Transcript
tEJ6TCPanN8 • Kitab Al-Kabair #26: Bab Saksi Palsu - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2426_tEJ6TCPanN8.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu wa ashadu anna muhammadan abduhu waasuluh da ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih. Hadirin hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan pembahasan tentang kitab al-kabair karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala. Berikutnya bab ma jaa fi syahadati zur bab tentang eh saksi palsu. Allah berfirman, waqulullahi taala. Dan firman Allah wajtanibu dan tinggalkanlah perkataan dusta. Kemudian hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam an ibn umar radhiallahu anhuma marfuan dari Ibnu Umar secara marfu. inir bajnihami hawha minuli yaumilqiamati. Sungguhnya burung mengepakkan sayapnya dan melemparkan isi perutnya karena dahsyatnya hari kiamat. Wa in syahidzur la tazulu qamahuatabawaahu minar. Dan sesungguhnya orang yang bersaksi palsu tidak akan bergeser kedua kakinya sampai dia ee siapkan tempatnya di neraka. Walahuma dari sahih dalam sahih Bukhari, sahih Muslim min hadisi Abi Bakrah. Hadis Abu Bakar radhiallahu anhu. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ala waquluzur ala wa syahadatuz." Hati-hatilah atau waspadalah perkataan dusta dan hati-hatilah atau waspadalah dengan persaksian palsu. Famaala yukarri hatta laitahu sakat. Rasul sahu al wasam ulangi-ulangi sampai kami berkata seandainya Rasul sahu alaihi wasallam diam. ee dosa besar berikutnya adalah persaksian palsu. Ya, persaksian palsu. Dan dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Haj ayat 30 Allah mengatakan, "Fajtanibu rijisa minal aani wajtanibu jauhilah eh perbuatan najis dari penyembahan berhala dan jauhilah perbuatan atau perkataan dusta." Di sini Allah menggandengkan antara ee kenajisan menyembah berhala ya. Ya. Dan juga untuk ee perkataan dusta. Maksudnya najis ini najis secara maknawi ya. Karena kita berhala tidak e tidak najis secara zatnya. Tapi perbuatan menyembah berhala, perbuatan memahat berhala ini semua adalah perbuatan najis. Dan najis ada dua, ada najis hissi dan ada najis maknawi. Najis s hissi ya benar-benar secara zatnya najis. Adapun najis maknawi maksudnya adalah perbuatan dosa. Seperti firman Allah Subhanahu wa taala. Inamal musyrikina najas. Sesungguhnya orang musyrikin adalah najis. Maksudnya akidahnya najis. Adapun tubuh mereka tidak. Ya, ini namanya najis maknawi. Di sini Allah gandengkan dengan larangan untuk perkataan dusta atau persaksian dusta. Dan Allah menggunakan lafal wajtanibu jauhilah. Allah tidak mengatakan eh wala takulu zura atau wala tashadu zur ya. Tapi Allah mengatakan ijtanibu. Jauhilah perkataan ee dusta. Maka segala hal yang bisa mengantarkan pada perkataan dusta hendaknya kita kita jauhi. Yang sampai kita terjebak harus berdusta. Segala yang buat kita terjebak akhirnya berdusta jauhi. Seorang berusaha dalam hidupnya tidak berdusta sama sekali. Sebisa mungkin ya seorang mukmin jangan sampai berdusta. Apalagi dosa tersebut ternyata memberi kemudratan kepada orangorang lain. Seperti dalam pembahasan kita, syahadatuz zuhur yaitu bersaksi palsu dalam rangka untuk ee menjatuhkan hak ee orang lain atau untuk mengambil hak orang lain. Ya, dia bersaksi saya bersaksi begini begini. Akhirnya dia apa? Menjadi saksi atas orang. orang tersebut akhirnya mengambil hak orang lain atau sebaliknya dia bersaksi atas orang sehingga akhirnya orang lain tersebut terkena dampak misalnya di dihukum H atau di penjara atau yang lainnya akibat persaksian yang dia lakukan ya. Dan ini dosa besar. Makanya ee datang dalam hadis tadi ya kita sebutkan ee di mana Nabi sallallahu alaihi wasallam ee bersabda, "Innat thirrakfiqunihatiha watarmi ma fi hawasiliha min hauli yaumilqiamah." Sesungguhnya burung pada hari kiamat kelak ketika dahsyatnya hari kiamat sedang terbang tiba-tiba saking ketakutan maka dia pun melemparkan isi perutnya mengeluarkan isi perutnya. Ini sama seperti dalam ayat Allah mengatakan yaquakum inalzalun [Musik] yaha. Wahai manusia sekalian takutlah kepada Rabb kalian. Sesungguhnya gempa atau goncangan yang terjadi pada hari kiamat kelak sangatlahsyat. Kalian menyaksikannya, maka pada saat itu tadalu muratin amma ardat wanita yang sedang menyusu anaknya maka dia tidak peduli dengan anaknya saking dahsyatnya hari tersebut. Dan kita tahu seorang ibu sangat perhatian sama anaknya yang sedang dia ee susuhi ya. Ya, dia melupakan segalanya demi ee anaknya ya. Dia perhatian benar terhadap anaknya. Tapi ketika tiba hari tersebut, anaknya pun dia tinggalkan karena saking dahsyatnya. Kemudian hamlin hamlah wanita yang hamil keguguran. W yang hamil keguguran. Ini saking dahsyatnya hari tersebut. Yaum yajalulibah. Hari di mana menjadikan anak-anak beruban kalau menghadiri hari tersebut. Yaitu karena begitu mengerikan sampai mungkin ada perubahan hormon sampai rambutnya jadi beruban saking dahsyatnya hari tersebut. Burung yang ada ketika itu sedang mengepak-ngepakkan sayapnya, maka dia keluarkan isi perutnya karena saking apa? Ketakutan. Min hauli yaumilqiamah. Karena dahsyatnya hari tersebut. Kemudian setelah itu Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Wa inahidzur laazulu qodamahutabwa makaahu minanar." Dan sesungguhnya saksi palsu tidak akan bergeser kedua kakinya sampai dia mempersiapkan kaplingnya di neraka. Dan ini menunjukkan dosa besar karena orang yang bersaksi palsu akan dimasukkan dalam neraka jahanam. Ya, dia tidak bergeser kedua kakinya dihisab oleh Allah subhanahu wa taala dan ujungnya dia akan masuk dalam neraka neraka jahanam. Ini dalil bahwasanya seorang hati-hati ketika menjadi saksi ya. Jangan sampai dia menjadi saksi palsu. Makanya dalam hadis yang lain ya, hadis Abu Bakrah Rasul wasam pernah berkata, "Ala unabbiukum biakbaril kabair." Hadis yang berikutnya dalam e matan ala unabukum biakbaril kabair. Maka aku kabarkan kepada kalian tentang dosa paling besar di antara dosa-dosa besar. Rasul wasam ulangi ala unabbiukum biakbaril kabair. Al unabbiukum biakbaril kabair. Maka akabarkan kepadak tentang dosa paling besar di antara dosa besar. Ini dalil bahwasanya dosa-dosa besar banyak dan dosa-dosa besar juga bertingkat-tingkat. Di antaranya tiga paling besar atau beberapa dosa yang paling ee besar. Qolu bala ya Rasulullah. Kata para sahabat tentu wahai Rasulullah. Qala maka Rasulullah jelaskan asyirku syirik. Yang kedua wauqul walidain durhaka kepada kedua orang tua. Wana muttaqian fajalasa. Tadinya Rasulull sahu alaihi wasallam bertelekan kemudian Rasul sahu alaihi wasallam duduk faqala ala waqul zur ketahuilah dosa berikutnya dosa paling besar adalah perkataan dusta wasyahadatuz zuraksian palsu waquluz perkataan palsu persaksian palsu famaala yukariruha Rasulullah ulang-ulang terus syahadatuz zur syahadatuz zur ulang-ulang persaksian palsu perkataan palsu persaksian dusta perkataan palsu sampai kami para mendengar itu berulang-ulang saya para saat mengatakan laitahu sakat seandainya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam diam tidak mengulangi lagi ya kenapa para sahabat kasihan lihat Nabi serius menyampaikan tentang dosa syahadatuz zur Rasul ulang-ulang sudah cukup ya Rasulullah rasul ulang-ulangi seakan-akan bahayanya dosa ini. Bab. Timbul pertanyaan ketika Rasulull sahu alaii wasallam kita sepakat bahwasanya syirik sama saksi palsu besaran mana dosanya? Syirik. Durhaka sama orang tua dengan saksi palsu besar mana? Durhaka sama orang tua? Makanya Rasulullah sebutkan yang poin ketiga secara urutan memang dia nomor tiga. Tapi kenapa Rasul sahu alaihi wasallam merubah posisi duduknya? Tadinya dia duduk tadinya dia bertelekan santai kemudian dia duduk. Para ulama mengatakan karena namanya syirik seorang mukmin berusaha menjauhinya. Durhaka orang kepada orang tua seorangnya secara tabiat fitrah tidak mau durhaka sama orang orang tua. Tapi kalau persaksian palsu seorang menggampangkan dan kadang-kadang ada syubhat di kepalanya ingin menolong. Menolong kan nolong. Nolong apa? Nolong dengan merugikan orang lain. Ya. Dia menolong misalnya membela seorang, akhirnya satu dirugikan. ya atau bersaksi palsu. Harus orang ini harusnya hukumannya besar, dia bersaksi hukumannya dikurangi. Ini tidak benar. Dia pikir menolong padahal ini bukan menolong. Menolong orang tapi dia sendiri ter binasa. Dia sendiri binasa maka seorang mudah terpancing untuk menjadi saksi saksi palsu. Makanya seb mengatakan kalau an Anda ingin menjadi saksi palsu ee menjadi saksi, jadilah saksi pada perkara yang kau benar-benar jelas sebagaimana jelasnya matahari. Kalau kau tidak jelas, gak usah jadi saksi. Benar enggak? Ee sebentar ya, saya ingat-ingat dulu. Ini jangan jadi saksi. Iya, jelas. Saya tahu benar, saya lihat langsung. Ah, ini jadi saksi enggak apa-apa. Dan bahkan mungkin wajib kalau ternyata untuk menolong seseorang jadi saksi. Tapi kalau ragu-ragu gak usah. Ragu-ragu gak usah. Apalagi nekad saksi palsu. Ya, saya bersaksi bahwasanya dia begini ternyata tidak benar. Mengerikan. Mengerikan. Ya, oleh di antara dosa besar adalah menjadi saksi dusta karena dampaknya luar biasa bisa ee mengambil hak orang lain atau bisa menjatuhkan orang-orang lain. Bahkan bisa membatkan seorang terbunuh gara-gara persaksian palsu. Saya bersaksi melihat dia telah membunuh si fulan, datang lagi saksi palsu kedua. Saya lihat dia bunuh si fulan lagi. Zaman dulu tidak ada CCTV. Ya, saya lihat dia telah membunuh si fulan. Akhirnya dihukum H dibunuh. atau bersaksi palsu. Saya bersaksi bahwasanya dia telah berzina. Kami empat orang lihat dia telah berzina. Akhirnya di dirajam. Mungkin terjadi mungkin mengerikan ya. Hanya untuk karena dunia ya. Makanya waspada Rasulullah tadi ee mengulang-ulang karena dosa ini orang mudah melakukannya. Orang mudah melakukannya. Bab berikutnya dosa berikutnya tentang bab majaa fil yaminil gamus. Bab tentang alyamin al ghamus. Aamin maksudnya sumpah. Algamus maksudnya ingimas yaitu mencelupkan. Istilnya kalau bahasa Arab artinya sumpah yang mencelupkan penyumpahnya dalam neraka jahanam. Maksudnya demikian. Jadi ya ya ymmis menjel mencelupkan penyumpah orang yang bersumpah tersebut dalam neraka jahanam. Sumpah seperti apa? Ini yang dibahas oleh Syekh Muhammad bin Wahab rahimahullah dalam ee kitabnya ini. Tib. Kemudian beliau membawakan dalil tentang hal ini. An ibni Mas'udin marfuan dari sahabat Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu secara marfu. Manfa ala main muslimin biri haqqihi laqiallahu wahua alaihiban. Siapa yang bersumpah dengan nama Allah untuk mengambil harta seorang muslim tanpa hak, maka dia akan bertemu dengan Allah dan Allah murka kepadanya. Q al Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul wasallam membacakan firman Allah subhanahu wa taala. Innalladina biahdillahi waiman. Sesungguhnya orang-orang yang membeli dengan janji kepada Allah dan sumpah mereka hanya untuk mendapatkan ee harga yang murah. Harga yang murah. Semua dunia murah. Dia nekad bersumpah untuk mengambil dunia. Ya. Nekat bersumpah untuk mengambil dunia. Maka Allah akan murka kepadanya. ya pada hari kiamat kelak sumpah tersebut sumpah dusta tentunya ee kita akan bahas ini ada macam-macam sumpah. Perhatikan macam-macam sumpah. Sumpah secara umum ada tiga. Yang pertama ee lagwu minal yamin ya. Ini sumpah yang tidak dianggap hanya apa istilahnya ee apa namanya lisan yang salah. Salah lisan atau perkataan yang tidak yang tidak diniatkan. Itu sumpah yang tidak diniatkan tapi kebiasaan lisan. Tapi hanya kebiasaan lisan. Seperti orang Arab kalau bicara wallahi wallahi lah wallahi ada wallahinya. Terus kita kalau di Saudi kita sering ngomong gitu. Saya bahkan ke bawa kalau la wallahi kamu kamu dari sana Firanda la wallahi tidak. Demi Allah saya tidak bermaksud bersumpah tapi sudah apa kebiasaan ya Allah. Kalau orang orang Afrika I wallah ada i gitu. Jadi ini kebiasaan ya ketika saya pulang Indonesia sudah tidak bawa kebiasaan tersebut. Ketika kita di Madinah orang Arab kalau ngomong biasa ngomong seperti itu. Tapi dia tidak berma sudah sedang bersumpah tapi sekedar omongan terbawa. Ya kamu dari kantor gak? Wallah enggak. Demi Allah. Kenapa hubungannya demi Allah? Dia tidak minta disumpahi tapi dia bersumpah. itu namanya lagun minal yamin, ya. Kemudian yang kedua ee sumpah yang serius ya. Maksudnya benar-benar diniatin. Diniatin untuk sumpah. Tib ini terbagi menjadi ee dua ya. pertama tentang masa lalu. Sumpah terhadap sumpah terhadap perkara masa lalu atau sekarang. Masa lalu atau sekarang. Baik mengisbat, menetapkan atau meniadakan. Ya, menetapkan atau menafikan. Contoh misalnya masalah demi Allah, demi Allah saya masih bujang misalnya padahal padahal sudah meni menikah. Dia nipu akhwat dia. Dia mau nikah lagi. Masih bujang. Demi Allah masih bujang. Sumpah nekat ada yang begitu ada nekat masih bujang, masih single ya. Ternyata bohong ya. Berarti kan dia berbohong ya saat ini. Atau dia bilang, "Demi Allah, saya belum pernah umrah." Ada hadiah umrah ya, bagi yang belum pernah umrah. Dia bilang, "Demi Allah saya enggak pernah apa umrah." Tentang masa lalu saya belum pernah apa umrah. Padahal dia sudah umrah. Ini sumpah tentang masa lalu ya. Ini namanya ee salah satu serius tapi dia sumpah yang serius. Yang berikutnya ee yang kedua, sumpah akan melakukan sesuatu ya sesuatu di masa depan. Baik. Sebenarnya mengatakan, "Demi Allah, saya akan umrah bulan ini atau demi Allah ee saya akan membantu kamu. Saya akan kirim kamu uang se masa depan dia bersumpah di masa depan saya akan melakukan sesuatu." Tib ini hukumnya tiga ini semuanya berbeda ya. Kalau yamin yang lagwu, maka ini tidak dianggap tidak dianggap dalam syariat. Lihat Quran surah Al-Maidah ayat 89. Allah berfirman, "La yuakidukumullahu bilagwi fi aimanikum." Allah tidak menghukum kalian dengan perkataan sia-sia dalam sumpah kalian. Tadi dalam perkataan wallahi wallah tidak ada maksudnya untuk bersumpah. Dia tidak bermaksud ya wakin yakhidukum bima aqtumul. Tetapi Allah memberi hukum bagi orang yang aqumul aiman yaitu yang kalian sengaja untuk bersumpah kemudian kalian langgar. Kata Allah, "Tetapi yang Allah beri hukuman adalah sumpah yang kalian sengajakan. Ternyata kalau kalian tidak mengerjakannya, fakafaratu kafarahnya adalah memberi makan kepada 10 fakir miskin atau memberi pakaian kepada mereka atau merdekakan budak. Siapa yang tidak mampu maka puasa tiga 3 hari." Itulah kafarah sumpah kalian. Maka jagalah sumpah kalian jangan sampai dilanggar. Nah, yang dimaksud bayar kafarah yang ini, ini yang ada kewajiban bayar kafarah. Jika tidak dilakukan bayar kafarah. Jenis nomor yang berikutnya. Jadi tidak dilakukan bayar kafarah. Kafarahnya tadi apa? I pertama pilihan ya. Kafarahnya adalah pilihan antara tiga. Satu di antara, satu di antara tiga. Satu di antara tiga. Apa tadi? Memberi makan. Memberi makan 10 fakir miskin. 10 fakir miskin. Yang kedua ee belum. Yang kedua memberi pakaian auqiswatuhum. Memberi pakaian kepada 10 orang miskin. Yang ketiga, memerdekakan budak atau memerdekakan budak. Kalau tidak mampu baru puasa. Jika tidak mampu baru puasa. Baru puasa 3 hari. Begitu. Tib. Jadi kalau kafarahnya pilihan ya. Yang paling mudah yang mana? Sat, dua atau tiga. Jangan pilih puasa. Puasa itu kalau enggak bisa ya. Puasa itu kalau enggak bisa. Puasa itu bukan pilihan. Kalau tidak bisa baru apa? Puasa. Pilihan satu di antara tiga. Memberi makan 10 fakir miskin atau memberi pakaian 10 orang atau memberekakan budak. Yang paling mudah yang pertama tinggal beli apa namanya nasi bok. Nasi Padang ajak makan ya pecelele selesai. kasih makan misalnya 10 orang fakir miskin kalau belikan pakaian mahal sekarang ya mahal tidak mahal berikan budak budaknya enggak ada perang dulu baru dapat budak tinggal kalau enggak bisa baru puasa tiga 3 hari seorang bukannya dianjurkan menggampangkan, "Ah, saya sumpah nanti kalau enggak bisa tinggal b kafar enggak." Allah mengatakan aimanakum seorang yang beriman menjaga sumpah. Dia sedang bersumpah dengan Allah subhanahu wa taala dia sedang berjanji dengan Allah. Kalau kita berjanji dengan kalau kita berjanji dengan pembesar misalnya bupati aja kita hati-hati. Nah, kepada Allah lebih utama kalau kita sudah bersat tidak mampu ya itu lain cerita baru kita bayar kafarah tayib. Ini terkait dengan ee yang tadi surah Al-Maidah ayat surat Almaidah ayat 89. Nah, adapun yang model ini sumpah terhadap perkara masa lalu atau sekarang ya inilah yang terkait dengan Yamunul Gamus. Di sini ada dua kemungkinan sumpah model ini. Dua kemungkinan akibat sumpahnya pertama akibatnya akibatnya mengambil harta orang. Mengambil harta orang. Yang kedua, tidak mengakibatkan. Jadi, harta atau hak orang. Hak atau harta orang yang inilah yang disebut dengan yaminul gamus. Ini disebut apa? Alyamin algamus. yaitu sumpah yang mengakibatkan mengambil hak orang lain. Ya, misalnya dia mengatakan, "Demi Allah, dia pernah pinjam uang sama saya belum bayar." Demi Allah. Waduh, saya lupa pernah pinjam demi Allah. Padahal gak pernah pinjam ya. Gak pernah pinjam ya. Repot juga seperti ini ya. Ya, repot. Akhirnya dia takut dia bayar. Ternyata dia enggak pernah pinjam uang. Atau sebaliknya, ada orang bilang, "Eh, kau bayar hutangmu. Saya pernah ngutangin kamu." Demi Allah, saya enggak pernah hutang sama kamu. Padahal pernah. Dia ngaku tidak pernah punya hutang. Padahal pernah supaya tidak ditagih. Tidak ada bukti semua. Enggak ada buktinya kok. Demi Allah saya enggak pernah. Ini sumpah untuk mengambil harta orang sehingga dia tidak perlu bayar hutang. Ini contoh namanya Yamidul Gamus. Jadi untuk mengambil hak orang. Sumpah ya. Ada yang tidak mengakibatkan ya seperti demi Allah saya dulu pernah jadi apa namanya manajer ya di kantor. Kantor mana ya? Kantor kantor maju mundur. PT Maju Mundur. Kadang maju sering mundurnya. Jadi dia apa namanya? Dia bohong ya. Demi Allah untuk menaikkan upgrade dirinya dia bohong. Saya pernah gini, saya pernah gini, saya ngomong kosong semuanya. Ya. Ya. Tib. Kalau ada orang melanggar dalam sumpah model ini, sumpah yang perkara masa lalu atau sekarang, maka ini tidak ada kafarahnya. Ini tidak ada kafarah, tapi tobat. Tidak ada kafarah, tapi tobat. Yang ada kafarahnya kalau tentang masa depan. Dan ini dosa besar. Apalagi menghalalkan harta orang, hak orang ya. Rasulullah bersumpah di antaranya atau Rasulullah bersabda tentang tiga orang yukimullah yaumalqiamah waizak wumabunim. Tiga orang yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka pada hari kiamat kelak dan Allah tidak memandang mereka dengan pandangan rahmat pada hari kiamat kelak dan Allah tidak yuzakkihim yaitu tidak Allah tidak mengampuni mereka. Walahum adzabun adzim. Dan bagi mereka azab yang pedih. di antaranya ee almunaffiq silatahu bil halifil kadib. Seorang yang melariskan barang dagangannya dengan sumpah palsu. Ya, demi Allah ini barang baru. Padahal baru 2 bulan misalnya di Mallah. Saya enggak ngambil untungnya harga modal ngomong kosong. Padahal untungnya tiga kali lipat. Banyak orang jualan gitu. Demi Allah didatangkan orang satu bohongin. Jadi untuk melariskan barang dengan laris tapi isinya sumpah palsu. Ini termasuk jamin gomus atau bukan? Ini wallahuam. Dia menghalalkan harta dengan menipu ya. Tapi ini dosa besar ya. Dosa dosa besar. Intinya yamin gamus adalah sumpah yang dilakukan oleh seorang dalam rangka untuk mengambil harta orang lain. Maka dia adalah ee dosa-dosa besar. Itulah yamin algamus yang menjerumuskan, menenggelamkan, menyelupkan, yakmisu, menyelupkan pelakunya ke dalam api neraka. Bab kita lanjutkan hadis berikutnya. Wali muslimin an Abi Umamah radhiallahu anhu. Dari Abu Umamah radhiallahu anhu secara marfu marfuan itu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Manq muslimir hak." Siapa yang mengambil hak seorang muslim tanpa hak laqiallah wahua alaihi godban maka dia akan bertemu dengan Allah. Allah dalam kondisi murka kepadanya. Wafi riwayat dan riwayat yang lain faqadjaballahu lahunarilah. Maka Allah telah mewajibkan dia untuk masuk neraka dan Allah haramkan dia masuk surga. Waqala rajulun. Ada orang tanya ya wain kanana yasiran saian yasiran ya Rasulullah. Meskipun dia apa namanya perkara yang sedikit apa dia masuk neraka. Q wainana qiban min ar. Meskipun hanya sepotong kayu siwak. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ngeri hanya sepotong kayu. Kayu siwak. Kayu siwak kalau dijual sekarang 1 riyal. Ya, artinya meskipun hanya Rp5.000, meskipun hanya mungkin lebih murah lagi kalau di tempatnya lebih intinya meskipun Rp1.000 ternyata kalau dia bersumpah supaya bisa ngambil harta orang meskipun hanya 1000 perak, 5.000 perak, maka dia akan masuk neraka. Dan ini adalah ee perkara yang bahaya. Orang seorang waspada jangan sampai dia bersumpah dalam rangka untuk mengambil harta orang lain. Dan sumpah itu biasanya dalam khusus, dalam pertikaian ya, dalam jual beli orang bersumpah ya demi Allah demi Allah demi Allah ternyata dia dia bohong. Tayib. Hati-hati jangan sampai seorang bersumpah dalam rangka untuk mengambil harta orang lain. Kita lanjutkan bab maaf fiqil muhsanat. Bab tentang menuduh wanita baik-baik berzina. Ya waqullahi taala innalladina yarmunal muhsatil gofilatil mminati luinu fid dunya wal akhirati walahumabunim. Ya alai dalam surat Annur ya Allah sebutkan sebelumnya ininahan waun. Pada ayat sebelumnya dalam surah Anjir, Allah sebutkan tentang qadful muhsanat, menuduh wanita baik-baik dengan turun yang tidak tidak. Ya Allah sebut dalam surat Annur pertama dalam walladzina yarmun musonat dalam surat ayat surat Annur ayat keempat ya. Jadi larangan [Musik] menuduh seorang wanita berzina. Berzina tanpa tanpa dalil atau bukti. Walladina yarmunal muhsanati. Pertama dalam Quran surah Annur 24 ayat 4 Allah mengatakan walladzina yarmunal muhsati tummaamati syuhada. Dan orang-orang yang menuduh wanita baik-baik kemudian tidak mendatangkan empat saksi. Apa balasannya? Fajliduhum jaldah. Maka hendaknya mereka dicambuk 80 kali. Wbalahum syahadatan abada. Dan jangan terima persaksian mereka selama-lamanya. Mereka itulah orang-orang yang fasik. Illalladzina tabu. Kecuali orang yang bertobat. Bab di sini Allah mengatakan ya ee harus datangkan berapa saksi? Empat saksi. Tib. Pada ayat berikutnya surah almukminun al-Nur ayat ke-23. Ya, ini tentang hukuman apa? Ee kalau tadi ini ee dicambuk ya, jika tidak dicambuk. Jika tidak maka dicambuk 80 kali. Kemudian hukuman berikutnya Allah mengatakan, "Innalladina yarmunal muhsonat." Ya, perhatikan sini. Alghofilatil mukminat. Alghofilat almukminat. Luinu fid dunya wal akhirati walahum adzabun adim. Sesungguhnya orang yang menuduh ini semua akan dilaknat. Dilaknat di dunia dan di akhirat dan akan dapat azab yang pedih. Dapat azab yang pedih. Tib. Apa yang dimaksud dengan al-muhsanat? Al-muhsanat al ihsan dalam Al-Qur'an dalam istilah syari dua makna terk yang dimaksud dengan muhsan. Maksudnya sudah menikah secara ee syari seperti Rasul sahu alaihi wasallam mengatakan la yahilum muslim illa bih. Bahwasanya tidak halal dalam seorang mukmin kecuali dengan satu dari tiga sebab. Di antaranya atayibuzani, yaitu wanita yang sudah menikah. Itu muhsanah yang sudah menikah kemudian berzina. Beda antara pemuda yang belum menikah, perjaka, atau gadis yang belum pernah menikah berzina. Beda dengan yang sudah menikah kemudian berzina. Yang sudah menikah disebut dengan muhsan. Kalau wanita disebut apa? Muhsanah. Tapi dalam ayat ini bukan maksudnya itu. Maksudnya ini al-afifat. Maksud dari almuhsanah maksudnya al afifat yaitu yang menjaga diri. Yang menjaga diri itu wanita baik-baik. Makanya disebut dengan alghofilat. Alghofilat maknanya apa? Lalai. Secara bahasa gofil maksudnya apa? La lalai itu wanita yang lalai. Yang lalai maksudnya dia lalai dari perbuatan zina. Lalai dari perbuatan zina. Jauh maksudnya dari perbuatan zina ya. Bahkan dia tidak kepikiran sama sekali. tidak lail perbuatan zina almukminat dan dia orang yang beriman dituduh berzina maka dilaknat penuduhnya dilak di dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang yang pedih. Kalau nuduh harus datangkan empat saksi dan empat saksi tersebut semuanya harus melihat ember masuk sumur. Kalau tidak melihat ember masuk sumur maka saksinya tidak dianggap. Misalnya empat orang datang, tiga orang mengatakan, "Kami lihat semua ember masuk sumur." Yang satu enggak. Saya cuma lihat pelukan aja. Oh, semuanya dicambuk empat-empatnya. Kenapa? Karena tidak melihat ember masuk apa? Sumur. Oleh karenanya benar dalam hukum Islam orang yang berzina yang sudah menikah kemudian berzina dirajam itu benar adanya. Tapi praktik ini susah. Karena seorang sudah berzina kemudian dirajam itu cuma dua kemungkinan. Pertama ketahuan ketangkap basah. Kedua ngaku. Kalau yang ketangkap basah ini hampir jarang terjadi karena harus ada saksi empat empat orang melihat. Saya dulu pernah tanya sama bagaimana kalau video enggak dianggap harus lihat langsung. Apalagi sekarang ada eah bisa aja dibikin-bikin ya harus lihat langsung. Kalau tidak melihat empat orang maka tidak bisa dihukum. Sehingga menghukum orang dengan rajam ini sulit dengan cara ketangkap basah. Karena jangan nangka basah kalau tiga orang tidak cukup. Harus berapa orang? Empat orang. Kalau enggak eh tunggu kumpul-kumpul telepon cepat datang datang sudah selesai. Enggak jadi. Cuma tiga orang. Kamu sih telat ya dulu. Jangan lapar diam aja. Udah sudah telat sudah selesai. Harus empat orang lihat semuanya. Kalau enggak enggak bisa jadi susah. Yang sering terjadi ngaku. Ngaku ya saya berzina ya. itu ngaku kalau ngaku ya ya ngaku berzina disuruh diulang lagi benar berzina saya berulang-ulang kalau dia tetap ngeyal ngaku dia berzina maka di dirajam itu pun jarang yang mau ngaku ya jadi praktik pezina dirajam tuh jarang terjadi. jarang terjadi meskipun hukum Islamnya ada. ee ini dikecualikan kecuali jika ini pengecualian ya kecuali suami nuduh istri berzina meski tidak bawa jika tidak bawa saksi tidak di jika tidak mendatangkan saksi saksi tidak dicambuk tapi disuruh mulaanah. Disuruh mulaanah. Almulaanah. Saling melaknat. Saling melaknat yang Allah sebutkan dalam surah Annur. Melaknat itu dalam surah Annur mulai dari ee ayat 6 sampai ayat 9 ya. Jadi kalau ada suami duduk istrinya, istri saya berzina, dia lapor ke penguasa. Istri saya berzina. Tib mana bukti? Enggak ada. Kalau ada saksi empat orang, istrinya dirajam. Saya satu tiga orang lagi teman. Lihat kita ber empat tadi kita sudah tunggu-tunggu. Begitu dia berzina kami semua lihat. Ya. Maka istrinya dirajam karena suaminya sudah bersaksi dan ada saksi yang lain. Tib. Kalau saksinya enggak ada, saya cuma lihat sendiri atau saya tidak lihat. Pokoknya dia berzina. Kamu lihat enggak? Saya tidak lihat, tapi saya yakin dia berzina. 100% saya lihat berzina. Bagaimana? Ya sudah. Maka ada aturan namanya mulaanah. Dua-duanya saling melaknat. Yang Allah sebutkan Al-Qur'an. Walladina yarmuna azwajahum walam yakun lahum syuhada illa anfusuhum. Dan orang-orang yang menuduh istri-istri mereka berzina dan mereka tidak punya saksi kecuali diri mereka sendiri. Bagaimana? Saksi mereka itu persaksian satu orang mewakili empat saksi. Innahu laminodiqin. Dia bilang, "Demi Allah saya melihat dia berzina. Demi Allah saya tahu dia berzina. Saya yakin dia berzina. Dia cukup dia sendiri." Maka dia bilang, "Saya jujur bahwasanya dia pezinaam." Dia terakhir yang kelima dia demi Allah kalau saya bohong saya terlaknat oleh Allah subhanahu wa taala. Kalau saya bohong. Kemudian sang wanita disuruh membela diri.ab. Kalau wanita tidak berani balas sumpahnya, dia diazab, dirajam. Supaya dia selamat. Dia balas sumpah dengan sumpah. Maka siksaan atau rajam tidak jadi pada sang wanita jika dia bersumpah juga dengan empat sumpah. Demi Allah suami saya pendusta. Demi Allah dia pendusta. Demi Allah pendusta. Allah berdusta wal khamisata. Dan yang kelima dia berkata annaallahi alaiha inana minhin. Kalau suami saya jujur saya dimurkai oleh Allah. Nekat itu namanya melaknah. Saling apa? Mela melaknat. Setelah itu harus dipisah selama-lamanya tidak boleh nikah lagi selama-lamanya. Alat takbid. Beda. Kalau wanita dicerai tiga dia kawin lagi, talak tiga, kawin lagi. Masih bisa kembali enggak? Bisa. Kalau ini enggak bisa selama-lamanya. Ini pengecualian. Tapi kalau orang lain yang nuduh, mana bukti? Empat enggak ada dicambuk. Cambuk ya. Ini bedanya ya. Tiib. Timbul pertanyaan, "Ustaz, kalau wanita tersebut ternyata bukan wanita baik-baik." Ini sering ditanya kepada para ulama. Dia bukan wanita baik-baik. Dia ternyata sering aurat terbuka, sering ketemu laki-laki. Ya. Ya. Kita enggak pernah lihat sih. Cuma kemungkinan besar 99,99%. Kau tahu dari mana itu laki-laki keluar dari kamarnya basah rambutnya. Habis mandi junuh pasti pokoknya ya kerjanya di tempat pelacuran duduk ya. Intinya kalau tidak ada saksi tidak boleh. Tahu-tahu disebut tuduh saya. Mana buktinya? Ya saya ketemu laki-laki maksiat tapi saya tidak zina. Mana buktinya saya berzina? Ya kau sumpah tidak berhat tidak ada. Kau yang duduh yang mana sumpahnya? Mana buktinya? Enggak ada di di apa? Dicam cambuk. Meskipun wanita serusak-rusaknya, tugas kita seorang beriman menasihati bukan nudu dia ber zina. Ada wanita rusak tugas kita bukan nuduh dia berzina, tapi nuduh dia apa? Menasihati. Menasihatinya. Seorang wanita keluar pakai parfum kemudian ketemu laki-laki ngobrol kemudian hilang dari pandangan. Ah, pasti berzina. Kemudian kita bikin isu dia pezina, dia lapor. Maka kita harus datangkan bukti. Kalau enggak kita akan dicambuk. Dan gak boleh kita bilang dia berzina karena itu hukum syari gak boleh ada aturannya. Kenapa? Meskipun meskipun benar dia berzina kalau enggak ada bukti enggak boleh. Ada hikmah yang Allah kehendaki. Ya, coba tiga orang lihat berzina. Berzina enggak tiga orang yakin cuma kurang satu dicambuk enggak? Berarti ketika Allah pengin punya empat saksi itu ada hikmah di balik itu. Tidak cukup satu orang, dua orang tidak cukup tiga orang. Padahal benar-benar 100% dia berzina. Tiga orang lihat semua cuma satu terlambat datang. Kamu telat ngapain macet tadi? Ya sudah, tayangan sudah selesai ya. Padahal tiga orang lihat, tetapi tetap dihukum. Berarti Allah punya hikmah di balik itu. Maka tidak boleh kita nuduh kecuali ada bukti. Kalau enggak diam, kalau enggak diam. Orang punya salah, orang punya dosa, tapi ada batasan. Tidak boleh kita melebihi hukuman yang Allah tetapkan kepada dia dengan menyebar isu dia pezina-pezina. Enggak boleh. Makanya misalnya ada wanita misalnya tukang joget, tukang ini, artis misalnya jalan sama laki-laki, enggak boleh kita bilang Enggak boleh. itu pezina, bukan? Dasar Ah, ini enggak boleh nih. Enggak boleh ya. Kalau enggak apalagi. Mana buktinya kamu lihat dia berzina? Ya enggak ada tapi pastilah. Iya. Enggak boleh. Kamu gak jangan melampaui aturan apa subhanahu wa taala. Jadi enggak boleh karena kadang emosi kadang-kadang enggak boleh melampaui batas. Jadi ini terkait dengan menuduh wanita berzina TB. Kemudian Al Imam Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu taala membawakan hadis dalam sahih Bukhari sahih Muslim. An Abi Hurrat radhiallahu anhu secara marfu. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu secara marfu. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda ijtanibu sababa almqat. Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan. Q wunna ya Rasulullah apa tujuh perkara membinasakan wahai Rasulullah? Rasulullah sebutkan dosa-dosa besar. Asyirku billah syirik kepada Allah. Wasihru sihir waqat nafs haramullah bilhaq. Membunuh jiwa yang Allah haramkan untuk dibunuh kecuali dengan hak baru boleh dibunuh. Kalau enggak ada hak enggak boleh. Waaklu riba. Kemudian yang keempat makan riba. Yang kelima, waakl malil yatim. Makan harta anak yatim. Yang keenam, attawalli yaumah kabur dari dari medan pertempuran. Yang ketujuh waql muhsatil gofilatil mukminat. Menuduh wanita baik-baik yang laila dari perzinaan. Orang wanita beriman dengan tuduhan berzina. Menunjukkan bahwasanya tuduhan menuduhita berzina adalah dosa besar. Termasuk di antaranya adalah menuduh ee lelaki berzina juga sama hukumnya. Lelaki berzina juga sama hukumnya. Kalau tidak dilihat oleh empat saksi, empat orang, ya maka dicambuk. Maka di dicambuk maka seorang waspada. Khilaf di kalangan para ulama tentang hukum orang menduduk orang homo si homo ini homo. Ah, ini juga hati-hati melihat enggak? Ah, ada dua. Ada yang mengatakan homo dihukumi sama seperti zina, maka hukumnya sama. Ada yang mengatakan hukum homo beda dengan hukum zina ya. yang mengatakan sebagian ulama mengatakan hukum homa sama dengan hukum zina. Makanya hukumannya juga kalau sudah menikah dirajam kalau enggak enggak. Ada yang berpendapat demikian. Yang benar tidak disamakan tapi yang mengatakan homo hukumnya sama dengan zina maka menuduh seorang homo harus datangkan paskasi. Kalau enggak juga di dicambuk bab kita lanjutkan bab berikutnya. Babu ma jaa fiil wajhain. Bab tentang celaan terhadap orang memiliki dua wajah. Yaitu sifat orang munafik. Ketemu sana ngomong begini, ketemu sini ngomong begini. Cari muka dari dua kelompok yang saling kontradiksi. Waqalullahi taala Allah berfirman, qu amanna waid khau alainh qu inna maakum. Ya inama nahnu mustahziun ya. Waim in maakum innama nahnu mustahziun. Ini sifat orang munafik. Jika mereka bertemu dengan orang beriman amanna mereka kami beriman. Ketika mereka bertemu dengan gembong-gombong mereka, teman-teman mereka sama munafikin. Mereka berkata, "Innamaahu inna maakum." Sesungguhnya kami bersama kalian. Innama nahnahu mustahziun. Kami hanya ngejek mereka. inna maakum innama nahnu mustahziun. Makanya Allah sifati mereka dalam surat Annisa 143. Mudzabina bainaalika la ilaha ula wala ilaha ula. Mereka bimbang di kepada ini, tidak kepada ini. Ya, karena ke sana begini sifatnya, ke sini begini sifatnya. Bermuka dua. Bermuka dua. Ini sifat tercela. Seorang mukmin dia harus jelas. Jangan gara-gara dia pengin cari selamat maka dia korbankan agamanya. Makanya kalau ada orang-orang ini masyaallah di semua kelompok diterima jangan dulu jangan sampai dia bermuka dua bahkan bermuka tujuh jangan diterima semua karena dia cari keridaan manusia dengan mengorbankan akidahnya ada orang seperti itu benar diterima oleh orang cuma dia korbankan akidahnya dia muji-muji misalnya seorang pelaku kebatilan dia puji-puji oh ini wali padahal bukan wali misalnya dia tahu ini bukan wali tapi dia puji-puji hanya ingin mencari sanjungan manusia ini namanya nya bermuka bermuka doa. Padahal ketika orang dia tahu itu enggak benar ya. Ya. Terus kamu kenapa begitu ya? Biar ini biar dapat kedudukan di sisi pengikutnya. Seorang mukmin ya tidak begitu. Dia tegaslah jangan kemudian bermuka dua. Ini sangat buruk ya. Walahuma an Abi Hurairat radhiallahu anhu. Al Imam Bukhari Imam Muslim meriwayatkan dari Abu dari Abu Hurairah radhiallahu anhu marfuan secara marfu. Kalian mendapati orang terburuk pada hari kiamat yang memiliki dua wajah. Allwaajin biwajhin yang bertemu dengan sekelompok orang dengan wajah satu model wajah bertemu dengan yang lain juga dengan model wajah yang lain. Ya, kalau kelompok ketemu A dia seakan-akan mendukung A. Ketemu si B seangan mendukung apa? Si si B. Ya. Padahal A dan B saling kra kontradiksi, saling bermusuhan. Cuma dia bermuka dua, tidak punya prinsip ini pemilik dua wajah. Ini tidak boleh seorang mukmin enggak boleh begitu. Enggak boleh. Beda kalau dia ketemu A, dia setuju dengan A ketemu B, dia diam aja memperingan apa mudarat. Tapi kalau dia menunjukkan seakan mendukung si B, dia mengorbankan keyakinannya, dia mengorbankan prinsipnya. Inilah pemilik dua dua wajah. Ini dosa besar. Dosa dosa besar. Pertama adalah ciri-ciri orang munafik. Yang kedua, Rasulullah sifati dengan syaras, manusia terburuk pada hari kiamat kelak. Manusia terburuk. Dalam hadis yang lain, wa anasin radhiallahu anhu marfuan, dari Anas radhiallahu anhu secara marfu Rasul sahu alaih wasallam bersabda, "Manana lisanaini ja'alallahu lahu yaumalqiamati lisanaini minanar." Siapa yang memiliki dua lisan? Maksudnya kalau ketemu si A ngomongnya begini, kalau ketemu si B ngomongnya begini. Ya, lisannya dua. Tidak jelas. Orang ini mutadabbzib. Tidak ke sini, tidak ke sini. Di si A kelihatannya mendukung si A memusuhi si B. Di si B mendukung si B musuhin si A. Sehingga dia punya lisan. Maka Allah akan jadikan pada hari kiamat punya dua lisan dari api. Keluar lisan dari api. Ini yang mengerikan ya. Kapan ketika dibangkitkan. Dan terlalu banyak dalil menunjukkan bahwasanya orang pelaku maksiat dia akan dibangkitkan dengan model kemaksiatan yang dia lakukan. Ya, seperti orang sombong dibangkitkan dalam bentuk kecil. Bentuknya kecil seperti semut tapi bentuk manusia. Ya, ini orang sombong. Karena di dunia sombong angku-angkuh dibangkitkan kecil seperti semut tapi tubuhnya manusia. Orang suka minta-minta ya. Minta-minta terus padahal dia mampu kerja, minta-minta ngemis-ngemis padahal dia mampu. Atau memperbanyak hartanya dia membuang rasa malu dari wajahnya. Maka pada hari kiamat kelak dia dibangkitkan dalam bentuk wajah tengkorak. Tidak ada daging di wajahnya. Karena ini dia bermaksiat. Di antaranya orang makan riba dibangkitkan seperti orang gila. Kerasukan setan. Allina riba yakumuna minalika inamal riba. Maka bangkitkan seperti orang gila kerasukan. Ini orang yang bermuka dua punya lisan dua dari api. Orang yang poligami tidak adil badannya miring. Barang saya yang punya dua istri condong kepada satunya datang pada hari kiat badannya apa? Miring. Jenggotan cingkrangan. Akhi ente kenapa? Aduh. Qadarullah. Terlambat qadarullah di sini di hari kiamat terlambat. Kenapa? Miring. Aduh, nanti bukan istri satu enggak ada ter saya sembunyikan juga ya. Tapi ya qadarullah saya tidak adil miring. Tapi kalau adil tegap aman. Kenapa tegap aman? Kalau enggak adil miring. Ya makanya yang satu aman. Ya samaan. Yang nyembunyi-nyembunyikan ini kadang-kadang rawan miring. Hati-hati. Coba yang istrinya dua angkat tangan coba. Enggak ada sembunyikan. Hati-hati miring. Jadi seorang muslim intinya jangan dipermalukan pada hari kiamat kelak. Dia punya prinsip dia kalau macam enggak. Kalau dia takut bicara enggak usah ngomong. Tapi jangan mengesankan dia mendukung kebatilan demi cari apa? Keselamatan. Sampai terkadang dia bermuka dua pada orang kafir. Ketemu orang kafir karena dia takut dia seakan-akan orang kafir tersebut kebenaran. Oh, kalian juga baik, kalian begini dulu ini gini. Seakan-akan orang kafir tersebut di atas tauhid. Subhanallah karena takut dicerca bermuka dua seperti ini. Dia selamat di dunia, di akhirat keluar api dari lisannya dua. Tib. Demikian saja kajian kita. Subhanakallah wabihamdik asadu alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.