Transcript
-vTXkrTZUZw • Tafsir Surat An Naml #7 Ayat 60-66 - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2408_-vTXkrTZUZw.txt
Kind: captions
Language: id
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrullahu
ala taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahu
takiman lya'ni wa ashadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluhu daila ridwan
allahumma sholli alaihi waa alihi wa
ashabih
Para hadirin hadirat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala. Kembali kita
mempelajari ayat-ayat Allah Subhanahu wa
taala dan kita menghadirkan dalam diri
kita keutamaan mempelajari ayat-ayat
Allah Subhanahu wa taala. Ya,
sebagaimana sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam, majamaun
baitinahuna
kitaballahu bainahum illa nazalat
alaihimakinah wat bihimul malaikah wih
rahmah. Tidaklah suatu kaum mereka
berkumpul di suatu masjid kemudian
mereka membaca ayat-ayat Allah, mereka
mempelajarinya ya ayat-ayat tersebut
kecuali akan turun kepada mereka
ketenangan.
Kemudian
ee akan turun kepada mereka rahmat ya.
Malaikat akan memenuhi mereka.
Wakaramallahu fah. Dan Allah akan
menyebut-nyebut mereka di sisi para
malaikat. Dan kajian tafsir adalah
termasuk kajian yang menurut saya yang
jarang di ee gandrungi oleh kaum
muslimin ya. Sehingga jarang ada kajian
tafsir. Kalaupun ada maka orang-orang
kurang semangat menghadirinya. Padahal
sedang membaca ayat-ayat Allah,
mempelajari ayat-ayat Allah Subhanahu wa
taala. Maka saya memotivasi diri saya
pribadi dan juga para hadirin hadirat
untuk tetap semangat mempelajari
ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala agar
kita Al-Qur'an bukan sebagai bacaan
semata, tetapi juga kita berusaha
memahami kandungan isinya.
Tib kita masuk pada ayat yang ke-60
sebelumnya pada ayat 69 ya Allah
berfirman
ya Allahu khairun amma yusyrikun apakah
Allah lebih baik
ataukah yang mereka persekutukan yaitu
apakah Allah lebih baik ataukah
sembahan-sembahan mereka yang mereka
sembah selain Allah subhanahu wa taala
setelah itu ya baru kemudian Allah
sebutkan dalil-dalil tentang hanya Allah
yang berhak disembah maka ini pendalilan
banyak Dalam Al-Qur'an Allah berdalil
dengan rububiyah Allah bahwasanya Allah
almutfarid yang esa dalam penciptaan
alam semesta yang mengatur alam semesta,
yang menguasa alam semesta. Kalau dia
esa dalam penciptaan, pemilikan, dan
pengaturan, maka dia juga esa dalam
disembah. Ya, ini sering dalam Al-Qur'an
banyak sekali. Istidlal berdalil dengan
tauhid rububiyah untuk tauhid apa?
Al-uluhiyah. Dan tauhid rubiyah secara
global diakui oleh kaum musyrikin
seperti Allah
berfirman, manqumawati wal
ardqulunallah. Kalau engkau bertanya
kepada mereka, "Siapa yang menciptakan
langit dan bumi?" Kata mereka, "Allah
subhanahu wa taala. Sungguh-sungguh
mereka benar-benar akan berkata Allah
tanpa ragu-ragu." Makanya datang dengan
lam taukid dan nun taukid. La
yaquulunallah. Sungguh-sungguh mereka
kalau ditanya siapa menciptakan langit
dan mereka mengatakan Allah.
nazala
minahil
bahaallah. Kalau mereka ditanya siapakah
yang menurunkan langit, menurunkan hujan
dari langit kemudian menumbuhkan tanah
yang tandus menjadi subur kembali,
sungguh benar-benar mereka akan menjawab
adalah Allah subhanahu wa taala. Dalam
ayat yang lain, walain saaltahum man
khalaqahum. Jika engkau bertanya kepada
mereka, "Siapa yang ciptakan mereka?"
Laquulunallah. mereka berka diciptakan
oleh Allah Subhanahu wa taala. Ini hal
yang makruf dan saya sudah sering bahas
dalam kajian tauhid. Di antaranya saya
sebutkan dalil-dalilnya dalam syarah ee
Alqauaidil arba Arba. Bahwasanya
orang-orang musyrikin dahulu mereka
mengakuki rubiyah Allah. Karena wajar
orang-orang Quraisy mereka keturunan
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Nenek
moyang merekalah yang bangun meninggikan
Ka'bah sehingga mereka juga beribadah.
Namun mereka melakukan kesyirikan. Namun
mereka melakukan kesyirikan. Maka di
sini Allah ingatkan kepada mereka
tentang rububiyah Allah agar mereka
tidak berbuat syirik. Sebelumnya di ayat
59 Allah berfirman, "Allahu khairun amma
yusyrikun." Allah yang lebih baik.
Ataukah sembahan-sembahan yang kalian
sembah? Hubal ya. Kemudian eh apa
namanya? Eh manat ya. Latah al uzza ya.
sembahan-sembahan mereka selain Allah
Subhanahu wa taala atau yang mereka
sembah berupa malaikat atau yang mereka
sembah berupa jin ya mereka sembah ee
pepohonan mereka sembah berhala-berhala
ya atau nabi-nabi yang mereka sembah
Allah yang lebih baik ataukah
sembahan-sembahan selain Allah karena
kita tahu ee dalam bahasan tauhid
bahwasanya sesembahan orang musyrikin
bukan cuma berhala berhala itu pun
adalah simbol dari orangorang saleh lata
uzzamanat hubal Ya. Kemudian ee mereka
juga menembah para malaikat ya. Mereka
juga menyembah para jin. Pembahasan ini
pembahasan panjang lebar dalam e
pembahasan tauhid
tib. Maka kemudian Allah sebutkan
dalil-dalil tentang rububiyah Allah
dimulai dari ayat 60. Kata Allah
subhanahu wa taala,
"Amqati
wazalumakumhailun." Ataukah siapa yang
telah menciptakan langit dan bumi dan
menurunkan bagi kalian dari langit air
hujan?
bihi dengan air hujan tersebut kami
tumbuhkan hadq bahjah taman-taman
kebun-kebun yang
indahum antumituha yang kalian tidak
mampu untuk menumbuhkan taman-taman yang
indah kebun-kebun yang indah
tersebut Allah adakah sesembahan selain
Allah yang melakukan itu semua atau
tafsir yang lain adakah sesembahan
selain Allah yang berhak disembah selain
Allah ya balhum kaumu yadilun tetapi
mereka adalah orang-orang yang melakukan
al-udul yaddilun yaitu menyimpang. Tib.
Ibnu Katsir rahimahullahu taala ketika
menafsirkan ayat ini beliau mengatakan
amman atau siapakah maksudnya ini Allah
menyampaikan siapakah yang lebih baik
yang membuat ini semua atau yang kalian
sembah. Ini datang dalam Al-Qur'an
metode seperti ini dalam beberapa ayat
seperti firman Allah Subhanahu wa taala
[Musik]
amanuiliam. Dalam surat Azzumar kata
Allah aman hua apakah yang bangun malam
kemudian salat malam sujud kemudian
berdiri mengharap rahmat Allah takut
dengan akhirat apakah sama dengan orang
yang tidak demikian? Tapi Allah tidak
menyebutkan perbandingan yang
dibandingkan. Jadi Allah hanya
mengatakan, "Apakah orang yang seperti
ini sama dengan aman huq?" ataukah sama
dengan orang seperti ini? Ya, maksudnya
tidak sama dengan orang tidak
melakukannya. Meskipun yang tidak
melakukannya Allah tidak sebutkan, tapi
sudah dipahami dalam konteks. Maksudnya
Allah sedang membandingkan antara orang
yang bangun malam, salat malam, sujud
tidak sama dengan orang yang tidak
melakukannya. Makanya di akhir ayat
Allah berkata, "Qul hal yastawilladzina
la ylamun." "Qul hal yastawilladzina
ya'lamuna walladzina la ya'lamun."
Apakah sama orang berilmu dengan orang
tidak berilmu? Yaitu Allah ingin
mengatakan orang berilmu kegiatannya
seperti ini. Dia bangun malam, dia
salat. Apakah sama orang jahil yang
tidak melakukan ibadah seperti ini?
Demikian juga seperti Allah Subhanahu wa
taala, "Afaman hua qoimun ala kulli
nafsin bima kasabat."
Apakah Allah yang tegak mengurusi
hamba-hambnya, menyaksikan apa yang
dilakukan oleh hamba-hambnya sama dengan
sesembahan yang tidak bisa melakukannya?
Ini metode dibawakan oleh Ibnu Katsir
sama dengan ayat ini, ayat-ayat dalam
surat Annaml ini. Jadi nanti akan banyak
ayat-ayat aman dan apakah apakah apakah
maksudnya apakah sama yang kalian sembah
dengan Allah yang melakukan ini?
Jawabannya tentu tidak sama ya. Taruhlah
kita praktikkan misalnya kepada wali
yang menyembah wali. Apakah sama Allah
yang menurunkan hujan menciptakan langit
dengan wali yang tidak bisa cipta
apa-apa? Afam yaklu kam laa yakluq?
Apakah sama yang mencipta dengan tidak
yang mencipta tentu
berbeda. Itu maksudnya. Jadi Allah
mengingatkan kepada mereka agar
meninggalkan sesembahan-sesembahan
selain Allah. Karena yang menciptakan
alam semesta hanyalah siapa? Allah. maka
dialah yang satu-satunya berhak
diibadahi, diserahkan ibadah kepadanya.
Bukan malaikat, bukan wali, bukan nabi,
bukan orang saleh, apalagi sekedar batu,
pohon, dan yang lainnya. Karena mereka
tidak bisa berbuat apa-apa, maka tidak
berhak untuk disembah, tidak berhak
untuk kita bertawakal kepadanya, tidak
berhak untuk kita berdoa,
menangis-nangis menyerahkan urusan
kepadanya. Yang berhak untuk diibadahi
hanyalah Allah Subhanahu wa taala. Tib
mulai kita sebutkan eh dalil-dalil
rububiyah. Kata Allah dalam ayat 60,
aman khalaq samawati. Di sini Allah
menyebutkan penciptaan. Siapakah yang
menciptakan langit dan bumi? Sudah
jelas. Afam yaklu la yakluq. Afala
tadakarun. Apakah sama yang mencipta
dengan yang tidak mencipta? Tentu yang
menciptalah yang diibadahi. Yang tidak
mencipta tidak usah diibadahi. Dari
tidak ada menjadi ada.
Nabi diciptakan, Nabi Isa diciptakan,
bukan menciptakan. Malaikat diciptakan
apalagi wali ya tidak bisa cipta
apa-apa, tidak berhak
diibadahi. Ya, ini pertama Allah
sebutkan dalil tentang penciptaan.
Setelah itu Allah sebutkan tentang
kenikmatan yang Allah jadikan di langit
dan bumi. Allah bukan sekedar mencipta
dan tidak ada menjadi ada, tapi Allah
juga menjalankan ya ee kegiatan
kehidupan dari langit dan bumi yang
semua adalah untuk kenikmatan manusia.
Kata Allah, "Wa anzala lakum minasama
maan." Dan yang menurunkan bagi kalian
dari langit
hujan. Faambatna bihi. Dan dengan hujan
tersebut kami tumbuhkan hadaiq. Hadaiq
jamak dari hadiqah. Hadiqah itu maknanya
menurut bahasa Arab yaitu taman yang
yuhdiquuna bihi yang dikasih pagar.
Biasanya taman disebut hadiqah jika di
situ ada
ee anggur-anggur. Karena anggur mudah
dipetik. Kalau kurma tidak perlu dikasih
apa? Pagar. Maka disebut hadiqah adalah
kebun yang dipagarin. Biasanya di situ
ada anggurnya. Entah ada kurmanya tapi
yang jelas ada anggurnya sehingga
pemandangan menjadi indah. Ada kebun,
ada kurmanya, ada anggurnya sehingga
pemiliknya memberi pagar ya sehingga
disebut dengan hadiqah. Dan ini salah
satu ee kenikmatan hadq hadaiqo data
bahjah. Siapakah yang
menumbuhkan kebun-kebun yang indah
tersebut? Bahja artinya keindahan yang
enak untuk dipandang, dilihat. Ya, mak
lakum antumitu syajarah. yang kalian
tidak mampu untuk menumbuhkan ee
pohon-pohonnya. Kalian tidak mampu.
Siapa yang bisa menumbuhkan ee itu
tumbuhan? Makanya dalam hadis
ee ketika tentang larangan membuat
patung ya atau makhluk bernyawa,
menggambar makhluk
bernyawa. Allah subhanahu wa taala dalam
hadis qudsi ee Allah mengatakan eh
falyakluquratan awil yakluqu syairatan.
Coba suruh mereka ciptakan
semut atau coba suruh mereka ciptakan
syaairah gandum. Tidak ada yang bisa
ciptakan semut, tidak ada yang bisa
ciptakan apa? Gandum. Ya Allah sebutkan
ee dalam ya akhir-akhir surat alhajib
matsalun fastami innadina taduna
minunillahiakuban
wujama. Telah dibuat perumpamaan bagi
kalian maka dengarkanlah. Sesungguhnya
yang kalian sembah selain Allah tidak
bisa ciptakan meskipun hanya seekor
lalat. Meskipun mereka bersatu padu,
mereka bikin lalat, mereka tidak akan
bisa menciptakannya. Lalat gak bisa.
Siapa yang bisa bikin lalat? Ya, makanya
di antara kebingungan orang ateis,
mereka bisa menyebutkan
secara mungkin mereka logika mereka
bahwasanya namanya evolusi,
perkembangan, perubahan. Tapi yang kasih
pasang nyawa siapa? Kok dari tidak
bernyawa bisa bernyawa? itu tidak masuk
dalam teori
evolusi. Kalau bentuk-bentuk berubah
mungkin, tapi dari tidak bernyawa
kemudian bisa bernyawa enggak mungkin.
Pasti ada yang memberikan nyawa
tersebut.
Maka tidak ada yang bisa menciptakan
lalat. Bahkan kata Allah dalam hadis
qudsi, walakluqu syairatan. Coba suruh
bikin bikin gandum. Enggak bisa ya.
Bikin gandum. Siapa yang bisa bikin
gandum? Gandum ditanam kemudian apa?
Tumbuh. Siapa yang bisa bikin telur?
Telur dieram kemudian keluar ayam. Ya,
enggak ada yang bisa bikin. Ada bisa
bikin telur buatan? Ada. Cuma bisa
diceplok aja. Telur buatan Cina cuma
digoreng. Tapi kalau dieram keluar
keluar apa? Ayam enggak bisa. Enggak ada
yang bisa bikin. Sampai sekarang enggak
ada yang bisa
bikin. Makanya Allah mengatakan, "Ma
lakum ma kana lakum antumitu syaraha."
Kalian tidak bisa menumbuhkannya.
Makanya dalam surat eh apa dalam dalam
Alquran
mengatakan seorang lihatlah apa yang dia
makan. Kita misalnya makan buah, makan
sayur-sayuran. Kata Allah, "Kami yang
turunkan hujan
untuk membasahi benih tersebut. Kami
yang membelah bumi sehingga keluar
benihnya sehingga bisa tumbuh. Ya, kami
tumbuhkan. Ini semua Allah yang bikin.
Kemudian tinggal kita hadir, kita hadir
di depan kita kemudian kita kita makan.
Ya Allah juga berfirman dalam Alquran,
maahun aantum naahun. Tidak kalian
melihat apa yang kalian tanam, kalian
tumbuhkan atau kami yang
tumbuhkan. Kalau kami ingin, kami akan
hancurkan, keringkan tumbuhan-tumbuhan
tersebut.
Kemudian Allah
berfirman, "Renungkanlah tentang air
yang kalian
minum. Yang turunkan dari awan siapa?
Kami atau
kalian? Kalau kami berkehendak kami
jadikan air tersebut
asin. Kalau kalian kami berkena, kami
jadikan air tersebut apa? Asin." Ini
Allah sebutkan tentang rububiyahnya.
bahwasanya ini semua Allah yang
bikin. Makanya Allah setelah itu Allah
mengatakan a ilahun ma Allah. Adakah
Tuhan bersama Allah yang patut untuk
disembah? Yang bisa melakukan ini semua.
Adakah Tuhan bersama Allah? Ada
tafsiran, dua tafsiran yang dua-duanya
saling melazimi. Tafsiran pertama,
adakah Tuhan bersama Allah yang ikut
serta dalam proses
ini? Adakah tidak
ada? Nabi Isa ngatur hujan? Gak ada.
Nabi Muhammad ngatur hujan enggak
ada. Malaikat diperintah oleh Allah
Subhanahu wa taala tidak melakukan
kecuali atas perintah Allah. Ini Allah
lakukan sendiri. Dia bersendirian dalam
pengaturan ini
semua. Yang memberikan nyawa, yang
menghidupkan matikan cuma Allah
subhanahu wa taala. La ilahun ma Allah.
Adakah Tuhan yang ikut serta? Artinya
kalau ada silakan
disembah. Kalau ada yang ikut serta
ciptakan langit dan bumi silakan di
disembah.
Tapi kalau tidak ada
ya. Makanya di antara syirik dalam
rububiyah kalau meyakini ada selain
Allah yang ikut serta dalam mencipta,
dalam memiliki atau dalam
mengatur. Kalau meyakini bahwasanya ada
jin yang ngatur ee gunung syirik ini.
Ada yang mengatur meyakini bahwasanya ee
Nyioro Kidul ikut mengatur pantai
selatan. Syirik. Jadi yang ngatur semua
Allah Subhanahu wa taala.
Apalagi mengatakan kita harus memuliakan
sang wali karena yang jaga kota kita ini
wali. Wali yang sudah mati. Ini wali
masih hidup aja tidak bisa jaga dirinya.
Tidak bisa jaga dirinya. Makanya ketika
dia sakit dia ke rumah sakit maunya
sembuh ternyata mati. Dia saja tidak
bisa jaga dirinya. Kemudian setelah mati
dibilang dia menjaga negeri kita. Syirik
atau bukan? Syirik ya akhi. Yang jaga
Allah Subhanahu wa
taala. Tapi ini tersebar di sebagian
apa? Masyarakat.
lagi. Kemudian muncul cerita-cerita
khurafat-khurafat membuat orang
berkeyakinan kepada sebagian wali ya
bahwasanya ikut mengatur alam
semesta. Tib kata Allah ailahuma Allah
adakah Tuhan yang ikut serta dalam
menciptakan langit dan bumi mengatur ini
semua yang konsekuensinya kalau begitu
adakah Tuhan yang berhak disembah
sementara yang melakukan hanyalah Allah
semata? Jawabannya tentu tidak. Tidak
perlu dijawab. Ingkaran namanya
pengingkaran.
Bal humun yaddilun. Tapi mereka adalah
kaum yang yadilun. Yadilun ini ada
secara bahasa Arab bisa yaddilun an atau
al-udul an atau al-udul bi. Kalau
menggunakan al-udul bi maksudnya adalah
ee menyamakan selain Allah dengan Allah
itu mereka melakukan kesyirikan. Seperti
Allah berfirman, "Alhamdulilladzi
khalaqas samawati wal ard wa jaalulumati
wur tummalladzina kafaru birabbihim
yailun." Ada birabbihim yaddilun. Jadi,
al-udul bi maksudnya menyamakan selain
Allah dengan Allah, yaitu mensyirikan,
mensekutukan Allah. Menyembah Allah juga
menyembah selain Allah. Jadi makna
balhum qumun ya'dilun ada dua tafsiran.
Karena Allah tidakebutkan huruf ee apa
namanya?
Tak'diahnya. Ini bahasa Arab sih. Antum
ngerti enggak? Enggak ngerti. Ya
sudahlah.
Qadarullah. Makanya tidak mungkin
sempurna seorang memahami Al-Qur'an dan
sunah kecuali kalau ngerti apa bahasa
bahasa Arab. Tapi kita bilang adalah ada
dua, ada bi, ada adalah an. Kalau adaabi
maksudnya
menyamakan. Tapi mereka adalah kaum yang
menyamakan Allah dengan selain Allah.
Itu dalam penyem
penyembahan. Kaum musyrikin tidak pernah
menyamakan Allah dengan selain Allah
dalam urusan penciptaan. Mereka tidak
pernah bilang hubal, Lata, Manat, Uzza
menciptakan langit itu tidak ada dalam
kamus mereka. Tapi Allah mengatakan
mereka menyamakan menyekutukan Allah
dalam periba peribadatan. Yaitu mereka
menyembah Allah, mereka juga nyembah
selain Allah. Mereka berdoa kepada
Allah, mereka juga berdoa kepada selain
Allah. Mereka bertawakal kepada Allah,
mereka juga bertawakal kepada selain
Allah yang tidak pantas untuk
ditawakali. Kenapa? Karena sembahan
mereka tidak ikut menciptakan langit dan
bumi dan tidak ikut menumbuhkan
tetumbuhan, tidak ikut menurunkan hujan.
Bagaimana kemudian bisa diibadahi? Ini
pendapat pertama. Yang kedua, balhumun
yadilun. Maksudnya adilun anil haq,
yaitu mereka berpaling dari kebenaran.
Mereka tidak mau mendengar kebenaran.
Mereka tidak mau mendengar dakwah tauhid
dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Mereka tetap ngayal dengan kesyirikan
yang mereka lakukan dengan dalil turunan
nenek moyang. Selesai. Ya, ini tradisi
masa mau ditinggal. Kami sudah nyaman
selama ini dengan tradisi kesyirikan.
Ya, sulit memang terkadang meninggalkan
tradisi setelah merasa
kenyamanan dan nyaman janganlah
diganggu-ganggu nyaman
ya. Tib. Kemudian Allah sebutkan lagi
ya, amman ja'al ardor. Siapa menjadikan
bumi tenang ya bumi tidak bergerak,
tidak bergoyang dia tenang. bisa di
ditinggali dengan nyaman. Waja'ala
khilalaha anhar. Kemudian Allah tidak
jadikan bumi demikian. Tapi Allah
jadikan di antaranya ada sungai-sungai.
Subhanallah. Sungai dengan isinya
berbagai macam sungai dibuat untuk apa?
Kehidupan. Coba kalau antum ke Mesir
lihat sungai Nil. Sungai Nil kalau
enggak salah melewati sembilan negara
atau kurang lebih dari sungai tersebut
berbagai macam apa timbul perkotaan.
Mereka ambil kehidupan dari apa sungai
tersebut. Sungai sumber kehidupan untuk
cocok tanam, untuk ee tumbuk apa namanya
ikan-ikan dari sungai tersebut ya dan
untuk kebutuhan-kebutuhan yang
lainnya. Waja'ala khilalaha anharo
waja'ala laha rawasiya. Dan Allah
jadikan bagi dia rawasi itu ya suatu
yang sawabit yang kokoh. Maksudnya
gunung. Gunung Allah jadikan gunung buat
bumi tersebut. Antamida bikum agar bumi
tidak bisa bergoyang. Ini antum tanya
ahli geologi. Coba tanya ahli geologi.
Apa fungsi gunung di antaranya tidak
membuat bumi
bergetar? Ya, ahli geologi mereka lebih
ngerti ya. Waja'ala bainal bahraini
hajiza. Dan Allah menjadikan penghalang
di antara dua bentuk albahar. Yaitu dua
albahar maksudnya kumpulan air yang
banyak. Maksudnya sungai dan laut.
Sungai disebut laut bahar. Bahar itu
bahasa Arab artinya air yang banyak atau
sungai sumber air yang banyak. tawar
namanya sungai. Sumber air banyak yang
asin namanya apa? Laut. Allah jadikan
penghalang di antara keduanya. Ini kalau
kita baca buku tafsir zaman dahulu,
mereka maksudkan Allah membuat sungai
air sungai terhalang dari sungai air
laut dengan berbagai macam cara. Di
antaranya dengan daratan, dengan
dataran. Ya, kalau penafsiran sekarang
ditambah ee para mufassirin mutaakhirin
mereka mengatakan di antaranya terkadang
bertemu air payau dengan air laut tapi
tidak bisa ber bersatu. Allah menjaga
konsentrasi atau massa jenis
masing-masing air sehingga terjaga tidak
bersatu. Kenapa tidak disatukan? Karena
ada kemaslahatan masing-masing. Di air
di air payau atau di air tawar ada
kemaslahatan yang Allah kehendaki. Di
air laut ada kemaslahatan yang Allah
kehendaki. Butuh air laut, butuh air
tawar. Allah mengatakan, "Kami jadikan
penghalang di antaranya." Ya, kalau kita
baca Ibnu Katsir, tafsir ulama-ulama
terdahulu, mereka mungkin belum
mendapati fenomena alam di mana air
tawar berdamping dengan air apa? Air
asin. Sehingga mereka mengatakan
maksudnya sungai-sungai yang dibatasi
dengan ee
dataran-dataran.
Ya, nanti pada hari kiamat semua
bersatu. Makanya Allah mengatakan ee
waidal biharu fujirat. Ya. Ya. Ketika
air laut kemudian meluap, kemudian
bergabung antara air laut dengan apa?
Air air sungai. Kemudian Allah
mengatakan biharu sujirat setelah
bergabung Allah bakar air laut tersebut
menyala jadi
api. Bagaimana caranya? Urusan Allah
tinggal dibuka H2O-nya jadi apa?
Oksigen, hidrogen terbakar. Wallahualam.
Itu urusan apa? Allah Subhanahu wa
taala. Tapi sekarang sebelum hari kiamat
masing-masing pada tempatnya. Ini adalah
nikmat-nikmat yang Allah berikan. Allah
jadikan bumi seperti ini. Allah jadikan
sungai-sungai. Allah jadikan lautan.
Allah
gunung-gunung. Ailahumma Allah. Adakah
Tuhan yang melayanukan seperti ini
bersama Allah? Kerja sama dengan Allah
melakukan ini
semua. Adakah Tuhan? Apakah Nabi
Muhammad ikut serta menciptakan langit
dan bumi mengatur alam semesta? Tidak.
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
makhluk termulia di alam semesta tidak
berhak untuk di disembah. Dia enggak
bisa apa-apa. Makanya terluka ketika
perang Uhud. Waktunya sakit-sakit.
Ketika meninggal meninggal waktunya
lapar-lapar. Waktunya buang hajat-buang
hajat. Ya. Nabi sallallahu alaihi
wasallam manusia terbaik tapi dia tidak
mengatur alam semesta. Nabi Isa juga
tidak. Dikejar-kejar kabur minta tolong
sama Allah. Angkat. Coba kalau dia
ngatur alam semesta.
Mana mau kejar-kejar dia? Dia kabur,
sembunyi, ketahuan enggak bisa. Enggak
ada. Apalagi cuma
wali-wali.
Seperti waktu musim corona. Ada yang
bilang kalau mau selamat dari corona,
pasang foto wali ini di rumah aman. Itu
wali saja waktu sakit dia ke rumah sakit
sampai akhirnya meninggal dunia. Dia
pengin sembuh aja enggak, enggak bisa.
Dia saja ingin menyembuhkan dirinya
tidak bisa. Akhirnya ke rumah sakit,
akhirnya meninggal dunia. Sekarang sudah
mati. Bilang fotonya bisa menyelamatkan
dari apa? Corona. Khurafat tingkat
tinggi. Khurafat. Subhanallah. Di tanah
air kita luar biasa
ya. Siapa yang mengatur ini semua? Dia
yang berhak disembah. A ilahuma Allah.
Adakah tuan selain Allah yang menyertai
Allah dalam pengaturan alam semesta ini?
bal aksaruhum la yalamun kebanyakan
mereka tidak tahu tidak tahu
konsekuensinya
ya ini subhanallah kalau kita lihat ya
jadi ini di antara dalil tentang apa
namanya ee
bagaimana adanya Tuhan di antaranya
dengan dari tidak ada menjadi ada. Allah
menciptakan langit dan bumi dari tidak
ada menjadi apa? Menjadi
ada. Kemudian di antara adanya Tuhan
yaitu namanya dalilul inayah. Kalau tadi
di dalilul ijad yaitu proses tidak ada
menjadi ada. Ini pembahasannya panjang
lebar ya. Kemudian di antaranya dalil
inayah. Bagaimana Allah menciptakan alam
semesta ini dengan serasi. Ada hujan,
ada sungai, ada lautan, ada dataran, ada
gunung. Semua ini menunjukkan Allah
perhatian kepada makhluk yang akan
tinggal di situ, yaitu manu manusia.
Kalau kita buka lagi zaman sekarang,
ternyata di dalam tanah ada minyak bumi
untuk kebutuhan ini. Ternyata ada logam
buat kebutuhan ini. Kemudian Allah buka
ilmu sedikit demi apa? Sedikit.
Ini bukan kebetulan, tapi sudah
dirancang oleh Allah untuk ilmunya
dibuka sedikit demi ya, Pak. Sedikit
habis energi ini, muncul energi
ini. Sementara kalau kita baca misalnya
oksigen, oksigen di atas muka bumi
dengan kadar tertentu. Kalau berlebihan
kita enggak bisa hidup. Mudah terjadi
ledakan. Sementara di bagian planet lain
ada oksigen tapi dengan kadar yang
berbeda. Allah sudah atur semuanya. Ini
namanya dalil inayah. itu bahwasanya
tidak asal-asalan
ketika membuat sesuatu. Kalau namanya
orang ateis, Tuhannya kebetulan.
Kebetulan begini, kebetulan. Kalau
kebetulan enggak mungkin begini. Makanya
sering bilang kalau orang ateis kita
kasih bola, bola tersebut ternyata ada
jahitan bendera Indonesia, bendera ini,
bendera ini banyak rapi. Dalam satu bola
ada
60 bendera negara-negara. Kita bilang
ini terjadi kebetulan atau ada yang
bikin? Dia pasti bilang ada yang bikin
karena enggak mungkin rapi seperti ini.
Ada bendera-bendera enggak mungkin rapi
seperti ini. Ya, kita bilang kamu saja
bola ini kamu bilang tidak mungkin
terjadi kebetulan apalagi bola
dunia. Dengan berbagai macam sistem yang
ada dalam bola dunia tersebut. Seperti
ini Allah sebutin siapa yang ciptakan
langit dan bumi? Bukan ciptakan langit
dan bumi. Siapa yang menurunkan hujan,
siapa yang bikin sungai, siapa yang
bikin laut, siapa yang menumbuhkan
tumbuhan, siapa? Ini sistem semua.
Bisakah kau tumbuhkan tumbuhannya?
tumbuhan dengan berbagai macam modelnya
sesuai dengan kebutuhan manusia untuk
keindahan hewan-hewan dengan ini gak
mungkin terjadi apa
kebetulan apalagi Allah berkata
hadaiqata bahjah Allah tumbuhkan
tumbuhan yang indah untuk dipandang
kalau Tuhan kebetulan aja terjadi tanpa
Tuhan maka cukup yang penting bisa buat
dimakan tapi ternyata Allah tidak
ciptakan cuma buat dimakan saja tapi ada
keindahan anggur dengan
keindahannya kurma dengan apa
keindahannya. Kalau kebetulan atau
evolusi cuma plek pada titik tidak perlu
indah. Makanya di antara bant
orang-orang ateis ada keindahan dalam
semesta. Berarti Tuhan itu ada. Dia
ingin bikin apa? Kein
keindahan. Makanya Allah mengatakan
hadaiq data
bahjah. Kebun-kebun taman-taman yang
yang indah. Kalau kebetulan sama rawut
paham tapi ini ada keindahan. Berarti
ada yang rancang ada Tuhan di balik itu
semua tib. Bal aksaruhum la ya'lamun.
Jadi Allah sebutin ini semua bagaimana
rububiyah Allah dijadikan
bahwasanya ada yang menciptakan dan dia
yang berhak untuk disembah semata-mata.
Set Allah berfirman, "Amma yujibul
muta." Setelah Allah bicara tentang alam
semesta Allah ciptakan tidak ada menjadi
ada. Setelah itu Allah ceritakan tentang
tadbir, tentang bagaimana pengaturan
alam semesta itu ada Tuhan. Allah
sebutkan dalil yang kalian rasakan wahai
kaum musyrikin. Bukankah ketika kalian
dalam kondisi terdesak, kalian berdoa
Allah
kabulkan? Siapa yang kabulkan? Yang
kabulkan cuma Allah. Makanya Allah
menyebutkan dalam ayat ke-62, amma
yujibul mutar idza
daa. Dan siapakah yang memperkenankan
mengabulkan doa? Orang yang dalam
terdesak
almutar id daa ketika dia berdoa kepada
Allah subhanahu wa taala. Kita duduk
kita menangis berdoa kepada Allah.
Kemudian masalah kita diselamatkan oleh
Allah Subhanahu wa taala. Namanya
al-mutar. Dalam kondisi apa?
Terdesak. Dan ini diyakini oleh orang
musyrikin Arab. Makanya Allah jadikan
dalil. Jadi maksud saya rentetan dalam
surah An-Naml ini dari ayat 60 sampai
seterusnya ini Allah sedang berdalil
tentang apa yang diyakini oleh orang
musyrikin Arab agar mereka meninggalkan
kesyirikan. yaitu hal-hal yang mereka
sudah terima. Yang ciptakan langit bumi
ya Allah mereka tahu. Yang menumbuhkan
tumbuhan Allah yang buat sungai laut
Allah yang turun tanam gunung pada bumi
Allah ya mereka tahu itu semua. Ya kalau
gitu ya sembah Allah semata dong. Nah di
antaranya Allah menyebutkan tentang
kondisi mereka. Amma yujibul mut idah.
Bukankah kalau di antara kalian ada yang
dalam kondisi terdesak dia minta kepada
Allah? Dia tidak minta kepada selain
Allah.
Dan Allah sebutkan dalam banyak ayat
dalam Al-Qur'an misalnya firman
Allahu daah
mukin kalau mereka dalam kondisi sedang
berlabuh di atas lautan ombok besar maka
mereka ikhlas hanya berdoa kepada Allah.
Mereka tidak berdoa kepada Lata, Uza,
Hubal dan yang lainnya. Falam najahum
ilal barri. Ketika mereka diselamatkan
daratan, idza hum yusyrikun, mereka
syirik kembali. Subhanallah. Ketika
orang-orang musyrikin Arab dalam kondisi
terdesak, fitrah mereka bergerak. Mereka
hanya minta kepada Allah semata. Allah
semata. Tib. Alhamdulillah wasalamu ala
rasulillah wa ala alihi wasalah. Kita
lanjutkan masih pada ayat 62. Allah
berfirman, amma yujibul mut daah. Dan
siapakah yang perkenankan mengabulkan
doa seorang dalam kondisi terdesak?
Almutar yaitu dalam kondisi terdesak.
Asyaukani rahimahullah dalam kitabnya
Fathul Qadir menyebutkan, "Kenapa orang
terdesak mula dikabulkan? Karena dia
ketika itu tawakalnya sempurna, hanya
bersandar kepada Allah. Dia tidak
bergantung kepada selain Allah Subhanahu
wa taala dan dia benar-benar menghinakan
dirinya. Dan tiara sebab doa dikabulkan
ketika tawakal bulat hanya kepada Allah
dan seorang benar-benar merendahkan
dirinya, maka saat itulah mudah
dikabulkan doa. Tentunya ini hukum asal
seorang dalam kondisi mendesak.
Jangankan orang muslim, orang kafir pun
dikabulkan doanya oleh Allah. Tapi kalau
dalam kondisi mendesak, seorang berdoa
tidak dikabulkan, tentu ada hal-hal
penyebabnya. Bisa jadi yang terbaik bagi
dia tidak dikabulkan atau Allah
palingkan yang lainnya. Yang lebih parah
daripada itu. Kita hanya husnudzan
kepada Allah Subhanahu wa taala. Tapi
hukum asalnya orang kalau dalam kondisi
berdoa dalam kondisi terdesak,
membulatkan tawakalnya hanya kepada
Allah, tidak bergantung kepada makhluk
siapapun dan dia menghinakan dirinya
maka hukum asal doanya dikabulkan oleh
Allah subhanahu wa taala. Bukan cuma
itu, Allah mengatakan waksifusua. Dan
Allah
menghilangkan ee keburukan. Yaitu ada
keburukan yang tidak sampai pada derajat
iftirar darurat. Jadi
keburukan-keburukan yang lain banyak
yang Allah angkat dari e seseorang dia
berdoa kepada Allah. Apakah dia berdoa
ataupun dia tidak berdoa, Allah
hilangkan keburukan ee darinya. Ya,
bukan cuma itu. Allah berkata,
"Waja'alukum khulafaal ard." Dan Allah
jadikan kalian sebagai khulafa. Khulafa
jamak dari khalifah. Khalifah itu yang
menempati bumi dan silih berganti. Satu
generasi tidak dikatakan khalifah
kecuali datang setelah kaum sebelumnya.
Makanya Abu Bakar dikatakan khalifatu
rasulillah, pengganti apa Rasulullah.
Yaitu Allah jadikan kalian khaaif ganti
mengganti satu generasi, generasi
berikutnya, berikutnya, berikutnya untuk
mengambil manfaat dari ee bumi ini. Ya
Allah siapkan bumi untuk diambil
manfaatnya dan Allah berikan kalian
kemampuan untuk mengambil manfaat dari
bumi tersebut. Ini semua kenikmatan kata
Allah. A ilahum ma Allah. Adakah Tuhan
yang bersama Allah yang memberikan
nikmat ini semua? Dan konsekuensinya
adakah Tuhan yang patut disembah?
Sementara Tuhan tersebut tidak bisa
melakukan ini semua. Qolil ma tadakarun.
Amat sedikitlah kalian yang
mengingatinya. Ini orang musyrikin
mereka tidak mengambil konsekuensi
rububiyah untuk uluhiyah. Seharusnya
kalau mereka tahu tentang rububiyah
hanya Allah yang mencipta, yang
mengatur, memilih alam semesta. Harusnya
hanya Allah yang disembah. Tapi ternyata
mereka juga menyembah selain Allah.
Kemudian Allah berfirman selanjutnya
masih tentang rentetan kenikmatan yang
Allah sebutkan. Amma yahdikum fiulumatil
bar wal bahr. Siapa yang beri petunjuk
kepada kalian dalam kegelapan daratan,
albar yaitu daratan ya dalam kegelapan
lautan. Siapa yang beri petunjuk kepada
kalian? Ada yang mengatakan zulumatil
bar, kegelapan daratan. Maksudnya adalah
di padang pasir yang hilang semua
petunjuk jalan.
Tiba-tiba Allah kasih kalian ee petunjuk
sehingga kalian bisa lolos dari padang
pasir atau maksudnya dalam kegelapan.
Ketika di dataran, di daratan atau di
lautan, maka Allah ciptakan bintang
dengan bentuknya, gerakannya yang ee apa
namanya? Selalu teratur. Sehingga
pergerakan bintang, pergerakan bulan
ketika berjalan selalu teratur maka bisa
diambil ilmu darinya. Bisa diambil ilmu
ee darinya, ya.
ee sehingga bisa diambil ilmu darinya
menentukan adaada sinina wal
hisab tahun bulan bisa diketahui dengan
pergerakan bulan, pergerakan matahari
misalnya kemudian bisa mengetahui arah.
Wabinjmi hum yahtadun dengan
bintang-bintang mereka dapat petunjuk.
Allah juga atur angin. Ada angin timur,
ada angin barat. Sehingga yang
keteraturan tersebut membuat seorang
bisa mempunya ilmu untuk menjalankan
keperluannya, menjalankan kebutuhannya.
Kalau tidak teratur matahari terkadang
terlambat, terkadang kecepatan, repot.
Berumbulan kadang muncul terkadang tidak
muncul. Bintang-bintang berubah
gerakannya setiap hari maka tidak ada
ilmu di balik itu. Dan ini menunjukkan
semuanya itu musakharat diatur oleh
Allah. ketika diatur oleh Allah sehingga
bisa diambil ilmu darinya. Oh, bintang
ini berarti arahnya sini, bintang itu
arahnya sini. Angin ini akan muncul pada
bulan ini, angin ini timur muncul pada
bulan ini. Sehingga bisa mereka bisa
mengatur keperluan mereka dalam
mengambil manfaat dari dari bumi. Kata
Allah Subhanahu wa taala, "Siapa yang
beri petunjuk kepada kalian dalam
kegelapan daratan dan dalam kegelapan
lautan, yaitu mengatur angin yang
menunjukkan arah dengan bintang-bintang,
dialah Allah. Memang wali-wali yang
ciptakan bintang-bintang itu enggak.
Yang buat bintang-bintang teratur,
arahnya di mana, letaknya di mana,
siapa? Allah Subhanahu wa taala. Semua
sudah
didesain. Makanya di antara dalil
bahwasanya Tuhan itu ada bukan kebetulan
ciptaan Allah semua itu kalau bahasa
kita apa ya? Ee diciptakan dengan desain
yang detail. Desain yang detail. Seorang
kalau ambil rambut aja dia akan dapati
bahwasanya penyusun rambut ini sel-sel
yang teratur dengan rapi dan matgut apa
namanya benar-benar detail dan padat.
Kalau terjadi kebetulan enggak seperti
itu, berarti ini ada yang nyusun, ada
yang nyusun. Ambil saja misalnya ee
jantung dengan berbagai macam
pernak-pernik dalamnya ini berarti atau
mata ambil. Coba pernak-perniknya
detail-detail ini berarti ada yang
bikin. Kalau kebetulan enggak begitu.
Kalau kebetulan enggak begitu. Seperti
tadi Allah bikin bintang bentuknya
begini, arahnya begini, kemudian angin
kapan angin ini semua berarti ada
pencipta. Ini semua nikmat. Kemudian
kata Allah, wursil riyaha bus rahmati.
Dan siapakah yang meniupkan angin
sebagai kabar gembira akan datang hujan.
Di sini Allah menamakan hujan dengan
rahmat. Rahmat setelah ya angin dahulu
baru kemudian turun apa? Hujan. Ini
dalil bahwasanya tidak mengapa ramalan
cuaca karena ini di antara ilmu yang
bisa kita ketahui. Ini Allah mengatakan
kalau ada angin berarti pertanda apa?
Hujan. Orang dulu tahu, "Oh, angin
seperti ini berarti hujan." Angin begini
bukan hujan. Ini bukan un ilmu gaib,
tapi suatu yang diterka karena ada
ilmunya. Maka perakiraan cuaca hanya
perakiraan. Tidak pasti. Tapi itu boleh
karena di antara ilmu yang diberikan
oleh Allah dengan perakiraan. Kalau ada
hujan, ada angin berarti akan apa? Hujan
seperti ini. Enggak jadi masalah.
Ailahumma Allah. Allah ulangi lagi,
adakah Tuhan bersama Allah yang ngatur
itu semua ataukah Allah hanya sendirian?
Sehingga apakah ada Tuhan yang pantas
disembah? Kalau ada Tuhan yang ngatur
gini, kita sembah dia juga. Kalau
misalnya saya diciptakan oleh dua zat,
Allah dan yang lainnya, saya juga sembah
yang
lain. Tetapi yang ciptakan kita hanya
siapa? Allah. Seandainya yang mengatur
benua Asia Allah dan ada zat lain, kita
akan sembah zat tersebut karena dia
punya peran dalam mengatur alam. Tapi
ketika yang mengatur alam hanyalah Allah
semata, maka dia yang berhak disembah.
Kata Allah Taalau amma yusyrikun. Maha
suci Allah
dari sekutu-sekutu yang mereka
persekutukan dengan Allah Subhanahu wa
taala. Allah lanjutkan
lagi. Amma yabdaul khqma yidu. Siapa
yang memulai penciptaan? Ini dalil ijad.
Dari tidak ada menjadi ada. Kemudian
Allah masukkan di antaranya yiduhu dan
Allah akan mengembalikannya. Orang-orang
musyrikin mereka mengingkari hari
kebangkitan. Tapi Allah selipkan di sini
semua yang disebutkan sebelumnya mereka
akui orang musyrikin kecuali hari
kebangkitan. Makanya mereka menolak
dakwah Nabi karena Nabi menyerukan ada
hari kebangkitan. Tapi Allah paksakan di
sini mereka mau tidak mau harus terima.
Kalau Allah bisa begini, bisa begini,
bisa menciptakan, bisa ini,
mengembalikan sangat
mudah. Wahua ahwanu alaih. Sangat mudah
bagi Allah. Aman yabdaul khq. Siapa yang
memulai penciptaan dan kemudian
mengulangi lagi, maka disebut
pengulangan. Kalau yang bisa menciptakan
tidak ada menjadi ada, mengulangi lebih
mudah atau tidak? Kalau kita manusia,
bagi Allah semuanya mudah. Tapi bagi
kita kalau kita pernah membuat sesuatu
ngulangi lagi mudah atau tidak mudah?
Allah mau menciptakan mulai mudah
apalagi sekedar mengulangi tinggal kun
fayakun. Ini bahasanya panjang bukan
saatnya kita bahas. Warzukkum minama wal
ard. Siapa yang beri rezeki kepada
kalian di langit dan bumi. Aahum ma
Allah. Adakah Tuhan bersama Allah? yang
beri rezeki kepada kalian, yang turunkan
hujan, yang menumbuhkan
tumbuhan burhanakum inumodin. Datangkan
dalil kalau kalian benar sehingga kalian
berhak menyembah Nabi Isa, menyembah
Nabi Muhammad, menyembah wali-wali,
menyembah para malaikat, menyembah
jin-jin, apakah mereka bersama Allah
mengatur ini semua? Apakah mereka
menurunkan hujan? Apakah mereka menurun
tumbuhan? Qulatu burhanakum. Mana dalil
kalian? Mana dalil kalian? Tib ini semua
tadi kita bilang
al-istidlal bir rububiyah alal uluhiyah.
Allah sering dalam Al-Qur'an berdalil
dengan rububiyah Allah. Allah Maha Esa
dalam penciptaan, pemilikan, dan
pengaturan. Kalau begitu hanya Dialah
yang berhak untuk di disembah. Ini dalam
Al-Qur'an banyak sekali. Karena
rububiyah diakui oleh kaum musyrikin
secara global. Tentu mereka ada
penyimpangan, tapi secara umum mereka
mengakui. Kalau kalian mengakui
rububiyah, maka hanya Allah yang berhak
untuk disembah.
Di antara pendalilan menarik adalah
pernyataan Thahir bin Asyur dalam
tafsirnya. Dia mengatakan, "Alistidlalu
masyubun bilimtinan." Ini istidlal.
Tetapi pendalilan dengan rububiyah Allah
disertai dengan imtinan, yaitu Allah
berikan
kenikmatan-kenikmatan. Tadi Allah
sebutkan Allah yang turunkan hujan,
Allah yang tumbuhkan tumbuhan, Allah
yang kabulkan doa kalian, Allah yang
menjadikan kalian ee apa namanya?
mengatur, mengambil manfaat dari bumi
ini. Dan konsekuensi dari zat yang
berikan kita kenikmatan harusnya kita
hanya beribadah kepada Dia dan harusnya
kita semangat beribadah kepada Dia. Kita
ini kalau punya bos kasih kita gaji R
juta per bulan, kita disuruh kapan saja.
Siap atau tidak siap? Ditelepon jam .00
malam. Siap. Meskipun
ngantuk. Karena kita digaji 100 R juta
tiap bulan.
hanya materi dunia. Sementara Allah
Subhanahu wa taala menjadikan kita
kenikmatan banyak ya. Tubuh kita melihat
kesehatan keluarga banyak sekali. Tiap
hari pernapasan ya banyak sekali Allah
berikan setiap saat Allah berikan. Allah
sebutkan nikmat-nikmat seharusnya kalau
engkau meyakini ini semua harusnya kau
semangat
beribadah. Makanya konsekuensi dari
seorang mengetahui kenikmatan banyak
Allah berikan pada dia, harusnya dia
lebih semangat beribadah. Makanya Allah
berfirman kepada Nabi Sulaimanalu al
Dauda syukro. Wahai keluarga Daud yaitu
Sulaiman, beramallah sebagai bentuk
syukur atas nikmat yang kami berikan
kepada kepada kalian. Waqolun ibad
syakur. Hanya sedikit dari hamba-hambaku
yang
bersyukur. Maka kita kalau ingat
nikmat-nikmat ini kita harusnya
semangat. Semakin banyak nikmat harusnya
semakin banyak beribadah. Makanya Allah
berfirman kepada Nabi Muhammad, inna
aainakal kautsar. Sungguh kami telah
berikan kepada engkau alkautsar, yaitu
sungai di surga.
Makanya kalau gitu salat dan
nyembelihlah sebagai bentuk Allah
berikan kau kenikmatan. Seringlah salat,
seringlah menyembelih. Maka Nabi orang
yang paling kuat salatnya karena dia
saling paling bersyukur kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kita bilang kita
bersyukur. Bersyukur omong kosong kalau
kita tidak beramal beramal saleh. Maka
kalau kita malas ibadah, ingat betapa
banyak nikmat yang Allah berikan kepada
kita. Di antaranya kalau kita ingat
nikmat Allah, kita berhenti dari
maksiat.
Makanya Nabi Yusuf alaihi salam ketika
digoda oleh Imratul Aziz yang konon
namanya Zulaikha ya Imratul Aziz istri
pembesar wanita yang cantik jelita maka
dia berkata, "Innahubbi ahsana maswaya."
Bagaimana saya mau berzina sementara
Rabbku telah berbuat baik kepadaku. Ada
dua tafsiran. Rabbi maksudnya majikanku
itu suamimu telah baik kepadaku.
Bagaimana saya berkhianat? Tafsiran
kedua, innahu rabbi itu Allah.
Sesungguhnya Allah telah berbuat baik
kepadaku. Bagaimana saya bermaksiat
kepada Allah Subhanahu wa taala. Makanya
orang kalau maksiat ingat, "Ya Allah,
saya dikasih nikmat ini, dikasih
pandangan yang sehat, dikasih
pendengaran yang normal, saya diberi
kesehatan, diberi banyak nikmat.
Keluarga bisa kerja, bisa punya rumah,
bisa banyak hal nikmat yang kalau mau
hitung satu persatu belum kesehatan,
keamanan, kenyamanan, ketentraman hati,
kenapa saya bermaksiat kepada Allah?"
Kalau kita tertarik pengin nonton film
Korea, berhenti dulu.
Jangan putar film
Korea. Masa saya membalas kenikmatan
dengan melihat yang tidak-tidak. Saya
gunakan mata saya untuk melihat yang
tidak-tidak. Sementara sebagian orang
tidak bisa
melihat. Ini makanya istidlal ini
meskipun asalnya tentang rububiyah tapi
masyubun bil imtinan. Allah sebutkan
berbagai macam ee kenikmatan. Kemudian
juga lihat bagaimana metode penilaian
Allah. Allah memetode dalam hal ini
tentang berbagai macam nikmat. Pertama,
al-ijad menciptakan langit dan bumi dari
tidak ada menjadi ada. Kemudian Allah
sebut tentang pengaturan disebut dalil
inayah ya. Bagaimana Allah
atur bumi seperti ini. Ada lautnya, ada
sungainya, ada gunungnya, ada hujannya.
Namanya dalil inayah. Nikmat tersendiri.
Allah sebutkan juga di antara nikmat
Allah menolong kalian dalam kondisi
kalian dalam kondisi darurat. Allah
kabulkan. Allah hilangkan kesusahan
kalian. Di antara bentuk kenikmatan,
Allah jadikan khulafa al ard. J kalian
bisa punya kecerdasan pengaturan untuk
mengambil manfaat dari bumi. Maka ini
semua adalah nikmat yang mengharuskan
kalian tidak menyembah kecuali Allah
semata. Kemudian Allah berfirman setelah
itu, kulla yalamu man fis samawati wal
ardhil gaiba illallah w yasuruna ayana
yubatun. Katakanlah wahai Muhammad,
tidak ada seorang pun di langit dan di
bumi yang mengetahui perkara yang gaib
kecuali hanya Allah.
Ini dalil bahwasanya yang tahu gaib cuma
Allah subhanahu wa taala. Ini disebut
dengan al-istisna
almunqati'u ini terputus. Ada namanya
istisna pengecualian dalam bahasa Arab
pada dua. Ada almuttasil, ada
almunqati'. Nyambung, ada putus. Bedanya
di mana? Bedanya seperti saya mengatakan
yang nyambung begini. Nyambung itu
maksudnya yang dikecualikan merupakan
anggota dari hukum asal. Seperti saya
mengatakan semua murid berdiri kecuali
Khalid. Khalid juga murid. Dia duduk
kecuali Khalid. Sesungguhnya dia sedang
apa? Duduk. Ini namanya pengecualian
yang nyambung. Karena Khalid bagian dari
murid. Paham? Ini dalam bahasa Arab
disebut al-istisna almuttasil. Al
istisna pengecualian yang nyambung. Saya
katakan semua murid berdiri kecuali
siapa? Khalid. Berarti Khalid bagian
daripada murid. Tapi dia tidak berdiri,
dia du duduk. Kalau munqati' terputus,
yang dikecualikan bukan anggota daripada
anggota sebelumnya. Contoh saya
mengatakan semua murid berdiri kecuali
Pak Guru. Pak guru anggan murid enggak?
Bukan. Ini namanya istisna
munqati. Makanya khilaf di kalangan para
ulama tentang iblis dari jin atau dari
jin atau tidak. Allah
berfirman, "Waquna lil malaikatiu
liadamajadu iblis." Ketika kami berkata
kepada para malaikat, "Sujudlah kepada
Adam, maka mereka semua sujud kecuali
iblis." Nah, iblis ini muttasil. dia
bagian daripada jin eh daripada malaikat
atau dia munqati dia bukan bagian
daripada malaikat. Dua tafsiran di
kalangan para ulama. Ada yang mengatakan
iblis merupakan bagian dari malaikat.
Ada yang mengatakan kalau ististanya
muttasil bersambung. Ada yang mengatakan
iblis bukan bagian dari malaikat. Kalau
istisanya munqati terputus dia adalah
jin. Yang pertama seperti semua murid
berdiri kecuali siapa? Khalid. Yang
kedua, semua murid berdiri kecuali Pak
Guru. Makanya belajar bahasa
Arab sudah barakallah fik. Sudah jago.
Naam. Naam. Wafika barakallah. Kaifa
haluk? Sudah keren. Ahsanallahu ilaik.
Sudah keren. Lanjutin. Ya jangan cuma di
situ aja
ya. Tiib. Di sini yang benar istisna
adalah munqot'. Yaitu ka ya fisamawati
walard. Artinya tidak ada yang tahu yang
gaib baik langit dan bumi illallah
maksudnya kecuali Allah. Allah tidak
termasuk dari sebelumnya. Kalau kita
bahasakan la ya'lamu man fis samawati
wal ardhil
ghaiba walakinnallahu y'lam. Semua di
langit dan bumi tidak tahu tentang hal
yang gaib. Akan tapi Allah
tahu. Ini dalil bahwasanya gaib yang
tahu hanyalah Allah. Ghaib ada dua. Ada
namanya alghaibul mutlq, ada namanya
alghaibun nisbi. Ghaib nisbi dan ghaib
mutlak. Ghaib mutlak itu perkara-perkara
yang tahu hanya Allah subhanahu wa
taala. Kapan hari kiamat yang tahu cuma
siapa? Allah. Masa depan yang tahu cuma
siapa? Allah. Ada gaib nisbi. Ghaib
nisbi itu sebagian makhluk tahu.
Sebagian laun makhluk tidak tidak tahu.
Tidak
tahu. Seperti istri kita di rumah tahu
apa yang di rumah. Kita enggak tahu.
Bagi kita gaib, bagi dia tidak gaib
karena dia sedang di di rumah.
Seperti Allah mengabarkan sebagian hal
gaib masa depan kepada sebagian malaikat
dan kepada sebagian rasul. Bagi mereka
tidak gaib, bagi kita gaib. Karena kita
tidak dikabarkan. Allah mengatakan,
"Alimul gaibi fala yudhiru ala gaibihi
ahada illa manirt rasulin." Allah tahu
ilmu gaib dan Allah tidak mengabarkan
kecuali kepada para rasul yang Allah
ridai. Itu sebagian malaikat dan
sebagian rasul sebagai bukti bahwasanya
mereka para rasul. Tidak semua ilmu gaib
Nabi
tahu. Makanya Aisyah radhiallahu anha
berdalil dengan ayatnya dalam hadis
riwayat Muslim dia berkata, "Man qala
anna Muhammadan sallallahu alaihi
wasallam yuhbiru bima yakunu fiadin
faqad aama Allah alallahi firah." Siapa
yang mengatakan Muhammad mengabarkan apa
yang terjadi besok, maka dia telah
melakukan kedustaan besar terhadap
Allah. Karena Allah berfirman, yamu
famawati ardillallah.
Katakanlah tidak ada di langit dan di
bumi yang tahu tentang alghaib kecuali
cuma siapa? Allah. Makanya ketika ada
orang-orang memuji Nabi mengatakan
wafina nabiyun yamu maqadin. Di
tengah-tengah kita ada seorang nabi yang
tahu hari esok. Maka nabi pun marah
karena Nabi tidak tahu apa yang terjadi
besok.
Buktinya jangankan yang terjadi besok,
istrinya waktu
ketinggalan sehingga dituduh berzina
dengan Safan bin Aal Asulami, Rasulullah
tidak tahu. Kisah namanya hadisatul
Ifiq. Orang-orang munafik nuduk Aisyah
berzina dengan Safwan. Nabi tidak tahu.
Padahal
itu terjadi di zaman dia. Istrinya
ketinggalan pulang telat sama Sufan bin
Ahtal Asulami radhiallahu anhu. Dituduh
Aisyah berzina. Nabi tidak tahu istrinya
berzina atau tidak.
Sampai turun ayat mengatakan Aisyah
tidak berzina. Saking Nabi tidak tahu.
Sampai Nabi datang kepada Aisyah. Kata
Rasulullah, "Ya Aisyah, inti
alamtiambin." Ya Aisyah, kalau memang
kau berdosa, minta ampunlah. Allah akan
ampuni engkau. Tapi kalau kau tidak
berdosa,
makaubarukillah Allah akan bebaskan kau
dari tuduhan tersebut. Ketika mendengar
pernyataan Nabi tersebut, Aisyah tadinya
menangis berhenti, maka dia tidak
menyangka suaminya masih kasih
kemungkinan kalau memang kau berdosa.
Dia maunya Nabi mengatakan, "Kau pasti
tidak begitu wahai istriku." Tapi Nabi
tidak mau mendahului Allah. Nabi tidak
tahu hakikat. Makanya Nabi mengatakan
kepada istrinya, Aisyah nangis
berhari-hari tidak berhenti. Sampai
akhirnya di penghujung setelah sebulan,
Nabi datang kepada Aisyah. Aisyah lagi
di rumah ayah dan ibunya. Nabi berkata,
perkataan ini membuat Aisyah sedih
sehingga dia berhenti
menangis. Nabi berkata, "Masih dua
kemungkinan. Ya Aisyah, kalau kau memang
bebas, sayubarukillah, Allah akan
bebaskan engkau dari tuduhan tersebut."
Wa kunti alamti bidzambin. Tapi kalau
kau dosa, istigfarlah. Ini yang buat
Aisyah. Akhirnya Aisyah mengatakan,
"Wahai ayahku, bantah itu Nabi. Bela
aku. Wahai ibuku, bela aku." Kata kedua
orang tuanya, "Bagaimana mau akhirnya
turun?
Ayat membela Aisyah bahwasanya Aisyah
bersih. Ketika Aisyah bersih kata
ayahnya, "Berdirilah kepada Nabi." Kata
Aisyah, "Enggak." Karena yang bela dia
bukan Nabi. Siapa? Allah. Artinya, Nabi
tidak tahu ilmu gaib. Sebulan tuduhan
Aisyah berzina atau tidak, dia tidak
tahu. Dia tunggu wahyu dari Allah itu
padahal terjadi di zaman
dia. Ini kejadian pertama. Gara-gara
kenapa Aisyah ketinggalan? Gara-gara
kalungnya hilang, dia cari akhirnya
ketinggalan rombongan. Perjalanan
berikutnya Aisyah kalungnya hilang
lagi. Kali ini Aisyah tidak cari
sendiri. Dia kasih tahu Nabi, "Ya, Nabi
kalung saya hilang ya." Karena kalau dia
cari sendiri nanti ketinggalan lagi. R.
Akhirnya Nabi suruh para sahabat cari
kalung Aisyah. Begitu sayangnya Nabi
kepada istrinya semua cari. Ada Abu
Bakar, ada Umar, ada orang-orang para
sahabat nyari.
Sampai tiba waktu subuh ternyata
kalungnya belum ketemu. Akhirnya
sebagian orang bingung, "Ya Rasulullah,
waktu subuh ada yang belum, ada yang
junub, ada yang tidak berwudu. Gimana
mau salat?" Akhirnya sebagian mereka
salat tanpa wudu. Waktu itu ayat tayamum
belum turun. Akhirnya turun ayat
tayamum. Gara-gara Aisyah kalungnya
hilang. Maka turunlah ayat tayamum.
Sampai Aisyah dipuji. Maya biawali
barokatika ya ala Abi Bakar. Ini bukan
keberkahan engkau yang pertama. Wahai
Aisyah, kau sering mendatangkan
keberkahan gara-gara kalungmu hilang,
ada syariat baru. Syariat apa? Tayamum.
Sampai akhirnya selesai tiba selesai
salat subuh ternyata kalung belum
ketemu. Akhirnya ketika Nabi berjalan
pergi ternyata kalungnya diinjakin unta.
Untanya berdiri baru ketahuan. Untanya
pun tidak bilang, "Ya Rasulullah, di
bawa saya." Enggak. Maksud
saya, Nabi tidak tahu situ ada wali-wali
Allah, ada para sahabat yang dijamin
masuk surga. Mereka tidak tahu.
Jangankan bicara gaib, yang sekarang
sedang terjadi pun mereka tidak
tahu. Makanya kalau ada yang bilang,
"Oh, saya tahu besok, saya tahu
besok." Ente berdusta atas nama Allah.
Cuma dua kemungkinan yang tahu besok.
Nabi Allah kasih tahu atau dukun?
Kemungkinan kau dukun karena nabi sudah
enggak ada. Berarti kau dukun. Ada jin
yang pura-pura kasih kabar-kabarin
engkau sehingga kau
menerka-nerka. Oleh karenanya ini dalil
bahwasanya tidak ada yang ilmu gaib
kecuali siapa? Allah Subhanahu wa taala.
Adapun gaib nisbi ada gaib nisbi tadi
sebagian makhluk tahu, sebagian makhluk
tidak tahu. Tapi ada yang mutlak yang
tidak tahu kecuali Allah subhanahu wa
taala. Kata Allah subhanahu wa taala,
wama yasy'uruna ayyana yubathun. Dan
mereka tidak mengetahui bila mereka
dibangkitkan.
Mereka tidak tahu ilmu gaib dan mereka
tidak tahu kapan tiba hari kiamat.
Jibril pun tidak tahu. Ketika ditanya
tentang hari kebangkitan, hari kiamat
tidak tahu apalagi hari kebang
kebangkitan. Enggak ada yang tahu. Yang
tahu hanyalah Allah semata. Setelah itu
Allah berfirman, ini ayat terakhir pada
pertemuan kita. Balid ilmuhum fil
akhirah. Sebenarnya pengetahuan mereka
tentang akhirat tidak sampai ke sana.
Bal hum fiak minha. Bahkan mereka
ragu-ragu tentang hari akhirat.
Dan mereka buta dari tentang akhirat. Di
sini ada dua qiraah
baloka dan bal adraka. Adapun balid
daraka kata ahli tafsir diambil dari bal
tadaroka, tadaroka ta tadaroka. Tetapi
huruf ta dan huruf dal mah marroknya
dekat tal ta dal sama atau tidak? Ta dal
apa namanya ta dal ya dal. kita tuh
dalnya kita salah sebenarnya. Dalusnya
di tempat ta. Yang benar dalnya orang
Jawa. Dalnya orang Jawa itu dal. Iya.
Enggak dal. Orang Arab kalau bilang dal
itu dal, bukan dal. Kalau kita tebal,
kita ke belakang. Dal ya. Iya. Enggak.
Orang Bandung dalnya di mana? Di ta atau
di belakang?
Hah? Bukan ta. Coba sebutkan ta. Coba
sebutkan dal di tempatnya ta. Dal tipis
kan? Itu dalnya orang Jawa itu orang
Arab seperti itu. Kalau ngomong dal
mudrik. Mudrik kalau kita mudrik agak ke
belakang dalnya. Lidahnya agak ke
belakang. Benar
enggak? Saya tanya orang Bandung dalnya
di mana? Di ta apa di belakang? Di
belakang kan. Coba bilang dal. Dal dada.
Bukan dada. Dada ya kan? Dada. Kalau
dada ya. Nah dal yang benar itu
makhrajnya sama dengan apa? Atau dekat
dengan huruf apa? Ta. Karena dekat maka
orang Arab menggabungkannya. Harusnya
bal tadaroka digabungkan jadi balid
daraka t-nya digabung ke dal karena
makhrajnya
dekat. Makanya belajar bahasa
Arab. Qiraah yang kedua. Bal adraka. Bal
adraka. Dua ini punya makna yang
berbeda. Kalau balid daraka dari
tadarak, maka ini dua tafsiran. Ada yang
mengatakan balid daraka. Maksudnya ini
ada ee apa namanya? ee beberapa tafsiran
yang
pertama bahwasanya ilmu mereka tentang
hari akhirat baru sempurna ketika di
hari akhirat. Mereka sekarang
mengingkari orang musyrikin. Nanti
ketika mereka mati kemudian dibangkitkan
baru mereka percaya ilmu mereka baru oh
benar. Baru mereka ee tahu bahwasanya
akhirat itu ada ya.
Ini makna pertama balid daraka maksudnya
ilmu mereka baru sempurna ketika mereka
dibangkitkan baru mereka yakin hari
akhirat ada. Yang kedua maknanya adalah
mereka tadaruk yaitu ilmu mereka
sekarang maupun nenek moyang saling
berwasiat, saling turun-temurun ilmu
mereka untuk mengingkari hari akhirat
yaitu Muhammad jangan kau heran kalau
mereka hari akhirat karena mereka sudah
turun-temurun seperti itu. Mereka ambil
nenek moyang mereka, tradisi mereka
mengingkari hari akhirat. Pendapat
ketiga bahwasanya mereka saling tadaruk
itu saling satu-menyatu ilmu mereka
sehingga mereka saling berselisih.
Seperti Allah
berfirman,
humalifun. Apa yang mereka sedang
diskusikan? Jadi buah bibir di antara
mereka anin nabailim tentang suatu
berita yang besar. Ada yang mengartikan
adalah hari kiamat.
Ya alladzi hum fihi mukhtalifun. Yang
mereka berselisih tentang hari kiamat
tersebut. Ada yang bilang ada, ada yang
bilang tidak ada. Jadi mereka
berselisih. Ini tiga tafsiran dengan
makna balidarak. Kalau dibaca balidarah.
Qiraah yang lain bal adraka. Maka
disebutkan maknanya adalah fana
disebutar ya
fania nadajuha ya. Maknanya bahwasanya
ilmu mereka benar-benar hilang tentang
hari akhirat. Adrak maknanya hilang.
Maknanya benar-benar ilmu mereka tentang
hari akhirat mereka buta. Mereka tidak
mau peduli. Mereka tidak melihat dalil
yang begitu banyak. Bahwasanya dalil
yang begitu banyak menunjukkan Allah itu
bisa menghidupkan kembali.
Seperti Allah mengatakan turunnya hujan,
bumi mati kemudian tandus kemudian
tumbuh lagi. Kata Allah kadalika nusyur
demikian pula hari kebangkitan mati
hidup lagi. Ada
contohnya. Tapi semua dalil tentang hari
kebangkitan, dalil tentang hari
kebangkitan banyak dalam Al-Qur'an ada
pembahasan khusus ya. Tapi mereka
benar-benar ilmu mereka buta sehingga
mereka mengingkari hari kebangkitan.
Kata Allah, "Balhum fi syakim minha."
Sesungguhnya mereka ragu. Iya atau tidak
mereka ragu. Mereka ragu.
Bal hum minha amun. Kata Allah mereka
benar-benar buta dari hari akhirat. Amun
jadi ama kemudian amin itu fa'il dari
wazan
fa'il. Sigah mubalagah liismil fa'il.
Amin. Maknanya amun maknanya. Jadi amun
jamak dari amin. Amin maknanya orang
buta. Yaitu mereka benar-benar buta.
Yaitu buta mata maupun buta hati.
Sehingga berbagai macam dalil yang Allah
berikan akan ada adanya hari akhirat
mereka tidak peduli, mereka tidak imani.
Demikian juga mereka buta untuk tidak
mengesakan Allah Subhanahu wa taala. Bab
demikian saja mohon maaf segala
kekurangan. Wabillah taufik hidayah.
Alalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.