Transcript
QA4Getq7NwU • Kitab Al-Kabair #44: Merendahkan atau Menghina Orang Yang memiliki Kemuliaan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/FirandaAndirjaOfficial/.shards/text-0001.zst#text/2669_QA4Getq7NwU.txt
Kind: captions
Language: id
Ahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi ala ihsaniu ala taufihin
asadu alla ilahaillallah wahdahu la
syarikalahu
wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
rasul daila ridwan allahumma sholli
alaihi wa ala alihi wa ashabihi wa
ikhwanin
hadirathmati Allah subhanahu wa taala
kita lanjutkan ee bab berikutnya dari
kitab alkabair karya Syekh Muhammad bin
Abdul Wahab rahimahullahu taala babun
Alistikfa biahlil fadl. Bab tentang
menghina atau merendahkan
orang-orang yang memiliki kemuliaan.
Ee maksudnya hal ini termasuk dari dosa
besar merendahkan mereka, menghina
mereka. Ya, itu orang-orang yang
memiliki keutamaan terutama terkait
dengan keutamaan agama. Kenapa dikatakan
dosa besar? Karena seharusnya kalau
orang cinta sama agama, terus dia
melihat ada orang rajin salat, rajin
ibadah, kemudian nampak pada orang
tersebut ee nilai-nilai agama yang
tinggi, tentunya dia akan menghormati
sebagai bentuk penghormatan terhadap
agama, sebagai bentuk pemuliaan terhadap
agama. Tapi kalau ternyata dia melihat
orang-orang yang agamanya kuat, malah
dia rendahkan, malah dia remehkan, ini
ada permasalahan dalam hatinya.
mungkin dia benci kepada kepada agama.
Kenapa sampai dia tidak suka sama orang
yang ee
apa namanya? Memiliki nilai-nilai agama
yang tinggi. Oleh karenanya
beliau membawakan bab ini maksudnya di
antara dosa besar adalah meremehkan,
menghina, merendahkan
orang-orang yang nampak pada diri mereka
nilai-nilai agama.
Kemudian beliau membawakan hadis di
antaranya an ibni Amr radhiallahu anhuma
marfuan. Dari Abdullah bin Amr bin Ash
radhiallahu anhuma secara marfu Rasul
sahu alaihi wasallam bersabda, "Laisa
minna man lam yarham shogirana walam
ya'rif syarofa kabirina." Bukan dari
kami
orang yang tidak menyayangi yang kecil,
anak-anak kecil atau anak-anak muda di
antara kami. Dan bukan dari kami orang
yang tidak mengenal kemuliaan
orang-orang besar di antara kami. Jadi,
seorang mukmin hendaknya sayang kepada
yang lebih kecil dan hormat kepada yang
lebih besar. Ini secara umum kita
memuliakan orang yang lebih tua ya.
Bagaimana lagi kalau orang tersebut
ternyata agamis ya, ternyata rajin
salat, rajin ibadah, rajin sedekah ya,
kemudian ee melakukan
nilai-nilai agama yang nampak pada
padanya.
Apalagi sampai menghina ya. Ini sungguh
hal yang sangat berat ya. Oleh karenanya
dalam Al-Qur'an kita dilarang ee
menghina kaum mukminin secara umum. Ya
Allah berfirman, "Ya ayyuhalladzina
amanuq minakunuir
minhum." Wahai orang beriman, janganlah
ee sebagian kalian atau suatu kaum
mengejek kaum yang lain. Bisa jadi yang
diejek lebih baik daripada yang
mengejek. Allah Subhanahu wa taala ee
mengatakan orang-orang
yang mengejek orang-orang sedang
bersedekah alladina yalmizunal mutina
minal mukminina fodqat.
Orang-orang munafik yaitu mereka
mengejek orang-orang yang sukarela
ketika bersedekah. Dijjek ah sedekah
banyak dibilang ria. Sedekah sedikit
katanya Allah enggak butuh kalau cuma
sedikit. Jadi sedekah banyak salah.
Sedekah sedikit apalagi salah. Mereka
ngejek. Makanya Allah mengatakan,
"Alladzina yalmizun minalqat walladina
laajiduna illa juhdahum minhumakirallahu
minhum." Itu orang-orang yang mengejek
orang-orang yang bersedekah dengan
sukarela. Demikian juga mengejek
orang-orang yang tidak bisa sedekah
kecuali cuma sedikit. Maka mereka pun
mengejek, Allah pun akan mengejek
mereka. Ini secara umum. Apalagi yang
diejek adalah orang-orang yang memiliki
kemuliaan dalam agama. Ya, maka ini
sangat berbahaya menunjukkan hatinya
bermasalah.
Dia kok tidak suka sama orang yang
agamis. Ada orang pakai jilbab, ada
orang berdakwah, ada orang ee
menghidupkan syiar-syiar Islam kok dia
tidak suka. Bahkan dia ngejek, bahkan
dia merendahkan. Nah, ini berarti ada
masalah dalam hatinya terkait agama.
syarat dia tidak suka dengan agama
karena dia meremehkan simbol-simbol
agama. Di antara simbol-simbol agama
adalah orang-orang yang menjalankan
nilai-nilai agama.
Terus hadis berikutnya, wali Abi Daud an
Abi Musa marfuan.
Al Imam Abu Daud meriwayatkan dari Abu
Musa al-Asy'ari secara marfu. Rasul sahu
alaihi wasallam bersabda, "Inna min
ijlalillah ikramaibah almuslim."
Di antara bentuk mengagungkan Allah
adalah memuliakan
orang muslim yang sudah beruban.
Mana yang sudah beruban?
Wahamil Quran dan juga memuliakan ee
orang yang hafal Quran. Giril goli fihi
wal jafi anhu yang tidak berlebihan
dalam Al-Qur'an dan juga tidak menjauh
dari Al-Qur'an. Karena Rasulullah
bersabda, "Inna ijlalillah." Di antara
bentuk mengagungkan, memuliakan Allah
adalah memuliakan tiga orang ini. Yang
pertama, zu asyaibah almuslim. Yaitu
seorang muslim yang sudah beruban.
Maksudnya apa? Para ulama menjelaskan
yaitu dia sudah lama beribadah. Orang
ini lebih dahulu daripada kita
beribadah. Dia sudah menjalani
ee peribadatan kepada Allah sampai
rambutnya berubat.
Selama ini dia sudah salat sudah sekian
puluh tahun sampai rambutnya beruban.
Selama ini dia telah menafkahi anak
istrinya sampai rambutnya beruban. Orang
ini telah ubannya karena Allah Subhanahu
wa taala ya. Selama ini dia baca Quran
terus dia dibaca Quran sampai rambutnya
beruban.
Maka orang begini hendaknya dimuliakan
ya karena di antara
umurnya dia habiskan untuk beribadah
kepada Allah. Ya, ini bukan beruban
karena minum khamar terus bukan ya.
Bukan beruban karena main judi terus.
Tidak. Maksudnya muslim yang taat sampai
beruban. Kita tahu orang ini sejak muda,
dia sering ibadah, sering taat. Yakin
hendaknya kita muliakan dia. Karena
ubannya ini mengingatkan dia sudah
banyak beribadah kepada Allah Subhanahu
wa taala. Dia sudah banyak berjuang di
jalan Allah Subhanahu wa taala. Maka
orang seperti ini hendaknya di
dimuliakan. Ini menunjukkan dia
menampakkan nilai-nilai agama ubannya.
Dia beruban karena beragama.
Karena dia beruban dalam menjalankan
ibadah kepada Allah ya. Maka hendaknya
kita muliakan. Yang kedua, yang
hendaknya dimuliakan adalah hamilul
Qur'an, yaitu orang-orang yang menghafal
ee Al-Qur'an.
Yang menghafal Al-Qur'an tetapi tidak
berlebihan.
Gali maksudnya berlebihan dalam
Al-Qur'an dan juga tidak jauh dari
Al-Qur'an. Tidak jauh dari Al-Qur'an.
Yang dimaksud dengan hamil Quran,
penghafal Quran yaitu bukan sekedar
menghafal tapi juga mengamalkannya.
Mengamalkannya. Ya. Dalam satu hadis
Rasul sahu alaihi wasallam bersabda, "Ya
bil qurani wa ahlihi." Pada hari kiamat
kelak akan didatangkan Al-Qur'an dan
ahli Quran. Siapa ahli Quran tersebut?
Alladzina yaaluna bihi. Yaitu yang
mengamalkan Al-Qur'an. Dalam riwayat
seperti yang dimaksud dengan ahlul Quran
itu bukan penghafal doang, tapi
alladzina yaaluna bihi. Yang dia hafal
dan dia juga mengamalkannya.
Taqdumuhu suratul baqarah
wa alu imran ya atau wa ali wa ali imran
ya. maka dia
surah Al-Baqarah dan Al Imran mendahului
dia yaitu untuk memberi syafaat
kepadanya. Yang menjadi perhatian kita
di sini Rasulullah menjelaskan yang
dimaksud dengan ahlu ahlul Quran
maksudnya alladzina ya'maluna bihi yaitu
orang yang mengamalkannya.
Makanya orang yang hafal Quran tapi dia
tidak murajaah siangnya dia tidak
mengamalkannya ya maka dia disiksa di
alam barzakh. Di malam hari dia tidur
tidak dia baca. siang hari dia tidak
amalkan, ternyata Quran tersebut akan
menyerang dia di alam barzakh sebelum
hari kiamat. Makanya Rasul Sahu Alaih
Wasallam bersabda, "Alquranu hujjatun
lak alik." Al-Qur'an itu akan membelamu
atau akan menyerangmu, jadi memerang
bagimu. Ini peringatan kepada
orang-orang yang hafal Quran.
Mereka punya konsekuensi untuk bisa
mengamalkan Al-Qur'an tentunya
semampunya. Fattaqulahum tentu belum
tentu kita bisa mengerjakan seluruh apa?
ee isi Al-Qur'an. Tapi seorang berusaha
mengamalkan semampunya agar Al-Qur'an
tersebut membelanya, memberi syafaat
baginya, bukan malah menyerangnya dan
menyebabkan dia disiksa di alam barzakh.
Maka di sini Rasulullah mengatakan,
yaitu orang yang hafal Quran girirul
ghali fi yang tidak berlebih-lebihan.
Apa tidak berlebih-lebihan? Ada yang
mengatakan berlebih-lebihan maksudnya
menafsirkan sembarangan, mentakwil
sembarangan. Ya, berlebih-lebihan
adalah yang tengah.
Orang yang hafal Quran dia memahaminya
hendaknya dimuliakan.
Kenyataan ada orang hafal Quran tapi
ada. Al-Qur'an tidak masuk ke hati.
Tidak masuk ke hati. Seperti orang-orang
khawarij, mereka ahli Quran.
Rasulullah mensifati orang khawarij.
Kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Yaqraunal Quran la yujawizu tarqiahum."
Mereka baca Quran tapi tidak melewati
kerongkongan mereka.
Mungkin ahli tajwid mungkin suka banyak
baca, mungkin sehari khatam atau berapa
hari khatam tapi tidak diresapi, tidak
ditadaburi Al-Qur'an tersebut. Mereka
baca laujawizuqiahum.
Mereka bacukan tapi tidak masuk ke dalam
tidak melewati apa ee ini kerongkongan
mereka tarqiatur quatu ini apa namanya
selangkangan. Jadi cuma sampai di leher
tidak sampai ke ke hati. Isyarat
bahwasanya mereka tidak memahami dan
tidak mereka tidak menga mengamalkan.
Mereka tidak mengamalkan.
Maka seorang berusaha hafal Quran
sebisanya yang dia sudah hafal berusaha
untuk dia pahami dan dia amalkan
sehingga Al-Qur'an akan membela dia pada
hari e kiamat kelak. Maka seluruh
hadis-hadis yang datang dalam pujian
kepada ahlul Quran maksudnya ini
syaratnya alladzina ya'maluna bihi yang
mengamalkan kandungan Al-Qur'an
tersebut. Karena Al-Qur'an itu hujjatun
lak alaik. Kata Nabi sallallahu alaihi
wasallam bisa membelamu bahkan bisa
menyerangmu. Kapan menyerangmu? Jika kau
tidak mengamalkannya.
Ini orang kedua yang hendaknya di
dimuliakan.
Makanya ketika perang Uhud kemudian
yang meninggal banyak sementara waktu
sempit untuk menggali lubang kuburan.
Rasulullah menggali satu para sahabat
menggali satu lubang kuburan kemudian
dua atau tiga orang dimasukkan dalam
satu lubang. Maka Rasulullah mengatakan
dahulukan yang lebih banyak hafalannya.
Dahulukan lebih banyak apa hafalannya.
dimuliakan oleh ee Nabi sallallahu
alaihi wasallam sehingga dikubur dahulu
baru kemudian nyusul yang hafalannya ee
belakangan atau lebih sedikit ya. Ini
menunjukkan pemuliaan terhadap ee ahli
Quran.
Kemudian yang orang ketiga yang
hendaknya dimuliakan
wa ikrama di sultanil muqsid memuliakan
sultan yang adil. Sultan yang adil, yang
adil dalam hukumnya ya hendaknya
dimuliakan. Kalau kita tahu ada penguasa
yang adil maka hendaknya kita
memuliakannya. Jangan merendahkannya.
Dia sudah berusaha semaksimal mungkin
menjalankan hukum yang mendekati kepada
hukum Allah. Mungkin dia tidak bisa 100%
tapi kita tahu dia sudah beru berusaha.
Maka pemimpin seperti ini hendaknya kita
ee muliakan. Maka hadis ini menjelaskan
berarti
mafhum mukhalafahnya kalau tadi kata
Rasulullah inna min ijlalillah di antara
bentuk pemuliaan terhadap Allah adalah
memuliakan tiga orang ini. Memuliakan
orang yang agamis. Tiga orang ini orang
tiga agamis. Yang pertama yang rambutnya
putih karena beribadah.
Ee antum ngelihat orang rambut putih.
Masyaallah sudah berapa tahun dia
beribadah ya.
Kita belum putih ya. Baru putih
sedikit-sedikit.
baru baru kemarin dapat hidayah,
baru kemarin hijrah. Kadang-kadang lepas
lagi.
Sudah lama sudah ngurus anak istri,
sudah lama, sudah lama bekerja untuk ee
sudah lama ke masjid, sudah lama
beribadah. Ini harus kita muliakan
ya. Kemudian yang hafal Quran
dan dalam ee apa namanya? Dengan baik.
Dan yang ketiga, sultan yang adil. Ini
bentuk memuliakan Allah dengan
memuliakan tiga orang ini. Berarti
sebaliknya kalau merendahkan tiga orang
ini berarti tidak memuliakan Allah
Subhanahu wa taala. Kenapa bisa benci
sampai bahkan malah merendahkan
mengejek? Ah berarti dia bermasalah.
Kalau orang hafal Quran, mengamalkan
saleh kok dia rendahkan ini bermasalah.
Kok jangan-jangan kau tidak suka dengan
agama. Jangan-jangan kau tidak suka
dengan syariat apa? Islam. Ada orang ee
berjilbab, jilbab yang benar, pakai
cadar dihina-hina. Ini ada masalah, ada
apa dengan kau? Kenapa kau benci dengan
orang yang nampak padanya kesalehan?
Kenapa benci? Nah, ini bermasalah.
Kemudian
hadis berikutnya, Q rahimahullah berkata
al Imam Muhammad bin Abdul Wahab
rahimahullahu taala, wali ahmada
bisanadin jayyid. Dan al Imam Ahmad
periwayatkan dalam mustadnya dengan
sanad yang jayid, sanad yang baik.
Eh laaisa minna man la yujillu kabirana
wala yarhamu shirana wifu liimina
haqqohu. Bukan dari kami orang yang
tidak memuliakan orang tua di antara
kami dan tidak sayang kepada yang lebih
muda di antara kami dan tidak mengenal
hak orang alim di antara kami. Di sini
Rasulullah mengkhususkan kalau
hadis-hadis sebelumnya bukan dari kami
yang tidak hormat kepada yang tua dan
tidak sayang kepada yang mu muda. Ini
ada tambahan dan tidak mengenal hak
orang alim di antara ka kami. Berarti
orang alim mereka punya keistimewaan.
Seorang harus mengenali hak orang alim
tersebut. Ya. Maka di sini kita
hendaknya memuliakan para ulama ya. para
ulama yang telah mereka berjuang, mereka
telah berdakwah, mereka telah menulis ee
buku-buku kitab Amil faedah dari
buku-buku tersebut ya. Mereka berusaha
menjelaskan kepada umat tentang
jalan-jalan kebenaran. Mereka berusaha
membantah jalan-jalan yang tidak benar.
Ya, mereka menjadi penerangan bagi kita
ya. Maka kita harus tahu kedudukan
mereka. Makanya Rasul Sallahu Alaihi
Wasallam bersabda ee bahwasanya eh
fadlul alim alal abid kafadlil qamari
ala sairil kawakib. Keutamaan seorang
ahli ilmu dibandingkan ahli ibadah
seperti keutamaan rembulan dibandingkan
seluruh bintang-bintang. Ya, karena
rembulan itulah yang beri cahaya. Ya,
rembulan cuma satu bintang ribuan, tapi
yang beri cahaya penerangan adalah rem
rembulan. Maka kalau ada ahli ibadah,
dia mulia tetapi hanya terbatas pada
dirinya. Beda dengan orang alim. Orang
alim menjelaskan, menjelaskan,
menjelaskan. Para ulama menjelaskan
tentang bahayanya riba. Telah menjelas
bahayanya syirik. Tentang bahaya ri
bahayanya sombong. Bahaya banyak mereka
jelaskan tentang masalah fikih, masalah
akidah, menjelaskan tentang sejarah
Nabi, menjelaskan tentang tarikh. Kita
banyak ambil manfaat dari para ulama.
Mereka punya jasa yang besar dalam
membentuk pribadi kita,
dalam membentuk cara mindset berpikir
kita. Ya, para ulama bagaimana
ketenangan dalam jiwa dengan jasa
mereka. Maka hendaknya seorang tahu
membalas budi mereka. Di antaranya
mengenali hak mereka. Mereka punya hak
untuk dimuliakan. Mereka punya hak untuk
dihormati. Makanya Rasulullah
mengatakan, "Bukan dari golongan kami
orang yang tidak tahu kedudukan ulama,
yang tidak tahu hak para ulama."
Adapun orang yang
tidak peduli sama agama justru sering
mengejek para ulama. Apa ulama? Cuma itu
aja, cuma ini, bahas ini, bahas ini,
diejek ya
mengejek para ulama.
Tapi di antara mereka ada yang
merendahkan mengatakan ah cuma ulama
haid dan nifas ya. Maunya ulama ikut
sana ke sini teriak-teriak itu baru
ulama yang benar. Ada ulama yang cuma
ngajarin ah ulama apa cuma pintar di
masjid saja maunya seperti mereka
mungkin ribut-ribut ya
macam-macam ya. Sehingga terkadang ulama
di dihina direndahkan ya. Dihina dan
direndahkan.
Baik kita masuk bab selanjutnya. Ini bab
yang paling disenangi oleh para
bapak-bapak.
Babun iqdobuz zauj. Di antara dosa besar
membuat suami marah. Bos. Keren enggak
babnya? Keren. Ini bab yang mungkin
kurang menyenangkan ibu-ibu ya.
Tayib. Di antara dosa besar iqdabuz
zauj. Bikin suami marah.
Bikin suami ngambek.
Siapa di antara bapak-bapak yang tidak
pernah ngambek?
Ngambek gara-gara is istri, marah
gara-gara istri.
Ini dosa ya, Ibu-ibu tolong dengar
baik-baik ya. Ya, jangan sibuk dengan
HP, jangan sibuk ngurusin anak-anak.
Dengar dulu ini ya.
Saya ulangi babnya. Babun iqdobuz zauj.
Bab membuat suami marah.
Waqulullahi taala. Kemudian Syekh
Muhammad bin Wahab rahimahullah
membawakan dalil-dalil. Di antaranya
firman Allah Subhanahu wa taala,
fasolihatu qonitatun hafidatun lil
ghaib. Wanita-wanita salehah adalah yang
qanitat
kemudian hafidatun lil ghaib. Dan yang
menjaga hak suami ketika suami tidak di
rumah. Bima hafidallah. Karena Allah
yang membuat mereka bisa menjaga.
Kemudian kata Allah, "Wallatihahunna."
Adapun wanita-wanita yang kalian
khawatir pembangkangannya,
maka nasihatilah mereka wahjuruhunna dan
boikotlah mereka fil di tempat tidur
wadbuhun. Dan pukullah mereka.
Ini ayat dalam surat Annisa ayat 34 ya.
Membagi wanita menjadi dua.
Satu, wanita salihat atau dua model.
Yang pertama wanita-wanita salehat. Yang
kedua, wanita-wanita yang melakukan
nusyuz. Ya.
Ya. Wanita yang melakukan apa? Nusyuz.
Adapun wanita yang salehat maka Allah
sifati dengan dua sifat.
Siapa wanita salhat? Inilah definisi
dari Allah. Pas shalihatu qonitat, yaitu
wanita yang taat beribadah. Qonitat
diambil dari kata lafal qunut dan qunut
maknanya dua. Pertama adalah dawamul
ibadah, sering beribadah. Yang kedua
khusyuk. Ada makna apa? Khusyuk. Seperti
firman Allah Subhanahu wa taala waquumu
lillahi qonitin. Berdirilah
ketika salat kepada Allah. Qonitin dalam
kondisi khu khusyuk. Jadi wanita salehah
adalah wanita yang menunaikan hak Allah
dan juga menunaikan hak suami. Ini
definisi wanita salehah.
Kapan dia hanya menegakkan hak Allah,
tidak menegakkan hak suami, dia bukan
wanita salehah.
Dan kapan dia hanya menegakkan hak
suami, menunaikan hak suami, tapi hak
Allah tidak dia tunaikan, dia bukan
wanita salehah.
Mungkin kalau dia menunaikan hak suami,
salehah bagi suaminya, di mata suami,
tapi tidak salehah di mata Allah. Ya,
harus dua-duanya ditunaikan karena hak
Allah dan hak suami saling melazimi.
Datang dalam hadis kata Rasul sahu
alaihi wasallam, "Lan tuaddial maratu
haqqallah hatta tuaddiya haqqo zaujiha."
Seorang wanita tidak bakalan bisa
menunaikan hak Allah
sampai dia menunaikan hak suaminya. Ya,
seorang wanita tidak akan menunaikan hak
Allah sampai dia menunaikan hak
suaminya. Berarti
tidak dikatakan dia saleh kecuali
menunaikan hak suaminya. Bab di sini
jadi saya ulangi sifat wanita salehah
dua. Pertama qanitat. Yang kedua
hafidatun lil ghaib. Apa makna qanitat?
Tadi sering beribadah dan qunut maknanya
di antaranya khusyuk. Jadi ibu-ibu kalau
salat jangan buru-buru ya. Kalau salat
tenang
baca al-Fatihah tenang aja.
Alhamdulillah.
Jangan baca pelan-pelan aja. Baca
pelan-pelan. Zikir pelan-pelan.
Tenang. Ada ada khusyuk dalam ibadahnya
ya. Jangan beribadah buru-buru ya. Habis
salat jangan langsung buka HP, zikir
dulu ya. Jadi tenang. Ibadah jangan
cepat-cepat. Salat fardu tenang berusaha
khusyuk. Salat sunah berusaha khusyuk.
Baca Quran juga jangan buru-buru. Baca
Quran sambil ditadaburi. Ya, itu namanya
qunut dan kontinue dalam beribadah. Maka
dia telah menunaikan hak Allah. Tinggal
yang kedua kata Allah hafidatun lil
ghaib. Ciri wanita salehah adalah
menunaikan atau menjaga hak suami ketika
lil ghaib. Ketika suaminya gaib, yaitu
ketika suaminya tidak di rumah, ketika
suaminya sedang safar. Hak apa yang dia
jaga? Yaitu hak tentang harga dirinya.
yaitu ee dia jaga kemaluannya ya. Yang
kedua dia jaga harta suaminya. Ini dua
hak yang sangat penting yang seorang
istri hendaknya menjaga dua hak suami
ini meskipun suami tidak di rumah. Itu
jangan sampai ketika suami lagi tidak di
rumah lagi safar kemudian dia
kontak-kontak sama ee CLBK ya kekasih
lama ya atau dia berselancar di dunia
maya cari tahu tentang pacar lamanya ya.
ya tentang kawan lamanya atau dia
ketawa-ketiwi dengan lelaki lain ya
sementara suaminya tidak ada di di rumah
ini namanya dia tidak sempurna dalam
menjaga kemaluannya kenapa dia membuka
celah-celah untuk dinikmati oleh lelaki
lain menikmati suaranya menikmati canda
tawanya apalagi sampai membuka wajahnya
apalagi membuka sebagian auratnya maka
ini wanita tidak salehah wanita
pengkhianat wanita apa pengkhianat
pemilik di rumah dia berkhianat
Sekarang fitnah luar biasa. Fitnah luar
biasa.
Saya pernah pas hajian 22 tahun lalu,
ada seorang
ikhwan, anaknya bermasalah di rumah,
maka dia pasang CCTV untuk jaga nengok
anaknya karena anaknya lagi bermasalah
ya. Terus dia hajian.
Dia tidak duga ternyata ketika hajian
ternyata istrinya nakal ketika
dia sedang hajian.
Ternyata istrinya connecting sama lelaki
lain, buka laptop, kemudian membuka
sebagian auratnya kemudian melakukan
yang dia sangat kaget ketika ee
Subhanallah berkhianat. Suami lagi tidak
di rumah dia berkhianat.
Dia tidak berkhianat.
Padahal istrinya itu dikenal wanita
salehah oleh tetangga-tetangganya.
Salehah cuma di depan mata manusia.
Tapi di sisi Allah ternyata pengkhianat.
Ya, ternyata pengkhianat. Maka suami
kalau di luar seorang wanita menjaga
kemaluannya. Di antara bentuk sempurna
menjaga kemaluannya, dia tidak membuka
celah untuk dinikmati oleh lelaki lain.
Ya, makanya
Allah memuji Maryam allati ahsanat
farjaha. Maryam yang menjaga
kemaluannya. Sempurna dalam menjaga
kemaluannya.
Yang kedua, menjaga uang suami. Menjaga
uang suami ya.
menjaga uang suami.
Kalau suami taruh uang, ya dia kelola
dengan baik.
Jangan dia membeli sesuatu tanpa izin
suami, apalagi yang bernilai besar.
Jangan dia kirim kepada orang tanpa izin
apa? Suami. Jangan beli barang-barang
yang tidak perlu. Dia berusaha menjaga
harta suami. Karena sebagian suami
meletakkan uang dia taruh di rumah
kemudian dia bersafar bekerja. Uangnya
taruh di di rumah.
Maka inilah wanita salehah ya. Dia
menjaga hak suami.
Adapun lawannya yaitu yang nusyu, suka
membangkang, angkat suara ya.
Fansu. Fansu itu bangkit. Itu bangkit.
Kalau dia diomong nusyus artinya
bangkit. Diomongin angkat suara. Dikasih
tahu malah ngasih tahu lagi. Balik.
suaminya angkat suara dia lebih kencang
lagi apa suaranya ini namanya nusyus
nampak pembangkangan disuruh ke timur
dia malah ke ke barat suruh pergi ke
masjid malah ke mall
disuruh
ke mana, dia pergi ke mana ya
membangkang kata Allah subhanahu wa
taala ini model wanita k bukan wanita
salehah adapun wanita-wanita takhafuna
nusyuzahunna yang kalian khawatirkan
pembangkangannya faidzuhunna maka Kan
nasihati suami kalau ada wanita
membangkang nasihati dengan tulus,
dengan ikhlas. Sebutkan ayat, sebutkan
dalil. Bertakwa kepada Allah. Ada hari
kebangkitan, ada hari
pertanggungjawaban. Kita akan dihisab.
Saya dihisab, kau dihisab. Saya
melakukan tanggung jawab saya sebagai
suami, apa kau sudah melakukan tanggung
jawabMu sebagai istri? Nasihati,
sebutkan dalil
Al-Qur'an dan sunah. Ya, nasihati dengan
tulus. Ee berusaha masuk ke dalam apa
namanya? hatinya agar dia sadar dengan
cara yang baik. Bukan nasihat di depan
umum, bukan nasihat lewat status HP ya,
bukan menyerang lewat apa status
Facebook ya.
Ini sebagian orang ikhwan nyerang
istrinya pakai apa? Medsos. Istrinya
balas juga pakai met medsos. Ya, jadi
nasihat yang tulus. Nasihat tersebut
kita ingin istri kita baik, kita nasihat
dengan baik dengan dengan hati yang
tulus. Karena kalau dia baik, kita yang
dapat untung.
Ini dia kita akan dihormati oleh istri.
Kalau tidak bermanfaat dinasihati
wahjuruhunna boikot dia fil madji. Tapi
boikotnya di rumah. Kata Nabi, "Wala
tahjur illa fil bait." Jangan kau boikot
kecuali di rumah. Itu di rumah sama-sama
tapi tidak tidur bareng. Tidur tidak
tidur di bareng. Ya. Kalau tidur pun
satu tempat tidur, kepalanya dia di
utara, kepala kita di selatan. itu
bokong kita di utara sama dengan kepala
dia
atau dia menghadap timur kita menghadap
apa? Barat. Ya, kita boikot diajak
ngomong kita cuek. Enggak usah enggak
usah kita pedulikan.
Atau kita tidur di kamar yang lain,
tidur sama kucing boleh.
Ini boikot ya
seharusnya bermanfaat ya, tetapi
kenyataannya kurang bermanfaat. Justru
yang menderita suaminya ya.
Kalau
cuma satu ya begitu ya.
Sudah akhirnya saya boikot-boikot malah
terboikot, Ustaz. Ada yang bilang kita
boikot malah terboikot. Sudah pergi aja
kamu sana. Ngapain tidur sini? Wah walah
terboikot. Ya
kalau dulu bermanfaat sekarang Allah
bermanfaat atau tidak. Ya. Yang ketiga,
wadribuhun. Kalau sudah diboikot di
rumah tidak bermanfaat silakan pukul.
Tapi dorban giriro mubarrih. Pukulan
yang tidak melukai itu pukul bukan di
bagian-bagian sensitif, bukan di ulu
hati ya. Bukan di hidung, bukan di
leher, enggak dibokong, di apa namanya?
Di punda. Artinya yang pukulan mendidik
bukan pukulan belas dendam. Bukan
KDRTnya sampai matanya hijau ya. Enggak.
Enggak ya. Pukul bagian-bagian yang
tidak sensitif
agar dia
sadar ya.
Fainakum fala tabu alaiila. Kalau
ternyata mereka baik, ya sudah
alhamdulillah. Nah, Ibu-ibu jangan
menjadi wanita seperti ini. Wanita
nusyus nasiat ya. Hendaknya menjadi
wanita yang salhat. Syaratnya dua, rajin
ibadah menunaikan hak suami.
Makanya dalam hadis ketika Rasul Sallahu
Alaihi Wasallam ketemu dengan seorang
wanita, Rasulullah bertanya, "Adu ba'in
anti?" "Apakah engkau punya suami?" Kata
dia punya.
Kata Rasulah, "Kaifa anti minhu,
bagaimana sikapmu terhadap suami
suamimu?"
Lau bihi juhdan illaq.
Kata dia, "Saya berusaha melayani
suamiku semaksimal mungkin kecuali yang
saya tidak mampu." Dia ngakunya begitu
sama Nabi. Kata Nabi, "Unzuri aina anti
minhu fainnahu jannatuki waaruki."
Lihatlah bagaimana
kedudukanmu di sisi suamimu.
Sesungguhnya suami itu surgamu atau
nerakamu. Artinya kalau suami rida,
insyaallah seorang wanita masuk surga.
Jika suami tidak rida karena hak-haknya
dizalimi, hak-haknya tidak ditunaikan,
dia sudah kerja banting tulang dari pagi
sampai sore, ya dibanting orang juga
malah. Terus ternyata istrinya
tidak hormat, tidak melayani,
merasa tinggi, bentak-bentak. Nah, ini
dia dia tidak zalim. Ini ciri-ciri
wanita penghuni neraka neraka jahanam.
Makanya Rasul sahu alaihi wasallam
mengatakan, "Ya maysyar nisa tasadaqna."
Wahai para wanita,
bersedekahlah.
Fainna aktar jahanam. Karena kalian
banyak
penghuni neraka jahanam. Ada yang tanya,
"Kenapa ya Rasulullah? Kenapa wanita
banyak masuk neraka?" Kata Rasulullah,
"Lianna kunna takfur asir." "Karena
kalian tidak tahu berterima kasih sama
suami.
Sudah banyak dikasih, tidak tahu terima
kasih. Ya, masih nuntut lagi, masih ini
lagi, ngambek melulo, nuntut banyak,
inilah inilah
ngangkat suara ya. Ya, kasihan suami
seperti seperti ini. Maka inilah di
antara sebab utama wanita masuk neraka
karena membangkang kepada apa? Suami
tidak tahu berterima kasih kepada suami.
Dalam hadis kata Rasul wasurullah
ilaatin.
Ya Allah tidak melihat kepada wanita
yang tidak berterima kasih pada
suaminya. Wahiya la tastagni anhu.
Padahal dia selalu butuh kepada
suaminya. Padahal dia selalu butuh
kepada suaminya. Tapi tidak berterima
kasih kepada suaminya. Padahal dia
selalu butuh kepada suaminya.
Maka ibu-ibu bertakwa kepada Allah
Subhanahu wa taala
agar menjadi wanita yang salehah, taat
kepada suami, menunaikan hak suami.
Ibu-ibu jangan tersinggung ya. Saya
ngomong agak banyak masalah ini ya.
Kebetulan istri saya lagi hadir ini.
Tayib ini kesempatan ya.
Ini bukan titipan dari Bapak-bapak ya.
Tib eh
hadis berikutnya wa Abi Hura radhiallahu
anhu marfuan dari Abu Hurairah secara
marfu rasam bersabda walladzi nafsi
biyadihi demi zat yang jiwaku ber
tangannya
alaihi
alaiha tidak ada seorang lelaki yang
mengajak istrinya untuk berhubungan
intim kemudian istrinya menolak tanpa
uzur maksudnya kecuali yang di langit
murka kepadanya
sampai suaminya rid kepadanya.
Wafi riwayatin laat malaikat tusbih
akhrajahu. Riwayat Bukhari dan Muslim.
Kalau dia menolak ajakan suaminya di
malam hari maka malaikat akan melaknat
wanita ini sampai pagi. Ya ukhti
ya Ummi. Apa faedahnya anti salat, anti
baca Quran, tapi dilaknat malaikat dari
malam sampai pa pagi? dilaknat, didoakan
agar dijauhkan dari rahmat Allah. Saya
khawatir nanti hatinya menjadi keras,
menjadi tertutup karena didoakan
keburukan oleh malaikat. Ini dalil
bahwasanya
di antara kebutuhan yang penting bagi
seorang lelaki adalah kebutuhan ee
biologis, ya. Dan kalau seorang laki
menghendaki
agar kebutuhan biologisnya dipenuhi,
maka wanita tidak boleh menolak kecuali
ada uzur syar syari. Misalnya lagi
sakit, lagi stres.
Ini enggak bisa. Lagi stres, papi. Saya
lagi stres. Ya sudah, ya lagi sakit
enggak bisa ya itu okelah ya. Ada uzur
syari. Tapi kalau enggak ada uzur syar'i
kemudian selalu menolak, selalu menolak,
selalu menolak, maka ini dosa besar.
dosa besar. Kenapa dimurkai oleh Allah
dan dilaknat malaikat sampai pagi pagi
hari? Ya.
Dan
kondisi yang tidak nyaman dalam hubungan
suami istri ini menyebabkan banyak
permasalahan keluarga, banyak
permasalahan sosial, banyak
lelaki yang misalnya ketika istrinya
diajak tidak mau, tidak mau, tidak mau,
tidak mau, akhirnya mungkin dia bisa
berzina.
Dia bisa berzina, dia memuaskan dengan
cara yang haram. Dia nonton yang
tidak-tidak. Dia pergi ke pantai Pijat
ya,
Pantai Mijet. Ke mana-mana dia peri ke
mana-mana tidak terpenuhi. Mulai dia
cari penyaluran, lelaki syahwat harus
disalurkan ya. Oleh karena ini perkara
yang krusial sampai Nabi sallallahu
alaihi wasallam mengatakan kalau suami
mengajak maka hendaknya dipenuhi.
mengatakan waat alatanur meskipun sang
istri sedang masak bakar roti di tungku
maka ditinggalkan roti tersebut demi
memenuhi panggilan suaminya kalau
semuanya berteriak hani masyaallah
itu roti buang aja hangus gak ada
masalah mubadir ustaz mubadir iya tapi
ada mudarat yang lebih besar dalam
kaidahin
boleh menempuh kemudaratan yang ringan
dalam rangka menolak kemudratan yang
besar
meskipun hangus biarin aja kalau suami
sudah panggil. Bahkan dalam hadis kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Wain
kanat ala qatab." Meskipun sang istri
sudah di atas qotab, kotab ini ada yang
mengatakan sebar mubalagah dari Nabi.
Ada yang mengatakan ketika dia sudah
naik di pelana unta kemudian tiba-tiba
suaminya ingin berhubungan dengan dia,
maka hendaknya dia turun melayani
suaminya. Ada yang mengatakan meskipun
suaminya ingin berhubungan misalnya di
atas unta ini sekedar metafor saja
diperbola maka hendaknya dia penuhi.
Jadi Rasulullah memberi benar-benar
memberi penekanan.
Apalagi kita tahu bahwasanya fitnah
paling dahsyat bagi lelaki fitnah apa?
Wanita. Makanya Rasulullah mengatakan
innal marata tuqbilu alati setan suran.
Sesungguhnya wanita itu datang dalam
bentuk setan dari belakang juga dalam
bentuk setan. Maksudnya setan menghiasi
kata kata Rasul sahu alaihi wasallam,
"Almaratu auratun kharajat istasyar
setan." Dalam hadis Tirmidzi, wanita itu
aurat. Kalau dia keluar, setan sudah
mengintai. Buat apa? Untuk menghiasi
wanita tersebut di mata lelaki. Dan
setan sudah bersumpah, "La uzayinanna
fil ardinan
menghiasi maksiat ya di atas muka bumi.
Di antaranya menghiasi maksiat sehingga
kalau datang dari depan setan akan
hiasi.
sehingga laki-laki mengumbar
pandangannya, menimbulkan syahwat. Jadi
di belakang pun dihiasi. Maka Rasul
mengatakan, "Jika seorang melihat
kemudian tergerak syahwatnya, maka
hendaknya dia pulang ketemu apa?
Istrinya karena itu bisa menolak apa
yang bergejorak dalam hatinya." Ya. Maka
di antara sunah kalau seorang tergerak
syahwatnya segera ke istrinya,
segera ke istrinya agar terlepas gejolak
dalam hatinya. Ya. Dan itu Nabi katakan
di zaman Nabi yang wanita tidak
keluar-keluar sana kemari zaman sekarang
fitnah wanita di mana-mana.
Jadi kalau suami lagi kerja tahu-tahu
jam 10. pagi dia pulang ketemu istri.
Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Segera.
Ya udah. Kenapa, Mas? Sudah jang enggak
usah tanya-tanya. Udah enggak usah
tanya, Mas. Lihat apa? Enggak usah
tanya-tanya. Udah pokoknya saya pengin
ee penyaluran ya. Terus istri berusaha
sambut. Berarti suami sayang sama anti.
Kasihan ada sebagian suami tidak
berhasrat sama istrinya. Benar. Kalau
anti masih dipanggil oleh suami di
berarti dia masih berhasrat.
Bersyukurlah berarti dia sayang sama
anti.
Ada suami tidak bisa berhasrat sama
istri, tidak bisa. Akhirnya jajan terus
di luar.
Jaj terus di di luar. Ngerti jajan
enggak?
Ini masalah ada kisah ada anak-anak
pondok, anak-anak SMA disuruh ceramah,
dia ceramah di ceramah di mana? Di
penjara. Waktu itu ada tugas ceramah di
penjara. Di antara pertanyaan, "Ustadz,
kita boleh enggak jajan di luar?"
"Boleh." Boleh.
Dia enggak ngerti istilah jajan ya,
maksudnya zina ya. Dia enggak ngerti
katanya. Boleh, boleh. Jadi cerita ini
saya ketawa ya. Karena anak-anak mana
ngerti masalah jajan ya. kita sekarang
pada pada ngerti. Jadi maksudnya
seperti itu ya.
Kalau suami masih berhasrat, masih suka
bersyukur ya. Banyak orang gak
berhasrat. Untuk bisa berhasrat kepada
istrinya, dia harus nonton macam-macam,
harus lihat macam-macam. Dia bermaksiat
supaya dia istrinya cuma sekedar
pelampiasan. Dia ngelihat istrinya tidak
berhasrat. Banyak orang seperti itu.
Saya ketemu dengan orang dokter cerita
dia mendapati pasien yang seperti itu
yang lihat istrinya sudah tidak apa
tidak hasrat. Ya. Kalau suami masih
berhasrat itu bersyukur ya dilayani.
Tapi kalau enggak dilayani, enggak
dilayani lama-lama hasratnya hi hilang.
Pada kasus nyata kasus ada seorang
wanita ngelapor ke kawan cerita dia
curhat masalah yang di seorang
pengacara. kawan saya pengacara.
Kemudian dia cerita sudah tidak
didatangi oleh suaminya sekitar berapa
tahun kemudian terjadi permasalahan. K
saya tanya kenapa sampai tidak datangi?
Akhirnya cerita awalnya di luar waktu
kami masih kerja di luar negeri saya
juga kerja dia juga kerja. Akhirnya dia
datang minta saya alasan, besok lagi
minta saya alas. Tapi berapa kali dia
minta terus dia enggak pernah minta
jatah lagi. Habis itu sudah dia mungkin
sudah jajan di luar.
Maka ibu dirahmati Allah Subhanahu wa
taala, kalau suami
ee lagi berhasrat segera di dilayani.
Ngerti ibu-ibu?
Bapak-bapak ngerti?
Ini 17 tahun ke atas.
Jadi ini perkara yang penting terutama
di zaman sekarang.
Oleh karenanya dalam hadis Rasul sahu
alaihi wasallam mengatakan ya ee
tentang khairun nisa di antaranya allati
saratka
ee roitaha ya allati yang menyenangkan
engkau jika engkau memandangnya. Maka
seorang lagi kalau sudah lihat istrinya
senang berhasrat insyaallah itu berarti
masih bisa hubungan rumah tangga yang
harmonis. Tapi kalau sudah enggak
berhasrat,
karenanya
jangan lupa untuk ee taat kepada suami.
Hadis berikutnya,
wahu marfuan
lau kuntahu
alaih wasallam secara marfu atau dari
Abu Hurairah secara marfu.
Rasulullah bersabda, "Lau kuntu amiron
ahadan
marudha."
Kalau aku boleh memerintahkan seorang
sujud kepada selain Allah, tentu aku
akan perintahkan wanita sujud kepada
suaminya.
Kalau aku boleh nyuruh seorang seorang
sujud kepada selain Allah, aku akan
suruh wanita sujud kepada suami. Namun
dalam syariat Islam tidak boleh sujud.
Sujud ada dua. Ada sujud ibadah, ada
sujud tahiyat. Sujud tahiyat itu sujud
penghormatan. dahulu sebelum syariat
Nabi Muhammad boleh sujud ya
ee seperti apa namanya ayah ibu Yusuf
dan keluarganya sujud kepada Nabi Yusuf
alaihi salam yang Allah sebutkan dalam
Al-Qur'annya
ee
sujada qala ya abati fil minq yaahu
sujada mereka sujud kepada Nabi Yusuf
itu sujud tahiyat sujud penghormatan
oleh karenanya Allah memerintahkan
kepada iblis untuk sujud kepada Adam.
Iblis dan malaikat waun lil malaikat
liadama fasajadu illa iblis. Allah suruh
malaikat dan iblis sujud padam. Sujud
ibadah atau sujud penghormatan? Sujud
penghormatan. Ini syariat dulu ada.
Tetapi bukan sujud ibadah, sujud
penghormatan. Namanya sujud tahiyat. Gak
mungkin Allah menyuruh malaikat
beribadah kepada Adam. Enggak mungkin.
Dan malaikat tentu tidak mau beribadah
kepada Adam. Tapi yang dimaksud sujud
penghor penghormatan. Karena Allah sudah
memuliakan Adam dengan menciptakan
dengan kedua tangannya, mengajarkan dia
nama-nama Allah, maka Allah suruh
hormati dengan bentuk sujud. Dan dulu
syariat sujud disyariatkan sujud
tahiyat, sujud penghormatan, bukan sujud
ibadah. Maka Rasulullah mengatakan,
"Seandainya saya masih boleh menyuruh
orang sujud, sujud penghormatan,
ya dengan sujud kepada selain Allah,
tentu saya menyuruh seorang wanita sujud
kepada suaminya." Ini menunjukkan
bahwasanya hak paling besar yang harus
ditunaikan oleh seorang wanita adalah
hak suaminya. Bahkan para ulama
mengatakan jika seorang wanita sudah
menikah maka hak suaminya lebih besar
daripada hak kedua orang tuanya. Hak
suaminya lebih besar daripada hak kedua
orang tuanya. Di mana jika ada
pertentangan antara ayah dan ibunya
dengan suaminya dalam urusan rumah
tangga, maka dia harus mendahulukan
suaminya. Dia harus lebih taat kepada
suaminya selama bukan maksiat.
Contoh misalnya dalam satu rumah tangga
kemudian ayah ibunya mengatakan, "Kamu
gak boleh merantau. Sudah kamu di sini
saja tinggal sama ayah dan ibu dekat
dengan ayah dan ibu." Kata suaminya,
"Enggak, saya pengin tinggal di
Papua misalnya." Sudah kamu harus ikut,
harus taat.
Tapi Ibu begini, Ibu bilang tinggal di
Bekasi aja. Enggak, enggak. Papua harus
berangkat. Saat itu dia turut nurut sama
siapa? Bapak ibunya atau sama suaminya?
suaminya.
Ada yang bilang, "Ustaz, kenapa bisa
demikian?
Bukankah ayah ibunya sudah repot
merawatnya?
Masa tiba-tiba hak berubah? Siapa yang
melahirkan perempuan tersebut?" Ibunya.
Siapa yang kasih makan? Ayahnya. Sampai
umur 21 tahun. Terus ini laki-laki culun
nikahi dia. Terus bawa setelah itu hak
pindah ke dia. Kok bisa begitu? Gak
adil. Ustaz ada yang bilang begitu.
Enggak adil. Mana ini? Enggak ada
apa-apa. cuma bayar mahar kemudian semua
hak pindah ke dia. Itulah aturan
syariat. Karena syariat memandang
keharmonisan rumah tangga sangat
penting. Di antara bentuk keharmonisan,
hanya bisa berjalan jika istri taat
kepada suami. Kalau enggak, enggak akan
jalan. Pemerintah kecil itu enggak akan
jalan.
Enggak akan jalan.
Dan kalau pemerintahan dalam rumah
tangga berjalan, pemerintahan kecil di
mana sang suami adalah kepala rumah
tangga, ya, maka
akan baik dalam pendidikan anak-anak.
Tapi kalau yang pegang kendali, suami
enggak bisa pegang kendali, istri
membanggembang rumah tangga kacau,
pendidikan anak juga kacau.
Maka ini pentingnya ee
apa namanya? taat kepada suami. Makanya
Allah berfirman, "Arijalu qawamuna
alanisa." Para lelaki adalah pemimpin
para wanita. Di antara tafsiran Ibnu
Abbas, a alumara bahwasanya para suami
adalah amir-amir
bagi para istri. Maka istri siapa saja
yang bisa membuat suaminya terasa
seperti amir itu istri.
Kenapa? Su tahu dia pemegang kekuasaan.
Dia dilayani seperti Amir.
Tapi istri siapa yang berhasil membuat
suaminya rasanya seperti kucing? Ini
istri bermasalah.
Cuma meong, meong, meong. Enggak
didengar. Meong, meong, meong.
Saya ketemu Kak Wan. Aduh, Ustaz, istri
saya, saya seperti meong, Ustaz.
Makanya saya timbul istilah ini karena
ada teman dulu yang mengeluh dia bilang
dia seperti apa? Meong. Kenapa meong?
Meong, meong. Enggak didengar. Sudah.
Meong, meong, meong, meong, meong. Istri
enggak, enggak dengar. Kasihan.
Kasihan. Seorang berusaha membuat
suaminya merasa seperti apa? Seperti
seperti amir. Ya.
Oleh karenanya hak paling utama yang
ditunaikan oleh seorang wanita adalah
hak suami, lebih daripada hak kedua
orang tuanya.
Dalilnya adalah hadis ini.
La kuntu amir ahadan anasjiahadin
laartul marudi.
Kalau saya boleh nyuruh, kata Nabi,
nyuruh seorang untuk sujud kepada
ee selain Allah, akan saya suruh wanita
sujud kepada suaminya.
Para ibu yang dirahmati Allah Subhanahu
wa taala,
taat kepada suami adalah ibadah yang
agung. Siapa yang taat kepada suami maka
dia akan masuk surga dari pintu mana
saja. Ibu-ibu diuji oleh suami. Ibu
diuji oleh apa? Suami. Dalam hadis kata
Nabi sallallahu alaihi wasallam maratu
khamsaha wasat syahroha
wafatjaha wahani.
Jika seorang wanita salat lima waktu,
salat lima waktu aja enggak usah salat
sunah. Takah dia cuma salat lima waktu.
Enggak ada qabliah, enggak ada ba'diah,
enggak ada salat duha, enggak ada salat
malam, enggak ada salat witir, enggak.
Kemudian dia cuma puasa bulan Ramadan.
Tidak ada salat puasa Senin Kamis, tidak
ada puasa Syawal, tidak ada puasa
Muharram, tidak ada puasa Zulhijah,
enggak ada. Cuma Ramadan doang. Jaga
kemaluan. Dia benar-benar menjaga
kemaluannya. Tidak berkhianat di balik
layar, enggak sama sekali. Tetapi dia
atat ba'laha, taat kepada suaminya. Maka
dia masuk surga dari pintu mana saja.
Dikatakan kepadanya, "Silakan masuk
surga pintu mana saja." Menunjukkan taat
kepada suami ini luar biasa. membuka
pintu-pintu surga bagi seorang apa?
Wanita. Dan dia sedang diuji dengan
suaminya. Memang taat sama suami tidak
gampang. Tidak gampang. Ini ujian
tersendiri. Tapi dia tahu dia taat
karena Allah.
Makanya ibu-ibu yang dirahmati Allah
Subhanahu wa taala. Kalau ibu-ibu taat
kepada suami karena suami susah. Suami
banyak kekurangan.
Kekurangan secara materi jelas kurang.
Secara fisik ya seadanya ya.
Akhlak juga ya begitu-begitu aja ya.
Tapi kalau ibu-ibu taat karena Allah
bisa. Kalau taat karena zat suami enggak
bisa kita mau taatin apanya.
Tapi kalau karena Allah bisa semuanya
karena Allah bisa.
Tapi memang wanita banyak yang apa
pemberontak itu banyak pemberontak.
Kemarin saya pas ke mana ee ke Turki ya
ngobrol sama guidnya.
Guidnya. Kemudian dia cerita tentang
bagaimana Turki
setelah keruntuhan atau diruntuhkan oleh
kerajaan Utsmani diruntuhkan oleh Tatur
Turk yang disebut Bapak revolusi ya. Dia
juga pendiri ee republik yang sekuler.
Kemal Atta Turk
dibilang Kemal Lat Turk jago ngurus
Turki tapi dia gagal dalam pernikahan.
Dia baru nikah 2 tahun. Buyar
kata git ini Kamal Turk berkata, "Nurus
satu negara lebih mudah daripada ngurus
satu perempuan."
Kata dia perempuan Turki. Terus saya
tanya, "Kamu gimana?" Ya, saya juga
lebih mending. Saya 3 tahun buyar
katanya.
Saya memang banyak wanita pemberontak
ya, bukan ya di mana-mana ada wanita
pemberontak.
Maka ada syariat yang mengharuskan para
wanita untuk takut kepada Allah
Subhanahu wa taala. Mereka akan dihisab
pada hari kiamat kelak. Di antara bentuk
takut dan takwa kepada Allah adalah taat
kepada suami. Tentunya apa yang kita
sampaikan ini dalam rangka untuk
menasihati para ibu-ibu ya tentu para
suami berusaha menjadi suami yang saleh.
Karena suami kalau tidak saleh tidak
menunaikan kewajibannya menjadikan
penghormatan istri kepada suami memudar.
Kalau penghormatannya sudah memudar, dia
sulit untuk taat kepada suami. Maka
tentu pembahasan tentang suami yang
saleh nanti ya ini sekarang membahas
istri salehah ya.
Mumpung ada kesempatan apa
menasihati para ibu-ibu. Jadi sekali
lagi ibu yangu dirahmati Allah Subhanahu
wa taala, carilah surga dengan mencari
keridaan apa? suami.
Kalau kita katakan secara umum
ridallah fi ridal walidain. Keridaan
Allah pada keridaan dua orang dua orang
kedua orang tua. Maka mungkin bagi istri
kita bisa katakan keridaan Allah pada
keridaan apa? Suha. Berusaha jadikan
suami rida, senang niscaya pintu surga
terbuka niscaya akan husnul apa?
Khatimah. Hidup ini memang ujian ya. Ada
seorang suami diuji dengan istrinya, ada
istri diuji dengan apa? Suaminya. Maka
berusaha menjalankan syariat, jaga diri,
bertakwa kepada Allah, sibuk dengan
ibadah, sibuk fokus ngurus suami, sibuk
fokus ngurus anak-anak. Jangan tergoda
dengan kegiatan wanita di luar sana yang
sibuk bersosialita, yang sibuk ngurusin
yang tidak-tid, ngurus harta, kemewahan,
macam-macam sehingga lalai dari ngurus
apa? Suami. Subhanallah.
Ada kawan
istrinya kedudukannya tinggi.
Kedudukannya tinggi
terus. Tapi dia jarang ngelayani kawan
tersebut
karena kedudukannya tinggi dan sibuk
dengan laptop. Bukan macam-macam
macam-macam. Suatu hari mereka puasa.
Puasa bareng. Begitu azan istrinya
datang. Kawan saya lagi duduk. Istrinya
datang. Dia bilang, "Mas, enggak ada
buka puasa?"
"Enggak ada." "Bukannya kebalik, istriku
enggak ada buka puasa?" Ini suaminya
yang ditanya, "Mas, ada kepuasa enggak?"
Subhanallah.
Sampai dia bilang, "Seandainya
seandainya ada masalah di pengadilan,
saya akan bilang sama hakim, "Tanyakan
kepada istriku. Pernahkah dia bawa air
minum buat saya?"
Subhanallah. "Bagaimana
istri begini? Apa yang mau diharapkan
tidak melayani suami. Kasihan suami
seperti ini menderita. Menderita tidak
bapak-bapak
bapak kan tidak kan kasihan derita. Tiap
hari ketemu
nenek sihir di rumah.
Allah mustaan. Maka wanita bertakwa
kepada Allah. Suami juga bertahu kepada
Allah. Jadilah suami yang saleh.
Bertakwa kepada Allah. Berdoa untuk
istri. Penuhi kebutuhan istri. Senangkan
hati mereka. Ambil hati mereka. Jangan
pelit sama istri. Kalau punya uang,
belikan emas buat istri. Ya, nyenangkan
hati istri. Semoga Allah memberikan
keharmonisan dalam rumah tangga kita
semua. Amin ya rabbal alamin. Demikian
saja. Demikian. Wabillahi taufik
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.