Transcript
NwnxBXkw87I • Hantaman Pertama - Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2605_NwnxBXkw87I.txt
Kind: captions
Language: id
Inalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu
wafiruhu watubu ilaih wa naud
nazubillahi min syururi anfusinaati
may yahdihillahu fala mudhillalah wam
yudlil fala hadiyalah ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
asadu anna muhammadan abduhu waasuluhu
la nabiya baah Ya ayyuhalladzina
amanutqulaha haqqa tuqatih wala
tamutunna illa wa antum muslimun
fainasdaqal hadisi kitabullah wakiral
huda huda Muhammadin sallallahu alaihi
wasallamul umuri muhdaha wa muhda bidah
wa bidatin wainar
muslimin
suatu hari rasam melewati seorang
wanitaha
sedang menangis karena wafat
anak kecilnya. Maka Rasul sahu alaihi
wasallam pun menasihati wanita tersebut
karena dia meratapi anaknya yang
meninggal. Rasul sahu alaihi wasallam
berkata, "Ya hadiahi itqillaha wasbiri."
Wahai fulana, bertakwalah kepada Allah
dan bersabarlah. Rasulullah nasihati.
Maka wanita ini pun tersinggung. Dia
berkata, "Illaika
inakaamati."
Jauhlah engkau dariku. Sesungguhnya kau
tidak mengalami apa yang aku alami. Kau
tidak ditimpakan musibah kepadamu
seperti apa yang aku alami. Yaitu seakan
dia berkata, "Kau tidak tahu betapa
pilunya jika kehilangan seorang anak."
Wanita ini lam takrifu. Dia tidak
mengenal kalau yang menasihati adalah
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian Nabi pergi. Setelah Nabi pergi
kemudian ada yang memberitahu bahwa tadi
yang menunggurmu adalah Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Maka dia pun
segera menuju rumah Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Kemudian dia minta
uzur. Dia mengatakan, "Lam a'fka." Saya
tidak tahu tadi engkau ya Rasulullah.
Dia ingin menyampaikan saya akan
bersabar. Apa kata Nabi sallallahu
alaihi wasallam? Innamruil
ula. Sesungguhnya sabar yang hakiki,
sabar yang sejati adalah tatkala pada
hantaman yang pertama.
Hadis ini memberikan kita pelajaran
bahwasanya sabar bertingkat-tingkat.
Tapi sabar yang terbaik di antaranya
ketika pertama kali terkena hantaman.
Sampai Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
menamakan dengan shodmah. Shadmah bahasa
Arab artinya hantaman. Karena orang
terkena musibah dia seperti dihantam.
Dan ketika pertama kali dia bisa
bersabar pahalanya sangat besar.
Sebagaimana dijelaskan oleh Nawawi
rahimahullahu taala. Karena sangat berat
seorang bersabar di awal kali terkena
musibah. Adapun jika sudah lewat
berhari-hari maka semua bisa bersabar.
Tapi sabar yang sungguhnya yang
pahalanya sangat besar ketika di awal
terkena musibah. Kenapa? Karena rasa
pilu yang paling berat, rasa sakit yang
paling berat ketika pertama kali terkena
musibah. Dari sinilah
kita bisa mengambil faedah bahwasanya
semakin pilu suatu musibah kita rasakan,
semakin sedih, semakin berat, maka
semakin besar pahalanya. Sabar di awal
musibah tidak sama. Sabar setelah 2 hari
dan 3 hari semuanya ada pahalanya. Tapi
beda ketika sabar pertama kali terkena
hantaman musibah.
Karenanya Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda, "Inna idamal jaza maidamil
bala." Sungguhnya besarnya pahala
tergantung dengan besarnya musibah,
besarnya ujian. Semakin musibah semakin
besar, semakin pilu, semakin susah, maka
semakin besar pahalanya, semakin besar
ganjarannya di surga kelak. Dan orang
yang paling besar pahalanya, yang paling
berat musibahnya, Nabi sallallahu alaihi
wasallam bersabda, "Asadunasi balaan
albiya." Sesungguhnya orang yang paling
berat ujiannya adalah para nabi shihun,
kemudian orang-orang saleh amsal fal
amsal. Kemudian selanjutnya dan
selanjutnya lihatlah khalilarahman dua
kekasih Allah yaitu Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam dan Nabi
Ibrahim Alaih Salam. Mereka berdua diuji
pada perkara-perkara yang sangat mereka
cintai yang menjadikan sangat pilu hati
mereka. Lihatlah Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam diuji dengan
pamannya Abu Thalib yang seakan-akan
merupakan ayahnya sendiri yang merawat
Nabi ketika Nabi masih kecil yang sangat
mencintai Nabi bahkan rela pasang badan
untuk membela Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Dia pernah berkata, "Wallahi
mereka tidak akan bisa melukaimu sampai
aku mati." Kata Abu Thalib, siap pasang
badan untuk bela Nabi. Dan dia sangat
mencintai Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Tetapi ternyata dia meninggal
dalam kondisi musyrik. Ini sangat
menyedihkan Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Saking sedihnya Nabi
sallallahu alaihi wasallam berkata, "La
astagfirallahfirlahaka
malam unhaka.
Aku akan mohon pertolong, mohon ampunan
buatmu selama aku tidak dilarang.
Ternyata Allah menegur Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Allah berkata, "Inakau
tidak bisa beri petunjuk kepada orang
yang kau cintai." Kemudian juga turun
firman Allah Subhanahu wa taala, "Maka
linadina amanu musyrikin walau
tidak pantas bagi nabi dan orang beriman
untuk mohon ampunan bagi orang-orang
musyrikin meskipun karib kerabat."
Demikian juga betapa pilu hati Nabi
sallallahu alaihi wasallam ketika orang
yang sangat dia cintai, istrinya yang
sangat salehah, Khadijah radhiallahu
anha meninggal di tahun yang sama. Yang
hidup bersama Nabi selama 25 tahun,
tidak pernah mengangkat suaranya yang
memberikan seluruh hartanya buat Nabi
sallallahu alaihi wasallam yang
memberikan anak-anak bagi Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu
alaihi wasallam pernah berkata, "Amanat
bi kafar bianas." Sesungguhnya Khadijah
beriman kepadaku ketika semua orang
kafir kepadaku.
Dia membenarkan aku ketika semua orang
mendustakan aku.
Dan dia bantu aku dengan hartanya dan
jiwanya.
Harani Allahu auladanisa. Dan Allah
menganugerahkan kepadaku anak-anak
darinya sementara wanita lain tidak ada
anak untukku dari mereka. Maka ketika
Khadijah istri yang sangat salehah ini
meninggal yang Rasulullah pernah
berkata, "Inniqubaha,
aku telah dianugerahi oleh Allah bisa
mencintai Khadijah." Bagi Nabi, cinta
kepada Khadijah adalah anugerah dari
Allah Subhanahu wa taala. Ternyata
istrinya juga meninggal. Tentu sangat
pilu hati Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Sehingga para ulama menamakan
tahun tersebut sebagai amul huzni, tahun
kesedihan. Karena dua orang yang sangat
dicintai oleh Nabi meninggal di saat
yang berdekatan. Yang satu membela Nabi
ketika di luar rumah pamannya Abu
Thalib. Yang satu menjadi pelipur lara
bagi Nabi ketika dalam rumah. Itulah
namun kaidah menyatakan semakin pilu,
semakin sakit, semakin besar pahala.
Lihatlah Khalilrahman yang lain. Nabi
Ibrahim Alaih Salam kekasih Allah
bagaimana ujian yang dia alami? Ayahnya
yang sangat dia cintai. Kafir bahkan
memusuhinya bahkan mengancamnya. Laillam
tantahi laarjumannaka wahjurni maliya.
Kalau kau tidak berhenti dakwah wahai
Ibrahim, aku akan merajammu, melemparmu
dengan batu dan tinggalkanlah aku.
Ayahnya sangat dia cintai. Ternyata
memusuhinya.
Dia harus diusir, harus pergi dari
negerinya yang dia cintai. Kemudian
Allah mengujinya lagi. Dia harus
terpisah dari putranya yang dia
nantikan,
yaitu Ismail Alaih Salam. Ibrahim Alaih
Salam ketika menikah dengan Sarah, dia
menantikan punya anak sampai puluhan
tahun tidak punya anak. Ketika dia
menikah dengan hajat akhirnya punya
anak. Ketika keluar anak yang dia sudah
nantikan puluhan tahun tersebut ternyata
Allah mengharuskan agar dia memisahkan
dirinya dari anaknya. Maka anaknya
diletakkan di lembah yang jauh, yang
kering yang ada di Mekah. Ini ujian yang
sangat pilu. Dia harus meninggalkan
istrinya Hajar di tempat tersebut.
Ketika Hajar bertanya, "Allahu amar,
apakah Allah yang perintahkan engkau?"
Kata dia, "Naam, Allah yang perintahkan
saya untuk meninggalkan engkau istriku
dan anakku di tempat lembah yang kering
ini." Tentunya kalau kita menceritakan
musibah-musibah yang dialami,
ujian-ujian oleh para nabi, maka sangat
banyak. Tetapi kaidah menyatakan semakin
pilu, semakin besar pahala. Ketika
seorang di uji dengan ujian yang sangat
menyakitkan, yang sangat memilukan,
ketahuilah bahwasanya kalau dia sabar,
dia akan meraih kenikmatan yang sangat
indah di alam barzakh maupun di surga
kelak.
Astagfirullah wakumagfiru
inahuahim.
Alhamdulillahi alaniukrullahu
taufiqihi wamtinani ashadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
wa asadu anna muhammadan abduhu rasuluh
ridwan allahumma sholli alaihi waa alihi
wa ashabihi wa ikhwani. Masyiral
muslimin. Berikut ini ada beberapa
doa-doa atau zikir-zikir yang bisa kita
ucapkan ketika kita pertama kali terkena
musibah agar kita kuat terkena musibah
di tatkala hantaman yang pertama.
Meskipun hati ini pilu, meskipun mata
berderai air mata, tapi kita bisa
bersabar. Di antaranya ketika kita
terkena musibah, segera kita ucapkan inn
lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kita
tidak hanya mengucapkannya, tapi kita
merenungkan maknanya. Kita ini hanyalah
milik Allah dan kita semua akan kembali
kepada Allah. terserah Allah mengatur
kita mau diapain. Allah lebih beritahu
tentang maslahat kita. Kita, istri kita,
anak kita, harta kita semuanya milik
Allah. Titipan dari Allah. Kalau Allah
mau ambil kapan saja, terserah Allah
Subhanahu wa taala. Ada saatnya kita
pasti kembali kepada Allah cepat atau
lambat. Maka ketika harta kita hilang
atau orang kesayangan kita hilang
diambil oleh Allah, kita bilang inn
lillahi wa inna ilaihi rojiun. Allah
memuji orang-orang yang bersabar.
musibatun inillahi wa inna ilaihiiunika
al shawatbihimahmah
kata Allah subhanahu wa taala beri kabar
gembira kepada orang-orang yang bersabar
siapa mereka yang ketika terkena musibah
mereka mengatakan inn lillahi wa inna
ilaihi rojiun sebelum mengucapkan yang
lain ucapkan terlebih dahulu innalillah
kita ini milik Allah saya istri saya
anak saya harta saya jabatan saya
semuanya adalah milik Allah. Kalau Allah
mau ambil kapan saja, terserah Allah dan
kita akan kembali kepada Allah.
Di antara zikir yang perlu kita baca
ketika pertama kali terkena musibah
sebagaimana diajarkan oleh Nabi
sallallahu alaihi wasallam, kita
berkata, "Allahumma jurni fi musibati wa
akhlifli khairan minha." Ya Allah,
berilah aku ganjaran pada musibahku ini
dan gantilah dengan yang lebih baik. Ini
musibah. Kalau kita sabar, ganjaran
sangat besar. Bahkan di antara amal
saleh yang paling utama menyebabkan
seorang masuk surga adalah sabar.
Makanya dalam Al-Qur'an banyak Allah
sebutkan ayat-ayat bahwa yang sebab
masuk surga adalah sabar. Seperti firman
Allah Subhanahu wa taala wahum bimaaru
jann wair. Dan Allah memberi ganjaran
kepada mereka karena kesabaran mereka.
Mereka masuk surga dan mereka
menggunakan pakaian dari sutra gara-gara
kesabaran mereka. Allah Subhanahu wa
taala juga berfirman,
"Yujun bimaaru." Mereka itulah
orang-orang yang mendapatkan surga yang
tinggi itu gurfah. Kenapa? Bimaaru
karena kesabaran mereka. Allah juga
sebutkan dalam surat arraad
dan orang-orang yang bersabar karena
mencari wajah Allah. Kemudian setelah
Allah mengatakan lahumar. Bagi mereka
kesudahan tempat tinggal yang indah.
Oleh karenanya kita harus tahu
bahwasanya sabar itu pahalanya besar.
Oleh karenanya
Allah kasih ujian yang paling banyak
adalah kepada para nabi dan para orang
saleh. Maka ketika kita dikasih ujian
ini, kesempatan kita untuk mendapatkan
pahala yang besar dengan syarat kita
bersabar. Maka kita mengatakan,
"Allahumma jurni fi musibati." Ya Allah,
berilah aku pahala di balik musibah ini.
Ingat kaidah semakin pilu, semakin
sakit, semakin perih,
maka semakin besar pahala. Wifli khairan
minha dan digantikan dengan yang lebih
baik. Di antara zikir yang mungkin kita
bisa ucapkan sebagaimana diajarkan oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam, kita
mengatakan, "Alhamdulillahi ala
kullial."
Ya Allah, segala puji bagi Engkau dalam
segala kondisi. Zikir ini fungsinya apa?
Mengingatkan kita bahwasanya di balik
semua musibah pasti ada kesudahan yang
indah. Maka kita memuji Allah. Kita
yakin di balik musibah ini ada suatu
yang indah. Lihatlah Nabi Yakub Alaih
Salam ketika Yusuf hilang kemudian
Benyamin tertuduh mencuri sehingga
ditahan. Kakak mereka paling tua juga
tidak kembali. Maka dia berkata, "Fobrun
jamil asallahuani bihim jamian inahu
alimul hakim." Dia mengatakan saya akan
sabar dengan sabar yang indah itu tidak
mengeluh kepada siapun.
Semoga Allah mengembalikan mereka semua
kepadaku. Kemudian dia tutup
perkataannya dengan berkata, "Innahu
hual alimul hakim." Sesungguhnya Allah
maha mengetahui apa yang dia lakukan.
Alhakim maha bijaksana tentang apa yang
dia putuskan. Maka ketika seorang
bingung apa di balik musibah ini, apa
hikmahnya, cukup dia berkata,
"Alhamdulillah ala kullial." Segala puji
bagi Allah. Pasti ada kebaikan di balik
ini. Entah kita tahu nanti atau tidak
tahu. Sesungguhnya Allah al-Alimul
Hakim. Dia maha berilmu. Dia tahu apa
yang dia lakukan dan dia maha bijaksana.
Dia tahu di balik setiap musibah ada
hikmah yang akan didapatkan oleh sang
hamba. Maka jangan lupa mengucapkan
alhamdulillah ala kulli. Di antara hal
yang membantu kita agar kita bisa
bersabar sebagaimana doa yang disebutkan
oleh Allah yang diucapkan oleh
orang-orang salihin. Allahumma afrik
alainar.
Ya Allah curahkan sabar kepadaku. Afriq
tumpahkan. Aku butuh sabar yang banyak
ya Allah. Curahkan sabar kepadaku.
Ketika pasukan
Taulut melawan Jalut, maka mereka
berdoa, "Rabbana afrik alain shr tawaana
muslimin." Jumlah mereka kecil, harus
melawan pasukan jalut yang sangat
banyak. Maka mereka bertawakal kepada
Allah dengan berdoa, "Ya Rabbana,
Rabbana afriq alaina. Curahkanlah sabar
kepada kami dan wafatkanlah kami dalam
kondisi Islam ya. agar kita bisa sabar.
Demikian juga ketika para penyihir
Firaun yang sudah sadar dan masuk Islam
diancam bunuh, dibunuh oleh Firaun, maka
mereka berkata, "Afriq alaina sabro."
Ya Allah afriq alain sabar waufan
muslimin. Ya Allah curahkanlah sabar
kepada kami dan wafatkanlah Islam.
Adapun tadi pasukan Tulut mereka
berkata,
intinya berdoa
ya Allah curahkanlah sabar kepadaku. Dan
di antara doa yang juga diucapkan
dianjurkan oleh para shihin kita berdoa
Allahumit alaqbi. Ya Allah ikatkanlah
kokokkanlah hatiku. Allah menyatakan
dalam Alquran,
"Mal mukminin." Ya, kata Allah Subhanahu
wa taala terhadap ibunya Nabi Musa.
Ketika Nabi Musa diletakkan
di keranjang untuk selamat dari
kejahatan Firaun, ternyata keranjang
tersebut mampir justru di istana Firaun.
Ternyata Musa dipungut oleh keluarga
Firaun. Ibunya melihat. Kata Allah,
hampir-hampir ibunya teriak, "Itu
putraku, jangan diambil. Kalau dia
teriak, maka ketahuan." Kata Allah,
"Kalau bukan kami ikat hatinya sehingga
dia menjadi sabar."
Demikian juga ketika pemuda Ashabul
Kahfi diinterogasi oleh raja, maka Allah
berkata, "Ya mereka
faquunabusunql."
Mereka diinterogasi, disuruh syirik
kembali. Allah ikat hati mereka dan
mereka tetap tegar mengatakan, "Rabah
wa taala. Kami tidak akan syirik."
Bagaimana mereka bisa tegar? Allah ikat
hati mereka. Maka seorang ketika diuji
berdoa kepada Allah, Allahumarpit
alaqbi. Ya Allah ikatlah hatiku. Semoga
Allah subhanahu wa taala menjadikan kita
orang yang sabar ketika diuji oleh Allah
subhanahu wa taala. Semoga Allah
menganugerahkan kepada kita dengan
kesabaran yang kita lakukan atas
ujian-ujian Allah subhanahu wa taala.
Inallahikatahu
al nabi.