Transcript
QRhd2EvPc0Q • Kitab Al-Adab Al-Mufrad #54: Bab Melaknat Orang Lain - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2418_QRhd2EvPc0Q.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
lnih wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh da ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwani. Hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan
bahasan kita dari kitab Al-Adabul
Mufrad. Yaitu kitab yang ditulis oleh
Imam Bukhari khusus tentang adab-adab
dan ini terpisah dari kitab Sahih
Albukhari. Dia kitab tersendiri ya.
Dalam Sahih Bukhari juga ada kitabul
adab ya. Nah, saya juga ada kajian
tentang Kitabul Adab dalam Sahih Bukhari
dan ini kitab adab yang ditulis secara
independen. Ee
sehingga hadis-hadis yang termaktub
dalam kitab Albul Mufrad ada yang sahih,
ada yang diif. Berbeda dengan yang dalam
Sahih Bukhari semuanya apa? Sahih dengan
kriteria yang
ketat. Oleh karenanya banyak dalam
hadis-hadis dalam al-adabul mufrad yang
sahih juga. Namun kriteria yang di bawah
daripada kriteria sahih al-Bukhari.
Sehingga banyak faedah yang bisa kita
dapatkan dari kitab al-adabul Mufrad.
Bab 146, Babul La'an. Bab tentang orang
yang suka melaknat. Orang suka melaknat
maksudnya suka
mendoakan laknat kepada orang lain.
Yaitu laknat artinya dijauhkan dari
rahmat Allah Subhanahu wa taala. Kalau
orang mengatakan laknat Allah kepadamu,
manusia terlaknat itu maknanya adalah
semoga engkau terjauhkan dari rahmat
Allah Subhanahu wa taala. Semisal dengan
ini misalnya mengat semoga kau masuk
neraka, semoga kau binasa. Ini semua
meskipun tidak dengan lafal laknat tapi
maknanya sama ya. Itu mendoakan
keburukan yang maknanya adalah
terjauhkan dari rahmat Allah Subhanahu
wa taala. Apa bedanya engkau terlaknat
dengan semoga kau masuk neraka? Tidak
ada bedanya. Lebih ngeri lagi. Semoga
kau masuk apa? Neraka. Semoga kau
binasa. Semoga kau celaka. Maka orang
suka mendoakan keburukan-keburukan itu
disebut dengan laan. Tidak harus dengan
lafal laknat. Tidak harus. Tetapi
maknanya sama. Karena makna makna dari
laknat adalah jauh dari rahmat Allah
Subhanahu wa taala. Memohon agar Allah
menutup pintu rahmatnya kepada orang
tersebut. Tib.
Eh, al Imam Bukhari berkata, "Qala
hadasana Said bin Abi Maryam qala
akhbarana Muhammad bin Jafar qala
akhbarani Zaid bin Aslam an umi Darda an
Abi Darda Q nabi shallallahu alaihi
wasallam q Nabi shallallahu alaihi
wasallam innalin laakununa yaumalqiamati
syuhada wala syufaa sesungguhnya para
tukang laknat mereka tidak akan pada
hari kiamat tidak akan menjadi para
syuhada, yaitu para saksi
W Sfa juga para pemberi syafaat. Para
pemberi syafaat. Hadis hadis ini menarik
karena dari periwayatan Ummu Darda dari
Abu Darda. Ummu Darda dari Abu Abu
Darda itu dari seorang istri dari suami
yaitu istrinya meriwayatkan hadis dari
apa? Dari suaminya ya. Dan ini wallahuam
adalah Ummu Darda Asugra yang bernama
Hujaimah.
Jadi Rabu Darda punya istri dua. Yang
pertama dikenal dengan Ummu Darda
Alkubra yaitu Khairah bintu Abi Hadrat.
Kemudian yang kedua yang kecil disikenal
dengan yang junior namanya Ummu Darda
Asugra. Ummu Darda Asugra.
Ya, ini istrinya meriwayatkan dari
suaminya Abu Darda. Bahkan dalam
sebagian riwayat dalam Sahih Muslim,
Ummu Darda ketika meriwayatkan hadis,
dia mengatakan, "Haddasani
sayyidi." Dia mengatakan, "Tuanku telah
meriwayat menyampaikan hadis kepadaku."
Yaitu saking Ummu Darda memuliakan Abu
Darda sampai ketika dia meriwayatkan
hadis dari suaminya, dia mengatakan,
"Tuanku sayidi." maksudnya tuanku kalau
bahasa kita tuanku
majikanku ee menunjukkan
bagaimana penghormatan seorang istri
kepada suami. Ini saya mau nyindir
ibu-ibu ya. Ya,
maksudnya di antara amal saleh adalah
menjadikan suami merasa seperti kepala
rumah tangga. Dan Allah mengatakan
arrijalu qawamuna alanisa. Bahwasanya
para lelaki adalah pemimpin di rumah
tangga. Maka seorang wanita yang salehah
berusaha menghadirkan atau menjadikan
suaminya merasa sebagai seorang
pemimpin. Makanya Ummu Darda ketika
meriwayatkan hadis dari suaminya, dia
mengatakan dalam Sahih Muslim,
"Haddasani sayidi, tuanku telah
menyampaikan hadis ee kepadaku." Tuanku
telah menyampaikan hadis kepadaku. Ummu
Darda ini dirawat oleh Abu Darda sejak
kecil. Jadi kecil dia ya yatim yatimah.
Diriwayat oleh Abu Darda. Kemudian
diajarin Quran oleh Abu Darda dan sering
salat sama Abu Darda. Kadang masuk di
mantelnya Abu Darda salat di barisan
lelaki. Ketika dia sudah mulai agak
besar, Abu Darda melarang. Kata Abu
Dada, "Ilhaqi bisofin nisa." Pergilah
kau salat di saf para wanita. Jangan
lagi solos di saf apa? lelaki terus
akhirnya menikah dengan Abu Darda.
Maksud saya umur mereka berdua sangat
terpaut
jauh. Sangat terpaut jauh. Tetapi ketika
Abu Darda meninggal kemudian Ummu Darda
dilamar oleh Muawiyah. Muawiyah ketika
itu ee gubernur Syam atau
khalifah dari orang Quraisy dengan nasab
yang tinggi melamar Ummu Darda. Tapi
Ummu Darda tidak mau. Dia
mengatakan Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
bersabda, "Almaratu liakhiri azwajiha."
Bahwasanya wanita bersama suaminya yang
terakhir. "Kalau saya nikah dengan kamu
lepas Abu Darda." Ini mengatakan, "La
uridu li Abi Darda badilan. Saya tidak
mau ganti buat Abu Darda. Luar biasa
cinta sejati ya. Tidak mau suaminya
diganti. Padahal Abu Darda seorang yang
biasa-biasa. Nasabnya sederhana biasa.
Muawiyah kaya, gubernur atau khalifah.
Tetapi Umur
Darda tidak mau ganti bagi Abu Darda.
Padahal Ummu Darda ketika Abu Darda
meninggalnya masih sangat muda. Karena
menikah antara dia dengan Abu Darda
terpaut usia yang sangat sangat jauh ya.
Maka di sini Ummu Darda meriwayatkan
dari suaminya Abu Darda. Nabi bersabda,
"Sesungguhnya para tukang laknat tidak
akan menjadi para syuhada dan tidak akan
menjadi para syufaa pada hari kiamat
kelak." Syuhada apa bilang syufaa?
Syuhada maksudnya menjadi saksi akan
kebaikan. Kalau ada di hari kiamat dia
menjadi saksi bahwasanya si fulan baik,
dia mengkokohkan di hari kiamat. Kalau
syufaah pemberi syafaat. Maksudnya orang
ini harusnya masuk neraka diberi syafaat
sehingga tidak jadi masuk neraka. Atau
orang ini ee apa namanya? Sudah masuk
neraka dikeluarkan dengan syafaatnya.
Dan kita tahu di hari kiamat ada
mekanisme syafaat sebagaimana kita bahas
dalam ilmu akidah
ya. Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan, "Man eh shobaro ala lawaiha
waiddatiha kuntu lahu yaumalqiamati
syafi'an syahidan. Siapa yang tinggal di
Kota
Madinah tentunya dengan niat beribadah
di sana dan bersabar
dengan kesulitan tinggal di Kota
Madinah, kerasnya hidup di Madinah kalau
panas-panas sekali, kalau dingin-dingin
sekali ya, maka aku akan
menjadi saksi baginya pada hari kiamat
atau aku akan menjadi pemberi syafaat
baginya pada hari kiamat. Ini di antara
keutamaan tinggal di Kota Madinah ya.
Rasulullah mengatakan, "Almadinatuhair
lahum lau yamun. Madinah lebih baik bagi
mereka seandainya mereka mengetahui. Di
antaranya Rasulullah
mengatakanum bil Madinah biha. Siapa
yang mampu untuk meninggal di kota
Madinah, meninggal di kota Madinah.
Sesungguhnya aku akan menjadi pemberi
syafaat atau pemberi menjadi saksi atau
memberi apa? Syafaat. Kata para ulama
maksudnya kalau ada yang tinggal di kota
Madinah ternyata dia orang saleh. Begitu
saleh Rasul akan menjadi saksi ini orang
saleh. Dan seandainya dia ternyata
terjerumus dalam sebagian dosa-dosa,
maka Rasulullah akan beri apa? Syafaat.
dengan syarat dia bersabar tinggal di
Kota Madinah. Jadi di hari kiamat ada
pemberi saksi, ada pemberi apa? Syafaat.
Memberi saksi untuk mengkokohkan
ya untuk memberi apa? Ee makanya Allah
mengatakanika jaal umatan wasakunu
syuhada alanas. Bahwasanya umat Islam
ini akan mulia akan menjadi karena akan
menjadi saksi bagi umat-umat yang lain.
Jadi orang kalau dijadikan saksi berarti
orang yang mulia.
atau dapat anugerah juga bisa memberi
syafaat. Syafaat kepada orang yang
harusnya masuk neraka enggak jadi masuk
neraka atau sudah masuk neraka
dikeluarkan dari apa? Neraka. Ada
syafaat yang lain juga. Bisa jadi orang
sudah masuk surga diberi syafaat
sehingga levelnya lebih tinggi. Levelnya
lebih
tinggi. Tib. Di sini hadis ini
menjelaskan tentang aljazail amal.
Balasan sesuai dengan perbuatan kita di
dunia. Namanya orang kalau memberi saksi
berarti orang ingin menolong enggak?
aksi-aksi atas kebaikan. Bukti bahwa ini
orang baik, orang menolong enggak
menolong. Sama orang yang ee makanya
orang yang suka melaknat-laknat ini
enggak bisa jadi enggak bisa menjadi
saksi karena dia tidak ingin
kebaikan. Kerjaannya ngumpat mendoakan
keburukan bagi orang lain. Semoga mampus
dia, semoga ciloko dia, ya. Semoga masuk
neraka,
semoga apaang sengsara. Ini semua sama
dengan melaknat. Laknat mal'un,
terlaknat. Ada orang yang lisannya
begitu mudah doa-doa keburukan seperti
itu. Orang ini tidak bisa jadi saksi.
Bagaimana dia menjadi saksi? Dia sering
mendoakan keburukan bagi orang lain. Dan
bagaimana dia memberi syafaat sementara
dia selalu menginginkan keburukan bagi
orang lain. Yang namanya orang pemberi
syafaat itu ingin kebaikan. Dia membantu
menolong. Dia membantu dan menolong
orang lain. Maka di memberi syafaat.
memberi syafaat agar membantu orang
lain. Kalau dia di
dunia sukanya mengumpat, sukanya memberi
keburukan, keburukan bagi orang lain,
mendoakan keburukan bagi orang lain, dia
tidak pantas pada hari kiamat kelak
untuk menjadi saksi maupun memberi apa?
Syafaat. Makanya seorang kalau
ingin diberi anugerah oleh Allah jadi
pemberi syafaat pada hari kiamat kelak,
mungkin dia bisa memberi syafaat pada
orang tuanya. Mungkin dia beri syafaat
kepada anaknya, mungkin dia beri syafaat
kepada kakak-kakak adiknya, mungkin dia
beri syafaat kepada istrinya, mungkin
dia beri syafaat kepada kawannya, bisa
ya. Mekanisme itu ada. Tentu dengan
syarat dan ketentuan berlaku. Ya, yang
diberi syafaat harus diridai oleh Allah
Subhanahu wa taala sebagaimana pemberi
syafaat juga harus diridai oleh Allah.
Tapi di antara syaratnya orang yang
memberi syafaat tidak boleh tukang
laknat, tidak boleh suka mendoakan
keburukan bagi orang
lain sehingga dia masih punya kesempatan
untuk memberi syafaat pada hari kiamat
kelak.
Innalanin para tukang laknat la yakununa
yaumalqiamah. Pada hari kiamat kelak
tidak akan menjadi syuhada para pemberi
saksi walaufaa dan tidak akan bisa
menjadi para pemberi syafaat. Hati-hati
juga kalau suka bergaul dengan
orang-orang seperti ini ya nanti akan
terbiasa. Akan terbiasa. Jadi kalau
saksi adalah ee bab khabar, memberi
khabar. Saya bersaksi si fulan orang
baik. Itu namanya pemberitaan. Ya.
Enggak. Kalau ee syafaat men apa
namanya? Ee mendoakan ya, meminta
permohonan. Kalau saksi adalah
pemberitaan. Kalau syafaat adalah
permohonan kepada Allah. Permohonan
kepada Allah ya.
ee orang yang suka mencela
ya
ee suka mencela orang lain ya maka tidak
akan bisa menjadi saksi. Dalam hadis
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda,
"Laisal mukmin ban laan." Seorang mukmin
bukanlah tukang
pencela dan juga bukan tukang pelaknat.
Yang suka mencela berarti dia sering
mengabarkan keburukan tentang orang.
Orang ini begini berang saya mencela.
dia tidak akan bisa menjadi saksi pada
hari kiamat. Yang suka melaknat berarti
mendoakan keburukan pada orang, maka
pada hari kiamat dia tidak bisa
mendoakan kebaikan. Memohon kebaikan
untuk syafaat sebagai syafaat bagi orang
lain. Aljaza min jinsil amal. Balas
sesuai dengan apa? Perbuatan. Jadi
dibalas dengan kebalikannya. Seperti
orang yang sombong, yang merasa tinggi,
merasa besar. Maka pada hari kiamat
dibangkitkan dalam kondisi kecil itu
dibalas dengan kebalikannya. Aljaza amal
balas dengan perbuatan. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Yuhsyarul
mutakabbiruna
yaumalqiamah." Ya kaamsalari fiar rijal
yaksyahumul min kulli makan.
Sesungguhnya orang-orang yang sombong
pada hari kiamat dibangkitkan pada hari
kiamat dalam kondisi kecil seperti semut
tapi bentuknya manusia. Diliputi oleh
kehinaan dari segala sisi. Jadi ketika
di dunia merasa besar, merasa tinggi ya
dibangkitkan kecil. Jadi aljas min amal
itu balasan sesuai dengan lawannya. Sama
ketika di dunia suka mencela, suka
mengumpat, maka di hari kiamat tidak
bisa menjadi saksi ataupun memberi apa?
Syafaat. Karena orang yang suka mencela
itu memberi kabar keburukan tentang
orang lain, bagaimana dia menjadi saksi
untuk memberi kabar kebaikan pada orang
lain pada hari kiamat. Orang tukang
laknat itu doakan keburukan bagi orang
lain agar orang tersebut jauh dari
rahmat Allah. Bagaimana hari kiamat dia
mau menjadi orang yang berdoa kepada
Allah agar orang ini diangkat
derajatnya. Enggak bisa. Jadi aljaza min
jinsil
amal bab. Kita
lanjutkan. Ee al Imam Bukhari berkata,
"Qala
haddasana Abdul Aziz bin Abdillah qala
haddasana Sulaiman bin Bilal anil ala an
abihi an Abi Hurairah qala qala Nabi
sallallahu alaihi wasallam laiddiq
yakuna
laanan." Tidak pantas bagi asiddiq.
Siddiq itu derajat yang tinggi yang
selalu
membenarkan ayat-ayat Allah, membenarkan
perintah-perintah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Makanya Abu Bakar diberi gelar
dengan apa? Assiddiq. Assiddiq. Abu
Bakar terkenal dengan Assiddiq
ketika e ketika di kisah Al Isra wal
Mikraj ketika Nabi mengabarkan
bahwasanya beliau dalam waktu semalam
berangkat menuju Masjidil Aqsa kemudian
ke Sidratul Muntaha kemudian balik
sebelum subuh berangkat setelah malam
mungkin setelah isya balik sebelum apa?
Subuh. Maka ketika itu sebagian orang
yang ragu, murtad dan mereka kemudian
jadikan ini sebagai bahan untuk mengejek
Abu Bakar. Mereka datang kepada Abu
Bakar, "Wahai Abu Bakar, temanmu kemarin
bilang begini, begini, begini." Dia
bilang begini gak masuk akal. Abu Bakar
mengatakan, "Dia telah menyampaikan
kepadaku yang lebih parah daripada ini.
Yaitu menyampaikan bahwasanya tentang
khabarus sama, berita dari langit dari
Allah, siang dan malam terserah kapan
saja dan selalu saya benarkan."
lebih parah daripada ini bahwasanya dia
menyampaikan kabar dari Tuhan pencipta
alam semesta dan saya selalu benarkan.
Maka sejak itu Abu Bakar digelar dengan
apa? Assiddiq. Assiddiq. Di antara sebab
Abu Bakar digelari asiddiq karena kata
Nabi dalam satu
hadis, "Ma aradul islam ala ahdin ya
illa kana fihi ehulma kamaqal ya."
tidaklah aku menawarkan Islam kepada
seorang pun kecuali ada keraguan ya.
Kecuali keraguan illa Abu Bakrin.
Kecuali Abu Bakar
ketika ditawarkan Islam oleh Nabi
langsung
membenarkan. Tidak ragu-ragu, tidak
mikir-mikir dulu. Kenapa bisa demikian?
Karena Abu Bakar temannya Nabi, teman
dekatnya Nabi sebelum Nabi
mempropagandakan bahwasanya mengiklankan
dia seorang Nabi. Sehingga Abu Bakar
tahu betul siapa Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Tidak mungkin bohong.
Dan ini sebenarnya diketahui oleh semua
orang. Tetapi karena sahabat dekat beda
dengan sahabat yang jauh. Maka ketika
Rasulullah mengabarkan dia seorang nabi,
Abu Bakar langsung tanpa ragu, tidak ada
taradud, tidak ada keraguan
langsung apa? Langsung mengatakan,
"Engkau adalah seorang apa? Seorang
nabi." Sehingga disebut dengan asiddiq.
Dan kita tahu derajat siddiq tinggi ya.
Makanya Allah mengatakan,
"Ulaikalladzina an'amallahu alaihim
minan nabiyin wasiddiqin wasyuhada
washihin." Ini derajat di surga. Yang
pertama anabiin, para nabi. Kemudian
assiddiqin, kemudian syuhada yang mati
syahid. Kemudian asaliihin, orang saleh.
Jadi derajat siddiqiyah dia derajat
kedua nomor satu para nabi, kedua
siddiqiyah, yang ketiga para syahid,
yang mati syahid, yang keempat para
salihin. Dan derajat siddiq ini di
diraih dengan selalu membenarkan, tidak
ada keraguan dan pembenaran tersebut ee
teraplikasi. Ya, dia membenarkan, ada
aplikasinya itu dia mengamalkan amal
saleh, meyakini. Maka ini menjadikan
seorang untuk ee apa namanya? Belajar
dan belajar tentang keimanan sehingga
keyakinannya semakin
bertambah-tambah. Makanya kita belajar
tentang rukun iman, tentang dalil-dalil,
tentang argumentasi sehingga kita
semakin yakin dan kalau semakin yakin
maka mencapai derajat asiddiq. Maka
Rasulullah mengatakan, "Tidak pantas
bagi seorang asiddiq any yakuna
la'anan." suka melaknat. Suka melaknat
ya gak gak siapa yang ee suka melaknat
maka dia tidak akan mencapai derajat
asiddiq karena ini derajat yang tinggi
ya. Orang yang siddiq tentu hatinya
lembut ya. Seperti Abu Bakar Asssiddiq
radhiallahu anhu. Rahmat bagi kaum
muslimin, sayang bagi kaum muslimin,
berusaha kebaikan bagi kaum muslim,
derajat siddiq. K dia yakin bahwasanya
semua ini ada balasan pada hari kiamat
kelak. bahwasanya manusia terbaik yang
paling bermanfaat bagi orang lain
sehingga ee dia punya kasih sayang
kepada kaum muslim. Ada suka
melaknat-melat tidak mungkin jadi
siddiq. Hadis berikutnya al Imam Bukhari
berkata q hadana Muhammad bin Yusuf q
hadana Sufyan an aas an ab Abi Dobyan an
Hudzaifah qala maana qq alaihimah.
Tidaklah suatu kaum saling saling
melaknat di antara mereka kecuali memang
berhak mereka diberi laknat. di berhak
mereka ditimpa laknat. Kalau ada suatu
kaum suka saling melaknat, laknat ini
dibalas bolak-balik berse kamu mau apa
kata-kata buruk, mampus kamu ya. Kamu
juga gini hancur kamu. Maki-maki terus
saling mereka ya laknat engkau ya kau
terlaknat seperti itu. Maka mereka
saling serang-serangan laknat. Maka kata
Nabi,
keduanya berhak untuk dilaknat. kaum
tersebut berhak untuk di dilaknat.
Ya, kenapa? Di antara sebabnya ya,
karena laknat itu kalau seorang melaknat
orang lain kemudian tidak benar maka dia
mencari jalan. Kalau tidak kalau benar
akan menimpa orang terlaknat, kalau
tidak benar akan kembali kepada
pelaknatnya. Nah, kalau sering melaknat
tidak selalunya benar. Si A melaknat si
B, si B melaknat. Pasti ada doa-doa yang
melampaui batas yang tidak berhak si B
mendapatkannya dan tidak berhak si A
mendapatkannya. Ketika sering saling
melaknat, laknatnya naik ke atas tidak
dapat tempat, akhirnya balik mengenai
orang yang dirinya sendiri. Maka orang
yang suka saling melaknat suatu saat mau
tidak mau dia akan terlaknat. Karena
laknat tersebut tidak pantas kepada
orang yang dilaknat. Kalau tidak pantas
kepada orang dilaknat, maka kembali
kepada dirinya. Kembali pada dirinya.
Waliyadzubillah. Dan ini ee di antaranya
juga menunjukkan mereka adalah orang
yang buruk, saling gonta-ganti, saling
serang-serangan dengan laknat. Maka
orang-orang seperti ini pantas untuk
dilaknat. Baik.
Bab man laana abdahu
faqohu. Bab orang yang melaknat budaknya
lantas dia memerdekakannya.
Lantas dia
memerdekakannya. Al Imam Bukhari
berkata, "Hana Ahmad bin Yaakub Qani
Yazid bin Miqdam bin Surah abi jaddihi q
akni Aisyatu." Aisyah mengabarkan
kepadaku an abu
bakrin
baqiqihi. Bahwasanya Abu Bakar melaknat
sebagian
budaknya. Maka Rasulullah menegur Abu
Bakar mungkin melaknat ini karena
kesalahan besar.
Yang menurut Abu Bakar, Abu Bakar tentu
derajat siddiq. Yang menurut Abu Bakar,
budaknya ini pantas untuk dilaknat
karena melakukan kesalahan besar.
Meskipun tidak dijelaskan. Kita tahu
bagaimana lembutnya Abu Bakar. Namun Abu
Bakar namanya manusia tidak maksum. Dia
pernah melakukan kesalahan. Yang
kesalahan itu sebenarnya tidak salah
karena si budak ini memang berhak untuk
dilaknat. Tetapi untuk derajat siddiq
tidak boleh mela melaknat. Ada
aturannya. Meskipun budak ini pantas
untuk dilaknat karena melakukan
kesalahan besar, tapi kalau ingin
derajat siddiq maka hendaknya tidak
melaknat. Maka Nabi menegur Abu Bakar
karena memerdeka e karena melaknat salah
seorang budaknya. Rasulullah berkata,
"Ya Abu Bakrin, wahai Abu Bakar allaanin
wasiddiqin kal warabbil Ka'bah." Ya, Abu
Bakar, bagaimana bisa tukang laknat
sekaligus apa? Siddiq. Bagaimana bisa
demikian? Kalla warabbil
Ka'bah. Ya, demi
Allah
ya ee tidak bisa bergabung
ya. Tidak bisa bergabung tukang laknat
sekaligus siddiq. Engkau adalah siddiq.
Gimana bisa melaknat? Maksudnya Nabi
ingin jelaskan kau tu siddiq. Abu Bakar
makruf ya. Dia sejak di Makkah sudah
diberi gelar dengan apa?
Siddiq. Bagaimana siddiq kemudian
melaknat? Kala tidak mungkin bisa
bersatu warabbil Ka'bah. Demi penguasa
Ka'bah.
dua kali tiga
kali
Abuak maka Abu Bakar pun hari itu
langsung memberikan budak yang dia
laknat
tersebut nabi sallallahu alaihi wasallam
faq datang kepada Nabi. Dia lapor, "Ya
Rasulullah, saya tidak akan mengulangi
lagi. Saya tidak akan mengulangi lagi."
Ini ee
kesalahan yang pernah dilakukan oleh Abu
Bakar ya.
ee kemudian dia merasa bersalah ditegur
oleh Nabi. Kemudian merekakan budak yang
di yang dilakna tersebut. Ini
sebagaimana pernah lalu kita sampaikan
tentang Abdullah bin Umar. Abdullah bin
Umar juga pernah demikian. Dia dia
melaknat ee budaknya ya. Setelah itu dia
merdekakan dan itu cuma sekali dalam
seumur hidup. Makanya putranya Salim,
Salim bin Abdullah bin Umar, Salim bin
Abdillah bin Umar berkata, "Ma samu
Abdallah lainan ahadan qod laisa
insanan." Aku tidak pernah mendengar
Abdullah bin Umar melaknat seorang pun
kecuali budak yang satu pernah
dilaknat. Itu sekali pernah melaknat
Abdullah bin Umar, gak pernah pernah
laknatnat yang lain. Kemudian setelah
itu dia merdekakan budak budaknya yang
dia laknat tersebut. Ini mirip seperti
yang dilakukan Abu Bakar. Abu Bakar
melaknat budaknya kemudian dia
merdekakan. Tentu dia laknat budaknya
karena ada kesalahan besar yang
dilakukan oleh
budaknya. Namun derajat asiddiq derajat
yang tinggi. Ya, meskipun boleh dia
lakukan tapi kalau ingin mencapai
derajat siddiq dia tidak boleh
melakukannya. Maka dia bertobat dan dia
melang la aud aku tidak akan mengulangi
lagi. Jadi ada sebagian darajat harus
tinggi tidak bisa dicapai kecuali
persyaratannya terpenuhi.
Seperti ketika Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam mengatakan tentang orang-orang
masuk surga tanpa azab tanpa hisab. Kata
Rasul sahu alaihi wasallam, "Humulladina
la yastarquun." Orang-orang yang tidak
pernah minta rukiah. Padahal minta
rukiah itu boleh. Boleh minta rukiah
boleh. Tetapi kalau untuk mencapai
derajat masuk surga tanpa hisab, jangan
lakukan itu karena ini persyaratan
karena derajat tinggi. Ada hal yang
mungkin boleh harus ditinggalkan supaya
bisa mencapai derajat yang
tinggi. Sama Abu Bakar mungkin boleh
melaknat budak itu karena budak ini
berhak untuk dilaknat tetapi karena dia
ingin mencapai derajat siddiq tidak
pantas seorang siddiq mela melaknat. Ini
dalil bahwasanya seorang berusaha
menjaga lisannya tidak sedikit-sedikit.
melaknat, mengumpat. Janganlah kotori
lisan kita dengan hal-hal yang
ee tidak baik sehingga menjadikan
derajat kita rendah.
ya meskipun orang itu mungkin pantas ya
tetapi tidak perlu tidak
perlu tib berikutnya babut talaun
bilaknatillah wqillah wabinar ini contoh
bahwasanya laknat itu bukan cuma dengan
kalimat laknat bab saling melaknat
dengan laknatullah itu semoga Allah
melaknatmu atau bighobillah semoga Allah
murka kepadamu ini juga
laknatinar semoga mampus masuk neraka
ini juga namanya laknat karena laknat
secara bahasa maknanya adalah atardu mir
rahmatillah terusir dari rahmat Allah
dan terusir dari rahmat Allah bisa
dengan kalimat laknat bisa dengan lafal
semoga masuk nerak bisa dengan lafal
juga semoga Allah murka kep kepadamu ya
Semua maknanya sama. Maka seperti saya
katakan di awal, laknat tidak harus
dengan kalimat apa? Laknat. Semua doa
yang maknanya adalah memutuskan seorang
dari rahmat Allah itu disebut juga
dengan laknat. La tatalaanu kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam saya bacakan.
Haddasana Muslim qala haddasana Hisyam
an Qatada anil Hasan an Samurah qala qa
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Rasul
sahu wasallam bersabda laatu
bilaknatillah. Janganlah kalian saling
melaknat dengan laknat Allah. Wala
bighillah. Dan jangan dengan kemurkaan
Allah. Wala binar. Dan juga jangan
dengan api neraka. Itu jangan bilang
semoga Allah murka kepadamu. Semoga
Allah marah kepadamu. Semoga kau masuk
neraka. Ya
jangan. Sama atalaun tadi. Ee saling
melaknat. Saling melaknat namanya.
Seorang mukmin dengan mukmin yang lain
harusnya saling mendoakan kebaikan.
Seorang mukmin dengan sear mendalakkan
kebaikan. Kalau dia dizalimi sama
berusaha bersabar ya. Kalau dia berdoa
pun dia mengatakan, "Ya Allah kalau dia
harus terpaksa berdoa, diang Allah
hukumlah dia sesuai dengan yang berhak
dia dapatkan kalau memang harus
mendoakan." Atau mengatakan Allah
makfini syarah ya Allah jauh selamatkan
lalu keburukannya.
Ya, tidak perlu kemudian dendam,
kemudian doa
keburukan, berusaha masukkan dalam
neraka. Ya Allah, murkalah kepadanya.
Saya rasa tidak, tidak perlu ya. Seorang
mukmin sama yang saling mengasihi,
saling menyayangi kalau ada kesalahan.
Kalau bisa maafkan bisa terbaik. Kalau
tidak bisa maafkan berusaha menjauh
darinya. Kalau tetap sulit menjauh
darinya dan kezalimannya terus-menerus,
boleh berdoa, "Ya Allah, hukumlah dia
dengan yang pantas baginya." Sudah
selesai. serahkan kepada Allah. Allah
yang lebih tahu apa yang terbaik bagi
baginya. Bab laknil lak lan laknil
kafir. Babnya bab melaknat orang
kafir. Al Imam Bukhari berkata
rahimahullah qala hadasana Muhammad qa
hadana Abdullah bin Muhammad qala
hadasana Marwan bin Muawiyah qala
hadasana Yazid an Abi Hazim an Abi
Hurairah radhiallahu anhu qala. Dari Abu
Hurairah radhiallahu anhu sahabat yang
mulia beliau berkata, "Qila ya
Rasulullah." Dikatakan kepada
Rasulullah, "Wahai Rasulullah, udullah
alal musyrikin." Ya Allah, doakanlah
kehancuran bagi orang-orang
musyrikin. Qala Nabi berkata, "Inni lam
ubat laanan walakin buitu rahmatan." Aku
tidak diutus sebagai tukang laknat, akan
tapi aku diutus sebagai rahmat. sebagai
rahmat
ya. Rasulullah mengingatkan bukan
kebiasaan Nabi untuk melaknat ya. Bahkan
kepada orang kafir pun Rasulull sahu
alaihi wasallam tidak biasa untuk apa?
Melaknat. Yang terbiasanya Rasulullah
mendoakan kebaikan kepada mereka.
Terkadang Allah kabulkan terkadang Allah
tidak kabulkan. Dan Allah telah
mengatakan tentang Nabi, wama arsalnaka
illa rahmatan lil alamin. Ya, tidaklah
kami mengutus engkau kecuali sebagai
rahmat bagi alam semesta. Ya, oleh
karenanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
sering mendoakan kebaikan bagi orang
kafir ya ee agar mereka dapat hidayah ya
kecuali hanya segelintir yang kemudian
Rasul sahu alaihi wasallam doakan
keburukan. Ya, bisa jadi dikabarkan
kepada Nabi
bahwasanya ee mereka tidak bakalan masuk
Islam misalnya ya baru mungkin Rasulull
Sallahu Alaihi Wasallam doakan ya
asalnya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
tidak mendoakan keburukan bagi mereka
ya.
ee dalam satu hadis
ya sebagian sahabat merasa berat karena
diganggu oleh sebagian kaum musyrikin.
Maka mereka datang kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kemudian
mereka berkata, "Udu alaihim." Ya
Rasulullah doakan keburukan bagi mereka.
Terlalu banyak mereka mau kami. Maka
Nabi sallallahu alaihi wasallam pun
mengangkat
tangannya karena disuruh Rasulullah
doain mereka. Mereka terlalu banyak
menzalimi kami. Maka Rasulullah angkat
tangannya. Kemudian para sahabat juga
ikut angkat tangan mendoakan dan mereka
berkata, "Halakat mudar akan binasa
orang-orang itu akan binasa." Nabi
doakan mereka ya mereka menyangka Nabi
akan mendoakan kecelakaan. Ternyata
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam mendoakan
hidayah. Sudah terlanjur angkat tangan.
Berilah hidayah kepada kepada mereka.
Bukan berarti Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam tidak pernah mendoakan
keburukan. Pernah. Ya. Ya. Seperti kisah
ketika Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam
sedang di Makkah. Kemudian Rasul sahu
alaihi wasallam sedang sujud di Ka'bah.
Tiba-tiba orang-orang kafir Quraisy lagi
ngobrol. Mereka ketawa-ketawa ya lihat
Nabi ya. Kemudian mereka bilang, "Siapa
yang punya ide untuk taruh kotoran
di pundak
Muhammad?" Kemudian bangkitlah seorang
bernama Uqbah bin Abi Muai. Uqbah bin
Abi Muid.
Kemudian dia pergi ke Salal Jazur milik
fulan, yaitu kemarin si fulan baru
nyembelih
unta, maka ada kotorannya ditampung ya
mungkin isi perutnya ya belum dibuang.
Maka dia pergi, dia bawa Nabi sedang
sujud. Maka dia pun taruh di pundak
Nabi. Dia tunggu Nabi sujud dulu. Jadi
kotor semua baju Nabi, pundak Nabi
kotor. Nabi terus sujud.
Akhirnya orang-orang ada yang kasih tahu
Fatimah. Fatimah masih kecil jariah
masih kecil. Maka dia datang dilaporin
bapaknya diganggu. Maka dia pun datang
dia bersihkan kotoran tersebut dari
pundak bapaknya. Bapaknya sujud terus
gak berhenti sampai bersih. Setelah itu
dia balik hadap orang Quraisy. Dia
perempuan kecil. Dia maki-maki mereka.
Mereka terketawa ketiwi sampai apa
namanya? Sempoyongan saking
terbahak-bahak. Dalam hadis disbutkan
sampai sempoyongan ke kanan ke kiri
karena saking
terbahak-bahak. Setelah dibersihkan
Rasulullah selesai salat Rasulullah
berdoa Allah dengan suara yang didengar
oleh mereka. Allahumma alaika bi
Quraisy. Ya Allah binakanlah
binasakanlah Quraisy. Allahumma alaika
bi Abi Jahal. Ya Allah binasakanlah Abu
Jahal. Sebut satu-satu. Tujuh orang
semua mereka ketakutan karena tujuh
orang sebut situ. Mereka dengar Nabi
doakan mereka. Mereka tahu doa apalagi
dari orang saleh, orang amanah di depan
Ka'bah dikabulkan. Makanya semuanya
tewas dalam perang perang Badar.
Semuanya tewas dalam perang Badar. Ini
bisa jadi Allah wahyukan bahwasanya
mereka tidak bakalan apa?
Beriman. Ini sama seperti
ee apa namanya? Nabi Nuh Alaih Salam.
Ya, kita tahu beliau adalah orang yang
sangat sabar.
Bahkan beliau berdakwah sampai ya
falabit fihim alfanatin aman. Bahkan
beliau sampai 50 950 tahun berdakwah.
Tapi di ujung akhirnya beliau
berdoa. Berdoa agar kaumnya binasa. Ya,
di antara
sebab
ee kenapa beliau berdoa ya sehingga
kaumnya binasa disebut oleh para ulama
karena Allah telah
mewahyukan bahwasanya kaumnya tidak akan
kaumnya tidak akan beriman lagi.
Saya carikan ayatnya dalam surat Hud
ayat 36 kata Allah, wa uhya ila Nuhin
annahu la yummina minumika illa man qod
aman fala tabtais bima kanu yaf'alun
diwahyukan kepada Nabi Nuh bahwasanya
tidak bakal lagi beriman yang beriman
cuma yang sekarang beriman tidak lagi
tidak ada bahkan lagi
tambahan. Jadi Nuh tahu oh dakwah lagi
sudah
percuma. Karena Allah sudah kabarkan
yang akan beriman cuma yang sekarang aja
cuma 80 orang. Sisanya ini tidak bakalan
beriman lagi. Allah mengatakan wa uhy
nuhin annahu la yummina minumika illa
manq aman. Tidak akan beriman dari
kaummu kecuali yang sekarang sudah
beriman. Ya sudah ketika dikabarkan
demikian, apalagi Nuh Alaihi Salam
melihat
dampak. Maka setelah itu ternyata mereka
kafir karena mereka juga umur panjang.
Kemudian anaknya diajak untuk caci maki
Nuh. Cucunya pun diajak turun-temurun.
Nabi Nuh kan umurnya panjang. Jadi orang
ini punya anak, punya cucu, punya buyut,
punya cicit, semuanya diajak untuk
maki-maki Nabi Nuh.
Maka di situlah Nabi Nuh
berdoa
eh dalam doanya nuh
Nabi Nuh berkata, "Ya Allah, jangan kau
biarkan seorang pun dari orang kafir itu
di atas muka bumi ini. Jangan kau
biarkan mereka." Kenapa?
Kalau kau biarkan mereka hidup, mereka
akan menyesatkan hamba-hambamu. Wajir
kafar. Dan mereka tidak punya anak
kecuali kafir lagi, kafir lagi, kafir
lagi. Hanya memperbanyak orang kafir.
Maka saat itulah Nabi Nuh berdoa. Karena
timbul pertanyaan Nabi Nuh kenapa 950
tahun sabar setelah itu berdoa di
penghujung? Karena ada sebab. Sebabnya
Allah mengatakan tidak bakal lagi
beriman. Sebab kedua, Nuh melihat
dampaknya lebih parah dibiarkan mereka
hidup. Ternyata anaknya kafir, cucunya
kafir, cicitnya kafir, cecetnya kafir,
encitnya
kafir. Udah mending mati aja. Makanya
dia berdoa, "Rabbi la tadar alal ardhi
minal kafir
dayaro." Doakan. Itu pun di antara sebab
kenapa Nabi Nuh tidak memberi syafaat
pada hari kiamat. Dia mengatakan, "Saya
berdoa atas kaumku." Itu pun padahal
Nabi Nuh tidak salah. Artinya dia punya
punya hujah argumentasi mendoakan mereka
binasa tadi karena mereka tidak bakalan
beriman lagi. Efek yang kedua kalau
dibiarkan mereka hidup semakin berbanyak
orang kafir dan Ruh tidak Nuh tidak suka
melihat
kesyirikan. Bagaimana mereka tidak
menyembah Allah mereka menyembah
berhala. Nuh tidak
suka. Dia bukan karena kemaslahatan
pribadi. Bukan. Wala yalidu illa fajirun
kafaro. Mereka tidak melahir kecuali
orang fajir maupun kafir. Apa yang
diharapkan sudah matiin aja. Itu pun
ketika hari kiamat kelak orang-orang
datang minta syafaat kepada Nabi Nuh.
Nabi Nuh minta uzur di antaranya saya
mendoakan apa
kaumku? Maka wallahuam. Nabi sallallahu
alaihi wasallam ketika
mendoakan p kaum ya mungkin Allah sudah
ee Allah sudah sebutkan bahwasanya
mereka akan meninggal dalam kondisi
kafir atau wahyu. Sehingga Nabi sudah
doain aja sekaligus mereka binasa atau
karena terlalu kebangetan ya.
Karena ketika Nabi sedang dihina, yang
menyaksikan tersebut putrinya yang masih
paling bungsu. Bayangkan seorang ayah
sedang di jadi dibully dibully oleh Abu
Jahal. Kemudian anaknya lihat ayahnya
sedang dibully dengan ditaruh kotoran.
Beratlah seorang ayah melihat apa
anaknya menyaksikan hal tersebut. Maka
Nabi pun mendoakan. Tapi ini bukan hukum
asal. Hukum asal Nabi mendoakan
keburukan. Ketika Nabi sallallahu alaihi
wasallam diusir di Thaif, Rasulullah
malaikat gunung saya
mengatakan, "Kalau kau mau ya
Rasulullah, aku akan timpakan gunung
kepada penduduk Mekah Thaif." Kata Rasul
wasam, "Jangan siapa tahu semoga Allah
mengeluarkan dari anak keturunan mereka
orang-orang yang menyembah Allah tidak
berbuat syirik sama sama sekali." Dan
benar Abu Jahal kafir anaknya Ikrimah.
Sahabat Ikrimah bin Abi Jahal. Alwalid
bin Mughirah kafir anaknya ternyata
Khalid ibnul Walid. Uqbah bin Abi Umuaid
kafir ternyata anaknya juga sahabat.
Ya. Jadi ee banyak seperti juga Umayyah
bin Khalaf yang menyiksa Bilal. Ternyata
anaknya Safan bin Umayyah. Akhirnya
masuk Islam jadi siapa? Sahabat. Jadi
para pejuang-pejuang.
Ya, demikian. Oleh karenanya benar ada
dalil Nabi mendoakan keburukan, tapi
bukan hukum asal. Hukum asal Nabi
mendoakan kebaikan bagi mereka.
Adapun
melaknat secara
umum, maka boleh kita bilang laknatullah
alal
kadibin. Semoga falnatullahi
alimin
eatallahi alalibin. Kita jadikan laknat
Allah bagi para pendusta. Maka kita
boleh mengatakan para pendusta dilaknat
oleh Allah. Ini boleh umum namanya
laknat umum. Tapi kalau kamu pendusta
dilaknat jangan. Cuma laknat tertentu.
Kalau laknat umum boleh. Seperti Allah
mengatakan, "Ala laknatullahi
alalimin." Ketahuilah laknat Allah bagi
orang zalim. Ada orang zalim, "Kamu
mal'un, terlaknat karena kau zalim sama
saya." Enggak boleh. Enggak boleh. Ya,
dalilnya apa? Dalilnya ketika ada
seorang yang tukang mabuk, ya, mabuk
laporin kepada Nabi dicambuk. Setelah
itu dilaporin lagi, dicambuk lagi. Ini
sahabat ada tukang mabuk satu. Dia
enggak bisa apa namanya menahan
kecintaan terhadap khamar. Karena dahulu
mereka cinta sama khamar luar biasa.
sampai Allah kalau ingin ketika
mengharamkan khamar empat tahapan tidak
langsung haram karena gandrungnya
terhadap khamar benar-benar luar biasa.
Tapi ada sahabat yang tersisa tetap
belum bisa meninggalkan khamar.
Dilaporin
dicambok. Kemudian setelah itu minum
khamar lagi. Lapor lagi dicambuk lagi.
Ya. Kem minum khamar lagi dicambuk lagi.
Akhirnya ada yang melaknat. Allah
melaknatmu. Betapa sering kau
didatangkan untuk dicambuk. Maka
Rasulullah menegur sahabat yang lain. La
talalanuh jangan. Jangan lalu. Jangan
kau laknat
dia. Sesungguhnya dia mencintai Allah
dan
rasul-Nya. Kenapa? Rasulullah yang
mengatakan ketika sudah person bisa jadi
ada amal saleh yang dia lakukan yang
menghalangi dia untuk terlaknat dan itu
kok tidak tahu. Memang dia melakukan
satu kesalahan yang menyebabkan dia
terlaknat minum khamar. Tetapi dia
mungkin punya amal saleh lain yang kalau
dibanding dengan dosa tersebut
mengalahkan dosa tersebut sehingga dia
tidak berhak untuk di dilaknat. Maka
ketika laknat tertentu Rasulullah tegur.
Padahal masalah khamar dilaknat dari 10
sisi.
Laanallahu al khamar
wasyaribaha. Wasyaribah. Allah melaknat
khamar yang minumnya, yang memeras
anggurnya, yang menuangkannya, yang
mengantarkannya. Nah, pokoknya yang
menjualnya semua dilaknat. 10 grup
khamer semua ter
[Musik]
terlaknat. Nah, dan orang ini minum
khamar harusnya boleh dilaknat dong.
Iya, secara umum boleh. Kita boleh
mengatakan Allah melaknat peminum
khamar. Boleh. Tapi kau itu
jangan. Karena bisa jadi dia punya
penghalang. Paham? Tapi kita boleh
bilang terlaknat orang minum khamar.
Boleh. Dalilnya
banyak. Terlaknat pemakan riba.
sawa. Pemakan riba
terlaknat. Yang nasabahnya juga
terlaknat. Yang kasih untung sama
pemakan riba juga terlaknat. Karena
gara-gara dia jadi nasabah, akhirnya ada
kejadian riba. Kerja sama
antara renten dirinya sama
nasabahnya. Syahidaihi yang menjadi
saksi. Sehingga terjadilah proses riba
tersebut.
pencatatnya, notarisnya terlaknat. Kata
Nabi, "Semuanya sama. Tetapi ketika ada
seorang notaris
catat akad riba, terlaknat kamu." Enggak
boleh. Enggak boleh. Kalau persan-persan
enggak boleh. Kita boleh mengingatkan
secara umum. Ingat, notaris riba
terlaknat. Boleh. Saya terlaknat. Maksud
kamu? Ya enggak. Saya cuma bilang umum.
Jangan merasa. Merasa ya sudah salah
sendiri. Saya gak saya cuma
umum ya. Jadi kalau kita umum boleh
karena Rasulullah lanallahu arasi wal
murtasi. Allah melaknat yang menyogok
dan yang minta disogok. Allahu
Akbar. Ini sebagian orang ada mau haji,
hajinya pelanggaran, dia nyogok dulu
supaya bisa haji. Ah, ini repot kan
kita. Jadi orang mau haji bukan seperti
yang penting saya sampai di Arafah.
Bukan. Prosesnya harus
dilihat bukan yang penting saya sampai
Arafah saya berdoa. Gak ya. Bukan puasa
yang penting saya tidak makan tidak
minum. Proses kamu berpuasa jugus
dilihat. Bukan penting saya sampai di
saya tidak makan tidak minum saya
berpuasa. Bukan yang penting saya sampai
di Arafah. Jangan sampai kau menzalimi
orang. Lihat sebagian
orang dia umrah dia tidak
pulang untuk hajian sehingga provider
visanya dilapor dan denda. Dendanya
tinggi. Menzalimi orang atau tidak
zalim. Dia bohong. Dia bilang saya mau
umrah. Saya pulang. Ternyata dia enggak
pulang. Yang loren visa kena denda saya
lupa 100.000 R ataupun jumlah yang
banyak.
zalim atau tidak zalim. Kemudian dia
merasa haji di Arafah, haji zalimi
orang.
Gimana? Haji dimulai dengan kebohongan,
haji dimulai
dengan ya
macam-macamlah. Oleh karena men saya
ee boleh kita mengatakan penyogok dan
disogok terlaknat, boleh. Tapi jangan
bilang kau, kau terlaknat. Kau kau haji
terlaknat. Nyogok enggak boleh enggak
boleh.
saya tapi saya haji ya sudah enggak
boleh karena kita hanya boleh bilang
secara apa? Secara umum. Secara
umum ini namanya laknat secara umum.
Seperti Rasulullah mengatakan
laanallahul
nasimah ee apa nama wal e wamisah wal
mutanammisah ya wal wasyimah wal
mustausyimah.
Ya, Rasulullah melaknat yang mentato,
yang minta
ditato yang ee apa
namanya yang mencukur alis diminta untuk
dicek alis. Wal wasilah mustausilah yang
menyambung rambut dan diminta dicek
rambut. Wal wal falijat almutfalijat
yang menggikir gigi supaya rongga. Orang
Arab dulu senang kalau ada sagar di
antara giginya ada rongga dikit
kelihatan indah. Kalau semakin tua
giginya semakin apa? Rapat. Maka supaya
kelihatan indah, dia kikir. Supaya
kelihatan kalau dia senyum kelihatan
lebih cantik. Ya, ini dilaknat kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam karena ingin
merubah ciptaan Allah Subhanahu wa
taala. Normal orang tua kemudian giginya
memang normal. Dia malah kikir supaya
kelihatan muda, kelihatan cantik,
dilaknat. Tapi jangan bilang, "Eh, kau
gigimu digituin." Mal'un terlaknat.
Enggak boleh. Enggak
boleh ngerubah-rubah ciptaan
Allah. Tiib. Kita lanjutkan bab
berikutnya. Babun namam.
Babadu
domba. Namam yaitu namima. Suka mengadu
domba. Orangnya namanya
namam. Hammazim masyaim binamim. Kata
Allah subhanahu wa taala mencela orang
kafir. Hammazim masyaim binamim. Seorang
yang suka mengumpat dan jalan ke sana
kemari untuk mengadu domba.
Apa tuh namimah? Namimah itu naqlul
kalam ala wajhil
ifsad. Menukil
perkataan dengan tujuan untuk
merenggangkan, merusak hubungan antara
dua orang yang saling hubungan baik. Ya,
dia nukil si A dan si B punya hubungan
baik. Dia sampai ke A, eh B ngomongin
kamu begini. Dia ke B, A ngomongin kamu
begini. Akhirnya ributlah antara A dan
si B.
Dan namimah ini sangat berbahaya.
Makanya disebutkan
dalam perkataan sebagian salaf yaitu
dari Yahya bin Abi Katsir Alyamami
rahimahullah. Beliau berkata, "Yufsidu
namamu fi saatin ma yufsidusahiru
fatin." Pengadu domba ini namam ini
menimbulkan kerusakan dalam satu waktu
yang tidak bisa dilakukan oleh penyihir
selama
setahun. Penyihir. Di antara hobi
penyihir adalah merusak hubungan. Di
antaranya hubungan suami istri.
Makanya ketika Allah sebutkan tentang
para
penyihir, Allah
mengatakan, para penyihir tersebut
dengan sihir tadi memisahkan antara
suami dan istri.
Tibir tujuannya memisahkan suami istri.
Di antaranya misalnya menyihir sang
suami sehingga melihat istrinya jelek
ya. Atau menyihir sang istri sehingga
melihat suaminya apa? Jelek ya. atau
menyir sang suami sehingga tidak bisa
mendatangi istrinya. Enggak bisa. Kalau
ma berhubungan enggak bisa itu terjadi.
Ya, ada kawan saya mengalami hal
tersebut. Dia sudah nikah enggak bisa
diapa-apain istrinya akhirnya cerai ya
karena disihir istrinya. Intinya banyak
siir-sir yang menjadikan kalau ketemu
pasangannya menjadi enggak s bawaannya
emosi aja karena sihir. Tapi ini
perceraian mungkin tidak langsung
mungkin setahun, 2 tahun baru kemudian
muncul apa? Perceraian. Artinya penyihir
berusaha tapi lama. Tapi kalau namimah
bisa sekejap satu datang eh istrimu gini
hancur rumah tangga hancur langsung saat
itu
juga. Makanya namimah lebih dahsyat
daripada sihir. Dalam sebagian sisi.
Bisa namimah bisa merusak dalam sekejap
apa yang tidak bisa dilakukan oleh
penyihir selama setahun. Ini resisi.
Yang kedua, kalau sihir paling cuma bisa
antara satu orang dengan dua orang.
Sihir kemampuannya terbatas. Jin itu
kemampuannya terbatas. Mau jin tomang,
jin ifrit, jin apa kayak itu cuma
kemampuan terbatas. Dia paling bisa
memisahkan si A dan si B. Tapi
kalau namimah dia bisa grup dengan grup,
suku dengan suku, supporter dengan
supporter. Bisa enggak? Bisa. Bisa.
Bisa. Provok. Provokasi, provokator
dengan diksi-diksi yang provokatif.
Kemudian terjadi perpecahan,
bunuh-bunuhan. Bisa lebih daripada itu.
Oleh karena namimah dosa besar.
dosa
besar. Al Imam Bukhari berkata Qana
Muhammad Qana Abu Nuaim Q Sufyan an
Mansur an Ibrahim an Hamam qala kunna ma
Hudzaifah suatu hari kami bersama
Hudzaifah faqil lahu. Maka dikatakan
kepadanya inna rajulan yarfaul had
Utsman. Wahai Hudzaifah ada seorang
lapor kepada Utsman. Utsman itu amirul
mukminin laporin yang lainnya. Maknya
ngadu domba maksudnya biar biar Utsman
marah kemudian yang dilaporin kemudian
dihukum. Faqala Hudzaifah. Maka
Hudzaifah mengatakan, "Samiu Nabi
sallallahu alaihi wasallam yaakul." Aku
mendengar Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "La yadul jannata
qattang namimah tidak masuk surga."
ini dia ngelapor kepada penguasa untuk
menjatuhkan yang lain, merusak hubungan
dengan yang lain. Ya, padahal tadi
hubungannya baik antara penguasa dengan
rakyat tapi diprovokasi oleh sebagian
orang sehingga penguasa bisa terbawa
untuk kemaslahatan dia, kepenginadi dia.
Kata Utsman ini namimah laidul jannata
qattadat. Tukang lapor seperti ini tidak
akan masuk apa? Surga. Ini menunjukkan
dosa besar. dosa besar karena terancam
tidak masuk
surga. Sebagian ulama menyebutkan beda
antara Namam dengan Qattad. Seperti
dalam dalam kitab Fathul Bari, Ibnu
Hajar menyebut kalau Namam, Namam itu
dia hadir langsung ada pembicaraan dia
hadir kemudian dia nukil kepada pihak
yang lain dalam rangka untuk merusak
hubungan mereka. Kalau kota tidak. Dia
tidak hadir langsung dia dengar-dengar
dari jauh dia tasam curi-curi berita,
curi-curi pendengaran, cari-cari baru
kemudian dia lapor kepada orang sehingga
ribut di antara
keduanya. Dan dia memang ingin merusak.
Dia ingin
merusak. Ingin merusak. Ini ada
kesempatan rusak mereka berdua. Ada
kesalahan si A salah ngomong tentang B,
lapor ke B. Si B salah ngomong tentang A
padahal lapor ke A. Padahal hukuman
mereka baik.
Oleh
karenanya namimah meskipun jujur dosa
besar. Meskipun jujur dosa
besar. Adapun alislah bainat dzatil
bain. Kalau dua orang yang bertengkar
terus ada yang bohong untuk mengakurkan
mereka berdua berpahala meskipun
bohong. Saya ulangi. Jujur bikin ribut
dosa. Bohong bikin damai berpahala.
Rasulullah mengatakan lail illa
falaf dosa apa bohong tidak halal
kecuali tiga perkara di antaranya untuk
mendamaikan dua orang yang
bersengketa dan orang yang namam dia
biasanya memang dia jujur saya tidak
tambah-tambah saya tidak tambah-tambahin
saya tidak kurang-kurangin tapi dia
menyampaikan dengan diksi yang luar
biasa yang tidak seperti
aslinya saya lihat di oh sebelum dia
ngomongin kamu tuh saya lihat wajahnya
merah kayaknya dia menyimpan sesu ini
kan semua terus dia dia ngomong kamu
kamu kampret padahal biasa aja. Eh si
kampret kampret itu karena terkeluar
dari dendam yang luar ya namanya orang
bikin gambaran jadi buat diksi yang
orang tangkap tuh wah luar biasa. Jadi
kadang ditambah-tambahin bukan
kalimatnya tidak tetap sama tapi ada
mukadimahnya ada pengantarnya ada
sehingga menggambarkan suatu kejahatan
luar biasa padahal biasa-biasa
aja. Saya jujur saya enggak bohong. Kau
boleh cek. Iya tapi mukadimahnya itu
dari siapa? Dari dia ya. Ya. Sehingga
akhirnya timbul kebencian luar luar
biasa. Intinya dia menukil kalam,
perkataan untuk mengadu
domba. Ini tidak tidak
boleh. Kalau dia sengaja untuk mengadu
domba, maka inilah namam. Kalau dia
tidak sengaja, ya khawatir dia juga
berdosa. Memang bukan namam karena dia
tidak ada niat. Ada orang dengar ini
nukil ke sini, nukil. Dia sekedar
cerita-cerita aja akhirnya marah. Oh,
kau marah ya ini jangan. Makanya seorang
kalau nukil berita juga hati-hati.
Jangan sampai nukil berita kemudian
timbul apa? Pertikaian yang
berkepanjangan. Orang bisa salah, orang
bisa namanya satu hari lagi jengkel
ngungkapin sesuatu, besok dia sudah
enggak jengkel lagi.
Ya. Adapun kalau menukil kalam niatnya
bukan untuk merusak ya, maka tidak jadi
masalah ya demi kemaslahatan ya. atau
menukil kalam untuk memuji untuk gak ada
masalah untuk kebaikan maka tidak ada
masalah.
Kata Imam Nawawi,
misalnya ada penguasa terus anak buahnya
ternyata koruptor, dia boleh lapor. Ini
nukil kalam tapi enggak apa karena
kemaslahatan. Justru wajib untuk
dilaporkan demi kemaslahatan umat. Ini
makan uang rakyat koruptor
lapor supaya ditindak kalau bisa
ditindak. Tapi intinya demikian. Jadi
kalau melaporkan keburukan dalam rangka
kemaslahatan maka tidak jadi masalah.
Ya. Tib hadis terakhir pada pertemuan
kita kali
ini. Al Imam Bukhari rahimahullah
berkata, "Qala haddasana Muhammad qa
haddasana Musaddad qala haddasana Bisyr
bin Fadal qala haddasana Abdullah bin
Utsman bin Khutim an Syahr bin Hausyab
an Asma binti Yazid qalat qala Nabi
sallallahu alaihi wasallam Nabi
sallallahu alaihi wasallam bersabda,"
"Ala ukhbirukumhiarikum." "Mahukah
kabarkan kepada kalian tentang orang
terbaik di antara kalian?" Q bala. Tentu
ya Rasulullah, siapa orang terbaik di
antara kami? Q alladina ru zukirallah.
Kalau dilihat ingat Allah orang kalau
lihat dia lihat mereka yang lihat ingat
Allahumikum mau kabarkan kalian tentang
orang yang terburuk di antara kalian
bala siapa yang orang paling buruk
almuna binimah yang jalan ke sana kemari
mengadu domba almufsiduna bainal ahibbah
yang merusak hubungan di antara orang
yang saling mengasihi albaguna alb
alanata yang menginginkan kepayahan
kesulitan bagi orang-orang yang tidak
salah Ya, senang kalau ada orang ribut,
senang dia bahagia, orang bertengkar
saling caci maki. Itu yang dia senangi.
Yang tadinya tidak demikian. Jadi di
sini Rasulullah apa
namanya? Komparasi antara dua kelompok
orang. Sekelompok orang yang paling yang
terbaik, sekelompok orang yang
terburuk. Adapun yang terbaik yaitu yang
mengingatkan kepada akhirat. Kalau kita
lihat dia, kita ingat apa? Akhirat.
Mungkin dari penampilannya, mungkin dari
lafal kata-katanya, mungkin dari
nasihatnya. mungkin dari kepribadiannya
sehingga kalau dilihat ingat apa?
Akhirat ya. Dan apa tujuan para anbiya,
para nabi ketika berdakwah niatnya untuk
mengingatkan apa? Akhirat ya. Bukan
kalau kita lihat dia maka maka semakin
cinta dunia. Banyak orang-orang youtuber
yang kalau dilihat bikin semakin cinta
apa? Dunia semakin lupa akhirat. Banyak
atau tidak banyak? Ya, bukan ingat
akhirat tapi malah melupakan apa?
Akhirat. Mereka orang-orang yang buruk
yang membuat orang untuk lupa kepada
akhirat. Ya, orang yang terbaik adalah
mengingatkan orang pada akhirat.
Kemudian Rasulullah menyebutkan, "Adapun
yang terburuk di antara kalian adalah
orang-orang yang ee sukanya mengadu
domba. Ingin keburukan bagi orang-orang
yang baik. Mereka ribut tadinya tadinya
bahagia jadi ribut bertengkar terus."
Ya, sehingga di mereka happy ketika
melihat orang-orang saling bertengkar,
saling gontok-gontokkan, saling
menjatuhkan, saling menyerang. Itu yang
mereka cari. Karena mereka ingin
pertikaian di antara orang-orang yang
yang baik. Inilah namimah. Ini orang
terburuk. Jadi pelaku namimah adalah
orang yang terburuk di sisi Allah
Subhanahu wa taala. Bab demikian saja
kurang lebih maaf. Wabillah taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.