Transcript
Uyp7LvnJVVI • Syarah Rinci Rukun Iman #49: Macam-Macam Nikmat Di Surga - Ust Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2415_Uyp7LvnJVVI.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin asadu alla ilahaillallah
wahdahu la
syarikalahuiman lnih wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasuluh daila
ridwan allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwani. Hadirin
hadirat yang dirahmati Allah subhanahu
wa taala. Ini pembahasan ee tentang
surga yang terakhir. Insyaallah pada
pertemuan berikutnya kita akan bahas
tentang ee neraka yait. bagian terakhir
dari ee rukun iman yang kelima, aliman
bil yaumil akhir. Ee kita akan bahas
tentang macam-macam nikmat-nikmat surga.
Ya, pada pertemuan lalu telah kita bahas
tentang orang yang masuk surga bagaimana
fisiknya, bagaimana umurnya ya,
bagaimana kondisinya ya. Sekarang kita
berbicara tentang nikmat-nikmat yang
akan dirasakan oleh penghuni surga ya.
Ee intinya Allah menjelaskan bahwasanya
semua di surga isinya adalah kenikmatan.
Ya, makanya Allah mengatakan, "Waidza
roita tsamma roaita naiman wa mulkan
kabir." Kalau engkau lihat di sana, aku
akan lihat seluruhnya adalah kenikmatan.
Apa yang dilihat oleh seorang mukmin
pasti yang terlihat hanyalah kenikmatan.
Tidak dia melihat rumahnya kecuali dia
bahagia. Tidak dia melihat istrinya
kecuali dia bahagia. Tidak dia melihat
anak-anaknya kecuali dia bahagia. Tidak
ada yang melihat pemandangan sa kecuali
bahagia. Tidak melihat pohon kecuali
bahagia. tidak melihat sungai mata air
kecuali dia akan bahagia. Kemudian
mereka juga tenggelam dalam kebahagiaan.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Innal
abrora lafi naim." Sesungguhnya
orang-orang yang baik dalam kenikmatan,
yaitu tenggelam dalam kenikmatan
diliputi oleh kenikmatan dari segala
sisi, ya. Dan ee kenikmatan selalu
bertambah-tambah sebagaimana sudah kita
jelaskan pada pertemuan lalu. Tib di
antara macam-macam kenikmatan
yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an yang
pertama adalah ee sungai ya, sungai di
surga. Sungai di surga ya.
Tentu semua yang ada di surga tidak sama
dengan yang ada di di dunia. Allah
sebutkan misalnya sungai-sungai tersebut
ya di antaranya ternyata airnya
bermacam-macam ya. Dalam surah Quran
surah
Muhammad ayat
15 Allah mengatakan macam-macam sungai.
Kata Allah Subhanahu wa taala, fiha
anhar min main giri asin. Ada satu
sungai dari air segar,
ya. Air yang air
segar tidak berubah. Lam yatabayar
thmuh, tidak berubah
kesegarannya. Kemudian Allah sebutkan
juga wa anharun yaitu sungai-sungai.
Jadi bukan satu sungai tapi
sungai-sungai.
Sungai-sungai yang
e min lab yang pertama anhar minir asin.
Sungai yang tidak berubah kesegarannya.
Sungai-sungai dari
susu yang tidak berubah
rasanya. Tidak berubah
rasanya. Kemudian sungai dari apa? Dari
khamar. Sungai-sungai dari min khamrin
ladzah. Dari khamar. Khamar itu minuman.
Kalau di sini minuman keras tentu di
sana minuman yang melezatkan. Min khamar
ladzatin
lyaribin yang
lezat. Kemudian yang keempat ee
sungai-sungai min ee min asalin musofa
ya. Sungai-sungai
dari dari madu ya yang murni. madu yang
ee murni itu tidak
tercampur. Tap ini saja menunjukkan
bahwasanya ee airnya tidak sama. Airnya
beda. Airnya beda dengan sungai
dunia. Adapun susu kita tahu di dunia
mengalami perubahan ya kalau dibiarkan.
Susu
dunia. Susu dunia itu kalau dibiarkan
dia apa? Menggumpal dan menjadi kecut.
Menggumpal dan jadi kecut ya karena
fermentasi dan busuk. Jadi busuk ya.
Adapun susu di akhirat tidak mengalami
demikian. Demikian juga khamer di dunia.
Khamar di
dunia bikin pening pahit ya.
Ya, pahit kemudian bikin pening ya.
Justru kalau tidak pening tidak lezat
maunya jadi apa? Pusing ya. Pening
supaya masalah di dunia hilang ya.
Sembuh habis selesai minum khamar
kembali lagi masalahnya ya. Bikin
pening, bikin apa namanya? Lupa, akal
hilang, akal hilang, tidak waras, dan
lain-lain. Ya, adapun khamer di ee surga
tidak demikian. Ya, saya ketemu dengan
sebagian teman yang mereka dulu peminum
khamar ya. Mereka
berkata, "Minuman paling lezat sedunia
khamar." Ya. Ya. Cuma ternyata haram ya.
Cuma ternyata haram
ya. Kemudian madu. Kebanyakan juga di
dunia madu tidak madu terkontaminasi.
di
dunia
terkontaminasi tercampur ini tercampur
anu sehingga sulit terjaga keasliannya.
Bab ini ee di antara perbedaan
ee sungai-sungai tersebut
ya. Kemudian di surga ada sungai paling
hebat namanya sungai Al-Kautsar ya.
Kemudian ada
sungai
terhebat, terbaik yaitu sungai Al
Kautsar. Ya, inna aa kautsar. Sungainya
Nabi. Sudah kita pernah jelaskan
bahwasanya di padang mahsyar ada namanya
telaga Nabi. Ya, telaga Nabi, haudun
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan
telaga itu juga disebut dengan
Al-Kautsar. Kenapa disebut Al-Kautsar?
Karena sumber airnya dari sungai
Al-Kautsar. Telaga Nabi disebut juga
dengan ee telaga Al-Kautsar karena
sumber airnya dari sungai
Al-Kautsar. Allah mengatakan, "Inna
atina kal kautsar." Sesungguhnya kami
memberikan kepada engkau sungai
Alkautsar.
Itu apa? Ganjaran buat Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kata Allah setelah itu,
"Fasollibbika wanhar." Kalau karenanya
hendaknya engkau banyak salat, hendaknya
engkau salat dan menyembelih dan
menyembelih. Di antara bentuk syukur
yang Allah perintahkan kepada Nabi
karena telah mendapatkan ganjaran besar
berupa sungai Alkautsar, Nabi disuruh
salat dan Nabi disuruh men menyembelih.
Isyarat di antara bentuk syukur kepada
Allah yang terbaik adalah salat dan
menyembelih. Jadi kalau seorang untuk
membuktikan kepada Allah bahwasanya dia
hamba yang bersyukur, dia hobi salat.
Dia hobi salat. Oleh karena para anbiya,
para nabi mereka hobi salat. Ya, seperti
lihat bagaimana Nabi salatnya sangat
banyak. Lihatlah bagaimana Nabi Daud.
Nabi Daud raja sekaligus nabi yang kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam afdolus
shati shatu Daud. Sebaik-baik salat
salatnya Nabi Daud. Kana yanamu nisfail.
Dia tidur setengah malam wausolusahu.
Kemudian dia salat sepertiga malam.
Wanamu sudusahu. Kemudian dia tidur lagi
1/6 malam. Jadi dia jadi bagi malam jadi
tiga. Sepdua malam untuk tidur,
sepertiga malam untuk salat. Kemudian
tidur lagi di penghujung sepernam malam
sehingga ketika subuh bangun segar. Ya,
lihatlah Nabi Sulaiman kuatnya salatnya.
Sampai ketika dia mengawasi jin-jin, dia
sering salat. Ketika dia meninggal dalam
kondisi berpegang bertelekan kepada
tongkatnya, jin-jin menyangka dia masih
salat. Karena biasa Nabi Sulaiman kalau
salat lama
ya. Alaihil maut maahum
mautiul ard minat.
Kata Allah, "Tatkala kami putuskan Nabi
Sulaiman akan meninggal dunia, tidak ada
yang tahu dia meninggal kecuali rayap
yang memakan tongkatnya." Jadi, Nabi
Sulaiman kalau salat
lama, lama. Kalau sudah salat sangat
lama. Suatu saat dia lagi salat, dia
meninggal. Jin-jin tidak tahu, "Ih,
Sulaiman masih salat padahal sudah
meninggal."
sampai akhirnya rayap makan tongkatnya
baru kemudian dia tersungkur jatuh. Oh
ternyata dia sudah meninggal. Maksud
saya kebiasaan para nabi mereka ibadah
sangat lama dan di antara bentuk syukur
adalah salat. Ya ibu-ibu ee demikian
juga saya dari saya pribadi jangan
malas-malas salat supaya kita rajin
salat kita nikmati salat tersebut.
Nikmati bahwa salat inalah tempat kita
untuk melepas apa namanya ya kepeluhan
kita untuk curhat untuk menyampaikan
kepada Allah Subhanahu wa untuk kembali
kepada zat yang sangat cinta kepada
sayang kepada hamb-Nya ya. Maka kita
nikmati salat sampai hati kita tentram
nikmati salat terb kalau kita selalu
salat cepat-cepat kita enggak pernah
menikmati hanya sekedar sekedar beban
yang ingin kita lepaskan.
Makanya rasul sahu al wasallam berkata
kepada Bilal, "Ya Bilal ari nabi salat."
"Wahai Bilal, istirahatkanlah kami
dengan salat." Yaitu salat adalah
istirahat bagi Nabi dan para sahabat.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan, "Allah menjadikan
kebahagiaanku dalam salat." Ini tidak
mungkin kita raih kecuali kalau kita
nikmati salat tersebut. Maka perlu kita
rubah tata cara salat kita. Jangan
cepat-cepat, jangan buru-buru. Berusaha
kita menghayati apa yang kita baca
sehingga salat kita terasa lebih
bermakna. Ya. Dan salah satu bukti kita
bersyukur kepada Allah adalah salat.
Makanya setelah Allah memberikan
al-Kautsar sungai kepada Nabi, Allah
berkata, "Fasolli." Kalau begitu
salatlah wahai Rasulullah lirabbika
kepada Rabbmu wanhar dan
menyembelihlah. Tib. Ini sungai di surga
yang pertama.
Kemudian datang dalam riwayat ee disebut
dalam
asar
ee bahwasanya sungai tersebut ya ini
sifat-sifatnya ya sungai tersebut airnya
beda. Kemudian ada sungai Al-Kautsar
kemudian mengalir tanpa parit. Mengalir
tanpa
parit dalam R disebut eh
anharun tajri min ghairi ukhdud.
yaitu sungai-sungai mengalir tanpa ada
pariti, tanpa lubang. Maksudnya tanpa
lubang. Kalau sungai di dunia dia
mengalir dengan apa? Dengan dengan
lubang, dengan parit. Ya. Adapun sungai
di akhirat tidak harus pakai
parit. Makanya ketika Allah berfirman
dalam surat Azzumar, Allah mengatakan,
"Gurofun mabniyatun tajri min tahtihal
anhar." Maka bagi orang-orang saleh
Allah akan berikan bagi mereka guraf.
Guraf itu kamar-kamar mabniah yang
bertingkat-tingkat. Allah berikan
kamar-kamar bertingkat-tingkat. Kalau
kita bayangin seperti apartemen ya,
tingkat pertama, tingkat tingkat. Terus
kata Allah, "Tajrimin tahti anhar." Di
setiap kamar itu mengalir sungai-sungai.
Gimana kira-kira bayangannya? Ada yang
boleh membayangkan? Maksudnya ee
bertingkat-tingkat sungainya
masing-masing ada
sungainya. Karena sungai di surga
mengalir tidak harus pakai apa? Parit.
Ya, semuanya mudah. Dulu orang mana
membenarkan
ada logam terbang di udara. Ternyata
sekarang sudah ada. Ya. Ya. Tergantung
Allah Subhanahu wa taala. Tapi ini
sungai
di surga tidak sama dengan sungai di
dunia. Makanya ketika orang liberal
mereka mengejek ayat-ayat Al-Qur'an.
Mereka bilang apa itu Al-Qur'an?
Al-Qur'an itu isinya sungai. Sungai.
Sungai. Taman. Taman. Itu karena untuk
orang orang Arab Badui. Kalau kita sudah
biasa sungai dan apa? Taman. Dia pikir
sungai seperti di tanah air. Dia pikir
taman seperti Taman Bogor. Gak gak beda
ya. Itu sampai sekarang. Sampai sekarang
semua manusia suka dengan taman dan
sungai sampai sekarang. Sampai
orang-orang luar negeri aja pengin lihat
keindahan misalnya puncak keindahan
sampai sekarang fitrah. Senang dengan
laut, senang dengan keindahan laut. Ya.
Sampai kallah saya pernah naik pesawat
sama orang Swiss dia datang untuk pergi
ke Raja Ampat.
dengan perjalanan entah berapa jam
dari Eropa ke Jakarta berapa jam terus
ke Jakarta Papua 4 jam terus dari ke
Sorong terus Sorong ke Raja 4 lagi naik
e bot berapa dia cuma cari pengin lihat
apa pengin lihat apa raja empat
ya akhirnya banyak buleh di
sana maka saya ke sana mau berenang
waduh banyak ikan duyung di sini
Tunggu dulu ikaningnya pergi dulu semua.
Ikaning pergi baru kita berenang. Ya,
mak saya Subhanallah. Jadi, Al-Qur'an
menyebutkan suatu yang secara fitrah
manusia suka. Taman surga itu maksudnya
apa? Taman. Sungai-sungai ya suka
dan ternyata isinya beda. Sungai. Jangan
dibayangkan seperti sungai di sungai
Ciliwung atau sungai apa kayak sungai
Musi. Enggak. Sungai tersebut sungai
isinya khamar, isinya madu, isinya susu.
Sungai yang menakjubkan, taman yang
menakjubkan, isi taman yang menakjubkan,
bangunan yang dan seterusnya.
Tapi di antara yang disebutkan dalam
Al-Qur'an tentang sungai yang kedua ini
sudah
Ibu-ibu
ee yang kedua Allah sebutkan tentang
al-ain. Alin mata air. Mata air di
surga.
Ya. Yang kedua disebut dengan
al-ain.
Al-ain jamaknya uyun yaitu mata
air. Ee Allah sebutkan beberapa ayat
dalam Al-Qur'an tentang mata air ya.
Seperti dalam surat Al-Hijr 45. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Innal
muttaqina fi jannatin wa uyun."
Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada
di atas berada dalam taman-taman dan
mata air-mata air. Kemudian juga innal
muttaqina fiilali waun. Sesungguhnya
orang-orang bertakwa di bawah
naungan-naungan
pohon dan juga mata air-mata air. Allah
juga berfirman tentang surga fihima
ainani tajrian. Surga ada mata air yang
mengeluarkan air. Dalam ayat yang lain
ainatan dua mata air yang memancarkan.
Tib model-model mata
air atau nama-nama mata air di
surga. Di antaranya Allah sebutkan
namanya
adalah
ee al-kafur ya
alkafur yaitu dalam ee surah Al-Insan 5
sampai 6.
Kata Allah Subhanahu wa taala, innal
abrin mizuha kafur. Sesungguhnya orang
berbuat kebajikan minum dari gelas
berisi minuman yang campurnya adalah air
kafur. Apa itu air kafur? Kata Allah,
"Ainan yasu biha ibadullah yufajirunaha
tafjir." Jadi kata Allah kafuran.
Kemudian Allah jelaskan
ainan yasrobu biha
ibadullah yufajjirunaha
tafjir. Saya artikan, ibu-ibu ya.
Sesungguhnya orang-orang bertakwa mereka
minum air yang dicampur dengan kafur.
Jadi ada air mungkin khamar atau yang
lain dicampur dengan mata air kafur.
Kafur adalah ainan. Ini mata air
maknanya. Yasha
ibadullah. Mereka minum dengannya.
Sebenarnya kalau dalam bahasa
Arab bilang minum sama seperti mirip
Indonesia. Minum darinya minum dari mata
air atau meminumnya minum mata minum air
dari mata air. Tapi kalau menggunakan
dengan minum dengan itu sebenarnya dalam
bahasa Arab enggak pas. Di sini Allah
mengatakan mata air yang orang-orang
hamba-hamba Allah minum dengannya. Sini
ada kata dengannya. Ini sekedar bahasa.
Jadi kalau kita
terjemahkan mata
air
yang orang-orang hamba-hamba Allah minum
dengannya yang hamba-hamba
Allah
minum ada bahasa
dengan dengannya ya. Di sini para ulama
ahli tafsir mengatakan dengan sini ini
mengandung bahasa Arab terkadang dia
mengucapkan satu kata ternyata tadmin
mengandung kata kerja yang lain. Kata
kerja yang lain. Jadi yang pas adalah
yataladu biha. Jadi mereka minum untuk
berlezat-lezat. Jadi maksudnya dengan
ini ada kandungan di dalamnya yaitu
berlezat-lezat
dengannya dengan air tersebut. Sehingga
menggunakan dengan ini maksudnya
berlezat-lezat. Karena orang-orang di
surga minum bukan karena kehausan, ya.
Enggak. Bukan karena kehausan. Ya. Dan
mereka benar-benar minum dengan untuk
menikmati, berlezat-lezat dengan mata
air tersebut. Kemudian kata Allah di
sini, "Yufajjirunaha tafjir." Mereka
mengeluarkannya. Yufajirunaha itu
maksudnya mengalirkannya. Jadi mereka
yang mengalirkan.
Mereka yang
mengalirkan kata sebagian ulama yaitu ke
manaun dalam riwayat disebutkan sebagian
tafsir mengatakan ke manapun seorang
penghuni surga dia nunjuk keluar mata
air keluar di situ langsung dia tunjuk
pengin keluar mata air keluar situ bikin
keindahan dia tunjuk langsung air mata
air keluar karena Allah mengatakan
yufajiruna tafjirra dia yang ngeluarin
dia ngeluarin dan itu semuanya mudah
bagi Allah subhanahu wa taala sehingga
mereka kalau ingin mata air keluar,
mereka tinggal tunjuk areal tersebut,
maka keluar mata mata
airnya. Bab ini yang pertama kafur. Jadi
di sini ada dua mereka berlezat-lezat.
Yang kedua mereka yang
mengalirkan. Yang kedua mata air namanya
tasnim. Tasnim dalam ee almutfifin 2528.
Saya bacakan firman
Allahum. Sesungguhnya penghuni surga itu
diberi diberi minum dari khamar yang
murni yang tidak
memabukkan yang masih disegel. Makhtum
maksudnya disegel.
Jadi kemudian khitamuhumk kalau mereka
selesai minum maka keluar aroma kasturi.
Wangi sekali ya, bukan seperti khamar,
baunya menyengat, tidak enak, habis
minum jadi enggak enak mulut. Tapi kalau
khamar di akhirat tidak memabukkan dan
disegel begitu selesai diminum keluar
minyak
wangiun untuk urusan surga maka
bersainglah dan minuman tersebut
dicampur dengan
tasnimun kata Allah subhanahu wa
taala wizajuhu min
tasnim apa itu tasnim a yasru bihal
muqarun
Jadi kata Allah Subhanahu wa taala,
khamar tersebut dicampur. Mizaj
maksudnya dicampur
campurannya khamar tersebut dicampur
dengan apa? Tas
tasnim. Apa itu tasnim? Tasnim artinya
mata
air. Mata air di surga. Makanya sebagian
orang menamakan putrinya dengan apa?
Tasnim. Enak didengar juga. Tasnim ya.
Enak didengar. Kalau kafur agak
aneh. Cewek namanya apa? Kapur ya. Kalau
tasnim keren
ya. Nama mata air
ya. Dan ini tasnim ini khusus minuman
seperti saya pernah jelaskan lalu dia
minuman almuqarabun. Jadi penghuni surga
ada dua secara umum. Almuqarrabun sama
al-abrar. Alabrar minumannya khamar
campurin tasnim. Almuqarabun yang lebih
tinggi murni tasnim.
Jadi al al al albrar hanya dapat
campurannya. Adapun almuqarabun murid
dapat apa? Tasnim. Sehingga kita tahu
penghuni surga bertingkat-tingkat tidak
satu tingkatan. Di antara dalilnya
minuman mereka dibedakan oleh Allah
karena Allah maha
adil. Yang lebih tinggi tingkatannya
lebih melesakkan kelezatan.
Ya. Tib yang ketiga salsabil.
Mata air sal sabil. Ada enggak akhwat
namanya salsabil? Ada. Banyak. Yang gak
ada kafur
ya. Salsabil ya. Salsabila ya.
Salsabila dalam surat Al-Insan
1718 kata Allah subhanahu wa taala fiha.
Mereka diberikan minuman segelas minuman
kana mizajuh zanjabila yang dicampur
dengan jahe
ya ainan fiha yang didatangkan dari
sebuah mata air. Jadi mata air salsabil
ini isinya jahe tapi bukan kayak jahe di
lengkuas kita enggak ya. Jahe beda ya.
Tapi namanya apa? Zanjabil ya. Jadi ain
fiha ada mata air yang namanya salsabila
ya. Salsa ya. Jadi salsabila. tadi isi
airnya apa? Isi airnya adalah ja
jahe. Wedang
jahe tapi tidak sama dengan jahe jahe
kita
ya. Saya sering sampaikan subhanallah di
dunia aja terkadang Allah mengungkapkan
buat kita kenikmatan yang sebelumnya
kita tidak tahu. Terkara misalnya buah
ya. Kita dulu suka
durian. Durian kita makan suka durian
macam-macam. Ketika Allah bukakan nikmat
baru, kita makan namanya durian
musangking. Waduh, kayaknya yang lain
sudah enggak enak kan ini. Ini kok bisa
begini enaknya? Ya, ini maksudnya
diungkap penemuan baru tentang kelezatan
baru yang belum pernah kita rasakan apa
sebelumnya. Ini contoh. Terus enggak
lama kemudian Malaysia keluarkan lagi
namanya apa? Black Thorn. Lebih enak
lagi daripada Musangking. Ada kenikmatan
baru yang Subhanallah di surga Allah
akan kenikmatan baru yang tidak pernah
kita tahu, gak pernah kita bayangkan.
Kita tidak pernah membayangkan ada
durian seenak black thorn. Gak pernah
bayangkan. Tahu-tahu a
ada. Kita ke Makkah Madinah makan desert
namanya. Kenafa. Enak atau tidak? Enak.
Selalu kalau beli kena tahu-tahu ada
toko baru namanya bilaban. Waduh enak
sekali. Bilaban mengalahkan. Oh kenapa
ini lebih
enak? Lebih enak apa? Bilaban daripada
kunafa. Subhanallah. Jadi ada kenikmatan
baru sekarang bila banyak disegal
ditutup karena ada yang keracunan 26
orang.
Kemarin teman-teman cari lagi
investigasi belum? Jadi ada sebagian
makan enggak arti maksudnya bukan a
bukan masalah disak maksudnya ada
kenikmatan baru yang kita tidak pernah
tahu tahu-tahu Allah kasih itu baru di
dunia belum di mana di
akhirat saya tanya sama ibu-ibu kalau
kira-kira nenek moyang kita 200 tahun
lalu yang sudah mati hidup kira-kira dia
merasa di surga enggak sekarang ih uh
ada ada mobil ada
AC
ada ada iya ada
mitit ini.
Ini luar biasa yang mereka mungkin tidak
pernah merasakan sebelumnya. Ini ada kok
makanan mie kering, mie titi kok enak
begini. Gak pernah tahu. Sekaya-kayanya
orang dahulu, seraja-rajanya enggak ada
AC. Dikipas sama
Iya, mobil cuma pakai apa? kuda ya.
Ya, makanya kita bisa bayangkan
bahwasanya ada kenikmatan tatajaddad,
kenikmatan yang muncul lagi, yang belum
ada sebelumnya muncul lagi. Itu baru di
dunia dan kita mendapati sebag
kenikmatan yang mungkin tidak dapat
nenek moyang kita atau dapat kenikmatan
yang sebelumnya kita tidak kita rasakan.
Ternyata ada kenikmatan baru sama dengan
teknologi Allah bukakan ini baru tertahu
ada mobil
listrik. Sekarang Jepang sudah bikin
apa? Istri listrik. Eh, istri boneka.
Udah, udah. Mereka sampai akhirnya tidak
menikah gara-gara ada ee istri listrik,
bukan mobil listrik aja
ya. Maksudnya aneh-aneh gua sampai yang
haram, yang halal aneh-aneh. Ada AI
sekarang yang tidak pernah diduga dulu.
Malah dulu duga ada video call, sekarang
ada video. Video
call. Ini baru nikmat di dunia, belum
kenikmatan di akhirat.
Jadi benar kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, Allah berfirman dalam hadis
qudsiatul
ibadihin
wun. Aku siapkan kenikmatan di surga
yang tidak pernah bagi hamba-hambaku
yang shihin yang saleh kenikmatan yang
tidak pernah dilihat oleh mata mereka,
tidak pernah didengar telinga mereka dan
tidak pernah terbetik dalam hati mereka.
Enggak usah bicara surga, di dunia saja
ada kenikmatan-kenikmatan yang seperti
itu. Bab sekarang yang kenikmatan ketiga
ini sudah, Ibu-ibu.
Yang keempat sekarang ee pohon di surga
yang ketiga.
Hah?
Tiga-tiga ya.
Nanti penutupnya bidadari di surga.
Pohon
dulu. Sudah, Ibu-ibu? Sudah. Tib.
Lanjut. Sekarang kita masuk pohon di
surga.
T po di surga ciri-cirinya ya kata Nabi
sallallahu alaihi
wasallam
jannijaratunhab yang
pertama bahwasanya batangnya dari
emas seperti apa wallahuam namanya pohon
tetapi ternyata batangnya terbuat dari
emas batang dahan terbuat dari emas
emasnya nya tentu bukan seperti emas di
sini ya intinya keindahan yang luar luar
biasa. Kemudian di antaranya yang kedua
willi mamdud naungannya luas ya.
Eh nomor tiga ya. Nomor
tiga, naungan.
Naungannya naungannya
panjang. Kata Allah willi mamdud
al-waqi'ah
30. Sampai dalam
hadis ee kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Inna f inna fil jannati
syjaratan." Sesungguhnya di surga ada
sebuah
pohon. Ada orang naik kendaraan di bawah
naungan pohon tersebut sampai 100 tahun
yaq. Belum belum sampai pada penghujung
pohon
tersebut. Waqra inum. Kalau kalian mau
bacalah firman Allah tentang pohon di
surga. Willim mamdud. Yaitu naungan
pohon yang
berkepanjangan. Ya wim mamdud. Sampai
100 tahun dilewati orang di bawah enggak
sampai ujungnya.
ujung daripada naungan daun-daun pohon
tersebut menunjukkan pohon tersebut
sangat-sangat besar dan batangnya
terbuat dari
emas. Kemudian pohon tersebut tidak
berduri. Tidak
berduri. Dalam surat Al-Waqi'ah ya 27 28
ya.
Alwaqiah 27 sampai 28. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Wa ashabul yamin ma
ashabul yamin." Golongan kanan
bagaimana? Apa gerangan dengan kondisi
mereka? Fi sidirin
makhdud. Mereka berada di pohon bidara
yang tidak berduri. Kata Allah, "Sidrin
makhdud." Sidir itu pohon bidara.
Makhdbut tanpa
duri. Jadi ini dalil bahwasanya namanya
boleh sama-sama bidara. Tapi kalau
bidara dunia ada durinya. Adapun bidara
di surga tanpa tanpa duri
ya. Ini menunjukkan ee berbeda ya pohon
di ee di
surga. Kemudian pohonnya tentunya
lebat-lebat sebagaimana disebutkan
jannah. Tidak disebut jannah kecuali
pohonnya lebat dan rindang. Ya, ini
adalah
pohon tayib.
Buah-buahnya kita yang kelima. Yang
keempat buah-buahan. Buah di
surga. Buah di surga. Apa aja cirinya?
Ciri pertama senantiasa tidak mengenal
musim.
pertama tidak mengenal muslim selalu
ada. Ee dalam surat Ar-Ra'ad
35 ayat 35 kata Allah subhanahu wa
taala, "Ukulaha ukulaha daim."
Buah-buahnya selalu ada. Jadi kalau di
di Indonesia ada musim durian. Kalau
enggak musim enggak ada duriannya. Ada
musim apalagi? Musim jambu. Kalau enggak
musim enggak ada. Tapi kalau di surga
seluruh buah-buahnya tidak mengenal
musim. Selalu ada. Saya pernah diundang
ke
Sumatera. Pas diundang terus mereka
bilang, "Ustadz, di sini duriannya
enak-enak." Wah, boleh mencoba, tapi
belum musim. Wah, ngapain
ngomong? Terus dia bilang, "Dukunya
juga, tapi dukunya juga enak, Ustaz." Ya
sudah, duku aja gak apa-apa juga belum
musim, Ustaz. Lah ini belum musim.
Itulah di
dunia ada musimnya. Kalau enggak musim
enggak enak atau tua atau lembek atau
apa, pahit, kecut ya. Tapi di surga
buah-buahan tidak mengenal musim. Tidak
mengenal musim. Selalu ada ya. Selalu
ada. Kemudian yang kedua, di antara
ciri-ciri buah-buah di surga adalah
modelnya banyak. Modelnya banyak.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Waakihatun
katirah."
Waakihatun
katirah. Buah-buah yang banyak kata
Allah Subhanahu wa taala surat Al-Waqiah
323.
Al-Waqi'ah
323. Tiib. Ketika Allah mengatakan
wafakihatun katsirah, buah-buahnya
banyak. Ini artinya buah-buah banyak.
ini apa maksudnya? Maksudnya apa?
Apakah
Apakah dari banyak
pohon ataukah dari satu
pohon? Dari satu pohon. Jadi satu pohon
membuahkan berbagai macam apa? Buah.
Kalau di kita di dunia kan satu pohon
satu buah. Iya. Enggak.
di surga bisa jadi tidak demikian. Bisa
jadi satu pohon berbagai macam apa?
Buah-buahan. Karena Allah mengatakan
fakihatun ksirah.
Ya, banyak
mulihannya. Kemudian yang ketiga
buah-buah tersebut yang
ketiga
tidak tadi tidak berhenti. La maqtuah
tidak pernah berhenti selalu musim wala
mamnuah. Tidak sulit
diraih, diambil.
Kata Allah, wala
mamnuah, tidak sulit untuk
diambil. Maksudnya kalau seorang ingin
buah, buahnya langsung datang tinggal
ngambil. Tinggal ngambil walau mamnuah.
Mudah diraih tidak perlu dipanjat. Allah
juga berfirman, "Kutfuha daniah."
Kutufuha daniah. Rantai apa? Rantingnya,
buah-buahannya dekat, ngambilnya dekat,
metiknya dekat kata Allah.
metiknya
rendah ya. Jadi enggak perlu manjat
pohon durian. Durian datang sendiri
mungkin enggak ada durinya mungkin.
Wallahualam. Daun bidar semua yang
mengganggu enggak ada di surga ya. Semua
yang mengganggu tidak ada di surga. Tadi
sider ada duri, di surga tidak ada
durinya. Mudah bagi Rabbul alamin. Mudah
bagi Allah untuk menciptakan itu semua.
Kemudian juga wafakihatin mimma
yatakyarun. Silakan memilih buah-buah
yang modelnya banyak tinggal milih yang
mereka suka. Kemudian juga di antaranya
Allah mensifatih mamdud. Buahnya
tersusun
rapi. Tersusun
rapi. Kata Allah wat tholhin mamdud.
Mandud ya,
mandud tersusun
rapi. Kita tahu sebagian ulama
menafsirkan maksudnya seperti pisang.
Pisang itu kan rapi kan ya. Sepertinya
ini berlaku pada seluruh buah di surga.
Entah bagaimana cara nyusunnya, tapi
sesungguhnya buahnya tersusun apa? Rapi.
Tidak amburadul. Ya, intinya kalaupun
namanya sama, rasanya berbeda. Kita di
dunia durian sama-sama durian, tapi
hakikatnya ber berbeda.
Ya, anggur saja beda, anggur satu,
anggur yang lainnya
berbeda. Luar biasa ya. Ini baru
kenikmatan di surga variatif dan
macam-macam
modelnya. Tiib. Sudah, Ibu-ibu kita
lanjut. Sudah.
Sekarang yang
kelima. Oh,
belum.
Oke, sudah ya. Iya.
Iya.
Makanan dan minuman di
surga. Tadi sudah kita singgung sebagian
minuman dari mata air t. Adapun makanan
maka Allah Subhanahu wa taala berfirman,
"Walahmi thiri mimma yastaahun." Ya. Ya.
Ee bebas mau makan apa aja.
barbecue
kek. Perhatikan sini kata Allah
Subhanahu wa taala,
walahmi
thirrin mimma yastahun.
Kalau kita artikan bahasa Arab dan
daging
burung dari daging burung yang mereka
suka dan
dari e daging
burung yang mereka suka, yang mereka
hasrati, yang mereka suka.
Timbul pertanyaan ibu-ibu, kenapa di
sini Allah tidak bilang dari daging
sapi, daging kambing? Ya Allah bilang
daging burung karena burung adalah hewan
yang sulit untuk ditangkap. Ya enggak?
Ternyata kalau melihat burung mudah,
apalagi kalau burung aja muda, apalagi
hewan-hewan yang yang lain. Ya,
maksudnya burung aja mudah apalagi hewan
yang
lain.
Apalagi apalagi hewan yang
lain. Sebagian ulama mengatakan di surga
kalau seorang melihat burung, tiba-tiba
dia ingin lihat. Lihat burung, dia
pengin makan burung panggang. Tiba-tiba
burung tersebut terpanggang di depan
dia. Dia tinggal makan. Tiba-tiba dia
pengin makan jadi sate, berubah jadi
sate ke saat itu juga.
Ya, kalau enggak percaya masuk surga
aja. Kalau enggak percaya masuk surga.
Jadi apa yang dia inginkan dihasratkan
model masaknya seperti apa langsung di
kabulkan.
Jadi dengan ee kalau burung aja muda,
apalagi hewan-hewan yang hewan-hewan
yang yang lain. Adapun minuman minuman
penghuni surga adalah khamar ya. Apa
khamar ya? Tapi Allah mensifati khamar
tersebut
eh yatanazauna fiha lagun fiha wim.
Perhatikan Quran surah
at-Tur ayat
23. Kata Allah subhanahu wa taala,
"Yatanazauna
fiha fiha
ka'san
lagw fiha wala taktim."
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Mereka
saling memperebutkan piala gelas yang
isinya tidak
menimbulkan kasan itu gelas khamar."
Gelas khamar di gelas khamar yaitu
saling satu ini satu bagi-bagi ya
khamar. Laagun fiha tidak ada kata
sia-sia. Tidak
ada kata-kata sia-sia.
Wala takim apalagi yang menimbulkan
dosa. Apa maksudnya? Ini untuk
membedakan dengan khamar di dunia. Kalau
khamar di dunia orang minum pasti ta
ngomong macam-macam ngaur tidak ada
faedahnya atau menyakiti hati orang
lain. Mengungkap rahasia orang menuduh
yang tidak-tid mabuk kan begitu.
Makanya Allah
mengatakan tinggalkanlah khamar.
Sesungguhnya setan itu ingin mengadu
domba, menumbuhkan permusuhan ya dan
kebencian melalui khamar dan perjudian.
Betapa banyak orang minum kharnya ribut.
Karena kalau dia sudah toler dia ngomong
yang enggak enggak. Dia maki-maki orang,
dia ungkap rahasia yang harusnya
disembunyikan. Ya, jadi aib-aib dia
bongkar. Adapun orang kalau minum khamar
di
surga dia tidak akan ucapkan kata-kata
sia-sia. Tetap dia bisa menyenangkan.
Jadi khamar tersebut lezat tapi tidak
bikin telor apalagi menimbulkan
perkataan yang menyakitkan hati. Jadi
khamarnya ee tidak seperti di dunia.
Ya, bab yang
berikutnya ya. Jadi khamar di
surga tidak bikin
teler setelahnya keenam, rumah di surga.
Rumah di
surga. Rumah di surga. ini sudah ibu
bentar dan ketika orang-orang di surga
sedang makan dan minum terkadang Allah
buka visual atau Allah buka visual
dilihat oleh orang-orang penghuni
neraka sementara mereka kehausan, mereka
kelaparan. Maka Allah berfirman, wada
ashabunari ashabal jannah. Maka penghuni
neraka menyeru kepada penghuni surga.
Dulu waktu kita bahas ini gimana
caranya? Kan tempatnya jauh. Sekarang
gampang video call bisa. Kalau artinya
kalau dulu orang enggak kebayang gimana
cara penghuni neraka berbicara sama
penghuni apa? Surga. Sementara tempat
mereka sangat jauh. Iya. Kalau Iya.
Kalau zaman sekarang kalau orang dulu
bingung gimana membayangkannya? Apakah
suaranya dibesarkan? Tapi kok kalau jauh
bisa kelihatan. Sekarang mudah. semuanya
masuk akal. Maksudnya kalau dulu mungkin
enggak logis, sekarang jadi sangat apa?
Logis tinggal di visualnya atau pakai
zoom atau apa gampang. Kata Allah asbun
asal jannah penghuni neraka berkata
kepada penghuni
surgaullah. Bagi dong
sedikit minuman kalian atau makanan
kalian. Jadi mereka kehausan kelaparan
tambah siksaan batin mereka ketika
melihat penghuni surga tentang sedang
makan-makan dan minum-minum.
Q inallah haramahum alal kafirin. Kata
penghuni surga, Allah haramkan bagi
orang-orang kafir. Enggak bisa. Enggak
bisa bagi-bagi. Enggak
bisa. Bab yang
keenam adalah rumah di
surga. Kita tahu di antara kenikmatan
yang luar biasa yang diimpikan oleh
setiap penghuni dunia adalah rumah yang
luas. Ya enggak? Rasulullah sahu alai
wasallam bersabda, bersabda arbaatun min
saadah. Empat perkara merupakan sumber
kebahagiaan atau sebab kebahagiaan.
Rasulullah berkata yaitu di antaranya
baitun wasi', rumah yang luas. Yang
pertama Rasulullah sebutkan zaujatun
shah, istri yang salhah. Itu sumber
kebahagiaan paling utama. Kemudian
Rasulullah sebutkan baitun wasi rumah
yang luas. Kemudian Rasul sebutkan
markabun hani, kendaraan yang enak
ditunggang. Kemudian yang keempat ee
jarun saleh, tetangga yang baik. Siapa
yang mendapatkan empat ini, dia telah
memilih sebab-sebab kebahagiaan. Di
antara sebab kebian adalah rumah yang
luas. Makanya orang terkadang
habis-habisan untuk bikin rumahnya
karena dia yang akan tempat di situ. Dia
akan menikmati tempat situ. Dia tidur
situ, dia nongkrong di situ, maka dia
jamu tamu di situ. Maka dia berusaha
membuat rumah yang terbaik meskipun
harus mengeluarkan banyak biaya. Tapi
salah satu sebab kebagan adalah rumah
yang bagus. Bagaimana rumah di surga?
Perhatikan Rasulullah pernah ditanya,
"Ya Rasulullah, akbirnail jannah ma
binauha." Ya Rasulullah, kabarkan kepada
kami tentang surga bagaimana bahan-bahan
bangunannya? Maka Rasulullah berkata,
"Labinatun minzahab." Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam,
"Bata dari
emas." Kemudian labinatun min fidah,
bata dari perak.
Ya, milatuhal miskul adfar eh
pelengketnya adalah minyak
misik semennya kalau bahasa kita apa
pelengketnya minyak apa minyak
kesturi. Kemudian kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, "Hasbauha alyaakut wal
llu kerikilnya adalah intan dan
permata."
ya ee intan dan
mutiara. Terus pasirnya turbatuhal wars
wazafaran.
Pasirnya adalah zafar. Apa orang bilang
safron kalau bahasa apa bahasa kita? Saf
safron. Dia asalnya zafaran yaitu
sesuatu yang lembut yang biasanya halus.
Kadang dibuat makan, kadang dibuat
obat. Wars itu
wewangian. Siapa yang masuk dalam rumah
tersebut dia akan abadi, tidak akan
mati. Dan dia akan senantiasa bahagia,
tidak pernah
menderita. Masa muda mereka tidak akan
sirna.
Wabum, baju mereka tidak akan pernah
usang.
Ini salah satu rumah di
surga. Ini model rumah kedua ada juga.
Ini model pertama. Yang kedua ada
juga
rumah dalam bentuk
kemah. Bentuk kemah. Tapi kemah tersebut
dari mutiara
besar. Saya bacakan. inna fil
jannati ee seperti dalam dalam hadis
ee Khadijah ya Khadijah kata Rasulullah
sahu alaihi wasallam Jibril menyampaikan
kepada Nabi, "Hadi Khadijah atatka
faidza hiya eh atatka
[Musik]
ya
maka sampaikanlah salam mirbiha waminni
sampaikanlah salam dari Allah dan
dariku dan akbirha bahwasanya dia punya
rumah bibaitin ya min lluah. Jadi ee
mohon maaf ada kemah
ya dalam riwayat kemah ya
sebentar atau rumah lah. Bukan kemah
rumah ya, ada kemah ini dalam Al-Qur'an
juga ada kemah ya kata Allah terkait
bidadari ya. Maqsuratun filam ya.
Maqsuratun
filam. Bidadari dalam surah Ar-Rahman di
bagian akhir
ya. Bidadari tersebut terpingit di
kemah-kemah.
Bidadari
terpingit di kemah-kemah. Tidak seperti
ibu-ibu yang keluyuran di
mall-mall. Jangan tersinggung, Ibu-ibu,
ya. Kalau tidak, ya jangan tersinggung.
Kalau tersinggung berarti ya
wallahualam. Baik.
ini satu dua ada juga rumah yang ketiga,
rumah dari mutiara atau istana dari
mutiara. Ee Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, "I khemah ya, rumah atau
khemah
ya." Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Innail jannati khaimatan minatin
mujawafatin." Sesungguhnya di di surga
ada kaimah seperti kalau kita kemahkan
dari kulit ya, dari terpal. Ternyata
kemah tersebut dari mutiara. Luatin
mujawaf mutiara yang
berongga yaitu mutiara raksasa
ya. Ya besar arduha sit milan panjang
panjangnya adalah 60 mil. 1 mil 1 kom 6
kilo ya. Kalau 60 mil terlulah 100 kilo
ya. Enggak terlalu 100 kilo
fi perhatikan ibu itu enggak penting.
Penting berikutnya dengar dulu.
Setiap sudut ada
istrinya. Itu masalah. Sudah enggak usah
dilanjutin. Tib ini tentang rumah di di
surga ya. Dalam ee dalam hadis juga
sering
disebutkan ee siapa bangun masjid
banallahu bihin baitan fil jannah. Siapa
bangun masjid maka akan dibangunkan
istana rumah di surga.
Sebagian sebagian ulama mengatakan semua
yang disebut bait dalam surga maksudnya
istana. Cuma mungkin dari sisi bentuk
ada disebut qasar, ada disebut apa?
Bait. Tapi kalau pikiran kita rumah
biasa kalau istana besar. Kalau di surga
semua rumah adalah apa? Istana. Tapi ada
sebut qasarr itu istana mungkin lebih
spesifik. Tapi semua rumah adalah apa?
Is istana.
Ini sudah
ibu-ibu tay yang ketujuh kita lihat di
sini
tujuh pelayan di
surga pelayan di surga pelayan di surga
ciri-cirinya adalah
anak-anak wildan.
Alwildan kata Allah yatufu alum wildanun
mukhalladun alwildan tapi mukhalladun
wildan mukhalladun itu mukhalladun
maksudnya
abadi. Abadi selalu jadi
anak-anak ya mereka diciptakan khusus
buat melayani. Bukan anak kita atau anak
orang dunia. Enggak. Mereka diciptakan
khusus untuk mela melayani. Kenapa
anak-anak? Karena dikatakan anak-anak
kita sebagai di surga tidak merasa
sungkan ketika
menyuruhnya. Beda kalau yang pelayannya
om enggak enak
nyuruhnya. Om ambil dong om enggak
enak. Tapi kalau anak-anak nyuruhnya
enak ya. Sehingga diciptakanlah Allah
Subhanahu wa taala menciptakan
pelan-pelan tersebut dalam bentuk
alwildan anak-anak. Kemudian anak
tersebut jadi mukhalladun abadi selalu
jadi anak-anak diciptakan khusus ya.
diciptakan
khusus oleh
Allah. Kemudian tadi anak-anak agar
tidak sungkan
disuruh agar tidak sungkan
disuruh. Kemudian apa? Agar gesit.
Kemudian juga apa? Ge gesit. Anak-anak
gesit atau tidak? Gesit. Gerak. Enggak.
Tapi kalau om-om
pelan-pelan, pelan-pelan. Apalagi
mbah-mbah pelan-pelan.
Siap. Kalau kalau
siap kata
Allah bertebaran. Jadi mereka yatuf
yaitu bertebaran. Yang kedua, mereka
bertebaran keliling
ya itu
berkeliling. Keliling siap
melayani sana kemari siap nakwarin
pelayanan. Biqwabin wa ab main. Mereka
membawa gelas, membawa cerek dan minuman
yang diambil dari air yang
mengalir. Kemudian mereka putih.
Dalam
ayat lahum kaahumlu maknun. Lluun
maknun.
Mereka
putih seperti mutiara yang
tersimpan. Kalau mutiara dia disimpan
dalam cangkangnya, putihnya tidak
terkontaminasi. Kalau dibuka dia putih
bersih dari segala sisi. Karena dia
terpelihara, tersimpan. Ini baru
pembantunya. Gimana gimana bosnya?
Iya enggak? Ini Allah bercerita tentang
pelayannya. Gimana pelayannya
ee laki atau wanita yang masuk surga
tentu lebih lebih indah daripada
pelayannya. Dalam ayat yang lain kata
Allah roitahum hasibahum lsur. Kalau kau
lihat mereka seperti mutiara yang
bertebaran di sana-sana ada. Siap
melayani putih bersinar ke mana-mana.
Nah, itu ciri-ciri pelayan di
surga. Sudah,
Ibu-ibu
ya. Putih seperti
mutiara. Bagaimana lagi dengan
tuannya? Majikannya.
Sudah. Kita lanjut yang
berikutnya yang
keedelapan
adalah perabot di
surga. Perabotan di surga.
Gelas-gelas, piring-piring terbuat dari
emas dan perak itu
piring
gelas ceret ya. Terbuat dari apa? Dari
emas dan perak.
Ini di
antaranya dalam surat Zukhruf
ya
ee dalam surat Al-Insan 1516 di
antaranya surat 15
Al-Insan 15 sampai 16 saya bacakan kata
Allah Subhanahu wa
taalau
alaihim fidin
wawabinat diidarkan kepada mereka
bejana-bejana dari perak.
Kemudian dalam surat Azzukhruf ini, ini
adalah perak. Ini
perak. Kemudian yang emas dalam surat
Zuhruf
71 ini emas. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Yut alaihim bisihafin
minahabin." Diedarkan kepada mereka
piring-piring terbuat dari
emas.
Ya. Terus ee di antaranya juga ini dari
pertama dari emas dan perak. Satu. Yang
kedua, ee kaca dari
perak, gelas-gelas, gelas-gelas dari ee
piala-piala akwab, yaitu piala-piala
atau
gelas-gelas gelas-gelas dari
kaca perak. Ini yang aneh juga. Ini
Allah sebutkan dalam surah Al-Nisa 1516.
Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wa
aqwabin kanat qarira."
wa
aqwabin kanat
qwarir qwarir min
fidah qwariru qwarir min
fidatin qaddaruha takdir jadi kata Allah
subhanahu wa taala gelas-gelas kaca-kaca
ee piala-piala gelas-gelas terbuat dari
kaca jadi karir artinya
kaca tapi kaca tersebut kata Allah kaca
dari perak
Ini di antara hal yang tidak bisa kita
bayangin. Ada kaca dari apa? Perak.
Kalau kaca bening, perak tidak bening.
Kaca adalah kaca, perak adalah logam.
Bagaimana Allah bilang ada gelas dari
kaca tapi kacanya dari perak? Ini enggak
bisa kita
bayangin. Ini di luar kemampuan kita.
Karena kita tahu ee perak adalah logam.
Sementara kaca adalah ya
beling ya gelas ya gelas ya pecahan ya
pecahan bagaimana ada kaca dari logam
iya Al-Insan ya Al-insan
1516 yang berikutnya Pakaian di
surga. Sembilan pakaian di
surga. Pakaian di surga di situ disebut
istabrak sama harir ada dua ya. Ada
luklu,
ada
istabrak. Itu eh istabrak itu maknanya
adalah sutra yang tebal.
Kemudian mereka juga pakai di antaranya
yang di adalah ee
hari itu sutra tipis, sutra
halus. Kemudian antaranya
ee
zahab,
emas,
gelang, dan
lain-lain. Laki-laki perempuan pakai
ketika itu gelas apa namanya? Emas.
Kemudian di antaranya adalah
lukluk permutiara dipakai juga oleh para
lelaki dan
wanita. Kata Allah fiha min asahabin
walasuhum fiha hair. Maka mereka
dipakaikan gelang-gelang dari emas, dari
mutiara dan mereka
menggunakan pakaian dari kain sutra yang
halus.
Ya. Tib. Ini semua kalau kita perhatikan
ya ee di surga orang laki-laki boleh
pakai emas, di surga laki-laki boleh
pakai kain su sutra, di surga laki-laki
boleh minum khamar. Dan ini semua
diharamkan di dunia. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Man labisa
alha fid dunya lam yalbas fil akhirat."
Laki-laki mana saja yang pakai kain
sutra di dunia, dia enggak akan pakai di
akhirat.
Ya, manibal
kham akhirat. Siapa yang minum khamar di
dunia, dia tidak akan minum khamar di
akhirat. Siapa yang menggunakan bejana
dari emas dan perak di dunia, dia tidak
akan dapatkan di akhirat. Jadi
Rasulullah menurut kita menahan diri,
jangan. Karena kalau orang pakai emas
menjadi sombong dan angkur, kalau mau
nanti pakai di akhirat, bukan di sini.
Laki-laki gak boleh pakai kain apa? Su
sutra. Kalau perempuan gak apa-apa ya.
Karena perempuan memang bersolek buat
cantik pakai emas. Laki-laki buat apa?
Sudah bersolek pakai sutra. ya ee buat
istri orang bukan istrinya sendiri ya
gak boleh. Jadi kalau laki-laki
perempuan memang boleh karena untuk
berhias ti yang terakhir ini sudah ibu
terakhir bidadari
ya bidadari
10. Ciri-ciri bidadari banyak ya. Saya
tulis sedikit-sedikit aja, Ibu. Biar ini
pertama tidak pernah ngomel
satu. Yang kedua, yang pertama
menundukkan
pandangan. Nanti dicari ayatnya. Kata
Allah, fihinna qosiratut
thf. Qasiratut tarf. Dalam surah
arrahman dan ini banyak dalam surat
assfat
juga wanita-wanita menundukkan
pandangan.
dengan P tidak pernah lihat tidak pernah
lihat cowok
lain lelaki
lain. Kemudian yang
kedua, nyar tidak nyar gres kalau bahasa
salah tidak anyar tidak pernah disentuh
siapapun.
Siapapun kata Allah Subhanahu wa taala
ini semua dalam surat Arrahman lam
yatasmit
hununna hunna
insunqoblahum wala
jan wala
jan tidak pernah
disentuh disentuh jin dan manusia gak
pernah. Sehingga dia tidak mengenal
lelaki kecuali suaminya tadi. Sehingga
dia cintanya bisa fokus kepada laki.
Karena kalau suka umpandangan jadi cinta
berkurang. Wanita mana saja yang suka
nonton film Korea, suaminya luntur
ketampanannya. Luntur. Yang tadinya
putih jadi kelihatan hitam. Ya. Iya.
Karena dia suka ngelihat film apa?
Korea. Yang suka nonton film barat.
Akhirnya suaminya kelihatan pesek.
Padahal aslinya sudah pesek. Tapi tambah
pesek lagi. Kembing-bandingkan ya. Badi
enggak pernah ya. Terus terpingit.
Terpingit gak pernah
keluyuran. Tidak
keluyuran seperti
ibu-ibu. Kata Allah Subhanahu wa taala
hurun maqsuratun
filam. Terpinggit di kemah-kemah.
Lagi di mana, sayang? Di mall.
Masyaallah. Kalau ke mall gak bawa duit.
Ke mall bawa ATM suami.
Repot. Tib. Yang
berikutnya fi azwajun mutaharah.
Tersucikan. Kata Allah Subhanahu wa
taala wal fi azwajun mutaharatun.
istri-istri yang
tersucikan atau disucikan ya. Disucikan
dua maksudnya secara
fisik, secara
akhlak. Kalau secara fisik maksudnya
tidak buang
air, tidak bab, tidak bak, tidak, tidak
bau ketek.
Kemudian apa? Tidak berdaki. Ya, bahkan
tidak ee apa namanya? Tidak keluar mani
juga yang kemudian tidak
ingusan, tidak buang angin dan tidak
lainnya. Tidak haid, tidak
nifas karena mereka bersih selalu ya.
Paling bantar penghuni surga itu kalau
penghuni surga mereka sendawa tapi
sendawanya aroma minyak
kesturi secara akhlak tidak pernah
ngomel. Jadi Bapak bersabar ya sabar
kalau di sering ngomel sabar. Bapak
jangan balas balas ngomel. Kalau Bapak
balas ngomel nanti susah dapat wanita
yang tidak suka ngomel. Ya, supaya dapat
wanita yang tidak suka ngomel, Bapak
bersabar menjalani kehidupan rumah rumah
tangga. Ibu-ibu juga begitu ya.
Sabar. Jadi akhlaknya tidak pernah
ngomel apalagi semua akhlak buruk enggak
ada. Ibu-ibu yang akhlak buruknya
apa? Suka banyak
nuntutlah. Pengin beli inilah, beli
anulah, ngambek lah. Enggak ada bidadari
ngambek. Enggak ada yang ngambek. Cuma
bidadari dunia ya.
Secara fisik juga banyak ya. Kalau fisik
kita bicara secara fisik
ya. Secara
fisik putih seperti
mutiara bening seperti intan.
Allah
mengatakan
ee
kaannahunna yaakut wal marjan. Para
bidadari seperti alyaqu wal marjan.
Kaannahunna alyaakutu wal marjan. Dalam
surat Arrahman mereka seperti mutiara
dari sisi beningnya. Kemudian
seperti ee dari si intan beningnya
seperti intan. Dari sisi putihnya
seperti apa? mutiara. Adapun
menggabungkannya kita enggak bisa
bayangin. Makanya dalam hadis Rasulullah
mengatakan bahwasanya bidadari itu
kelihatan sumsum
betisnya. Terlihat sumsum betisnya
karena saking beningnya. Ya, kita kalau
enggak bayangkan enggak bisa karena kita
bayangkan gendruo ada ee sumsumnya
kelihatan. Kemudian Rasul sahu alaihi
wasallam mengatakan kabiduha miratuha.
Bahwasanya kabit atau hati dari sang
bidadari cermin bagi suaminya. Jadi
kalau suaminya di depan bidadari
kelihatan wajahnya dalam apa?
hatinya ya. Saking beningnya tubuhnya
tersebut. Kita enggak bisa bayangin
suatu bening. Kita kalau bayingin bening
kayak kayak tengkorak kelihatan kan
takut. Tapi bedanya tidak tidak
demikian. Saking putihnya sampai disebut
dalam hadis
eh terlihat putih betisnya dibalik 70
gaun. Jadi pakai gaun 70 lapis tetap
kelihatan petis putih apa betisnya. Gak
bisa dibayanginnya.
Intinya secara fisik luar biasa ya.
Makanya bidadari saking harumnya
Rasulullah sebutin ee kalau dia nongol
di muka bumi ini maka akan semerbak dari
langit dan bumi ya. Kemudian kalau gelap
Jakarta maka akan terang gara-gara
cahaya dari wajah bidadari. Kata Rasul
sahu alaih wasallam wifir minun w fiha.
Bahwasanya kerudungnya lebih baik
daripada dunia dan
seisinya. Banyaklah sifat-sifat
bidadari. Tetapi kata para ulama, wanita
yang salehah di dunia lebih afdal
daripada bida bidadari. Kenapa? Karena
mereka diuji oleh Allah di dunia. Kalau
bidari diciptakan langsung, inna
anyahuna insyaa, kami ciptakan langsung.
Dan tercipta langsung tanpa melalui
proses kecil langsung jadi wanita dewasa
yang siap melayani. Dan wanita muslimah
yang hidup di dunia diuji dengan ujian
akan menjadi ratu bida
bidadari. Baban saja yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala kajian kita.
Insyaallah pertemuan berikutnya kita
masuk dalam pembahasan neraka jahanam.
Wabillahi taufik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.