Transcript
4tLc82fCYJE • Khutbah Idul Adha - Semakin Dicintai Allah Semakin Berat Ujian - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2443_4tLc82fCYJE.txt
Kind: captions Language: id Innalhamdalillah nahmaduhu wasastainuhuastagfiruhu ilaihubillahiuri anfusina yahdihillahu wudil fala hadua ilahaillallah wahdahu laarikadu [Musik] Muhammadinallahu alaihi wasallam Sungguhnya hari Idul Adha mengingatkan kita akan sosok yang sangat mulia Fadilurahman Nabi Ibrahim Alaih Salam yang telah siap untuk menyembelih anaknya satu-satunya yang sangat dia cintai. Ismail alaiam. Kemudian Allah gantikan dengan sembelihan yang besar. Kata Allah, "Kami pun tebus Ismail dengan sembelihan yang besar." Ketahuilah sungguhnya sebelum Ibrahim Alaih Salam ingin mengorbankan anaknya sendiri, dia telah banyak berkorban sebelumnya demi untuk membela tauhid. Dia sampai bermusuhan dengannya sendiri yang sangat dia cintai. Diancam oleh ayahnya untuk diraja. Karena Ibrahim membela tauhid. Sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa taala, ayahnya berkata, "Ya Ibrahimam, apakah kau benci dengan tuhan-tuhanku wahai Ibrahim? Kalau kau tidak berhenti dari dakwahmu, aku akan merajangmu. Aku akan merajangmu. Lemparmu dengan wah dan tinggalkanlah aku waktu yang lama. Akhirnya Ibrahim dimusuhi olehnya sendiri. Bahkan bukan cuma dimusuhi oleh ayahnya, dimusuhi oleh seluruh penduduk negeri ketika itu. Kenapa? Karena dia membela tauhid sampai mereka ingin membunuh Nabi Ibrahim. Waquu bunyana faquu jahim. Kata mereka, "Bikin bangunan." Bangunan untuk mengumpulkan kayu bakar. Dibakar sehingga apinya terfokus pada bangunan tersebut. Ada api bertumbuk-tumbuk kemudian lemparkan dia dalam api tersebut. Dalam ayat yang lain, kata mereka, "Bakar Ibrahim. Bakar Ibrahim dan tolonglah Tuhan kalian jika kalian benar-benar berbuat." Akhirnya mereka lakukan apa yang mereka lakukan? Semua penduduk negeri bangga bisa membakar Ibrahim. Sampai Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan ada seorang wanita yang sakit dan dia bilang, "Kalau saya sembuh, saya akan membawa kayu bakar untuk membakar Ibrahim." Maka dia telah berkorban rela untuk dibakar tubuhnya demi untuk membela tauhid. Akhirnya Allah menolongnya ya naru ya naruaman. Kami berkata, "Wahai AFI, jadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim." Setelah itu, demi tauhid, akhirnya dia harus meninggalkan kampung halaman yang dia cintai. Maka dia pun berkata, "Waqniahi, aku akan pergi menuju Rabku dan dia akan beri petunjuk kepadaku." Dalam yang lain, aku akan berhijrah menuju Rabu. Ditinggalkan semuanya pengorbanan demi untuk membela tauhid. Kemudian dia berkorban lagi. Allah Subhanahu wa taala memerintahkan Nabi Ibrahim Alaih Salam untuk bawa membawa anaknya satu-satunya dan istrinya menuju tempat ada ketumbuhan di situ. Untuk apa? Agar mendakwahkan tauhid di sana. Untuk membangun Ka'bah. Kata Allah Subhanahu wa taala, Danika kami siapkan tempat untuk membangun Ka'bah bagi Ibrahim, "Wahai Ibrahim, jangan kau berbuat syirik kepadaku dan bersihkanlah ya Ka'bah, rumah Allah itu bersihkan dari kesyirikan. Buat apa? Bagi orang-orang yang tawaf dan juga bagi orang-orang yang beribadah di salat dan sujud dan rukuk. Jadi Allah menguji Nabi Ibrahim dan dia harus berkorban meninggalkan anak istrinya di sana karena untuk kepentingan tauhid. Dan demikianlah Ibrahim Alaih Salam terus berkorban dan berkorban demi tauhid dan akhirnya Allah perintahkan dia untuk menyembelih putranya Ismail dan akhirnya Allah tebus dengan tebusan berupa sembelihan yang sangat besar bitibhin adim masyiral muslimin. Kemudian disyariatkanlah di hari yang mulia ini jawab nahar afdalul ayyam hari terbaik sepanjang masa 10 zulhijah disyariatkan bagi kita untuk menyembelih udhya menyembelih korban yang kata Nabi sallallahu alaihi wasallam mailauamah azza tidaklah seorang anak Adam melakukan amalan ibadah di hari nahar yang paling dicintai oleh Allah seperti mengalirkan darah itu menyembelihnya. Dan ibadah ini adalah untuk mengingat pengorbanan Nabi Ibrahim Alaih Salam. Dan ternyata dalam ibadah ini betapa banyak syiar tauhid agar kita mentauhidkan Allah Subhanahu wa taala. Ketahuilah bahwasanya syiar menyembelih karena Allah sudah ada sejak zaman Nabi Adam Alaih Salam. Sebagaimana Allah sebutkan tentang dua putri putra anak Adam, dua putra Adam. Allah [Musik] berfirman, bacakanlah kepada mereka tentang kisah dua anak Adam ketika mereka berdua berkorban. Satunya diterima, satunya tidak diterima. Dan Allah berfirman, "Dan setiap umat kami jadikan syariat mansak, yaitu menyembelih." Buat apa? Untuk menyebut nama Allah atas binatang ternak yang Allah anugerahkan kepada mereka. Kemudian kata Allah, maka Tuhan kalianah Tuhan yang satu. Kata ahli tafsir ini isyarat bahwasanya seluruh umat dari Nabi Adam sampai Muhammad sallallahu alaihi wasallam semuanya menyembelih karena Allah subhanahu wa taala. Maka Allah mengatakan, "Jika demikian, maka Tuhan kalian adalah Tuhan yang esa." Maka jangan menyembelah, jangan menyembelih kepada s Allah Subhanahu wa taala. Menyembelih adalah bentuk pengagungan dan dilakukan oleh seluruh umat dan seluruh arilan. Oleh karena kaum musyrikin mereka juga melakukan penyembelihan penyembelihan kepada sembahan-sembahan mereka. Sampai sekarang kaum musyrikin penyembah arwah mereka menyembelih untuk roh-roh mereka, untuk jin-jin yang mereka agungkan. Bahkan para dukun, para penyihir juga meminta sembelihan untuk jin-jin dan setan-setan yang mereka agungkan. Maka inilah syiar tauhid di hari ini semuanya menyembelih karena Allah subhanahu wa taala. Amin. Katakanlah sesungguhnya salatku dan sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Subhanahu wa taala. Kata Allah Subhanahu wa taala, maka sembelihlah dan salatlah hanya untuk Allah subhanahu wa taala. Salatlah dan sembelih hanya untuk Allah subhanahu wa taala. Karenanya menyembelih adalah syiar tauhid. Kita hanya menyembelih untuk Allah yang telah menghidupkan hewan ini, yang telah mengalirkan darah dalam hewan ini, maka kita tumpahkan darahnya kepada zat tersebut. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika menyembelih, Nabi berkata, "Allahumma hadza minka walaka." Ya Allah, sungguhnya ini darimu dan kembali kepadamu. Dan hewan ketika disembelih maka dihadapkan ke arah kiblat. Adapun unta diberdirikan kemudian darahnya diarahkan ke arah kibl. Kemudian Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika menyembelih, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan Allah Muhammad wa Muhammad. Bismillahi Allahu Akbar. Sebelum menyembelih Nabi sallallahu alaihi wasallam menyebutkan tauhid wajah. Sesungguhnya aku mengarahkan wajahku hanya kepada yang menciptakan langit dan bumi. Kemudian ketika disembelih juga menyebutkan bismillahi Allahu Akbar. Maka sembelihah ini harus kita tampakkan untuk membedakan diri kita dengan kaum musyrikin yang mereka menyembelih untuk setan-setan mereka, untuk dewa-dewa mereka, untuk sembahan-sembahan mereka. Maka kita menyembelih untuk Allah Subhanahu wa taala. Hidupkan syiar tersebut. Siapa yang memiliki kelapan rezeki maka hendaknya dia menyembelih. Karena Allah Subhanahu wa taala mengagungkan Allah dengan menyembelih mengagungkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa taala. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Walillah. [Musik] Muhammad muslimin sos Nabi Ibrahim Alaihalam yang dikenal sebagai Khalilahman kekasih Allah di dunia maupun di akhirat di padang mahsyar ketika orang-orang mencari syafaat mereka datang kepada Nabi Ibrahim Alaih Salam Alaih Salam. Kemudian mereka berkata, "Ya Ibrahim, anta khiluhu min ahlil ard. Sesungguhnya engkau adalah kekasih Allah dari penghuniku." Dan Allah telah berfirman, watahu Ibrahim. Allah telah menjadikan Ibrahim sebagai kasihnya. Dan Allah telah menjadikan Nabi Ibrahim terpuji di dunia. Semua umat umat agama samawi memujinya. Dan dia pernah berdoa, "Ya Allah, jadikanlah aku ya tutur kata yang indah bagi orang-orang yang datang setelah aku, yaitu Asana Alhan." Semua orang memuji Nabi Ibrahim, umat Yahudi, umat Nasra, umat Islam semuanya mencintai Nabi Ibrahim. Akan tapi bagaimana Ibrahim Alaih Salam sampai mencapai derajat Khilurrahman tidak lain dengan berbagai macam ujian dan cobaan diuji pada perkara perkara yang dia cintai. Allah mengatakan muji Ibrahim Ibrahimadzi waa dan Ibrahim yang telah menunaikan perintah Allah. Allah juga berfirman, "Ketika Allah menguji Ibrahim berupa perintah-perintah dan larangan-larangan kata Allah, maka dia mengerjakan dengan sempurna." Dialah Ibrahim alaihalam diuji dengan tadi apa yang sudah kita sebutkan. Dimusihi oleh ayahnya, dimusuhi oleh penduduk negerinya, diusir dari kampungnya, ingin dibakar oleh penduduk negerinya, dipisahkan dari istri yang dia cintai, Hajar. Dipisahkan dari anaknya Ismail, anak satu-satunya diperintahkan untuk menyembelih Ismail. Allah memujinya pada perkara-perkara yang dia cintai. Dan Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Innallaha ahabbaan ibtahum." Sesungguhnya Allah jika mencintai suatu kaum, Allah akan menguji mereka. Dari sini kata para ulama bahwasanya ujian adalah tanda cinta Allah kepada seseorang. Dalam hadis kata Rasul wasallam, "Siapa yang Allah ingin kebaikan baginya, maka Allah akan berikan ujian kepadanya." Kenapa? Dibur ujian maka diangkat derajat seorang dengan setinggi-tingginya. Dengan syarat seorang menghadapi ujian tersebut dengan kesabaran, dengan keridaan, husnudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Betapaun besar ujian tersebut. Masyaallah muslimin. Tidak selalu keinginan kita dipenuhi oleh Allah Subhanahu wa taala. Tidak selalu cita-cita kita diwujudkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Betapa sering apa yang kita jalani bertentangan dengan apa yang kita cita-citakan. Ketahuilah bahwasanya semua yang tidak kita sukai, yang menimpa kita bahkan diuji pada perkara-perkara yang kita cintai. Semuaan tanda ciptaan Allah kepada seorang agar seorang mencapai derajat dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Ingat kisah Nabi Ibrahim Alaih Salam. Dia adalah orang yang paling dicintai oleh Allah di zamannya. Tidak ada yang mendapat gelar Khalilurrahman kecuali dua orang. Ibrahim dan Muhammad alaihialam. Ketika itu dia adalah orang yang paling dicintai oleh Allah. Namun dia yang paling diujib oleh Allah subhanahu wa taala. Sebagaimana pula kata para ulama ketika di zaman Nabi Yakub alaihiam orang yang paling dicintai oleh Allah. Namun dia diuji dengan yang paling dia cintai yaitu Nabi Yusuf Alaih Salam. yang paling dicintai sehingga terpisah darinya. Dan demikianlah manusia diuji pada perkara orang yang dia cintai agar dia mencapai derajat kecintaan Allah Subhanahu wa taala. Semoga Allah subhanahu wa taala menjadikan cinta hamba-hambnya yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala. Semoga menjadi kita hamba-hambnya yang selalu menegakkan syiar tauhid dan bersabar dalam mengambang, mengembar dan mendakwahkan tauhid kepada Allah Subhanahu wa taala. Allah muhammad muhammadbrahimah Muhammad Muhammad Allahun