Transcript
wauWRKJxQEQ • Tafsir Surat As-Saffat #3 Ayat 35-61- Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2622_wauWRKJxQEQ.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwumma shli alaihi waa alihi wa
ashabihi wa ikhwan. Hadirin dan hadirat
yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
Kita lanjutkan bahasan
dari surat assfat kita sampai pada ayat
ke-35. Allah berfirman, "Innahum kanu
idza qila lahum la ilahaillallah
yastakbirun. Sesungguhnya mereka dahulu
yaitu orang-orang kafir Quraisy
dan yang semisal mereka dari kalangan
kafirin, dari kalangan musyrikin.
Iza qila lahum lailahaillallah. Jika
dikatakan kepada mereka lailahaillallah,
yaitu ucapkanlah lailahaillallah
yastakbirun
maka mereka pun sombong menyombongkan
diri. Wquuna a inna latariku alihatina
lyairin majnun.
Dan mereka bukan sombong aja, mereka
juga berkata, "Apakah kami harus
meninggalkan sembahan-sembahan kami
hanya karena seorang penyair yang gila?"
Ya, di sini pada ayat-ayat sebelumnya
Allah menyebutkan tentang
bagaimana orang-orang musyrikin diazab
oleh Allah subhanahu wa taala. Dan di
antara sebab utama yang buat mereka
diazab adalah mereka tidak mau
mengucapkan lailahaillallah.
Ya, mereka enggan karena mereka tahu
konsekuensi dari lailahaillallah harus
meninggalkan sembahan-sembahan selain
Allah Subhanahu wa taala. Mereka pakar
bahasa Arab mereka ngerti ya. Mereka
ngerti kalau mereka menyembah
atau mengucapkan lailahallah, mereka
tidak boleh menyembah berhala-berhala
yang lain. Tidak boleh sembahan-sembahan
yang lain mereka sembah. Tidak boleh
nyembah Lata, Uzza, Manat, Hubal, ya dan
berhala-berhala lainnya. Dan sebagaimana
kita ketahui ketika Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam di Makkah, di sekitar Ka'bah
ada 360 berhala. Ya, mereka haji, mereka
umrah, tapi mereka juga menyembah
berhala-berhala yang ada di Safa dan
Marwah. Ada berhala Isaf dan Nailah. Dan
mereka ee meyakini ee berhala-berhala
tersebut ee adalah
ee perwakilan dari orang-orang saleh
yang mereka harapkan. memberi syafaat
atau perantara antara mereka dengan
Allah Subhanahu wa taala sehingga mereka
tidak mau menyembahnya Allah semata.
Yastakbirun dan mereka sombong. Mereka
sombong menyombongkan diri. Kemudian
setelah itu mereka
mencela Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Seandainya mereka sombong saja maka ya
mungkin ee
lebih baik. Tapi ternyata selain sombong
mereka juga mencela Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Kata mereka,
"A inna latariku alhatinairin majnun."
Apa kami harus meninggalkan tuhan-tuhan
kami hanya karena seorang penyair yang
gila? Ya, kalau mereka berpaling
mendustakan ini buruk, tetapi lebih
buruk lagi. Tapi masih mending dibanding
selain berpaling, mereka juga mencela
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Mereka mengatakan nabi adalah syair.
Padahal mereka tahu Nabi bukan penyair.
Nabi bukan orang baru. Nabi tinggal
bersama mereka sejak kecil bersama
mereka. Ya.
Wama shahibukum bimajnun. Kata Allah,
"Bukanlah teman kalian adalah orang
gila." Sampai Nabi Allah menyebutkan
shahibukum. Muhammad itu teman kalian.
Maksudnya kalian sudah tahu sejak kecil
dia hidup bersama kalian. Ini orang
gila. Bukan orang gila ya. Dan kalian
tahu dia bukan penyair, bukan
Rasulullah, bukan orang yang eh penyair.
Wama alamnahu wama yambagilah.
Muhammad tidak pernah kami ajarkan syair
dan tidak pantas baginya untuk ber
bersyair. Sehingga mereka berpaling dan
menuduh Nabi dengan suatu yang mereka
tahu. Nabi tidak seperti itu.
Mereka mengatakan lisyairin majnun. Kami
meninggalkan sembahan-sembahan kami
hanya karena perkataan seorang penyair
yang gila. Ya. Dan mereka tahu Nabi
bukan penyair. Mereka tahu Nabi bukan
orang gila. Tapi ini mereka isukan
padahal mereka tahu tidak demikian dalam
rangka untuk membuat orang-orang lari
dari Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Karena namanya syair penyair
ya biasa di dulu di zaman Arab zaman
jahiliyah dahulu tuh sebagai alat metsos
adalah syair dalam rangka ee memuji
dalam rangka untuk pencitraan dalam
rangka juga untuk menjatuhkan ya. Ya.
Jadi syair adalah alat yang penting di
zaman dahulu ya. Kalau ingin mencaci
maki maka dengan syair. Ingin memuji
juga dengan apa? Syair. Makanya ada buku
judulnya syuara para penyair yang
dibunuh karena syair mereka sendiri.
Karena syair mereka sendiri. Karena
syairnya terlalu menikam dan menusuk.
Akhirnya sebagian mereka dibunuh. Ya,
artinya ketika mereka menuduh nabi
penyair seakan-akan ya beginilah
Muhammad. Memang sebagaimana
penjar-penjar yang lain suka mencela-
mencela, menghina-menghina tuhan-tuhan
kita hanya karena mungkin permusuhan
kabilah satu dengan kabilah yang lain.
Agar orang-orang ah ini hanya perkataan
syair. Biasalah syair itu begitu-begitu
ya. Kemudian mereka mengatakan majnun.
Muhammad juga gila agar orang ee
tidak mau mendengar Al-Qur'an sama
sekali. Ngapain dengar Al-Qur'an? Kalau
ini bukan orang gila ya mungkin perlu
kita pertimbangkan perkataan Muhammad.
kita renungkan, kita hati dulu benar
atau tidak. Tapi kalau sudah awal
dibilang ini orang gila, selesai.
Selesai. Ini metode orang-orang
musyrikin
menuduh dengan tuduhan yang mereka tahu
Rasulullah tidak demikian. Mereka tahu
Rasulullah tidak tidak demikian.
Dan itu metode ahlul bidah terhadap
ahlusunah. Ahlusunah dikatakan
hasyawiyah, mujassimah ya dikatakan
dengan kata macam-macam ya.
Padahal mereka tahu kita tidak demikian.
Seperti mereka mengatakan tukang takfir.
Gimana tukang takfir?
Apakah kita suka kafir-kafirkan orang?
Ya, menghalalkan darah orang lain.
Justru saya ini pernah dihalalkan
darahnya. [tertawa]
Saya enggak menghalalkan darah. Orang
saya pernah dihalalkan darahnya.
Saya pernah dicegah dari pengajian
karena dihalalkan darahnya. Pernah.
Terus saya dituduh menghalalkan. Mana
buktinya saya halalkan darah orang?
Kalau saya bilang kafir berarti kan
halal darah. Ya. J kita tahu kita tidak
demikian. Ah tukang takfir, tukang
takfir. Supaya orang menjauh sejak awal
tidak perlu merenungkan lagi apa yang
kita ucapkan.
Itu metodenya orang musyrikin
menempelkan suatu tuduhan yang mereka
tahu tidak demikian. Mereka tahu
Muhammad bukan penyair. Mereka tahu
Muhammad orang gila. Wama shahibukum
bimajnun. Kawan kalian itu Muhammad itu
bukan orang gila. Kalian tahu karena
shahibukum kawan kalian sejak kecil
kalian tahu. Bukankah Rasulull sahu
alaihi wasallam teman mainnya Abu Jahal?
Rasulullah dulu main sama Abu Jahal.
Abu Jahal tahu Rasulullah bukan apa?
Bukan orang gila. Tapi demikian
gelar-gelar dipasang kepada Nabi,
disematkan kepada Nabi agar menjauhkan
manusia dari Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Karena bilang penyair
gila sudah enggak usah didengar lagi,
enggak usah dipertimbangkan. Apalagi
dalam ayat yang lain, sahir ya, kadzab,
penyihir. Nah, kalau kita dengar sihir,
khawatir tersihir. Mending enggak usah
dengar sama sama sekali. Ini semua
tuduhan disematkan kepada Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka Allah
bantah. Allah berkata, "Bal jaa bilhaqqi
wasoddaqal mursalin." Tidak demikian.
Muhammad bukanlah penyair, bukanlah
orang gila. Bal jaa bilhaqqi, tetapi dia
membawa kebenaran. yang dibawa adalah
kebenaran. Wasdaqal mursalin. Dan dia
telah membenarkan para rasul-rasul
sebelumnya. Yaitu Allah membantah dengan
sisi pendalilan bahwasanya apa yang
dibawa Muhammad ini bukan suatu yang
baru. Kalau kalian renungkan, sebelum
Muhammad ada nabi-nabi sebelumnya.
Yang seperti Muhammad ini ada
sebelumnya, yaitu nabi-nabi sebelum. Ada
Isa, ada Musa ya, ada Zakaria, ada
Yahya, ada nabi-nabi sebelumnya banyak
ya. ada nabi-nabi sebelumnya. Oleh
karenanya Rasulullah bukanlah membawa
pembawa syiir, bukan juga pembawa
kegilaan, tapi apa yang dia bawa ini
adalah kebenaran dan bahkan ada fungsi
Rasulull sahu alaihi wasallam.
Wasoddaqal mursalin. Rasulullah itu
membenarkan para rasul sebelumnya. Apa
maksudnya Rasulullah membenarkan para
rasul sebelumnya? Karena para rasul
sebelumnya
telah mengabarkan akan ada nabi
terakhir. Akan ada nabi terakhir. Mereka
kabarkan kepada umat-umat mereka.
Dan di antara nabi-nabi terakhir, setiap
nabi pasti mengabarkan umatnya akan ada
nabi terakhir.
Dan di antara yang sampai tersisa adalah
kalangan Bani Israil, Nabi Musa, Nabi
Isa, Allah sebutkan Nabi Isa. Ya,
mubasyir birasuli
yati m ba'di ismuhu Ahmad. Musoddiq lima
baina yadya minat taurah wa mubasyir
birasuli
yati min ba'di ismuhu Ahmad. Ya. Ya. Dan
Nabi Isa kata Allah subhanahu wa taala
berkata kepada kaumnya, "Aku membenarkan
apa yang turun sebelumku Taurat dan aku
memberi kabar gembira kepada kalian
tentang adanya nabi setelahku namanya
siapa? Ahmad yaitu Muhammad sallallahu
alaihi wasallam." Dan seluruh nabi.
Bukan Nabi Isa saja, Nabi Musa demikian
juga. Makanya Allah ketika menjelaskan
tentang Rasulullah,
bagaimana pengetahuan Bani Israil
tentang Nabi. Kata Allah, "Yaunahu kama
yarifuna abnaahum." Mereka mengenal
Rasulullah sahu alaihi wasallam
sebagaimana mereka mengenal anak-anak
mereka. Yaitu orang tua kalau kenal anak
kenal betul ya. Kenal sifat-sifatnya,
sifat fisiknya, ee mainnya di mana,
ciri-cirinya anaknya sendiri. Begitu
kuat pengetahuan mereka tentang Nabi
Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
Makanya mereka orang-orang Yahudi
sengaja bermark di Hijaz, yaitu di
negeri yang banyak kurmanya. Ada yang di
Khaibar, ada yang di Madinah. Karena
mereka tahu Nabi terakhir nanti akan
berhijrah di suatu daerah di Hijaz yang
banyak kurmanya.
Dan itu Madinah dan Madinah dan apa?
Khaibar. Makanya mereka banyak tinggal
situ. Orang Yahudi menanti-nanti
kedatangan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Bahkan kalau mereka perang
sama kaum musyrikin, mereka mengatakan,
"Sebentar lagi akan datang seorang nabi
yang kami akan bersama nabi tersebut
menghabisi kalian." Setiap mereka
perang, mereka sesumbar sebentar lagi,
sebentar lagi. Sampai kaum Anshar
mengatakan, "Kami terlalu sering dengar
itu dari Yahudi. Kalau kami tengkar sama
mereka, waktu kaum Anshar masih musyrik,
kami kalau tengkar sama mereka, mereka
sering sesumbar. Sebentar lagi akan
datang seorang nabi. Kami dan nabi itu
akan menyerang kalian." Ketika Nabi
datang, kaum Ansar bilang, "Loh, ini
bukankah Nabi yang pernah disesumbarkan
oleh apa orang Yahudi? Ayo kita beriman
dulu sebelum mereka." Akhirnya [tertawa]
kaum Anshar beriman dulu. Di antara
sebab kaum Anshar mudah beriman karena
mereka sering dengar Yahudi ngomong
demikian.
Artinya Yahudi tahu dari mana balan nabi
akan nabi terakhir. Karena Nabi Musa
telah mengabarkan. Nabi Musa telah
mengabarkan. Makanya kalau Nabi tidak
datang, Nabi Muhammad tidak diutus, maka
nabi-nabi sebelumnya berarti pendusta
semuanya. Inilah Allah mengatakan
wasoddaqal mursalin. Bahwasanya Muhammad
sallallahu alaihi wasallam justru
membenarkan nabi-nabi sebelumnya. Karena
nabi-nabi sebelumnya telah mengabarkan
akan datang Nabi Muhammad sallallahu
alaihi wasallam, nabi terakhir. Kalau
Nabi tidak ada, maka nabi-nabi
sebelumnya jadi pen pendusta. Di sini
Allah mengatakan, "Wasaddaqal mursalin."
Ini tafsiran pertama makna dari
shoddaqal mursalin. Rasulullah
membenarkan nabi-nabi sebelumnya. Karena
apa yang nabi-nabi sebelumnya kabarkan
akan datang rasul terakhir itulah saya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Makna kedua dari shodqal mursalin
sebagai ahli tafsir mengatakan maknanya
Rasulullah membenarkan
dakwah nabi-nabi sebelumnya. Bukankah
nabi-nabi sebelumnya menyerukan kepada
tauhid? Saya pun demikian. Saya pun
demikian. Bukan cuma saya yang
mengucapkan lailahaillallah. Nabi-nabi
sebelumnya juga mengucapkan
lailahaillallah.
Wailain
akhum huda q yaudullaha maakum min
ilahin giriruh. Dan kepada kaum Ad kami
utus saudara mereka itu dari suku mereka
sendiri namanya Nabi Hud. Dia berkata,
"Ya kaumku sembahlah Allah semata. Tidak
ada sembahan yang berhak disembah
kecuali Allah." Waamuda akhum shihan
qudullaha mahakumahinir.
Ya. Dan kepada kaum Tsamud kami utus
Nabi Saleh, saudara mereka sendiri dari
suku mereka sendiri yang menyeru kepada
kaum Tsamud, "Sembahlah Allah semata.
Tidak ada bagi kalian sembahan selain
Allah." Apa yang saya ucapkan sama
dengan ya nabi-nabi sebelumnya. Nabi Isa
mengatakan, "Ma qulu lahum illa ma
amartani bihi anudullahabi waabbakum."
Aku perintahkan kepada umatku apa yang
kau perintahkan kepadaku ya Allah.
Anudullaha sembahlah Allah semata rbi
warabbakum. Rabku dan Rabb kalian. Aku
tidak pernah menyuruh umatku untuk
menjadikan aku Tuhan ibuku Tuhan. Tidak
pernah.
Sehingga yang Nabi sampaikan
lailahaillallah bukan perkara baru tapi
telah diserukan oleh nabi-nabi
sebelumnya. Jadi maksudnya orang
musyrikin ingin bilang Muhammad ini
topiknya ini topik orang gila penyair.
Maka Allah bantah bukan Muhammad ini
bukan penyair bukan orang gila tapi dia
sudah ada sebelumnya. Dia punya sanad
bersambung yaitu nabi-nabi sebelumnya
yang sama seperti dia menyeruh kepada
tauhid dan nabi-nabi sebelumnya membawa
kebenaran dan telah mengabarkan akan
datangnya Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Allah berfirman, "Selah itu, innakum
lqul adzabil alim." Sesungguhnya kalian
pasti akan merasakan azab yang pedih.
Kalian kaum musyrikin
yang menyembah kepada selain Allah,
menyembah Allah dan menyembah kepada
selain Allah,
kalian akan merasakan azab yang pedih.
Kata Allah, "Wama tujzauna illa ma
kuntum tam'malun."
Dan kalian tidak diberi pembalasan
melainkan
apa yang kalian kerjakan secara zahir ee
lafal terlek maknanya. Dan kalian tidak
dibalas kecuali apa yang kalian
kerjakan.
Kalian tidak dibalas. Allah tidak
mengatakan kalian tidak dibalas sebab
perbuatan kalian. Tapi Allah mengatakan
kalian dibalas. Kalian tidak dibalas
kecuali perbuatan kalian. G maksudnya
apa? Ini menunjukkan bahwasanya Allah
adil. Allah tidak menzalimi mereka sama
sekali. Ya, itu jazaa wifaqah. Balasan
yang setimpal ya.
Balasan setimpal Allah tidak tidak zalim
sama sekali. Ya, kalau bahasa kita tuh
rasakan perbuatanmu.
Rasakan apa perbuatanmu. Maksudnya
rasakan azab akibat perbuatanmu. Tapi
Allah hilangkan azab. Allah mengatakan
rasakan perbuatanmu. Ya, sehingga kalian
tidak bisa menyalahkan siapapun. Dan ini
menunjukkan perbuatan kalian sendirilah
yang menyiksa kalian. Maksudnya Allah
maha adil. Allah maha adil. Ya
Allah maha adil. Ada syubhat yang
disampaikan oleh orang ateis. Mereka
mengatakan
gimana Allah maha adil. Orang kafir
mereka kafir kan cuma 60 tahun. Iya
enggak? Kenapa diazab selama-lamanya?
Gimana jawabannya?
Jawabannya dua. Pertama,
seandainya mereka hidup selama-lamanya,
mereka bakalan kafir terus. Paham?
Ya,
makanya ee
mereka minta ya agar dikembalikan ke
dunia dan mereka mengatakan kalau mereka
diazab mereka minta dikembalikan dunia
dan mereka akan beramal saleh. Kata
Allah, walau ruddu laadu limanuhu anhu
wa innahum lakadibun. Kalau mereka
dikembalikan, mereka bakalan kembali
lagi kafir dan mereka pendusta dengan
janji mereka. Sehingga mereka meskipun
mungkin kafirnya 60 tahun, paling lama
100 tahun, tapi diazab abadi. Bukannya
Allah tidak adil. Kenapa? Karena mereka
kalaupun hidup abadi mereka akan kafir
juga. Kafir abadi. Paham? Ini jawaban
pertama. Jawaban kedua, karena Allah
sudah kasih peraturan. Kau beramal saleh
60 tahun akan dikasih surga
selama-lamanya. Kalau kau beramal kafir
60 tahun juga dalam neraka
selama-lamanya. Allah adil enggak kasih
pilihan? Sudah kasih pilihan. Ketika kau
pilih ini ya salah sendiri. Seandainya
kau pilih satunya, kau juga akan dibalas
abadi dengan kenikmatan yang sempurna
abadi. Ketika kau mililih ini salah
sendiri. Kan sudah ada pilihan. Allah
kasih pilihan. Memang Allah tidak adil.
Allah sudah kasih pilihan. Aturannya
seperti ini. Ya. Aturannya seperti ini.
Maka ketika kau memilih amal 60 tahun
diazab abadi salah sendiri. Jangan
salah. Seandainya kau pilih salah satu
yang satunya kan kau akan beramal 60
tahun 100 tahun dapat iman
selama-lamanya. Tapi demikianlah orang
ateis kasih syubhat sehingga mereka
tidak percaya sama Tuhan. Kata mereka
Tuhan tidak adil. Ini spekulasi tingkat
tinggi. Mereka bilang Tuhan tidak ada.
Kalau ada mampus lu. [tertawa]
Spekulasi tingkat tinggi ngeri. Dan
mereka datang setan buat was-was
ingin buat goyah orang-orang beriman.
Ya, tapi intinya ee Allah maha adil.
Wama tujzauna illa ma kuntum tammalun.
Kalian tidak dibalas kecuali perbuatan
kalian. Ya, yaitu setimpal dengan apa
yang kalian lakukan dan jangan salahkan
orang lain. Fala talumna fala talumna
nafsak. Jangan kau cela kecuali dirimu
sendiri. Setelah Allah
setelah Allah menyampaikan musyrikin
akan diazab di neraka perbuat akibat
perbuatan mereka. Kata Allah, "Illa
ibadallahil mukhlasin." Dalam sebagian
qiraah, "Illa ibadallahil mukhlisin."
Dibaca dengan dua qiraah. Almukhlasin
dengan fathah lam.
Almukhlisin dengan kasrah huruf lam.
Kalau dengan kasrah huruf lam kecuali
orang-orang yang ikhlas, yang beribadah
hanya kepada Allah, yang menjalankan
lailahaillallah,
tidak menyembelih kepada selain Allah,
tidak berdoa kepada selain Allah. Tidak
bertawakal kepada selain Allah. Tidak
beribadah kepada selain Allah. Fokus
hanya beribadah kepada siapa? Allah
Subhanahu wa taala. Orang-orang yang
ikhlas. Mereka itu yang selamat.
Qiraah yang kita baca illa ibadallahil
mukhlasin. Kecuali hamba-hamba Allah
yang almukhlasin.
Almukhlasin yaitu yang terpilih yang
diselamatkan oleh Allah. Dan dua qiraah
ini tidak saling bertentangan tapi
saling mendukung. Yaitu Allah memilih
mereka karena mereka ikhlas.
Aklasahum liikhlasihim. Allah memilih
mereka untuk dispesialkan karena mereka
ikhlas.
Karena mereka ikhlas.
Setelah itu Allah mulai menyebutkan
tentang kenikmatan surga yang Allah
berikan kepada orang-orang yang ikhlas
kepada Allah Subhanahu wa taala. Maka
kita pada kesempatan kali ini akan
berbicara tentang nikmat nikmat surga.
Kata Allah Subhanahu wa taala,
"Ulaika lahum rizqu malum." Sesungguhnya
mereka ini di surga mendapatkan rezeki
yang telah diketahui. Rezeki yang telah
diket. Apa maksudnya rezeki yang telah
diketahui?
Ada yang mengatakan rezeki yang telah
diketahui maksudnya mereka punya jatah
Allah kasih. Mereka enggak minta pun
Allah sudah kasih jatah yang maklum.
Bukrotun wa asah pagi petang Allah kasih
walahum rizum fiha bukrat wa asya. Ya,
bagi mereka rezeki pagi petang Allah
sudah kasih jatah.
Mereka enggak minta pun Allah kasih
nikmat surga begitu banyak yang sudah
diketahui nikmat-nikmat tersebut. Dan
tafsir berikutnya,
ulaika lahum rizqu ma'lum. Mereka
mendapatkan rezeki yang maklum yaitu
sesuai dengan yang mereka ketahui, apa
yang mereka inginkan.
Dapat persis seperti itu. Dapat persis
seperti itu. Ya, makanya di antara hadis
kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Almukmin
id saaha alada fil jannah kana hamluhu
wa waduhu wasinnuhu fah kama yastaahi."
Demikian sabda Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kata Rasul sallahu alaihi
wasallam, "Seorang mukmin kalau di surga
kemudian dia pengin punya anak,
tahu-tahu kepingin punya anak,
maka Allah akan kasih dia anak. Tapi
sangat cepat, tidak lama-lama hamilnya,
melahirkannya,
umurnya salam satu waktu sebagaimana
yang dia kehendaki." Maksudnya kalau dia
pengin asa pengin punya anak umur 7
tahun, creng langsung muncul 7 tahun.
Maklum dia tahu sesuai dengan yang dia
inginkan. Saya ingin punya anak 12
tahun, putih, ganteng, begini-begini
cring keluar sesuai dengan yang dia
inginkan.
Hamilnya, mengandungnya,
ee lahirnya, umurnya dalam satu wak
waktu.
Dia tahu apa yang dia apa maklum dia
tahu. Jadi kalau tafsir kedua rizqun
maklum, tafsir pertama maklum eh maklum
indallah
diketahui di sisi Allah. Yang kedua
tafsir maksudnya maklum inda ahlil
jannah. Diketahui oleh ahl surga. Mereka
tahu rezeki mereka.
Ya kata Allah watirim
thirri mimma yastaahun. Dan burung yang
burung-burung yang mereka kehendaki.
Kata para ahli tafsir kalau mereka di
surga tahu-tahu lihat burung terbang
mereka ingin makan burung tersebut. H
enak ya makan burung itu. Kalau sate
burung C langsung jatuh jadi sate
burung. Mereka lagi makan sate burung.
Ah pengin burung bakar tiba-tiba berubah
jadi burung.
bakar tinggal makan.
Tiba-tiba mereka pengin ee burung apa?
Burung tepung goreng s.
[tertawa] Jadi apa yang mereka ingin
sesuai dengan yang terjadi sesuai dengan
yang ingin mereka ilmui. Yang mereka
ilmui itu maksud di antara tafsiran
lahum rizquun ma'lum. Jadi antum ingin
apa saja sesuai dengan yang apa yang
antum ingin inginkan.
Bagi kalian di surga apa yang kalian
inginkan, yang kalian hasratkan dan bagi
kalian di surga apa yang kalian minta.
Seorang ulama ditanya, "Di surga kau
pengin apa?" "Saya pengin saya lagi
jalan di surga tahu-tahu lewat awan,
tahu-tahu hujan." Hujan bidadari
katanya.
Ide yang bagus ya.
Tib.
Jadi kata Allah Subhanahu wa taala,
"Uika lahum rizum malum." Bagi mereka
rezeki yang telah diketahui.
Kemudian Allah berfirman, "Fawakihu
wahum mukramun." Mereka juga diberi
buah-buahan. Fawakih itu buah-buahan
yang bermacam-macam. Kenapa disebut
buah-buahan?
Karena kita tahu di dunia buah-buahan
tuh
penyempurna. Iya. Enggak. Kita makan
nasi dulu, ya, singkong, apa? Makanan
pokok,
ikan dan bar terakhir buah-buahan atau
buah-buahan tu penyempurna. Bukan
makanan pokok. Seakan-akan para ulama
mengatakan, "Jangankan makanan pokok,
makanan yang sekedar penyempurna saja
dengan berbagai macam ragamnya. Apalagi
makanan pokok, jelas-jelas tidak usah
dibahas. Pasti sudah terse tersedia."
Paham maksudnya? Itu ada yang mengatakan
demi demikian. Yaitu Allah siapkan
buah-buahan karena buah-buahan itu
biasanya tambahan. Dan kalau yang
tambahan aja sudah begitu sempurna,
apalagi makanan pokoknya ya Allah tidak
bilang berbagai macam ragam nasi. Enggak
perlu nasi goreng, nasi uduk, nasi
liwat, enggak perlu. Pokoknya yang
makanan pokok pasti ada. Sedangkan
buah-buahan saja ada, apalagi yang
makanan pokok, tempe goreng, [tertawa]
berbagai macam ya sudah pasti ada.
Buah-buah saja beraneka beraneka ragam.
Ini di antara tafsir kenapa disebut
buah-buah tidak disebut biji-bijian,
umbi-umbian. Karena buah-buahan itu
makanan penyempurna.
Kemudian seorang ini pendapat pertama.
Pendapat kedua, kenapa disebut
buah-buahan? Agar diketahui bahwasanya
kenapa tidak disebut beras, nasi apa
namanya? Seperti kita sekarang makan
nasi ya.
Karena untuk mengisyaratkan bahwasanya
di surga itu makan buat bukan buat
kenyang tapi buat berlezat-lezat. Kita
makan buah bukan untuk kenyang tapi
untuk berlezat-lezat.
Karena orang penghuni surga tidak lapar.
La yajun. Seperti Allah berkata kepada
Nabi Adam.
Innaaka alla tajua fiha waka
fiha wha.
Sesungguhnya engkau di surga wahai Adam
all tajua fiha w kau tidak akan lapar
dan kau tidak akan telanjang. Waaka fiha
wha dan kau tidak akan
haus dan kau tidak akan kepanasan.
Berarti orang di surga tidak bakalan
lapar. Jangan dipikir kita makan di
surga karena lapar. Kalau makan karena
lapar, kenyang berhenti.
Dunia kan gitu. Kalau makan sudah
kenyang sudah selesai, enggak enggak
enak lagi. Tetapi di surga makan bukan
karena lapar. Karena lapar tuh
penderitaan.
Lapar itu apa? Penderitaan. Makanya
orang yang diet itu menderita, lapar.
Tapi demi kemaslahatan, dia diet. Ya.
[tertawa]
Tetapi mereka makan buah ini isyarat
bahwasanya mereka makan bukan untuk
karena kenyang, tapi karena untuk
berlezat-lezat. Ini dua tafsiran.
Isyarat kenapa disebut buah-buah tidak
disebut umbi-umbian, biji-bijian, ee
beras-berasan dan sagu-saguan dan
macam-macamnya. Tidak disebut makanan
pokok.
Kemudian kata Allah, "Wahum mukramun."
Dan mereka dimuliakan. Dan mereka
dimuliakan. Dan ini adalah nikmat
tersendiri. Karena bisa jadi seorang
diberi rezeki tapi tidak dimuliakan.
Seperti perlakuan sebagian manusia
memberi sedekah tapi mungkit-mungkit
menyakiti hati orang.
Makanya Allah berfirman, "Ya
ayyuhalladzina amanu laqatikum bil wal."
Wahai orang yang beriman, jangan kalian
batalkan sedekah kalian dengan alman
wal. Alman itu ungkit-ungkit.
Walza menyakiti.
Saya yang bantu kau kok, saya yang ini
kok saya yang ini. Kan namanya
ngungkit-ngungkit.
Menyakit itu gimana nih? Ambil dasar
pemalas. E dikasih penyung menyakiti
dasar bahlul nih. Ambil-ambil ngasih
tapi apa? Nyakiti hati.
Kalau unungkit-ngungkit kasih baju baru,
eh bagus ya bajunya bagus.
Mentang-mentang dia kasih, eh bajunya
bagus ya. Kan orang tersakiti. [tertawa]
Gak boleh ya
dikasih tapi tidak dimuliakan.
Di dunia kan banyak sebenarnya dikasih
tapi tidak dimuliakan. I enggak dikasih
tapi tidak dimuliakan. Di surga enggak
dikasih dan dimuliakan. Siapa yang
memuliakan mereka? Banyak. Wan di surga
lain memuliakan mereka. Malaikat
memuliakan mereka.
alaiamikum
bimum.
Kata Allah, malaikat masuk ke
pintu-pintu mereka mengucapkan salam.
Keselamatan atas kalian atas kesabaran
mereka. Malaikat menyapa mereka,
memuliakan mereka.
Salamun mirbir rahim. Allah mengucapkan
salam kepada mereka. Subhanallah.
Ya, dimuliakan oleh akram akramul
akramin yaitu Allah yang paling mulia.
Jadi mereka diberi kenikmatan dan mereka
dimuliakan. Tidak ada hinaan sedikit
pun. Di sini kita di dunia ada orang
kaya masih dihina enggak? Banyak.
Pejabat dihina enggak? Terlalu banyak.
Masih banyak orang memiliki kedudukan
tapi dihina. Masih banyak.
Tapi di surga enggak ada hinaan sama
sekali. Masuk surga pasti mulia.
Masuk surga pasti mulia.
Fawqihu wahum mukramun. Maka ini
menyempurnakan kenikmatan yang mereka
rasakan. Sudah. Oke kita stop dulu.
Insyaallah habis salat kita lanjutkan.
Alhamdulillah wasalamu ala rasulillah wa
ba'ad. Kita lanjutkan. Allah berfirman
setelah itu fi jannatin naim. Fi
jannatin naim. Mereka berada di
surga-surga yang penuh dengan
kenikmatan. Tentu surga ketika
didatangkan dengan jamak jannat
menunjukkan surga itu
bertingkat-tingkat, suka bermodel-model.
Tetapi kalimat yang mengumpulkan sifat
seluruh surga yang sama adalah annaim.
Yaitu seluruh surga tersebut penuh
dengan kenikmatan. Makanya Allah
berfirman, "Waidza roita tsamma roita
naiman." Kalau kau melihat di surga, kau
akan melihat kenikmatan. Maka di surga
semuanya tenggelam dalam kenikmatan dan
semua yang dilihat adalah kenikmatan.
Tidak ada yang dilihat oleh mata
penghuni surga kecuali kenikmatan.
Berbeda dengan di dunia kita sering
melihat yang menjengkelkan, yang
menyedihkan dan macam-macam. Adapun di
surga semua yang terlihat adalah
kenikmatan dan tidak ada aktivitas
kecuali aktivitas
bersenang-senang. Ya, fi suulin faqihun.
Ya, in ashabal jannatil yauma fi
suugulin faqihun. Sesungguhnya penghuni
surga pada hari itu fi suyug dalam
kesibukan yaitu bersenang-senang
fakihun. Bersenang-senang dalam
kenikmatan. Kalau kita di dunia sering
sibuk enggak jelas ya. Sering sibuk
enggak enggak jelas. Di surga semua
kesibukan pasti kenikmatan. Makanya
surga disifati dengan jannatin naim.
Naim maksudnya kenikmatan. Kemudian kata
Allah ala sururin mutaqabilin di atas
tahtah-tahta kebesaran berhadap-hadapan.
surur jamak sarir itu semacam
singgahsana ya ee dan biasanya para raja
duduk di atas apa singgahsana ya
ada yang mengatakan maksudnya dipan yang
yang besar yang sehingga seorang lega
dalam duduk bebas menjulurkan kakinya ke
sana kemari ya dan tentunya telah
dihiasi dengan berbagai macam perhiasan
ala surur mutaqabilin dan mereka saling
berhadap-hadapan
Dan ini di antara ee kenikmatan yang
lain yang Allah sebutkan bahwasanya para
penghuni surga saling bergembira ketika
saling bertemu. Ya, seperti dalam ayat
yang lain kata Allah, "Ikhwanan ala
surur mutaqabilin." Mereka di atas ee
dipan-dipan yang dihias ee mutaqabilin,
saling bersaudara, saling
berhadap-hadapan. Dan ini menunjukkan
adab ketika seorang berbicara dengan
saudaranya. Maka di antara nikmat surga
adalah nikmat persaudaraan yang indah.
Karena ketika penghuni surga saling
berbicara, tidak ada saling menyinyir,
tidak ada saling menghina, tidak ada
saling merendahkan. Dan ketika mereka
berbicara, mereka saking semangat
sehingga saling berhadap-hadapan. Tidak
seperti dunia kita malas ngobrol sama
orang, kita lihat ke bawah, lihat ke
kanan, lihat ke kiri, sibuk sendiri.
Kadang kita membelakangi, kadang kita
menyamping. Adapun penghuni surga karena
mereka di antara kenikmatan mereka
adalah saling bertemu, ngobrol, maka
mereka saling bertemu dengan semangat.
Ya, mereka saling bertemu dengan
semangat. Dan oleh karenanya ee nikmat
ukhuwah, nikmat persaudaraan itu adalah
nikmat yang luar biasa. Salah satu
nikmat yang Allah abadikan di surga. Ya,
kita di dunia saja kalau kita ketemu
teman kita semangat, kita bahagia.
Berbicara kita bahagia. Kita bahagia.
Seperti misalnya para penuntut ilmu
ngobrol dengan penuntut ilmu, para ulama
ngobrol dengan para ulama tentang
pembahasan ilmiah. Mereka bahagia.
Bahasan ilmiah, dalil mereka bahagia.
Maka di surga juga di antara kenikmatan
adalah saling menghargai, saling
merindukan, saling berbicara di antara
para penghuni surga. Ya, makanya
dikatakan mutaqabilin dengan penuh adab,
dengan penuh penghormatan, dengan penuh
kerinduan, penuh kecintaan. Maka ketika
mereka ngobrol saling hadap-hadapan.
Kemudian Allah sebutkan nikmat yang
lain. Yutfu alaihim b'sim mim main main.
Maka diedarkan kepada mereka gelas-gelas
yang berisi khamar yang berasal dari
sungai atau air apa? Amain air sungai
yang mengalir. Kita tahu bahwasanya di
surga ada juga kenikmatan berupa sungai,
berupa mata air
dan di antaranya adalah sungai-sungai
yang berisi apa? Khamar. Ya. Anharun min
main ghairi asin wa anharun min labirmuh
wa anharun min khamradilaribin
anharun min as musa. Ada sungai isinya
air segar yang tidak pernah berubah. Ada
sungai yang isinya adalah air susu yang
tidak pernah basi, tidak pernah kecut,
tidak pernah menggumpal. Ya. Dan ada
sungai yang isinya khamar. Lazati
lyaribin zat untuk diminum. Dan ini
isyarat bahwasanya mereka dilayani.
Mereka dilayani. Mereka santai duduk di
atas dipan-dipan. Ya. Dan dalam ayat
yang lain ee alal alal ari muttaqiin. Ya
muttaqiun inal inal abrfi naim.
Eh bahwasanya mereka
lafi naimurun
ya mereka ber atas dipan-dipan sambil
memandang kenikmatan.
Allah juga sebut dalam ayat yang
muttaqiina mereka ittika yaitu
bertelekan ya menunjukkan mereka di atas
dipan-dipan dengan penuh santai dan
dilayani. Ittika itu kalau bahasa Arab
maksudnya santai. Jadi misalnya gini ya
kalau begini kan serius ya. tegang. Tapi
mereka santai sambil bersandar
menunjukkan tidak ada masalah. Kalau
duduk begini berarti ada masalah, ada
suatu yang dipikir. Tapi kalau duduk
santai sambil sandar, bidadari kanan
kiri kemudian [tertawa]
pelayan di sana sini ya sudah apa yang
mau dipikirin? Ketemu kawan ngobrol
ketawa-ketiwi. Kenikmatan surga. Ya
Allah mengatakan eh
muttaqi al furusin bbq
muttaqinfin khudrin wa abin hisan. Dalam
surat eh yang lain Allah subhanahu wa
taala menyebutkan di sini mereka santai
mereka dilayani. Dalam ayat yang lainfu
alaihim wildan mukhalladun
biqwabi wa abq main. Maka berkelilinglah
kepada mereka Wildan anak-anak kecil
yang Allah ciptakan khusus untuk
melayani. Mukhalladun yaitu mereka
selamanya kecil. Memang mereka
diciptakan seperti bidadari diciptakan
untuk penghuni surga. Ada juga anak-anak
kecil pelayan yang Allah ciptakan
ee
bagi penghuni surga. Mukhalladun mereka
kekal dalam kondisi selama-lamanya
anak-anak.
Karena kalau pelayan om-om enggak enak
nyuruhnya. Paham?
Makanya anak kecil jadi remaja-remaja
mudah sana gesit semangat dan mereka
diciptakan untuk melayani
sini alai. Jadi ke mana-mana gelas-gelas
khamar beredar.
Khamar beredar ya. Mimmain yang diambil
dari mata air atau dari sungai-sungai
yang ada di surga. Allah kemudian sifati
tentang khamar tersebut baidaribin
warnanya putih bersih. Sedap rasanya
bagi orang yang minum. Baid ada yang
mengatakan sifat dari kaas dari gelas
tersebut baid karena bikain a ka'sin
baidha
ya. Ada yang mengatakan baidha maksudnya
yang dalam kaas tersebut. Karena dalam
Al-Qur'an tidak disebut kaas kecuali
berisi khamar. Kecuali berisi khamar.
Ya, berisi khamar ya. Dan berwarna
putih. Warnanya putih. Selain warnanya
putih lezat bagi orang yang meminumnya.
Bagi orang yang meminumnya. Allah
kemudian menyebut tentang sifat khamar
tersebut. La fiha gulun wahum anha
yunzafun.
Tidak ada di khamar tersebut gaul. Gul
itu sesuatu yang menyakitkan.
Baik terkait dengan kepala la yusaduna
anha tidak bikin pusing atau terkait
dengan penyakit di perut kalau habis
minum bikin perut itu terjadi tidak
terjadi pada khamar akhirat tidak
terjadi pada khamar akhirat. Khamar
akhirat
ya namanya sama dengan di dunia khamar
tetapi hakikatnya berbeda. Kita tahu di
antara minum terlezat di dunia adalah
khamar.
Benar atau tidak? Wallahualam. Saya gak
pernah minum.
Tapi ada kawan saya, dia dulu minum
khamar ya. Kemudian sadar hijrah.
Dia bilang, "Waktu saya pernah ke hotel
sama dia, kemudian di hotel Qadarullah
lagi dipajang khamerar-kamar. Kata dia,
"Ustaz, ini wine paling enak di dunia."
Ini minuman paling enak di dunia. Cuma
bikin mabuk ini, tapi ini paling enak di
dunia. Mungkin bagi orang yang pernah
minum khamar tahu khamar tuh melezatkan
ya. Apa? Minuman yang sangat apa? Lezat.
Tapi haram. Haram. Tetapi kalau orang
minum khamar pasti bikin teler ya. Fly
itulah yang bikin dia enak ya. Kalau
minum khamar tidak pening itu namanya
sirup.
Sirup mirjan apa? Marjan ya. [tertawa]
Kalau khamar itu bikin semakin lama
disimpan, semakin kuat rasanya, semakin
bikin pening, itulah di kelezatannya
disertai dengan rasa pening tadi. Ya,
terkadang perut sakit muntah-muntah.
Tapi khamar di akhirat tidak. Lezatnya
luar biasa. Tapi laun fiha tidak bikin
sakit kepala dan tidak bikin sakit
perut. Walah hum anha yunzafun. Dan
mereka tidak yunzaf itu nazif itu
berkurang. Maksudnya ini isyarat kepada
akal bahwasanya akal mereka tidak
berkurang dengan minum khamar tersebut
itu mereka tidak teler, tidak mabuk.
Tidak mabuk. Dalam sebagian qiraah di
qiraah yang lain walahum anha yunzifun.
Maksudnya khamar tersebut tidak
berkurang. Ada terus tidak berkurang.
Minum kapan saja lezat silakan. tidak
akan kurang khamar tersebut. Dua qiraah
yunzafun dan yunzifun. Kalau yunfun
maksudnya akal mereka tidak berkurang
ya.
Tidak berkurang. Berbeda dengan khamar
ini yang bikin bikin ee mabuk. Makanya
dalam ayat yang lain ee
lahwu fiha walaim. La lagu fiha walaim.
Bahwasanya kalau orang habis minum
khamar tidak ada perkataan sia-sia
apalagi perkataan yang menimbulkan dosa.
Orang kalau minum khamar ngomong ngawur
ya. maki-maki, jelek-jelekan. Dia enggak
tahu apa yang dia ucapkan. Tapi penghuni
surga kalau minum khamar mereka
merasakan kelezatan dan akal mereka
tidak berkurang sedikit pun sehingga
mereka tidak mengucapkan kata-kata yang
sia-sia apalagi kata-kata yangak
menyakiti lawan bicara.
Ini bedanya khamar dunia dengan khamar
akhirat ya.
Jadi sambil bertelekan di atas
dipan-dipan yang penuh dihias, ngobrol
sama
teman-teman menyenangkan.
Bukan cuma itu, Allah sebutkan lagi
kenikmatan yang lain. Kata Allah,
"Waahum qosiratut thfi'in."
Dan di sisi mereka ada bidadari-badari
yang tidak liar pandangannya dan jelita
matanya. Jelita matanya. Di sini firman
Allah waahum di sisi mereka. Artinya
sementara mereka sedang menikmati
berbagai macam-macam tersebut mereka
ditemani oleh bidadari. Ya percuma minum
khamar tapi enggak ada bidadari.
Percuma atau tidak percuma? Makanya Adam
Alaihi Salam ketika masuk surga Allah
ciptakan Hawa dulu.
Ya Adam wa Adam uskun anta wazaujukal
jannah. Wahai Adam masuklah engkau dan
istrimu dalam surga. Masuk surga ada
buah macam-macam, ada makan macam tapi
enggak ada istri. Apa faedahnya?
Makanya di surga tidak ada yang jomblo
karena jomblo itu penderitaan. [tertawa]
Laisa fil jannati a'zab kamaqala. Tidak
ada di surga jom jomblowati maupun
jomblowan. Gak ada.
Makanya mereka bersenang-senang. Waahum.
Dan sisi mereka ada bidadari-bidadari
qasiratut thf. Qasirat yaitu yang
menahan. Qasir maksudnya menahan.
Atarf maksudnya lirikan mata. Yaitu dua
tafsiran dalam ayat ini. Qasiratut thfi
maknanya qosiratu atrofihinna. Yaitu
mereka menundukkan pandangan mereka.
Mereka tidak pernah lihat kecuali suami
mereka. Mereka tidak pernah melihat
lelaki lain. Dan ini di antara
kesempurnaan cinta seorang wanita jika
wanita tersebut tidak mengenal lelaki
lain yang mereka lihat hanyalah suami
mereka. Ya, dari sini Syekh Utsimin
rahimahullah mengambil faedah, seorang
laki berusaha menahan pandangan istrinya
agar istrinya tidak melihat lelaki yang
lain sebisa mungkin.
Karena dengan wanita tidak melihat
lelaki lain lebih sempurna cintanya
kepada suaminya.
Sampai jangan sampai sering ke pasar
kalau tidak perlu. Karena kalau ke pasar
banyak yang di dilihat.
Oleh karenanya kalau wanita sering
nonton film Korea, pasti cintanya kepada
suaminya
berkurang,
tergerus dengan melihat para Korea.
Suaminya yang tadi putih jadi kelihatan
hitam gara-gara apalagi asalnya sudah
hitam tambah gelap. [tertawa]
Jadi wanita yang jarang melihat lelaki
lain kecintaannya semakin sempurna. Nah,
di antara sempurnanya kecintaan bidadari
kepada suaminya,
Allah ciptakan mereka. Mereka tidak
pernah lihat lelaki lain. Makanya dalam
ayat Allah mengatakan,
"Qosirat thfi lam yatmitunna insun
qoblahumajan." Tidak pernah disentuh
oleh manusia maupun jin. Jangankan
manusia, jin pun tidak pernah menyentuh
sehingga mereka tidak kenal sentuhan
lelaki sama sekali. Mereka tidak pernah
lihat lelaki sama sekali.
Makanya kita harus punya sifat cemburu,
ya.
Kalau lihat istri, lihat sama kita
cemburu, ngapain lihat lihat itu, lihat
ini, lihat lihat abang aja, jangan lihat
yang lain. [tertawa]
Ngapain lihat laki-laki lain? Ya namanya
hati lemah, hati wanita lemah dengan
melihat dia bisa berubah hatinya kepada
suaminya. Maka kalau ingin menjaga istri
jangan
jangan biarkan istri lihat ke sana ke
sana kemari keluar perlu enggak ada
masalah. Kalau sudah perlu secukupnya
tetap dijaga istri, wanita juga
hendaknya menundukkan pandangan.
Ini tafsiran pertama. Yang kedua,
qosirat thf a qosiratu atrofi
azwajihinna. Yaitu menundukkan pandangan
suaminya. Yaitu saking jelitanya
sehingga suaminya kalau lihat dia
serius, enggak perlu lihat yang lain.
Karena bidadari-bari tersebut sudah
cukup tidak membuat dia untuk memikirkan
wanita yang lain. Sudah cukup yang Allah
sediakan buat dia sudah di puncak
kelezatan, di puncak kenikmatan, di
puncak kecantikan. Sehingga pandangan
dia tertunduk. Tidak pernah tidak perlu
melihat yang lain lagi saking cantiknya
pada bidadari tersebut.
Ya, di dunia tidak demikian. Ya,
secantik apapun wanita, lelaki mungkin
masih melirik yang yang lainnya. Oleh
karenanya inilah kecantikan para
bidadari.
Saking cantiknya mereka menundukkan
pandangan suami-suami mereka. Allah
mengatakan
ainun. Ainun
ee ada yang mengatakan jamak dari
al-aina yaitu wasi'atul ain. Yaitu
wanita-wanita yang matanya lebar.
Matanya apa? Lebar. Tidak sipit. Dan di
antara kecantikan wanita jika matanya
bulat ya tidak apa tidak sipit wanita
kalau matanya bulat indah ya sipit juga
indah selera ya terser tapi maksud saya
ya wanita surga matanya lebar tidak apa
tidak sipit
setelah itu Allah lanjutkan tentang
bidad tersebut kata Allah kaannahunna
baidun maknun seakan-akan mereka adalah
telur burung unta yang tersimpan dengan
baik
baid maksudnya telur
Burung unta. Naamah. Tahu burung unta
kan? Burung unta. Ada unta, ada burung
unta. Ya. Maknun yang tersimpan dengan
baik. Disebutkan di antaranya oleh Thair
bin Asyur dalam Tahrir W tanwir.
Maksudnya
naam. Kalau ingin burung unta, kalau
ingin bertelur biasanya dia siapin
misalnya di padang pasir dia maka taruh
dulu bulu-bulunya. Dia taruh
bulu-bulunya dulu dia siapkan. Baru
kemudian dia bertelur di atas
bulu-bulunya tersebut.
sehingga telur tersebut jatuh dengan
baik. Setelah itu dia tutup dengan
pasir. Tutup dengan pasir. Itu yang
disebut bait maknun seperti itu ya. Ada
ada kondisi lain dia bertelur ada. Tapi
ini kita bicara tentang kondisi di mana
burung unta tersebut bertelur. Sebelum
dia bertelur dia letakkan dulu
bulu-bulunya. Setelah itu kemudian dia
bertelur. Kemudian dia tutup dengan apa?
Pasir. Disebut baidun maknun. Yaitu
telur yang tertutup dengan baik.
Ee dan ini ibarat bagi bidadari
karena bidadari tersebut tertutup tidak
ada yang menyentuhnya. Allah ciptakan
bidadari tersebut tidak ada yang
menyentuhnya. Jin tidak sentuh, manusia
tidak jentuh, tidak sentuh. Yang sentuh
cuma antum saja kalau antum masuk surga.
dia tidak pernah lihat laki-laki lain.
Dia tidak pernah menyentuh, disentuh
lelaki lain, tidak pernah menyentuh
laki-laki lain. Ya,
sehingga
ee sehingga dia cintanya fokus kepada
sang suami.
Makanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
menganjurkan,
"Kalau bisa seorang menikah dengan gadis
lebih baik ya." Ketika Jabir bin
Abdillah menikah dengan janda,
Rasulullah mengatakan,
"Allajikuka."
Kenapa kau tidak menikah dengan gadis?
Kau bisa bercanda dengan dia, dia
bercanda dengan engkau. Tulaibuka wa
tulaibuha.
Kau bisa bermain dengan dia, dia bisa
main dengan engkau. Tentu janda juga
bisa ya. Cuma, cuma di antara hikmah
kata para ulama,
karena gadis dia tidak mengenal lelaki
yang lain. Engkau adalah cinta
pertamanya. Dan cinta pertama selalu
lebih berkesan. Ya, beda kalau sudah
mungkin mengenal laki lain maka bisa
saja dia melakukan komparasi studi
banding. Itu yang dikhawatirkan.
Nah, ya tapi Rasulullah sendiri istrinya
semuanya jan janda. Karena ada hikmah
lain yang Rasulullah inginkan. Kalau
Rasulullah ikut hawa nafsu, dia akan
cari istri semua yang gadis. Tetapi yang
gadis cuma siapa? Aisyah. Itu pun karena
putrinya Abu Bakar dan Allah siapkan
Aisyah. Allah yang suruh Nabi nikah
dengan Aisyah. Karena ternyata di
kemudian hari Aisyah paling banyak
menghafal hadis-hadis Nabi di antara
istri-istri Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dia remaja, remaja lebih fresh
pikirannya sehingga lebih mudah untuk
menuntut ilmu, lebih mudah untuk
menghafal hadis-hadis Nabi. Maka dia
yang paling banyak meriwayatkan hadis
Nabi dari istri-istri Nabi. Oleh
karenanya banyak sahabat yang belajar
kepada Aisyah. Sisa sisa lain istri Nabi
semuanya jan janda. Tapi maksudnya di
antara hikmah kenapa Nabi menyeru untuk
menikahi gadis, karena tadi gadis tidak
mengenal yang lainnya. Makanya Aisyah
membanggakan hal ini. Kata Aisyah kepada
Nabi, "Ya Rasulullah, kalau kau ingin
menambatkan unta, apakah kau menambatkan
unta di pohon yang pernah ditambatkan
oleh unta yang lain atau di pohon yang
tidak pernah ditambatkan unta sama
sekali?" Kata Nabi, "Tentu di pohon yang
tidak pernah ditambatkan unta sama
sekali." Maksudnya saya sendiri yang
seperti itu. Yang lain enggak ada. Yang
lain sudah pernah ada yang nambat
[tertawa]
karena semuanya janda. Yang yang yang
gadis cuma siapa? Aisyah radhiallahu
taala anha. Maka bidadari diciptakan
oleh Allah seperti baidun maknun.
Seperti telur yang tersimpan. Tidak ada
yang membuka telur tersebut kecuali
engkau jika engkau masuk surga. Dia
tidak mengenal laki-laki sama sekali
sehingga cintanya fokus kepadamu. Memang
Allah ciptakan dia untuk untuk engkau
kalau kau masuk surga. Kemudian disebut
bait. Ini ada faedah dari kata bait.
Bait ya. Telur-telur burung unta itu
besar ya. Besar tidak kecil. bait besar.
Dan dia warnanya disebut warnanya bukan
putih-putih seperti susu. Bukan bait
maknunit bait. Bait itu putih ada
kekuning-kuningan, agak kuning-kuningan.
Sehingga sebulah mengatakan cantiknya
bidadari bukan putih-putih tapi dia
putih ada kekuningan. Dan itulah
kecantikan terbaik bagi wanita. Bukan
putih-putih tapi putih ada tercampur
dengan warna ku kuning seperti telurnya
ee burung unta.
Kemudian faedah yang kedua disebut bait
seperti telur unta. Kalau kita lihat
telur unta tersebut dia bulat dan dia
simetris dari segi segala sisi. Dari
sisi segala sisi indah. Maka demikianlah
ee wanita bidadari dari segala sisi
tubuhnya indah. Ada wanita mungkin
rambutnya indah tapi ternyata pesek. Ada
mungkin mancung tapi rambutnya mungkin
kribo. Macam-macam maksudnya. Ada
mungkin sisi lain bagus, sisi lain
kurang bagus. Ya, itu wanita dunia tidak
ada yang sempurna. Tidak ada yang
sempurna. Sudah indah semua. Semua
ternyata mulutnya tukang ngomel. Enggak
enak juga. [tertawa]
Tetapi wanita surga di dari segala sisi
sempurna seperti keutuhan sebuah telur
yang kita lihat dari segala satu
keutuhan telur ini indah dari segala
sisi. Maka bidadari pun demikian dia
indah dari segala segala sisi. Tidak ada
kekurangan sama sekali. Ini makanya
Allah sebut dengan baid. Kaannahunna
baidun maknun. Tentunya dalam ayat yang
Allah mengatakan kaannahunal yaquutu wal
marjan. Bidadari seperti ee intan dan
seperti mutiara. Intan dari bening
tubuhnya.
Ee marjan mutiara dari sisi putih
tubuhnya.
Setelah itu Allah berfirman, "Faqbala
ba'duhum ala ba'din yatasaalun."
Maka mereka saling berhadap-hadapan.
Penghuni surga saling bertanya-tanya.
Saling bertanya-tanya.
Dan ini menunjukkan bahwasanya penghuni
surga terkadang mereka nostalgia tentang
masa lalu. Mereka ngobrol, mereka
ngobrol di antara nikmat surga, obrolan
di antara para penghuni surga. Ini
banyak dalam Al-Qur'an ya.
Inna kunna fi ahlina musfin. Kami dulu
di dunia kami takut kepada Allah. Di
tengah-tengah istri, keluarga kami takut
kepada Allah.
Maka Allah beri anugerah sekarang kami
diselamatkan neraka jahanam.
Maka mereka saling berhadapan, saling
bertanya-tanya. Ada salah satu penghuni
surga kata Allah, qilum inni qin. Ada
yang nostalgia dia bilang, "Saya dulu
punya kawan di dunia. Saya juga dulu
punya kawan seorang kawan di dunia.
Yaakulu kawan ini bikin syubhat sama
saya. Yaakulu a innaka laminal
musoddiqin." Dia ngomong sama saya,
"Emang kau benarin, kau benarin
orang-orang yang mengatakan akan ada
hari kebangkitan? Masa kau benarkan ini
orang ini ingin menjerumuskan saya dalam
kekufuran. Saya dulu punya kawan Qarin,
kawan kawan dekat yang sering bikin
syubhat sama saya. Dia bilang, "Apakah
kau membenarkan akan ada harinya
kebangkitan?" Aidna turaban waaman
aadinun. Apakah menurut engkau kawan itu
bilang sama saya, "Apabila kita telah
mati dan kita menjadi tanah dan tulang
belulang, sudah hancur lebur, apa kita
akan dibangkitkan lalu diberi
pembalasan?
Dulu ada teman saya itu.
Ini dalil kata Thari bin Asyur
bahwasanya penghuni surga mereka akan
ingat masa lalu. Tetapi semua masa lalu
yang menyedihkan akan hilang karena itu
mengganggu mengganggu apa? Mengganggu
kenyamanan. Tapi masa lalu yang indah,
yang menambah kenikmatan akan mereka
ingat. Akan mereka ingat. Yang atur
hafalan kita Allah Subhanahu wa taala.
yang atur hati kita Allah Subhanahu wa
taala. Maka
ingatan-ikatan yang indah yang menambah
kenikmatan seorang ya akan teringat di
surga. Kita dulu begitu, sekarang
begini. Dulu kita begini, sekarang
begini. Ya, di antaranya di antara
kenikmatan yaitu saya hampir tersesat
kemudian saya diselamatkan oleh Allah
itu diingat oleh penghuni surga. Dulu
saya punya kawan sering kasih syubhat,
emang kau benarin orang-orang yang
bilang ada hari kebangkitan? Apa benar
ada orang sudah jadi mati, tulang
belulang, sudah jadi tanah, kemudian
dibangkitkan lagi. Kemudian dia berkata,
"Orang ini ngobrol sama penghuni surga."
Qum mutaliun, apakah kalian ingin lihat
temanku? Dia, dia di neraka ini. Karena
dia mengingkari hari apa? Kebang
kebangkitan. Falaa maka dia pun lihat.
Farahu fiwail jahim. Ternyata temannya
tersebut berada di tengah-tengah api
neraka yang menyala-nyala.
Jahim maksudnya api yang menyala-nyala.
sedang dibakar di tengah-tengah neraka
sedang membakarnya.
Kemudian dia ngomong sama temannya
tersebut. Dia ngomong sama temannya di
neraka. Qallah inittaurdin. Demi Allah
hampir-hampir kau mencelakakan aku,
menjerumuskan aku. Yaitu hampir-hampir
aku ikut percaya tidak ada hari
kebangkitan. Seandainya saya percaya
saya juga sama dengan kau. Ini dia ingat
dia ngobrol sama temannya tersebut.
inin
wbi
minal muhdin. Seandainya Allah tidak
menyelamatkan aku, seandainya bukan
karunia Allah, nikmat Allah, tentu aku
termasuk orang-orang yang dihadirkan
dalam neraka jahanam.
Ini dalil bahwasanya penghuni surga
kapan pengin connecting sama penghuni
neraka bisa.
Bagaimana caranya? Wallahualam. Surga,
penghuni surga di tempat paling tinggi,
penghuni neraka di paling bawah, tapi
bisa connecting. Makanya dia bilang
temannya, "Eh, mau lihat enggak? Mau
lihat?" Ayo sini sini sini. Heh.
Kira-kira begitulah. Gua lagi bakar nih.
Apain
ente? Hampirambil celakain gua katanya.
Alhamdulillah Allah selamatin gua ente.
Makanya ini bahayanya punya teman buruk.
Karena teman buruk kalau k syubhat bisa
merubah iman kita. Dikasih tahu sekali
dua kali tiga kali kalau kita tidak bisa
berpaling bisa berubah enggak? Bisa. Dia
bisa menghiasi kebatilan menjadi
kebenaran. Apalagi setan mendukung
bisa ya.
Dan pembicaraan penghuni surga dengan
penghuni neraka banyak dalam Al-Qur'an
sudah kita sampaikan seperti dalam surat
Ala'raf wada ashabul jannati ashabanar
penghuni neraka berbicara sama penghuni
surga. Penghuni surga bicara kepada
penghuni neraka.
Di surga penghuni di surga saling
ngobrol bertanya tentang pelaku dosa.
Apa yang buat kalian masuk neraka?
Penghuni neraka menjawab minal musin.
Kami dulu tidak salat miskin. Kami dulu
tidak beri makan kepada fakir miskin.
Kami suka mengejek syariat
dan kami dulu mendustakan hari
kebangkitan hattaan sampai datang
kematian bagi kami. Jadi ada obrolan
dulu para ulama sebagian bahas gimana
caranya padahal ini tempat sangat panas
sini sangat nikmat satu sangat jauh satu
sangat rendah ya kalau dulu mungkin
tidak bisa dibayangkan, tapi kalau
sekarang mudahya video call kan bisa.
Ini maksudnya kalau kita sekarang aja
bisa pakai video call, tapi kalau di
sana kita enggak tahu seperti apa.
Ketemu langsung k Allah dekatkan atau
bagaimana ada penghalang kita tidak
tahu. Wallahualam. Tetapi kapan-kapan
penghuni surga ingin lihat penghuni
neraka maka dia bisa lihat.
Kalau fahal antum mutaliun ayo mau
lihat. Ayo lihat. Akhirnya dia ngobrol
sama penghuni neraka dan penghuni neraka
tersebut semakin tersiksa ketika melihat
kawannya ternyata di surga.
Dia dulu di dunia terlalu spekulasi
tingkat tinggi menganggap tidak ada hari
kebangkitan.
Bagaimana tidak hari kebangkitan? Tuhan
yang tidak membangkitkan. Tuhan tidak
becus. Masa ada Tuhan biarkan makhluknya
berantem, bunuh-bunuhan, dizalim,
menzalimi kemudian tidak ada
kelanjutannya. Tuhan tidak beres kalau
Tuhan seperti itu. Secara logika saja
pasti ada hari pemba pembalasan. Kalau
Tuhan tersebut benar-benar Tuhan,
bagaimana kau bilang enggak ada hari
pembalas? Terus saya buat apa Tuhan?
Buat apa jadi Tuhan? Kalau begitu
dibiarin begitu saja. satu bunuh yang
lain, satu zalim, satu korupsi, satu
mencuri, kemudian tidak ada pembalasan
sama sekali ini bukan Tuhan yang benar.
Tuhan yang benar pasti ada pembalasan.
Kemudian
penghuni surga tadi berkata, "Afama
nahnu bimayyitin." Apakah kita bakalan
mati?
Maka apa kita tidak akan mati? Afaman
apa kita tidak bakalan mati? Illa
mautanal ula. Kita hanya mati sekali
saja waktu di dunia. Sekarang enggak ada
mati lagi. W nahnu bimabin dan kita
tidak bakalan diazab. Jadi mereka ini di
antara menambah kenikmatan di antara
mereka. Ingat wahai kawan-kawanku, kita
cuma mati sekali aja. Sekarang enggak
ada lagi kematian dan kita tidak akan
diazab seperti teman kita itu. Kita akan
selama-lamanya dalam kenikmatan.
Setelah Allah berfirman, "Inna hadza
lahual fauzul adzim." Inilah sungguhnya
kemenangan yang besar. Tidak ada
kemenangan lebih besar daripada ini.
Kata Allah,
siapa yang dimasukkan surga dan
diselamatkan dari neraka.
Siapa yang diselamatkan dari neraka
dimasukkan dalam surga faqas, maka dia
yang benar-benar telah sukses. Itu
kesuksesan yang sesungguhnya. Itulah
kemenangan yang sesungguhnya.
illa gurur. Tidaklah kehidupan dunia
kecuali hanyalah kesenangan yang
sementara yang menipu.
Allah katakan inilah lahual fauzulim.
Inilah kemenangan yang besar ketika
seorang masuk surga. Bukan kemenangan
besar menjadi orang paling top di dunia,
paling kaya di dunia, paling tinggi
kedukannya di dunia, paling terkenal di
dunia. Gak.
Dihormati oleh satu dunia, ditakuti oleh
satu dunia gak.
Yang ter kemenangan terbesar adalah
masuk surga. Kenikmatan abadi yang
sempurna. Kemudian kata Allah, "Limitli
falyamalil amilun." Untuk urusan seperti
ini maka hendaknya orang-orang yang
berusaha bekerja.
Harusnya kalau mau kalau mau
kerja yang sesungguhnya untuk seperti
inilah kalian bekerja sesungguhnya
bukan untuk yang lain.
Saya bacakan perkataan Syekh S'di
rahimahullah.
Syekh S'di rahimahullah berkata, "Limli
h falyail amilun."
Untuk urusan surga maka beramallah. Ini
seperti firman Allah.
Untuk urusan surga bersainglah.
Kata Hasan Al Basri, "Kalau kau lihat
orang menyaingimu dalam urusan dunia,
saingilah dia dalam urusan akhirat."
Ngapain saya ini urusan dunia? Percuma.
Dia punya mobil mewah, jangan pilih.
Saya juga harus mewah atau lebih mewah
dari dia. Ngapain dia punya rumah besar,
saya harus sama seperti dia atau lebih
daripada dia. Mau ngapain?
Ini kau saingan dengan suatu yang akan
kau tinggalkan.
Kalau bersaing, bersainglah pada suatu
kenikmatan yang abadi yang
selama-lamanya. yaitu bersaing dengan
urusan surga. Maka Allah mengatakan,
"Fidzalika falyatanafasil mutanafisun."
Untuk urusan nikmat surga maka
bersainglah. Jika kau lihat, kata Sal
Basri, kau lihat temanmu menyaingi
urusan dunia, saingilah dia dalam
akhirat.
Silakan jalan-jalan saya mau baca Quran.
Nanti kita lihat di akhirat seperti apa.
[tertawa]
Mau naik Ferrari silakan. Saya naik
motor boleh tapi nanti di akhirat kita
lihat. Kalau mau saingan, saingan di
akhirat.
saingan dunia belum tentu kita bisa beli
seperti dia. Sudah kerja mampus, tengah
mampus, sudah lembur terus belum tentu
bisa beli seperti dia. Tapi kalau urusan
akhirat kita bisa. Kita bisa baca Quran,
bisa salat malam, kita bisa puasa, kita
bisa murah senyum, kita bisa bentuk
orangan, kita bisa husnuzon, kita bisa
banyak ibadah yang kita lakukan
yang bisa merubah status seorang secara
signifikan pada hari kiamat kelak. Di
dunia mungkin kita kaya dia miskin,
ternyata di akhirat bisa berbalik. Kita
miskin dia kaya, di dunia di akhirat
bisa berbalik total.
Dan banyak yang seperti itu. Banyak yang
seperti itu.
Oleh karenanya kalau mau benar-benar
bersaing, mau benar-benar menghabiskan
energi untuk urusan ini, kata Allah,
limitsli hadza falyyaalil amilun. Untuk
seperti inilah hendaknya kalian
berusaha, kalian bekerja habis-habisan,
capek-capekan. Ya, buat seperti ini. Apa
kata Syekh SDI? Fahua ahaqu ma anfaqta
bihi nafaisal anfas
atau ma unfiqat fihi nafaisul anfas wa
aula maamar
ilaihil ariifunal akyas.
Dan inilah surga
adalah yang paling terbaik seorang ya
mengeluarkan nafasnya itu dia bernaapas
paling terbaik untuk ini untuk urusan
ini.
Atau yang perlu yang paling atau anfakto
fi nafisal anfas yaitu yang kau yang
infakkan terbaik adalah cari barang yang
terbaik yang paling kau sukai yang
paling termahal keluarkanlah untuk
urusan surga.
Dan inilah yang harusnya orang-orang
cerdas, yang pintar yang benar-benar
dipersiapkan untuk ini bukan untuk yang
lainnya.
Kemudian beliau berkata, "Ini perkataan
beliau perkataan saya."
Dan sungguh penyesalan dan seluruh
puncak penyesalan.
Ada orang yang serius kemudian waktunya
lolos. Dia lewatkan waktunya tanpa sibuk
dengan amal. Rugi.
Alladzi yuqorribu lihadidar. Amal yang
buat dia bisa semakin dekat kepada
surga.
Kalau ada waktu yang terbuang-buang
maksudnya kata Syekh yang tidak bisa
mendekatkan engkau kepada surga itu
kerugian yang sangat besar. Ada waktu
yang terbuang tidak bisa membuat engkau
naik levelmu di surga. Ini kerugian
sangat sangat besar. Ada nafas yang kau
keluarkan ternyata bukan untuk perkara
membuat engkau lebih tinggi di surga.
Itu adalah kerugian yang sangat besar.
Seakan-akan beliau berkata, "Setiap
detik, setiap nafas yang kau keluarkan,
setiap waktu itu harusnya kau usahakan
untuk semakin dekat dengan Allah,
semakin dekat dengan surga."
Kata beliau,
bawir,
bagaimana kalau dihabiskan waktunya
untuk berjalan menuju ke neraka jahanam.
Ini peringatan kepada kita semua dari
Syekh Sdi rahimahullah agar kita tidak
buang-buang waktu kita, berusaha setiap
waktu kita adalah untuk Allah Subhanahu
wa taala. Kita tahu banyak waktu kita,
kita buang tidak ada manfaat. kurangilah
kurangi sampai semaksimal mungkin tidak
ada yang kita sibukkan kecuali
mendekatkan diri kita kepada Allah
subhanahu wa taala. Sayaing sampaikan di
antara ciri orang berimanwiun
walladina humilqwi mridun yaitu
orang-orang yang berpaling dari
perbuatan sia-sia. Semua perbuatan
sia-sia yang tidak mendatangkan kebaikan
di akhirat maka hendaknya kita jauhi.
Kita tinggalkan. Kita tinggalkan.
Di sini Allah menyebutkan berbagai macam
model nikmat. Kita coba kembali lagi ya
dari
ayat ke-41.
Berbagai macam nikmat surga. Sekarang
kita
klasifikasi. Pertama kata Allah mereka
punya rezeki yang maklum. Yaitu apa yang
mereka minta sesuai dengan apa yang
mereka minta. Persis seperti itu Allah
ka kasih. Pengin punya anak modelnya
begini umurnya sekian, treng langsung m
muncul. pengin makanan modelnya begini
begini begini langsung muncul langsung
sesuai dengan yang mereka inginkan. Yang
kedua, mereka dapat buah-buahan. Ada
buah-buahan yang menunjukkan perwakilan
dari makanan-makanan yang lain.
Menunjukkan mereka berlezat-lezat. Ini
kenikmatan berupa apa? Makanan. Kemudian
ada kenikmatan berikutnya jenis yang
lain mukramun dimuliakan. Dimuliakan itu
kenikmatan tersendiri. Iya enggak?
Jadi Allah kasih kaidah umum. Ingin apa
saja Allah kasih. Bahkan kau tidak minta
pun Allah sudah sediakan. Itu dari
rezekum maklum. Rezekis maklum ada dua
tafsiran. Pertama rezeki yang Allah
sudah sediakan waktunya tanpa kau minta.
Ada rezeki yang kau minta sesuai dengan
yang kau inginkan. Kemudian model kedua,
model nikmat berupa maka makanan,
buah-buahan, dan mewakili yang lainnya.
Kemudian nikmat berikutnya modelnya
adalah dimuliakan. Ini nikmat
tersendiri.
Kemudian model berikutnya fi jannatin
naim. Lokasi yang penuh dengan
kenikmatan. tempat juga nikmat karena
ada makanan enak tetapi tempat tinggal
tidak enak tapi ini tempat tinggal juga
menye menyenangkan berikutnya alil
mutaqabilin ternyata nikmat pertemanan
ngobrol saling menyenangkan nikmat lagi
nikmat yang lain nikmat apa per
pertemanan nikmat berikutnya nikmat
dilayan nikmat dilayan ke sana ke sini
banyak pelayan santai-santa duduk santai
duduk manis tinggal minum khamar sana
sini
pelayannya semua indah-indah
Kemudian di antaranya minuman berupa
khamar. Tadi fawakih makanan, sekarang
nikmat berupa apa? Minu minuman.
Kemudian juga
ee nikmat yang lain bidadari kanan kiri
bida bidadari
yang sangat cantik jelita dan seterusnya
ya.
Kemudian di antara kenikmatan yang lain
mengingat masa lalu yang menyenangkan.
Mengingat masa lalu yang menyenangkan.
Alhamdulillah dulu saya diselamatkan
oleh Allah. Dan ini dalil bahwasanya
boleh seorang menyebutkan tahadud bin
nikmah. Perhatikan boleh tahadud bin
nikmah cerita tentang kenikmatan, tapi
la ala sabili syukr. Dalam rangka
bersyukur kepada Allah. Waaisa ala
sabilil iftikhar alal khalq. Bukan dalam
rangka sombong atas orang lain. Karena k
orang ada orang cerita nikmat bukan
karena syukur tapi karena sombong atau
karena ri atau karena ri. Ih saya dulu
gini ternyata dia cerita buat sombong.
Tapi beda kalau ya Allah dulu saya gini
Allah kasih saya nikmat untuk bersyukur
itu dianjurkan kita sebut-sebut nikmat
karena kita sering lupa nikmat Allah.
Kalau menceritakan nikmat Allah untuk
bersyukur maka tidak. Dan itu dianjurkan
tahadus binikmah waama binikmatibika
fahaddis. Di antara nikmat yang dialami
oleh penghuni surga mereka ingat masa
lalu yang indah yang menambah syukur
mereka kepada Allah, kebahagiaan mereka
kepada Allah. Di antara nikmat penghuni
surga mereka melihat orang lain yang
disiksa. Alhamdulillah mereka tidak
seperti itu.
Maka berkumpullah berbagai macam model
nikmat surga dalam surat Assafat ini.
Wabillahi taufik hidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.