File TXT tidak ditemukan.
Kitab Al-Kabair #26: Bab Saksi Palsu - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
tEJ6TCPanN8 • 2025-05-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani
wasyukrulahu ala taufqihi wamtinani
asadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarika
lahu wa ashadu anna muhammadan abduhu
waasuluh da ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwanih. Hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan
pembahasan tentang kitab al-kabair karya
Syekh Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullahu taala. Berikutnya bab ma
jaa fi syahadati zur bab tentang eh
saksi palsu. Allah
berfirman, waqulullahi taala. Dan firman
Allah
wajtanibu dan
tinggalkanlah perkataan
dusta. Kemudian hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam an ibn umar radhiallahu
anhuma marfuan dari Ibnu Umar secara
marfu.
inir
bajnihami
hawha minuli
yaumilqiamati. Sungguhnya burung
mengepakkan sayapnya dan melemparkan isi
perutnya
karena dahsyatnya hari kiamat. Wa in
syahidzur la tazulu
qamahuatabawaahu minar. Dan sesungguhnya
orang yang bersaksi palsu tidak akan
bergeser kedua kakinya sampai dia ee
siapkan tempatnya di
neraka. Walahuma dari sahih dalam sahih
Bukhari, sahih Muslim min hadisi Abi
Bakrah. Hadis Abu Bakar radhiallahu
anhu. Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, "Ala waquluzur ala wa
syahadatuz."
Hati-hatilah atau waspadalah perkataan
dusta dan hati-hatilah atau waspadalah
dengan persaksian palsu. Famaala yukarri
hatta laitahu sakat. Rasul sahu al wasam
ulangi-ulangi sampai kami berkata
seandainya Rasul sahu alaihi wasallam
diam.
ee dosa besar berikutnya adalah
persaksian palsu. Ya, persaksian palsu.
Dan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Haj
ayat 30 Allah mengatakan, "Fajtanibu
rijisa minal aani
wajtanibu
jauhilah eh perbuatan najis dari
penyembahan berhala dan jauhilah
perbuatan atau perkataan dusta." Di sini
Allah menggandengkan antara ee kenajisan
menyembah berhala ya.
Ya. Dan juga untuk ee perkataan dusta.
Maksudnya najis ini najis secara maknawi
ya. Karena kita berhala tidak e tidak
najis secara zatnya. Tapi perbuatan
menyembah berhala, perbuatan memahat
berhala ini semua adalah perbuatan
najis. Dan najis ada dua, ada najis
hissi dan ada najis maknawi. Najis s
hissi ya benar-benar secara zatnya
najis. Adapun najis maknawi maksudnya
adalah perbuatan dosa. Seperti firman
Allah Subhanahu wa taala. Inamal
musyrikina najas. Sesungguhnya orang
musyrikin adalah najis. Maksudnya
akidahnya najis. Adapun tubuh mereka
tidak. Ya, ini namanya najis maknawi. Di
sini Allah gandengkan dengan larangan
untuk perkataan dusta atau persaksian
dusta. Dan Allah menggunakan lafal
wajtanibu jauhilah. Allah tidak
mengatakan eh wala takulu zura atau wala
tashadu zur ya. Tapi Allah mengatakan
ijtanibu. Jauhilah perkataan ee dusta.
Maka segala hal yang bisa mengantarkan
pada perkataan dusta hendaknya kita kita
jauhi. Yang sampai kita terjebak harus
berdusta. Segala yang buat kita terjebak
akhirnya berdusta jauhi. Seorang
berusaha dalam hidupnya tidak berdusta
sama sekali. Sebisa mungkin ya seorang
mukmin jangan sampai berdusta. Apalagi
dosa tersebut ternyata memberi
kemudratan kepada orangorang lain.
Seperti dalam pembahasan kita,
syahadatuz zuhur yaitu bersaksi
palsu dalam rangka
untuk ee menjatuhkan hak ee orang lain
atau untuk mengambil hak orang lain. Ya,
dia bersaksi saya bersaksi begini
begini. Akhirnya dia apa? Menjadi saksi
atas orang. orang tersebut akhirnya
mengambil hak orang lain atau sebaliknya
dia bersaksi atas orang sehingga
akhirnya orang lain tersebut terkena
dampak misalnya di dihukum H atau di
penjara atau yang lainnya akibat
persaksian yang dia lakukan ya. Dan ini
dosa besar. Makanya ee datang
dalam hadis tadi ya kita sebutkan ee di
mana Nabi sallallahu alaihi
wasallam ee
bersabda, "Innat
thirrakfiqunihatiha watarmi ma fi
hawasiliha min hauli yaumilqiamah."
Sesungguhnya burung pada hari kiamat
kelak ketika dahsyatnya hari
kiamat sedang terbang tiba-tiba saking
ketakutan maka dia pun melemparkan isi
perutnya mengeluarkan isi perutnya. Ini
sama seperti dalam ayat Allah mengatakan
yaquakum
inalzalun
[Musik]
yaha. Wahai manusia sekalian takutlah
kepada Rabb kalian. Sesungguhnya gempa
atau goncangan yang terjadi pada hari
kiamat kelak
sangatlahsyat. Kalian menyaksikannya,
maka pada saat itu tadalu muratin amma
ardat wanita yang sedang menyusu anaknya
maka dia tidak peduli dengan anaknya
saking dahsyatnya hari tersebut. Dan
kita tahu seorang ibu sangat perhatian
sama anaknya yang sedang dia ee susuhi
ya.
Ya, dia melupakan segalanya demi ee
anaknya ya. Dia perhatian benar terhadap
anaknya. Tapi ketika tiba hari tersebut,
anaknya pun dia tinggalkan karena saking
dahsyatnya.
Kemudian hamlin hamlah wanita yang hamil
keguguran. W yang hamil keguguran. Ini
saking dahsyatnya hari tersebut. Yaum
yajalulibah. Hari di mana menjadikan
anak-anak beruban kalau
menghadiri hari tersebut. Yaitu karena
begitu mengerikan sampai mungkin ada
perubahan hormon sampai rambutnya jadi
beruban saking dahsyatnya hari tersebut.
Burung yang ada ketika itu sedang
mengepak-ngepakkan sayapnya, maka dia
keluarkan isi perutnya karena saking
apa? Ketakutan. Min hauli yaumilqiamah.
Karena dahsyatnya hari tersebut.
Kemudian setelah itu Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan, "Wa
inahidzur laazulu
qodamahutabwa makaahu minanar."
Dan sesungguhnya saksi palsu tidak akan
bergeser kedua kakinya sampai dia
mempersiapkan kaplingnya di neraka. Dan
ini menunjukkan dosa besar karena orang
yang bersaksi palsu akan dimasukkan
dalam neraka jahanam.
Ya, dia tidak bergeser kedua kakinya
dihisab oleh Allah subhanahu wa taala
dan ujungnya dia akan masuk dalam neraka
neraka
jahanam. Ini dalil bahwasanya seorang
hati-hati ketika menjadi saksi ya.
Jangan sampai dia menjadi saksi
palsu. Makanya dalam hadis yang lain ya,
hadis Abu Bakrah Rasul wasam pernah
berkata, "Ala unabbiukum biakbaril
kabair." Hadis yang berikutnya dalam e
matan ala unabukum biakbaril kabair.
Maka aku kabarkan kepada kalian
tentang dosa paling besar di antara
dosa-dosa
besar. Rasul wasam ulangi ala unabbiukum
biakbaril kabair. Al unabbiukum
biakbaril kabair. Maka akabarkan kepadak
tentang dosa paling besar di antara dosa
besar. Ini dalil bahwasanya dosa-dosa
besar banyak dan dosa-dosa besar juga
bertingkat-tingkat. Di antaranya tiga
paling
besar atau beberapa dosa yang paling ee
besar. Qolu bala ya Rasulullah. Kata
para sahabat tentu wahai Rasulullah.
Qala maka Rasulullah jelaskan asyirku
syirik. Yang kedua wauqul walidain
durhaka kepada kedua orang tua. Wana
muttaqian fajalasa. Tadinya Rasulull
sahu alaihi wasallam bertelekan kemudian
Rasul sahu alaihi wasallam duduk faqala
ala waqul zur ketahuilah dosa berikutnya
dosa paling besar adalah perkataan dusta
wasyahadatuz
zuraksian palsu waquluz perkataan palsu
persaksian
palsu famaala yukariruha Rasulullah
ulang-ulang terus syahadatuz zur
syahadatuz zur ulang-ulang persaksian
palsu perkataan palsu persaksian dusta
perkataan palsu sampai kami para
mendengar itu berulang-ulang saya para
saat mengatakan laitahu sakat seandainya
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam diam tidak
mengulangi lagi ya kenapa para sahabat
kasihan lihat Nabi serius menyampaikan
tentang dosa syahadatuz zur Rasul
ulang-ulang sudah cukup ya Rasulullah
rasul ulang-ulangi
seakan-akan bahayanya dosa ini. Bab.
Timbul pertanyaan ketika Rasulull sahu
alaii wasallam kita sepakat bahwasanya
syirik sama saksi palsu besaran mana
dosanya? Syirik. Durhaka sama orang tua
dengan saksi palsu besar mana? Durhaka
sama orang tua? Makanya Rasulullah
sebutkan yang poin ketiga secara urutan
memang dia nomor tiga. Tapi kenapa Rasul
sahu alaihi wasallam merubah posisi
duduknya? Tadinya dia duduk tadinya dia
bertelekan santai kemudian dia duduk.
Para ulama mengatakan karena namanya
syirik seorang mukmin berusaha
menjauhinya.
Durhaka orang kepada orang tua
seorangnya secara tabiat fitrah tidak
mau durhaka sama orang orang tua. Tapi
kalau persaksian palsu seorang
menggampangkan dan kadang-kadang ada
syubhat di kepalanya ingin
menolong. Menolong kan nolong. Nolong
apa?
Nolong dengan merugikan orang
lain. Ya. Dia menolong misalnya membela
seorang, akhirnya satu dirugikan. ya
atau bersaksi palsu. Harus orang ini
harusnya hukumannya besar, dia bersaksi
hukumannya dikurangi. Ini tidak benar.
Dia pikir menolong padahal ini bukan
menolong. Menolong orang tapi dia
sendiri ter binasa. Dia sendiri binasa
maka seorang mudah terpancing untuk
menjadi saksi saksi palsu. Makanya seb
mengatakan kalau an Anda ingin menjadi
saksi palsu ee menjadi saksi, jadilah
saksi pada perkara yang kau benar-benar
jelas sebagaimana jelasnya matahari.
Kalau kau tidak jelas, gak usah jadi
saksi. Benar enggak? Ee sebentar ya,
saya ingat-ingat dulu. Ini jangan jadi
saksi. Iya, jelas. Saya tahu benar, saya
lihat langsung. Ah, ini jadi saksi
enggak apa-apa. Dan bahkan mungkin wajib
kalau ternyata untuk menolong seseorang
jadi saksi. Tapi kalau ragu-ragu gak
usah. Ragu-ragu gak usah. Apalagi nekad
saksi palsu. Ya, saya bersaksi
bahwasanya dia begini ternyata tidak
benar.
Mengerikan. Mengerikan. Ya, oleh di
antara dosa besar adalah menjadi saksi
dusta karena dampaknya luar biasa bisa
ee mengambil hak orang lain atau
bisa menjatuhkan orang-orang lain.
Bahkan bisa membatkan seorang terbunuh
gara-gara persaksian palsu. Saya
bersaksi melihat dia telah membunuh si
fulan, datang lagi saksi palsu kedua.
Saya lihat dia bunuh si fulan lagi.
Zaman dulu tidak ada CCTV. Ya, saya
lihat dia telah membunuh si fulan.
Akhirnya dihukum H dibunuh.
atau bersaksi palsu. Saya bersaksi
bahwasanya dia telah berzina. Kami empat
orang lihat dia telah berzina. Akhirnya
di dirajam. Mungkin terjadi mungkin
mengerikan ya. Hanya untuk karena dunia
ya. Makanya waspada Rasulullah tadi ee
mengulang-ulang karena dosa ini orang
mudah melakukannya. Orang mudah
melakukannya. Bab berikutnya dosa
berikutnya tentang bab majaa fil yaminil
gamus.
Bab tentang alyamin al ghamus. Aamin
maksudnya sumpah. Algamus
maksudnya ingimas yaitu mencelupkan.
Istilnya kalau bahasa Arab artinya
sumpah yang mencelupkan penyumpahnya
dalam neraka jahanam. Maksudnya
demikian. Jadi ya ya ymmis
menjel mencelupkan penyumpah orang yang
bersumpah tersebut dalam neraka jahanam.
Sumpah seperti apa? Ini yang dibahas
oleh Syekh Muhammad bin Wahab
rahimahullah dalam ee kitabnya ini. Tib.
Kemudian beliau membawakan dalil tentang
hal ini. An ibni Mas'udin marfuan dari
sahabat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu
secara marfu. Manfa ala main muslimin
biri haqqihi laqiallahu wahua alaihiban.
Siapa yang bersumpah dengan nama
Allah untuk mengambil harta seorang
muslim tanpa hak, maka dia akan bertemu
dengan Allah dan Allah murka kepadanya.
Q al Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Rasul wasallam membacakan
firman Allah subhanahu wa taala.
Innalladina biahdillahi waiman.
Sesungguhnya orang-orang yang membeli
dengan janji kepada Allah dan sumpah
mereka hanya untuk
mendapatkan ee harga yang murah. Harga
yang murah. Semua dunia murah. Dia nekad
bersumpah untuk mengambil dunia.
Ya. Nekat bersumpah untuk mengambil
dunia. Maka Allah akan murka kepadanya.
ya pada hari kiamat kelak sumpah
tersebut sumpah dusta
tentunya ee kita akan bahas ini ada
macam-macam sumpah. Perhatikan
macam-macam
sumpah. Sumpah secara umum ada
tiga. Yang pertama ee lagwu minal yamin
ya.
Ini sumpah yang tidak
dianggap hanya apa istilahnya ee apa
namanya lisan yang salah. Salah lisan
atau perkataan yang tidak yang tidak
diniatkan. Itu sumpah yang tidak
diniatkan tapi kebiasaan
lisan. Tapi hanya
kebiasaan lisan.
Seperti orang Arab kalau bicara wallahi
wallahi lah wallahi ada wallahinya.
Terus kita kalau di Saudi kita sering
ngomong gitu. Saya bahkan ke bawa kalau
la wallahi kamu kamu dari sana Firanda
la wallahi tidak. Demi Allah saya tidak
bermaksud bersumpah tapi sudah apa
kebiasaan ya Allah. Kalau orang orang
Afrika I wallah ada i gitu.
Jadi ini kebiasaan ya ketika saya pulang
Indonesia sudah tidak bawa kebiasaan
tersebut. Ketika kita di Madinah orang
Arab kalau ngomong biasa ngomong seperti
itu. Tapi dia tidak berma sudah sedang
bersumpah tapi sekedar omongan terbawa.
Ya kamu dari kantor gak? Wallah enggak.
Demi Allah. Kenapa hubungannya demi
Allah? Dia tidak minta disumpahi tapi
dia bersumpah. itu namanya lagun minal
yamin,
ya. Kemudian yang kedua ee sumpah yang
serius
ya. Maksudnya benar-benar
diniatin. Diniatin untuk
sumpah. Tib ini terbagi menjadi ee dua
ya.
pertama tentang masa
lalu. Sumpah
terhadap
sumpah terhadap
perkara masa lalu atau sekarang. Masa
lalu
atau sekarang.
Baik mengisbat, menetapkan atau
meniadakan. Ya,
menetapkan atau
menafikan. Contoh misalnya masalah demi
Allah, demi Allah saya masih bujang
misalnya
padahal padahal sudah meni menikah. Dia
nipu akhwat
dia. Dia mau nikah lagi. Masih bujang.
Demi Allah masih bujang. Sumpah nekat
ada yang begitu ada nekat masih bujang,
masih single ya. Ternyata bohong ya.
Berarti kan dia berbohong ya saat ini.
Atau dia bilang, "Demi Allah, saya belum
pernah umrah." Ada hadiah umrah ya, bagi
yang belum pernah umrah. Dia bilang,
"Demi Allah saya enggak pernah apa
umrah." Tentang masa lalu saya belum
pernah apa umrah. Padahal dia sudah
umrah. Ini sumpah tentang masa lalu
ya. Ini namanya ee salah satu serius
tapi dia sumpah yang serius. Yang
berikutnya ee yang
kedua,
sumpah akan melakukan sesuatu
ya sesuatu di masa
depan. Baik. Sebenarnya mengatakan,
"Demi Allah, saya akan umrah bulan ini
atau demi Allah ee saya akan membantu
kamu. Saya akan kirim kamu uang se masa
depan dia bersumpah di masa depan saya
akan melakukan
sesuatu." Tib ini hukumnya tiga ini
semuanya berbeda ya.
Kalau yamin yang lagwu, maka ini tidak
dianggap tidak
dianggap dalam
syariat. Lihat Quran surah Al-Maidah
ayat 89. Allah berfirman, "La
yuakidukumullahu bilagwi fi aimanikum."
Allah tidak menghukum kalian dengan
perkataan sia-sia dalam sumpah kalian.
Tadi dalam perkataan wallahi wallah
tidak ada maksudnya untuk bersumpah. Dia
tidak bermaksud
ya wakin yakhidukum bima aqtumul. Tetapi
Allah memberi hukum bagi orang yang
aqumul aiman yaitu yang kalian sengaja
untuk
bersumpah kemudian kalian langgar.
Kata Allah, "Tetapi yang Allah beri
hukuman adalah sumpah yang kalian
sengajakan. Ternyata kalau kalian tidak
mengerjakannya, fakafaratu kafarahnya
adalah memberi makan kepada 10 fakir
miskin atau memberi pakaian kepada
mereka atau merdekakan budak. Siapa yang
tidak mampu maka puasa tiga 3 hari."
Itulah kafarah sumpah kalian. Maka
jagalah sumpah kalian jangan sampai
dilanggar. Nah, yang dimaksud bayar
kafarah yang
ini, ini yang ada kewajiban bayar
kafarah. Jika tidak dilakukan bayar
kafarah. Jenis nomor yang berikutnya.
Jadi tidak
dilakukan bayar
kafarah. Kafarahnya tadi
apa?
I pertama pilihan ya. Kafarahnya adalah
pilihan antara tiga. Satu di antara,
satu di antara tiga. Satu di antara
tiga. Apa tadi? Memberi makan. Memberi
makan 10 fakir
miskin. 10 fakir miskin. Yang
kedua ee belum. Yang kedua memberi
pakaian auqiswatuhum. Memberi pakaian
kepada
10 orang miskin. Yang ketiga,
memerdekakan budak atau memerdekakan
budak. Kalau tidak mampu baru puasa.
Jika tidak mampu baru
puasa. Baru puasa 3 hari.
Begitu.
Tib. Jadi kalau kafarahnya pilihan ya.
Yang paling mudah yang mana?
Sat, dua atau tiga.
Jangan pilih puasa. Puasa itu kalau
enggak bisa ya. Puasa itu kalau enggak
bisa. Puasa itu bukan pilihan. Kalau
tidak bisa baru apa? Puasa. Pilihan satu
di antara tiga. Memberi makan 10 fakir
miskin atau memberi pakaian 10 orang
atau memberekakan budak. Yang paling
mudah yang pertama tinggal beli apa
namanya nasi bok. Nasi Padang ajak
makan ya pecelele selesai.
kasih makan misalnya 10 orang fakir
miskin kalau belikan pakaian mahal
sekarang ya mahal tidak mahal berikan
budak budaknya enggak ada perang dulu
baru dapat
budak tinggal kalau enggak bisa baru
puasa tiga 3 hari seorang bukannya
dianjurkan menggampangkan, "Ah, saya
sumpah nanti kalau enggak bisa tinggal b
kafar enggak." Allah mengatakan
aimanakum seorang yang beriman menjaga
sumpah. Dia sedang bersumpah dengan
Allah subhanahu wa taala dia sedang
berjanji dengan Allah. Kalau kita
berjanji dengan kalau kita berjanji
dengan pembesar misalnya bupati aja kita
hati-hati. Nah, kepada Allah lebih utama
kalau kita sudah bersat tidak mampu ya
itu lain cerita baru kita bayar kafarah
tayib. Ini terkait dengan ee yang tadi
surah Al-Maidah ayat surat Almaidah ayat
89. Nah, adapun yang model ini sumpah
terhadap
perkara masa lalu atau sekarang ya
inilah yang terkait dengan Yamunul
Gamus. Di sini ada dua
kemungkinan sumpah model ini. Dua
kemungkinan akibat sumpahnya pertama
akibatnya akibatnya mengambil harta
orang. Mengambil harta orang.
Yang kedua, tidak
mengakibatkan. Jadi, harta atau hak
orang. Hak atau harta orang yang inilah
yang disebut dengan yaminul gamus. Ini
disebut apa? Alyamin algamus.
yaitu sumpah yang mengakibatkan
mengambil hak orang lain.
Ya, misalnya dia mengatakan, "Demi
Allah, dia pernah pinjam uang sama saya
belum bayar." Demi Allah. Waduh, saya
lupa pernah pinjam demi Allah. Padahal
gak pernah pinjam ya. Gak pernah pinjam
ya. Repot juga seperti ini ya.
Ya,
repot. Akhirnya dia takut dia bayar.
Ternyata dia enggak pernah pinjam uang.
Atau sebaliknya, ada orang bilang, "Eh,
kau bayar hutangmu. Saya pernah
ngutangin kamu." Demi Allah, saya enggak
pernah hutang sama kamu. Padahal
pernah. Dia ngaku tidak pernah punya
hutang. Padahal pernah supaya tidak
ditagih. Tidak ada bukti semua. Enggak
ada buktinya kok. Demi Allah saya enggak
pernah. Ini sumpah untuk mengambil harta
orang sehingga dia tidak perlu bayar
hutang. Ini contoh namanya Yamidul
Gamus. Jadi untuk mengambil hak
orang. Sumpah ya.
Ada yang tidak mengakibatkan ya seperti
demi Allah saya dulu pernah jadi apa
namanya manajer ya di kantor. Kantor
mana ya?
Kantor kantor maju
mundur. PT Maju Mundur. Kadang maju
sering mundurnya. Jadi dia apa namanya?
Dia bohong ya. Demi Allah untuk
menaikkan upgrade dirinya dia bohong.
Saya pernah gini, saya pernah gini, saya
ngomong kosong semuanya. Ya.
Ya. Tib. Kalau ada orang melanggar dalam
sumpah model ini, sumpah yang perkara
masa lalu atau sekarang, maka ini tidak
ada kafarahnya. Ini tidak ada kafarah,
tapi tobat. Tidak ada
kafarah,
tapi
tobat. Yang ada kafarahnya kalau tentang
masa
depan. Dan ini dosa besar. Apalagi
menghalalkan harta orang, hak orang ya.
Rasulullah bersumpah di antaranya atau
Rasulullah bersabda tentang tiga
orang yukimullah yaumalqiamah
waizak
wumabunim. Tiga orang yang Allah tidak
akan berbicara dengan mereka pada hari
kiamat kelak dan Allah tidak memandang
mereka dengan pandangan rahmat pada hari
kiamat kelak dan Allah tidak yuzakkihim
yaitu tidak Allah tidak mengampuni
mereka. Walahum adzabun adzim. Dan bagi
mereka azab yang pedih. di antaranya
ee
almunaffiq silatahu bil halifil kadib.
Seorang yang melariskan barang
dagangannya dengan sumpah palsu.
Ya, demi Allah ini barang baru. Padahal
baru 2 bulan misalnya di Mallah. Saya
enggak ngambil untungnya harga modal
ngomong kosong. Padahal untungnya tiga
kali
lipat. Banyak orang jualan gitu.
Demi Allah didatangkan orang satu
bohongin. Jadi untuk melariskan barang
dengan laris tapi isinya sumpah
palsu. Ini termasuk jamin gomus atau
bukan? Ini wallahuam. Dia menghalalkan
harta dengan menipu ya. Tapi ini dosa
besar ya. Dosa dosa besar. Intinya yamin
gamus adalah sumpah yang dilakukan oleh
seorang dalam rangka untuk mengambil
harta orang lain. Maka dia adalah ee
dosa-dosa besar. Itulah yamin algamus
yang menjerumuskan, menenggelamkan,
menyelupkan, yakmisu, menyelupkan
pelakunya ke dalam api
neraka. Bab kita
lanjutkan hadis berikutnya. Wali
muslimin an Abi Umamah radhiallahu anhu.
Dari Abu Umamah radhiallahu anhu secara
marfu marfuan itu dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Manq muslimir hak."
Siapa yang mengambil hak seorang muslim
tanpa
hak laqiallah wahua alaihi godban maka
dia akan bertemu dengan Allah. Allah
dalam kondisi murka kepadanya. Wafi
riwayat dan riwayat yang lain
faqadjaballahu
lahunarilah. Maka Allah telah mewajibkan
dia untuk masuk neraka dan Allah
haramkan dia masuk surga. Waqala
rajulun. Ada orang tanya ya wain kanana
yasiran saian yasiran ya Rasulullah.
Meskipun
dia apa namanya perkara yang
sedikit apa dia masuk neraka. Q wainana
qiban min ar. Meskipun hanya sepotong
kayu siwak. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam ngeri hanya sepotong kayu. Kayu
siwak. Kayu siwak kalau dijual sekarang
1 riyal.
Ya, artinya meskipun hanya
Rp5.000, meskipun hanya mungkin lebih
murah lagi kalau di tempatnya lebih
intinya meskipun
Rp1.000 ternyata kalau dia
bersumpah supaya bisa ngambil harta
orang meskipun hanya 1000 perak, 5.000
perak,
maka dia akan masuk
neraka. Dan ini adalah
ee perkara yang bahaya. Orang seorang
waspada jangan sampai dia bersumpah
dalam rangka untuk mengambil harta orang
lain. Dan sumpah itu biasanya dalam
khusus, dalam pertikaian ya, dalam jual
beli orang bersumpah ya demi Allah demi
Allah demi Allah ternyata dia dia
bohong.
Tayib. Hati-hati jangan sampai seorang
bersumpah dalam rangka untuk mengambil
harta orang lain. Kita
lanjutkan bab maaf fiqil muhsanat.
Bab tentang menuduh wanita
baik-baik berzina. Ya waqullahi taala
innalladina yarmunal muhsatil gofilatil
mminati luinu fid dunya wal akhirati
walahumabunim.
Ya
alai dalam surat Annur
ya Allah sebutkan sebelumnya
ininahan waun. Pada ayat
sebelumnya dalam surah Anjir, Allah
sebutkan tentang qadful muhsanat,
menuduh wanita baik-baik dengan turun
yang tidak tidak. Ya Allah sebut dalam
surat Annur pertama dalam walladzina
yarmun musonat dalam surat ayat surat
Annur ayat keempat ya.
Jadi
larangan
[Musik]
menuduh seorang
wanita
berzina. Berzina
tanpa tanpa dalil atau
bukti. Walladina yarmunal muhsanati.
Pertama dalam Quran surah Annur 24 ayat
4 Allah mengatakan walladzina yarmunal
muhsati tummaamati syuhada. Dan
orang-orang yang menuduh wanita
baik-baik kemudian tidak mendatangkan
empat
saksi. Apa balasannya? Fajliduhum
jaldah. Maka hendaknya mereka dicambuk
80 kali. Wbalahum syahadatan abada. Dan
jangan terima persaksian mereka
selama-lamanya.
Mereka itulah orang-orang yang fasik.
Illalladzina tabu. Kecuali orang yang
bertobat. Bab di sini Allah mengatakan
ya ee harus datangkan berapa saksi?
Empat
saksi. Tib. Pada ayat berikutnya surah
almukminun
al-Nur ayat ke-23. Ya, ini tentang
hukuman apa?
Ee kalau tadi ini ee dicambuk
ya, jika tidak
dicambuk. Jika tidak
maka dicambuk 80
kali. Kemudian hukuman berikutnya Allah
mengatakan, "Innalladina yarmunal
muhsonat." Ya, perhatikan sini.
Alghofilatil mukminat.
Alghofilat
almukminat. Luinu fid dunya wal akhirati
walahum adzabun adim. Sesungguhnya orang
yang menuduh ini semua akan
dilaknat.
Dilaknat di dunia dan di
akhirat dan akan dapat azab yang pedih.
Dapat azab yang pedih.
Tib. Apa yang dimaksud dengan
al-muhsanat? Al-muhsanat al ihsan dalam
Al-Qur'an dalam istilah syari dua makna
terk yang dimaksud dengan muhsan.
Maksudnya sudah menikah secara ee syari
seperti Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan la yahilum muslim illa
bih.
Bahwasanya tidak halal dalam seorang
mukmin kecuali dengan satu dari tiga
sebab. Di antaranya
atayibuzani, yaitu wanita yang sudah
menikah. Itu muhsanah yang sudah menikah
kemudian berzina. Beda antara pemuda
yang belum menikah,
perjaka, atau gadis yang belum pernah
menikah berzina. Beda dengan yang sudah
menikah kemudian berzina. Yang sudah
menikah disebut dengan muhsan. Kalau
wanita disebut apa? Muhsanah. Tapi dalam
ayat ini bukan maksudnya itu. Maksudnya
ini al-afifat. Maksud dari almuhsanah
maksudnya al afifat yaitu yang menjaga
diri. Yang menjaga
diri itu wanita baik-baik. Makanya
disebut dengan alghofilat. Alghofilat
maknanya apa? Lalai. Secara bahasa gofil
maksudnya apa? La lalai itu wanita yang
lalai. Yang lalai maksudnya dia lalai
dari perbuatan zina. Lalai dari
perbuatan zina. Jauh maksudnya dari
perbuatan zina ya. Bahkan dia tidak
kepikiran sama sekali. tidak lail
perbuatan zina almukminat dan dia orang
yang beriman dituduh berzina maka
dilaknat penuduhnya dilak di dunia dan
akhirat dan bagi mereka azab yang yang
pedih. Kalau nuduh harus datangkan empat
saksi dan empat saksi tersebut semuanya
harus melihat ember masuk
sumur. Kalau tidak melihat ember masuk
sumur maka saksinya tidak dianggap.
Misalnya empat orang datang, tiga orang
mengatakan, "Kami lihat semua ember
masuk sumur." Yang satu enggak. Saya
cuma lihat pelukan aja. Oh, semuanya
dicambuk
empat-empatnya. Kenapa? Karena tidak
melihat ember masuk apa? Sumur. Oleh
karenanya benar dalam hukum Islam orang
yang berzina yang sudah menikah kemudian
berzina dirajam itu benar adanya. Tapi
praktik ini susah. Karena seorang sudah
berzina kemudian dirajam itu cuma dua
kemungkinan. Pertama ketahuan ketangkap
basah. Kedua ngaku. Kalau yang ketangkap
basah ini hampir jarang terjadi karena
harus ada saksi empat empat orang
melihat. Saya dulu pernah tanya sama
bagaimana kalau video enggak dianggap
harus lihat
langsung. Apalagi sekarang ada eah bisa
aja dibikin-bikin ya harus lihat
langsung. Kalau tidak melihat empat
orang maka tidak bisa dihukum. Sehingga
menghukum orang dengan rajam ini sulit
dengan cara ketangkap basah. Karena
jangan nangka basah kalau tiga orang
tidak cukup. Harus berapa orang? Empat
orang. Kalau enggak eh tunggu
kumpul-kumpul telepon cepat datang
datang sudah selesai. Enggak
jadi. Cuma tiga orang. Kamu sih telat ya
dulu. Jangan lapar diam aja. Udah sudah
telat sudah selesai. Harus empat orang
lihat semuanya. Kalau enggak enggak bisa
jadi susah. Yang sering terjadi ngaku.
Ngaku ya saya berzina ya. itu ngaku
kalau ngaku ya
ya ngaku berzina disuruh diulang lagi
benar berzina saya berulang-ulang kalau
dia tetap ngeyal ngaku dia berzina maka
di dirajam itu pun jarang yang mau ngaku
ya jadi
praktik pezina dirajam tuh jarang
terjadi. jarang terjadi meskipun hukum
Islamnya ada.
ee ini
dikecualikan kecuali jika ini
pengecualian
ya
kecuali
suami nuduh
istri
berzina meski tidak bawa jika tidak bawa
saksi tidak di jika tidak mendatangkan
saksi
saksi tidak
dicambuk tapi disuruh mulaanah. Disuruh
mulaanah. Almulaanah. Saling
melaknat. Saling melaknat yang Allah
sebutkan dalam surah Annur. Melaknat itu
dalam surah Annur mulai dari ee ayat
6 sampai ayat 9 ya.
Jadi kalau ada suami duduk istrinya,
istri saya berzina, dia lapor ke
penguasa. Istri saya
berzina. Tib mana bukti? Enggak ada.
Kalau ada saksi empat orang, istrinya
dirajam. Saya satu tiga orang lagi
teman. Lihat kita ber empat tadi kita
sudah tunggu-tunggu. Begitu dia berzina
kami semua lihat. Ya. Maka istrinya
dirajam karena suaminya sudah bersaksi
dan ada saksi yang lain. Tib. Kalau
saksinya enggak ada, saya cuma lihat
sendiri atau saya tidak lihat. Pokoknya
dia berzina. Kamu lihat enggak? Saya
tidak lihat, tapi saya yakin dia
berzina. 100% saya lihat
berzina. Bagaimana? Ya sudah. Maka ada
aturan namanya mulaanah. Dua-duanya
saling melaknat. Yang Allah sebutkan
Al-Qur'an. Walladina yarmuna azwajahum
walam yakun lahum syuhada illa
anfusuhum. Dan orang-orang yang menuduh
istri-istri mereka berzina dan mereka
tidak punya saksi kecuali diri mereka
sendiri. Bagaimana?
Saksi mereka itu persaksian satu orang
mewakili empat saksi. Innahu
laminodiqin. Dia bilang, "Demi Allah
saya melihat dia berzina. Demi Allah
saya tahu dia berzina. Saya yakin dia
berzina. Dia cukup dia sendiri." Maka
dia bilang, "Saya jujur bahwasanya dia
pezinaam." Dia terakhir yang kelima dia
demi Allah kalau saya bohong saya
terlaknat oleh Allah subhanahu wa taala.
Kalau saya
bohong. Kemudian sang wanita disuruh
membela
diri.ab. Kalau wanita tidak berani balas
sumpahnya, dia diazab, dirajam. Supaya
dia selamat. Dia balas sumpah dengan
sumpah. Maka siksaan atau rajam tidak
jadi pada sang wanita jika dia bersumpah
juga dengan empat sumpah. Demi Allah
suami saya pendusta. Demi Allah dia
pendusta. Demi Allah pendusta. Allah
berdusta wal khamisata. Dan yang kelima
dia berkata annaallahi alaiha inana
minhin. Kalau suami saya jujur saya
dimurkai oleh Allah. Nekat itu namanya
melaknah. Saling apa? Mela melaknat.
Setelah itu harus dipisah selama-lamanya
tidak boleh nikah lagi
selama-lamanya. Alat
takbid. Beda. Kalau wanita dicerai tiga
dia kawin lagi, talak tiga, kawin lagi.
Masih bisa kembali enggak? Bisa. Kalau
ini enggak bisa selama-lamanya.
Ini pengecualian. Tapi kalau orang lain
yang nuduh, mana bukti? Empat enggak ada
dicambuk. Cambuk ya. Ini bedanya
ya. Tiib. Timbul pertanyaan, "Ustaz,
kalau wanita tersebut ternyata bukan
wanita baik-baik." Ini sering ditanya
kepada para ulama. Dia bukan wanita
baik-baik. Dia ternyata sering aurat
terbuka, sering ketemu laki-laki. Ya.
Ya. Kita enggak pernah lihat sih. Cuma
kemungkinan besar 99,99%.
Kau tahu dari mana itu laki-laki keluar
dari kamarnya basah rambutnya. Habis
mandi junuh
pasti pokoknya ya kerjanya di tempat
pelacuran duduk
ya. Intinya kalau tidak ada saksi tidak
boleh. Tahu-tahu disebut tuduh saya.
Mana buktinya? Ya saya ketemu laki-laki
maksiat tapi saya tidak zina. Mana
buktinya saya
berzina? Ya kau sumpah tidak berhat
tidak ada. Kau yang duduh yang mana
sumpahnya? Mana buktinya? Enggak ada di
di apa? Dicam
cambuk. Meskipun wanita
serusak-rusaknya, tugas kita seorang
beriman menasihati bukan nudu dia ber
zina. Ada wanita rusak tugas kita bukan
nuduh dia berzina, tapi nuduh dia apa?
Menasihati. Menasihatinya. Seorang
wanita keluar pakai parfum kemudian
ketemu laki-laki ngobrol kemudian hilang
dari pandangan. Ah, pasti berzina.
Kemudian kita bikin isu dia pezina, dia
lapor. Maka kita harus datangkan bukti.
Kalau enggak kita akan dicambuk.
Dan gak boleh kita bilang dia berzina
karena itu hukum syari gak boleh ada
aturannya. Kenapa? Meskipun meskipun
benar dia berzina kalau enggak ada bukti
enggak boleh. Ada hikmah yang Allah
kehendaki. Ya, coba tiga orang lihat
berzina. Berzina enggak tiga orang yakin
cuma kurang satu dicambuk enggak?
Berarti ketika Allah pengin punya empat
saksi itu ada hikmah di balik
itu. Tidak cukup satu orang, dua orang
tidak cukup tiga orang. Padahal
benar-benar 100% dia berzina. Tiga orang
lihat semua cuma satu terlambat datang.
Kamu telat ngapain macet tadi? Ya
sudah, tayangan sudah
selesai ya. Padahal tiga orang lihat,
tetapi tetap dihukum. Berarti Allah
punya hikmah di balik itu. Maka tidak
boleh kita nuduh kecuali ada bukti.
Kalau enggak diam, kalau enggak
diam. Orang punya salah, orang punya
dosa, tapi ada batasan. Tidak boleh kita
melebihi hukuman yang Allah tetapkan
kepada dia dengan menyebar isu dia
pezina-pezina. Enggak boleh.
Makanya misalnya ada wanita misalnya
tukang joget, tukang ini, artis misalnya
jalan sama laki-laki, enggak boleh kita
bilang Enggak
boleh. itu pezina, bukan? Dasar
Ah, ini enggak boleh nih. Enggak
boleh ya. Kalau enggak apalagi.
Mana buktinya kamu lihat dia berzina? Ya
enggak ada tapi pastilah. Iya. Enggak
boleh. Kamu gak jangan melampaui aturan
apa subhanahu wa taala. Jadi enggak
boleh karena kadang emosi
kadang-kadang enggak boleh melampaui
batas. Jadi ini terkait dengan menuduh
wanita
berzina TB. Kemudian Al Imam Muhammad
bin Abdul Wahab rahimahullahu taala
membawakan hadis dalam sahih Bukhari
sahih Muslim. An Abi Hurrat radhiallahu
anhu secara marfu. Dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu secara marfu. Rasul
sahu alaihi wasallam bersabda ijtanibu
sababa almqat. Jauhilah tujuh perkara
yang membinasakan. Q wunna ya Rasulullah
apa tujuh perkara membinasakan wahai
Rasulullah? Rasulullah sebutkan
dosa-dosa besar. Asyirku billah syirik
kepada Allah. Wasihru sihir waqat nafs
haramullah bilhaq. Membunuh jiwa yang
Allah haramkan untuk dibunuh kecuali
dengan hak baru boleh dibunuh. Kalau
enggak ada hak enggak boleh. Waaklu
riba. Kemudian yang keempat makan
riba. Yang kelima, waakl malil yatim.
Makan harta anak yatim. Yang keenam,
attawalli yaumah kabur dari dari medan
pertempuran. Yang ketujuh waql muhsatil
gofilatil mukminat. Menuduh wanita
baik-baik yang laila dari perzinaan.
Orang wanita beriman dengan tuduhan
berzina. Menunjukkan bahwasanya tuduhan
menuduhita berzina adalah dosa besar.
Termasuk di antaranya adalah menuduh ee
lelaki berzina juga sama hukumnya.
Lelaki berzina juga sama hukumnya. Kalau
tidak dilihat oleh empat saksi, empat
orang, ya maka dicambuk. Maka di
dicambuk maka seorang waspada. Khilaf di
kalangan para ulama tentang hukum orang
menduduk orang homo si homo ini homo.
Ah, ini juga hati-hati melihat enggak?
Ah, ada dua. Ada yang mengatakan homo
dihukumi sama seperti zina, maka
hukumnya sama. Ada yang mengatakan hukum
homo beda dengan hukum zina ya. yang
mengatakan sebagian ulama mengatakan
hukum homa sama dengan hukum zina.
Makanya hukumannya juga kalau sudah
menikah dirajam kalau enggak enggak. Ada
yang berpendapat demikian. Yang benar
tidak disamakan tapi yang mengatakan
homo hukumnya sama dengan zina maka
menuduh seorang homo harus datangkan
paskasi. Kalau enggak juga di
dicambuk bab kita lanjutkan bab
berikutnya.
Babu ma jaa fiil wajhain. Bab tentang
celaan terhadap orang memiliki dua
wajah. Yaitu sifat orang munafik. Ketemu
sana ngomong begini, ketemu sini ngomong
begini. Cari muka dari dua kelompok yang
saling
kontradiksi. Waqalullahi taala Allah
berfirman, qu amanna waid
khau alainh qu inna maakum. Ya inama
nahnu mustahziun ya.
Waim in maakum innama nahnu mustahziun.
Ini sifat orang munafik. Jika mereka
bertemu dengan orang beriman amanna
mereka kami
beriman. Ketika mereka bertemu dengan
gembong-gombong mereka, teman-teman
mereka sama munafikin. Mereka berkata,
"Innamaahu inna maakum." Sesungguhnya
kami bersama kalian. Innama nahnahu
mustahziun. Kami hanya ngejek mereka.
inna maakum innama nahnu
mustahziun. Makanya Allah sifati mereka
dalam surat Annisa 143. Mudzabina
bainaalika la ilaha ula wala ilaha ula.
Mereka bimbang di kepada ini, tidak
kepada ini. Ya, karena ke sana begini
sifatnya, ke sini begini sifatnya.
Bermuka dua. Bermuka
dua. Ini sifat tercela. Seorang mukmin
dia harus
jelas. Jangan gara-gara dia pengin cari
selamat maka dia korbankan agamanya.
Makanya kalau ada orang-orang ini
masyaallah di semua kelompok diterima
jangan dulu jangan sampai dia bermuka
dua bahkan bermuka tujuh jangan diterima
semua karena dia cari keridaan manusia
dengan mengorbankan
akidahnya ada orang seperti itu benar
diterima oleh orang cuma dia korbankan
akidahnya dia muji-muji misalnya seorang
pelaku kebatilan dia puji-puji oh ini
wali padahal bukan wali misalnya dia
tahu ini bukan wali tapi dia puji-puji
hanya ingin mencari sanjungan manusia
ini namanya nya bermuka bermuka doa.
Padahal ketika orang dia tahu itu enggak
benar ya. Ya. Terus kamu kenapa begitu
ya? Biar ini biar
dapat kedudukan di sisi
pengikutnya. Seorang mukmin ya tidak
begitu. Dia
tegaslah jangan kemudian bermuka dua.
Ini sangat buruk ya. Walahuma an Abi
Hurairat radhiallahu anhu. Al Imam
Bukhari Imam Muslim meriwayatkan dari
Abu dari Abu Hurairah radhiallahu anhu
marfuan secara marfu.
Kalian mendapati orang terburuk pada
hari kiamat yang memiliki dua wajah.
Allwaajin biwajhin yang bertemu dengan
sekelompok orang dengan wajah satu model
wajah bertemu dengan yang lain juga
dengan model wajah yang lain. Ya, kalau
kelompok ketemu A dia seakan-akan
mendukung A. Ketemu si B seangan
mendukung apa? Si si B. Ya. Padahal A
dan B saling kra kontradiksi, saling
bermusuhan. Cuma dia bermuka dua, tidak
punya prinsip ini pemilik dua wajah. Ini
tidak boleh seorang mukmin enggak boleh
begitu. Enggak boleh. Beda kalau dia
ketemu A, dia setuju dengan A ketemu B,
dia diam aja memperingan apa mudarat.
Tapi kalau dia menunjukkan seakan
mendukung si B, dia mengorbankan
keyakinannya, dia mengorbankan
prinsipnya. Inilah pemilik dua dua
wajah. Ini dosa besar. Dosa dosa besar.
Pertama adalah ciri-ciri orang munafik.
Yang kedua, Rasulullah sifati dengan
syaras, manusia terburuk pada hari
kiamat kelak. Manusia
terburuk. Dalam hadis yang lain, wa
anasin radhiallahu anhu marfuan, dari
Anas radhiallahu anhu secara marfu Rasul
sahu alaih wasallam bersabda, "Manana
lisanaini ja'alallahu lahu yaumalqiamati
lisanaini minanar." Siapa yang memiliki
dua
lisan? Maksudnya kalau ketemu si A
ngomongnya begini, kalau ketemu si B
ngomongnya begini. Ya, lisannya dua.
Tidak jelas. Orang ini mutadabbzib.
Tidak ke sini, tidak ke
sini. Di si A kelihatannya mendukung si
A memusuhi si B. Di si B mendukung si B
musuhin si A. Sehingga dia punya lisan.
Maka Allah akan jadikan pada hari kiamat
punya dua lisan dari api. Keluar lisan
dari api. Ini yang mengerikan ya. Kapan
ketika dibangkitkan. Dan terlalu banyak
dalil menunjukkan bahwasanya orang
pelaku
maksiat dia akan dibangkitkan dengan
model kemaksiatan yang dia lakukan. Ya,
seperti orang sombong dibangkitkan dalam
bentuk kecil. Bentuknya kecil seperti
semut tapi bentuk manusia. Ya, ini orang
sombong. Karena di dunia sombong
angku-angkuh dibangkitkan kecil seperti
semut tapi tubuhnya manusia. Orang suka
minta-minta
ya. Minta-minta terus padahal dia mampu
kerja, minta-minta ngemis-ngemis padahal
dia
mampu. Atau memperbanyak hartanya dia
membuang rasa malu dari wajahnya. Maka
pada hari kiamat kelak dia dibangkitkan
dalam bentuk wajah tengkorak. Tidak ada
daging di wajahnya. Karena ini dia
bermaksiat. Di antaranya orang makan
riba dibangkitkan seperti orang gila.
Kerasukan setan. Allina riba
yakumuna
minalika inamal riba. Maka bangkitkan
seperti orang gila
kerasukan. Ini orang yang bermuka dua
punya lisan dua dari
api. Orang yang poligami tidak adil
badannya miring. Barang saya yang punya
dua istri condong kepada satunya datang
pada hari kiat badannya apa? Miring.
Jenggotan cingkrangan. Akhi ente kenapa?
Aduh.
Qadarullah. Terlambat qadarullah di sini
di hari kiamat terlambat. Kenapa?
Miring. Aduh, nanti bukan istri satu
enggak ada ter saya sembunyikan juga ya.
Tapi ya qadarullah saya tidak adil
miring. Tapi kalau adil tegap aman.
Kenapa tegap aman? Kalau enggak adil
miring.
Ya makanya yang satu aman. Ya samaan.
Yang nyembunyi-nyembunyikan ini
kadang-kadang rawan miring.
Hati-hati. Coba yang istrinya dua angkat
tangan coba. Enggak ada
sembunyikan. Hati-hati
miring. Jadi seorang muslim intinya
jangan dipermalukan pada hari kiamat
kelak. Dia punya prinsip dia kalau macam
enggak. Kalau dia takut bicara enggak
usah ngomong. Tapi jangan mengesankan
dia mendukung kebatilan demi cari apa?
Keselamatan. Sampai terkadang dia
bermuka dua pada orang kafir. Ketemu
orang kafir karena dia takut dia
seakan-akan orang kafir tersebut
kebenaran. Oh, kalian juga baik, kalian
begini dulu ini gini. Seakan-akan orang
kafir tersebut di atas tauhid.
Subhanallah karena takut dicerca bermuka
dua seperti ini. Dia selamat di dunia,
di akhirat keluar api dari lisannya dua.
Tib. Demikian saja kajian kita.
Subhanakallah wabihamdik asadu
alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:51 UTC
Categories
Manage