Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #7 Ayat 24-31 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
Jibg8RFeEfQ • 2025-05-12
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinanih ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarika lahu lani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh da ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih hadirin hadirat bapak dan ibu-ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala kita lanjutkan bahasan kita dari surah Az-Zumar surah ke-39 kita masuk pada ayat ke-24 Ya Allah subhanahu wa taala berfirman tentang kondisi orang-orang musyrikin pada hari kiamat kelak. Allah berfirman, "Afamay yattaqi biwajhi sual adzabi yaumal qiamah?" Maka apakah orang-orang yang menghalangi buruknya azab dengan wajahnya pada hari kiamat kelak? Waqila lizaliminauquum ma kuntum taksibun. Maka dikatakan kepada orang-orang zalim, "Rasakanlah oleh kalian apa yang kalian kerjakan." Di sini Allah kasih pertanyaan tentang perbandingan. Apakah sama orang yang zalim kondisinya di hari kiamat kelak dengan orang yang di atas petunjuk? Bagaimana kondisi orang yang zalim? Beginilah kondisinya. Yattaqi biwajhi sualab. yaitu ada api yang ingin membakarnya, maka dia menghadangi api tersebut dengan wajah. Dan ini adalah bentuk penghinaan Allah terhadap mereka. Karena kalau kita tahu di dunia ini kalau ada suatu yang ingin mengenai kita, kita biasanya menangkis dengan tangan agar tidak terkena wajah. Jadi kita menangkis dengan tangan, menangis dengan badan karena wajah adalah bagian termulia pada diri seseorang. Kalau ada api mengenai wajah kita tangkis. Apapun ingin mengenai wajah kita tangkis dengan tangan, dengan kaki, dengan tubuh yang lain supaya wajah kita tidak terkena ee apa namanya? Sakit atau yang lainnya ya. Karena wajah adalah bagian tubuh yang paling mulia. Bukan wajah dijadikan alat tangkis, tapi wajah yang ditangkis agar tidak terkena kemudaratan. Tapi pada hari kiamat kelak orang-orang musyrikin dia tidak bisa menangkis api. Ya. Kenapa? Karena tangan mereka dibelenggu ya. Ya. Kaki mereka dibelenggu ya. Sehingga akhirnya api masuk ke mengenai mereka langsung mengenai wajah wajah mereka. Jadi sebenarnya ini kalau dikatakan adalah bentuk penghinaan Allah kepada mereka. Allah mengatakan afamaji sualab. Apakah orang yang menangkis ee siksaan neraka dengan wajahnya? Namanya bukan menangkis. Kalau begitu namanya pasrah. Kalau menangkis itu dengan tangan ya, dengan anggota tubuh yang lain dengan alat agar wajah tidak terkena ee api. Tapi ini ketika menangkis dengan wajah ya berarti berarti dibakar. Ini seperti adalah penghinaan karena mereka tidak bisa menangkis ee azab sama sekali. Sama seperti dalam surat Alkahfi Allah berfirman, "Waastagitu yusu bimain kal muhli yaswi wujuh bisarab." Kata Allah Subhanahu wa taala di hari di neraka jahanam ketika mereka kehausan mereka minta minum karena mereka merasa haus yang luar biasa panas yang sangat membakar tubuh mereka. Mereka kehausan maka mereka minta kepada Allah, "Ya Allah berikanlah kami minum." Waagitu. Terus apa kata Allah? Maka mereka dikasih minum tapi air tersebut sangat panas seperti besi yang dileburkan saking panasnya. Ketika mereka mau minum yasil wujuh sebelum masuk ke mulut mereka sudah membakar wajah mereka. Sama minum tidak minum sama saja hakikatnya. Dan ketika masuk air panas tersebut yang sangat panas yang panasnya seperti besi yang dileburkan. Besi leburkan berapa derajat sih sampai dia jadi apa? berapa mungkin ribuan derajat sehingga dia menjadi apa ya lebih dari 100. 100 enggak bisa membuat besi menjadi cair. Kapan besi bisa menjadi cair? Ketika ee ratusan atau mungkin ribuan apa derajat. Ketika mau diminum sudah membakar wajah mereka termasuk kemudian menghancurkan usus mereka. Jadi minum enggak minum sama saja. Sama seperti ini. Menangkis. Menangkis api percuma kalau tangkis dengan apa? Wa wajah. Nah, apakah sama dengan orang beriman yang tidak diazab sama sekali yang mendapat kelezatan di surga? Ya, ini perbandingan seperti Allah mengatakan, "Fam yamsi mukibban ala wajhi ahda amamsi sawiyan alati mustaqim." Apakah sama orang yang berjalan dengan wajahnya pada hari kiamat kelak dengan orang yang berjalan lurus di atas kakinya? Karena orang-orang kafir pada hari kiamat kelak ketika dibangkitkan berjalan di atas wajah bukan di atas kaki. Bagaimana? Ya itu urusan Allah Subhanahu wa taala. Makanya ada seorang sahabat bertanya kepada Nabi, "Ya Rasulullah, mereka berjalan di atas wajah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Alaisalladzi amsyahu ala rijilai qodir alumsu alaji?" Bukankah Allah yang selama ini mampu membuat mereka berjalan di atas kedua kaki, mampu membuat mereka berjalan di atas wajah, mungkin Allah balik ya. Kita di zaman sekarang ini ada yang berjalan ya kata Allah Subhanahu wa taala, faminhum yamsinhum yamsi. Ada hewan yang berjalan di atas perutnya ada atau tidak ada. Waminhum yamsi ala rijilin. Ada yang berjal atas dua kaki. Waminhum yamsi ala arba. Ada yang berempat kaki. Ya, sini ya. Hewan-hewan binatang secara umum dengan atas empat kaki. Dan nanti hari kiamat Allah bikin ada yang berjalan di atas wa wajahnya, di atas kepalanya. Kenapa? Karena mereka selama ini membolak-balikkan kebenaran menjadi kebatilan. Nah, kata Allah, "Apakah sama orang berjalan di atas kepala sama dengan berjalan di atas kaki?" Tentu tidak sama. Apakah sama orang yang menahan api dengan wajahnya? Ya, sama dengan orang yang berbahagia, wajahnya bersiri-siri di surga. Tentu tidak sama. Ya, intinya menahan api dengan wajah itu tidak ada faedahnya. Ini hinaan ya. Seakan-akan Allah bilang, "Kamu nanti bisa tangkis api, tapi tangkisnya pakai apa? Pakai wajah." Ya, sama aja itu pasrah dibakar wajahnya. Dan bagian yang paling perih adalah wajah kalau disiksa. Ya, paling perih adalah wajah. adalah bagian yang paling mulia. Malah itu yang akan di jadi bahan siksaan. Ya, makanya Allah mengatakan, "Yusabuna ala wujuhim apa? Yauma yushabuna ala wujuhimakar." Hari di mana mereka digeret di atas wajah mereka. Jadi, wajah ini merupakan bahan ee siksaan pada hari kiamat kelak ya. Sama seperti dalam surat Almukminun ayat 104, Allah berfirman, "Talf wujuhah wahum fiha kalihun." Muka mereka dibakar dengan api neraka dan mereka dalam neraka dalam kondisi cacat. Jadi wajah ini bahan untuk disiksa ya. Talfahujahumar. Jadi benar yang lain juga bakal bakalan dibakar. Tapi kenapa Allah sebutkan wajah? Karena wajah ini bagian yang paling mulia yang harusnya dijaga ya. Orang kalau naik motor pakai helm di kepala atau di kaki untuk jaga apa wajah. Orang kalau perang pakai helm di kepala bukan pakai helm di tangan. Ya namanya juga helm. Kenapa? Karena itu yang paling tapi di hari kiamat ini wajah adalah bagian untuk disiksa. Talfahu wujuar. Wajah mereka di disiksa, dibakar seperti dipanggang ya. Sama seperti dalam ayat ini Allah mengatakan, "Aam yattaqi biwajhi sualabi yaumalqiamah." Apakah orang yang kemudian mencegah api neraka dengan wajahnya, ya hakikatnya dia tidak bisa mencegah api, malah dia menyerahkan wajahnya untuk digosongin oleh ee api neraka. Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala, "Waqila lizalimina, ya waqila lizaliminaqu mauntum taksibun." Dan dikatakan kepada orang-orang zalim yaitu kepada mereka. Allah tidak mengatakan waqila lahum dan dikatakan kepada mereka tidak. Tapi Allah menampakkan sifatnya sifat mereka kata Allah waqila lizalimina berkata kepada orang zalim. Maksudnya mereka ini yang menyerahkan wajahnya untuk dibakat adalah orang-orang zalim. Dan kita tahu kezaliman paling besar adalah syirik. Innas syirka ladulmun adim. Syirik. Syirikan adalah kezaliman yang besar dan keadilan paling adil adalah tauhid. Sehingga ini umum mencakup orang-orang zalim. Maka dikatakan kepada orang zalim pada hari kiamat kelak zuqu itu rasakan. Asalnya bahasa Arab zauq itu adalah merasa dengan lisan asalnya. Demikian zuku ya seorang kalau zuk itu dengan apa? Minum. Minum ar merasa mencicipi. Kalau bahasa kita apa? Ci mencicipi. Mencicipi. Tapi digunakan untuk merasakan untuk rasakan api. Kata Allah zuuku cicipilah api tersebut. Dan ya ngeri. Kalau kita merasa dengan merasa panas dengan tangan kita akan rasa. Tapi lebih rasa lagi kalau kita dengan apa? Dengan mulut atau dengan wajah. Oleh karenanya ini adalah ee ya bentuk menghina mereka. Silakan cicipi atau rasakan dengan lisan kalian panasnya api tersebut yang seharusnya lisan digunakan untuk merasakan kelezatan, kenikmatan. Namun pada hari kiamat kelak lisan tersebut digunakan untuk merasakan panasnya ee api neraka. Zukuqu ma kuntum taksibun. Apa yang telah kalian kerjakan? Ini dalil bahwasanya perbuatan mereka atau azab yang mereka rasakan itu semua akibat perbuatan mereka selama di dunia. Makanya Allah mengatakan, "Ma kuntum taksibun." Apa yang dulu kalian kerjakan? Allah tidak zalim. Allah tidak ee melebihkan kezaliman yang mereka lakukan. Tapi mereka dibalas sesuai dengan kelayakan, kepantasan apa yang mereka lakukan. Jazaan wifaqo, yaitu balasan yang setimpal. balasan yang setimpal. Allah tidak menambah-nambah dosa mereka. Ya, dosa mereka sesuai azab yang Allah berikan sesuai dengan dosa yang mereka lakukan. Oleh karenanya Allah membalas sesuai dengan setimpal dengan apa yang mereka lakukan. Ini juga dalil bahwasanya namanya azab pada hari kiamat kelak bertingkat-tingkat. Neraka juga bertingkat-tingkat sesuai dengan makasabu, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan. Kata Allah, "Walikullin darajatun mimma amilu." Masing-masing mendapatkan derajat sesuai dengan berdasarkan amal yang mereka lakukan. Tidak sama orang kafir satu dengan orang kafir yang lain. Tidak sama orang zalim yang satu dengan orang zalim yang yang lain. Sebagaimana surga darajat, maka anar darakat. Ya itu sama juga ada tingkatan. Tingkatan yang paling rendah adalah orang munafik yang paling bawah. Inal munafikina fidqil asfali minanar. Munafik yang paling bawah. Karena mereka menggabungkan antara kekufuran dengan kebohongan. Tayib. Jadi inilah bentuk hinaan Allah kepada orang-orang yang berbuat kezaliman, berbuat kesyirikan pada hari kiamat. Sudah berfirman ayat 25. Kadzaballadzina min qoblihim. Ya. Orang-orang sebelum mereka sebelum orang musyrikin Arab ini Azzumar turun ini surat Makkiah. Azzumar surat apa? Makkiyah ya. turun sebelum Nabi berhijrah. Jadi ayat-ayat ini didengarkan oleh Abu Jahal, Abu Lahab dan yang lainnya. Rasulullah bacakan kepada mereka sampai, jadi ayat-ayat yang kita bahas ini sampai kepada mereka, didengarkan oleh apa? Mereka. Kadzaballadzina min qoblihim. Ya sungguh orang-orang sebelum mereka telah mendustakan para rasul yaitu sebelum orang Quraisy. Banyak ke umat-umat sebelumnya. Apa saja? Umat Nabi Nuh ya. Enggak. umat Nabi Nuh, umat Nabi Hud alaih salam, umat Nabi siapa? Saleh ya, umat Nabi Musa ya, umat Nabi Syuaib yang Allah sering ceritakan. Umat Nabi Luth Allah sering ceritakan dalam Al-Qur'an dan mereka tahu tentang ee umat-umat tersebut. Ya, kalau umat Nabi Saleh sama umat Nabi Hud, orang Arab tahu, orang Quraisy tahu karena mereka Arab. Nabi Hud Arab, Nabi Saleh juga apa? Arab. Ya, Nabi Saleh di daerah sekarang disebut Al-ulla yaitu sekitar 300 km dari Kota Madinah. Mereka kalau negeri Isya mereka lewat. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika perang Tabuk, Nabi juga lewat mampir lewat ke areal mereka. Nabi Hud makruf yaitu di antara Hadramaut dengan Uman ya. Yaitu daerah kalau mereka ke arah Yaman itu juga Arab. Jadi mereka tahu ya. Nabi Nuh masyhur ceritanya bagaimana manusia tenggelam semuanya. Firaun dan kisah Nabi Musa terkenal sampai ceritanya sampai ke negeri Arab ya. Kisah kesombongan Firaun mereka tahu Nabi Luth mereka sering lewat karena negeri Syam. Wa innakum latamurruna alaiha musbihin. Kata Allah kalian melewati lokasinya. Ya. Jadi ini semua kaum-kaum yang mereka tahu, bukan mereka tidak tahu. Tentu kisah para nabi masih banyak, tapi Allah tidak sebutin semuanya kepada mereka karena mereka tidak tahu semua kisah para nabi. Tapi kisah Nabi Nabi ee Nabi Nuh, Nabi ee Nabi siapa lagi? Nabi Hud, Nabi Saleh, Nabi Luth, Nabi Musa. Ini mereka tahu. Orang-orang Quraisy tahu. Makanya Allah mengatakan kadzaballadzina min qablihim. Sebelum mereka sudah ada umat-umat yang mendustakan para rasul mereka. Sebelum Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Gosok dan yang lainnya mendustakan Rasulullah sahu alaihi wasallam. Sesungguhnya umat-umat sebelumnya telah mendustakan para rasul. Kalian tahu itu wahai Abu Jahal, Abu Lahab dan yang lainnya. Apa kata Allah? Faatahumul adzabu min haitsu la yasurun. Maka datanglah kepada mereka azab tanpa mereka sadari. Benar. Nabi kaum Nabi Nuh tidak tidak merasa akan ada azab penipa mereka. Tahu-tahu turun hujan lebat, tahu-tahu air keluar dari tanah. Wafajarjarnal ard uyunan faltaqal mau ala amrin qad qudir. Ya, kami turunkan hujan dari munhamir bimain munhamir. Air dari langit begitu banyak dan dari mata air juga dari bawah sampai bumi semua jadi mata air. Wafajar ard uyunan. Kata Allah, "Kami jadikan bumi sebagai mata air." Jadi air bukan keluar dari mata air aja. semua tanah jadi mata air keluar air. Faltaqal ma jadi air langit sama air bumi bertemu sesuai dengan apa yang takdirkan ditakdirkan oleh Allah subhan mereka tidak sadar mereka menyangka tidak akan terjadi tidak akan terjadi banjir tidak akan menjadi akhirnya mereka tenggelam. Jadi maksud Allah menyampaikan faatahumul adzabu min haitsu la yasurun. Mereka didatangi oleh azab dengan dalam kondisi mereka tidak mendugya, mereka tidak menyadarinya. Ini azab-azab di dunia sama seperti kaum Nabi Hud ya. Mereka begitu kuat dan mereka tidak menyadari bahwasanya mereka akan diazab dengan udara. Kata Allah falamu arid mustqbati audiatihim hidun mumtiruna bihi runhabiak. Tatkala mereka melihat awan datang, angin datang, mereka bilang, "Wah, ini awan mau bawa hujan ni." Bukan bawa hujan, bawa azab. "Bal huaaltum bih." Kata Allah, "Itulah justru azab yang kalian minta-minta. Angin fiha adzabun alim." Di situ ada azab yang sangat pedih. Mereka tidak duga bahwasanya mereka akan diazab dengan udara padahal tubuh mereka sangat kuat. Allah tidak kirim besi, Allah tidak kirim api, Allah cuma kirim udara ngangkat tubuh mereka. Allah terbangkan sabayalin ayam husuma 7 malam 8 siang digoyang di atas udara sampai keluar usus mereka digoyang sehingga mereka jatuh seperti ajazi nakhlin munkair seperti apa batang batang kurma yang jatuh yang tertancap di tanah mereka gak duga datang azab tersebut dalam kondisi mereka tidak duga ya bahkan Mereka menyangka itu adalah hujan yang akan menghujani mereka karena mereka rindu di dikirim hujan. Sama kaum Nabi Saleh juga demikian ya. Tahu-tahu sawaik tiba-tiba datang rajafah yaitu goncangan. Kemudian dari halilintar dari atas menjerang mereka. Sama nabi sama kaum Firaun. Siap kaum Nabi Musa? Siapa? Firaun tidak menyangka. Tahu-tahu digiring oleh Nabi Musa, digiring oleh Allah sampai ke laut. Kemudian mereka tenggelam di di situ. Sama kaum Nabi Luth juga tidak menduga. Mereka disiksa di saat lagi syahwatnya sedang menggebu-gebu. Mereka datang dibilang ada cowok-cowok ganteng lagi ada di rumah Nabi Luth. Karena malaikat menjelma menjadi cowok-cowok apa? Ganteng. Orang ganteng, laki-laki ganteng. Sehingga Nabi Luth saja ketakutan. Waduh, bahaya ini kok tamu kok ganteng-ganteng. Nabi Luth ketakutan. Nabi Luth ketakutan karena khawatir tamu-tamunya ini bakalan di diganggu. Dia tidak tahu kalau ini malaikat. Dia enggak tahu. Makanya suruh, "Ayo cepat masuk, cepat masuk." Istrinya berkhianat lapor kepada kaumnya bahwasanya ada orang-orang ganteng, pria-pria ganteng di rumah suami. Maka mereka mendengar kegantengan tersebut, mereka datang dengan cepat-cepat sambil hawa nafsu yang luar biasa. Mereka lagi di puncak nafsu. Maka Allah hantam mereka. Fatmasna ala a'yunim. Maka kami butakan mata mereka, kami siksa mereka. Kemudian pagi hari Allah siksa mereka. Wqbahumun mustaqir. Di pagi hari mereka ditimpa dengan siksaan yang luar luar biasa. Semua siksaan tersebut kata Allah min haitsu la yasurun. Tanpa mereka sadari. Tanpa mereka sadari. Nah, seakan-akan Allah mengatakan, "Wahai kaum musyrikin Quraisy, apa yang menimpa umat-umat sebelum kalian juga akan menimpa kalian." Dan benar, akhirnya mereka ditimpa dengan kekalahan di perang Badar. Mereka tidak sangka. Kenapa? Karena musuh mereka yaitu kaum muslimin cuma 300 orang. 315. Mereka datang dengan 1000 orang dan mereka di puncak-puncak kesombongan. Kadina kaju bat ras ras ya Abu Jahal keluar dengan sombongnya bataran sombong rias ingin pamer kepada manusia pada orang-orang Arab orang Arab semua segan sama orang Quraisy dan mereka bilang kita akan habisi kaum muslimin. Kemudian kita minum khamar pesta por setelah kita habisi Muhammad dan teman-temannya. Bahkan ketika itu sebagian orang bilang ayah sudah kita ngapain kita perang. Sebagian mereka ada yang berakal, yang waras. Bilang, "Wahai Abu Jahal, wahai kaum Quraisy. Ngapain kita perang itu? Muhammad dan saudara-saudaranya kaum Muhajirin juga sama-sama Quraisy." Muhammad Quraisy. Bukan Quraisy. Sahabat-sahabat yang masuk Islam juga Quraisy. "Napain kita perang saudara?" "Sudah pulang." Kata Abu Jahal, "Enggak." Dia pengin pamer, pengin sombong. Dia tidak sangka ternyata itulah kematiannya. Dia enggak sangka. Dia bangga 1000 orang dengan pasukan dengan persenjataan yang lengkap. Nabi kan waktu itu 3005 persenjataan yang sederhana. Sampai saja Nabi ketika mau perang Badar naik unta bertiga, ganti-gantian karena kendaraan tidak ada. Sampai di antaranya Ali bin Abi Thalib dan satunya saya lupa siapa tiga orang. Akhirnya mereka berdoa enggak enak sama Nabi. Kata mereka, "Ya Rasulullah, sudahlah engkau naik unta terus kami yang jalan kaki. Kami gantikan gantikan tugas Anda." Jadi mereka diganti-gantiin. Harusnya satu naik unta, dua jalan gantian. Kata mereka, "Karena jalan dari Madinah ke Badar sekitar 130 kilo." Kata Nabi, "Enggak." Lastuma biaqwa minni wasastuma biahwaj ilal ajr min kamaqala Nabi sallallahu alaihi wasallam. Intinya Nabi mengatakan, "Kalian berdua tidak lebih kuat daripada saya dan kalian berdua tidak lebih butuh pahala daripada saya. Saya juga butuh pahala." Akhirnya Nabi gantian. Artinya kondisi kaum muslimin dalam kondisi pas-pasan karena mereka menyangka akan melawan 40 orang yang mengawal pasukan atau kafilah dagang Abu Sufyan. Ternyata 40 orang berganti menjadi seri 1000. Jadi sementara 1000 orang ini datang dengan kekuatan dengan senjata lengkap, kuda semua ya mereka menyangka mereka bakalan menang. Ternyata mereka binasa ketika itu. Mereka binasa. Makanya min haitu la yasy'urun. Jadi kata Allah sebagaimana umat-umat sebelumnya binasa di dunia, Allah berikan azab di dunia tanpa mereka sadari kalian juga. Dan ternyata benar itu terjadi pada perang perang Badar. Sampai Abu Jahal ketika mau mati sudah mau tewas, Rasulullah suruh Ibnu Mas'ud cari jasad Abu Jahal. Kata Rasulullah, "Cari jasad Abu Jahal." Kata Rasulullah, "Kalau kau lupa, lihat ada bekas luka di kakinya." Ya, saya dulu pernah dorong-dorongan sama dia ketika diundang makan sama Abdullah bin Jodan. Jadi Abu Jahal teman mainnya Nabi dulu k sempat dorong-dorongan saya dorong dia jatuh sehingga ada bekas luka. Karena ketika perang kan berlumunan darah mungkin terluka jelas tidak. Tapi ada bekas luka di bagian kaki itu Abu Jahal. Akhirnya Ibnu Mas'ud cari dapat Abu Jahal. Ibnu Mas'ud kemudian menginjakkan kakinya di dada Abu Jahal. Abu Jahal masih tanya liman dairatul yaum? Siapa yang menang? sudah tahu mau mati masih ditanya siapa yang menang. Maksudnya dia tidak menduga kalau bakalan apa kalah. Dia enggak menduga. Sampai Ibnu Mas'ud itu pernah didorong sama Abu Jahal ketika masih di Makkah. Karena Ibnu Mas'ud itu kurus, penggembala kambing kurus dari kabilah yang tidak kuat. Jadi Hudzali ya, dari Hudzail ya. Makanya dia pernah dorong Ibnu Mas'ud. Kali ini Ibnu Mas'ud bukan didorong. Ibnu Mas'ud yang injakkan kakinya yang kurus tersebut di dada Abu Jahal. Kata Abu Jahal, "Masih sombong, laqadirqita murtaqan'ban ya ruai alganam." Sungguh wahai penggembali penggembala kambing, penggembala kecil kurus menggembala kambing, kau telah meletakkan kakimu di tempat yang berat. Ya. Kemudian dipenggal kepalanya oleh Ibnu Mas'ud. Maksud saya Allah mengingatkan kepada mereka bahwasanya azab akan datang kepada mereka yaitu orang-orang Quraisy tanpa mereka sadari sebagaimana umat-umat sebelumnya didatangi azab dan mereka sadari. Ini pelajaran bagi kita. Allah kalau ingin memberi hukuman mungkin tidak sampai pada azab tapi hukuman kepada kita kadang-kadang tidak kita sadari. Seorang bermaksiat tahu-tahu dikasih teguran oleh Allah tanpa dia sadari, tanpa dia duga. Terserah Allah Subhanahu wa taala. Kemudian kata Allah Subhanahu wa setelah itu fazaqahumullahuliz filtid dunya. Dan ini semua azab Allah cerita tentang azab di dunia. Faqahumullah. Allah membuat mereka merasakan kehinaan fil hayat dunia. di dunia apa yang menimpa Firaun balantaranya ditenggelamkan itu di dunia. Apa yang menimpa Nabi Nuh, kaum Nabi Nuh ditenggelamkan itu di dunia apa yang menimpa kaum Tsamud, apa yang menimpa kaum Ad karena membangkang kepada Nabi Hud itu di dunia angin datang menghabisi mereka ya itu semua di dunia. Apa yang menimpa kaum Nabi Luth yang kemudian diangkat dicungkel oleh Jibril Alaih Salam dengan sayapnya kemudian dijatuhkan setelah itu di hantam dengan batu-batu ya yang panas menghabisi mereka itu semua di dunia kata Allah fazaumullahu alhizi fil hayatid dunya Allah membuatkan mereka merasakan kehinaan di dunia apa yang ditimpa dialami oleh Abu Jahal dan teman-temannya dalam perang Badar itu semua di mana di dunia tapi ingat walaabul akhirati akbar Akan tetapi azab di akhirat lebih dahsyat. Lau kanu ya'lamun. Jika mereka mengetahui. Dan ini mengerikan ya. Allah berfirman tentang Firaun. Jadi mereka di dunia diazab dengan kehinaan. Di alam barzakh mereka juga diazab. Kemudian di akhirat lebih lagi d dahsyat. Tiga kaum yang Allah sebutkan mereka sedang diazab. Tiga kaum dalam Al-Qur'an Allah naskan mereka sedang diazab sekarang itu di alam barzakh. Allah sebutkan azab mereka di dunia. Kemudian Allah sebutkan azab mereka sekarang di alam barzakh. Di akhirat lebih dahsyat. Kaum yang pertama adalah kaum Nabi Nuh. Dalam surat Nuh Allah berfirman, "Mimma kotiatihim ugriqu." Gara-gara dosa mereka ditenggelamkan. Mereka ditenggelamkan. K Allah berkata, "Faudkilo." Lantas mereka dimasukkan dalam api. Di situ Allah menggunakan kata gandeng dengan fa. fa itu artinya kata gandeng tanpa ada jeda. Seperti saya mengatakan jaa Muhammadun fahalidun. Telah datang Muhammad lalu Khalid datang. Maksudnya Muhammad datang langsung apa Khalid? Tanpa ada jedah. Tapi kalau saya menggunakan kata gandeng dengan tsumma berarti ada jedah. Jaa Muhammadun tumma khalid. Datang Muhammad. Kemudian, kemudian baru datang siapa? Khalid. Berarti antara kedatangan Muhammad dengan Khalid ada jeda atau tidak ada. Tapi kalau Allah bahasa Arab menggunakan fa tidak ada jaddah. Jaa Muhammadun fa khalid. Datang Muhammad fa khalid maksudnya Muhammad datang langsung disusuli dengan apa? Khalid. Nah, ini masalah dalam ini ada tafsiran di kalangan para ulama ketika Allah berfirman dalam surat Nuh tentang kaum Nabi Nuh yang ditenggelamkan. Kata Allah, "Mimma ktiatihimqu." Gara-gara dosa yang mereka lakukan, mereka ditenggelamkan. Lantas mereka dimasukkan di api. Ini dimasukkan di api kapan? Apakah pada hari kiamat? Kalau hari kiamat kenapa Allah menggunakan fa? Beda kalau mengatakan tumma udilunar. Kemudian mereka dimasukkan api maksudnya api neraka. Tapi ternyata dalam surat Nuh Allah menggunakan lafal faudil. Sehingga sebagian ulama mengatakan ini diazab. Maksudnya diazab dengan api maksudnya alam barzakh. Mereka sedang diazab di alam apa? Barzakh sekarang yang diazab karena mereka ditenggelamkan tidak ada api kan ditenggelamkan di api tenggelam di air tenggelam di api tenggelam di air di air kena banjir tapi kata Allah faudar mereka ditenggelamkan di air kemudian masuk ke lantas dibakar dengan api maksudnya apa ya maksudnya di alam barzakh jadi dihinakan di dunia di alam barzakh juga terhina sama seperti Allah bercerita tentang kaum Nabi Luth, kaum Kaum Nabi Luth w'alna alihafilaha wa alaihim hijaratan min sijjjil sijilin mandud. Kami angkat mereka, kami jadikan yang bawah jadi atas ya. Jadi kota mereka diangkat kemudian dibalik ya. Diangkatnya kota misalnya kota jangan bilang kota kita ya kota-kota Sodom. Ibarat kota-kota kan ada bangunannya semua rumah diangkat diangkat setelah itu dibalik. Kami jadikan yang atas jadi bawah jadi balik. Kemudian kami jatuhkan mereka lalu kami timpakan dengan huj apa? Hujan batu yang panas. Setelah itu ini penghinaan mereka dihabisi. Sementara mereka sedang di udara dihabisi. Setelah itu mereka jatuh kata Allah mereka ditimba dengan azab yang terus-menerus. Kata Allah dalam Al-Qur'an, "Walaqad shobbahahum bukratan adzabum mustaqir." Sungguh mereka telah didatangi azab di pagi hari, itu mereka tidak sadar. Azabun, azab yang terus-menerus. Dalam bahasa Arab mustaqir itu menunjukkan continuous ya. Jadi selalu jadi mereka sekarang sedang diazab. Azab apa mereka sedang diazab sekarang? Azab alam barzakh. Azab alam apa? barzakh. Jadi di di dunia mereka hina, di alam barzakh mereka disiksa. Hari kiamat lebih dahsyat. Nah, kemudian juga di antaranya setelah itu Firaun. Allah sebutkan kaum Nabi Nuh, Allah sebut kaum Nabi Luth, kemudian Allah sebut Nabi Firaun dan balantaranya. Kata Allah tentang Nabi Firaun diselamatkan jasadnya. Kata Allah, "Allyum nunajika liman khfaka ayah." "Pada hari ini kami selamatkan jasadmu Firaun. Firaun tidak tenggelam. Setelah tenggelam dikeluarin sekarang jadi mumi. Di mana konon dia adalah Ramses 2. Konon Firaun yang sombong ini konon ada Ramses apa dua. Waktu saya ke ziarah Firaun di Mesir mau saya ludai cuma enggak enak. Ini yang sombong ini. Sombong. Cuma dalam kaca kita enggak bisa ludah sama aja ya. Dalam kaca. Jadi apa namanya? ee dia selamat ya, tetapi jasadnya selamat tersebut tidak menghalangi dia untuk masuk dalam alam namanya alam bar alam barzakh. Semua orang yang mati masuk dalam alam apa? Barzakh. Mau mau mau jasadnya selamat, mau di mau dimakan ikan hiu, mau dimakan ikan paus, mau dikremasi. Ya, saya takut salah bilang kramasi ya. mau dikremasi ya semuanya meskipun jasadnya tidak dikubur tetap mereka semua masuk dalam alam apa bar barzakh ya kaum Nabi Nuh tidak dikubur di air tapi ternyata dimasukkan di api di alam bar bar bar bar bar bar bar bar bar bar bar barzakh Firaun dan bala tentaranya juga tidak dikubur mereka tenggelam di laut bahkan jasad Firaun selamat dimumikan tetap juga diazab kata Allah Subhanahu wa taala dalam surat Ghafir anaru Sungguhnya api dipaparkan kepada Firaun dan bala tentaranya di pagi hari dan di petang hari, yaitu di alam barzah sekarang mereka sekarang sedang disiksa. Kemudian kata Allah, dan pada hari kiamat kelak masukkan mereka dalam azab yang lebih pedih. Jadi sekarang mereka dihinakan nanti di hari kiamat azab lebih apa? Dah dahsyat. Sini Allah mengatakan, "Faqahumullah filt dunya." Kami membuat mereka merasakan kehinaan dalam kehidupan dunia. Itu azab di dunia. Wabul akhirati akbar. Itu cuma mukadimah kata Allah. Ingat itu azab semua cuma apa? Mukadimah. Pembukaan aja. Walabul akhirati akbar. Dan siksaan hari akhirat lebih dahsyat. Lau kanu ya lamun. Kalau mereka menyadari, kalau mereka mengetahui, harusnya kalau mereka mengetahui, mereka berhenti. Harusnya orang-orang Quraisy sadar dengan mengambil pelajaran dari umat-umat terdahulu. Namun mereka tidak mengambil pelajaran. Kemudian Allah lanjutkan dalam ayat 27. Walaqadna linasi fi hadal qurani min kulli matsali la'allahum yatadakarun. Sungguh kami telah buatkan bagi manusia dalam Al-Qur'an ini berbagai macam perumpamaan agar mereka dapat pelajaran. Jadi dalam Al-Qur'an banyak sekali perumpamaan. Perumpamaan ya banyak-banyak sekali tentang tauhid, tentang syirik, tentang penghuni surga, tentang penghuni neraka, tentang pelaku tauhid, tentang pelaku kesyirikan. Ya Allah beriman terkadang dengan tentang hewan-hewan ya. Perempuan banyak tentang air hujan yang turun berbagai macam tentang sah e pemilik kebun banyak perumpamaan Allah bikin dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran yang dibutuhkan oleh manusia kata Allah walaqabna linasi fi hadal Quran. Dalam Al-Qur'an banyak sekali perumahan ya. Makanya disebut dalam kitab amsalul Quran permisalan-permisalan, perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam Al-Qur'an ya. min kulli matal dari segala setiap macam peroman lahumakarun agar mereka bisa mengambil pelajaranahumakarun demikianlah perumpamaan kami berikan kepada manusiaahumakarun agar mereka bisa mengambil pelajaran dalam ayat yang lain yaun demikianlah perempuan-perempuan kami berikan kepada manusia namun tidak ada yang bisa memahaminya kecuali orang yang berilmu. Ilmu ini kalau bagus ada kajian khusus tentang perumpamaan-perumpamaan dalam Al-Qur'an. Bagus ya. Tapi intinya banyak Allah bikin perumpamaan dalam Al-Qur'an agar mereka dapat mengambil pelajaran. Kemudian kata Allah quranan arabiyan giri iwaj. Al-Qur'an tersebut dalam bahasa Arab. Quranan arabian ya fi hadal Quran yaitu Quranan arabian. Quran yang dalam bahasa Arab bahasa yang paling indah. Bahasa yang paling lengkap, bahasa yang paling sempurna, bahasa Arab. Tanyakan kepada orang yang ahli bahasa, tanya orang Inggris kalau belajar bahasa Arab, suruh bandingkan bahasa bahasa Arab, dia pasti bilang bahasa Arab lebih indah. Semua orang yang belajar bahasa Arab mereka bilang bahasa Arab paling apa? Paling indah. Tanya semua orang belajar bahasa Arab ya. Quranan arabian. Quran dengan bahasa Arab. Girir iwajin tanpa memiliki kebengkokan sama sekali. Iwaj itu maksudnya kebengkokan. Di sini ee kata Thair bin Asyur datang dalam bentuk nakirah ya, dalam bentuk penafian yaitu menunjukkan keumuman yaitu tidak ada kebengkokan sama sekali dalam Al-Qur'an. Tidak ada kebengkokan sama sekali, tidak ada penyimbangan sama sekali, tidak ada kesalahan sama sekali, tidak ada ya ee perselisihan sama sekali. Sempurna lurus ya Al-Qur'an tersebut ya. Dan ini ayat diturunkan kepada orang-orang ahli bahasa Arab. Abu Jahal, Abu Lahab lebih jago bahasa Arab daripada kita. Lebih jago atau tidak? Kita baru bisa bilang, "Kaifa haluk, barakallahu fik, ahsanallah ilaik, apalagi jazakallah khairan." Ya, itu pun sering salah. Perempuan bilang ikhwan jazakillah khairan. Padahal ikhwan kita bahasa Arab. Abu Jahal, Abu Lahab mereka jago bahasa Arab. Sehingga ketika turun ayat ini mereka mereka berusaha mencari kesalahan dalam Al-Qur'an. Mereka tidak bakalan dapat. Untuk menjatuhkan propaganda Muhammad kan mudah tinggal bilang Al-Qur'an salah selesai. Dan mereka sudah berusaha sekuat mungkin mencari kesalahan tidak dapat. Tidak dapat tidak bisa. Tidak menemukan. Makanya Allah kasih statement quranan arabiyan giri iwaj. Quran bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan sama sekali. Kalau ada cari ya. Afalaunal Quran walauana minhairillahfanir. Tidakkah mereka mentadabari Al-Qur'an? Kalau Al-Qur'an bukan dari Allah, tentu mereka dapati banyak perselisihan, banyak penyimpangan, banyak kesalahan secara tata bahasa, secara gramar, secara nahwu saraf, secara balagah tidak ada. Tidak ada. Menakjubkan Al-Qur'an itu keajaibannya tidak habis-habis. Tafsir buku tafsir ratusan buku tafsir saya menelah tidak saya baling puluhan saya sudah kita baca buku tafsir aja 10 buku tafsir tidak mencukupi satu dengan yang lainnya luar biasa ada saja yang ini menemukan yang suatu yang indah tentang ungkapan yang indah ini mengungkapkan dari sisi bahas dari si balagah dari si fikiih dari luar biasa luar biasa kalau bilang ustaz ada enggak buku tafsir yang mencak enggak bisa luar biasa ya quranan arabian iwaj quran bahasa Arab yang tidak ada penyimpangan sedikitp laallahum yattaquun agar mereka bertakwa maksudnya sebelumnya ayat sebelumnya laallam yatadakarun Allah berikan perumpamaan dengan Quran yang bahasa Arab yang mereka ngerti Abu Jahal Abu Lahab ngerti kalau mereka ngerti harusnya mereka mengambil pelajaran kalau mereka mengambil pelajaran harusnya mereka bert takwa Harusnya mereka bertakwa ya, tapi mereka tidak mengambil pelajaran dan mereka tidak bertakwa. Mereka membaca Al-Qur'an bukan untuk mengambil pelajaran untuk mencari kesalahan dan mereka tidak menemukan kesalahan tersebut. Setelah itu Allah beri perumpamaan. Di antara contoh perumpamaan yang Allah berikan dan sebelumnya sudah Allah berikan banyak perumpamaan dan ini di antara perumpamaan yang Allah berikan. Contohnya Allah berkata,"Aballahu matalan rajulan fihi suraka mutasyakisuna warajulan salaman lirajulin halastawiyani." Matala. Kata Allah, Allah membuat perumpamaan yaitu seorang lelaki budak yang dimiliki oleh beberapa tuannya. Mereka bersekutu, bersyarikat dalam memiliki budak tersebut. Yang jadi masalah tuan-tuannya ini mutasyakisuna, saling berselisih. Jadi budaknya satu, tuannya lima misalnya ya. Eh, kamu ke sana kamu ke sini kamu ke sana. Budaknya bingung ini nurutin yang mana? Nurutin budak tuan yang pertama, tuan yang keempat nanti marah. Nur keempat tuan ketiga marah. Belum selesai nurutin turut tuan pertama tuan yang lain pada marah. Majikannya marah. Ini ibarat orang musyrik yang menyembah banyak Tuhan. Dia bingung, dia bimbang. Sementara Tuhannya, tuhan-tuhannya berselisih berbeda-beda. Ya, di zaman dahulu di di di Makkah di sekitar Ka'bah ada 360 berhala. Jadi Makkah itu selain dia pusat perdagangan, dia juga pusat wisata religi. Jadi orang-orang dari berbagai Jazirah Arab datang karena tuhan-tuhan mereka di situ. Yang pengin anak mungkin Tuhan ini, yang pengin rezeki Tuhan ini, yang pengin jodoh Tuhan itu, berhala ini, berhala macam-macam modelnya. Sehingga mereka tinggal pilih ya banyak alternatif kan. Jadi mereka jadi makanya di antara mereka tidak suka dengan dakwah Muhammad karena dakwah Muhammad akan menggagalkan wisata religi. Kalau berhala-berhala sudah hilang, enggak ada lagi yang datang ke situ. Jadi ini mengganggu kemaslahatan ekonomi. Ini pemikiran mereka sehingga banyak mereka sembah. Jadi Allah gambarkan seorang yang syirik dengan berbagai macam sembahannya seperti budak yang dimiliki oleh tuan-tuan yang berselisih mutasyakisun, saling berselisih dan banyak. Tentu hatinya terbagi. Hatinya terbagi. Tidak fokus, tidak tenang. Satu pengin ini, satu pengin itu. Sangut in takutnya satu marah seperti itu. Hatinya tidak tenang. Mereka ini pengin ke Tuhan ini. Eh, mungkin Tuhan yang sana lebih bagus. Begitu hatinya terbagi-bagi. Berbeda dengan ahli tauhid. Warajulan salaman lirajul. Berbeda dengan seorang yang salaman, yaitu yang selamat dari tuan-tuan yang banyak dan dia hanya memiliki satu tuhan, satu majikan saja. Lirajul dia hanya memiliki satu majikan. Apakah sama? Tentu berbeda. Hal yastawiani matala? Apakah sama dua perumpamaan ini? Jawabannya tidak sama. Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Bal aksaruhum la yalamun. Namun kebanyakan mereka tidak mengetahui. Artinya Allah ini ayat didengarkan kepada Abu Jahal, Abu Lahab dan orang-orang Quraisy yang lainnya. Tentu mereka sadar. Ini permohuman yang sangat jelas. Ada budak majikannya banyak dengan budak majikan cuma satu. Mana yang lebih tenang? Yang satu. Maka orang bertauhid harusnya hatinya tenang. Ini tentu perumpamaan antara ahli tauhid ada syirik. Mungkin perempuan ini kita bisa terapkan juga kalau kita tidak ikhlas kita hati kita enggak tenang. Kita ini tentang orang ahli syirik ya. Mungkin kita tidak sampai derajat seperti itu. Insyaallah tidak sampai. Tapi kalau kita ternyata ri begitu sama tidak tenang. Syirik kecil. Bagaimana pengakuan netizen? Bagaimana si ini bikin gini netizen si senang satunya maki-maki. Pengin cari keridaan dua netizen susah. Tiga natin ternyata punya pandangan beda-beda. Enggak usah mikirin mereka. Mikir bagaimana keridaan siapa? Allah Subhanahu wa taala. Benar-benar kalau kita mikirin netizen kita apa? Pening. Ikut saja apa yang diingin oleh Allah Subhanahu wa taala. Subhanallah. Kita bikin begini ini nilai negatif. Yang lain bilang nilai positif. Yang ini apa? Ini ne negatif. Ini contoh saja. Tolong tolong di tolong di anu di dikip nanti saya bikin teman-teman saya bilang kita bikin kajian di hotel yang gratis biar ibu-ibu senang di hotel ya kan. Menyang misalnya pengin kan yang selama ini yang kajian di hotel yang punya duit kan. Ah, bikinlah di hotel gratis. Bikinlah sebagian teman-teman kajian di hotel gratis dan itu terjadi beberapa kali. Biar orang-orang yang tidak punya duit juga bisa hadir. Bagus atau tidak idenya? Baguslah ya. Tapi yang enggak suka ada aja. Kajian kok di hotel. Iya. Di buit sudah sering ini supaya menyenangkan. Masa kita masuk hotel tahiyatul hotel katanya. Kalau ngikutin orang enggak selesai. Jadi serba salah. Padahal maksudnya adalah ya kalau ngikutin orang kita enggak bakalan selesai. Paham? Kalau kita mengharapkan kebahagiaan di di tangan netizen, kita tidak bakalan bahagia. Salah seperti ini ya. Dia budak punya majikan bingung dia. Tapi kalau cuma satu yang dia tuju, dia tenang. Apa diingini oleh majikan itu dia ikuti sudah. Dia enggak mikir yang lain. Nah, kita kalau yang hidup bahagia apa yang Allah inginkan itu yang kita ikuti. Orang bilang, "Ya biarin aja. Manusia enggak akan henti-hentinya komentar. Apalagi sebagian kita memang hobi apa? Komentar. Sudah hobinya kepo, hobinya komentar. Repot. Jadi orang yang semakin bertauhid semakin apa? Tentram, semakin tenang. Omongan orang enggak urus, penting saya benar dulu ya. Kalau saya enggak benar itu yang masalah ya. Setelah itu Allah berfirman, "Innaka mayyitun wa innahu mayyitun." Sesungguhnya engkau bakalan meninggal wahai Muhammad. Wa innahum mayitun. Sebagaimana mereka juga bakalan meninggal. Kemudian ayat terakhir pada pengajian kita kel 30 30 atau 31. Tumma innakum yaumalqiamatiibikumun. Kemudian kalian semuanya pada hari kiamat kelak akan berselisi bersengketa di sisi Rabb kalian. Ayat ini maksudnya apa? Sebagai akhir dari pembicaraan. Yaitu seakan-akan kalau kalian enggak percaya, kalian ngeyel wahai Abu Jahal, Abu Lafab, sudahlah nanti kita ketemu di sisi Allah. Gitu aja gampangnya. Kalian ngyal, menghina Rasulullah, mengatakan Rasulullah atas kebatilan, merasa kalian di atas kebenaran, merasa kalian yang benar, Muhammad yang salah, kalian banyak tuduhan. Udahlah innaka mayit. Wahai Muhammad, kau bakalan mati. Mereka juga mati. Kalian ketemu di sisi saya demikian. Innaka mayitun wa innahu mayitun. Kau bakalan mati, mereka juga bakalan mati. Tumma innakum yaumalqiamatiikumimun. Dan hari kiamat akan ada pertemuan bersengketa di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Ini dalil bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bakalan meninggal dunia. Dan banyak ayat dan ini salah satu ayat kata Ibnu Katsir yang dijadikan dalil oleh Abu Bakar bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam meninggal dunia. Karena ketika Rasul sahu alaihi wasallam meninggal dunia Umar tidak percaya. Sampai ada yang bilang Muhammad mati, Umar marah. Eh siapa yang bilang Muhammad mati? Orang takut. Semua takut bilang Muhammad mati. Sampai datang Abu Bakar. Abu Bakar kemudian ya datang ke masjid kasih tahu Rasulullah sudah meninggal dunia. Dia sebut ayat-ayat di antaranya ayat ini. Innaka mayyitun wa innahu mayitun. Maksudnya seakan-akan Abu Bakar ber tidak kalian lupa. Allah berfirman Allah menggandengkan antara Muhammad dengan orang-orang Quraisy. Sebagaimana orang Quraisy mati Muhammad juga bakalan apa? Mati. Innaka mayyitun. Kau bakalan mati. Wa innahu mayyitun. Dan mereka juga bakalan apa? Mati. Kau mati mereka juga mati. Kemudian juga firman Allah dalam surat Al Imran, wama Muhammadun. Setelah bandingkan, Allah bandingkan sekarang bandingkan Muhammad dengan nabi-nabi sebelumnya. W Muhammadun illa rasulun qod kh minqb rasul qutilumikum. Tidaklah Muhammad kecuali seperti rasul-rasul yang telah berlalu. Rasul-rasul sebelumnya mati atau tidak mati? Muhammad tidak ada beda dengan yang lain. Muhammad juga bakalan bakalan mati. Allah juga berfirman surah inakumitun inakum kalian selain ini akan meninggal akan dibangkitkan. Allah juga berfirman dalam surat khidah wa taala, "Kami tidak pernah memberikan kekekalan pada seorang manusia pun sebelum engkau wahai Muhammad. Apakah kalau kau mati mereka bakalan kekal? Yaitu kau mati mereka juga ma mati." Ini ayat-ayat semua menunjukkan Rasulullah bakalan meninggal meninggal dunia. Makanya Abu Bakar berkata, "Man kana ya'budu Muhammadan fainna Muhammadan qad mat." Waman kana ya'budullah fainnallah hayyun la yamut. Siapa yang nyembah Muhammad, Muhammad sudah mati. Dan yang mati tidak berhak disembah. Dan siapa yang menyembah Allah maka Allah maha hidup. Makanya Rasulullah meninggal meninggal dunia. Sebagaimana orang-orang saleh yang lain juga meninggal. Para nabi saleh atau tidak? shihun mereka juga meninggal dunia mereka hidup dalam alam barzakh hidup tersendiri tidak sama dengan hidup di dunia tidak ada kaitan hidup dengan kehidupan apa dunia mereka hidup dengan hidup khusus yang tidak bisa kita rasakan makanya Allah mengatakan wala takulu liman yqalu fibillah amwat bal ahyaun wakilla tasurun jangan kau katakan kepada orang yang terbunuh di jalan Allah sudah mati mereka masih hidup yaitu dalam kehidupan khusus Tapi kalian tidak sadar, kalian tidak menyadarinya. Kalau dia hidup di dunia, maka kita akan merasakan. Tapi mereka hidup dalam alam barzakh, alam tersendiri, dimensi sendiri yang kita tidak bisa merasakannya. Makanya para ulama sepakat kalau ada yang mati syahid, istrinya boleh dinikahi enggak? Boleh enggak? Atau suaminya masih hidup, istrinya enggak boleh dinikahi? Boleh. Suaminya sudah meninggal, maka kalau masa idah sudah selesai, istrinya jadi janda. boleh dinikahi. Hartanya diwariskan enggak diwariskan? Berarti dia statusnya sudah meninggal. Kalau dia masih hidup hartanya enggak boleh diwariskan, istrinya tidak boleh dinikahi. Ee, "Ukhti, boleh saya nikah?" "Enggak, suami saya masih hidup, Rek." di alam barzakh, reak-beda. Jadi tidak jadi dia hidup tapi di alam tersendiri. Ya mau saya ini macam-macam orang cerita inilah inilah ini Rasulullah keluar jalan-jalanlah. Ketemu siapa? Rasulullah sudah meninggal. Ya, meninggal. Dia hidup dalam kehidupan yang spesial, lebih indah daripada kehidupan dunia tapi dalam alam tersendiri. Alam barzakh. Bukan keluar jalan-jalan sampai ada satu Habib bilang, "Ada orang datang mau ziarah kuburan Nabi. Tahu-tahu Fatimah keluar." Bukan Nabi yang keluar. Fatimah juga keluar. "Mu ke mana?" "Mau ziarah kuburan Bapakmu." "Bapakku lagi ziarah ke Yaman. Kuburan lagi kosong. Ngapain ke sini? Khurafat luar biasa. Kuburan lagi kosong. Bapaknya lagi ziarah ke Habib Fulan di mana? Di di Yaman. Ya, ada a yang percaya gitu-gitu zaman kini tahun 2025 masih percaya gituan. Walah. Ah, ini ayat-ayat jelas ya. Ya, Rasulullah tidak pernah keluar ketemu Fatimah, tidak pernah keluar kuburan ketemu Aisyah. Antum kalau mati masih bisa keluar lagi, pengin ketemu istri enggak? Ya, kecuali istrinya suka ngomel, enggak pengin ketemu. Tapi kalau istrinya baik pengin ketemu. Rasulullah sangat cinta kepada siapa? Aisyah. Setelah Rasulullah meninggal, Aisyah masih hidup puluhan tahun. Rasulullah tidak pernah keluar sekalipun ketemu siapa? Aisyah. Padahal Aisyah tinggal di samping di kuburan Nabi. Samping kuburan Nabi. Kan dalam kuburan. Di kubur dalam rumah Aisyah. Enggak ada cerita Rasulullah keluar ketemu Aisyah ngobrol. Ini keluar tahun 2000-an keluar cium lututnya si fulan lah. Jalan-jalan di Surabaya lah ketemu. Ya Allah mungkin mampir di Tegal lah. Dari mana tahun 2025 masih ada yang percaya gimana? Oleh karenanya di sini dalil-dalil bahwasanya Rasulull sahu alaihi wasallam memang sudah meninggal meskipun dia hidup dalam kehidupan yang hu khusus. Datang dalam riwayat kalau ada yang beri salam Rasul sahu alaihi wasallam dibalikkan rohnya untuk menjawab salam. Khusus kehidupan itu aja. Untuk menjawab salam Rasulullah dibalikkan apa? Rohnya Arudda alaihi salam. Untuk menjawab salam itu kehidupan khusus. Bukan berarti Rasulullah keluar untuk menjawab salam. Allah kembalikan roh Nabi itu bagaimana caranya? Urusan Allah Subhanahu wa taala tapi untuk khusus menjawab apa? Salam. Oleh karena di antara keistimewaan Nabi, tidak perlu kita salam, tidak harus di hadapan kuburan. Di mana pun kita salam akan sampai kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bab kata Allah subhanahu wa taala, tumma innakum yaumalqiamatiib rbikum thtasimun. Kemudian kalian semua akan dibangkitkan setelah meninggal di sisi Allah. Kemudian kalian bersengketa di hadapan Allah subhanahu wa taala. Jadi saya katakan tadi ayat ini turun seakan-akan Allah berkata, "Ya sudah kalau kali mereka ngeyel ngeyel ya sudah nanti engkau bakalan mati mereka juga mati." "Sudah nanti akan bertemu di sisiku." Maka ini ee sama dengan banyak ayat ya, bahwasanya Allah akan apa namanya? Yafsilu bainahum yaumalqiamah. Allah akan menghukum di antara mereka pada hari kiamat kelak. Dari Abdullah bin Zubair dari Zubair bin Awwam radhiallahu anhu, beliau berkata, "Lamma nazalat hadil surah ala rasulullah sallallahu alaihi wasallam." Tatkala turun surat ini dan dalam situ ada ayat innaka mayitun wa innahum mayitun inakum yaumalqiamikumun. Sesungguhnya kau bakalan meninggal dan mereka juga bakalan meninggal. Setelah itu kalian akan pada hari kiamat akan bersengketa di hadapan Allah subhanahu wa taala. Q Zubair Zubair bin Awwam bertanya kepada Nabi. A Rasulullah wahai Rasulullah ayukaru alina maana bainana fid dunya maa khawasunubi ya. Ee ya Rasulullah, apakah akan diulang atas kami apa yang terjadi di antara kami di dunia ma akwas dunub? Ya, yaitu terkait dengan dosa-dosa khusus dengan orang lain, yaitu terkait sengketa dengan orang lain. Akan diulang kita akan di dunia bersengketa enggak? Bersengketa enggak? Bersengketa. Kata seakan Zir berkata, "Ini sengketa kita ini akan diulang lagi enggak di akhirat di hadapan Allah?" Kata Nabi, "Naam. akan diulang lagi. Tapi kali ini sengketanya di hadapan apa? Allah. La yukararanna yukarna alaikum hatta yuadda ila kulli haqqin haqq. Akan diulangi lagi persengkataan kalian di depan Allah pada hari kiamat kelak sampai setiap orang yang punya hak akan mengambil apa? Haknya. Faqala Zubair. Zubair berkata, "Wallahi innal amro syadid." Demi Allah perkaranya berat. dunia kita mungkin maki orang, mungkin menghina orang, merendahkan orang, kita ambil duitnya waliyadubillah atau apapun kita zalim orang akan diulang lagi persengketaan. Kita ribut-ribut sengketa enggak selesai belum ada maaf-memaafkan akan berlanjut di mana? Di akhirat tapi di hadapan Allah Subhanahu wa taala. Jangankan kita hewan pun demikian. Makanya Rasulullah berkata. Sungguh kalian akan mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya pada hari kiamat kelak sampai kambing yang tidak bertanduk akan mengambil haknya dari kambing yang menanduknya. Ketika Rasul sahu alaih wasallam berjalan bersama Abu Dzar, tiba-tiba ada dua kambing yang saling bertanduk. Rasulullah bertanya, "Lima tanthan?" Kenapa mereka berdua saling bertanduk? Kata Abu Dzar, "La adri, aku tidak tahu, ya Rasulullah." Kata Rasulullah, "Walakinallaha yadri." Tapi Allah tahu wasqdi bainahuma. Dan Allah akan menghukum di antara keduanya. Oleh karenanya kalau kita punya masalah dunia ini segera selesaikan di dunia. Minta maaf biar enggak diulang. Kalau enggak selesai akan diulang. Sudah maaf selesai, sudah lapang dada selesai insyaallah selesai. Kalau kita diulang di hadapan Allah belum tentu kita yang menang. belum tentu kita yang menang hidup. Jangan cari jangan cari masalah ya. Bab jadi inilah ee ayat-ayat yang bisa disampaikan pada kesempatan kali ini ya ee terkait dengan surat Azzumar. Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan berikutnya. Wallahu taala alam bisab. Tap demikian saja Ibu-ibu enggak ada pertanyaan? Sudah. Demikian saja kajian kita. Insyaallah kita lanjutkan di kesempatan yang lain. Subhanakallah wabihamdik asadualamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories