Riyadush Shalihin 2.96: Larangan Meminta Jabatan
HNPUFL_WKU0 • 2026-01-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufiqihin ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasuluh daila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwan. Kita masih lanjutkan tentang
hal-hal yang terkait dengan penguasa.
Insyaallah ini mungkin pertemuan
terakhir tentang penguasa. Baru
pertemuan berikutnya kita masuk kitab
yang baru, Kitabul Adab. Ya, kitabul
adab ti bab ti bab berikutnya babun nah
an sualil imarah bab tentang larangan
minta jabatan
wakhtiari tarkil wilayat
dan memilih untuk tidak memegang jabatan
idza lam yataayan alaihi
kecuali jika memang dia ditunjuk ya dan
harus dia yang menjadi pejabat tersebut
auadu hajatun ilaihi atau memang hajah
kondisi mendesak dia harus minta
jabatan.
Di sini ee Imam Nawawi rahimahullah
memberi isyarat hukum asal bahwasanya
tidak boleh meminta jabatan ya. Namun
ada kondisi bahwasanya seorang boleh
jadi pejabat ee ketika dia ditunjuk
tidak ada pilihan lain atau kondisi
mengharuskan dia untuk minta jadi
jabatan ketika tidak ada yang bisa
menjalankan. sehingga ini fardu kifayah
dan ketika tidak ada yang bisa
menjalankan menjadi fardu ain bagi dia.
Jika tidak maka ee akan timbul banyak
ee mudarat bagi masyarakat tib. Kemudian
Al Imam Nawawi rahimahullah membawakan
firman Allah Subhanahu wa taala.
Tilkadul akhiratu najalu lilladina la
yuriduna uluwan fil ardhi wala fasada
walqibatu lil muttaqin. Itulah akhirat
kami jadikan bagi orang-orang yang tidak
menginginkan ketinggian di atas muka
bumi dan juga tidak menginginkan
kerusakan dan kesudahan yang indah bagi
orang-orang yang bertakwa. Itu isyarat
bahwasanya kebanyakan orang ketika ingin
jadi pejabat yang mereka inginkan bukan
kemaslahatan masyarakat, tapi ingin jadi
top, jadi dihormati, jadi di dipuja-puja
atau ditinggikan atau punya anak buah.
Mereka merasa nyaman kalau jalan ke
mana-mana dikawal. Ini namanya ingin ulu
fil ard, ingin tinggi di atas muka bumi.
Maka orang seperti ini tidak berhak
mendapat surga. Kata Allah Subhanahu wa
taala, "Tilkadarul akhiratu naj'aluha
lilladina la yuriduna uluan fil ard."
Sesungguhnya surga tersebut atau surga
itu kami jadikan kami tidak jadikan bagi
orang-orang yang menghendaki ketinggian
di atas muka bumi dan juga menghendaki
kerusakan. Maka ee
biasanya orang minta-minta jabatan
tujuannya bukan untuk kemaslahatan
masyarakat. biasanya demikian ya,
kecuali dari ada kondisi-kondisi
tertentu yang buat dia terpaksa untuk
maju untuk dipilih misalnya dan itu
dalam kondisi ee darurat atau dia sudah
ditunjuk maka dia harus maju.
Ayat ini memberi peringatan kepada ee
kita semua ya. Ya.
Tayib. Eh
kemudian al Imam Nawawi rahimahullah
membawakan hadis. Wa an Abi Said
Abdurrahman bin Samurah radhiallahu anhu
qala qala li Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam itu dari Abdurrahman bin
Samurah radhiallahu anhu. Beliau
berkata, Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
berkata kepadaku ya Abdurrahman ibn
Samurah. Wahai Abdurrahman bin Samurah.
Abdurrahman bin Samura ini masuk Islam
belakangan dan dulu namanya
bukan Abdurrahman ada yang menamakan ada
yang bilang namanya Abdul Ka'bah Abdu
Fulan sehingga Rasulullah ganti dengan
apa? Abdurrahman. Rasulullah ganti
namanya dengan Abdurrahman. Jadi kalau
ada nama yang tidak sesuai dengan islami
atau mengandung makna-makna yang buruk
maka sunahnya adalah di diganti. Ya.
Abdurrahman bin Samurah. Wahai
Abdurrahman bin Samurah.
Ada saya ketemu orang namanya mufsidin.
Mufsidin artinya perusak.
Terus saya ketemu dia pas hajian, "Antum
masih mufsidin?" "Masih," katanya
mufsidin tapi haji. Alhamdulillah banyak
yang namanya saleh belum haji. Namanya
mfsidin dia sudah.
Jadi ada nama-nama kadang-kadang ya
kalau namanya mengandung makna kurang
baik maka hendaknya di diganti.
Kata Rasulullah, "La Abdurrahman bin
Samra la tasalil imarah." "Wahai
Abdurrahman jangan kau minta jabatan.
Fainnaka inaha minhairi masalatin
alaiha." Kalau kau dikasih jabatan tanpa
minta maka kau akan dibantu
oleh Allah Subhanahu wa taala untuk
menjalankannya.
Tapi kalau kau dapat jabatan karena
mintaaiha
maka kau akan diserahkan kepadamu
sendiri. Itu Allah tidak bantu engkau.
Ya waamin.
Dan jika engkau bersumpah atas suatu
sumpah farhair
minha. Namun kau lihat ternyata ada yang
lebih baik daripada sumpahmu tersebut.
Failladzi huir. Maka kerjakanlah yang
lebih baik.
dan ee bayarlah kafarah dari sumpahmu
yang kau batalkan. Muttafaqun alaih
hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Hadis
ini sangat jelas. Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam mengingatkan, "Jangan
kau minta jabatan
ya. Tapi kalau kau datang jabatan tanpa
kau minta ya Allah akan tolong engkau."
Ya. Kenapa? Kalau orang tidak minta
jabatan kemudian dikasih, maka dia
merasa jabatan itu beban. Dia tidak
minta tapi dikasih. Maka dia merasa itu
jaban adalah beban pertanggungjawaban
yang harus dia terpertanggungjawabkan di
hadapan Allah subhanahu wa taala. Maka
ketika dia menghadirkan dalam dirinya
adalah beban tanggung jawab, maka dia
akan menjalankan dengan baik dan Allah
akan membantunya. Ya, karena ngurus
orang tidak gampang ya. Enggak usah
ngurus banyak orang ya. Ngurus
orang-orang rumah sendiri aja terkadang
su susah apalagi ngurus banyak orang.
Tapi kalau kau mendapatkannya dengan
minta ini menunjukkan kau semangat ya,
maka Allah akan tinggalkan engkau dan
kau dibiarkan ngurus sendiri. Dan kalau
ngurus sendiri ya biasanya kita
bersandar kepada diri kita yang penuh
dengan kelemahan ya. Dan ini semisal
kata Syekh Utsimin rahimahullah semisal
seperti masalah harta ya. di mana
Umar bin Khattab ya pernah diberikan
sesuatu pemberian dari Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kata Umar, "Qa Rasul
sahu alaih wasallam yinil."
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
pernah memberikan aku pemberian. Faqulu
aku berkata, "Aihi afqar ilaihi minni."
Ya Rasulullah, berikan yang lebih butuh
atau lebih miskin daripada aku. Itu aku
cukup berikan aja kepada yang lebih
miskin. Yaitu Umar gak ambil ya. Hatta
maratan maalan.
Kemudian Rasulullah kasih lagi suatu
saat kasih harta lagi yang lain. Qullu
faqulu aku mengatakan perkataan yang
sama. Ilaihi minni berikan kepada yang
lebih miskin daripada aku. Ahj ilaihi
min yang lebih membutuhkan daripada aku.
Maka Rasul sahu alaihi wasallam menegur
eh Umar. Kata Rasulull sallahu alaihi
wasallam, khuzhu. Ya, dalam riwayat
fatamawalhu au tasadaq alaih. Ambillah
tamawalhu itu gunakan untuk hartamu,
untuk keperluanmu.
Ya, atau kalau kau enggak perlu kau
pengin sedekah silakan. Kemudian kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, waka
minal ma wa anta girir musrifin w sail
fhu. Harta yang datang kepadamu tanpa
kau ada isyrof. Israf itu kecenderungan
kepingin. Itu namanya israf.
Ya. Ee hati selalu melirik ke harta
tersebut ya. Walail kau tidak
minta-minta ya. Maka fakhudhu maka
ambillah ya. Wamala. Adapun yang kau
dapatkan dengan karena kau jiwamu
kepingin ya atau kau minta-minta ya.
Kepengin itu meskipun tidak diungkapkan
tapi kepingin. Itu berarti kita tamak
kepada harta tersebut. Kemudian ternyata
dikasih rezeki anak saleh. Jangan bilang
begitu. Ini matanya hati hati lagi
kepingin nih ya. Kata Nabi, "Ingatkan
dua model jangan kau ambil. Pertama
kalau kau musyrif alai itu kau kepingin
niat-niat terus kepingin ya pengin harta
orang bukan harta diri sendiri. Kalau
harta sendiri ya okelah. Tapi kalau
harta orang kemudian kau pengin dikasih
ya meskipun tidak ungkapkan atau kau
minta maka jangan ambil ya. Fala tutbhu
nafsak maka jangan biarkan dirimu
mengikuti harta tersebut. Tapi kalau
datang tanpa kau cari-cari, tanpa kau
minta-minta, ambil. Kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam, ambil. Boleh kau
gunakan. Kalau enggak kau sedekahkan.
Maka sama dengan kata Syekh Utsimin
rahimahullah, sama seperti jabatan.
Kalau jabatan kita tidak minta-minta
dikasih ya. Tapi kalau enggak minta
kapan mau dikasih?
Kalau enggak minta dikasih, kita enggak
cari-cari ternyata dapat tugas, ya sudah
jalankan. Kau akan dibantu oleh Allah
Subhanahu wa taala. Tapi kalau kau
minta-minta, kau akan dibiarkan. Ini
maksud dari hadis ini ya. Maka ini
larangan jangan minta jabatan.
Rasulullah jelas mengatakan la tasalil
imarah. Nanti akan datang di bab
terakhir yang lebih tegas lagi. Sini
Rasulullah mengatakan la tasalil imarah
jangan minta jabatan. Kemudian
Rasulullah menyebutkan lagi tambahan
faedah. Wa halafta ala yamin. Kalau kau
ternyata bersumpah atas suatu perkara
kau bersumpah saya demi Allah saya akan
begini. Ternyata kau lihat ada yang
lebih baik maka jangan ragu-ragu untuk
melakukan yang baik tersebut. Sumpahmu
kau batalkan. Tapi bayar apa? Kafarah.
Yaitu kafarah sumpah. Ya. Ya.
Fakafaratuhu. Ee engkau memberi
makanimuna
ahlikum
eh atau kiswatuhumqabaika
kafaratuum
wadanakum.
Kalau kita bersumpah kemudian kita tidak
kerjakan, maka kafarahnya
adalah memberi makan 10 fakir miskin
dari makanan tengah yang biasa kita
makan, yang sedang biasa kita makan.
Bukan makanan yang mahal, bukan juga
makanan yang murah yang sedang, yang
biasa kita makan kalau kita kasih makan
keluarga. Kalau atau
memberi pakaian 10 orang miskin atau
memerdekakan budak, ini pilihan. memberi
makan 10 fakir miskin atau memberi
pakaian 10 fakir miskin atau merdekakan
budak. Memerdekakan budak sudah enggak
ada. Berarti tinggal dua pilihan. 10
fakir miskin dikasih makan atau 10 fakir
miskin dikasih pakai pakaian. Mana yang
lebih murah? Kasih makan atau pakai
pakaian?
Makan. Ya. Kata Nabi, kata Allah
Subhanahu wa taala, "Siapa yang tidak
mampu maka fasiamu salah satu ayam."
Baru puasa tiga 3 hari. Kalau mampu
enggak boleh puasa. Kalau kalau mampu
gak boleh puasa. Kalau enggak mampu
enggak punya uang kasih makan orang.
enggak punya uang kasih beli pakaian,
maka puasa tiga 3 hari. Ya. Jadi,
Rasulullah mengatakan kalau ada ee yang
lebih baik daripada yang kau sumpahi,
maka tinggalkan sumpahmu. Jangan
ragu-ragu, tinggal bayar kafarah karena
kita ingin pahala. Kita ingin pahala.
Kalau lebih baik, lebih besar pahalanya,
tinggalkan sumpahmu. Misalnya kita
pernah bersumpah, "Saya, demi Allah saya
akan bangun musala di sini misalnya."
Ternyata kita lihat, "Ah, ini enggak pas
tempatnya masih orang belum ada. adalah
tempat lebih bagus. Ya sudah kita
tinggalkan sumpah kita. Kita bayar
kafarah, kita bangun ke tempat yang
lebih maslahat. Karena kita hidup dicari
apa? Cari pahala. Nah, ee munasabahnya
atau keterkaitannya
ini penting bagi penguasa pejabat.
Terkadang pejabat kalau sudah bersumpah
apalagi di hadapan anak buahnya, dia ada
ego untuk meninggalkan sumpah tersebut.
Maka Rasulullah mengisyaratkan meskipun
kau pejabat dan kau sudah bersumpah
meskipun di hadapan anak buahnya, jangan
jangan ikuti egomu. Egomu. Kalau ada
yang lebih maslahat, tinggalkan
tinggalkan sumpah tersebut. Bayar
kafarah dan ee laksanakan yang lebih
baik.
Boleh laksanakan dulu bayar kafarah atau
bayar kafarah dulu baru laksanakan.
Datang dalam dua riwayat ya. Ada
Rasulullah mengatakan bayar dulu kafarah
baru pindah kepada yang lebih baik.
Dalam riwayat lakukan lebih baik dan
bayar apa? kafarah. Tapi intinya kadang
kita bersumpah kita lebih baik, jangan
ragu-ragu untuk tinggalkan ya untuk kita
ganti yang lebih lebih maslahat untuk
akhirat akhirat kita. Apalagi kalau
sumbah tersebut terkait dengan emosi di
meol saya tidak akan bicara dengan kamu.
Ternyata kita ngapain kita ribut-ribut
sampai mati bertengkar sama dia. Ya
sudahlah kita bayar kafarah kita
ngomong sama dia, tinggalkan. Karena
yang lebih baik adalah kita menyambung
tali persatuan, tali persaudaraan.
Apalagi kita bersumpah tidak berbicara
dengan saudara sendiri. Tentu yang lebih
baik adalah menyambung silatu
silaturahmi. Maka batalkan sumpahmu,
bayar kafarah kemudian ee lakukan yang
lebih baik. Ini secara umum terkait
dengan amir, pejabat atau secara umum
kaum muslimin. Hadis berikutnya. Wa Abi
Dzar radhiallahu anhu qala qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
dari Abu Dzar radhiallahu anhu
bahwasanya Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda kepadaku ya Abu Dzar inni araka
diifan wahai Abu Dzar aku melihatmu
lemah wa inni uhibbu laka ma uhibbu
linafsi dan aku menyukai
untuk dirimu apa yang aku sukai untukku
taamaranna alnain la taamarna jangan
sekali-sekali kau menjadi pemimpin dua
orang taw
Dan jangan sekali-sekali kau ngurus
harta anak yatim. Rawahu Muslim. Hadis
riwayat Muslim.
Ini juga peringatan keras dari Nabi
kepada Abu Dzar al-Ghifari. Abu Dzar
alghifari kita tidak ragukan akan
ketakwaannya dan kesalehannya. Abu Dzar
al-Ghifari orang sangat sangat saleh ya.
Saking apa namanya? Sangat saleh.
Terkenal sangat jauh daripada dunia.
Orang terkenal zuhud Abu Dzar al-Ghifari
ya. Radhiallahu taala anhu ya. Dan Abu
Dzar al-Ghifari punya
punya mazhab sendiri. Dia itu menganggap
bahwasanya orang kalau punya harta kalau
berlebihan harus kembalikan ke Baitul
Mal. Ya, ini diselisihi oleh para
sahabat yang lain. Dia menganggap kalau
ada harta kau boleh harta secukupnya.
Yang lebih kembalikan ke harta negara
untuk kepentingan kaum kaum muslimin.
Maka gak boleh orang kaya-kaya berfoe-fo
enggak boleh kelebihan yang punya
kelebihan kembalikan ke Baitul Baitul
Mal. Dan dia sering mengingatkan
orang-orang. tapi di oleh para sahabat
yang lain. Artinya dia sangat zuhud.
Ee tetapi untuk menjadi pemimpin,
menjadi pejabat tidak di bukan hanya
dibutuhkan ketakwaan, dibutuhkan juga
keahlian ya profesionalitas dalam
mengurusi jabatan. Makanya di antara
tanda-tanda hari kiamat, idusidal amru
ila giri ahlihi fantadirus saah. Kalau
jabatan diberikan kepada yang bukan
ahlinya, maka tunggu hari kiamat. Maka
ini syarat menjadi pejabat dua
syaratnya. Pertama takwa yaitu amanah.
Yang kedua ahli. Kapan terkumpul
keduanya amanah dan keahlian maka dia
telah profesional dalam menjalankan
jabatan. Jika salah satunya maka tidak
profesional.
Ahli tapi tukang korupsi.
Ahli pintar lulusan ee S3 mana? S3
mungkin Yunani lulusan Yunani bahkan.
Tapi ternyata dia tidak amanah, maka ini
enggak benar. Atau amanah tapi bahlul.
Sama aja amanah. Jujur, sering ke masjid
tapi bahlul. Enggak bisa ngurus urusan.
Ini juga gak gak boleh. Maka harus
terkumpul keduanya.
Itulah yang disebut oleh putri seorang
saleh ketika menyuruh ayahnya untuk
mempekerjakan Musa. Ya abatjirhu inna
khair mantajarta alqawiul amin. Wahai
ayahanda, pekerjakanlah si Musa.
Sesungguhnya sebaik-baik orang yang kau
jadikan pekerja adalah alqawi. Yaitu
kuat ahli dalam bidangnya. Al-amin yang
terpercaya.
Terpercaya. Itulah yang diakui oleh
Ifrid ketika
Sulaiman Alaih Salam ee menanyakan,
"Ayyukum yatini biarsiha qobatuni
muslimin." Siapa di antara kalian anak
buahku yang bisa mendatangkan singgasana
Bilqis sebelum mereka datang menyatakan
Islam atau menyerahkan diri? Kata ifrit,
q ifrit minal jin. Berkata ifrit minal
jin, anaika bihi qlaqu maqik inni
alaihiqun amin. Aku akan mendatangkan
singgahsana Ratu Bilqis sebelum kau
berdiri dari singgahsanamu wahai Paduka
wahai Sulaiman. Wa inni alaihiqun amin.
Dan aku adalah kuat dan terpercaya. itu
saya profesional karena jin bisa terbang
dalam waktu cepat mikul singgahsana
kemudian terbang beribu-ribu kilo mudah
bagi jin ifrit. Ternyata ada yang lebih
hebat daripada jin jin ifrit. Tapi
intinya dia mengaku qawiyun amin yaitu
kuat dan terpercaya. Demikian juga
ketika Nabi Yusuf Alaih Salam ditawarin
jabatan, sang raja berkata,
"Innaka innakal yauma ladaina makinun
amin." Sesungguhnya engkau wahai Yusuf
hari ini makinun, mendapatkan kedudukan
amin dan terpercaya. Dipercaya. Kau
dapat kedudukan itu dapat jabatan kau
terpercaya. Maka Yusuf sudah dipercaya,
dia juga menunjukkan keahliannya. Dia
mengatakan, "Qa'alni ala khazainil ardhi
inni hafidun alim." Jadikanlah aku
mendarahkan harta yang ngurusin harta
negara. Kenapa ini hafizun alim? Karena
aku ahli dalam hal ini. Aku bisa menjaga
dan aku mengerti tentang masalah
keuangan. Maka akhirnya dia diangkat
menjadi bendaharawan harta negara ya,
menteri keuangan ya. Maka dia
mengumpulkan amin dan apa dan keahlian.
Maka itu disebut dengan profesional.
Maka orang yang tidak memenuhi
persyaratan ini tidak bisa jadi
penguasa, tidak bisa jadi pejabat. Abu
Dzar siapa yang ragu tentang ketar
sangat takwa, sangat zuhud, tidak ada
ketertarikan dengan dunia sangat zuhud,
super zuhud. Sampai punya pendapat yang
mungkin berbeda dengan sahabat yang
lainnya. Tetapi
untuk masalah jabatan bukan cuma zuhud
yang diperlukan tapi harus ada ke
keahlian. Maka Rasulullah mengatakan,
"La taamaranna alatnain." Jangan
sekali-sekali kau memimpin dua orang
karena saya cinta sama engkau. Inni
uhibuk inni uhibbu linafsika ma uhibbu
linafsi. Aku ingin kebaikan bagimu apa
yang aku suka untuk diriku. Maka jangan
sekali-sekali engkau menjadi
pejabat untuk ngurusin dua orang aja.
Jangan. Kenapa? Inni araka diifan. Aku
melihat engkau lemah. Itu lemah bukan
lemah iman, tapi lemah dalam
profesionalitas. Lemah dalam keahlian.
Karena ngurus orang enggak gampang, ada
tanggung jawabnya. Kalau bisa jangan
jadi pengurus ya. Ya. Apalagi jadi
pembesar.
Kalau bisa jangan karena kau lemah.
Kemudian juga masalah harta. W
tawalayanna ma yatim. Dan jangan
sekali-sekali ngurus anak yatim harta.
Mungkin kau niat baik ingin ngurus harta
anak yatim, tapi kalau kau tidak pandai
bahaya. Ya, karena di antara dosa besar
adalah aklu malil yatim. Makan harta
anak yatim tanpa hak. Allah berfirman,
innalladina yauna amwalama
inama ya fi butun wasir. Sesungguhnya
orang-orang yang makan harta anak yatim
dengan kezaliman sungguhnya mereka
memasukkan api dalam dalam perut mereka
dan mereka akan masuk neraka. Maksudnya
apa? Boleh seorang ngurus anak yatim,
ada yang kaya misalnya bapaknya
meninggal dan dia punya harta banyak,
emas banyak, batangan emas banyak, maka
dia masih kecil enggak ada yang bisa
ngurus. Yang ngurus misalnya ada orang
pengin ngurus atau pamannya ngurus. Nah,
kalau dia tidak pandai ngurus, kalau dia
tidak amanah mungkin dia makan dari
harta tersebut berlebihan. Kalau miskin
boleh ikut makan, tapi yang wa wajar
boleh.
Kalau kaya enggak boleh makan dari harta
anak yatim. Kemudian harta ini kadang
dia masukkan dalam perdagangan,
diinvestkanin kalau enggak ahli habis
ludes harta anak yatim tersebut maka
ngurus harta naik tidak gampang dan
kalau dibiarkan kena zakat akan mengur
harta yang yatim. Kalau diolah,
dikelola, diolah, dikelola harus yang
ahli. Kalau enggak harta tersebut bisa
ludes. Maka tidak sama mengurusi harta
orang biasa dengan harta anak yatim.
Harta ini bahaya. Oleh karenanya Nabi
mengatakan, "Engkau jangan pernah ngurus
harta anak yatim. Ya, ini menguatkan
bahwasanya
ee masalah jabatan tidak semudah yang
dibayangkan. Selain amanah harus ahli.
Wa anhu qala
dan juga dari Abu Dzar radhiallahu anhu
qala qulu ya Rasulullah pernah aku minta
jabatan. Aku berkata ya Rasulullah ala
tastamiluni. Tidakkah kau jadikan aku
petugasmu? Yaitu jadi pejabat jadi
pengurus negara jadi ASN maksudnya ya.
Tapi tingkatan jabatan.
Maka Rasulullah menepukkan tangannya di
atas pundakku.Q
Rasulullah ber tanda sayang. Tanda
sayang kepada Abu Dzar. Ya Abu Dzar
innakaif. Wahai Abu Dzar engkau lemah.
Wa innaha amanah. Sesungguhnya jabatan
adalah amanah. Wa inna yaumalqiamati
khizyun wadamah. Dan sesungguhnya pada
hari kiamat jab jabatan itu hanyalah
kehinaan dan penyesalan.
Ak bihaqiha. Kecuali yang mengambil
jabatan tersebut dengan haknya. Waadzi
alaihi fiha. Dan bisa menunaikan eh
amanah jabatan tersebut. Rawahu Muslim.
Hadis riwayat Muslim.
Di sini Rasulullah mengingatkan yang
yang bisa ya hukum asal pejabat itu,
hukum asal pejabat itu akan terhina ya
dan akan menyesal. Akan terhina akan
menyesal.
Siapa pejabat yang tidak terhina dan
tidak menyesal jika memenuhi
persyaratan. Dia mendapatkan jabatan
tersebut memang dengan haknya. Artinya
dia ahli profesional, dia amanah.
Yang kedua, dia menjalankan tugas dari
tugas dari ee jabatan tersebut. Baru dia
selamat dari hinaan dan penyesalan. Maka
yang tidak memilih persyaratan ini pasti
terhina, pasti menyesal. Siapa yang
terhina dan jabatan pejabat yang pasti
menyesal pasti terhina?
Yang pertama adalah yang mengambil
jabatan bukan haknya.
Di mana bukan haknya? Dengan cara culas,
dengan cara bohong, dengan cara bukan
haknya.
Ya. Dan dia juga tidak ahli dalam bidang
itu tidak berhak. Yang berhak cuma yang
amanah sama yang ahli. Dia tidak ahli,
tidak amanah dengan cara culas, dengan
cara curang. Katanya politik adalah
peperangan. Perang boleh menipu. Nipu
sana, nipu sini.
ya akhirnya dapat jabatan ini pasti
terhina
ya pasti terhina
dan pasti menyesal. Yang kedua memang
dia berhak secara profesional dia
pintar. Yang lain bahlul-bahlul dia
pintar sendiri. Dia ahli sudah punya
pengalaman dan dia amanah. Tapi ternyata
dia tidak menjalankan sesuai dengan SOP
dalam aturan jabatan tersebut. gampangin
tidak perhatian ya ee asal-asal kasih
keputusan
tidak sesuai prosedur. Ah ini namanya
ini juga akan terhina dan akan menyesal.
Maka saya katakan hukum asal pejabat
adalah terhina dan menyesal. Penyesalan
berkepanjangan. Apalagi jabatan tersebut
hanya 5 tahun.
Kalau dia tidak mulai persyaratan jangan
coba-coba jadi pejabat. Jangan coba-coba
jadi pejabat. ya,
karena dia akan menyesal dalam waktu
yang lama dan dia akan terhina dalam
waktu yang lama.
Kemudian hadis berikutnya an Abi Hura
radhiallahu anhu dari Abu Hurairah
radhiallahu anhu anna Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam qala Rasul
sahu alaihi wasallam berkata,
"Innakum satahuna alal imarah."
Sesungguhnya kalian akan semangat untuk
dapat jabatan
wasatakunu nadamatan yaumalqiamah dan
jabatan tersebut akan menjadi penyesalan
pada hari kiamat. Kel arwahul Bukhari
hadis riwayat Bukhari. Ya, akhi kita aja
ngurus keluarga. Rasulah mengatakan roin
wukum masulunati. Setiap kalian adalah
pemimpin, penanggung jawab. Dan setiap
kalian akan diminta perwab
tugasnya. Seorang laki bertanggung jawab
di rumahnya, dia katanya tentang
istrinya, anak-anaknya. Seorang wanita
penanggung jawab di rumahnya akan
ditanya tentang urusan rumah, tentang
belanja, akan ditanya oleh Allah,
tentang anak-anak, tentang bibi, tentang
orang rumah, akan ditanya. Ya, itu aja
kita sudah bingung. Kalau ditanya
tentang anak-anak, gimana ngurus anak
kita. Emang mudah menjawabnya? Tidak
mudah. Gimana lagi kalau ngurus banyak
orang? Apalagi ngurus banyak orang.
Tetapi kata Rasulullah, kalian akan
semangat. Kenapa? Karena jabatan
menjanjikan, menjanjikan kekayaan,
menjanjikan ulu fil ard, dihormati orang
ya orang enggak berani senggolsenggol
kita karena kita apa? Pejabat ya.
Ke mana-mana dikawal, ke mana-mana pakai
patwal,
tapi sudah enggak boleh pakai bunyi
lagi. Ya boleh. Dulu kan kalau pakai
bunyi keren.
Jadi ya e mana bahkan pesawat bisa
ditunda-tunda nanti belakangan setengah
jam lagi saya baru datang. Ya sudah
kadang harus tunda demi intinya
kadang-kadang
kita orang semangat. Kenapa? Karena ada
kenikmatan duniawi yang didapatkan. ini
jadi masalah bukan dalam rangka untuk
kemaslahatan masya masyarakat ya. Maka
hal inilah yang menjadikan penyesalan
pada hari kiamat kelak.
Tib ee
bab berikutnya
babu hati sultan walqadi wirihima
minulatil umur alik wazirin shirul
minhum. Sebelum saya lanjutkan, tadi
kita sebutkan bab Imam Nawawi berkata,
bab yang tadi kita bahas bab larangan
untuk minta apa? Jabatan. Dan yang lebih
baik adalah meninggalkan jabatan kecuali
kalau dia ditunjuk atau kondisi
mengharuskan dia demikian. Oleh karena
dalam buku-buku fikih disebutkan asalnya
tidak boleh minta jabatan kecuali dalam
kondisi tertentu. Misalnya kita dikasih,
kamu yang harus.
ketika ditunjuk maka ya sudah dia harus
kerjakan atau dia boleh mencalonkan
dirinya kalau memang dia lihat tidak ada
yang seperti dia calon semua gak bisa
ini gimana dan dia memang niatnya untuk
memperbaiki kondisi masyarakat bukan
untuk duniawi, bukan untuk memperkaya
diri bukan untuk ulu fil ard gak boleh
kalau dalam rangka untuk dihormati
kemudian dieluk-elukkan gak dia memang
ini saya harus ngurus masyarakat kasihan
saya punya keahlian maka dalam kondisi
tersebut dia boleh memajukan diri nya
saya tahu masalah ini. Biar saya yang
jalanin saya punya kalian dalam hal ini.
Ini boleh dalam kondisi apa? Darurat.
Dalam kondisi da darurat ya. Adapun
kalau kita tahu ada orang semisal kita,
ya sudah mending kita tinggalin. Atau
kita tahu ada yang lebih hebat, jangan
coba maju. Kalau perlu kita kasih tahu
dia yang lebih hebat daripada saya.
Ngapain saya?
Karena dia yang lebih pintar, lebih tahu
maslahat apa? Masyarakat.
Tapi apa ada yang seperti itu zaman
sekarang?
Mudah-mudahan masih ada ya.
Konon ada saya diceritain ada seorang
maju ketika
ee pemilihan calon
pejabat. Nah, ada calonnya ada empat
kalau enggak salah. Semuanya maju satu
cerita saya begini begini begini. Yang
kedua juga pilihlah saya saya begini
begini begini. Yang ketiga, maju, ada
satu kawan maju dia di depan umum. Dia
bilang, "Insyaallah kita semua baik,
terserah kamu pilih yang mana."
Dia bilang, "Semuanya baik, terserah
pilih yang yang mana." Konon saya
diceritain sama anak buahnya cerita
dulu, Bapak ketika maju modelnya begitu.
Dia maju, dia bilang, "Semua baik,
terserah pilih yang mana."
Tiib.
Bab berikutnya babu hadis sultan walqadi
wirihima minulatil umur alik wazirin
saleh. Bab dorongan atau motivasi kepada
sultan atau alqadi hakim atau selain
keduanya yaitu yang memiliki menduduki
jabatan-jabat yaitu qadi hakim kepala
polisi, kepala tentara yang punya
jabatan-jabatan, menteri yang semisal
itu ee bupati kemudian gubernur ya
semua.
Al wazirin sh hendaknya mengambil
pembantu atau eh pendukung menteri atau
apa namanya orang dekat stafkus apa
stafsus ya stafsus staf khusus yang
salehah
minon walqabul minhum dan memperingatkan
mereka agar hati-hati terhadap
teman-teman yang buruk dan jangan
menerima mereka sebagai staf khusus atau
jangan jangan menerima nasihat mereka
karena mereka orang buruk karena di
sekelilingi pejabat ada yang baik ada
yang buruk. buruk. Ini sunatullah. Ada
yang baik, ada yang yang buruk. Ada yang
tulus, ada yang tidak tulus. Ada udang
di balik batu. Bahkan terkadang orang
terdekat yang disuruh diyakini ternyata
pengkhianat besar. Terjadi atau tidak
terjadi? Bab qallahu taala seperti biasa
nawi bawakan firman Allah. Qal Allahu
taala, Allah berfirman, "Alakillau
yaumaidin ba'duhum liba'din aduun illal
muttaqin."
Dan para kekasih ya pada hari tersebut
akan saling bermusuhan. Yaitu orang yang
dekat, para kawan-kawan dekat pada hari
tersebut saling bermusuhan satu dengan
yang lain. Altaqin kecuali yang
bertakwa. Ya, maksudnya ini isyarat
kalau jadikan teman apalagi teman dekat
jangan sembarang orang. Kalau tidak
bertakwa maka akan jadi musuh. Dan kita
tidak pengin nambah musuh di akhirat.
tidak ingin nambah musuh di akhirat.
Tapi kalau teman dekat kita adalah orang
saleh akan menjadi penolong, akan
menjadi pemberi syafaat ya, akan menjadi
pendukung kita pada hari kiamat. Adapun
teman yang tidak saleh hanya tambah
musuh. Pertemanan kita bukan di atas
kesalehan akan nambah musuh pada hari
kiamat kelak. Maka janganlah wahai
pejabat mengambil staf khusus orang yang
buruk. Jangan mengambil staf khusus
orang yang buruk.
Kemudian Imam Nawai membawakan hadis an
Abi Said wa Abi Hurairat radhiallahu
anhuma dari dua sahabat Abu Said
alkhudri dan Abu Hurairah radhiallahu
anhuma Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam q bahwasanya Rasul sahu alaihi
wasallam bersabda ma baatallahu min
nabiyinakfa
min khalifah illaat lahu bitatan
tidaklah Allah mengutus seorang nabi
atau Allah menjadikan seorang khalifah
kecuali biasanya
ada baginya dua orang dekat diat Satu
orang dekat dua model. Bitonatun
tamuruhu bil marufiuhu alaih. Orang
dekat circle yang circle ring satu yang
menyuruh dia untuk berbuat kebajikan dan
memotivasinya untuk berbuat kebajikan.
Wabitana dan ada orang-orang dekat.
Sebaliknya tamuruhu bisyar watahuduhu
alaih yang motivasi untuk keburukan
dan menyuruh untuk keburukan. Wal
maksum. Adapun yang terjaga, man
asamallah, yaitu orang yang dijaga oleh
Allah. Rawahul Bukhari. Ini isyarat
bahwasanya hati-hati, tidak semua orang
yang dekat adalah orang baik. Karena
ketika seorang punya jabatan, punya
uang, punya harta, terpandang, pasti
banyak yang mendekat. Di mana ada gula,
ada apa? Ada semut. Nah, semut itu
macam-macam
ya. Semut macam-macam. Mencari gula ya,
Tib. Ada semut yang baik, ada semut yang
tidak baik. Ada teman yang baik, ada
teman yang tidak tidak baik. Ada yang
menasihati untuk akhiratnya. Maka
peganglah staf yang baik seperti ini.
Terlihat dari ibadahnya, terlihat dari
tutur katanya, terlihat dari namanya
kalau kita pengin cari tahu orang baik,
insyaallah Allah kasih petunjuk. Tidak
semua yang perkataannya manis, yang
menunjukkan pengalaman hebat kemudian
niat baik. Kita belum tentu kenal orang
ini, maka waspada. Ini isyarat
bahwasanya harus milah-milih. Tidak
semua orang dekat dengan kita, berhasil
dekat dengan kita. Harus kita dengar
pendapatnya.
Ya. Maka Rasulullah mengatakan, "Wal
maksum yang bisa selamat adalah yang
diselamatkan oleh Allah." Maka ini dalil
harus minta kepada Allah. Ya Allah
berikanlah aku bitanah yang baik. Ya
Allah aku sekarang kau jadikan aku
jabatan, pejabat. Kau berikan aku
jabatan, berikanlah aku
penolong-penolong,
bitanah-bitonah yang baik. Karena Nabi
mengatakan yang ter yang yang dijaga
yang terjaga dari bitonah yang buruk
hanyalah yang dijaga oleh siapa? Allah.
Maka itu harus minta kepada Allah
Subhanahu wa taala.
Betapa banyak ee apa namanya? Negara
hancur gara-gara pembisik yang yang
buruk. Gara-gara pembisik yang yang
buruk. Ya, seperti khilafah Alabbasiyah
hancur gara-gara Ibnu Al-Alqami. Ya,
salah seorang pembisik khalifah. Tapi
ternyata bermazhab Syiah yang kemudian
menjebak khalifah akhirnya dibunuh oleh
ee apa namanya? Mongol atau tatar ya.
Sebagaimana kisahnya yang masyhur ya
karena pembisik tidak baik ya. Ya.
Padahal dekat sudah dipercaya. Makanya
agar bisa selamat harus berdoa kepada
Allah subhanahu wa taala bisa jadi orang
terdekat. Ternyata penjahat terbesar.
Ternyata dia yang menyebarkan semua
rahasia. Ternyata dia yang mengirim
rahasia kepada musuh. Ternyata dia yang
ikut menggulingkan sang penguasa untuk
ikut menjatuhkan pejabat. Ini terjadi
dari jabatan tinggi sampai jabatan
jabatan rendah. Seorang terjatuh
gara-gara teman teman dekatnya. Ya,
sekarang jadikan teman karena sama-sama
hobi. Ternyata dia membisiki. Nah, kita
harus minta tolong kepada Allah. Ya
Allah, ini yang bisiki saya banyak.
Jagalah diriku agar aku tidak terjerumus
pada bitanah yang buruk. Di sini Nabi di
sini di sini di sini Nabi mengatakan ma
baatallahu min nabiyin. Allah tidak
mengutus seorang nabi kecuali ada yang
dekat-dekat buruk, yang dekat-dekat yang
baik. Demikian juga khalifah. Berarti
ustaz juga bisa demikian enggak? Bisa
enggak ustaz ada pembisik yang baik,
pembisik yang buruk? Bisa. Nabi aja
bisa, apalagi ustaz.
Ee pembisik yang buruk membawa dai
tersebut kepada arah yang yang buruk. ya
semakin duniawi semakin jauh semakin
semakin semakin ternyata sangat halus
karena pembisik tersebut ahli maka
seorang harus waspada ya minta tolong
kepada Allah subhanahu wa taala karena
apalagi ustaz yang tidak punya
pengalaman tidak tahu ya kemudian ada
yang dekat selalu husnuzon kepada orang
akhirnya ke bawah ya kita mau suruh
suudon agak susah ketika husnudan
ternyata kita kegiring karena kita ke
kegiring akhirnya sebagaimana sebagian
kejadian ada ustaz dimanfaatkan.
Akhirnya karena dekat dengan ustaz,
akhirnya orang kasih proyek sama
temannya tersebut. Teman ustaz ternyata
penipu. Akhirnya uang banyak hi hilang.
Ya, ini berarti pembisik yang buruk.
Dekat-dekat ustaz ada maunya supaya
dipercaya sama orang. Ya,
bahkan enggak usah dekat-dekat ya.
Pernah ada kawan ya kawan dia
ngerjain dulu rumah ngerjain rumah saya.
Ngerjain rumah intinya dia kibulin saya
ya. Enggak, enggak banyak ya. Paling
berapa sih ya enggak banyak ya. Saya
enggak usah bilang nanti antum kaget ya.
Ternyata sedikit ya. Intinya sedikit
intinya dia ngibulin. Saya maafinlah ya
saya maafin ya sudahlah saya bilang ya
dia juga cari uang. Ternyata dia foto
rumah saya kemudian dia lapor ke orang
ada orang ambil proyek sama dia. Saya
ngerjain rumahnya Ustaz Firanda ini.
Akhirnya orang itu ketipu ratusan juta.
Dia lapor sama saya. Lah antum kenapa
enggak tanya-tanya saya lah. Saya
percaya kan dia. Ustaz enggak mungkin
milih apa. Ustaz juga bahlul bisa
ditipu.
Akhirnya kawan kita ini ketika Ramadan
dia kirim surat yang panjang ee dengan
ini ya ini hati tergerak tangan apa
minta maaf. Intinya kan saya sudah
maafin cuma saya enggak mau bilang iya
karena saya biar dia tersimpan dalam
hatinya bahwasanya saya marah. Padahal
saya sudah maafin cuma saya enggak
jawab. Ya, karena kalau saya jawab ya
sudah dimaafin aman nipu lagi nanti.
Jadi maksudnya jangankan kita, Nabi pun
ada yang mendekati yang buruk maupun
yang api kita ustaz lemah, dai lemah ya
lemah dekat orang macam-macam punya
keinginan ada udang di balik rerempe ya
maka waspada
tib. Hadis berikutnya an Aisyah
radhiallahu taala anha qalat qala
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
idza aradallahu bil amiri khair ja'alah
lahu wazir sidqin jika Allah menghendaki
bagi seorang penguas seorang amir
kebaikan maka Allah jadikan Allah buat
bagi dia ada penolong yang baik wazir
itu penolong ya menteri atau orang-orang
dekat staf khusus yang baik
wainasakarahu kalau sang amir lupa maka
temannya ini akan mengingatkan waidakaro
aanahu kalau sang amir beringat kebaikan
maka dia akan bantu dia akan motivasi
dia bantu dan dia tulus ada orang
seperti tulus ya waza ar bihialik
jaalahu su adapun kalau Allah keburukan
bagi seorang amir Allah jadikan bagi dia
penolong atau staf khusus yang buruk
inasya lam yudakiru kalau dia lupa
kebetulan amir lupa dia enggak diingatin
wainakaro kalau amirnya lupa lam yuinu
maka dia tidak kalau akhirnya amirnya
ingat kebaikan tidak dibantu oleh staf
khusus tersebut rawahu Abu Daud bisnadin
jayid syarti muslim. Hadis riwayat Abu
Daud dengan sanad yang baik sesuai
dengan kriteria Sahih Muslim. Ya. Tib
terakhir babun nah
an tauliyatil imarati walqad wirihima
minal wilayat liman saalaha haras alaiha
faar biha. Bab larangan untuk mengangkat
atau memberikan jabatan
atau memberikan ee apa namanya?
kedudukan sebagai hakim atau yang
semisalnya jabatan-jabatan yang tinggi
seperti ini, sebagai amir, sebagai
pejabat, sebagai menteri, sebagai hakim,
sebagai bupati dan jabat-jabat yang lain
kepada orang yang minta.
Minta atau tidak minta secara lisan,
tapi haraso alaiha. Perhatikan Imam
Nawawi detail. Dia bilang mungkin ada
tiga ada tiga model. Pertama, minta
terang-terangan. Saya dong jadi hakim,
saya dong jadi pejabat. Ini kata Imam
Nawawi, jangan kasih.
Yang kedua tidak minta tapi semangat.
Wah sedikit. Wah iya memang ustaz
semangat kelihatan semangat. Kita bisa
firasat ini semangat banget mau jadi
hakim semangat banget mau jadi Pak Camat
ini. Ini kayak semangat enggak dikasih
karena kalau orang semangat kenapa kita
tidak kasih? E kenapa tidak dikasih?
Memang saya mau kasih. Saya enggak punya
apa-apa ya. Kenapa semangat tidak
dikasih? Karena kalau dia semangat dia
akan menjaga apapun dilakukan dia akan
menjaga jabatannya. Sehingga yang
menjadi perhatian adalah apa? Jabatan.
Bukan mikir masyarakat, tapi mikir
jabatan. Jadi semangat untuk jadi
pejabat. Yang ketiga, faarad biha atau
yang tidak minta, tidak ngomong tapi
nyindir-nyindir. Nyindir-nyindir.
Nyindir-nyindir. Ya,
misalnya
ee bupati lagi cari staf khusus terus
dia bilang, "Paling bagus Pak Bupati
kalau staf khusus itu orang dekat."
Maksudnya dia orang dekat. Itu
yang dekatnya bagaimana? Ya maksudnya
yang gemuk berkacamata. Pak
misalnya artinya dia sindir-sindir ini
nyindir enggak enggak usah dikasih
enggak usah dikasih
bab dalilnya apa saya bacakan an Abi
Musa alas radhiallahu anhu qala dari
Musa alas dia berkata dakaltu alan Nabi
sallallahu alaihi wasallam wa ana
warajulani min bani amm dan dua orang
dari sepupu-sepupku yaitu dari satu suku
tiga orang kami bertiga. faqala
ahaduhuma. Maka salah satunya dari dua
orang tadi berkata, "Ya Rasulullah,
amirna ala ba' ma wallakallahu azza
waalla." Ya Allah, jadikanlah aku
sebagai amir pada sebagian wilayah atau
jabatan yang Allah telah serahkan kepada
engkau. Waqal akalik, "Saya juga ya
Rasulullah."
faqala kata rasulah wasallam in wallahi
nuwal ahadanalahu kata nabi sungguh kami
demi Allah tidak bakalan akan angkat
pejabat bagi orang yang minta-minta
ahadan harai atau seorang yang tidak
minta tapi semangat untuk mendapatkannya
tidak bakalan kami kasih muttafun alai
ini dalil bahwasanya untuk urusan
jabatan kita kalau kasih jabatan ke
orang kita juga ditanya oleh Allah bukan
bahkan kita kasih selesai urusan gak kau
milih itu juga
ditintai pertanyaan oleh Allah subhanahu
wa taala. Maka jangan sembarang bilih
asal nunjuk aja, asal nunjuk aja ya kau
nunjuk kok akan dimintai jawab
bertanggung jawaban oleh Allah Subhanahu
wa taala.
Dan dalam memberi jabatan tidak boleh
ada enggak enak enggak enak
pekew-pekewuhu ini karena keluarga ini
karena ini karena hutang budi. Enggak
ada hutang-hutang budi dalam urusan ini.
Enggak boleh hutang budi kemudian jadi
punya. Enggak boleh. Yang ada ini ahli
atau tidak. Kalau kau pilih yang tidak
ahli, binasa kau hari kiamat kelak. Jadi
yang binasa bukan yang diangkat aja,
yang milih juga gak boleh sembarang.
Yang milih juga enggak boleh sembarang.
Ya tentunya ketika ada ini tentunya
tidak ada yang sempurna. Maksud saya
kalau antum jadi pejabat terus ada
angkatan abu antum lihat ada tiga calon
semuanya buruk tapi ada yang lebih baik.
Antum harus berpikir mana yang lebih
baik untuk rakyat, untuk masyarakat
bukan karena teman saya, adik saya.
Kalau kebetulan yang antum lihat yang
terbaik adalah saudara antum, enggak ada
masalah. Ya, enggak ada masalah.
Kebetulan baik ya. Seperti Muawiyah
radhiallahu anhu, dia sudah jadi
gubernur di zaman Umar. Ketika zaman
Utsman tetap dilanjutkan. Ya, kebetulan
Muawiyah dan Utsman ada hubungan apa
sama dari Bani Umayyah. Tapi bukan
karena bukan karena Pek-PU, karena
Muawiyah sebelumnya sudah ditunjuk oleh
Umar yang tidak ada hubungan. Umar dari
Quraisy tapi Adawi. Kemudian Muawiyah
dari Umawi. Sama-sama Quraisy tapi beda
ya. Maka gak boleh ada PKU-PKU dalam
urusan ini. Karena ketika kita milih,
kita akan ditanya oleh Allah Subhanahu
wa taala. Sama seperti rakyat ketika
memilih akan ditanya oleh Allah
Subhanahu wa taala. Suaranya tidak boleh
dibeli. Ada serangan fajar,
kemudian serangan magrib, serangan ee
sepertiga malam yang terakhir.
Ah, antum pilih antum ditanya oleh Allah
Subhanahu wa taala. Maka hukumnya haram.
Berarti kita diriswah, kita diibarah,
kita terima terlaknat ya. Hati-hati
enggak boleh ya, Ustaz. Kalau saya ambil
aja tapi saya enggak pilih.
Ini kasihan maksudnya sudah ambil
diambil tuh hadiah bersyarat. Kau ambil
dengan syarat kau pilih apa? Saya.
Sama-sama ngerti enggak? Dia bukan bagi
gratis. Secara urf dia kasih hadiah
bersyarat kau ambil dengan syarat kau
pilih saya. Begitu ambil kita enggak
pilih dia buat beli nasi goreng. Ustaz
aduh repot. Enggak usah uang syubhat.
Uang apa? Syubhat. K tanya, "Ustaz,
gimana yang bawain? Yang bagi-bagiin
sama kerja sama."
Maka kita hidup di zaman sekarang
beraman dulu. Kalau zaman sekarang luar
biasa seorang mencalonkan dirinya,
mengelu-lukan dirinya, memuji-muji
dirinya, merendahkan pihak lawan.
Lengkap semua janji bertumpuk-tumpuk.
Ini gimana hari kiamat nanti?
Alhamdulillah antum rakyat jelata.
Alhamdulillah.
Saya bilang, "Enggak gampang loh. Antum
maju, antum eluk-elukan, bahkan foto aja
di Photoshop apa di apa?" Iya, di
Photoshop ya. Ya, tambah cantik, tambah
ganteng, tambah anu, tambah kurus macam.
Kemudian belum muji-muji saya gini, saya
akan ini jelek-jelekan yang lihat lawan
kita pendusta gini gini gini. Kalau ada
aibnya dibongkar, wah sudah ngeri. Semua
pelanggaran dilakukan. Setelah itu
minta-minta, "Pilih saya, pilih saya.
Janji ada 100, janji
yang dikerjakan 101. Bohong semua. Ngeri
ngeri, ngeri.
Janji ini, janji ini, janji ini, janji
ini. Ngeri. Ini gimana kalau hari kiamat
kelak? Kemudian kalau punya uang beli
suara. Ini rakyat dibohongi. Sudah ada
kelompok rakyat milik dia ini. Kemudian
kepemimpinannya jual suaranya kepada
kelompok lain. Ini kan enggak berkhianat
kepada rakyat.
Ini gimana? Hari kiamat nanti semua
hadis Nabi dilanggar.
Tidak ahli. Yang penting pandai ngelobi.
Ya sudahlah. Alhamdulillah.
Ini sekedar nasihat. Kalau mau jadi
pemimpin mikir-mikir. Kalau bisa
alhamdulillah antum bertakwa ee dapat
surga surga yang tinggi. Tapi kalau
antum enggak bisa, jangan coba-coba.
Mending jadi rakyat apa? Jelata, jualan
gorengan.
daripada masuk kemudian ternyata musibah
besar, antum tidak bakalan mampu untuk
menjawab pertanyaan Allah dan hanyalah
kehinaan dan apa? Penye penyesalan. Tapi
demikian saja. Wabillahi taufik hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:18:05 UTC
Categories
Manage