Tafsir Surat As-Saffat #3 Ayat 35-61- Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
wauWRKJxQEQ • 2025-11-09
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinani ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwumma shli alaihi waa alihi wa ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita lanjutkan bahasan dari surat assfat kita sampai pada ayat ke-35. Allah berfirman, "Innahum kanu idza qila lahum la ilahaillallah yastakbirun. Sesungguhnya mereka dahulu yaitu orang-orang kafir Quraisy dan yang semisal mereka dari kalangan kafirin, dari kalangan musyrikin. Iza qila lahum lailahaillallah. Jika dikatakan kepada mereka lailahaillallah, yaitu ucapkanlah lailahaillallah yastakbirun maka mereka pun sombong menyombongkan diri. Wquuna a inna latariku alihatina lyairin majnun. Dan mereka bukan sombong aja, mereka juga berkata, "Apakah kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami hanya karena seorang penyair yang gila?" Ya, di sini pada ayat-ayat sebelumnya Allah menyebutkan tentang bagaimana orang-orang musyrikin diazab oleh Allah subhanahu wa taala. Dan di antara sebab utama yang buat mereka diazab adalah mereka tidak mau mengucapkan lailahaillallah. Ya, mereka enggan karena mereka tahu konsekuensi dari lailahaillallah harus meninggalkan sembahan-sembahan selain Allah Subhanahu wa taala. Mereka pakar bahasa Arab mereka ngerti ya. Mereka ngerti kalau mereka menyembah atau mengucapkan lailahallah, mereka tidak boleh menyembah berhala-berhala yang lain. Tidak boleh sembahan-sembahan yang lain mereka sembah. Tidak boleh nyembah Lata, Uzza, Manat, Hubal, ya dan berhala-berhala lainnya. Dan sebagaimana kita ketahui ketika Rasul Sallahu Alaihi Wasallam di Makkah, di sekitar Ka'bah ada 360 berhala. Ya, mereka haji, mereka umrah, tapi mereka juga menyembah berhala-berhala yang ada di Safa dan Marwah. Ada berhala Isaf dan Nailah. Dan mereka ee meyakini ee berhala-berhala tersebut ee adalah ee perwakilan dari orang-orang saleh yang mereka harapkan. memberi syafaat atau perantara antara mereka dengan Allah Subhanahu wa taala sehingga mereka tidak mau menyembahnya Allah semata. Yastakbirun dan mereka sombong. Mereka sombong menyombongkan diri. Kemudian setelah itu mereka mencela Nabi sallallahu alaihi wasallam. Seandainya mereka sombong saja maka ya mungkin ee lebih baik. Tapi ternyata selain sombong mereka juga mencela Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Kata mereka, "A inna latariku alhatinairin majnun." Apa kami harus meninggalkan tuhan-tuhan kami hanya karena seorang penyair yang gila? Ya, kalau mereka berpaling mendustakan ini buruk, tetapi lebih buruk lagi. Tapi masih mending dibanding selain berpaling, mereka juga mencela Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Mereka mengatakan nabi adalah syair. Padahal mereka tahu Nabi bukan penyair. Nabi bukan orang baru. Nabi tinggal bersama mereka sejak kecil bersama mereka. Ya. Wama shahibukum bimajnun. Kata Allah, "Bukanlah teman kalian adalah orang gila." Sampai Nabi Allah menyebutkan shahibukum. Muhammad itu teman kalian. Maksudnya kalian sudah tahu sejak kecil dia hidup bersama kalian. Ini orang gila. Bukan orang gila ya. Dan kalian tahu dia bukan penyair, bukan Rasulullah, bukan orang yang eh penyair. Wama alamnahu wama yambagilah. Muhammad tidak pernah kami ajarkan syair dan tidak pantas baginya untuk ber bersyair. Sehingga mereka berpaling dan menuduh Nabi dengan suatu yang mereka tahu. Nabi tidak seperti itu. Mereka mengatakan lisyairin majnun. Kami meninggalkan sembahan-sembahan kami hanya karena perkataan seorang penyair yang gila. Ya. Dan mereka tahu Nabi bukan penyair. Mereka tahu Nabi bukan orang gila. Tapi ini mereka isukan padahal mereka tahu tidak demikian dalam rangka untuk membuat orang-orang lari dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Karena namanya syair penyair ya biasa di dulu di zaman Arab zaman jahiliyah dahulu tuh sebagai alat metsos adalah syair dalam rangka ee memuji dalam rangka untuk pencitraan dalam rangka juga untuk menjatuhkan ya. Ya. Jadi syair adalah alat yang penting di zaman dahulu ya. Kalau ingin mencaci maki maka dengan syair. Ingin memuji juga dengan apa? Syair. Makanya ada buku judulnya syuara para penyair yang dibunuh karena syair mereka sendiri. Karena syair mereka sendiri. Karena syairnya terlalu menikam dan menusuk. Akhirnya sebagian mereka dibunuh. Ya, artinya ketika mereka menuduh nabi penyair seakan-akan ya beginilah Muhammad. Memang sebagaimana penjar-penjar yang lain suka mencela- mencela, menghina-menghina tuhan-tuhan kita hanya karena mungkin permusuhan kabilah satu dengan kabilah yang lain. Agar orang-orang ah ini hanya perkataan syair. Biasalah syair itu begitu-begitu ya. Kemudian mereka mengatakan majnun. Muhammad juga gila agar orang ee tidak mau mendengar Al-Qur'an sama sekali. Ngapain dengar Al-Qur'an? Kalau ini bukan orang gila ya mungkin perlu kita pertimbangkan perkataan Muhammad. kita renungkan, kita hati dulu benar atau tidak. Tapi kalau sudah awal dibilang ini orang gila, selesai. Selesai. Ini metode orang-orang musyrikin menuduh dengan tuduhan yang mereka tahu Rasulullah tidak demikian. Mereka tahu Rasulullah tidak tidak demikian. Dan itu metode ahlul bidah terhadap ahlusunah. Ahlusunah dikatakan hasyawiyah, mujassimah ya dikatakan dengan kata macam-macam ya. Padahal mereka tahu kita tidak demikian. Seperti mereka mengatakan tukang takfir. Gimana tukang takfir? Apakah kita suka kafir-kafirkan orang? Ya, menghalalkan darah orang lain. Justru saya ini pernah dihalalkan darahnya. [tertawa] Saya enggak menghalalkan darah. Orang saya pernah dihalalkan darahnya. Saya pernah dicegah dari pengajian karena dihalalkan darahnya. Pernah. Terus saya dituduh menghalalkan. Mana buktinya saya halalkan darah orang? Kalau saya bilang kafir berarti kan halal darah. Ya. J kita tahu kita tidak demikian. Ah tukang takfir, tukang takfir. Supaya orang menjauh sejak awal tidak perlu merenungkan lagi apa yang kita ucapkan. Itu metodenya orang musyrikin menempelkan suatu tuduhan yang mereka tahu tidak demikian. Mereka tahu Muhammad bukan penyair. Mereka tahu Muhammad orang gila. Wama shahibukum bimajnun. Kawan kalian itu Muhammad itu bukan orang gila. Kalian tahu karena shahibukum kawan kalian sejak kecil kalian tahu. Bukankah Rasulull sahu alaihi wasallam teman mainnya Abu Jahal? Rasulullah dulu main sama Abu Jahal. Abu Jahal tahu Rasulullah bukan apa? Bukan orang gila. Tapi demikian gelar-gelar dipasang kepada Nabi, disematkan kepada Nabi agar menjauhkan manusia dari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Karena bilang penyair gila sudah enggak usah didengar lagi, enggak usah dipertimbangkan. Apalagi dalam ayat yang lain, sahir ya, kadzab, penyihir. Nah, kalau kita dengar sihir, khawatir tersihir. Mending enggak usah dengar sama sama sekali. Ini semua tuduhan disematkan kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Allah bantah. Allah berkata, "Bal jaa bilhaqqi wasoddaqal mursalin." Tidak demikian. Muhammad bukanlah penyair, bukanlah orang gila. Bal jaa bilhaqqi, tetapi dia membawa kebenaran. yang dibawa adalah kebenaran. Wasdaqal mursalin. Dan dia telah membenarkan para rasul-rasul sebelumnya. Yaitu Allah membantah dengan sisi pendalilan bahwasanya apa yang dibawa Muhammad ini bukan suatu yang baru. Kalau kalian renungkan, sebelum Muhammad ada nabi-nabi sebelumnya. Yang seperti Muhammad ini ada sebelumnya, yaitu nabi-nabi sebelum. Ada Isa, ada Musa ya, ada Zakaria, ada Yahya, ada nabi-nabi sebelumnya banyak ya. ada nabi-nabi sebelumnya. Oleh karenanya Rasulullah bukanlah membawa pembawa syiir, bukan juga pembawa kegilaan, tapi apa yang dia bawa ini adalah kebenaran dan bahkan ada fungsi Rasulull sahu alaihi wasallam. Wasoddaqal mursalin. Rasulullah itu membenarkan para rasul sebelumnya. Apa maksudnya Rasulullah membenarkan para rasul sebelumnya? Karena para rasul sebelumnya telah mengabarkan akan ada nabi terakhir. Akan ada nabi terakhir. Mereka kabarkan kepada umat-umat mereka. Dan di antara nabi-nabi terakhir, setiap nabi pasti mengabarkan umatnya akan ada nabi terakhir. Dan di antara yang sampai tersisa adalah kalangan Bani Israil, Nabi Musa, Nabi Isa, Allah sebutkan Nabi Isa. Ya, mubasyir birasuli yati m ba'di ismuhu Ahmad. Musoddiq lima baina yadya minat taurah wa mubasyir birasuli yati min ba'di ismuhu Ahmad. Ya. Ya. Dan Nabi Isa kata Allah subhanahu wa taala berkata kepada kaumnya, "Aku membenarkan apa yang turun sebelumku Taurat dan aku memberi kabar gembira kepada kalian tentang adanya nabi setelahku namanya siapa? Ahmad yaitu Muhammad sallallahu alaihi wasallam." Dan seluruh nabi. Bukan Nabi Isa saja, Nabi Musa demikian juga. Makanya Allah ketika menjelaskan tentang Rasulullah, bagaimana pengetahuan Bani Israil tentang Nabi. Kata Allah, "Yaunahu kama yarifuna abnaahum." Mereka mengenal Rasulullah sahu alaihi wasallam sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka. Yaitu orang tua kalau kenal anak kenal betul ya. Kenal sifat-sifatnya, sifat fisiknya, ee mainnya di mana, ciri-cirinya anaknya sendiri. Begitu kuat pengetahuan mereka tentang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Makanya mereka orang-orang Yahudi sengaja bermark di Hijaz, yaitu di negeri yang banyak kurmanya. Ada yang di Khaibar, ada yang di Madinah. Karena mereka tahu Nabi terakhir nanti akan berhijrah di suatu daerah di Hijaz yang banyak kurmanya. Dan itu Madinah dan Madinah dan apa? Khaibar. Makanya mereka banyak tinggal situ. Orang Yahudi menanti-nanti kedatangan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Bahkan kalau mereka perang sama kaum musyrikin, mereka mengatakan, "Sebentar lagi akan datang seorang nabi yang kami akan bersama nabi tersebut menghabisi kalian." Setiap mereka perang, mereka sesumbar sebentar lagi, sebentar lagi. Sampai kaum Anshar mengatakan, "Kami terlalu sering dengar itu dari Yahudi. Kalau kami tengkar sama mereka, waktu kaum Anshar masih musyrik, kami kalau tengkar sama mereka, mereka sering sesumbar. Sebentar lagi akan datang seorang nabi. Kami dan nabi itu akan menyerang kalian." Ketika Nabi datang, kaum Ansar bilang, "Loh, ini bukankah Nabi yang pernah disesumbarkan oleh apa orang Yahudi? Ayo kita beriman dulu sebelum mereka." Akhirnya [tertawa] kaum Anshar beriman dulu. Di antara sebab kaum Anshar mudah beriman karena mereka sering dengar Yahudi ngomong demikian. Artinya Yahudi tahu dari mana balan nabi akan nabi terakhir. Karena Nabi Musa telah mengabarkan. Nabi Musa telah mengabarkan. Makanya kalau Nabi tidak datang, Nabi Muhammad tidak diutus, maka nabi-nabi sebelumnya berarti pendusta semuanya. Inilah Allah mengatakan wasoddaqal mursalin. Bahwasanya Muhammad sallallahu alaihi wasallam justru membenarkan nabi-nabi sebelumnya. Karena nabi-nabi sebelumnya telah mengabarkan akan datang Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, nabi terakhir. Kalau Nabi tidak ada, maka nabi-nabi sebelumnya jadi pen pendusta. Di sini Allah mengatakan, "Wasaddaqal mursalin." Ini tafsiran pertama makna dari shoddaqal mursalin. Rasulullah membenarkan nabi-nabi sebelumnya. Karena apa yang nabi-nabi sebelumnya kabarkan akan datang rasul terakhir itulah saya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Makna kedua dari shodqal mursalin sebagai ahli tafsir mengatakan maknanya Rasulullah membenarkan dakwah nabi-nabi sebelumnya. Bukankah nabi-nabi sebelumnya menyerukan kepada tauhid? Saya pun demikian. Saya pun demikian. Bukan cuma saya yang mengucapkan lailahaillallah. Nabi-nabi sebelumnya juga mengucapkan lailahaillallah. Wailain akhum huda q yaudullaha maakum min ilahin giriruh. Dan kepada kaum Ad kami utus saudara mereka itu dari suku mereka sendiri namanya Nabi Hud. Dia berkata, "Ya kaumku sembahlah Allah semata. Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah." Waamuda akhum shihan qudullaha mahakumahinir. Ya. Dan kepada kaum Tsamud kami utus Nabi Saleh, saudara mereka sendiri dari suku mereka sendiri yang menyeru kepada kaum Tsamud, "Sembahlah Allah semata. Tidak ada bagi kalian sembahan selain Allah." Apa yang saya ucapkan sama dengan ya nabi-nabi sebelumnya. Nabi Isa mengatakan, "Ma qulu lahum illa ma amartani bihi anudullahabi waabbakum." Aku perintahkan kepada umatku apa yang kau perintahkan kepadaku ya Allah. Anudullaha sembahlah Allah semata rbi warabbakum. Rabku dan Rabb kalian. Aku tidak pernah menyuruh umatku untuk menjadikan aku Tuhan ibuku Tuhan. Tidak pernah. Sehingga yang Nabi sampaikan lailahaillallah bukan perkara baru tapi telah diserukan oleh nabi-nabi sebelumnya. Jadi maksudnya orang musyrikin ingin bilang Muhammad ini topiknya ini topik orang gila penyair. Maka Allah bantah bukan Muhammad ini bukan penyair bukan orang gila tapi dia sudah ada sebelumnya. Dia punya sanad bersambung yaitu nabi-nabi sebelumnya yang sama seperti dia menyeruh kepada tauhid dan nabi-nabi sebelumnya membawa kebenaran dan telah mengabarkan akan datangnya Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Allah berfirman, "Selah itu, innakum lqul adzabil alim." Sesungguhnya kalian pasti akan merasakan azab yang pedih. Kalian kaum musyrikin yang menyembah kepada selain Allah, menyembah Allah dan menyembah kepada selain Allah, kalian akan merasakan azab yang pedih. Kata Allah, "Wama tujzauna illa ma kuntum tam'malun." Dan kalian tidak diberi pembalasan melainkan apa yang kalian kerjakan secara zahir ee lafal terlek maknanya. Dan kalian tidak dibalas kecuali apa yang kalian kerjakan. Kalian tidak dibalas. Allah tidak mengatakan kalian tidak dibalas sebab perbuatan kalian. Tapi Allah mengatakan kalian dibalas. Kalian tidak dibalas kecuali perbuatan kalian. G maksudnya apa? Ini menunjukkan bahwasanya Allah adil. Allah tidak menzalimi mereka sama sekali. Ya, itu jazaa wifaqah. Balasan yang setimpal ya. Balasan setimpal Allah tidak tidak zalim sama sekali. Ya, kalau bahasa kita tuh rasakan perbuatanmu. Rasakan apa perbuatanmu. Maksudnya rasakan azab akibat perbuatanmu. Tapi Allah hilangkan azab. Allah mengatakan rasakan perbuatanmu. Ya, sehingga kalian tidak bisa menyalahkan siapapun. Dan ini menunjukkan perbuatan kalian sendirilah yang menyiksa kalian. Maksudnya Allah maha adil. Allah maha adil. Ya Allah maha adil. Ada syubhat yang disampaikan oleh orang ateis. Mereka mengatakan gimana Allah maha adil. Orang kafir mereka kafir kan cuma 60 tahun. Iya enggak? Kenapa diazab selama-lamanya? Gimana jawabannya? Jawabannya dua. Pertama, seandainya mereka hidup selama-lamanya, mereka bakalan kafir terus. Paham? Ya, makanya ee mereka minta ya agar dikembalikan ke dunia dan mereka mengatakan kalau mereka diazab mereka minta dikembalikan dunia dan mereka akan beramal saleh. Kata Allah, walau ruddu laadu limanuhu anhu wa innahum lakadibun. Kalau mereka dikembalikan, mereka bakalan kembali lagi kafir dan mereka pendusta dengan janji mereka. Sehingga mereka meskipun mungkin kafirnya 60 tahun, paling lama 100 tahun, tapi diazab abadi. Bukannya Allah tidak adil. Kenapa? Karena mereka kalaupun hidup abadi mereka akan kafir juga. Kafir abadi. Paham? Ini jawaban pertama. Jawaban kedua, karena Allah sudah kasih peraturan. Kau beramal saleh 60 tahun akan dikasih surga selama-lamanya. Kalau kau beramal kafir 60 tahun juga dalam neraka selama-lamanya. Allah adil enggak kasih pilihan? Sudah kasih pilihan. Ketika kau pilih ini ya salah sendiri. Seandainya kau pilih satunya, kau juga akan dibalas abadi dengan kenikmatan yang sempurna abadi. Ketika kau mililih ini salah sendiri. Kan sudah ada pilihan. Allah kasih pilihan. Memang Allah tidak adil. Allah sudah kasih pilihan. Aturannya seperti ini. Ya. Aturannya seperti ini. Maka ketika kau memilih amal 60 tahun diazab abadi salah sendiri. Jangan salah. Seandainya kau pilih salah satu yang satunya kan kau akan beramal 60 tahun 100 tahun dapat iman selama-lamanya. Tapi demikianlah orang ateis kasih syubhat sehingga mereka tidak percaya sama Tuhan. Kata mereka Tuhan tidak adil. Ini spekulasi tingkat tinggi. Mereka bilang Tuhan tidak ada. Kalau ada mampus lu. [tertawa] Spekulasi tingkat tinggi ngeri. Dan mereka datang setan buat was-was ingin buat goyah orang-orang beriman. Ya, tapi intinya ee Allah maha adil. Wama tujzauna illa ma kuntum tammalun. Kalian tidak dibalas kecuali perbuatan kalian. Ya, yaitu setimpal dengan apa yang kalian lakukan dan jangan salahkan orang lain. Fala talumna fala talumna nafsak. Jangan kau cela kecuali dirimu sendiri. Setelah Allah setelah Allah menyampaikan musyrikin akan diazab di neraka perbuat akibat perbuatan mereka. Kata Allah, "Illa ibadallahil mukhlasin." Dalam sebagian qiraah, "Illa ibadallahil mukhlisin." Dibaca dengan dua qiraah. Almukhlasin dengan fathah lam. Almukhlisin dengan kasrah huruf lam. Kalau dengan kasrah huruf lam kecuali orang-orang yang ikhlas, yang beribadah hanya kepada Allah, yang menjalankan lailahaillallah, tidak menyembelih kepada selain Allah, tidak berdoa kepada selain Allah. Tidak bertawakal kepada selain Allah. Tidak beribadah kepada selain Allah. Fokus hanya beribadah kepada siapa? Allah Subhanahu wa taala. Orang-orang yang ikhlas. Mereka itu yang selamat. Qiraah yang kita baca illa ibadallahil mukhlasin. Kecuali hamba-hamba Allah yang almukhlasin. Almukhlasin yaitu yang terpilih yang diselamatkan oleh Allah. Dan dua qiraah ini tidak saling bertentangan tapi saling mendukung. Yaitu Allah memilih mereka karena mereka ikhlas. Aklasahum liikhlasihim. Allah memilih mereka untuk dispesialkan karena mereka ikhlas. Karena mereka ikhlas. Setelah itu Allah mulai menyebutkan tentang kenikmatan surga yang Allah berikan kepada orang-orang yang ikhlas kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka kita pada kesempatan kali ini akan berbicara tentang nikmat nikmat surga. Kata Allah Subhanahu wa taala, "Ulaika lahum rizqu malum." Sesungguhnya mereka ini di surga mendapatkan rezeki yang telah diketahui. Rezeki yang telah diket. Apa maksudnya rezeki yang telah diketahui? Ada yang mengatakan rezeki yang telah diketahui maksudnya mereka punya jatah Allah kasih. Mereka enggak minta pun Allah sudah kasih jatah yang maklum. Bukrotun wa asah pagi petang Allah kasih walahum rizum fiha bukrat wa asya. Ya, bagi mereka rezeki pagi petang Allah sudah kasih jatah. Mereka enggak minta pun Allah kasih nikmat surga begitu banyak yang sudah diketahui nikmat-nikmat tersebut. Dan tafsir berikutnya, ulaika lahum rizqu ma'lum. Mereka mendapatkan rezeki yang maklum yaitu sesuai dengan yang mereka ketahui, apa yang mereka inginkan. Dapat persis seperti itu. Dapat persis seperti itu. Ya, makanya di antara hadis kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Almukmin id saaha alada fil jannah kana hamluhu wa waduhu wasinnuhu fah kama yastaahi." Demikian sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Rasul sallahu alaihi wasallam, "Seorang mukmin kalau di surga kemudian dia pengin punya anak, tahu-tahu kepingin punya anak, maka Allah akan kasih dia anak. Tapi sangat cepat, tidak lama-lama hamilnya, melahirkannya, umurnya salam satu waktu sebagaimana yang dia kehendaki." Maksudnya kalau dia pengin asa pengin punya anak umur 7 tahun, creng langsung muncul 7 tahun. Maklum dia tahu sesuai dengan yang dia inginkan. Saya ingin punya anak 12 tahun, putih, ganteng, begini-begini cring keluar sesuai dengan yang dia inginkan. Hamilnya, mengandungnya, ee lahirnya, umurnya dalam satu wak waktu. Dia tahu apa yang dia apa maklum dia tahu. Jadi kalau tafsir kedua rizqun maklum, tafsir pertama maklum eh maklum indallah diketahui di sisi Allah. Yang kedua tafsir maksudnya maklum inda ahlil jannah. Diketahui oleh ahl surga. Mereka tahu rezeki mereka. Ya kata Allah watirim thirri mimma yastaahun. Dan burung yang burung-burung yang mereka kehendaki. Kata para ahli tafsir kalau mereka di surga tahu-tahu lihat burung terbang mereka ingin makan burung tersebut. H enak ya makan burung itu. Kalau sate burung C langsung jatuh jadi sate burung. Mereka lagi makan sate burung. Ah pengin burung bakar tiba-tiba berubah jadi burung. bakar tinggal makan. Tiba-tiba mereka pengin ee burung apa? Burung tepung goreng s. [tertawa] Jadi apa yang mereka ingin sesuai dengan yang terjadi sesuai dengan yang ingin mereka ilmui. Yang mereka ilmui itu maksud di antara tafsiran lahum rizquun ma'lum. Jadi antum ingin apa saja sesuai dengan yang apa yang antum ingin inginkan. Bagi kalian di surga apa yang kalian inginkan, yang kalian hasratkan dan bagi kalian di surga apa yang kalian minta. Seorang ulama ditanya, "Di surga kau pengin apa?" "Saya pengin saya lagi jalan di surga tahu-tahu lewat awan, tahu-tahu hujan." Hujan bidadari katanya. Ide yang bagus ya. Tib. Jadi kata Allah Subhanahu wa taala, "Uika lahum rizum malum." Bagi mereka rezeki yang telah diketahui. Kemudian Allah berfirman, "Fawakihu wahum mukramun." Mereka juga diberi buah-buahan. Fawakih itu buah-buahan yang bermacam-macam. Kenapa disebut buah-buahan? Karena kita tahu di dunia buah-buahan tuh penyempurna. Iya. Enggak. Kita makan nasi dulu, ya, singkong, apa? Makanan pokok, ikan dan bar terakhir buah-buahan atau buah-buahan tu penyempurna. Bukan makanan pokok. Seakan-akan para ulama mengatakan, "Jangankan makanan pokok, makanan yang sekedar penyempurna saja dengan berbagai macam ragamnya. Apalagi makanan pokok, jelas-jelas tidak usah dibahas. Pasti sudah terse tersedia." Paham maksudnya? Itu ada yang mengatakan demi demikian. Yaitu Allah siapkan buah-buahan karena buah-buahan itu biasanya tambahan. Dan kalau yang tambahan aja sudah begitu sempurna, apalagi makanan pokoknya ya Allah tidak bilang berbagai macam ragam nasi. Enggak perlu nasi goreng, nasi uduk, nasi liwat, enggak perlu. Pokoknya yang makanan pokok pasti ada. Sedangkan buah-buahan saja ada, apalagi yang makanan pokok, tempe goreng, [tertawa] berbagai macam ya sudah pasti ada. Buah-buah saja beraneka beraneka ragam. Ini di antara tafsir kenapa disebut buah-buah tidak disebut biji-bijian, umbi-umbian. Karena buah-buahan itu makanan penyempurna. Kemudian seorang ini pendapat pertama. Pendapat kedua, kenapa disebut buah-buahan? Agar diketahui bahwasanya kenapa tidak disebut beras, nasi apa namanya? Seperti kita sekarang makan nasi ya. Karena untuk mengisyaratkan bahwasanya di surga itu makan buat bukan buat kenyang tapi buat berlezat-lezat. Kita makan buah bukan untuk kenyang tapi untuk berlezat-lezat. Karena orang penghuni surga tidak lapar. La yajun. Seperti Allah berkata kepada Nabi Adam. Innaaka alla tajua fiha waka fiha wha. Sesungguhnya engkau di surga wahai Adam all tajua fiha w kau tidak akan lapar dan kau tidak akan telanjang. Waaka fiha wha dan kau tidak akan haus dan kau tidak akan kepanasan. Berarti orang di surga tidak bakalan lapar. Jangan dipikir kita makan di surga karena lapar. Kalau makan karena lapar, kenyang berhenti. Dunia kan gitu. Kalau makan sudah kenyang sudah selesai, enggak enggak enak lagi. Tetapi di surga makan bukan karena lapar. Karena lapar tuh penderitaan. Lapar itu apa? Penderitaan. Makanya orang yang diet itu menderita, lapar. Tapi demi kemaslahatan, dia diet. Ya. [tertawa] Tetapi mereka makan buah ini isyarat bahwasanya mereka makan bukan untuk karena kenyang, tapi karena untuk berlezat-lezat. Ini dua tafsiran. Isyarat kenapa disebut buah-buah tidak disebut umbi-umbian, biji-bijian, ee beras-berasan dan sagu-saguan dan macam-macamnya. Tidak disebut makanan pokok. Kemudian kata Allah, "Wahum mukramun." Dan mereka dimuliakan. Dan mereka dimuliakan. Dan ini adalah nikmat tersendiri. Karena bisa jadi seorang diberi rezeki tapi tidak dimuliakan. Seperti perlakuan sebagian manusia memberi sedekah tapi mungkit-mungkit menyakiti hati orang. Makanya Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina amanu laqatikum bil wal." Wahai orang yang beriman, jangan kalian batalkan sedekah kalian dengan alman wal. Alman itu ungkit-ungkit. Walza menyakiti. Saya yang bantu kau kok, saya yang ini kok saya yang ini. Kan namanya ngungkit-ngungkit. Menyakit itu gimana nih? Ambil dasar pemalas. E dikasih penyung menyakiti dasar bahlul nih. Ambil-ambil ngasih tapi apa? Nyakiti hati. Kalau unungkit-ngungkit kasih baju baru, eh bagus ya bajunya bagus. Mentang-mentang dia kasih, eh bajunya bagus ya. Kan orang tersakiti. [tertawa] Gak boleh ya dikasih tapi tidak dimuliakan. Di dunia kan banyak sebenarnya dikasih tapi tidak dimuliakan. I enggak dikasih tapi tidak dimuliakan. Di surga enggak dikasih dan dimuliakan. Siapa yang memuliakan mereka? Banyak. Wan di surga lain memuliakan mereka. Malaikat memuliakan mereka. alaiamikum bimum. Kata Allah, malaikat masuk ke pintu-pintu mereka mengucapkan salam. Keselamatan atas kalian atas kesabaran mereka. Malaikat menyapa mereka, memuliakan mereka. Salamun mirbir rahim. Allah mengucapkan salam kepada mereka. Subhanallah. Ya, dimuliakan oleh akram akramul akramin yaitu Allah yang paling mulia. Jadi mereka diberi kenikmatan dan mereka dimuliakan. Tidak ada hinaan sedikit pun. Di sini kita di dunia ada orang kaya masih dihina enggak? Banyak. Pejabat dihina enggak? Terlalu banyak. Masih banyak orang memiliki kedudukan tapi dihina. Masih banyak. Tapi di surga enggak ada hinaan sama sekali. Masuk surga pasti mulia. Masuk surga pasti mulia. Fawqihu wahum mukramun. Maka ini menyempurnakan kenikmatan yang mereka rasakan. Sudah. Oke kita stop dulu. Insyaallah habis salat kita lanjutkan. Alhamdulillah wasalamu ala rasulillah wa ba'ad. Kita lanjutkan. Allah berfirman setelah itu fi jannatin naim. Fi jannatin naim. Mereka berada di surga-surga yang penuh dengan kenikmatan. Tentu surga ketika didatangkan dengan jamak jannat menunjukkan surga itu bertingkat-tingkat, suka bermodel-model. Tetapi kalimat yang mengumpulkan sifat seluruh surga yang sama adalah annaim. Yaitu seluruh surga tersebut penuh dengan kenikmatan. Makanya Allah berfirman, "Waidza roita tsamma roita naiman." Kalau kau melihat di surga, kau akan melihat kenikmatan. Maka di surga semuanya tenggelam dalam kenikmatan dan semua yang dilihat adalah kenikmatan. Tidak ada yang dilihat oleh mata penghuni surga kecuali kenikmatan. Berbeda dengan di dunia kita sering melihat yang menjengkelkan, yang menyedihkan dan macam-macam. Adapun di surga semua yang terlihat adalah kenikmatan dan tidak ada aktivitas kecuali aktivitas bersenang-senang. Ya, fi suulin faqihun. Ya, in ashabal jannatil yauma fi suugulin faqihun. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu fi suyug dalam kesibukan yaitu bersenang-senang fakihun. Bersenang-senang dalam kenikmatan. Kalau kita di dunia sering sibuk enggak jelas ya. Sering sibuk enggak enggak jelas. Di surga semua kesibukan pasti kenikmatan. Makanya surga disifati dengan jannatin naim. Naim maksudnya kenikmatan. Kemudian kata Allah ala sururin mutaqabilin di atas tahtah-tahta kebesaran berhadap-hadapan. surur jamak sarir itu semacam singgahsana ya ee dan biasanya para raja duduk di atas apa singgahsana ya ada yang mengatakan maksudnya dipan yang yang besar yang sehingga seorang lega dalam duduk bebas menjulurkan kakinya ke sana kemari ya dan tentunya telah dihiasi dengan berbagai macam perhiasan ala surur mutaqabilin dan mereka saling berhadap-hadapan Dan ini di antara ee kenikmatan yang lain yang Allah sebutkan bahwasanya para penghuni surga saling bergembira ketika saling bertemu. Ya, seperti dalam ayat yang lain kata Allah, "Ikhwanan ala surur mutaqabilin." Mereka di atas ee dipan-dipan yang dihias ee mutaqabilin, saling bersaudara, saling berhadap-hadapan. Dan ini menunjukkan adab ketika seorang berbicara dengan saudaranya. Maka di antara nikmat surga adalah nikmat persaudaraan yang indah. Karena ketika penghuni surga saling berbicara, tidak ada saling menyinyir, tidak ada saling menghina, tidak ada saling merendahkan. Dan ketika mereka berbicara, mereka saking semangat sehingga saling berhadap-hadapan. Tidak seperti dunia kita malas ngobrol sama orang, kita lihat ke bawah, lihat ke kanan, lihat ke kiri, sibuk sendiri. Kadang kita membelakangi, kadang kita menyamping. Adapun penghuni surga karena mereka di antara kenikmatan mereka adalah saling bertemu, ngobrol, maka mereka saling bertemu dengan semangat. Ya, mereka saling bertemu dengan semangat. Dan oleh karenanya ee nikmat ukhuwah, nikmat persaudaraan itu adalah nikmat yang luar biasa. Salah satu nikmat yang Allah abadikan di surga. Ya, kita di dunia saja kalau kita ketemu teman kita semangat, kita bahagia. Berbicara kita bahagia. Kita bahagia. Seperti misalnya para penuntut ilmu ngobrol dengan penuntut ilmu, para ulama ngobrol dengan para ulama tentang pembahasan ilmiah. Mereka bahagia. Bahasan ilmiah, dalil mereka bahagia. Maka di surga juga di antara kenikmatan adalah saling menghargai, saling merindukan, saling berbicara di antara para penghuni surga. Ya, makanya dikatakan mutaqabilin dengan penuh adab, dengan penuh penghormatan, dengan penuh kerinduan, penuh kecintaan. Maka ketika mereka ngobrol saling hadap-hadapan. Kemudian Allah sebutkan nikmat yang lain. Yutfu alaihim b'sim mim main main. Maka diedarkan kepada mereka gelas-gelas yang berisi khamar yang berasal dari sungai atau air apa? Amain air sungai yang mengalir. Kita tahu bahwasanya di surga ada juga kenikmatan berupa sungai, berupa mata air dan di antaranya adalah sungai-sungai yang berisi apa? Khamar. Ya. Anharun min main ghairi asin wa anharun min labirmuh wa anharun min khamradilaribin anharun min as musa. Ada sungai isinya air segar yang tidak pernah berubah. Ada sungai yang isinya adalah air susu yang tidak pernah basi, tidak pernah kecut, tidak pernah menggumpal. Ya. Dan ada sungai yang isinya khamar. Lazati lyaribin zat untuk diminum. Dan ini isyarat bahwasanya mereka dilayani. Mereka dilayani. Mereka santai duduk di atas dipan-dipan. Ya. Dan dalam ayat yang lain ee alal alal ari muttaqiin. Ya muttaqiun inal inal abrfi naim. Eh bahwasanya mereka lafi naimurun ya mereka ber atas dipan-dipan sambil memandang kenikmatan. Allah juga sebut dalam ayat yang muttaqiina mereka ittika yaitu bertelekan ya menunjukkan mereka di atas dipan-dipan dengan penuh santai dan dilayani. Ittika itu kalau bahasa Arab maksudnya santai. Jadi misalnya gini ya kalau begini kan serius ya. tegang. Tapi mereka santai sambil bersandar menunjukkan tidak ada masalah. Kalau duduk begini berarti ada masalah, ada suatu yang dipikir. Tapi kalau duduk santai sambil sandar, bidadari kanan kiri kemudian [tertawa] pelayan di sana sini ya sudah apa yang mau dipikirin? Ketemu kawan ngobrol ketawa-ketiwi. Kenikmatan surga. Ya Allah mengatakan eh muttaqi al furusin bbq muttaqinfin khudrin wa abin hisan. Dalam surat eh yang lain Allah subhanahu wa taala menyebutkan di sini mereka santai mereka dilayani. Dalam ayat yang lainfu alaihim wildan mukhalladun biqwabi wa abq main. Maka berkelilinglah kepada mereka Wildan anak-anak kecil yang Allah ciptakan khusus untuk melayani. Mukhalladun yaitu mereka selamanya kecil. Memang mereka diciptakan seperti bidadari diciptakan untuk penghuni surga. Ada juga anak-anak kecil pelayan yang Allah ciptakan ee bagi penghuni surga. Mukhalladun mereka kekal dalam kondisi selama-lamanya anak-anak. Karena kalau pelayan om-om enggak enak nyuruhnya. Paham? Makanya anak kecil jadi remaja-remaja mudah sana gesit semangat dan mereka diciptakan untuk melayani sini alai. Jadi ke mana-mana gelas-gelas khamar beredar. Khamar beredar ya. Mimmain yang diambil dari mata air atau dari sungai-sungai yang ada di surga. Allah kemudian sifati tentang khamar tersebut baidaribin warnanya putih bersih. Sedap rasanya bagi orang yang minum. Baid ada yang mengatakan sifat dari kaas dari gelas tersebut baid karena bikain a ka'sin baidha ya. Ada yang mengatakan baidha maksudnya yang dalam kaas tersebut. Karena dalam Al-Qur'an tidak disebut kaas kecuali berisi khamar. Kecuali berisi khamar. Ya, berisi khamar ya. Dan berwarna putih. Warnanya putih. Selain warnanya putih lezat bagi orang yang meminumnya. Bagi orang yang meminumnya. Allah kemudian menyebut tentang sifat khamar tersebut. La fiha gulun wahum anha yunzafun. Tidak ada di khamar tersebut gaul. Gul itu sesuatu yang menyakitkan. Baik terkait dengan kepala la yusaduna anha tidak bikin pusing atau terkait dengan penyakit di perut kalau habis minum bikin perut itu terjadi tidak terjadi pada khamar akhirat tidak terjadi pada khamar akhirat. Khamar akhirat ya namanya sama dengan di dunia khamar tetapi hakikatnya berbeda. Kita tahu di antara minum terlezat di dunia adalah khamar. Benar atau tidak? Wallahualam. Saya gak pernah minum. Tapi ada kawan saya, dia dulu minum khamar ya. Kemudian sadar hijrah. Dia bilang, "Waktu saya pernah ke hotel sama dia, kemudian di hotel Qadarullah lagi dipajang khamerar-kamar. Kata dia, "Ustaz, ini wine paling enak di dunia." Ini minuman paling enak di dunia. Cuma bikin mabuk ini, tapi ini paling enak di dunia. Mungkin bagi orang yang pernah minum khamar tahu khamar tuh melezatkan ya. Apa? Minuman yang sangat apa? Lezat. Tapi haram. Haram. Tetapi kalau orang minum khamar pasti bikin teler ya. Fly itulah yang bikin dia enak ya. Kalau minum khamar tidak pening itu namanya sirup. Sirup mirjan apa? Marjan ya. [tertawa] Kalau khamar itu bikin semakin lama disimpan, semakin kuat rasanya, semakin bikin pening, itulah di kelezatannya disertai dengan rasa pening tadi. Ya, terkadang perut sakit muntah-muntah. Tapi khamar di akhirat tidak. Lezatnya luar biasa. Tapi laun fiha tidak bikin sakit kepala dan tidak bikin sakit perut. Walah hum anha yunzafun. Dan mereka tidak yunzaf itu nazif itu berkurang. Maksudnya ini isyarat kepada akal bahwasanya akal mereka tidak berkurang dengan minum khamar tersebut itu mereka tidak teler, tidak mabuk. Tidak mabuk. Dalam sebagian qiraah di qiraah yang lain walahum anha yunzifun. Maksudnya khamar tersebut tidak berkurang. Ada terus tidak berkurang. Minum kapan saja lezat silakan. tidak akan kurang khamar tersebut. Dua qiraah yunzafun dan yunzifun. Kalau yunfun maksudnya akal mereka tidak berkurang ya. Tidak berkurang. Berbeda dengan khamar ini yang bikin bikin ee mabuk. Makanya dalam ayat yang lain ee lahwu fiha walaim. La lagu fiha walaim. Bahwasanya kalau orang habis minum khamar tidak ada perkataan sia-sia apalagi perkataan yang menimbulkan dosa. Orang kalau minum khamar ngomong ngawur ya. maki-maki, jelek-jelekan. Dia enggak tahu apa yang dia ucapkan. Tapi penghuni surga kalau minum khamar mereka merasakan kelezatan dan akal mereka tidak berkurang sedikit pun sehingga mereka tidak mengucapkan kata-kata yang sia-sia apalagi kata-kata yangak menyakiti lawan bicara. Ini bedanya khamar dunia dengan khamar akhirat ya. Jadi sambil bertelekan di atas dipan-dipan yang penuh dihias, ngobrol sama teman-teman menyenangkan. Bukan cuma itu, Allah sebutkan lagi kenikmatan yang lain. Kata Allah, "Waahum qosiratut thfi'in." Dan di sisi mereka ada bidadari-badari yang tidak liar pandangannya dan jelita matanya. Jelita matanya. Di sini firman Allah waahum di sisi mereka. Artinya sementara mereka sedang menikmati berbagai macam-macam tersebut mereka ditemani oleh bidadari. Ya percuma minum khamar tapi enggak ada bidadari. Percuma atau tidak percuma? Makanya Adam Alaihi Salam ketika masuk surga Allah ciptakan Hawa dulu. Ya Adam wa Adam uskun anta wazaujukal jannah. Wahai Adam masuklah engkau dan istrimu dalam surga. Masuk surga ada buah macam-macam, ada makan macam tapi enggak ada istri. Apa faedahnya? Makanya di surga tidak ada yang jomblo karena jomblo itu penderitaan. [tertawa] Laisa fil jannati a'zab kamaqala. Tidak ada di surga jom jomblowati maupun jomblowan. Gak ada. Makanya mereka bersenang-senang. Waahum. Dan sisi mereka ada bidadari-bidadari qasiratut thf. Qasirat yaitu yang menahan. Qasir maksudnya menahan. Atarf maksudnya lirikan mata. Yaitu dua tafsiran dalam ayat ini. Qasiratut thfi maknanya qosiratu atrofihinna. Yaitu mereka menundukkan pandangan mereka. Mereka tidak pernah lihat kecuali suami mereka. Mereka tidak pernah melihat lelaki lain. Dan ini di antara kesempurnaan cinta seorang wanita jika wanita tersebut tidak mengenal lelaki lain yang mereka lihat hanyalah suami mereka. Ya, dari sini Syekh Utsimin rahimahullah mengambil faedah, seorang laki berusaha menahan pandangan istrinya agar istrinya tidak melihat lelaki yang lain sebisa mungkin. Karena dengan wanita tidak melihat lelaki lain lebih sempurna cintanya kepada suaminya. Sampai jangan sampai sering ke pasar kalau tidak perlu. Karena kalau ke pasar banyak yang di dilihat. Oleh karenanya kalau wanita sering nonton film Korea, pasti cintanya kepada suaminya berkurang, tergerus dengan melihat para Korea. Suaminya yang tadi putih jadi kelihatan hitam gara-gara apalagi asalnya sudah hitam tambah gelap. [tertawa] Jadi wanita yang jarang melihat lelaki lain kecintaannya semakin sempurna. Nah, di antara sempurnanya kecintaan bidadari kepada suaminya, Allah ciptakan mereka. Mereka tidak pernah lihat lelaki lain. Makanya dalam ayat Allah mengatakan, "Qosirat thfi lam yatmitunna insun qoblahumajan." Tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin. Jangankan manusia, jin pun tidak pernah menyentuh sehingga mereka tidak kenal sentuhan lelaki sama sekali. Mereka tidak pernah lihat lelaki sama sekali. Makanya kita harus punya sifat cemburu, ya. Kalau lihat istri, lihat sama kita cemburu, ngapain lihat lihat itu, lihat ini, lihat lihat abang aja, jangan lihat yang lain. [tertawa] Ngapain lihat laki-laki lain? Ya namanya hati lemah, hati wanita lemah dengan melihat dia bisa berubah hatinya kepada suaminya. Maka kalau ingin menjaga istri jangan jangan biarkan istri lihat ke sana ke sana kemari keluar perlu enggak ada masalah. Kalau sudah perlu secukupnya tetap dijaga istri, wanita juga hendaknya menundukkan pandangan. Ini tafsiran pertama. Yang kedua, qosirat thf a qosiratu atrofi azwajihinna. Yaitu menundukkan pandangan suaminya. Yaitu saking jelitanya sehingga suaminya kalau lihat dia serius, enggak perlu lihat yang lain. Karena bidadari-bari tersebut sudah cukup tidak membuat dia untuk memikirkan wanita yang lain. Sudah cukup yang Allah sediakan buat dia sudah di puncak kelezatan, di puncak kenikmatan, di puncak kecantikan. Sehingga pandangan dia tertunduk. Tidak pernah tidak perlu melihat yang lain lagi saking cantiknya pada bidadari tersebut. Ya, di dunia tidak demikian. Ya, secantik apapun wanita, lelaki mungkin masih melirik yang yang lainnya. Oleh karenanya inilah kecantikan para bidadari. Saking cantiknya mereka menundukkan pandangan suami-suami mereka. Allah mengatakan ainun. Ainun ee ada yang mengatakan jamak dari al-aina yaitu wasi'atul ain. Yaitu wanita-wanita yang matanya lebar. Matanya apa? Lebar. Tidak sipit. Dan di antara kecantikan wanita jika matanya bulat ya tidak apa tidak sipit wanita kalau matanya bulat indah ya sipit juga indah selera ya terser tapi maksud saya ya wanita surga matanya lebar tidak apa tidak sipit setelah itu Allah lanjutkan tentang bidad tersebut kata Allah kaannahunna baidun maknun seakan-akan mereka adalah telur burung unta yang tersimpan dengan baik baid maksudnya telur Burung unta. Naamah. Tahu burung unta kan? Burung unta. Ada unta, ada burung unta. Ya. Maknun yang tersimpan dengan baik. Disebutkan di antaranya oleh Thair bin Asyur dalam Tahrir W tanwir. Maksudnya naam. Kalau ingin burung unta, kalau ingin bertelur biasanya dia siapin misalnya di padang pasir dia maka taruh dulu bulu-bulunya. Dia taruh bulu-bulunya dulu dia siapkan. Baru kemudian dia bertelur di atas bulu-bulunya tersebut. sehingga telur tersebut jatuh dengan baik. Setelah itu dia tutup dengan pasir. Tutup dengan pasir. Itu yang disebut bait maknun seperti itu ya. Ada ada kondisi lain dia bertelur ada. Tapi ini kita bicara tentang kondisi di mana burung unta tersebut bertelur. Sebelum dia bertelur dia letakkan dulu bulu-bulunya. Setelah itu kemudian dia bertelur. Kemudian dia tutup dengan apa? Pasir. Disebut baidun maknun. Yaitu telur yang tertutup dengan baik. Ee dan ini ibarat bagi bidadari karena bidadari tersebut tertutup tidak ada yang menyentuhnya. Allah ciptakan bidadari tersebut tidak ada yang menyentuhnya. Jin tidak sentuh, manusia tidak jentuh, tidak sentuh. Yang sentuh cuma antum saja kalau antum masuk surga. dia tidak pernah lihat laki-laki lain. Dia tidak pernah menyentuh, disentuh lelaki lain, tidak pernah menyentuh laki-laki lain. Ya, sehingga ee sehingga dia cintanya fokus kepada sang suami. Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menganjurkan, "Kalau bisa seorang menikah dengan gadis lebih baik ya." Ketika Jabir bin Abdillah menikah dengan janda, Rasulullah mengatakan, "Allajikuka." Kenapa kau tidak menikah dengan gadis? Kau bisa bercanda dengan dia, dia bercanda dengan engkau. Tulaibuka wa tulaibuha. Kau bisa bermain dengan dia, dia bisa main dengan engkau. Tentu janda juga bisa ya. Cuma, cuma di antara hikmah kata para ulama, karena gadis dia tidak mengenal lelaki yang lain. Engkau adalah cinta pertamanya. Dan cinta pertama selalu lebih berkesan. Ya, beda kalau sudah mungkin mengenal laki lain maka bisa saja dia melakukan komparasi studi banding. Itu yang dikhawatirkan. Nah, ya tapi Rasulullah sendiri istrinya semuanya jan janda. Karena ada hikmah lain yang Rasulullah inginkan. Kalau Rasulullah ikut hawa nafsu, dia akan cari istri semua yang gadis. Tetapi yang gadis cuma siapa? Aisyah. Itu pun karena putrinya Abu Bakar dan Allah siapkan Aisyah. Allah yang suruh Nabi nikah dengan Aisyah. Karena ternyata di kemudian hari Aisyah paling banyak menghafal hadis-hadis Nabi di antara istri-istri Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dia remaja, remaja lebih fresh pikirannya sehingga lebih mudah untuk menuntut ilmu, lebih mudah untuk menghafal hadis-hadis Nabi. Maka dia yang paling banyak meriwayatkan hadis Nabi dari istri-istri Nabi. Oleh karenanya banyak sahabat yang belajar kepada Aisyah. Sisa sisa lain istri Nabi semuanya jan janda. Tapi maksudnya di antara hikmah kenapa Nabi menyeru untuk menikahi gadis, karena tadi gadis tidak mengenal yang lainnya. Makanya Aisyah membanggakan hal ini. Kata Aisyah kepada Nabi, "Ya Rasulullah, kalau kau ingin menambatkan unta, apakah kau menambatkan unta di pohon yang pernah ditambatkan oleh unta yang lain atau di pohon yang tidak pernah ditambatkan unta sama sekali?" Kata Nabi, "Tentu di pohon yang tidak pernah ditambatkan unta sama sekali." Maksudnya saya sendiri yang seperti itu. Yang lain enggak ada. Yang lain sudah pernah ada yang nambat [tertawa] karena semuanya janda. Yang yang yang gadis cuma siapa? Aisyah radhiallahu taala anha. Maka bidadari diciptakan oleh Allah seperti baidun maknun. Seperti telur yang tersimpan. Tidak ada yang membuka telur tersebut kecuali engkau jika engkau masuk surga. Dia tidak mengenal laki-laki sama sekali sehingga cintanya fokus kepadamu. Memang Allah ciptakan dia untuk untuk engkau kalau kau masuk surga. Kemudian disebut bait. Ini ada faedah dari kata bait. Bait ya. Telur-telur burung unta itu besar ya. Besar tidak kecil. bait besar. Dan dia warnanya disebut warnanya bukan putih-putih seperti susu. Bukan bait maknunit bait. Bait itu putih ada kekuning-kuningan, agak kuning-kuningan. Sehingga sebulah mengatakan cantiknya bidadari bukan putih-putih tapi dia putih ada kekuningan. Dan itulah kecantikan terbaik bagi wanita. Bukan putih-putih tapi putih ada tercampur dengan warna ku kuning seperti telurnya ee burung unta. Kemudian faedah yang kedua disebut bait seperti telur unta. Kalau kita lihat telur unta tersebut dia bulat dan dia simetris dari segi segala sisi. Dari sisi segala sisi indah. Maka demikianlah ee wanita bidadari dari segala sisi tubuhnya indah. Ada wanita mungkin rambutnya indah tapi ternyata pesek. Ada mungkin mancung tapi rambutnya mungkin kribo. Macam-macam maksudnya. Ada mungkin sisi lain bagus, sisi lain kurang bagus. Ya, itu wanita dunia tidak ada yang sempurna. Tidak ada yang sempurna. Sudah indah semua. Semua ternyata mulutnya tukang ngomel. Enggak enak juga. [tertawa] Tetapi wanita surga di dari segala sisi sempurna seperti keutuhan sebuah telur yang kita lihat dari segala satu keutuhan telur ini indah dari segala sisi. Maka bidadari pun demikian dia indah dari segala segala sisi. Tidak ada kekurangan sama sekali. Ini makanya Allah sebut dengan baid. Kaannahunna baidun maknun. Tentunya dalam ayat yang Allah mengatakan kaannahunal yaquutu wal marjan. Bidadari seperti ee intan dan seperti mutiara. Intan dari bening tubuhnya. Ee marjan mutiara dari sisi putih tubuhnya. Setelah itu Allah berfirman, "Faqbala ba'duhum ala ba'din yatasaalun." Maka mereka saling berhadap-hadapan. Penghuni surga saling bertanya-tanya. Saling bertanya-tanya. Dan ini menunjukkan bahwasanya penghuni surga terkadang mereka nostalgia tentang masa lalu. Mereka ngobrol, mereka ngobrol di antara nikmat surga, obrolan di antara para penghuni surga. Ini banyak dalam Al-Qur'an ya. Inna kunna fi ahlina musfin. Kami dulu di dunia kami takut kepada Allah. Di tengah-tengah istri, keluarga kami takut kepada Allah. Maka Allah beri anugerah sekarang kami diselamatkan neraka jahanam. Maka mereka saling berhadapan, saling bertanya-tanya. Ada salah satu penghuni surga kata Allah, qilum inni qin. Ada yang nostalgia dia bilang, "Saya dulu punya kawan di dunia. Saya juga dulu punya kawan seorang kawan di dunia. Yaakulu kawan ini bikin syubhat sama saya. Yaakulu a innaka laminal musoddiqin." Dia ngomong sama saya, "Emang kau benarin, kau benarin orang-orang yang mengatakan akan ada hari kebangkitan? Masa kau benarkan ini orang ini ingin menjerumuskan saya dalam kekufuran. Saya dulu punya kawan Qarin, kawan kawan dekat yang sering bikin syubhat sama saya. Dia bilang, "Apakah kau membenarkan akan ada harinya kebangkitan?" Aidna turaban waaman aadinun. Apakah menurut engkau kawan itu bilang sama saya, "Apabila kita telah mati dan kita menjadi tanah dan tulang belulang, sudah hancur lebur, apa kita akan dibangkitkan lalu diberi pembalasan? Dulu ada teman saya itu. Ini dalil kata Thari bin Asyur bahwasanya penghuni surga mereka akan ingat masa lalu. Tetapi semua masa lalu yang menyedihkan akan hilang karena itu mengganggu mengganggu apa? Mengganggu kenyamanan. Tapi masa lalu yang indah, yang menambah kenikmatan akan mereka ingat. Akan mereka ingat. Yang atur hafalan kita Allah Subhanahu wa taala. yang atur hati kita Allah Subhanahu wa taala. Maka ingatan-ikatan yang indah yang menambah kenikmatan seorang ya akan teringat di surga. Kita dulu begitu, sekarang begini. Dulu kita begini, sekarang begini. Ya, di antaranya di antara kenikmatan yaitu saya hampir tersesat kemudian saya diselamatkan oleh Allah itu diingat oleh penghuni surga. Dulu saya punya kawan sering kasih syubhat, emang kau benarin orang-orang yang bilang ada hari kebangkitan? Apa benar ada orang sudah jadi mati, tulang belulang, sudah jadi tanah, kemudian dibangkitkan lagi. Kemudian dia berkata, "Orang ini ngobrol sama penghuni surga." Qum mutaliun, apakah kalian ingin lihat temanku? Dia, dia di neraka ini. Karena dia mengingkari hari apa? Kebang kebangkitan. Falaa maka dia pun lihat. Farahu fiwail jahim. Ternyata temannya tersebut berada di tengah-tengah api neraka yang menyala-nyala. Jahim maksudnya api yang menyala-nyala. sedang dibakar di tengah-tengah neraka sedang membakarnya. Kemudian dia ngomong sama temannya tersebut. Dia ngomong sama temannya di neraka. Qallah inittaurdin. Demi Allah hampir-hampir kau mencelakakan aku, menjerumuskan aku. Yaitu hampir-hampir aku ikut percaya tidak ada hari kebangkitan. Seandainya saya percaya saya juga sama dengan kau. Ini dia ingat dia ngobrol sama temannya tersebut. inin wbi minal muhdin. Seandainya Allah tidak menyelamatkan aku, seandainya bukan karunia Allah, nikmat Allah, tentu aku termasuk orang-orang yang dihadirkan dalam neraka jahanam. Ini dalil bahwasanya penghuni surga kapan pengin connecting sama penghuni neraka bisa. Bagaimana caranya? Wallahualam. Surga, penghuni surga di tempat paling tinggi, penghuni neraka di paling bawah, tapi bisa connecting. Makanya dia bilang temannya, "Eh, mau lihat enggak? Mau lihat?" Ayo sini sini sini. Heh. Kira-kira begitulah. Gua lagi bakar nih. Apain ente? Hampirambil celakain gua katanya. Alhamdulillah Allah selamatin gua ente. Makanya ini bahayanya punya teman buruk. Karena teman buruk kalau k syubhat bisa merubah iman kita. Dikasih tahu sekali dua kali tiga kali kalau kita tidak bisa berpaling bisa berubah enggak? Bisa. Dia bisa menghiasi kebatilan menjadi kebenaran. Apalagi setan mendukung bisa ya. Dan pembicaraan penghuni surga dengan penghuni neraka banyak dalam Al-Qur'an sudah kita sampaikan seperti dalam surat Ala'raf wada ashabul jannati ashabanar penghuni neraka berbicara sama penghuni surga. Penghuni surga bicara kepada penghuni neraka. Di surga penghuni di surga saling ngobrol bertanya tentang pelaku dosa. Apa yang buat kalian masuk neraka? Penghuni neraka menjawab minal musin. Kami dulu tidak salat miskin. Kami dulu tidak beri makan kepada fakir miskin. Kami suka mengejek syariat dan kami dulu mendustakan hari kebangkitan hattaan sampai datang kematian bagi kami. Jadi ada obrolan dulu para ulama sebagian bahas gimana caranya padahal ini tempat sangat panas sini sangat nikmat satu sangat jauh satu sangat rendah ya kalau dulu mungkin tidak bisa dibayangkan, tapi kalau sekarang mudahya video call kan bisa. Ini maksudnya kalau kita sekarang aja bisa pakai video call, tapi kalau di sana kita enggak tahu seperti apa. Ketemu langsung k Allah dekatkan atau bagaimana ada penghalang kita tidak tahu. Wallahualam. Tetapi kapan-kapan penghuni surga ingin lihat penghuni neraka maka dia bisa lihat. Kalau fahal antum mutaliun ayo mau lihat. Ayo lihat. Akhirnya dia ngobrol sama penghuni neraka dan penghuni neraka tersebut semakin tersiksa ketika melihat kawannya ternyata di surga. Dia dulu di dunia terlalu spekulasi tingkat tinggi menganggap tidak ada hari kebangkitan. Bagaimana tidak hari kebangkitan? Tuhan yang tidak membangkitkan. Tuhan tidak becus. Masa ada Tuhan biarkan makhluknya berantem, bunuh-bunuhan, dizalim, menzalimi kemudian tidak ada kelanjutannya. Tuhan tidak beres kalau Tuhan seperti itu. Secara logika saja pasti ada hari pemba pembalasan. Kalau Tuhan tersebut benar-benar Tuhan, bagaimana kau bilang enggak ada hari pembalas? Terus saya buat apa Tuhan? Buat apa jadi Tuhan? Kalau begitu dibiarin begitu saja. satu bunuh yang lain, satu zalim, satu korupsi, satu mencuri, kemudian tidak ada p
Resume
Requeue
Categories