Transcript
Jibg8RFeEfQ • Tafsir Juz 23: Surat Az-Zumar #7 Ayat 24-31 - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2414_Jibg8RFeEfQ.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinanih ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika
lahu lani wa ashadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluh da
ridwanumma sholli alaihi wa ala alihi wa
ashabihi wa ikhwanih hadirin hadirat
bapak dan ibu-ibu yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala kita lanjutkan
bahasan kita dari surah Az-Zumar surah
ke-39 kita masuk pada ayat ke-24
Ya Allah subhanahu wa taala berfirman
tentang kondisi orang-orang
musyrikin pada hari kiamat
kelak. Allah berfirman, "Afamay yattaqi
biwajhi sual adzabi yaumal
qiamah?" Maka apakah orang-orang
yang menghalangi buruknya azab dengan
wajahnya pada hari kiamat
kelak? Waqila lizaliminauquum ma kuntum
taksibun. Maka dikatakan kepada
orang-orang zalim, "Rasakanlah oleh
kalian apa yang kalian
kerjakan." Di sini Allah kasih
pertanyaan tentang
perbandingan. Apakah sama orang yang
zalim kondisinya di hari kiamat kelak
dengan orang yang di atas petunjuk?
Bagaimana kondisi orang yang zalim?
Beginilah kondisinya. Yattaqi biwajhi
sualab.
yaitu
ada api yang ingin membakarnya, maka dia
menghadangi api tersebut dengan wajah.
Dan ini adalah bentuk penghinaan Allah
terhadap mereka. Karena kalau kita tahu
di dunia ini kalau ada suatu yang ingin
mengenai kita, kita biasanya menangkis
dengan tangan agar tidak terkena wajah.
Jadi kita menangkis dengan tangan,
menangis dengan badan karena wajah
adalah bagian termulia pada diri
seseorang.
Kalau ada api mengenai wajah kita
tangkis. Apapun ingin mengenai wajah
kita tangkis dengan tangan, dengan kaki,
dengan tubuh yang lain supaya wajah kita
tidak terkena ee apa namanya? Sakit atau
yang lainnya ya. Karena wajah adalah
bagian tubuh yang paling mulia. Bukan
wajah dijadikan alat tangkis, tapi wajah
yang ditangkis agar tidak terkena
kemudaratan. Tapi pada hari kiamat kelak
orang-orang musyrikin dia tidak bisa
menangkis api. Ya. Kenapa? Karena tangan
mereka dibelenggu ya. Ya. Kaki mereka
dibelenggu ya. Sehingga akhirnya api
masuk ke mengenai mereka langsung
mengenai wajah wajah
mereka. Jadi sebenarnya ini kalau
dikatakan adalah bentuk penghinaan Allah
kepada mereka. Allah mengatakan
afamaji sualab. Apakah orang yang
menangkis ee siksaan neraka dengan
wajahnya? Namanya bukan menangkis. Kalau
begitu namanya
pasrah. Kalau menangkis itu dengan
tangan ya, dengan anggota tubuh yang
lain dengan alat agar wajah tidak
terkena ee api. Tapi ini ketika
menangkis dengan wajah ya berarti
berarti dibakar. Ini seperti adalah
penghinaan karena mereka tidak bisa
menangkis ee azab sama sekali. Sama
seperti dalam surat Alkahfi Allah
berfirman, "Waastagitu yusu bimain kal
muhli yaswi wujuh
bisarab." Kata Allah Subhanahu wa taala
di hari di neraka jahanam ketika mereka
kehausan mereka minta
minum karena mereka merasa haus yang
luar biasa panas yang sangat membakar
tubuh mereka. Mereka kehausan maka
mereka minta kepada Allah, "Ya Allah
berikanlah kami minum." Waagitu. Terus
apa kata Allah?
Maka mereka dikasih minum tapi air
tersebut sangat panas seperti besi yang
dileburkan saking
panasnya. Ketika mereka mau minum yasil
wujuh sebelum masuk ke mulut mereka
sudah membakar wajah mereka. Sama minum
tidak minum sama saja
hakikatnya. Dan ketika masuk air panas
tersebut yang sangat panas yang panasnya
seperti besi yang dileburkan. Besi
leburkan berapa derajat sih sampai dia
jadi apa?
berapa mungkin ribuan derajat sehingga
dia menjadi apa ya lebih dari 100. 100
enggak bisa membuat besi menjadi cair.
Kapan besi bisa menjadi cair? Ketika ee
ratusan atau mungkin ribuan apa
derajat. Ketika mau diminum sudah
membakar wajah mereka termasuk kemudian
menghancurkan usus mereka. Jadi minum
enggak minum sama saja. Sama seperti
ini.
Menangkis. Menangkis api percuma kalau
tangkis dengan apa? Wa wajah.
Nah, apakah sama dengan orang beriman
yang tidak diazab sama sekali yang
mendapat kelezatan di surga? Ya, ini
perbandingan seperti Allah mengatakan,
"Fam yamsi
mukibban ala wajhi ahda amamsi sawiyan
alati mustaqim." Apakah sama orang yang
berjalan dengan wajahnya pada hari
kiamat kelak dengan orang yang berjalan
lurus di atas kakinya? Karena
orang-orang kafir pada hari kiamat kelak
ketika dibangkitkan berjalan di atas
wajah bukan di atas
kaki. Bagaimana? Ya itu urusan Allah
Subhanahu wa taala. Makanya ada seorang
sahabat bertanya kepada Nabi, "Ya
Rasulullah, mereka berjalan di atas
wajah." Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Alaisalladzi amsyahu ala
rijilai qodir alumsu alaji?"
Bukankah Allah yang selama ini mampu
membuat mereka berjalan di atas kedua
kaki, mampu membuat mereka berjalan di
atas wajah, mungkin Allah balik
ya. Kita di zaman sekarang ini ada yang
berjalan ya kata Allah Subhanahu wa
taala, faminhum yamsinhum
yamsi. Ada hewan yang berjalan di atas
perutnya ada atau tidak ada. Waminhum
yamsi ala rijilin. Ada yang berjal atas
dua kaki. Waminhum yamsi ala arba. Ada
yang berempat kaki. Ya, sini ya.
Hewan-hewan binatang secara umum dengan
atas empat kaki. Dan nanti hari kiamat
Allah bikin ada yang berjalan di atas wa
wajahnya, di atas kepalanya. Kenapa?
Karena mereka selama ini
membolak-balikkan kebenaran menjadi
kebatilan. Nah, kata Allah, "Apakah sama
orang berjalan di atas kepala sama
dengan berjalan di atas kaki?" Tentu
tidak sama. Apakah sama orang yang
menahan api dengan wajahnya?
Ya, sama dengan orang yang berbahagia,
wajahnya bersiri-siri di surga. Tentu
tidak sama. Ya, intinya menahan api
dengan wajah itu tidak ada faedahnya.
Ini hinaan ya. Seakan-akan Allah bilang,
"Kamu nanti bisa tangkis api, tapi
tangkisnya pakai apa? Pakai wajah." Ya,
sama aja itu pasrah dibakar wajahnya.
Dan bagian yang paling perih adalah
wajah kalau disiksa. Ya, paling perih
adalah wajah.
adalah bagian yang paling mulia. Malah
itu yang akan di jadi bahan
siksaan. Ya, makanya Allah mengatakan,
"Yusabuna ala wujuhim
apa? Yauma yushabuna ala
wujuhimakar." Hari di mana mereka
digeret di atas wajah mereka. Jadi,
wajah ini merupakan bahan ee
siksaan pada hari kiamat kelak ya.
Sama seperti dalam surat Almukminun ayat
104, Allah berfirman, "Talf wujuhah
wahum fiha kalihun." Muka mereka dibakar
dengan api neraka dan mereka dalam
neraka dalam kondisi cacat. Jadi wajah
ini bahan untuk disiksa ya.
Talfahujahumar. Jadi benar yang lain
juga bakal bakalan dibakar. Tapi kenapa
Allah sebutkan wajah? Karena wajah ini
bagian yang paling mulia yang harusnya
dijaga ya. Orang kalau naik motor pakai
helm di kepala atau di
kaki untuk jaga apa wajah. Orang kalau
perang pakai helm di kepala bukan pakai
helm di tangan. Ya namanya juga helm.
Kenapa? Karena itu yang paling tapi di
hari kiamat ini wajah adalah bagian
untuk disiksa. Talfahu
wujuar. Wajah mereka di disiksa, dibakar
seperti dipanggang ya.
Sama seperti dalam ayat ini Allah
mengatakan, "Aam yattaqi biwajhi sualabi
yaumalqiamah." Apakah orang yang
kemudian mencegah api neraka dengan
wajahnya, ya hakikatnya dia tidak bisa
mencegah api, malah dia menyerahkan
wajahnya untuk digosongin oleh ee api
neraka.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa taala,
"Waqila
lizalimina, ya waqila lizaliminaqu
mauntum taksibun." Dan dikatakan kepada
orang-orang zalim yaitu kepada mereka.
Allah tidak mengatakan waqila lahum dan
dikatakan kepada mereka tidak. Tapi
Allah menampakkan sifatnya sifat mereka
kata Allah waqila lizalimina berkata
kepada orang zalim. Maksudnya mereka ini
yang menyerahkan wajahnya untuk dibakat
adalah orang-orang zalim. Dan kita tahu
kezaliman paling besar adalah syirik.
Innas syirka ladulmun adim. Syirik.
Syirikan adalah kezaliman yang besar dan
keadilan paling adil adalah
tauhid.
Sehingga ini umum mencakup orang-orang
zalim. Maka dikatakan kepada orang zalim
pada hari kiamat kelak zuqu itu rasakan.
Asalnya bahasa Arab zauq itu adalah
merasa dengan lisan asalnya.
Demikian zuku ya seorang kalau zuk itu
dengan apa? Minum. Minum ar merasa
mencicipi. Kalau bahasa kita apa? Ci
mencicipi. Mencicipi. Tapi digunakan
untuk merasakan untuk rasakan api. Kata
Allah zuuku cicipilah api tersebut. Dan
ya ngeri. Kalau kita merasa dengan
merasa panas dengan tangan kita akan
rasa. Tapi lebih rasa lagi kalau kita
dengan apa? Dengan mulut atau dengan
wajah. Oleh karenanya ini adalah ee ya
bentuk menghina mereka. Silakan cicipi
atau rasakan dengan lisan kalian
panasnya api
tersebut yang seharusnya lisan digunakan
untuk merasakan kelezatan, kenikmatan.
Namun pada hari kiamat kelak lisan
tersebut digunakan untuk merasakan
panasnya ee api neraka. Zukuqu ma kuntum
taksibun. Apa yang telah kalian
kerjakan? Ini dalil bahwasanya perbuatan
mereka atau azab yang mereka rasakan itu
semua akibat perbuatan mereka selama di
dunia. Makanya Allah mengatakan, "Ma
kuntum taksibun." Apa yang dulu kalian
kerjakan? Allah tidak zalim. Allah tidak
ee melebihkan kezaliman yang mereka
lakukan. Tapi mereka dibalas sesuai
dengan kelayakan, kepantasan apa yang
mereka lakukan. Jazaan wifaqo, yaitu
balasan yang setimpal.
balasan yang
setimpal. Allah tidak menambah-nambah
dosa mereka. Ya, dosa mereka sesuai azab
yang Allah berikan sesuai dengan dosa
yang mereka lakukan. Oleh karenanya
Allah membalas sesuai dengan setimpal
dengan apa yang mereka lakukan. Ini juga
dalil bahwasanya namanya azab pada hari
kiamat kelak bertingkat-tingkat. Neraka
juga bertingkat-tingkat sesuai dengan
makasabu, sesuai dengan apa yang mereka
kerjakan. Kata Allah, "Walikullin
darajatun mimma amilu." Masing-masing
mendapatkan derajat sesuai dengan
berdasarkan amal yang mereka lakukan.
Tidak sama orang kafir satu dengan orang
kafir yang lain. Tidak sama orang zalim
yang satu dengan orang zalim yang yang
lain.
Sebagaimana surga darajat, maka anar
darakat. Ya itu sama juga ada tingkatan.
Tingkatan yang paling rendah adalah
orang munafik yang paling bawah. Inal
munafikina fidqil asfali minanar.
Munafik yang paling bawah. Karena mereka
menggabungkan antara kekufuran dengan
kebohongan. Tayib. Jadi inilah bentuk
hinaan Allah kepada orang-orang yang
berbuat kezaliman, berbuat kesyirikan
pada hari kiamat. Sudah berfirman ayat
25. Kadzaballadzina min qoblihim.
Ya. Orang-orang sebelum mereka sebelum
orang musyrikin Arab ini Azzumar turun
ini surat Makkiah. Azzumar surat apa?
Makkiyah ya. turun sebelum Nabi
berhijrah. Jadi ayat-ayat ini
didengarkan oleh Abu Jahal, Abu Lahab
dan yang lainnya. Rasulullah bacakan
kepada mereka sampai, jadi ayat-ayat
yang kita bahas ini sampai kepada
mereka, didengarkan oleh apa? Mereka.
Kadzaballadzina min qoblihim.
Ya sungguh orang-orang sebelum mereka
telah mendustakan para rasul yaitu
sebelum orang Quraisy. Banyak ke
umat-umat sebelumnya. Apa saja? Umat
Nabi Nuh ya. Enggak. umat Nabi Nuh, umat
Nabi Hud alaih salam, umat Nabi siapa?
Saleh ya, umat Nabi Musa ya, umat Nabi
Syuaib yang Allah sering ceritakan. Umat
Nabi Luth Allah sering ceritakan dalam
Al-Qur'an dan mereka tahu tentang ee
umat-umat tersebut. Ya, kalau umat Nabi
Saleh sama umat Nabi Hud, orang Arab
tahu, orang Quraisy tahu karena mereka
Arab. Nabi Hud Arab, Nabi Saleh juga
apa? Arab. Ya, Nabi Saleh di daerah
sekarang disebut Al-ulla yaitu sekitar
300 km dari Kota Madinah. Mereka kalau
negeri Isya mereka lewat. Makanya Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika perang
Tabuk, Nabi juga lewat mampir lewat ke
areal mereka. Nabi Hud makruf yaitu di
antara Hadramaut dengan Uman ya. Yaitu
daerah kalau mereka ke arah Yaman itu
juga Arab. Jadi mereka tahu ya. Nabi Nuh
masyhur ceritanya bagaimana manusia
tenggelam semuanya. Firaun dan kisah
Nabi Musa terkenal sampai ceritanya
sampai ke negeri Arab ya. Kisah
kesombongan Firaun mereka tahu Nabi Luth
mereka sering lewat karena negeri Syam.
Wa innakum latamurruna alaiha musbihin.
Kata Allah kalian melewati lokasinya.
Ya. Jadi ini semua kaum-kaum yang mereka
tahu, bukan mereka tidak tahu. Tentu
kisah para nabi masih banyak, tapi Allah
tidak sebutin semuanya kepada mereka
karena mereka tidak tahu semua kisah
para nabi. Tapi kisah Nabi Nabi ee Nabi
Nuh, Nabi ee Nabi siapa lagi? Nabi Hud,
Nabi Saleh, Nabi Luth, Nabi Musa. Ini
mereka tahu. Orang-orang Quraisy tahu.
Makanya Allah mengatakan kadzaballadzina
min qablihim. Sebelum mereka sudah ada
umat-umat yang mendustakan para rasul
mereka. Sebelum Abu Jahal, Abu Lahab,
Abu Gosok dan yang lainnya mendustakan
Rasulullah sahu alaihi wasallam.
Sesungguhnya umat-umat sebelumnya telah
mendustakan para rasul. Kalian tahu itu
wahai Abu Jahal, Abu Lahab dan yang
lainnya. Apa kata Allah? Faatahumul
adzabu min haitsu la yasurun. Maka
datanglah kepada mereka azab tanpa
mereka sadari. Benar. Nabi kaum Nabi Nuh
tidak tidak merasa akan ada azab penipa
mereka. Tahu-tahu turun hujan lebat,
tahu-tahu air keluar dari
tanah. Wafajarjarnal ard uyunan faltaqal
mau ala amrin qad qudir. Ya, kami
turunkan hujan dari munhamir bimain
munhamir. Air dari langit begitu banyak
dan dari mata air juga dari bawah sampai
bumi semua jadi mata air. Wafajar ard
uyunan. Kata Allah, "Kami jadikan bumi
sebagai mata air." Jadi air bukan keluar
dari mata air aja. semua tanah jadi mata
air keluar air. Faltaqal ma jadi air
langit sama air bumi
bertemu sesuai dengan apa yang takdirkan
ditakdirkan oleh Allah subhan mereka
tidak sadar mereka menyangka tidak akan
terjadi tidak akan terjadi banjir tidak
akan menjadi akhirnya mereka tenggelam.
Jadi maksud Allah menyampaikan
faatahumul adzabu min haitsu la yasurun.
Mereka didatangi oleh azab dengan dalam
kondisi mereka tidak mendugya, mereka
tidak menyadarinya. Ini azab-azab di
dunia sama
seperti kaum Nabi Hud ya. Mereka begitu
kuat dan mereka tidak menyadari
bahwasanya mereka akan diazab dengan
udara. Kata Allah falamu arid mustqbati
audiatihim hidun
mumtiruna bihi runhabiak.
Tatkala mereka melihat awan datang,
angin datang, mereka bilang, "Wah, ini
awan mau bawa hujan ni." Bukan bawa
hujan, bawa
azab. "Bal huaaltum bih." Kata Allah,
"Itulah justru azab yang kalian
minta-minta. Angin fiha adzabun alim."
Di situ ada azab yang sangat pedih.
Mereka tidak duga bahwasanya mereka akan
diazab dengan udara padahal tubuh mereka
sangat kuat. Allah tidak kirim besi,
Allah tidak kirim api, Allah cuma kirim
udara ngangkat tubuh mereka. Allah
terbangkan
sabayalin ayam husuma 7 malam 8 siang
digoyang di atas udara sampai keluar
usus mereka digoyang sehingga mereka
jatuh seperti ajazi nakhlin munkair
seperti apa batang batang kurma yang
jatuh yang tertancap di
tanah mereka gak duga datang azab
tersebut dalam kondisi mereka tidak duga
ya bahkan Mereka menyangka itu adalah
hujan yang akan menghujani mereka karena
mereka rindu di dikirim
hujan. Sama kaum Nabi Saleh juga
demikian
ya. Tahu-tahu sawaik tiba-tiba datang
rajafah yaitu goncangan. Kemudian dari
halilintar dari atas menjerang
mereka. Sama nabi sama kaum Firaun. Siap
kaum Nabi Musa? Siapa? Firaun tidak
menyangka. Tahu-tahu digiring oleh Nabi
Musa, digiring oleh Allah sampai ke
laut. Kemudian mereka tenggelam di di
situ. Sama kaum Nabi Luth juga tidak
menduga. Mereka disiksa di saat lagi
syahwatnya sedang menggebu-gebu. Mereka
datang dibilang ada cowok-cowok ganteng
lagi ada di rumah Nabi Luth. Karena
malaikat menjelma menjadi cowok-cowok
apa? Ganteng. Orang ganteng, laki-laki
ganteng. Sehingga Nabi Luth saja
ketakutan. Waduh, bahaya ini kok tamu
kok
ganteng-ganteng. Nabi Luth ketakutan.
Nabi Luth ketakutan karena khawatir
tamu-tamunya ini bakalan di diganggu.
Dia tidak tahu kalau ini malaikat. Dia
enggak tahu. Makanya suruh, "Ayo cepat
masuk, cepat masuk." Istrinya berkhianat
lapor
kepada kaumnya bahwasanya ada
orang-orang ganteng, pria-pria ganteng
di rumah suami. Maka mereka mendengar
kegantengan tersebut, mereka datang
dengan cepat-cepat sambil hawa nafsu
yang luar biasa. Mereka lagi di puncak
nafsu. Maka Allah hantam mereka.
Fatmasna ala a'yunim.
Maka kami butakan mata mereka, kami
siksa mereka. Kemudian pagi hari Allah
siksa mereka.
Wqbahumun mustaqir. Di pagi hari mereka
ditimpa dengan siksaan yang luar luar
biasa. Semua siksaan tersebut kata Allah
min haitsu la yasurun. Tanpa mereka
sadari. Tanpa mereka sadari.
Nah, seakan-akan Allah mengatakan,
"Wahai kaum musyrikin Quraisy, apa yang
menimpa umat-umat sebelum kalian juga
akan menimpa kalian." Dan benar,
akhirnya mereka ditimpa dengan kekalahan
di perang Badar. Mereka tidak
sangka. Kenapa? Karena musuh mereka
yaitu kaum muslimin cuma 300 orang. 315.
Mereka datang dengan 1000 orang dan
mereka di puncak-puncak kesombongan.
Kadina
kaju bat
ras ras ya Abu Jahal keluar dengan
sombongnya bataran sombong rias ingin
pamer kepada manusia pada orang-orang
Arab orang Arab semua segan sama orang
Quraisy dan mereka bilang kita akan
habisi kaum muslimin. Kemudian kita
minum khamar pesta por setelah kita
habisi Muhammad dan teman-temannya.
Bahkan ketika itu sebagian orang bilang
ayah sudah kita ngapain kita perang.
Sebagian mereka ada yang berakal, yang
waras. Bilang, "Wahai Abu Jahal, wahai
kaum Quraisy. Ngapain kita perang itu?
Muhammad dan saudara-saudaranya kaum
Muhajirin juga sama-sama Quraisy."
Muhammad Quraisy. Bukan Quraisy.
Sahabat-sahabat yang masuk Islam juga
Quraisy. "Napain kita perang saudara?"
"Sudah pulang." Kata Abu Jahal,
"Enggak." Dia pengin pamer, pengin
sombong. Dia tidak sangka ternyata
itulah
kematiannya. Dia enggak sangka. Dia
bangga 1000 orang dengan pasukan dengan
persenjataan yang lengkap. Nabi kan
waktu itu 3005 persenjataan yang
sederhana. Sampai saja Nabi ketika mau
perang Badar naik unta bertiga,
ganti-gantian karena kendaraan tidak
ada. Sampai di antaranya Ali bin Abi
Thalib dan satunya saya lupa siapa tiga
orang. Akhirnya mereka berdoa enggak
enak sama Nabi. Kata mereka, "Ya
Rasulullah, sudahlah engkau naik unta
terus kami yang jalan kaki. Kami
gantikan gantikan tugas Anda." Jadi
mereka diganti-gantiin. Harusnya satu
naik unta, dua jalan gantian. Kata
mereka, "Karena jalan dari Madinah ke
Badar sekitar 130
kilo." Kata Nabi,
"Enggak." Lastuma biaqwa
minni
wasastuma
biahwaj ilal ajr min kamaqala Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Intinya Nabi
mengatakan, "Kalian berdua tidak lebih
kuat daripada saya dan kalian berdua
tidak lebih butuh pahala daripada saya.
Saya juga butuh pahala." Akhirnya Nabi
gantian.
Artinya kondisi kaum muslimin dalam
kondisi pas-pasan karena mereka
menyangka akan melawan 40 orang yang
mengawal pasukan atau kafilah dagang Abu
Sufyan. Ternyata 40 orang berganti
menjadi seri 1000. Jadi sementara 1000
orang ini datang dengan kekuatan dengan
senjata lengkap, kuda semua ya mereka
menyangka mereka bakalan menang.
Ternyata mereka binasa ketika itu.
Mereka binasa.
Makanya min haitu la yasy'urun. Jadi
kata Allah sebagaimana umat-umat
sebelumnya binasa di dunia, Allah
berikan azab di dunia tanpa mereka
sadari kalian juga. Dan ternyata benar
itu terjadi pada perang perang Badar.
Sampai Abu Jahal ketika mau
mati sudah mau tewas, Rasulullah suruh
Ibnu Mas'ud cari jasad Abu Jahal. Kata
Rasulullah, "Cari jasad Abu
Jahal." Kata Rasulullah, "Kalau kau
lupa, lihat ada bekas luka di kakinya."
Ya, saya dulu pernah dorong-dorongan
sama dia ketika diundang makan sama
Abdullah bin Jodan. Jadi Abu Jahal teman
mainnya Nabi dulu k sempat
dorong-dorongan saya dorong dia jatuh
sehingga ada bekas luka. Karena ketika
perang kan berlumunan darah mungkin
terluka jelas tidak. Tapi ada bekas luka
di bagian kaki itu Abu Jahal. Akhirnya
Ibnu Mas'ud cari dapat Abu
Jahal. Ibnu Mas'ud kemudian menginjakkan
kakinya di dada Abu Jahal. Abu Jahal
masih tanya liman dairatul yaum? Siapa
yang menang? sudah tahu mau mati masih
ditanya siapa yang
menang. Maksudnya dia tidak menduga
kalau bakalan apa kalah. Dia enggak
menduga. Sampai Ibnu Mas'ud itu pernah
didorong sama Abu Jahal ketika masih di
Makkah. Karena Ibnu Mas'ud itu kurus,
penggembala kambing kurus dari kabilah
yang tidak kuat. Jadi Hudzali ya, dari
Hudzail
ya. Makanya dia pernah dorong Ibnu
Mas'ud. Kali ini Ibnu Mas'ud bukan
didorong. Ibnu Mas'ud yang injakkan
kakinya yang kurus tersebut di dada Abu
Jahal. Kata Abu Jahal, "Masih sombong,
laqadirqita murtaqan'ban ya ruai
alganam." Sungguh wahai penggembali
penggembala kambing, penggembala kecil
kurus menggembala kambing, kau telah
meletakkan kakimu di tempat yang berat.
Ya. Kemudian dipenggal kepalanya oleh
Ibnu Mas'ud. Maksud saya Allah
mengingatkan
kepada mereka bahwasanya azab akan
datang kepada mereka yaitu orang-orang
Quraisy tanpa mereka sadari sebagaimana
umat-umat sebelumnya didatangi azab dan
mereka sadari. Ini pelajaran bagi kita.
Allah kalau
ingin memberi hukuman mungkin tidak
sampai pada azab tapi hukuman kepada
kita kadang-kadang tidak kita sadari.
Seorang bermaksiat
tahu-tahu dikasih teguran oleh Allah
tanpa dia sadari, tanpa dia
duga. Terserah Allah Subhanahu wa taala.
Kemudian kata Allah Subhanahu wa setelah
itu
fazaqahumullahuliz filtid dunya. Dan ini
semua azab Allah cerita tentang azab di
dunia.
Faqahumullah. Allah membuat mereka
merasakan kehinaan fil hayat dunia. di
dunia apa yang menimpa Firaun
balantaranya ditenggelamkan itu di
dunia. Apa yang menimpa Nabi Nuh, kaum
Nabi Nuh ditenggelamkan itu di dunia apa
yang menimpa kaum Tsamud, apa yang
menimpa kaum Ad karena membangkang
kepada Nabi Hud itu di dunia angin
datang menghabisi mereka ya itu semua di
dunia. Apa yang menimpa kaum Nabi Luth
yang kemudian diangkat dicungkel oleh
Jibril Alaih Salam dengan sayapnya
kemudian dijatuhkan setelah itu di
hantam dengan batu-batu ya yang panas
menghabisi mereka itu semua di dunia
kata Allah
fazaumullahu alhizi fil hayatid dunya
Allah membuatkan mereka merasakan
kehinaan di dunia apa yang ditimpa
dialami oleh Abu Jahal dan
teman-temannya dalam perang Badar itu
semua di mana di dunia tapi ingat
walaabul akhirati akbar
Akan tetapi azab di akhirat lebih
dahsyat. Lau kanu ya'lamun. Jika mereka
mengetahui. Dan ini mengerikan
ya. Allah berfirman tentang Firaun. Jadi
mereka di dunia diazab dengan kehinaan.
Di alam barzakh mereka juga
diazab. Kemudian di akhirat lebih lagi d
dahsyat. Tiga kaum yang Allah sebutkan
mereka sedang diazab. Tiga kaum dalam
Al-Qur'an Allah naskan mereka sedang
diazab sekarang itu di alam barzakh.
Allah sebutkan azab mereka di dunia.
Kemudian Allah sebutkan azab mereka
sekarang di alam barzakh. Di akhirat
lebih dahsyat. Kaum yang pertama adalah
kaum Nabi Nuh. Dalam surat Nuh Allah
berfirman, "Mimma kotiatihim ugriqu."
Gara-gara dosa mereka
ditenggelamkan. Mereka ditenggelamkan. K
Allah berkata, "Faudkilo." Lantas mereka
dimasukkan dalam api. Di situ Allah
menggunakan kata gandeng dengan fa. fa
itu artinya kata gandeng tanpa ada jeda.
Seperti saya mengatakan jaa Muhammadun
fahalidun. Telah datang Muhammad lalu
Khalid datang. Maksudnya Muhammad datang
langsung apa Khalid? Tanpa ada jedah.
Tapi kalau saya menggunakan kata gandeng
dengan tsumma berarti ada jedah. Jaa
Muhammadun tumma khalid. Datang
Muhammad. Kemudian, kemudian baru datang
siapa? Khalid. Berarti antara kedatangan
Muhammad dengan Khalid ada jeda atau
tidak ada. Tapi kalau Allah bahasa Arab
menggunakan fa tidak ada jaddah. Jaa
Muhammadun fa khalid. Datang Muhammad fa
khalid maksudnya Muhammad datang
langsung disusuli dengan apa? Khalid.
Nah, ini masalah dalam ini ada tafsiran
di kalangan para ulama ketika Allah
berfirman dalam surat Nuh tentang kaum
Nabi Nuh yang ditenggelamkan. Kata
Allah, "Mimma ktiatihimqu."
Gara-gara dosa yang mereka lakukan,
mereka
ditenggelamkan. Lantas mereka dimasukkan
di api. Ini dimasukkan di api kapan?
Apakah pada hari kiamat? Kalau hari
kiamat kenapa Allah menggunakan fa? Beda
kalau mengatakan tumma udilunar.
Kemudian mereka dimasukkan api maksudnya
api neraka. Tapi ternyata dalam surat
Nuh Allah menggunakan lafal
faudil. Sehingga sebagian ulama
mengatakan ini diazab. Maksudnya diazab
dengan api maksudnya alam
barzakh. Mereka sedang diazab di alam
apa?
Barzakh sekarang yang diazab karena
mereka ditenggelamkan tidak ada api kan
ditenggelamkan di api tenggelam di air
tenggelam di api tenggelam di air di air
kena banjir tapi kata Allah faudar
mereka ditenggelamkan di air kemudian
masuk ke lantas dibakar dengan api
maksudnya apa ya maksudnya di alam
barzakh jadi dihinakan di dunia di alam
barzakh juga terhina sama seperti Allah
bercerita tentang kaum Nabi Luth, kaum
Kaum Nabi Luth w'alna alihafilaha wa
alaihim hijaratan min sijjjil sijilin
mandud. Kami angkat mereka, kami jadikan
yang bawah jadi atas ya. Jadi kota
mereka diangkat kemudian dibalik ya.
Diangkatnya kota misalnya kota jangan
bilang kota kita ya kota-kota Sodom.
Ibarat kota-kota kan ada bangunannya
semua rumah diangkat diangkat setelah
itu dibalik. Kami jadikan yang atas jadi
bawah jadi balik. Kemudian kami jatuhkan
mereka lalu kami timpakan dengan huj
apa? Hujan batu yang
panas. Setelah itu ini penghinaan mereka
dihabisi. Sementara mereka sedang di
udara dihabisi. Setelah itu mereka jatuh
kata Allah mereka ditimba dengan azab
yang terus-menerus. Kata Allah dalam
Al-Qur'an, "Walaqad shobbahahum bukratan
adzabum mustaqir." Sungguh mereka telah
didatangi azab di pagi hari, itu mereka
tidak sadar. Azabun, azab yang
terus-menerus. Dalam bahasa Arab
mustaqir itu menunjukkan continuous ya.
Jadi selalu jadi mereka sekarang sedang
diazab. Azab apa mereka sedang diazab
sekarang? Azab alam barzakh. Azab alam
apa?
barzakh. Jadi di di dunia mereka hina,
di alam barzakh mereka disiksa. Hari
kiamat lebih dahsyat. Nah, kemudian juga
di antaranya setelah itu Firaun. Allah
sebutkan kaum Nabi Nuh, Allah sebut kaum
Nabi Luth, kemudian Allah sebut Nabi
Firaun dan
balantaranya. Kata Allah tentang Nabi
Firaun diselamatkan jasadnya. Kata
Allah, "Allyum
nunajika liman khfaka ayah." "Pada hari
ini kami selamatkan jasadmu Firaun.
Firaun tidak tenggelam. Setelah
tenggelam dikeluarin sekarang jadi
mumi. Di mana konon dia adalah Ramses 2.
Konon Firaun yang sombong ini konon ada
Ramses apa dua. Waktu saya ke ziarah
Firaun
di Mesir mau saya ludai cuma enggak
enak. Ini yang sombong ini. Sombong.
Cuma dalam kaca kita enggak bisa ludah
sama aja ya. Dalam kaca. Jadi apa
namanya?
ee dia selamat ya, tetapi jasadnya
selamat tersebut tidak menghalangi dia
untuk masuk dalam alam namanya alam bar
alam barzakh. Semua orang yang mati
masuk dalam alam apa? Barzakh. Mau mau
mau jasadnya selamat, mau di mau dimakan
ikan hiu, mau dimakan ikan paus, mau
dikremasi. Ya, saya takut salah bilang
kramasi ya. mau
dikremasi ya semuanya meskipun jasadnya
tidak dikubur tetap mereka semua masuk
dalam alam apa bar barzakh ya kaum Nabi
Nuh tidak dikubur di air tapi ternyata
dimasukkan di api di alam bar bar bar
bar bar bar bar bar bar bar bar barzakh
Firaun dan bala tentaranya juga tidak
dikubur mereka tenggelam di laut bahkan
jasad Firaun selamat dimumikan tetap
juga diazab kata Allah Subhanahu wa
taala dalam surat Ghafir anaru
Sungguhnya api dipaparkan kepada Firaun
dan bala tentaranya di pagi hari dan di
petang hari, yaitu di alam barzah
sekarang mereka sekarang sedang disiksa.
Kemudian kata
Allah, dan pada hari kiamat kelak
masukkan mereka dalam azab yang lebih
pedih. Jadi sekarang mereka dihinakan
nanti di hari kiamat azab lebih apa? Dah
dahsyat. Sini Allah mengatakan,
"Faqahumullah filt dunya." Kami membuat
mereka merasakan kehinaan dalam
kehidupan dunia. Itu azab di dunia.
Wabul akhirati akbar. Itu cuma mukadimah
kata Allah. Ingat itu azab semua cuma
apa? Mukadimah. Pembukaan aja. Walabul
akhirati akbar. Dan siksaan hari akhirat
lebih dahsyat. Lau kanu ya lamun. Kalau
mereka menyadari, kalau mereka
mengetahui, harusnya kalau mereka
mengetahui, mereka
berhenti. Harusnya orang-orang Quraisy
sadar dengan mengambil pelajaran dari
umat-umat terdahulu. Namun mereka tidak
mengambil
pelajaran. Kemudian Allah lanjutkan
dalam ayat 27. Walaqadna linasi fi hadal
qurani min kulli matsali la'allahum
yatadakarun. Sungguh kami telah buatkan
bagi manusia dalam Al-Qur'an ini
berbagai macam perumpamaan agar mereka
dapat pelajaran. Jadi dalam Al-Qur'an
banyak sekali perumpamaan. Perumpamaan
ya banyak-banyak sekali tentang tauhid,
tentang syirik, tentang penghuni surga,
tentang penghuni neraka,
tentang pelaku tauhid, tentang pelaku
kesyirikan. Ya Allah beriman terkadang
dengan tentang hewan-hewan ya. Perempuan
banyak tentang air hujan yang turun
berbagai macam tentang sah e pemilik
kebun banyak perumpamaan Allah bikin
dalam Al-Qur'an sebagai pelajaran yang
dibutuhkan oleh manusia kata Allah
walaqabna linasi fi hadal Quran. Dalam
Al-Qur'an banyak sekali perumahan ya.
Makanya disebut dalam kitab amsalul
Quran
permisalan-permisalan,
perumpamaan-perumpamaan yang ada dalam
Al-Qur'an ya.
min kulli matal dari segala setiap macam
peroman lahumakarun agar mereka bisa
mengambil
pelajaranahumakarun demikianlah
perumpamaan kami berikan kepada
manusiaahumakarun agar mereka bisa
mengambil pelajaran dalam ayat yang lain
yaun demikianlah perempuan-perempuan
kami berikan kepada manusia namun tidak
ada yang bisa memahaminya kecuali orang
yang berilmu.
Ilmu ini kalau bagus ada kajian khusus
tentang perumpamaan-perumpamaan dalam
Al-Qur'an. Bagus ya. Tapi intinya banyak
Allah bikin perumpamaan dalam Al-Qur'an
agar mereka dapat mengambil pelajaran.
Kemudian kata Allah quranan arabiyan
giri iwaj. Al-Qur'an tersebut dalam
bahasa
Arab. Quranan arabian ya fi hadal Quran
yaitu Quranan arabian. Quran yang dalam
bahasa Arab bahasa yang paling indah.
Bahasa yang paling lengkap, bahasa yang
paling sempurna, bahasa Arab. Tanyakan
kepada orang yang ahli bahasa, tanya
orang Inggris kalau belajar bahasa Arab,
suruh bandingkan bahasa bahasa Arab, dia
pasti bilang bahasa Arab lebih indah.
Semua orang yang belajar bahasa Arab
mereka bilang bahasa Arab paling apa?
Paling indah. Tanya semua orang belajar
bahasa Arab ya. Quranan
arabian. Quran dengan bahasa Arab. Girir
iwajin tanpa memiliki kebengkokan sama
sekali. Iwaj itu maksudnya kebengkokan.
Di sini ee kata Thair bin Asyur datang
dalam bentuk nakirah ya, dalam bentuk
penafian yaitu menunjukkan keumuman
yaitu tidak ada kebengkokan sama sekali
dalam Al-Qur'an. Tidak ada kebengkokan
sama sekali, tidak ada penyimbangan sama
sekali, tidak ada kesalahan sama sekali,
tidak ada ya ee perselisihan sama
sekali. Sempurna lurus ya Al-Qur'an
tersebut ya. Dan ini ayat diturunkan
kepada orang-orang ahli bahasa Arab. Abu
Jahal, Abu Lahab lebih jago bahasa Arab
daripada kita. Lebih jago atau tidak?
Kita baru bisa bilang, "Kaifa haluk,
barakallahu fik, ahsanallah ilaik,
apalagi jazakallah khairan."
Ya, itu pun sering salah. Perempuan
bilang ikhwan jazakillah khairan.
Padahal
ikhwan kita bahasa
Arab. Abu Jahal, Abu Lahab mereka jago
bahasa Arab. Sehingga ketika turun ayat
ini mereka mereka berusaha mencari
kesalahan dalam Al-Qur'an. Mereka tidak
bakalan dapat. Untuk menjatuhkan
propaganda Muhammad kan mudah tinggal
bilang Al-Qur'an salah
selesai. Dan mereka sudah berusaha
sekuat mungkin mencari kesalahan tidak
dapat. Tidak dapat tidak bisa. Tidak
menemukan. Makanya Allah kasih statement
quranan arabiyan giri iwaj. Quran bahasa
Arab yang tidak ada kebengkokan sama
sekali. Kalau ada cari ya.
Afalaunal Quran walauana
minhairillahfanir. Tidakkah mereka
mentadabari Al-Qur'an? Kalau Al-Qur'an
bukan dari Allah, tentu mereka dapati
banyak perselisihan, banyak
penyimpangan, banyak kesalahan secara
tata bahasa, secara gramar, secara nahwu
saraf, secara balagah tidak ada. Tidak
ada. Menakjubkan Al-Qur'an itu
keajaibannya tidak habis-habis. Tafsir
buku tafsir ratusan buku
tafsir saya menelah tidak saya baling
puluhan saya
sudah kita baca buku tafsir aja 10 buku
tafsir tidak mencukupi satu dengan yang
lainnya luar biasa ada saja yang ini
menemukan yang suatu yang indah tentang
ungkapan yang indah ini mengungkapkan
dari sisi bahas dari si balagah dari si
fikiih dari luar biasa luar
biasa kalau bilang ustaz ada enggak buku
tafsir yang mencak enggak
bisa luar biasa ya quranan arabian iwaj
quran bahasa Arab yang tidak ada
penyimpangan sedikitp laallahum
yattaquun agar mereka bertakwa maksudnya
sebelumnya ayat sebelumnya laallam
yatadakarun Allah berikan perumpamaan
dengan Quran yang bahasa Arab yang
mereka ngerti Abu Jahal Abu Lahab ngerti
kalau mereka ngerti harusnya mereka
mengambil pelajaran kalau mereka
mengambil pelajaran harusnya mereka bert
takwa
Harusnya mereka bertakwa ya, tapi mereka
tidak mengambil pelajaran dan mereka
tidak bertakwa. Mereka membaca Al-Qur'an
bukan untuk mengambil
pelajaran untuk mencari kesalahan dan
mereka tidak menemukan kesalahan
tersebut. Setelah itu Allah beri
perumpamaan. Di antara contoh
perumpamaan yang Allah berikan dan
sebelumnya sudah Allah berikan banyak
perumpamaan dan ini di antara
perumpamaan yang Allah berikan.
Contohnya Allah
berkata,"Aballahu matalan rajulan fihi
suraka
mutasyakisuna warajulan salaman
lirajulin halastawiyani." Matala. Kata
Allah, Allah membuat perumpamaan yaitu
seorang lelaki budak yang dimiliki oleh
beberapa tuannya. Mereka bersekutu,
bersyarikat dalam memiliki budak
tersebut. Yang jadi masalah tuan-tuannya
ini mutasyakisuna, saling
berselisih. Jadi budaknya satu, tuannya
lima misalnya ya.
Eh, kamu ke sana kamu ke sini kamu ke
sana. Budaknya bingung ini nurutin yang
mana? Nurutin budak tuan yang pertama,
tuan yang keempat nanti marah. Nur
keempat tuan ketiga marah. Belum selesai
nurutin turut tuan pertama tuan yang
lain pada marah. Majikannya marah. Ini
ibarat orang musyrik yang menyembah
banyak Tuhan. Dia bingung, dia bimbang.
Sementara Tuhannya, tuhan-tuhannya
berselisih
berbeda-beda. Ya, di zaman dahulu di di
di Makkah di sekitar Ka'bah ada 360
berhala.
Jadi Makkah itu selain dia pusat
perdagangan, dia juga pusat wisata
religi. Jadi orang-orang dari berbagai
Jazirah Arab datang karena tuhan-tuhan
mereka di situ. Yang pengin anak mungkin
Tuhan ini, yang pengin rezeki Tuhan ini,
yang pengin jodoh Tuhan itu, berhala
ini, berhala macam-macam modelnya.
Sehingga mereka tinggal pilih ya banyak
alternatif kan. Jadi mereka
jadi makanya di antara mereka tidak suka
dengan dakwah Muhammad karena dakwah
Muhammad
akan menggagalkan wisata
religi. Kalau berhala-berhala sudah
hilang, enggak ada lagi yang datang ke
situ. Jadi ini mengganggu kemaslahatan
ekonomi. Ini pemikiran
mereka sehingga banyak mereka sembah.
Jadi Allah gambarkan seorang yang syirik
dengan berbagai macam sembahannya
seperti budak yang dimiliki oleh
tuan-tuan yang berselisih mutasyakisun,
saling berselisih dan banyak. Tentu
hatinya terbagi. Hatinya
terbagi. Tidak fokus, tidak tenang. Satu
pengin ini, satu pengin itu. Sangut in
takutnya satu marah seperti
itu. Hatinya tidak tenang. Mereka ini
pengin ke Tuhan ini. Eh, mungkin Tuhan
yang sana lebih bagus. Begitu hatinya
terbagi-bagi. Berbeda dengan ahli
tauhid. Warajulan salaman lirajul.
Berbeda dengan seorang yang salaman,
yaitu yang selamat dari tuan-tuan yang
banyak dan dia hanya
memiliki satu tuhan, satu majikan saja.
Lirajul dia hanya memiliki satu majikan.
Apakah sama? Tentu berbeda. Hal
yastawiani matala? Apakah sama dua
perumpamaan ini? Jawabannya tidak sama.
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah.
Bal aksaruhum la yalamun. Namun
kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Artinya Allah ini ayat didengarkan
kepada Abu Jahal, Abu Lahab dan
orang-orang Quraisy yang lainnya. Tentu
mereka sadar. Ini permohuman yang sangat
jelas. Ada budak majikannya banyak
dengan budak majikan cuma satu. Mana
yang lebih tenang? Yang
satu. Maka orang bertauhid harusnya
hatinya tenang. Ini tentu perumpamaan
antara ahli tauhid ada syirik.
Mungkin perempuan ini kita bisa terapkan
juga kalau kita tidak ikhlas kita hati
kita enggak tenang. Kita ini tentang
orang ahli syirik ya. Mungkin kita tidak
sampai derajat seperti itu. Insyaallah
tidak sampai. Tapi kalau kita ternyata
ri begitu sama tidak tenang. Syirik
kecil. Bagaimana pengakuan netizen?
Bagaimana si ini bikin gini netizen si
senang satunya maki-maki. Pengin cari
keridaan dua netizen susah.
Tiga natin ternyata punya pandangan
beda-beda. Enggak usah mikirin
mereka. Mikir bagaimana keridaan siapa?
Allah Subhanahu wa
taala. Benar-benar kalau kita mikirin
netizen kita apa?
Pening. Ikut saja apa yang diingin oleh
Allah Subhanahu wa
taala. Subhanallah. Kita bikin begini
ini nilai negatif. Yang lain bilang
nilai positif. Yang ini apa? Ini ne
negatif. Ini contoh saja. Tolong tolong
di tolong di anu di dikip
nanti saya bikin teman-teman saya bilang
kita bikin
kajian di hotel yang gratis biar ibu-ibu
senang di hotel ya kan. Menyang misalnya
pengin kan yang selama ini yang kajian
di hotel yang punya duit kan. Ah,
bikinlah di hotel gratis. Bikinlah
sebagian teman-teman kajian di hotel
gratis dan itu terjadi beberapa kali.
Biar orang-orang yang tidak punya duit
juga bisa hadir. Bagus atau tidak
idenya? Baguslah ya. Tapi yang enggak
suka ada aja. Kajian kok di
hotel. Iya. Di buit sudah sering ini
supaya menyenangkan. Masa kita masuk
hotel tahiyatul hotel katanya. Kalau
ngikutin orang enggak selesai.
Jadi serba salah. Padahal maksudnya
adalah ya kalau ngikutin orang kita
enggak bakalan selesai. Paham?
Kalau kita mengharapkan kebahagiaan di
di tangan netizen, kita tidak bakalan
bahagia. Salah seperti ini ya. Dia budak
punya majikan bingung dia. Tapi kalau
cuma satu yang dia tuju, dia tenang. Apa
diingini oleh majikan itu dia ikuti
sudah. Dia enggak mikir yang lain. Nah,
kita kalau yang hidup bahagia apa yang
Allah inginkan itu yang kita ikuti.
Orang bilang, "Ya biarin aja. Manusia
enggak akan henti-hentinya komentar.
Apalagi sebagian kita memang hobi apa?
Komentar. Sudah hobinya kepo, hobinya
komentar. Repot.
Jadi orang yang semakin bertauhid
semakin apa? Tentram, semakin tenang.
Omongan orang enggak urus, penting saya
benar dulu ya. Kalau saya enggak benar
itu yang masalah
ya. Setelah itu Allah berfirman, "Innaka
mayyitun wa innahu mayyitun."
Sesungguhnya engkau bakalan meninggal
wahai Muhammad. Wa innahum mayitun.
Sebagaimana mereka juga bakalan
meninggal. Kemudian ayat terakhir pada
pengajian kita kel 30 30 atau 31. Tumma
innakum
yaumalqiamatiibikumun. Kemudian kalian
semuanya pada hari kiamat kelak akan
berselisi bersengketa di sisi Rabb
kalian. Ayat ini maksudnya apa? Sebagai
akhir dari
pembicaraan. Yaitu seakan-akan kalau
kalian enggak percaya, kalian ngeyel
wahai Abu Jahal, Abu Lafab, sudahlah
nanti kita ketemu di sisi Allah. Gitu
aja gampangnya. Kalian ngyal, menghina
Rasulullah, mengatakan Rasulullah atas
kebatilan, merasa kalian di atas
kebenaran, merasa kalian yang benar,
Muhammad yang salah, kalian banyak
tuduhan. Udahlah innaka mayit. Wahai
Muhammad, kau bakalan mati. Mereka juga
mati. Kalian ketemu di sisi saya
demikian. Innaka mayitun wa innahu
mayitun. Kau bakalan mati, mereka juga
bakalan mati. Tumma innakum
yaumalqiamatiikumimun. Dan hari kiamat
akan ada pertemuan bersengketa di
hadapan Allah Subhanahu wa taala.
Ini dalil bahwasanya Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam bakalan
meninggal dunia. Dan banyak ayat dan ini
salah satu ayat kata Ibnu Katsir yang
dijadikan dalil oleh Abu Bakar
bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam
meninggal dunia. Karena ketika Rasul
sahu alaihi wasallam meninggal dunia
Umar tidak
percaya. Sampai ada yang bilang Muhammad
mati, Umar marah. Eh siapa yang bilang
Muhammad mati? Orang
takut. Semua takut bilang Muhammad mati.
Sampai datang Abu Bakar. Abu Bakar
kemudian
ya datang ke masjid kasih tahu
Rasulullah sudah meninggal dunia. Dia
sebut ayat-ayat di antaranya ayat ini.
Innaka mayyitun wa innahu mayitun.
Maksudnya seakan-akan Abu Bakar ber
tidak kalian lupa. Allah berfirman Allah
menggandengkan antara Muhammad
dengan orang-orang Quraisy. Sebagaimana
orang Quraisy mati Muhammad juga bakalan
apa? Mati. Innaka mayyitun. Kau bakalan
mati. Wa innahu mayyitun. Dan mereka
juga bakalan apa? Mati. Kau mati mereka
juga mati.
Kemudian
juga firman Allah dalam surat Al Imran,
wama Muhammadun. Setelah bandingkan,
Allah bandingkan sekarang bandingkan
Muhammad dengan nabi-nabi sebelumnya. W
Muhammadun illa rasulun qod kh minqb
rasul
qutilumikum. Tidaklah Muhammad kecuali
seperti rasul-rasul yang telah berlalu.
Rasul-rasul sebelumnya mati atau tidak
mati? Muhammad tidak ada beda dengan
yang lain. Muhammad juga bakalan bakalan
mati. Allah juga berfirman surah
inakumitun
inakum kalian selain ini akan meninggal
akan dibangkitkan. Allah juga berfirman
dalam
surat
khidah wa taala, "Kami tidak pernah
memberikan kekekalan pada seorang
manusia pun sebelum engkau wahai
Muhammad. Apakah kalau kau mati mereka
bakalan kekal? Yaitu kau mati mereka
juga ma mati." Ini ayat-ayat semua
menunjukkan Rasulullah bakalan meninggal
meninggal
dunia. Makanya Abu Bakar berkata, "Man
kana ya'budu Muhammadan fainna
Muhammadan qad mat." Waman kana
ya'budullah fainnallah hayyun la yamut.
Siapa yang nyembah Muhammad, Muhammad
sudah mati. Dan yang mati tidak berhak
disembah. Dan siapa yang menyembah Allah
maka Allah maha
hidup. Makanya Rasulullah meninggal
meninggal
dunia. Sebagaimana orang-orang saleh
yang lain juga meninggal. Para nabi
saleh atau tidak? shihun mereka juga
meninggal
dunia mereka hidup dalam alam barzakh
hidup tersendiri tidak sama dengan hidup
di dunia tidak ada kaitan hidup dengan
kehidupan apa dunia mereka hidup dengan
hidup khusus yang tidak bisa kita
rasakan makanya Allah mengatakan wala
takulu liman yqalu fibillah amwat bal
ahyaun wakilla tasurun jangan kau
katakan kepada orang yang terbunuh di
jalan Allah sudah mati mereka masih
hidup yaitu dalam kehidupan khusus
Tapi kalian tidak sadar, kalian tidak
menyadarinya. Kalau dia hidup di dunia,
maka kita akan merasakan. Tapi mereka
hidup dalam alam barzakh, alam
tersendiri, dimensi sendiri yang kita
tidak bisa merasakannya. Makanya para
ulama sepakat kalau ada yang mati
syahid, istrinya boleh dinikahi
enggak? Boleh enggak? Atau suaminya
masih hidup, istrinya enggak boleh
dinikahi? Boleh. Suaminya sudah
meninggal, maka kalau masa idah sudah
selesai, istrinya jadi janda. boleh
dinikahi. Hartanya diwariskan enggak
diwariskan? Berarti dia statusnya sudah
meninggal. Kalau dia masih hidup
hartanya enggak boleh diwariskan,
istrinya tidak boleh
dinikahi. Ee, "Ukhti, boleh saya nikah?"
"Enggak, suami saya masih hidup, Rek."
di alam barzakh,
reak-beda. Jadi tidak jadi dia hidup
tapi di alam
tersendiri. Ya mau saya ini macam-macam
orang cerita inilah inilah ini
Rasulullah keluar jalan-jalanlah. Ketemu
siapa?
Rasulullah sudah meninggal. Ya,
meninggal. Dia hidup dalam kehidupan
yang spesial, lebih indah daripada
kehidupan dunia tapi dalam alam
tersendiri. Alam
barzakh. Bukan keluar
jalan-jalan sampai ada satu Habib
bilang, "Ada orang datang mau ziarah
kuburan Nabi. Tahu-tahu Fatimah keluar."
Bukan Nabi yang keluar. Fatimah juga
keluar. "Mu ke mana?" "Mau ziarah
kuburan Bapakmu." "Bapakku lagi ziarah
ke Yaman. Kuburan lagi kosong. Ngapain
ke sini?
Khurafat luar biasa. Kuburan lagi
kosong. Bapaknya lagi ziarah ke Habib
Fulan di mana? Di di Yaman.
Ya, ada a yang percaya
gitu-gitu zaman kini tahun
2025 masih percaya gituan.
Walah. Ah, ini ayat-ayat jelas
ya. Ya, Rasulullah tidak pernah keluar
ketemu Fatimah, tidak pernah keluar
kuburan ketemu Aisyah. Antum kalau mati
masih bisa keluar lagi, pengin ketemu
istri enggak? Ya, kecuali istrinya suka
ngomel, enggak pengin ketemu. Tapi kalau
istrinya baik pengin ketemu. Rasulullah
sangat cinta kepada siapa? Aisyah.
Setelah Rasulullah meninggal, Aisyah
masih hidup puluhan tahun. Rasulullah
tidak pernah keluar sekalipun ketemu
siapa? Aisyah. Padahal Aisyah tinggal di
samping di kuburan Nabi. Samping kuburan
Nabi. Kan dalam kuburan. Di kubur dalam
rumah Aisyah. Enggak ada cerita
Rasulullah keluar ketemu Aisyah ngobrol.
Ini keluar tahun 2000-an keluar cium
lututnya si fulan lah. Jalan-jalan di
Surabaya lah ketemu. Ya
Allah mungkin mampir di Tegal lah. Dari
mana tahun 2025 masih ada yang percaya
gimana?
Oleh karenanya di sini dalil-dalil
bahwasanya Rasulull sahu alaihi wasallam
memang sudah meninggal meskipun dia
hidup dalam kehidupan yang hu khusus.
Datang dalam riwayat kalau ada yang beri
salam Rasul sahu alaihi wasallam
dibalikkan rohnya untuk menjawab salam.
Khusus kehidupan itu aja. Untuk menjawab
salam Rasulullah dibalikkan apa? Rohnya
Arudda alaihi salam. Untuk menjawab
salam itu kehidupan khusus. Bukan
berarti Rasulullah
keluar untuk menjawab salam. Allah
kembalikan roh Nabi itu bagaimana
caranya? Urusan Allah Subhanahu wa taala
tapi untuk khusus menjawab apa?
Salam. Oleh karena di antara
keistimewaan Nabi, tidak perlu kita
salam, tidak harus di hadapan kuburan.
Di mana pun kita salam akan sampai
kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Bab kata Allah subhanahu wa
taala, tumma innakum yaumalqiamatiib
rbikum thtasimun. Kemudian kalian semua
akan dibangkitkan setelah meninggal di
sisi Allah. Kemudian kalian bersengketa
di hadapan Allah subhanahu wa taala.
Jadi saya katakan tadi ayat ini turun
seakan-akan Allah berkata, "Ya sudah
kalau kali mereka
ngeyel ngeyel ya sudah nanti engkau
bakalan mati mereka juga mati." "Sudah
nanti akan bertemu di sisiku."
Maka ini ee sama dengan banyak ayat ya,
bahwasanya Allah akan apa namanya?
Yafsilu bainahum yaumalqiamah. Allah
akan menghukum di antara mereka pada
hari kiamat
kelak. Dari Abdullah bin Zubair dari
Zubair bin Awwam radhiallahu anhu,
beliau berkata, "Lamma nazalat hadil
surah ala rasulullah sallallahu alaihi
wasallam." Tatkala turun surat ini dan
dalam situ ada ayat innaka mayitun wa
innahum mayitun inakum
yaumalqiamikumun. Sesungguhnya kau
bakalan meninggal dan mereka juga
bakalan meninggal. Setelah itu kalian
akan pada hari kiamat akan bersengketa
di hadapan Allah subhanahu wa taala. Q
Zubair Zubair bin Awwam bertanya kepada
Nabi. A
Rasulullah wahai Rasulullah ayukaru
alina maana bainana fid dunya maa
khawasunubi ya.
Ee ya Rasulullah, apakah akan diulang
atas
kami apa yang terjadi di antara kami di
dunia ma akwas dunub?
Ya, yaitu terkait dengan dosa-dosa
khusus dengan orang lain, yaitu terkait
sengketa dengan orang lain. Akan diulang
kita akan di dunia bersengketa enggak?
Bersengketa enggak? Bersengketa. Kata
seakan Zir berkata, "Ini sengketa kita
ini akan diulang lagi enggak di akhirat
di hadapan Allah?" Kata Nabi, "Naam.
akan diulang lagi. Tapi kali ini
sengketanya di hadapan apa?
Allah. La yukararanna yukarna alaikum
hatta yuadda ila kulli haqqin haqq. Akan
diulangi lagi persengkataan kalian di
depan Allah pada hari kiamat kelak
sampai setiap orang yang punya hak akan
mengambil apa? Haknya. Faqala Zubair.
Zubair berkata, "Wallahi innal amro
syadid." Demi Allah perkaranya berat.
dunia kita mungkin maki orang, mungkin
menghina orang, merendahkan orang, kita
ambil duitnya waliyadubillah atau apapun
kita zalim orang akan diulang lagi
persengketaan. Kita ribut-ribut sengketa
enggak selesai belum ada maaf-memaafkan
akan berlanjut di mana? Di akhirat tapi
di hadapan Allah Subhanahu wa
taala. Jangankan kita hewan pun
demikian. Makanya Rasulullah
berkata. Sungguh kalian akan
mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya
pada hari kiamat kelak sampai kambing
yang tidak bertanduk akan mengambil
haknya dari kambing yang menanduknya.
Ketika Rasul sahu alaih wasallam
berjalan bersama Abu Dzar, tiba-tiba ada
dua kambing yang saling bertanduk.
Rasulullah bertanya, "Lima tanthan?"
Kenapa mereka berdua saling bertanduk?
Kata Abu Dzar, "La adri, aku tidak tahu,
ya Rasulullah." Kata Rasulullah,
"Walakinallaha yadri." Tapi Allah
tahu wasqdi bainahuma. Dan Allah akan
menghukum di antara
keduanya. Oleh karenanya kalau kita
punya masalah dunia ini segera
selesaikan di dunia. Minta maaf biar
enggak
diulang. Kalau enggak selesai akan
diulang. Sudah maaf selesai, sudah
lapang dada selesai insyaallah
selesai. Kalau kita diulang di hadapan
Allah belum tentu kita yang menang.
belum tentu kita yang menang hidup.
Jangan cari jangan cari masalah ya. Bab
jadi inilah ee ayat-ayat yang bisa
disampaikan pada kesempatan kali ini ya
ee terkait dengan surat Azzumar.
Insyaallah kita lanjutkan pada pertemuan
berikutnya. Wallahu taala alam bisab.
Tap demikian saja Ibu-ibu enggak ada
pertanyaan? Sudah. Demikian saja kajian
kita. Insyaallah kita lanjutkan di
kesempatan yang lain. Subhanakallah
wabihamdik asadualamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.