Khutbah Idul Adha - Semakin Dicintai Allah Semakin Berat Ujian - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A.
4tLc82fCYJE • 2025-06-07
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Innalhamdalillah nahmaduhu
wasastainuhuastagfiruhu
ilaihubillahiuri
anfusina
yahdihillahu wudil fala
hadua ilahaillallah wahdahu laarikadu
[Musik]
Muhammadinallahu alaihi wasallam
Sungguhnya hari Idul Adha mengingatkan
kita akan sosok yang sangat mulia
Fadilurahman Nabi Ibrahim Alaih Salam
yang telah siap untuk menyembelih
anaknya satu-satunya yang sangat dia
cintai.
Ismail alaiam. Kemudian Allah gantikan
dengan sembelihan yang besar. Kata
Allah, "Kami pun tebus Ismail dengan
sembelihan yang besar." Ketahuilah
sungguhnya sebelum Ibrahim Alaih Salam
ingin mengorbankan anaknya sendiri, dia
telah banyak berkorban sebelumnya demi
untuk membela tauhid.
Dia sampai bermusuhan dengannya sendiri
yang sangat dia cintai. Diancam oleh
ayahnya untuk diraja. Karena Ibrahim
membela tauhid. Sebagaimana dalam firman
Allah Subhanahu wa taala, ayahnya
berkata, "Ya
Ibrahimam, apakah kau benci dengan
tuhan-tuhanku wahai Ibrahim?
Kalau kau tidak berhenti dari
dakwahmu, aku akan merajangmu. Aku akan
merajangmu. Lemparmu dengan wah dan
tinggalkanlah aku waktu yang lama.
Akhirnya Ibrahim dimusuhi olehnya
sendiri. Bahkan bukan cuma dimusuhi oleh
ayahnya, dimusuhi oleh seluruh penduduk
negeri ketika itu. Kenapa? Karena dia
membela tauhid sampai mereka ingin
membunuh Nabi Ibrahim. Waquu bunyana
faquu jahim. Kata mereka, "Bikin
bangunan." Bangunan untuk mengumpulkan
kayu bakar. Dibakar sehingga apinya
terfokus pada bangunan tersebut. Ada api
bertumbuk-tumbuk kemudian lemparkan dia
dalam api tersebut. Dalam ayat yang
lain, kata mereka, "Bakar Ibrahim. Bakar
Ibrahim dan tolonglah Tuhan kalian jika
kalian benar-benar berbuat." Akhirnya
mereka lakukan apa yang mereka lakukan?
Semua penduduk negeri bangga bisa
membakar Ibrahim. Sampai Ibnu Katsir
rahimahullah menyebutkan ada seorang
wanita yang sakit dan dia bilang, "Kalau
saya sembuh, saya akan membawa kayu
bakar untuk membakar Ibrahim." Maka dia
telah berkorban rela untuk dibakar
tubuhnya demi untuk membela tauhid.
Akhirnya Allah
menolongnya ya naru ya naruaman.
Kami berkata, "Wahai AFI, jadilah engkau
dingin dan keselamatan bagi Ibrahim."
Setelah itu, demi tauhid, akhirnya dia
harus meninggalkan kampung halaman yang
dia
cintai. Maka dia pun berkata,
"Waqniahi, aku akan pergi menuju Rabku
dan dia akan beri petunjuk kepadaku."
Dalam yang
lain, aku akan berhijrah menuju Rabu.
Ditinggalkan semuanya pengorbanan demi
untuk membela tauhid. Kemudian dia
berkorban lagi. Allah Subhanahu wa taala
memerintahkan Nabi Ibrahim Alaih Salam
untuk bawa membawa anaknya satu-satunya
dan istrinya menuju tempat ada
ketumbuhan di situ. Untuk apa? Agar
mendakwahkan tauhid di sana. Untuk
membangun Ka'bah. Kata Allah Subhanahu
wa
taala, Danika kami siapkan tempat untuk
membangun Ka'bah bagi
Ibrahim, "Wahai Ibrahim, jangan kau
berbuat syirik
kepadaku dan bersihkanlah ya Ka'bah,
rumah Allah itu bersihkan dari
kesyirikan.
Buat
apa? Bagi orang-orang yang tawaf dan
juga bagi orang-orang yang beribadah di
salat dan sujud dan rukuk. Jadi Allah
menguji Nabi Ibrahim dan dia harus
berkorban meninggalkan anak istrinya di
sana karena untuk kepentingan tauhid.
Dan demikianlah Ibrahim Alaih Salam
terus berkorban dan berkorban demi
tauhid dan akhirnya Allah perintahkan
dia untuk menyembelih putranya Ismail
dan akhirnya Allah tebus dengan tebusan
berupa sembelihan yang sangat besar
bitibhin adim masyiral
muslimin. Kemudian disyariatkanlah di
hari yang mulia ini jawab nahar afdalul
ayyam hari terbaik sepanjang masa 10
zulhijah disyariatkan bagi kita untuk
menyembelih udhya menyembelih korban
yang kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam
mailauamah
azza tidaklah seorang anak Adam
melakukan amalan ibadah di hari nahar
yang paling dicintai oleh Allah seperti
mengalirkan darah itu
menyembelihnya. Dan ibadah ini adalah
untuk mengingat pengorbanan Nabi Ibrahim
Alaih Salam. Dan ternyata dalam ibadah
ini betapa banyak syiar tauhid agar kita
mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala.
Ketahuilah bahwasanya syiar menyembelih
karena Allah sudah ada sejak zaman Nabi
Adam Alaih Salam. Sebagaimana Allah
sebutkan tentang dua putri putra anak
Adam, dua putra Adam. Allah
[Musik]
berfirman, bacakanlah kepada mereka
tentang kisah dua anak Adam ketika
mereka berdua
berkorban. Satunya diterima, satunya
tidak diterima. Dan Allah
berfirman, "Dan setiap umat kami jadikan
syariat mansak, yaitu menyembelih." Buat
apa? Untuk menyebut nama
Allah atas binatang ternak yang Allah
anugerahkan kepada mereka. Kemudian kata
Allah, maka Tuhan kalianah Tuhan yang
satu. Kata ahli tafsir ini isyarat
bahwasanya seluruh umat dari Nabi Adam
sampai Muhammad sallallahu alaihi
wasallam semuanya menyembelih karena
Allah subhanahu wa taala. Maka Allah
mengatakan, "Jika demikian, maka Tuhan
kalian adalah Tuhan yang esa." Maka
jangan menyembelah, jangan menyembelih
kepada s Allah Subhanahu wa
taala. Menyembelih adalah bentuk
pengagungan dan dilakukan oleh seluruh
umat dan seluruh arilan. Oleh karena
kaum musyrikin mereka juga melakukan
penyembelihan penyembelihan kepada
sembahan-sembahan mereka. Sampai
sekarang kaum musyrikin penyembah arwah
mereka menyembelih untuk roh-roh mereka,
untuk jin-jin yang mereka agungkan.
Bahkan para dukun, para penyihir juga
meminta sembelihan untuk jin-jin dan
setan-setan yang mereka agungkan. Maka
inilah syiar tauhid di hari ini semuanya
menyembelih karena Allah subhanahu wa
taala.
Amin. Katakanlah sesungguhnya salatku
dan sembelihanku, hidupku dan matiku
hanya untuk Allah Subhanahu wa
taala. Kata Allah Subhanahu wa
taala, maka sembelihlah dan salatlah
hanya untuk Allah subhanahu wa taala.
Salatlah dan sembelih hanya untuk Allah
subhanahu wa taala. Karenanya
menyembelih adalah syiar tauhid. Kita
hanya menyembelih untuk Allah yang telah
menghidupkan hewan ini, yang telah
mengalirkan darah dalam hewan ini, maka
kita tumpahkan darahnya kepada zat
tersebut. Makanya Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika menyembelih, Nabi
berkata, "Allahumma hadza minka walaka."
Ya Allah, sungguhnya ini darimu dan
kembali kepadamu. Dan hewan ketika
disembelih maka dihadapkan ke arah
kiblat. Adapun unta diberdirikan
kemudian darahnya diarahkan ke arah
kibl. Kemudian Nabi sallallahu alaihi
wasallam ketika menyembelih, Nabi
sallallahu alaihi wasallam
mengatakan
Allah Muhammad wa Muhammad. Bismillahi
Allahu Akbar. Sebelum menyembelih Nabi
sallallahu alaihi wasallam menyebutkan
tauhid
wajah. Sesungguhnya aku mengarahkan
wajahku hanya kepada yang menciptakan
langit dan bumi. Kemudian ketika
disembelih juga menyebutkan bismillahi
Allahu Akbar. Maka sembelihah ini harus
kita tampakkan untuk membedakan diri
kita dengan kaum musyrikin yang mereka
menyembelih untuk setan-setan mereka,
untuk dewa-dewa mereka, untuk
sembahan-sembahan mereka. Maka kita
menyembelih untuk Allah Subhanahu wa
taala. Hidupkan syiar tersebut. Siapa
yang memiliki kelapan rezeki maka
hendaknya dia menyembelih. Karena Allah
Subhanahu wa taala mengagungkan Allah
dengan menyembelih mengagungkan tauhid
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu
Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar.
Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillah.
[Musik]
Muhammad muslimin sos Nabi Ibrahim
Alaihalam yang dikenal sebagai
Khalilahman kekasih Allah di dunia
maupun di akhirat di padang mahsyar
ketika orang-orang mencari syafaat
mereka datang kepada Nabi Ibrahim Alaih
Salam Alaih Salam. Kemudian mereka
berkata, "Ya Ibrahim, anta khiluhu min
ahlil ard. Sesungguhnya engkau adalah
kekasih Allah dari penghuniku." Dan
Allah telah berfirman, watahu Ibrahim.
Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai
kasihnya. Dan Allah telah menjadikan
Nabi Ibrahim terpuji di dunia. Semua
umat umat agama samawi memujinya. Dan
dia pernah
berdoa, "Ya Allah, jadikanlah aku ya
tutur kata yang indah bagi orang-orang
yang datang setelah aku, yaitu Asana
Alhan." Semua orang memuji Nabi Ibrahim,
umat Yahudi, umat Nasra, umat Islam
semuanya mencintai Nabi Ibrahim. Akan
tapi bagaimana Ibrahim Alaih Salam
sampai mencapai derajat Khilurrahman
tidak lain dengan berbagai macam ujian
dan cobaan diuji pada perkara perkara
yang dia cintai. Allah mengatakan muji
Ibrahim Ibrahimadzi waa dan Ibrahim yang
telah menunaikan perintah Allah. Allah
juga
berfirman, "Ketika Allah menguji Ibrahim
berupa perintah-perintah dan
larangan-larangan kata
Allah, maka dia mengerjakan dengan
sempurna." Dialah Ibrahim alaihalam
diuji dengan tadi apa yang sudah kita
sebutkan. Dimusihi oleh ayahnya,
dimusuhi oleh penduduk negerinya, diusir
dari kampungnya, ingin dibakar oleh
penduduk negerinya, dipisahkan dari
istri yang dia cintai, Hajar. Dipisahkan
dari anaknya Ismail, anak satu-satunya
diperintahkan untuk menyembelih Ismail.
Allah memujinya pada perkara-perkara
yang dia cintai. Dan Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda, "Innallaha
ahabbaan ibtahum." Sesungguhnya Allah
jika mencintai suatu kaum, Allah akan
menguji mereka. Dari sini kata para
ulama bahwasanya ujian adalah tanda
cinta Allah kepada seseorang. Dalam
hadis kata Rasul
wasallam, "Siapa yang Allah ingin
kebaikan baginya, maka Allah akan
berikan ujian kepadanya." Kenapa? Dibur
ujian maka diangkat derajat seorang
dengan
setinggi-tingginya. Dengan syarat
seorang menghadapi ujian tersebut dengan
kesabaran, dengan keridaan, husnudan
kepada Allah Subhanahu wa taala.
Betapaun besar ujian tersebut.
Masyaallah
muslimin. Tidak selalu keinginan kita
dipenuhi oleh Allah Subhanahu wa taala.
Tidak selalu cita-cita kita diwujudkan
oleh Allah Subhanahu wa taala. Betapa
sering apa yang kita jalani bertentangan
dengan apa yang kita cita-citakan.
Ketahuilah bahwasanya semua yang tidak
kita sukai, yang menimpa kita bahkan
diuji pada perkara-perkara yang kita
cintai. Semuaan tanda ciptaan Allah
kepada seorang agar seorang mencapai
derajat dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala. Ingat kisah Nabi Ibrahim Alaih
Salam. Dia adalah orang yang paling
dicintai oleh Allah di zamannya. Tidak
ada yang mendapat gelar Khalilurrahman
kecuali dua orang. Ibrahim dan Muhammad
alaihialam. Ketika itu dia adalah orang
yang paling dicintai oleh Allah. Namun
dia yang paling diujib oleh Allah
subhanahu wa taala. Sebagaimana pula
kata para ulama ketika di zaman Nabi
Yakub alaihiam orang yang paling
dicintai oleh Allah. Namun dia diuji
dengan yang paling dia cintai yaitu Nabi
Yusuf Alaih Salam. yang paling dicintai
sehingga terpisah darinya. Dan
demikianlah manusia diuji pada perkara
orang yang dia cintai agar dia mencapai
derajat kecintaan Allah Subhanahu wa
taala. Semoga Allah subhanahu wa taala
menjadikan cinta hamba-hambnya yang
dicintai oleh Allah subhanahu wa taala.
Semoga menjadi kita hamba-hambnya yang
selalu menegakkan syiar tauhid dan
bersabar dalam mengambang, mengembar dan
mendakwahkan tauhid kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Allah muhammad
muhammadbrahimah Muhammad Muhammad
Allahun
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:21 UTC
Categories
Manage