Transcript
l8C2viLlbuc • Kitab Riyadush Shalihin #1.38: Seimbang Dalam Ketaatan (Bagian-2)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2601_l8C2viLlbuc.txt
Kind: captions Language: id Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Alhamdulillahi ala ihsani wasyukrulahu ala taufqihi wamtinanih asadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalahuiman lnih wa asadu anna muhammadan abduhuasul ridwan. Allahumma sholli alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa ikhwanih. Hadirin dan hadirat yang dirahmati Allah subhanahu wa taala, kita lanjutkan pembahasan kita dari kitab syarah Riyadus Shihin. Dan kita masuk ee pada hadis berikutnya masih dalam bab al-iqtisad fil ibadah, yaitu tentang sedang dalam beribadah tidak berlebih-lebihan dan juga tidak malas-malasan. Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Wni Mas'udin an Nabi sallallahu alaihi wasallam qari sahabat Ibnu Mas'ud bahwasanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda,"akal mutanun qan rasul sahu alai wasallam bersabda binasa orang-orang yang berlebih-lebihan. Rasulullah ulangi sampai tiga kali yaitu kata Rasul sahu alaihi wasallam, "Binasa orang yang berlebih-lebihan. Binasalah orang yang berlebih-lebihan. Binasalah orang yang berlebih-lebihan." Ee adapun almutanatiun, makna dari almutanatiun yang berlebih-lebihan maksudnya almutaammiquun almutasyaddidun yang berlebih-lebihan. Fi ghairi maudit tasdid pada perkara yang harusnya tidak perlu berlebih-lebihan. Islam adalah ee agama yang sedang ya yang memerintahkan kita untuk tidak berlebih-lebihan juga tidak kurang. Ya Allah mengatakan ya waladalika ja'alnakum ummatan wasat. Demikianlah kami jadikan bagi kami jadikan kalian sebagai umat yang tengah. Maka seorang jangan tafrid, jangan ifrad. Tafrid maksudnya malas-malasan, ifrad juga jangan berlebih-lebihan. Dan setan dalam menggoda manusia dia dengan salah satu dari dua cara. Bisa menjadikan orang bermalas-malasan dan juga bisa menjadikan orang berlebih-lebihan. Biasanya yang berlebih-lebihan setan goda yaitu orang-orang yang semangat beribadah. Ini kesempatan bagi setan untuk membuat mereka berlebih-lebihan dalam beribadah. Terlalu semangat tanpa ilmu. Akhirnya terjerumus dalam berlebih-lebihan. Adapun orang yang ee tidak semangat ibadah, maka setan menggoda dia dari bermalas-malasan. Maka seorang berusaha di tengah-tengah. Dan Allah Subhanahu wa taala ya ee menyebutkan dalam surah Al-Fatihah dan kita berdoa dengan doa tersebut setiap hari. Ihdinasiratal mustaqimatalladzina an'amta alaihim ghairil magdubi alaihim waladin. Amin. Ya, kita sering berdoa yaitu, "Ya Allah, tunjukkanlah aku jalan yang lurus. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Kau beri nikmat kepada mereka, yaitu jalan para nabi, para siddiqin, para syuhada, para salihin. Bukan orang-orang yang kau murkai itu Yahudi yang mereka bermalas-malasan sehingga mereka punya ilmu mereka tidak kerjakan. Bahkan sampai mereka menghalalkan banyak perkara yang haram. Waakhimur riba. Mereka menghalalkan riba. Mereka menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah, fatwa demi untuk mendapatkan uang. Ya, mereka rubah-rubah ayat Allah. Akalun suuh. Mereka makan ee hasil dari apa namanya? Sogokan ya. J mereka menggampang-gampangkan ya. Sebaliknya juga jangan berlebih-lebihan tanpa ilmu. Waladin seperti orang-orang nasara yang bersemangat dalam beribadah sampai tanpa ilmu sampai akhirnya terjerumus dalam rahbaniah. Ibtadauha rahbaniah yang mereka bidahkan, mereka buat-buat sehingga mereka tidak mau menikah ya, tidak punya anak, hidup dengan kehidupan yang susah ya. Ee sehingga semangat pribadi tapi salah. Bukan itu keinginan Islam. Islam adalah Islam agama yang tengah. Makanya Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Buitu bil hanifiyati samha." Ya, aku diutus dengan agama yang hanif, yaitu yang tauhid tapi samha yang mudah, tidak menyulitkan, tidak juga menggampang-gampangkan. Tapi di antara keduanya ya ketika hari Idul Fitri maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam menyuruh Aisyah untuk menonton orang-orang Habasyah yang sedang bermain-main di masjid, latihan-latihan perang di masjid. Ee maka Rasulullah berkata kepada para sahabat, "Litlamal yahud anna fiina fushah." Agar orang Yahudi tahu bahwasanya dalam agama kita ada kelonggaran. Ya, tidak juga Yahudi dalam sebagian hal kencang. Dalam sebagian hal kencing terkait orang wanita haid, mereka kencang banget ya. Sampai di antara mereka dahulu ada yang kalau haid terkena baju harus digunting. Tidak boleh makan bareng bersama wanita yang sedang haid, tidak boleh tidur bareng sama wanita yang sedang haid. Ya, mereka merepotkan diri mereka sendiri. Ya, ini sebagian mereka seperti masalah makanan sampai sekarang mereka masih kencang. Ya, ada kawan saya pernah ke Amsterdam. Dia kerja di salah satu rumah sakit milik Yahudi. Jadi kulkas itu ada kulkas ee milik Yahudi. Suatu saat ada orang Islam datang, dia taruh buah atau apa dalam kulkas gitu, semuanya dibuang. Dalam isi kulkas dibuang semua karena telah terkontaminasi dengan makanan dari luar. Terlalu berlebihan dia. Tapi kalau mereka juga misalnya dalam satu meja ini sebagian mungkin tidak semua tapi sebagian apa? Yahudi. Kalau ada misalnya ee ikan sama hewan lain misalnya mungkin hewan darat sama hewan laut digabung dalam satu meja sudah tidak boleh ya. E kalau tidak salah seperti itu. Jadi ada mereka dalam satu sebagian hal menggampang-gambangkan dalam sebagian hal mereka ke kencang berlebih-lebihan. Ya, makanya ketika ada kawan saya di Australia, dia kerja sama orang Yahudi, maka orang Yahudi tersebut kasih hadiah kepada dia. Teman saya bilang, "Ini halal atau tidak?" Kata dia, "Kalau kami halal, kalian pasti halal. Kami lebih kenceng daripada kalian." Karena orang Yahudi dalam masalah hal haram, mereka sangat apa? Ketat. Kadang berlebihan. Maka Islam di tengah-tengah umatan wasatan. umat yang tengah tidak menggampang-gampangkan dan juga tidak berlebih-lebihan. Maka Rasul mengatakan, "Halakal mutanatiun." Celaka orang yang berlebih-leh. Saya katakan setan punya kata Ibnu Qayyim punya cara dua menggoda. Menggoda dengan cara bermalas-malasan, tafrid atau menggoda dengan ifrad berlebih-lebihan. Dan biasanya berlebih-lebihan dimulai dari hal sepele. Namun bertambah, bertambah, bertambah sampai akhirnya kita lihat madahirul ghulu banyak ee bentuk-bentuk berlebihan yang kita lihat sekarang. Dahulu ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam haji, maka Rasul sahu alaihi wasallam menyuruh Ibnu Abbas untuk mengambil memungut kerikil untuk lempar jamarat. Maka diambillah oleh Ibnu Abbas dengan kerikil yang tidak besar dan tidak kecil, sedang yang bisa digunakan untuk mengutik. Maka Rasul Sallahu Alaihi Wasallam ketika berjalan meninggalkan Muzdalifah menuju Mina, Rasulullah dikasih batu kerikil oleh Ibnu Abbas. Lalu Rasulullah letakkan di tangan beliau. Kemudian beliau angkat, beliau tunjukkan kepada para sahabat. Kata Rasulullah, bimli haulu, hendaknya kalian cari kerikil yang seukuran seperti ini dan lemparlah jamarat dengan kerikil seukuran seperti ini. Waakum wal gulu. Kemudian kata Nabi, "Hati-hatilah dengan sikap berlebih-lebihan, yaitu jangan sampai ambil batu yang gede-gede. Fa inama ahlaka manana qoblakumul ghulu." Karena yang telah membinasakan umat-umat sebelum kalian adalah sikap berlebih-lebihan. Khawatir ngambil batu gede, lempar kepala orang. Ya, ada yang lempar ee jamarat pakai sendal. Ada lempar saya marah-marah. Gara-gara kamu saya cerikkan istri saya. Ya, jadi ngamuk ya. Ya, dahulu ngeri. Kalau sudah sekarang alhamdulillah jamaratmu dulu cuma sumur satu tiang sehingga kalau terlalu kuat bisa lempar bisa kena sebelah. Dulu ngeri ya. Sekarang alhamdulillah setannya tambah gede. Jadi maksudnya sumurnya tambah gede sehingga ada batu sehingga tidak akan kena sebelah. Ya, dulu orang lempar dengan kadang batu ramai lempar sekali, batu banyak lempar sekali, ada yang lempar batu gede, ada yang lempar dengan selain batu. Maka ini semua adalah bentuk alhulu. Kemudian berlebih-lebihan dalam banyak hal. Dalam berbicara terlalu berlebih-lebihan, dalam mensifati suatu terlalu berlebih-lebihan. Perkaranya sepele tapi dia besar-besarin seakan-akan perkara yang sangat dahsyat. Padahal biasa saja ya. Kemudian ee dalam masalah akidah juga berlebih-lebihan ya. Oleh karenanya sikap berlebih-bi tidak tidak diperbolehkan. Cinta kepada Nabi kalau berlebihan sehingga melewati batas juga tidak boleh. Ya. Ya. Mengatakan sampai Nabi pada derajat ketuhanan ya seperti mengatakan eh wa inna min judikad dunya wataha wamin ulumika ilmuhi walqalami. Di antara kedermawanan engkau wahai Rasulullah adalah dunia dan akhirat. Dan di antara ilmumu wahai Nabi adalah ilmu lauhil mahfud. Tentu ini berlebihan seandainya itu ditujukan kepada Allah. Benar. Kalau kita ganti di antara kedermawanan Engkau ya Allah adalah dunia dan akhirat. Benar atau tidak benar? Dan di antara ilmumu adalah ilmu gaib, ilmu lauhil mahfud. Benar atau tidak? Benar. Tapi ketika dipasang kepada Nabi berlebihan. Makanya ketika ada seorang memuji Nabi, "Wafina nabi yamu fiadin." di antara di tengah-tengah kita ada seorang nabi tahu masa depan. Maka Rasulullah marah. Kata Rasulullah, "Pujilah sesuai dengan yang jangan jangan sampai berlebih-lebihan ya." Karena Rasulullah tidak tahu apa yang terjadi besok ya. sampai akhirnya sekarang lihat bagaimana Nabi keluar dari kuburan, jalan-jalan ke Surabaya hadiri acara-acara mereka berdiri menyambut Nabi, dilihat oleh orang ada gurunya ngelihat Nabi lewat macam-macam ya. Berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan nanti. Berlebih-lebihan bukan pada Nabi juga, pada orang saleh. Berlebih-lebihan ya. Ya. Ada mbahnya bisa matikan api neraka. Subhanallah. Ya, lagi di kuburan di sebelah ada orang lagi disiksa. Akhirnya malaikat munkar nakir ditegur. Berhenti dong, jangan siksa dia. Saya terganggu lagi zikir di kuburan. Akhirnya masalah cerita macam-macam ya. Ada yang bilang kalau Allah ingin kirim azab harus izin dulu sama kasih tahu dulu wali tersebut. Bilihan sampai ada wali-wali lomba terbang. Sampai ada yang terbang kemudian atap rumah pecah. Ini superman atau wali maksudnya? Ini agama berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan ya. Berlebih-lebihan. Akhirnya orang dimasukkan dalam dunia khurafat ya. Ada pintu langsung tembus ke Makkah, ada sumur langsung tembus ke Zamzam. Masyaallah, Indonesia ini luar biasa ya. Ada yang ke Makkah, ada yang ke Zamzam. Saya pernah pergi ke suatu tempat di areal kuburan, ada tiga gentong. Orang-orang datang akhirnya diusap-usapkan ke anaknya. Saya bilang, "Ini apa ya air gentong sampai lumut-lumutan?" Ini air gentong nyambung ke ke Makkah ke Zamzam. Subhanallah. Dan itu di Indonesia begitu banyak. Itu satu ya. Ada lagi di satu kota meyakini bahwasanya mereka namakan apa? Ada batu yang kalau tawaf tujuh kali doanya dikabulkan. Ada yang mengatin airnya nyambung sampai ke zamzam. main dari Indonesia sampai ke Makkah luar biasa itu kalau proyek itu lumayan itu tak ada boleh belihan enggak masuk akal tapi orang percaya kalau sudah bicara akidah logis enggak logis orang percaya di Madinah saja untuk ngambil air zamzam ke Masjid Nabawi pakai pakai truk pakai trek maulan itu isi apa isi air tapi isi apa trek itu kayak Pertamina itu yang bawa iya tangki air itu di Madinah ini Indonesia enggak perlu pakai truk langsung ada saluran. Ini semua sikap berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan tidak baik dalam berbicara mensikapi seorang berlebih kepada orang saleh, kepada guru juga berlebih-lebihan. Ya, berlebih-lebihan. Ada orang curhat sama saya, "Ustaz, saya mau bisa enggak ketemu Ustaz Fulan? Saya mau ada diskusi, ada mau sampaikan masalah." Oh, kamu enggak gampang seperti itu. Dulu sahabat aja mau cari hadis jalan sebulan, bolak-balik 2 bulan. Kamu enak aja mau ketemu ustaz kalau subhanallah seakan-akan ustaznya ahli hadis ya. Mau ketemu dia harus jalan sebulan ini apa berlebihan ya. Kalau ada kesempatan waktu apa masalahnya gak perlu ring 1, ring 2, ring 7 berlebihan. Berlebihan. Dan biasanya ada yang mendukung karena menguntungkan orang-orang mendukung tersebut. Mengambil manfaat dari ketenaran ustaz, popularitas ustaz. Dia menjaga tetap ring-ring tersebut harus terjaga supaya dia tetap bisa mengambil manfaat di balik ring-ring tersebut. Maka jangan berlebih-lebihan dalam masalah agama, masalah dunia juga jangan berlebih-lebihan. Para ulama mengatakan bukan cuma masalah agama, tapi masalah keberlebihan dalam agama berbahaya. Tapi masalah dunia juga jangan ber berlebih-lebihan ya. Olahraga kan berlebih-lebihan nanti bisa mati ya. Kecuali atlet ya mungkin ya. Tapi kalau bukan atlet berlebih-lebihan nanti bisa efeknya buruk dan juga berefek ada kewajiban-kewajiban yang lain yang akhirnya tertumbalkan. Maka Rasulullah bersabda, "Halakal mutanatiun." Ya, binasalah orang berlebih-lebihan. Ini salah satu dari jawamiul kalim dari sabda Nabi yang ringkas namun isinya pa padat. Di antara contoh berlebih-lebihan Allah sebutkan adalah orang-orang ya Bani Israil ketika Allah kasih mereka tugas, Nabi Musa kasih mereka tugas, mereka berlebih-lebihan sampai nanya-nanya yang enggak perlu. Ketika di tengah-tengah mereka ada seorang terbunuh, heboh. Siapa yang bunuh enggak ada yang tahu. Dan Nabi Musa tidak tahu ilmu gaib. Enggak ada yang tahu. Maka untuk bisa tahu siapa pembunuh orang ini, Allah suruh nyembelih sapi. Kemudian bagian dari sapi tersebut dipukulkan ke tubuh orang ini agar dia hidup sebentar supaya ditanya siapa yang bunuh kamu. Caranya harus ada sapi yang disembelih. Kemudian di bagiannya kalau entah kakinya entah apanya dipukulkan kepada tubuh orang ini. Ketika dia hidup sebentar akan siapa yang bunuh kamu? Baru dia kasih tahu nanti mati lagi. Maka Nabi Musa Alaihi Salam suruh cari sapi tersebut. Allah berfirman dalam surah Albaqarah, "Innallaha yammurukum anbahu baqarah." Karena mereka, "Wahai wahai Musa, siapa yang bunuh orang?" Rasulullah tidak. Nabi Musa tidak tahu ilmu gaib. Dia tidak tahu ilmu gaib. Dia tidak tahu siapa yang bunuh. Maka Allah kasih wahyu caranya potong seekor sapi. Akhirnya Nabi Musa sampaikan kepada kaumnya. Waqala Musa liquih. Ketika Musa alaihi salam berkata kepada kaumnya, "Innallaha yamurukum anbahu baqarah." Allah perintahkan kalian untuk menyembelih seekor sapi betina. Q atattakiduna huzua. Mereka bilang, "Ya Musa, kau ngejak kami. Masa menghidupkan orang harus pakai sapi betina." Mereka harusnya nurut aja kan. Ini Nabi yang suruh. masa Nabi main-main. Tapi mereka memang kaum yang bejat ya. Bani Israil bejat ya. Sampai Nabi Musa suruh kata mereka ini ngejek atau gimana? Bercanda. Kalau bahasa kita bercanda lu Musa. Kalau bahasa kita ini mereka bilang atattakidunah huzuwa. Kau jadikan kami bahan olok-olokan. Qudubillah in akuna minal jahilin. Nabi Musa sabar. Aku berlindung kepada Allah termasuk orang-orang yang jahil. Yaitu orang yang pengin jadikan umatnya sebagai candaan. Saya bukan begitu. Harusnya mereka kalau disuruh sapi betina kan sapi betina banyak tinggal ambil potong selesai. Tapi mereka sebenarnya enggak mau. Akhirnya mereka cari alasan emang sapinya seperti apa? Mulai cari alasan. Yang harusnya enggak perlu mereka tanyakan. Mereka tanyakan akhirnya merepotkan diri mereka sendiri. Ya qulana rbaka yubayyin lana mahi. Ya Musa tanyakanlah kepada Rabbmu untuk menjelaskan kepada kami sapi itu seperti apa. Dan perkataanat perkataan Bani Israil yang kasar. Dia mengatakan eh uduulana rbaka yubayyin lana. Ya berdoalah atau tanyalahkanlah kepada Rabbmu. Jelaskan kepada kami. Padahal Rabb bersama Allah itu Rabb Nabi Musa aja atau Rabb semuanya? Rabb semuanya. Harusnya mereka berkata, "Udu'ulana rbana." Harusnya mereka ngomong begitu. "Wahai Musa, tanyakanlah kepada Rabb kita, sebenarnya sapinya seperti apa." Tapi omongan mereka kasar. Tanyakanlah kepada Rabbmu. Kasar. Jelaskan kepada kami seperti apa? Seperti apa sapi tersebut. Maka Nabi Musa jelaskan Q innahu yaqu innaha baqaratu farid wikrunik. Kata Nabi Musa, Allah berfirman bahwasanya sapi betina tersebut tidak tua dan tidak muda, tapi sedang-sedang. Faf'alu maarun kerjakanlah. Sudah cari aja sapi yang penting tengah-tengah. Enggak muda, enggak tua, yang penting betina enggak tua, enggak muda. Cari mereka masih ngaya lagi. Tanya yang enggak perluakaanauha tanyakan kepada Rabbmu warnanya apa. Q innahu yaqu innaha baqaratunqunuha. Allah mengatakan bahwasanya sapi tersebut warnanya kuning tajam ya, kuning tua. Tasurunin yang membuat orang senang ketika memandang sapi tersebut. Ini tambah susah lagi. Emang kita semua senang lihat sapi? Enggak kan? Ini syaratnya sapi harus indah, warnanya kuning. Kalau dilihat menyenangkan tambah susah. Kita lihat sering sabit belum tentu menyenangkan. Kotorlah, komprohlah, banyak kotorannya, banyak peceknya lah, kudisanlah, macam-macam. Akhirnya mereka tanya tambah lagi warnanya kuning. Menyenangkan apa? Orang yang memandangnya. Qulana yubayin lana ma hiya. Tanyakan lagi kepada Rabbmu seperti inal baqar. Kami masih bingung sapi apa seperti itu. Coba tambah sudah jelas masih tanya lagi. Wa inna insyaallahu lamtadun. Kalau dijelaskan lagi insyaallah kami bisa cari. Jelasin lagi dong. Tambah lagi. Allah firmankan lagi. Q inahu inqat musallamat fiha. Sapi tersebut tidak pernah digunakan untuk untuk bajak sawah dan tidak pernah digunakan untuk menyerami angkat air untuk menyerami tanaman. Musallamatulata fiha tidak ada cacatnya sama sekali. Qul an j bilhaq. Baru mereka kemudian oh sekarang baru kamu tahu sapi kayak apa. Fadabahuha. Akhirnya mereka dapati sapi tersebut. W kadu yafalun. Hampir-hampir mereka tidak bisa melakukannya. Ya, karena seandainya mereka tidak bertanya, sapainya betina selesai. Mau tua, mau muda, mau coklat, mau korengan, mau kudisan, enggak ada urusan. Tapi ketika mereka nanya-nanya, akhirnya mereka kesulitan sendiri. Ya, Ibnu Katsir rahimahullah mengomentari ayat ini, dia berkata, "Innallaha taala akbar taanuti bani israil." Allah mengabarkan tentang sikap taanut berlebih-lebihannya. Karena Rasulullah mengatakan, "Halakal mutanatiun taanud." Celakalah, binasalah orang-orang yang berlebihbihan. Di sini Allah mengabarkan tentang sikap Bani Israil yang berlebih-lebihan. Terlalu banyak nanya sama Nabi Musa. Tatkala mereka menyusahkan diri mereka, Allah susahkan diri mereka. Seandainya mereka sejak awal nyembelih sapi model apun, maka selesai. Wakinnahum syaddadu. Tapi mereka terlalu banyak tanya, bikin repot. Akhirnya fasaddada alaihim. Maka Allah pun buat repot mereka. Maka ee seorang jangan berlebih-lebihan. Berlebih-lebihan bahaya ya. Seperti ketika para ulama menyebutkan tentang kenapa terjadi firkah-firkah dalam Islam seperti firqah qadariah. Firqah qadariah itu terlalu berlebihan dalam memikirkan suatu yang tidak boleh mereka pikirkan. Ketika datang seorang menuju ke Ibnu Umar kemudian menyampaikan bahwasanya di Basra ada seorang namanya Ma'bad Aljuhani. Ya. Kemudian mereka terlalu berlebih-lebihan dalam ilmu membahas tentang takdir. Ya. Ya. Mereka ya terlalu berlebih-lebihan dalam membahas takdir. Padahal Rasulullah mengatakan, "Idukiral qadar faamsiku." Jika disebutkan tentang takdir maka tahan diri karena ada ranah yang otak kalian tidak bakalan sampa. Nah, mereka berusaha masuk dalam ranah yang dilarang. Akhirnya mengatakan alamru unuf. Ya, bahwasanya semua terjadi tanpa Allah ketahui sebelumnya kesimpulan otak mereka sehingga mereka menolak takdir. Akhirnya terjerumus dalam keka kekafiran. Sama orang-orang Khawarij terlalu berlebihan dalam ibadah sampai berlebih-lebihan dalam mengkafirkan. Orang-orang Khawarij. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Akan muncul ketika Nabi masih hidup, Nabi mengatakan akan muncul orang-orang ya hudatul asnan, sufahul ahlam. Mereka masih muda-muda dan mereka bodoh-bodoh. Makanya khawarij enggak ada sahabat pun di khawarij enggak ada. Gak ada orang alim di khawarij. Semuanya bodoh-bodoh, semuanya muda-muda. Tapi semangat ibadah berlebih-lebihan. Yamrukuna minadin kama." Mereka keluar dari agama seperti anak panah yang menembus hewan buruan. Kemudian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, wahai para sahabatku, kalau kalian lihat salat mereka, kalian akan minder lihat kalian akan meremehkan salat kalian dibandingkan salat mereka. Kenapa orang khawarij salatnya luar luar biasa? Kalian pun akan meremehkan puasa kalian dibandingkan puasa mereka. Mereka baca Quran luar biasa. Yaakal Quran laji. Mereka baca Quran, baca terus tapi tidak melewati kerongkongan mereka. Itu mereka tidak ngerti maknanya. Kalau suruh baca Quran mungkin khatam sehari sekali ya. Tetapi mereka tidak paham apa maknanya. Ini berlebih-lebihan tanpa ilmu. Akhirnya karena berlebih-lebihan mereka mudah mengkafirkan orang sehingga mereka melihat kalau ada yang melakukan maksiat menurut pandangan mereka ini berarti merendahkan Allah. Berarti begini, berarti begini. Sehingga mereka mengkafirkan dengan kelaziman. Akhirnya mereka mengkafirkan seluruh sahabat yang menyetujui al-hakamain. Perdamaian yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyah. Di mana Ali mengutus Abu Musa al-Asy'ari dan Muawiyah mengutus Amr bin Ash radhiallahu taala anhum ajmain. Ya, makanya ketika Nabi ee ketika mau jadi perang mereka ada 6.000 orang. 6.000 orang ketika mau perang. Maka Ibnu Abbas minta izin kepada Ali. Wahai Ali, jangan dulu perangi mereka. Tunda salat zuhur. Kenapa? Saya mau diskusi sama mereka. Kata Ali, "Jangan, hati-hati gak. Saya mau ketemu mereka." Subhanallah. Karena Ibnu Abbas tahu mereka berlebih-lebihan. Maka Ibnu Abbas pakai baju yang indah. Ketika datang ketemu mereka, mereka, "Wah, apa ini baju seperti ini?" Kata Ibnu Abbas, "Tunggu dulu. Saya pernah lihat Nabi pakai baju lebih bagus daripada ini." Dan Allah telah berfirman, "Kul man haramainatallahti akadi miniz." Dan Allah telah berfirman, "Siapa yang berani mengharamkan apa yang aku halalkan yang Allah halalkan bagi hamba-hambanya perkara-perkara yang baik. Selama tidak israf, selama tidak pakaian syuhrah, enggak ada masalah." Ya, ini menunjukkan mereka berlebih-lebihan. Terus kemudian terjadi diskusi sampai akhirnya 2.000 sadar. 2000 sadar tinggal 4.000 baru diperangi oleh siapa? Ali bin Abi Thalib radhiallahu taala anhu. Maksud saya di situ ada sikap berlebih-lebihan dalam ibadah sehingga mengantarkan kepada ee akhirnya berlebih-bi mengkafirkan. Sama orang terjum dalam bidah. Ketika Abu Musa al-Asy'ari melihat orang-orang yang di suatu masjid dalam hadis ee ee hadis yang hasan ya riwayat Darimi ketika Abu Musa al-Asy'ari melihat orang-orang sedang berzikir di masjid kemudian satu memimpin halumiah bertahlah 100 kali maka yang lain ikut lailahaillallah jadi paduan suara 100 kali kemudian sabbihumiah bertasbihlah 100 kali satu orang pimpin subhanallah lain subhanallah 100 kali sampai kabbir takbir 100 kali kali. Maka Abu ee Abu Musa melaporkan kepada Ibnu Mas'ud radhiallahu taala anhu. Maka Ibnu Mas'ud pun datang menghardi mereka, melarang mereka. Sampai Ibnu Mas'ud mengatakan, "Innakum fuktum ashaban Nabi sallallahu alaihi wasallam jum bibitinulma." Kalian ini cuma dua kemungkinan. Kalian lebih unggul dari para sahabat atau kalian telah mendatang membuka pintu bidah yang gelap. Ya. Kenapa? Karena para sahabat tidak ada berzikir seperti kalian seperti ini. Yang lebih semangat ibadah para sahabat, tapi semangat mereka dikontrol dengan ilmu dan mereka tidak beribadah dengan cara seperti kalian. Nah, ternyata kalian bikin ibadah baru yang sahabat tidak lakukan. Berarti kemungkinan pertama kalian lebih hebat daripada para sahabat. Kemungkinan kedua dan itu yang jelas kalian telah membuka pintu bidah. Tib. Sang prai mengatakan aku melihat kebanyakan mereka ini ikut dalam khawarij. dimulai dari berlebihan dalam ibadah yang tidak dilakukan oleh ee para sahabat. Akhirnya berujung pada berlebihan dalam aki akidah. Dan sekarang betapa banyak orang kemudian berlebihan dalam satu bidah, akhirnya berlebihan dalam akidah. Entah tafrid, entah ifrad. Yang tafrid yaitu bermalas-malasan ketika mulai bikin bidah. Akhirnya apa? Akhirnya jatuh dalam liberal. Ini boleh, itu boleh, ini boleh, semua boleh ya. Mulai dari maksiat-maksiat. Buka jilbab boleh, musik boleh, soundk boleh, kemudian macam-macam. Mulai mulai mulai maksiat ya. Campur joget laki-laki perempuan, selawatan campur laki perempuan mulai dari bidah, kemudian terjunum masus ini menggampang-gampangkan ya. Nonton film Korea boleh, semua boleh, apa yang enggak boleh. Akhirnya ada fatwa riba boleh. Dimulai dari bidah-bidah kecil-kecilan. Kemudian berlanjut pada penghalalan banyak yang ha haram. Menggampangkan. Dan ini terjadi. Ini terjadi sampai ada yang bilang, "Kenapa haram-haramkan riba?" Sampai ada yang marah karena ada ustaz yang haram-haramkan apa? Riba. Ya, akhi. Subhanallah. Ya, ini terjadi menggampangkan ya. Bukan lagi merasa salah, tapi mengatakan boleh. Mengatakan boleh ya. Tib. Demikian juga berlebih-lebihan dalam masalah akidah ya. Ya, banyak mau kalau sudah buka bidah ini nanti bidah yang lain. Nabi keluar jalan-jalan. Nabi kunjungi rumah kakek saya, kuburan Nabi lagi kosong karena lagi jalan-jalan ke Yaman. Macam-macam ya. Wali inilah terbang ke Makkahlah, macam-macam ya. Salat jumatnya di Makkah, makan siang di di Pekalongan misalnya. Subhanallah. salat jumatnya di Mengah saya Pekalongan luar biasa ngal-ngaliin Rasulullah. J timbul dari berlebih satu satu berlebihan akhirnya berlebihan menjalar ke mana-mana sampai pada tingkat ekstrem mengkafirkan orang di luar akhirnya Wahabi halal darahnya. Ini terjadi loh. Saya bukan main-main. Ini Wahabi halal darahnya. Subhanallah. Tapi ada yang begitu. Saya mengatakan Allah di atas kafir. Saya mengatakan Allah berbicara dengan suara yang didengar kafir. Sampai ada fatwa dulu saya pernah baca. Jadi ketika seorang tidak terkontrol dengan parameter ibadah yang benar, akhirnya ke mana-mana. Entah dia menggampang-gampangkan, entah berlebih lebih-lebihan. Entah berlebih-lebihan. Akhirnya memusuhi saudara-saudaranya dengan arogan, dengan sikap yang kasar. Dan akhirnya lebih jatuh cinta kepada orang-orang nonmuslim daripada orang-orang muslim. Dimulai dari bidah-bidah yang yang kecil. Maka seorang waspada karena tanat berlebih-lebihan dimulai dari perkara yang sepele ketika tanpa kontrol semakin besar semakin besar semakin besar entah merendahkan, entah ee ekstrem atau bermalas-malasan atau ekstrem yang berbahaya. Tib. Islam yang benar adalah di tengah-tengah. Ya. Ee hadis berikutnya. Hadis berikutnya. An Abi Hurairah radhiallahu anhu an Nabi sallallahu alaihi wasallam qal. Dari Abu Hurairah sallallahu alaihi wasallam bersabda dari Nabi sallallahu alaihi wasallam. Innadina yusrun. Sesungguhnya agama itu mudah. Walan yusaddina ahadun illa gabah. Tidak ada yang melawan agama kecuali agama akan mengalahkannya. Yusyadah. Musyahaddah artinya muqawamah ya. Itu tidak ada yang bersikap keras. Kalau bersikap keras itu berarti menyelih syariat berlebihan. Kecuali dia bakalan kalah. Dia bakalan kalah. Kenapa? Karena dia berusaha dengan satu model yang keluar daripada jalur dia akan kalah. Karena kebaikan itu banyak. Ketika dia berusaha berlebiilihan melewati batas dia akan gugur, dia akan kalah, dia akan terjatuh, dia akan meninggalkan. Akhirnya bisa jadi dia berbalik kepada keburukan dan itu banyak orang berlebih-lebihan terlalu semangat berlebihan akhirnya terjungkal di suatu saat tidak sampai pada tujuan terjatuh dan akhirnya tidak istikamah lagi. Dan ini di antara ciri orang yang terlalu berlebih-lebihan ya. Kita dapati ada sebagian yang dulu terlalu kencang agamanya sampai mudah mengkafirkan orang. Kencang akhirnya sekarang tukang maksiat. Dia tidak bisa istiqamah. Terjungkal. Terjungkal terlalu berlebih-lebihan dahulu kemudian terjungkal. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Inaddina yusrun." Agama itu mudah. Ingat ya, agama mudah, bukan dimudah-mudahin. Ya, agama itu kalau kita jalankan mudah ya, mudah ya. Kalau tidak bisa salat berdiri, salat duduk bisa duduk, salat berbaring, tidak ada air bisa tayamum, tidak ada air, tidak ada debu misalnya ya sudah salat tanpa tayum, tanpa tanpa wudu. Mudah agama. Tidak bisa salat ee tidak bisa bergerak sama sekali ya salat pakai mata. Tidak bisa bergerak matanya salat pakai hati. Mudah Islam mudah. Buktinya kita bisa hidup dengan Islam mudah. Justru semua syariat itu memudahkan kita. Memudahkan kita ya. Orang hidup nyaman, tentram, bahagia ya. Jadi kalau sudah keluar syariat menyusahkan. Menyusahkan ya. Meninggal yang harusnya gampang malah jadi susah ya. Harus begini, harus begitu, harus begini, harus begini. Susah kena musibah disusah-susahin ya. W yusaddina ahadunah. Tidak ada yang berusaha melawan agama. kecuali dia pasti kalah. Fasadidu waqoribu. Berusahalah engkau lurus tengah-tengah. Ada yang menafsirkan saddidu, yaitu tawassu. Tengahlah engkau. Jangan kanan, jangan kiri. Tengah. Ada yang mengatakan saddidu maksudnya tepatlah. Waqoribu. Kalau kau tidak bisa tepat maka berusaha mendekati ketepatan. Berusaha mendekati waqoribu. Maksudnya dekatkanlah dekatkanlah pada ketepatan. Karena kita belum tentu bisa selalu tepat. Kalau tidak bisa tepat, maka berusahalah mendekat pada ketepatan. Wairu dan bergembiralah. Wastain bilai minaduljah. Dan jadikanlah penolongmu dengan alghwah, yaitu bersafar atau keluar dalam perjalanan di pagi hari, warah itu di sore hari dan sebagian malam. Sebagian malam. Riwahul Bukhari. Nanti saya jelaskan maksudnya apa. Wafi riwayatin dalam riwayat yang lain, sadidu waqoribu wdu waruhu. Tepatlah berusaha tengah dan menuju pada ketepatan. Waktu keluarlah di pagi hari waruh berjalanlah di sore hariin eh minadulja atau saiun minad dululjah. Dan sebagian di malam hari walqasda alqasda tablughu. Maka sikap tengahlah, sikap tengahlah kalian akan sampai pada tujuan. Di sini maksudnya eh saya bacakan dulu perkataan Nawawi. Turqi kata Imam Nawawi, illa golabahu, siapa yang berusaha melawan agama dia pasti kalah yaitu agama mengalahkannya. Dan orang yang berusaha kencang tadi pasti tidak mampu melawan agama likatroti turuqihi. Karena jalan kebaikan agama sangat banyak. Sementara dia nyempal keluar dari parameter yang benar, dia berlebihan. Walwatuiru awalin nahar. Adapun gudwah atau gadwah adalah berjalan di awal hari itu di pagi hari. Waruhah akhir nahar. Arrauha yaitu berjalan di sore hari. Wadulja akhirul lail. Dulja adalah akhir malam. W istiaratun. Dan ini adalah bentuk kias eh apa? Majas ya. Kiasan watamsilun wahuinuillah azza waalla bilal fiqatikum. Maksudnya jadikanlah kalian agar bisa istiqamah beramal saleh di waktu kalian lagi semangat. Waaragiubikum pagi hari semangat. Farogiubikum. Dan demikian juga ketika sore hari hati sudah kosong ya, sudah selesai kerja agar kalian bisa semangat beribadah. Bihaitu tastalunal ibadah. Agar kalian merasa berlezat-lezat dalam ibadah bukan jadi beban. Wala tasamuna w dan kalian tidak bosan. Maksudakum sehingga kalian tidak bosan menuju tujuan kalian. Kemudian kenapa kama anal musafiralq sebagaimana orang musafir yang cerdas yasiru aqat mereka berjalan di waktu-waktu ini yaitu di pagi hari di sore hari dan kemudian di menjelang subuh tiga waktu ini. Adapun di antara salah-salah waktu itu dia dan tunggangannya istirahatilul maqsuda bighir taabin maka dia akan sampai pada tujuan tanpa lelah. Wallahuam. Jadi maksudnya Imam Nawawi menjelaskan rahimahullah taala, Rasulullah beri gambaran, bukankah kalau seorang bersafar dia punya tujuan? Enggak punya. Kalau dia jalan terus enggak berhenti-berhenti dia akan terjatuh di tengah jalan. Kalau bukan dia yang capek, tunggangannya yang capek. Enggak mungkin dipaksa-paksa. Ya, maka caranya agar bisa sampai, atur perjalanan sehingga tidak terlalu letih. Dan ketika sampai di tujuan bisa langsung aktivitas. Caranya bagaimana? jalan di pagi hari. Hewan lagi kuat, kamu juga lagi kuat. Berjalan di pagi hari. Nanti siang hari istirahat, sore lanjut lagi. Sore lanjut lagi. Terus sampai capek berhenti lagi, istirahat lagi. Nanti di akhir malam jalan lagi. Ya. Sehingga di antara tiga waktu tersebut, awal hari, sore hari, dan akhir akhir malam istirahatlah di antara waktu tersebut meskipun pelan-pelan tapi akan sampai pada tujuan. akan sampai tujuan dan ketika sampai tujuan kau masih tanpa kelelahan, masih kuat dan bisa langsung akitas maka istirahat perlu beda kalau orang bersafar terus-menerus tidak berhenti. Mungkin mau dia buru-buru bisa jadi kecelakaan, bisa jadi hewannya tidak kuat, bisa jadi terjatuh, bisa jadi kalaupun sampai dengan kelelahan sehingga dia tidak bisa beraktivitas di tempat tujuan. Maka dalam ibadah pun demikian kata Nabi sallallahu alaihi wasallam ini sekedar gambaran aja ibadah maka beribadah pagi hari jalan ibadah sore hari. Makanya kenapa kenapa kita dikatakan zikir pagi petang? Di antaranya di pagi hari masih pagi hari sekali kita masih kosong belum mulai kegiatan bisa zikir. Sore hari sudah selesai kegiatan semua kita bisa berzikir kepada Allah subhanahu wa taala. Kemudian di penghujung malam juga kita ya setelah ibadah kita bisa berlezat-lezat untuk beribadah kepada Allah. Siapa yang konsentrasi di tiga waktu ini, dia akan merasakan kelezatan dalam beribadah kepada Allah Subhanahu wa taala. Ah, begitulah cara kita beribadah. Jangan ee apa gaspol ya. Gaspol tuh ada waktu tertentu seperti 10 malam terakhir. Oke. 10 hari di awal Zulhijah gaspol. Kalau 10 hari masih kuat, tapi kalau langsung 1 tahun ya mampus tengah jar enggak bisa. Maka ada waktu-waktunya kita gaspol, ada waktunya kita istirahat. Bukankah kita mencari keridaan Allah? Iya enggak. Allah senang kalau kau beribadah dengan kelezatan. Bukan kau kayak terpaksa ya enggak. Paksa-paksakan diri. Bukan itu yang Allah cari. Kamu mau cari hitung-hitungan? Saya kan hitungannya ada, Ustaz. Kalau segini sekian rakaat sekian khatam tayib. Tapi kalau kau enggak kalau kau menderita enggak. Allah ingin kau ibadah tuh kau bukannya malas-malasan juga. Ah. Ah. Dua rakaat tidur. Enggak juga maksudnya. Maksudnya rakaat tidur atau bagaiman, jangan juga malasmalasan. Agama ini antara berlebihan dan malas malas-malasan. Jangan sampai kita pahami hadis ini. Rasulullah kan suruh jalan, berarti pagi jalan, sore jalan, penghujung malam juga jalan. Berarti ada aktivitas bukan tidur melulu. Tapi jangan jalan terus. Ada waktunya istirahat, ada waktunya jalan-jalan, ada waktunya rileks. Ya, anak sekolah suruh ngfal Quran terus. Pasti liburan dari liburan dari sekolah suruh ngfal terus. Emang Abi dulu waktu kecil gini. Ana itu enggak ada istirahat. Kasihan dia di pondok 5 bulan ngfal ngapfal pulang ke rumah suruh ngfal terus. Ya kasihanlah ada waktunya dia main-main hari Sabtu Minggu misalnya atau Jumat, Sabtu terserah. Jangan kita aja kalau jadi dia kita enggak mampu. Sebagian orang balas dendam ketika dia tidak bisa hafal Quran, anaknya suruh hafal Quran. Kasihan anaknya. Anaknya tempat perlampiasan dendam ya. Aki anak kasihan anak-anak. Anak juga istirahat, dia juga perlu senang-senang, dia juga perlu ngobrol. Sehingga bagi dia ibadah itu men menyenangkan. Ibadah itu menyenangkan. Iklan numpang lewat ya. Tolong HP-nya di silent. Oleh karenanya seorang ketika beribadah dia harus menata dalam segala hal. Dia menata sehingga dia bisa sampai tujuan dengan tenang sesuai dengan target dan berlezat-lezat dalam menjalankan usaha ibadahnya tersebut. Contoh, seorang ketika punya proyek agama, dia punya proyek bikin pondok, bikin ini, bikin ini. Sebagian orang, "Ah, saya pengin sekalian. Umur saya tinggal sedikit, urus ini, urus ini, urus ini, urus ini. Akhirnya dia sendiri bingung. Terlalu banyak proyek harus dia pikirkan. Dia bilang, "Benar, proyek akhirat, tapi kemampuan dia terbatas." Sehingga akhirnya dia merasa tertekan. Yang satu gini, laporan sini, laporan sini harus masalah dana. Akhirnya dia pusing, akhirnya tidak jalan semua. Tapi kalau satu dia jalani, oke berhasil. Dia mulai buka ladang pahala di proyek yang kedua sehingga dia bisa mengukur dirinya. Allah tidak pengin kau kemudian jeburkan dirimu tenggelam dalam kesulitan gak. Fattaqulah mas bertakwalah semampum harus ngatur diri. Saya pernah nasihat sebagian, jangan terlalu banyak-banyak dan akhirnya hancur. Gak bisa. Gak ada yang gak ada yang sukses. Terlalu banyak ini ini ini sehingga tidak ada yang jadi maksudnya jadi setengah-setengah jadi. Tapi kalau fokus satu kalau sudah berhasil baru buka lagi. Berhasil cari proyek ibadah lain lagi. Kita ini manusia punya keter keterbatasan ya. Kalau enggak mampu jangan di dipaksa ya. Ngaji tiap hari. ngaji pagi siang, sore, pagi, siang, sore, enggak ada yang masuk di kepala. Terlalu banyak. Enggak ada yang dimurajaahi, enggak ada yang diamalin. Enggak, enggak, enggak begitu juga kali ya. Kecuali ya di pondok ya. Di pondok kan mau jadi ustaz, belajar terus. Tapi kita kalau kita sehari-hari ya, ya kita punya kadar ngaji sehari atau dua kali atau ngaji sehari. Tapi kalau kita mengerti, kita pahami bisa kita mulai lebih afdal ya daripada kemudian tiap hari pagi, siang sore, pagi siang sore, pagi siang sore. Ternyata kita enggak bisa mengambil hasil yang maksimal, yang optimal. Kenapa? Karena kemampuan kita terbatas. Tidak semua otak kita seperti masyaallah para ulama ya, luar biasa. kita keterbatasan sudah terbatas utang banyak jadi ya jadi harus ada harus diatur intinya harus diatur makanya Rasulullah menganalogikan dengan safar safar itu butuh pengaturan kalau gaspol terus kecelakaan diatur ada pagi ada sore ada malam ada waktu ada waktu istirahat ada waktu apa istirahat masing-masing mengukur dirinya ustaz kita dapati para salaf mereka ibadah luar biasa itu para salaf mereka telah melampaui waktu yang lama untuk melatih diri mereka. Ya, kita tahu-tahu mau langsung ikut hasilnya ya enggak bisa. Imam Syafi'i misalnya baca Quran dalam sehari khatam dua kali ketika bulan Ramadan. Siapa Imam Syafi'i? Bukan kita. Yang dia tahu tafsir semua ayat Al-Qur'an, yang dia hafal Quran sejak masih kecil. Yang dia tahu hadis-hadis, yang tahu ushul fikih. Ketika dia baca Quran dia berlezat-lezat. Karena tahu tafsirnya semua ada. Kita baca Quran aja enggak ngerti. A we awak bisa gimana. Ma ikut Imam Syafi'i ya enggak bisa. Jangan lihat langsung hasilnya. Mereka tuh perlu penuh dengan apa? Perjalanan panjang sampai seperti itu ya. Maka Rasulullah bicara kaidah umum yang sudah memang sudah hebat silakan. Ada yang tancap gaspol terus ya ada tapi dia sudah itu sudah lama dia latihan. Nah kita langsung lihat asar para sahaf langsung kita langsung mau ikuti kita khawatir nanti terjungkal di tengah jalan safar tidak sampai. Makanya Rasulam mengatakan, "Alqasda alqasda tablugu tengah-tengah, sedang-sedang maka kalian akan sampa. Kalau sampai dengan selamat bisa lanjutkan safar berikutnya, proyek akhirat lainnya seperti itu. Jangan terburu-buru ya. Jangan terburu-buru. Bab kita lanjutkan. Anasin radhiallahu anhu qala." Dari Anas radallahu anhu, beliau berkata wasamdun dari Anas Rasul wasallam masuk ke masjid itu Masjid Nabawi tiba-tiba ada seutas tali yang dibentangkan di antara dua tiang masjid itu diikat. Ada tali diikat situ. Rasulullah bertanya, "Ma hadal hablu?" Ini tali apa? Lihat Rasulullah bertanya, "Ini tali apa?" Rasulullah tidak mengatakan talinya siapa? Enggak. Rasul tanya, "Ini tali kok ada tumben ada tali di masjid ini ada apa kan pemandangan yang aneh. Ini tali apa di masjid kau diikat di antara dua tiang?" Q. Maka mereka menjelaskan h hablun liinab faidza fatarat taallaqat bihi. Ini adalah tali milik Zainab. Zainab sini wallahuam. Ada yang mengatakan Zainab bin Jahsyin istrinya Nabi sallallahu alaihi wasallam. Zainab yang lain. Zainab banyak dulu banyak sahabiat namanya apa? Zainab. Ya. Ya. Makanya Rasulullah ditanya, "Ya Rasulullah, ada Zainab ketemu?" Kata Rasulullah, "Zainab yang mana?" Zainab banyak sahabiat namanya apa? Z Zainab. Kalau enggak salah istri Ibnu Mas'ud juga namanya Zainab. Ya, Rasulullah saja istrinya dua namanya Zainab. Zainab bin Khuzaimah, Zainab bin Jahsyin. Ya, Zainab nama yang disenangi oleh para sahabiat ya. Tib Zainab. Ada yang mengatakan Zainab sini maksudnya istri Nabi, yaitu Zainab binti Jahsyin. Faid faratarat. Kalau dia letih beribadah, taalaqat bihi, maka dia bergantungan dengan tali tersebut supaya tetap bisa beribadah. Mungkin kalau ngantuk-ngantuk dia masih tetap bisa pegang tali tersebut. Saking semangatnya ibadah. Faqala Nabi sallallahu alaihi wasallam. Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Hulluhu, lepaskan tali tersebut." Liyusol ahadukum nasatahu. Hendaknya seorang salat ketika sedang semangatnya. Faid farqut. Kalau dia letih tidur muttafaqun alaih. Rasulullah suruh ti tidur. Kalau letih ti tidur. Dan ini menunjukkan bahwasanya kalau berlebih-leh dalam ibadah tidak tidak boleh. Banyak faedah dari hadis ini. Di antara faedah yang pertama bahwasanya boleh seorang wanita salat sunah di masjid. Boleh. Zainab wanita atau laki-laki? Wanita. Dan dia salat sunah di Masjid Nabawi boleh ya. tentunya wanita lebih baik salat di rumah. Tapi kalau lagi pengin salat di masjid ada keperluan, ada lebih semangat, boleh-boleh saja ya. Tetap menjaga adab-adab ee dalam keluar dari rumah ya. Ini boleh ya. Ee kemudian juga ee bahwasanya Nabi kalau ada kesalahan Nabi tegur ya ada apa ini Rasulullah t sebelum sebelum beraksi, sebelum bernahi mungkar, beramar nahi mungkar, sebelum eksekusi tanya dulu ada apa ini? Ini apa? Harus dijelaskan ada apa begini. Jangan langsung ngambil sikap tapi tanya dulu ini apa ini. Setelah dijelaskan sebabnya begini-begini Rasulullah bilang karena dia adalah ee penguasa dan kalau Zainab bin Jadal istrinya maka dia punya hak untuk ngatur istrinya. Lepasin tali itu. Ya sehendaknya salah seorang dari kalian kalau salat dengan semangat. Ya. Dan Rasulullah beri jawaban umum bukan khusus kepada Zainab. Rasulullah tidak bilang-bilang Zainab kalau salat yang pas lagi semangat jangan malas-malasan. Tapi Rasulullah mengatakan liusol ahadukum nasahu. Rasulullah bicara umum. Seorang dari kalian kalau mau salat pas lagi apa? Semangat. Jangan pas ngantuk. Kalau ngantuk tidur. Jangan paksa-paksa. Ya. Ini menunjukkan ee dalam riwayat kata Allah, "Alaikum minal amali mautiquun." Hendaknya kalian salat sesuai dengan seendaknya kalian beribadah sesuai dengan kemampuan kalian. Faallaha yamalta tamallu. Allah tidak bosan dari kalian sampai kalian sendiri bosan. Allah akan terus kasih pahala. Kalau kalian bosan, ya sudah berhenti pahalanya. Maka menjaga kontinue ibadah itu penting. Di antara hal yang menjadikan orang tidak istikamah, tidak kontinue berlebihan. Katanya apa sebab orang tidak istikamah, Ustaz? Berlebihan dalam satu kondisi. Pelan-pelan tapi terus. Itu lebih baik. Kalau sudah kelihatan mampu, naik pangkat, tambah lagi kuantitas maupun kualitas. Ya, tapi biasakan dulu dengan suatu kebiasaan. Kalau dia mampunya segitu, ya sudah stop. Karena kalau dia berlebihan, dia bakalan berhenti. Dia bakalan berhenti. Dan ini menunjukkan bagaimana para sahabat dulu semangat beribadah. Ibu-ibu semangat beribadah. Makanya pembahasan ini Imam Nawawi sebutkan ya tentang jangan berlebih-lebihan dalam beribadah. Tapi yang kita hadapi sekarang gak ada yang berlebih-lebian dalam kita. Rata-rata malas-malasan. Apa ada istri kita beribadah sampai pegang tali-tali? Enggak ada. Kan? Enggak ada. mau tidur mulu rata-rata sekarang. Sebenarnya kan pembahasan hadis-hadis ini terkait dengan orang yang terlalu semangat apa? Ibadah. Sehingga perlu kita nasihati kamu jangan terlalu semangat. Tapi kita jarang dapati orang seperti ini terlalu semangat. Masih ada satu dua orang tapi jarang yang kebanyakan ma malas. Kebanyakan sibuk dengan medsos, sibuk film Korea, sibuk film India. Sibuk baca berita tentang ijazah part 1, ijazah part 2. Enggak habis-habis. Seandainya berita langsung habis kan enak. Berita enggak habis-habis ujungnya mana? Enggak tahu. Habis habisin waktu nonton macam-macam enggak ada faedahnya. Ah, ini tidak sempat baca Quran, tidak sempat ngurus suami. Jadi kita sedang berhadapan dengan orang yang malas, bukan yang rajin. Ini hadis-hadis ini terkait orang yang terlalu apa? rajin dinasehati. Ya, siapa tahu nanti suami anti terlalu rajin nasihati. Mas, jangan gitu, Mas. atau istri terlalu rajin, gak usah pakai taliah. Sudah ibadah aja. Kalau ngantuk tidur samping saya. Masyaallah. Tapi ya ini subhanallah. Bagaimana sahabiat dulu mereka saking semangat ibadah dan mereka rata-rata semangat riba. Kita sebutkan pada pertemuan lalu sampai ada yang bilang, "Saya mau salat tidak tidur." Satu, "Saya mau puasa tidak pernah berbuka." Satu bilang, "Saya enggak mau nikah sama wanita karena semangat apa?" Ibadah. Tapi ternyata salah semuanya. Islam tidak mengajarkan demikian. Dari sini kita saya ingatkan yang Allah minta dari engkau bukan bukan aksaru amala banyak amala tapi ahsanu amala amal yang terbaik liuakum ayyukum ahsanu amala untuk menguji kalian mana yang lebih terbaik amalnya bukan yang paling banyak dan apa itu yang amal terbaik yaitu adalah sesuai sunah ya dan ikhlas akhl akhlasuhu wa aswabuhu yang paling ikhlas dan yang paling sesuai dengan sunah dan sunah mengajarkan kita kalau ibadah dengan semangat. Makanya antum kalau lihat ibadah Nabi salat, Nabi salat itu semangat. Nabi katakan Allahu Akbar antara di atas di atas pundak antara telinga dengan pundak Allahu Akbar angkat. Gak ada Rasulullah salat Allahu Akbar enggak ada. Rasulullah salat semangat Allahu Akbar enggak ada Allahu Akbar. Miring sebelah miring gak ada. Sia sunah Nabi. Kalau salat kalau rukuk tegak sampai kalau ditaruh ini enggak tumpah. Taruh apa? Panci enggak tumpah. Lihat itu enggak lurus. Rasulullah salat kalau dibuka sekali. Rasulullah salat serius menunjukkan semangat. Makanya Rasulullah mengatakan kepada Bilal, "Ya Bilal arihni arihna batal." Wahai Bilal buatlah kami istirahat dengan salat. Juilat quratu aini fat. Allah menjadikan kebahagiaanku dalam salat. Oleh karenanya ibadah kalau bisa dikerjakan dengan semangat itu adalah baik. Bukan berarti kalau lemas-lemas berarti pahalanya lebih banyak. Enggak. Sampai Rasulullah mengatakan, "Salatlah dalam kondisi semangat. Kalau capek silakan ti tidur supaya kau bangkit lagi salat ibadah dengan semangat. Nabi Daud alaihi salam kana yanamu nisfahu wausolliulahu waanamu sudusahu. Nabi Daud alaihi salam kata Nabi, "afdalus salat salatu Daud. Sebaik-baik salat salatnya Nabi Daud." Nabi Daud salat tidur setengah malam kemudian salat sepertiga malam kemudian tidur lagi 1/6 malam. tidur lagi seper6 malam sehingga aktivitas lebih kuat. Rasulullah enggak. Rasulullah bangun di akhir malam kemudian salat menjelang subuh. Rasulullah wasallam salat dua rakaat sebelum subuh kemudian beliau berbaring sebentar. Di antara sunah orang yang habis salat subuh kemudian eh habis salat malam kemudian diletih habis salat dua rakaat sebelum subuh dia boleh berbaring sebentar supaya dia semangat ketika salat apa? Su subuh ya mungkin baring-baring ngilangkan lelah sedikit baru kemudian ya tidak mengapa. Dan itu sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sehingga semangat untuk ibadah selanjutnya. Jangan bablas. Tapi hadis yang semirip dengan itu. Wa Aisyata radhiallahu anha dari Aisyah ummul mukminin an rasul sahu alaih wasallam. Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Aasa ahdukum wahua yusoli." Jika salah seorang dari kalian sedang salat dan dia ngantuk lagi salat terus ngantuk, falyarkut, maka hendaknya ti tidur. Hatta yadhabah anhu naum sampai hilang rasa gantuknya. Fainna ahadakum sha wahua nais. Karena salah seorang dari kalian kalau sedang tidur dalam kondisi ngantuk la yadri dia tidak tahu. Laallahu yadhabu yastagfir. Dia ingin istigfar. Fayasubbu nafsahu. Ternyata dia salah baca doa sampai dia maki-maki di dirinya sen sendiri. Karena baca doa antara sadar dan tidak sadar. Ingin beristigfar malah salah doa. Maka ini ee muttafaqan ayat hadis riwayat Bukhari dan Imam Muslim. Di sini Rasulull Sallahu Alaihi Wasallam menjelaskan bahwasanya ibadah salat yang dikerjakan dengan ngantuk-ngantuk tidak konsen ini ada efeknya. Di antara efeknya bisa salah baca, bisa salah doa. Ya, bisa salah baca, salah doa. Ya, ya bisa ya. Kita bisa baca ulaika ashabul jannah. Mereka adalah penghuni surga. Salah baca ulaika ashabun nariklah penghuni neraka jahanam. Hum fiha kholidun. Itu terjadi kalau ngantuk. Eh, ulaika ashabunar. Salah harusnya ashabul jannah. Setelah baca sifat-sifat orang saleh di akhir kita bilang ulaika ashabunarium. Merekalah penghuni neraka. Salah baca. Kenapa? Karena ngan ngantuk. Berdoa salah baca ya. C kalau kita mungkin doa tidak salah baca karena enggak tahu bahasa Arab. Tapi orang tahu bahasa Arab dia kan seperti ngomong kalau doa ya kemungkinan salah baca besar. Tapi maksudnya Rasulullah mengingatkan bahwasanya ada efeknya yang salah. Kalau orang ee salat tidak konsen, dia bisa bisa jadi salah salah baca dan bisa lupa ini salat berapa rakaat, sudah berapa rakaat. Ya, makanya saya ingatkan lagi yang Allah inginkan dari kita adalah ibadah yang sesuai dengan sunah. Ibah dikerjakan dengan tidak ngantuk-ngantuk, tetapi liusolli ahadukum nasahu. Seorang beribadah dengan e semangat. Dan kalau memang ngantuk boleh tidur, tinggal tidur nyalakan apa alarm. Tidur ngantuk. Tidur setengah jam insyaallah sudah segar. Bahkan sebagian orang tidur 15 menit kalau dia dapat deep slip dia dapat maka sudah berkualitas. Tidurnya dalam maka dia tidurnya berkualitas. Segar kembali. Segar kembali ya. Sampai disebutkan oleh para ulama ee ketika perang Badar kata Allahum ketika perang Badar Allah membuat para sahabat ngantuk karena musuh terlalu banyak. Para sahabat cuma 300 sekian 315 ada 317 31 musuh 1000. Agar mereka segar kembali Allah bikin mereka ngantuk-ngantuk bangun segar lagi. Dan ngantuk-ngantuk itu menghilangkan ketakutan. Maksudnya karena kesegaran tuh perlu. Kesegaran tuh perlu. Sampai Nabi suruh mau perang, Rasulullah suruh berbuka karena mau lawan musuh harus segar, harus kuat. Jadi kita perlu fikih dalam beribadah. Sampai Allah buat yugasikumun nuasa amanat minhu. Allah turunkan rasa ngantuk kepada para sahabat sehingga mereka sempat dalam peperangan sampai ada yang pedangnya jatuh ngantuk. Bangunbang Bangun lagi sudah segar. Butuh istirahat sedikit. Istat sedikit. Kita beraktivitas mau mau ke mana misalnya mau isi kajian sebentar lagi kajian itu 15 menak apa tidur bangun segar bisa ya kalau kajian ngantuk bahaya bisa jadi haram semuanya haram haram haram atau jadi halal semuanya kenapa ustaznya ngantuk saya ngantuk saya dulu pernah punya pengalaman saya waktu di Madinah waktu kelas bahasa ada guru saya sudah tua dia. Tapi dia semangat ngajar apa tauhid. Dia jalan. Jadi dia ternyata jalan ngajar sampai jalan di kelas. Ih ini sudah tua. Semangat jalan jalan jalan. Terus dia duduk dia bicara ini tidur baterainya soak. Subhanallah. Lagi bicara ayat tidur dia. Uh bisa. Oh ternyata ngantuk sekali dia tadi. Di antara cara dia menghilangkan ngantuk dia apa? Jalan. Ya sudah. Alhamdulillah dia tidur. Coba kalau dia ngomong terus kan bahaya. Bisa tauhid jadi syirik. Syirik bisa jadi apa? Tauhid. Jadi kita bukan masalah banyak-banyakan ya, tapi perlu kalau kualitas sudah bagus baru kuantitas. Yang pertama kualitas dulu kalau kualitas sudah bagus tambahkan kuantitas. Tapi jangan sampai kuantitas banyak tidak berkualitas ya. Tidak selalu yang banyak lebih afdal. Saya sering sampaikan seperti ketika seorang bersafar lebih afdal dia salat dua rakaat qasar daripada dia salat empat rakaat. Padahal empat rakaat lebih banyak. Ini dia salat tanpa rawatib, tanpa qabliah, tanpa ba'diyah, kecuali qabliah subuh. Dan itu lebih afdal. Kenapa lebih afdal? Sesuai dengan sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. Sesuai dengan sunah Nabi. Jadi yang pikir yang penting banyak, yang penting banyak, yang penting banyak. Enggak mesti banyak. Lebih baik. Ada parameter yang harus kita pahami, harus kita pelajari. Dan seorang jangan sampai berdoa ketika ngantuk berdoa keburukan bagi dirinya. Rasulullah melarang seorang mendoakan keburukan bagi dirinya. Ya, kata Rasul sahu alaihi wasallam, "La tadu ala anfusikum, janganlah kalian mendoakan keburukan atas diri kalian. Wadu ala auladikum dan janganlah doakan keburukan bagi anak-anak kalian. Wad amwalikum jangan doakan keburukan bagi harta kalian." Kenapa? Jangan sampai ketika kalian berdoa buruk tersebut mengepasi suatu waktu yang di mana Allah pasti kabulkan permintaan seseorang. Akhirnya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa taala. Ya, hati-hati di antaranya tadi sedang salat doakan keburukan ya bagi diri sendiri saking ngantuknya. Ini isyarat bahwasanya dalam doa dalam salat dianjurkan untuk berdoa. Tapi doa yang serius jangan doa khawatirnya salah doa ya. Salah salah doa ya. Apa do ada orang doa eh Allah tajal fi qulubinailladina amanu ehajalilladina kafaru. Salah ngomong bahaya. Amanu kafaru berbeda. Jangan jadikan dalam hati kami ee rasa dengki kepada orang beriman. Kalau ngantuk bisa jadi lilladzina kafaru. Ya. Tapi kalau antum mungkin salah karena enggak tahu bahasa Arab. Enggak mungkin salah. Tapi kalau yang pandai bahasa Arab mungkin salah itu ada. Mungkin salah itu ada karena dia ngerti bahasa Arab. Jadi jangan pernah kita doain ee mampus diri, mampus kita, mampus kita, enggak boleh. Itu buruk. Pas Allah kabulkan ngeri. Atau bilang sama anak, "Mampus kalian." Dasar setan. A kita doain anak kita jadi setan. Ngeri. Kalau jadi setan, siapa yang rugi? Kita sendiri. Dia durhaka ngabisin duit kita. Jangan, jangan bilang anak setan. Jangan bilang iblis. Setan jangan. Sebagian orang marah doain istrinya, "Iblis kamu." Ngeri marah kemudian ucapan kata-kata yang tidak baik kepada istrinya. Saya pernah ada dua orang datang ke rumah, suami istri bermasalah. Istrinya bilang, "Ustadz, ini suami saya semya hadir. Ini suami saya kalau marah dia bilang, "Saya iblis." Subhanallah. Enggak ada yang lebih ringan. Gondruo kek, apa kek langsung iblis bosnya setan. Subhanallah. Tega maksudnya enggak masa ngomong kayak gitu anak-anak jangan kita doakan keburukan. Jangan. Lihat orang Arab kalau marah Allah yahdik semoga Allah beri hidayah. Ee juga aslahakallah semoga Allah perbaiki dirimu. Itu sering kita dengar. Ada orang ngambung-ngamuk enggak beres. Aslah Allah. Aslahakallah. Semoga Allah luruskan engkau. Allah yahdik. Semoga Allah beri hidayah kepadamu. Ya. Tapi kalau mal'un mal'un laknat ya enggak bagus ya. Jangan juga harta. Wah, ini harta harta misalnya kita marah, kita bilang harta kita harta tidak berkahlah apalah. Jangan kita maki-maki harta kita. Jangan maki istri kita, jangan anak kita, jangan diri kita. Khawatir dikabulkan oleh Allah subhanahu wa taala. Baik, mungkin sampai sini aja dulu kajian kita ya. Ee insyaallah kita lanjutkan masih sesi berikutnya masih terkait dengan sikap tengah dalam beribadah tidak berlebih-lebihan. Wallahu taala alam bawab. Demikian wabillah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam.