yang
pertama adalah perdebatan. Rasul sahu
alaihi wasallam memotivasi kita untuk
tidak berdebat. Ya, bahkan kalaupun
harus berdebat dengan ahlul ahlul batil,
ahlul kitab atau ahlul bidah, maka
dengan cara yang baik. Wajadilhum
billatihi asan. Berjedalah dengan mereka
dengan cara yang baik, yang terbaik.
Wala tujadilu ahlul kitabi illa batihi
ahsan. Berdebatlah dengan ahlul kitab
dengan cara yang terbaik. Kalau enggak
ada kaitannya dengan agama, maka buat
apa kita berdebat? Ya, hanya membuat
hati keras ya, saling menjatuhkan. Maka
Rasul sahu alaihi wasallam meninggalkan
namanya perdebatan. Bahkan Rasul
wasallam berkataimunin
jannah.
Aku menjamin istana di pinggiran surga.
Ee
meskipun
orang yang meninggalkan aku menjamin
istana di pinggiran surga bagi orang
yang meninggalkan perdebatan meskipun
dia di atas kebenaran.
Dia tahu dia di atas benar dia. Kalau
debat dia mungkin menang dia mungkin
bisa mengalahkan lawan debatnya tapi dia
tinggalkan. Jadi tidak ada kaitannya
dengan pembelaan terhadap agama. Ngapain
debat-debat seperti itu? Maka orang
seperti ini dijamin oleh Nabi akan
mendapatkan istana di pinggiran surga.
Dan ini adalah keutamaan meninggalkan
debat meskipun kita tahu kita yang
benar. Nabi tidak suka debat, tidak suka
ee debat ee debat kusir apalagi angkat
suara enggak. Kemudian ee
al-ikthsar. Rasulullah juga tidak suka
al-ikthsar itu
dalam banyak hal ini. Banyak
mengulang-ulangi perkataan misalnya
berlebihan.
Mengulang-ulang perkataan berlebihan.
Kemudian ada perkara diulang-ulang ya ee
atau perbuatan yang diulang-ulang ya
yang tidak ada manfaatnya. Rasul sahu
alaihi wasallam tidak tidak suka
demikian ya secukupnya.
Wama la yakni
yaitu demikian juga Rasulullah
meninggalkan perkara yang bukan
urusannya yang bukan urusannya.
Maka
segala yang bukan urusan hendaknya kita
tinggalkan. Kita berusaha mencontohi
Nabi Sallam hidup di zaman yang banyak
perkara bukan urusan. Kita kita pengin
tahu bahkan kita pengin tahu secara
detail. Ini masalah ya. Sementara yang
kita privasi kita, yang urusan kita,
kerjaan kita, urusan istri kita, anak
kita, kita enggak detail. Bahkan kita
kadang-kadang melalaikan. Sebagian kita
tentunya tidak semua melalaikan, lalai,
tidak, tidak serius, tidak perhatian.
malah urusan yang lain yang tidak ada
manfaatnya kita seriusin, kita ikuti.
Ini adalah ee kesalahan ya. Kemudian Ali
bin Abi Thalib berkata, "Watarakasa
minat."
Dan Rasul sahu alaihi wasallam juga
tidak melakukan tiga perkara ini pada
orang lain. Itu Rasulullah tidak
melakukan. Kalau tadi pada dirinya
sendiri ya, dia tidak mau debat, dia
tidak memperbanyak sesuatu dan dia juga
tidak meninggalkan perkara yang bukan
urusannya. Terkait dengan orang lain,
ada tiga perkara dia yang yang dia
tinggalkan. Itu pertama di antaranya
ahadan. Beliau tidak pernah mencela
seorang pun. Dia tidak meninggalkan
sikap mencela orang lain.
Wuhu. Dan beliau tidak pernah menyinyir
atau mencela menyebutkan aib orang lain.
Dan tidak pernah mencari-cari kesalahan
orang lain.
Dan beliau tidak berbicara terhadap
dengan orang lain kecuali perkara yang
beliau harapkan ada pahalanya. kecuali
perkara yang beliau harapkan ada
pahalanya. Ya, ini ee
di antara
sifat Nabi terkait dengan orang-orang
yang duduk bersama beliau, beliau tidak
pernah mencela seorang pun.
Bahkan tidak pernah yauhu ya itu tidak
pernah menyebutkan aib orang tersebut.
Dalam riwayat yang lain, wala yayiruhu
tidak pernah mengejek, menyinyir. Gak
pernah. Rasul sahu alai wasallam
nyinyir. Orang kalau suka nyinyir orang
enggak nyaman. Duduk sama dia ketemu.
Oh, dinyinyir lagi, dinyinyir lagi,
diejek lagi, dibully lagi. Orang tidak
nyaman. Rasul sahu alaihi wasallam tidak
pernah demikian. Ini yang pertama. Yang
kedua, wlubu auratahu. Rasulullah tidak
pernah mencari-cari kesalahan orang. Ini
siapa ini? Rasulullah cek-cek enggak
pernah. Maka rasul wasam dalam riwayat
mengatakan eh lahuni ahadun
eh ahadin minhabi
uhibbu akikum
nabi sallahu wasam mengatakan jangan
seorang pun menyampaikan kepadaku
tentang orang lain. Aku ingin terkait
dengan sahabatku aku ingin keluar
bertemu kalian dalam kondisi hatiku
bersih. Orang nyaman ya tidak cari-cari
kesalahan orang. Kalau sudah cari
kesalahan orang lain, kita aduh pertama
dosa ya. Kedua nanti kita juga mungkin
mengalami hal yang sama. Orang-orang
cari kesalahan kita ya. Maka seorang
berusaha
ee tidak mencari kesalahan orang lain.
Kalau terlihat depan mata itu disikapi
dengan cara yang baik. Yang tidak
terlihat depan mata enggak usah
dicari-cari.
Ini yang kedua. Yang ketiga, wakam.
Rasul sahu al wasam tidak berbicara
kecuali pada perkara yang beliau
berharap dapat pahala. Ini merupakan
sifat yang sangat mulia yaitu bagaimana
mengontrol orang seorang, mengontrol
pembicaraannya.
Dan lisan ini luar biasa. Dia bisa jadi
sumber pahala luar biasa karena
mengucapkan lailahah dengan lisan,
berzikir dengan lisan, baca Quran dengan
lisan, amar mar nahi mungkar dengan
lisan. Banyak sekali lisan ini sumber
faedah, sumber pahala. Tapi sebaliknya
lisan juga merupakan sumber malapetaka.
Gibah dengan lisan, namimah dengan
lisan, mengadu domba dengan lisan,
mengejek dengan lisan. ee bahaya ya.
Baik. Maka Rasul Sallahu Alaih Wasallam
ketika berbicara dia tidak berbicara
kecuali yang ada pahalanya. Kita
berusaha seperti itu. Tidaklah kita
berbicara kecuali kita berharap dapat
pahala di balik pembicaraan tersebut.
Ya. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Ma yalfidun minin illaqibun atid."
Tidak suatu lafal pun yang dibicarakan
oleh seorang kecuali ada malaikat raqib
atid yang selalu hadir dan mengawasi dan
mencatat. Maka seorang merenungkan,
"Gimana agar saya tidak berbicara yang
tidak ada pahalanya?" Ini agak sulit ya.
Kalau dia begini, dia pasti tidak banyak
bicara. Makanya wasam bersabda akhir,
"Siapa yang beriman kepada Allah dan
hari akhirat maka hendaknya dia
berbicara yang baik atau dia diam." Ya,
ini dia tidak berbicara kecuali
mengharapkan pahala di balik pembicaraan
tersebut. Ini mengkonsekuensikan seorang
berpikir merenung sebelum berbicara.
Bukan bicara dulu, Bu, nanti merenung.
Enggak ya? Karena inilah sifat Nabi.
Beliau tidak berbicara kecuali ada
pahalanya.
Kalau kita praktikkan ini saja luar
biasa bisa jadi orang saleh. Mau bicara
tunggu dulu ada pahalanya enggak? Enggak
ada enggak jadi.
Mau ngobrol ada pahalanya enggak? Enggak
ada enggak jadi. Subhanallah.
Betapa banyak di antara kita yang
berbicara seenaknya, selepasnya,
sebebasnya. komentar sebebasnya
gak tahu bahwasanya bisa jadi satu
perkataan menjerumuskan seorang dalam
neraka jahanam sejauh 70 tahun
bahkan rasul sahu alaih wasallam berkata
kepada muad
waquas finari al wujuhim ala manati
bukankah yang menjadikan manusia digeret
di atas wajahnya atau digeret di atas
hidungnya di neraka kecuali akibat ee
hasil dari lisannya hasil dari
tulisannya, hasil dari komentarnya,
hasil dari ketikannya. Lisan sekarang
mencakup lisan ee baik secara lisan
maupun secara tulisan.
Inilah ee
inilah sifat Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Makanya kalau kita dapati
perkataan para salaf, mereka tidak
banyak berbicara.
Perkataan para salaf itu sedikit, tapi
faedahnya banyak. Ya, makanya Ibnu Rajab
pernah menulis buku yang maknanya fadlu
ilmi salaf ala ilmil khalaf atau
maknanya seperti itu ya. Keutamaan
ilmunya para salaf dibandingkan ilmu
orang belakangan. Kita ini banyak bicara
tapi ternyata berkahnya sedikit sehingga
faedahnya sedikit. Para salaf dulu
bicara sedikit tapi faedahnya luar
biasa.
Karena mereka tidak menjalani hari-hari
dengan sembarang ngomong asal ngomong
enggak.
sehingga omongan-omongan mereka luar
biasa, pepatah-pepatah, kemudian
nasihat-nasihat ya, petuah-petuah luar
biasa.
N adapun kita sulit karena kita terlalu
banyak banyak omong
ti Rasulullah melanjutkan Ali bin Abi
Thalib melanjutkan wa
kalau rasam sudah ngomong maka
orang-orang yang hadir menundukkan
kepala mereka menundukkan kepala mereka
seakan-akan di atas kepala mereka ada
burung yaitu benar-benar mereka
perhatian ini majelis Nabi sallallahu
alaihi wasallam bukan majelis
joget-joget majelis DJ ya majelis
dangdutan
majelis ee ngejek-ngejek orang enggak.
Tapi kalau sudah berbicara para sahabat
seakan-akan di kepala mereka ada burung.
Kalau banyak gerak burungnya terbang.
Kata kata Ali bin Abi Thalib, "Fa
sakallamu." Kalau Nabi diam baru mereka
berbicara.
Kalau Nabi lagi bicara mereka tidak
berani berbicara
bersamaan dengan pembicaraan Nabi karena
bentuk penghormatan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Kalau diam baru mereka berbicara
tidak ada orang lagi debat di situ ribut
di sisi Nabi wasamak mereka hormat sama
Nabiahu
Maka
kalau ada yang berbicara di sisi Nabi
sallallahu alaihi wasallam maka yang
lain semua diam simak. Kalau Nabi
mengizinkan seorang berbicara, satu
orang bicara sama Nabi, yang lain semua
dengar gak kemudian ribut potong tengah
jalan, salat tengah jalan enggak. Sampai
yang pertama kali bicara, selesai
pembicaraan baru kemudian orang kedua.
Ini di antara sifat adab Nabi kepada
para julasaihi orang yang duduk bersama
adab para sahabat terhadap Nabi. Mereka
tidak pernah ribut di depan Nabi. Ribut
ah ribut sana sini. Mereka tidak pernah
juga motong bicaraan orang lain. Kalau
ada yang bicara semua dengerin sampai
selesai baru mungkin orang berikutnya.
Ini di antara akhlak Nabi dan juga
akhlak para sahabat di sekeliling Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Tiib. Kemudian kata Ali bin Abi Thalib,
"Yataku mimma yathakuna minhu." Nabi
manusia beliau juga tertawa jika para
sahabat tertawa. Kalau ada hal yang
membuat tertawa, Rasulullah tertawa.
Ada yang membuat Rasulullah menangis,
Rasulullah menangis.
mimmajab rasul sahu alaihi wasallam juga
kagum dengan apa yang dikagumi oleh para
sahabat ya Rasul sahu alaihi wasallam
beradaptasi dengan para sahabat yang
duduk bersama dia ya
kalau mereka tertawa Rasulullah ikut
tertawa kalau mereka lagi takjub
Rasulullah juga ikut takjub sehingga
pergaulan itu hidup ya meskipun Rasul
sahu alaihi wasallam kedudukannya tidak
bisa dibandingi para sahabat tapi antara
guru dan murid hidup ada ada kedekatan
hati karena Rasul sahu alaihi wasallam
juga kalau mereka tahu Rasulullah juga
tertawa Ya, ada hal yang menyebabkan
mereka tahu. Rasul sahu wasam juga
tertawa.
Kemudian kata Ali bin Abi Thalib
Radhiallahu anhu,
"Waasbiru lil gorib alal jafwah fiqihi
wa masalatihi hatta inana ashabu
yastajlubahum."
Rasul sahu al wasallam bersabar terhadap
orang asing alal jafah. Meskipun orang
asing tersebut mungkin kasar. Kalau
datang dari jauh datang kota Madinah
terkadang kasar tidak punya adab.
Rasulullah sabar.
Kalau mereka ngomong Rasulullah
dengarin. Kalau mereka ada pertanyaan
Rasulullah dengarin.
Dan Ras Rasulullah kasih uzur karena
mereka adalah orang yang asing yang
bukan penduduk kota Madinah.
Ya meskipun mereka kasar kaku karena
orang-orang Arab Badui tapi Rasul sahu
alaihi wasallam ee sabar karena ini
orang asing punya uzur khusus. Adapun
para sahabat sudah ngerti siapa Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Sampai para
sahabat senang kalau ada orang-orang
seperti ini datang menemui Nabi ya. Para
sahabat senang kalau ada orang Badui
datang yang adabnya kurang. Kenapa?
Kalau Arab Arab Badui datang menemui
Nabi, Arab Badui ini pasti nanya-nanya
dan kalau sudah nanya-nanya Nabi akan
jawab dan kalau Nabi sudah jawab berarti
ada pahalanya, ada ilmunya.
Ya. Maka ee
bahkan disebutkan sebagai riwayat para
sahabat mi beri hadiah kepada orang Arab
Badui kalau datang sama Nabi, tanya sama
Nabi. Karena para sahabat malu segan
nanya sama Nabi. Padahal Nabi begitu
baiknya merasul. Tapi mereka segan
karena karismatik Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tap orang Badui tidak kenal
Nabi, dia asal datang as tanya, "Ya
Rasulullah, kapan hari kiamat?" Langsung
tanya aja.
Tanya aja. Mereka cuek bebek tanya
kepada Nabi karena mereka dari Badui dan
Nabi Rasulullah sahu alaihi wasallam
memberi uzur kepada mereka karena mereka
ada Badwi.
Kemudian Rasul sahu alaihi wasallam
berkata,
idza roitum tholib hajatin yatlubuha
farfiduhu. Nabi pernah berkata, "Jika
kalian melihat ada seorang yang punya
hajat, punya keperluan dan yatrubuhu dan
dia mencari keperluan tersebut maka
bantulah." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, maka bantulah. Karena di
antara orang-orang duduk majelis mungkin
ada yang susah maka pengertian bantu
dalam riwayat faarsyiduhu. Maka arahkan
maka arahkan. Ini di antara ee kebaikan
Nabi. Nabi menyuruh para sahabat yang
hadir untuk bantu orang yang punya
kebutuhan. Dan Rasulullah pernah
berkata, "Isfau isfa fala tujaru."
Hendaknya kalian beri syafaat. Kalau
kalian tidak bisa membantu secara
langsung, kasih syafaat rekomendasi.
Siapa tahu bisa dibantu oleh orang lain
faljaru dan kalian akan diberi pahala
oleh Allah Subhanahu wa taala. Jadi ini
wasiat Nabi kepada para sahabatnya.
Kalau melihat ada orang punya keperluan
maka bantu. Jangan dibiarkan saja.
Jangan berlepas diri. Berusaha bantu.
Itu ladang pahala. Ada orang susah kita
bantu. Itu ladang ladang pahala.
Tib di sini. Kemudian ee
wala yaqbalana min mukafi. Rasul sahu
alaih wasallam tidak menerima pujian
kecuali dari orang yang ee memberi
setimpal. Ya,
sini ada beberapa tafsiran. Ada yang
mengatakan bahwasanya Rasul sahu alaihi
wasallam tidak suka orang muji-muji
beliau dengan pujian yang berlebihan.
Maksudnya demikian ya. Rasulullah hanya
mau kalau dipuji pujian yang benar bukan
pujian yang berlebihan.
Ya. Karena Rasul sahu alaihi wasallam
pernah ee ketika ada yang mengatakan eh
anta sayiduna anta sayiduna maka rasul
alaihi wasallam tegur. Kata Rasul wasam
sayidullah sayid adalah Allah subhanahu
wa taala.
Ucapkanlah sebagian perkataan kalian
atau ee dengan perkataan yang biasa
kalian ucapkan. Jangan tambah-tambah
lagi dengan muji-muji berlebih-lebihan.
Kenapa? Kata Nabi, "Wastajannakum."
Jangan sampai setan menjerumuskan kalian
gara-gara cinta kepada Nabi. Akhirnya
muji dengan pujian-pujian yang
berlebihan.
Bahkan rasul wasam berkata,
"Kalau khat suka muji-muji, cari muka,
lemparkan pasir di tanah di wajahnya."
Rasulullah mengatakan ketika ada orang
muji-muji, maka rasul mengatakan,
"Wailaka
hati-hati kau puji dia. Sesungguhnya kau
telah memenggal memenggal leher kawanmu
terus. Orang kalau sudah dipuji nanti
ujub. Sudah ujub nanti sombong. Kalau
dia sombong bahaya dia binasa
terpapar untuk bisa masuk neraka. Punya
potensi besar untuk masuk neraka.
Maka Rasulullah pun orang yang paling
berhak untuk dipuji dan dia pun tidak
pengin dipuji berlebih-lebihan. Ini di
antara makna mukafi
tib.
Eh, di antara sifat Nabi wq ahadin
hadahu
hatta yajuzaq
binahinamin.
Rasulullah tidak pernah memotong
pembicaraan seorang
ya sampai orang tersebut selesai
berbicara maka rasul sahu alam potong
pembicaraan timpali atau rasul sahu
alaihi wasallam berhentikan pembicaranya
dengan Rasulullah melarang sudah cukup
ah itu terkadang Rasulullah gitu atau
qiam Rasulull sahu alaihi wasallam
berdiri meninggalkan majelis berarti
pembicaraan sudah selesai ya jadi kalau
ada orang bicara rasul sahu alaihi
wasallam tidak pernah memutuskan kecuali
Rasulullah mengatakan sudah cukup maka
orang itu tidak boleh bicara lagi atau
Rasul sahu alaih wasallam berdiri
meninggalkan lokasi berarti Rasul
Sallahu Alaih Wasallam sudah tidak mau
dengar maka hendaknya dia menghentikan
pembicaraannya. Ya, ini di antara
adab-adab Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya
terhadap orang-orang yang ada di ee
sekitarnya. Dan tentunya mereka akan
merasa nyaman bersama Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Karena Nabi sallallahu
alaihi wasallam adalah lainil janib,
mudah bergaul, sahlul ee khuluk,
akhlaknya mudah, tidak suka menyir orang
lain, tidak suka mencela orang lain,
tidak suka mencari-cari kesalahan orang
lain. Orang duk sama Nabi semuanya
nyaman. Semuanya nyaman.
Bab kita lanjutkan beberapa hadis ikhwan
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
terkait masih sifat fisik ya kita
berusaha habiskan pada pertemuan kali
ini. Dari Jabir bin Samrair radhiallahu
anhu yaakul kana rasul sahu alaihi
wasallam alfam. Kata Jabir Rasul sahu
alaihi wasallam adalah mulutnya eh lebar
ya alfam
yaitu besar mulutnya. Wallahuam. Ini
maksudnya kalau disifati rasul sahu
alaihi wasallam tulangnya besar mulutnya
besar itu semuanya pujian. Cuma kita
mungkin enggak bisa membayangkan
bagaimana. Tapi intinya mulutnya bukan
sempit seperti ini. Bukan juga lebar
sekali, tapi sedang. Sedang mulutnya
sedang sehingga ketika berbicara bisa
fasih. Ada orang mulutnya kecil, ada ya
gak. Rasulullah tidak demikian ya. Ee
kemudian askalal ain. Askalal ain yaitu
ee panjang ininya. Belahan Rasulullah
matanya bulat besar bukan sipit bukan.
Tapi ininya panjang. Jadi bulat dan
melebar ya. Bulat dan melebar ya.
Kemudian manhusal aqib ya, yaitu sedikit
daging di tumitnya. Sedikit daging
tumitnya. Ini di antara sifat-sifat Nabi
secara fisik. Sybah berkata, "Kulu
simak." Aku bertanya kepada sang perawi
simak madulam. Apa yang disebut dengan
bibir yang besar? Qa adimul fam. Yaitu
mulutnya agung. Di sini ee eh dia
menafsirkan e dengan apa namanya?
Mulutnya besar lebar ya. Ma asal ain apa
asal ain? Yaitu thwilu siqil ain. Yaitu
matanya itu panjang ininya belahannya
itu panjang. Panjang bukan kecil matanya
bukan juga sipit tapi lebar. Lebar dan
panjang ini keindahan ya. Dia bulat tapi
dia melebar e belahan matanya. Eh qulu
mahamusul aqib. Manusul aqib qolah aqib.
Yaitu tumit. Ini kalau kaki ada
tumitnya. Tumit Nabi ternyata ee sedikit
dagingnya. Ya, menunjuk Rasulullah
sering bergerak bukan bukan yang berat
kemudian gemuk enggak. Rasul sallallahu
alaihi wasallam tumitnya dagingnya
sedikit di situ. Ini di antara ee fisik
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ee
dan ketika dibilang Rasulull Sallahu
Alaihi Wasallam maksudnya tumitnya tipis
menunjukkan beliau bukan orang yang
besar gemuk gak ya? Karena kalau besar
gemuk biasanya yang lain juga ikut pada
gemuk. Hadis berikutnya dari Jabir
radhiallahu anhu. Beliau berkata,
"Roaitu Rasulullah wasallam fiilin aku
melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam
di malam bulan purnama waaiatun ham dia
pakai dua gaun terwarna merahi
waalqar." Lalu aku bandingkan antara
Rasulullah dengan rembulan. Falahu indi
ahsanu minalqar. Menurutku Rasulullahi
wasallam lebih indah daripada bulan
rembulan. Ini kebiasaan orang Arab
ketika mereka akan memuji seorang,
ketampanan, kecantikan mereka menyamakan
dengan rembulan. Wajahmu seperti
rembulan ya, indahmu seperti rembulan.
Menunjukkan mereka sedang muji fisik
disama dengan rembulan. Tapi kata ee
Jabir, "Justru saya melihat rembulan
saya bandingkan dengan Nabi. Nabi lebih
afdal daripada rembulan." Ya.
Falua ind ahsan minalqamar. Menurutku
Rasulullah wajahnya itu lebih indah
daripada rembulan. Ini menunjukkan
pujian yang luar luar biasa ya. Karena
biasanya orang kalau mengungkapkan
kecantikan dengan wajahmu seperti
rembulan ini lebih afdal daripada
rembulan itu sendiri. Berarti Nabi
sallallahu alaihi wasallam sangat
tampan.
Tib
kita lanjutkan eh hadis berikutnya.
an abi ishaqala rajulun al bin azib
akana waj rasam q laal mlal qarbu
ishak beliau berkata seorang lelaki
bertanya kepada albara bin azib akana
wajah rasul sahu al wasamib apakah wajah
nabi seperti pedang itu tajam lancip
mungkin ya atau bercahaya qala kata eh
albara bin azib sekali-sekali tidak
wajahnya bukan seperti lincip bal mlal
qamar tapi bahkan dia seperti rem
rembulan itu agak bulat bercahaya indah
sehingga orang senang memandangnya
dan ini di antara ee jawaban singkat
dari sahabat Albara bin Azib ketika
ditanya bagaimana Nabi dua singkat dia
ee
apa namanya ee tidak seperti ee pedang
tapi dia seperti rembulan dan perkataan
rembulan perkataan yang sudah
menunjukkan keindahan wajah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Bahwasanya
kalau pedang dia berkilau tapi kilaunya
nyelekit mata. Satu. Yang kedua dia
tidak berkilau konstan dia kadang
berubah-berubah. Kalau terbanyak kilatan
juga menjadikan mata enggak memandang.
Rembulan beda rembulan kita lihat sampai
bos sampai lama-lama tidak membosankan.
Begitu kira-kira wajah Nabi kalau dia
lihat tidak membosankan karena indah
seperti rembulan.
Namun banyak sahabat tidak mau melihat
wajah Nabi lama-lama karena karismatik
Nabi yang luar biasa mereka tidak bisa
ee bertahan untuk melihat wajah Nabi
terus terusan.
Tib kita lanjut hadis ke eh
10 ya. Was
adalah rasul was warna kulit warna
kulitnyaalah putih
seakan dibuat daripada perakil.
Adapun rambutnya tidak terlalu ikal,
tidak terlalu keriting, tidak juga ee
lurus melambai, enggak menjulur, enggak.
Tapi Rasul sahu alaihi wasallam agak
ombak ya dikatakan rojilas syair yaitu
rambutnya agak agak lombak.
Rambutnya agak lompat. Ini sifat fisik
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita
pernah juga menyinggung hal ini ya.
Hadis ke-11 dari Jabir bin Abdillah an
Rasulull sahu alaihi wasallam q ya
urid alaiya al anbiya. Nabi mengatakan,
"Diperlihatkan kepadaku para nabi." Ya,
di dalam riwayat yang lain hal itu
terjadi ketika malam Isra Mikraj
di mana kita ketahui Rasulull sahu
alaihi wasallam dikumpulkan bersama para
nabi dan Rasulull sahu alaihi wasallam
kemudian ee salat menjadi imam bagi
mereka diitul di Baitul Maqdis. Dan
Rasul sahu alaihi wasallam ketika naik
ke langit juga bertemu dengan beberapa
nabi. Kata Nabi, "Urid alil anbiya."
Para nabi-nabi diperlihatkan kepadaku.
Entah bagaimana caranya Allah apakah
Allah hidupkan lagi? Apakah apa? Apakah
visualnya yang penting Nabi melihat para
nabi-nabi yang lain. Faid Musa dorbun
minar rijal. Tiba-tiba Rasul sahu alaihi
wasallam melihat Musa. Musa itu ternyata
orang yang tidak gemuk tapi dagingnya
ringan. Ya kaahu min rijali sanuah.
Seakan-akan dia berasal dari kabilah ee
Syanuah itu kabilah yang agung di negeri
Yaman ya. yang di mana anggota
kabilah-kabilah tersebut orangnya
tenang, tengah,
seimbang, tidak ee apa namanya ee
orangnya baik-baik ya secara secara tool
tinggi sifat fisiknya, sifat fisiknya
sedang, tidak terlalu tinggi, tidak
terlalu pendek ya. Kemudian badan juga
tidak terlalu gemuk dan juga tidak
terlalu kurus maka sikap fisiknya
tengah-tengah. Nah, Nabi menyamakan Nabi
Musa dengan orang ee apa namanya?
Tinggal di Syanuah. Makanya dia
mengatakan dbun minar rijal yaitu Nabi
Musa alaihi salam badannya tidak terlalu
gemuk. Kaahu min rijali Suah.
Seakan-akan dia berasal dari orang-orang
yang dari kabilah Suauah. Itu kabilah di
Yaman tadi. Kabilah tersebut anggota
kabilahnya rata-rata tidak terlalu
tinggi, tidak terlalu pendek, tidak
terlalu gemung, tidak kurus, sedang.
Nah, Nabi Musa kira-kira seperti itu ya.
Mungkin warna kulitnya agak coklat ya.
Orang Yaman banyak kulitnya agak coklat.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Roaitu waritu Isa Maryam faza
akrabu man roitu bihi syabahan Urwat
Ibnu Mas'ud." Aku melihat Nabi Isa
alaihi salam Isa bin Maryam. Tiba-tiba
orang yang paling mirip dengan Nabi Isa
adalah Urwah bin Mas'udqafi. Urwah bin
Mas'udqafi
dia masuk Islam belakangan. Ya, bahkan
ketika Rasulullah sampai di Hudaibiyah
yang menjadi wakil Quraisy untuk
berunding dengan Nabi, urusan perjanjian
Hudaibiyah adalah eh Urwah bin Mas'ud
ataqafi. Dan dia diakui oleh orang-orang
kafir. Bahkan, bahkan orang kafir pernah
berkata, "Waq lauzal quranul minalqim."
Seandainya Quran ini tidak turun sama
Muhammad, tapi diturunkan kepada seorang
yang agung yang ada di kota Makkah dan
Thaf. Maksudnya Urwah bin Masud Asqafi
ini top. Dia dia adalah seorang ee yang
suka ke mana-mana. orang diplomat
diplomasi ke sana kemari sehingga dia
pernah melihat orang-orang hebat kaisar
Kisraja-raja.
Namun dia tidak pernah melihat bagaimana
pengagungan para sahabat Nabi kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini
Urwah bin Mas'ud Assqafi dan akhirnya
awalnya dia membela Quraisy akhirnya
lama-lama dia masuk masuk Islam. Urwa
bin Masudqafi ini adalah orang yang
paling mirip dengan Nabi ee Musa eh Nabi
Isa alaihi salam.
Kemudian kata Nabi Sallallahu Wasam,
"Waritu Ibrahim dan aku melihat
Ibrahimiaukum
yakni nafsahu." Aku melihat Ibrahim dan
aku lihat ternyata orang yang paling
mirip dengan Ibrahim adalah kawan kalian
ini. Maksudnya Rasulullah mengatakan
saya yang paling mirip dengan ayahku.
Rasul wasam mirip dengan Nabi Ibrahim
Alaih Salam. Dan di antara yang mirip
dengan Nabi selain Ibrahim Alaih Salam
adalah Al-Han. Alhan bin Ali. Al-Han bin
Ali mirip dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Anas pernah berkata
asbahum birasulillah. Orang yang paling
mirip dengan Nabi adalah Alhan bukan
Alhusain. Dan juga Abu Bakar pernah
menggendong Alhan. Abu Bakar berkata,
"Syabihun bin Nabi laabihun bi Ali."
Sesungguhnya putramu ini Hasan lebih
mirip kepada Nabi dan tidak mirip kepada
Ali. Padahal dia anaknya Ali bin Abi
Thalib. Ini orang mirip dengan Nabi. Di
antara orang yang mirip dengan Nabi
adalah Jafar bin Abi Thalib. Rasulullah
pernah berkata kepada Jafar, "Asbahta
khqi wa khuluqi?" Wahai Jafar
radhiallahu anhu. Ya, wahai Jafar. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Engkau
sudah mirip perangaimu, akhlakmu, dan
juga fisikmu." Mirip denganku. Ini dalil
bahwasanya Jaafar mirip dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Jadi hadis ini maksudnya Rasulullah yang
menjelaskan bahwasanya beliau mirip
dengan Ibrahim atau Ibrahim eh wajahnya
mirip dengan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kemudian kata Rasul sahu alaih
wasallam, "Roaitu Jibril faid akrabu man
rohi syaban dihya." Aku melihat Jibril.
Tiba-tiba orang yang paling mirip dengan
Jibril adalah Dihya Alkalbi. Wahua Dihya
bin Khalifah Alkalbi radhiallahu anhu.
Beliau adalah seorang yang tampan ya. Ee
kemudian akhlaknya ee baik ya. Kalau
Jibril Alaihi Salam datang menemui Nabi
dalam bentuk manusia, dia selalu
menyerupakan dirinya mirip dengan Dihya
Alkalbi.
Ya, intinya dalam hadis ini
ee Rasulullah mengatakan secara fisik
beliau mirip dengan Ibrahim Alaih Salam
atau sebaliknya.
Tapi kita lanjutkan masih ada dua hadis
lagi ya. Hadis ke-12. An Said Al
Jaririir
abil radhiallahu anhu nabi
wasamqardahuli
malihan muq.
Kata Abu Thufail dan dia adalah sahabat
terakhir yang hidup, yang melihat Nabi
sallallahu alaihi wasallam, yang masih
melihat Nabi dan masih hidup dia
terakhir. Dia pernah berkata,
"Aku melihat Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika aku melihat Nabi di mana
tidak seorang pun yang pernah lihat Nabi
masih hidup kecuali tinggal saya
sendiri." Maka mengatakan dia adalah
sahabat terakhir yang meninggal. Dia
bilang, "Aku lihat Nabi di mana semua
orang yang sekarang ini yang sudah
pernah lihat Nabi sudah pada meninggal.
Cuma saya sendiri yang belum meninggal."
Maka aku berkata
Said Alhari, sifi.
Berilah sifat Rasulullah kepadaku.
Bagaimana sifat-sifat fisik Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Maka Abu
Thfail radhiallahu anhu berkata, "Kana
abad malihan muqasada."
Rasulullah adalah orang putih dan
tampan, tapi tampannya ee tidak
berlebihan. Maksudnya tampannya itu
seimbang ya. Seimbang ya. Ee dari segala
sisi wajahnya tampan. Bukan tidak
seimbang, mungkin udungnya terlalu
mancung atau enggak. Rasul sahu alaihi
wasallam putih dan tampan dengan tampan
yang ee seimbang. Ya, ini di antara
sifat fisik yang disampaikan oleh Abu
Thufail kepada ee Said Aljari.
Ini kesimpulan Rasulullah apa namanya?
Putih tampan. Tampannya tidak e
seimbang. Tampannya seimbang. tidak
berlebihan pada satu sisi. Hadis yang
terakhir pada kesempatan kali ini
ee dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma.
Kana Rasul sahu alaihi wasallam aflaj eh
tsaniyataini. Rasul sahu alaih wasallam
adalah giginya ini tsanih di namanya
tsaniah gigi seri depan. Orang Arab dulu
senang kalau ada lubang di tengahnya.
Biasanya kalau mereka masih muda
lubangnya kalau sudah tua biasanya pada
numpuk. Makanya Rasul wasam pernah
melaknat wanita yang almutqallah.
Rasulullah melaknat wanita yang
mengkikir giginya. supaya ada celahnya.
Celah ini dibuat indah. Orang Arab suka
seperti itu. Dan kalau sudah ada
tumpuk-tumpuk tua dicela jadi seakan
mudah kembali. Rasul bilang wanita
sebenarnya terlaknat. Yang minta untuk
dikir giginya supaya kelihatan celahnya
terlaknat dan yang mengikirnya juga
terlaknat.
Adapun Rasul sahu alaihi wasallam ada
dengan sendirinya kana aflajaniataini
beliau giginya kebuka dikit.
Kalau rasul wasam berbicara seakan-akan
dari cahaya yang menyinari dari
celah-celah giginya. Yakuju min bainiahu
keluar dari celah-celah giginya. Ini e
sifat yang disampaikan oleh Ibnu Abbas
tentang Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Nabi sallallahu alaihi wasallam wajahnya
berseri-seri indah bercahaya. Kalau
berbicara enak dipandang giginya juga
begitu indah terlihat ya.
Eh,
makanya eh
Ibnu Abbas berkata, "Takalama ruur."
Kalau Rasulullah berbicara terlihat
seakan ada cahaya yakinahu,
ada cahaya yang keluar dari dua gigi eh
serinya. Inilah ee kira-kira tentang
sifat-sifat fisik Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan juga sebagian akhlak Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya cukuplah
Anas bin Malik ketika menceritakan
menyimpulkan dengan perkataannya dalam
Sahih Bukhari kanan Nabi sallallahu
alaihi wasallam ahsananas. Rasulullah
adalah manusia terbaik dari sisi akhlak,
dari sisi pengorbanan, dari segala apa
saja. Rasul wasam adalah kana Nabi
sallallahu alaihi wasallam ahsananas.
Demikianlah ee ikhwan dan akhwati.
Insyaallah pada pertemuan berikutnya
kita akan bahas tentang khatamun
nubuwah, tanda kenabian ya. Insyaallah
pada pertemuan berikutnya. Selanjutnya
saya kembalikan kepada Mas Dodi dan Bang
Andre. Wallahu taalaam bawab.