Transcript
unt5kr9jITE • Kitab Al-Kabair #28: Menyebarkan Atau Membongkar Rahasia - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2442_unt5kr9jITE.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Alhamdulillahi ala
ihsani wasyukrul lahu ala taufikihin
ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman lnih wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasul ridwan
allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwan hadirin hadirat yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala kita
masih pada bab ma jaa fi ifsyais sir bab
tentang ee membongkar rahasia atau
menyebarkan
rahasia ee Eh kita masuk pada hadis
berikutnya. Waan Jabirin radhiallahu
anhu marfuan. Dari sahabat Jabir
radhiallahu
anhu secara marfu yaitu sudah sampai
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Hadasarjulu bil hadisi tummaltafata
fahi amanah." Jika seorang menyampaikan
suatu pembicaraan kemudian dia menoleh,
maka itu adalah amanah. Ya, itu adalah
amanah. Hadis ini riwayat at-Tirmidzi
dan dihasankan oleh Al Imam at-Tirmidzi.
Maksudnya sebelum dia berbicara, dia
menoleh ke kanan ke kiri sebelum
berbicara dengan kita. Ya, menunjukkan
dia tidak pengin ada orang lain yang
tahu pembicaraan ini. Maka dia cek ada
orang
enggak, dia cek ke kanan dan ke kiri.
Jika tidak ada orang maka dia sampaikan.
Maka ini menunjukkan apa yang dia
bicarakan kepada kita merupakan amanah.
Tidak boleh keluar.
Cuma antara kita dengan dia. Antara kita
dengan dengan dia. Dari sini kita tahu
bahwasanya amanah tidak hanya terbatas
pada uang yang dititipkan kepada kita,
wadiah barang yang dititipkan pada kita,
amanah luas. Ya, ada amanah barang
dititipkan sama kita, maka kita harus
kembalikan. Ada uang titipkan sama kita,
harus kita kembalikan. Ada aman dalam
pekerjaan. Kalau kita sudah kontrak
perjanjian, kita harus ikut SOP. Itu
adalah amanah. juga tidak kita kerja dan
kita menyelisihi dan kita makan hasil
yang haram. Ada amanah banyak. Amanah
terhadap orang tua, amanah terhadap
anak, amanah terhadap istri, amanah
terhadap suami. Amanah banyak tidak
terbatas pada sekedar materi saja ya.
Dan di antaranya adalah amanah terkait
rahasia. Terkait rahasia. Kalau ada
orang datang sama kita, kemudian dia
sebelum berbicara dia lihat ke kanan ke
kiri, berarti itulah amanah. Tidak boleh
kita ceritakan kepada orang lain. Siapa
yang menceritanya kepada orang lain maka
dia terjunus dalam dosa. Dan Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam bersabda, "La
imana liman la amanata lahu." Tidak ada
iman bagi orang yang tidak ada
amanahnya. Maka ee seorang
waspada ee agar tidak mengumbar amanah.
Ee dan di antara amanah kalau seorang
japri
kita dan kita tahu ini pembicaraan
khusus ee maka jangan kita screenshot
kemudian kita sebarin. Ini banyak orang
tidak amanah ya. Kalau dia screenshot
dia minta izin atau pembicaraan yang
umum mungkin okelah. Tapi kalau
kelihatan pembicaraan khusus spesifik
antara Tita dengan dia, makanya dia
japri, dia tidak ngomongkan di grup. Ini
tanda bahwasanya dia ingin pembicaraan
khusus. Kalau tidak khusus tentunya dia
mungkin bicarakan di grup maka tidak
jangan sampai kita screenshot kecuali
memang pembiasan pembicaraan biasa ya.
Tapi kalau ini pembicaraan kelihatan
khusus spesifik terkait dengan rahasia
seseorang, maka meskipun dia tidak
melarang untuk men-screenshot kita
enggak boleh screenshot kemudian kita
sebarkan. Apalagi yang sering terjadi
grup misalnya ini terjadi grup 10 orang
ini amanah ya jangan ada yang sebarin.
Tahu-tahu ada screenshot-nya di luar
mungkin istrinya kali.
Kok bisa sudah disaling 10 orang? Siapa
yang mau dituduh 10 orang ini? Pasti ada
yang tidak amanah sehingga keluar
kemudian screenshotan tersebut. Ini
tidak tidak boleh ya. Enggak boleh. Maka
jadi orang jangan ee ember ya. Jangan
apa? Ember, jangan gayung, jangan.
Iya. Apalagi bak ya apa sedikit diumbar.
Diumbar. Bahkan sebagian orang bangga.
Saya tahu rahasia ini loh. Dia pernah
ngomong sama saya. Jadi enggak boleh kau
membanggakan dirimu tidak amanah. Orang
amanah itu kalau dia ajak bicara kita,
kita enggak keluar antara kita dengan
dia saja. Gak boleh orang lain tahu. Ya,
itu adalah amanah. Qala rahimahullahu
taala. Kemudian berkata Syekh Muhammad
bin Abdul Wahab rahimahullahu taala.
Wali Ahmada an Abi Darda radhiallahu
anhu marfuan. Mania minulin hadan
lau
atau amanatun.
Waam
yastaktimtahu
yastaktimahu waam lam
yastaktimu. Barang siapa yang mendengar
dari orang lain suatu pembicaraan dan
orang tersebut tidak pengin dinukil
darinya maka itu adalah amanah. Waillam
yastakqtimhu. Meskipun dia tidak minta
disembunyikan. Jadi kalau ada orang
datang sama kita, kita tahu, kita ngerti
pembicaraan ini pembicaraan khusus. Dia
meskipun dia tidak bilang, "Eh, jangan
sebarin nih." Enggak usah dia ngomong
gitu sudah amanah. Tidak boleh
disebarin. Apalagi dia ngomong baini
wainak. Cuma antara aku dan engkau saja.
Ya, saya pengin bicara khusus. Jangan
sampai sebar. Seandainya dia tidak
bilang jangan sebarin, sudah cukup itu
adalah amanah. Tidak perlu dia ngomong
jangan sebarin. Ya, makanya ini agak
berat kalau orang sudah percaya sama
kita, ya. Kita harus jaga amanah. Jangan
sampai kita cerita sana sini.
Ada orang tanya sama saya, "Ustaz, saya
sampaikan rahasia. Ah, saya enggak mau."
Saya enggak mau. Saya pasti cerita ke
orang sudah enggak usah. Karena saya
takut kelepasan ya. Takut apa?
Insyaallah saya amanah. Cuma saya takut
saya kelepasan. Gak usah, enggak usah.
Kalau kau enggak percaya, enggak usah.
Ya sudah saya cerita. Ya, pokoknya
jangan bilang saya enggak boleh cerita
ya. Kau enggak usah bilang pun sudah ada
aturannya, tidak boleh
diceritakan.
Ya. Tayib. Jadi dengan kita mengetahui
kondisi orang itu menyampaikan berita
kepada kita melalui japri atau telepon
khusus ya atau dilihat ke kanan ke kiri
menunjukkan dia tidak pengin ada yang
lain tahu maka tidak boleh kita
ceritakan kepada orang bahkan kepada
istri kita pun tidak boleh tidak boleh
ya atau sahabat dekat kita juga tidak
boleh kalau kita cerita kita bilang ada
seorang datang tanpa diketahui siapanya
tidak jadi
masalah bab berikutnya babun ma jaa
filanil muslim bab tentang e melaknat
seorang muslim
yang tidak boleh melaknat seorang
muslim. An Tsabit bin Dohaq radhiallahu
anhu. Dari Tsabit bin
dahahq radhiallahu taala
anhu secara marfu Rasulullah sahu alaihi
wasallam
bersabda eh lak'nul mukmin kaqatlihi.
Melaknat seorang mukmin yang lain sama
seperti membunuhnya. Akhrajahu hadis
riwayat Bukhari, albukhari dan al Imam
Muslim.
Dan ini dalil bahwasanya melaknat
seorang mukmin adalah dosa besar. Karena
Rasulullah mengatakan seperti
membunuhnya.
Ee laknah maksudnya adalah berdoa kepada
Allah agar dijauhkan dari rahmat Allah.
Kalau saya mengatakan misalnya terlaknat
engkau anta mal'un. Engkau terlaknat.
Laknatullah alaik maknanya apa?
Maknanya, "Ya Allah, jauhkanlah dia dari
rahmat-Mu. Jauhkanlah dari
rahmat-Mu." Dan laknat itu tidak
terbatas pada lafal laknat saja. Nanti
akan kita jelaskan pada hadis-hadis
berikutnya. Semua, semua doa keburukan
yang menunjukkan kita ingin orang
tersebut jauh dari rahmat Allah itu
termasuk laknat, termasuk dosa besar.
Seba kita mengatakan, "Semoga kau masuk
neraka." Ah, sama. Apa bedanya masuk
neraka dengan tidak dirahmati oleh
Allah? Sama saja ya. Semoga kau dimurkai
oleh Allah sama ya. Semoga kau disiksa
oleh Allah sama. Itu semua berarti
melaknat
ya. Dulu ada kawan ribut, dua kawan
ribut. Kawan saya juga ya. Kemudian
satunya marah. Dia ngomong sama saya,
"Firanda itu si fulan kurang ajar.
Semoga ketika di kuburan dia diazab."
Subhanallah. Ini belum mati
orangnya. Saking jengkelnya dia bilang
begitu. Semoga di kuburan di diazab.
Ngeri ngeri doanya sampai kayak begitu
gitu. Ini doa meskipun tidak ada lafal
laknat tetap maknanya apa? Laknat.
Karena maknanya sama yaitu agar orang
terhindar dari rahmat Allah Subhanahu wa
taala. Seorang mukmin harusnya mendoakan
kebaikan bagi
saudaranya. Seperti Nabi Ibrahim Alaih
Salam kalau dia dimaki-maki, dia bilang,
"Allahu yahdik." Semoga Allah beri
hidayah kepadamu. Bukan dia melaknat.
Ini suatu suatu kebiasaan di Arab Saudi.
Kalau orang lagi marah, "Allah yahdik
semoga Allah beri hidayah kepadamu." Itu
lagi marah tuh. Allah yahdik.
Aslahakallah semoga Allah perbaiki
dirimu ya. Atau kalau lagi stres,
syafakallah semoga kau
sembuh. Itu kalau gimana tiga itu. Allah
yahdik
hadakallah
aslahakallah ee satunya berti
apa? Syafaqallah. Ya. Ya. Syafaqallah.
Tapi
enggak terlaknat. Enggak. Enggak. Ya,
kalau orang-orang saleh biasanya begitu.
E kalau orang yang yang tidak saleh
biasa ya terungkap laknat, laknat
laknat. Tapi kalau orang yang kita
tempat-tempat apa namanya ee circle
teman-teman yang biasa ke masjid ya
mereka kalau lagi marah gitu hadakallah
allah yahdik. Ya, seperti itu. Jadi itu
dari diriwayatkan dari Nabi Ibrahim
Alaih Salam ya ketika disebutkan inna
Ibrahima kana ee apa namanya? Halim ya.
Dia apa namanya? E munib ya. L Halimun
awwahun munib. Ibrahim itu Him. Halim
itu tidak cepat marah, tidak melampaskan
amarahnya. Ada orang membuat dia marah,
dia tunda. Padahal dia mampu untuk
membalas dan dia bilang, "Allahu
yahdik."
Maka seorang mukmin hendaknya saling
mendoakan di antara satu dengan yang
lainnya. Di antara syiar mukmin apa?
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Apa salam? Itu syiar. Kita
ketemu mukmin manaun, muslim manaun,
kita bilang apa? Assalamualaikum. Apa
artinya assalamualaikum? Semoga Allah
beri keselamatan kepadamu dan semoga
engkau terhindar selamat dari
keburukanku. Itu di antara makna. Dan
semoga engkau diberi keselamatan oleh
Allah. Warahmatullah. Semoga engkau
dirahmati oleh Allah ya wabarakatuh.
Semoga keberkahan Allah turun kepadamu.
Ini doa yang sangat agung yang di yang
dicemburui oleh banyak penganut agama
yang lain. Mereka tidak punya seperti
itu. Ya, kalau Islam ada, asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Ya.
Sekarang sebagian agama bikin-bikin juga
kayak gitu, tapi tidak seperti kita.
Keren. Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Doa lengkap. Maka itu
syiarnya sesama mukmin. bukan mal'un ya,
terlaknat engkau ya. Enggak, enggak
boleh. Maka ee melaknat itu dosa-dosa
besar. Rasulullah mengatakan kaqatlihi
seperti membunuhnya. Kenapa? Kalau
sama-sama kalau membunuh, kalau membunuh
itu mengeluarkan dia dari kehidupan.
Kalau laknat mengeluarkan dari rahmat
Allah Subhanahu wa taala. Ya,
mengeluarkan diri rahmat Allah Subhanahu
wa taala. Bahkan orang terbunuh masih
mungkin dalam rahmat Allah. Tapi kau
ingin dia agar keluar dari rahmat Allah.
Apa bedanya kau bunuh
dia? Ya, jadi seperti membunuhnya kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, ini
dalil bahwasanya melaknat seorang mukmin
ee dosa-dosa besar.
Kemudian
ee al Imam Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullah berkata, "Walil Bukhari an
Abi Hurairat radhiallahu
anhu." Al Imam Bukhari meriwayatkan dari
Abu
Hurairah
annahumulan khamr. Para sahabat mukul
seorang lelaki yang minum khamar.
Falaman tatkala yang yang dipukul tadi
pergi qulum. Maka sebagian ada orang
yang berkata, "Akzakallah.
Semoga Allah menghinakan
engkau. Orang sudah
pergi. Akzakallah. Semoga Allah
menghinakan kau. Q Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Rasul alaihi wasallam
bersabda, "La taqulu
hadza la tuinu alaihian." Jangan berkata
demikian. Jangan engkau mengganggu ee
membantu setan untuk semakin
menjerumuskannya. Jangan kau membantu
setan ya. Jangan kalian berkata
demikian. Jangan kalian membantu setan
untuk semakin menjerumuskannya.
Ee jadi ini di antara doa yang merupakan
maknanya dengan laknat ya. Akhzaakallah
semoga Allah menghinakan engkau. Sama
dengan makna laknat yaitu semoga engkau
terjauhkan dari rahmat Allah subhanahu
wa taala. Saya katakan tadi di semua doa
keburukan yang semakna dengan menjauhkan
seorang dari rahmat rahmat Allah maka
itu termasuk adalah laknat dan itu tidak
boleh. Ya. Dan ini juga dalil bahwasanya
tidak semua orang yang kemudian
melakukan suatu perbuatan yang
terlaknat, kita boleh melaknat secara
spesifik. Kita hanya boleh melaknat
secara umum. Peminum khamar terlaknat
enggak? Terlaknat. Ya, terlaknat dari 10
sisi. Ya, laanallahul khamr. Khamr
dilaknat. Wasyaribaha yang minum khamar
juga di
dilaknat. Mtasiraha yang memerah anggur
untuk jadi khamar juga ter terlaknat.
Wahamilaha yang memikul khamar menuju
toko jualan khamar juga terlaknat atau
membawa kepada menghidangkan di meja
juga terlaknat. Wal mahmul ilaihi yang
dibawakan khamar kepadanya juga ter
terlaknat. Bayangkan ada kalau tidak
salah 10
sisi yang membantu aja terlaknat yang
memerah anggur apalagi yang minum.
Apalagi yang yang minum yang
menghidangkan terlalat apalagi yang
minum. Tapi ketika ada orang minum
khamar kemudian dipukul di di dicambuk
didera kemudian ada yang mengatakan
laknatullah alaik semoga Allah
melaknatmu atau akhzakallah semoga Allah
menghinakan sama laknat. Maka Rasulullah
mengatakan, "Jangan kalian mengatakan
demikian. Jangan kalian bantu setan
atasnya." Datang dalam sebagian riwayat
Rasulullah mengatakan, "La talanu."
Jangan kalian melaknat dia. Ada orang
minum khamar. Berapa kali minum khamar
sahabat dipukul, dicedera lepas minum
akhwar lagi. Didatangin lagi, diantem
lagi, dilepas minum khamar lagi. Sampai
ada sahabat yang lain mengatakan,
"Semoga Allah melaknatnya. Betapa sering
dia didatangkan untuk dipukul gara-gara
minum khamar. Kata Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam, "Jangan kau melaknatnya."
Fainnahu yuhibbullaha wa rasula. Dia
mencintai Allah dan Rasulnya. Yaitu
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
mengatakan, "Benar, khamar terlaknat,
peminumnya terlaknat. Tapi ketika itu
secara umum, tapi ketika kau tujukan
secara spesifik bisa jadi ada
penghalang." Penghalang dia tidak berhak
untuk dijauhkan dari rahmat Allah. Di
antaranya dia cinta kepada Allah dan
rasulnya. Ya. Ya. Maka ini berlaku
kaidah kalau ada seorang mukmin, seorang
muslim melakukan dosa yang itu dosa
terlaknat, tidak boleh kita dilaknat
secara langsung. Kita hanya boleh
masing-masing dia dusta, dia berbuat
zalim. Kita boleh mengatakan,
"Falaknatullah alalimin dalam ayat
laknat Allah kepada orang yang zalim."
Tapi kita enggak bilang ente mal'un,
ente zalim. Enggak
boleh. Benar dia melakukan dosa yang
terlaknat, tapi bisa jadi ada
penghalang. Mungkin dia berbakti sama
orang tua, mungkin dia mengurus anak
fakir miskin, mungkin dia mengayomi
banyak janda. Ente enggak tahu. Iya.
Ada. Ada teman saya, Ustaz begitu dia
ngaumi banyak janda. Ketika dia
meninggal ternyata ketahuan selama ini
yang ngonyumi. Siapa dia. Kawan. Dia
enggak tahu. Ya, jadi kebaikan dia
menghalangi dia untuk terla terlaknat.
Oleh karenanya kita gak boleh melaknat
secara spesifik kepada orang muayyan.
Namanya laknat almuayyan. Gak boleh.
La'annul muayyan itu tidak boleh. Tapi
syar umum
boleh. Maka di sini dalil untuk
dibedakan antara laknat secara umum ya
dengan laknat secara muayyan. Dan itu
berlaku seperti mengkafirkan secara umum
dengan mengkafir takfirul muayan itu ada
butuh ee iqamatul hujjah wa izalatus
syubah. Harus ditegakkan hujah dan juga
dihilangkan syubhat-syubat. Dan
dosa-dosa terlaknat banyak seperti
laanallahu anasimah. Allah melaknat
wanita yang ee wanita yang mencukur apa?
Alis ya. E dan juga yang minta untuk di
dicukur. Alwasyim wal mustausyima. Allah
melaknat wanita yang mentato dan juga
yang minta untuk di tato. Ya. Ee
kemudian alwasilah wal
mustausilah. Allah melaknat wanita yang
menyambung rambut dan yang minta untuk
disambung rambut.
Kemudian almutfallijat, wanita yang
kikir giginya supaya kelihatan renggang
sekali kelihatan masih muda. Dulu orang
Arab suka kalau gigi agak ada
celah-celahnya buat lebih cantik. Ya.
Almugirati khalqallah lil husni yang
merubah ciptaan Allah karena untuk
mencari keindahan. Ini semua terlaknat.
Ini dulu Rasulullah sebutkan kepada
wanita-wanita. Karena dulu wanita yang
suka begitu. yang suka sambung rambut,
suka bertato, suka cukur sana, cukur
sini, yang suka ngikir gigi. Sekarang
suka tato mah laki-laki yang paling
banyak suka apa? Tato. Sudah
kewan-kewanan. Dulu yang perhatian
dengan gigi perempuan. Sekarang
laki-laki juga banyak.
Masyaallah. Ya. Tapi kalau kita ketemu
ada orang laki-laki pakai tato, mal'un,
enggak boleh.
Cuma kita bilang, "Eh, ada hadis toh,
Allah melaknat orang yang bertato." Oh,
begitu. Maksud maksud lu gua? Enggak.
Ini cuma umum. Umum beda. Umum dengan
khusus. Makanya ngaji
bilang. Cuma ee makanya enggak boleh
kita enggak boleh menyampaikan secara
spesifik khusus kepada seorang. Tidak
tidak boleh. Karena tadi bisa jadi ada
penghalang. Mungkin dia mungkin tidak
tahu. Mungkin dia ada hawa nafsu ketika
itu. Tapi dia punya kebaikan yang lain.
Seperti tadi minum khamar dilaknat. Kata
Nabi, "Jangan kau laknat dia." Fainnahu
yuhibbullaha wa rasulah. Dia mencinta.
Dia punya amal yang hebat, cinta kepada
Allah dan Rasulnya. Namun kadang-kadang
seorang terjebak dalam syahwat sehingga
dia mengikuti
syahwatnya. Tiib di sini juga Rasulullah
memberikan faedah. Kata Rasulullah sahu
alaihi wasallam, "La tuinuhu la tuinu
alaihi setan." Jangan kau bantu setan
semakin menjerumuskannya. Karena kalau
seorang didoain akzakallah semoga kau
terhina. yaitu setan pengin dia terhina.
Setan buat dia terjerumus dalam minum
khamar supaya dia apa? Supaya dia
terhina. Malah kau dukung supaya dia
semakin apa? Terhina. Jadi kau dukung
program setan atau kedua kalau dia
dengar dia didoakan dia tembak maka
semakin angkuh dia semakin ego. Ya
sudahah saya minum khamar aja didoain
keburukan. Maka jangan bantu setan
mensukseskan programnya untuk
menghinakan seorang muslim atau seorang
mukmin untuk menjadikan jadikannya
temannya di neraka jahanam. Jangan.
Kalau bisa kita tidak membantunya, kalau
bisa kita ambil tangannya agar dia agar
dia
sadar. Ada ee kisah menarik yang
disebutkan oleh Ibnu Katsir
rahimahullahu taala terkait semisal
ini. Ketika Ibnu Katsir menafsirkan
surat ghafir, gofir gofiri dzambi
waqobil
syadidq. Allah maha pengampun dosa-dosa
ya.
Dan Allah menerima tobat seorang hamba
ya syadidil tetapi hukuman Allah sangat
keras yang memiliki kenikmatan yang
memberikan anugerah gofiri
waqbiadidilq satu rangkaian
ayat eh Ibnu Katsir membawakan suatu
riwayat dari Ibnu Abi Hatim dia berkata,
"Haddasana Abi hadasana Musa bin Marwan
Ariqi kalau haddasana Umar yakni Ibnu
Ayyub
Akbar Jafar bin Barqan an Yazid ibn Asam
Q Yazid bin Asam berkata rahimahullah
rajulun min ahli Syam baas. Ada seorang
dari penduduk negeri Syam dan Syam dulu
satu wilayah sebelah utara kota Madinah
mencakup Suriah terus apa? Libanon
kemudian eh Urdun Yordania Palestina.
itu semua disebut apa? Syam. Dulu Israel
tidak ada ya. Jadi ini semua disebut
apa? Syam. Kemudian akhirnya
dipecah-pecah sekarang. Jadi kalau
maksud Syam itu daerah
sana. Maka ada seorang muslim yang
tinggal di Syam zu baas yaitu kalau dia
bertempur sepertinya dia kuat ya. Wakana
yafidua ila Umar bin Khattab radhiallahu
anhu. Dia selalu datang menjengguk Umar
datang kepada Umar bin Khattab.
Fafaqadahu Umar. Maka Umar suatu hari
atau kok dia enggak pernah datang lagi?
Mungkin Umar perhatian karena dia
dibutuhkan dalam peperangan. Dia orang
zubbas yang itu jago. Orang jago seperti
ini dibutuhkan dalam peperangan kok
tidak ada. Maka Umar bertanya kepada
orang-orang sekitarnya, ma fa'ala fulan
ibnu
fulan? Apa gerangan kabar si fulan bin
fulan? Qolu faqalu. Maka orang-orang
tahu siapa dia. Mereka menjawab, "Ya
amirul mukminin." Umar ketika jadi
khalifah. Wahai amirul mukminin yutabiu
fi syarab.
Dia minum khamar lagi apa? Lagi
kecanduan apa? Minum khamar. Makanya dia
enggak ke
sini. Q fada Umar katibahu. Maka Umar
suruh panggil
sekretarisnya. Faqala ukttu. Kata Umar
tulis surat buat dia. Min Umar bin
Khattab ila fulan bin fulan. Dari Umar
bin Khattab kepada fulan bin fulan.
Salamun alaik. Asalamualaikum. Amma
ba'du. Surat singkat. Fainni ahmadu
ilaikallah. Sesungguhnya aku memuji
Allah kepadamu ya. Alladzi la ilahailla
hua yang Allah tidak ada yang berhak
disembah kecuali dia. Gofirudambi dan
Allah pengampun dosa. Waqabilut thb dan
menerima tobat seorang hamba. Syadidul
iqobi yang siksaannya sangat keras. Zul
yang pemilik eh anugerah yang memberi
kenikmatan. La ilahailla hua ilaihil
masir. Tidak ada yang berhak disembah
kecuali Allah.
Dan
kepadanya tempat
kembaliqabihi sudah ditulis kemudian dia
berkata kepada teman-temannya tadi yang
bercerita menyampaikan dia
khamarahikum berdoalah kepada Allah
untuk saudara
kalian biqbihi agar dia kembali kepada
Allah dengan
hatinyaallahu alaih dan agar Allah
menerima tobatnya atau menganugerahkan
agar dia bertobat. Sudah surat usaha
doainagul kitabu Umar
jaalaidu. Ketika sampai surat Umar bin
Khattab kepada dia maka dia baca
ulang-ulang
gofirambi
waqiliidulq. Allah pengampun dosa,
penerima tobat siksaannya keras.
Qani batahu
waanifi. Allah mengingatkan aku tentang
telah mengingatkan aku tentang bahayanya
siksaannya dan dia menjanjikan aku untuk
mengampuni
dosa-dosaku. Dalam riwayat yang lain
kata Ibnu Katsir waral hafiz Abu Nuaim
min hadisi Jafar bin Burqan wazada falam
yazal yuradida ala nafsihi. Dia terus
ulang-ulang ayat ini. Gofiri dambiqobili
syadidil
iqob la ilaha illa hua ilaihil masir.
Ya, dialah Allah subhanahu wa taala yang
menerima yang yang mengampuni dosa,
menerima tobat tapi siksaannya keras
pemberi anugerah dan kenikmatan. Tidak
ada yang berhak disembah kecuali Allah
dan kepadanya tempat kembali. Dia
ulang-ulang tumma baka tumma naza.
Kemudian dia menangis. Akhirnya dia
meninggal dunia.
Faahsan naza dan dia meninggal dalam
kondisi husnul khatimah. Falama balag
Umar tatkala sampai kabar kepada Umar
khabaruhu bahwasanya orang itu sudah
meninggal dunia Umar berkata hak
demikianlah caranya kita berhadapan
dengan orang yang pelaku maksiat kita
nasihati kita doakan.
Roitum akakumla zallatan
fasadiduhu waquu. Kalau kalian melihat
ada seorang saudara kalian yang tersesat
atau tergelincir, maka luruskanlah dia
dan arahkan dia. Wadullahahu alaih. Dan
berdoalah kepada Allah agar Allah
mengilhamkan kepadanya untuk bertobat.
Agar dia
bertobat. W taku lit alaihi. Ini
maksudnya saya sampaikan perkataan Umar
sama seperti perkataan Nabi. Dan
janganlah kalian menjadi
penolong-penolong setan untuk semakin
menjerumuskannya. Karena kalau kita
dengan kasar kemudian kita kadang-kadang
dia semakin mukabarah, semakin sombong,
semakin egois, dia malah semakin
melakukan kema
kemaksiatan. Makanya Rasulullah
mengatakan tadi ee la takulu h jangan
bilang begitu. Jangan doakan laknat
kepadanya.
alan dan janganlah kalian membantu setan
untuk semakin
menjerumuskannya.
Ya, maka tadi saya sampaikan ya, semua
doa yang terkait dengan menjauhkan
rahmat Allah disebut dengan la laknat.
Tidak mesti dengan lafal laknatullah
alaiik. Tidak mesti akzakallah semoga
Allah
menghinakanmu. Giballah alik semoga
Allah murka
kepadamu. Narnar neraka mampus kau unti
neraka sama. Semoga kau disiksa dalam
kuburan. Ini semua doa untuk terjauhkan
dari rahmat Allah. Semoga mati suul
khatimah. Ngeri-ngeri kan sekarang orang
lagi ngamuk begitu. Siapa itu yang hina
saya? Semoga suul khatimah. Ngeri doa.
Kok doanya gitu? Kok gitu? Doain semoga
dapat hidayah. ini karena marah merasa
disinggung bilang apa semoga suul apa
khatimah ya akhi subhanallah sama muslim
ya sama
muslim
babun jadi enggak usahlah kita doa-dua
kayak gitu ya kalaupun kita dizalimi
orang kalau antum terpaksa terpaksa
harus mendoakan kejelekan antum bilang
ya Allah hukumlah lah dia sesuai dengan
yang dia pantas menerimanya. Sudah gitu
aja. Allah lebih
tahu. Allah membuat dia menzalimi kita
dosa-dosa kita atau Allah ingin angkat
derajat kita dengan kita terzalimi. Ya
gak usah doain ya Allah patahkan tulang
kaki bagian atas ya Allah kasihan dia
punya istri dia punya anak kasihan.
Ahlah enggak usah hukumlah yang pantas
bagi apa? Bagi
dia. Gak usah kita jadi kita enggak
menyimpan dendam dan adah manusia kita
juga punya dosa, kita juga punya salah.
adalah dengan dia menzalimi kita mungkin
menghapus dosa-dosa kita atau mengangkat
derajat derajat kita. Allah lebih tahu
mana yang terbaik bagi dia dan bagi
kita. Babun zikru taakudihi fil amwat.
Bab eh semakin ditekankan larangan
melaknat kepada orang yang sudah
meninggal
dunia. Ya, kalau yang hidup saja kita
laknat secara spesifik tidak boleh.
Apalagi yang sudah meninggal meninggal
dunia.
Ya an Aisyata radhiallahu anha marfuan.
Dari Aisyah radhiallahu anha secara
marfu. Rasulullah
bersabda sallallahu alaihi wasallam, "La
tasubul amwat fainnahum qod afd ila ma
qaddamu." Janganlah kalian mencaci maki
mayat-mayat. Sesungguhnya mereka telah
sampai pada
hasil amalan mereka. Mereka di alam
barzakh sudah sampai pada jaza, balasan.
Kalau bukan di nikmat kubur, dalam azab
apa? Kubur. Sudah. Kalian enggak usah
ikut-ikutan. Sudah Allah sudah
selesaikan. Rawahul Bukhari. Hadis
riwayat albukhari.
Ya.
Ya. Karena orang yang mungkin ketika
hidup melakukan maksiat bisa jadi
sebelum meninggal dia bertobat kepada
Allah. Bisa jadi atau tidak? Bisa.
Mungkin dia punya tulisan yang buruk.
Kalau kita mau kritik, kritik tulisannya
enggak apa-apa. Ini kelisannya ada
kesesatan.
Maka kita bantah, kita kritiki sebagai
bentuk agar mengurangi dampak dari
kemaksiatan yang dia lakukan. Tapi kalau
kita maki-maki, terlaknat, si fulan
terlanat, bisa jadi dia sebelum
meninggal dia bertobat. Bisa jadi. Dan
kedua, buat apa kalian memaki-maki dia
sementara dia sudah mendapat balasannya
oleh Allah? Sudah serahkan sama Allah.
Faahum qod afd ila ma qaddamu. Mereka
telah sampai kepada hasil amal mereka
selama di dunia. Sudah selesai ya.
Maka tidak usah di apa namanya? Di ee
maki-maki lagi. Tidak usah dimaki-maki
lagi. Tapi kalau dia punya kesalahan
silakan. Dia punya kesalahan dibantah.
Tulisan ceramah salah dibantah sebagai
bentuk nasihat. Ya, makanya kalau
terkadang kita bantah seorang, kita
bilang mungkin orang ini mungkin sudah
di surga tapi harus dibantah
pemikirannya. Pemikiran beda dengan
orangnya pemikiran kewajiban untuk
dibantah. Orangnya belum tentu orangnya
bisa jadi di surga.
Ya. Ya. Tapi kewajiban para ulama untuk
membantah kesalahan-kesalahan yang
tersebar ee lewat buku-buku ya yang yang
tersebar maka dibantah sebagai bentuk
nasihat kepada kaum
muslimin.
Tibun zikru quuli ya
aduallah wa fasiqu wa ya kafiru wa
nahwuhu. Bab tentang perkataan wahai
musuh Allah. Kita bilang sama si fulan,
"Wahai musuh Allah." Ini berarti kita
mvonis dia musuh Allah. Ya fasik, wahai
si fasik. Kita panggil dia. Ya kafir,
wahai si kafir. Dan yang
semisalnya. Bolehkah kita mengatakan
demikian? Ini perkataan bahaya. Ini
lisan ini sangat bahaya. lisan ya sangat
bahaya
ya sebenarnya kita sudah singgung pada
pertemuan kemarin tentang dosa qadful
muhsanat menuduh wanita yang tidak
berzina dengan berzina meskipun dia
mungkin sering jalan sama laki-laki gak
boleh kita bilang wahai pelacur berarti
dia kita nuh dia berzina kita wahai
enggak boleh pelacur kan iya
sama enggak boleh meskipun di jalan sama
laki-laki enggak boleh karena menudur
dia berzina harus ada empat saksi yang
melihat langsung ember masuk masuk sumur
kita boleh nasihati-baik jangan lakukan
gini nasihati dia. Adapun langsung kita
turuh dia berzinaah maka gak boleh kita
melampaui batas. Allah punya aturan
tidak boleh
dilampaui. Itu masih mending
sekarang. Wahai musuh Allah lebih ngeri
lagi. Wahai musuh Allah, wahai kafir,
wahai
fasik. Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullah membawakan hadis an Abi
Dzar radhiallahu anhu marfuan secara
marfu. La yarmi rajulun rajulan bil
fusuqi warmihi bilfri illaddat alaihi am
yakunhibuhu kadzalik. "Tidaklah seorang
menuduh orang lain dengan kefasikan itu
ya si fasik atau menuduhnya si kafir,
wahai si kafir, kecuali akan kembali
kepadanya. Kecuali yang tertuduh memang
kenyataannya demikian." Dan ini
ngeri. Kita bilang, "Wahai kafir, tidak
kafir kembali." Maka ini
bahayanya ee kelompok-kelompok bidah
yang mudah
mengkafirkan seperti Islam jemah yang
mengkafirkan orang-orang di luar
kelompoknya gara-gara tidak baiat sama
Imam Bahlulnya. Ya
ngeri. Dia mengkaitkan surga dan neraka
dengan imamnya. Imam saja enggak jelas
ilmunya seperti
apa. Kita mau baiat juga enggak kenal
baiat di mana, mau baiat ke mana kalau
baiat sama dia. Kemudian siapa yang
tidak baiat dia maka ka kafir. Ngeri.
Ngeri. Surga neraka dikaitkan dengan
imamnya. Imamnya saja entah ilmunya
kayak apa. Bahlul enggaknya enggak
ngerti kita setahu saya bahlul ya.
Gimana kemudian bukan ahli agama
kemudian kita disuruh kalau tidak bayat
sama dia kita masuk apa? Masuk neraka.
ngeri
ya. Makanya dosa mengkafirkan di
antaranya dilakukan oleh orang khawarij.
Khawarij rajin ibadah, rajin salat
sampai jidat mereka ya berbekas karena
saking sering sujudnya dan mereka
berpucat karena saking sering puasanya.
Baca Alquran sampai Nabi
mengatakan
kalian minder kalau melihat salat
mereka. Wasamakumam. Kalian merasa
minder kalau melihat puasa mereka. Luar
biasa ibadah mereka. Tapi kata Nabi,
humilabu ahlinar. Mereka anjing-anjing
penghuni
neraka. Kenapa? Dosa yang mereka lakukan
apa?
Mengkafirkan. Mereka mengkafirkan di
luar kaum di luar kelompok mereka yang
pelaku dosa besar dikafirkan. Kemudian
mereka eksekusi dengan membunuh. Tapi
sebab utamanya mereka mengkafirkan.
Makanya mereka disebut anjing-anjing
penghuni neraka jahanam yang
mengganggu selama ini mereka menyakiti
dengan apa? menuduh kafir yang
tidak-tid ngeri
ya. Oleh
karenanya ee bagi mereka yang terjebak
dalam akidah seperti ini, mudah
mengkafirkan kaum muslimin di luar
kelompok mereka, mereka terjemus dalam
dosa besar. Hendaknya bertobat keluar.
Ya, meskipun dia rajin salat, meskipun
dia rajin ibadah, tapi kalau
mengkafirkan orang yang di luar
kelompoknya gara-gara tidak berbait sama
imamnya, ini ngeri sekali. Ini dosanya
dosa besar karena kalau tidak benar
kembali kepada dia. Dan memang susah
kelompok-kelompok seperti ini memang
harus ada pengkafiran. Kalau tidak
pengkafiran maka tidak akan loyal ya,
tidak akan militan. Kalau dibilang, "Oh,
semua juga masuk surga." Bukan kita aja
enggak ada yang militan.
Tapi kalau bilang yang lain neraka kita
saja di surga, wah militan enggak
militan? Saya dulu dengar ustaz mereka
ceramah di luar kelompok kita di neraka,
kita aja yang di surga.
Subhanallah. Bagaimana surga? Surga
mbahmu apa? Cana surga cuma milik kamu,
kelompok kamu dari mana? Jadi ngeri.
Jadi ini tetap dipertahankan. Pekafiran
seperti tetap dipertahankan supaya tetap
apa? Milih militan.
Maka bahaya kalau kita men orang lain
fasik ternyata tidak maka kita yang
fasik. Bisa kita terus fasik bilang
kafir maka tidak kita bisa kafir. Ya
aduallah wahai musuh Allah. Bisa jadi
kita yang musuh musuh Allah. Maka
seorang hati-hati jangan sampai ujub
jangan sampai sombong ya. Seorang
melakukan kesalahan oke dia salah. Tapi
tidak sampai kita katakan dia wahai si
fasik. Tidak sampai kita mengatakan
wahai si kafir. Jangan wahai musuh
Allah.
Ya, kalau kita kritik-kritik aja enggak
ada masalah. Orang bisa terjemus dalam
kesalahan, tapi tidak usah memberi
gelar si fasik, si kafir, si musuh
Allah. Jangan ngeri. Karena kalau tidak
benar kita akan kembali kepada
kita. Kemudian waan Samurah radhiallahu
anhu marfuan. Dari Samurah secara marfu
kata Rasulullah sahu alaihi wasallam,
"La talaanu bilak'natillah wala bighobi
wala binar."
Janganlah kalian saling melaknat dengan
laknat Allah dan jangan saling melaknat
berdoa semoga kalian di di saling
mengatakan semoga Allah murka kepadamu
atau berkata semoga masuk neraka. Ini
semua namanya laknat seperti kita
singgung tadi. Jadi doa melaknat itu
tidak mesti dengan lafal-lafal la laknat
tapi dengan semoga masuk neraka, semoga
dimurkai oleh Allah. Itu semua ee
laknat.
Kalau orang laknat kita, gak usah balas.
Makanya Rasul, "La tala'anu, jangan
saling melaknat. Ada orang laknat kamu,
ya udah Allah yahdik." Bilang apa? Allah
ya yahdik. Aslahakallah semoga Allah
perbaiki kamu. Syafakallah. Kau lagi
sakit semoga sembuh. Ya jangan kau yang
terlaknat. Jangan begitu. Jangan. Dia
bilang kita terlaknat sudah jangan di
jangan jangan ikut. Karena kalau kita
ikut balik, kau terlaknat, inilah kita
terjatuh dalam doa larangan Nabi. La
talaanu. Janganlah kalian saling mela
melaknat. Semoga Allah mampuskan kamu.
Kau yang mampus gak usah. Kau yang masuk
neraka enggak gak usah. Ya, semoga Allah
beri hidayah kepadamu. Enggak usah.
wum abi radhiallahu
anhumullah
alai siapa yang manggil saudaranya si
kufu si kafir atau musuh Allah dan
ternyata tidak demikian maka kembali ke
kepadanya bab ti bab berikutnya babun ma
ja rajuli walidaihi bab tentang seorang
melaknat kedua orang tuanya
nya kok bisa kita jelaskan an ibn umar
radhiallahu anhuma
akbar walidai di antara dosa paling
besar adalah seorang melaknat kedua
orang tuanya ya rasulullah waifa walidai
kok bisa ya Rasulullah seorang melaknat
kedua orang tuanya yubul abajul orang
ini mencaci maki bapaknya temannya abahu
maka temannya mencaci maki bapaknya
diusu umahu Dia mencaci ibunya,
temannya. Fayasubbu umahu, maka temannya
mencaci ibunya dia. Maka secara tidak
langsung dia melaknat bapaknya. Dia
mencaci maki ibunya. Jadi si A mencaci
maki bapaknya si BB caci maki bapaknya
si A. Si A mencaci maki ibunya si BB,
mencaci maki ibunya si A. Berarti A
penyebab bapak dan ibunya dilaknat dan
dimaki. Dia penyebab. Sehingga kata
Nabi, karena dia yang menyebabkan
hukumnya sama. Dia seakan-akan melaknat
ke orang tuanya. Ini pertanyaan ini. Di
zaman Nabi kok bisa ada seorang mencaci
maki orang tuanya di zaman Nabi? Aneh.
Sahabat heran. Kok bisa ada? Kalau zaman
sekarang tidak
heran. Ada orang mencaci maki bapaknya
enggak ada. Mencaci maki ibunya ada.
Ngajak bekelai bapak ibunya ada enggak
ada? Ngancam bunuh ibunya bapaknya
ada. Saya sampai pernah ada seorang ibu
datang ke rumah ini nyata datang anaknya
SMP.
Kata ustaz Afan Ustaz, anak saya ini
suka mukul saya apa langsung depan saya
gitu. Astagfirullah. Saya bilang nih
makan apa ini
anak sampai kayak gitu ibunya mau
dipukul
ngeri ngeri nyata depan
saya ada ya. Jadi ngancam orang tuanya,
ngajak berantem orang tuanya. Kalau
zaman dulu enggak. Orang rela mati bela
bapak dan ibunya zaman dulu. Gak mungkin
tergambarkan ada orang mencaci maki
bapak dan
ibunya ya. Tapi Rasulullah bilang
terjadi caranya bukan langsung tapi
secara tidak tidak langsung. Ya. Maka
dalil hati-hati bisa jadi kita penyebab
suatu kemaksiatan sehingga hukumnya
seperti kita yang
melakukannya. Hati-hati ya. Jangan
sampai kita tolong-menolong dalam apa?
Kema kemaksiatan ya.
Tib di sini al Imam Al Imam Muhammad bin
Abdul Wahab rahimahullahu taala
sepertinya menyusun bab-bab tentang
laknat dari yang paling rendah sampai
yang paling parah. Yang pertama melaknat
muslim yang lain yang masih hidup. Yang
kedua melaknat yang sudah mening
meninggal. Lebih parah lagi. Yang
ketiga, lebih parah daripada itu dengan
tuduhan musuh Allah. Aduullah ngeri
kafir. Ya. Ya. Yang berikutnya melaknat
orang kedua orang tua. Lebih parah
daripada ini, yaitu mencaci maki agama.
Kufur. Siapa yang mencaci agama? Kufur.
Islam brengsek misalnya, dasar Muhammad
begini ngeri orang kadang-kadang emosi
dia
ngomong sebagian orang maki Allah
subhanahu wa taala. Saya tidak percaya
tapi ada ya di kita mungkin enggak tapi
di di Arab tuh ada orang saking di
antara mereka ada yang bejat sampai maki
apa? Allah ya ngeri itu langsung kufur.
Kufur. Kalau dia punya iman, dia enggak
bakalan maki Tuhannya. Kalau dia punya
iman, dia enggak mungkin maki Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ketika
lisannya berani memaki, bahkan bercanda
pun tidak boleh. Karena tidak mungkin
kalau dia punya iman, enggak mungkin dia
bercanda tentang menjelek-jelekan Tuhan,
menjelek-jelekkan Rasulullah. Enggak
mungkin. Makanya imannya sudah tidak ada
indikasi bahwasanya iman tidak tidak
ada. Maka hati-hati tib kita lanjutkan.
Babun anahyu andakwal jahiliyah.
Larangan dari slogan-slogan
jahiliah. Walamma qalal muhajiri ya lal
muhajirin waqalal ansari ya lal ansar.
Qala rasul sahu alaihi wasallam.
jahiliumadidan. Kata Muhammad bin Abdul
Wahab rahimahullahu taala, tatkala
seorang muhajiri berkata, dia marah, dia
berkata, "Yalal muhajirin, wahai kaum
Muhajirin." Kemudian ansar berkata, "Ya
Anshar, ayo sini tolong aku." Mereka
saling sebut ee ansar muhajirin karena
tersinggung ya. Tersinggung salah
satunya. Jadi ada satu yang bercanda.
Dia kalau enggak salah pukul bokong yang
satunya atau dia pegang bokong temannya.
Akhirnya yang dipegang marah. Akhirnya
menyeru kepada ee
kelompoknya. Ya alal muhajirin ya lal
ansar. Padahal satunya dari kaum
muhajirin, satunya dari kaum an ansar.
Maka Rasulullah marah. Rasulullah
mengatakan, "Apa dengan slogan-slogan
jahiliah sementara saya ada di
tengah-tengah kalian." Dan Rasulullah
murka dengan kemurkaan yang berat. Ya,
semua perkara jahiliah dibenci. Dalam
hadis kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika haji
wadain minr
jahili mauduun. Ketahuilah seluruh
perkara jahiliah terbuang di bawah kedua
kakiku. Terinjak oleh kedua kakiku
terbuang. Tidak ada perkara jahiliah
yang disukai oleh Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Di antara perkara jahiliah
yang dibenci oleh Nabi adalah
slogan-slogan, kelompok-kelompok,
fanatisme, taasub yang menyebabkan kaum
muslimin terpecah belah. Perhatikan
hadis ini kisahnya apa? Kisahnya seorang
Muhajirin yang bercanda kepada seorang
Anshari atau sebaliknya kemudian
tersinggung akhirnya memanggil
kelompoknya. Ya kaum Muhajirin yang
satunya wahai kaum anshar. Padahal gelar
muhajirin ansar siapa yang kasih? Allah
subhanahu wa taala.
Wasabiquunal awaluna minal muhajirina
wal ansar.
Ya Allah yang memberi gelar Muhajirin
Ansar untuk sebagai penghargaan mereka
kaum Muhajirin yang telah berhijrah
karena Allah. Meninggalkan kenikmatan
dunia karena Allah. Kampung halaman,
harta sanak saudara yang mereka
kumpulkan selam ini mereka tinggalkan
karena Allah. Sementara kaum Anshar
asalnya suku Ala, suku Khazraj. Dua suku
Al-Aus dan Alkhazraj. Tapi karena mereka
menolong kaum Muhajirin, mereka diberi
gelar dengan Ansar sebagai gelar luar
biasa dari Allah. Bentuk abadi untuk
penghormatan kepada mereka, para
penolong Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Namun ketika mereka
tersinggung dan mereka menggunakan gelar
ini yang seharusnya untuk pujian, tapi
mereka gunakan untuk bertikai, maka
dianggap sebagai seruan jahi jahiliah.
Padahal nama-nama itu nama-nama
syar'i, bukan sekedar nama syari. Yang
kasih siapa? Allah Subhanahu dalam
Al-Qur'an.
Tapi ketika tujuannya adalah untuk
bertikai, maka Rasulullah marah. Apalagi
Rasulullah masih ada di situ. Kata Rasul
sahu alaihi wasallam, dakwal jahiliah wa
ana bainairukum. Apakah kalian menyeru
seruan-seruan, slogan-slogan,
fanatis-fanatis golongan jahiliah yang
mengadu domba di antara kaum muslimin?
Sementara saya di tengah-tengah kalian.
Dan inilah taasub jahiliah yang masih
banyak di tengah-tengah kaum
muslimin dengan gelar dengan kelompok
tertentu. Pokoknya kalau ikut golongan
saya teman, di luar golongan saya musuh.
Ikut golongan saya meskipun bejat
sebejat-bejatnya kawan. Ya. Kalau di
luar golongan saya meskipun saleh
sesaleh-salehnya musuh. Itulah fana
fanatis.
Dan sekarang banyak fanatis-fanatis yang
jahiliah, fanatis kabilah, suku,
kesukuan. Wah, suku ini kita suku ini
berdarah coklat. Masyaallah, darah biru
ya, merah jingga apa macam-macam. K sama
kita semua dari bani Adam. Dari bani
Adam.
Kemarin panitia cerita waktu daurah di
Masjid Nurul Iman Blok M kan padat itu
lagi padat. Terus
ada orang-orang masuk panitia ngantarin
dapat
tempat ya memang sudah
disiapkan. Akhirnya ada ibu-ibu yang
marah kok dia dapat tempat. Panitia
bilang itu keluarga
ustaz. Kata orang ini, "Saya juga
keluarga ustaz dari bani Adam.
panitia mau marah enggak jadi marah.
Tapi sudah pokoknya
dia saya enggak pesan gitu juga mungkin
ijtihad panitia saya enggak tahu ya.
Tapi intinya itu bukan pesanan saya ya.
Tapi intinya
ee intinya semua ya seruan kalau dalam
rangka berpecah belah maka itu seruan
jahi jahiliah. Meskipun lafalnya syarik
tapi tujuan mencabelah adalah jahi
jahiliah. Apalagi lafalnya tidak syarik.
Makanya fanatis kesukuan yang
menimbulkan pertikaian ini jahiliah.
Fanatis organisasi yang menimbulkan
permusuhan. Kalau sama kami pokoknya
labelnya ini kawan apapun penjahat
kahuptor kah apakah pokoknya masuk
golongan kami itu musuh. meskipun
sesaleh-salehnya karena di luar daripada
golongolongan kami bangga-banggaan
dengan suatu golongan tertentu untuk
merendahkan arogan terhadap kaum
muslimin yang lain.
Jahiliah. Ngeri fanatis klub bola sampai
bertelai maki-makian menumpahkan darah
sama kaum muslimin.
Jahiliah. Gimana? Fanatis terhadap bola.
Gara-gara
bola.
Jahiliah. Bertikai,
maki-maki, fanatis gara-gara politik
sampai gelar-gelaran kampret, cebong,
apalagi buaya. Iya, macam-macam. Kadrun,
kadal gurun. Masyaallah.
H ngeri. Ini semua adalah jahiliah.
Hati-hati,
waspada kita. Islam, saudara,
organisasi, kelompok hanyalah membantu
kita untuk menata rapi atau untuk dalam
rangka maslahat. Bukan untuk saling
memaki, merendahkan,
menjatuhkan, apalagi sampai berkelai,
sampai menumpahkan darah. Demikian
wabillah taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.