Transcript
LBRH1mQcsmU • Kitab Asy-Syamail Al-Muhamadiah #13: Sepatu dan Sandal Nabi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2603_LBRH1mQcsmU.txt
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi al ihsani wasukrhu
alaufiani asadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalahuim
wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridw
allahumma shi alaihi waa alihi wa ikhwan
ee ikhwan dan akhwat yang dirahmati
Allah subhanahu wa taala pada kesempatan
kali ini kita lanjutkan pembahasan kita
masih tentang ee hal-hal yang terkait
dengan Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam sifat-sifatnya perangai
perangainya ya akhlaknya dan juga ee
kegiatan-kegiatan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam keseharian.
Pada kesempatan kali ini kita masuk pada
bab baru, bab ma jaa fi khufi rasulillah
sallallahu alaihi wasallam. Bab ee
tentang khuf Rasulullah. Kh ee adalah
itu semacam ee pakaian yang dipakai di
sepatu yaitu maksudnya ee dipakai di
kaki semacam sepatu yang terbuat dari
kulit ee kemudian digena di digunakan ya
ee oleh seseorang ya. Kalau kita
terjemahkan sekarang ee mungkin ee
sepatu tapi tidak mirip seperti sepatu
sekali karena dia kulit yang kemudian
dimasukkan ke dalam kaki
dan fungsinya banyak terutama kalau di
daerah yang musim dingin ya maka ee khuf
sangat berfungsi menghangatkan apa
namanya menghangatkan kaki ya juga
dipakai dalam perjalanan dalam safar dan
yang lainnya ya sehingga dalam
perjalanan jauh ya bisa me apa namanya
melindungi kaki. dari hal-hal yang bisa
mengganggu kaki seperti duri, bebatuan,
dan yang lainnya.
Maka di sini kita bawakan hadis yang
pertama dari Abdullah bin Buraidah
radhiallahu anhu eh dari ayahnya
Buraidah bin Husaib radhiallahu anhu.
Anan najas ahda lin Nabi sallallahu
alaihi wasallam khuffaini aswadaini
sadajaini
eh falabisahuma tawad alaihima.
Bahwasanya najasiyi memberi hadiah
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
berupa dua khuf yaitu sepasang khuf
aswada ini berwarna hitam.
Sadajaini. Sadajini maksudnya dia
orisinil yaitu tidak di tidak ada
hiasan-hiasannya, tidak ada
jahitan-jahitannya
ya. Polos kalau bahasa kita polos ya.
Polos. Falabisahuma. Kemudian Rasulullah
memakainya
tawad alaihima. Kemudian Rasul alaihi
wasallam berwudu dan mengusap kedua ee
khufnya.
Yang pertama kita bahas adalah
ee najas ya.
An-Najasyi adalah gelar yang ee
disematkan kepada penguasa Habasyah. Ya,
semua penguasa Habasyah namanya
An-Najasyi. Sebagaimana semua penguasa
Persia namanya Kisra. Dan sebagaimana
semua penguasa Romawi dan Syam disebut
dengan Qaisar.
Qaisar. Adapun Heroklius hanya untuk ee
penguasa Syam. hanya untuk penguasa Syam
ya. Ee
ini ini kemudian ee
ini adalah istilah-istilah ya sehingga
Najasiyi bukanlah nama tapi dia adalah
ee gelar ya.
Adapun nama Najasi adalah Ashamah ya.
Ashamah.
yaitu dengan shad hamzah shad ha mim ya
dan ta marbutah ashamah ya ee
saya ulangi lagi. Jadi najasiyi adalah
bukan nama tapi dia gelar seperti kalau
raja Yaman disebut dengan Tubba.
Kemudian raja Persia namanya Kisra.
Kemudian raja Romawi dan Syam namanya
Qaisar. Heroklis juga bukan nama. Dia
sekedar gelar juga kepada khusus untuk
ee raja Syam. Kemudian Firaun untuk
Mesir. Ya, ini lakop-lakop seperti kita
sekarang presiden, raja. Adapun nama
dari Najasyi adalah Ashamah. Ashamah.
Beliau masuk Islam di antara sebabnya
karena dakwah dari Jafar bin Abi Thalib
ketika berhijrah ke negeri Habasyah atas
perintah Nabi sallallahu alaihi wasallam
kemudian melantunkan sebagian surah
Maryam kepada Najasyah. Akhirnya
Najasyah pun menangis dan akhirnya
dengan sebab tersebut dia masuk masuk
Islam. Dan bahkan pernah kita jelaskan
dalam kajian-kajian yang lain bahwasanya
di antara sebab Amr bin Ash radhiallahu
anhu masuk Islam karena nasihat dari
Najasyi. Najasyi menyuruh Amr bin Ash ya
ee yang yang tadinya adalah provokator
untuk memprovokasi Najasiyi untuk
mengusir para sahabat yang berhijrah ke
Habasyah. Akhirnya Najasiyi yang
menasihati Amr bin Ash dan sebab Abdul
Ashirnya masuk Islam radhiallahu taala
anhu dan dia memberikan hadiah kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam.
disebut dalam sebagian riwayat ya ee
ee
ya anan najasyi
kataba ila Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam. Najasiyi menulis
eh surat kepada
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Inni
qod zawajuka imroatan minika.
Sesungguhnya aku telah menikahkan engkau
dengan seorang wanita dari kaummu, yaitu
Najasiyi yang menikahkan Nabi dengan
ee Ramlah bin Abu Sufyan. Kita tahu
Ramlah binti Abu Sufyan
menikah dengan ee Ubaidillah bin
Jahsyid.
Kemudian
sampai di sana Ubaidillah meninggal
dunia. Ubaidillah bin Jahsin meninggal
dunia. Jadilah Ramlah bintu Abu Sufyan
janda. Kemudian akhirnya Rasulullah
menikahi Romlah putrinya Abu Sufyan yang
Rasulullah mewakilkan kepada Najasyi.
Jadi Najasyi yang menikahkan Nabi dengan
Romlah binti Abu Sufyan. Ketika Romlah
binti Abu Sufyan ee
ee masih di yaitu masih di mana? Yaitu
Ummu Habibah. Ummu Habibah masih di
Habasyah. Maka Najasi nulis surat. Dia
mengatakan, "Eh, inni qod zawajtukamatan
minmika wahya ala dinika ummu Habibah
binti Abi Sufyan. Aku telah menikahkan
engkau dengan seorang wanita dari kaummu
dan dia berada di atas agamamu, yaitu
Ramla Ummu Habibah binti Abi Sufyan."
Maka di saat itulah kemudian Nabi telah
sah menikah dengan ee Ramlah yaitu Ummu
Habibah binti bintu Abu Sufyan. Kemudian
najasi berkata, "Wa ahdaituka hadiyatan
jamiatan."
Dan aku berikan kepada engkau hadiah
dan aku berikan kepada engkau hadiah
berupa kamis, baju, wasarawil, dan
celana wahafan. yaitu ee ada yang
mengatakan maknanya adalah pakaian yang
dipakai di atas kepala ya
pyalisah ya. Kemudian khufain sadajain
dan aku juga berikan kepada engkau ee
dua khuf yang polos. Dua khuf yang polos
ya. Dua khuf yang yang polos ya. Ini
ternyata hadiah dari ee apa namanya?
Najasyi. Dan sepaket
sepaket hadiah ya. Di antaranya qamis,
di antaranya celana, di antaranya
tayyalisah, kemudian di antaranya kedua
khuf yang dipakai oleh Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Maka Nabi sallallahu
alaihi wasallam pun memakainya.
Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam pun mengusap di atasnya ketika
berwudu. Yaitu sebagaimana kita dalam
bahasan fikih boleh seorang berwudu
dengan mengusap dua khuf tanpa harus
melepaskan keduanya. Jadi tidak perlu
membuka khuf kemudian mencuci kaki.
Enggak perlu ya. cukup mengusap khuf
sebagai pengganti cuci kedua kaki.
Tentunya dengan syarat yang telah
dijelaskan oleh ee para ulama dalam
buku-buku fikih.
Ee
jadi di sini disebut dengan dua khuf
yang berwarna hitam ya. Rasulullah
pernah pakai sepatu atau khuf warna
hitam. Sad
sadza jaini yaitu polos. Tidak ada
jahitan-jahitannya dan tidak ada
pahat-pahatannya. Karena kulit mungkin
dipahat-pahat, dipahat, dihiasi-hiasi
tapi ini polos. Dan Rasul Wasallam
menggunakannya Rasul menggunakannya. Dan
ini dalil bahwasanya Rasulullah menerima
hadiah dari para raja. Wallahuam. Apakah
Najasiyi ketika itu sudah muslim atau
masih Nasran Nasrani? Wallahuam ba. Tapi
demikianlah Nabi menerima hadiah yang
diberikan oleh orang bahkan dari orang e
kafir baik baik raja maupun non raja.
Seperti Rasul sahu alaih wasallam
menerima hadiah dari muqauukis.
di antaranya hadiah berupa ee apa
namanya? Amariah alqibtiyah ya. Dikasih
budak yang kemudian digaul oleh Nabi
sampai punya anak Ibrahim. Itu hadiah
dari Muqauqis. Demikian juga dapat
hadiah dari An-Najasyi ya. Dan juga
Rasul sahu alaihi wasallam dapat hadiah
dari misalnya wanita Yahudia yang kasih
hadiah berupa kambing yang ternyata
dikasih racun. Dan intinya Rasulull sahu
alaihi wasallam adalah orang yang
menerima hadiah. Ya, di antaranya hadiah
dari Raja An-Najasyi. Yang jadi
pelatihan ke sini bahwasanya Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam menggunakan ee
khuf berwarna hitam dan polos ya. Dan
Rasulullah memakainya berwudu kemudian
mengusapnya. Hadis berikutnya an Abi
Ishaq an Sya'bi qala q Mughirah bin
Sybah ah dihyatulin Nabi sallallahu
alaihi wasallam khufaini falabisahuma.
bahwasanya Dihyah bin Khalifah Alkalbi,
salah seorang sahabat yang mulia
radhiallahu taala anhu ee memberikan
hadiah kepada Nabi sallallahu alaihi
wasallam berupa dua ee khuf. Maka Rasul
sahu al wasallam pun memakai kedua khuf
tersebut. Ya, ini di antara akhlak Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Kalau beliau
diberi hadiah, maka beliau berusaha
menggunakannya untuk menyenangkan sang
pemberi hadiah. Ya, untuk menggunakan
sang pemberi hadiah. Oleh karenanya
kalau ee apa namanya? Ee kalau kita
tidak bisa menerima hadiah, kita
jelaskan alasannya agar tidak
mengecewakan sang memberi hadiah.
Seperti ketika Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam sedang ihram atau ada
seorang sahabat yang menghadiahkan himar
wahsyi ya dia tangkap untuk Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Maka
Rasulullah tidak bisa terima. Kata Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam, "Saya bukan
tidak mau terima, tapi inna hurum. Kami
sedang berihram dan orang ihram tidak
boleh makan dari hewan buruan." Jadi,
Rasulullah menolak hadiah karena ada
alasan. Ya, kalau maka seorang boleh
saja misalnya dikasih baju, bilang,
"Baju ini saya tidak bisa pakai karena
mungkin kekecilan atau baju ini tidak
pas di kampung saya, mending kau berikan
orang lain yang bisa lebih bermanfaat."
Maka tidak jadi masalah. Ee tidak jadi
masalah ya. ee maka agar orang tersebut
ketika kita tolak hadinya pun mengerti.
Ee dan kalau kita terima, kita usahakan
menggunakannya agar dia dapat pahala
karena kita pakai apa yang telah dia
berikan kepada kita hadiah. Yang kedua,
agar dia senang. Dan di antara amal
saleh adalah menyenangkan orang lain.
Ya, menyenangkan orang lain. Rasul sahu
alaihi wasallam orang yang tidak menolak
hadiah. Bahkan kalau ee diundang dengan
hanya diundang untuk makan kikil ee atau
kaki kambing Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam pun akan datang jika memang
tidak ada halangan bagi Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Maka Dihya Alkalbi seorang sahabat yang
mulia yang terkenal tampan dan sering ee
malaikat Jibril kalau datang dalam
bentuk manusia sering menjelma menjadi
Dihyah alkalbi. Dihya Alkalbi. Ya, kalau
datang tiba-tiba Aisyah melihat Dihya
Alkalbi ngobrol sama Nabi secara
berdekatan, ini berarti malaikat Jibril
ya. Ya, karena Jibril alaihi salam kalau
jadi manusia menjelma jadi manusia
sering dalam bentuk dihya alkalbi waqala
Jabir an Amir datang dalam sebagian
riwayat tambahan wubbatan falabisahuma
hatta takarqa hattaq la yadri Nabi
sallallahu alaihi wasallamakiun
huma amla ya ee dalam riwayat yang lain
ee tambahan bahwasanya juga dihya
memberikan hadiah berupa jubah itu kamis
maka Maka Rasulullah memakai keduanya,
memakai ee khuf dan juga memakai jubah.
Hatta takarraqa sampai robek ya. Ada
yang mengatakan sampai keduanya robek.
Keduanya ini maksudnya dua khufnya
robek. Ada yang mengatakan maksudnya
jubahnya robek atau ee ee jubah dan
khufnya robek ya. La yadri. Nabi tidak
tahu apakah ini ee
khufnya dibuat dari hewan yang
disembelih secara syari ataukah tidak.
ya. Takun maksudnya hewan di sebelah
syarat-syar. Kita tahu kalau kita ingin
punya kulit yang disamak, maka kita ee
menyembelih hewan dengan syari kemudian
ee kulitnya kita ee samak. Nah, kalau
bangkai bagaimana? Ya, bangkai ee apa
namanya? Bisa disamak ya. Kemudian
setelah disamak kemudian menjadi suci.
Dan Rasulullah tidak tahu apakah ini
dari kulit hewan yang disembelih dengan
syari ataukah dari kulit bangkai yang
disamak. Rasulullah tidak tahu. Akan
tetapi tambahan ini tambahan yang lemah
sebagaimana yang dijelaskan oleh para
ulama.
Intinya ee dalam ee hadis ini bahwasanya
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
memakai sesuatu ya dia pakai terus
selama bisa bermanfaat beliau pakai
sampai dalam tadi tambahan sampai kedua
sepatunya ee robek atau sampai ee
jubahnya sudah robek tidak bisa dipakai.
Yakni ini menunjukkan Rasulull sallahu
alaihi wasallam memakainya. Memakai
sampai terus lama bisa dipakai ya sampai
akhirnya robek sudah tidak bisa dipakai
lagi.
Tib. Adapun ee mengenai mengusap khuf
tentu masalah fikih tidak tidak akan
kita bahas pada kesempatan kali ini.
Bukan itu tujuan kita. Ee kita bahas bab
berikutnya. Bab ma jaa fi na'li
rasulillah sallallahu alaihi wasallam.
bab tentang ee sendal Nabi sallallahu
alaihi wasallam.
Ee kita tahu sendal dan sepatu ya
hukumnya adalah pakaian dan hukumnya
adalah boleh ya dan kita boleh pakai
sendal-modal apapun, pakai sepatu apapun
yang penting ee sesuai dengan aturan
berpakaian. Jangan syuhrah ya,
jangan tasyabuh dengan orang kafir ya.
Jangan terlalu israh berlebihan ya. Tapi
hukumnya pakai sendal model apapun
boleh, sepatu apapun Bu tidak jadi
masalah. Ini bukan perkara taabudiah,
bukan perkara ibadah. Ibadahnya kita
pakai sendal. Sendalnya terserah.
Sendalnya terserah ya. Ee pakai sepatu
disunahkan sepatunya apa? Terserah.
sepatutnya terserah sesuai dengan adat
masing-masing. Nanti akan kita jelaskan
di akhir ee tentang bagaimana Utsman
menyelisihi
ee Nabi dan Abu Bakar dan Umar dalam
segi model sendal. Utsman punya cara
sendal yang berbeda dengan Nabi dan Abu
Bakar dan Umar. Menunjukkan bahwasanya
perkara model sendal bukanlah ibadah.
Yang ibadahnya artinya pakai sendal.
Pakai sendal untuk menjaga kaki
insyaallah bernilai ee adat yang
bernilai ibadah.
Tib kita bahas
ee bahwasanya memakai sendal ya ee
adalah kebiasaan para nabi ya. Karena
sendal dibutuhkan apalagi zaman dahulu
berjalan di atas gunung-gunung di tanah
yang tidak tidak rata ya maka sendal
dibutuhkan. Makanya ketika Nabi Musa
alaihi salam naik ke Bukit Tursina untuk
bertemu dengan Allah, Allah mengatakan,
"Fakla alaika innaka biladil muqadas."
Kata Allah, "Wahai Musa, bukalah kedua
sandalmu. Sesungguhnya kau sedang berada
di ee tanah yang suci." Menunjukkan Nabi
Musa alaihi salam pakai pakai sendal.
Ya, pakai sendal. Dan demikian juga
Rasulull sallahu alaihi wasallam juga
pakai pakai sendal.
Tib. Hadis pertama terkait hal ini.
Anqotadah qala dari Qotadah radhiallahu
rahimahullah. Beliau berkata, "Qullu
Anas bin Malik." Aku berkata, aku
bertanya kepada Anas bin Malik
radhiallahu anhu. Kaifa na rasulillah
sallallahu alaihi wasallam? Bagaimana e
sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Q lahuma qibalan. Maka Rasulullah
mengatakan eh Anas mengatakan sendal
Nabi itu kibalan ada dua. Dua kibalnya.
Kibal itu mungkin kalau
kalau saya gambarkan ya. Ini ini jari
ya, jempol misalnya. Kemudian ada
jari manis ya misalnya jari
ya ini kaki misalnya ya.
Kemudian dari
ya
kibalan itu dia ee berdasarkan
dijelaskan oleh sebagian ulama yaitu
Rasulullah ada pasang sesuatu di sini
ya. Kemudian ada tali sama antara jari
manis dan setelahnya. Jadi di sini
tali nanti dari sini ditarik tali
ya. Nah nanti baru ada ee tali seperti
ini ya.
Ya, ini namanya kibal. Ini namanya
kibal. Dua kibal namanya kibal.
Jadi ada dua kibal sama ibal ya. Dia
juga ada talinya ya. Ah ini namanya
syirraq. Yang ini namanya syirok.
Asyiroq di tali sendal ya. Jadi kibalan.
Jadi Rasulullah seperti itu kira-kira ee
ee apa namanya? Memiliki dua dua kibal
ya. Saya bacakan perkataan Ibnu Hajar
Asqalani. Alqibal huzimam alladzi yuqadu
fihi asyas sas
alladzi yakunu bain isb rajul.
Dan dalam muhadzab disebut ee
eh disebut bahwasanya eh kana lin
Rasulullah sallallahu alaihi wasallamani
ahadahuma baina ibam wa ibamini waliha.
Rasulullah punya dua tali di sendal.
Yang pertama diletakkan di antara jari
ee jempol
dan jari telunjuk kaki. Ya. Kemudian ee
wallati taliha wadal akar bainal
wustalya. Kemudian yang tengah di antara
jari tengah dan manis.
Ini jari ini antara
antara tengah dan manis.
Ini antara jempol.
antara jempol dan telunjuk
ya. Itu ikat talinya di situ. Dari situ
ya eh
wajir
all wajidami kemudian kedua tali ini,
kedua tali ini satu dan dua dikumpulkan
pada satu tali namanya syiraq ya disebut
dengan apa? Asyiraq.
Itulah syiraq. Itu kira-kira gambaran
tentang sandal Nabi sallallahu alaihi
wasallam. persisnya seperti apa kita
tidak tahu. Tapi ada tali dari dua ee
arah kemudian dikumpulkan pada tali di
belakang itu namanya syir
ya.
Kemudian ee dalam hadis berikutnya
an ibn Abbas radhiallahu taala ee anhuma
ya
ee kata Nabi Ibnu Abbas beliau berkata
kana lin rasul sahu al wasallam kibalani
masniun syirokhuma ya
ee adalah
sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam
memiliki dua kibal. Kemudian masniyun
sirokhuma. Masniyun ada yang mengatakan
musabbat dikokohkan diikat ya syirakhuma
ya.
Ini ada yang mengatakan maksudnya
keduanya diikat pada syirqnya ya. Ya,
syiroknya matniun syiraquhuma. Yaitu
keduanya diikat pada ee syiraknya
seperti yang kita jelaskan. Wallahuam
bisawab. Ya, ini di antara ee makna ee
hadis yang kita bacakan ya.
Tib. Hadis berikutnya
dari Isa bin Thahman. Q akina Anas bin
Malik naini jardawaini
lahuma qibalani. Ya,
suatu hari ee Anas bin Malik
mengeluarkan dua sendal ya kepada kami
yang disifati dengan jardawaini ya.
Jardaini yaitu maksudnya jardawaini
sudah tidak ada ee rambutnya sama sekali
ya. Karena kita tahu sendal dibuat dari
ee mungkin kulit ee sapi atau kulit
kambing dan biasanya masih ada sisa-sisa
sisa-sisa rambutnya. Tetapi ini kedua
sendal Nabi sallallahu alaihi wasallam
benar-benar sudah tidak ada rambutnya
sama sekali. Se makud mengatakan
maksudnya sudah terlalu lama ya sudah
terlalu lama ya.
Yaitu kata alkhattabi a khaliqaini sudah
lama
ya.
Kemudian eh
lahuma qibalan punya dua kibal tadi dua
tali di depan. Qahadit
ba'du anas. Setelah itu Thasabit
Albunani yang merupakan muridnya Anas
dia menyampaikan kepadaku anahuma
na Nabi sallallahu alaihi wasallam. Jadi
Anas ketika mengeluarkan sendal, Anas
tidak bilang ini sendalnya Nabi. Cuma
dia keluar ada sendal modelnya sudah
sudah sendal lama dan kulitnya sudah
sama sekali enggak ada ee bulunya sama
tidak rambut tidak ada rambut atau bulu
bulu kambing atau bulu sapi sama sekali
tidak ada bulu kambingnya sama sekali
menunjukkan sudah lama. Setelah itu
albunani yang muridnya Anas menyampaikan
yang di yang Anas keluarkan itu adalah
kanatain Nabi sallallahu alaihi
wasallam. itu adalah sendal Nabi
sallallahu alaihi wasallam ya. Dan para
sahabat dahulu
mereka suka menyimpan ee benda-benda
yang milik Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam ya. Ya, mereka senang menyimpan
ya kalau ada sendal seperti Anas bin
Malik, Anas simpan ini sendal ini dulu
pembantu Nabi sallallahu alaihi wasallam
ya. Ee
ee kemudian juga sebagian sahabat
menyimpan rambut Nabi sallallahu alaihi
wasallam ya.
Ee
kemudian ee apa yang ditinggalkan oleh
Nabi sallallahu alaihi wasallam setelah
dari ee sahabat kemudian mungkin masih
dilanjutkan oleh yang lain. Cuma kata
para ulama cuma dua kemungkinan kalau
apa yang ditinggalkan oleh Nabi
tinggalkan oleh Nabi seperti sendal atau
ada rambut Nabi sallallahu alaihi
wasallam maka cuma dua kemungkinan.
Pertama, sahabat tersebut menguburkan
dirinya dengan barang tersebut. Ya,
seperti telah valid dari sebagian
sahabat ada dia menguburkan dirinya
dengan sesuatu yang merupakan sisa dari
Nabi sallallahu alaihi wasallam. Ini
kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua
adalah apa yang didengar oleh Nabi
tersebut kemudian lama-lama pun sirna
karena ditelan waktu. Ya, kalau ada
tentunya orang-orang salihin akan
memperebutkannya. Dan kita tahu berjalan
dengan zaman waktu kemudian e ratusan
tahun kemudian belum lagi peperangan
seperti ketika Tatar Mongol menyerang
Baghdad maka banyak ee
peninggalan-peninggalan yang dirusak
oleh mereka ya ee banyak ya ya sehingga
tidak lagi tersisa ya
sekarang sudah 1400 tahun lewat ya. Maka
kalau ada yang mengaku ini adalah rambut
Nabi atau ini adalah ee sendal Nabi atau
ini adalah pedang Nabi, ya maka kita
bilang mana dalilnya? Kita tidak
benarkan kecuali ada dalilnya. Saya
pernah lihat ada sendal Nabi. Sendal
besar sekali di gambar sendal Nabi besar
ini yang raksasa yang pakai. Kalau Nabi
ukurannya maksudnya fisiknya seperti
kita maksudnya seperti orang Arab biasa
bukan sandalnya besar sekali.
Menunjukkan ini kebohongan. Ya, sampai
saya lihat ada yang bilang ini tongkat
Nabi Musa. Ini adalah Nabi ininya Nabi
Musa. Bahkan bukan nabi. Bahkan Nabi
Musa yang ribuan tahun lagi sebelumnya
mereka ngaku ini peninggalan Nabi Musa.
Ini semua pengakuan ee tidak bisa kita
benarkan kecuali ada dalilnya seperti
rambut. Ada yang ngakunya rambut Nabi
sallallahu alaihi wasam. Mana dalilnya?
Harus ada sanadnya. Benarkah rambut Nabi
sampai-sampai panjang apakah benar?
Kalau karena benar maka kita boleh
bertabaruk dengan rambut tersebut karena
Nabi sendiri memang sengaja membagi
rambutnya. Tapi apakah benar itu rambat
rambut Nabi sallallahu alaihi wasallam?
Ya, kalau enggak ada dalilnya maka kita
bilang hukumnya hukum asalnya adalah
bukan rambut Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dan sampai sekarang ya belum
kita temukan ada orang yang mengatakan
ini sendal Nabi atau ini pedang Nabi
atau ini rambut Nabi dengan sanad yang
jelas bahwasanya benar-benar rambut ini
ee berasal dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam.
Karena para sahabat sangat senang kalau
ada rambut mereka. Rambutnya mereka akan
berusaha menyimpannya ya. Sebagian dalam
ee dan mereka bisa bahagia bisa
menyimpan sisa rambut Nabi sallallahu
alaihi wasallam. Dari Ibnu Sirin dia
berkata, "Qultu li abidah." Aku berkata
kepada Abidah. Ibnu Sirin tabiin. Ibnu
Sirin berkata,
"Indana min sya'ri Nabi sallallahu
alaihi wasallam asabnahu min qibali
anas." Kata Ibnu Sirin, "Kami punya
rambut Nabi, kami dapatkan dari Anas bin
Malik." Warisan dari Anas bin Malik. A
min kibali ahli Anas atau dari keluarga
Anas bin Malik. Faqala kata Abidah,
"Launa indratun minhu ahabbu iladunya
wha." "Kalau saya punya satu helai
rambut dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam, lebih saya sukai daripada
dunia seisinya."
Ya. Ee ini menunjukkan bahwasanya dulu
memang ada sisa-sisa rambut sedikit di
zaman tabiin ya sudah tinggal sedikit
dan sebagian orang memilikinya ya.
Tetapi ber dengan waktu yang berjalan
panjang ya, maka sekarang tidak ada
sanad yang sahih yang menukil ee
sisa-sisa sendal Nabi atau tongkat Nabi
atau ee apa namanya ee
tungku Nabi atau bejana Nabi. Maka ini
tidak ada dalilnya sampai sekarang.
Seperti yang beredar ada baju perang
Nabi dan macam-macamnya ya. Maka ini ee
butuh dalil ya. Tib. Kemudian kita
lanjutkan.
An Ubaid bin Juraij ya
annahu qala li Ibnu Umar
roaituka.
Dia berkata kepada Ibnu Umar radhiallahu
anhuma. Roaitukalbasunal
sibtiyah. Ya,
aku melihat engkau ee memakai sendal ee
sibtiah
siiah. Ya, ada yang mengatakan ee
maksudnya adalah sandal yang terbuat
dari kulit yang madbughah yaitu di
samak. Ya, ada yang mengatakan
bahwasanya sendal siftiah yaitu sendal
yang sudah hilang rambutnya sama sekali
menunjukkan sudah lama ya. Ee ada khilaf
di kalangan para ulama. Tapi intinya
bahwasanya sendal kulit. Sendal kulit.
Sendal kulit ya.
Ee kemudian qala eh kata Anas ini roit
Rasul sahu al wasam yalbasun allati
laisa fiha sya'run. Maksudnya ini
bertanya kan Ibnu Umar kok suka pakai
sendal seperti itu?
Maka dia mengatakan, "Aku melihat Rasul
Sallahu Alaih Wasallam menggunakan
sendal yang tidak ada rambutnya sama
sekali. Fa dan Rasulullah eh berwudu eh
di atas sendal tersebut." Faana uhibbu
anbasaha. Maka aku suka memakai sendal
tersebut. Ya,
ini datang dari hadis yang panjang.
Hadis ini saya bacakan hadis panjangnya
yaitu pertanyaan eh Ubaid bin Juraij
kepada Abdullah bin Umar. Dia berkata,
"Ya Abu Abdurrahman wahai Abu Abdah
Umar,
aku melihat engkau melakukan empat
perkara yang aku tidak melihat sahabat
lain melakukannya."
Apa saja ya? Apa saja wahai Ubaid bin
Juramani?
Aku melihat engkau ketika tawaf tidak
mengusap kecuali dua rukun Yamani. Yaitu
rukun rukun Yamani sama Hajar Aswad.
Karena Ka'bah ada dua, rukun Yamani sama
rukun Syamiin. Yamani maksudnya mengarah
ke selatan. Mengarah ke selatan yaitu
mengarah ke kota Yaman. Adapun Syamiahin
itu mengarah ke negeri Syam, ke utara ke
kota Madinah ke negeri Syam. Maka
disebut ruknani Syamiain. Yaitu kalau
kita Ka'bah
ee misalnya begini
ya. Kalau ini ini adalah ini adalah
selatan, ini adalah utara,
maka ini ini adalah Syamiain ya. Ini ini
misalnya ee rukun Yamani
ini adalah rukun Hajar Aswad.
Kedua-duanya disebut dengan Yam Yamani
ini. Adapun yang ini Syami.
Ini juga Syami.
Kenapa? karena ke arah ke negeri Syam,
ke arah utara. Dan Ibnu Umar radhiallahu
anhu ketika dia tawaf, dia cuma mengusap
rukun Yamani sama ee Hajar Aswad. Ya.
Kemudian yang kedua roitukalbasunal
sifti. Aku melihat engkau pakai sendal
sifti. Tadi sifti ada yang mengatakan
maksudnya eh di samak atau eh kulit yang
tidak ada rambutnya sama sekali. Yang
ketiga,
aku lihat kau eh apa namanya?
ee menggunakan warna ya untuk warna ee
jenggot atau warna dengan atau pakaian
dengan sufrah ya dengan e pakai warna
kuning ya mungkin rambut mungkin yaitu
ahlas ahlas hilalamilla anta yaumwah ya
aku melihat ketika kau di Makkah
orang-orang mereka ee berihlal ketika
melihat hilal adapun engkau tidak
berihlal
kecuali ee hari tarwiyah. Ya, ini ada
empat pertanyaan ya. Maka Ibnu Umar
menjawab, "Ya, adapun aku mengusap dua
rukun ya ee karena aku tidak melihat
Nabi kecuali mengusap dua rukun
tersebut." Ya.
Ee kemudian ketika bertanya tentang
sendal dia mengatakan, "Wa aman ni al
sibtiyah." Adapun sendal sibtiah, aku
melihat Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
menggunakan sendal yang tidak ada rambut
padanya, tidak ada bulu sama sekali.
Rasulullah berwudu dengan sendal
tersebut dan aku suka pakai. Adapun
sisanya aku melihat Rasulullah ee ee
sabok itu menyemir menyemir dengan warna
ee kuning atau dengan sufrah dengan ee
tumbuhan tertentu ya. Karena aku melihat
Nabi melakukannya maka aku suka
melakukannya.
Waamal ihlal. Adapun ihlal aku tidak
melihat Rasulull sallahu alaihi wasallam
ee tidak berilal yaitu mengucapkan
labbaik Allahumma labbaik hatta tanbaita
bihi rahilatu sampai kecuali ee
tunggangannya sudah tegak Rasulullah
naik baru kemudian Rasulullah berihlal
bab di sini kita lihat ternyata Ibnu
Umar radhiallahu anhu ketika pakai
sendal dia bukan sesuai hawa nafsunya
atau karena hobinya atau karena
kesenangannya
tetapi Ibnu Umar menggunakan sendal
tersebut Ya, karena mengikuti Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam. Rasul sahu
alaihi wasallam suka pakai sendal
seperti itu. Maka Ibnu Umar pun pakai
sendal seperti itu. Ya.
Sampai Ibnu Umar suka mencontohi Nabi.
Nafi pernah berkata karena Ibnu Umar
selalu mengikuti Nabi. Kata Nafi, "La
roita Umar yatbaar Rasulullahi wasallam
laqul h majnun." Kalau kau lihat Ibnu
Umar selalu mengikuti ee asar-asar Nabi
ya, ke mana Nabi ke situ, dia ikut ke
sini, kau akan bilang dia orang gila.
Yang menunjukkan cintanya Ibnu Umar
kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Ya, cintanya Nabi sallallahu alaihi was
cintanya Ibnu Umar kepada Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam sehingga dia
mengikuti Rasul sahu alaihi wasallam
dalam segala hal bahkan dalam
perkara-perkara tradisi sampai Rasulull
sahu alaihi wasallam pernah mampir situ
dia ikut mampir Rasulullah pernah buang
air situ. Dia pernah buang air kecil di
situ. Situ Rasulullah daerah situ
Rasulull sahu alaihi wasallam pernah
lakukan, dia pun ikut
ya
Tib. Eh intinya ee
sibtiah wallahuam biswab ya itu adalah
sendal yang tidak ada ee rambutnya sama
sekali atau sendal yang sudah lama
sehingga rambutnya sudah hilang ya.
Tib dalam satu hadis ya, datang satu
hadis
eh dari Basyir bin Khasiyah dia berkata,
"Baina ana amsi fil maqabir ketika aku
berjalan di kuburan
yunadi, aku sedang pakai dua sendal."
Tiba-tiba ada seorang lelaki memanggil
dari belakangku ya
si
ya atau siini ya. Wahai e pengguna dua
sendal siiah
maika.
Jika kau sedang berada di sini di arah
kuburan maka lepaskanlah dua sendalu.
Ya, ini di antara kalimat siiah ya.
ee ada yang mengatakan Rasulullah suruh
lepaskan karena ee
apa namanya? Dalam rangka menghormati
sang penghuni kubur. Ya. Ya. Karena
dalam hadis ya karena ee telah datang
dalam hadis Rasulullah berkata inal
mayit yasma
wall. Sesungguhnya mayat mendengar
langkah sendal mereka jika mereka
meninggalkannya. Ya, ini menunjukkan
bahwasanya boleh pakai sendal di kuburan
ya. Ee
demikian juga ee Rasulull Sallahu Alaihi
Wasallam juga salat pakai sendal ya. Ee
kalau boleh masuk masjid pakai sendal
tentu kata mereka ke kuburan juga boleh
pakai sendal ya. Tapi hati-hati ya
seorang tidak pakai sendal kecuali ada
keperluan ya. Kata Ibnu Hajar, bisa jadi
maksudnya Rasulullah larang dalam rangka
memuliakan sang mayit sebagaimana ada
larangan untuk duduk di atas kuburan.
Ya. Ee dan bukan karena jenis sendal
siftiah, tapi sendal secara umum.
Rasulullah nyebutkan sifiyah karena
kebetulan orang tersebut sedang memakai
sendal tersebut. Ya, wallahuam. Tapi
intinya kalau bisa tidak pakai sendal
lebih baik. Kalau pakai ada keperluan
maka tidak meng seperti pecek atau ada
duri dan berusaha tidak berjalan di atas
kuburan, tapi di pinggiran ee
tapi tetapi tidak sampai derajat haram.
Wallahuam bisawab.
Kita lanjutkan hadis berikutnya
dari Abu Hurairah radhiallahu anhu.
Beliau berkata, "Kana lina Rasul sahu
alaihi wasallam kibalan." Ini sudah kita
jelaskan tadi bahwasanya Rasulull sahu
alaihi wasallam ee punya sendal dua
kibal ya. Ya. Dua kibal. Kemudian juga
ee sudah kita jelaskan. Kemudian juga
hadis berikutnya dari Amr bin Hurait
radhiallahu anhu yaakul roitu rasul sahu
alaihi wasallam yusoli fi na'laini
maksufataini. Aku melihat Nabi
sallallahu alaihi wasallam salat di atas
dua sendal makhsufataini.
Sendal makhsufah yaitu dari dua kulit.
Dua kulit dibuat bentuk sendal kemudian
ditumpuk kemudian dijahit. Maksufan
maksudnya dijahitin. Dijahitin kanan
kiri sehingga sendalnya agak tebal ya.
ada sendal yang tipis, ada sandal yang
tebal. Mungkin dari dua kulit atau
beberapa kulit dijahit. Dijahit sehingga
sendal ini lebih kuat ya. Kemudian untuk
injak misalnya injak jalan batu-batu
lebih lebih kuat ya. Dan zahirnya Rasul
sahu alaihi wasallam sendiri yang
menjahit ee sendalnya. Sebagai dalam
hadis Aisyah menceritakan eh waksifu
naahu ya waksifu na'lahu adalah Nabi
sallallahu alaihi wasallam ee menjahit
sendal sendalnya sendiri. Itu apa
namanya?
Eh ya beliau menjahit sendalnya senjal
sendiri seperti kata Aisyah Nabi
sallallahu alaihi wasallamahu
Rasul wasallam jahit bajunya sendiri
kalau ada robekahu
dan dia mengkhasaf yaitu tadi membuat
dua dari dua kulit kemudian dijahit ya
ee
faudal wahu dan dia mengambil air
sendiri ya maka ini menunjukkan ee boleh
memakai sendal dari yang dalam bentuk
maksufatain dan ini menunjukkan sendal
Nabi ada yang begitu ada yang tidak
begitu Ya, ada yang modelnya makhsufah,
ada yang tidak mak makhsufah.
Dan ini dalil juga bahwasanya Rasul
alaihi wasallam salat ya pakai sendal
ya. Dan tentunya ini berlaku di zaman
ketika itu di zaman Nabi di mana masjid
berupa tanah ya atau pasir sehingga
tidak mengapa pakai sendal dan pasir
punya sifat untuk membersihkan. Makanya
Rasulullah mengatakan jika seorang pakai
khuf atau pakai sendal kemudian sebelum
masuk masjid dia lihat ada kotoran atau
tidak. Kalau ada kotoran maka dia gesek,
dia bersihkan dengan tanah tersebut baru
dia masuk masuk masjid. Ya. Ya. Seb
dalam hadis juga ee Rasulull sahu alaihi
wasallam salat di tengah salat tiba-tiba
Rasulull sahu alaihi wasallam buka
sendalnya. Dua sendal beliau buka.
Orang-orang lihat Nabi buka sendalnya
mereka juga ikut buka sendal. Setelah
selesai salat Rasulullah tanya, "Lima
khalaqtum niakum?" Kenapa kalian
lepaskan sendal kalian? Mereka berkata,
"Ya Rasulullah, roainaka kh't fakalna.
Kami lihat engkau buka sendalu, kami
juga ikutan." Maka nabi berkata, "Inna
Jibril atani faakbar
khan." Tadi Jibril datang kepadaku
menjelaskan bahwasanya pada dua sendalku
ada najis, maka aku lepas.
Adapun sekarang salat tidak boleh pakai
sendal. Terutama misalnya di lantai yang
kalau ada kotoran maka bau apalagi
karpet ya ee maka tidak pakai sendal
lagi. Adapun kalau masjid masih berupa
tanah seperti di sebagian tempat masih
ada masjid berupa tanah saya dengar di
di Yaman masih ada atau di sebagian
daerah masih ada ya. Maka tidak mengapa
pakai sendal sebagaimana ee sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Tib hadis
berikutnya an abhiallahu anhu rasulullah
sallallahu alaihi wasallam
dari Abu Hurairah bahwasanya ras wasam
bersabda ahadukum wahidahiluma
jamianfihima
jamian janganlah salah seorang dari
kalian memakai sendal satu saja
hendaknya dia pakai sendal dua-dua
kakinya dua-dua pakai sendal atau dia
lepas dua-duanya atau dia lepas
dua-duanya ini di antara adab dalam
menggunakan sendal adapun kenapa Rasul
Sallahu Alaihi Wasallam melarang pakai
satu sendal saja, maka ada khilaf di
kalangan para ulama yang mengatakan itu
setan. Setan kalau pakai sendal cuma
satu kaki saja. Ya, dalam sebagian
riwayat disebutkan setan yamsyi bina
wahidah binlin wahidah. Setan jalan
dengan satu sendal. Kok setan begitu,
Ustaz? Ya, setan hobinya begitu. Hobinya
tinggal di ee ke WC, hobinya jalan satu
ee sendal. Hobinya minum tangan kiri,
makan tangan kiri. Ya, setan hobinya
hobinya ganggu manusia. Ya, sama seperti
lalat suka yang bawa-bawa itu lalat
memang begitu hobinya. Maka jangan tiru
setan. Jangan tiru setan.
Kemudian juga ada yang mengatakan
bahwasanya ee menggunakan sendal satu
ini ee
menimbulkan ee pemandangan yang tidak
baik ya. Menyebabkan syuhrah. Semua
orang jadi perhatian lihat lihat dia
kalau jalan pakai satu satu sendal. Ya,
ini pendapat dan kita dilarang untuk
menggunakan atau memakai suatu yang
syuhrah menimbulkan menarik perhatian.
Di antaranya orang pakai sendal satu
saja enggak enggak baik. Kemudian juga
di antaranya mengatakan dilarang karena
ini ee menunjukkan ketidakadilan.
Sebagaimana rasul sahu alaihi wasallam
melarang seorang bernaung di bawah
matahari sebagian tubuhnya. Kalau
panas-panasan sekalian atau bernaungan
seluruhnya. Adapun sebahan-sbain enggak.
Karena ada mengatakan tidak adil kepada
sebagian tubuh. Sendal juga demikian.
Kalau satu pakai, satu enggak. satunya
kemungkinan ee terkena gangguan, terkena
duri, maka seorang adil bahkan kepada
tubuhnya ee sendiri. Bahkan kepada
tubuhnya sendiri.
Kemudian sebagian ulama ee mengikutkan
ee dalam hal ini kata mereka demikian
juga tidak boleh seorang berjalan
misalnya satunya
di gini satunya kebuka satunya tertutup
ya. Ini jadi enggak enggak adil ya atau
tidak baik ya dilihat ya. Atau kalau
pakai rida satunya pakai satunya lepas
satunya kebuka, satunya tertutup satunya
kebuka ya. Kecuali kalau ketika umrah
ya. Tapi kalau tidak pakaian sehari-hari
gak pakai dua-dua ya. Atau pakai satu
khuf satunya satunya tidak. Ini juga
sama enggak boleh. Atau satunya pakai
khuf satunya pakai sendal itu juga tidak
boleh ya. Bahkan kalau kita lagi sendal
sendal kita terpisah
satu di sini kemudian 3 m sana sendal
kita jangan kita pakai satu baru kita
jalan menuju ke 3 m ke sendal satunya
lepas saja pakai atau kita ambil yang
sana baru kita pakai dua-duanya ya.
Pakai dua-duanya. Seorang berusaha
menjalankan sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Dari Jabir hadis berikutnya
Nabi sallallahu alaihi wasallam nahani
wahidah. Jabir berkata, "Nabi sahu wasam
melarang untuk makan dengan tangan kiri
dan berjalan dengan satu sendal
sebagaimana telah lalu. Kemudian juga
dari Abu Hurai Radallahu Nabi sallallahu
alaihi wasallam ahukumda bilamin." Ini
adab ketika menggunakan sendal atau
melepaskan sendal. Kata Nabi, "Jika
salah seorang dari kalian pakai sendal
mulailah dengan kaki kanan. Wa naza
falda bimal. Kalau dia lepas kiri dulu.
Falakun awaluma tunal wa akirahuma
tunza. Jadilah sendal kanan yang pertama
kali dipakai dan yang paling terakhir
dilepas. Pertama kali dipakai sendal
kanan, yang paling terakhir dilepas juga
sendal kanan. Kita banyak kita kalau
pakai sendal tangan kaki kanan baru kaki
kiri. Tapi kalau lepas juga kanan dulu
baru kiri. Jangan. Sekarang kita rubah.
Kita biasakan kalau pakai sendal kanan
dulu baru kiri. Kalau lepas kiri dulu
baru kanan. Jadi kanan ini yang pertama
kali dipakai
dan kanan yang pertama kali di dilepas.
Maka kalau kita menjalankan demikian,
kita dapat pahala karena kita
menjalankan sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam ini perkara sepele. Tapi inilah
kehidupan keseharian kita. Ketika kita
pakai sendal pun kita ingat Nabi
sallallahu alaihi wasallam. Bahwasanya
kita sengaja melepas sendal dengan ee
dengan kaki kiri dulu baru kaki kanan
karena sunah Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Kita pakai sendal kaki kanan
dulu baru kiri karena sunah Nabi
sallallahu alaihi wasallam.
Kemudian juga dari Aisyah radhiallahu
taala anha hadis berikutnya
wasam
dari Aisyah beliau berkata Rasul wasam
suka untuk memulai dengan yang kanan
terlebih dahulu semampu beliau dalam
sisi rambut dalam makai sendal dalam
bersuci jadi kalau kita punya rambut
kanan dulu baru kiri dalam mandi juga
kita kanan dulu baru kiri berwudu tangan
kanan dulu baru tangan kiri kaki kanan
kaki kiri dan juga pakai sendal pakai
sendal kaki kanan dulu baru kaki kiri
Ya.
Kemudian hadis berikutnya
ini hadis terakhir dalam pembahasan kita
dari Abu Hurairah radhiallahu anhu kana
lina Rasulullah alaihi wasallam qibalani
wa Abi Bakrin wa Umar adalah eh
Rasulullah sahu alaihi wasallam dan Abu
Bakar dan Umar punya sendal dengan dua
kibal ya tadi sudah kita jelaskan. Waalu
aq aqdatan wahidanal
aqdan wahidan Utsman. Dan yang pertama
kali punya satu simpul saja cuma Utsman
ya. Cuma Utsman. Jadi kedua mungkin
Utsman satu kemudian talinya dua ya.
Wallahualam ya. Ee wallahualam. Mungkin
begini ya mungkin ee
ee
seperti yang kita pakai sekarang
misalnya e misalnya di sini baru talinya
di begini
e atau
Iya. Atau begini ya.
Ini kalau ini jempol ya.
Wallahualam. Mungkin begini bisa jadi
ya. Jadi satu ya atau seperti tadi bisa
jadi dua begini talinya. Wallah alam.
Intinya yang pertama kali cuma satu
simpulnya. Beda dengan Nabi. Nabi
sallallahu alaihi wasallam dua simpul
dan Abu Bakar dan Umar. Adapun ee jadi
Nabi dua simpul, adapun Utsman satu
simpul ya. Ee
dan ini dalil bahwasanya pakai sendal ya
adalah perkara tradisi. Perkara tradisi
maka tidak mengapa pakai model yang
berbeda selama yang sunahnya adalah
pakai sendal. Sunahnya pakai sendal
untuk menjaga kaki menjaga. Jadi
sunahnya pakai sendal dua-dua bukan satu
ya. Tapi model sendal ini perkara
duniawi yang bermanfaat buat kaki yang
lebih menjaga kaki yang lebih nyaman
ketika seorang menggunakan hukum
duniawi. Bahkan tidak harus seperti
bentuk sendal Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Wallahuam bisab. Demikian saja
disampaikan. Wabillahi fidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.