Luasnya Ampunan Allah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
u8CkWtCnYKM • 2025-04-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wattinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluhu daila ridwani allahumma sholli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala bapak dan ibu yang dirahmati Allah subhanahu wa taala sesungguhnya merupakan suatu sifat yang lazim pada manusia ya adalah potensi untuk melakukan dosa ini adalah satu hal yang tidak bisa dihindari seorang manusia dia pasti berdosa. Dan ini sudah dinyatakan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Kullu bani Adam khatirul khaina attawabun." Ee seluruh anak Adam suka melakukan dosa dan sebaik-baik yang berdosa adalah yang bertobat. Ya, seakan-akan sifat melakukan dosa adalah suatu yang kelaziman pada manusia. seperti sifat lapar, seperti haus, seperti sifat emosi, seperti sifat-sifat banyak yang melazimi manusia. Demikian juga dalam hadis qudsi kata Allah Subhanahu wa taala, "Ya ibadi innakum tukhtiuna baili wa nahar." Wahai hamba-hambaku, sesungguhnya kalian melakukan dosa-dosa di pagi hari dan juga di di siang hari, di malam hari. Eh, wa agfirunuba jami dan aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya. fastagfiruni agfir lakum. Maka mohonlah ampunan kepadaku, niscaya aku akan ee mengampuni ee kalian. Bahkan ee Al-Qur'an menjelaskan kepada kita ee bukan hanya orang-orang saleh, bahkan orang-orang yang telah mencapai tingkatan tertinggi seperti para nabi dan rasul, mereka juga melakukan kesalahan-kesalahan. Hanya saja mereka langsung bertobat kepada Allah Subhanahu wa taala. Contohnya Nabi Adam Alaih Salam ketika melanggar dengan memakan buah yang dilarang. Allah abadikan dalam Al-Qur'an kisahnya. Mereka langsung berkata, "Rabbana dolamna anfusana waillam tagfirlanahamlana min khasirin." Ya Rabb kami, sungguhnya kami telah menzalimi diri kami. Ee jika Engkau tidak mengampuni kami, tidak merahmati kami, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi. Maka Allah pun mengampuni Nabi Adam Alaih Salam. Kemudian Nabi Nuh Alaih Salam juga pernah bersalah ee minta agar Allah mengampuni anaknya. Ya, innabni min ahli wa inna waakal haqqu anta ahkamul hakimin. Ya Allah, sungguhnya anakku ya yang meninggal dalam kondisi kafir adalah dari keluargaku. Ya, e Nabi Nuh minta agar Allah mengasihi anaknya yang meninggal dalam kondisi kafir. Maka Allah tegur, "Ya Nuh, innahu laisa min ahlika innahu amalun shalni maaaka bihi ilm. Wahai Nuh, anakmu itu adalah bukan dari keluargamu. Dia telah melakukan perbuatan yang tidak benar. Yau dia telah kafir. Maka jangan kau minta kepadaku suatu yang kau tidak punya ilmu tentangnya. Inni aiduka. Aku menasihati engkau agar kau tidak termasuk dari golongan orang-orang yang jahil. Kemudian Nuh berminta ampun ya atas kesalahan yang dia lakukan. Demikian juga Allah contohkan Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Nabi-nabi yang lain juga melakukan ee kesalahan. Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Yunus dan banyak nabi-nabi Allah contohkan mereka. Hanya saja yang dosa mereka lakukan adalah dosa kecil dan mereka langsung bertobat kepada Allah karena pengagungan mereka kepada Allah yang luar biasa. Jika ee orang-orang hebat seperti mereka tidak luput dari kesalahan, bagaimana dengan kita yang jauh dari kesempurnaan, yang masih mengikuti hawa nafsu, ee yang masih ee senang dengan maksiat. Bagaimana lagi di zaman sekarang yang kita hidup di tengah-tengah ee kondisi yang mudah sekali kita bermaksiat dengan ee mata penglihatan, maksiat dengan pendengaran, maksiat dengan komentar ee dengan lisan, dengan hati dan banyak hal dosa-dosa yang kita ee lakukan. Akan tetapi ee ternyata Tuhan kita Allah Subhanahu wa taala adalah maha pengampun lagi maha penyayang. Dan Allah subhanahu wa taala rahmatnya sangat luas dan ampunannya sangat sangat luas. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa taala mensifati atau menamakan dirinya dengan nama-nama yang menunjukkan akan luasnya ampunan Allah subhanahu wa taala. Di antaranya nama Allah adalah alghfur ya. Al-ghfur. Selain juga ada alghofir dan ada juga algffar. Ya. Datang dalam Al-Qur'an tiga nama. Al-Ghfur, Alghafir, Al-Ghffar. Alghafur seperti dalam Al-Qur'an banyak sekali. Dialah maha pengampun lagi maha penyayang. Algofir seperti dalam surat gofir gofiriambi waqiliid. Dialah gofiriambi e pengampun dosa-dosa. Demikian gar seperti dalam eh surat Nuh ya. Innahuana goffar ya yursilama alikum. Nabi Nuh berkata kepada kaumnya untuk bertobat beristigfar kepada Rabb mereka kepada Allah. Innahuana gfar. Sesungguhnya Allah adalah algffar. Yang gfur maupun gffar maupun gfir menunjukkan makna ampunan Allah subhanahu wa taala. Bahwasanya Allah subhanahu wa taala mengampuni dosa hamba-hambanya dan Allah menutupi dosa hamba-hambanya. Di antara nama-nama Allah yang menunjukkan luasnya ampunan Allah adalah attawwab. Innahu kana tawwaba. Sesungguhnya Allah subhanahu wa taala maha ee menerima taubat hamba Allah. tawab di di antaranya Allah mengilhamkan kepada sang hamba untuk bertobat. Kemudian Allah menerima tobat ee sang hamba. Betapa besar dosa seorang, betapun banyak dosa seorang, betapa berbagai macam bentuk dosa seorang, maka akan mudah diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Karenanya para ulama mengatakan algfur maupun algffar maupun alghafir ini tiga nama kembali kepada makna ghufran atau maghfirah ya. gffar, gofir, maupun gfur. Ketiga, makna ini ee menunjukkan makna yang berbeda-beda secara spesifik. Ada yang menunjukkan bahwasanya dosa sebanyak apapun Allah akan mengampuni sebanyak apapun. Ya. E kalau tidak salah itu adalah alghfur. Sebanyak apapun dosa akan diampuni. Kalau alghffar kalau tidak salah menunjukkan dosa sebesar apapun. Sebesar apapun Allah akan mengampuni. Jadi dosa sebanyak apapun Allah akan ampuni. Sebesar apapun Allah akan ampuni. Bervariasi Allah akan berulang-ulang Allah akan ampuni. Karena Allah algfur. Karena Allah algfur. Demikian juga attawwab. Attawab. Allah Subhanahu wa taala tawab maha menerima ee ee tobat seorang hamba. Jika dia bertobat dengan memenuhi persyaratan tobat, Allah pasti menerima tobat tersebut. Alam yalamu annallahaqbal taubatan ibadi. Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah dialah yang menerima tobat e seorang hamba? Bahkan di antara makna attawab yaitu Allah mengilhamkan kepada seorang hamba untuk bertobat. Ya, kita kenyataan tiba-tiba ada seorang pezina ingin bertobat. tiba-tiba ada ee seorang pembunuh ingin bertobat. Ya, kenapa Allah ilhamkan dia untuk bertobat? Kadang kita lihat seorang tidak mungkin dia akan bertobat. Tahu-tahu dia ee bertobat. Ya. Dan Allah Subhanahu wa taala menjelaskan tentang luas ampunan Allah Subhanahu wa taala dalam kisah-kisah yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Demikian juga kisah-kisah yang disebut oleh Nabi dalam hadis-hadisnya. Saya akan sebut beberapa kisah-kisah dalam Al-Qur'an yang menunjukkan bahwasanya Allah Subhanahu wa taala ee ee maha menerima tobat dan ampunannya sangat ee sangat luas. Di antaranya Allah mengkisahkan tentang kisah Firaun ya. Firaun ya dan semisal adalah Raja Namrud adalah orang yang paling bejat di alam semesta yang mengaku diri sebagai ee Tuhan ya. Eh, tidak ada orang lebih bejat seperti Firaun yang bahkan dengan sombongnya, dengan congkaknya dia mengatakan, "Ana rbukumul a'la." "Aku adalah Tuhan kalian yang maha tinggi." Bahkan dia mengingkari adanya Allah Subhanahu wa taala secara lisan. Ya, meskipun hatinya mengakui. Makanya dia mengatakan, "Ya asbab asbabamawati Musa inniuh." Dia bilang, "Wahai Haman panglimaku, ya ee bangunlah bangunan yang tinggi. Aku ingin naik ke bangunan tinggi tersebut untuk melihat apakah ada Tuhannya Musa di atas." Ya, karena menurutku Musa itu pendusta. Ya, karena Nabi Musa sering menyampaikan Tuhannya di atas, maka Firaun ingin membuktikan bahwasanya Tuhan Musa tidak ada. Maka dia bilang, "Wahai Haman, bangunkan bangun yang tinggiah Musa. Aku ingin lihat kepada Tuhannya Musa." Dia berdosa. Tuhan Musa enggak ada. Akulah Tuhan. Akulah Tuhan. Bahkan akulah Tuhan yang seandainya ada Tuhan-tuhan selain aku, maka Akulah Tuhan yang maha maha ee tinggi. Seharusnya orang seperti Firaun langsung dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, karena kurang ajar ya. Allah ciptakan dia kurang ajar ya. Sudah Allah ciptakan dia, Allah berikan dia nikmat, Allah berikan dia kerajaan, namun dia sombong. Dia bahkan mengaku kepada Tuhan bahkan tidak mengakui tentang ketuhanan Allah Subhanahu wa taala. Makanya berkatakan wama rabbul alamin. Dia berkata siapa Rabbul Alamin itu wahai Musa? Dalam ayat ini mengatakan, "Famarbukuma ya Musa." Siapa tuan kalian wahai Musa dan Harun? Ya, dia seperti mengingkari ya. Kenapa? Karena kesombongan ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wajahadu biha was anfusumulman wauluwan." Mereka berusaha mengingkari dengan lisan mereka padahal hati mereka meyakini. Tapi mereka mengingkari dengan lisan mereka mengingkari e Firaun dan para pengikutnya. Zulman uluan karena kezaliman dan karena kesombongan. Tapi apakah Allah langsung kirim halilintar membakar Firaun? Apakah Allah kemudian kirim misalnya batu besar untuk memecah kepalanya? Jawabannya tidak. Allah masih menawarkan ampunan kepada Firaun. Allah masih mengirim Musa dan Harun untuk mendakwahi Firaun. Allah berkata kepada Musa dan Harun, idhaba ila Firaun inahu. Pergilah kalian berdua kepada Firaun. Sesungguhnya telah melampaui batas. Faquah layina. Ucapkanlah kepada kalian berdua. Ucapkanlah kepada Firaun dengan lay dengan kata-kata yang lembut. Siapa tahu dia sadar, siapa dia takut kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan benar Musa Alaih Salam ketika datang kepada Firaun, dia ucapkan dengan kata-kata yang lembut. Ya. Ya. Dia berkata, "Fahallaka." Ya, maukah engkau mensucikan dirimu hai Firaun? Maukah aku memberi petunjuk kepada engkau kalau kau mau? Kata-kata lembut dari Musa kepada Firaun. Firaun membangkang, menentang. Ya, kalau seandainya Firaun bertobat pasti diterima oleh Allah. Firaun yang ngaku sebagai Tuhan, yang menyiksa Bani Israil, yang membunuh anak-anak dengan kejamnya, dengan biadabnya. Bayangkan setiap ada anak laki-laki yang lahir, dia sembelih. Semua wanita yang hamil disensus sama Firaun 1 tahun dia ingin basmi seluruh anak-anak. Ditungguin sama anak buahnya. Begitu lahir, anaknya laki-laki langsung sembelih. Kalau anak perempuan yastahyunahum dibiarin hidup. Laki-laki disembelih. Disembelih kejamnya luar biasa. yang Allah mengatakan Firaun yang memiliki tali-tali yang melakukan kerusakan di atas muka bumi. Di antara tali tersebut disebut oleh para ulama digunakan untuk menyiksa rakyatnya. Kalau ada rakyatnya yang yang yang membangkang, maka dia siksa dengan memasang tali di arkannya di tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan, kaki kiri. Kemudian ditarik, disiksa lepas tubuhnya. Dan itu siksaan yang dinonton oleh Firaun dan anak buahnya. di antaranya menyiksa Bani Israil bertahun-tahun. Ya, subhanallah. Tapi begitu kejamnya Firaun, Allah masih ee mengirim Nabi Musa dan Harun. Bahkan dua nabi diutus. Laallahu yatadakaru. Semoga dia sadar au yaksya atau dia takut. Bahkan Allah suruh Musa untuk mengucap kata-kata yang lembut. Tunnya tidak lain kecuali agar Firaun bertobat. Seandainya dia bertobat, dia pasti diampuni. Ini menunjukkan luasnya ampunan Allah. Bahkan kepada orang yang sangat super bejat di alam semesta Firaun mengaku sebagai Tuhan mengingkari adanya Allah, menyiksa, membunuh, tetap saja masih ditawarkan ampunan. Seandainya dia bertobat, dia akan diampuni. Tapi qadarullah ya ternyata Firaun tidak bertobat dan dia baru bertobat ketiga ketika dia mau tenggelam. Hatta amahu minal muslimin ketgelam baru kemudian mengucapkan lailahaillallah. Firaun ucapan terakhirnya sebelum meninggal lah tapi tidak bermanfaat lailahaillallahnya. Kenapa dia akan tenggelam? Dia sudah melihat kematian di hadapannya maka tidak bermanfaat tobatnya Firaun. Kar mengalami muayana. Muayan itu sudah melihat malaikat ya. Sehingga tidak bermanfaat ucapan lailahaillallahnya di penghujung hayatnya sehingga dia pun kekal dalam neraka selama-lamanya. Intinya saya sampaikan bahwasanya Firaun yang begitu kejam tetap diberi ee kesempatan oleh Allah untuk mendapat ampunan. Namun dia tidak mengambil ampunan tersebut. Seandainya dia bertobat, Allah akan ampuni dosa-dosanya. Contoh yang yang juga Allah sebutkan dalam Al-Qur'an tentang kisah luasnya ampunan Allah Subhanahu wa taala adalah tentang kisah para penyihir Firaun. Dan ini kisah yang menakjubkan ya, para penyihir Firaun. Bagaimana Firaun ketika menantang duel Musa Alaih Salam untuk ee untuk membatalkan Musa, untuk mempermalukan Musa. Ee kemudian di hari raya tersebut dipanggillah ee para penyihir yang jumlahnya banyak. khilaf di kara di kalangan para ahli tafsir. Apakah jumlahnya puluhan, apakah ratusan, apakah ribuan. Tapi ini seluruh penyihir mereka dipanggil untuk melawan Musa sendirian. Untuk berduel melawan Nabi Musa. Dan para penyir tersebut datang dengan begitu semangat. Mereka berkata, "Inna lana ajran in kunna nahnul golbin." Wahai wahai Firaun. Kalau kami menang lawan Musa, apa kami akan dapat ganjaran, dapat upah? Kita lawan Musa ini enggak enggak gampang. Musa ini gampangannya dalam bahasa mereka sakti ya. bisa ngerubah tongkat jadi ular. Kemudian kalau tangannya dikeluarkan keluar cahaya sakti melawan dia. Enggak gampang. Kita datang ramai-ramai. Ana ajran inuna golin. Apa kami dapat upah kalau kami menang? Apa kata Firaun? Qala iya kalian akan dapat. Q naam wa innakum laminal muqarabin. Bukan cuma dapat bukan cuma dapat upah. Kalian akan menjadi pembesar-pembesarku. Minal muqarabin yang didekat yang didekatkan kepada sang raja. Siapa yang tidak semangat? Maka para penyihir tersebut semangat. Bayangkan para penyihir profesi mereka syirik. Sihirsyirik. Ya, kita tahu orang melakukan sihir dalam Islam dipenggal kepalanya melakukan praktik sihir. Ya, hadus sahirbatun bisaif. Bahwasanya penyihir dipenggal ee kepalanya. Jadi mereka ini luar biasa ee profesi mereka puluhan tahun sebagai penyihir. Mereka pakar dalam menyihir. Dan mereka datang untuk berduel dengan utusan Tuhan. datang untuk melawan Nabi Musa alaihi salam. Tujuan mereka demikian. Ketika mereka berduel, sebelum berduel, Nabi Musa menasihati mereka, "La taaru alallahianitakum waqar usah." "Wahai kalian tukang si, jangan kalian berdosa atas nama Allah Subhanahu wa taala." Ya, sungguh telah merugi orang berdusta atama Allah subhanahu wa taala. Allah akan menimpakan azab kepada kalian. Subhanallah. ucapan yang keluar dari hati Nabi Musa kepada mereka yang mereka ini profesinya tukang sihir selama ini. Musyrikin melakukan ee syirik yang paling parah, syirik sihir. Ya, kalau mereka meninggal tentu kekal dalam neraka selama-lamanya. Tapi Nabi Musa alaihi salam tetap menyampaikan nasihat kepada mereka sebelum berduel. Ya la taaru alallahianitakum faqar. Jangan kalian berus atas nama Allah. Kalian akan ditimpa dengan azab. Sungguh merugi orang yang berdusta. Akhirnya mereka mengatakan, "Qu ya Musa eh imulqi imulqi wa imakuna nahnu mulqin. Siapa yang lempar di luaran? Kami atau kamu?" Akhirnya Musa berkata, "Qal alqu kalian lempar di luaran." Akhirnya mereka lempar ee hibalahum waisiahum. Mereka lempar tongkat-tongkat mereka. Mereka lempar dan ditunton oleh banyak orang. Tiba-tiba berubah menjadi ular. Kata Allah, "Wairrin wasarhabuhum saharu aunasi wasaruhum wu bishrinim." Mereka buat sihir yang hebat membuat para penonton semuanya melihat itu benar-benar ular. Padahal itu hanyalah halusinasi. Kata Allah, "Wajau bisihrin adim." Mereka mendatangkan sihir yang hebat. Mereka yang pakar dan apalagi bekerja sama dengan penyid yang begitu banyak. Sampai Nabi Musa takut. Musa dikhayalkan kepada Musa seakan-akan itu benar-benar ada Musa pun ada ketakutan yang akan menang lemparkanlah apa yang di tangan kamu. Maka Nabi Musa lempar keluar jadi jadi ular benar kemudian makan ular-ular tersebut. Ketika para penyihir tersebut melihat bagaimana sihir Nabi apa mukjizat Nabi Musa yang begitu hebat mengalahkan sihir mereka, akhirnya mereka beriman. Faulqi saharatu sujada. Mereka pun sujud kepada Allah. Mereka berkata q amanna birabbil alamin. Rabbi Musa wa Harun. Kami beriman kepada Rabbul Alamin kepada Rabbnya Musa dan Harun. Firaun pun ngamuk. Q amantum lahu qlaakum. Berani kalian beriman kepada Musa sebelum aku izinkan. Inna h makrun makartumuhu fil madinah. Sesungguhnya ini makar yang telah kalian rencanakan untuk melawanku. Ya. Inna habirukum alamakum. Dalam ayat yang lain kata kata Firaun ini ternyata Musa guru kalian. Ternyata kalian kerja sama. Kalian kerja sama ternyata eh Musa ternyata guru kalian. Aku akan potong tangan kalian dan kaki kalian secara bersilang. Kaki kanan dengan tangan kanan dengan kaki kiri atau tangan kiri dengan kaki kanan. Kemudian aku akan salib kalian sampai kalian mati. Subhanallah. Ketika diancam dengan demikian para penyihir yang selama ini puluhan tahun kafir kepada Allah mereka beriman. Mereka berkata, "Afriq alainana muslimin." Ya Allah curahkanlah kepada kami kesabaran. Kami akan dibunuh. dan matikanlah kami dalam kondisi Islam. Akhirnya mereka dibunuh. Akhirnya mereka dibunuh dan mereka masuk Islam. Saya ingin saya sampaikan bagaimana mereka puluhan tahun melakukan kesyirikan dan mereka Islam cuma sebentar, tidak sampai 1 siang. Tidak sampai 1 siang, tidak sampai 1 malam, tidak sampai seharian, cuma beberapa jam. Mereka beriman, berduel di pagi hari waktu dhha. Kemudian mereka mengaku kekalahan, mereka beriman, mereka dibunuh. Selesai mereka masuk surga. Betapa luas ampunan Allah Subhanahu wa taala. Hanya iman mereka yang sebentar ternyata menghapuskan seluruh kesyirikan yang mereka lakukan selama ini bertahun-tahun bahkan profesi mereka. Di antara luasnya rahmat Allah, Allah sebutkan dalam Al-Qur'an adalah kisah Ashabul ukhdud yang Allah abadikan dalam surah Alburuj. Ya. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Innalladina fatanul mukmin mukminatiam yatubu falahumabu jahannam wumabul hariq." Sesungguhnya orang-orang yang telah membakar kaumin, kaum mukminat k mereka tidak bertobat. Bagi mereka azab yang pedih dan bagi mereka azab yang membakar. Ayat ini bercerita tentang kisah raja yang zalim yaitu Ashabul Ukhdud yang dia menggali parit karena tidak suka dengan rakyatnya yang beriman. W minhum illa ayminu billahil azizil hamid. Mereka para raja dan anak buahnya. Raja dan anak buahnya tidaklah jengkel dan murka kepada rakyatnya kecuali karena mereka beriman kepada Allah ya subhanahu wa taala. Akhirnya disuruh kufur rakyatnya enggak mau. Maka dia pun galik parit nyalakan api. Kemudian dia bakar kaum mukminin kaum mukminat hidup-hidup. Disebutkan puluhan ribu mukminin maupun mukminat. Kemudian bukan cuma itu, bukan cuma bakar, bahkan mereka duduk nonton. Idzum alaiha quud. Kata Allah, "Tatkala mereka duduk di pinggir parit menonton dibakarnya orang-orang bukan cuma melampiaskan kejengkelan, bahkan mereka bersenang-senang dengan menonton kaum ini yang dibakar hidup-hidup." Jadi, mereka nonton bagaimana dibunuh, bagaimana dibakar, mereka senang. Bayangkan dosa yang mereka lakukan. Kita kalau lihat ada satu orang ya melakukan dosa seperti ini, kita ah ini orang enggak bakalan diampuni. Bayangkan ada orang datang kemudian dia ambil seorang ibu kemudian dia kasih bensin, dia bakar hidup-hidup kemudian dia nonton ketawa-ketawa. Mungkin kalau kita ikut emosi kita bilang ini orang tidak akan diampuni. Ini orang kafir ini. Bagaimana dia bisa bersenang-senang ketawa-ketiwi dengan bakar seorang wanita ini? Ternyata yang dibakar bukan cuma satu orang. Puluhan ribu. Innalladina fatanul mukmin wal mukminat. Membakar puluhan ribu kaum-kaum mukminat. Tib orang ini kalau dia bertobat diterima atau tidak diterima? Makanya Allah menawarkan tobat kata mereka kata Allah subhanahu wa taala tumma lam yatubu kemudian dia tidak bertobat. Artinya apa? Seandainya dia bertobat, seandainya mereka bertobat akan diampuni. Tapi mereka tidak bertobat. Makanya Allah berfirman, "Innalladina fatanul mukminina wal mukminat." Sesungguhnya orang-orang yang menyiksa kaum mukminin kaum mukminatam yatubu. Kemudian mereka tidak bertobat. Falahumabu jahanam. Bagi mereka azab yang pedih. Bagi mereka azab yang membakar. Allah kasih syarat kalau mereka tidak bertobat. Sehingga bisa dipahami dari syarat tersebut seandainya mereka bertobat akan diterima oleh Allah subhanahu wa taala. Makanya seorang salaf ketika membaca ini dia menangis. Dia berkata, "Unzuru ila rahmatillah. Unzur ila karamillah." Lihatlah bagaimana tentang baiknya Allah. Lihatlah bagaimana luasnya rahmat Allah. Bagaimana luasnya ampunan Allah. Qatalu aulia Allah. Mereka membunuh wali-wali Allah. Bukan cuma membunuh doang. Mereka bakar. Mereka bersenang-senang. Mereka nonton bersenang-senang dengan tewasnya orang-orang beriman. Kemudian Allah masih menawarkan tobat kepada mereka. Betapa luasnya ampunan Allah Subhanahu wa taala. Ya. Demikian juga di dalam hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam contohkan tentang bagaimana luasnya ampunan Allah tentang kisah pembunuh 100 nyawa. Kisah ini kisah yang makruf ya. Ketika ada seseorang sudah membunuh 99 nyawa. Tiba-tiba dalam hatinya ingin bertobat. Maka dia bertanya tentang orang yang paling berilmu di atas muka bumi. Maka ditunjukkanlah kepada seorang ahli ibadah namun tidak berilmu. Maka dia datang kepada ahli ibadah. Terus dia berkata, "Wahai rahib, saya sudah membunuh 99 nyawa. Apakah saya bisa bertobat?" Kata rahib tersebut, "Tidak mungkin." Bengis 99 nyawa. Kok mau bertobat? Enggak mungkin. Maka rahib apa? Orang orang yang sudah mundur 99 jawab tersebut emosi. Kemudian dia bunuh sang rahib. Dia bunuh. Menjadi genaplah 100. Ini menunjukkan ini orang mudah emosi. Mudah emosi. Saya tidak bayangkan bagaimana kalau ada orang bertanya kepada saya sedikit-sedikit marah. Sedikit-sedikit marah. Ini gara-gara fatwa tidak sesuai dengan keinginannya dia penggal sekaligus. Jadilah orang tersebut yang ke-100 yang dia bunuh. Orangnya emosian menunjukkan dia mudah. Harusnya kan ya sudah kalau dia enggak bisa dimaafkan, dia tinggalin itu ahli ibadah tadi. Tapi tidak, dia bukan cuma tinggalin saja dia bunuh tuh orang jadi 100 senyawa. Dia cari lagi orang ee ahli ilmu di ketemulah dengan seorang ulama maka ditanya, "Apakah saya sudah mau seorang? Apakah saya bisa bertobat?" Kata ulama tersebut, "Boleh." "Maka tapi kau beribadahlah bersama orang-orang yang saleh. Tinggalkanlah kampungmu menuju ke kampung yang lain." Maka orang ini akhirnya berangkat menuju ke kampung lain untuk beribadah bersama orang saleh. Namun di tengah jalan dia meninggal dunia. Dia belum ibadah, belum, baru mau ke sana mau ibadah. Dia sudah punya niat, sudah punya tekad dan dia sudah meninggalkan kampung halaman yang biasa dia membunuh orang di situ. Orang semua takut sama dia mungkin. Dan dia sudah berjalan menuju kampungnya. Orang saleh tengah jalan dia meninggal dunia. Akhirnya datanglah malaikat azab dan malaikat rahmat berselisih. Ini mau dibawa ke mana? Masukin neraka atau masukin surga? Ternyata Allah suruh mengukur mana yang lebih dekat. Jarak mayit ini ternyata lebih dekat kepada kampung berikutnya. Akhirnya dia dibawa oleh malaikat rahmat. Bayangkan ini orang sudah bunuh 99 orang bahkan 100 orang. Dengan begitu benggisnya mudah sekali emosi. Sedikit-sedikit dia tinggal bunuh ternyata masih diampuni oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka apakah kita masih ragu tentang luasnya ampunan Allah Subhanahu wa taala? Ini semua kisah-kisah menunjukkan ampunan Allah sangatlah ee luas. Bab ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Berikutnya saya akan memberi ee gambaran tentang ee luasnya rahmat Allah Subhan, luasnya ampunan Allah subhanahu wa taala agar kita ee jangan sampai ee suudan kepada Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ee saya akan sebutkan dalil-dalil akan luasnya ampunan Allah. ee Allah menyebutkan ayat-ayat yang menunjukkan luasnya amalan Allah. Di antaranya ayat-ayat khusus yang menunjukkan akan hal tersebut. Ya. Ya. Contohnya dalam surah Az-Zumar ya. dalam surat Az-Zumar ee Azzumar kalau tidak salah ayat 53. Nanti bisa dicek ya ayat 53 ya. Ini ini yang disebut oleh para ulama dengan arja ayatin fi kitabillah. Ini ayat disebut dengan arja ayatin ayatin fi kitabillah. yaitu ee ayat yang paling memberi harapan. Allah berfirman dalam ayat tersebut, qul ya ibadiina asrofu ala anfusim lahmatillah. Kata Allah, qul ya ibadialladzina asrofu ala anfusihim. La taknatu mirahmatillah. Innallaha yagfirudun jamia. Innahu huwal gfurur rahim. Saya artikan kata kata Allah, qul ya katakanlah. Ya ibadi katakanlah. Siapa yang Allah perintahkan? Allah perintahkan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Katakanlah. Jadi ini perintah Allah kepada Nabi untuk menyampaikan kepada hamba-hamba Allah. Demikian juga para dai untuk menyampaikan. Ya ibadi asrofu. Wahai hamba-hambaku. Perhatikan sini. Pertama Allah menamakan pelaku maksiat dengan hamba-hambaku. Hamba-hambaku. Allah masih mengakui pelaku maksiat tersebut sebagai para hamba. Hamba-hamba Allah. Allah tidak. Allah tidak. Tetap Allah mengatakan hamba-hambaku. Berarti ada kasih sayang Allah kepada hamba-hamba Allah melakukan maksiat. Alladzina asrofu alfusim. Israf ya perhatikan nomor dua. Israf artinya adalah berlebih-lebihan dalam maksiat. Bukan bermaksiat biasa, tapi berlebih-lebihan dalam maksiat. Israf mubadir dalam maksiat. Kalau bahasa kita berlebih-lebihan dalam maksiat. Bergelimang dalam maksiat. Bukan sekali dua kali. Bergelimang membunuh, merampok, berzina, dan yang lainnya. Allah mengatakan la taqnatu rahmatillah. Jangan putus asa rahmat Allah. Ya, jangan putus asa dirahmati Allah ya. Jangan putus asa. Innallaha yagfirudun jamin. Allah mengampuni seluruh dosa. Ya, ini yang e kelima atau yang keempat. Allah mengampuni seluruh dosa tanpa ada pengecualian mengampuni seluruh dosa. Jadi Allah mengampuni Allah Allah tekankan dengan jamian. Jadi jamian ini artinya seluruhnya tanpa kecuali. Dosa besar, dosa kecil, dosa sebanyak apapun. Ya. Kemudian Allah tutup dengan innahu hual gfur. Perhatikan sini Allah Allah mengatakan Allah maha pengampun. Allah gandingkan lagi dengan arrahim. Maha penyayang. Maha penyayang. Ya. Sehingga dalam ayat ini kata para ulamaah ayat yang paling beri harapan. Kenapa? Kepada pelaku maksiat. Paling beri harapan kepada pelaku maksiat. Allah menamakan mereka dengan hamba-hamba. Bahkan Allah menyuruh ee mungkin tambahan yang ketujuh qul di sini Allah menyuruh untuk mengabarkan hal ini. Ya, katakanlah itu perintah Allah untuk mengabarkan hal ini. hal ini. Makanya saya termasuk menjalankan perintah Allah ini saya kabarkan kepada diri saya, kepada para hadirin dan hadirat bahwasanya perintah Allah ampunan Allah sangat ee sangat luas. Demikian juga ada hadis-hadis khusus yang menunjukkan akan hal ini ya. Hadis-hadis khusus ya. Yang kedua hadis-hadis khusus. Ayat semakna ini banyak ya. Di antaranya surat Az-Zumar ini di antaranya misalnya ee Allah apa namanya? Tib satu-satu aja lah. Kita hadis-hadis khusus seperti dalam hadis yang termaktub dalam Arbain Nawawiyah ya. Allah mengatakan tentang luasnya Allah subhanahu wa taala. Kata Allah Subhanahu wa taala, eh ya bna adam ya innama rajautani wani gofartu laka wala ubali ya makana minka wala ubali. Kata Allah, "Wahai anak Adam, selama kau berdoa kepadaku, selama kau berharap kepadaku, aku akan mengampui dosa-dosamu. Apapun dosa-dosamu, aku tidak peduli." Yni ya bna adam, lau balagat dunubuka ananama tummaagfartani gofartu laka alana minka wala ubali. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Wahai anak Adam, kalau dosamu setinggi sampai ke langit, bertumpuk sampai ke langit, kemudian kau istigfar kepadaku, aku akan ampuni dan aku tidak peduli dengan dosa-dosamu. Kecil bagiku." Kemudian kata Allah juga, "Ya Adam, seandainya kau datang kepadaku dengan dosa sepenuh bumi ini, bukan banyak buih di lautan, bukan sebesar tinggi gunung, bukan sebesar bumi ini, kau bawa dosa, kau pikul dengan beratnya dosa sebesar-seberat bumi." La tusriku bisai. Kau datang kepadaku tidak berbuat syirik kepadaku. Laataituka biqab magfir. Aku akan ampuni dosa-dosamu dan aku tidak peduli. Ya. Jadi, Subhanallah. Bagaimana luasnya ampunan Allah Subhanahu wa taala meski meski dosa setinggi langit ya. Meski dosa setinggi langit setinggi langit ya. Meski dosa ee seberat bumi, kalau istigfar Allah akan ampuni. Allah akan ampuni. Allah akan ampuni. Ya. Di antara luasnya ampunan Allah Subhanahu wa taala. Ya, mungkin kita kasih gambaran juga misalnya ee Allah mencintai, Allah gembira ya. Allah gembira dengan orang yang bertobat. Dalam hadis riwayat Muslim kata Allah Subhanahu wa taala kata Nabi sallallahu alaihi wasallam dalam hadis yang masyhur kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ehallahi asadu farahan bitbati abdihi hina yatubu ilai kata Nabi sallallahu alaihi wasallam lallahu asyaddu faraohan bi taubati abdihi hina yatubu Saya artikan Allah lebih bergembira dengan tobatnya seorang hamba hambanya kepadanya ketika bertobat kepada Allah daripada salah seorang dari kalian. Tadinya seperti seorang dari kalian dia membawa untanya kanain falat. Dia sedang berada di tengah padang pasir ee kemudian bersama untanya. Wa alaiha thaamu. Ternyata dalam di atas untanya itu ada bekalnya, ada makannya, minumannya. Tiba-tiba unta tersebut kabur. Kemudian dia qisah dia putus asa. Menurut dia untanya enggak akan kembali. Dan apa yang bisa dilakukan? Di tengah padang pasir gak ada makan, gak ada minuman, minumannya sama untanya, untanya kabur. Maka dia cari ada pohon di tengah padang pasir. Dia berbaring di bawahnya. Dia menunggu akan kematiannya. Kematiannya akan datang secara perlan-tahan. Mulai dia haus, mulai dia lapar, sedikit-sedikit kematian datang. Dia tidak bisa apa-apa. Sudah. Tiba-tiba tatkala dia sudah putus asa merasa dia akan meninggal dunia dan dia sudah untanya tiba-tiba tiba-tiba untanya datang dan makanan masih lengkap maka dia segera bangkit maka segera dia pegang tali kekang untanya dia bersyukur berarti dia akan selamat saking gembiranya dia salah ngomong dia berkata, "Allahumma anta abdi wa anbuk ya Allah sungguh benar engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu." Kata Nabi, "Akt miniddatil farah." Dia salah ngomong karena saking gembiranya. Kita bayangkan ini ada orang mungkin kalau kita gambar, "Siapakah orang paling gembira di alam semesta?" Ini adalah contohnya orang ini. Merasa dirinya bakalan mati di tengah padang pasir. Nunggu kematian datang secara bertahap, tiba-tiba datang kehidupan. Tiba-tiba untanya yang ucul tadi datang dan bawa makanan masih lengkap. Maka dia pegang saking gembiranya dia berkata, "Allahumma anta abdi wa ruk." Sungguh ya Allah. Dia bersyukur nih. Tapi dia salah ngomong. Dia bilang, "Engkau adalah hambaku. Aku adalah Tuhanmu." Kata Nabi, "Aktidil farah." Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, dia salah ngomong karena saking gembiranya. Kata Nabi, "Allah lebih gembira dengan tobatnya seorang hamba daripada gembiranya orang ini." Saya kadang memikirkan hadis ini, bagaimana kok bisa Allah sangat gembira kepada orang yang ee bertobat daripada gembiranya luar biasa. Namun hal ini semakin terbuka bagi saya karena memang Allah maha pengampun, Allah maha penyayang. Di antara hal yang menunjukkan akan hal ini mungkin kita bingung bagaimana menggambarkan Allah lebih gembira daripada gembiranya orang ini. Ternyata ya ee ternyata Allah lebih sayang kepada hamba daripada kasih sayang ibu. ibu kepada anaknya. Dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Lallahu arhamu biadi min had biwaladiha." Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-hambanya daripada ibu ini terhadap anaknya. Rasulullah mengucapkan hal ini ketika ada seorang ibu yang kehilangan anaknya di dalam peperangan dia cari anaknya. Dia ingin dan dia nangis-nangis mencari anaknya. Bayangkan bagaimana seorang ibu anaknya masih kecil hilang. Kita tahu kesan ibu kepada anak paling besar. Apalagi dalam kondisi demikian. Akhirnya ketika dia dapat anaknya, maka seera dia dekap, dia susui anaknya. Anaknya nangis-nangis, dia susui. Nabi melihat pemandangan ini, Nabi mengatakan, "Wahai para sahabatku, thatun finar, menurut kalian ibu ini akan lemparkan anaknya di neraka di api?" Kata mereka, "Tentu tidak, ya Rasulullah." Dia sayang kepada anaknya. Maka kata Nabi, "Lallahu arhamu biibadi." Allah lebih sayang kepada hambanya daripada ibu ini kepada anaknya. Ibnu Hajar rahimahullah ketika membawakan hadis dia berkata, "Ini menunjukkan seorang hamba harus senantiasa bersandar kepada Allah. Dia harus husnudan kepada Allah karena Allah b sayang kepada dia daripada ibunya kepada terhadap anaknya." Ee sebagai gambaran sederhana, kita terkadang punya masalah sama orang tua. Mungkin kita bikin jengkel orang tua, mungkin orang tua marah sama kita. Terkadang tidak mudah orang tua maafkan kita. Kadang kita berusaha, terkadang kita ketakutan, terkadang tapi kalau Allah Subhanahu wa taala kita punya salah banyak apapun tinggal kita nangis, duduk menangis bersimpul di hadapan Allah. Allah ampuni. Allah ampuni. Gak perlu kita pandai nyusun kata-kata. Terkadang kita punya masalah sama ayah kita, sama ibu kita, terkadang tidak mudah diampuni oleh dimaafkan oleh ayah dan ibu kita. Terkadang dendam, terkadang berlama, terkadang orang tua musuhi anaknya berlama-lama. Tapi kalau Allah Subhanahu wa taala ya sangat sayang kepada hambanya. Ini butuh husnudan kepada Allah. Sehingga ini menunjukkan bahwasanya rahmat Allah begitu begitu luas. Nah, kita bisa bayangkan saya saya bisa bayangkan ya kalau anak saya nakal misalnya saya jewer, saya usir dari rumah kemudian dia nangis kemudian dia pergi saya tentu sayang sama dia. Begitu tiba-tiba dia pulang kemudian dia ketuk pintu dia nangis. Dia mengatakan ayah saya minta maaf ya ayah saya salah. Dia nangis-nangis. Kemudian kira-kira saya sayang, saya sangat sayang sama dia. Maka saya saya bukan saya akan peluk dia dengan pelukan yang hangat. Saya lebih sayang kepada dia meskipun dia telah melakukan kesalahan. Kalau kita bisa gambarkan kita dalam kehidupan nyata anak kita bersalah, mungkin kita jewer, mungkin kita. Tapi ketika dia kembali kita sayang, demikian Allah lebih utama. Allah lebih sayang kepada daripada kita terhadap anak kita. Allah lebih sayang kepada kita daripada kita kepada anak anak kita. Makanya benar Allah sangat gembira ketika ada seorang hamba yang bertobat. Maka kita tahu rampunan Allah sangat luas. Maka jangan ragu-ragu untuk segera bertobat kepada Allah subhanahu ee wa taala. Ini di antara ee yang menunjukkan bahwasanya kenapa Allah begitu gembira kepada orang yang ee bertobat. Karenanya, karenanya Nabi mengabarkan ya, jika ada manusia tidak ber tidak ee jika manusia tidak bertobat, ada manusia tidak berdosa, maka Allah akan musnahkan dan Allah ganti dengan manusia yang berdosa. Manusia yang berdosa dan bertobat. Ini dalam ee hadis Abu Hurairah kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Laam tuibu, kalau kalian tidak berdosa lhaballahu bikum Allah akan memusnahkan kalian." Kemudian Allah akan datangkan suatu kaum yang mereka berdosa fayagfirullah. Mereka beristigfar fayagfirullahu lahu maka Allah akan ampuni mereka. Jadi memang ee ketika seorang melakukan dosa memang dosa itu buruk tapi Allah mentakdirkan seorang berdosa agar ada suatu ibadah yang Allah cintai itu adalah tobat. Dia bertobat. Ketika dia bertobat nampak kehinaannya, nampak kerendahannya, hilang semua ujubnya, hilang semua keangkuannya, hilang semua PD-nya terhadap imannya, hilang semua kebanggaannya terhadap amal salehnya. Dia tahu dia bersalah. Bersimpa di hadapan Allah, dia menangis. Ini kondisi Allah sangat cintai. Ini saya kasih gambaran kenapa Allah Subhanahu wa taala sangat mencintai orang yang bertobat. Makanya dalam Al-Qur'an Allah mengatakan, "Innallaha yuhibbut tawabin." Innallaha yuhibbut tawwabin. Allah mencintai hamba-hamba yang suka bertobat. Siapa yang sering bertobat maka dia semakin dicintai oleh Allah Subhanahu wa taala. Dia semakin dicintai oleh Allah Subhanahu ee wa taala. Tayib. Kemudian di antara luasnya ampunan Allah Subhanahu wa taala banyak sebab. Sebab dosa-dosa diampun. Ibnu Taimiyah rahimahullahu taala menyebutkan sekitar 10 sebab. dosa-dosa diampuni. Dia saya sebutkan sebagiannya di antaranya bertobat ini jelas. Kemudian ee di antaranya adalah ee musibah-musibah kita kena musibah diampuni dosa-dosa kita. Tidak di musibah apapun. sedih, gelisah, gundah-gulana, kena paku, kena duri, dizalimi orang, dinyinyir orang, dihinakan orang, ee musibah di keluarga ee berkaitan dengan istri-perkait dengan anak, pulang diomelin, istri, pulang diomelin suami, anak-anak seperti ini. Ini semua kalau kita hadapi dengan tenang semuanya adalah sebab diampuni dosa-dosa. Makanya dalam satu hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wala yazalu eh al bala biabdin ya senantiasa apa namanya e musibah mengenai seorang hamba terus sampai dia berjalan di atas muka ini tanpa ada dosa sama sekali. Dalam hadis kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Innallaha idza arada bi abdi khairon yusib minhu." Kalau Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Allah kenakan musibah. Dan kita tahu semakin orang tinggi imannya, semakin banyak musibah yang dia hadapi. Cuma dia bisa menghadapi dengan tenang. Ternyata musibah-musibah ini adalah salah satu sarana agar diampuni dosa-dosa. Terkadang seorang tidak sadar tiba-tiba dia gelisah. Ketahuilah gelisah yang sedang dialami, dia enggak tahu mungkin apa sebabnya apa. Saya kok gelisah, enggak enak ya. Ketahuilah itu menggugurkan dosa-dosanya daripada Allah kenakan dia musibah yang lebih parah. Terkadang masalah kita tahu-tahu itu tentunya menghapuskan ee dosa-dosa. Kemudian di antara ee sebab dia dosa-dosa diampuni misalnya adalah ee amalan-amalan saleh. Alhanatul mahiah. Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan hasan tamhuha. Kalau kau melakukan dosa maka ikutkanlah kebaikan niscaya akan mengampuni dosa-dosamu. Allah beri ampunan dengan kau beramal saleh. Para ulama mengatakan amal saleh itu seperti air yang bersih, dosa seperti najis. Kalau air besinya banyak, dosa tersebut akan hilang. Ya, seperti najis kalau kita sirami air air air akan akan hilang. Contoh seb mengatakan, "Jika Anda tidak sengaja melihat aurat wanita, perbanyak lihat Al-Qur'an. Baca Al-Qur'an. Semoga penglihatan yang bersih ini bisa menghapuskan penglihatan yang salah ee tersebut. Jika seorang melakukan maksiat, segera berbakti pada orang tua, bersedekah salat malam, lakukan kebaikan-kebaikan agar dosanya tersebut diampuni oleh Allah subhanahu wa taala. Di antaranya adalah ee yang keempat misalnya ee doa orang-orang beriman untuknya. Ya, seorang sudah meninggal ada orang doakan dia atau dia masih hidup, "Ya Allah ampuni dia, ampuni diampuni oleh Allah subhanahu wa taala dengan doa orang-orang beriman untuknya." Di antaranya lagi misalnya syafaat ya orang-orang beriman untuknya. atau ee syafaat Nabi sallallahu alaihi wasallam tentunya lebih utama atau syafaat malaikat ya syafaat anaknya yang masih kecil banyak syafaat juga bisa mengampuni dosa-dosa ee seseorang ya. Ya, Nabi sallallahu alaihi wasallam mengatakan, "Wauwati syafaatumati." Ya, aku menyembunyikan doaku yang pasti dikabulkan sebagai syafaat bagi umatku yang melakukan dosa-dosa pada hari kiamat. Bagi yang tidak yang meninggal tidak berbuat syirik kepada Allah Subhanahu wa taala. Dalam riwayat yang lain kata Nabi, "Syafaati li ahlil kabair." Syafaatku bagi pelaku dosa-dosa ee besar. di antaranya juga ee kondisi berat yang dialami dialami di ee hari akhir kata para ulama contohnya seperti damatul qabar himpitan kuburan kubur contohnya maksudnya dahsyatnya padang mahsyar yang seperti contohnya ee apa namanya? Dahsyatnya sirat. Sebagian ulama mengatakan ini adalah salah satu hal yang bisa menghapuskan ee dosa-dosa ee ee seseorang, menghapuskan dosa seseorang. Ada sebab-sebab yang lain yang disebut oleh para ulama ini saya yang saya ingat hanya sekian. Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan sekitar ada ee 10 di antaranya juga yang terakhir mungkin adalah ampunan Allah. Ampunan Allah tanpa sebab ya, tanpa sebab khusus. Ini tujuh Allah mengampuni ya. Karena Allah mengatakan innallah yagfir innallaha la yagfirus bih wagfir maunalika lima yasya. Allah tidak mengampuni dosa syirik, tapi Allah mengampuni dosa selain syirik bagi yang Allah kehendaki. Ada dosa-dosa Allah ampuni terserah Allah Subhanahu ee wa taala. Ya, demikian ee rekan-rekan yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa yang bisa kita sampaikan yang penting adalah bukan sebagai wawasan yang penting kita amalkan. Jangan pernah suudon kepada Allah subhanahu wa taala. Yakinlah sebagaimana dalam hadis qudsi, "Ana indadoni abdi bi." Kata Allah, "Aku tergantung persangkaan hambaku kepadaku." Falyadunnu abdi falyadun abdi byaah. Silakan hambaku ee mempersangkakan diriku dengan apa yang dia kehendaki. Inna khairan falahu. Kalau dia berprasangka baik kepadaku, bagi dia kebaikan. Wa syar falahu. Kalau dia berprasangka buruk bagiku, bagi dia keburukan. Maka kapan kita melakukan maksiat? Kita yakin Tuhan kita lebih sayang kepada kita daripada ibu kita kepada kita. Segera kita kembali, segera kita minta ampun. Kapan kita bermasat lagi minta ampun lagi kepada Allah. Dan demikianlah jangan karena pernah kita berhenti untuk terus minta ampun kepada Allah subhanahu wa taala. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hambanya yang senantiasa bertobat, yang dicintai oleh Allah subhanahu wa taala yang diilhamkan untuk senantiasa kembali kepada Allah subhanahu wa taala. Kurang lebih saya mohon maaf. Wabillahi taufik walhidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Subhanakallah wabihamdik ashadu alla ila anta astagfirubik. Yeah.
Resume
Requeue
Categories