Transcript
PgW5wontrno • Tonton Ini Sebelum Minum Obat... (Obat yang Paling Sering Dikonsumsi)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/azhealthid/.shards/text-0001.zst#text/0015_PgW5wontrno.txt
Kind: captions
Language: id
Saya dapat telepon dari Mama, katanya
papa sakit parah di oknam di rumah sakit
gagal ginjal stadium 5 tumur ganas alias
kanser. Info dari dokter butuh tindakan
segera. Kalau tidak nyawa papa akan
terancam disarankan operasi untuk
membuang kansernya dan kantong kemihnya.
Bagaimana jika tindakannya salah? Karena
kalau salah treatment, akhirnya kami
memutuskan untuk Dr. Go dengan tegas
mengatakan ini bahaya dan langsung
melarang papa untuk minum kelima jenis
obat ini. Penanganannya melibatkan enam
dokter spesialis yang berbeda. Bahkan
sebagian dari komplikasi ini terjadi
karena
Halo semua dengan Ardi dan Zahra. Buat
yang baru join ke channel ini, welcome
to our channel. Di sini kami akan
menjelaskan tentang kesehatan secara
saintifik dan logik sehingga kamu bisa
menjadi mengerti dan bisa menjalankan
pola hidup sehat yang benar. Karena
banyak sekali informasi kesehatan yang
kita percaya dari dulu yang kita anggap
sehat tapi nyatanya malah secara
saintifik terbukti merusak kesehatan
kita. Jadi kalau kamu ingin memperoleh
informasi kesehatan yang reliable
tentang pola hidup sehat yang benar dan
men-support kamu untuk melawan berbagai
penyakit serta memiliki hidup yang
sehat, bahagia, panjang umur, dan
sejahtera, kamu bisa subscribe ke
channel ini. Hari ini kami ingin
menceritakan tentang perjalanan
kesehatan salah seorang yang sangat
dekat dengan diri kami, yaitu papa saya.
Seperti biasa kami menceritakan ini
tidak ada maksud untuk menyerang pihak
manapun. Dan juga perlu diketahui ini
juga bukan saran medis dan tujuan kami
hanya agar ini semua bisa menjadi
pembelajaran untuk kita semua. Jadi
beberapa waktu lalu tiba-tiba papa jatuh
sakit. Jadi papa tinggal di kampung
halaman saya sedangkan saya dan Zahra
tinggal di tempat yang berbeda. Biasanya
kita hanya dapat update kesehatan papa
itu dari telepon dan selalu responnya
baik-baik saja. Tapi tiba-tiba saya
dapat telepon dari Mama. Katanya Papa
sakit parah diam di rumah sakit.
Kondisinya bahkan gagal ginjal stadium 5
bahkan divonis tumur ganas alias kanser
dan juga mengalami perdarahan yang tidak
bisa berhenti dari urinnya. Info dari
dokter ini kondisi sudah sangat kritis
dan butuh tindakan segera. Kalau tidak,
nyawa papa akan terancam. disarankan
operasi untuk membuang kansernya dan
kantong kemihnya. Bisa dibayangkan
betapa stresnya saya waktu itu. Belum
lama kami baru nelepon Papa. Semuanya
baik-baik saja. Tapi hanya selama
beberapa hari tiba-tiba saya mendengar
berita seperti ini. Ini menjadi
keputusan yang sangat sulit. Bagaimana
hidup Bapak kalau kantung kemitnya itu
dibuang? Bagaimana jika tindakannya
salah? Karena kalau salah treatment
kanser bisa malah menjadi semakin
berbahaya yang pada akhirnya bisa
membahayakkan nyawa. Jadi pada waktu itu
saya benar-benar tidak bisa berpikir
jernih tapi selalu saya syukuri selalu
ada Zahra yang selalu men-support saya.
Dan di saat saya sangat verebel seperti
itu, Zaha selalu menenangkan diri saya.
Kemudian kami mencoba mempelajari case
papa secara lebih jernih dan lebih
lanjut. Karena kita sudah sering
berhubungan dengan kondisi medis mulai
dari kesehatan Zahara sampai
member-member di E dengan berbagai macam
kondisi medis. Kami merasa ini ada hal
yang janggal dan ada kemungkinan
misdiagnos. Akhirnya kami memutuskan
untuk membawa Papa berobat ke Singapura.
Jadi keputusan kami ini dapat banyak
sekali respon dari keluarga ke Singapura
itu kan mahal banget. FYI saya sendiri
memang bukan dari keluarga yang kaya.
Papa berobat aja sebelumnya itu selalu
menggunakan BPJS. Tapi kami sadar kalau
kondisi papa saat ini sudah sangat urgen
salah sedikit diagnos, salah sedikit
treatment, kami akan menyesal seumur
hidup dan kami sangat mengerti bagaimana
cara kerja rumah sakit. Biaya memang
menjadi salah satu konsern kami
sebenarnya kalau kami mengambil
sponsorship industri-industri di AZ ini
babak ke Singapura menjadi hal yang
gampang. Buat teman-teman yang sudah
follow Easy dari Nulu, tentu sudah tahu
alasan kami menolak sponsorship. Dan
kami juga yakin atas izin Maha Kuasa,
selama kita berada di jalannya, urusan
kita akan dipermudah dan saya dan Zahra
rela melakukan segala hal agar Papa bisa
sembuh. Akhirnya kami putuskan berobat
ke Singapura secepat mungkin. Tapi untuk
mendapatkan dokter yang bagus dalam
hitungan sat du hari ke depan itu sangat
susah atau bahkan mustahil. Beberapa
dokter yang senior bahkan sudah full
book sampai Agustus. Jadi waktu itu
masih bulan Juni. Kami mengupayakan
segala cara menjelaskan kepada pihak
rumah sakit bahwa kondisi papa sudah
sangat kritis dan butuh ditangani dengan
segera. Di sinilah knowledge kesehatan
menjadi penting banget. Kami menjelaskan
kondisi Papa dan alhamdulillah ada
seorang dokter senior yang bersedia
mengatur waktunya untuk papa. Kami
berkomunikasi dengan intens bahkan
sebelum bertemu dokternya agar segala
hal bisa dipersiapkan terlebih dahulu.
Jadi saya dan Zara dari pagi-pagi jam .
Kurang sudah ke bandara terbang ke Medan
untuk jemput Papa di Kuala Namu. Lanjut
penerbangan ke Singapura. Waktu saya
ketemu papa dan mama di bandara ini,
saya kaget banget lihat kondisi papa.
Papa yang biasanya sangat kuat sampai
kerja angkat barang itu berkadus-kadus.
Tapi saat itu untuk jalan saja sudah
sempoyongan. Satu statement yang keluar
dari mulutnya.
Udah tamat nih, Papa. Pasti karena
kondisi tubuhnya sudah sangat sakit.
Tapi saya dan Sara yakin peluang
sembuhnya ini sangat besar dari segala
hal yang kami pelajari dan juga dari
pengalaman kami. Dan di bandara bukannya
kami dipermudah sampai karena waktunya
mepet, saya harus lari ke bandara
ngurusin ini itu karena papa hampir
tidak diperbolehkan terbang. Sedangkan
kami tahu banget banyak orang sakit
terbang ke Singapura atau ke luar negeri
itu bisa-bisa aja. Termasuk dulu Zahra
dengan Mama Zahra yang dulu cancer
stadium 3B. Tapi ini dipersulit sampai
harus mengeluarkan uang yang tidak
sedikit. Akhirnya kami terbang ke
Singapura. Sampai di Singapura, kami
langsung ke rumah sakit cek darah dan
ternyata benar kondisi ginjal Papa sudah
sangat kritis. Sudah gagal ginjal
stadium 5 dengan kreatinin dan urea yang
sangat tinggi serta EGFR-nya itu hanya
sisa lima. Waktu diam di Indonesia, papa
masih teratur minum berbagai obat. obat
pengecer darah, obat Andiumba, dan
lain-lain. Ini sebenarnya saya kaget,
kenapa papa masih minum obat ini semua?
Katanya enggak boleh diop, bisa bahaya.
Padahal banyak dari obat itu sifatnya
nefrotoksin, artinya racun buat ginjal,
buat nefro. Saya enggak bisa komen
apa-apa karena itu instruksi dari dokter
di Indo. Tapi saya dan Zara merasa ini
obatnya harusnya enggak diminum karena
akan memperparah kondisi papa. Lalu saat
bertemu dengan dokter go di Singapura,
kami langsung bertanya soal obat.
Dokternya langsung nanya pakai bahasa
Inggris, "Ya, sejak kapan ini semua
diminum? Apa alasannya? Ini baru terasa
perbedaan kualitas yang benar-benar
dokter, dokter yang benar-benar ngerti
dan peduli dengan oknum yang asal
resepin aja." Dokter gua dengan tegas
mengatakan ini bahaya dan langsung
melarang papa untuk minum kelima jenis
obat ini. Yes, benar. Obatnya itu ada
lima dan semuanya disuruh berhenti
seketika. Jadi, efek samping dari
obat-obat itu bisa menyebabkan kerusakan
ginjal. Banyak yang tidak sadar, tapi
ini sudah terbukti secara saentifik. Dan
ketika ginjal mulai rusak, efek
sampingnya ini bisa ke mana-mana, salah
satunya ke prostat. Karena apa?
Kemampuan tubuh untuk membuang racun
lewat urin ini terganggu karena
ginjalnya terganggu. Urin tidak bisa
keluar secara maksimal. Akibatnya
terjadi penumpukan racun dan juga akan
memperparah kondisi prostat juga.
Kemudian prostatnya makin parah,
kemampuan untuk buang urin juga makin
berkurang sehingga menekan ginjal lagi.
Tapi mungkin ada yang berargumen ya
kalau bisa jadi dari porstatnya dulu
baru kena ginjal. Ini sebenarnya tidak
100% salah. Tapi kita harus sama-sama
akui bahwa yang namanya obat itu akan
mempeparah kondisi ginjal. Hasilnya dari
prosta bermasalah ke ginjal. Ginjal juga
makin bermasalah. penurunan fungsinya
semakin cepat karena efek dari
obat-obatan juga terjadi penumpukan
racun juga ke prostat juga. Kemudian
dari prostatnya sendiri akan menekan
balik ke ginjal. Ini sudah menjadi
looping. Jadi ginjal makin rusak,
prostat makin parah dan ini akan menjadi
efek multiplayer. Ini kenapa? Awalnya
papa yang kelihatannya enggak
kenapa-kenapa ini bisa-bisa tiba-tiba
langsung kritis. Lalu terkait dengan
prostat papa ini juga divonis cancer
karena saat dicek ditemukan massa
sebesar 8 cent. Di Indonesia ini
langsung disimpulkan sebagai cancer dan
disarankan operasi segera untuk
pengangkatan. Padahal sebelum vonis
cancer dan tindakan operasi seharusnya
ada serangkaian pemeriksaan terlebih
dahulu. Misalnya dengan CT scan, dengan
MRI, dengan biopsi dan lain-lain. Kita
sudah bahas tentang kanser di salah satu
video kita. Tapi kondisi papa waktu itu
sudah sangat kompleks dan City Scan
sendiri punya resiko tinggi untuk ginjal
karena kontras cairan City Scan yang
dimasukkan ke dalam tubuh itu bisa
memperparah kondisi kerusakan ginjal dan
kondisi ginjal Papa sudah stadium 5.
Jadi kami harus sangat hati-hati.
Akhirnya bersama Dr. Go kita menyusun
step-step pendekatan yang minim resiko
secara logis. Lalu kita melakukan
diagnosa dan evaluasi dengan sangat
teliti, mempertimbangkan kondisi ginjal
papa, kondisi perdarahan yang terjadi,
dan potensi kanser. Dan selama proses
itu, kita juga tetap menjalankan
pendekatan holistik agar semua sistem
tubuh papa bisa bekerja saling mendukung
untuk recovery. Mohon maaf kami tidak
bisa share semua detail kondisi medis
papa karena ini menyangkut privasiyan,
kami juga hanya membagikan hal-hal yang
menurut kami bisa benar-benar bermanfaat
untuk banyak orang. Tapi satu hal yang
bisa kami sampaikan, kondisi papa itu
sangat rumit. kasusnya sudah melibatkan
berbagai komplikasi dan penanganannya
melibatkan enam dokter spesialis yang
berbeda di bidang masing-masing. Bahkan
sebagian dari komplikasi ini terjadi
karena kesalahan penanganan sebelumnya
di Indonesia. Jadi untuk menangani ini
semua, kami harus mengeluarkan biaya
yang sangat besar. Kami tidak bisa
menyebutkan angkanya, tapi kami hanya
bisa bilang uang yang dikumpulkan dengan
susah payah selama bertahun-tahun hilang
dalam sekejap. Dan ini juga note untuk
yang sering bilang kalau hidup sehat itu
mahal. Coba rasakan kalau hidup sakit.
Sebenarnya yang mahal itu bukan pola
hidup sehatnya. Yang mahal itu ketika
kita tidak tahu apa-apa lalu salah
langkah lalu masuk ke dalam sistem.
Sebenarnya hidup sehat yang sebenarnya
itu enggak semahal yang kita kira. Bukan
seperti promosi orang-orang tentang
snack sehat atau produk gimik lainnya
yang harganya berkali-kali lipat. Tapi
nyata justru merusak kesehatan. Semua
tergantung dari knowledge kita. Kalau
kita mengerti cara kerja tubuh, kita
mengerti kebutuhan nutrisi, mengerti apa
yang benaran penting, kita justru bisa
hidup jauh lebih sehat dan juga lebih
hemat. Selama masa pengobatan di
Singapura, kami juga tetap menerapkan
pendekatan pola hidup sehat secara
holistik yang kami bangun dan kami
terapkan di E. Kami benar-benar ngontrol
makanan papa. Kami perhatikan juga semua
aspek lainnya mulai dari movement,
tidur, stress management, dan semua hal
yang berpengaruh terhadap sistem tubuh
secara menyeluruh. Karena kami percaya
pengobatanan terbaik itu bukan cuman
dari luar, tapi juga harus dibarengin
dengan support sistem dari dalam tubuh.
Dan itulah yang membuat perbedaan.
Alhamdulillah sekarang kondisi kesehatan
papa sudah keluar dari fase kritis dan
sekarang perlahan-lahan mulai recovery.
Tapi memang ada beberapa bagian
kesehatan yang masih belum bisa reverse
secara penuh dan ini menjadi penyesalan
buat kami. Di platform EI. Kami membantu
ribuan orang untuk hidup sehat untuk
melawan berbagai penyakit kronis. Di
YouTube kami sharing informasi dengan
ratusan ribu subscriber. Tapi untuk
orang yang paling dekat justru luput
dari pengamatan kami. Tapi tentunya kami
tidak mau tenggelam dalam penyesalan.
Kami tetap sangat bersyukur karena Allah
masih memberikan kami kesempatan untuk
membawa papa berobat dan membawanya bisa
sampai ke tahap recovery seperti ini.
Dari kejadian ini kami juga belajar
sangat banyak dan banyak hil. itu juga
menjadi hal yang sangat kami syukuri.
Jadi, fokuslah kepada hal yang bisa
disyukuri dan apa yang bisa kita
lakukan. Karena di situlah letak
ketenangan, kekuatan, dan juga
keberkahan hidup. Dan satu pesan penting
dari kami, kalau kamu memang peduli
dengan orang-orang yang kamu sayangi,
pelajarilah sungguh-sungguh tentang
kesehatan. Jangan tunggu sampai krisis
datang. Jangan tunggu sampai nasi
menjadi bubur. Terapkan ilmunya ke diri
kamu sendiri dan juga orang-orang yang
kamu sayangi. Terkait dengan gal ginjal
sebenarnya ini sangat penting ya. Tahu
enggak kalau di dunia ini 10% atau
sekitar 850 juta manusia punya masalah
ginjal. Sekarang pertanyaannya dari mana
asalnya gel ginjal ini? Banyak faktor
tapi salah satunya yang paling sering
dan yang jarang disadari adalah efek
samping dari obat-obatan. ini juga sudah
sering kami dengar bukan cuman obat
hipertensi tapi juga termasuk obat
autoimun dan obat-obat lainnya. Jadi ini
bukan kebetulan, tapi memang sudah jadi
bagian dari sistem yang ada. Dan yang
sangat mengkhawatirkan banyak sekali
affiliate marketer atau oknum yang suka
memvonis hipertensi lalu langsung
resepin obat. Misalnya kita baru saja
sampai ke klinik atau ke rumah sakit
langsung disi padahal baru selesai jalan
atau lagi capek. Otomatis kan tensi kita
akan lebih tinggi. Nah, dari situ kita
langsung bisa divonis hipertensi lalu
langsung dikasih obat langsung closing.
Katanya jangan sampai enggak diminum ya.
Hati-hati loh bisa kenapa-kenapa kalau
enggak diminum dan harus minum seumur
hidup. Lalu kita disiplin minum obat
setiap hari seperti papa saya minum obat
setiap hari selama beberapa bulan. Ini
obat yang diresepin. Obat hipertensi,
jantung, dan obat-obat yang biasanya
dikasih untuk orang tua. Kalau pakai
BPJS mikirnya ya enggak apa-apa toh,
obatnya gratis. Tapi pelan-pelan kondisi
ginjal mulai menurun. Sampai satu titik
gagal ginjal. Komplikasi masuk ke
kondisi darurat. Pilihannya apakah kita
harus ngantri BPJS enggak tahu kapan
dapatnya, di mana nyawa menjadi taruhan
atau pilih jalur mandiri tapi biayanya
sangat besar. hanya untuk bisa survive.
Lalu ketika kita sudah melewati kondisi
darurat, gagal ginjal, kita butuh suci
darah seminggu dua sampai 3 kali.
Katanya gagal ginjal tidak bisa sembuh
dan harus suci darah seumur hidup.
Akhirnya kembali lagi ngantri BPJS. Jadi
ini sudah seperti kursus tetap. Setiap 2
3 hari balik lagi ngantri hanya untuk
bisa tetap hidup. Dan kalau kita ingin
tahu progresnya, misalnya ingin tahu
berapa IGFR-nya, ureanya berapa,
natriumnya berapa, kalium kita sudah
mulai recover atau belum, kita butuh
lakukan cek darah dan cek darahnya ini
enggak ditanggu BPJS biasanya. Jadi,
banyak sekali pasien cuci darah ini cuci
terus tanpa tahu kondisi tubuhnya
sendiri. Dan ini ada fakta yang menurut
kami cukup ironis ya. Waktu kami cek
darah papa untuk monitor progres ginjal,
ternyata biayanya justru lebih mahal di
Indonesia daripada waktu kami cek di
Singapura. Padahal selama ini banyak
yang bilang berobat ke Singapura pasti
jauh lebih mahal. Tapi setelah kami
alami sendiri enggak selalu begitu.
Banyak hal yang justru bisa lebih
efisien di sana. Dan seringki
orang-orang berobat ke Singapura itu
sudah banyak mistreatment dari
pengobatan-pengobatan sebelumnya.
misalnya cas papa yang sampai butuh enam
dokter spesialis dan cerita-cerita yang
pernah kami dengar misalnya sudah gagal
operasi berkali-kali akhirnya baru ke
Singapura. Tapi tentu saja enggak semua
do di Singapura itu juga bagus. Kita
tetap harus selektif dan mengerti apa
yang kita cari. Karena kalau kita asal
ikut sistem tanpa ngerti tetap bisa
salah langkah di manaun kita berobat.
Jadi kalau dipikir-pikir lagi omongan
bahwa Singapura pasti lebih mahal itu
terlalu generalisir. Semua itu
tergantung dan justru kalau kita punya
knowledge-nya ngerti kondisi tubuh,
ngerti alur diagnosa dan treatmen yang
masuk akal, kita bisa hemat banyak hal
saat berobat di Singapura ataupun di
mana aja. Kita balik lagi tentang cuci
darah. Satu hal penting yang harus
dinote, semakin rutin cuci darah,
semakin rendah kemampuan fungsi ginjal
atau bisa recover. Artinya, dari awal
kita masuk ke lingkaran obat-obatan
seumur hidup, sekarang kita masuk ke
tahap berikutnya, treatmen cuci darah
seumur hidup. Dan semua itu dimulai dari
satu hal, obat yang katanya harus
diminum seumur hidup. Untuk kasus ginjal
Papa saat ini masih dalam tahap recovery
dan kami sedang mengupayakan beberapa
hal yang selama ini kami sudah pelajari.
termasuk juga yang sudah diterapkan oleh
member-member kami. Bagaimana caranya
dari kondisi yang gagal ginjal yang
awalnya harus cuci darah secara rutin,
perlahan-lahan ginjalnya bisa recovery
dan akhirnya enggak perlu cuci darah
lagi. Mudah-mudahan dengan izin Allah
yang maha kuasa dan usaha yang
terus-menerus dilakukan, fungsi ginjal
papa bisa pulih secara total. Kami tahu
itu enggak mudah, tapi kami percaya
tubuh punya kemampuan self healing asal
dibantu dengan pendekatan yang tepat
secara holistik. Tapi ya seperti biasa
metode ini banyak ditentang. Katanya
omong kosong, katanya tidak ada
scientific evidence. Padahal ini justru
sangat scientific based dan sudah banyak
yang berhasil. Termasuk member-member
kami sendiri yang recovery-nya terbukti
lewat hasil cek darah dan kondisi nyata
di lapangan. Tapi tetap aja hal seperti
itu selalu mendapatkan banyak tantangan.
Kira-kira kenapa ya kalau kamu sudah
ikut isi dari lama, kita sama-sama tahu
jawabannya. Jadi kita bisa lihat
beginilah siklus kehidupan kita
dirancang mulai dari akumulasi pola
hidup yang tidak sehat. Kita mulai sakit
sedikit dikasih obat-obatan dengan
berbagai efek samping. Makin sakit
semakin banyak obat-obatan yang
diberikan. Mulai diberikan treatmen
menjadi konsumen seumur hidup dengan
biaya yang semakin besar dari waktu ke
waktu. kualitas hidup juga semakin
menurun sampai muncul kalimat yang
mungkin sering kita dengar ya. Jangan
hidup terlalu lama nanti malah semakin
sengsara. Tapi sebenarnya di sisi lain
ada banyak orang yang sudah membuktikan
hal sebaliknya yang menerapkan pola
hidup sehat secara holistik dan benar.
lalu bisa memiliki hidup yang
berkualitas, hidup yang sehat dan
panjang umur. Kita di sini bukan sedang
bicara soal panjang umur semata ya, tapi
soal kualitas hidup sampai akhir. Bukan
keluar masuk rumah sakit, bukan
tergantung obat dan juga alat medis,
tapi tetap aktif, tetap bisa menikmati
hidup, tetap bisa memiliki purpose of
life dan bermanfaat sampai akhir hayat.
Dan meskipun sudah banyak bukti nyata
dan juga banyak riset-riset terbaru yang
mendukung pendekatan ini, tetap saja
masih banyak pihak yang tidak mau
percaya. Ya, enggak apa-apa. Karena pada
akhirnya ini kembali ke diri
masing-masing, kembali ke belief,
kembali ke kesadaran tiap orang tentang
bagaimana mereka ingin menjalani
hidupnya. Jadi di video ini kami hanya
ingin share pengalaman kami untuk
memberikan awareness agar kamu lebih
hati-hati dalam konsumsi obat apapun.
Tahu resikonya, pahami cara kerjanya
terhadap tubuh. Jangan asal nurut
sistem. Lalu mungkin kamu bertanya,
"Bagaimana kalau kamu sekarang sudah
dalam tahap medikasi?" Kami selalu
rekomendasikan bekerja samalah dengan
dokter yang jujur, dokter yang
benar-benar peduli, dokter yang terbuka
dan mau diajak berdiskusi. Karena obat
itu seharusnya bukan solusi seumur
hidup. Kalau memang harus digunakan,
tujuannya jelas untuk stabilisasi
sementara misalnya, bukan permanen. Tapi
yang paling penting kita harus
menyelesaikan akar masalahnya. Karena
kalau obat ini hanya menekan gejalanya
tanpa menyelesaikan akar masalahnya.
Lama-lama efek sampingnya bisa
memperparah kondisi tubuh kita secara
menyeluruh. Jadi untuk bisa
menyelesaikan akar masalah kita butuh
menerapkan pola hidup sehat secara
holistik. Tapi ya tentu saja pola hidup
sehat yang benar ya. Karena sekarang ini
banyak banget pendekatan yang misleading
karena berbagai titipan kepentingan. Dan
ketika kita benar-benar menyelesaikan
akar masalahnya, tubuh kita akan mulai
healing. Recovery akan terjadi secara
alami. Inilah kenapa banyak member
premium dizi yang sudah berhasil melepas
obat bahkan sembuh dari berbagai
penyakit kronis. Karena hampir seluruh
penyakit kronis agar masalahnya sama.
Kemudian pertanyaan lanjutan, sejauh apa
tubuh kita bisa recovery? Nah, ini
sangat tergantung pada kondisi
masing-masing dan effort yang kita
lakukan. Tapi yang jelas semakin cepat
kita mulai menerapkan pola hidup sehat
yang benar, semakin besar peluang kita
untuk pulih, semakin besar juga waktu
yang bisa kita miliki untuk hidup yang
berkualitas. Oke, semoga ini bisa
menjadi pembelajaran untuk kita semua.
Dan kalau kamu merasakan video ini
bermanfaat, kamu bisa share, kamu bisa
like, comment, dan juga subscribe ke
channel ini. Karena bisa jadi satu video
ini menyelamatkan hidup orang lain. Kami
juga minta maaf kalau kami tidak bisa
menjawab pertanyaan satu persatu karena
memang pertanyaannya banyak banget dan
saat ini fokus utama kami ada di web app
kami di AC Health dan juga untuk handle
member-member premium kami. Tapi kami
akan tetap berusaha untuk provide konten
di YouTube juga. Jadi sampai ketemu di
video berikutnya.