Kitab Riyadush Shalihin #1.38: Seimbang Dalam Ketaatan (Bagian-2)
l8C2viLlbuc • 2025-10-21
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu
ala taufqihi wamtinanih asadu alla
ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman
lnih wa asadu anna muhammadan abduhuasul
ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala
alihi wa ashabihi wa ikhwanih.
Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah
subhanahu wa taala, kita lanjutkan
pembahasan kita
dari kitab syarah Riyadus Shihin. Dan
kita masuk ee pada hadis berikutnya
masih dalam bab al-iqtisad fil ibadah,
yaitu tentang
sedang dalam beribadah tidak
berlebih-lebihan dan juga tidak
malas-malasan.
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Wni Mas'udin an Nabi
sallallahu alaihi wasallam qari sahabat
Ibnu Mas'ud bahwasanya Nabi sallallahu
alaihi wasallam bersabda,"akal
mutanun qan
rasul sahu alai wasallam bersabda binasa
orang-orang yang berlebih-lebihan.
Rasulullah ulangi sampai tiga kali yaitu
kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Binasa
orang yang berlebih-lebihan.
Binasalah orang yang berlebih-lebihan.
Binasalah orang yang berlebih-lebihan."
Ee adapun almutanatiun,
makna dari almutanatiun yang
berlebih-lebihan maksudnya
almutaammiquun almutasyaddidun yang
berlebih-lebihan. Fi ghairi maudit
tasdid pada perkara yang harusnya tidak
perlu berlebih-lebihan.
Islam adalah ee agama yang sedang ya
yang memerintahkan kita untuk tidak
berlebih-lebihan juga tidak kurang. Ya
Allah mengatakan ya waladalika
ja'alnakum ummatan wasat. Demikianlah
kami jadikan bagi kami jadikan kalian
sebagai umat yang tengah. Maka seorang
jangan tafrid, jangan ifrad. Tafrid
maksudnya malas-malasan,
ifrad juga jangan berlebih-lebihan.
Dan setan dalam menggoda manusia dia
dengan salah satu dari dua cara. Bisa
menjadikan orang bermalas-malasan
dan juga bisa menjadikan orang
berlebih-lebihan.
Biasanya yang berlebih-lebihan setan
goda yaitu orang-orang yang semangat
beribadah. Ini kesempatan bagi setan
untuk membuat mereka berlebih-lebihan
dalam beribadah. Terlalu semangat tanpa
ilmu. Akhirnya terjerumus dalam
berlebih-lebihan.
Adapun orang yang ee tidak semangat
ibadah, maka setan menggoda dia dari
bermalas-malasan.
Maka seorang berusaha di tengah-tengah.
Dan Allah Subhanahu wa taala ya ee
menyebutkan dalam surah Al-Fatihah dan
kita berdoa dengan doa tersebut setiap
hari. Ihdinasiratal mustaqimatalladzina
an'amta alaihim ghairil magdubi alaihim
waladin. Amin. Ya, kita sering berdoa
yaitu, "Ya Allah, tunjukkanlah aku jalan
yang lurus. Tunjukkanlah kami jalan yang
lurus. Jalan orang-orang yang telah Kau
beri nikmat kepada mereka, yaitu jalan
para nabi, para siddiqin, para syuhada,
para salihin. Bukan orang-orang yang kau
murkai itu Yahudi yang mereka
bermalas-malasan
sehingga mereka punya ilmu mereka tidak
kerjakan. Bahkan sampai mereka
menghalalkan banyak perkara yang haram.
Waakhimur riba. Mereka menghalalkan
riba. Mereka menjual ayat-ayat Allah
dengan harga yang murah, fatwa demi
untuk mendapatkan uang. Ya, mereka
rubah-rubah ayat Allah.
Akalun suuh. Mereka makan ee hasil dari
apa namanya? Sogokan ya. J mereka
menggampang-gampangkan ya.
Sebaliknya juga jangan berlebih-lebihan
tanpa ilmu. Waladin seperti orang-orang
nasara yang bersemangat dalam beribadah
sampai tanpa ilmu sampai akhirnya
terjerumus dalam rahbaniah.
Ibtadauha rahbaniah yang mereka
bidahkan, mereka buat-buat sehingga
mereka tidak mau menikah ya, tidak punya
anak, hidup dengan kehidupan yang susah
ya. Ee sehingga semangat pribadi tapi
salah. Bukan itu keinginan Islam. Islam
adalah Islam agama yang tengah. Makanya
Nabi sallallahu alaihi wasallam
bersabda, "Buitu bil hanifiyati samha."
Ya, aku diutus dengan agama yang hanif,
yaitu yang tauhid tapi samha yang mudah,
tidak menyulitkan, tidak juga
menggampang-gampangkan. Tapi di antara
keduanya ya ketika hari Idul Fitri maka
Rasul Sallahu Alaihi Wasallam
menyuruh Aisyah untuk menonton
orang-orang Habasyah yang sedang
bermain-main di masjid, latihan-latihan
perang di masjid. Ee maka Rasulullah
berkata kepada para sahabat, "Litlamal
yahud anna fiina fushah." Agar orang
Yahudi tahu bahwasanya dalam agama kita
ada kelonggaran. Ya, tidak juga Yahudi
dalam sebagian hal kencang.
Dalam sebagian hal kencing terkait orang
wanita haid, mereka kencang banget ya.
Sampai di antara mereka dahulu ada yang
kalau haid terkena baju harus digunting.
Tidak boleh makan bareng bersama wanita
yang sedang haid, tidak boleh tidur
bareng sama wanita yang sedang haid. Ya,
mereka merepotkan diri mereka sendiri.
Ya, ini sebagian mereka seperti masalah
makanan sampai sekarang mereka masih
kencang. Ya, ada kawan saya pernah ke
Amsterdam. Dia kerja di salah satu rumah
sakit milik Yahudi.
Jadi kulkas itu ada kulkas ee milik
Yahudi. Suatu saat ada orang Islam
datang, dia taruh buah atau apa dalam
kulkas gitu, semuanya dibuang.
Dalam isi kulkas dibuang semua karena
telah terkontaminasi dengan makanan dari
luar.
Terlalu berlebihan dia. Tapi kalau
mereka juga misalnya dalam satu meja ini
sebagian mungkin tidak semua tapi
sebagian apa? Yahudi. Kalau ada misalnya
ee ikan sama hewan lain misalnya mungkin
hewan darat sama hewan laut digabung
dalam satu meja sudah tidak boleh ya. E
kalau tidak salah seperti itu. Jadi
ada mereka dalam satu sebagian hal
menggampang-gambangkan dalam sebagian
hal mereka ke kencang berlebih-lebihan.
Ya, makanya ketika ada kawan saya di
Australia, dia kerja sama orang Yahudi,
maka orang Yahudi tersebut kasih hadiah
kepada dia. Teman saya bilang, "Ini
halal atau tidak?" Kata dia, "Kalau kami
halal, kalian pasti halal. Kami lebih
kenceng daripada kalian." Karena orang
Yahudi dalam masalah hal haram, mereka
sangat apa? Ketat. Kadang berlebihan.
Maka Islam di tengah-tengah umatan
wasatan. umat yang tengah tidak
menggampang-gampangkan dan juga tidak
berlebih-lebihan. Maka Rasul mengatakan,
"Halakal mutanatiun." Celaka orang yang
berlebih-leh. Saya katakan setan punya
kata Ibnu Qayyim punya cara dua
menggoda. Menggoda dengan cara
bermalas-malasan, tafrid atau menggoda
dengan ifrad berlebih-lebihan.
Dan biasanya berlebih-lebihan dimulai
dari hal sepele. Namun bertambah,
bertambah, bertambah sampai akhirnya
kita lihat madahirul ghulu banyak ee
bentuk-bentuk berlebihan yang kita lihat
sekarang. Dahulu ketika Nabi sallallahu
alaihi wasallam haji, maka Rasul sahu
alaihi wasallam menyuruh Ibnu Abbas
untuk mengambil memungut kerikil untuk
lempar jamarat.
Maka diambillah oleh Ibnu Abbas dengan
kerikil yang tidak besar dan tidak
kecil, sedang yang bisa digunakan untuk
mengutik. Maka Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam ketika berjalan meninggalkan
Muzdalifah menuju Mina, Rasulullah
dikasih batu kerikil oleh Ibnu Abbas.
Lalu Rasulullah letakkan di tangan
beliau. Kemudian beliau angkat, beliau
tunjukkan kepada para sahabat. Kata
Rasulullah, bimli haulu, hendaknya
kalian cari kerikil yang seukuran
seperti ini dan lemparlah jamarat dengan
kerikil seukuran seperti ini. Waakum wal
gulu. Kemudian kata Nabi, "Hati-hatilah
dengan sikap berlebih-lebihan, yaitu
jangan sampai ambil batu yang gede-gede.
Fa inama ahlaka manana qoblakumul
ghulu." Karena yang telah membinasakan
umat-umat sebelum kalian adalah sikap
berlebih-lebihan.
Khawatir ngambil batu gede, lempar
kepala orang. Ya, ada yang lempar ee
jamarat pakai sendal. Ada lempar saya
marah-marah. Gara-gara kamu saya
cerikkan istri saya. Ya, jadi ngamuk ya.
Ya, dahulu ngeri. Kalau sudah sekarang
alhamdulillah jamaratmu dulu cuma sumur
satu tiang sehingga kalau terlalu kuat
bisa lempar bisa kena sebelah. Dulu
ngeri ya. Sekarang alhamdulillah
setannya tambah gede. Jadi maksudnya
sumurnya tambah gede sehingga ada batu
sehingga tidak akan kena sebelah. Ya,
dulu orang lempar dengan kadang batu
ramai lempar sekali, batu banyak lempar
sekali, ada yang lempar batu gede, ada
yang lempar dengan selain batu. Maka ini
semua adalah bentuk alhulu. Kemudian
berlebih-lebihan dalam banyak hal. Dalam
berbicara terlalu berlebih-lebihan,
dalam mensifati suatu terlalu
berlebih-lebihan. Perkaranya sepele tapi
dia besar-besarin seakan-akan perkara
yang sangat dahsyat. Padahal biasa saja
ya. Kemudian ee dalam masalah akidah
juga berlebih-lebihan ya. Oleh karenanya
sikap berlebih-bi tidak tidak
diperbolehkan. Cinta kepada Nabi kalau
berlebihan sehingga melewati batas juga
tidak boleh. Ya. Ya. Mengatakan sampai
Nabi pada derajat ketuhanan ya seperti
mengatakan eh wa inna min judikad dunya
wataha wamin ulumika ilmuhi walqalami.
Di antara kedermawanan engkau wahai
Rasulullah adalah dunia dan akhirat. Dan
di antara ilmumu wahai Nabi adalah ilmu
lauhil mahfud. Tentu ini berlebihan
seandainya itu ditujukan kepada Allah.
Benar. Kalau kita ganti di antara
kedermawanan Engkau ya Allah adalah
dunia dan akhirat. Benar atau tidak
benar? Dan di antara ilmumu adalah ilmu
gaib, ilmu lauhil mahfud. Benar atau
tidak? Benar. Tapi ketika dipasang
kepada Nabi berlebihan. Makanya ketika
ada seorang memuji Nabi, "Wafina nabi
yamu fiadin." di antara di tengah-tengah
kita ada seorang nabi tahu masa depan.
Maka Rasulullah marah. Kata Rasulullah,
"Pujilah sesuai dengan yang jangan
jangan sampai berlebih-lebihan ya."
Karena Rasulullah tidak tahu apa yang
terjadi besok ya.
sampai akhirnya sekarang lihat bagaimana
Nabi keluar dari kuburan, jalan-jalan ke
Surabaya
hadiri acara-acara mereka berdiri
menyambut Nabi, dilihat oleh orang ada
gurunya ngelihat Nabi lewat macam-macam
ya. Berlebih-lebihan.
Berlebih-lebihan nanti. Berlebih-lebihan
bukan pada Nabi juga, pada orang saleh.
Berlebih-lebihan ya. Ya. Ada mbahnya
bisa matikan api neraka. Subhanallah.
Ya, lagi di kuburan di sebelah ada orang
lagi disiksa. Akhirnya malaikat munkar
nakir ditegur. Berhenti dong, jangan
siksa dia. Saya terganggu lagi zikir di
kuburan. Akhirnya masalah cerita
macam-macam ya. Ada yang bilang kalau
Allah ingin kirim azab harus izin dulu
sama kasih tahu dulu wali tersebut.
Bilihan
sampai ada wali-wali lomba terbang.
Sampai ada yang terbang kemudian atap
rumah pecah. Ini superman atau wali
maksudnya?
Ini agama berlebih-lebihan.
Berlebih-lebihan ya. Berlebih-lebihan.
Akhirnya orang dimasukkan dalam dunia
khurafat ya. Ada pintu langsung tembus
ke Makkah, ada sumur langsung tembus ke
Zamzam. Masyaallah, Indonesia ini luar
biasa ya. Ada yang ke Makkah, ada yang
ke Zamzam.
Saya pernah pergi ke suatu tempat di
areal kuburan, ada tiga gentong.
Orang-orang datang akhirnya
diusap-usapkan ke anaknya. Saya bilang,
"Ini apa ya air gentong sampai
lumut-lumutan?" Ini air gentong nyambung
ke ke Makkah ke Zamzam. Subhanallah.
Dan itu di Indonesia begitu banyak. Itu
satu ya. Ada lagi di satu kota meyakini
bahwasanya mereka namakan apa? Ada batu
yang kalau tawaf tujuh kali doanya
dikabulkan. Ada yang mengatin airnya
nyambung sampai ke zamzam.
main dari Indonesia sampai ke Makkah
luar biasa itu kalau proyek itu lumayan
itu
tak ada boleh belihan enggak masuk akal
tapi orang percaya kalau sudah bicara
akidah logis enggak logis orang percaya
di Madinah saja untuk ngambil air zamzam
ke Masjid Nabawi pakai pakai truk pakai
trek maulan itu isi apa isi air tapi isi
apa trek itu kayak Pertamina itu yang
bawa iya tangki air itu di Madinah ini
Indonesia enggak perlu pakai truk
langsung ada saluran. Ini semua sikap
berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan tidak
baik dalam berbicara mensikapi seorang
berlebih kepada orang saleh, kepada guru
juga berlebih-lebihan. Ya,
berlebih-lebihan.
Ada orang curhat sama saya, "Ustaz, saya
mau
bisa enggak ketemu Ustaz Fulan? Saya mau
ada diskusi, ada mau sampaikan masalah."
Oh, kamu enggak gampang seperti itu.
Dulu sahabat aja mau cari hadis jalan
sebulan,
bolak-balik 2 bulan. Kamu enak aja mau
ketemu ustaz kalau subhanallah
seakan-akan ustaznya ahli hadis ya. Mau
ketemu dia harus jalan sebulan ini apa
berlebihan ya. Kalau ada kesempatan
waktu apa masalahnya gak perlu ring 1,
ring 2, ring 7 berlebihan. Berlebihan.
Dan biasanya ada yang mendukung karena
menguntungkan orang-orang mendukung
tersebut. Mengambil manfaat dari
ketenaran ustaz, popularitas ustaz. Dia
menjaga tetap ring-ring tersebut harus
terjaga supaya dia tetap bisa mengambil
manfaat di balik ring-ring tersebut.
Maka jangan berlebih-lebihan dalam
masalah agama, masalah dunia juga jangan
berlebih-lebihan. Para ulama mengatakan
bukan cuma masalah agama, tapi masalah
keberlebihan dalam agama berbahaya. Tapi
masalah dunia juga jangan ber
berlebih-lebihan ya. Olahraga kan
berlebih-lebihan nanti bisa mati ya.
Kecuali atlet ya mungkin ya. Tapi kalau
bukan atlet berlebih-lebihan nanti
bisa efeknya buruk dan juga berefek ada
kewajiban-kewajiban yang lain yang
akhirnya tertumbalkan. Maka Rasulullah
bersabda, "Halakal mutanatiun." Ya,
binasalah orang berlebih-lebihan. Ini
salah satu dari jawamiul kalim dari
sabda Nabi yang ringkas namun isinya pa
padat.
Di antara contoh berlebih-lebihan
Allah sebutkan adalah orang-orang ya
Bani Israil ketika Allah kasih mereka
tugas, Nabi Musa kasih mereka tugas,
mereka berlebih-lebihan sampai
nanya-nanya yang enggak perlu.
Ketika di tengah-tengah mereka ada
seorang terbunuh,
heboh. Siapa yang bunuh enggak ada yang
tahu. Dan Nabi Musa tidak tahu ilmu
gaib. Enggak ada yang tahu. Maka untuk
bisa tahu siapa pembunuh orang ini,
Allah suruh nyembelih sapi. Kemudian
bagian dari sapi tersebut dipukulkan ke
tubuh orang ini agar dia hidup sebentar
supaya ditanya siapa yang bunuh kamu.
Caranya harus ada sapi yang disembelih.
Kemudian di bagiannya kalau entah
kakinya entah apanya dipukulkan kepada
tubuh orang ini. Ketika dia hidup
sebentar akan siapa yang bunuh kamu?
Baru dia kasih tahu nanti mati lagi.
Maka Nabi Musa Alaihi Salam suruh cari
sapi tersebut. Allah berfirman dalam
surah Albaqarah, "Innallaha yammurukum
anbahu baqarah." Karena mereka, "Wahai
wahai Musa, siapa yang bunuh orang?"
Rasulullah tidak. Nabi Musa tidak tahu
ilmu gaib. Dia tidak tahu ilmu gaib. Dia
tidak tahu siapa yang bunuh. Maka Allah
kasih wahyu caranya potong seekor sapi.
Akhirnya Nabi Musa sampaikan kepada
kaumnya. Waqala Musa liquih. Ketika Musa
alaihi salam berkata kepada kaumnya,
"Innallaha yamurukum anbahu baqarah."
Allah perintahkan kalian untuk
menyembelih seekor sapi betina. Q
atattakiduna huzua. Mereka bilang, "Ya
Musa, kau ngejak kami. Masa menghidupkan
orang harus pakai sapi betina." Mereka
harusnya nurut aja kan. Ini Nabi yang
suruh. masa Nabi main-main. Tapi mereka
memang kaum yang bejat ya. Bani Israil
bejat ya. Sampai Nabi Musa suruh kata
mereka ini ngejek atau gimana? Bercanda.
Kalau bahasa kita bercanda lu Musa.
Kalau bahasa kita ini mereka bilang
atattakidunah huzuwa. Kau jadikan kami
bahan olok-olokan.
Qudubillah in akuna minal jahilin. Nabi
Musa sabar. Aku berlindung kepada Allah
termasuk orang-orang yang jahil. Yaitu
orang yang pengin jadikan umatnya
sebagai candaan. Saya bukan begitu.
Harusnya mereka kalau disuruh sapi
betina kan sapi betina banyak tinggal
ambil potong selesai. Tapi mereka
sebenarnya enggak mau. Akhirnya mereka
cari alasan emang sapinya seperti apa?
Mulai cari alasan. Yang harusnya enggak
perlu mereka tanyakan. Mereka tanyakan
akhirnya merepotkan diri mereka sendiri.
Ya qulana rbaka yubayyin lana mahi. Ya
Musa tanyakanlah kepada Rabbmu untuk
menjelaskan kepada kami sapi itu seperti
apa. Dan perkataanat perkataan Bani
Israil yang kasar. Dia mengatakan
eh uduulana rbaka
yubayyin lana. Ya berdoalah atau
tanyalahkanlah kepada Rabbmu. Jelaskan
kepada kami. Padahal Rabb bersama Allah
itu Rabb Nabi Musa aja atau Rabb
semuanya? Rabb semuanya. Harusnya mereka
berkata, "Udu'ulana rbana." Harusnya
mereka ngomong begitu. "Wahai Musa,
tanyakanlah kepada Rabb kita, sebenarnya
sapinya seperti apa." Tapi omongan
mereka kasar. Tanyakanlah kepada Rabbmu.
Kasar. Jelaskan kepada kami seperti apa?
Seperti apa sapi tersebut.
Maka
Nabi Musa jelaskan Q innahu yaqu innaha
baqaratu farid wikrunik.
Kata Nabi Musa, Allah berfirman
bahwasanya sapi betina tersebut tidak
tua dan tidak muda, tapi sedang-sedang.
Faf'alu maarun kerjakanlah. Sudah cari
aja sapi yang penting tengah-tengah.
Enggak muda, enggak tua, yang penting
betina enggak tua, enggak muda. Cari
mereka masih ngaya lagi. Tanya yang
enggak perluakaanauha
tanyakan kepada Rabbmu warnanya apa. Q
innahu yaqu innaha baqaratunqunuha.
Allah mengatakan bahwasanya sapi
tersebut warnanya kuning tajam ya,
kuning tua. Tasurunin yang membuat orang
senang ketika memandang sapi tersebut.
Ini tambah susah lagi. Emang kita semua
senang lihat sapi? Enggak kan? Ini
syaratnya sapi harus indah, warnanya
kuning. Kalau dilihat menyenangkan
tambah susah.
Kita lihat sering sabit belum tentu
menyenangkan. Kotorlah, komprohlah,
banyak kotorannya, banyak peceknya lah,
kudisanlah, macam-macam. Akhirnya mereka
tanya tambah lagi warnanya kuning.
Menyenangkan apa? Orang yang
memandangnya. Qulana yubayin lana ma
hiya. Tanyakan lagi kepada Rabbmu
seperti inal baqar. Kami masih bingung
sapi apa seperti itu. Coba tambah sudah
jelas masih tanya lagi. Wa inna
insyaallahu lamtadun. Kalau dijelaskan
lagi insyaallah kami bisa cari. Jelasin
lagi dong. Tambah lagi. Allah firmankan
lagi. Q inahu inqat
musallamat fiha. Sapi tersebut tidak
pernah digunakan untuk untuk bajak sawah
dan tidak pernah digunakan untuk
menyerami angkat air untuk menyerami
tanaman. Musallamatulata fiha tidak ada
cacatnya sama sekali.
Qul an j bilhaq. Baru mereka kemudian oh
sekarang baru kamu tahu sapi kayak apa.
Fadabahuha. Akhirnya mereka dapati sapi
tersebut. W kadu yafalun. Hampir-hampir
mereka tidak bisa melakukannya.
Ya, karena seandainya mereka tidak
bertanya, sapainya betina selesai. Mau
tua, mau muda, mau coklat, mau korengan,
mau kudisan, enggak ada urusan. Tapi
ketika mereka nanya-nanya, akhirnya
mereka kesulitan sendiri. Ya, Ibnu
Katsir rahimahullah mengomentari ayat
ini, dia berkata, "Innallaha taala akbar
taanuti bani israil." Allah mengabarkan
tentang sikap taanut
berlebih-lebihannya. Karena Rasulullah
mengatakan, "Halakal mutanatiun taanud."
Celakalah, binasalah orang-orang yang
berlebihbihan.
Di sini Allah mengabarkan tentang sikap
Bani Israil yang berlebih-lebihan.
Terlalu banyak nanya sama Nabi Musa.
Tatkala mereka menyusahkan diri mereka,
Allah susahkan diri mereka.
Seandainya mereka sejak awal nyembelih
sapi model apun, maka selesai.
Wakinnahum syaddadu. Tapi mereka terlalu
banyak tanya, bikin repot. Akhirnya
fasaddada alaihim. Maka Allah pun buat
repot mereka.
Maka ee seorang jangan berlebih-lebihan.
Berlebih-lebihan bahaya ya. Seperti
ketika para ulama menyebutkan tentang
kenapa terjadi
firkah-firkah dalam Islam seperti firqah
qadariah. Firqah qadariah itu terlalu
berlebihan dalam memikirkan suatu yang
tidak boleh mereka pikirkan.
Ketika datang seorang menuju ke Ibnu
Umar kemudian menyampaikan bahwasanya di
Basra ada seorang namanya Ma'bad
Aljuhani.
Ya. Kemudian mereka terlalu
berlebih-lebihan dalam ilmu membahas
tentang takdir. Ya. Ya. Mereka ya
terlalu berlebih-lebihan dalam membahas
takdir. Padahal Rasulullah mengatakan,
"Idukiral qadar faamsiku." Jika
disebutkan tentang takdir maka tahan
diri karena ada ranah yang otak kalian
tidak bakalan sampa. Nah, mereka
berusaha masuk dalam ranah yang
dilarang. Akhirnya mengatakan alamru
unuf. Ya, bahwasanya semua terjadi tanpa
Allah ketahui sebelumnya kesimpulan otak
mereka sehingga mereka menolak takdir.
Akhirnya terjerumus dalam keka
kekafiran.
Sama orang-orang Khawarij terlalu
berlebihan dalam ibadah sampai
berlebih-lebihan dalam mengkafirkan.
Orang-orang Khawarij. Kata Nabi
sallallahu alaihi wasallam, "Akan muncul
ketika Nabi masih hidup, Nabi mengatakan
akan muncul orang-orang ya hudatul
asnan, sufahul ahlam. Mereka masih
muda-muda dan mereka bodoh-bodoh.
Makanya khawarij enggak ada sahabat pun
di khawarij enggak ada. Gak ada orang
alim di khawarij. Semuanya bodoh-bodoh,
semuanya muda-muda. Tapi semangat ibadah
berlebih-lebihan. Yamrukuna minadin
kama." Mereka keluar dari agama seperti
anak panah yang menembus hewan buruan.
Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam,
wahai para sahabatku, kalau kalian lihat
salat mereka, kalian akan minder lihat
kalian akan meremehkan salat kalian
dibandingkan salat mereka. Kenapa orang
khawarij salatnya luar luar biasa?
Kalian pun akan meremehkan puasa kalian
dibandingkan puasa mereka. Mereka baca
Quran luar biasa. Yaakal Quran laji.
Mereka baca Quran, baca terus tapi tidak
melewati kerongkongan mereka. Itu mereka
tidak ngerti maknanya. Kalau suruh baca
Quran mungkin khatam sehari sekali ya.
Tetapi mereka tidak paham apa maknanya.
Ini berlebih-lebihan tanpa ilmu.
Akhirnya karena berlebih-lebihan
mereka mudah mengkafirkan orang sehingga
mereka melihat kalau ada yang melakukan
maksiat menurut pandangan mereka ini
berarti merendahkan Allah. Berarti
begini, berarti begini. Sehingga mereka
mengkafirkan dengan kelaziman. Akhirnya
mereka mengkafirkan seluruh sahabat yang
menyetujui al-hakamain. Perdamaian yang
terjadi antara Ali bin Abi Thalib dengan
Muawiyah. Di mana Ali mengutus Abu Musa
al-Asy'ari dan Muawiyah mengutus Amr bin
Ash radhiallahu taala anhum ajmain. Ya,
makanya ketika Nabi ee ketika mau jadi
perang mereka ada 6.000 orang. 6.000
orang ketika mau perang. Maka
Ibnu Abbas minta izin kepada Ali. Wahai
Ali, jangan dulu perangi mereka. Tunda
salat zuhur. Kenapa? Saya mau diskusi
sama mereka. Kata Ali, "Jangan,
hati-hati gak. Saya mau ketemu mereka."
Subhanallah. Karena Ibnu Abbas tahu
mereka berlebih-lebihan. Maka Ibnu Abbas
pakai baju yang indah. Ketika datang
ketemu mereka, mereka, "Wah, apa ini
baju seperti ini?" Kata Ibnu Abbas,
"Tunggu dulu. Saya pernah lihat Nabi
pakai baju lebih bagus daripada ini."
Dan Allah telah berfirman, "Kul man
haramainatallahti akadi miniz." Dan
Allah telah berfirman, "Siapa yang
berani mengharamkan apa yang aku
halalkan yang Allah halalkan bagi
hamba-hambanya perkara-perkara yang
baik. Selama tidak israf, selama tidak
pakaian syuhrah, enggak ada masalah."
Ya, ini menunjukkan mereka
berlebih-lebihan.
Terus kemudian terjadi diskusi sampai
akhirnya 2.000 sadar.
2000 sadar tinggal 4.000 baru diperangi
oleh siapa? Ali bin Abi Thalib
radhiallahu taala anhu. Maksud saya di
situ ada sikap berlebih-lebihan dalam
ibadah sehingga mengantarkan kepada ee
akhirnya berlebih-bi mengkafirkan.
Sama orang terjum dalam bidah. Ketika
Abu Musa al-Asy'ari melihat orang-orang
yang di suatu masjid dalam hadis ee ee
hadis yang hasan ya riwayat Darimi
ketika Abu Musa al-Asy'ari melihat
orang-orang sedang berzikir di masjid
kemudian satu memimpin halumiah
bertahlah 100 kali maka yang lain ikut
lailahaillallah jadi paduan suara 100
kali kemudian sabbihumiah bertasbihlah
100 kali satu orang pimpin subhanallah
lain subhanallah 100 kali sampai kabbir
takbir 100 kali kali. Maka
Abu ee Abu Musa melaporkan kepada
Ibnu Mas'ud radhiallahu taala anhu. Maka
Ibnu Mas'ud pun datang menghardi mereka,
melarang mereka. Sampai Ibnu Mas'ud
mengatakan, "Innakum
fuktum ashaban Nabi sallallahu alaihi
wasallam jum bibitinulma."
Kalian ini cuma dua kemungkinan. Kalian
lebih unggul dari para sahabat atau
kalian telah mendatang membuka pintu
bidah yang gelap. Ya. Kenapa? Karena
para sahabat tidak ada berzikir seperti
kalian seperti ini. Yang lebih semangat
ibadah para sahabat, tapi semangat
mereka dikontrol dengan ilmu dan mereka
tidak beribadah dengan cara seperti
kalian. Nah, ternyata kalian bikin
ibadah baru yang sahabat tidak lakukan.
Berarti kemungkinan pertama kalian lebih
hebat daripada para sahabat. Kemungkinan
kedua dan itu yang jelas kalian telah
membuka pintu bidah.
Tib. Sang prai mengatakan aku melihat
kebanyakan mereka ini ikut dalam
khawarij.
dimulai dari berlebihan dalam ibadah
yang tidak dilakukan oleh ee para
sahabat. Akhirnya berujung pada
berlebihan dalam aki akidah. Dan
sekarang betapa banyak orang kemudian
berlebihan dalam satu bidah, akhirnya
berlebihan dalam akidah. Entah tafrid,
entah ifrad. Yang tafrid yaitu
bermalas-malasan ketika mulai bikin
bidah. Akhirnya apa? Akhirnya jatuh
dalam liberal. Ini boleh, itu boleh, ini
boleh, semua boleh ya.
Mulai dari maksiat-maksiat. Buka jilbab
boleh, musik boleh, soundk boleh,
kemudian macam-macam. Mulai mulai mulai
maksiat ya. Campur joget laki-laki
perempuan, selawatan campur laki
perempuan mulai dari bidah, kemudian
terjunum masus ini
menggampang-gampangkan
ya. Nonton film Korea boleh, semua
boleh,
apa yang enggak boleh. Akhirnya ada
fatwa riba boleh. Dimulai dari
bidah-bidah kecil-kecilan.
Kemudian berlanjut pada penghalalan
banyak yang ha haram. Menggampangkan.
Dan ini terjadi.
Ini terjadi
sampai ada yang bilang, "Kenapa
haram-haramkan riba?" Sampai ada yang
marah karena ada ustaz yang
haram-haramkan apa? Riba. Ya, akhi.
Subhanallah.
Ya, ini terjadi menggampangkan ya. Bukan
lagi merasa salah, tapi mengatakan
boleh. Mengatakan boleh ya.
Tib. Demikian juga berlebih-lebihan
dalam masalah akidah ya. Ya, banyak mau
kalau sudah buka bidah ini nanti bidah
yang lain. Nabi keluar jalan-jalan. Nabi
kunjungi rumah kakek saya, kuburan Nabi
lagi kosong karena lagi jalan-jalan ke
Yaman. Macam-macam ya.
Wali inilah terbang ke Makkahlah,
macam-macam ya. Salat jumatnya di
Makkah, makan siang di di Pekalongan
misalnya. Subhanallah. salat jumatnya di
Mengah saya Pekalongan luar biasa
ngal-ngaliin Rasulullah.
J timbul dari berlebih satu satu
berlebihan akhirnya berlebihan menjalar
ke mana-mana sampai pada tingkat ekstrem
mengkafirkan orang di luar
akhirnya Wahabi halal darahnya. Ini
terjadi loh. Saya bukan main-main. Ini
Wahabi halal darahnya. Subhanallah. Tapi
ada yang begitu.
Saya mengatakan Allah di atas kafir.
Saya mengatakan Allah berbicara dengan
suara yang didengar kafir. Sampai ada
fatwa dulu saya pernah baca.
Jadi ketika seorang tidak terkontrol
dengan
parameter ibadah yang benar, akhirnya ke
mana-mana. Entah dia
menggampang-gampangkan, entah berlebih
lebih-lebihan. Entah berlebih-lebihan.
Akhirnya memusuhi saudara-saudaranya
dengan arogan, dengan sikap yang kasar.
Dan akhirnya lebih jatuh cinta kepada
orang-orang nonmuslim daripada
orang-orang muslim. Dimulai dari
bidah-bidah yang yang kecil. Maka
seorang waspada
karena tanat berlebih-lebihan dimulai
dari perkara yang sepele ketika tanpa
kontrol semakin besar semakin besar
semakin besar entah merendahkan, entah
ee ekstrem atau bermalas-malasan atau
ekstrem yang berbahaya.
Tib.
Islam yang benar adalah di
tengah-tengah. Ya.
Ee hadis berikutnya. Hadis berikutnya.
An Abi Hurairah radhiallahu anhu an Nabi
sallallahu alaihi wasallam qal. Dari Abu
Hurairah sallallahu alaihi wasallam
bersabda dari Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Innadina yusrun. Sesungguhnya
agama itu mudah.
Walan yusaddina ahadun illa gabah. Tidak
ada yang melawan agama kecuali
agama akan mengalahkannya. Yusyadah.
Musyahaddah artinya muqawamah ya. Itu
tidak ada yang bersikap keras. Kalau
bersikap keras itu berarti menyelih
syariat berlebihan. Kecuali dia bakalan
kalah. Dia bakalan kalah. Kenapa? Karena
dia berusaha dengan satu model yang
keluar daripada jalur dia akan kalah.
Karena kebaikan itu banyak. Ketika dia
berusaha berlebiilihan melewati batas
dia akan gugur, dia akan kalah, dia akan
terjatuh, dia akan meninggalkan.
Akhirnya bisa jadi dia berbalik kepada
keburukan dan itu banyak orang
berlebih-lebihan terlalu semangat
berlebihan akhirnya terjungkal di suatu
saat tidak sampai pada tujuan terjatuh
dan akhirnya tidak istikamah lagi. Dan
ini di antara ciri orang yang terlalu
berlebih-lebihan ya. Kita dapati ada
sebagian yang dulu terlalu kencang
agamanya sampai mudah mengkafirkan
orang. Kencang akhirnya sekarang tukang
maksiat. Dia tidak bisa istiqamah.
Terjungkal. Terjungkal terlalu
berlebih-lebihan dahulu kemudian
terjungkal. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam, "Inaddina yusrun." Agama itu
mudah. Ingat ya, agama mudah, bukan
dimudah-mudahin. Ya, agama itu kalau
kita jalankan mudah ya, mudah ya. Kalau
tidak bisa salat berdiri, salat duduk
bisa duduk, salat berbaring, tidak ada
air bisa tayamum, tidak ada air, tidak
ada debu misalnya ya sudah salat tanpa
tayum, tanpa tanpa wudu. Mudah agama.
Tidak bisa salat ee tidak bisa bergerak
sama sekali ya salat pakai mata. Tidak
bisa bergerak matanya salat pakai hati.
Mudah Islam mudah.
Buktinya kita bisa hidup dengan Islam
mudah. Justru semua syariat itu
memudahkan kita. Memudahkan kita ya.
Orang hidup nyaman, tentram, bahagia ya.
Jadi kalau sudah keluar syariat
menyusahkan.
Menyusahkan ya. Meninggal yang harusnya
gampang malah jadi susah
ya. Harus begini, harus begitu, harus
begini, harus begini. Susah kena musibah
disusah-susahin ya. W yusaddina
ahadunah. Tidak ada yang berusaha
melawan agama. kecuali dia pasti kalah.
Fasadidu waqoribu. Berusahalah engkau
lurus tengah-tengah. Ada yang
menafsirkan saddidu, yaitu tawassu.
Tengahlah engkau. Jangan kanan, jangan
kiri. Tengah.
Ada yang mengatakan saddidu maksudnya
tepatlah. Waqoribu. Kalau kau tidak bisa
tepat maka berusaha mendekati ketepatan.
Berusaha mendekati waqoribu. Maksudnya
dekatkanlah dekatkanlah pada ketepatan.
Karena kita belum tentu bisa selalu
tepat. Kalau tidak bisa tepat, maka
berusahalah mendekat pada ketepatan.
Wairu dan bergembiralah. Wastain bilai
minaduljah. Dan jadikanlah penolongmu
dengan alghwah, yaitu bersafar atau
keluar dalam perjalanan di pagi hari,
warah itu di sore hari dan sebagian
malam. Sebagian malam. Riwahul Bukhari.
Nanti saya jelaskan maksudnya apa. Wafi
riwayatin dalam riwayat yang lain,
sadidu waqoribu wdu waruhu. Tepatlah
berusaha tengah dan menuju pada
ketepatan. Waktu keluarlah di pagi hari
waruh berjalanlah di sore hariin
eh minadulja atau saiun minad dululjah.
Dan sebagian di malam hari walqasda
alqasda tablughu. Maka sikap tengahlah,
sikap tengahlah kalian akan sampai pada
tujuan. Di sini maksudnya
eh saya bacakan dulu perkataan Nawawi.
Turqi kata Imam Nawawi, illa golabahu,
siapa yang berusaha melawan agama dia
pasti kalah yaitu agama mengalahkannya.
Dan orang yang berusaha kencang tadi
pasti tidak mampu melawan agama
likatroti turuqihi. Karena jalan
kebaikan agama sangat banyak. Sementara
dia nyempal keluar dari parameter yang
benar, dia berlebihan.
Walwatuiru awalin nahar. Adapun gudwah
atau gadwah adalah berjalan di awal hari
itu di pagi hari. Waruhah akhir nahar.
Arrauha yaitu berjalan di sore hari.
Wadulja akhirul lail. Dulja adalah akhir
malam. W istiaratun. Dan ini adalah
bentuk kias eh apa? Majas ya. Kiasan
watamsilun wahuinuillah
azza waalla bilal fiqatikum.
Maksudnya jadikanlah kalian agar bisa
istiqamah beramal saleh di waktu kalian
lagi semangat. Waaragiubikum pagi hari
semangat. Farogiubikum. Dan demikian
juga ketika sore hari hati sudah kosong
ya, sudah selesai kerja agar kalian bisa
semangat beribadah. Bihaitu tastalunal
ibadah. Agar kalian merasa
berlezat-lezat dalam ibadah bukan jadi
beban. Wala tasamuna w dan kalian tidak
bosan. Maksudakum sehingga kalian tidak
bosan menuju tujuan kalian. Kemudian
kenapa kama anal musafiralq sebagaimana
orang musafir yang cerdas yasiru aqat
mereka berjalan di waktu-waktu ini yaitu
di pagi hari di sore hari dan kemudian
di menjelang subuh
tiga waktu ini. Adapun di antara
salah-salah waktu itu dia dan
tunggangannya istirahatilul
maqsuda bighir taabin maka dia akan
sampai pada tujuan tanpa lelah.
Wallahuam.
Jadi maksudnya Imam Nawawi menjelaskan
rahimahullah taala, Rasulullah beri
gambaran, bukankah kalau seorang
bersafar dia punya tujuan? Enggak punya.
Kalau dia jalan terus enggak
berhenti-berhenti dia akan terjatuh di
tengah jalan. Kalau bukan dia yang
capek, tunggangannya yang capek. Enggak
mungkin dipaksa-paksa.
Ya, maka caranya agar bisa sampai, atur
perjalanan sehingga tidak terlalu letih.
Dan ketika sampai di tujuan bisa
langsung aktivitas.
Caranya bagaimana? jalan di pagi hari.
Hewan lagi kuat, kamu juga lagi kuat.
Berjalan di pagi hari. Nanti siang hari
istirahat, sore lanjut lagi. Sore lanjut
lagi. Terus sampai capek berhenti lagi,
istirahat lagi. Nanti di akhir malam
jalan lagi. Ya. Sehingga di antara tiga
waktu tersebut, awal hari, sore hari,
dan akhir akhir malam istirahatlah di
antara waktu tersebut meskipun
pelan-pelan tapi akan sampai pada
tujuan.
akan sampai tujuan dan ketika sampai
tujuan kau masih tanpa kelelahan, masih
kuat dan bisa langsung akitas maka
istirahat perlu beda kalau orang
bersafar terus-menerus tidak berhenti.
Mungkin mau dia buru-buru bisa jadi
kecelakaan, bisa jadi hewannya tidak
kuat, bisa jadi terjatuh, bisa jadi
kalaupun sampai dengan kelelahan
sehingga dia tidak bisa beraktivitas di
tempat tujuan. Maka dalam ibadah pun
demikian kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam ini sekedar gambaran aja ibadah
maka beribadah pagi hari jalan ibadah
sore hari. Makanya kenapa kenapa kita
dikatakan zikir pagi petang? Di
antaranya di pagi hari masih pagi hari
sekali kita masih kosong belum mulai
kegiatan bisa zikir. Sore hari sudah
selesai kegiatan semua kita bisa
berzikir kepada Allah subhanahu wa
taala. Kemudian di penghujung malam juga
kita ya setelah ibadah kita bisa
berlezat-lezat untuk beribadah kepada
Allah. Siapa yang konsentrasi di tiga
waktu ini, dia akan merasakan kelezatan
dalam beribadah kepada Allah Subhanahu
wa taala.
Ah, begitulah cara kita beribadah.
Jangan
ee apa gaspol ya. Gaspol tuh ada waktu
tertentu seperti 10 malam terakhir. Oke.
10 hari di awal Zulhijah gaspol. Kalau
10 hari masih kuat, tapi kalau langsung
1 tahun ya mampus tengah jar enggak
bisa.
Maka ada waktu-waktunya kita gaspol, ada
waktunya kita istirahat. Bukankah kita
mencari keridaan Allah? Iya enggak.
Allah senang kalau kau beribadah dengan
kelezatan. Bukan kau kayak terpaksa ya
enggak. Paksa-paksakan diri. Bukan itu
yang Allah cari. Kamu mau cari
hitung-hitungan? Saya kan hitungannya
ada, Ustaz. Kalau segini sekian rakaat
sekian khatam tayib. Tapi kalau kau
enggak kalau kau menderita enggak.
Allah ingin kau ibadah tuh kau bukannya
malas-malasan juga. Ah. Ah. Dua rakaat
tidur. Enggak juga maksudnya. Maksudnya
rakaat tidur atau bagaiman, jangan juga
malasmalasan. Agama ini antara
berlebihan dan malas malas-malasan.
Jangan sampai kita pahami hadis ini.
Rasulullah kan suruh jalan, berarti pagi
jalan, sore jalan, penghujung malam juga
jalan. Berarti ada aktivitas bukan tidur
melulu. Tapi jangan jalan terus.
Ada waktunya istirahat, ada waktunya
jalan-jalan, ada waktunya rileks. Ya,
anak sekolah suruh ngfal Quran terus.
Pasti liburan dari liburan dari sekolah
suruh ngfal terus. Emang Abi dulu waktu
kecil gini.
Ana itu enggak ada istirahat. Kasihan
dia di pondok 5 bulan ngfal ngapfal
pulang ke rumah suruh ngfal terus. Ya
kasihanlah ada waktunya dia main-main
hari Sabtu Minggu misalnya atau Jumat,
Sabtu terserah. Jangan kita aja kalau
jadi dia kita enggak mampu.
Sebagian orang balas dendam ketika dia
tidak bisa hafal Quran, anaknya suruh
hafal Quran. Kasihan anaknya. Anaknya
tempat perlampiasan dendam ya. Aki anak
kasihan anak-anak. Anak juga istirahat,
dia juga perlu senang-senang, dia juga
perlu ngobrol. Sehingga bagi dia ibadah
itu men menyenangkan.
Ibadah itu menyenangkan.
Iklan numpang lewat ya.
Tolong HP-nya di silent.
Oleh karenanya seorang ketika beribadah
dia harus menata dalam segala hal. Dia
menata sehingga dia bisa sampai tujuan
dengan tenang sesuai dengan target
dan berlezat-lezat dalam menjalankan
usaha ibadahnya tersebut. Contoh,
seorang ketika punya proyek agama, dia
punya proyek bikin pondok, bikin ini,
bikin ini. Sebagian orang, "Ah, saya
pengin sekalian. Umur saya tinggal
sedikit, urus ini, urus ini, urus ini,
urus ini. Akhirnya dia sendiri bingung.
Terlalu banyak proyek harus dia
pikirkan.
Dia bilang, "Benar, proyek akhirat, tapi
kemampuan dia terbatas." Sehingga
akhirnya dia merasa tertekan. Yang satu
gini, laporan sini, laporan sini harus
masalah dana. Akhirnya dia pusing,
akhirnya tidak jalan semua.
Tapi kalau satu dia jalani, oke
berhasil.
Dia mulai buka ladang
pahala di proyek yang kedua sehingga dia
bisa mengukur dirinya. Allah tidak
pengin kau kemudian jeburkan dirimu
tenggelam dalam kesulitan gak.
Fattaqulah mas bertakwalah semampum
harus ngatur diri.
Saya pernah nasihat sebagian, jangan
terlalu banyak-banyak dan akhirnya
hancur. Gak bisa. Gak ada yang gak ada
yang sukses.
Terlalu banyak ini ini ini sehingga
tidak ada yang jadi maksudnya jadi
setengah-setengah jadi. Tapi kalau fokus
satu kalau sudah berhasil baru buka
lagi. Berhasil cari proyek ibadah lain
lagi. Kita ini manusia punya keter
keterbatasan
ya. Kalau enggak mampu jangan di dipaksa
ya.
Ngaji tiap hari. ngaji pagi siang, sore,
pagi, siang, sore, enggak ada yang masuk
di kepala. Terlalu banyak. Enggak ada
yang dimurajaahi, enggak ada yang
diamalin.
Enggak, enggak, enggak begitu juga kali
ya. Kecuali ya di pondok ya. Di pondok
kan mau jadi ustaz, belajar terus. Tapi
kita kalau kita sehari-hari ya, ya kita
punya kadar ngaji sehari atau dua kali
atau ngaji sehari. Tapi kalau kita
mengerti, kita pahami bisa kita mulai
lebih afdal ya daripada kemudian tiap
hari pagi, siang sore, pagi siang sore,
pagi siang sore. Ternyata kita enggak
bisa mengambil hasil yang maksimal, yang
optimal. Kenapa? Karena kemampuan kita
terbatas.
Tidak semua otak kita seperti masyaallah
para ulama ya, luar biasa. kita
keterbatasan
sudah terbatas utang banyak jadi ya
jadi harus ada harus diatur intinya
harus diatur makanya Rasulullah
menganalogikan dengan safar safar itu
butuh pengaturan kalau gaspol terus
kecelakaan diatur ada pagi ada sore ada
malam ada waktu ada waktu istirahat ada
waktu apa istirahat
masing-masing mengukur dirinya ustaz
kita dapati para salaf mereka ibadah
luar biasa itu para salaf mereka telah
melampaui
waktu yang lama untuk melatih diri
mereka.
Ya, kita tahu-tahu mau langsung ikut
hasilnya ya enggak bisa.
Imam Syafi'i misalnya baca Quran dalam
sehari khatam dua kali ketika bulan
Ramadan. Siapa Imam Syafi'i? Bukan kita.
Yang dia tahu tafsir semua ayat
Al-Qur'an, yang dia hafal Quran sejak
masih kecil. Yang dia tahu hadis-hadis,
yang tahu ushul fikih. Ketika dia baca
Quran dia berlezat-lezat. Karena tahu
tafsirnya semua ada. Kita baca Quran aja
enggak ngerti. A we awak bisa gimana.
Ma ikut Imam Syafi'i ya enggak bisa.
Jangan lihat langsung hasilnya. Mereka
tuh perlu penuh dengan apa? Perjalanan
panjang sampai seperti itu ya. Maka
Rasulullah bicara kaidah umum yang sudah
memang sudah hebat silakan.
Ada yang tancap gaspol terus ya ada tapi
dia sudah itu sudah lama dia latihan.
Nah kita langsung lihat asar para sahaf
langsung kita langsung mau ikuti kita
khawatir nanti terjungkal di tengah
jalan safar tidak sampai. Makanya
Rasulam mengatakan, "Alqasda alqasda
tablugu tengah-tengah, sedang-sedang
maka kalian akan sampa. Kalau sampai
dengan selamat bisa lanjutkan safar
berikutnya, proyek akhirat lainnya
seperti itu. Jangan terburu-buru ya.
Jangan terburu-buru.
Bab kita lanjutkan. Anasin radhiallahu
anhu qala." Dari Anas radallahu anhu,
beliau berkata wasamdun
dari Anas Rasul wasallam masuk ke masjid
itu Masjid Nabawi tiba-tiba ada seutas
tali yang dibentangkan di antara dua
tiang masjid itu diikat. Ada tali diikat
situ. Rasulullah bertanya, "Ma hadal
hablu?" Ini tali apa?
Lihat Rasulullah bertanya, "Ini tali
apa?" Rasulullah tidak mengatakan
talinya siapa? Enggak. Rasul tanya, "Ini
tali kok ada tumben ada tali di masjid
ini ada apa kan pemandangan yang aneh.
Ini tali apa di masjid kau diikat di
antara dua tiang?" Q. Maka mereka
menjelaskan h hablun liinab faidza
fatarat taallaqat bihi. Ini adalah tali
milik Zainab. Zainab sini wallahuam. Ada
yang mengatakan Zainab bin Jahsyin
istrinya Nabi sallallahu alaihi
wasallam. Zainab yang lain. Zainab
banyak dulu banyak sahabiat namanya apa?
Zainab. Ya.
Ya. Makanya Rasulullah ditanya, "Ya
Rasulullah, ada Zainab ketemu?" Kata
Rasulullah, "Zainab yang mana?" Zainab
banyak sahabiat namanya apa? Z Zainab.
Kalau enggak salah istri Ibnu Mas'ud
juga namanya Zainab. Ya, Rasulullah saja
istrinya dua namanya Zainab. Zainab bin
Khuzaimah, Zainab bin Jahsyin. Ya,
Zainab nama yang disenangi oleh para
sahabiat ya. Tib Zainab. Ada yang
mengatakan Zainab sini maksudnya istri
Nabi, yaitu Zainab binti Jahsyin. Faid
faratarat. Kalau dia letih beribadah,
taalaqat bihi, maka dia bergantungan
dengan tali tersebut supaya tetap bisa
beribadah. Mungkin kalau ngantuk-ngantuk
dia masih tetap bisa pegang tali
tersebut. Saking semangatnya ibadah.
Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam,
"Hulluhu, lepaskan tali tersebut."
Liyusol ahadukum nasatahu. Hendaknya
seorang salat ketika sedang semangatnya.
Faid farqut. Kalau dia letih tidur
muttafaqun alaih. Rasulullah suruh ti
tidur. Kalau letih ti tidur.
Dan ini menunjukkan bahwasanya
kalau berlebih-leh dalam ibadah tidak
tidak boleh. Banyak faedah dari hadis
ini. Di antara faedah yang pertama
bahwasanya
boleh seorang wanita salat sunah di
masjid. Boleh. Zainab wanita atau
laki-laki? Wanita. Dan dia salat sunah
di Masjid Nabawi boleh ya. tentunya
wanita lebih baik salat di rumah. Tapi
kalau lagi pengin salat di masjid ada
keperluan, ada lebih semangat,
boleh-boleh saja ya. Tetap menjaga
adab-adab ee dalam keluar dari rumah ya.
Ini boleh ya. Ee kemudian juga ee
bahwasanya Nabi kalau ada kesalahan Nabi
tegur ya ada apa ini Rasulullah t
sebelum sebelum beraksi, sebelum bernahi
mungkar, beramar nahi mungkar, sebelum
eksekusi tanya dulu ada apa ini? Ini
apa? Harus dijelaskan ada apa begini.
Jangan langsung ngambil sikap tapi tanya
dulu ini apa ini. Setelah dijelaskan
sebabnya begini-begini Rasulullah bilang
karena dia adalah ee penguasa dan kalau
Zainab bin Jadal istrinya maka dia punya
hak untuk ngatur istrinya. Lepasin tali
itu. Ya sehendaknya salah seorang dari
kalian kalau salat dengan semangat. Ya.
Dan Rasulullah beri jawaban umum bukan
khusus kepada Zainab. Rasulullah tidak
bilang-bilang Zainab kalau salat yang
pas lagi semangat jangan malas-malasan.
Tapi Rasulullah mengatakan liusol
ahadukum nasahu. Rasulullah bicara umum.
Seorang dari kalian kalau mau salat pas
lagi apa? Semangat. Jangan pas ngantuk.
Kalau ngantuk tidur. Jangan paksa-paksa.
Ya. Ini menunjukkan
ee dalam riwayat kata Allah, "Alaikum
minal amali mautiquun." Hendaknya kalian
salat sesuai dengan seendaknya kalian
beribadah sesuai dengan kemampuan
kalian. Faallaha yamalta tamallu. Allah
tidak bosan dari kalian sampai kalian
sendiri bosan. Allah akan terus kasih
pahala. Kalau kalian bosan, ya sudah
berhenti pahalanya.
Maka menjaga kontinue ibadah itu
penting. Di antara hal yang menjadikan
orang tidak istikamah, tidak kontinue
berlebihan.
Katanya apa sebab orang tidak istikamah,
Ustaz? Berlebihan dalam satu kondisi.
Pelan-pelan tapi terus. Itu lebih baik.
Kalau sudah kelihatan mampu, naik
pangkat, tambah lagi kuantitas maupun
kualitas. Ya, tapi biasakan dulu dengan
suatu kebiasaan. Kalau dia mampunya
segitu, ya sudah stop. Karena kalau dia
berlebihan, dia bakalan berhenti. Dia
bakalan berhenti. Dan ini menunjukkan
bagaimana para sahabat dulu semangat
beribadah. Ibu-ibu semangat beribadah.
Makanya pembahasan ini Imam Nawawi
sebutkan ya tentang jangan
berlebih-lebihan dalam beribadah.
Tapi yang kita hadapi sekarang gak ada
yang berlebih-lebian dalam kita.
Rata-rata malas-malasan.
Apa ada istri kita beribadah sampai
pegang tali-tali? Enggak ada. Kan?
Enggak ada.
mau tidur mulu rata-rata sekarang.
Sebenarnya kan pembahasan hadis-hadis
ini terkait dengan orang yang terlalu
semangat apa? Ibadah. Sehingga perlu
kita nasihati kamu jangan terlalu
semangat. Tapi kita jarang dapati orang
seperti ini terlalu semangat. Masih ada
satu dua orang tapi jarang yang
kebanyakan ma malas. Kebanyakan sibuk
dengan medsos, sibuk film Korea, sibuk
film India. Sibuk baca berita tentang
ijazah part 1, ijazah part 2. Enggak
habis-habis.
Seandainya berita langsung habis kan
enak. Berita enggak habis-habis ujungnya
mana? Enggak tahu. Habis habisin waktu
nonton macam-macam enggak ada faedahnya.
Ah, ini tidak sempat baca Quran, tidak
sempat ngurus suami.
Jadi kita sedang berhadapan dengan orang
yang malas, bukan yang rajin. Ini
hadis-hadis ini terkait orang yang
terlalu apa? rajin dinasehati.
Ya, siapa tahu nanti suami anti terlalu
rajin nasihati. Mas, jangan gitu, Mas.
atau istri terlalu rajin, gak usah pakai
taliah. Sudah ibadah aja. Kalau ngantuk
tidur samping saya. Masyaallah.
Tapi ya ini subhanallah. Bagaimana
sahabiat dulu mereka saking semangat
ibadah dan mereka rata-rata semangat
riba. Kita sebutkan pada pertemuan lalu
sampai ada yang bilang, "Saya mau salat
tidak tidur." Satu, "Saya mau puasa
tidak pernah berbuka." Satu bilang,
"Saya enggak mau nikah sama wanita
karena semangat apa?" Ibadah. Tapi
ternyata salah semuanya. Islam tidak
mengajarkan demikian. Dari sini kita
saya ingatkan yang Allah minta dari
engkau bukan bukan aksaru amala banyak
amala tapi ahsanu amala amal yang
terbaik liuakum ayyukum ahsanu amala
untuk menguji kalian mana yang lebih
terbaik amalnya bukan yang paling banyak
dan apa itu yang amal terbaik yaitu
adalah sesuai sunah ya dan ikhlas akhl
akhlasuhu wa aswabuhu yang paling ikhlas
dan yang paling sesuai dengan sunah dan
sunah mengajarkan kita kalau ibadah
dengan semangat. Makanya antum kalau
lihat ibadah Nabi salat,
Nabi salat itu semangat. Nabi katakan
Allahu Akbar antara di atas di atas
pundak antara telinga dengan pundak
Allahu Akbar angkat. Gak ada Rasulullah
salat Allahu Akbar enggak ada.
Rasulullah salat semangat Allahu Akbar
enggak ada Allahu Akbar. Miring sebelah
miring gak ada. Sia sunah Nabi. Kalau
salat kalau rukuk tegak sampai kalau
ditaruh ini enggak tumpah. Taruh apa?
Panci enggak tumpah. Lihat itu enggak
lurus. Rasulullah salat kalau dibuka
sekali. Rasulullah salat serius
menunjukkan semangat. Makanya Rasulullah
mengatakan kepada Bilal, "Ya Bilal
arihni arihna batal." Wahai Bilal
buatlah kami istirahat dengan salat.
Juilat quratu aini fat. Allah menjadikan
kebahagiaanku dalam salat. Oleh
karenanya ibadah kalau bisa dikerjakan
dengan semangat itu adalah baik. Bukan
berarti kalau lemas-lemas berarti
pahalanya lebih banyak. Enggak. Sampai
Rasulullah mengatakan, "Salatlah dalam
kondisi semangat. Kalau capek silakan ti
tidur supaya kau bangkit lagi salat
ibadah dengan semangat.
Nabi Daud alaihi salam kana yanamu
nisfahu wausolliulahu
waanamu sudusahu.
Nabi Daud alaihi salam kata Nabi,
"afdalus salat salatu Daud. Sebaik-baik
salat salatnya Nabi Daud." Nabi Daud
salat tidur setengah malam kemudian
salat sepertiga malam kemudian tidur
lagi 1/6 malam.
tidur lagi seper6 malam sehingga
aktivitas lebih kuat. Rasulullah enggak.
Rasulullah bangun di akhir malam
kemudian salat menjelang subuh.
Rasulullah wasallam salat dua rakaat
sebelum subuh kemudian beliau berbaring
sebentar. Di antara sunah orang yang
habis salat subuh kemudian eh habis
salat malam kemudian diletih habis salat
dua rakaat sebelum subuh dia boleh
berbaring sebentar supaya dia semangat
ketika salat apa? Su subuh ya mungkin
baring-baring ngilangkan lelah sedikit
baru kemudian ya tidak mengapa. Dan itu
sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam.
Sehingga semangat untuk ibadah
selanjutnya.
Jangan bablas. Tapi
hadis yang semirip dengan itu. Wa
Aisyata radhiallahu anha dari Aisyah
ummul mukminin an rasul sahu alaih
wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam
bersabda,
"Aasa ahdukum wahua yusoli." Jika salah
seorang dari kalian sedang salat dan dia
ngantuk
lagi salat terus ngantuk, falyarkut,
maka hendaknya ti tidur.
Hatta yadhabah anhu naum sampai hilang
rasa gantuknya. Fainna ahadakum sha
wahua nais. Karena salah seorang dari
kalian kalau sedang tidur dalam kondisi
ngantuk la yadri dia tidak tahu.
Laallahu yadhabu yastagfir. Dia ingin
istigfar. Fayasubbu nafsahu. Ternyata
dia salah baca doa sampai dia maki-maki
di dirinya sen sendiri. Karena baca doa
antara sadar dan tidak sadar. Ingin
beristigfar malah salah doa.
Maka ini ee muttafaqan ayat hadis
riwayat Bukhari dan Imam Muslim. Di sini
Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam
menjelaskan bahwasanya ibadah salat yang
dikerjakan dengan ngantuk-ngantuk tidak
konsen ini ada efeknya. Di antara
efeknya bisa salah baca, bisa salah doa.
Ya, bisa salah baca, salah doa. Ya, ya
bisa ya.
Kita bisa baca ulaika ashabul jannah.
Mereka adalah penghuni surga. Salah baca
ulaika ashabun nariklah penghuni neraka
jahanam. Hum fiha kholidun. Itu terjadi
kalau ngantuk. Eh, ulaika ashabunar.
Salah harusnya ashabul jannah. Setelah
baca sifat-sifat orang saleh di akhir
kita bilang ulaika ashabunarium.
Merekalah penghuni neraka. Salah baca.
Kenapa? Karena ngan
ngantuk.
Berdoa salah baca
ya. C kalau kita mungkin doa tidak salah
baca karena enggak tahu bahasa Arab.
Tapi orang tahu bahasa Arab dia kan
seperti ngomong kalau doa ya kemungkinan
salah baca besar. Tapi maksudnya
Rasulullah mengingatkan bahwasanya ada
efeknya yang salah.
Kalau orang ee salat tidak konsen, dia
bisa bisa jadi salah salah baca dan bisa
lupa ini salat berapa rakaat, sudah
berapa rakaat. Ya, makanya saya ingatkan
lagi yang Allah inginkan dari kita
adalah ibadah yang sesuai dengan sunah.
Ibah dikerjakan dengan tidak
ngantuk-ngantuk, tetapi liusolli
ahadukum nasahu. Seorang beribadah
dengan e semangat.
Dan kalau memang ngantuk boleh tidur,
tinggal tidur nyalakan apa alarm. Tidur
ngantuk. Tidur setengah jam insyaallah
sudah segar. Bahkan sebagian orang tidur
15 menit kalau dia dapat deep slip dia
dapat maka sudah berkualitas. Tidurnya
dalam maka dia tidurnya berkualitas.
Segar kembali. Segar kembali ya.
Sampai disebutkan oleh para ulama
ee ketika
perang Badar
kata Allahum
ketika perang Badar Allah membuat para
sahabat ngantuk
karena musuh terlalu banyak. Para
sahabat cuma 300 sekian 315 ada 317 31
musuh 1000. Agar mereka segar kembali
Allah bikin mereka ngantuk-ngantuk
bangun segar lagi. Dan ngantuk-ngantuk
itu menghilangkan ketakutan.
Maksudnya karena kesegaran tuh perlu.
Kesegaran tuh perlu. Sampai Nabi suruh
mau perang, Rasulullah suruh berbuka
karena mau lawan musuh harus segar,
harus kuat. Jadi kita perlu fikih dalam
beribadah. Sampai Allah buat yugasikumun
nuasa amanat minhu. Allah turunkan rasa
ngantuk kepada para sahabat sehingga
mereka sempat dalam peperangan sampai
ada yang pedangnya jatuh ngantuk.
Bangunbang Bangun lagi sudah segar.
Butuh istirahat sedikit. Istat sedikit.
Kita beraktivitas mau
mau ke mana misalnya mau isi kajian
sebentar lagi kajian itu 15 menak apa
tidur bangun segar bisa ya kalau kajian
ngantuk bahaya bisa jadi haram semuanya
haram haram haram atau jadi halal
semuanya kenapa ustaznya ngantuk saya
ngantuk saya dulu
Resume Requeue
Read
file updated 2026-02-12 01:16:54 UTC
Categories
Manage