Transcript
lq8lhBRuIgQ • Kitab Riyadush Shalihin #2-81: Bab 73 Akhlak Yang Baik (Bag-1)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2446_lq8lhBRuIgQ.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukrulahu ala taufiqih wainanih.
Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarika lahu takziman lisya'nih wa
asyhadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan
pembahasan kita pada bab yang baru.
Babun fi husnil khulukq. Bab tentang
akhlak yang mulia.
Ya, akhlak yang mulia secara umum ada
dua. Ada akhlak yang dari sananya
jibilli yaitu Allah Subhanahu wa taala
menganugerahkan kepada sebagian hamba
memiliki akhlak yang mulia. Ya, dia
sabar memang dari sananya dia sabar.
Orangnya lembut, dari sananya dia lembut
ya. Tidak gerasa grusu ya dari sananya
ya. Dan ada yang lembut tapi dengan
diusahakan asalnya dia tidak lembut tapi
dia usahakan. akhirnya menjadi seorang
yang lembut. Karenanya ketika Asyaj
Abdul Qais ya bertemu dengan Nabi
sallallahu alaihi wasallam maka Rasul
sahu alaihi wasallam berkata kepadanya,
"Inna fika khoslataini yuhibbahumullah."
Sesungguhnya pada dirimu ada dua
perangai yang Allah cintai. Alhilm wal
anah. Alhilm yaitu ee tidak cepat marah.
Ya, mungkin orang bersalah tapi dia
biarkan ya. Namanya Halim ya.
Kemudian al-anat yaitu ee tidak
tergesa-gesa. Maka dia
bertanya, "Apakah
humaqu bihima am jabalinallahu
alaihima?" Apakah ini dua akhlak yang
aku berperangi dengannya? Yaitu aku
usahakan atau Allah telah mengkodratkan
aku seperti ini? Maka Nabi mengatakan,
"Bal jabalakallahu alaihima kama qa Nabi
sallallahu alaihi wasallam." yaitu Allah
menjadikan dua akhlak tersebut anugerah
dari Allah untukmu. Jadi memang dari
sananya Allah telah menjadikan dia ee
memiliki sifat ilm yaitu sabar dan
al-anat, tidak
tergesa-gesa.
Sementara hadis yang lain kata
Rasulullah sahu alaihi wasallam
menjelaskan bahwasanya sifat ilm yaitu
sabar ya itu bisa diusahakan. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, innamal ilmu
bit ta'allum wa innamal hilmu bit
tahallum. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Ilmu dengan dicari alhilm
juga dengan berusaha untuk menjadi ee
memiliki sifat tersebut." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Waman
yatasabbar yusabbirhullah." Siapa yang
berusaha menjadi orang sabar, Allah
bikin dia jadi orang yang sabar. Jadi,
akhlak itu ee bisa diusahakan ya. Kalau
akhlak tidak bisa diusahakan menjadi
akhlak yang baik, buat apa? Ada
dalil-dalil tentang keutamaan akhlak
yang mulia. Ketika datang banyak dalil
dari Al-Qur'an maupun sunah tentang
akhlak yang mulia, menunjukkan kita bisa
mengusahakan akhlak tersebut. Kita bisa
berjuang untuk menuju akhlak yang yang
tersebut. Dan Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, "Ana zaimun bi baitin fi aal
jannah liman hasana
khuluqahu." Aku jamin dengan istana di
atas surga bagi orang yang memperindah
akhlaknya. Ya, untuk yang bisa
memperindah apa? Akhlaknya. Berarti
akhlak itu bisa di diusahakan. Oleh
karenanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam meminta dengan banyak doa agar
akhlak di diperindah. Seperti Rasul sahu
alaih wasallam berdoa, "Allahumma
ahsanta khqi fahassin khuluqi." Ya
Allah, Engkau telah memperindah
perawakanku, fisikku. Fahasin khuluqi,
maka indahkanlah akhlakku. Seperti doa
Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam
doa istiftah. Allahumdini liahsanil
aklaqi la yahdi lianiha illa ant wasrif
sayiaha la yasrifui sayiaha illa an. Ya
Allah, tunjukkanlah aku kepada akhlak
yang terbaik. Tidak ada yang bisa beri
petunjuk kepadanya kecuali Engkau. Dan
jauhkanlah aku dari akhlak yang buruk.
Tidak ada yang bisa menjauhkan aku dari
akhlak yang buruk kecuali engkau. Ini
berarti ee akhlak diusahakan bahkan
diminta dari Allah Subhanahu wa taala.
Ya, demikian juga Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda atau doanya,
"Allahumma jannibni munkaratil akhlaq
wal a'mal wal ahwa wal adwa." Ya Allah,
jauhkanlah aku dari akhlak yang mungkar,
amal yang mungkar, hawa nafsu yang
mungkar dan juga penyakit yang mungkar.
Jadi
meminta
maka akhlak itu bisa
diusahakan. Maka orang sombong kalau
kita tegur, "Antum jangan begitu ya,
kalau bisa antum begini ya. Jangan apa
kalau jangan sombong misalnya atau
jangan kalau bicara gak usah keras-keras
ya, pelan-pelan lembut. Terus dia marah,
saya memang dari sananya sudah begini
ya. Dari dulu memang saya sudah keras,
nenek moyang saya juga begini misalnya
ya. Ini saya tidak, saya tidak marah
tapi memang suara saya seperti
ini. Jadi, tapi dia ngomong kayak
marah-marah ya. Ya, kita bilang jangan
begitu ya. Karena orang memahami kamu
kalau bicara seperti kan sedang apa?
sedang marah.
Ya. Ya. Bisa diusahakan dengan
menurunkan volume suara? Bisa kalau
orang mau, tapi kalau enggak berniat
enggak bakalan enggak bakalan
bisa. Jadi orang yang
ee tidak mau berubah ya, dia mengatakan
saya begini. Saya memang dari dulu tidak
seperti ini. Ya, itu sebenarnya dia
angkuh ya. Dia bilang, "Saya qadarullah.
Saya masih saya akan berusaha, saya
belum bisa ya itu." Tapi dia bilang,
"Saya tidak bakalan berubah lah." Ini
sombong ya. Karena akhlak bisa berubah.
Bisa berubah. N kita belajar akhlak ini
agar kita bisa berubah akhlak kita. Dari
pelit menjadi dermawan, dari emosional
menjadi orang yang ilm, yang sabar ya.
Jadi ya jadi bisa berubah jadi orang
yang sombong jadi tawadu. Bisa dengan
belajar ya. Tadinya dia sombong dia
angkuh, dia bisa jadi tawadu. Kenapa?
Dengan dia belajar. Dengan dia dia
belajar dan dia melatih diri dan itu
butuh perjuangan.
Oleh karenanya dalam riwayat sebagian
sahabat mengatakan akhlak itu seperti
arzaq, seperti rezeki. Berbagai macam
akhlak orang berbeda-beda sebagaimana
rezeki orang juga berbeda-beda. Sebezeki
diusahakan, akhlak juga bisa diusahakan.
Ya. Baik, kita ee masuk dalam bab husnul
khuluk. Qallahu taala. Allah berfirman,
"Wa innaka laa khulqin adzim." Dan
sesungguhnya engkau wahai Rasulullah
benar-benar di atas perangai yang agung.
Ya, ini adalah ee sumpah yang Allah buka
dengan nun walqalami w yasturun ma anta
binikmati
bimajnun. Dan seterus sampai Allah
mengatakan wa innaka laa khuluqin adim.
Yaitu Allah bersumpah untuk menyatakan
bahwasanya sesungguhnya engkau berada di
atas perangai yang agung dan Allah
kuatkan dengan banyak penguatan. Pertama
Allah buka dengan walqalami wama
yasturun. Ya Allah bersumpah demi pena
dengan apa yang mereka
torehkan. Yang kedua, Allah buka dengan
wa innaka dan sungguhnya engkau. Ini
penguat yang kedua, ya. Setelah demi
seakan-akan sumpah demi pena sungguhnya
engkau. Allah pakai lam taukid laala
benar-benar di atas khuluqin. Dan khuluk
sini datang dalam kondisi nakirah litaim
litafkhim. Yaitu di perangai yang agung.
Allah sifati lagi dengan agung. Jadi ada
sumpah, ada lam taukid, ada ee nun
taukid, ada lam taukid, kemudian ada
khuluk dalam ee nakirah litafhim,
kemudian disifati dengan adzim. Jadi ada
lima penekanan ya dan menunjukkan betapa
agungnya akhlak Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Ya, itu kalau kita
terjemahkan demi pena dan apa yang
mereka torhkan. Sungguh-sungguh
benar-benar engkau wahai Muhammad
sallallahu alaihi wasallam di atas
perangai yang luar biasa yang agung. Ya
kira-kira demikianlah maksudnya Allah
sedang memuji Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Dan sebagian ulama
mengatakan seorang berusaha untuk
yatahalla bil akhlaq alkarimah. Seorang
berusaha untuk menghiasi dirinya dengan
akhlak yang mulia. Jika ada akhlak mulia
menempel pada seorang, maka orang
tersebut akan terlihat indah gara-gara
akhlak mulia tersebut. Kata mereka,
"Kecuali Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam." Rasulullah sahu alaihi
wasallam justru ketika akhlak nempel
pada Nabi, akhlak itu yang kelihatan
mulia. Kenapa? ketika nempel pada Nabi
nampak keajaiban. Ternyata ada akhlak
yang luar biasa yang tidak bisa nampak
pada manusia-manusia yang yang lain.
Sehingga kalau orang lain ditempeli
akhlak, dia jadi mulia. Kalau Nabi
akhlak yang nempel pada Nabi baru akhlak
itu yang menjadi apa? Mulia. Ini istilah
untuk mengagungkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Karena akhlak Nabi
mukjizat. Akhlak Nabi mukjizat. Ya,
makanya ketika para ulama bahas tentang
mukjizat, mereka bagi jadi dua. Pertama,
almukjizatul hisiah. Yang kedua,
almukjizat almanawiyah.
Al alahisiah yang terlihat oleh indra
seperti air keluar dari jari-jari
kemudian rembulan terbelah ya banyak ya
hisiah yang maknawiah tiga yaitu sirah
Nabi sallallahu alaihi wasallam, akhlak
Nabi sallallahu alaihi wasallam sama
Al-Qur'anul Karim. Ini mukjizat
maknawiyah di antaranya adalah akhlak
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena
akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam
sendiri adalah mukjizat tersendiri yang
menunjukkan beliau adalah utusan Allah
Subhanahu wa taala.
Nah, ketika Allah memuji Nabi sallallahu
alaihi wasallam dengan pujian yang luar
biasa. Wa innaka la khuluqin adim. Dan
sesungguhnya engkau berada di perangai
yang hebat, yang agung, maka kita
sebagai pengikutnya berusaha meniru Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Berusaha
meniru Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Dan ini menunjukkan bahwasanya agama
bukan cuma terbatas pada ee ibadat yang
seperti baca Quran, salat, ya. Kemudian
ee antara kita dengan Allah Subhanahu wa
taala. Ternyata ibadah juga antara
interaksi kita dengan sesama manusia ya
sama sama manusia. Dan itu bagian
daripada
akhlak. Syekh Muhammad bin Salh
al-Usaimin dalam ee syarah Riyad Shihin
beliau membagi akhlak menjadi dua.
Akhlak terhadap Allah Subhanahu wa
taala. Yang kedua akhlak terhadap
manusia. Akhlak terhadap Allah Subhanahu
wa taala disimpulkan pada ikrar kita.
Roditu billahi rabban. Roditu billahi
rabban. Yang sering kita ucapkan zikir
pagi petang. Raditu billahi rabba wabil
islami dina wabi Muhammad nabiya wa
rasula. Demikian juga kalau kita
menjawab
azan sampai pada asyhadu anna muhammad
rasulullah kita bilang rutu billahi
rabba wabil islami dinaina w Muhammad
nabiyan wa rasula. Ya, ritu billahi
rabba. Yaitu aku rida Allah sebagai
rabku. Yaitu kita berakhlak kepada Allah
subhanahu wa taala.
Rida kalau Allah menetapkan sesuatu pada
kita, kita berakhlak kepada Allah. Tidak
protes. Ya, tidak mengeluh mengatakan,
"Ya Allah, kenapa kau takdirkan aku
seperti ini? Ya Allah, kenapa kau ambil
nyawa anakku? Ya Allah, kenapa kau ambil
nyawa istriku? Kenapa tidak aku dulu
sebelum dia?" Banyak perkataan yang
menunjukkan tidak beradab kepada Allah.
Seakan-akan Allah salah dalam mengambil
keputusan sehingga dia protes kepada
Allah Subhanahu wa taala. Rida. Di
antaranya tidak qanaah. Tidak qanaah.
Ya. Orang hasad termasuk bentuk tidak
rida kepada keputusan Allah Subhanahu wa
taala. Kenapa dia diberi? Saya tidak.
Ya. Kenapa dia diberi? Saya saya tidak.
Sehingga hilang sifat qanaah. Timbul
rasa hasad. Dia tidak berakhlak kepada
Allah. Makanya para ulama mengatakan
orang yang hasad itu protes kepada
keputusan Allah Subhanahu wa taala.
Ya, seakan-akan Allah tidak tepat ketika
membagi rezeki atau anugerah. Harusnya
saya yang dapat, kenapa dia yang dapat?
Ya, saya lebih ganteng dari dia, kenapa
istri dia lebih cantik daripada istri
saya
misalnya. Padahal terserah Allah
Subhanahu wa taala ya. Sehingga dia
hasad ya. Saya yang lebih berusaha,
kenapa dia yang lebih kaya daripada saya
ya misalnya. Jadi beradab kepada Allah.
Di antara bentuk beradab kepada Allah,
Syekh Utsimin menjelaskan yaitu tunduk
kepada hukum-hukum Allah. Kalau Allah
atau hukum seperti ini, kita gak boleh
protes. Ya. Ya ayyuhalladzina amanu la
tuqaddimu baina yadaillahi wa rasulihi.
Wahai orang yang beriman, janganlah
kalian mendahului Allah dan rasul-Nya.
Jangan mendahului ya apa yang sampaikan
Allah rasulnya kita terima. Karena hukum
Allah kalau kita beradab kita terima,
hukum Rasulullah kita terima. Jangan
kita cari pilihan yang lain. Wana limmin
w mukminatin qallahu rasul amrakun
lahumaratu min amrihim. Kalau Allah dan
rasulnya sudah kasih keputusan, tidak
boleh bagi seorang mukmin maupun
mukminah untuk mencari pilihan yang yang
lain. Bahkan di antara tafsir la
tuqaddimu baina yadaillahi wa rasulih.
Janganlah kalian mendahului Allah dan
rasulnya. Itu seorang bikin ide. Coba
seandainya hukumnya begini seakan-akan
ee hukum Islam tidak lengkap. Dia mau
kasih ide harusnya begini. harusnya
begini dia tidak rida dengan
dengan hukum-hukum Allah Subhanahu wa
taala ya. Apa hukmal jahiliyati
yabughun? Apakah mereka menjadi hukum
jahiliah? Yaitu hukum selain hukum Allah
subhanahu wa taala. Maka di antara
akhlak yang agung adalah berakhlak
kepada Allah subhanahu wa taala yang
disimpulkan dalam pernyataan kita setiap
pagi dan petang. Raditu billahi rabba.
Itu perkataan konsekuensinya. tinggi.
Aku rida Allah sebagai Tuhanku. Yaitu
rida. Rida
Allah menciptakan kita dengan bentuk
yang Allah kehendaki. Rida tidak? Fi ayu
suratin masyaakabak. Kata Allah, Allah
memberi bentuk yang Allah kehendaki.
Kita begini bentuknya, hidungnya begini,
mukanya begini, rida. Jangan enggak
rida. Ya, kulitnya begini, jangan enggak
rida. Ya, makanya ketika sebagian wanita
ingin merubah ciptaan Allah, maka Allah
tegur ya Nabi. Nabi mengatakan ya ee
tentang para wanita yang al wasyimah ya
wal mustausyimah yang mentato dan
ditato. Yang apa menyambung rambut dan
minta untuk disambung rambut kemudian
yang mencukur alis dan minta untuk
dicukur alisnya. Almutafalijat yang
mengkikir giginya. Ya, supaya kelihatan
muda lagi. Orang Arab suka kalau ada
celah di gigi.
Almughayiratiqillah ya lil husni. Yaitu
wanita-wanita yang merubah ciptaan Allah
karena mencari keindahan. Dia tidak
rida. Dia tidak rida maka dia rubah
wajahnya. Operasi plastiklah
ya. Tempel sini, tempel sini, tempel
sini, cabut sini, cabut sini.
Ya. Ya. Ini tidak rida dengan ee padahal
sudah tidak ada kecuali cacat. Kalau
cacat atau tidak normal itu tidak
mengapa ya. Tetapi kalau normal kemudian
diperindah ya kulitnya sudah bagus dia
rubah
ya sudah putih
dia operasi jadi
apa? Jadi lebih putih lagi ya. Misalnya
kulit sudah sawwa matang sudah bagus ya.
Bukan sawa busuk, sawah matang lumayan
dirubah lagi jadi apa namanya? Jadi
tepung terigu ya misalnya putih ya.
Padahal kecap itu manis. Padahal
meskipun hitam
ya. Dibantah gula putih
manis. Intinya rida. Rida kepada Allah.
Rida. Raditu billahi rabba. Berakhlak
dengan Allah subhanahu wa
taala. Ya kata Allah menyebut tentang
setan berkata falaam amurnahum fala
yugyirun khalqallah. Aku benar-benar
akan perintah mereka supaya mereka
merubah ciptaan Allah. Itu di antara
propaganda setan membuat kita tidak rida
dengan takdir fisik kita. Sehingga kita
ya melakukan hal yang dilarang ya
hal-hal yang dilarang oleh Allah
subhanahu wa
taala. Tib. Yang kedua adalah akhlak
terhadap sama manusia.
Maka Allah, Imam Nawawi sebutkan dalam
ayat berikutnya, waqala taala waliminal
gidalina aninas dan orang-orang yang
meredam amarah dan memaafkan orang-orang
lain. Ya, ee ini adalah ciri-ciri orang
bertakwa dan penghuni surga yang Allah
sebutkan dalam surat Al Imran. Kata
Allah subhanahu wa
taala,
magfiratbikumin arduamawatu wal arduidat
lil muttaqin alladina yunfiquuna fari
wra waladi minal gid walinainas wallahu
yuhibbul muhsin kata Allah bersegeralah
kalian
menuju ampunan Allah dan menuju surga
Allah yang luasnya seluas langit dan
bumi yang Allah siapkan bagi orang yang
bertakwa surga tersebut siapa orang
bertakwa kata Allahina
yunfiqu yang senantiasa berinfak dalam
kondisi lapang maupun dalam kondisi
sulit. Infak tetap jalan. Lapang mungkin
lebih banyak kalau sulit kurangi. Tapi
infak terus berjalan karena Allah
menggunakan fi'il mudhar yang
menunjukkan continuous tense ya. Terus
alladzina yunfiquun yang senantiasa ee
berinfak dalam kondisi lapang maupun
dalam kondisi sulit. Kemudian kata Allah
walad minal ghaif. Dan orang-orang yang
senantiasa meredam apa? Amarah. Di sini
lebih kuat ketika Allah menggunakan isim
fa'il. Isim fail itu kalau dalam bahasa
Arab sudah seakan-akan sudah menjadi ee
sajiah, sudah menjadi perangainya. Jadi
senantiasa meredam apa? Amarah. Dan
alkad minal ghaid itu ibarat amarah
sudah di puncak sebentar lagi luber
seperti air sudah dipuncak e di mulut
apa periuk tinggal sebentar lagi luber
kemudian ditahan supaya tidak luber. Itu
namanya alghit di puncak kemudian dia
tahan dan dia mampu untuk
melampiaskannya tapi dia tidak
melampiaskannya.
Dan kita tahu keutamaan orang yang tidak
melampiaskan amarah
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
manahu
wahuaahullahuqiamahtairu siapa yang
meredam amarahnya padahal dia mampu
untuk melampiaskannya maka Allah akan
panggil dia pada hari kiamat di hadapan
khalaya itu Allah populerkan dia di
hadapan manusia seluruhnya Allah panggil
si fulan bin fulan Allah jelaskan ini
orang dahulu meredam amarah. Terus Allah
suruh dia pilih bidadari mana yang dia
sukai. Ya, subhanallah. Amalan tidak
ringan. Meradam amal tidak ringan. Itu
berat. Karena itu berat maka pahalanya
besar. Suruh pilih bidadari mana yang
dia sukai. Sekarang kita enggak ada
pilihan. Ada pilihan enggak? Ada. Raditu
billahi
rba. Enggak ada pilihan. Apa yang Allah
kasih kita terima. Enggak bisa pilih, di
akhirat bisa
milih. Ya, makanya sabar. Hidup ini
perlu kesabaran. Bisa marah tapi diredam
marah. Mungkin marah sama anak buah,
marah sama bawahan, marah sama anak,
marah sama istri. Sabar ya. Kalau istri
bikin ngomel-ngomel enggak usah enggak
usah marah. Sabar, senyum aja. Kenapa
senyum, Mas? Nabi bersabda, "Siapa yang
berada amarah disuruh pilih-bidadari
hari kiamat." Baik.
Walinainas. Dan yang memaafkan orang
lain lebih lebih berat lagi daripada
sekedar meredam amarah. Karena meredam
amarah terkadang masih gerundil di hati.
Terkadang meredam amarah pengin balas
dendam suatu saat dia
meredam. Tapi kalau walina aninas lebih
tinggi lagi dia memaafkan orang lain.
Dan ini ibadah luar biasa. Sulitnya tapi
pahalanya luar biasa. Memaafkan orang
lain. Kenapa? Pertama, ibadah ini ya
tidak bisa kita lakukan kecuali kita
sedang dizalimi orang, sedang
dikata-katain, sedang diambil hartanya,
sedang dipukulin orang, dijatuhkan
kedudukannya, kemudian kita maafkan.
Jadi ibadah yang tidak bisa dilakukan
kecuali kita sedang dizalimi. Ya. Dan
namanya orang ketika dizalimi inginnya
membalas. Kalau bisa balasnya dobble ya,
sifat manusia ya untuk menunjukkan dia
hebat. Tapi justru Allah suruh memaafkan
ya.
memaafkan. Dan ini sangat-sangat berat.
Makanya datang dalam Al-Qur'an Allah
sifati orang yang maafkan dengan
muttaqin tadi dalam surat Al Imranidat
lil muttaqin. Allah siapkan surga bagi
orang yang bertakwa. Siapa? Yaitu
memaafkan orangorang lain. Kemudian
Allah akhiri wallahu yuhibbul muhsinin.
Allah mencintai orang yang berbuat
ihsan. Jadi orang yang memaafkan itu
disifati dengan takwa, disifati dengan
ihsan. Demikian ayat yang lain kata
Allah wa an tafu aqraul taqwa. Kalian
memaafkan lebih dekat kepada ket
ketakwaan. Kalau orang tidak maafkan dia
susah untuk bertakwa. Karena kalau dia
lagi balas terkadang melampaui batas.
Dan kalau dia sudah melampaui batas maka
dia sekarang posisinya menzalimi. Bukan
lagi terzalimi. Supaya mudah bertakwa
maafkan. Sudah maafkan. Maafkan. Maka
dia lebih dekat kepada ket ketakwaan.
Faufuhum wasfah innallaha yuhibbul
muhsinin. Kata Allah subhanahu wa taala,
"Maafkanlah mereka dan berlapanglah
dada. Sesungguhnya Allah mencintai orang
berbuat ihsan." Jadi orang yang
melakukan memaafkan orang lain adalah
orang mencapai derajat ihsan. Dan ihsan
adalah derajat yang tertinggi setelah
Islam, iman kemudian apa? Ihsan. Karena
dia tahu bahwasanya ada ganjaran besar
di akhirat maka dia bisa memaafkan dan
dia dicintai oleh Allah. Jadi kalau
ingin dicintai oleh Allah maafkan.
Karena Allah mengatakan, "Faufu anhum
wasfah innallah yuhibbul muhsinin."
Maafkanlah mereka dan berlapang dada.
Sesungguhnya Allah mencintai orang
berbuat ihsan. Kapan kita maafkan kita
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Di antara keutamaan memaafkan ya
memaafkan adalah sabar plus bukan
sekedar sabar bahkan me memaafkan. Dan
ee Allah mengatakan wallahu
yuhibbusobirin. Allah mencintai
orang-orang yang yang sabar. Kemudian
pahalanya besar kata kata Allah
subhanahu wa taala faman afa wa aslaha
faajruhu alallah waman afa wa aslaha
faajru alallah siapa yang maafkan dan
berbuat kebaikan pahalanya di sisi Allah
subhanahu wa taala Allah siapkan pahala
yang besar pahalanya besar di sisi Allah
subhanahu wa taala ya dan Allah
mencintai sikap pemaafan bukankah doa
lailatul qadar Allahumma innaka afuun
tuhibbul afwa Ya faafu anni. Ya Allah
sungguhnya Engkau maha pemaaf dan Engkau
mencintai sikap memaafkan. Siapa yang
memaafkan dicintai oleh Allah Subhanahu
wa taala. Kemudian juga keutamaannya
siapa yang maafkan dia akan dimaafkan
oleh Allah subhanahu wa taala. Kata
Allah subhanahu wa taala walyafu
walasfahu ala tuhibbuna ayagfirallahu
lakum. Hendaknya mereka memaafkan dan
berlapang dada. Tidakkah kalian suka
jika diampuni oleh
Allah? Aljaza menjil amal. Balasnya
dengan perbuatan. Kita ampuni orang,
kita maafkan orang, kita dimaafkan oleh
Allah subhanahu wa taala. Jadi kalau
kita bicara pahala, maafkan luar biasa,
tapi ini akhlak. Ternyata ibadah itu
bukan cuma baca Quran, bukan cuma salat
malam, bukan cuma kita bersedekah, ya,
bukan cuma kita haji umrah, ada ibadah
agung
memaafkan memaafkan orangor lain. Ya,
sampai Rasulullah pernah muji seorang
sahabat yang dia sebelum tidur dia
mengat saya maafkan semua orang yang
pernah menzalimi menzalimi saya.
Dan kalau orang sudah
maafkan ee dia akan hidup tentram,
tenang. Dia tidak banyak pikiran. Ya
sudahlah orang zalimi saya banyak dosa.
Saya maafin saya banyak dosa. Kemudian
ini cara Allah maafkan saya ya mungkin
tambah derajat saya. Jadi kita berusaha
maafkan orang orang lain. Ya. Dan orang
yang paling utama kita maafkan adalah
orang orangor rumah. Orang siapa? Orang
orang rumah. Anak-anak, istri ya.
Pembantu orang di rumah yang semuanya
berkhidmat kepada kita, pegawai dekat
kita, sopir ini yang paling utama kita
maafkan. Makanya ketika Rasulullah
ditanya, "Kam nafu an khadim?" Ya
Rasulullah, berapa banyak kita maafkan
pembantu? 70 kali sehari ya. 70 kali
sehari pembantu. Dia sudah bekerja,
berusaha, kekurangan dia kurang paham,
dia salah
ngerti. Ya sudah, maafin ya, maafin ya.
Jadi saya pernah punya
pembantu. Jadi istri bilang, "Ini ini Bu
ee jadi ada orang telepon, kalau ada
buat anak-anak kirim ya, Bu." Ya,
akhirnya istri saya titip ee Bibi ini
tolong kasih ibu itu ya ini buat
cucu-cucunya. Ya, iya, Bu. Akhirnya Bibi
itu jalan keluar sampai di pagar ketemu
satpam. Bibi mau ke mana? ini mau
ngantar titipan buat ibu itu buat saya
juga punya anak buat saya aja. Oh ya
sudah buat Pak Satpam
aja. Tib dia pulang dia enggak
bilang-bilang kalau dia sudah kasih apa?
Satpam.
Akhirnya nenek itu telepon Bu kok belum
sampai? Loh sudah diantar. Ini kira-kira
bikin jengkel
enggak? Ya. Kita mau marah gimana?
Mungkin dia enggak paham. Dia pikir ya
udah kan dia bilang, "Bi, ini kasih buat
nenek sana. kasih ya. Tengah jalan
ketemu satpam di rumah. Buat siapa, Bi?
Buat nenek. Saya juga punya anak. Ya
sudah, buat Pak Satpam aja lah. Kenapa
kasih
orang? Tapi kita enggak bisa marah ya.
Ya, mungkin dia kemampuannya enggak
sampai mau diapain ya. Ya, kalau dia
pintar, dia yang jadi bos, kita jadi
anak buah ya. Jadi, gimana ya? Orang
paling utama kita maafin orang-orang
dekat dekat
kita dan kalau kita maafkan itu dapat
pahala. Dapat pahala.
Jadi sekali lagi saya ingatkan
bahwasanya akhlak itu bukan cuma apa
ibadah itu bukan cuma baca Quran, bukan
cuma salat, zikir, bangun malam, gak di
antaranya interaksi kita dengan sama
manusia. Ini juga pahalanya sangat
besar. Nanti akan kita
jelaskan. Tiib wa Anas radhiallahu anhu
qala. Dari Anas radhiallahu anhu beliau
berkata, "Karana Rasul sahu alaihi
wasallam ahsanasi khuluqan muttafaqun
alaih." Rasul sahu alaih wasallam adalah
orang yang paling baik akhlaknya. Ini
sudah jelas. Bagaimana tidak? Sementara
Allah telah memujinya dengan pujian yang
luar biasa setinggi langit. Allah
tekankan dengan lima penekanan. Ya, wa
innaka laa khuluqin adim. Sehingga tadi
saya sudah
singgung akhlak Nabi adalah mukjizat
tersendiri. Akhlak Nabi adalah mukjizat
tersendiri. Ya, dari segala sisi kita
lihat akhlak Nabi luar luar biasa. Saya
sudah pernah sampaikan misalnya zuhud,
Nabi zuhud, Nabi zuhud komitmen zuhud.
sampai meninggal dunia tidak pernah
foya-foya sekalipun. Gak pernah. Ini
menunjukkan dia seorang nabi. Kalau dia
bukan seorang nabi mungkin dia
sekali-sekali apa? Happy-happy,
senang-senang, royal, glamor. Gak sama
sekali enggak pernah. Zuhud sampai
meninggal. Dari awal sampai meninggal
menunjukkan memang dia seorang seorang
nabi. Ini akhlak yang buktikan dia
seorang nabi. Ya. Ya. Kalau kita sekali
sekali-sekali kita senang-senanglah.
Kalau kita, kalau Nabi gak, dia zuhud
dari awal sampai akhir. Ini menunjukkan
akhlak Nabi yang luar luar biasa. Rasul
sahu alaihi wasallam pemberani.
Pemberani juga tidak pernah takut sama
sama sekali. Pemberaninya luar biasa ya.
Ya. Sampai kata Ali bin Abi Thalib,
"Kunna idza marral
b ittaqina birasulillah." Kata Ali bin
Abi Thalib, "Kami kalau perang sudah
parah, kami berlindung di belakang Nabi
sallallahu alaihi wasallam." Ini yang
ngomong bukan pengecut. Yang bilang Ali
bin Abi Thalib, sang pendekar, sang
jagoan. Dia bilang, "Kami kalau sudah
perang parah, kami berlindung di
belakang siapa?" Belakang Nabi. Berarti
Nabi paling apa? Paling depan.
Sallallahu alaihi wasallam. Ya. Paling
pemberani. Ketika perang ee perang
Hunain ketika kaum muslimin tiba-tiba
kejebak di lembah, tahu-tahu dihujani
anak panah. Semua kabur. Semua kabur.
Tinggal beberapa belas orang bersama
Nabi dan Nabi sedang naik begol kalau
tidak salah. Maka Nabi langsung teriak,
"Dia tidak mundur dan dia maju ke depan.
Dia mengatakan ana nabiyun la kadib ana
bnu Abdul Muthalib. Saya nabi yang saya
tidak berdusta dan saya cucunya Abdul
Muthalib. Bahkan dia teriak biar
didengar musuh. Dia tidak takut sama
sekali. Karena apa? Dia seorang nabi.
Maksudnya kalau kita bicara akhlak
pemberaninya Rasulullah luar biasa ya.
Ya. Ketika ada suara yang mencekam di
malam hari, orang-orang semua keluar
menuju sumber suara tersebut. Ternyata
Nabi sudah di depan, sudah naik kuda di
depan. Kemudian Nabi balik. Kata Nabi,
"Lan turu." Gak usah khawatir balik.
Nabi ternyata sudah di luar. menuju
sumber suara yang mencekam tersebut
sallallahu alaihi wasallam. Ya, kalau
kita bicara memaafkan luar biasa. Nabi
sallallahu alaihi wasallam sangat-sangat
memaafkan ya. Sampai ketika dia diracun
oleh wanita Yahudiah yang memberi racun
sehingga Nabi meninggal akibat tersebut,
Rasulullah tidak menyuruh membunuh
wanita tersebut. Rasulullah
maafkan. Yang beri racun
Yahudi. Sampai Rasulullah makan racun
ketika tanya, "Kenapa kau racuni saya?
Kata Yahudi tersebut, "Kalau kau, kalau
kau pendusta biar kau mati saja. Ya,
kalau kau nabi, pasti kau dikasih tahu."
Dan benar, ketika Nabi Allah
mentakdirkan Nabi sudah makan dulu baru
apa namanya? Kambingnya berbicara, "Inni
masmumah." Sesungguhnya aku beracun.
Kata para Allah, "Ada hikmahnya agar
Nabi sallallahu alaihi wasallam
meninggal dengan ganjaran mati apa?"
Syahid. Ya. J Rasulullah tidak ee tidak
membunuh wanita tersebut. Rasul sallahu
alaihi wasallam
maafkan jauh kita dari nabi kita yang
yang bukan meracu nih cuma kasih makanan
enggak enak aja teman sendiri kita sudah
ngamuk-ngamuk ini makanan kayak gini
padahal teman sendiri muslim sesama
muslim cuma salah kasih
bumbu bukan salah kasih
racun sallallahu alaihi wasallam ya
Allah ya bagaimana Nabi sallallahu
alaihi wasallam ketika dikejar oleh
seorang Arab Badui Nabi sedang berjalan
tahu-tahu Arab Badui tersebut naik Tarik
selendang Nabi. Tarik sampai kelihatan
warna merah di leher Nabi. Karena Nabi
berkulit putih ditahan. Nabi sedang
jalan kemudian direm oleh orang Badui
tadi. Kemudian mengatakan, "Ya Muhammad,
a'tini mim malillahilladzi atak." Wahai
Muhammad berikanlah harta Allah yang
Allah titipkan kepadamu. Nabi langsung
fatabassama faltafata ilahi fatabama.
Rasul sahu alaihi wasallam lihat dia
rasul sahu alaih wasallam tersenyum.
Rasul sahu alaih wasallam berkata atuh
berikan kepada orang orang ini. Siapa
yang bisa langsung tersenyum seperti
itu? Kalau
kita Nabi bisa langsung terus
menakjubkan.
Menakjubkan. Menajukan. Tarik panggil ya
Muhammad ya. Bukan ya ustaz. Enggak
Muhammad misalnya kalau kita firanda.
[Tertawa]
Firanda Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Ya, Mak. Saya sering cerita
saya juga pernah langsung maafkan hampir
saya Martkan. Waktu saya keluar dari
gerbang Jamiah, gerbang universitas saya
na mobil Kresida krisis 89 zuhud. Tapi
zuhud terpaksa waktu itu karena enggak
ada duit. Jadi tahun ke '89 tahu-tahu
ada mobil besar nabrak prak. Aduh saya
buka kaca langsung saya maafkan. Fadol
ternyata dosen
saya. Gak apa-apa gak apa saya gak apa
masyaallah saya bisa memaafkan langsung.
Subhanallah.
Jadi kita kalau renungkan akhlak Nabi
semuanya apa? Keajaiban. Sehingga benar
kata Anas kana Rasul sahu alaihi
wasallam ahsananasi khuluqan. Ya Rasul
adalah orang yang terbaik apa akhlaknya
dan masih banyak kalau kita cerita
akhlak Nabi semuanya menakjubkan.
Tib berikutnya wa anhu radhiallahu anhu
dari Anas radhiallahu anhu qala maistu
dibajan wala hariron alyana min kafi
rasulillahi sallallahu alaihi wasallam.
Aku tidak pernah menyentuh sutra ya baik
harir maupun dibaj ya. Dibaj itu sutra
yang mungkin agak ada hiasannya di
samping ada kasarnya ada apa namanya e
tenunannya ya. Intinya ini jenis-jenis
sutra. Sutra sangat halus ya. Tapi kata
dia tidak ada yang lebih halus daripada
tangan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Wamam q atyaba minhati rasulah
sallallahu alaihi wasallam. Aku tidak
pernah mencium wangi apapun yang lebih
wangi daripada wanginya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Dan
Rasulullah secara mukjizat memang
badannya apa? Wa wangi. Memang badannya
wangi ya.
Sampai ada seorang wanita kalau yang e
ketika Rasulullah tidur diambil
keringatnya dikumpulin ya karena wangi
Rasulullah wasallam tubuhnya wangi ya
dari sananya dari Allah Subhanahu wa
taala menjadikan tubuhnya wangi
ya kemudian ee Anas berkata ini semua
mukadimah ya tentang indahnya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam kemudian
beliau berkata, "Walaqad khadamtu Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam asr sinin aku
telah menjadi pembantu Rasulullah selama
tahunq Rasulullah tidak pernah sekali
mengatakan ah enggak pernah wqin faal
faahu dan tidak pernah Rasulullah aku
melakukan sesuatu Rasulullah berkata
kenapa kau bikin begitu enggak pernah
win lam afalu ala faalta dan suatu yang
tidak aku lakukan Rasulullah tidak
bilang kenapa kau tidak kerjain gak
pernah muttafaqun alaihi dan ini Anas
bin Malik adalah seorang yang diberi
anugerah menjadi pembantu Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam Karena
cerdasnya ibunya, ibundanya Ummu Sulaim.
Ummu Sulaim ketika dengar Rasulull sahu
alaihi wasallam datang ke Madinah maka
dia bawa putranya Anas. Ya, dia
mengatakan, "Wahai Rasulullah, ini
Anasdum yakhdumuka jadi
pembantumu." Maka Anas masih kecil, maka
dia jadi pembantu Nabi selama 10 tahun.
Ya, 10 tahun. Dan dia ceritakan
pengalamannya. Ini di antara satu
mukjizat Nabi sallallahu alaihi wasallam
terkait akhlak. Karena selama 10 tahun
Nabi enggak pernah bilang, "Anas,
ah enggak pernah.
Kamu tuh enggak pernah. Makanya
lihat-lihat enggak
pernah. Kalau kita sering kok gitu sih?
Gimana sih kamu? Ah, gitu. Rasulullah
enggak pernah begitu. Gimana sih kamu
kalau sama suruh belok kiri kok belok
kanan? Kamu jangan makanya jangan tidur.
Kita enggak bisa kayak Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Enggak bisa. Rasul sahu
alaihi wasallam enggak pernah bilang
ah. Enggak pernah. Ah. Ah. itu uftu
adalah adnaam kalimatin litadjur, yaitu
kata yang menunjukkan kejengkelan.
Rasulullah tidak pernah tunjukkan kepada
Anas kata yang menunjukkan kejengkelan
sama Anas. Luar biasa ya. Dan bahkan
bukan cuma itu, ini selama 10 tahun.
Kalau kita sehari mungkin
bisa supir salah kita senyum-senyum tapi
sehari aja coba
besok. Tapi Rasulullah 10 tahun tidak
pernah begitu. Luar biasa ya. 10 tahun
ajib menakjubkan.
Bahkan tidak pernah aku melakukan
sesuatu. Dia bilang, "Kenapa kau begitu?
Kenapa kau melakukan?" Gak pernah. Tentu
Anas apakah pernah salah? Tentu sering
ni anak kecil dia melakukan kesalahan.
Sebagai contoh ketika Rasulullah
mengatakan, "Wahai Anas, pergilah." Kata
Anas, "Wallahi lazab, saya enggak mau
pergi." Anas cerita pernah Rasulullah
suruh kasih saya tugas. Rasul bilang,
"Pergilah wahai Anas." Kata dia, "Dim,
saya enggak mau
pergi." Kata Anas, "Dalam hatiku, saya
ingin pergi." Anak kecil.
Akhirnya dia pergi, dia nonton anak-anak
lagi ngumpul main-main, dia nonton situ.
Akhirnya telat lagi nonton mereka main.
Akhirnya Rasulullah kejar dari belakang.
Rasulullah pegang belakang. Kata
Rasulullah, "Ya Unais, panggilan apa
namanya? Manja. Wahai Unais, ya. Ya,
ngapain ya? Saya akan pergi, ya
Rasulullah. Ya, izhab min haitsu umir.
Pergilah ke arah yang telah kau
diperintahkan." Dan Rasulullah tidak
marah. Mungkin kalau kita enggak
datang-datang ini ngapain sih anak ini
datang? Ah, ketahuan
ya. Rasulullah gak pernah. Ini salah
satu keajaiban akhlak Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Mana ada majikan 10
tahun tidak pernah marah sama ee
bawahannya. Enggak pernah. Kecuali
Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Tib.
Waisab bin Jassamah radhiallahu
anhu
qala ahdaitu Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam himaran
wahsiyan fardahu alaiya falam ma fi
wajhi q inna lam naruddahu alaika illa
anna hurumun muttafqan alai. Jadi
sahabat ini dia memberi hadiah kepada
Nabi berupa himar wahsyik. Himar ada
dua, keledai ada dua. Khimar ahli haram.
Diharamkan ketika perang Khaibar. Himar
ahli itu keledai yang sering dinaiki di
dongki. Ya, itu haram ya. Tidak boleh
dimakan dagingnya. Satu himar yang
kedua, himar wahsyi mirip seperti kuda
zebra ya. Itu halal ya. Dan Nabi ketika
sedang berihram, tapi dalam perjalanan
ada seorang sahabat yang menangkap himar
wahsyi kemudian dia sembelih. Dia tahu
itu halal, dia sembelih. Kemudian dia
hadiahkan kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dia mengatakan, "Saya beri
hadiah kepada Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam himar wahsyi." Yaitu
himar yang siap disantap. Maka Nabi
menolak faradahu alaiya. Nabi bilang,
"Enggak." Padahal Rasulullah tidak
menolak hadiah. Falammaa ma fi wajhi.
Tatkala rasul wajahku berubah gara-gara
artinya dia sudah cari setengah mati
sudah ditangkap, disembelih,
dihidangkan. Kata Rasulullah enggak.
Maka Rasulullah jelaskan agar dia tidak
tersinggung. Kata Rasul sahu alaihi
wasallam, "Inna lam naruddahu alaika
illa anna hurum." Kami tidak menolak
hadiahmu kecuali kami sedang berihram.
Kalau berihram tidak boleh makan hewan
buruan. Kata Allah, "La taqtulusida wa
antum hurum." Wahai orang beriman,
janganlah kalian membunuh atau berburu
sementara kalian dalam kondisi sedang
berihram. Masalahnya sahabat ini dia
berburu khusus buat
Nabi. Kalau seorang berburu khusus buat
orang yang sedang berihram tidak boleh.
Beda kalau dia berburu buat dia, dia
memakan terus ada orang ihram datang dia
kasih. Boleh karena bukan tapi kalau dia
sengaja berburu untuk menjamu orang yang
sedang berihram maka ini tidak boleh.
Meskipun orang berihram tersebut tidak
langsung ber berburuk. Karena salah satu
larangan ihram adalah ee berburuk. Tidak
boleh berburuk. Dulu perjalan dari
Madinah ke Makkah sampai seminggu sampai
8 hari. Dan mereka ya ee membawa bekal
makanan. Boleh makan tapi tidak boleh
berburu. Tidak boleh berburu himar,
tidak boleh berburu ee merpati ee
kelinci. Yang diburu tidak boleh dimakan
kecuali hewan laut. Boleh hewan laut
sekarang. Subhanallah kita gak perlu
berburu ya. Tinggal naik
pesawat sampai di hotel berburu di hotel
makan berbagai macam modelnya. Ya luar
biasa. Dulu susah orang mau ber
berihram. Jadi intinya yang jadi
perhatian kita di sini, Nabi sallallahu
alaihi wasallam berakhlak mulia sehingga
dia tidak bikin orang sampai suudon atau
jangan sampai tersinggung maka dia maka
dia kabarkan agar tidak salah tidak
salah paham. Makanya di antara akhlak
mulia adalah menyampaikan uzur kepada
orang agar orang tidak salah salah
paham.
Misalnya kalau orang kehidangan, aduh
saya saya baru makan, mohon maaf, bukan
kita diam aja sudah setengah mati masa
atau kita bilang sedang puasa, mohon
maaf agar dia mengerti. Agar dia
mengerti sehingga dia tidak tersinggung
karena kita apa?
Menghargai letihnya dia menyiapkan
makanan tersebut. Kalau kita ada uzur,
kita sampaikan ya, "Ma maaf saya lagi
diet."
misalnya akhirnya dia ngerti saya atau
saya dilarang dokter sementara saya lagi
ada program sehingga dia mengerti dan
dia tidak tidak tersinggung. Ini di
antara akhlak yang mulia
ya sehingga tidak tersinggung
ya. Sampai di Syekh Utsimin mengatakan
di antara akhlak mulia adalah
menghilangkan penasaran orang. Kalau
orang tu penasaran supaya dia tidak
penasaran kita hilangkan penasarannya.
Dalilnya apa? Dalilnya ketika Salman
al-Farisi datang mendengar tentang nabi
terakhir Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam, maka dia pengin cek di antara
sifat-sifat Nabi tersebut, di antaranya
dia menerima hadiah dan menolak
sedekah. Tidak, tidak, tidak makan
sedekah. Dia tidak, bukan mlak sedekah,
dia tidak makan sedekah dan makan
hadiah. Maka Salman al-Farisi kasih
makanan. Dia bilang, "Ya Rasulullah, ini
sedekah." Rasulullah panggil sahabat,
Rasulullah kasih. Dia tidak makan sama
sekali. Kata Salman. Ini cirinya. Ciri
kedua, Ras kasih makanan. Rasulullah ini
hadiah. Ketika kasih hadiah, Rasulullah
makan bersama para sahabat. Oh, benar.
Jadi ketiga Rasulullah ada tanda
kenabian di belakang di antara baina
katifaihi. Di antara dua pundaknya
seperti telur kecil ada
bulunya. Maka Rasulullah pakai rida.
Salman putar-putar belakang penasaran.
Rasulullah tahu dia pengin cek.
Rasulullah lepas.
Kata Syekh Utsimin, ini dalil
menghilangkan penasaran akhlaknya
mulia. Jadi kepenasaran ada perlunya,
bukan kepo. Paham? Bukan kepo enggak ada
perlunya. Ini dia penasaran karena ada
perlunya enggak ada masalah. Jadi orang
penasaran tuh enggak enak ya. Enggak
enak. Kalau kepo enggak ada enggak ada
perlunya ngapain ya? Biarin aja kepo
enggak
ada. Seperti ada saya baca di ada yang
bilang ada seorang suka minum apa? Koha.
Minum kahwa banyak.
Akhirnya ada penasaran dia datang, "Ya,
akhi, saya lihat kamu minum kohu banyak
sekali. Ada apa gerangan?" Kata orang
itu, "Kakek saya dulu dia umurnya
panjang." Kenapa? Karena dia enggak suka
nanya-nanya seperti
kamu. Jadi kalau kita ada orang
penasaran kita hilangkan itu ada manfaat
bagi dia, kita hilangkan penasarannya.
Kalau itu bermanfaat bagi dia. Kalau
enggak manfaat enggak usah ya. Tapi
maksudnya ini akhlak Nabi luar biasa.
Sampai seperti itu Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam berakhlak seperti ini.
Enggak enak kelihatannya dia wajahnya
berubah. Maka Rasulullah kasih
penjelasan saya lagi ihram jadi enggak
bisa karena larangan orang ihram makan
apa? Hewan hewan buruan.
berbeda tadi saya katakan seandainya
jika ee seorang berburu kemudian untuk
dia lantas orang muhrim datang, maka dia
boleh memberikan ee kepada ee muhrim ee
tersebut karena memang diburu bukan
untuk secara khusus kepada muhrim
tersebut tapi untuk dia maka dia boleh
bagi kepada orang yang sedang berihram.
Tapi demikian saja wabillah taufik.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Yeah.