Transcript
NJ_lIBA1bUI • Kitab Riyadush shalihin #2-82: Bab 73 Akhlak yang mulia (Part-2)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2457_NJ_lIBA1bUI.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasukrulahu ala taufikihin ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
lnih wa asadu anna muhammadan abduhu
rasuluh da ridwan allahumma sholli
alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwani.
Kita masih masuk dalam bab eh husnul
khuluk akhlak yang mulia. Hadis
berikutnya. Wa nawas binan radhiallahu
anhu qala saaltu Rasulullah sallallahu
alaihi wasallamil birri walmi dari Nawas
bin Sam'an semoga Allah meridainya.
Beliau berkata, "Aku bertanya kepada
rasul sahu alaihi wasallam tentang albir
dan alm tentang kebajikan dan dosa."
Albir secara bahasa Arab artinya
kebajikan. Wal itm maksudnya dosa.
Faqala maka rasul sahu alaihi wasallam
berkata, "Albirru husnul khulq."
Kebajikan adalah akhlak yang mulia.
Walmu mahaka fi nafsika. Adapun dosa apa
yang mengganjal di hatimu? Wari ayat
alaias dan kau tidak suka jika orang
mengetahui perbuatanmu tersebut. Hadis
riwayat Muslim.
Hadis ini menjelaskan tentang
istimewanya husnul khuluk. Karena albir
adalah lafal yang mencakup seluruh
kebajikan. Ya, seluruh kebajikan masuk
dalam kategori albir. Tetapi ketika Nabi
menjelaskan tentang albir, dia hanya
memilih husnul khuluk.
Dia mengatakan kebajikan itu adalah
akhlak yang baik. Ya, ini menunjukkan
akan agungnya akhlak yang mulia. Sama
seperti Rasulullah alaihi wasallam
bersabda, "Alhaju arafah." Haji itu
wukuf di Padang Arafah. Padahal kegiatan
haji banyak ya. Mulai ada wukuf di
Arafah, ada tawaf, ada sai, ada mabit di
Mina ya banyak kegiatan-kegiatan haji
ya, Muzdalifah ya. Tetapi ketika
Rasulullah menjelaskan tentang haji,
beliau mengkhususkan penyebutan tentang
wukuf di Padang Arafah. Menunjukkan
bahwasanya wukuf di Padang Arafah adalah
kegiatan yang paling terpenting dan dia
adalah rukun yang paling rukun. Maka
demikian juga ketika Rasulull sahu
alaihi wasallam mengatakan albirru
husnul khuluk. Kebajikanlah akhlak yang
mulia. Menunjukkan bahwasanya kebajikan
itu banyak. Tetapi di antara kebajikan
yang sangat penting adalah akhlak yang
mulia. Ini dalil bahwasanya ee akhlak
mulia adalah suatu ibadah yang sangat
agung. Setelah itu Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menyebutkan tentang definisi
dosa. Beliau mengatakan dosa itu
apa yang mengganjal di hatimu dan kau
tidak ingin orang lain tahu. Ya,
tentunya untuk mengenal ee dosa kita
berdasarkan dalil ya Al-Qur'an maupun
sunah kalau dikatakan haram maka itu
haram. Tetapi terkadang kita tidak jelas
dan
atau kita belum sempat bertanya kepada
para ulama atau kita belum sempat untuk
mempelajari akan hukum hal yang mau kita
lakukan. Tapi ternyata kita gelisah
ketika melakukannya. Kita gelisah
melakukannya, mengganjal di hati dan
tidak pengin orang lain tahu. Ini
tanda-tanda bahwasanya itu merupakan doa
meskipun belum ketemu dalilnya. Jadi
saya sering sampaikan bahwasanya dalam
hati ini ada namanya annafsul lawwamah.
Nafs ada tiga, jiwa ada tiga dalam
manusia ada bersifat berubah-rubah
sifatnya. Ada disebut dengan nafs
alamaratu bisu. Jiwa yang menyeruh
kepada kemaksiatan. Ini hukum asal jiwa
menyeruh kepada kemaksiatan. Namun di
samping itu dia punya sifat juga ee
annafsul lawwamah, jiwa yang suka
mencela. Kemudian yang ketiga adalah
nafsul mutmainah. Yaitu jika jiwa
tersebut telah tertempa maka dia menjadi
nafsul mutmainnah. Itu jiwa yang tenang,
yang senang dengan kebajikan, senang
dengan kebaikan, tentram dengan
keimanan. Di antaranya salah satu sifat
jiwa adalah annafsul lawamah, jiwa yang
suka mencela. Yang Allah bersumpah
dengan jiwa tersebut. La uqsimu wqsimu
bfsil lawamah. Aku bersumpah dengan jiwa
yang suka mencela. Sebagian dalam tafsir
mengatakan, yaitu dia mencela. Kalau
kita melakukan maksiat, maka dia ada
signal dia tegur itu enggak beres, itu
enggak benar. Berdebar-debar hati kita.
Itu menunjukkan ee fitrah kita menolak
bahwa itu enggak enggak benar. Meskipun
kita enggak tahu dalilnya, tapi kok saya
enggak srek? Sering kita bilang, "Saya
enggak srek, saya enggak tahu dalilnya,
tapi enggak srek enggak pantas ini."
Kayaknya kalau orang lain tahu ya enggak
enggak benar. Ah, ini tanda bahwasanya
itu merupakan apa? Dosa. Meskipun kau
belum menemukan dalilnya atau kau belum
membahas tentang perbuatan tersebut.
Namun ini tentu berlaku bagi orang yang
fitrahnya masih lurus. Ya. Adapun orang
yang sudah bergelimang dalam
kemaksiatan, terjerumus dalam ee
berbagai macam kefasikan, maka maksiat
tidak perlu dia malu-malu untuk
melakukannya. Bahkan dia mengumbar
maksiat di depan umum. Bahkan dia bangga
bercerita tentang maksiat yang dia
lakukan. Saya telah begini, saya telah
begini. Sudah rusak fitrahnya. Rusak
fitrahnya. Ini hadis berkaitan dengan
orang yang masih lurus. Maka kalau dia
ingin melakukan maksiat biasanya ada
signal hatinya menegur bahwasanya itu
enggak baik sehingga dia berdebar-debar,
dia deg-degan atau dia enggak serek atau
dia mengganjal dan dia tidak pengin
orang lain tahu. Ini signal bahwasanya
apa yang kau lakukan itu adalah ee
kemaksiatan. Ya, apalagi kalau dia sudah
tahu dalilnya tentu dia tidak lebih
lebih tidak s lagi hatinya, ya. Adapun
para pelaku maksiat yang sudah terbiasa
ee melakukan kemaksiatan
terang-terangan, maka sudah dia robek
tirai malunya. Rasa malunya sudah tidak
ada. Bahkan dia memerkan kemaksiatan
yang dia lakukan. Ya, almujaharah
terang-terangan membanggakan maksiat
yang dia lakukan. Yang kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Klu umat
umati muafan ilal mujahirin."
Seluruh umatku akan selamat kecuali yang
mujahirin. Yaitu orang-orang yang
terang-terangan melakukan apa? maksiat
tanpa ada rasa rasa malu sama sama
sekali. Orang seperti ini hatinya tidak
bisa tidak bisa dijadikan patokan.
Adapun orang yang secara umum yang
artinya orang secara umum orang yang
baik maka hatinya masih bisa jadi
patokan. Kalau dia enggak sini tanda
bahwasanya itu adalah dosa. Yang menjadi
perhatian kita dalam hadis ini adalah
sebagaimana saya katakan di awal rasul
sahu alaihi wasallam ketika
mendefinisikan tentang albir dan albir
adalah suatu kalimat suatu kata yang
komprehensif mencakup seluruh jenis
kebajikan. Tetapi Rasulull Sallahu
Alaihi Wasallam hanya menyebutkan husnul
khuluk. Ketika Rasulullah fokus
menyebutkan husnul khuluk, berarti
inilah kebajikan yang luar luar biasa.
Kebajikan luar biasa. Jangan kita
sepelekan. Maka hendaknya kita fokuskan
diri untuk bisa berakhlak yang mulia.
Dan itu butuh perjuangan dan itu butuh
perjuangan. Ya, sampai semua orang tahu
atau sampai orang bisa merasakan
bahwasanya si fulan ini akhlaknya bagus
ya. Ya, ini akhlaknya bagus ya. Karena
muamalahnya bagus itu butuh perjuangan
yang yang panjang, membersihkan
penyakit-penyakit hatinya ya. Karena
akhlak buruk tuh akhlak yang buruk
biasanya diawali dengan penyakit hati
yang banyak. Kesombongan, keangkuhan,
hasad, dengki, ujub, ya dan macam-macam.
Duniawi banget. Akhirnya muncullah
akhlak yang buruk. Tib berikutnya.
Wa anan Abdillah bin Amr bin Ash
radhiallahu anhu qala. Dari sahabat yang
mulia Abdullah bin Amr bin Ash
radhiallahu taala anhuma. Ini anaknya
Abdullah
seorang sahabat. Amr bin As ayahnya juga
seorang apa? Sahabat. Tapi kakeknya
bukan sahabat. Alas bin Wail kafir ya.
Makanya dikatakan radhiallahu anhuma.
Radhiallahu anhuma ya.
Yang satu keluarga sahabat langsung tiga
generasi seperti keluarganya Abu Bakar.
Abu Bakar ya.
ee punya anak misalnya Asma. Asma punya
anak Abdullah Ibnu Zubair. Tiga-tiganya
sahabat. Abdullah bin Zubair sang cucu
sahabat. Asma sahabat. Abu Bakar juga
apa? Sahabat. Bahkan bapaknya kakek
bapaknya Abu Bakar juga sahabat.
Subhanallah. Empat itu Abu Quhafah.
Bapaknya Abu Bakar masuk Islam ketika
Fatu Makkah. Jadi empat generasi
semuanya apa? Sahabat. Adapun ini
Abdullah bin Amr, Abdullahnya sahabat.
Amr bin Assahabat ayahnya kakek mereka
Al-As bin Wail Assahmi tidak sahabat.
Qala kata Abdullah bin Amr bin Ash
radhiallahu anhuma, semoga Allah meraih
keduanya meridai dia dan juga ayahnya.
Lam yakun Rasulullah sallahu alaihi
wasallam fahisyan wala mutafahisyan.
Rasul sahu alaihi wasallam bukanlah
orang yang fahisy. Fahis itu berbicara
dengan melampaui batas.
Ee dalam bahasa Arab disebut dengan
misalnya dikatakan khataun fahis yaitu
kesalahan yang fatal.
dikatakan tulan fahisan yaitu tinggi
yang kalau seorang tingginya tidak
maksudnya berlebihan dikatakan ini tol
yang fahis tinggi yang tidak wajar
tinggi yang tidak wajar disebut dengan
fuhsy yaitu suatu yang melampaui batas
yang tidak tidak wajar maksudnya rasul
sahu alaihi wasallam kalau berbicara dia
tidak mengucapkan kata-kata yang
melampaui batas ya kalau marah ya marah
tapi tidak sampai berbicara terlalu
berlebihan ya terlalu ber berlebihan
wala mutafah dan juga tidak menyengaja
untuk mengucapkan kata-kata yang ee
seperti itu ya yang ya yang ya yang ya
yang kalau orang dengar benar-benar
nyelekit memilih kata-kata yang
benar-benar menjengkelkan, memilih
gelar-gelar yang benar-benar menjatuhkan
enggak ya. Rasul sahu alaihi wasallam
bicara yang wajar aja kalau marah ada
marah tapi tidak sampai tidak ada
perkataan yang melampaui batasnya.
Sebagian orang kalau bicara perkataannya
keji, melampaui batas berlebih-lebihan
bahkan dia mutafahis. Bahkan mutafahis
itu dia sengaja lil fuhsy, yaitu lil
kalamil al fahisy, dia sengaja untuk
memilih kata-kata yang benar-benar
menjengkelkan ya sehingga dia milih
kata-kata yang benar-benar menyelekit,
yang menyerang, yang yang akhirnya
menjatuhkan orang dengan luar luar
biasa. Kita gak usah seperti itu. Kalau
bicara wajar-wajar aja. Kalau kita tegur
ya tegur, kalau kita nyalahkanyalahkan.
Tidak perlu kita memilih kata-kata yang
benar-benar nyelekit. Enggak perlu. itu
bukan kebiasaan Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Dan masalahnya kalau ada seorang seperti
itu diikuti diikuti oleh ee
orang-orang yang bersama dia karena
namanya apa namanya perangnya itu di
difotokopi oleh orang di sekitarnya.
Kalau seorang sering bergaul dengan
orang seperti ini, dia akan terbawa.
Akan terbawa mulutnya keji. Ya,
misalnya, misalnya kita kalau ketemu
main sama orang, orang itu kalau main
sedikit-sedikit buset, kampret misalnya
main sering ngomong kampret, buset
apalagi bullshit. Sering ngomong gitu,
kita ke bawa enggak ke bawah. Akhirnya
kita nyeletuk juga seperti apa yang dia
nyeletuk ya. Jangkrik apa maksudnya?
Karena kita sering dengar dia ngomong
seperti itu ke bawa ya ee apa kata-kata
yang tidak tidak baik didengar.
Maka kalau ada orang seperti kita
menghindar karena tabiat itu perang itu
kebawa. Mau tidak mau kita ke bawa
karena sering gaul sama dia. Akhirnya
kita ke bawa sering ngomong seperti itu.
Ya kalau orang suka ngomongnya yang
begitu-gitu kita gak usahlah ya kebawa
ya. Ee sedikit-sedikit ngomong e enggak
enggak enggak enggak enggak enak
didengar. Bukan kata-kata yang wajar.
Bukan kata-kata yang yang wajar ya. Yang
tidak seharusnya keluar dari seorang
mukmin ya. Kalau dia merasa dirinya
sudah kebawa maka dia batisi pergaulan
karena tabiat itu menular. Menular. Oleh
karenanya kalau ada seorang guru yang
seperti itu, biasanya murid-murid juga
seperti itu ya. Kalau gurunya sudah
mulai bicara dengan kata-kata yang
pedis, yang nyelekit, yang tajam, yang
ini muridnya juga sama ya. Ya, makanya
dikatakan pepatah Indonesia guru apa?
kencing berdiri. Ee murid ngencing guru.
Ee lama-lama gurunya dikencingin juga
sama dia. Ya.
Oleh karenanya yang wajar-wajar saja ya.
Kalau mengkritik yang wajar-wajar tidak
usah milih kata-kata yang tajam, yang
berlebihan, yang apa enggak enggak perlu
enggak perlu. Rasul sahu alaih wasallam
tidaklah fahis, tidak juga mutafahisy
tidak mengucapkan kata-kata yang
berlebihan dan juga tidak menyengaja
untuk mengucapkan kata-kata yang seperti
itu. Wana yaakl dan Rasul sahu alaihi
wasallam berkata, inna miniarikum
ahsanakum
akhlaqan. Sesungguhnya yang di antara
yang terbaik di antara kalian adalah
yang paling baik akhlaknya. muttafaqun
alaih. Ya, ini dalil bahwasanya di
antara cara menggapai alkhairiyah
keterbaikan di sisi Allah adalah dengan
akhlak yang yang terbaik. Dengan akhlak
yang yang terbaik. Akhlak yang terbaik
secara umum terkumpul pada tiga perkara.
Apa definisi akhlak yang baik? Banyak
definisi. Di antaranya perkataan
sebagian salaf, yaitu ee badlun nada wa
kaffula,
wa thqatul wajhi. Namanya akhlak mulia
itu tiga. Mudah untuk membantu, ee tidak
mengganggu orang lain, dan murah senyum.
Ya, murah senyum insyaallah bisa ya.
Suka membantu agak susah.
Jadi tiga akhlak mulia itu tiga. Badlun
nada suka membantu bahkan senang
membantu orang sudah menjadi apa ee
perangai dia suka membantu orang lain.
Kaful a tidak mau ganggu orang. Tidak
mau ganggu orang. Tidak dengan tulisan,
tidak dengan perkataan, tidak dengan
isyarat, tidak dengan status. Dia kin
mengganggu orang. Tapi bukan berarti
tidak mengganggu orang tidak beramal
nahi mungkar. Tetap beramal nahi mungkar
tetapi tidak pengin ganggu orang yang
tidak ada kepentingan. Ngapain ganggu
orang? Ya. Ya. Kemudian thalaqatul wajhi
mudah murah untuk ee tersenyumnya. Siapa
yang terkumpul pada dirinya ini dia
lakukan karena Allah berarti dia seorang
yang berakhlak apa? Mulia. Ya. Ya. Mudah
ringan tangan, mudah membantu orang,
tidak pernah ganggu orang lain. Murah
murah senyum.
Maka inilah orang yang akhlaknya
terbaik. Jika dia memiliki akhlak
terbaik, maka dia akan meraih
alkhairiyah keterbaikan di sisi Allah
Subhanahu wa taala.
Tib. Ee hadis berikutnya
wan Abi Darda radhiallahu anhu dari
Abuard radhiallahu anhu anan Nabi
sallallahu alaihi wasallam q bahwasanya
Rasulull sahu alaihi wasallam bersabda.
Jadi saya singgung tadi Al-As bin Wail.
Jadi Amr bin As ini pernah ingin
menunaikan nazar bapaknya. Jadi Al-As
bin Wail Assahmi punya nazar dia ingin
menyembelih 100 ekor unta kalau tidak
salah. Kemudian dia meninggal belum
sempat menunaikan nazar. Tapi dia
meninggal musyrik.
Maka Amr bin Ash datang kepada Nabi. Dia
mengatakan, "Ya sesungguhnya ayahku
pernah bernazar menyembelih 100 ekor
unta sementara saudaraku sudah
menyelesaikan 50. Bolehkah saya
selesaikan 50-nya lagi?
Karena kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Amma abuka laana aq
bituhidahik."
Adapun ayahmu seandainya dia mengakui
tauhid, seandainya dia meninggal dalam
kondisi Islam, tentu bermanfaat kalau
kau tunaikan nazarnya. Tapi dia
meninggal dalam kondisi apa? Musyrik.
Maka tidak ada faedahnya. Maka tidak ada
faedahnya. Ya, sehingga
ee ya mereka tidak meninggal dalam
kondisi musyrik. Bab. Hadis berikutnya
dari Abu Darda radhiallahu anhu Nabi
sallallahu alaihi wasallam q Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Ma
minaiinqalu
fi mizanil mmin yaumalqiamati min husnil
khuluq wa innallaha yubgidu alisya
albi."
Tidak suatuun yang lebih berat di
timbangan seorang mukmin pada hari
kiamat seperti akhlak yang mulia. Dan
sungguhnya Allah membenci seorang yang
alfahisy yang kalau berbicara
berlebih-lebihan albadi yang kotor yang
kotor mulutnya. yang kotor mulutnya.
Maka ee
hadis ini menjelaskan tentang keutamaan
akhlak yang mulia. Dan kita tahu di hari
kiamat kelak akan ada timbangan
mawazinqamah
minal bihasibin.
Kata Allah subhanahu wa taala, "Kami
akan meletakkan mizan timbangan yang
adil." Ya. Dan detail timbangan yang
Allah letakkan pada hari kiamat adil dan
detail. Mawazinalqist
adil. Dan tidak ada satu amal sedikit
pun kecuali akan dihadirkan.
Sehingga timbangan di hari kiamat mizan
punya dua sifat, dia adil dan dia
detail. Ya. Dan ada timbangan yang
diletakkan amalan kebajikan dan ada
timbangan untuk diletakkan amal maksiat.
Kemudian ditimbanglah amal seseorang.
Maka di antara hal atau amal saleh yang
mempermudah timbangan menjadi sangat
berat adalah akhlak yang yang mulia.
Di sini Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
berkata, "Tidak ada yang lebih berat
daripada akhlak yang mulia jika
diletakkan di timbangan." Tentunya ada
yang sama mungkin setara tapi ini
berkata tidak ada yang lebih berat.
Mungkin yang seimbang ada, tapi yang
lebih berat daripada akhlak tidak ada.
Sebagian ulama menafsirkan maksudnya di
luar tauhid, di luar keimanan adalah ee
amal-amal saleh ya, di luar daripada
tauhid dan keimanan. Karena tentunya
tauhid tidak ada yang mengalahkannya
beratnya ya. Seperti hadis sahibul
bitaqah yang makruf yang seorang
memiliki kartu bitaqah la kemudian
ditimbang sangat berat. Maksudnya
terkait dengan amal-amal selain tauhid
dan keimanan, maka yang di antara yang
sangat berat dan tidak ada yang
mengunggulinya adalah akhlak yang yang
mulia. Maka di sini menyadarkan kita dan
mengingatkan kita bahwasanya
akhlak ee bahwasanya yang ditimbang pada
hari kiamat bukan cuma amal ibadat yang
seperti baca Quran, salat malam, ee
bukan cuma itu, berzikir itu juga amal
saleh luar biasa. Tetapi di antara yang
sangat berat adalah akhlak yang mulia.
Murah senyum, memaafkan orang lain,
membantu orang lain, husnudan sama orang
lain, ya.
Ee dan akhlak-akhlak seperti itu ya.
menyambung silaturahmi ya ee
akhlak-akhlak yang mulia baik sama
tetangga, baik sama kawan ya baik sama
siapa saja ya. Ini tutup bertutur kata
yang baik ya, tidak menyakitkan hati
orang lain ngomong kalau ngomong tidak
nyelekit ya. Ini ini ternyata ee sangat
berat timbangannya pada hari kiamat
kelak. Akhlak terhadap istri, akhlak
terhadap anak, istri terhadap suami ya
terhadap orang tua ya. akhlak, interaksi
terhadap orang sekitar kita, maka ini ee
pahalanya sangat besar.
Oleh karenanya
ee Syekh Si'di rahimahullah dalam
kitabnya Husnul Khuluk menyebutkan
bahwasanya akhlak mulia ini luar biasa
mendatangkan pahala sangat besar. Di
antaranya kenapa? Karena jika seorang
sudah berakhlak mulia, maka setiap
interaksinya dia akan dapat pahala
menuju ke situ memang enggak enggak
mudah bagaimana seorang bisa mencapai
derajat akhlak yang mulia. Tapi kalau
dia sudah sampai derajat akhlak yang
mulia, dia selalu dapat pahala. Karena
kita dalam kehidupan ini kebanyakan
interaksi dengan manusia lain. Iya
enggak? Kita interaksi dengan bos, kita,
interaksi dengan anak buah kita,
interaksi dengan pegawai kita, interaksi
dengan konsumen dengan customer,
interaksi dengan teman di masjid,
interaksi dengan guru, interaksi dengan
murid, interaksi dengan istri, interaksi
dengan anak-anak, interaksi dengan
tetangga. Jadi kehidupan kita kebanyakan
interaksi. Nah, kalau kita seorang
memiliki akhlak yang mulia, setiap
interaksi dia dapat apa? Pahala.
Kalau kita timbang dengan kita
bandingkan, kita compare dengan waktu
kita untuk baca Quran sedikit. Kita baca
Quran enggak enggak lama. Kita salat
juga tidak lama, kita bangun malam juga
tidak lama, kita berzikirang juga tidak
lama. Kebanyakan kita adalah untuk apa?
Interaksi. Maka ini di antara dalil yang
sangat kuat menunjukkan bahwasanya
akhlak mulia itu luar biasa efeknya pada
hari kiamat kelak. Karena kehidupan kita
kebanyakan adalah interaksi. Kalau
seorang orangnya mudah layin, sahal,
mudah, lembut, tidak memberatin orang,
enak diajak ngomong, ya, maka dia
interaksi dengan siapa saja menyenangkan
orang, istrinya dia, dia menyenangkan
istrinya, menyenangkan anaknya,
menyenangkan tetangganya, kehadirannya
selalu ditunggu-tunggu ya
menyenangkan kerabatnya.
Di grup selalu ditunggu komentarnya.
Tapi coba kalau pelit, kasar, sombong,
wis
kapan matinya? Kata orang enggak
mati-mati.
Orang tidak suka ketemu dengan dia. Ya,
kehadirannya selalu tidak diharapkan,
ketiadaannya selalu diharapkan. Ya, oleh
karenanya seorang selain fokus kita
tentu
sebagaim saya katakan akhlak kepada
Allah, akhlak kepada manusia. Dua-duanya
kita perhatikan. Dua-duanya penting,
enggak ada yang tidak penting, semuanya
penting. Nah, kita harus berjuang untuk
berakhlak mulia. Karena hidup kita
rata-rata adalah interaksi. Interaksi
interaksi interaksi rumah interaksi
dengan istri, interaksi dengan anak,
interaksi dengan tetangga, interaksi
dengan satpam, interaksi dengan sopir,
interaksi dengan pembantu, interaksi
dengan kawan di masjid, interaksi dengan
teman main olahraga, interaksi dengan
interaksi dengan pegawai, interaksi
dengan bos, cari dengan customer,
interaksi hidupnya interaksi. Nah, kalau
selalu kita berakhlak mulia, maka selama
waktu bergulir, maka argo pahala selalu
mengalir. Namun untuk mencapai akhlak
mulia butuh perjuangan. Butuh
perjuangan. Tidak tidak mudah.
Kemudian Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
bersabda, "Wa innallaha yubghidul
fahisyal badi." Sesungguhnya Allah
membenci orang yang bericara
berlebih-lebihan. Kalau kita ini orang
bicara memang dia orator. Kalau bicara
tapi kalau bikin pernyataan terlalu
berlebih-lebihan. orator memang orang
senang dengan enak ya tapi tidak benar
seperti itu. Islam tidak mengajarkan
demikian ya. Ya. Tidak tidak mengajarkan
demikian ya. Pilih kata-kata yang
membuat apa namanya? Gejolak. Pilih
kata-kata yang buat menggelegar.
Ngapain? Biasa aja ya. Masih-biasa aja.
Gak usah berlebih-lebihan dalam apa
berbicara. Ya. Kita boleh menilai boleh
tapi gak usah berlebih-lebihan. Ini
namanya al-fuhsy, kata-kata yang
berlebih-lebihan. Apalagi selain
berlebih-lebihan ternyata albad qotor.
Ya, kata-katanya. Apa? Kotor ya. Ya,
kata-katanya kotor. Sebagai orang
sedikit-sedikit salah langsung ngumpat.
Sedikit-sedikit apa? Ngumpat ya.
Kalau di Jakarta, mohon maaf apa
model-model umpatan? Gue bukan orang
Jakarta misalnya, gua orang Papua. Papua
beda lagi. Kalau Jakarta kata-kata yang
enggak enak didengar apa? Misalnya
saya enggak bilang saya antum kan sering
dengar saya enggak duk antum sering
ngomong ya apa di antaranya coba di
Jakarta ya biar dihindari biar apa
misalnya apa hah bangkai
bangkai enggak ngomong bangkai ngapain
itu diucap diucapkan kapan
jalan terus bilang orang bangkai
innalillah
itu terlalu sangar itu bilang bangkai
bangkai sudah mati berarti mati busuk
enggak benar Mbak bangkai bangkai lu.
Wih ngeri. Ada lagi selain itu.
Ini saya maksudnya ini contoh
berlebihan.
Contoh berlebihan apaagi coba?
Hah?
Apa? Hewan anjing di dunia semuanya
sama. Yang khusus di Jakarta. Kalau
hewan anjing di dunia saya ujung dunia
semuanya sama. Ada pasti dibilang anjing
babi itu itu buruk tentunya ya. Itu
enggak boleh. Maksudnya ada kata-kata
yang subhanallah yang yang tidak pantas
dibiasakan lisan kita untuk
mengucapkannya. Tapi saya kata,
"Hati-hati bergaul. Kalau kita bergaul,
ucapan itu menular. Sekiring kita
dengar, kita terbawa."
Tayib.
Hadis berikutnya.
An Abi Hurairah radhiallahu taala anhu
qala. Dari Abu Hurairah radhiallahu
anhu, beliau berkata, "Suila Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam
jannah." Rasul sahu al wasallam ditanya,
"Perkara apa yang banyak memasukkan
orang dalam surga?"
Qul
bertakwa kepada Allah dan berakhlak
mulia.
Rasulullah ditanya, "Kemud, perkara apa
yang paling banyak memasukkan orang
dalam neraka?" Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Alfamu wal farju, yaitu mulut
dan kemaluan."
Rawahu Tirmidzi waqala haditun hasanun
sahih. Hadis riwayat at-Tirmidzi dalam
jaminya dalam sunannya. Dan beliau
berkata hadis yang hasan sahih. Tib. Di
sini ada dua dua penggal hadis ini.
Penggal pertama Rasulullah ditanya
tentang yang paling banyak masukkan
orang dalam surga. Apa sebabnya? Maka
Rasulullah berkata, "Takwallah."
Bertakwa kepada Allah. Yaitu melakukan
perintah Allah dan menjauhi larangan
Allah. Takwa. Takwa itu anta'ala bainaka
wainabillahi wiqayah. Engkau menjadikan
ada penghalang wiqayah itu penghalang
antara engkau dengan azab Allah.
Bagaimana punya penghalang agar tidak
masuk neraka? Ya ya ayyuhalladzina amanu
eh qu anfusakum wa ahlikum nar. Maknanya
wahai orang yang beriman, buatlah takwa
antara kalian dan keluarga kalian dari
neraka itu. Jadikan penghalang antara
neraka dengan dirimu dan keluargamu.
Penghalang itu caranya bagaimana? agar
kita punya penghalang yang luar biasa
dengan melakukan kebajikan, melakukan
amal saleh, dan meninggalkan kema
kemaksiatan.
Setiap amal saleh yang kita lakukan akan
memperkuat takwa kita dan setiap
kemaksiatan yang kita tinggalkan akan
memperkuat takwa kita. Itu penghalang.
Setelah itu Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menyebutkan w husnul khuluk dan
akhlak yang mulia. Ini namanya zikrul
khas ba'dal amam. Penyebutan yang khusus
setelah penyebutan yang umum.
Kita tahu bahwasanya di antara takwa
kepada Allah adalah akhlak mulia. Akhlak
mulia bagian dari takwa atau bukan?
Bagian dari takwa. Tidak sombong takwa.
Ee mudah membantu orang lain takwa.
Husnudan sama orang takwa. Tidak
seuzudon takwa. Ya. Dermawan, takwa. Ya.
Ini semua akhlak mulia ya. Memaafkan
takwa. Ini semua adalah takwa. Tetapi
Rasulullah mengkhususkan akhlak yang
mulia itu menyebutkan yang khusus
setelah menyebutkan yang umum. Ini
disebut dalam kaidah untuk menunjukkan
pentingnya yang khusus tersebut. Seperti
Allah mengatakan, "Innalladzina wailus
shihat." Sesungguhnya orang beriman dan
beramal saleh. Kita tahu bahwasanya di
antara iman termasuk iman adalah amal
saleh.
Amal saleh termasuk iman atau bukan?
Termasuk iman. Tetapi disebutkan amal
saleh setelah iman umum dulu baru
disimpan secara khusus untuk menunjukkan
pentingnya yang khusus ini. Misalnya
saya mengatakan ee datang para ustaz dan
al ustaz misalnya ee Yazid misalnya bin
Jawwaz misalnya rahimahullah ketika
beliau masih saya mengatang para ustaz
datang kemudian datang Ustaz Yazid.
Saya sebutkan umum dulu para ustaz
kemudian saya mengkhususkan penyebutan
misalnya Ustaz Yazid. Kenapa? Karena ada
keistimewaan misalnya. Jadi penyebutan
khusus setelah umum menunjukkan
pentingnya khusus terba,
seandainya Nabi mengatakan
ee yang memasukkan adalah takwa Allah
sudah cukup. Tapi Rasulullah kemudian
menyebutkan yang spesifik lagi dari yang
umum. Padahal dia bagian daripada yang
umum tersebut namanya zikrul khas ba'dal
am. Penyebutan khusus umum yaitu husnul
khuluk menunjukkan pentingnya husnul
khuluk. Di antara takwa yang penting
adalah husnul khuluk. Husnul khuluk dan
ini adalah ketakwaan yang sering
dilalaikan.
Banyak orang menyangka namanya takwa.
Yang penting amal saleh, salat, baca
Quran, zikir. Padahal akhlak mulia
adalah bagian dari takwa yang sangat
luar biasa. Maka ini motivasi kita,
Ikhwan, untuk ee selain memperhatikan
hubungan kita dengan Allah dengan
hubungan yang baik, kita harus tahu
hubungan kita dengan Allah baik. Hari
ini baca Quran, baca Quran enggak? Tanya
pada diri sendiri, "Hari ini saya baca
Quran enggak? Hari ini saya salat ee
malam enggak. Hari ini saya zikir pagi
petang enggak?" Tanya pada diri sendiri.
Ini hubungan kita dengan Allah Subhanahu
wa taala. Akhlak kita dengan Allah
sekarang. Selain itu akhlak kita dengan
manu manusia. Interaksi ini juga salah
satu sebab utama untuk masuk surga.
Untuk masuk surga. Ya.
Kemudian setelah itu Rasulullah ditanya
tentang penggalan kedua. Apa yang paling
banyak memasukkan orang dalam neraka?
Rasulah mengatakan wal farj yaitu mulut
dan kemaluan. Mulut yaitu lisan yang
tidak terjaga. Lisan yang tidak terjaga.
makanan dua
seorang hidup apa tidak jaga lisan,
tidak jaga makanan cari uang yang haram
ribut sana ribut sini makan haram
sampai saya bilang ada orang misalnya
korupsi 1 triliun emang dia hidup dia
enggak makan-makan 1 triliun enggak
makan dia makan 1 triliun gimana cara
makannya 1 triliun terlalu banyak tapi
tamak ya tamak yang dia makan haram
tidak sampai banyak sebanyak itu. Ya.
Ya.
terus dia mati. Dia mati kemudian
dihisab semuanya. Ya, makanya
jat manusia lahir tak membawa apa-apa
kemudian ketika hidup mencari apa yang
dia mau. Ya, padahal yang dia manfaatkan
cuma tidak semua yang dia da
ketika dia dihisab, semua yang dia
dapatkan akan dihisab. Akan dihisab.
Ya, masalahnya dia ya cari dengan cara
yang yang haram. Maka terkait dengan
mulut ini dua hal. Hati-hati dalam
berbicara.
Kedua, hati-hati memasukkan sesuatu
dalam mulut mulut kita. Usahakan halal.
Usahakan yang halal. Kalau tidak halal,
tinggalkan. Allah akan berikan jalan
yang lain yang yang halal. Ya, Allah
akan bukakan jalan yang lain yang yang
halal. Hidup cuma sebentar, kalau tidak
halal sudah tinggalkan. Tidak mampu
tinggalkan sekarang, usaha menuju pada
meninggalkan ya sumber yang haram
tersebut ya. Cepat atau lambat harus
ditinggalkan. Semakin cepat semakin
baik. Sekarang terkadang seorang tidak
mampu langsung meninggalkannya gak
apa-apa proses. Tapi ada proses ya
bukan
melakukan praktik riba, kamu enggak
ninggalkan riba nanti insyaallah ustaz
kalau sudah pensiun. Itu namanya bukan
itu bukan proses. Itu namanya
puas-puasin
kita ada target tahun depan kek 6 bulan
lagi kek ada target ya. Ya sudah hidup
cuma sekali ya. Ada rezeki ada aja yang
penting bertakwa kepada Allah Subhanahu
wa taala. Hati-hati juga lisan berbicara
jangan sampai salah berbicara karena di
antara yang memasukkan banyak orang
dalam neraka adalah lisan. Sebagaimana
perkataan Muad ya inna bimaamu bih. Ya
Rasulullah apa kita akan dihukum
gara-gara ucapan kita? Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Um, ya Muah
yang menjerumuskan manusia digeret dalam
neraka jahanam, digeret di atas wajahnya
atau digeret atas hidungnya, tidak lain
akibat ulah perbuatan lisan. Lisannya
ya, dampak dari lisannya." Ini
menunjukkan lisannya sangat berbahaya.
Yang kedua, alfarj ini zaman sekarang
juga alfarj luar biasa ya. Alfars itu
maksudnya zina dan seluruh mukadimah
yang menuju pada zina. Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda,
"Kataballah bini adamahu minzina mudrik
la mahala." Sesungguhnya Allah
menetapkan e bagian zina kepada anak
Adam, dia akan kecipratan dan tidak bisa
dia hindari.
Arti semua mukadimah zina tidak ada yang
dari kita bisa menghindari. Tapi seorang
berusaha menghindarkan diri semaksimal
mungkin. Kemudian Rasulullah jelaskan
alayinani tazinian wazina humanar.
Mata berzina dan zinanya memandang.
Memandang memandang yang haram untuk
dilihat. Memandang lawan jenis yang
menimbulkan syahwat itu namanya zina
mata. Zina mata. Melihat wanita terbuka
auratnya, melihat wanita seksi tubuhnya
di metsos itu zina mata. Zina. Zina
mata. Rasulullah mengatakan, "Sebab
paling banyak manusia masuk neraka di
antaranya alfarj ya
kemaluan ya. yaitu kemaluan zina itu
inti daripada zina dan ada
mukadimah-mukadimah juga yang berbahaya
ya. Kemudian kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Wal uzunani taznian
wazinahuma alistima." Bahwasanya telinga
juga berzina dan zinanya adalah
mendengar ya mendengar rayuan-rayuan,
mendengar musik-musikan yang menimbulkan
bergejolaknya syahwat ya menimbulkan
khayalan-khayalan bagi jomblo dan
jomblowati. Mikir macam-macam kerinduan
cinta apa tentang keindahan-keindahan
maksiat ya.
dari mendengar atau rayuan-rayuan
dengar.
Kemudian tangan juga berzina dengan
sentuhan-sentuhan ya. Kaki berzina
menuju tempat perzinaan ya.
Pembicaraan berzina kata-kata yang
merayu ya.
Terakhir kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, wal farju yusodik yukadzibu.
Tinggal kemaluan melanjutkan atau
berhenti.
Tapi tidak ada zina kecuali dimulai
dengan pandangan. Gak ada zina kecuali
dimulai dengan apa? Pandangan. Yaul
hawad mabda minar
wamunar min mustarar. Seluruh peristiwa
dimulai dari pandangan
dan api yang besar dimulai dari percikan
api. Kalau seorang ditundukkan pandangan
maka dia tidak terjunmus dalam dalam
zina. Jadi zina pandangan lirikan. Ee
pandangan pertama, pandangan kedua cinta
lokasi kemudian cinta interlokal
kemudian akhirnya lanjut dengan
pembicaraan akhirnya melangkah kemudian
janji ketemu. Akhirnya setan datang
menghiasi akhirnya dan akhirnya.
Makanya Rasulullah menamakan wanita yang
pakai parfum untuk dicium lelaki wanita
pezina.
Wanita mana saja yang pakai parfum
kemudian sengaja lewat di depan lelaki
supaya mencium aroma wanginya maka
wanita pzina. Bukan dia berzina bukan.
Tapi dia penyebab zina. Kenapa dengan
parfumnya tersebut membuat gejolak
syahwat? Maka Rasulullah bilang dia
pezina. Maksudnya dia salah satu sebab
terjadinya apa? Zina.
Ini saja baru parfum. Bagaimana yang
buka aurat? Ini mungkin pakai jilbab
pakai parfum. Jadi Rasulullah bilang
pada zina. Bagaimana kalau buka aurat?
terbuka aurat kemudian menampilkan
keindahan tubuhnya.
Ini lebih lagi cepat membuat syahwat
bergejolak. Dan betapa banyak orang
binasa gara-gara ini. Bukan Rasulullah
mengatakan sinfani min ahlinar lam
arahuma. Dua kelompok manusia yang masuk
neraka dan sekarang saya belum lihat.
Yang satu yaitu orang-orang yang
menyiksa maahum asatunabil baqadribuna
bihanas. Orang-orang meniksa orang
dengan dengan cemeti dia pukul orang. Di
zaman Nabi Nabi belum lihat. Tapi Nabi
bilang akan ada kaum seperti ini dan
mereka penghuni neraka jahanam. Yang
yang kedua, nisaun kasiyatun ariyatun,
mailatun mumilatun. Wanita yang
berpakaian tapi telanjang.
Kasiatun ariat. Pakaian tapi telanjang.
Maksudnya apa? Dia berpakaian tapi
seperti telanjang. Ya, pakaiannya
kekecilan. Pakaian anak SD dia pakai.
Akhirnya kelihatan betisnya, kelihatan
ininya, kelihatan dadanya. Anak kecil
pakaiannya dipakai. Ya, begitu. Enggak
cukup pakaian tapi apa? telanjang atau
berpakaian tapi tembus pandang atau
berpakaian lengkap pakai jilbab tetapi
kelihatan lekukan-lekukan
stalak mid dan stalakt ya semua
kelihatan
ini sama berpakaian tapi telanjang kata
nabi penghuni neraka jahanam
ya mailatun mumilat mailat dia berjalan
berlenggak-lenggok
rasulullah sebutkan
e ruusuhun kaasimatil mailah rambutnya
kepalanya ada sanggul besar kemudian
berlenggak-lenggok menjadi pusat
perhatian. Ini contoh sehingga dia
berjalan berlenggak-lenggok mumilat dan
membuat laki-laki terpikat kepada dia
dengan gerakannya.
Sekarang orang TikTok joget-joget apa
segala ya jualan baju yang tampil apa
perempuan joget-joget
dengan
gerakan dengan sensual ini sama seperti
yang disebut oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Makanya wajar jika Nabi
mengatakan paling banyak bikin masuk
neraka masalah kemaluan. baik secara
langsung zina maupun hal-hal yang
mengantarkan kepada perzinaan.
Banyak sekali
zamannya
orang bebas
melakukan hal-hal tersebut, mengakses
hal-hal tersebut sangat sangat mudah ya.
Tian seorang waspada ya
jadikan bahwasanya dia ikut pengajian
punya pengaruh dalam hidupnya ya. Jangan
ikut pengajian tapi kemudian dia bebas
melihat, dia bebas mendengar.
Saya dengar sekarang wallahu alam
kemarin saya baru cerita ada ada
aplikasi katanya cewek muncul situ
tinggal bayar berapa
subhanallah ini zina mata zina semuanya
cuma kemaluannya a enggak berzina
akhirnya dia melakukan hal yang buruk
dengan lihat tampilan cewek di sit
aplikasinya enggak ada enggak ada kan
saya bilang dengar katanya ada ya tu dan
subhanallah saya dengar juga zina murah
Rp300.000, Rp200.000 Subhanallah.
Subhan semudah itu orang berzina
sekarang.
Semudah itu orang berzina. Tontonan yang
membuat gejolak syahwat kemudian tinggal
berzina, tinggal bayar sedikit kemudian
orang muda untuk berzina.
Waliyadzubillah. Oleh karenanya ee
hati-hati di antara ketika Nabi ditanya
apa yang paling banyak masukkan manusia
dalam neraka? Alfamu wal farju yaitu
mulut dan kemaluan.
Kemudian hadis berikutnya wa anhu dari
Abu Hurairah radhiallahu anhu qa q
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
rasul sahu alaih wasallam bersabda
akmalul mukminina imanan ahsanuhum
khuluq
kata rasul sahu al wasallam sebaik orang
mukmin yang paling sempurna imannya
adalah yang paling baik akhlaknya
warukum khiarukum linisaihim dan
sebaik-baik kalian adalah yang terbaik
bagi istri-istrinya hadis riwayat
Tirmidzi dan dia berkata, "Haditun hasan
sahih."
Di sini juga tentang agungnya akhlak
yang mulia. Karena Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam menjadikan parameter
level keimanan dengan level akhlak.
Level keimanan berbanding lurus dengan
level akhlak. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Aqmalul mukminina
imanan ahsanuhum khuluqo." Orang yang
paling imannya levelnya paling tinggi
adalah yang paling level akhlaknya yang
paling baik.
Ini merupakan dalil bahwasanya akhlak
mul itu sangat besar. Efek dalam
meningkatkan keimanan seorang, dalam
meningkatkan kedudukan seorang di sisi
Allah Subhanahu wa taala. Maka seorang
perlu berjuang agar memiliki akhlak yang
mulia. Kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam gandengkan di antara praktik
akhlak adalah akhlak terhadap istri.
Kata Nabi, whiyarukum khiarukum
linisaihim. Dan sebaik-baik kalian
adalah yang terbaik bagi istrinya.
Dan Rasul sahu alaih wasallam hadisnya
mengatakan, "Khairukum khairukum liahli
wa khairukum liahli." Sebaik-baik kalian
adalah yang terbaik bagi istrinya dan
aku adalah suami yang terbaik. Timbul
pertanyaan, kenapa
syariat menjadikan terbaiknya seorang di
sisi Allah dengan terbaik kepada
istrinya? Karena akhlak sesungguhnya
adalah akhlak seorang terhadap istrinya.
Kalau akhlak sama teman, sama teman
sejawat, apalagi sama yang lebih kaya,
apalagi mungkin seorang bisa
bersandiwara karena ketemu dengan mereka
cuma sekali-sekali,
tidak ketahuan aslinya. Tapi kalau sama
istri pasti ketahuan aslinya. Iya
enggak? Apalagi wanita lemah. Maksudnya
kalau seorang lelaki ingin zalimi istri
itu sangat mudah.
Kalau ingin berbuat buruk sama istri
sangat mudah. Ketika dia berbuat buruk
sama istri, kata-kata kasar dia
menghina, enggak ada yang lihat. Enggak
ada yang lihat. Kecuali pakai live sama
istrinya. Ya, mungkin ngamuk dia malu
pasti indah-indah senyum. Kalau jalan
gandeng bikin konten, tapi di rumah dia
ngamuk-ngamuk. Maalnya kalau dalam rumah
enggak ada yang tahu. Sehingga ketika
dia berakhlak buruk, dia bebas aja
karena enggak ada yang tahu. Yang kedua,
wanita lemah. Mau tinggal digampar.
macam-macam. Pulang sana ke rumah orang
tua. Selesai.
Orang tua sudah mati, Bi. Sudah mati. Ya
sudah, enggak ada rumah lagi. Ya sudah,
sini aja kalau gitu. Maksud saya
sehingga kenapa dijadikan barometer
akhlak terbaik bagi istri menjadikan
seorang terbaik di sisi Allah? Pertama,
itulah akhlak dia yang sesungguhnya.
Kedua, dia berhadapan dengan seorang
sosok yang lemah ya yang dia bisa apa
namanya?
lakukan seenaknya, semena-mena terhadap
di terhadap orang tersebut itu adalah wa
wanita. Maka ketika ternyata dia di
rumah akhlaknya baik, menunjukkan memang
orang ini sejatinya aslinya memang
akhlaknya indah. Dan ini sebagai
peringatan bagi kita dalam skala
prioritas.
Kita lebih utama berakhlak baik kepada
istri daripada orang lain. Karena jadi
parameter akhlak kita dengan istri.
Jangan kebalik. Banyak orang sama
temannya luar biasa, akhlaknya mulia.
Tapi sama pasakannya akhlaknya buruk.
Ini laki-laki maupun perempuan. Sebagai
laki-laki masyaallah sama teman-temannya
baik ngobrol lama kasih waktu mau korban
waktu sama istrinya
dia enggak mau korban waktu. Sok sibuk
ya. Enggak mau ngobrol sama istrinya ya.
Tapi sama teman-temannya luar biasa. Ada
waktu ada pengorbanan ada. Masyaallah
pergi jauh-jauh nemani kawan-kawannya,
tapi sama istrinya enggak ada waktu. Ini
salah besar ya. Kalau sama
kawan-kawannya perkataan selalu
menyenangkan. Candaan sama
teman-temannya. Sama istri enggak ada
bercanda sama sekali. Ya, istilah
sekedarnya tidak diperhatikan, tidak
diperhatikan perasaannya.
Sama perempuan juga begitu sama
temannya. Masyaallah, barakallahu fik
kalau telepon. Barakallahu fik.
Ahsanallah ilaik. Tapi sama suami enggak
ada. Barakallah fik. Enggak ada. Enggak
ada. Ahullah ilai enggak ada. Jazakallah
khair. Enggak pernah teruncap. Enggak
ada.
Kalau sama teman-temannya, jazakillah
khairan ukhti ahsanallah ilaiki.
Masyaallah bahasa Arabnya kental
ya. Kalau sama suami enggak ada
gitu-gituan ya, Mas. Ini loh ini, Mas.
Itu aduh luar biasa.
Jadi kalau kita ternyata baik sama
istri, kemudian istri kita ditanya sama
orang, "Eh, suami bagaimana?"
Masyaallah, suami saya masyaallah luar
biasa. Insyaallah penghuni surga.
Insyaallah.
Makanya saya sering sampaikan bagaimana
para sahabiat ya. Sampai Ummu Salamah
radhiallahu anha ketika suaminya Abu
Salamah meninggal, dia sampai mau
berdoa, "Gantikanlah aku lebih baik."
Dia sampai tidak bisa mengucapkan sampai
dia tunda pengucapannya.
Ya Allah gantikanlah aku dengan yang
lebih baik. Kemudian dia berkata, dia
bergumam dalam dirinya, ayyul musliminir
min abi salamah. Laki-laki mana yang
lebih baik daripada suamiku? J dia
benar-benar merasakan suaminya sangat
baik. Sampai ketika Nabi melamar dia,
dia bilang, "Ya Rasulullah, saya sudah
tua, anak saya banyak dan saya
pencemburu. Benar mau nikah sama saya?"
Kata Rasulullah, "Tetap iya. Kau tua,
saya lebih tua." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Kau punya anak, saya
ngurus. Engkau pencemburu, saya doain
kau tidak cemburu lagi. Akhirnya
Rasulullah nikahi. Tapi maksud saya
ketika dia mau nikah dengan Nabi pun
ketika mau berdoa dia masih pikir siapa
yang lebih baik daripada suamiku? Abu
Salamah. Kenapa saking baiknya Abu
Salamah? Makanya kalau bapak-bapak di
istrinya ditanya, "Gimana suami anti?"
Terus istri antum bilang, "Masyaallah,
suami saya luar biasa. Siapa yang lebih
baik dari suamiku?" Wah, langsung surga.
Insyaallah. Itu surga. Insyaallah
insyaallah. Tapi kalau sesuai bagaimana?
Waduh. Amit-amit.
Masyaallah. Luar biasa. Apa yang
tersembunyi lebih dahsyat daripada yang
terlihat. Aduh ini aduh bahaya.
Kisah menakjubkan Nailah bintul
Farfisah. Wanita cantik luar biasa.
Saking cantiknya dia terlihat di giginya
ada celah dan itu kecantikan wanita Arab
ketika itu. Sampai orang-orang kalau
lihat lihat giginya dia kalau tersenyum
memuji memuji giginya. Mulailah orang
dengar kecantikannya ketika suaminya
Utsman bin Affan. Padahal usia dia
dengan Utsman jauh. Utsman tua, dia
masih muda, masih remaja dinikahi
Utsman. Utsman sudah tua. Utsman
meninggal dunia, dibunuh di depan dia.
Ketika dia mau dilamar, orang-orang
mulai isu bahwasanya dia sangat cantik
jelita. Maka dia ambil batu, dia pukul
giginya tersebut agar tanggal. Dia
bilang, "Cukup suamiku Utsman yang
melihat indahnya gigiku. Tidak mau nikah
lagi sama yang." Kenapa? Karena Utsman
suami yang terbaik. Bahkan ketika
menikah dengan Utsman datang masuk ke
kamar, Utsman buka sorban ternyata botak
sini. sudah tua. Kata Utsman bin Affan,
"Jangan khawatir wahai istriku. Apa yang
ini jangan menyedihkanmu, botakku ini.
Sesungguhnya dalam botakku ini, kepalaku
ini ada yang menyenangkanmu." Artinya
saya punya ilmu. Apa kata Nailah bintul
Farfisah? "Wahai suamiku, sesungguhnya
aku termasuk wanita suka yang lelaki
botak."
Luar biasa. Sudah sampai sini saja.
Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan
ee berikutnya. Demikian. Wabillahi
taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.