Transcript
UUtRReG6Svc • Teladan Keseharian Dari Kisah Nabi Yusuf 'Alaihissalam - Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2396_UUtRReG6Svc.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihian. Ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarika lahu
lani wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluhu daila ridwan. Allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwanih. Hadirin dan hadirat yang
dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala.
Ee insyaallah pada kesempatan yang
berbahagia ini kita
akan
ee membawakan faedah-faedah dari ee
keteladanan Nabi Yusuf Alaih Salam yang
bisa kita terapkan dalam kehidupan kita
sehari-hari.
Ya, karena kita tahu bahwasanya mereka
para nabi dan para rasul adalah
orang-orang pilihan. Allahu yastofi
minal malaikati rusulan wainanas.
Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala
telah memilih dari kalangan malaikat ada
yang menjadi rasul-rasulnya. Dan Allah
memilih dari kalangan manusia ada yang
menjadi rasul-rasulnya. Oleh karenanya
seluruh nabi dan seluruh rasul adalah
pilihan manusia-manusia pilihan Allah
Subhanahu wa taala. Allah Subhanahu wa
taala juga
berfirman, "Uikalladina hadallah fabihum
muqtadi." Allah menyebutkan nama-nama
para rasul. Setelah itu Allah berfirman,
"Uikalladina hadallah." Mereka itulah
orang-orang yang telah Allah beri
petunjuk. Fabihum muqtadi. Maka wahai
Muhammad, ikutilah petunjuk mereka.
Ikutilah petunjuk mereka. Rasulullah
sahu alaihi wasallam disuruh oleh Allah
untuk mengikuti keteladanan para rasul.
sebelum Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ya, oleh karenanya kalau Nabi
diperintahkan oleh Allah untuk
meneladani para rasul sebelumnya,
bagaimana lagi dengan kita sebagai umat
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Karenanya ketika Nabi
sallallahu alaihi wasallam berdakwah di
fase Makkah, di situ banyak sekali ujian
yang dihadapi oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Di antaranya dimusuhi
oleh kerabatnya ya, kemudian para
sahabatnya. banyak yang dibunuh,
diintimidasi ya dan macam-macam. Maka
Allah turunkan kisah-kisah para nabi
untuk menyabarkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam dan juga menyabarkan para
sahabat. Allah berfirman, "Wa naquu
alaika
minusuli mautabitu bihi." Kami ceritakan
kepada engkau wahai Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam kisah-kisah
para rasul yang dengan kisah-kisah
tersebut menjadikan hatimu kokoh, tegar
dalam menghadapi ujian. Maka ketika Nabi
sedang di Makkah, Allah turunkan kisah
Nabi Nuh Alaih Salam. Kisah Nabi Nuh
Alaih Salam yang ee menceritakan
bagaimana kesabaran Nabi Nuh Alaih Salam
yang berdakwah 950 tahun. Ternyata yang
beriman hanya sedikit. Wama amana maahu
illa qolil. Tidak ada yang beriman
kecuali sekitar 80 orang.
Kemudian di akhir kisah Nabi eh Nuh
alaihi salam Allah berfirman, "Tilka
minka minil gaibi
nuihaik ma
kuntaam anta wuka minq fbir inalqib lil
muttaqin." Kata Allah, "Inilah dari
berita-berita gaib tentang kisah Nabi
Nuh yang terjadi di ribuan tahun yang
lalu yang kami wahyukan kepada engkau
wahai Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Engkau dan kaummu tidak pernah
tahu tentang kisah ini. Tapi kami
kisahkan kepada engkau wahai Muhammad."
Kemudian di akhir ayat kata Allah,
"Fasbir." Kalau begitu bersabarlah.
Lihatlah bagaimana Nuh bersabarnya luar
biasa. Fasbir maka hendaknya engkau
bersabar juga wahai Muhammad. Inalqibil
muttaqin. Sesungguhnya kesudahan yang
indah bagi orang-orang yang
bertakwa. Di antara kisah-kisah Nabi
yang Allah wahyukan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika Nabi
masih di Makkah adalah kisah Nabi Yusuf
Alaih Salam. Allah turunkan surah Yusuf
dan surat Yusuf adalah surah Makkiah.
Yaitu yang Allah turunkan ketika Nabi
masih di Makkah. Sebagian ulama
menyebutkan Allah turunkan kisah Nabi
Yusuf Alaih Salam. Di antara tujuannya
adalah
sebagai pelipur rara bagi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Menghibur
hati Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
yang dimusuhi oleh kerabatnya sendiri.
Kita tahu Nabi sallallahu alaihi
wasallam dari orang
Quraisy ee dan beliau diutus di
tengah-tengah orang Quraisy di
Makkah. Kemudian di tengah-tengah orang
Quraisy juga ada Bani
Hasyim yaitu om-omnya sendiri. Tetapi
Nabi sallallahu alaihi wasallam ternyata
dimusuhi oleh sukunya sendiri dan
dimusuhi oleh om-omnya sendiri. Di
antara omnya adalah Abu Abu Lahab. Abu
Lahab yang musuhi Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tentu ini adalah hal yang
sangat menyedihkan Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Bahkan Nabi begitu
sedihnya Nabi sedih ketika
kerabat-kerabat ini tidak masuk Islam.
Sampai Allah mengatakan wala tahzan
alaihim. Gak perlu kau bersedih atas
mereka. Menunjukkan Nabi sangat sedih
ketika kerabat-kerabatnya tidak masuk
Islam. Karena beliau ingin sekali
orang-orang Quraisy bisa masuk Islam ya
karena itulah suku beliau ya. Tetapi
ternyata mereka banyak yang tidak masuk
Islam bahkan pamannya sendiri Abu Lahab
memusuhinya. Nah, ketika itu Allah
turunkan kisah Nabi Yusuf Alaih Salam
yang Nabi Yusuf dimusuhi oleh
kakak-kakaknya sendiri. Nabi Yusuf
dimusuhi oleh apa? kakak-kakaknya
sendiri yang berusaha untuk menjauhkan
Yusuf Alaih Salam dari ayahnya Nabi
Yakub Alaih Salam sebagai hiburan bagi
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bahwasanya sebelum engkau ada nabi yang
juga dimusuhi oleh dimusuhi oleh
kerabatnya sendiri bahkan orang
terdekatnya itu kakak-kakaknya sendiri
yaitu Nabi Yusuf Alaih
Salam. Jadi inilah kisah-kisah para nabi
yang Allah kisahkan dalam Al-Qur'an.
Setiap kisah-kisah tersebut pasti ada
keteladanan. Dan Allah berfirman tadi,
"Ulaikalladina hadallah." Mereka itulah
orang-orang yang telah diberi petunjuk.
Fabiudah mqtadi. Dan ikutilah wahai
Muhammad petunjuk mereka. Nah, kita pada
kesempatan kali ini akan membahas
tentang kisah Nabi Yusuf yang Allah
turunkan satu surat sangat panjang
tentang kisah seorang nabi. Surat Yusuf.
Tidak ada kisah seorang nabi dalam
Al-Qur'an yang diurunkan dengan ayat
yang panjang 100 ayat lebih seperti
kisah Nabi Yusuf. Dan kisah Nabi Yusuf
tidak dipotong-potong. sepanggal di
sini, sepenggal di sana. Dari A sampai Z
langsung Allah turunkan satu surat surat
Yusuf. Berbeda dengan kisah Nabi
Ibrahim. Ee kemudian kisah Nabi Musa,
kisah Nabi Luth, kisah Nabi Saleh, kisah
Nabi Hud, ya kisah Nabi Syuaib. Allah
sebutkan sepenggalnya di surat ini.
Allah sebutkan lagi di surat yang lain.
Allah pisah-pisahkan. Kisah Nabi Nuh
juga demikian. Tapi kisah Nabi Yusuf
alaihi salam tidak. dari awal sampai
akhir diturunkan secara lengkap dan
tidak diulang-ulang di surat-surat yang
lain. Dan ini kisah terpanjang bagi
kisah seorang nabi. Tidak lain karena
begitu banyak faedah yang ee termaktub
dalam kisah Nabi Yusuf Alaih Salam.
Bahkan sebagian ulama menyebutkan sampai
1000 faedah lebih dari kisah Nabi Yusuf
Alaih Salam. Tetapi tentunya kita tidak
akan menyebutkan semua faedah-faedah
tersebut. kita hanya ingin mencuplik
faedah-faedah yang penting yang saya
rasa bermanfaat dalam kehidupan kita ee
sehari-hari.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh
Allah subhanahu wa
taala. Ee di
antara teladan yang bisa kita ambil
keteladanan dari kisah Nabi Yusuf Alaih
Salam
bahwasanya ee kisah ini, kisah Nabi
Yusuf Alaih Salam menceritakan tentang
ujian yang sangat berat yang dihadapi
oleh Nabi
Yusuf dan juga dihadapi oleh ayahnya
Nabi Yaakub Alaih Salam. Ujian tersebut
adalah terpisah dari orang yang dia
cintai. Terpisah dari orang yang dia
cintai. Ya, Nabi Yakub diuji dengan
terpisah dari Nabi Yusuf Alaih Salam.
Dan Nabi Yusuf diuji dari terpis diuji
dari terpisah dari apa? Ayahnya dan dari
ibunya, mungkin dari keluarganya ya.
Dua-duanya adalah ee ujian ya.
Dan
ee Nabi Yakub Alaih
Salam sangat cinta kepada Nabi Yusuf.
Kita bisa bayangkan bagaimana besar
cintanya Nabi Yakub kepada Nabi Yusuf.
Karena Nabi Yusuf adalah anaknya, buah
hatinya. Ya, yang dalam hadis, dalam
hadis qudsi Allah menamakan anak dengan
tsamaratul fuad, buah hati. Dalam satu
hadis ketika Allah Subhanahu wa taala
berkata kepada malaikat,
"Halqattum walada abdi." Wahai para
malaikatku, apakah kalian telah mencabut
nyawa anak dari hambaku? Kata malaikat,
"Naam, ya rab, benar, kami telah
mencabut nyawanya." Allah bertanya lagi,
"Halqattum fuadii?" "Apa kalian telah
mencabut nyawa buah hatinya?" Jadi, anak
itu disebut dengan apa? Buah. Buah hati.
Makanya Allah berfirman, "Almalu wal
banuna zinatul hayati dunya."
Sesungguhnya anak-anak dan harta adalah
perhiasan kehidupan dunia. Terlebih lagi
anak tersebut anak yang saleh. Seperti
Nabi Yusuf alaihi salam, anak saleh,
nurut. Terlebih lagi anak tersebut
tampan. Artinya Nabi Yusuf sempurna
sebagai seorang anak yang didambakan
oleh orang tua ya. Saleh, tampan, ya.
Baik, nurut sama orang tua. Tiba-tiba
ini anak yang paling disayang oleh Nabi
Yakub Alaih Salam. Tiba-tiba Allah
menguji Nabi Yakub dengan harus berpisah
dengan anak
ini dengan waktu yang sangat lama di
puncak saat dia sangat sayang kepada
sang anak. Ya, terpisahlah dari anaknya
tersebut, Nabi Yusuf Alaih Salam. Ada
khilaf di kalangan para ulama. Kapan
Nabi Yakub ketemu lagi dengan Nabi Yusuf
Alaih Salam? Ada yang mengatakan 40
tahun kemudian baru ketemu. Ada yang
mengatakan 80 tahun kemudian baru apa?
Ketemu. Ada yang mengatakan belasan
tahun. Intinya terpisah dengan waktu
yang lama. Dua-duanya sedih. Nabi Yusuf
Alaihi Salam bersedih mengingat ayahnya
dan ayahnya juga bersedih mengingat Nabi
Nabi Yusuf Alaih Salam. ya. Ee hanya
saja mungkin kesedihan Nabi Yakub lebih
berat karena Nabi Yusuf diuji dengan
ujian-ujian yang lain sehingga mungkin
hatinya tersibukkan dengan urusan-urusan
yang lain. Kemudian dia juga masih muda
ya beda dengan Nabi Yakub yang ee lebih
tua ya ayahnya. Begitu sedihnya Nabi
Yaakub alaihi salam sampai akhirnya dia
buta. Kan Allah
sebutkanum
waqus wadahu minalua. Maka matanya pun
buta menjadi putih seluruhnya. Minal
huzni karena
kesedihan. Dan dia meredam kesedihannya
sampai akhirnya matanya pun buta. Ya.
Ya. Ini menunjukkan ee ujian yang berat
yang dihadapi oleh Nabi Yakub Alaih
Salam. Sebagaimana dihadapi oleh Nabi
Yusuf Alaih Salam. Yang ingin saya
sampaikan di
sini sebagian ahli tafsir
mengatakan, "Lihatlah di zaman itu orang
yang paling dicintai oleh Allah adalah
Nabi Yakub."
Di zaman itu orang yang paling dicintai
oleh Allah siapa? Nabi Yakub. Tentunya
Nabi Yusuf juga ya. Ini dua orang yang
paling dicintai oleh Allah. Tetapi
ternyata mereka berdua yang paling diuji
oleh Allah Subhanahu wa
taala. Ee maksud saya ingin menegaskan
bahwasanya ee ketika seorang diuji dan
diuji dan diuji jangan dia suuzon sama
Allah Subhanahu wa taala. Lihatlah Nabi
Yakub Alaih Salam orang yang paling
dicintai oleh Allah tapi diberi ujian
yang paling apa? yang paling berat dan
itu suatu konsekuensi keimanan. Ketika
Nabi sallallahu alaihi
wasallam ditanya tentang asyaddun nasi
balaan, siapa orang yang paling berat
ujiannya, maka Nabi sallallahu alaihi
wasallam mengatakan, "Asyadu nasib
balaan alanbiya yang paling berat
ujiannya para nabi. Shihun kemudian
orang-orang saleh amsal fal amsal
kemudian yang selanjutnya dan
selanjutnya."
Yubtulu alaqri imanii seorang diuji
berdasarkan kadar imannya. In
fiani kalau diuji ternyata dia tegar,
Allah tambah level
ujiannya. Ketika diuji ternyata dia
lemah, Allah turunkan level ujiannya.
Tetapi hadis ini jelas bahwasanya
semakin tinggi iman seorang maka dia
akan semakin mengalami banyak ujian. Dan
subhanallah kalau kita perhatikan
tentang kisah-kisah para nabi justru
mereka diuji pada perkara-perkara yang
mereka cintai. Mereka diuji pada
perkara-perkara yang mereka cintai. Ya,
mulai dari Nabi Ibrahim, Nabi Nuh. Nuh
istrinya kafir, anaknya apa? Kafir. Ya,
dimusuhi, diejek-ejek perkara yang dia
cintai. Kemudian Nabi Ibrahim Alaih
Salam misalnya diuji dengan ayahnya yang
kafir. Kemudian dimusihi oleh kerabatnya
harus meninggalkan kampung halamannya.
diuji dengan harus berpisah dari Ismail
alaihi salam yang dia nanti-nantikan
apa? Kelahirannya puluhan tahun. Begitu
lahir anak satu-satunya semata wayang
malah disuruh taruh di Makkah. Diuji
lagi harus menyembelih siapa?
Menyembelih Ismail. Diuji dengan harus
berpisah dari istri yang dia cintai.
Hajar. Jadi diuji pada perak-perkara
yang dia dicintai. Lihatlah seperti Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
diuji juga wafatnya istrinya yang sangat
dia cintai. Khadijah radhiallahu taala
anha. Kemudian paman yang sangat sayang
pada dia pun meninggal. Sampai ketika
wafat istrinya dan pamannya di tahun
yang sama para ulama menamakan dengan
Amul Huzni yaitu tahun kesedihan. Diuji
harus meninggalkan kampung halamannya.
Rasul sahu alaihi wasallam meninggalkan
Makkah dengan penuh apa? Kesedihan.
Diuji dengan ternyata kerabatnya
memusuhi dia dan banyak ujian. Diuji
dengan putra putra-putrinya yang
meninggal semuanya kecuali Fatimah.
Bayangkan Nabi
anaknya ee tujuh, enam semua meninggal
ya. enam semua meninggal. Jadi mereka
ini diuji pada perkara-perkara yang
mereka cinta. Termasuk di antaranya Nabi
Yakub Alaih Salam diuji dengan harus
berpisah dari anak yang sangat dia apa?
cintai Nabi Yusuf Alaih Salam. Dan
perpisahannya bukan sebentar bahkan
perpisahannya sangat sangat lama. 40
tahun atau 80 tahun atau belasan tahun
khilaf di kalangan para ulama sampai
buta matanya begitu sedihnya ya.
Dan ini sebagai hiburan bagi kita
bahwasanya lihatlah orang yang paling
dicintai oleh Allah di zaman itu Nabi
Yakub dan juga Nabi Yusuf. Namun
keduanya diuji dengan ujian yang paling
paling berat. Maka jangan kita suudan
sama Allah Subhanahu wa taala. Kalau
kita diuji kita husnudan ini dosa kita
banyak kita diuji. Ya. J ini mungkin
cara Allah menghapuskan apa dosa-dosa
dan mengangkat apa derajat. Kalau kita
sabar dosa kita dapat dua keuntungan.
Pertama, dosa-dosa kita
diampuni. Yang kedua, ee sangat cepat
untuk mengangkat derajat kita kalau kita
bersabar dengan ujian-ujian tersebut.
Kita nih siapa? Nabi Yakub aja diuji,
Nabi Yusuf kita saja diuji. Terus kita
diuji, kita sudah kenapa sih saya diuji?
Emang saya dosa apa? Banyak dosa. Emang
dosa apa? Dosa banyak ya. Yang tidak
berdosa saja diuji, apalagi yang banyak
yang banyak dosa. Mau saya tetap
husnuzan kepada Rabbul alamin. Sebagian
orang diuji di ujung di akhir hayatnya.
Kita dapati sebagian wanita salehah,
lelaki saleh di ujung hayatnya dikasih
sakit yang luar biasa. Tapi dia sabar.
Dikasih sakit dan dikasih sabar oleh
Allah Subhanahu wa taala. Tidak lain
untuk apa? Mengangkat apa? Derajat.
Bahkan sebagian ulama di penghujung
hayat kena kanker. Sebagian ulama-ulama
besar dikasih kanker oleh Allah di
penghujung apa? Hayat. Ya, saya bilang
tidak lain kecuali untuk apa?
Meninggikan derajatnya. Sebagaimana para
sahabat dibunuh ya. Ee Ali bin Abi
Thalib ditikam, kemudian Umar ditikam,
kemudian Rasulullah diracuni, kemudian
Hasan diracun, Ali bin Husin di ee Husin
bin Ali dibunuh. Artinya mereka dipenjuh
diberi ujian yang sangat berat untuk
semakin tinggi apa derajatnya.
Jadi intinya kita tidak berharap diuji.
Tetapi kalau Allah memberi ujian
hendaknya kita husnudan kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kalau Allah kasih
kita ujian kalau kita bersandar kepada
Allah insyaallah kita kuat menghadapi
ujian tersebut. Jangan pernah suudon
kepada Rabbul Alamin. Ya, kalau kita
lagi enggak kuat ingat Nabi Yakub saja
yang sangat dicintai Allah, diuji Nabi
Yusuf aja. Apalagi kita yang banyak
kekurangan bab ini keteladanan yang ee
yang pertama. Ee keteladanan yang kedua
yang apa namanya yang tersebutkan dalam
kisah Nabi Yusuf Alaih Salam yaitu
ketika ee Nabi Yusuf Alaih Salam
bermimpi yang mimpi tersebut menunjukkan
kemuliaan beliau. Dia berkata kepada
ayahnya, dia ceritakan mimpinya kepada
orang yang saleh, yaitu ayahnya seorang
nabi. Ya abati initu ahada
wasamaritumajidin ya bun.
Yusuf berkata, "Wahai ayahanda,
sesungguhnya aku melihat 11 bintang,
rembulan, dan matahari sujud
kepadaku." Intinya Nabi Yusuf bermimpi
11 bintang, rembulan dan matahari sujud.
Entah cara sujudnya bagaimana enggak
perlu dibahas. Tapi dia bermimpi. Dalam
mimpinya 11 bintang, matahari, dan
rembulan sujud kepadanya. Ini tentu
mimpi yang menakjubkan. Karena bintang
menunjukkan suatu yang besar. Apalagi
matahari, rembulan menunjukkan hal-hal
yang besar. Dan kemudian ternyata
takwilnya di penghujung kisah Nabi Yusuf
ternyata sebelah tersebut adalah saudara
saudaranya rembulan dan matahari adalah
ayah ibunya yang sujud kepada Nabi Yusuf
sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi
Yusuf. Ketika diceritakan kepada Nabi
Yaakub alaihi salam maka Nabi Yaakub
mengatakan ya bunayya la taksus ryaka
ala ikhwatik. Wahai putrak jangan kau
ceritakan mimpimu kepada
saudara-saudaramu. Ya fayakiduaka kaida.
Karena kalau mereka tahu mimpimu, mereka
akan berbuat makar
untukmu. Innitana kan insani adu mubina.
Karena setan itu sering merupakan musuh
bagi manusia. Ya, artinya kakak-kakakmu
akan dijerat oleh setan untuk membuat
makar ee yang mendatangkan kemudratan
bagimu. Nasihat Nabi Yakub alaihi salam
kepada Nabi Yusuf. Ya. Pertama, Nabi
Yusuf ketika dia bermimpi, dia tidak
ceritakan mimpinya kepada semua orang.
Karena itu mimpi tentang adalah
kenikmatan yang dia rasakan. Tapi dia
mimpi kepada orang pilihan. Orang
pilihan tersebut siapa? Ayahnya. Orang
saleh yang dia ceritakan. Kemudian
ayahnya menekankan, "Jangan kau
ceritakan kepada apa? kakak-kakakmu.
Khawatir mereka akan hasad dan mereka
akan bikin makar
kepadamu. Ini dalil bahwasanya
sebagaimana disebut oleh para ulama
kalau kita mendapatkan
nikmat tidak semua, tidak semua nikmat
kita ceritakan kepada orang lain. Kalau
kita pun harus cerita kepada orang yang
kita pilih. Yang kira-kira sayang kepada
kita, yang kira-kira perhatian sama
kita, yang kira-kira tidak hasad kepada
kita. Karena kalau setiap nikmat yang
kita dapat, kita ceritakan, khawatir
nanti ada yang hasad kepada kita.
Ya. Eh dalam riwayat disebutkan Rasul
sahu alaih wasallam mengatakan fainna
nikmatin mahsud. Fa nikmatin mahsud.
Sesungguhnya setiap orang yang mendapat
kenikmatan dihasati oleh orang lain.
Maka kalau ada yang kita dapat nikmat
kita diam-diam tidak perlu kita cerita.
Kalau kita pun harus mensyukurinya ya
kita dengan kita tunjukkan dengan ibadah
kita kepada Allah. Kalau kita ingin
menyebut-nyebutnya maka kita sebut-sebut
kepada di depan orang yang kita
percayai. teman dekat misalnya di atau
keluarga kita atau kakak kita atau adik
kita ya dalam rangka agar kita ingat
tentang nikmat-nikmat tersebut. Tapi
jangan ceritakan kepada semua orang ya.
Karena kalau kita ceritakan semua nikmat
kita kepada semua orang ini ada ada dua
bahaya. Bahaya pertama orang-orang hasad
sama
kita. Tidak semua tentunya tapi akan ada
yang hasad. Fa nikmatin mahsud. Kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, setiap
orang yang memiliki nikmat pasti ada
yang menghasinya. Ya, jangan bilang saya
orang saleh. Insyaallah enggak ada yang
hasad sama. Nabi Yusuf aja saleh,
sesaleh-salehnya pun dihasati. Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
sesaleh salehnya dihasati oleh ee
orang-orang munafik yang di Abdullah bin
Ubay bin Salul hasad sama Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Ya, orang
Yahudi hasad sama Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Jadi, kita menutup celah,
jangan kita buka
pintu kecelakaan bagi kita. Caranya
jangan kita ceritakan semua nikmat kita
yang kita rasakan. Apalagi kita publish,
apalagi kita
posting. Mudarat yang pertama, ada
orang-orang yang hasad sama kita.
Mudarat yang kedua, sebagian
orang menjadi menderita karena melihat
kenikmatan yang kita apa? Dapatkan. Dia
jadi sedih. Jadi contoh sederhana
misalnya ada suami istri kemudian
jalan-jalan entah ke mana. Ke luar
negeri maksudnya ke Puncak Bogor ya. Ke
luar negeri Jakarta ke Puncak Bogor
kemudian habis itu foto sana foto sini.
posting sana, posting sini, gandengan
nikmat. Nikmat bisa bareng-bareng sama
istri, sama suami. Kenikmatan yang
jarang didapatkan zaman sekarang.
Apalagi dengan kesibukan masing-masing,
dengan jalan-jalan sama anak-anak
kemudian posting. Ya, ini
kenikmatan dua mudarat bisa menimpa.
Bisa ada yang
hasad ya, hasad
kepada kita misalnya yang posting
ibu-ibu hasad. Oh, Bu ini kok bisa gitu
ya, Mas? Akhirnya hasad sama ibu
itu akhirnya ya macam-macam. Kalau sudah
hasad macam-macam ya berusaha memisahkan
sang wanita dari suaminya atau berusaha
menggoda suaminya kita enggak tahu ya.
Yang kedua, mudarat yang kedua mudarat
bagi orang lain. Orang lain jadi sedih
ketika dia lihat ada temannya
jalan-jalan, ternyata suaminya tidak
mampu jalan-jalan sama dia karena enggak
punya
duit. Jadi sedih atau tidak
sedih? Aduh. Gimana nih? Kita enggak
bisa jalan-jalan. Jadi yang tadi sudah
bahagia jadi apa? Jadi tidak
bahagia. Contoh sederhana ada seorang
datang sama kawan ngomong misalnya
laki-laki lagi kumpul-kumpul itu satu
orang datang cerita, "Wah, istri saya
masyaallah istri saya istri sudah
cantik, salehah, tiap malam salat
malam. Kemudian kalau saya kasih duit
dia bilang, "Enggak usah katanya."
[Musik]
[Tepuk tangan]
misalnya pokoknya cerita top istrinya
nomor
satu. Teman-teman yang dengar jadi sedih
semuanya padahal mereka hasilnya bahagia
kan. Artinya istri mereka
normal. Minta emas ya normal namanya.
Perempuan pasti minta emas. Tapi ini
laki-laki ini istrinya enggak normal.
Terlalu apa? Terlalu tinggi ya. Ketika
mereka lihat ada temannya, istrinya
seperti itu semua jadi sedih.
Pulang-pulang enggak sayang lagi sama
istrinya. Pulang-pulang lagi jengkel
sama istri, "Kamu nih minta-minta." Itu
istri teman saya enggak pernah
minta-minta. Dikasih duit malah nolak
kamu. Nah, ini contoh mudarat bagi apa
yang lain. Maka seorang inilah apa
maksudnya? Lihat-lihat situasi dan
kondisi. Kalau dia mau cerita
kenikmatan, jangan cerita sama semua
orang. Cerita kepada teman dekat yang
amanah, yang sayang sama dia, yang
mungkin dia bisa berbagi curhat
kepadanya. Tidak semua orang kita
cerita. Ada dua mudarat. Mudarat pertama
ada yang has sama kita. Mudarat kedua
apa namanya? Membuat orang lain menjadi
apa? Sedih. Iya. Ya. Membuat orang lain
jadi sedih. Ibu-ibu misalnya cerita sama
teman suami saya masyaallah gini gini
gini gini puji-puji habis. Akhirnya ada
yang bilang, "Waduh, boleh juga itu
kalau jadi suami saya."
Akhirnya kamu wajah pas-pasan aja saya
lebih cantik. Akhirnya dia berusaha
merusak rumah tangga. Bisa saja, bisa
saja. Ya, kalau tidak semua kenikmatan
kita ceritakan ya.
Makanya di antara nasihat Syekh Syri
hafidahullahu taala, belia mengatakan,
"Kalau ada yang bertanya sama kamu
tentang nikmat, enggak usah jawab secara
detail, jawab secara global aja. Rumahmu
ada berapa?" "Ada ya?" "Ada berapa?"
Pokoknya ada. Alhamdulillah. Enggak usah
bilang rumah saya ada 10. Tiga di sini,
tiga di Pondok Indah, dua di pondok
Pinang, satu di pondok mana lagi? Orang
hasad, enggak semua orang. Usaha saya
sekian sekian sekian orang hasad. Kalau
kita cerita nikmat yang kita miliki
secara detail, dia akan hasad. Kalau
kita bilang kita enggak punya, dia
meremehkan. Ah, kasihan orang miskinnya.
Mending kita jawab secara apa? Global
saja. Jadi, kita hati-hati dalam
menceritakan kenikmatan yang kita
dapatkan. Kita enggak sembarang, kita
pilih-pilih orang juga ya. Karena tadi
dikhawatirkan ada yang hasad atau
menjadikan orang lain bersedih gara-gara
kita.
Karena sunah sunahnya adalah kita
memberi kebahagiaan kepada orang lain,
bukan malah menjadikan apa orang lain.
Tib. Di antara keteladanan yang lain
yang ee kita bisa ambil dari kisah Nabi
Yusuf Alaih
Salam yaitu tentang bagaimana kisah ee
Nabi Yusuf ketika dirayu oleh Imraatul
Aziz. Imratul Aziz ini tentunya ee ada
yang menyebut namanya Zulaikha atau ada
yang menyebut namanya yang lain. Tapi
tidak ada riwayat yang sahihah yang
menunjukkan namanya Zulaikha. Tapi dalam
Al-Qur'an disebut Imraatul Aziz.
Ala-Aziz maksudnya orang yang mulia,
mungkin suaminya menteri atau
bendaharawan ya. Ee tapi dia adalah ee
wanita ee apa namanya? ee bangsawan di
kota di kota Mesir. Tentunya dia adalah
wanita yang cantik jelita. Kemudian dia
merayu Nabi Yusuf alaihi salam yang
Allah sebut dalam Alquran wqtil abwaba
waqat haak q maadallah. Maka sang wanita
ini pun menutup pintu-pintu semuanya.
Kemudian dia merias dirinya dia sudah
cantik. Kemudian dia percantik dirinya.
Kemudian dia merayu Nabi Nabi Yusuf
Alaih Salam. Kemudian Nabi Yusuf Alaih
Salam kata Allah walaqad hammat bih wa
hamma biha. Sungguh sang wanita sudah
kebelet pengin sekali e berzina dengan
Nabi Yusuf Alaih Salam. Ya. Dan Nabi
Yusuf juga ya lelaki. Sudah tergerak apa
hasratnya wajar dia seorang lelaki. Maka
Nabi Yusuf Alaih
[Musik]
Salam melakukan beberapa cara agar
selamat dari godaan yang sangat berat
ini. Ini godaan paling berat yang
dihadapi oleh seorang lelaki pemuda
seperti Nabi Yusuf Alaih Salam. Makanya
Allah abadikan kisah ini dalam Al-Qur'an
sebagai pelajaran bagi kita di zaman
sekarang yang banyak sekali godaan
terkait dengan apa? Terkait wanita.
Apalagi Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Ma tarqtu ba'di fitnatan adar
al rijal minanisa." Aku tidak
meninggalkan fitnah yang paling
berbahaya bagi laki-laki seperti fitnah
apa? Fitnah wanita. Ya, terlebih lagi
saking begitu beratnya godaan wanita,
terutama zaman sekarang adanya medsos
dengan adanya internet ya dengan adanya
TikTok dan yang lain-lainnya maka ee
hampir semua orang terkena kecipratan
kecipratan sarana-sarana menuju zina.
Dan ini telah disabdakan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kata
Rasulull sahu alaii
wasallam, kataba libni
Adam, kataballah libni Adam, hadahu
minzina mudrikalika la mahala. Allah
telah menetapkan kepada anak Adam, dia
pasti kecipratan zina, pasti mengenainya
dan dia tidak bisa menghindarinya. Dia
pasti kecipratan sarana zina. Kemudian
rasul sahu alaihi wasallam menjelaskan
alinani taznian. Sesungguhnya dua mata
berzina wazinahuma nadar. dua mata
berzinaan zinanya dengan melihat yaitu
melihat hal-hal yang menimbulkan syahwat
yang ujung-ujungnya menuju pada
perzinahan tapi melihat aurat w terbuka,
melihat hal-hal yang membuat hasrat,
rangsangan dan macam itu zina mata. Wal
uzunani taznian wazinahuma iltima dan
dua telinga berzina. Dan zinanya adalah
dengan mendengar dengar lagu-lagu
cinta-cinta inilah rayuanlah,
sentuhanlah, lagu-lagu isinya gitu-gitu
ya. ee isin tentang cinta cid dan
segalanya
ya. Ya, lagu-lagu itu yang laris.
Lagu-lagu apa? Lagu-lagu cinta ya.
Tentang kekasihlah apalah. E
dengar-dengar musik yang menimbulkan
apa? Syahwat ya. Menimbulkan fly dan
macam-macam. Ini namanya zina telinga.
Kemudian juga ee Rasulullah menyebutkan
ee bahwasanya mulut berzina. Zinanya
dengan rayuan ucapan ya. Sampai Rasulull
Sallah Alaih Wasallam menyebutkan tangan
berzina yaitu sentuhan. Ya. Sampai
akhirnya kata Rasul sahu alaihi
wasallam wal farju yukadibu yusdiqu dan
kemaluan yang membenarkan itu semua atau
mendustakan. Artinya kalau dia teruskan
maka dia berzina jika dia tidak teruskan
maka dia tidak berzina. Tapi intinya
rasul was menjelaskan bahwasanya kita
akan kecipratan semua sarana menuju apa?
Zina. Siapa di antara kita yang bisa
menundukkan pandangan? kita pasti
melihat auratnya terbuka, melihat yang
membuat hasrat apalagi zaman zaman
sekarang ya mendengar hal-hal yang
menimbulkan hasrat yang yang
tentunya apa mengantarkan kepada zina
sentuhan rayuan atau tulisan semuanya.
Ini menunjukkan bahwasanya
fitnah wanita adalah fitnah yang paling
berbahaya. Rasulullah sendiri yang
mengatakan aku tidak pernah meninggalkan
fitnah bagi laki yang berbahaya seperti
fitnah fitnah wanita. Nah, kemudian
Allah menyebutkan tentang kisah Nabi
Yusuf Alaih Salam yanguji dengan ujian
yang sangat berat. Apa sih keteladanan
yang diajarkan Nabi Yusuf agar kita bisa
terhindar dari
ee godaan wanita? Keteladanan yang
paling
top yang di yang itu yang di dilihat
oleh Imraatul Aziz.
Imratul Aziz ketika dia mengumpulkan
para ibu-ibu di kota
Mesir, setelah dikumpulkan semuanya
kemudian dikasih makanan, kasih pisau
untuk memotong makanan tersebut. Entah
buah, entah kue, entah apa. Ketika
mereka sedang asik ngobrol, tiba-tiba
Nabi Yusuf disuruh jalan di depan
mereka. Ketika mereka melihat Nabi
Yusuf, mereka pun kaget. Saking
terpesona dengan Nabi Yusuf alaihi
salam, akhirnya mereka memotong aidahun.
Mereka potong tangan-tangan apa mereka
tanpa sadar. Karena saking terpesona
terhadap siapa? Nabi Yusuf. Histeris.
Saking tambannya, mereka tidak sadar ya.
Mereka tidak sadar. Ada yang mengatakan
ada yang langsung mati ketika itu. Ada
yang mengatakan langsung haid ketika
itu. Kalau kita baca buku tafsir
macam-macam. Tapi intinya di antara yang
Allah sebutkan mereka potong
tangan-tangan mereka berdarah dan mereka
tidak sa sadar.
Kemudian setelah mereka ternyata
berhasrat sama Nabi Yusuf semuanya, maka
akhirnya Imratul Aziz dengan tidak
malu-malu lagi. Hatta sitral hatta
sitral haya dia robek tirai rasa
malunya. Kemudian dia bongkar-bongkaran.
Dia bilang,
"Holat
apa?
Lumtunani lumtun." Inilah yang
kalian lumtunani fih. Ini yang kalian
cela-cela. Saya bilang ini Zulahah
ngerayu-ngerayu Yusuf. Ngerayu-ngerayu
Yusuf. Kalian saja baru lihat 5 menit
sudah ko semua. Saya tiap hari ketemu
dia bertahun-tahun. Ya, kalian baru 5
menit sudah ko jadi dia sudah
bongkar-bongkaran.
Inilah yang kalian cela aku tentang hal
ini. Kemudian beliau
[Musik]
berkata, "I kalian celah-celah saya.
Kalian sendiri tidak bisa
menghadapinya. Sungguh aku sering
merayunya."
Fastam. Tapi dia berpegang teguh.
Istiam. Dijelaskan oleh Syekh Abdur
Razzaq hafidahullahu taala. Maksudnya
dia tidak kasih celah sedikit pun. Dia
tidak kasih celah sedikit pun. Kalau
kita ingin selamat dari fitnah wanita,
jangan kasih celah sedikit pun. Yang
buat kita tidak selamat ketika kita
kasih apa? Celah. Baik fitnah laki-laki
ma fitnah wanita. Wanita kasih celah
sama laki-laki atau laki-laki kasih
celah sama wanita. Kalau ingin selamat
jangan kasih celah. Kalau kita sudah
kasih celah, kita akan mudah
terbawa. Pokoknya kalau ada cewek,
asalamualaikum, rayu-rayu, blokir
ya. Rayu-rayu ini enggak beres blokir.
Jangan, jangan di-save ya. Itu namanya
kita kasih celah. Apalagi kita cek apa
foto ee profilnya ya. Oke juga. Jangan
ya. Pokoknya jangan kasih celah. Jangan
kasih celah. Ada akhwat
kirim WA terus ada hihihi hihi. Udah
blokir. Jangan kasasih cela. Masalahnya
kalau kita enggak kita buka cela itu
yang masalahnya. Kalau kita kasih enggak
kasih cela, kita mudah meninggalkan
semuanya. Mudah. Kapan kita susah
meninggalkan maksiat? Ketika kita sudah
mulai masuk. Ah, itu sudah
susah. Ya, makanya apa kata penyair?
Kulul hawadi mabdauha minanar wamunar
min mustas syarar. Sesungguhnya seluruh
malapetaka dimulai dari pandangan.
Dan api yang besar dimulai dari
percikan. Coba kalau kita dari awal
tundukkan pandangan, enggak ada godaan
sama sekali, enggak ada. Tinggal gini
selesai. Tapi kalau kita gini dunduk
tapi
melihat sudah lihat 5 menit sudah
terbias dalam hati kita selesai.
Laki-laki lemah di situ. Laki-laki
lemah. Lemah di situ. Akhirnya
melihat-melihat, akhirnya tergoda
tergoda. Akhirnya jelalatan. Lihat sana,
lihat sini. Kemudian habis itu minta
izin istri poligami dengan syarat ingin
menjalankan syariat. Padahal maksiat
yang dia lakukannya ya dia bukan jalan
syarat tapi dia terlalu banyak
maksiat oleh kariranya seorang apa
waspada ya waspada maka itulah cara Nabi
Yusuf alaihi salam istiam tidak kasih
cela sama sama sekali kalau kita tidak
kasih celah sama sekali kita mudah
meninggal itu semua yang masalahnya kita
buka celah kita buka relasi
ketawa-ketawa keti kita telepon
lama-lama dengan istri orang ini yang
jadi masalah
setan masuk ya akhirnya membuat tergoda
ya apalagi baru bertengkar sama istri
repot dan itu banyak kejadian masuk ke
dalam ee medsos kemudian reuni
qadarullah ketika dia masuk acara riuni
dia baru bertengkar sama suaminya
kemudian ketemu dengan temannya
laki-laki yang juga bertengkar sama
istrinya ini kayaknya pas ya Allah
mentakdirkan demikian
ada aja apa namanya
ee hal-hal seperti itu. Makanya jangan
pernah meremehkan ee apa namanya fitnah
ini. Fitnah apa? Fitnah wanita. Jangan
pernah meremehkan fitnah wanita karena
ee ini fitnah paling besar bagi
laki-laki. Ketika Rasulullah mengatakan
fitnah paling berbahaya jangan kita
jangan kita sepelekan. Jangan kita
sepelekkan. Ini metode yang paling
tepat. Teladan dari Nabi Yusuf. istiam.
Jangan kasih celah sama sama sekali.
Kemudian kedua, ketika kita tergoda atau
mulai tergerak hasrat kita, maka metode
berikutnya ee mengingat nikmat yang
Allah berikan kepada kita. Ketika Nabi
Yusuf tergoda atau mulai tergerak
kasratnya, dia berkata, "Ya, innahu rbi
ahsana matwaya innahu la
yuflihzalimun." Sungguhnya rabku telah
berbuat baik kepadaku. Sesungguhnya
tidak beruntung orang-orang yang berbuat
zalim. Sebagian ahli tafsir menyatakan
bahwasanya makna rabbi ada dua pendapat.
Yang rabi maksudnya majikanku. Yang
kedua, rabbi artinya Tuhanku. Artinya,
Nabi Yusuf berkata, "Allah telah banyak
berbuat baik kepadaku. Kenapa aku
membalas kebaikannya dengan apa?" Dengan
maksiat. Maka di antara hal yang membuat
seorang berhenti dari maksiat ketika dia
ingat nikmat-nikmat Allah. Pantaskah
saya? Ya Allah, berikan saya begitu
banyak maksiat, eh berikan begitu saya
banyak kenikmatan. ya berikan kenikmatan
harta, kenikmatan istri, kenikmatan
keluarga, kenikmatan kesehatan,
kenikmatan bisa ibadah, bisa umrah.
Kemudian saya membalas kenikmatan
tersebut dengan membangkang perintahnya.
Ini di antara hal yang membuat seorang
ingat nikmat-nikmat tersebut maka dia
berhenti dari maksiat atau ee
kecenderungan untuk bermaksiat. Dia
ingat nikmat-nikmat
tersebut. Ini metode Nabi Yusuf.
Kemudian metode berikutnya, Nabi Yusuf
kabur dari lokasi ee yang bisa
menjerumuskan dalam maksiat. Maka beliau
pun kabur ya wasqaba waq. Maka beliau
pun kabur menuju pintu untuk keluar.
Kemudian Imratul Aziz wanita tersebut
menarik bajunya untuk mengembalikannya.
Namun Nabi Yusuf terus kabur. Akhirnya
tiba-tiba ketemu dengan suami sang
wanita. Jadi kalau ingin selamat jauhi
tempat lokasi maksiat. Jangan
dekat-dekat. Jauh aja jauh menjauh
begitu ini menjauh. Jangan dekat-dekat
di situ. Karena kita enggak tahu kapan
iman kita lagi turun. Mungkin 10 menit
pertama kuat, menit ke-11 goyang, menit
ke-12 terjungkal. Kita enggak tahu.
Ketemu dengan perempuan 5 menit pertama
enggak ada apa-apa. 10 menit kedua
pertemuan berikutnya pertemuan ketujuh
mulai
goyang. Repot kalau sudah mulai apa?
Goyang. Ya, makanya kita jauhkan diri
dari lokasi ke masjid agar kita aman,
tentram, nyaman
ya, dan selamat dari godaan ya. Kemudian
tentunya berdoa kepada Allah subhanahu
wa taala. Nabi Yusuf
[Musik]
berdoa minahin. Nabi Yusuf berdoa, "Ya
Allah, penjara lebih aku sukai daripada
rayuan mereka." Ya, kalau kau tidak ee
memalingkan godaan mereka kepadaku,
tidak memalingkan godaan mereka dariku,
asbu ilaihin aku akan condong kepada
mereka dan aku akan bermaksiat.
Tidak mungkin kita selamat dari maksiat
kecuali Allah yang menyelamatkan kita.
Maka angkat tangan berdoa kepada Allah
Subhanahu wa taala ya agar bisa ya
selamat dari godaan-godaan wanita ya.
Hati ini lemah ya. Hati ini lemah dan
rayuan ee wanita berat untuk dihadapi
oleh para lelaki. Rasulullah yang
mengatakan paling berat. Maka jangan
kita remehkan fitnah wanita. Demikian
juga fitnah lelaki bagi wanita. Tib.
Keteladanan berikutnya.
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala. Nabi ee Yusuf Alaih
Salam
ee selalu berbuat ihsan dan orang yang
berbuat
ihsan akan dimudahkan urusannya oleh
Allah Subhanahu wa taala. Ya. Ketika
Nabi Yusuf
akhirnya setelah dipenjara kemudian dia
diangkat menjadi seorang menteri,
kemudian kakak-kakaknya pun datang. Maka
kemudian dia pun bongkar kartu. Dia
bilang, "Sayalah Yusuf yang kalian
pernah begini-begini." Iya. Kemudian
Nabi Yusuf berkata, "Ya, innahu yattaqi
waasbir fainnallaha la yudiu ajral
muhsinin." Sesungguhnya siapa yang
bertakwa dan bersabar sungguhnya Allah
tidak akan menyia-nyiakan pahala orang
yang berbuat
ihsan. Nah, seorang berusaha dalam
kehidupan ini melakukan ihsan.
Sebagaimana Nabi Yusuf alaihi salam, dia
selalu ihsan. Ihsan maknanya dua. Yang
pertama adalah ihsan dalam beribadah
kepada Allah. Yang kedua, ihsan kepada
makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa
taala. Ihsan yang pertama
sebagaimana yang ditafsirkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam, anudallaha
kaaka tarahu faam takun tarahu fainnahu
yar. Engkau beribadah kepada Allah
seakan-akan engkau melihat Allah. Jika
kau tidak mampu, yakinlah Allah
melihatmu. Itulah ihsan. Setiap kita
melakukan ibadah, kita merasa Allah
selalu melihat apa? Melihat kita. Allah
selalu menilai kita. Dan kata Ibnu
Taimiyah rahimahullahu taala, Nabi Yusuf
ihsan dalam segala musibah yang dia
hadapi. Ketika dia dilempar dalam sumur,
dia hadirkan ihsan bahwasanya Allah
sedang melihat dia, maka dia mampu untuk
ber bersabar. Dia tahu Allah tidak akan
meninggalkannya. Ketika dia dijual jadi
budak, dia pun ihsan. Ketika dia digoda
oleh Imraatul Aziz, dia tahu Allah
sedang melihatnya. Ya, selalu hadir
dalam dirinya ihsan tersebut. Ya, dalam
setiap kondisi yang dia lewati dia
selalu menghadirkan
ihsan. Siapa yang selalu merasa Allah
mengawasinya, Allah melihatnya, maka dia
akan mudah menghadapi permasalahan. Ini
ihsan Nabi Yusuf ketika merasa Allah
senantiasa melihatnya. Yang kedua, ihsan
dia kepada orang-orang sekitarnya. Dan
ini menakjubkan ihsannya Nabi
Yusuf. Pertama, Nabi Yusuf Alaih Salam
ketika dipenjara. Ketika
dipenjara datang dua orang. Setelah lama
Yusuf di penjara, tiba-tiba datang dua
orang kepada Nabi Yusuf. Ya. Eh, kata
Allah,
"Walayan masuklah dua anak muda ketemu
Nabi Yusuf dan dia berkata," ahaduhuma
inni aram. Yang satu berkata Yusuf,
"Saya bermimpi melihat saya memerah
anggur." Yang satu mengatakan, "Ya
Yusuf, saya melihat dalam mimpi saya,
saya memegang roti di atas kepala saya.
Tiba-tiba ada burung makan roti
tersebut. Tafsirkanlah mimpi kami
berdua." Kata mereka, "Inna naroka minal
muhsinin." Kami melihat engkau termasuk
orang yang baik, orang ihsan. Ternyata
selama Yusuf di penjara, dia selalu
berbuat ihsan, berbuat baik kepada
penghuni
penjara. Tentunya berbuat baik dengan
kada penghuni penjara dengan apa? Ya
mungkin kalau ada makanan mungkin dia
bagi, tapi kemungkinannya kecil karena
dia juga dapat jatah apa? Makanan.
Kemungkinan dia berbuat baik dengan
akhlak yang mulia, nasihat-nasihat,
kata-kata yang lembut. Sampai disebutkan
oleh para ahli tafsir, begitu masyhurnya
Nabi Yusuf Alaih Salam sebagai orang
yang muhsin, senantiasa berbuat baik.
Sampai kalau ada orang-orang yang sudah
habis masa tahanannya dan boleh keluar,
mereka minta izin untuk diperpanjang
tahanannya. Gak mau keluar. Kenapa?
Pengin selalu dekat dengan Nabi Yusuf
Alaih Salam. Karena mereka nyaman dengan
Nabi Yusuf Alaih Salam. Zahirnya Nabi
Yusuf berbuat baik kepada mereka bukan
dengan materi. Mungkin dengan bantuan
tenaga, mungkin dengan nasihat.
Ya, oleh karenanya ee seorang berusaha
berbuat ihsan kepada makhluk-makhluk
Allah Subhanahu wa taala dengan apapun
yang kita bisa. Kita bisa berbuat ihsan
dengan materi, bisa berbuat ihsan dengan
ide, berbuat ihsan dengan kata-kata yang
baik, berbuat ihsan kepada orang lain
dengan tenaga. Ya, apa saja yang
membantu orang lain maka itu disebut
dengan ihsan. Ya, itu disebut dengan
ihsan. Karena Nabi Yusuf Alaih Salam
muhsin, akhirnya dua orang ini pun
datang kemudian minta agar Nabi Yusuf
menafsirkan mimpi mereka berdua. Karena
ini orang-orang saleh selalu berbuat
ihsan. Di antara ihsannya Nabi Yusuf
Alaih Salam dan ini juga ee perkara yang
menakjubkan. Jadi Nabi Yusuf Alaih Salam
ee mudah memaafkan. Dia mudah memaafkan.
Di antara bentuk ihsan kepada orang
lain, kita maafkan orang
lain. Dan banyak orang yang dia maafkan
dalam kisah ini. Dia maafkan
kakak-kakaknya, dia maafkan Imraatul
Aziz yang merayunya yang buat dia
kejeblos dalam penjara dan dia maafkan
orang yang dia bantu. Lupa cerita
tentang dirinya. Tiga orang yang dia
maafkan dalam kisah ini dan dia selalu
maafkan. Yang pertama yang dia maafkan
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an adalah
tentang orang yang dia bantu dengan
menafsirkan mimpinya. Jadi orang tadi
ketika datang kepada Yusuf Alaih Salam,
Yusuf tafsirkan mimpi kami. Yusuf
berkata, "Adapun kamu yang satu akan
ditangkap, kemudian dibunuh, kemudian
disalib. Adapun yang satu, fayasqibahu
khamro, kau akan jadi pelayan raja dan
kau akan
memenuangkan ee air minum kepada minuman
kepada sang raja.
Dan
benar keputusan telah berlaku. Akhirnya
yang satu dibunuh, yang satu akan
menjadi pelayan raja. Maka Nabi Yusuf
memberi pesan kepada orang
ini.
Waqilladzi
minhumnibik. Dia berkata, "Wahai fulan,
kau akan menjadi pelayan raja. Jangan
lupa ceritakan tentang aku di sisi raja
nanti." Tujuan Nabi Yusuf, dia usaha.
Nabi Yusuf usaha, ikhtiar. Tujuan Nabi
Yusuf ini kalau orang nanti cerita
kepada raja, "Ya, raja ada Yusuf itu
sebenarnya baik, dia gini-gini supaya
Yusuf dibebaskan karena dipenjara enggak
enak." Tetapi jadi Yusuf pesan nanti kau
ceritain tentang saya rupanya orang ini
lupaahuikhiin. Rupanya orang ini lupa
cerita akibatnya Yusuf bertambah lagi
masa tahanannya di penjara
bertahun-tahun gara-gara orang ini lupa
apa cerita. Seandainya dia cerita, Nabi
Yusuf akan dibebaskan oleh sang raja.
Tib. Orang ini salah atau tidak salah?
Dia tidak lupa dengan pesan Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf sudah berbuat baik sama dia,
sudah tafsirkan mimpinya, buat dia
bahagia. Apa susahnya membalas budi Nabi
Yusuf dengan cerita tentang Nabi Yusuf
kepada sang raja? Tapi dia lupa. Akibat
dia lupa kata Allah, falabit fisjidin.
Akibatnya kata Allah, fa, maka Yusuf pun
bertambah di penjaranya bertahun-tahun.
Tib.
Akhirnya di masa tambahan bertahun-tahun
tersebut raja akhirnya mimpi. Mimpi ada
tujuh sapi kurus.
Inqaratun ija. Aku melihat raja
mengatakan, "Aku melihat ada sapi
betina, tujuh sapi betina kurus. Makan
tujuh sapi betina gemuk. Kemudian aku
melihat tujuh bulir gandum yang kering
dan tujuh bulir gandum yang yang basah.
Wahai para
[Musik]
pembesar-pembesarku, tafsirkanlah
mimpiku jika kalian mampu. Mereka semua
tidak
mampu. Kata mereka, "Raja gak bisa
mimpimu carutmarut." Itu seperti orang
kalau petani atau orang yang bawa bawa
makanan buat kuda, dia bawa rumputan.
Rumputan kan ada dari batang daun ini
macam-macam. Jadi itu namanya atgat,
yaitu kumpulan rumput-rumput dari sumber
rumput yang berbeda-beda, yang
carut-marut. Akhirnya para
pembesar-pembesar kerajaan mengatakan,
"Ya Raja, kami enggak bisa tafsirkan
mimpimu karena mimpimu carut-marut,
tidak ada alur yang jelas." Kata mereka
demikian. Wahnu bwil ahlamimin. Kami gak
bisa. Tiba-tiba orang jadi pelayan raja
baru ingat. Oh iya, ada ahli tafsir
siapa? Yusuf. Setelah 7 tahun, ada yang
bilang setelah 7 tahun baru dia ingat.
Maka dia bilang
eh apa namanya?
Eh saya akan kabarkan mimpi sang raja.
Utus saya kepada Yusuf. Di sini lihat
bagaimana ihsannya
Yusuf. Dia datang kepada Yusuf. Dia
berkata,
"Yusuqina aftina." Wahai Yusuf,
tafsirkanlah mimpi raja. Mimpinya begini
begini begini. Yusuf tidak mencela orang
ini. Dia tidak berkata, "Kamu ke mana
aja 7 tahun kamu sekarang baru perlu ke
sini." Enggak subhanallah. Dia dia
enggak cela sama sekali. Dia tidak cela
sama sekali. Dia tidak mengatakan dia
tidak dendam. Ya sudah, silakan jelas.
Saya saya tidak mau tafsirkan. Dia
enggak dendam sama sekali. Kemudian
ketika Yusuf menafsirkan, ini
menakjubkan. ketika dia
menafsirkan. Jadi maksud saya
ee ee Yusuf ketika itu saya tadi bicara
tentang di antara berbuat ihsan dia
memaafkan kan. Pertama Yusuf memaafkan
orang ini. Paham intinya? Nanti kemudian
Yusuf setelah menafsirkan kemudian raja
Yusuf bilang, "Coba tanyakan kepada
Imraatul Aziz tentang hakikat apa yang
terjadi." Akhirnya raja tanya, "He
ibu-ibu semua, sebenarnya apa yang
terjadi dengan Yusuf?" Akhirnya
qiz haqq ana dia ngaku ya raja
sebenarnya saya yang rayu dia dia
bongkar kartu tetapi Yusuf alaihi salam
tidak bilang raja penjarakan dia gantian
gak Yusuf maafkan apa maafkan wanita
ini. Bayangkan gara-gara wanita ini
dipenjara lebih dari 7 tahun. Ada yang
bilang 14 tahun, ada yang bilang lebih.
Tapi dia tidak dendam kepada Imraatul
Aziz. Dia tidak dendam. Tidak. Dia cuma
dia cuma coba tanya yang benar
bagaimana. Subhanallah. lapangnya dada
luar biasa. Kemudian orang ketiga yang
dia maafkan adalah
kakak-kakaknya. Ketika mereka ingin
minta beli gandum setelah Yusuf menjadi
menteri bendahara Mesir, mereka datang,
mereka datang. Akhirnya mereka minta
gandum. Mereka enggak punya barteran.
Ya,
yazizuana. Kakak-kakak yang 10 orang
bilang yang dulu buka baju Yusuf
masukkan ke sumur, jual jadi budak.
Ini yang bikin Nabi Yusuf berpisah dari
ayahnya sampai puluhan tahun. Kemudian
mereka sekarang dalam kondisi mengemis.
Mereka berkata, "Wahai sang bendaharawan
Mesir, keluarga kami ditimpa dengan
penderitaan dan kami mau perlu makanan,
perlu gandum. Cuma berteran kami cuma
sedikit. Tolong meskipun berteran kami
cuma sedikit, penuhilah gandum
tersebut."
Yusuf akhirnya bongkar kartu. Yusuf
mengatakan, jahilun. Apa kalian masih
ingat apa yang kalian lakukan kepada
Yusuf dan saudaranya ketika kalian masih
jahil? Kamu Yusuf? Iya, saya Yusuf.
Akhirnya mereka berkata
eh inna e apa namanya? Eh laqarakallahu
alain. Wahai Yusuf, Allah telah
memuliakan engkau daripada kami dan kami
bersalah. Apa kata Yusuf? Laikumul yauma
yagfirullahu lakum. Tidak ada celaan
bagi kalian sejak hari ini. Enggak ada.
Aku enggak mencela kalian. Allah niscaya
akan mengampuni apa kalian. Subhanallah.
Yusuf tidak mencela sedikit pun. Tidak
mencela sedikit pun. Jadi benar-benar di
antara ihsan yang dia lakukan mudah
memaafkan. Jadi ikhwan kita ini hidup ee
ya namanya kita punya kekurangan,
orang-orang juga punya kekurangan. Pasti
ada orang salah sama kita pasti. Gak
usah orang jauh-jauh. Orang dekat kita,
mungkin istri kita, mungkin suami kita,
mungkin anak kita jengkelin kita,
mungkin pembantu kita, mungkin supir
kita, mungkin tetangga kita, mungkin
guru kita, mungkin murid kita, ada
kemungkinan ada ya. Tapi kita
hendaknya mengambil teladan dari Nabi
Yusuf alaihi salam. Di antara bentuk
berbuat ihsan adalah dengan mudah apa?
Memaafkan.
Kita mudah maafkan kita yang bahagia dan
tentunya kita sudah bahas dalam bahasan
tersini tentang masalah memaafkan. Ini
bentuk ihsan. Yusuf memaafkan Imraatul
Aziz. Yusuf memaafkan ee orang yang dia
tafsirkan mimpinya dan Yusuf juga
memaafkan
saudara-saudaranya. Di antara bentuk
ihsan Nabi Yusuf Alaihi
Salam, beliau ketika diminta untuk
menafsirkan mimpi tadi ee pelayan raja
berkata, "Wahai Yusuf, raja bermimpi
begini begini begini. bahwasanya raja
melihat ada tujuh sapi kurus memakan
tujuh sapi gemuk. Maksudnya apa? Maka
lihat bagaimana Yusuf menafsirkan mimpi
tersebut. Apa tafsir mimpi ini? Tafsir
mimpi ini seder sederhana. Tafsir mimpi
adalah berarti akan ada 7 tahun masa
panen kemudian diikuti dengan 7 tahun
masa paceklik. Itu saja tafsir mimpi.
Apa maksudnya tujuh sapi gemuk?
Maksudnya masa panen selama 7 tahun. Apa
maksudnya tujuh sapi kurus? Maksudnya
adalah masa panen eh masa pcekelik
selama 7 tahun. Harusnya itu saja
jawaban Nabi Yusuf nih jawabannya begini
selesai. Tapi ternyata Yusuf berbuat
ihsan. Dia tidak hanya menafsirkan, tapi
dia langsung kasih solusi juga. Dia
langsung kasih apa? Solusi. Dia
berkata, mimun. Kata
Yusuf, "Akan ada 7 tahun musim panen.
Maka tanamlah
sebanyak-banyaknya. Kemudian sisakan
sebanyak-banyaknya. Makan sedikit saja.
Mungkin makanan satu orang, buat dua
orang, buat tiga orang. Sisakan
sebanyak-banyaknya, makan sedikit saja.
Ini solusinya. Kemudian akan datang 7
tahun musim paceklik yang kalian simpan
di simpan di lumbung gandum tersebut
akan kalian pakai ya. Tapi masih aja
yang ada yang tersisa karena kalian
simpannya apa? Banyak. Nah, ini solusi
yang dijelaskan Nabi Yusuf. Jadi, Yusuf
alaihi salam tidak hanya menafsirkan
mimpi, tapi dia juga kasih solusi.
Kemudian di antara ihsannya, selain
mengasih solusi, Yusuf mengabarkan
tentang hal yang lain. Kata Yusuf alaihi
salam, "Tumma ba'diamun fias wafi
yirun."
Sungguhnya akan datang setahun setelah
itu setelah 7 14 tahun 7 tahun musim
kemarau eh musim panen 7 tahun musim
kemarau akan datang 1 tahun di sana
hujan sangat keras sangat deras dan
akhirnya orang akan memanen anggur dan
memerah anggur ini 1 tahun tma yati amun
fi yunas kemudian setelah itu tahun
ke-15 akan banyak hujan yang deras dan
orang-orang akan memanen anggur ini
tidak ada dalam mimpi tersebut paham Ini
tambahan ilmu. Karena yang saya katakan
tadi tafsiran mimpi cuma tujuh musim
panen, tujuh musim apa? Baca klik Tuhan.
7 tahun. Tahun yang ke-15 ini di luar
daripada mimpi. Tapi Yusuf kasih
tambahan. Kasih tambahan. Ini
menunjukkan dia ihsan dengan
ilmu. Ihsan Nabi Yusuf dengan beri
solusi dengan tambahan ilmu. Seperti
Nabi sallallahu alaihi wasallam ketika
para ulama mengatakan Nabi orang yang
ihsan. Ya, di antara ihsannya adalah
memberi ilmu yang dibutuhkan kepada
meskipun tidak ditanyakan. Satu hari
dalam hadis Abu Hurairah radhiallahu
anhu sahabat bertanya, "Ya Rasulullah,
inarkabul
[Musik]
bahmilatawil bahr." Ya Rasulullah, kami
berlayar di lautan dan kami bawa air
tawar
sedikit. Kalau kami gunakan air tawar
ini untuk
berwudu, kami kehausan. Jadi mereka
ragu. Boleh. Maka mereka bertanya,
"Bolehkah kami berwudu dengan air laut?"
Karena mereka ragu tentang kesucian air
laut karena saking asinnya. Jadi mereka
bilang, "Kalau kami gunakan air tawar
untuk berwudu ya Rasulullah, kami
kehausan di tengah lautan. Bolehkah
kami menggunakan air laut untuk
berwudu?" Jadi, yang pertanyaannya
tentang air apa? Air laut. Bolehkah
untuk berwudu? Apa jawaban Nabi
sallallahu alaihi wasallam? Ini hadis
pertama dalam kitab Bulugul Maram. Kata
Nabi sallallahu alaihi
wasallam, mauhu alu maitu. Kata Nabi,
"Air laut itu suci dan mensucikan. Boleh
untuk wudu, boleh untuk mandi junub.
Apakah titik Rasulullah masih
lanjutkan?" Alhillu maitatu juga ikan,
bangkai ikannya juga halal. Padahal
mereka gak tanya tentang bangkai apa?
Ikan. Tetapi Rasulullah tahu mungkin
mereka akan butuh di tengah jalan
daripada mereka enggak bisa nanya nanti.
Enggak bisa WA, enggak bisa SMS, enggak
bisa telepon. Sudah Rasulullah kasih
tahu sekarang bangkainya pun apa? Halal.
Ini contohnya Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Ihsan dengan apa? Ilmu.
Tidak ditanyakan. Tapi kalau perlu tahu
dikasih tahu. Yusuf alaihi salam
demikian. Informasi bahwasanya pada
tahun 15 akan ada hujan deras itu enggak
di luar daripada konteks mimpi. Tapi
beliau kasih tambahan apa? Ilmu. Karena
beliau tahu ini akan membahagiakan
mereka. Oh ternyata tahun ke-15 akan ada
hujan, akan ada perah anggur. Setelah 7
tahun peciklik ternyata dielesaikan
dengan musim yang sangat menyenangkan.
Inilah ihsannya
Nabi Yusuf Alaih
Salam. Masih ada
waktu? Masih. Ya, sabar
[Musik]
ya. Ada air minum. Tenang
amat. Tib. Kita lanjutkan. Di
antara di antara keteladanan Nabi Yusuf
dan ini juga kita perlu dalam kondisi
tertentu adalah menggunakan takrid atau
almaarid atau tauriah. Tauriah adalah
mengucapkan sesuatu yang benar, tidak
ada dusta di situ. Tetapi maksudnya
makna yang lain. Tetapi maksudnya makna
yang yang lain yang disalahpahami oleh
pendengar. Itu namanya tauriah atau maar
atau takrid.
Dalam suatu riwayat dari Imran bin Husin
radhiallahu anhu, Rasul wasallam
bersabda,
"Inna fil maar maid
lamanduhatun
lamanduhatanilib. Inna fil
maamuhatanilib." Maknanya sesungguhnya
tauriah adalah solusi untuk terhindar
daripada dusta.
Tauriah itu seperti ini. Seperti yang
pernah dilakukan oleh Abu Bakar
radhiallahu anhu. Ketika Abu Bakar
radhiallahu anhu berjalan bersama Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam
ketika hijrah. Orang-orang bertanya,
"Siapa ini di depanmu wahai Abu Bakar?"
Mereka kenal Abu Bakar, mereka tidak
kenal Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam karena Abu Bakar adalah
pedagang sering ke mana-mana. Kata
mereka, "Siapa depanmu wahai Abu Bakar?"
Kata Abu Bakar, "Hadin il thq." Ini
penunjuk
jalan. Padahal maksud Abu Bakar penunjuk
jalan menuju surga. Paham? Bukan
penunjuk jalan menuju Madinah. Karena
Rasulullah juga enggak tahu jalan. Paham
ini? Ini namanya takrid. Ucapannya
benar, tidak ada dusta, tapi sengaja
diucapkan agar disalah pahami oleh
pendengar supaya karena ini ada darurat.
Kalau ada seperti Nabi Ibrahim Alaih
Salam ketika ditanya, "Man fa'al
bihatina?" "Ya Ibrahim?" "Siapa yang
hancurkan tuhan-tuhan kami?" "Ya,
Ibrahim Q faahu kabirum fasalum." Kata
Nabi Ibrahim, "Yang
bikin tuan yang
gede kalau tanya sama tuhan-tuhan kecil
kalau mereka bisa ngomong." Ini tidak
ada dusta. Jadi, Nabi Ibrahim mengatakan
yang menghancurkan patung-patung besar
kalau patung-patung kecil bisa ngo
ngomong.
Paham? Tapi patung-patung kecil bisa
ngomong atau tidak? Enggak bisa berarti
bukan dong. Itu namanya dusta bersyarat.
Seperti dulu ada kisah katanya di
Sulawesi ada patung Syekh Yusuf. Kalau
kamu panggil dia Syekh Yusuf, kalau dia
dengar dia pasti noleh begini. Cuma kan
dia enggak bisa dengar jadi enggak
pernah noleh-noleh. Paham, Mas? Jadi itu
maksudnya ee kata Nabi Ibrahim, "Yang
melakukannya adalah patung-patung besar
yang menghancurkan patung besar,
menghancurkan patung-patung kecil.
Tanyalah sama patung-patung kecil kalau
mereka bisa ngomong." Seakan-akan Nabi
Ibrahim berkata, "Yangelakukan patung
besar dengan syarat patung kecil bisa
apa?" Ngomong. Ini di antara tauriah. Di
antaranya Nabi Ibrahim ketika ditanya,
diajak untuk ikut acara kesyirikan, maka
dia tidak mau keluar. Dia berkata, "Inni
saqim." Aku sedang sakit. Aku sedang
sakit. Kata para ulama, beliau tidak
sakit tapi beliau sedang bertauriah.
Inni saqim bisa artinya saya akan sakit.
Namanya manusia suatu saat akan apa?
Sakit. Karena dia menggunakan isim
fa'il. Sakim itu menunjukkan ee tentang
sekarang atau tentang akan datang.
Atau dia mengatakan, "Saya sakit hati
melihat kalian berbuat apa?" kesyirikan.
Di antaranya juga ketika raja ingin
mengambil istrinya Hajar, maka Ibrahim
berkata, "Kalau mereka tanya kepada
saya, siapa kamu?" Saya akan bilang,
"Engkau adalah saudariku." Maksudnya
saudari sesama muslim. Karena kalau Nabi
Ibrahim bilang, "Ini istriku, dia akan
dibunuh." Supaya dia selamat. Dia
bilang, "Ini adalah hadzi ukhti." Ini
adalah saudariku. Maksudnya saudari
sesama muslim. Ini juga tauriah. Seperti
yang dilakukan oleh Ummu Salamah. Ummu
Salamah ketika anaknya Abu Thalha
meninggal dunia, kemudian Abu Thalha
datang, dia mau bilang anaknya
meninggal. Kasihan Abu Thalha, kasihan
khawatir, sedih. Maka Abu Thalha tanya,
"Mana putra kita?"
Kata ee Ummu Salamah, "Dia sekarang
lebih
tenang. Disangka lebih sehat, ternyata
sudah mening meninggal." Perkataannya
jujur atau dusta? Jujur. Tapi disalah
pahami. Abu Thahah menyangka anaknya
sudah sehat. Maka kemudian dia menggauli
istrinya. Ternyata s kasih tahu anakmu
sudah meninggal meninggal dunia.
Contohnya namanya ma'ar. Ini juga
dilakukan oleh Nabi Yusuf alaihi salam
ketika saudara-saudaranya datang. Nabi
Yusuf sengaja falamma jahazahumhazim
jaq. Nabi Yusuf mengambil piala atau
cawan yang terbuat dari emas dimasukkan
ke apa namanya? pelana ee pelana adiknya
Benyamin supaya Benyamin ditangkap
supaya bisa tinggal sama Nabi Yusuf.
Nabi Yusuf punya trik dia masukkan ke
dalam dalam perbekalan adiknya
Benyamin. Akhirnya
diperiksa ternyata kedapatan piala
tersebut atau cawan tersebut dalam
tasnya atau dalam perbekalan adiknya
Benyamin. Akhirnya Benyamin dituduh
mencuri dan akhirnya harus ditahan.
Tidak boleh pulang ke Palestina. ditahan
di Yusuf. Ketika Benyamin ditahan,
kakak-kakaknya kemudian ketakutan karena
mereka sudah berjanji kepada kakak bapak
mereka, "Kami tidak akan melepaskan
Benyamin. Tidak mungkin Benyamin
ditahan." Akhirnya mereka merayu Nabi
Yusuf. Kata mereka, "Ya ayyuhal azizu
inna lahu aban sikhan kabir." Kata
mereka, "Wahai, mereka belum tahu siapa
Yusuf." Kata mereka, "Wahai sang
menteri, sungguhnya anak ini punya bapak
yang sudah tua." Nabi Yusuf tahu yaitu
Nabi aku bapaknya sendiri.
nya kasihan bapaknya ini sangat sayang
sama dia. Lepaskanlah Benyamin ahadana
makahu ambillah kami 10 orang salah satu
gantinya dia. Tapi jangan tahan dia. Ini
kami 10 orang ambil satunya ganti dia.
Apa kata Nabi Yusuf alaihi salam? Q
maallah an illa ma wajadna mataah.
Kata Nabi Yusuf, "Audzubillah. Kami
tidak akan menangkap kecuali yang kami
dapati barang kami ada di
tasnya." Nabi Yusuf tidak berkata, "Kami
tidak akan menahan kecuali yang
mencuri." Nabi Yusuf tidak menggunakan
kata mencuri. Paham? Karena adiknya
tidak mencuri karena dia yang taruh
barang di situ. Tapi dia mengatakan,
"Kami tidak bakalan menahan kecuali
orang yang kami dapati barang kami ada
di tas. Ini Nabi Yusuf menggunakan
tauriah. Nah, ini menggunakan tauriah.
Sehingga dia menggunakan kata-kata yang
jujur. Saudara-saudaranya menyangka Nabi
Yusuf berkata, "Kami hanya nangkap
pencuri." Tapi Nabi Yusuf tidak
menggunakan kata pencuri. Dia
mengatakan, "Kami hanya menangkap orang
yang kami
dapati." Oh, ganti kopi sekarang. Suruh
nambah setengah jam.
Berarti air putih tadi sudah mau
selesai.
Bab.
Jadi kami tidak akan menangkap menahan
kecuali orang yang kami dapati barang
kami ada pada atas. Ini adalah tauriah
yang dilakukan Nabi Yusuf alaihi salam.
Nah, perkara tauriah ini terkadang kita
perlu tidak boleh seorang sering
melakukannya ya. Karena tercela seorang
harusnya jujur ngomong tegas ngomong
harus jelas. Rasul sahu alaihi wasallam
terkadang mengulangi perkatanya tiga
kali untuk kejelasan. Ya. Tetapi
terkadang kita terpaksa harus tauriah
daripada terjerumus dalam apa? dosa.
Jadi boleh dilakukan dalam
kondisi-kondisi terdesak
ya. Ya. Tapi jangan sering ya. Jangan
apa? Sering. Tapi ini salah satu teladan
agar kita terhindar daripada ee dusta.
Tib. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah Subhanahu wa taala. Ini saja yang
bisa saya sampaikan ya. Intinya ee
banyak sekali ketelanan dari Nabi Yusuf
Alaih Salam dan ini sebagian yang bisa
kita mungkin terapkan dalam kehidupan
sehari-hari. Dan di akhir ini saya
sampaikan, lihatlah bagaimana Yusuf
Alaih Salam
ee sebagai contoh kaidah ya ee yang
Allah sebutkan dalam Al-Qur'an. Asa an
taqrahuaian wahua khairul lakum. Bisa
jadi kau benci sesuatu ternyata baik
bagimu. Lihat Nabi Yusuf Alaih Salam
mengalami banyak penderitaan tapi
ujungnya adalah kebahagiaan. Dia diuji
dengan berbagai ujian. Pertama dimusuhi
oleh kakak-kakaknya. Ujian pertama.
Penderitaan yang kedua dimasukkan dalam
sumur. Dibuka bajunya, dimasukkan dalam
sumur. Kenapa dibuka bajunya? Karena
bajunya mau dilimurin ee darah apa?
Darah kambingnya dimasukkan dalam sumur.
Yang ketiga, dijual oleh kakak-kakak
jadi budak
dijual. Yang keempat, dia harus jadi
budak kerja lama di rumah orang. Yang
kelima, kemudian dia dipenjara. Ya. Ya.
Dituduh, ya. Ee kemudian akhirnya
dipenjara. Jadi aib bagi dia dituduh ee
mau berzina dengan istri majikan ya.
Kemudian berpisah dari ayahnya puluhan
tahun dan ini semua penderitaan. Namun
ternyata penderitaan satu tambah
penderitaan du sampai penderitaan enam
sama dengan kebahagiaan. kebahagiaannya
terakhir ternyata dia menjadi seorang
pembesar kota Mesir dan akhirnya dia
bawa ayahnya, ibunya dan keluarganya
tinggal di kota Mesir bersama dia
dipindahkan minal badwi dari kehidupan
kampung kepada kehidupan yang lebih
bahagia di kota kota Mesir. Jadi betapa
sering ee kita gak bisa melogikakan ya
hal-hal penderitaan tambah penderitaan
tambah penderitaan sama dengan apa?
kebahagiaan dan ee Yusuf alaihi salam
menghadapi semuanya dengan apa?
Kesabaran. Dan beliau berkata kepada
kepada kakaknya, kakak-kakaknya ketika
dia bongkar kartu, dia bilang, "Saya
Yusuf." Kemudian Yusuf berkata, "Innahu
may yattaqi waasbir." Siapa yang
bertakwa dan bersabar maka pasti ada
solusinya.
Nah, kita dalam menghadapi kehidupan
kita ini banyak sekali hal-hal yang
tidak sesuai dengan keinginan kita dalam
pekerjaan kita, dalam kehidupan rumah
tangga kita, dalam mengurusi anak-anak
kita, dalam bertetangga, dalam berteman.
Banyak hal-hal yang mungkin tidak sesuai
dengan keinginan kita. Maka hendaknya
kita bersabar menghadapi itu semua.
Tetapi tidak cukup bersabar. Kita harus
gabungkan antara takwa dengan apa?
Sabar. Ada orang sabar tapi dia tidak
bertakwa. Ada yang bertakwa doa-doa
terus tapi tidak bersabar. Gabung
keduanya.
Dia bertakwa kepada Allah, tinggalkan
maksiat dan dia
bersabar. Innahuqiasbir. Siapa yang
bertakwa dan bersabar gabungkan
keduanya. Oleh karenanya kalau seorang
bersabar Allah akan kasih solusi dengan
cara Allah Subhanahu wa taala. Dan ini
disampaikan oleh Alalusi dalam kitabnya
Ruhul Ma'ani ketika menafsirkan firman
Allah Subhanahu wa taala, watam
kalimatubikal husna ala bani israila
bima sharu. Allah menetapkan kesudahan
yang indah bagi Bani Israil setelah
diintimidasi oleh Firaun berapa lama?
Waktu yang sangat lama. Allah berikan
kesudahan yang indah. Kata Allah, "Bim
shau." Karena kesabaran mereka. Karena
kesabaran mereka. Nah, kalau kita
menghadapi
permasalahan, kita bisa berusaha
memecahkan permasalahan tersebut dengan
tanpa sabar atau kita bisa menghadapi
dengan kesa
kesabaran. Kalau kita mau menghadapi
tanpa kesabaran berarti Allah
menyerahkan kita ngurusi sendiri. Tapi
kalau kita dengan sabar yakinlah Allah
yang ngurusi. Allah yang apa? Ngurusin.
Ini Ibnu Taimiyah rahimahullah sudah
menjelaskan hal ini. Kamu kalau dizalimi
oleh orang ada dua cara. bisa kau
hadapi. Ketika kau hadapi berarti kau
hadapi caramu sendiri. Bisa berhasil,
bisa enggak berhasil. Tapi kalau kamu
bersabar, sabar saja. Insyaallah ada
tiba-tiba solusi yang Allah berikan
dengan cara Allah Subhanahu wa taala di
luar daripada nalar. Lihatlah Bani
Israil kapan mereka diselamatkan? Ketika
mereka ber bersabar. Dalam dalam dalam
kehidupan kita entah bertetangga,
masalah ekonomi, masalah rumah tangga,
bersabar aja. Kalau sabar pasti ada apa
solusinya? diserahkan sama Allah
Subhanahu wa taala. Meskipun kadang
jengkel tahan sabar. Kalau kita enggak
sabar sudah nanti kacau hasilnya. Kacau
hasil. Lihat Nabi Yusuf alaihi salam
bersabar puluhan tahun penghujungnya
adalah keindahan. Bab demikian saja apa
yang saya sampaikan. Ee subhanakallah
wabihamdik ashadu alla ila anta asuai.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.