Transcript
u8CkWtCnYKM • Luasnya Ampunan Allah - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A.
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2401_u8CkWtCnYKM.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wattinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la
syarikalahuiman wa asadu anna muhammadan
abduhu wa rasuluhu daila ridwani
allahumma sholli alaihi waa alihi wa
ashabihi wa ikhwan ee ikhwan dan akhwat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
bapak dan ibu yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala sesungguhnya
merupakan suatu sifat yang lazim pada
manusia ya adalah potensi untuk
melakukan dosa ini adalah satu hal yang
tidak bisa dihindari seorang manusia dia
pasti berdosa. Dan ini sudah dinyatakan
oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Kullu
bani Adam khatirul khaina attawabun." Ee
seluruh anak Adam suka melakukan dosa
dan sebaik-baik yang berdosa adalah yang
bertobat. Ya, seakan-akan sifat
melakukan dosa adalah suatu yang
kelaziman pada manusia. seperti sifat
lapar, seperti haus, seperti sifat
emosi, seperti sifat-sifat banyak yang
melazimi manusia. Demikian juga dalam
hadis qudsi kata Allah Subhanahu wa
taala, "Ya ibadi innakum tukhtiuna baili
wa nahar." Wahai hamba-hambaku,
sesungguhnya kalian melakukan dosa-dosa
di pagi hari dan juga di di siang hari,
di malam hari. Eh, wa agfirunuba jami
dan aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya.
fastagfiruni agfir lakum. Maka mohonlah
ampunan kepadaku, niscaya aku akan ee
mengampuni ee
kalian. Bahkan ee Al-Qur'an menjelaskan
kepada kita ee bukan hanya orang-orang
saleh, bahkan orang-orang yang telah
mencapai tingkatan tertinggi seperti
para nabi dan rasul, mereka juga
melakukan kesalahan-kesalahan. Hanya
saja mereka langsung bertobat kepada
Allah Subhanahu wa taala. Contohnya Nabi
Adam Alaih Salam ketika melanggar dengan
memakan buah yang dilarang. Allah
abadikan dalam Al-Qur'an kisahnya.
Mereka langsung berkata, "Rabbana
dolamna anfusana waillam
tagfirlanahamlana min khasirin." Ya Rabb
kami, sungguhnya kami telah menzalimi
diri kami. Ee jika Engkau tidak
mengampuni kami, tidak merahmati kami,
sungguh kami termasuk orang-orang yang
merugi. Maka Allah pun mengampuni Nabi
Adam Alaih Salam. Kemudian Nabi Nuh
Alaih Salam juga pernah bersalah ee
minta agar Allah mengampuni anaknya. Ya,
innabni min ahli wa inna waakal haqqu
anta ahkamul hakimin. Ya Allah,
sungguhnya anakku ya yang meninggal
dalam kondisi kafir adalah dari
keluargaku. Ya, e Nabi Nuh minta agar
Allah mengasihi anaknya yang meninggal
dalam kondisi kafir. Maka Allah tegur,
"Ya Nuh, innahu laisa min ahlika innahu
amalun shalni maaaka bihi ilm. Wahai
Nuh, anakmu itu adalah bukan dari
keluargamu. Dia telah melakukan
perbuatan yang tidak benar. Yau dia
telah kafir. Maka jangan kau minta
kepadaku suatu yang kau tidak punya ilmu
tentangnya. Inni aiduka. Aku menasihati
engkau agar kau tidak termasuk dari
golongan orang-orang yang jahil.
Kemudian Nuh berminta ampun ya atas
kesalahan yang dia lakukan. Demikian
juga Allah contohkan
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an.
Nabi-nabi yang lain juga melakukan ee
kesalahan. Nabi Daud, Nabi Sulaiman,
Nabi Yunus dan banyak nabi-nabi Allah
contohkan mereka. Hanya saja yang dosa
mereka lakukan adalah dosa kecil dan
mereka langsung bertobat kepada Allah
karena pengagungan mereka kepada Allah
yang luar biasa. Jika ee orang-orang
hebat seperti mereka tidak luput dari
kesalahan, bagaimana dengan kita yang
jauh dari kesempurnaan, yang masih
mengikuti hawa nafsu, ee yang masih ee
senang dengan maksiat. Bagaimana lagi di
zaman sekarang yang kita hidup di
tengah-tengah ee kondisi yang mudah
sekali kita bermaksiat dengan ee mata
penglihatan, maksiat dengan pendengaran,
maksiat dengan komentar ee dengan lisan,
dengan hati dan banyak hal dosa-dosa
yang kita ee lakukan. Akan tetapi
ee ternyata Tuhan kita Allah Subhanahu
wa taala adalah maha pengampun lagi maha
penyayang. Dan Allah subhanahu wa taala
rahmatnya sangat luas dan ampunannya
sangat sangat luas. Oleh karenanya Allah
Subhanahu wa taala mensifati atau
menamakan dirinya dengan nama-nama yang
menunjukkan akan luasnya ampunan Allah
subhanahu wa taala. Di antaranya nama
Allah adalah alghfur ya. Al-ghfur.
Selain juga ada alghofir dan ada juga
algffar. Ya. Datang dalam Al-Qur'an tiga
nama. Al-Ghfur, Alghafir, Al-Ghffar.
Alghafur seperti dalam Al-Qur'an banyak
sekali.
Dialah maha pengampun lagi maha
penyayang. Algofir seperti dalam surat
gofir gofiriambi
waqiliid. Dialah gofiriambi e pengampun
dosa-dosa. Demikian gar seperti dalam eh
surat Nuh ya. Innahuana goffar ya
yursilama alikum. Nabi Nuh berkata
kepada kaumnya untuk bertobat
beristigfar kepada Rabb mereka kepada
Allah. Innahuana gfar. Sesungguhnya
Allah adalah algffar. Yang gfur maupun
gffar maupun gfir menunjukkan makna
ampunan Allah subhanahu wa taala.
Bahwasanya Allah subhanahu wa taala
mengampuni dosa hamba-hambanya dan Allah
menutupi dosa hamba-hambanya. Di antara
nama-nama Allah yang menunjukkan luasnya
ampunan Allah adalah attawwab. Innahu
kana tawwaba. Sesungguhnya Allah
subhanahu wa taala maha ee menerima
taubat hamba Allah. tawab di di
antaranya Allah mengilhamkan kepada sang
hamba untuk bertobat. Kemudian Allah
menerima tobat ee sang hamba. Betapa
besar dosa seorang, betapun banyak dosa
seorang, betapa berbagai macam bentuk
dosa seorang, maka akan mudah diampuni
oleh Allah subhanahu wa taala. Karenanya
para ulama mengatakan algfur maupun
algffar maupun alghafir ini tiga nama
kembali kepada makna ghufran atau
maghfirah ya. gffar, gofir, maupun gfur.
Ketiga, makna ini ee menunjukkan makna
yang berbeda-beda secara spesifik. Ada
yang menunjukkan bahwasanya dosa
sebanyak apapun Allah akan mengampuni
sebanyak apapun. Ya. E kalau tidak salah
itu adalah alghfur. Sebanyak apapun dosa
akan diampuni. Kalau alghffar kalau
tidak salah menunjukkan dosa sebesar
apapun. Sebesar apapun Allah akan
mengampuni. Jadi dosa sebanyak apapun
Allah akan ampuni. Sebesar apapun Allah
akan ampuni. Bervariasi Allah akan
berulang-ulang Allah akan ampuni. Karena
Allah algfur. Karena Allah algfur.
Demikian juga attawwab. Attawab. Allah
Subhanahu wa taala tawab maha menerima
ee ee tobat seorang hamba. Jika dia
bertobat dengan memenuhi persyaratan
tobat, Allah pasti menerima tobat
tersebut. Alam yalamu annallahaqbal
taubatan ibadi. Tidakkah mereka
mengetahui bahwasanya Allah dialah yang
menerima tobat e seorang hamba? Bahkan
di antara makna attawab yaitu Allah
mengilhamkan kepada seorang hamba untuk
bertobat. Ya, kita kenyataan tiba-tiba
ada seorang pezina ingin bertobat.
tiba-tiba ada ee seorang pembunuh ingin
bertobat. Ya, kenapa Allah ilhamkan dia
untuk bertobat? Kadang kita lihat
seorang tidak mungkin dia akan bertobat.
Tahu-tahu dia ee bertobat. Ya. Dan Allah
Subhanahu wa taala menjelaskan tentang
luas ampunan Allah Subhanahu wa taala
dalam kisah-kisah yang Allah sebutkan
dalam Al-Qur'an. Demikian juga
kisah-kisah yang disebut oleh Nabi dalam
hadis-hadisnya. Saya akan sebut beberapa
kisah-kisah dalam Al-Qur'an yang
menunjukkan bahwasanya Allah Subhanahu
wa taala ee ee maha menerima tobat dan
ampunannya sangat ee sangat luas. Di
antaranya Allah mengkisahkan tentang
kisah Firaun ya. Firaun ya dan semisal
adalah Raja Namrud adalah orang yang
paling bejat di alam semesta yang
mengaku diri sebagai ee Tuhan ya. Eh,
tidak ada orang lebih bejat seperti
Firaun yang bahkan dengan sombongnya,
dengan congkaknya dia mengatakan, "Ana
rbukumul a'la." "Aku adalah Tuhan kalian
yang maha tinggi." Bahkan dia
mengingkari adanya Allah Subhanahu wa
taala secara lisan. Ya, meskipun hatinya
mengakui. Makanya dia mengatakan,
"Ya asbab
asbabamawati Musa inniuh."
Dia bilang, "Wahai Haman panglimaku, ya
ee bangunlah bangunan yang tinggi. Aku
ingin naik ke bangunan tinggi tersebut
untuk melihat apakah ada Tuhannya Musa
di atas." Ya, karena menurutku Musa itu
pendusta. Ya, karena Nabi Musa sering
menyampaikan Tuhannya di atas, maka
Firaun ingin membuktikan bahwasanya
Tuhan Musa tidak ada. Maka dia bilang,
"Wahai Haman, bangunkan bangun yang
tinggiah Musa. Aku ingin lihat kepada
Tuhannya
Musa." Dia berdosa. Tuhan Musa enggak
ada. Akulah Tuhan. Akulah Tuhan. Bahkan
akulah Tuhan yang seandainya ada
Tuhan-tuhan selain aku, maka Akulah
Tuhan yang maha maha ee tinggi.
Seharusnya orang seperti Firaun langsung
dibinasakan oleh Allah Subhanahu wa
taala. Ya, karena kurang ajar ya. Allah
ciptakan dia kurang ajar ya. Sudah Allah
ciptakan dia, Allah berikan dia nikmat,
Allah berikan dia kerajaan, namun dia
sombong. Dia bahkan mengaku kepada Tuhan
bahkan tidak mengakui tentang ketuhanan
Allah Subhanahu wa taala. Makanya
berkatakan wama rabbul alamin. Dia
berkata siapa Rabbul Alamin itu wahai
Musa? Dalam ayat ini mengatakan,
"Famarbukuma ya Musa." Siapa tuan kalian
wahai Musa dan Harun? Ya, dia seperti
mengingkari ya. Kenapa? Karena
kesombongan ya. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Wajahadu biha was anfusumulman
wauluwan." Mereka berusaha mengingkari
dengan lisan mereka padahal hati mereka
meyakini. Tapi mereka mengingkari dengan
lisan mereka mengingkari e Firaun dan
para pengikutnya. Zulman uluan karena
kezaliman dan karena kesombongan. Tapi
apakah Allah langsung kirim halilintar
membakar Firaun? Apakah Allah kemudian
kirim misalnya batu besar untuk memecah
kepalanya? Jawabannya tidak. Allah masih
menawarkan ampunan kepada Firaun. Allah
masih mengirim Musa dan Harun untuk
mendakwahi Firaun. Allah berkata kepada
Musa dan Harun, idhaba ila Firaun inahu.
Pergilah kalian berdua kepada Firaun.
Sesungguhnya telah melampaui batas.
Faquah layina. Ucapkanlah kepada kalian
berdua. Ucapkanlah kepada Firaun dengan
lay dengan kata-kata yang lembut.
Siapa tahu dia sadar, siapa dia takut
kepada Allah Subhanahu wa taala. Dan
benar Musa Alaih Salam ketika datang
kepada Firaun, dia ucapkan dengan
kata-kata yang lembut. Ya. Ya. Dia
berkata,
"Fahallaka." Ya, maukah engkau
mensucikan dirimu hai Firaun? Maukah aku
memberi petunjuk kepada engkau kalau kau
mau? Kata-kata lembut dari Musa kepada
Firaun. Firaun membangkang, menentang.
Ya, kalau seandainya Firaun bertobat
pasti diterima oleh Allah. Firaun yang
ngaku sebagai Tuhan, yang menyiksa Bani
Israil, yang membunuh anak-anak dengan
kejamnya, dengan biadabnya. Bayangkan
setiap ada anak laki-laki yang lahir,
dia sembelih. Semua wanita yang hamil
disensus sama Firaun 1 tahun dia ingin
basmi seluruh anak-anak. Ditungguin sama
anak buahnya. Begitu lahir, anaknya
laki-laki langsung sembelih. Kalau anak
perempuan yastahyunahum dibiarin hidup.
Laki-laki disembelih. Disembelih
kejamnya luar biasa. yang Allah
mengatakan Firaun yang memiliki
tali-tali yang melakukan kerusakan di
atas muka bumi. Di antara tali tersebut
disebut oleh para ulama digunakan untuk
menyiksa rakyatnya. Kalau ada rakyatnya
yang yang yang membangkang, maka dia
siksa dengan memasang tali di arkannya
di tangan kanan, tangan kiri, kaki
kanan, kaki kiri. Kemudian ditarik,
disiksa lepas tubuhnya. Dan itu siksaan
yang dinonton oleh Firaun dan anak
buahnya. di antaranya menyiksa Bani
Israil bertahun-tahun. Ya, subhanallah.
Tapi begitu kejamnya Firaun, Allah masih
ee mengirim Nabi Musa dan Harun. Bahkan
dua nabi diutus. Laallahu yatadakaru.
Semoga dia sadar au yaksya atau dia
takut. Bahkan Allah suruh Musa untuk
mengucap kata-kata yang lembut. Tunnya
tidak lain kecuali agar Firaun bertobat.
Seandainya dia bertobat, dia pasti
diampuni. Ini menunjukkan luasnya
ampunan Allah. Bahkan kepada orang yang
sangat super bejat di alam semesta
Firaun mengaku sebagai Tuhan mengingkari
adanya Allah, menyiksa,
membunuh, tetap saja masih ditawarkan
ampunan. Seandainya dia bertobat, dia
akan diampuni. Tapi qadarullah ya
ternyata Firaun tidak bertobat dan dia
baru bertobat ketiga ketika dia mau
tenggelam.
Hatta
amahu minal
muslimin ketgelam baru kemudian
mengucapkan
lailahaillallah. Firaun ucapan
terakhirnya sebelum meninggal lah tapi
tidak bermanfaat lailahaillallahnya.
Kenapa dia akan tenggelam? Dia sudah
melihat kematian di hadapannya maka
tidak bermanfaat tobatnya Firaun. Kar
mengalami muayana. Muayan itu sudah
melihat malaikat ya. Sehingga tidak
bermanfaat ucapan lailahaillallahnya di
penghujung hayatnya sehingga dia pun
kekal dalam neraka selama-lamanya.
Intinya saya sampaikan bahwasanya Firaun
yang begitu kejam tetap diberi ee
kesempatan oleh Allah untuk mendapat
ampunan. Namun dia tidak mengambil
ampunan tersebut. Seandainya dia
bertobat, Allah akan ampuni
dosa-dosanya.
Contoh yang yang juga Allah sebutkan
dalam Al-Qur'an tentang kisah luasnya
ampunan Allah Subhanahu wa taala adalah
tentang kisah para penyihir Firaun. Dan
ini kisah yang menakjubkan ya, para
penyihir Firaun. Bagaimana Firaun ketika
menantang duel Musa Alaih Salam
untuk
ee untuk membatalkan Musa, untuk
mempermalukan Musa. Ee kemudian di hari
raya tersebut dipanggillah ee para
penyihir yang jumlahnya banyak. khilaf
di kara di kalangan para ahli tafsir.
Apakah jumlahnya puluhan, apakah
ratusan, apakah ribuan. Tapi ini seluruh
penyihir mereka dipanggil untuk melawan
Musa sendirian. Untuk berduel melawan
Nabi Musa. Dan para penyir tersebut
datang dengan begitu semangat. Mereka
berkata, "Inna lana ajran in kunna
nahnul golbin." Wahai wahai Firaun.
Kalau kami menang lawan Musa, apa kami
akan dapat ganjaran, dapat upah? Kita
lawan Musa ini enggak enggak gampang.
Musa ini gampangannya dalam bahasa
mereka sakti ya. bisa ngerubah tongkat
jadi ular. Kemudian kalau tangannya
dikeluarkan keluar cahaya sakti melawan
dia. Enggak gampang. Kita datang
ramai-ramai. Ana ajran inuna golin. Apa
kami dapat upah kalau kami menang? Apa
kata
Firaun? Qala iya kalian akan dapat. Q
naam wa innakum laminal muqarabin. Bukan
cuma dapat bukan cuma dapat upah. Kalian
akan menjadi pembesar-pembesarku. Minal
muqarabin yang didekat yang didekatkan
kepada sang raja. Siapa yang tidak
semangat? Maka para penyihir tersebut
semangat. Bayangkan para penyihir
profesi mereka syirik. Sihirsyirik. Ya,
kita tahu orang melakukan sihir dalam
Islam dipenggal kepalanya melakukan
praktik sihir. Ya, hadus sahirbatun
bisaif. Bahwasanya penyihir dipenggal ee
kepalanya. Jadi mereka ini luar biasa ee
profesi mereka puluhan tahun sebagai
penyihir. Mereka pakar dalam menyihir.
Dan mereka datang untuk berduel dengan
utusan Tuhan.
datang untuk melawan Nabi Musa alaihi
salam. Tujuan mereka
demikian. Ketika mereka berduel, sebelum
berduel, Nabi Musa menasihati mereka,
"La taaru
alallahianitakum
waqar usah." "Wahai kalian tukang si,
jangan kalian berdosa atas nama Allah
Subhanahu wa taala." Ya, sungguh telah
merugi orang berdusta atama Allah
subhanahu wa taala. Allah akan
menimpakan azab kepada kalian.
Subhanallah. ucapan yang keluar dari
hati Nabi Musa kepada mereka yang mereka
ini profesinya tukang sihir selama ini.
Musyrikin melakukan ee syirik yang
paling parah, syirik sihir.
Ya, kalau mereka meninggal tentu kekal
dalam neraka selama-lamanya. Tapi Nabi
Musa alaihi salam tetap menyampaikan
nasihat kepada mereka sebelum berduel.
Ya la taaru
alallahianitakum faqar. Jangan kalian
berus atas nama Allah. Kalian akan
ditimpa dengan azab. Sungguh merugi
orang yang berdusta. Akhirnya mereka
mengatakan, "Qu ya
Musa eh
imulqi imulqi wa
imakuna nahnu mulqin. Siapa yang lempar
di luaran? Kami atau kamu?" Akhirnya
Musa berkata, "Qal alqu kalian lempar di
luaran." Akhirnya mereka lempar ee
hibalahum waisiahum. Mereka lempar
tongkat-tongkat mereka. Mereka lempar
dan ditunton oleh banyak orang.
Tiba-tiba berubah menjadi ular. Kata
Allah,
"Wairrin
wasarhabuhum saharu aunasi wasaruhum wu
bishrinim." Mereka buat sihir yang hebat
membuat para penonton semuanya melihat
itu benar-benar ular. Padahal itu
hanyalah halusinasi. Kata Allah, "Wajau
bisihrin adim." Mereka mendatangkan
sihir yang hebat. Mereka yang pakar dan
apalagi bekerja sama dengan penyid yang
begitu banyak. Sampai Nabi Musa takut.
Musa dikhayalkan kepada Musa seakan-akan
itu benar-benar
ada Musa pun ada
ketakutan yang akan
menang lemparkanlah apa yang di tangan
kamu. Maka Nabi Musa lempar keluar jadi
jadi ular benar kemudian makan ular-ular
tersebut. Ketika para penyihir tersebut
melihat
bagaimana sihir Nabi apa mukjizat Nabi
Musa yang begitu hebat mengalahkan sihir
mereka, akhirnya mereka beriman. Faulqi
saharatu sujada. Mereka pun sujud kepada
Allah. Mereka berkata q amanna birabbil
alamin. Rabbi Musa wa Harun. Kami
beriman kepada Rabbul Alamin kepada
Rabbnya Musa dan Harun. Firaun pun
ngamuk. Q amantum lahu qlaakum. Berani
kalian beriman kepada Musa sebelum aku
izinkan. Inna h makrun makartumuhu fil
madinah. Sesungguhnya ini makar yang
telah kalian rencanakan
untuk
melawanku. Ya. Inna habirukum alamakum.
Dalam ayat yang lain kata kata Firaun
ini ternyata Musa guru kalian. Ternyata
kalian kerja sama. Kalian kerja sama
ternyata eh Musa ternyata guru kalian.
Aku akan potong tangan kalian dan kaki
kalian secara bersilang. Kaki kanan
dengan tangan kanan dengan kaki kiri
atau tangan kiri dengan kaki kanan.
Kemudian aku akan salib kalian sampai
kalian mati. Subhanallah. Ketika diancam
dengan demikian para penyihir yang
selama ini puluhan tahun kafir kepada
Allah mereka beriman. Mereka berkata,
"Afriq
alainana muslimin." Ya Allah curahkanlah
kepada kami kesabaran. Kami akan
dibunuh.
dan matikanlah kami dalam kondisi Islam.
Akhirnya mereka dibunuh. Akhirnya mereka
dibunuh dan mereka masuk Islam. Saya
ingin saya sampaikan
bagaimana mereka puluhan tahun melakukan
kesyirikan dan mereka Islam cuma
sebentar, tidak sampai 1 siang. Tidak
sampai 1 siang, tidak sampai 1 malam,
tidak sampai seharian, cuma beberapa
jam. Mereka beriman, berduel di pagi
hari waktu dhha. Kemudian mereka mengaku
kekalahan, mereka beriman, mereka
dibunuh. Selesai mereka masuk surga.
Betapa luas ampunan Allah Subhanahu wa
taala. Hanya iman mereka yang sebentar
ternyata menghapuskan seluruh kesyirikan
yang mereka lakukan selama ini
bertahun-tahun bahkan profesi
mereka. Di antara luasnya rahmat Allah,
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an adalah
kisah Ashabul ukhdud yang Allah abadikan
dalam surah Alburuj. Ya. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Innalladina fatanul
mukmin
mukminatiam yatubu falahumabu jahannam
wumabul hariq." Sesungguhnya orang-orang
yang telah membakar kaumin, kaum
mukminat k mereka tidak bertobat. Bagi
mereka azab yang pedih dan bagi mereka
azab yang membakar. Ayat ini bercerita
tentang kisah raja yang zalim yaitu
Ashabul Ukhdud yang dia menggali parit
karena tidak suka dengan rakyatnya yang
beriman. W minhum illa ayminu billahil
azizil hamid. Mereka para raja dan anak
buahnya. Raja dan anak buahnya tidaklah
jengkel dan murka kepada rakyatnya
kecuali karena mereka beriman kepada
Allah ya subhanahu wa taala. Akhirnya
disuruh kufur rakyatnya enggak mau. Maka
dia pun galik parit nyalakan api.
Kemudian dia bakar kaum mukminin kaum
mukminat hidup-hidup. Disebutkan puluhan
ribu mukminin maupun mukminat. Kemudian
bukan cuma itu, bukan cuma bakar, bahkan
mereka duduk nonton. Idzum alaiha quud.
Kata Allah, "Tatkala mereka duduk di
pinggir parit menonton dibakarnya
orang-orang bukan cuma melampiaskan
kejengkelan, bahkan mereka
bersenang-senang dengan menonton kaum
ini yang dibakar hidup-hidup." Jadi,
mereka nonton bagaimana dibunuh,
bagaimana dibakar, mereka senang.
Bayangkan dosa yang mereka lakukan. Kita
kalau lihat ada satu orang ya melakukan
dosa seperti ini, kita ah ini orang
enggak bakalan diampuni. Bayangkan ada
orang datang kemudian dia ambil seorang
ibu kemudian dia kasih bensin, dia bakar
hidup-hidup kemudian dia nonton
ketawa-ketawa. Mungkin kalau kita ikut
emosi kita bilang ini orang tidak akan
diampuni. Ini orang kafir ini. Bagaimana
dia bisa bersenang-senang ketawa-ketiwi
dengan bakar seorang
wanita ini? Ternyata yang dibakar bukan
cuma satu orang. Puluhan ribu.
Innalladina fatanul mukmin wal mukminat.
Membakar puluhan ribu kaum-kaum
mukminat. Tib orang ini kalau dia
bertobat diterima atau tidak
diterima? Makanya Allah menawarkan tobat
kata mereka kata Allah subhanahu wa
taala tumma lam yatubu kemudian dia
tidak bertobat. Artinya apa? Seandainya
dia bertobat, seandainya mereka bertobat
akan diampuni. Tapi mereka tidak
bertobat. Makanya Allah berfirman,
"Innalladina fatanul mukminina wal
mukminat." Sesungguhnya orang-orang yang
menyiksa kaum mukminin kaum mukminatam
yatubu. Kemudian mereka tidak bertobat.
Falahumabu jahanam. Bagi mereka azab
yang pedih.
Bagi mereka azab yang membakar. Allah
kasih syarat kalau mereka tidak
bertobat. Sehingga bisa dipahami dari
syarat tersebut seandainya mereka
bertobat akan diterima oleh Allah
subhanahu wa taala. Makanya seorang
salaf ketika membaca ini dia menangis.
Dia berkata, "Unzuru ila rahmatillah.
Unzur ila karamillah." Lihatlah
bagaimana tentang baiknya Allah.
Lihatlah bagaimana luasnya rahmat Allah.
Bagaimana luasnya ampunan Allah. Qatalu
aulia Allah. Mereka membunuh wali-wali
Allah. Bukan cuma membunuh doang. Mereka
bakar. Mereka bersenang-senang. Mereka
nonton bersenang-senang dengan tewasnya
orang-orang
beriman. Kemudian Allah masih menawarkan
tobat kepada
mereka. Betapa luasnya ampunan Allah
Subhanahu wa taala.
Ya. Demikian
juga di dalam hadis Nabi sallallahu
alaihi wasallam contohkan tentang
bagaimana luasnya ampunan Allah tentang
kisah pembunuh 100 nyawa. Kisah ini
kisah yang makruf ya. Ketika ada
seseorang sudah membunuh 99 nyawa.
Tiba-tiba dalam hatinya ingin bertobat.
Maka dia bertanya tentang orang yang
paling berilmu di atas muka bumi. Maka
ditunjukkanlah kepada seorang ahli
ibadah namun tidak berilmu. Maka dia
datang kepada ahli ibadah. Terus dia
berkata, "Wahai rahib, saya sudah
membunuh 99 nyawa. Apakah saya bisa
bertobat?" Kata rahib tersebut, "Tidak
mungkin." Bengis 99 nyawa. Kok mau
bertobat? Enggak mungkin. Maka rahib
apa? Orang orang yang sudah mundur 99
jawab tersebut emosi. Kemudian dia bunuh
sang rahib. Dia bunuh. Menjadi genaplah
100. Ini menunjukkan ini orang mudah
emosi. Mudah emosi. Saya tidak bayangkan
bagaimana kalau ada orang bertanya
kepada saya sedikit-sedikit marah.
Sedikit-sedikit marah. Ini gara-gara
fatwa tidak sesuai dengan keinginannya
dia penggal sekaligus. Jadilah orang
tersebut yang ke-100 yang dia bunuh.
Orangnya emosian menunjukkan dia mudah.
Harusnya kan ya sudah kalau dia enggak
bisa dimaafkan, dia tinggalin itu ahli
ibadah tadi. Tapi tidak, dia bukan cuma
tinggalin saja dia bunuh tuh orang jadi
100 senyawa.
Dia cari lagi orang ee ahli ilmu di
ketemulah dengan seorang ulama maka
ditanya, "Apakah saya sudah mau seorang?
Apakah saya bisa bertobat?" Kata ulama
tersebut, "Boleh." "Maka tapi kau
beribadahlah bersama orang-orang yang
saleh. Tinggalkanlah kampungmu menuju ke
kampung yang lain." Maka orang ini
akhirnya berangkat menuju ke kampung
lain untuk beribadah bersama orang
saleh. Namun di tengah jalan dia
meninggal dunia. Dia belum ibadah,
belum, baru mau ke sana mau ibadah. Dia
sudah punya niat, sudah punya tekad dan
dia sudah meninggalkan kampung halaman
yang biasa dia membunuh orang di situ.
Orang semua takut sama dia mungkin. Dan
dia sudah berjalan menuju kampungnya.
Orang saleh tengah jalan dia meninggal
dunia. Akhirnya datanglah malaikat azab
dan malaikat rahmat berselisih. Ini mau
dibawa ke mana? Masukin neraka atau
masukin surga? Ternyata Allah suruh
mengukur mana yang lebih dekat. Jarak
mayit ini ternyata lebih dekat kepada
kampung berikutnya. Akhirnya dia dibawa
oleh malaikat rahmat. Bayangkan ini
orang sudah bunuh 99 orang bahkan 100
orang. Dengan begitu benggisnya mudah
sekali emosi. Sedikit-sedikit dia
tinggal bunuh ternyata masih diampuni
oleh Allah Subhanahu wa taala. Maka
apakah kita masih ragu tentang luasnya
ampunan Allah Subhanahu wa taala? Ini
semua kisah-kisah menunjukkan ampunan
Allah sangatlah ee luas. Bab ee ikhwan
dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Berikutnya saya akan
memberi ee gambaran tentang ee luasnya
rahmat Allah Subhan, luasnya ampunan
Allah subhanahu wa taala agar kita ee
jangan sampai ee suudan kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Ya. Ee saya akan sebutkan dalil-dalil
akan luasnya ampunan Allah.
ee Allah menyebutkan ayat-ayat yang
menunjukkan luasnya amalan Allah. Di
antaranya ayat-ayat khusus yang
menunjukkan akan hal tersebut.
Ya. Ya. Contohnya dalam surah Az-Zumar
ya. dalam surat Az-Zumar
ee
Azzumar kalau tidak salah ayat 53. Nanti
bisa dicek ya ayat 53 ya. Ini ini yang
disebut oleh para ulama dengan arja
ayatin fi kitabillah. Ini ayat disebut
dengan
arja ayatin ayatin fi kitabillah.
yaitu ee ayat yang paling memberi
harapan. Allah berfirman dalam ayat
tersebut, qul ya ibadiina asrofu ala
anfusim lahmatillah. Kata Allah, qul
ya
ibadialladzina asrofu ala anfusihim.
La taknatu
mirahmatillah.
Innallaha yagfirudun
jamia. Innahu huwal gfurur
rahim. Saya artikan kata kata Allah, qul
ya katakanlah. Ya ibadi katakanlah.
Siapa yang Allah perintahkan? Allah
perintahkan Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam. Katakanlah. Jadi ini
perintah Allah kepada Nabi untuk
menyampaikan kepada hamba-hamba Allah.
Demikian juga para dai untuk
menyampaikan. Ya ibadi asrofu. Wahai
hamba-hambaku. Perhatikan sini. Pertama
Allah menamakan pelaku maksiat dengan
hamba-hambaku.
Hamba-hambaku. Allah masih mengakui
pelaku maksiat tersebut sebagai para
hamba. Hamba-hamba Allah. Allah tidak.
Allah tidak. Tetap Allah mengatakan
hamba-hambaku. Berarti ada kasih sayang
Allah kepada hamba-hamba Allah melakukan
maksiat. Alladzina asrofu alfusim. Israf
ya perhatikan nomor
dua. Israf artinya adalah
berlebih-lebihan dalam maksiat. Bukan
bermaksiat biasa, tapi berlebih-lebihan
dalam maksiat. Israf mubadir dalam
maksiat. Kalau bahasa kita
berlebih-lebihan dalam maksiat.
Bergelimang dalam maksiat. Bukan sekali
dua kali. Bergelimang membunuh,
merampok, berzina, dan yang lainnya.
Allah mengatakan la taqnatu rahmatillah.
Jangan putus asa rahmat Allah.
Ya, jangan putus asa dirahmati Allah ya.
Jangan putus
asa. Innallaha yagfirudun jamin. Allah
mengampuni seluruh dosa. Ya, ini yang e
kelima atau yang keempat.
Allah mengampuni seluruh
dosa tanpa ada
pengecualian
mengampuni seluruh
dosa. Jadi Allah mengampuni Allah Allah
tekankan dengan jamian. Jadi jamian ini
artinya seluruhnya tanpa kecuali. Dosa
besar, dosa kecil, dosa sebanyak apapun.
Ya. Kemudian Allah tutup dengan innahu
hual gfur. Perhatikan sini Allah Allah
mengatakan Allah maha pengampun.
Allah gandingkan lagi dengan arrahim.
Maha
penyayang. Maha penyayang. Ya. Sehingga
dalam ayat ini kata para ulamaah ayat
yang paling beri harapan. Kenapa? Kepada
pelaku maksiat. Paling beri harapan
kepada pelaku maksiat. Allah menamakan
mereka dengan hamba-hamba. Bahkan Allah
menyuruh ee mungkin tambahan yang
ketujuh qul di sini Allah menyuruh untuk
mengabarkan hal ini. Ya,
katakanlah itu perintah Allah untuk
mengabarkan hal
ini. hal ini. Makanya saya termasuk
menjalankan perintah Allah ini saya
kabarkan kepada diri saya, kepada para
hadirin dan hadirat bahwasanya perintah
Allah ampunan Allah sangat ee sangat
luas. Demikian juga ada hadis-hadis
khusus yang menunjukkan akan hal ini ya.
Hadis-hadis khusus ya. Yang kedua
hadis-hadis
khusus. Ayat semakna ini banyak ya. Di
antaranya surat Az-Zumar ini di
antaranya misalnya ee Allah apa
namanya? Tib satu-satu aja lah. Kita
hadis-hadis khusus seperti dalam hadis
yang termaktub dalam Arbain Nawawiyah
ya. Allah mengatakan tentang luasnya
Allah subhanahu wa taala. Kata Allah
Subhanahu wa taala,
eh ya bna adam ya innama rajautani wani
gofartu
laka wala ubali ya makana minka wala
ubali. Kata Allah, "Wahai anak Adam,
selama kau berdoa kepadaku, selama kau
berharap kepadaku, aku akan mengampui
dosa-dosamu. Apapun dosa-dosamu, aku
tidak
peduli." Yni
ya bna adam, lau balagat dunubuka
ananama tummaagfartani gofartu laka
alana minka wala ubali. Kata Allah
Subhanahu wa taala, "Wahai anak Adam,
kalau dosamu setinggi sampai ke langit,
bertumpuk sampai ke langit, kemudian kau
istigfar kepadaku, aku akan ampuni dan
aku tidak peduli dengan dosa-dosamu.
Kecil bagiku."
Kemudian kata Allah juga, "Ya
Adam, seandainya kau datang kepadaku
dengan dosa sepenuh bumi ini, bukan
banyak buih di lautan, bukan sebesar
tinggi gunung, bukan sebesar bumi ini,
kau bawa dosa, kau pikul dengan beratnya
dosa sebesar-seberat
bumi." La tusriku bisai. Kau datang
kepadaku tidak berbuat syirik kepadaku.
Laataituka biqab magfir. Aku akan ampuni
dosa-dosamu dan aku tidak peduli. Ya.
Jadi, Subhanallah. Bagaimana luasnya
ampunan Allah Subhanahu wa taala meski
meski dosa setinggi langit ya. Meski
dosa setinggi
langit setinggi langit ya. Meski
dosa ee seberat
bumi, kalau istigfar Allah akan ampuni.
Allah akan
ampuni. Allah akan ampuni. Ya. Di antara
luasnya ampunan Allah Subhanahu wa
taala. Ya, mungkin kita kasih gambaran
juga misalnya ee Allah mencintai, Allah
gembira ya. Allah gembira dengan orang
yang bertobat.
Dalam hadis riwayat Muslim kata Allah
Subhanahu wa taala kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam dalam hadis yang masyhur
kata Nabi sallallahu alaihi wasallam
ehallahi asadu farahan bitbati abdihi
hina yatubu ilai kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam
lallahu asyaddu
faraohan bi
taubati abdihi hina yatubu
Saya artikan Allah lebih bergembira
dengan tobatnya seorang hamba hambanya
kepadanya ketika bertobat kepada Allah
daripada salah seorang dari kalian.
Tadinya seperti seorang dari kalian dia
membawa untanya kanain falat. Dia sedang
berada di tengah padang pasir ee
kemudian bersama untanya. Wa alaiha
thaamu. Ternyata dalam di atas untanya
itu ada bekalnya, ada makannya,
minumannya.
Tiba-tiba unta tersebut
kabur. Kemudian dia qisah dia putus asa.
Menurut dia untanya enggak akan kembali.
Dan apa yang bisa dilakukan? Di tengah
padang pasir gak ada makan, gak ada
minuman, minumannya sama untanya,
untanya
kabur. Maka dia cari ada pohon di tengah
padang pasir. Dia berbaring di bawahnya.
Dia menunggu akan
kematiannya. Kematiannya akan datang
secara perlan-tahan. Mulai dia haus,
mulai dia lapar, sedikit-sedikit
kematian datang. Dia tidak bisa apa-apa.
Sudah.
Tiba-tiba tatkala dia sudah putus asa
merasa dia akan meninggal
dunia dan dia sudah untanya
tiba-tiba tiba-tiba untanya
datang dan makanan masih lengkap maka
dia segera
bangkit maka segera dia pegang tali
kekang untanya dia bersyukur berarti dia
akan selamat saking gembiranya dia salah
ngomong dia berkata, "Allahumma anta
abdi wa anbuk ya Allah sungguh benar
engkau adalah hambaku dan aku adalah
Tuhanmu." Kata Nabi, "Akt miniddatil
farah." Dia salah ngomong karena saking
gembiranya. Kita bayangkan ini ada orang
mungkin kalau kita gambar, "Siapakah
orang paling gembira di alam semesta?"
Ini adalah contohnya orang ini. Merasa
dirinya bakalan mati di tengah padang
pasir. Nunggu kematian datang secara
bertahap,
tiba-tiba datang kehidupan. Tiba-tiba
untanya yang ucul tadi datang dan bawa
makanan masih lengkap. Maka dia pegang
saking gembiranya dia berkata,
"Allahumma anta abdi wa ruk." Sungguh ya
Allah. Dia bersyukur nih. Tapi dia salah
ngomong. Dia bilang, "Engkau adalah
hambaku. Aku adalah Tuhanmu." Kata Nabi,
"Aktidil farah." Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, dia salah ngomong
karena saking gembiranya. Kata Nabi,
"Allah lebih gembira dengan tobatnya
seorang hamba daripada gembiranya orang
ini." Saya kadang memikirkan hadis ini,
bagaimana kok bisa Allah sangat gembira
kepada orang yang ee bertobat daripada
gembiranya luar biasa. Namun hal ini
semakin terbuka bagi saya karena memang
Allah maha pengampun, Allah maha
penyayang. Di antara hal yang
menunjukkan akan hal ini mungkin kita
bingung bagaimana menggambarkan Allah
lebih gembira daripada gembiranya orang
ini. Ternyata
ya ee
ternyata Allah lebih
sayang kepada
hamba
daripada kasih sayang ibu.
ibu kepada
anaknya. Dalam hadis kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Lallahu
arhamu biadi min had biwaladiha."
Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada
hamba-hambanya daripada ibu ini terhadap
anaknya. Rasulullah mengucapkan hal ini
ketika ada seorang ibu yang kehilangan
anaknya di dalam peperangan dia cari
anaknya. Dia ingin dan dia nangis-nangis
mencari anaknya. Bayangkan bagaimana
seorang ibu anaknya masih kecil hilang.
Kita tahu kesan ibu kepada anak paling
besar. Apalagi dalam kondisi demikian.
Akhirnya ketika dia dapat anaknya, maka
seera dia dekap, dia susui anaknya.
Anaknya nangis-nangis, dia susui. Nabi
melihat pemandangan ini, Nabi
mengatakan, "Wahai para
sahabatku, thatun finar, menurut kalian
ibu ini akan lemparkan anaknya di neraka
di api?" Kata mereka, "Tentu tidak, ya
Rasulullah." Dia sayang kepada anaknya.
Maka kata Nabi, "Lallahu arhamu
biibadi." Allah lebih sayang kepada
hambanya daripada ibu ini kepada
anaknya. Ibnu Hajar rahimahullah ketika
membawakan hadis dia berkata, "Ini
menunjukkan seorang hamba harus
senantiasa bersandar kepada Allah. Dia
harus husnudan kepada Allah karena Allah
b sayang kepada dia daripada ibunya
kepada terhadap
anaknya." Ee sebagai gambaran sederhana,
kita terkadang punya masalah sama orang
tua. Mungkin kita bikin jengkel orang
tua, mungkin orang tua marah sama kita.
Terkadang tidak mudah orang tua maafkan
kita. Kadang kita berusaha, terkadang
kita ketakutan, terkadang tapi kalau
Allah Subhanahu wa taala kita punya
salah banyak apapun tinggal kita nangis,
duduk menangis bersimpul di hadapan
Allah. Allah ampuni. Allah ampuni. Gak
perlu kita pandai nyusun kata-kata.
Terkadang kita punya masalah sama ayah
kita, sama ibu kita, terkadang tidak
mudah diampuni oleh dimaafkan oleh ayah
dan ibu kita. Terkadang dendam,
terkadang berlama, terkadang orang tua
musuhi anaknya berlama-lama. Tapi kalau
Allah Subhanahu wa taala ya sangat
sayang kepada hambanya. Ini butuh
husnudan kepada Allah. Sehingga ini
menunjukkan bahwasanya rahmat Allah
begitu begitu luas. Nah, kita bisa
bayangkan saya saya bisa bayangkan ya
kalau anak saya nakal misalnya saya
jewer, saya usir dari
rumah kemudian dia nangis kemudian dia
pergi saya tentu sayang sama dia. Begitu
tiba-tiba dia pulang kemudian dia ketuk
pintu dia nangis. Dia mengatakan ayah
saya minta maaf ya ayah saya salah. Dia
nangis-nangis. Kemudian kira-kira saya
sayang, saya sangat sayang sama dia.
Maka saya saya bukan saya akan peluk dia
dengan pelukan yang hangat. Saya lebih
sayang kepada dia meskipun dia telah
melakukan
kesalahan. Kalau kita bisa gambarkan
kita dalam kehidupan nyata anak kita
bersalah, mungkin kita jewer, mungkin
kita. Tapi ketika dia kembali kita
sayang, demikian Allah lebih utama.
Allah lebih sayang kepada daripada kita
terhadap anak kita. Allah lebih sayang
kepada kita daripada kita kepada anak
anak kita. Makanya benar Allah sangat
gembira ketika ada seorang hamba yang
bertobat. Maka kita tahu rampunan Allah
sangat luas. Maka jangan ragu-ragu untuk
segera bertobat kepada Allah subhanahu
ee wa taala. Ini di antara ee yang
menunjukkan bahwasanya kenapa Allah
begitu gembira kepada orang yang ee
bertobat.
Karenanya,
karenanya Nabi mengabarkan
ya,
jika ada manusia tidak ber tidak ee jika
manusia tidak bertobat, ada manusia
tidak
berdosa, maka Allah akan
musnahkan dan
Allah ganti dengan manusia yang
berdosa. Manusia yang berdosa dan
bertobat. Ini dalam ee hadis Abu
Hurairah kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Laam tuibu, kalau kalian
tidak berdosa lhaballahu bikum Allah
akan memusnahkan
kalian." Kemudian Allah akan datangkan
suatu kaum yang mereka berdosa
fayagfirullah. Mereka
beristigfar fayagfirullahu lahu maka
Allah akan ampuni mereka. Jadi memang ee
ketika seorang melakukan dosa memang
dosa itu buruk tapi Allah mentakdirkan
seorang berdosa agar ada suatu ibadah
yang Allah cintai itu adalah tobat. Dia
bertobat. Ketika dia bertobat nampak
kehinaannya, nampak kerendahannya,
hilang semua ujubnya, hilang semua
keangkuannya, hilang semua PD-nya
terhadap imannya, hilang semua
kebanggaannya terhadap amal salehnya.
Dia tahu dia bersalah. Bersimpa di
hadapan Allah, dia menangis. Ini kondisi
Allah sangat
cintai. Ini saya kasih gambaran kenapa
Allah Subhanahu wa taala sangat
mencintai orang yang bertobat. Makanya
dalam Al-Qur'an Allah mengatakan,
"Innallaha yuhibbut
tawabin." Innallaha yuhibbut
tawwabin. Allah
mencintai hamba-hamba
yang suka bertobat.
Siapa yang sering bertobat maka dia
semakin dicintai oleh Allah Subhanahu wa
taala. Dia semakin dicintai oleh Allah
Subhanahu ee wa
taala. Tayib. Kemudian di antara luasnya
ampunan Allah Subhanahu wa
taala banyak
sebab. Sebab dosa-dosa
diampun. Ibnu Taimiyah rahimahullahu
taala menyebutkan sekitar 10 sebab.
dosa-dosa diampuni. Dia saya sebutkan
sebagiannya di antaranya
bertobat ini jelas. Kemudian ee di
antaranya adalah ee
musibah-musibah kita kena musibah
diampuni dosa-dosa kita. Tidak di
musibah apapun. sedih, gelisah,
gundah-gulana, kena paku, kena duri,
dizalimi orang, dinyinyir orang,
dihinakan orang, ee musibah di keluarga
ee berkaitan dengan istri-perkait dengan
anak, pulang diomelin, istri, pulang
diomelin suami, anak-anak seperti ini.
Ini semua kalau kita hadapi dengan
tenang semuanya adalah sebab diampuni
dosa-dosa. Makanya dalam satu hadis kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, wala
yazalu eh al bala biabdin ya
senantiasa apa namanya e musibah
mengenai seorang hamba terus sampai dia
berjalan di atas muka ini tanpa ada dosa
sama sekali. Dalam hadis kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Innallaha
idza arada bi abdi khairon yusib minhu."
Kalau Allah menghendaki kebaikan pada
seorang hamba, Allah kenakan musibah.
Dan kita tahu semakin orang tinggi
imannya, semakin banyak musibah yang dia
hadapi. Cuma dia bisa menghadapi dengan
tenang. Ternyata musibah-musibah ini
adalah salah satu sarana agar diampuni
dosa-dosa. Terkadang seorang tidak sadar
tiba-tiba dia
gelisah. Ketahuilah gelisah yang sedang
dialami, dia enggak tahu mungkin apa
sebabnya apa. Saya kok gelisah, enggak
enak ya. Ketahuilah itu menggugurkan
dosa-dosanya daripada Allah kenakan dia
musibah yang lebih parah. Terkadang
masalah kita tahu-tahu itu tentunya
menghapuskan ee dosa-dosa. Kemudian di
antara ee sebab dia dosa-dosa
diampuni misalnya adalah ee
amalan-amalan saleh. Alhanatul
mahiah. Nabi sallallahu alaihi wasallam
mengatakan hasan tamhuha. Kalau kau
melakukan dosa maka ikutkanlah kebaikan
niscaya akan mengampuni dosa-dosamu.
Allah beri ampunan dengan kau beramal
saleh. Para ulama mengatakan amal saleh
itu seperti air yang bersih, dosa
seperti najis. Kalau air besinya banyak,
dosa tersebut akan hilang. Ya, seperti
najis kalau kita sirami air air air akan
akan hilang. Contoh seb mengatakan,
"Jika Anda tidak sengaja melihat aurat
wanita, perbanyak lihat Al-Qur'an. Baca
Al-Qur'an. Semoga penglihatan yang
bersih ini bisa menghapuskan penglihatan
yang salah ee tersebut. Jika seorang
melakukan maksiat, segera berbakti pada
orang tua, bersedekah salat malam,
lakukan kebaikan-kebaikan agar dosanya
tersebut diampuni oleh Allah subhanahu
wa taala. Di antaranya
adalah ee yang keempat misalnya ee
doa orang-orang beriman
untuknya. Ya, seorang sudah meninggal
ada orang doakan dia atau dia masih
hidup, "Ya Allah ampuni dia, ampuni
diampuni oleh Allah subhanahu wa taala
dengan doa orang-orang beriman
untuknya." Di antaranya lagi
misalnya syafaat
ya orang-orang beriman untuknya.
atau ee syafaat Nabi sallallahu alaihi
wasallam tentunya lebih
utama atau syafaat malaikat
ya syafaat anaknya yang masih kecil
banyak syafaat juga bisa mengampuni
dosa-dosa ee seseorang ya. Ya, Nabi
sallallahu alaihi wasallam mengatakan,
"Wauwati
syafaatumati." Ya, aku menyembunyikan
doaku yang pasti dikabulkan sebagai
syafaat bagi umatku yang melakukan
dosa-dosa pada hari kiamat. Bagi yang
tidak yang meninggal tidak berbuat
syirik kepada Allah Subhanahu wa taala.
Dalam riwayat yang lain kata Nabi,
"Syafaati li ahlil kabair." Syafaatku
bagi pelaku dosa-dosa ee besar. di
antaranya juga ee kondisi berat yang
dialami dialami di ee hari
akhir kata para ulama contohnya seperti
damatul qabar himpitan
kuburan kubur contohnya maksudnya
dahsyatnya padang mahsyar
yang seperti contohnya
ee apa namanya? Dahsyatnya
sirat. Sebagian ulama mengatakan ini
adalah salah satu hal yang bisa
menghapuskan ee dosa-dosa ee ee
seseorang, menghapuskan dosa seseorang.
Ada sebab-sebab yang lain yang disebut
oleh para ulama ini saya yang saya ingat
hanya sekian.
Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan
sekitar ada ee 10 di antaranya juga yang
terakhir mungkin adalah ampunan
Allah. Ampunan Allah tanpa sebab ya,
tanpa sebab
khusus. Ini tujuh Allah mengampuni ya.
Karena Allah mengatakan innallah yagfir
innallaha la yagfirus bih wagfir
maunalika lima yasya. Allah tidak
mengampuni dosa syirik, tapi Allah
mengampuni dosa selain syirik bagi yang
Allah kehendaki. Ada dosa-dosa Allah
ampuni terserah Allah Subhanahu ee wa
taala. Ya, demikian ee rekan-rekan yang
dirahmati Allah subhanahu wa taala. Apa
yang bisa kita sampaikan yang penting
adalah bukan sebagai wawasan yang
penting kita amalkan. Jangan pernah
suudon kepada Allah subhanahu wa taala.
Yakinlah sebagaimana dalam hadis qudsi,
"Ana indadoni abdi bi." Kata Allah, "Aku
tergantung persangkaan hambaku
kepadaku." Falyadunnu abdi falyadun abdi
byaah. Silakan
hambaku ee mempersangkakan diriku dengan
apa yang dia kehendaki. Inna khairan
falahu. Kalau dia berprasangka baik
kepadaku, bagi dia kebaikan. Wa syar
falahu. Kalau dia berprasangka buruk
bagiku, bagi dia keburukan. Maka kapan
kita melakukan maksiat? Kita yakin Tuhan
kita lebih sayang kepada kita daripada
ibu kita kepada kita. Segera kita
kembali, segera kita minta ampun. Kapan
kita bermasat lagi minta ampun lagi
kepada Allah. Dan demikianlah jangan
karena pernah kita berhenti untuk terus
minta ampun kepada Allah subhanahu wa
taala. Semoga Allah menjadikan kita
hamba-hambanya yang senantiasa bertobat,
yang dicintai oleh Allah subhanahu wa
taala yang diilhamkan untuk senantiasa
kembali kepada Allah subhanahu wa taala.
Kurang lebih saya mohon maaf. Wabillahi
taufik walhidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Subhanakallah wabihamdik ashadu alla ila
anta astagfirubik.
Yeah.