Kitab Asy-Syamail Al-Muhamadiah #13: Sepatu dan Sandal Nabi
LBRH1mQcsmU • 2025-10-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillahi al ihsani wasukrhu alaufiani asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuim wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridw allahumma shi alaihi waa alihi wa ikhwan ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala pada kesempatan kali ini kita lanjutkan pembahasan kita masih tentang ee hal-hal yang terkait dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sifat-sifatnya perangai perangainya ya akhlaknya dan juga ee kegiatan-kegiatan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam keseharian. Pada kesempatan kali ini kita masuk pada bab baru, bab ma jaa fi khufi rasulillah sallallahu alaihi wasallam. Bab ee tentang khuf Rasulullah. Kh ee adalah itu semacam ee pakaian yang dipakai di sepatu yaitu maksudnya ee dipakai di kaki semacam sepatu yang terbuat dari kulit ee kemudian digena di digunakan ya ee oleh seseorang ya. Kalau kita terjemahkan sekarang ee mungkin ee sepatu tapi tidak mirip seperti sepatu sekali karena dia kulit yang kemudian dimasukkan ke dalam kaki dan fungsinya banyak terutama kalau di daerah yang musim dingin ya maka ee khuf sangat berfungsi menghangatkan apa namanya menghangatkan kaki ya juga dipakai dalam perjalanan dalam safar dan yang lainnya ya sehingga dalam perjalanan jauh ya bisa me apa namanya melindungi kaki. dari hal-hal yang bisa mengganggu kaki seperti duri, bebatuan, dan yang lainnya. Maka di sini kita bawakan hadis yang pertama dari Abdullah bin Buraidah radhiallahu anhu eh dari ayahnya Buraidah bin Husaib radhiallahu anhu. Anan najas ahda lin Nabi sallallahu alaihi wasallam khuffaini aswadaini sadajaini eh falabisahuma tawad alaihima. Bahwasanya najasiyi memberi hadiah kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam berupa dua khuf yaitu sepasang khuf aswada ini berwarna hitam. Sadajaini. Sadajini maksudnya dia orisinil yaitu tidak di tidak ada hiasan-hiasannya, tidak ada jahitan-jahitannya ya. Polos kalau bahasa kita polos ya. Polos. Falabisahuma. Kemudian Rasulullah memakainya tawad alaihima. Kemudian Rasul alaihi wasallam berwudu dan mengusap kedua ee khufnya. Yang pertama kita bahas adalah ee najas ya. An-Najasyi adalah gelar yang ee disematkan kepada penguasa Habasyah. Ya, semua penguasa Habasyah namanya An-Najasyi. Sebagaimana semua penguasa Persia namanya Kisra. Dan sebagaimana semua penguasa Romawi dan Syam disebut dengan Qaisar. Qaisar. Adapun Heroklius hanya untuk ee penguasa Syam. hanya untuk penguasa Syam ya. Ee ini ini kemudian ee ini adalah istilah-istilah ya sehingga Najasiyi bukanlah nama tapi dia adalah ee gelar ya. Adapun nama Najasi adalah Ashamah ya. Ashamah. yaitu dengan shad hamzah shad ha mim ya dan ta marbutah ashamah ya ee saya ulangi lagi. Jadi najasiyi adalah bukan nama tapi dia gelar seperti kalau raja Yaman disebut dengan Tubba. Kemudian raja Persia namanya Kisra. Kemudian raja Romawi dan Syam namanya Qaisar. Heroklis juga bukan nama. Dia sekedar gelar juga kepada khusus untuk ee raja Syam. Kemudian Firaun untuk Mesir. Ya, ini lakop-lakop seperti kita sekarang presiden, raja. Adapun nama dari Najasyi adalah Ashamah. Ashamah. Beliau masuk Islam di antara sebabnya karena dakwah dari Jafar bin Abi Thalib ketika berhijrah ke negeri Habasyah atas perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam kemudian melantunkan sebagian surah Maryam kepada Najasyah. Akhirnya Najasyah pun menangis dan akhirnya dengan sebab tersebut dia masuk masuk Islam. Dan bahkan pernah kita jelaskan dalam kajian-kajian yang lain bahwasanya di antara sebab Amr bin Ash radhiallahu anhu masuk Islam karena nasihat dari Najasyi. Najasyi menyuruh Amr bin Ash ya ee yang yang tadinya adalah provokator untuk memprovokasi Najasiyi untuk mengusir para sahabat yang berhijrah ke Habasyah. Akhirnya Najasiyi yang menasihati Amr bin Ash dan sebab Abdul Ashirnya masuk Islam radhiallahu taala anhu dan dia memberikan hadiah kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. disebut dalam sebagian riwayat ya ee ee ya anan najasyi kataba ila Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Najasiyi menulis eh surat kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Inni qod zawajuka imroatan minika. Sesungguhnya aku telah menikahkan engkau dengan seorang wanita dari kaummu, yaitu Najasiyi yang menikahkan Nabi dengan ee Ramlah bin Abu Sufyan. Kita tahu Ramlah binti Abu Sufyan menikah dengan ee Ubaidillah bin Jahsyid. Kemudian sampai di sana Ubaidillah meninggal dunia. Ubaidillah bin Jahsin meninggal dunia. Jadilah Ramlah bintu Abu Sufyan janda. Kemudian akhirnya Rasulullah menikahi Romlah putrinya Abu Sufyan yang Rasulullah mewakilkan kepada Najasyi. Jadi Najasyi yang menikahkan Nabi dengan Romlah binti Abu Sufyan. Ketika Romlah binti Abu Sufyan ee ee masih di yaitu masih di mana? Yaitu Ummu Habibah. Ummu Habibah masih di Habasyah. Maka Najasi nulis surat. Dia mengatakan, "Eh, inni qod zawajtukamatan minmika wahya ala dinika ummu Habibah binti Abi Sufyan. Aku telah menikahkan engkau dengan seorang wanita dari kaummu dan dia berada di atas agamamu, yaitu Ramla Ummu Habibah binti Abi Sufyan." Maka di saat itulah kemudian Nabi telah sah menikah dengan ee Ramlah yaitu Ummu Habibah binti bintu Abu Sufyan. Kemudian najasi berkata, "Wa ahdaituka hadiyatan jamiatan." Dan aku berikan kepada engkau hadiah dan aku berikan kepada engkau hadiah berupa kamis, baju, wasarawil, dan celana wahafan. yaitu ee ada yang mengatakan maknanya adalah pakaian yang dipakai di atas kepala ya pyalisah ya. Kemudian khufain sadajain dan aku juga berikan kepada engkau ee dua khuf yang polos. Dua khuf yang polos ya. Dua khuf yang yang polos ya. Ini ternyata hadiah dari ee apa namanya? Najasyi. Dan sepaket sepaket hadiah ya. Di antaranya qamis, di antaranya celana, di antaranya tayyalisah, kemudian di antaranya kedua khuf yang dipakai oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Nabi sallallahu alaihi wasallam pun memakainya. Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam pun mengusap di atasnya ketika berwudu. Yaitu sebagaimana kita dalam bahasan fikih boleh seorang berwudu dengan mengusap dua khuf tanpa harus melepaskan keduanya. Jadi tidak perlu membuka khuf kemudian mencuci kaki. Enggak perlu ya. cukup mengusap khuf sebagai pengganti cuci kedua kaki. Tentunya dengan syarat yang telah dijelaskan oleh ee para ulama dalam buku-buku fikih. Ee jadi di sini disebut dengan dua khuf yang berwarna hitam ya. Rasulullah pernah pakai sepatu atau khuf warna hitam. Sad sadza jaini yaitu polos. Tidak ada jahitan-jahitannya dan tidak ada pahat-pahatannya. Karena kulit mungkin dipahat-pahat, dipahat, dihiasi-hiasi tapi ini polos. Dan Rasul Wasallam menggunakannya Rasul menggunakannya. Dan ini dalil bahwasanya Rasulullah menerima hadiah dari para raja. Wallahuam. Apakah Najasiyi ketika itu sudah muslim atau masih Nasran Nasrani? Wallahuam ba. Tapi demikianlah Nabi menerima hadiah yang diberikan oleh orang bahkan dari orang e kafir baik baik raja maupun non raja. Seperti Rasul sahu alaih wasallam menerima hadiah dari muqauukis. di antaranya hadiah berupa ee apa namanya? Amariah alqibtiyah ya. Dikasih budak yang kemudian digaul oleh Nabi sampai punya anak Ibrahim. Itu hadiah dari Muqauqis. Demikian juga dapat hadiah dari An-Najasyi ya. Dan juga Rasul sahu alaihi wasallam dapat hadiah dari misalnya wanita Yahudia yang kasih hadiah berupa kambing yang ternyata dikasih racun. Dan intinya Rasulull sahu alaihi wasallam adalah orang yang menerima hadiah. Ya, di antaranya hadiah dari Raja An-Najasyi. Yang jadi pelatihan ke sini bahwasanya Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menggunakan ee khuf berwarna hitam dan polos ya. Dan Rasulullah memakainya berwudu kemudian mengusapnya. Hadis berikutnya an Abi Ishaq an Sya'bi qala q Mughirah bin Sybah ah dihyatulin Nabi sallallahu alaihi wasallam khufaini falabisahuma. bahwasanya Dihyah bin Khalifah Alkalbi, salah seorang sahabat yang mulia radhiallahu taala anhu ee memberikan hadiah kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam berupa dua ee khuf. Maka Rasul sahu al wasallam pun memakai kedua khuf tersebut. Ya, ini di antara akhlak Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kalau beliau diberi hadiah, maka beliau berusaha menggunakannya untuk menyenangkan sang pemberi hadiah. Ya, untuk menggunakan sang pemberi hadiah. Oleh karenanya kalau ee apa namanya? Ee kalau kita tidak bisa menerima hadiah, kita jelaskan alasannya agar tidak mengecewakan sang memberi hadiah. Seperti ketika Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sedang ihram atau ada seorang sahabat yang menghadiahkan himar wahsyi ya dia tangkap untuk Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Rasulullah tidak bisa terima. Kata Rasul Sallahu Alaihi Wasallam, "Saya bukan tidak mau terima, tapi inna hurum. Kami sedang berihram dan orang ihram tidak boleh makan dari hewan buruan." Jadi, Rasulullah menolak hadiah karena ada alasan. Ya, kalau maka seorang boleh saja misalnya dikasih baju, bilang, "Baju ini saya tidak bisa pakai karena mungkin kekecilan atau baju ini tidak pas di kampung saya, mending kau berikan orang lain yang bisa lebih bermanfaat." Maka tidak jadi masalah. Ee tidak jadi masalah ya. ee maka agar orang tersebut ketika kita tolak hadinya pun mengerti. Ee dan kalau kita terima, kita usahakan menggunakannya agar dia dapat pahala karena kita pakai apa yang telah dia berikan kepada kita hadiah. Yang kedua, agar dia senang. Dan di antara amal saleh adalah menyenangkan orang lain. Ya, menyenangkan orang lain. Rasul sahu alaihi wasallam orang yang tidak menolak hadiah. Bahkan kalau ee diundang dengan hanya diundang untuk makan kikil ee atau kaki kambing Rasul Sallahu Alaihi Wasallam pun akan datang jika memang tidak ada halangan bagi Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka Dihya Alkalbi seorang sahabat yang mulia yang terkenal tampan dan sering ee malaikat Jibril kalau datang dalam bentuk manusia sering menjelma menjadi Dihyah alkalbi. Dihya Alkalbi. Ya, kalau datang tiba-tiba Aisyah melihat Dihya Alkalbi ngobrol sama Nabi secara berdekatan, ini berarti malaikat Jibril ya. Ya, karena Jibril alaihi salam kalau jadi manusia menjelma jadi manusia sering dalam bentuk dihya alkalbi waqala Jabir an Amir datang dalam sebagian riwayat tambahan wubbatan falabisahuma hatta takarqa hattaq la yadri Nabi sallallahu alaihi wasallamakiun huma amla ya ee dalam riwayat yang lain ee tambahan bahwasanya juga dihya memberikan hadiah berupa jubah itu kamis maka Maka Rasulullah memakai keduanya, memakai ee khuf dan juga memakai jubah. Hatta takarraqa sampai robek ya. Ada yang mengatakan sampai keduanya robek. Keduanya ini maksudnya dua khufnya robek. Ada yang mengatakan maksudnya jubahnya robek atau ee ee jubah dan khufnya robek ya. La yadri. Nabi tidak tahu apakah ini ee khufnya dibuat dari hewan yang disembelih secara syari ataukah tidak. ya. Takun maksudnya hewan di sebelah syarat-syar. Kita tahu kalau kita ingin punya kulit yang disamak, maka kita ee menyembelih hewan dengan syari kemudian ee kulitnya kita ee samak. Nah, kalau bangkai bagaimana? Ya, bangkai ee apa namanya? Bisa disamak ya. Kemudian setelah disamak kemudian menjadi suci. Dan Rasulullah tidak tahu apakah ini dari kulit hewan yang disembelih dengan syari ataukah dari kulit bangkai yang disamak. Rasulullah tidak tahu. Akan tetapi tambahan ini tambahan yang lemah sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama. Intinya ee dalam ee hadis ini bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam memakai sesuatu ya dia pakai terus selama bisa bermanfaat beliau pakai sampai dalam tadi tambahan sampai kedua sepatunya ee robek atau sampai ee jubahnya sudah robek tidak bisa dipakai. Yakni ini menunjukkan Rasulull sallahu alaihi wasallam memakainya. Memakai sampai terus lama bisa dipakai ya sampai akhirnya robek sudah tidak bisa dipakai lagi. Tib. Adapun ee mengenai mengusap khuf tentu masalah fikih tidak tidak akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Bukan itu tujuan kita. Ee kita bahas bab berikutnya. Bab ma jaa fi na'li rasulillah sallallahu alaihi wasallam. bab tentang ee sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ee kita tahu sendal dan sepatu ya hukumnya adalah pakaian dan hukumnya adalah boleh ya dan kita boleh pakai sendal-modal apapun, pakai sepatu apapun yang penting ee sesuai dengan aturan berpakaian. Jangan syuhrah ya, jangan tasyabuh dengan orang kafir ya. Jangan terlalu israh berlebihan ya. Tapi hukumnya pakai sendal model apapun boleh, sepatu apapun Bu tidak jadi masalah. Ini bukan perkara taabudiah, bukan perkara ibadah. Ibadahnya kita pakai sendal. Sendalnya terserah. Sendalnya terserah ya. Ee pakai sepatu disunahkan sepatunya apa? Terserah. sepatutnya terserah sesuai dengan adat masing-masing. Nanti akan kita jelaskan di akhir ee tentang bagaimana Utsman menyelisihi ee Nabi dan Abu Bakar dan Umar dalam segi model sendal. Utsman punya cara sendal yang berbeda dengan Nabi dan Abu Bakar dan Umar. Menunjukkan bahwasanya perkara model sendal bukanlah ibadah. Yang ibadahnya artinya pakai sendal. Pakai sendal untuk menjaga kaki insyaallah bernilai ee adat yang bernilai ibadah. Tib kita bahas ee bahwasanya memakai sendal ya ee adalah kebiasaan para nabi ya. Karena sendal dibutuhkan apalagi zaman dahulu berjalan di atas gunung-gunung di tanah yang tidak tidak rata ya maka sendal dibutuhkan. Makanya ketika Nabi Musa alaihi salam naik ke Bukit Tursina untuk bertemu dengan Allah, Allah mengatakan, "Fakla alaika innaka biladil muqadas." Kata Allah, "Wahai Musa, bukalah kedua sandalmu. Sesungguhnya kau sedang berada di ee tanah yang suci." Menunjukkan Nabi Musa alaihi salam pakai pakai sendal. Ya, pakai sendal. Dan demikian juga Rasulull sallahu alaihi wasallam juga pakai pakai sendal. Tib. Hadis pertama terkait hal ini. Anqotadah qala dari Qotadah radhiallahu rahimahullah. Beliau berkata, "Qullu Anas bin Malik." Aku berkata, aku bertanya kepada Anas bin Malik radhiallahu anhu. Kaifa na rasulillah sallallahu alaihi wasallam? Bagaimana e sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam? Q lahuma qibalan. Maka Rasulullah mengatakan eh Anas mengatakan sendal Nabi itu kibalan ada dua. Dua kibalnya. Kibal itu mungkin kalau kalau saya gambarkan ya. Ini ini jari ya, jempol misalnya. Kemudian ada jari manis ya misalnya jari ya ini kaki misalnya ya. Kemudian dari ya kibalan itu dia ee berdasarkan dijelaskan oleh sebagian ulama yaitu Rasulullah ada pasang sesuatu di sini ya. Kemudian ada tali sama antara jari manis dan setelahnya. Jadi di sini tali nanti dari sini ditarik tali ya. Nah nanti baru ada ee tali seperti ini ya. Ya, ini namanya kibal. Ini namanya kibal. Dua kibal namanya kibal. Jadi ada dua kibal sama ibal ya. Dia juga ada talinya ya. Ah ini namanya syirraq. Yang ini namanya syirok. Asyiroq di tali sendal ya. Jadi kibalan. Jadi Rasulullah seperti itu kira-kira ee ee apa namanya? Memiliki dua dua kibal ya. Saya bacakan perkataan Ibnu Hajar Asqalani. Alqibal huzimam alladzi yuqadu fihi asyas sas alladzi yakunu bain isb rajul. Dan dalam muhadzab disebut ee eh disebut bahwasanya eh kana lin Rasulullah sallallahu alaihi wasallamani ahadahuma baina ibam wa ibamini waliha. Rasulullah punya dua tali di sendal. Yang pertama diletakkan di antara jari ee jempol dan jari telunjuk kaki. Ya. Kemudian ee wallati taliha wadal akar bainal wustalya. Kemudian yang tengah di antara jari tengah dan manis. Ini jari ini antara antara tengah dan manis. Ini antara jempol. antara jempol dan telunjuk ya. Itu ikat talinya di situ. Dari situ ya eh wajir all wajidami kemudian kedua tali ini, kedua tali ini satu dan dua dikumpulkan pada satu tali namanya syiraq ya disebut dengan apa? Asyiraq. Itulah syiraq. Itu kira-kira gambaran tentang sandal Nabi sallallahu alaihi wasallam. persisnya seperti apa kita tidak tahu. Tapi ada tali dari dua ee arah kemudian dikumpulkan pada tali di belakang itu namanya syir ya. Kemudian ee dalam hadis berikutnya an ibn Abbas radhiallahu taala ee anhuma ya ee kata Nabi Ibnu Abbas beliau berkata kana lin rasul sahu al wasallam kibalani masniun syirokhuma ya ee adalah sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam memiliki dua kibal. Kemudian masniyun sirokhuma. Masniyun ada yang mengatakan musabbat dikokohkan diikat ya syirakhuma ya. Ini ada yang mengatakan maksudnya keduanya diikat pada syirqnya ya. Ya, syiroknya matniun syiraquhuma. Yaitu keduanya diikat pada ee syiraknya seperti yang kita jelaskan. Wallahuam bisawab. Ya, ini di antara ee makna ee hadis yang kita bacakan ya. Tib. Hadis berikutnya dari Isa bin Thahman. Q akina Anas bin Malik naini jardawaini lahuma qibalani. Ya, suatu hari ee Anas bin Malik mengeluarkan dua sendal ya kepada kami yang disifati dengan jardawaini ya. Jardaini yaitu maksudnya jardawaini sudah tidak ada ee rambutnya sama sekali ya. Karena kita tahu sendal dibuat dari ee mungkin kulit ee sapi atau kulit kambing dan biasanya masih ada sisa-sisa sisa-sisa rambutnya. Tetapi ini kedua sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam benar-benar sudah tidak ada rambutnya sama sekali. Se makud mengatakan maksudnya sudah terlalu lama ya sudah terlalu lama ya. Yaitu kata alkhattabi a khaliqaini sudah lama ya. Kemudian eh lahuma qibalan punya dua kibal tadi dua tali di depan. Qahadit ba'du anas. Setelah itu Thasabit Albunani yang merupakan muridnya Anas dia menyampaikan kepadaku anahuma na Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi Anas ketika mengeluarkan sendal, Anas tidak bilang ini sendalnya Nabi. Cuma dia keluar ada sendal modelnya sudah sudah sendal lama dan kulitnya sudah sama sekali enggak ada ee bulunya sama tidak rambut tidak ada rambut atau bulu bulu kambing atau bulu sapi sama sekali tidak ada bulu kambingnya sama sekali menunjukkan sudah lama. Setelah itu albunani yang muridnya Anas menyampaikan yang di yang Anas keluarkan itu adalah kanatain Nabi sallallahu alaihi wasallam. itu adalah sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Dan para sahabat dahulu mereka suka menyimpan ee benda-benda yang milik Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya. Ya, mereka senang menyimpan ya kalau ada sendal seperti Anas bin Malik, Anas simpan ini sendal ini dulu pembantu Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Ee ee kemudian juga sebagian sahabat menyimpan rambut Nabi sallallahu alaihi wasallam ya. Ee kemudian ee apa yang ditinggalkan oleh Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah dari ee sahabat kemudian mungkin masih dilanjutkan oleh yang lain. Cuma kata para ulama cuma dua kemungkinan kalau apa yang ditinggalkan oleh Nabi tinggalkan oleh Nabi seperti sendal atau ada rambut Nabi sallallahu alaihi wasallam maka cuma dua kemungkinan. Pertama, sahabat tersebut menguburkan dirinya dengan barang tersebut. Ya, seperti telah valid dari sebagian sahabat ada dia menguburkan dirinya dengan sesuatu yang merupakan sisa dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua adalah apa yang didengar oleh Nabi tersebut kemudian lama-lama pun sirna karena ditelan waktu. Ya, kalau ada tentunya orang-orang salihin akan memperebutkannya. Dan kita tahu berjalan dengan zaman waktu kemudian e ratusan tahun kemudian belum lagi peperangan seperti ketika Tatar Mongol menyerang Baghdad maka banyak ee peninggalan-peninggalan yang dirusak oleh mereka ya ee banyak ya ya sehingga tidak lagi tersisa ya sekarang sudah 1400 tahun lewat ya. Maka kalau ada yang mengaku ini adalah rambut Nabi atau ini adalah ee sendal Nabi atau ini adalah pedang Nabi, ya maka kita bilang mana dalilnya? Kita tidak benarkan kecuali ada dalilnya. Saya pernah lihat ada sendal Nabi. Sendal besar sekali di gambar sendal Nabi besar ini yang raksasa yang pakai. Kalau Nabi ukurannya maksudnya fisiknya seperti kita maksudnya seperti orang Arab biasa bukan sandalnya besar sekali. Menunjukkan ini kebohongan. Ya, sampai saya lihat ada yang bilang ini tongkat Nabi Musa. Ini adalah Nabi ininya Nabi Musa. Bahkan bukan nabi. Bahkan Nabi Musa yang ribuan tahun lagi sebelumnya mereka ngaku ini peninggalan Nabi Musa. Ini semua pengakuan ee tidak bisa kita benarkan kecuali ada dalilnya seperti rambut. Ada yang ngakunya rambut Nabi sallallahu alaihi wasam. Mana dalilnya? Harus ada sanadnya. Benarkah rambut Nabi sampai-sampai panjang apakah benar? Kalau karena benar maka kita boleh bertabaruk dengan rambut tersebut karena Nabi sendiri memang sengaja membagi rambutnya. Tapi apakah benar itu rambat rambut Nabi sallallahu alaihi wasallam? Ya, kalau enggak ada dalilnya maka kita bilang hukumnya hukum asalnya adalah bukan rambut Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dan sampai sekarang ya belum kita temukan ada orang yang mengatakan ini sendal Nabi atau ini pedang Nabi atau ini rambut Nabi dengan sanad yang jelas bahwasanya benar-benar rambut ini ee berasal dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Karena para sahabat sangat senang kalau ada rambut mereka. Rambutnya mereka akan berusaha menyimpannya ya. Sebagian dalam ee dan mereka bisa bahagia bisa menyimpan sisa rambut Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dari Ibnu Sirin dia berkata, "Qultu li abidah." Aku berkata kepada Abidah. Ibnu Sirin tabiin. Ibnu Sirin berkata, "Indana min sya'ri Nabi sallallahu alaihi wasallam asabnahu min qibali anas." Kata Ibnu Sirin, "Kami punya rambut Nabi, kami dapatkan dari Anas bin Malik." Warisan dari Anas bin Malik. A min kibali ahli Anas atau dari keluarga Anas bin Malik. Faqala kata Abidah, "Launa indratun minhu ahabbu iladunya wha." "Kalau saya punya satu helai rambut dari Nabi sallallahu alaihi wasallam, lebih saya sukai daripada dunia seisinya." Ya. Ee ini menunjukkan bahwasanya dulu memang ada sisa-sisa rambut sedikit di zaman tabiin ya sudah tinggal sedikit dan sebagian orang memilikinya ya. Tetapi ber dengan waktu yang berjalan panjang ya, maka sekarang tidak ada sanad yang sahih yang menukil ee sisa-sisa sendal Nabi atau tongkat Nabi atau ee apa namanya ee tungku Nabi atau bejana Nabi. Maka ini tidak ada dalilnya sampai sekarang. Seperti yang beredar ada baju perang Nabi dan macam-macamnya ya. Maka ini ee butuh dalil ya. Tib. Kemudian kita lanjutkan. An Ubaid bin Juraij ya annahu qala li Ibnu Umar roaituka. Dia berkata kepada Ibnu Umar radhiallahu anhuma. Roaitukalbasunal sibtiyah. Ya, aku melihat engkau ee memakai sendal ee sibtiah siiah. Ya, ada yang mengatakan ee maksudnya adalah sandal yang terbuat dari kulit yang madbughah yaitu di samak. Ya, ada yang mengatakan bahwasanya sendal siftiah yaitu sendal yang sudah hilang rambutnya sama sekali menunjukkan sudah lama ya. Ee ada khilaf di kalangan para ulama. Tapi intinya bahwasanya sendal kulit. Sendal kulit. Sendal kulit ya. Ee kemudian qala eh kata Anas ini roit Rasul sahu al wasam yalbasun allati laisa fiha sya'run. Maksudnya ini bertanya kan Ibnu Umar kok suka pakai sendal seperti itu? Maka dia mengatakan, "Aku melihat Rasul Sallahu Alaih Wasallam menggunakan sendal yang tidak ada rambutnya sama sekali. Fa dan Rasulullah eh berwudu eh di atas sendal tersebut." Faana uhibbu anbasaha. Maka aku suka memakai sendal tersebut. Ya, ini datang dari hadis yang panjang. Hadis ini saya bacakan hadis panjangnya yaitu pertanyaan eh Ubaid bin Juraij kepada Abdullah bin Umar. Dia berkata, "Ya Abu Abdurrahman wahai Abu Abdah Umar, aku melihat engkau melakukan empat perkara yang aku tidak melihat sahabat lain melakukannya." Apa saja ya? Apa saja wahai Ubaid bin Juramani? Aku melihat engkau ketika tawaf tidak mengusap kecuali dua rukun Yamani. Yaitu rukun rukun Yamani sama Hajar Aswad. Karena Ka'bah ada dua, rukun Yamani sama rukun Syamiin. Yamani maksudnya mengarah ke selatan. Mengarah ke selatan yaitu mengarah ke kota Yaman. Adapun Syamiahin itu mengarah ke negeri Syam, ke utara ke kota Madinah ke negeri Syam. Maka disebut ruknani Syamiain. Yaitu kalau kita Ka'bah ee misalnya begini ya. Kalau ini ini adalah ini adalah selatan, ini adalah utara, maka ini ini adalah Syamiain ya. Ini ini misalnya ee rukun Yamani ini adalah rukun Hajar Aswad. Kedua-duanya disebut dengan Yam Yamani ini. Adapun yang ini Syami. Ini juga Syami. Kenapa? karena ke arah ke negeri Syam, ke arah utara. Dan Ibnu Umar radhiallahu anhu ketika dia tawaf, dia cuma mengusap rukun Yamani sama ee Hajar Aswad. Ya. Kemudian yang kedua roitukalbasunal sifti. Aku melihat engkau pakai sendal sifti. Tadi sifti ada yang mengatakan maksudnya eh di samak atau eh kulit yang tidak ada rambutnya sama sekali. Yang ketiga, aku lihat kau eh apa namanya? ee menggunakan warna ya untuk warna ee jenggot atau warna dengan atau pakaian dengan sufrah ya dengan e pakai warna kuning ya mungkin rambut mungkin yaitu ahlas ahlas hilalamilla anta yaumwah ya aku melihat ketika kau di Makkah orang-orang mereka ee berihlal ketika melihat hilal adapun engkau tidak berihlal kecuali ee hari tarwiyah. Ya, ini ada empat pertanyaan ya. Maka Ibnu Umar menjawab, "Ya, adapun aku mengusap dua rukun ya ee karena aku tidak melihat Nabi kecuali mengusap dua rukun tersebut." Ya. Ee kemudian ketika bertanya tentang sendal dia mengatakan, "Wa aman ni al sibtiyah." Adapun sendal sibtiah, aku melihat Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menggunakan sendal yang tidak ada rambut padanya, tidak ada bulu sama sekali. Rasulullah berwudu dengan sendal tersebut dan aku suka pakai. Adapun sisanya aku melihat Rasulullah ee ee sabok itu menyemir menyemir dengan warna ee kuning atau dengan sufrah dengan ee tumbuhan tertentu ya. Karena aku melihat Nabi melakukannya maka aku suka melakukannya. Waamal ihlal. Adapun ihlal aku tidak melihat Rasulull sallahu alaihi wasallam ee tidak berilal yaitu mengucapkan labbaik Allahumma labbaik hatta tanbaita bihi rahilatu sampai kecuali ee tunggangannya sudah tegak Rasulullah naik baru kemudian Rasulullah berihlal bab di sini kita lihat ternyata Ibnu Umar radhiallahu anhu ketika pakai sendal dia bukan sesuai hawa nafsunya atau karena hobinya atau karena kesenangannya tetapi Ibnu Umar menggunakan sendal tersebut Ya, karena mengikuti Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam suka pakai sendal seperti itu. Maka Ibnu Umar pun pakai sendal seperti itu. Ya. Sampai Ibnu Umar suka mencontohi Nabi. Nafi pernah berkata karena Ibnu Umar selalu mengikuti Nabi. Kata Nafi, "La roita Umar yatbaar Rasulullahi wasallam laqul h majnun." Kalau kau lihat Ibnu Umar selalu mengikuti ee asar-asar Nabi ya, ke mana Nabi ke situ, dia ikut ke sini, kau akan bilang dia orang gila. Yang menunjukkan cintanya Ibnu Umar kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ya, cintanya Nabi sallallahu alaihi was cintanya Ibnu Umar kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam sehingga dia mengikuti Rasul sahu alaihi wasallam dalam segala hal bahkan dalam perkara-perkara tradisi sampai Rasulull sahu alaihi wasallam pernah mampir situ dia ikut mampir Rasulullah pernah buang air situ. Dia pernah buang air kecil di situ. Situ Rasulullah daerah situ Rasulull sahu alaihi wasallam pernah lakukan, dia pun ikut ya Tib. Eh intinya ee sibtiah wallahuam biswab ya itu adalah sendal yang tidak ada ee rambutnya sama sekali atau sendal yang sudah lama sehingga rambutnya sudah hilang ya. Tib dalam satu hadis ya, datang satu hadis eh dari Basyir bin Khasiyah dia berkata, "Baina ana amsi fil maqabir ketika aku berjalan di kuburan yunadi, aku sedang pakai dua sendal." Tiba-tiba ada seorang lelaki memanggil dari belakangku ya si ya atau siini ya. Wahai e pengguna dua sendal siiah maika. Jika kau sedang berada di sini di arah kuburan maka lepaskanlah dua sendalu. Ya, ini di antara kalimat siiah ya. ee ada yang mengatakan Rasulullah suruh lepaskan karena ee apa namanya? Dalam rangka menghormati sang penghuni kubur. Ya. Ya. Karena dalam hadis ya karena ee telah datang dalam hadis Rasulullah berkata inal mayit yasma wall. Sesungguhnya mayat mendengar langkah sendal mereka jika mereka meninggalkannya. Ya, ini menunjukkan bahwasanya boleh pakai sendal di kuburan ya. Ee demikian juga ee Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam juga salat pakai sendal ya. Ee kalau boleh masuk masjid pakai sendal tentu kata mereka ke kuburan juga boleh pakai sendal ya. Tapi hati-hati ya seorang tidak pakai sendal kecuali ada keperluan ya. Kata Ibnu Hajar, bisa jadi maksudnya Rasulullah larang dalam rangka memuliakan sang mayit sebagaimana ada larangan untuk duduk di atas kuburan. Ya. Ee dan bukan karena jenis sendal siftiah, tapi sendal secara umum. Rasulullah nyebutkan sifiyah karena kebetulan orang tersebut sedang memakai sendal tersebut. Ya, wallahuam. Tapi intinya kalau bisa tidak pakai sendal lebih baik. Kalau pakai ada keperluan maka tidak meng seperti pecek atau ada duri dan berusaha tidak berjalan di atas kuburan, tapi di pinggiran ee tapi tetapi tidak sampai derajat haram. Wallahuam bisawab. Kita lanjutkan hadis berikutnya dari Abu Hurairah radhiallahu anhu. Beliau berkata, "Kana lina Rasul sahu alaihi wasallam kibalan." Ini sudah kita jelaskan tadi bahwasanya Rasulull sahu alaihi wasallam ee punya sendal dua kibal ya. Ya. Dua kibal. Kemudian juga ee sudah kita jelaskan. Kemudian juga hadis berikutnya dari Amr bin Hurait radhiallahu anhu yaakul roitu rasul sahu alaihi wasallam yusoli fi na'laini maksufataini. Aku melihat Nabi sallallahu alaihi wasallam salat di atas dua sendal makhsufataini. Sendal makhsufah yaitu dari dua kulit. Dua kulit dibuat bentuk sendal kemudian ditumpuk kemudian dijahit. Maksufan maksudnya dijahitin. Dijahitin kanan kiri sehingga sendalnya agak tebal ya. ada sendal yang tipis, ada sandal yang tebal. Mungkin dari dua kulit atau beberapa kulit dijahit. Dijahit sehingga sendal ini lebih kuat ya. Kemudian untuk injak misalnya injak jalan batu-batu lebih lebih kuat ya. Dan zahirnya Rasul sahu alaihi wasallam sendiri yang menjahit ee sendalnya. Sebagai dalam hadis Aisyah menceritakan eh waksifu naahu ya waksifu na'lahu adalah Nabi sallallahu alaihi wasallam ee menjahit sendal sendalnya sendiri. Itu apa namanya? Eh ya beliau menjahit sendalnya senjal sendiri seperti kata Aisyah Nabi sallallahu alaihi wasallamahu Rasul wasallam jahit bajunya sendiri kalau ada robekahu dan dia mengkhasaf yaitu tadi membuat dua dari dua kulit kemudian dijahit ya ee faudal wahu dan dia mengambil air sendiri ya maka ini menunjukkan ee boleh memakai sendal dari yang dalam bentuk maksufatain dan ini menunjukkan sendal Nabi ada yang begitu ada yang tidak begitu Ya, ada yang modelnya makhsufah, ada yang tidak mak makhsufah. Dan ini dalil juga bahwasanya Rasul alaihi wasallam salat ya pakai sendal ya. Dan tentunya ini berlaku di zaman ketika itu di zaman Nabi di mana masjid berupa tanah ya atau pasir sehingga tidak mengapa pakai sendal dan pasir punya sifat untuk membersihkan. Makanya Rasulullah mengatakan jika seorang pakai khuf atau pakai sendal kemudian sebelum masuk masjid dia lihat ada kotoran atau tidak. Kalau ada kotoran maka dia gesek, dia bersihkan dengan tanah tersebut baru dia masuk masuk masjid. Ya. Ya. Seb dalam hadis juga ee Rasulull sahu alaihi wasallam salat di tengah salat tiba-tiba Rasulull sahu alaihi wasallam buka sendalnya. Dua sendal beliau buka. Orang-orang lihat Nabi buka sendalnya mereka juga ikut buka sendal. Setelah selesai salat Rasulullah tanya, "Lima khalaqtum niakum?" Kenapa kalian lepaskan sendal kalian? Mereka berkata, "Ya Rasulullah, roainaka kh't fakalna. Kami lihat engkau buka sendalu, kami juga ikutan." Maka nabi berkata, "Inna Jibril atani faakbar khan." Tadi Jibril datang kepadaku menjelaskan bahwasanya pada dua sendalku ada najis, maka aku lepas. Adapun sekarang salat tidak boleh pakai sendal. Terutama misalnya di lantai yang kalau ada kotoran maka bau apalagi karpet ya ee maka tidak pakai sendal lagi. Adapun kalau masjid masih berupa tanah seperti di sebagian tempat masih ada masjid berupa tanah saya dengar di di Yaman masih ada atau di sebagian daerah masih ada ya. Maka tidak mengapa pakai sendal sebagaimana ee sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Tib hadis berikutnya an abhiallahu anhu rasulullah sallallahu alaihi wasallam dari Abu Hurairah bahwasanya ras wasam bersabda ahadukum wahidahiluma jamianfihima jamian janganlah salah seorang dari kalian memakai sendal satu saja hendaknya dia pakai sendal dua-dua kakinya dua-dua pakai sendal atau dia lepas dua-duanya atau dia lepas dua-duanya ini di antara adab dalam menggunakan sendal adapun kenapa Rasul Sallahu Alaihi Wasallam melarang pakai satu sendal saja, maka ada khilaf di kalangan para ulama yang mengatakan itu setan. Setan kalau pakai sendal cuma satu kaki saja. Ya, dalam sebagian riwayat disebutkan setan yamsyi bina wahidah binlin wahidah. Setan jalan dengan satu sendal. Kok setan begitu, Ustaz? Ya, setan hobinya begitu. Hobinya tinggal di ee ke WC, hobinya jalan satu ee sendal. Hobinya minum tangan kiri, makan tangan kiri. Ya, setan hobinya hobinya ganggu manusia. Ya, sama seperti lalat suka yang bawa-bawa itu lalat memang begitu hobinya. Maka jangan tiru setan. Jangan tiru setan. Kemudian juga ada yang mengatakan bahwasanya ee menggunakan sendal satu ini ee menimbulkan ee pemandangan yang tidak baik ya. Menyebabkan syuhrah. Semua orang jadi perhatian lihat lihat dia kalau jalan pakai satu satu sendal. Ya, ini pendapat dan kita dilarang untuk menggunakan atau memakai suatu yang syuhrah menimbulkan menarik perhatian. Di antaranya orang pakai sendal satu saja enggak enggak baik. Kemudian juga di antaranya mengatakan dilarang karena ini ee menunjukkan ketidakadilan. Sebagaimana rasul sahu alaihi wasallam melarang seorang bernaung di bawah matahari sebagian tubuhnya. Kalau panas-panasan sekalian atau bernaungan seluruhnya. Adapun sebahan-sbain enggak. Karena ada mengatakan tidak adil kepada sebagian tubuh. Sendal juga demikian. Kalau satu pakai, satu enggak. satunya kemungkinan ee terkena gangguan, terkena duri, maka seorang adil bahkan kepada tubuhnya ee sendiri. Bahkan kepada tubuhnya sendiri. Kemudian sebagian ulama ee mengikutkan ee dalam hal ini kata mereka demikian juga tidak boleh seorang berjalan misalnya satunya di gini satunya kebuka satunya tertutup ya. Ini jadi enggak enggak adil ya atau tidak baik ya dilihat ya. Atau kalau pakai rida satunya pakai satunya lepas satunya kebuka, satunya tertutup satunya kebuka ya. Kecuali kalau ketika umrah ya. Tapi kalau tidak pakaian sehari-hari gak pakai dua-dua ya. Atau pakai satu khuf satunya satunya tidak. Ini juga sama enggak boleh. Atau satunya pakai khuf satunya pakai sendal itu juga tidak boleh ya. Bahkan kalau kita lagi sendal sendal kita terpisah satu di sini kemudian 3 m sana sendal kita jangan kita pakai satu baru kita jalan menuju ke 3 m ke sendal satunya lepas saja pakai atau kita ambil yang sana baru kita pakai dua-duanya ya. Pakai dua-duanya. Seorang berusaha menjalankan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Dari Jabir hadis berikutnya Nabi sallallahu alaihi wasallam nahani wahidah. Jabir berkata, "Nabi sahu wasam melarang untuk makan dengan tangan kiri dan berjalan dengan satu sendal sebagaimana telah lalu. Kemudian juga dari Abu Hurai Radallahu Nabi sallallahu alaihi wasallam ahukumda bilamin." Ini adab ketika menggunakan sendal atau melepaskan sendal. Kata Nabi, "Jika salah seorang dari kalian pakai sendal mulailah dengan kaki kanan. Wa naza falda bimal. Kalau dia lepas kiri dulu. Falakun awaluma tunal wa akirahuma tunza. Jadilah sendal kanan yang pertama kali dipakai dan yang paling terakhir dilepas. Pertama kali dipakai sendal kanan, yang paling terakhir dilepas juga sendal kanan. Kita banyak kita kalau pakai sendal tangan kaki kanan baru kaki kiri. Tapi kalau lepas juga kanan dulu baru kiri. Jangan. Sekarang kita rubah. Kita biasakan kalau pakai sendal kanan dulu baru kiri. Kalau lepas kiri dulu baru kanan. Jadi kanan ini yang pertama kali dipakai dan kanan yang pertama kali di dilepas. Maka kalau kita menjalankan demikian, kita dapat pahala karena kita menjalankan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam ini perkara sepele. Tapi inilah kehidupan keseharian kita. Ketika kita pakai sendal pun kita ingat Nabi sallallahu alaihi wasallam. Bahwasanya kita sengaja melepas sendal dengan ee dengan kaki kiri dulu baru kaki kanan karena sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kita pakai sendal kaki kanan dulu baru kiri karena sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kemudian juga dari Aisyah radhiallahu taala anha hadis berikutnya wasam dari Aisyah beliau berkata Rasul wasam suka untuk memulai dengan yang kanan terlebih dahulu semampu beliau dalam sisi rambut dalam makai sendal dalam bersuci jadi kalau kita punya rambut kanan dulu baru kiri dalam mandi juga kita kanan dulu baru kiri berwudu tangan kanan dulu baru tangan kiri kaki kanan kaki kiri dan juga pakai sendal pakai sendal kaki kanan dulu baru kaki kiri Ya. Kemudian hadis berikutnya ini hadis terakhir dalam pembahasan kita dari Abu Hurairah radhiallahu anhu kana lina Rasulullah alaihi wasallam qibalani wa Abi Bakrin wa Umar adalah eh Rasulullah sahu alaihi wasallam dan Abu Bakar dan Umar punya sendal dengan dua kibal ya tadi sudah kita jelaskan. Waalu aq aqdatan wahidanal aqdan wahidan Utsman. Dan yang pertama kali punya satu simpul saja cuma Utsman ya. Cuma Utsman. Jadi kedua mungkin Utsman satu kemudian talinya dua ya. Wallahualam ya. Ee wallahualam. Mungkin begini ya mungkin ee ee seperti yang kita pakai sekarang misalnya e misalnya di sini baru talinya di begini e atau Iya. Atau begini ya. Ini kalau ini jempol ya. Wallahualam. Mungkin begini bisa jadi ya. Jadi satu ya atau seperti tadi bisa jadi dua begini talinya. Wallah alam. Intinya yang pertama kali cuma satu simpulnya. Beda dengan Nabi. Nabi sallallahu alaihi wasallam dua simpul dan Abu Bakar dan Umar. Adapun ee jadi Nabi dua simpul, adapun Utsman satu simpul ya. Ee dan ini dalil bahwasanya pakai sendal ya adalah perkara tradisi. Perkara tradisi maka tidak mengapa pakai model yang berbeda selama yang sunahnya adalah pakai sendal. Sunahnya pakai sendal untuk menjaga kaki menjaga. Jadi sunahnya pakai sendal dua-dua bukan satu ya. Tapi model sendal ini perkara duniawi yang bermanfaat buat kaki yang lebih menjaga kaki yang lebih nyaman ketika seorang menggunakan hukum duniawi. Bahkan tidak harus seperti bentuk sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam bisab. Demikian saja disampaikan. Wabillahi fidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Resume
Requeue
Categories